Home Blog Page 2917

Partai Buruh Sumut Gelar Road Show di 31 Kabupaten/Kota

Bersama: Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo bersama pengurus lainnya, foto bersama di sela-sela kegiatan konsolidasi. Akbar Exco Partai Buruh Provinsi Sumut, di Parapat, Kabupaten Tobasa, Selasa (28/12). Sumut Pos/ist .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Excutive Komite (Exco) Partai Buruh Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar konsolidasi akbarnya ke 12 kabupaten/kota di Sumut, Selasa (28/12), yang dipusatkan di Parapat, Kabupaten Tobasa tepatnya di Danau Toba.

Bersama: Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo bersama pengurus lainnya, foto bersama di sela-sela kegiatan konsolidasi. Akbar Exco Partai Buruh Provinsi Sumut, di Parapat, Kabupaten Tobasa, Selasa (28/12). Sumut Pos/ist .

Sebelumnya, konsolidasi akbar dilaksanakan di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Senin (27/12) Konsolidasi Exco Partai Buruh Sumut tersebut dilakukan kapada 6 Kabupaten/ Kota Exco, yakni Tanjungbalai, Asahan, Batubara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan.

Selain Konsolidasi Exco Partai Buruh Sumut menyerahan SK Exco kabupaten/ kota, dan memberikan pembekalan kepada pengurus yang hadir guna menyongsong kelengkapan administrasi dan faktual verifikasi peserta Pemilu 2024.

“Semoga kawan-kawan pengurus Exco kabupaten/ kota yang hadir dapat membesarkan Partai Buruh di daerah masing-masing dan dapat bersosialisasi di tengah masyarakat untuk berjuang mengangkat derajat dan kesejahteraan rakyat kecil melalui partai kita,” kata Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo didampingi Wakil Ketua Partai Buruh Sumut Jhonson Pardosi dan Sekretaris Ijon Tuah Hamonagan Purba, di hadapan puluhan pengurus Exco Kab/Kota yang hadir.

Willy juga menyampaikan, rangkaian program kerja Partai Buruh secara Nasional, yang tinggal hanya menunggu kelengkapan adminstrasi dan pemenuhan persyaratan sebagai peserta Pemilu 2024 mendatang yang ditargetkan rampung akhir Desember 2021 ini.

“Khusus untuk Partai Buruh Sumut kita sudah siap kepengurusan 31 Kab/Kota dari 33 Kab/Kota yang ada, begitupun akhir Desember ini kita penuhi 100 persen pengurus di seluruh kab/kota Sumut untuk dapat ikut pemilu 2024 mendatang,” ujar Willy.

Willy berharap, pengurus dan kader Partai Buruh didaerahnya dapat berjuang bersama rakyat kecil baik buruh,petani,nelayan, miskin kota dan miskin desa serta rakayat kecil didaerah masing masing.”Partai kita memang sudah diamanahkan untuk mengurusi rakyat kecil kelak, karena orang menengah keatas itu sudah ada yang ngurusi, semoga kita membawa harapan bagi rakyat kecil untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ucap Willy.

Usai memberikan arahan dan pembekalan pengurus Exco Partai Buruh Sumut menyerahkan SK Kepengurusan Exco kabupaten/kota yang hadir.

Willy menjelaskan, konsolidasi akbar dilanjutkan pada 29 Desember 2021, dengan empat Kabupaten/ kota dipusatkan di Kabupaten Karo.

Terakhir Konsolidasi juga akan digelar di daerah kab/kota se Pulau Nias, sebanyak 5 kab/ kota akan dikumpulkan di Kota Gunungsitoli pada awal Januari 2022 mendatang.”Total 31 kab/ kota kita akan kita kunjungi dan kita beri semangat untuk berjuang bersama dalam satu wadah Partai Buruh,” pungkasnya. (dwi/ila)

Proyek Fisik APBD Murni 2021, Pemprovsu Klaim Sudah Selesai di November 2021

SAMBUTAN: Pj Sekda Provsu H Afifi Lubis memberikan kata sambutan saat membuka kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut, Selasa (28/12). istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, Ismael Sinaga memastikan bahwa proyek pengerjaan fisik yang bersumber dari APBD 2021 paling lama telah selesai November 2021.

