30 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 2916

Proyek Kepedulian Sosial Kolaborasi QNET dan ASA Foundation Menangkan Emas di ISDA Award 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Corporate Forum for CSR Development  (CFCD) dan  Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional Indonesia melakukan kolaborasi tahunan dengan mengadakan SDGs Award (ISDA) 2021 untuk mendukung penyelarasan Indonesia menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDGs). CFCD adalah sebuah gerakan masyarakat sipil yang beranggotakan profesional dari berbagai disiplin ilmu. Ada  guru-besar, professor yang masih aktif mengajar di berbagai universitas, mantan professional dan eksekutive di berbagai perusahaan besar dan penggiat sosial.

Program kepedulian sosial berbasis olahraga yang diluncurkan oleh RYTHM Foundation dan ASA Foundation diumumkan sebagai pemenang Emas pada Indonesian SDGs Award (ISDA) 2021. RYTHM Foundation adalah bagian dari program sosial QI Group, induk perusahaan QNET, perusahaan penjualan langsung  yang sedang naik daun dengan sejarah panjang di Indonesia. Landasan ini dibangun di atas prinsip-prinsip pemberdayaan, kesukarelaan, dan ketahanan untuk menciptakan perubahan positif dan berkelanjutan di masyarakat.

Malou Caluza, CEO QNET, mengungkapkan kebanggaannya atas dampak yang diberikan oleh kemitraan antara RYTHM dan ASA Foundation. “RYTHM Foundation telah menjadi mercusuar harapan kami melalui masa-masa terberat yang membimbing kami dalam melayani masyarakat tempat kami beroperasi. Dengan dukungan dan bimbingan dari RYTHM, kami dapat menjangkau dan membantu komunitas di lebih dari 30 negara yang terkena dampak COVID-19 tahun lalu. Selain program pemenang penghargaan ini, kemitraan dengan ASA Foundation telah memungkinkan kami untuk berhasil memberikan pengetahuan dan kesadaran tentang pencegahan virus COVID-19, Kesehatan & Sanitasi menggunakan platform pembelajaran virtual kepada lebih dari 25.000 siswa di seluruh Indonesia,’’ujarnya.

Lee Hawkins, Pendiri & Penasihat Teknis ASA Foundation, mengatakan, “Meskipun kami telah lama bekerja pada proyek-proyek dampak sosial di seluruh Indonesia, dan sebelumnya telah memenangkan penghargaan Stevie CSR regional, ini adalah penghargaan pertama yang kami terima dari ISDA.  Namun, hal yang paling penting bahwa kerjasama antara ASA Foundation dan RYTHM Foundation akan menghasilkan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Jawa Barat dan Banten yang menjadi target proyek kami.Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pemicu bagi ASA Foundation & RYTHM Foundations untuk memperkuat upaya kolaborasi masa depan untuk pengembangan pemuda di Indonesia.”

Pada tahun 2019, RYTHM Foundation bergandengan tangan dengan ASA Foundation, sebuah LSM yang berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan di Indonesia, berusaha membantu kaum muda melalui program dampak sosial yang berkelanjutan melalui sekolah dan proyek berbasis masyarakat, untuk mendanai dan mendukung Program Intervensi Sosial Berbasis Olahraga 3 Tahun . Program pemenang penghargaan ini dirancang untuk fokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan meningkatkan kualitas pendidikan bagi kaum muda dan orang dewasa di Indonesia.

Proyek ini dimulai pada tahun 2019 dengan lokakarya Training-of-Trainer (ToT) 3 hari di Tangerang, Banten, Indonesia, bagi 36 guru lokal untuk mengembangkan kapasitas mereka dalam memberikan program pengembangan dan pemberdayaan pendidikan berbasis olahraga. Guru-guru tersebut kemudian ditempatkan di beberapa sekolah menengah pertama di seluruh Tangerang untuk melaksanakan pembelajaran mereka, dengan tujuan mengubah kehidupan lebih dari 9.700 siswa sekolah menengah selama program berlangsung.

Program 3 tahun bertujuan untuk mencapai tujuan berikut: Untuk mengirimkan nilai-nilai yang terkait dengan olahraga, untuk mempromosikan perubahan sikap yang positif,  mempromosikan aktivitas fisik dan perilaku sehat melalui olahraga, mempromosikan kesetaraan gender, mengembangkan kepercayaan diri serta untuk mendapatkan dukungan dari departemen pemerintah daerah (DINAS Pendidikan & DISPORA) untuk proyek dan kegiatan CSR di masa depan.

Sebelumnya, RYTHM Foundation bermitra dengan ASA Foundation untuk menyelenggarakan proyek pengembangan pendidikan pemberdayaan perempuan inklusif selama 12 bulan untuk 30 guru sekolah perempuan dan lebih dari 5.000 pemuda termasuk anak – anak disabilitas di Subang, Jawa Barat, Indonesia.

Pembukaan ISDA Award 2021 dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Republik Indonesia, direksi perusahaan, komite penilai dan mitra kerja CFCD. Sambutan pembukaan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia yang diwakili serta disampaikan secara daring oleh Menko PMK, Prof Dr. Muhadjir Effendy, MA.  Sambutan juga disampaikan oleh Menko Perekonomian, Dr. Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT serta Menteri Bappenas yang diwakili oleh Dr Ir. Arifin  Rudyanto. Sementara itu pengantar acara dihadapan undangan oleh Ketua Umum CFCD, Ir. Thenri Supriatno MBA

Ketika penyerahan award,  Ketua umum CFCD- Ir. Thendri Supriatno MBA,  mengatakan, dengan kembali digelarnya ISDA sesungguhnya merupakan bagian kecil dalam upaya mengedukasi korporasi yang memiliki sumber daya yang begitu besar agar ada keseimbangan dalam pembangunan ekonomi, sosial serta kesadaran akan lingkungan atau yang dikenal dengan istilah pembangunan yang berkelanjutan (SDG’s). 

“ Saya berharap lebih banyak perusahaan akan bergabung dengan ISDA untuk mempresentasikan proyek tanggung jawab sosial terbaik mereka yang akan bermanfaat bagi banyak pemangku kepentingan dan masyarakat setempat secara keseluruhan,” kata Thendri. (rel/sih)

Pemerintah Siap Melaksanakan Putusan MK atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pada tanggal 2 November 2020 guna memastikan perlindungan terhadap seluruh rakyat Indonesia termasuk perlindungan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Dalam perjalanannya, telah terjadi beberapa permohonan pengujian UU Cipta Kerja terhadap UUD 1945 yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Setelah melalui beberapa sidang, pada hari ini Mahkamah Konstitusi RI membacakan hasil putusan atas Pengujian Formil UU Cipta Kerja.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan didampingi oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly menyelenggarakan Konferensi Pers secara hybrid untuk menyampaikan beberapa penjelasan Pemerintah atas Putusan MK dimaksud, Kamis (25/11).

