PAPARKAN: Tiga anggota geng motor SLyang melakukan pembegalan dipaparkan Polsek Medan Sunggal, Senin (20/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Medan Sunggal menangkap tiga anggota geng motor SL yang melakukan pembegalan terhadap seorang pengendara sepeda motor di Jalan Sunggal, Sei Sikambing B, Medan Sunggal. Para pelaku ditangkap dari lokasi terpisah dan waktu berbeda belum lama ini.
PAPARKAN: Tiga anggota geng motor SLyang melakukan pembegalan dipaparkan Polsek Medan Sunggal, Senin (20/12).
Adapun ketiga pelaku yang ditangkap, RST (19) warga Kampung Bahari Griya Martubung, Kelurahan Besar, Medan Labuhan, RNS (23) warga Jalan Baru Dusun IV Timur A, Desa Tanjung Gusta, Sunggal, dan SRN (21) warga Jalan Pintu Tol Medan-Binjai Gang Gotong Royong, Kampunglalang, Sunggal.
Kapolsek Medan Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak menjelaskan, penangkapan terhadap ketiga pelaku tindak lanjut dari laporan korban Daniel Dwi Putra Limbong (21) warga Bakti Abri, Martubung, Medan Labuhan dengan nomor: LP/ B/919/X/2021/SPKT Polsek Medan Sunggal.
“Korban bersama temannya sedang berada di warung makan di Jalan Gatot Subroto (Minggu, 10/10). Kemudian, sekira pukul 03.30 WIB, korban dan temannya pulang ke rumah,” kata Budiman kepada wartawan, Senin (20/12).
Saat melintas di Jalan Sunggal, Sei Sikambing B, tepatnya di persimpangan Jalan Sei Batang Hari, korban bersama temannya menepi dan berhenti karena melihat segerombolan geng motor SL berada di depan mereka. Ternyata, beberapa orang dari komplotan geng motor itu mengetahui dan mendatangi mereka. Selanjutnya, meminta handphone milik korban dan temannya.
Akan tetapi, korban bersama temannya tidak mau memberikan dan berusaha melarikan diri. Namun, pelarian korban dan temannya tidak berhasil lantaran sudah dikepung. “Korban dan temannya berhasil ditangkap para pelaku. Kemudian, dipukuli menggunakan kayu dan dirampas sepeda motor serta barang-barang berharga,” jelas Budiman.
Akibatnya, korban dan temannya mengalami luka-luka. Selain itu, mengalami kerugian 1 unit sepeda motor, 1 unit handphone android, dompet berisi KTP, ATM, SIM, STNK serta uang tunai Rp100.000.
Setelah puas menganiaya dan merampas barang berharga milik korban, para pelaku kabur. Sementara, korban berteriak minta tolong hingga akhirnya dibantu warga sekitar. Korban selanjutnya membuat laporan ke Polsek Medan Sunggal.
Budiman menyebutkan, dari laporan korban dilakukan penyelidikan hingga akhirnya meringkus tiga pelaku dari kelompok geng motor SL tersebut.
“Awalnya pelaku RST kita amankan dari rumahnya di Kampung Bahari Griya Martubung. Berdasarkan keterangan darinya, kita lakukan pengembangan dengan membekuk pelaku RNS dan SRN dari rumahnya masing-masing,” sebutnya.
Dia menambahkan, dari para pelaku, petugas mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Beat milik pelaku yang digunakan saat beraksi.
“Ketiga pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ris/azw)
AREN: Santri saat mengambil aren (kiri) dan hasil produksi gula aren milik Pesantren Al-Hidayah yang dipasarkan ke masyarakat.istimewa/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pondok Pesantren Al-Hidayah beralamat Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) tidak saja sebagai pusat pendidikan.
AREN: Santri saat mengambil aren (kiri) dan hasil produksi gula aren milik Pesantren Al-Hidayah yang dipasarkan ke masyarakat.istimewa/sumut pos.
Namun, pesantren binaan dan dipimpin mantan narapidana (Napi) teroris ini, juga sudah memproduksi gula aren yang dijual kepada masyarakat umum.
Pesantren yang didirikan Juni 2016 ini, dikenal sebagai fasilitas pendidikan bagi anak-anak mantan napi teroris dan anak-anak masyarakat umum yang tergolong miskin, dhuafa dan yatim piatu. “Para santri yang belajar di pesantren ini pun tidak dipungut biaya alias gratis,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ustadz Khairul Ghazali kepada Sumut Pos, Senin (20/12)n
Pesantren ini, sekarang mendunia. Karena, menjadi contoh dan rujukan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, yang didukung sepenuhnya oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). “Santri di sini diberikan life skill bertani dan beternak agar mandiri, berkat kerja sama dengan BNPT juga. Kami berupaya untuk menunjukkan karya, bisa terlepas dari stigma yang ada,” ucap Ghazali.
Ghazali yang pernah terlibat dalam kelompok terorisme di Indonesia dan melakukan perampokan Bank CIMB Niaga di Kota Medan pada tahun 2010 itu, menjelaskan bahwa pesantren ia dirikan juga memiliki perkebunan dengan status tanah pinjam pakai dan tanah milik PTPN II.