SAMBUTAN: Pj Sekda Provsu H Afifi Lubis memberikan kata sambutan saat membuka kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut, Selasa (28/12). istimewa/sumutpos.

“Kalau ada saat ini melihat proyek pengerjaan katakanlah dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, maka kegiatan itu sudah bisa dipastikan di PAPBD. Kalau dari APBD murni itu paling lama selesainya sudah di November,” katanya dalam Refleksi Akhir Tahun 2021 di Medan, Selasa (28/12).

Ia menambahkan hal tersebut sesuai arahan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi bahwa semua pengerjaan fisik harus selesai pada November. “Ini saya garansi. Semua proyek APBD sudah selesai di November,” ucapnya.

Ismael menerangkan hal yang wajar misalnya hingga sampai Desember masih ada dana kas daerah yang tersisa di bank. Hal ini sebagai cadangan daerah. “APBD Sumut misalnya Rp13,7 triliun. Kalau dirata-ratakan paling satu bulannya itu keluar Rp1 triliun lebih. Hal yang wajar misalnya di Desember ini tersisa Rp1 triliun lagi. Bukan berarti ini tidak bisa digunakan,” katanya.

Jadi menurutnya hal yang normal jika saat ini masih ada uang negara di daerah. “Bukan uang itu tak produktif. Uang itu masih ada di bank dan akan kita gunakan,” ucapnya.

Ia memisalkan di DKI Jakarta bahwa sampai Desember ini masih ada uang sisa di kas daerahnya Rp16 triliun, dan itu masih wajar. “Malah kalau sisa Rp8 triliun pemprov-nya was-was. Bisa jadi ada beberapa proyek yang gagal bayar,” katanya.

Kemudian untuk proyek-proyek di Sumut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengadaan barang dan jasa agar Januari mendatang sudah bisa dilakukan tender. “Semoga bisa selaras dengan kabupaten/kota,” katanya. (prn/ila)

Sekda Minta BPKAD Provsu Jangan Tahan Anggaran ke OPD

DISKUSI: Kepala BPKAD Provsu Ismael Sinaga, Ketua PWI Sumut H Farianda Sinik, serta Akademisi Dr Joharis Lubis dan Dr Fitri Rahmadana, saat diskusi Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, H Afifi Lubis SH meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) agar tidak menahan anggaran untuk dialirkan ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu.

DISKUSI: Kepala BPKAD Provsu Ismael Sinaga, Ketua PWI Sumut H Farianda Sinik, serta Akademisi Dr Joharis Lubis dan Dr Fitri Rahmadana, saat diskusi Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut. istimewa/sumutpos.

Afifi berharap, untuk tahun-tahun ke depannya, setiap OPD di Pemprovsu dapat menerima anggaran secara tepat waktu bila semua persyaratan administrasi telah terpenuhi agar setiap OPD dapat bekerja secara maksimal.

Hal itu disampaikan Pj Sekda Pemrovsu H Afifi Lubis SH saat membuka kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut di Aula Bank Sumut pada gedung Bank Sumut, Jalan T Imam Bonjol Medan, Selasa (28/12). “BPKAD jangan tahan anggaran. Kalau syarat administrasinya telah lengkapn

langsung berikan anggarannya ke OPD-OPD. Anggaran harus bisa terserap secara maksimal dan cepat. Dengan begitu, kita tidak mau lagi mendengar ada OPD yang belum merealisasikan program kerjanya karena belum turunnya anggaran dari BPKAD,” ucap Afifi.

Dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut itu, Afifi juga meminta agar setiap ASN di Pemprovsu, termasuk di BPKAD untuk dapat berubah secara mental dalam bekerja. Ia berharap, BPKAD tidak lagi meminta ‘jatah’ dengan memotong anggaran OPD.

“Saya tegaskan, tidak ada lagi potongan anggaran sekian persen, itu zaman dulu. Sekarang sudah jelas, bagaimana aturan keluarnya uang dari BPKAD ke OPD-OPD,” tegasnya.