“Setelah mengikuti sidang MK, Saya ingin menyampaikan bahwa Pemerintah menghormati dan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi RI serta akan melaksanakan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan Putusan MK dimaksud,” ungkap Menko Airlangga.

Sebagai suatu terobosan hukum yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dalam beberapa undang-undang yang saling tumpang tindih ke dalam satu undang-undang yang komprehensif, UU Cipta Kerja kini telah melalui pengujian secara formil dan dinyatakan masih tetap berlaku.

Hal ini sesuai dengan Putusan MK yang telah menyatakan bahwa UU Cipta Kerja masih tetap berlaku secara konstitusional sampai dengan dilakukan perbaikan pembentukannya sesuai dengan tenggang waktu yang ditetapkan oleh MK, yaitu harus dilakukan perbaikan paling lama 2 tahun sejak putusan dibacakan.

Putusan MK juga menyatakan agar Pemerintah tidak menerbitkan peraturan baru yang bersifat strategis sampai dengan dilakukan perbaikan atas pembentukan UU Cipta Kerja.

“Dengan demikian peraturan perundang-undangan yang telah diberlakukan untuk melaksanakan UU Cipta Kerja masih tetap berlaku,” tegas Airlangga.

Menutup konferensi pers hari ini, Menko Airlangga juga menyampaikan  bahwa Pemerintah akan segera menindaklanjuti Putusan MK dimaksud melalui penyiapan perbaikan undang-undang dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya arahan lainnya  dari MK sebagaimana dimaksud dalam Putusan MK tersebut. (map/fsr/*)

Hari Guru, Tanoto Luncurkan Buku Pembelajaran Aktif di Masa Pandemi, Bisa Diunduh di Sini

Para pembicara pada zoom peluncuran Tanoto Foundation meluncurkan Buku Pembelajaran Aktif di Masa Pandemi yang digelar Tanoto Foundation, d peringatan Hari Guru Nasional 2021, Kamis (25/11/2021).

SUMUTPOS.CO – Pada peringatan Hari Guru Nasional 2021, Tanoto Foundation meluncurkan Buku Pembelajaran Aktif di Masa Pandemi, Kamis, (25/11). Buku yang ditulis 44 guru dan kepala sekolah tersebut memuat pengalaman dalam menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada siswa di tengah tantangan dan keterbatasan karena dampak pandemi.

Data Kemendikbudristek mencatat ada 51 juta siswa dan hampir 3 juta guru terkena dampak langsung pandemi yang telah berlangsung hampir 2 tahun ini. Selain itu sebanyak 53,55 persen guru kesulitan mengelola kelas selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan 49,24 persen guru terhambat melaksanakan asesmen PJJ. Guru juga sulit menggunakan teknologi selama PJJ, dengan jumlah mencapai 48,45 persen. 

“Kami mempersembahkan buku ini untuk memperkaya para guru dan kepala sekolah dalam mengembangkan pembelajaran kreatif dan menyenangkan di masa pandemi, demi berkembangnya potensi terbaik anak-anak Indonesia,” kata M Ari Widowati, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation.

Buku ini, menurut Ari, memuat berbagai pengalaman belajar dan mengajar di jenjang SD/MI dan SMP/MTs, serta praktik-praktik baik dukungan dari kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah, serta pendampingan belajar orang tua kepada anak. Termasuk di dalamnya, pengalaman menyelenggarakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan teknologi (daring), tanpa teknologi (luring), maupun pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dilakukan di sekolah, maupun pembelajaran campuran atau blended antara PJJ dan PTM.

Kuasai 6 Literasi Dasar di Masa Pandemi

Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih yang menjadi salah satu narasumber menyampaikan di masa pandemi ini guru perlu mengetahui dan memiliki kemampuan enam literasi dasar. 

Yakni, literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya dan kewargaan. Menurut Sri, kehadiran buku ini sebagai wujud nyata dan merupakan salah satu contoh konkret dalam melaksanakan literasi numerasi, sains, hingga digital. “Buku ini sangat membantu guru di tempat lain yang masih mencari cara bagaimana mengajar yang baik di masa pandemi,” kata Sri. 

Wisnu Nugroho, Pemimpin Redaksi Kompas.com menyebut buku ini kaya sekali pengalaman untuk bisa dijadikan acuan dalam menghadapi dan beradaptasi dengan ketidakpastian yang panjang karena pandemi. 

“Semoga pengalaman para guru yang nyata ini bisa menjadi inspirasi untuk kita menumbuhkan harapan dan menjernihkan harapan. Kita juga bisa saling belajar dan saling mengisi sehingga ketidakpastian itu bisa kita hadapi dengan lebih baik,” kata Wisnu.

Pada peringatan Hari Guru Nasional 2021, Tanoto Foundation meluncurkan Buku Pembelajaran Aktif di Masa Pandemi. Buku tersebut bisa diunduh melalui tautan https://bit.ly/Pembelajaran_Aktif_di_Masa_Pandemi.

Bantu Guru Bertransformasi

Juni Kardi, kepala sekolah SDN 18 Pekanbaru, Riau, salah satu penulis yang menjadi narasumber dalam peluncuran buku ini mengatakan, ia berupaya mendampingi guru-guru di sekolahnya memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. 

Menurutnya, masih banyak guru yang masih mengalami kesulitan menyelenggarakan pembelajaran daring karena belum terbiasa menggunakannya. Kemauan guru untuk belajar di sekolahnya melalui komunitas pemanfaatan teknologi juga masih perlu ditingkatkan. 

Juni  berinisiatif mendampingi para guru berlatih menggunakan teknologi. Dia mengidentifikasi kemampuan teknologi apa saja yang dimiliki oleh para guru. Setelah terpetakan, Juni mengajak guru yang telah menguasai teknologi untuk ikut membantunya dalam mendampingi guru-guru yang perlu pendampingan. 

“Kami melakukan pendampingan secara klasikal, kelompok, dan juga individu agar sesuai dengan kebutuhan para guru yang ingin belajar. Hasilnya, semua guru di sekolah saya menjadi terbiasa memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran,” katanya.

Pembelajaran Berdiferensiasi dan Manfaatkan Teknologi

Abdul Rahmat, guru kelas IV SDN 011 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, merasakan tantangan terberat di masa pandemi ini adalah memastikan kemampuan individu setiap siswa dapat berkembang optimal.  

“Saya mengatasinya dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Caranya dengan mengakomodasi semua perbedaan siswa, pembelajaran yang terbuka untuk siswa, dan menjawab kebutuhan setiap individu,” kata Rahmat.