Ghazali mengungkapkan, para santri tidak saja dibina secara formil dalam pendidikan agama saja, namun mereka juga dibina untuk berwirausaha dan bertani dengan melakukan cocok tanam di perkebunan tersebut, seperti menanam ubi kayu, sayur-sayuran, pohon aren dan cabai.
“Negara sama sekali tidak ada membantu membiayai pesantren ini baik logistik, gaji guru maupun pembiayaan yang lainnya. Hanya negara melalui PTPN II memberi pinjam pakai lahan seluas 2,5 ha untuk lahan pertanian,” jelas Ghazali.
Untuk mencukupi biaya operasional pesantren tersebut, Ghazali terus menunjukkan kemandirian pihaknya dengan kewirausahaan memproduksi gula aren yang menjadi produk unggulan dan diminati pasar di kalangan masyarakat.
Ghazali mengungkapkan, sebagian besar kebutuhan santri mengandalkan produksi gula aren untuk mendapatkan penghasilan dan membiayai logistik atau sembako. Kemudian, mengolah air nira menjadi gula aren murni menjadi andalan selama pandemi Covid-19 ini.”Di pesantren ini terdapat 200 lebih pohon aren, tapi yang baru produksi 20-an pohon. Dari 20-an pohon aren inilah yang dimanfaatkan untuk membuat gula aren murni,” kata Ghazali.
Ghazali menjelaskan, pesantren yang dia pimpin setiap harinya memproduksi 10 kilogram gula aren asli. Yang harganya dijual ke agen Rp20.000 sampai dengan Rp25.000 per kilogram. Proses pembuatan gula aren sebenarnya tidak mudah. Air nira yang dipanjat dengan sebatang bambu membutuhkan waktu sampai 5-6 jam untuk dimasak.
“Pembuatan gula aren dimulai dengan cara air niranya dimasak dengan tungku tradisional yang berbahan bakar kayu, butuh waktu dari pagi sampai siang menjelang sore. Pengambilan air nira di pohon aren biasa diambil dua kali sehari, yakni pagi dan sore,” tutur Ghazali.
Penjualan gula aren murni yang memiliki ciri khas asal pesantren Al-Hidayah ini, terbilang mudah dipasarkan, karena sudah dikenal asli berbahan air nira tanpa campuran bahan lainnya, apalagi zat kimia.
Selama pandemi Covid-19 ini, Ghazali menambahkan produk pertanian di pesantren ini menurun dan kurang peminatnya. Sedangkan gula aren terus mengalami peningkatan peminat yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat.
“Biasanya pembeli ada yang langsung datang ke pesantren, dan ada yang dipasarkan ke pedagang-pedagang langganan pasar-pasar terdekat,” pungkas Ghazali.(gus/ila)
INTEROGASI: Polisi saat menginterogasi calo yang diamankan Subdit IV Renakta Dirreskrim Polda Sumut. istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reskrimum Polda Sumut mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus bisa mengurus masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Dalam pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan itu petugas mengamankan seorang pelaku bernama Imam Wahyudi. Dia ditangkap karena telah melakukan penipuan dan penggelapan senilai Rp600 juta terhadap korbannya.
INTEROGASI: Polisi saat menginterogasi calo yang diamankan Subdit IV Renakta Dirreskrim Polda Sumut. istimewa/sumutpos.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, kasus itu berawal ketika Efendi Setiawan mempertemukan Imam Wahyudi dengan korban Syaiful Bahri di salah satu kafe, untuk mengurus anaknya Syaiful bernama Abdul Mutholib, dengan iming-iming bisa masuk Akpol.
“Dalam pertemuan itu Imam Wahyudi menyanggupi dan meminta uang sebesar Rp600 juta kepada Syaiful Bahri agar anaknya bisa masuk Akpol,” katanya, Minggu (19/12) malam.
Dijelaskannya, korban Syaiful pun mengirimkan uang sebesar Rp600 juta kepada Imam Wahyudi dengan cara Rp400 juta ke rekening Bank Mandiri miliknya dan Rp200 juta ke rekening BRI milik Sukardi. “Setelah uang sebesar Rp600 juta itu diberikan, ternyata Abdul Mutholib tidak bisa masuk Akpol, sedangkan Imam Wahyudi sudah kabur,” ujar Hadi.
Dia menambahkan, personel Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut yang menerima laporan korban melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. “Atas perbuatannya tersangka Imam Wahyudi ditahan dan terancam hukuman di atas lima tahun kurungan penjara, tetapi penyidik juga masih melanjutkan pendalaman beberapa orang terkait perannya masing-masing,” jelas mantan Kapolres Biak Papua ini.
Dikatakannya, Imam Wahyudi ketika diinterogasi mengakui, bahwa uang Rp600 juta yang diberikan korban telah dibagikan dengan rincian pelaku mendapat bagian sebesar Rp400 juta, Efendi Setiawan Rp139 juta, Nasrul sebesar Rp40 juta, Deny Reza sebesar Rp20 juta dan Sukardi sebesar Rp1 juta.