Namun dalam kesempatan itu, Afifi juga memuji kinerja Kepala BPKAD Provsu Dr Drs Ismael P Sinaga MSi yang disebut telah merubah sistem kerja di BPKAD Provsu. Pasalnya Afifi menilai, saat ini BPKAD telah bekerja secara maksimal dalam mengelola keuangan. Dalam beberapa waktu terakhir, BPKAD juga dinilai cukup cepat dalam mengalirkan anggaran ke setiap OPD.

“Saat ini, inflasi di Sumut juga terkendali. Upaya yang dilakukan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Sumut juga memberi manfaat besar bagi prestasi Sumut. Atas prestasi itu, akhirnya Sumut bisa mendapatkan reward hingga puluhan miliar sebagai dana insentif. Saya minta ini juga harus dipertahankan,” ujarnya.

Afifi juga menekankan, BPKAD Provsu harus memiliki format yang jelas dalam bekerja. Selain itu, Pemprovsu harus dapat mempertahankan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diperoleh selama 7 Tahun berturut-turut dari Pemerintah Pusat. “Saya ingin mengingatkan, pemerintah sudah memberikan kesejahteraan kepada para ASN yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, ASN harus terus meningkatkan kinerjanya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Afifi Lubis dan Kepala BPKAD Provsu Ismael Sinaga juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai BPKAD yang berprestasi. Kegiatan tersebut juga di isi dengan diskusi bersama sejumlah narasumber seperti Kepala BPKAD Provsu Ismael Sinaga, Ketua PWI Sumut H Farianda Sinik, serta Akademisi Dr Joharis Lubis dan Dr Fitri Rahmadana.

Dalam diskusi, Kepala BPKAD Sumut Ismael Sinaga, mengaku sepakat dan siap menjalankan instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang disampaikan Pj Sekda Pemprovsu untuk dapat mengalirkan anggaran ke setiap OPD dengan tepat waktu. Diungkapkan Ismael, tahun 2021 ini, BPKAD Provsu telah mengelola APBD Pemprov Sumut sebesar Rp12 Triliun lebih.

“BPKAD Provsu telah banyak berbenah, kita selalu mencairkan anggaran ke setiap OPD dengan tepat waktu. Apabila semua syarat administrasinya telah terpenuhi, pasti langsung kita cairkan, tidak ada ditahan-tahan. Dengan begitu, setiap OPd dapat bekerja dengan cepat,” ungkapnya. (map/ila)

KAI Divre I Sumut Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

SOSIALISASI: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut saat menggelar kegiatan sosialisasi di Pelintasan Sebidang.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di pelintasan sebidang yang dapat mengakibatkan kecelakaan masih rendah. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut kembali menggelar kegiatan sosialisasi di Pelintasan Sebidang, yakni Jalan H Adam Malik JPL No.03 KM 01+850 dan Jalan Sekip JPL No.04 KM 02+695.

SOSIALISASI: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut saat menggelar kegiatan sosialisasi di Pelintasan Sebidang.istimewa/sumutpos.

PT KAI Divre I Sumut mencatat, sejak Januari hingga Desember 2021 telah terjadi 19 kecelakaan di pelintasan sebidang kereta api, dengan data korban meninggal sebanyak 8 orang, dan luka ringan sebanyak 13 orang. “PT KAI Divre I Sumut mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi pelintasan sebidang kereta api,” kata Deputy Vice President PT KAI Divre I Sumut, Zuhril Alim, Selasa (28/12).

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. Adapun dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyebutkan bahwa pada pelintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain.”Kemudian mendahulukan kereta api dan emberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel,” kata Zuhril Alim.

Sebagai bentuk upaya meningkatkan faktor keselamatan, PT KAI juga terus melakukan kordinasi bersama Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Pemda setempat terkait penutupan sejumlah pelintasan sebidang. Tidak hanya itu, kecelakaan di pelintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan tapi juga dapat merugikan PT KAI. Tidak jarang perjalanan KA lain terhambat, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di pelintasan sebidang.