Totaria Simbolon, Totaria Simbolon, Guru SMPN 3 Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, memanfaatkan beragam aplikasi dalam pembelajaran. Seperti aplikasi Geogebra yang menjadi alat bantu belajar matematika, khususnya untuk menggambarkan konsep geometri bangun ruang.

“Dengan aplikasi yang bisa diakses secara terbuka di internet tersebut, siswa menjadi lebih mudah menemukan rumus volum kubus dan balok dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan volume kubus dan balok. Pembelajaran juga menjadi lebih mengasyikkan bagi siswa, baik saat PJJ maupun PTM terbatas,” kata Totaria salah satu penulis buku. 

Bagi pembaca yang ingin mendapatkan buku pembelajaran aktif di masa pandemi tersebut, bisa mengunduhnya melalui tautan berikut. https://bit.ly/Pembelajaran_Aktif_di_Masa_Pandemi . (Rel)

Anugerah GDI 2021, Mendag: Dorong Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sistem ekonomi hijau sebagai sistem perekonomian baru terus tumbuh harus dimanfaatkan pelaku usaha. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memberi apresiasi atas penyelenggaraan ajang Anugerah Good Design Indonesia (GDI) 2021 dan berharap bisa menjadi pendorong untuk terus meningkatkan kinerja perdagangan di tengah kinerja ekspor yang terus membaik ke depan.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi menyerahkan Penghargaan Good Design Indonesia (GDI) 2021 yang berlangsung di Pos Bloc Jakarta, Selasa (23 Nov).

Penegasan ini disampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat memberikan penghargaan kepada para pemenang  Penganugerahan Good Design Indonesia 2021 di Great Hall Pos Bloc, Jakarta, Selasa (23/11).

Penghargaan diberikan kepada 1 pemenang GDI of the Year, 20 pemenang GDI Best, dan 32 pemenang peraih GDI. Dari 20 pemenang GDI Best tersebut, enam di antaranya berhasil meraih penghargaan G-Mark 2021. 

Penghargaam GDI diberikan kepada pelaku usaha ataupun desainer yang mampu menciptakan produk kreatif, inovatif, serta memiliki nilai komersial tinggi di pasar global.

“Melalui lima kategori penting, yakni inovasi, nilai kebaruan, bernilai komersial, berorientasi ekspor, serta berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, GDI juga diharapkan mampu mendorong sistem perekonomian yang baru, yakni ekonomi hijau dan ekonomi berkelanjutan,” kata Mendag Lutfi. 

GDI adalah sebuah ajang penganugerahan yang diberikan kepada desainer atau pelaku usaha di Indonesia yang mampu menghasilkan produk atau karya desain kreatif, inovatif, serta memiliki nilai komersial tinggi di pasar internasional. Tidak hanya itu, GDI juga terkoneksi dengan salah satu ajang desain tertua di dunia yaitu Good Design Award (GDA) atau G-Mark di Jepang.

GDI 2021 terlaksana melalui kerja sama antara Kemendag dengan berbagai pihak, diantaranya Japan Institute of Design Promotion (JDP), Japan External Trade Organization (JETRO), Dewan Pengarah dan Tim Juri. Proses pelaksanaan GDI 2021 telah dilaksanakan sejak 7 Januari 2020 secara daring dan luring. Tercatat 427 peserta telah mendaftarkan produknya dalam 18 kategori produk yang mencakup banyak sektor, termasuk kerajinan, home décor, arsitektur, hingga business model.

Penjurian Tahap I telah dilaksanakan secara hibrida pada 5—6 Mei 2021 untuk menilai 427 produk yang mendaftar. Sedangkan, penjurian Tahap II dilakukan pada 7, 8 dan 10 Juni 2021 secara hibrida di Auditorium Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia untuk menilai 296 produk.

Mendag menyampaikan, dengan terkoneksinya GDI dengan ajang Good Design Award atau G-Mark memberikan peluang dan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku bisnis, tidak hanya menuju pasar Jepang tetapi juga pasar global. “Suatu kebanggaan tersendiri bagi kita atas keberhasilan beberapa produk Indonesia yang berhasil meraih penghargaan G-Mark 2021. Ini menjadi bukti bahwa produk Indonesia dapat bersaing dengan produk luar negeri,” ujar Mendag.

Sebagai puncak acara, diumumkan peraih penghargaan GDI of The Year yang dipilih dari 20 peraih GDI Best 2021, yaitu produk Rekajalin dari BYO Living (PT Berkat Kriya Tritunggal).  Produk ini memenuhi kriteria penilaian terbaik dari segi bentuk, fungsi, kualitas, komersialitas dan inovasi. Produk interior berbahan rotan berkualitas dan berbasis budaya yang terinspirasi ornamen relief candi serta corak anyaman suku Dayak ini, melahirkan teknik anyam Holografis Byoliving dengan teknologi komputerisasi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan GDI 2021 ini. “Semoga GDI dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, terutama dalam upaya peningkatan ekspor nonmigas dan pada akhirnya mampu memperbaiki serta menjaga neraca perdagangan Indonesia,” pungkas Didi. (*/sih)

TIME Nobatkan Galaxy Z Flip3 5G sebagai Salah Satu Penemuan Terbaik di 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebelum kebangkitan era smartphone, produsen mencoba berbagai macam bentuk dan desain telepon genggam untuk melihat mana yang paling disukai pasar. Dari telepon candy bar dengan dial pad-nya hingga model yang lebih mutakhir seperti flip phone dan slider, sampai telepon genggam dengan keyboard QWERTY.

Namun pada saat itu, hanya flip phone-lah yang benar benar mencuri hati para konsumen: ringkas untuk ditaruh di saku, namun bisa ‘dibuka’ untuk memberikan lebih banyak fitur.
Menjaga semangat inovasi tersebut tetap menyala, Samsung telah bekerja dengan keras untuk mengembangkan perangkat seluler next generation–perangkat yang dapat mengombinasikan kekuatan smartphone masa kini dengan gaya flip phone yang portable.

Melalui peluncuran Galaxy Z Flip3 5G, Samsung telah menemukan titik yang pas, terbukti dari reaksi positif konsumen dan para tech enthusiast terhadap inovasi, kesiapan teknologi, ketahanan, serta style dari perangkat Galaxy Z Flip3 5G. Kombinasi inilah yang akhirnya membuat TIME Magazine menobatkan Galaxy Z Flip3 5G sebagai salah satu dari “The 100 Best Inventions of 2021,” yang dipenuhi daftar kreasi-kreasi yang paling groundbreaking dari seluruh dunia tahun ini–sebuah pencapaian yang berhasil diraih oleh Samsung setelah tiga generasi inovasi foldables.