Dia mengimbau kepada masyarakat bahwa rekrutmen anggota Polri itu, menerapkan prinsip Bersih, Transfaran, Akuntabel dan Humanis (BETAH). “Jadi siapapun bisa mendaftar dan masuk tanpa bayar sepeser Rupiah pun, percaya diri dengan kemampuan dan terlebih penting adalah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, karena masuk menjadi anggota Polri tidak instan, jangan percaya kalau ada orang menawarkan diri bahwa bisa memasukkan menjadi anggota Polri dengan membayar sejumlah uang. Wajib tidak percaya!,” tegasnya. (dwi/ila)
BERSAMA: Para pengemudi betor yang tergabung dalam DPP SATU BETOR foto bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution dan Aulia Rachman usai berorasi di depan gerbang balai kota, Senin (20/12). istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution sepakat soal peremajaan (mempercantik) becak bermotor atau betor yang masih beroperasi di ibukota Provinsi Sumatera Utara.
BERSAMA: Para pengemudi betor yang tergabung dalam DPP SATU BETOR foto bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution dan Aulia Rachman usai berorasi di depan gerbang balai kota, Senin (20/12). istimewa/sumutpos.
Menurutnya, hal yang menyangkut teknis segera dibahas oleh Dinas Perhubungan Kota Medan selaku leading sector. Hal itu diungkapkan Bobby, saat menemui pendemo para abang betor di Kota Medan yang menyampaikan aspirasi di depan gerbang balai kota, Senin (20/12).
Selain itu, Bobby juga menyahuti permintaan Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT, JKN/KIS, KIP, PIP serta bantuan kesejahteraan lainnya, yang disampaikan perkumpulan SATU BETOR tersebut. “Akan segera dilakukan pendataan serta dikordinasikan dengan dinas terkait,” kata dia didampingi Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman.
Di sisi lain diharapkannya, kepada para abang betor agar lebih memerhatikan keselamatan dan kenyamanan penumpang termasuk nanti juga dibahas tempat khusus pangkalan becak sehingga lebih tertata rapi.
Sebelumnya, seratusan pengemudi betor yang tergabung dalam Solidaritas Angkutan Transportasi Umum-Becak Bermotor (DPP SATU BETOR) yang kembali melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Wali Kota Medan, menyambut gembira kedatangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman yang langsung menemui mereka.
Koordinator aksi, Johan Merdeka meminta perhatian Pemko Medan akan nasib para pengemudi betor, terlebih lagi becak merupakan satu dari beberapa ikon Kota Medan. Mereka pun menagih janji Wali Kota Dzulmi Eldin kala itu, yang ingin lakukan peremajaan terhadap betor di Medan yang berkisar 6.000 hingga 8.000 unit, namun hingga tak kunjung terealisasi. “Padahal betor juga penyumbang PAD di mana setiap bulannya membayar speksi/uji KIR setiap enam bulan sekali Rp35.000,” beber Johan.
Johan pun memohon kepada Wali Kota Bobby tentang pemutihan BPJS Mandiri menjadi BPJS PBI atau KIS gratis, bagi seluruh abang betor di Medan.
Dalam aksi unjuk rasa damai tersebut, mereka memohon kepada Wali Kota Bobby Nasution agar juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para abang becak guna mendapatkan PKH, BPNT, JKN/KIS, KIP, PIP serta bantuan kesejahteraan lainnya. Usai disambut oleh kedua pemimpin Kota Medan itu, para pendemo akhirnya meninggalkan kantor wali kota dengan tertib. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada masa angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Regional I Sumatera Utara siap mengoperasikan 25 lokomotif dan 62 kereta untuk melayani masyarakat.
Masa angkutan Nataru, berlangsung sejak 17 Desember 2021 hingga 4 Januari 2021. Dengan mengoperasikan 32 perjalanan KA dengan rincian 8 perjalanan Kereta Api Antar Kota dan 24 perjalanan Kereta Api Lokal.
Vice President PT KAI Divre I Sumatera Utara, Yuskal Setiawan menjelaskan, selama masa angkutan Nataru ini, pihaknya menyediakan rata-rata 3.230 tiket per hari untuk mengantisipasi kebutuhan dari masyarakat yang akan bepergian. “Sehingga jika dijumlahkan dengan KA Lokal, ada 15.526 tiket yang disediakan tiap harinya,” kata Yuskal, Senin (30/12).
Tiket KA masa Nataru 2021/2022 sudah dapat dipesan oleh masyarakat melalui aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel resmi penjualan tiket KAI lainnya.”Secara umum tiket yang terjual masih dibawah 30 persen dan diprediksi akan terus bergerak karena penjualan masih berlangsung,” kata Yuskal.
Yuskal menjelaskan, selama angkutan Nataru ini, PT KAI Divre I Sumut akan mengoperasikan KA Sribilah relasi Medan-Rantauprapat (PP) setiap hari. Berbeda jika dibandingkan di luar masa Nataru yang hanya beroperasi pada hari-hari tertentu saja.