Untuk menekan angka kecelakaan dan korban, maka masyarakat diharapkan dapat lebih disiplin berlalu lintas, menyadari dan memahami juga fungsi pintu pelintasan. Pintu pelintasan kereta api berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna jalan lain seperti kendaraan bermotor maupun manusia. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta pasal 110 ayat 4. “Perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar. Maka dari itu pintu pelintasan utamanya difungsikan untuk mengamankan perjalanan KA,” kata Alim. (mbc/ila)

Serahkan Hadiah Program Livin’ To The Max, Bank Mandiri Ajak Nasabah Tingkatkan Transaksi

SERAHKAN : Regional CEO Bank Mandiri Region I/ Sumatera 1 Lourentius Aris Budi Yanto saat menyerahkan hadiah mobil dan motor program undian Livin' To The Max.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri terus berupaya meningkatkan aktivasi dan penggunaan digital super app Livin’ by Mandiri (berlogo kuning) oleh nasabah perorangan, termasuk nasabah baru. Untuk itu, Bank Mandiri mulai membagikan hadiah undian program promo Livin’ to the Max kepada nasabah yang di seluruh Indonesia.

SERAHKAN : Regional CEO Bank Mandiri Region I/ Sumatera 1 Lourentius Aris Budi Yanto saat menyerahkan hadiah mobil dan motor program undian Livin’ To The Max.

Di Region I/ Sumatera 1, Bank Mandiri menyerahkan hadiah 3 unit BMW X1, 5 unit Vespa Sprint, dan 4 unit Yamaha NMax kepada nasabah yang telah terverifikasi menjadi pemenang Program Livin’ to the Max yang berasal dari Kota Medan. Adapun total hadiah yang dibagikan dalam program ini adalah sebanyak 100 unit BMW X1 serta 1.000 unit motor jenis Vespa Sprint dan Yamaha NMAX.

Regional CEO Bank Mandiri Region I/ Sumatera 1 Lourentius Aris Budiyanto mengemukakan bahwa Program Livin’ to the Max bertujuan memberikan apresiasi kepada nasabah yang sudah memberikan kepercayaan kepada Bank Mandiri khususnya dalam melakukan transaksi digital. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan transaksi nasabah pada aplikasi Livin’ by Mandiri. Penyerahan hadiah mobil dan motor program undian Livin’ To The Max Region 1 / Sumatera 1 bertempat di Menara Mandiri Convention Hall Lantai 5 Jalan Pulau Pinang Medan, Rabu (29/12/2021).

“Kami juga mengucapkan selamat dan turut berbahagia kepada Nasabah yang menjadi Pemenang Livin’ to the Max. Program ini akan terus berjalan hingga 3 Juni 2022, dimana akan dilakukan pengundian setiap minggunya. Semakin banyak transaksi menggunakan Livin’ by Mandiri, maka semakin besar kesempatan untuk memenangkan hadiah,” kata Lourentius Aris Budiyanto.

Dia menjelaskan, Livin’ to the Max adalah program undian berdasarkan poin undian yang dikumpulkan nasabah atas setiap transaksi yang dilakukan. Adapun transaksi yang dihitung antara lain, transfer antar bank, bayar, top up, dan penambahan saldo, masing masing aktivitas transaksi tersebut akan mendapatkan poin yang akan diundi setiap minggunya. Jika nasabah ingin mendapatkan poin lebih, nasabah juga dapat menukarkan 230 Livin’ Poin untuk menjadi poin undian

“Livin’ by Mandiri hadir untuk mendorong transaksi digital dan memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja. Livin’ by Mandiri merupakan bentuk penyempurnaan terkini digital banking dengan fitur teranyarnya antara lain pembukaan rekening baru, verifikasi wajah, quick access, tarik tunai tanpa kartu, top up dan update saldo e- money dengan satu klik hingga transfer dan bayar tagihan favorit di satu tempat,” jelas Lourentius Aris Budiyanto.

Lourentius Aris Budiyanto menambahkan, hingga akhir November 2021, super app Livin’ By Mandiri telah mencatatkan lebih dari 9,2 juta pengguna, meningkat 46 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di Region I/ Sumatera 1 (Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau) sendiri sampai dengan akhir November 2021, sudah tercatat 1,09 juta pengguna meningkat 48% secara year on year.