Melalui banyak usaha dan dedikasi, era flip phone akhirnya terlahir kembali–dengan segala inovasi dari smartphone modern.

TIME menulis:
“Beberapa tahun ke belakang, banyak produsen telah berusaha untuk menggabungkan fungsi dari smartphone dengan bentuk ringkas dari flip phone era 2000-an–dengan hasil yang biasa-biasa saja. Namun, dengan Galaxy Z Flip3, Samsung akhirnya menemukan kesuksesan. Z Flip sama ringkasnya dengan perangkat dari dua dekade sebelumnya, namun sebagai ganti dari layar yang kecil dan dial pad fisik, kita mendapatkan layar 6,7 inci yang vibrant, dengan layar lainnya di bagian cover depan sehingga kita dapat dengan mudah membaca pesan atau panggilan masuk ketika perangkat dalam keadaan tertutup. Lebih hebat lagi: banderol 999 dolar AS, menjadikannya mainstream phone dengan foldable display pertama yang dihargai di bawah 1.000 dolar AS.”

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan setia yang telah menjadikan inovasi kami sebagai tren smartphone baru di 2021. Dukungan dan feedback membangun dari pelanggan lah yang telah membawa smartphone foldable kami, Galaxy Z Flip3 5G, sampai sejauh ini. Di Indonesia, 58% pengguna Galaxy Z Flip3 adalah milenial dan generasi z. Mereka adalah trendsetter sejati dengan smartphone foldable di genggaman. Desain inovatif dan compact, Flex Mode, dan fitur-fitur hands-free multitasking telah menetapkan tren baru, menunjukkan bahwa fungsionalitas, pengalaman penggunaan, dan keterjangkauan dapat menyentuh lebih banyak konsumen Indonesia dan mengembangkan cara mereka bekerja berekspresi, dan berkreasi,” ujar Yoonsoo Kim, President of Samsung Electronics Indonesia.

Galaxy Z Flip3 5G telah mengubah cara kita bekerja, berekspresi, dan berkarya dengan smartphone kita. Mulai dari Flex Mode yang hands-free serta kamera mempesona beresolusi 12MP yang mengubah cara kita membuat konten, hingga Cover Screen yang didesain ulang dengan ukuran 4 kali lebih besar dari sebelumnya, membuat kita dapat melihat lebih banyak pesan serta notifikasi on the go, tanpa membuka perangkat smartphone kita. Didukung dengan speaker yang telah mendukung Dolby Atmos, Dynamic AMOLED 2X Display, serta UX responsif yang dapat beradaptasi dengan bagaimana kita melipat perangkat, Galaxy Z Flip3 menawarkan pengalaman menikmati hiburan yang jauh melebihi perangkat lainnya, sehingga kamu dapat terhanyut lebih dalam pada konten favorit, game, atau video calls. Yang membuatnya lebih praktis lagi adalah fakta bahwa Galaxy Z Flip3 dan Z Fold3 adalah perangkat foldable pertama dengan IPX8 rating yang water-resistant. Semua itu dikemas dalam desain ikonis yang compact untuk dimasukkan ke dalam saku.

Dengan kombinasi antara fungsionalitas smartphone dan kepraktisan membawa flip phone yang dimiliki Galaxy Z Flip3 5G, mudah untuk melihat mengapa perangkat pencipta tren ini masuk ke dalam daftar dan menghadirkan pengalaman menggunakan smartphone yang terbarukan. Dengan libur akhir tahun yang sudah di depan mata, Galaxy Z Flip3 5G pun menjadi perangkat sempurna untuk masuk di dalam daftar belanja liburan terdekat. Terlebih, dengan kehadiran Galaxy Z Flip3 Bespoke Edition, konsumen bisa melakukan kustomisasi Galaxy Z Flip3 melalui padu padan berbagai warna, menjadikannya hadiah yang beda dari yang lain yang cocok dengan gaya unik dari orang-orang terdekat. (rel/adz)

Resmi, Pemerintah Terapkan Aturan PPKM Level 3 saat Nataru, Dilarang Mudik dan Cuti

PENYEKATAN: Personel Polantas berjaga di lokasi penyekatan di persimpangan Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso dalam rangka PPKM Level 4 di Kota Medan.Triadi Wibowo/Sumut Pos .

SUMUTPOS.CO – Pemerintah resmi akan menerapkan PPKM Level 3 secara nasional mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Hal ini seiring dengan telah diterbitkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Di dalam Inmendagri tersebut, diatur larangan mudik dan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/POLRI, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan karyawan swasta selama periode libur Nataru.

Ilustrasi.

Inmendagri tersebut ditujukan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia. Mendagri Tito Karnavian menginstruksikan gubernur dan bupati/wali kota melakukan sosialisasi peniadaan mudik Natal dan Tahun Baru kepada warga masyarakat dan perantau yang berada di wilayahnya. Termasuk, imbauan bagi masyarakat untuk tidak bepergian atau tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak primer/tidak penting/tidak mendesak.

“Apabila terdapat pelanggaran, dilakukan pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” demikian tertulis Inmendagri Nomor 62/2021 tersebut.

Kepala daerah juga diminta melakukan pengetatan arus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru. Tak itu saja, Pemda juga diminta melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di tiga tempat, yaitu gereja/tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah, tempat perbelanjaan, dan tempat wisata lokal dengan menerapkan kebijakan sesuai ketentuan PPKM Level 3.

Selain itu, Tito menginstruksikan Pemda melakukan pelarangan cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, pegawai BUMN, serta karyawan swasta selama periode libur Nataru. Para pekerja/buruh pun diimbau menunda pengambilan cuti setelah periode libur Nataru.

Kepala daerah juga diminta melakukan imbauan kepada sekolah mengenai pembagian rapot semester 1 dilaksankan pada Januari 2022. Tidak meliburkan secara khusus pada periode libur Nataru. Tak hanya itu, pemda diminta menerapkan PPKM Level 3 pada acara pernikahan dan acara sejenisnya. Lalu, meniadakan kegiatan seni budaya dan olahraga pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Pemda pun diminta menutup semua alun-alun pada 31 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022. Kemudian, melakukan rekayasa dan antisipasi aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian agar tetap dapat menjaga jarak antar pedagang dan pembeli.

Jika masyarakat karena suatu hal yang primer harus melakukan perjalanan keluar daerah, maka daerah mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi. Lalu, melakukan tes PCR atau rapid tes dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasi yang digunakan saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah demi memastikan pelaku perjalanan negatif Covid-19.

Apabila ditemukan pelaku perjalanan positif Covid-19, maka perlu melakukan karantina mandiri atau karantina pada tempat yang telah disiapkan pemerintah untuk mencegah adanya penularan. Waktu karantina sesuai prosedur kesehatan.