Meski berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19, PT KAI Divre I Sumut telah mempersiapkan dari segi layanan di stasiun dan di atas KA sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kemudian, kesiapan keandalan sarana dan prasarana, keamanan serta antisipasi lainnya guna menciptakan perjalanan KA yang aman, nyaman, sehat dan selamat.
“Kami konsisten menerapkan protokol kesehatan secara disiplin pada layanan KA sesuai ketentuan dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19,” tegas Yuskal.
Sedangkan dari sisi prasarana, lanjutnya, telah disiapkan skenario pengamanan perjalanan KA (Perka), yakni dengan memetakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) dan dipastikan di daerah rawan tersedia AMUS. Seperti AMUS pada jalur jembatan disediakan perancah, rel bendel, begel, bendel, dan H-Beam.
Sedangkan AMUS pada jalan rel disediakan karung, bantalan, rel sambung, baut sambung dan pasir. PT KAI Divre I SU juga menyiagakan 33 personil untuk menjaga daerah rawan yang siaga 24 jam guna menjamin dan memastikan keselamatan perjalanan KA. “Selain itu, dari sisi pengamanan disiagakan 238 personel guna memberikan rasa aman baik itu di stasiun maupun di atas KA,” ucap Yuskal.
Sementara itu, persyaratan pelanggan dalam perjalan menggunakan kereta api, harus dalam kondisi sehat atau tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam, dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.
Pelanggan diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.
Selanjutnya, tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.
KAI juga telah mengintegrasikan aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding KAI. Integrasi ini terwujud melalui kerja sama antara KAI dan Kementerian Kesehatan dengan tujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen.
PT KAI Divre I Sumut juga menyediakan 6 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen di stasiun dengan tarif Rp 45.000. Layanan Rapid Test Antigen di stasiun ini untuk membantu masyarakat dalam memenuhi persyaratan bepergian menggunakan KA Antar Kota di masa pandemi Covid-19. Ke-6 stasiun tersebut yakni; Stasiun Medan, Stasiun Kisaran, Stasiun Tanjungbalai, Stasiun Rantauprapat, Stasiun Mambangmuda, dan Stasiun Tebingtinggi.
Info selengkapnya terkait layanan Kereta Api, masyarakat dapat menghubungi Customer
Service Stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp KAI121 di 08111- 2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.(gus/ila)
TEMU PERS: Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat memberi keterangan pers, beberapa waktu lalu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kesehatan berhasil menemukan dugaan pembawa varian Omicron ke Indonesia. Berdasar hasil tracing, kasus pertama diduga berasal dari warga negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Nigeria pada 27 November.
TEMU PERS: Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat memberi keterangan pers, beberapa waktu lalu.
Kamis (16/12) lalu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus varian Omicron. Kasus itu terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Padahal, N tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri.
Karena itu, muncul dugaan N tertular dari WNI yang datang dari luar negeri dan dikarantina di Wisma Atlet.
Investigasi lantas dilakukan oleh Kemenkes. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebutkan, hingga Senin (20/12), sebanyak 250 orang menjalani tracing kontak erat dari temuan kasus omicron pertama di Indonesia. Dari 250 orang, 60 orang hasilnya positif Covid-19. “Adapun 60 kasus positif sedang dilanjutkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS),” kata Nadia, Senin (20/12).
Dari temuan tersebut, Kemenkes menduga pelacakan asal mula masuknya virus Covid-19 varian omicron ke Indonesia dengan kasus pertama berasal dari warga negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Nigeria pada 27 November 2021. Dugaan ini berdasarkan penelusuran kasus WNI yang positif Covid-19 di Wisma Atlet pada 14 hari ke belakang menunjukkan kemungkinan besar kasus pertama omicron adalah WNI dengan inisial TF (21), yang tiba dari Nigeria pada 27 November 2021.
Nadia menuturkan, TF merupakan kasus probable sehingga tidak dikonfirmasikan dalam hitungan kasus Omicron saat ini. Dengan demikian, kasus Covid-19 varian omicron ada tiga kasus. “TF masih probable omicron statusnya karena saat ini sudah negatif,” kata Nadia. Sementara untuk kasus probable lainnya, Nadia melanjutkan, masih menunggu hasil.
Nadia menjelaskan, terdeteksinya kasus pertama omicron di Indonesia merupakan salah satu fungsi utama dari karantina bagi setiap orang yang masuk ke negara Indonesia. Melalui karantina, pelaku perjalanan dari luar negeri akan dipantau dan diobservasi oleh petugas kesehatan. Dengan demikian, apabila pelaku perjalanan tersebut didapati positif Covid-19 bisa dengan segera dilakukan tracing.
Tidak hanya itu, melalui karantina pula pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala bisa langsung ditangani petugas medis. “Penting bagi setiap pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia untuk melakukan karantina. Terdeteksinya omicron di Indonesia merupakan salah satu keberhasilan dari karantina dan kita bisa dengan segera melakukan tracing untuk mencegah meluasnya penularan omicron,” kata dr Nadia.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penyebaranoOmicron dan virus Covid-19 jenis lainnya. “Kurangi mobilitas, tetap gunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Jangan lengah dan tetap waspada terhadap penularan virus Covid-19, terutama omicron yang laju penyebarannya sangat cepat.