Bank Mandiri berharap melalui program ini, masyarakat tertarik untuk dapat menikmati setiap fitur baru yang ada pada Livin’ by Mandiri dan dapat turut merasakan kenyamanan serta kemudahan bertransaksi secara online dengan Livin’ by Mandiri.

“Melalui pembaharuan Financial Super App Livin’ by Mandiri, telah mampu mendigitalisasi hampir seluruh layanan transaksi nasabah Bank Mandiri. Tercatat, hingga kuartal III 2021 lebih dari 95 persen transaksi perbankan Bank Mandiri sudah dapat dilakukan secara digital tanpa harus ke cabang” ucap Lourentius Aris Budiyanto.

Ditemui saat acara, Jonathan Junus yang merupakan salah satu Nasabah pemenang BMW menuturkan sangat terjekut dan bahagia ketika pihak Bank Mandiri menginformasikan sebagai pemenang pada Oktober lalu. Jonathan Junus sendiri baru saja membuka rekening awal Oktober 2021.

Berawal dari tertarik karena grafik yang menarik di spanduk Livin’ by Mandiri yang icon warna kuning, Jonathan Junus akhirnya mendownload aplikasinya. Dan tidak menyangka, baru sebulan menjadi nasabah Bank Mandiri serta menikmati fitur aplikasi Livin’ by Mandiri yang menurutnya sangat praktis, cepat dan tanpa basa basi, Jonathan Junus dikabari menjadi pemenang di Program Undian Livin’ To The Max dan berhak mendapatkan mobil BMW X1.

Sempat curiga dan merasa kena prank namun setelah diberikan surat konfirmasi atas kemenangannya tersebut, Jonathan Junus akhirnya percaya dan sangat senang sekaligus bersyukur menjadi pemenang mobil BMW X1 di Program Undian Livin’ To The Max.

Pembangunan Drainase Dinilai Tak Punya Perencanaan, Komisi IV Segera Panggil Dinas PU Medan

BERANTAKKAN: Pekerjaan drainase tampak berantakan dan asal-asalan yang berlokasi di salah satu kawasan di Kota Medan. Sejumlah drainase dikerjakan asal-asalan membuat Komisi IV DPRD Medan akan segera memanggil Dinas PU Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Medan akan segera memanggil Dinas PU Kota Medan untuk memaparkan perencanaan pembangunan drainase di Kota Medan. Pasalnya, Komisi IV menginginkan agar setiap pekerjaan di Dinas PU dapat dikerjakan berdasarkan hasil analisa permasalahan di lapangan.

BERANTAKKAN: Pekerjaan drainase tampak berantakan dan asal-asalan yang berlokasi di salah satu kawasan di Kota Medan. Sejumlah drainase dikerjakan asal-asalan membuat Komisi IV DPRD Medan akan segera memanggil Dinas PU Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST yang mengaku kesal terhadap hasil pekerjaan Dinas PU Medan terkesan asal-asalan. Akibatnya, banyak menerima pengaduan dari masyarakat terkait pembangunan drainase, termasuk di kawasan Jalan Air Bersih Ujung, Lingkungan 4 Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.

“Ada banyak sekali warga yang mengadukan ke kami, bahwa pengerjaan drainase di lingkungan mereka asal jadi. Sebenarnya pembangunan drainase di Kota Medan sudah punya perencanaan atau tidak? Ini perlu kami tahu dan kami di Komisi IV akan memanggil Dinas PU untuk memaparkan hal ini,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Selasa (28/12).

Dikatakan Dedy, berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, para pekerja proyek juga seolah tidak peduli dan membiarkan hasil pekerjaannya berantakan. Lebih parahnya lagi, banyak pekerjaan yang mangkrak bahkan ditinggal begitu saja.

“Ada yang sudah dikerjakan satu minggu, tapi belakangan malah berhenti dua minggu, padahal pekerjaannya belum selesai, diterlantarkan begitu saja. Ini sebenarnya bagaimana perencanaan pekerjaan di Dinas PU. Nantinya Dinas PU harus menjelaskannya kepada kami,” ujarnya.