Instansi pelaksana bidang perhubungan dan Satpol PP melakukan penguatan, pengendalian, pengawasan terhadap pelaku perjalanan pada posko check point di daerah masing-masing bersama dengan TNI dan Polri selama periode libur Nataru.

Seluruh Satpol PP, Satlinmas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemadam kebakaran meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan aktif. Kemudian, Tito menginstruksikan seluruh gubernur dan bupati/wali kota mengaktifkan kembali fungsi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di masing-masing lingkungan, baik pada tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa, RT/RW paling lama pada 20 Desember 2021.

Pemda diminta menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan) serta menggencarkan testing, tracing, dan treatment (3T). Termasuk percepatan pencapaian target vaksinasi, terutama vaksinasi lanjut usia (lansia) sampai akhir Desember 2021.

Tito juga meminta kepala daerah melakukan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan lainnya, yakni tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pengelola hotel, pengelola tempat wisata, pengelola mal dan pelaku usaha serta pihak lain yang dianggap perlu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Gubsu Larang Kerumunan

Menindaklanjuti Inmendagri Nomor 61/2021, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melarang kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan saat libur Nataru. “Hanya itu untuk menghambat kemungkinan-kemungkinan, karena setiap saat habis liburan, Covid-19 bisa memaparkan ke seluruh masyarakat. Maka, untuk menghambat itu, dilakukan PPKM level 3,” ujar Edy, Rabu (24/11).

Edy menegaskan, ada aturan yang harus diperhatikan ketika memberlakukan PPKM level 3. Salah satunya membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. “Ada ketentuan itu, setiap ruangan jumlahnya berapa, kegiatan hanya minus, melakukan sekat-sekat yang dilakukan seperti lalu,” ungkapnya.

Secara khusus, Edy Rahmayadi menyoroti kegiatan Kesawan City Walk yang dilakukan Pemkot Medan. Dengan aturan PPKM level 3, kegiatan itu berpotensi melanggar. “Kalau sudah masuk, karena sudah masuk level 2, level 2 masih memenuhi syarat. Kalau level 3, semua ikut mengawasi. Kalau melanggar pasti ditertibkan,” tutur Edy.

Poldasu Gelar Ops Yustisi

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Polda Sumut akan meningkatkan Operasi Yustisi, pengetatan pengunjung pusat perbelanjaan, pengetatan ketentuan berkendara, larangan mengumpulkan kerumunan besar, larangan arak-arakan, pembatasan jumlah pengunjung tempat hiburan dan tempat makan.

“Nantinya Polda Sumut akan menjaga dan mengawasi pelaksanaannya. Langkah pengetatan dengan penerapan PPKM Level 3, untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 pada libur Nataru di Sumut, katanya, Rabu (24/11).

Dia mengimbau kepada masyarakat pada libur Nataru untuk tidak bereuforia dan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dalam memutus mata rantai Covid-19. Tentunya, sambung Hadi, dengan penerapan PPKM Level 3 Nataru, masyarakat dapat mematuhinya dengan baik. Di sisi lain juga diharapkan ekonomi di Sumut tetap berjalan. “Kepada masyarakat diminta untuk bersinergi dengan Pemerintah dalam mengakhiri pandemi Covid-19,” imbaunya.

Diketahui, untuk meredam kenaikan kasus Covid-19, Pemerintah secara proaktif terus mendorong penerapan Prokes yang baik, serta percepatan vaksinasi. Menjelang Nataru, Pemerintah berencana kembali menerapkan PPKM Level 3 di sejumlah wilayah. (jpc/prn/dwi)

Perkuat Stabilitas dan Kemakmuran Kawasan, ASEAN Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan Artificial Intelligence

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Era Revolusi Industri 4.0 berpotensi menaikkan tingkat pendapatan global dan meningkatkan kualitas hidup penduduk di seluruh dunia. Hingga saat ini, teknologi telah menciptakan kemungkinan hadirnya produk dan layanan baru yang meningkatkan efisiensi dan memberikan kemudahan.

“Selama beberapa tahun terakhir, salah satu teknologi yang paling maju pesat untuk tujuan praktis adalah Artificial Intelligence (AI),” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech dalam acara the Asean Workshop on 4th Industrial Revolution: Artificial Intelligence Implementation in Creative Industry yang berlangsung secara daring, Kamis (25/11).

Teknik AI memungkinkan mesin untuk melakukan tugas yang biasanya membutuhkan tingkat kecerdasan seperti manusia. Teknologi AI telah diberdayakan dan semakin banyak diadopsi di berbagai aplikasi, mulai dari tugas sehari-hari yang sederhana, asisten cerdas, dan keuangan, hingga perintah yang sangat spesifik, control operations, dan keamanan nasional.

Pemanfaatan AI diyakini dapat meningkatkan efisiensi bisnis, produktivitas dan mendorong inovasi di berbagai sektor. Di samping itu, AI juga dapat diarahkan untuk menjawab permasalahan pembangunan nasional dan daerah, termasuk penanganan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, seperti penciptaan lapangan kerja baru di luar manufaktur seperti rantai pasok, logistik, pusat pelayanan, dan kegiatan penelitian.

Namun demikian, menurut Brookings Report (2018), meningkatnya penetrasi AI ke berbagai aspek kehidupan juga menimbulkan masalah penting, seperti masalah akses data pribadi, bias dalam data dan algoritma, etika dan transparansi, serta tanggung jawab hukum.

Ada beberapa rekomendasi untuk mengatasi masalah tersebut, antara lain meningkatkan akses data, meningkatkan investasi Pemerintah dalam AI, mempromosikan pengembangan tenaga kerja AI, membuat komite penasihat nasional, terlibat dengan pejabat pusat dan lokal untuk memastikan mereka memberlakukan kebijakan yang efektif, mengatur broad objectives yang bertentangan dengan algoritma tertentu, memelihara mekanisme untuk kontrol dan pengawasan manusia, mencegah perilaku jahat, dan mempromosikan keamanan siber.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Kearney dan EDBI (2020) memperkirakan bahwa AI dapat memiliki dampak keseluruhan yang kuat, yakni peningkatan Produk Domestik Bruto sebesar 10-18% di seluruh Asia Tenggara pada tahun 2030, atau setara dengan hampir US$1 triliun.

Oleh karena itu, ASEAN harus meningkatkan dan memperkuat kerja sama dalam membentuk perkembangan teknologi AI di ASEAN. Ini akan memberikan keuntungan, tidak hanya untuk mengelola peluang dan tantangan yang berasal dari AI, tetapi juga untuk lebih memperkuat stabilitas dan kemakmuran kawasan dengan menggunakan digital roadmap di tahun-tahun mendatang.