Varian omicron yang memiliki daya tular lima kali lipat dari varian delta merebak luas pertama kali di negara-negara Afrika bagian selatan. Sebelumnya pada Kamis (16/12) Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus varian omicron terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. N tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri sehingga dapat disimpulkan N tertular dari WNI yang datang dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet.
Pada Jumat (17/12), Kemenkes kembali mendeteksi dua pasien konfirmasi varian omicron. Dua pasien terkonfirmasi terbaru adalah IKWJ (42 tahun), laki-laki, perjalanan dari Amerika Selatan serta M (50) laki-laki, perjalanan dari Inggris. Saat ini keduanya sedang menjalani karantina di Wisma Atlet.
Naik 8 Kali Lipat Dalam Seminggu
Terpisah, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap data kasus Corona varian Omicron di dunia yang melonjak drastis. Budi mengatakan, kasus Omicron di dunia naik 8 kali lipat dalam seminggu. “Dibandingkan dua minggu lalu, ada 7.900 kasus Omicron, minggu lalu naik jadi 62.342. Jadi kenaikan lebih dari 8 kali lipat dalam seminggu di dunia,” ujar Budi dalam jumpa pers, Senin (20/12).
Dia mengatakan, jumlah negara yang terdampak Omicron juga bertambah. Pada dua minggu lalu, ada 72 negara yang terdeteksi kasus Omicron. Namun pada pekan lalu menjadi 97 negara.
Budi juga menjelaskan soal pergeseran negara yang mencatat kasus Omicron paling banyak. Inggris menjadi negara dengan kasus Corona varian Omicron tertinggi. “Inggris dengan 37 ribu kasus, Denmark 15 ribu kasus, Norwegia 2.000 kaus, Afsel 1.300, dan AS 1.000 kasus. Jadi mulai terjadi pergeseran populasi omicron yang paling banyak ada di Eropa,” paparnya.
Budi juga menerangkan soal kemampuan netralisasi virus yang menurun terhadap omicron. Bahkan Budi menyebut vaksin booster tak menjamin bisa mencegah omicron. “Ada kemungkinan besar bahwa beberapa orang yang sudah divaksin lengkap maupun booster tetap tertular omicron,” katanya.
Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebut, kasus baru Omicron dapat meningkat dua kali lipat selama 1,5 hingga tiga hari ke depan. Seperti diketahui, varian baru corona ini telah dilaporkan menyebar di 97 negara global.
Dilansir dari CNBC Internasional, Senin (20/12), WHO menyebut Omicron telah menyebar dengan cepat di negara-negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi. Namun, pihaknya belum mengetahui secara jelas apakah ini didorong oleh kemampuan virus untuk menghindari kekebalan, peningkatan penularan yang melekat atau kombinasi antara keduanya.
Badan kesehatan dunia tersebut sebelumnya menetapkan varian Omicron sebagai variant of concern pada 26 November 2021, dua hari setelah varian tersebut terdeteksi di Afrika Selatan. Namun hingga saat ini diakui masih banyak yang belum diketahui tentang varian omicron, termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.
“Data keparahan klinis Omicron masih terbatas. Sehingga lebih banyak data diperlukan untuk memahami profil keparahan dan bagaimana tingkat keparahan dipengaruhi oleh vaksinasi dan kekebalan yang sudah ada sebelumnya”, ujar WHO dalam update terbarunya.
WHO menambahkan, keterbatasan data dari varian baru asal Afrika Selatan (Afsel) tersebut membutuhkan peer-reviewed secara lebih lanjut. WHO memperingatkan bahwa dengan kasus yang meningkat begitu cepat, rumah sakit bisa kewalahan di beberapa tempat. “Rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat dan mengingat jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan banyak sistem perawatan kesehatan menjadi cepat kewalahan,” ujar WHO.
Sementara itu di AS, ahli virologi dan penasihat pandemi Gedung Putin Anthony Fauci memperingatkan dunia akan memasuki “musim dingin yang suram”. Ini akibat Omicron memicu gelombang infeksi baru secara global, mesmice pembatasan dan menekan kapasitas rumah sakit. “Satu hal yang sangat jelas adalah kemampuan penyebaran (Omicron) yang luar biasa,” kata Fauci kepada NBC News. “Itu mengamuk ke seluruh dunia.”
Meskipun ada indikasi bahwa itu tidak lebih parah daripada varian Delta, yang saat ini masih merupakan strain dominan, Omicron sangat bermutasi. Ketahanannya terhadap vaksin juga mengkhawatirkan, apalagi transmisibilitas yang lebih tinggi. Tidak peduli bagaimana Anda melihatnya ketika Anda memiliki begitu banyak infeksi, bahkan jika itu tidak terlalu parah, itu dapat dalam satu atau dua minggu ke depan membuat rumah sakit tertekan terutama di daerah negara dengan tingkat vaksinasi yang rendah,” tegasnya. (jpc/cnbc)
VAKSINASI: Wali Kota Medan Bobby Nasution foto bersama pelajar SMP saat meninjau pelaksanaan vaksinasi. Saat ini, Pemko Medan bersiap vaksinasi anak usia 6-11 tahun.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski belum termasuk daerah yang akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak 6-11 tahun, Pemko Medan segera mensosialisasikan program dimaksud ke sekolah-sekolah. Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, persentase vaksinasi Covid baik dosis pertama dan kedua di Medan secara keseluruhan telah mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni lebih dari 70 persen.