Senada dengan Dedy, Anggota Komisi IV DPRD Medan lainnya, David Roni Ganda Sinaga, mengaku bahwa dalam mengawal pembangunan yang ada, DPRD Kota Medan khususnya Komisi IV akan meminta kepada Dinas PU kota Medan untuk memaparkan perencanaan pembangunan drainase yang harus berdasarkan analisa permasalahan ada.

“Saya juga berharap pembangunan drainase itu di utamakan pada titik-titik lokasi yang belum mempunyai drainase dan resiko terjadi genangan air tinggi. Jangan juga lokasi-lokasi yang sudah ada drainasenya dan tidak banjir, tapi tetap di bangun drainase. Padahal masih banyak tempat yang perlu penanganan khusus,” kata Roni.

Selanjutnya pembangunan drainase juga diharapkan harus saling terkoneksi dan bermuara di satu titik tertentu, sehingga dapat mengatasi masalah yang ada dan tidak membuang anggaran secara percuma dengan hasil tidak seperti yang diharapkan.

“Untuk itulah diperlukan pengawasan dari DPRD Kota Medan agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga tidak sia-sia dan membuang anggaran percuma tanpa memecahkan masalah yang dihadapi. Kami akan terus berkolaborasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan dalam mewujudkan program prioritas yang dicanangkan agar dapat mencapai hasil yang maksimal,” pungkasnya. (map/ila)

Tips Praktis Merawat Motor Matik Keyless

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepeda motor Yamaha 125 cc kini sudah semakin canggih dalam mendukung kepraktisan berkendara, salah satunya pada Yamaha FreeGo. Pada tipe tertinggi motor ini, Yamaha FreeGo S-ABS Version dan S Version, sudah disematkan segudang fitur canggih yang mengutamakan kepraktisan pengendara, salah satunya Smart Key System (SKS).

Yamaha FreeGo dilengkapi fitur keyless

Fitur ini banyak digemari masyarakat Indonesia, khususnya generasi milenial karena sistem kunci tanpa anak kunci (Keyless) ini merupakan fitur premium yang mempermudah pengendara dalam menyalakan sepeda motor. Seperti yang diungkapkan Dwi (39), konsumen Yamaha FreeGo S-Version yang mencari sepeda motor praktis dan canggih untuk menunjang mobilitas hariannya.

“Saya sengaja pilih tipe tertinggi Yamaha FreeGo yang sudah keyless karena mau naik kelas dengan fitur keren dan fungsional. Saya tidak perlu repot membawa kunci, lebih mudah mencari motor di area parkir dan tidak perlu khawatir karena motor hanya bisa dihidupkan dengan Smart Key yang saya miliki. Jarang banget ketemu motor 125cc dengan harga terjangkau sudah punya fitur premium kaya gini” ungkapnya.

Smart Key System (SKS) memiliki 2 (dua) fungsi utama, sebagai Answer Back System untuk mempermudah pengendara dalam mencari posisi motor di parkiran dalam radius 20 meter. Selain itu, memiliki Immobilizer untuk meningkatkan keamanan sepeda motor saat diparkiran, karena motor hanya bisa menyala jika ada remote dalam radius 80 cm.

Selain menghadirkan produk dengan fitur canggih, Yamaha juga memberikan beberapa tips perawatan yang tepat untuk Smart Key System (SKS) pada sepeda motor matik, diantaranya :