“Saya berharap dari diskusi ini akan ada masukan yang bermanfaat dalam mengembangkan Makalah Konsep Regional Masa Depan dalam Bergabung dengan Penelitian Kecerdasan Buatan,” pungkas Menko Airlangga. (map/fsr)

Peluncuran Buku Biografi, Sang Jenderal, Ayah untuk Negeri, Edy Rahmayadi Pastikan tak Berniat Nyapres

PELUNCURAN BUKU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi istri Nawal Lubis (kanan) dalam acara peluncuran buku biografinya berjudul, “Sang Jenderal Ayah Untuk Negeri”, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (24/11). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menegaskan, dirinya tidak berniat ikut kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Ini diungkapkannya dalam acara peluncuran buku biografinya berjudul “Sang Jenderal Ayah Untuk Negeri”, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (24/11).

PELUNCURAN BUKU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi istri Nawal Lubis (kanan) dalam acara peluncuran buku biografinya berjudul, “Sang Jenderal Ayah Untuk Negeri”, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (24/11). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS .

“Saya khawatir (judul buku), Ayah untuk Negeri ini dikira pula saya ikut (Pilpres) di 2024. Saya pastikan tidak, jadi tidak usah didoakan karena saya tidak mau,” katanya saat didapuk memberi sambutan.

Hadir Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis, unsur Forkopimda Sumut, para rektor perguruan tinggi sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut, hingga bekas komandan Gubernur Edy dari masa Taruna. Acara turut dirangkai dengan pemutaran film pendek yang mengisahkan perjalanan hidup dan karir Edy Rahmayadi. Turut ditampilkan pula sejumlah atraksi yang dibawakan satuan Marinir, ronggeng melayu serta pembacaan diary oleh istrinya, Nawal Lubis.

“(Istilah) negeri ini disebut wilayah di kampung kami. Kalau negara baru Indonesia namanya. Seperti yang saya sebut tadi, saya pastikan tak berniat untuk 2024,” ujarnya lagi di sesi konferensi pers usai acara.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan program rutin Pemprov Sumut melalui APBD. Bahwa setiap gubernur akan dibuatkan buku biografi, sehingga masyarakat mengenal lebih jauh rekam jejak para pemimpinnya. “Ini sekarang saya yang ditulis. Saya pun tak tau dibuat acaranya seperti ini,” ujar Edy.

Buku biografi karya penulis Ihsan Satrya Azhar dan kawan kawan tersebut diharapnya bisa memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi muda. Ia mengaku tidak ada mengintervensi isi dari buku itu, seraya berharap tidak ada penyimpangan informasi di dalamnya. “Semoga buku ini bisa menjadi pembelajaran, ada manfaatnya bagi masyarakat tentang para pemimpinnya,” ucap dia.

Dikisahkan Edy, bahwa ia memang penah menjadi pengantar kue. Lahir dari seorang ayah prajurit TNI Angkatan Udara, dan ibunya seorang pembuat dan penjual kue. “Ibu saya Jawa. Jumpa ayah saya dibawa ke Sabang. Lahir saya di sana,” ujar mantan Pangkostrad itu.

Saat lahir, Edy kecil sempat dinyatakan tak bernapas oleh bidan yang membantu persalinan ibunya di Kota Sabang, Aceh. Lalu bidan di rumah sakit Angkatan Laut di Sabang bilang ke bapaknya, pilih ibunya atau anaknya. “Jadi saya dikorbankan dari awal. Dianggap tidak ada. Sungsang sampai dua belitan,” katanya.

Bahkan diakuinya, saat lahir tak menangis. Lalu kaki dipegang ke bawah, dipukul-pukul pantatnya, barulah ia menangis. “Berarti saya hidup,” ungkapnya yang disambut tawa para audiens.

Selanjutnya mencoba masuk menjadi Taruna Akademi Militer (Akmil) pada 1980, Edy gagal. Sehingga ia sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum UISU. “Orang lain dapat ijazah sarjana hukum. Saya dapat boru Lubis di situ,” ungkapnya.

Penjabat Sekdaprovsu, Afifi Lubis, menyampaikan, peluncuran biografi Edy Rahmayadi diharapkan menjadi informasi baru bagi masyarakat Sumut. “Tidak sekadar melihat pemimpin hari ini, tapi perjalanan panjang seorang pemimpinnya sekaligus sebagai alat untuk memotivasi generasi muda karena di dalamnya tertanam nilai semangat, kerja keras, disiplin, bertanggungjawab dan kasih sayang,” katanya.

Disebutnya ada dua hal penting dari peluncuran buku biografi tersebut. Yakni dari segi dedikasi dan pengabdian. Kedua adalah legacy atau warisan kepemimpinan. “Kita mengenal Pak Edy pernah menjalani perjalanan panjang di bidang militer, sebelum akhirnya menjadi gubernur Sumut. Sebuah perjalanan panjang yang tak mudah,” katanya. Menurutnya, dari biografi ini ada tertanam nilai patriotik, kerja keras, sehingga bisa menjadi teladan bagi anak muda saat ini. (prn)

Gubsu Koordinasi Intens dengan BWSS II

TERGENANG: Ruas jalan di kawasan Lapangan Merdeka, tergenang air usai hujan deras mengguyur Kota Medan pada Selasa (23/11) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – BANJIR yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Utara jelang akhir 2021 ini, telah menjadi atensi serius Gubernur Edy Rahmayadi. Pemprov Sumut, berkomitmen segera mendapatkan solusi terbaik agar kondisi banjir tidak makin menyusahkan kehidupan masyarakat.

TERGENANG: Ruas jalan di kawasan Lapangan Merdeka, tergenang air usai hujan deras mengguyur Kota Medan pada Selasa (23/11) malam.

“Ini sinyal untuk kita evaluasi,” kata Edy menjawab wartawan Kota Rabu (24/11).

Kota Medan dilanda banjir dampak hujan deras pada Selasa (23/11) malam. Edy mengamini curah hujan yang luar biasa itu menyebabkan drainase yang ada tidak mampu menampung air, sehingga menggenangi banyak ruas jalan. “Hujan tadi malam itu over, sehingga kapasitas yang direncanakan, drainase yang ada tidak mencukupi, itu tidak selamanya begitu,” katanya.

Banjir yang melanda ibukota Provinsi Sumut, Kabupaten Serdang Bedagai, dan Kota Tebingtinggi yang dianggap parah tersebut, mestinya telah dilakukan langkah strategis berupa normalisasi sungai di tahun anggaran 2020.

Lantaran terkena refocusing anggaran dampak pandemi Covid-19, kegiatan dimaksud akhirnya batal terlaksana. “Harusnya dikerjakan sejak 2020 2021, dan 2022 selesai,” katanya.