VAKSINASI: Wali Kota Medan Bobby Nasution foto bersama pelajar SMP saat meninjau pelaksanaan vaksinasi. Saat ini, Pemko Medan bersiap vaksinasi anak usia 6-11 tahun.
Dengan persentase itu, ia optimis Kota Medan segera melaksanakan program vaksinasi Covid anak. “Vaksin anak dalam minggu ini kita coba, tadi saya juga sudah sampaikan ke sekolah-sekolah, bahwa ini lagi tahap persiapan dan sosialisasi,” katanya kepada wartawan, Senin (20/12).
Bobby mengungkapkan, total anak di Medan yang akan divaksin tersebut berjumlah 200 ribu lebih. Sekitar 90 ribu merupakan pelajar sekolah dasar negeri, dan sisanya yakni dari sekolah swasta. “Inilah yang akan kita sosialisasikan,” ujarnya.
Data yang diperoleh Sumut Pos dari Pemprov Sumut, mengenai persentase vaksinasi Kota Medan memang sudah sangat baik. Bahwa untuk dosis pertama telah mencapai 81,67 persen, sedangkan dosis kedua berada di angka 70,64 persen. Dengan demikian, Pemko Medan telah memenuhi target dan persyaratan untuk melaksanakan program vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun tersebut.
Di kesempatan itu, Bobby juga mengatakan, mengantisipasi masuknya varian baru Omicron terlebih menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, masyarakat mesti meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan. “Seperti yang kemarin saya sampaikan, bahwa kepatuhan prokes ini harus kita tingkatkan bersama. Semakin tinggi tingkat kepatuhan, semakin kecil kemungkinan virus Omicron ini masuk ke Kota Medan,” katanya.
Disinggung mengenai langkah pengetatan menuju Kota Medan jelang Nataru nanti, diakuinya bahwa hal itu belum dilakukan sejauh ini. “Tentu nanti kita akan lihat lagi perkembangannya,” pungkasnya.
Vaksinasi Sumut Capai 70 Persen
Angka vaksinasi Covid-19 dosis satu di Sumatera Utara (Sumut) telah mencapai 70 persen dari jumlah penduduk. Artinya, Sumut telah mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat sampai akhir tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis mengatakan, meski dosis satu telah mencapai target namun masih ada kabupaten/kota di Sumut yang belum tercapai 70 persen. “Kami terus berupaya mendorong kabupaten/kota untuk mengejar capaian target vaksinasi 70 persen dosis satu,” kata Ismail kepada wartawan, Senin (20/12).
Dia mengimbau, kepada masyarakat walau sudah menerima vaksin agar tidak mengendurkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Sebab, selain vaksin, protokol kesehatan juga menjadi faktor penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Vaksinasi ini merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat. Terlebih, saat ini sudah terdeteksi varian Omicron di Indonesia. Namun, protokol kesehatan juga penting sehingga harus terus diterapkan,” ujarnya.
Menurut Ismail, walau sudah mencapai target, pihaknya tetap melakukan kegiatan vaksinasi sampai akhir tahun. Salah satunya adalah memberikan suntikan vaksin kepada pelaku perjalanan di pos pelayanan yang didirikan polisi saat periode Natal dan Tahun Baru. “Kami telah mengeluarkan surat edaran ke kabupaten/kota untuk menempatkan petugas kesehatan di pos pelayanan selama periode Natal dan Tahun Baru. Selain melakukan vaksinasi bagi yang belum, para petugas kesehatan itu nantinya juga melakukan swab antigen kepada pelaku perjalanan. Setiap pos ada dua orang petugas kesehatan,” pungkasnya.
Terpisah, berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) di situs http://s.id/infovaksin yang diakses Senin (20/12) petang pukul 19.00 WIB, angka vaksinasi dosis satu Sumut mencapai 71,12 persen (8.121.531 jiwa). Capaian vaksinasi tersebut sedikit di bawah angka nasional yaitu 73,04 persen. Sedangkan capaian dosis dua Sumut yaitu 46,80 persen (5.343.926 jiwa).
Capaian vaksinasi dosis satu tersebut, meliputi lansia 58,88 persen (643.790 jiwa), masyarakat umum dan rentan 59,23 persen (4.612.776 jiwa), usia 12-17 tahun 91,82 persen (1.456.992 jiwa) dan petugas publik serta SDM kesehatan. Sementara capaian vaksinasi dosis dua, lansia 36,65 persen (400.704 jiwa), masyarakat umum dan rentan 33,62 persen (2.618.090 jiwa), usia 12-17 tahun 64,61 persen (1.025.224 jiwa). (prn/ris)
KEMELUT: Pemain PSIM Jogjakarta menciptakan kemelut di depan gawang PSMS yang dikawal Abdul Rohim, tadi malam. Laga ini berakhir dengan skor kacamata 0-0.