  1. Hindari menekan knob secara paksa jika smart key tidak di dekat motor. Pastikan mengoperasikan knob sebagai pengganti kunci kontak dengan normal mencegah kerusakan mekanis pada knob. Selain itu, mengingat motor hanya bisa menyala jika ada remote, maka pastikan remote selalu berada di dekat motor saat menekan knob.
  2. Pastikan remote tidak terjatuh dan selalu dalam kondisi kering. Remote sebagai pemberi sinyal, meskipun sudah dilengkapi seal anti air, pastikan remote selalu kering dari air sebelum dinyalakan untuk mencegah kerusakan akibat hubungan arus pendek.
  3. Hindari Radiasi Elektromagnet. Hindari kebiasaan meletakkan SKS di sekitar benda dengan radiasi elektromagnet yang tinggi, seperti handphone, televisi, pemancar signal, dan sejenisnya. Hal ini berpotensi mengganggu sinyal pada remote SKS.
  4. Selalu pastikan telah menekan tombol off pada remote setelah mematikan sepeda motor. Jika remote tidak dalam kondisi off atau masih menyala setelah motor mati, sinyal dari remote akan terus memancar sehingga menguras baterai remote. Pada Yamaha Gear 125, setelah motor dimatikan remote akan memberikan notifikasi pengingat kepada pengendara untuk mematikan remote.
  5. Selalu cek baterai remote. Jika radius remote dengan sepeda motor terlalu pendek saat digunakan maka disarankan untuk segera mengganti baterai pada remote.
  6. Pastikan selalu mengingat / menyimpan nomor pin smart key. Hal ini mempermudah konsumen untuk menginformasikan kepada dealer jika terjadi kehilangan kunci.
  7. Hindari menyimpan remot di bagasi motor atau rak pada motor. Hal ini agar tidak tidak tertinggal ataupun hilang. Jika kehilangan kunci, konsumen harus mengganti smart unit, SGCU, dan remote control.
  8. Selalu cek kebersihan socket dan jalur kabel pada smart unit sebagai penerima sinyal untuk menghindari terjadinya korsleting

Perawatan sepeda motor matik dengan fitur Smart Key System (SKS) cukup mudah, karena dimulai dari kedisiplinan pengendara sendiri. (rel/dek)

Cegah Covid-19 Varian Omicron, Dirut PUD Pasar Perketat Prokes di Areal Pasar

ZOOM: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno lewat zoom meeting menginstruksikan jajarannya untuk jaga prokes di pasar.markus/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang akhir tahun 2021, para kepala pasar di jajaran Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan diingatkan untuk semakin meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron di areal pasar.

ZOOM: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno lewat zoom meeting menginstruksikan jajarannya untuk jaga prokes di pasar.markus/sumutpos.

Pasalnya menjelang pergantian tahun 2021, jumlah pengunjung pada 53 pasar di Kota Medan meningkatkan secara signifikan, Hal ini disampaikan Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, lewat zoom meeting absensi PUD Pasar Medan, Senin (27/12).

Suwarno menjelaskan, Wali Kota Medan Bobby Nasution selalu mengingatkan agar penerapan prokes harus dilakukan secara ketat, termasuk di areal pasar. Hal ini harus dilakukan untuk menekan dan menghindari gelombang ketiga pandemi Covid-19 di Kota Medan. Apalagi saat ini, Covid-19 varian Omicron telah ada di Indonesia.

“Pergantian tahun diprediksi akan meningkatkan kunjungan masyarakat ke pasar. Untuk mengantisipasi itu, para kepala pasar harus memperketat penerapan prokes di wilayah masing-masing. Sebab sesuai arahan Pak Wali, kita harus menekan dan menghindari munculnya gelombang ketiga Covid-19,” ucap Suwarno.

Suwarno juga meminta kepada para kepala cabang dan kepala pasar di Kota Medan, untuk lebih maksimal dalam mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan. Target harus tercapai, agar pendapatan perusahaan dapat semakin baik dan berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. “Jangan lupa untuk tetap fokus dalam mencapai target. Kita mau PUD Pasar dapat memberikan peningkatan PAD untuk Kota Medan,” ujarnya.

Suwarno juga menegaskan, pengerjaan kualitas pembenahan sarana dan prasarana (sarpras) pada pasar-pasar di Kota Medan juga harus dijaga. “Jangan sampai kualitasnya tidak sesuai dengan yang direncanakan. Dalam kesempatan ini, saya juga mengucapkan selamat Natal kepada para karyawan yang merayakannya,” pungkasnya. (map/ila)

Polsek Patumbak Dirikan Posko Vaksin di Bawah Fly Over

IMBAU: Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago mengimbau kepada sopir dan penumpang bus untuk mengikuti vaksinasi, Selasa (28/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak mendirikan Posko Vaksinasi di bawah Fly Over Simpang Amplas, Jalan Sisingamangaraja Medan, sejak Selasa (28/12). Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

IMBAU: Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago mengimbau kepada sopir dan penumpang bus untuk mengikuti vaksinasi, Selasa (28/12).