Khusus Kota Medan, menurut dia, terdapat lima sungai yang mesti dilakukan upaya normalisasi. Bersama Wali Kota Bobby Nasution, diakui Edy telah lakukan koordinasi intens untuk hal tersebut.

“Saya dengan Pak Bobby sebagai Wali Kota Medan sudah koordinasi secara ketat, kemarin merencanakan, sudah dilakukan rapat terpadu antara Deliserdang dan Kota Medan,” ungkapnya.

Mantan Pangkostrad ini juga menyampaikan kondisi penanganan banjir yang terjadi di Sergai dan Tebingtinggi. Disebutnya, ada dua sungai besar melintasi Kota Lemang tersebut. “Tebingtinggi ini ada persoalan panjang, yang hulunya ada di Simalungun. Kalau kita sodet sungai, rendahnya ke Sergai,” katanya.

Karenanya secara teknis, tegas dia, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II harus merencanakan teknis pekerjaan tersebut secara komprehensif. Koordinasi intens ini terus dilakukan Pemprov Sumut bersama BWSS II. “Ini pekerjaan yang sudah terlalu lama, tapi itu tidak alasan tidak diselesaikan,” ujarnya.

Edy lantas meminta bupati/wali kota senantiasa siaga bencana di daerahnya masing-masing. Antara lain menyediakan alat-alat berat pada titik-titik rawan bencana, sebagaimana arahannya saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana pada Oktober lalu. Apalagi kondisi dimaksud sebelumnya telah diprediksi oleh BMKG. “Titik-titik kritis (bencana) ini sudah kita lakukan, tapi khususnya rakyat-rakyat kita dalam bepergian, dalam dislokasi rumah-rumah yang kondisinya kurang baik dalam kondisi alam, ini harus tetap waspada,” katanya.

Edy pun minta kepada masyarakat agar tetap tenang, berdoa, karena pihaknya selalu berusaha untuk menyelesaikan persoalan ini. (prn)

Ribuan Warga Medan Terdampak Banjir, Kecamatan Medan Sunggal dan Tuntungan yang Terparah

TERJEBAK BANJIR Sejumlah pengendara sepeda motor terjebak banjir di kawasan Lapangan Merdeka Medan, dekat Stasiun Besar Kereta Api Medan. Selasa (23/11) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hujan yang terjadi pada Selasa (23/11) malam kemarin, mengakibatkan sejumlah Kecamatan di Kota Medan kebanjiran. Bahkan, sejumlah ruas jalan protokol di Kota Medan yang terpantau tidak pernah banjir justru tergenang air hingga lebih dari selutut orang dewasa.

TERJEBAK BANJIR Sejumlah pengendara sepeda motor terjebak banjir di kawasan Lapangan Merdeka Medan, dekat Stasiun Besar Kereta Api Medan. Selasa (23/11) malam.

Kepada Sumut Pos, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan M Husni, mengatakan, hujan dengan intensitas yang sangat tinggi pada Selasa (23/11) malam memang terjadi merata di seluruh Kota Medan. Akibatnya, hampir seluruh Kota Medan kebanjiran. “Memang hampir merata di Kota Medan, tapi yang agak tinggi luapan airnya itu di Medan Sunggal dan Medan Tuntungan,” ucap Husni kepada Sumut Pos, Rabu (24/11).

Dikatakan Husni, khusus untuk Kecamatan Medan Sunggal, banjir terjadi di Kelurahan Tanjung Rejo. Di sana terdapat dua lingkungan dengan kondisi banjir yang paling parah, yakni Jalan Perjuangan Lingkungan XIX dan Lingkungan XIIIn

Total, ada ribuan warga yang terkena dampak banjir di dua kecamatan itu. “Yang paling parah, itu ada di Jalan Perjuangan, yaitu di Lingkungan XIX dan XIII. Lingkungan XIX, itu ada 82 rumah, 93 KK dan 320 jiwa yang terendam banjir. Sedangkan di Lingkungan XIII nya, itu ada 200 rumah, 203 KK dan 802 jiwa yang terendam banjir. Total di Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Medan Sunggal, itu ada 282 rumah, 296 KK, 1.122 jiwa yang terkena banjir,” ungkap Husni.

Sedangkan di Kecamatan Medan Tuntungan, banjir paling parah terjadi di Lingkungan I Kelurahan Tanjungselamat. Di sana, ada 70 rumah, 70 KK dan 260 jiwa yang terkena banjir. Dengan demikian, total ada 352 rumah, 366 KK dan 1.382 jiwa yanh terkena banjir di dua Kecamatan tersebut.

“Total kemarin yang dievakuasi TRC BPBD dari rumahnya, di Jl. Perjuangan Lingkungan XIX Kel. Tanjung Rejo ada 7 orang. Sedangkan yang di Kecamatan Medan Tuntungan, di Jalan Sakura Indah Lingkungan I Kelurahan Tanjung Selamat ada 20 orang. Kita juga sudah mendirikan tenda dapur umum di kelurahan Tanjung Rejo. Kemarin kita melakukan peninjauannya bersama Bapak Wakil Wali Kota Medan (Aulia Rachman),” ujarnya.

Husni mengakui, banjir memang bukan hanya terjadi di dua Kecamatan tersebut. Namun menurut pantauannya, kedua Kecamatan tersebut merupakan wilayah yang paling tinggi tingkat luapan airnya. “Memang (banjir) hampir merata di Kota Medan, tapi wilayah lainnya belum membutuhkan evakuasi dari sisi bencana,” katanya.

Namun begitu, Husni mengatakan, Kecamatan Medan Belawan tidak mengalami banjir seperti kecamatan-kecamatan lainnya. “Justru Medan Belawan terpantau aman kemarin,” pungkasnya.

Bobby Minta Maaf

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution memohon maaf kepada seluruh masyarakat Medan yang mengalami musibah banjir, Selasa (23/11) malam. Dalam beberapa pekan belakangan, intensitas hujan cukup tinggi di beberapa daerah termasuk Kota Medan. Akibatnya sungai dan sejumlah drainase meluap tak sanggup tampung debit air. Alhasil sejumlah daerah terjadi banjir.

Rabu (24/11) pagi, lewat media sosial pribadinya, Bobbu menyatakan permintaan maaf tersebut. Diketahui saat ini, menantu Presiden Jokowi itu sedang dalam tugas di Jakarta. “Hujan deras telah mengguyur Medan dalam beberapa hari belakangan ini. Akibatnya, parit dan sungai meluap hingga menyebabkan jalan di Kota Medan tergenang air. Saya memohon maaf kepada seluruh warga Medan atas masalah banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di kota medan,” tulis Bobby.