BEKASI, SUMUTPOS.CO – Peluang PSMS Medan untuk lolos ke babak Semifinal Liga 2 mengecil. Pasalnya, Syaiful Ramadhan dkk hanya bermain seri dengan skor kacamata (0-0) saat menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Wibawa Mukti, Senin (20/12) malam.
KEMELUT: Pemain PSIM Jogjakarta menciptakan kemelut di depan gawang PSMS yang dikawal Abdul Rohim, tadi malam. Laga ini berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Pertandingan berjalan cukup ketat. Sayang, PSMS dan PSIM gagal menciptakan satu gol pun dalam pertandingan ini. Skor sama kuat 0-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Perolehan satu poin tak mengubah posisi PSMS di dasar klasemen sementara Grup Y. Sedangkan PSIM tetap duduk di peringkat ketiga dengan mengumpulkan dua poin dari dua laga.
Pada awal babak pertama, anak asuh Ansyari Lubis terus melakukan serangan sehingga membuat semua pemain dari PSIM mundur dan merapatkan pertahanan. Pertandingan baru berjalan kurang dari 10 menit, tapi beberapa peluang telah didapatkan PSMS.
Memanfaatkan situasi sepak pojok, sebuah kemelut tercipta di dalam kotak penalti PSIM Yogyakarta. Dua upaya dari pemain PSMS menebar ancaman ke gawang PSIM. Peluang pertama berhasil dinetralisasi bek PSIM, sedangkan peluang kedua, sundulan Amin Syukur Fisabilillah dapat digagalkan kiper Imam Arief Fadillah.
Pada babak pertama, tim berjulukan Ayam Kinantan lebih dominan baik dari segi penguasaan bola maupun jumlah peluang. Namun akurasi dan penyelesaian akhir masih menjadi masalah di kubu PSMS sehingga tak mampu menciptakan gol pada babak pertama.
PSIM Yogyakarta bukannya tanpa peluang. Mereka hampir saja mencetak gol lebih dulu pada menit ke-35. Tendangan dari luar kotak penalti yang dilakukan Ilhamul Irhaz gagal ditangkap dengan sempurna oleh kiper PSMS.
Bola lepas dari tangkapan dan melambung menuju ke gawang. Beruntung bagi PSMS karena kiper Abdul Rohim memiliki refleks yang bagus untuk mengamankan bola. Babak pertama pun berakhir tanpa ada gol yang tercipta.
Pada babak kedua, PSMS Medan semakin gencar melancarkan serangan. Kerja sama apik para pemain PSMS yang diakhiri oleh tembakan Rachmad Hidayat membahayakan gawang PSIM.
Tapi arah tembakan Rachmad Hidayat masih sedikit melebar dari gawang PSIM. Skor sama kuat 0-0 belum juga berubah hingga menit ke-60. Meski tidak memiliki banyak peluang, serangan-serangan PSIM cukup berbahaya. Sebuah serangan balik pada menit ke-69 memaksa kiper PSMS jatuh bangun mengamankan gawangnya.
Hanya saja bek PSMS berdiri tepat di depan gawang untuk mencegah bola masuk ke gawangnya. Bola melambung di atas gawang dan menghasilkan sepak pojok saja. Lagi-lagi, serangan balik yang dilancarkan PSIM pada menit ke-80 memberikan ancaman yang serius di lini pertahanan PSMS.
Namun tendangan Savio Sheva dari luar kotak penalti masih bisa dimentahkan Abdul Rohim.
Pertandingan semakin menarik memasuki menit-menit akhir. PSMS dan PSIM silih berganti melakukan serangan. Sayang, sampai peluit kedua dibunyikan, skor antara PSIM Yogyakarta melawan PSMS Medan tetap kacamata 0-0. (bbs/adz)
ARAHAN:
Gubsu Edy Rahmayadi memberikan arahan kepada masyarakat saat meninjau kondisi pascabanjir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (20/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut bersama Pemkab Mandailing Natal dan stakeholder terkait, segera berupaya meminimalisir dampak bencana, usai menganalisa sejumlah penyebab terjadinya banjir di daerah tersebut. Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi meminta Bupati Madina memberi edukasi akan bahaya bencana yang setiap saat mengancam jiwa warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS).
ARAHAN:
Gubsu Edy Rahmayadi memberikan arahan kepada masyarakat saat meninjau kondisi pascabanjir di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (20/12).
“Bencana alam yang terjadi di beberapa tempat (di Madina) disebabkan tempat-tempat itu tak laik ditempati rakyat,” kata Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Bupati Madina, Jakfar Sukhairi usai meninjau langsung kondisi bencana alam yang menimpa kabupaten itu, Senin (20/12).
Menurutnya, hal ini mesti diperhatikan pemerintah terutama Pemkab Madina serta dibutuhkan ketegasan kepemimpinan di wilayah itu. “Nanti kita pelajari karena sungai ini setelah dicek adalah sungai nasional (wewenang) Balai Wilayah Sungai Sumatera II. Tapi aliran muaranya kita belum tau, apakah dari sana (sungai kewenangan BWSS) atau tidak,” katanya.