“Pelaksanaan vaksinasi untuk dosis pertama ini mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Posko vaksinasi ini sengaja didirikan di bawah Fly Over untuk memudahkan masyarakat mendapatkan suntikan vaksin,” kata Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago.

Faidir yang turun langsung mengkoordinir pelaksanaan vaksinasi menjelaskan, Posko Vaksinasi Simpang Amplas itu untuk memberikan kemudahan khususnya bagi kalangan masyarakat sopir angkutan umum, penumpang yang hendak bepergian dan masuk ke kota Medan.

Adapun vaksinasi itu tetap mematuhi protokol kesehatan melibatkan tenaga medis yang sudah berpengalaman.”Kita tidak akan pernah lelah serta jenuh untuk mengimbau masyarakat agar divaksin, yang saat ini dilaksanakan di Simpang Amplas,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, tambahnya, pihaknya secara humanis menanyakan langsung kepada para penumpang bus yang sedang berhenti apakah sudah divaksin.”Kalau belum, segera dilakukan vaksin untuk kesehatan. Cukup banyak penumpang yang mau masuk dan keluar Kota Medan mengaku belum pernah menerima vaksin. Mereka langsung mau divaksin di Posko Vaksinasi Polsek Patumbak,” jelasnya.

Setelah mendapatkan vaksin, lanjut dia, para sopir bus dan penumpang mengucapkan terima kasih banyak kepada pihaknya telah memfasilitasi pelaksanaan vaksin. “Para warga juga menyampaikan akan tetap mendukung program Pemerintah guna memutus penyebaran dan perkembangan Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi ini berlangsung hingga malam hari,” pungkasnya. (dwi/ila)

bjb GreatPeople Peduli Serahkan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Gunung Semeru erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021, memuntahkan awan panas dan lahar dingin. Erupsi tersebut meluluhlantakan ladang penduduk, merusak fasilitas umum dan rumah, serta bangunan lainnya.

Menurut Data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Erupsi Semeru per Sabtu, 25 Desember 2021, jumlah total rumah rusak mencapai 1.027 unit. Rumah rusak tersebar di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dengan kategori rusak berat 505 unit, sedangkan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, rumah rusak berat 85 unit dan rusak berat 437 unit.

Sementara itu, total warga mengungsi pada Sabtu, 25 Desember 2021, berjumlah 9.417 jiwa yang tersebar di 402 titik.

Konsentrasi pengungsian terpusat di 3 Kecamatan, yaitu di Pasirian 15 titik 1.657 jiwa, Candipuro 22 titik 3.897 jiwa dan Pronojiwo 7 titik 1.136 jiwa. Sedangkan pengungsian di luar Kabupaten Lumajang berada di Kabupaten Malang 9 titik 341 jiwa, Probolinggo 1 titik 11 jiwa, Blitar 1 titik 3 jiwa dan Jember 3 titik 13 jiwa.

Untuk membantu meringankan beban warga terdampak, khususnya pengungsi, bank bjb bersama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan bantuan dalam bentuk paket pangan di enam titik distribusi yaitu Kecamatan Candipuro, Pronojiwo, Pasirian, Lumajang, Tempeh dan Senduro. Jumlah target penerima manfaat sekitar kurang lebih 900 Kepala Keluarga.

Program bjb GreatPeople Peduli merupakan gerakan pengumpulan donasi dari seluruh pengurus dan pegawai bank bjb, dimana hasil pengumpulan donasi tersebut selanjutnya akan disumbangkan dalam bentuk bantuan langsung kepada pihak yang membutuhkan.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, menjelaskan bantuan yang diberikan melalui program bjb GreatPeople adalah bentuk kepedulian dan dukungan seluruh insan perseroan terhadap warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.

“Kami berharap bantuan dari bjb GreatPeople Peduli memberikan manfaat untuk meringankan beban saudara-saudara kita khususnya yang masih berada di tempat pengungsian. Semoga dampak bencana segera teratasi dan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas seperti sedia kala,” jelas Widi.
Melalui bjb GreatPeople Peduli semua nasabah dan warga dapat berpartisipasi membagikan sebagian rezekinya dalam kegiatan kepedulian sosial dengan mengusung semangat #KINISAATNYAKitaMemberi. (rel)