Bobby juga menjelaskan, bahwa saat ini Pemko Medan juga terus berusaha membenahi seluruh drainase yang tersumbat agar genangan air dapat diatasi. “Kita juga sedang mempersiapkan berbagai perencanaan penanggulangan banjir jangka panjang agar Medan benar-benar bebas dari banjir. Mari berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan ini bersama. Dukungan besar dari warga sangat dibutuhkan dalam menjalankan program-program untuk mengantisipasi dan menanggulangi permasalahan banjir di Kota Medan,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah banjir di Kota Medan, sejauh ini Bobby Nasution mengaku telah berkali-kali menemui pihak kementerian hingga Badan Wilayah Sungai. Dari upaya itu diketahui, Bobby Nasution telah mendapat sejumlah lampu hijau bantuan dari pusat agar segera dilakukan normalisasi mulai 2022.

Sementara itu, Plt Kadis PU Ferry Ichsan membenarkan pihaknya telah mendapat perintah dari Bobby Nasution agar secepatnya melakukan normalisasi di wilayah yang paling parah alami banjir. “Seminggu ini kami akan melakukan normalisasi di HM Jhoni, Jl Ayahanda, Jl. Jamin Ginting daerah lain,” kata Ferry.

Soal sungai yang meluap, kata Ferry, menjadikan kondisi banjir makin parah. “Tadi malam itu kejadiannya adalah banjir yang disebabkan meluapnya beberapa sungai di DAS Deli seperti Sei Sikambing. Selain itu kenaikan muka air sungai yang terjadi di Sungai Deli, berimbas pada kenaikan muka air sungai putih dan meluap pada sungai Sikambing dan Sei Selayang. Hal ini juga mengakibatkan antrian air drainase sehingga terjadi genangan. Terdapat juga permasalahan drainase antara lain di wilayah Kota Matsum dan sekitarnya. Segera kita normalisasi,” pungkas Ferry.

Sementara, Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Rudiawan Sitorus meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution, menunaikan janji kampanyenya. Di mana penanganan banjir merupakan salah satu dari lima prioritas kerja Bobby. Bahkan Bobby berjanji, akan menuntaskan masalah banjir di Kota Medan dalam waktu 2 tahun kepemimpinannya. “Yang pertama, kenapa hari ini persoalan banjir Kota Medan viral di media sosial? Itu karena warga sangat berharap sekali dengan apa yang disampaikan Wali Kota Medan saat kampanye yang berjanji akan menyelesaikan persoalan banjir,” kata Rudiawan Sitorus.

Anggota Komisi III DPRD Medan ini menilai, kampanye kolaborasi yang sering didengung-dengungkan Bobby harus lebih cepat dieksekusi, khususnya dalam persoalan pengerukan sungai-sungai di Kota Medan sebagai pendukung tata kelola drainase ke depan. “Masalah banjir ini tentunya masalah drainase yang muaranya ke sungai-sungai yang ada di Medan. Kita tentunya mengharapkan agar Wali Kota Medan lebih keras lagi untuk meminta pemerintah pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II dalam upaya melakukan normalisasi 12 sungai yang melintas di Kota Medan,” ujarnya.

Menyiapkan sungai, kata Rudiawan, harus menjadi prioritas untuk menyelesaikan persoalan banjir yang selanjutnya terkait drainase-drainase yang terhubung ke sungai. “Kita sering mendapat laporan warga, drainasenya bagus tapi tidak terhubung ke sungai. Ada juga saluran ke sungainnya bagus, tapi kondisi drainasenya tak sesuai,” katanya.

Diterangkan Rudiawan, persoalan selanjutnya, drainase di tengah kota dan di lingkungan warga banyak yang dikerjakan dengan tidak memperhatikan konsep. “Hari ini banyak jalan dicor, sementara drainase masih belum memadai. Ini yang terjadi di beberapa lingkungan warga sehingga air di jalan yang dicor sangat deras mengalir ke rumah-rumah warga,” terangnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD PKS Kota Medan ini juga mengusulkan, agar dibuat sumur resapan yang ada di pusat-pusat Kota Medan. “Banyak di beberapa kota kini membuat sumur resapan sebagai solusi awal mengendalikan debit air akibat derasnya hujan,” ungkapnya.

Senada dengan Rudiawan, Anggota Komisi IV DPRD Medan Renville Napitupulu juga meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk mengejar pelaksanaan normalisasi sungai guna meminimalisir banjir di Kota Medan. Meskipun saat ini, pihak kementerian dan Badan Wilayah Sungai Sumatera hendak membangun tanggul untuk mengatasi banjir di Kota Medan.

“Untuk mengatasi banjir Kota Medan itu harus diselesaikan dari sungai. Jadi kawasan hilir dulu diperbaiki, termasuk normalisasi. Kawasan hilir harus diperdalam, baru membereskan bagian hulu. Jangan nanti di tengah jalan justru jadi momok bagi kita,” tegas anggota Renville.

Dikatakan Renville yang juga Ketua DPD PSI Kota Medan ini, anggaran besar tahun 2021dan 2022 untuk membangun drainase yang ada di jalan-jalan utama di Kota Medan akan percuma bila bagian hilir sungai belum dinormalisasi. “Begitu drainase semua selesai, lancar pembuangannya ke sungai, sementara sungai tidak mampu menampung, apa yang terjadi? Lebih parah lagi banjirnya,” katanya

Oleh karena itu, sambungnya, sebenarnya yang harus direncanakan terlebih dahulu adalah sungai-sungai dulu di bagian hilir yang dinormalisasi agar sungai tersebut nantinya mampu menampung aliran air dari drainase-drainase yang akan dikerjakan secara besar-besaran tahun ini dan tahun 2022. “Begitu pembuatan lancar dari kota ke sungai, tapi ternyata sungainya belum dinormalisasi, begitu hujan deras airnya bakal balik lagi tumpah ke jalan,” tuturnya.

Dikesempatan itu Renville juga mengutarakan, untuk menormalisasi sungai, Pemko Medan sudah tentu harus membayar ganti rugi tanah milik rakyat yang bakal terdampak normalisasi. Sebab dalam menormalisasi, tentunya harus dilakukan pelebaran dan pendalaman. Sedangkan untuk pelebaran sungai, tentunya akan berdampak terhadap tanah warga yang ada di pinggiran sungai yang akan di normalisasi.

Oleh karena itu, Pemko Medan harus menghitung berapa ganti rugi yang dibutuhkan untuk normalisasi sungai yang akan diajukan ke Dinas PKPPR. “Jangan hanya 1,9 kilometer sungai sulang-saling saja yang dinormalisasi, memangnya sungai di Medan itu hanya 1,9 kilometer itu. Sungai di Medan ini lumayan panjang. Buktinya kawasan Medan Utara juga harus dinormalisasi, tidak hanya berharap pembangunan tanggul dari kementerian,” pungkasnya. (map)