Edy juga menganalisis, lantaran posisi sungai tersebut berbatasan dengan laut, lalu laut juga sedang dalam kondisi rob (pasang), menyebabkan airnya ikut merendam pemukiman masyarakat. “Yang kedua, rumah-rumah rakyat di bantaran sungai pastinya itu tidak boleh. Itulah diperlukan tadi ketegasan,” katanya.
Masyarakat yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) itu, lanjut dia, mesti diberi edukasi akan bahaya bencana yang setiap saat mengancam jiwa mereka jika bertempat tinggal di situ. “Yang ketiga, dalam kondisi pascabanjir tentu rakyat kita ini perlu dibantu. Untuk itulah saya hadir dan segala yang bisa kita bantu, kita bantu,” katanya.
Begitupun ia meminta masyarakat jangan terlena akan bantuan yang digelontorkan pemerintah maupun pihak terkait lainnya. “Bantuan (dari pemprov) ada untuk 1.000 kepala keluarga, nanti pak bupati dan pak Dandim yang mengatur (untuk teknisnya),” katanya.
Secara umum, Edy mengemukakan bencana alam yang di wilayah Sumut yang terparah tinggal Kabupaten Madina. “Yang lain sudah, tapi ini Desember (kecenderungan musim penghujan) saya minta rakyat waspada,” pungkasnya.
Sebelumnya, berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madina, mencatat sebanyak 4.500 kepala keluarga (KK) terkena dampak dari musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (19/12/2021) malam. Adapun disebutkan banjir memberikan dampak terparah bagi para warga yang bermukim di wilayah Pantai Barat Kabupaten Madina. Pemkab Madina sendiri telah mengeluarkan penetapan status darurat bencana yang akan berlangsung selama 14 hari ke depan.
Diketahui, Bupati Madina Jakfar Sukhairi Nasution sebelumnya telah menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor di Madina mulai 18 hingga 31 Desember 2021. Status yang berlangsung selama 14 hari ini ditetapkan dalam surat keputusan Bupati Madina Nomor 360/0947/K/2021.
Penetapan status darurat tersebut dilakukan berdasarkan hasil rapat Forkopimda Madina. Status darurat ini diputuskan dengan memertimbangkan curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan banjir, longsor, sehingga mengganggu kehidupan masyarakat.
Selain itu, banjir dan longsor menimbulkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum di Mandailing Natal. Bupati juga menerbitkan Surat Keputusan Nomor 360/0948/K/2021 tentang Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Madina yang diketuai Sekretaris Daerah, Gozali.
Hujan Masih Menguyur Sumut
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memperkirakan, masih terjadi hujan di wilayah Sumatera Utara dengan intensitas sedang lebat, beberapa ke depan. Hujan ini, dipicu Typhoon Rai atau siklon tropis yang aktivitasnya kian melemah. Sebelumnya, Typhoon Rai terdeteksi di Laut China Selatan. Dengan begitu, masyarakat selalu diimbau untuk waspada dengan kondisi cuaca tersebut.
Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Martha Manurung menjelaskan, hujan tersebut akan terjadi di kawasan pegunungan hingga kawasan pantai barat. “Untuk hari ini (kemarin), masih berpotensi hujan sedang hingga lebat di wilayah pegunungan, lereng dan pantai Barat,” ucap Martha, Senin (20/12).
Kemudian, Martha menejelaskan, analisis BMKG juga menunjukkan, ada pertumbuhan bibit baru siklon tropis 94B di kawasan Utara Aceh. Kondisi ini juga yang mendorong terjadinya hujan di kawasan Pantai Barat Sumatera hingga lereng Barat. “Masih akan terjadi potensi hujan sedang hingga lebat dan disertai angin kencang,” jelasnya.
Martha mengatakan, masyarakat juga harus mewaspadai gelombang tinggi. Analisis BMKG menunjukkan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di perairan Kepulauan Nias dan Sibolga. “Kemudian gelombang tinggi 2,5-4 meter diprediksi terjadi di Pulau Simeulue hingga Nias,” pungkasnya.
Sumut-Aceh 20 Kali Digoyang Gempa
Sementara, Pusat Gempa Regional (PGR) I Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan mencatat, selama Desember 2021, sebanyak 20 kali kejadian gempa bumi di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh. Peneliti PGR 1 BBMKG Wilayah I Medan, Marzuki Sinambela mengatakan, aktivitas kegempaan tersebut, sebagian besar terjadi di sekitar Megathrust dan sebagian lagi di wilayah segmen besar Sumatera. Rata-rata gempa berkekuatan Magnitudo 4 sampai 5.
Dijelaskannya, terhitung mulai 10-16 Desember 2021, data gempa bumi yang terjadi di wilayah PGR 1 yang tercatat dan di analisa yaitu sebanyak 20 kali kejadian, dengan kekuatan gempa magnitudo kecil dari 4.0 sebanyak 17 kejadian dan magnitudo antara 4.0 dan 5.0 sebanyak 3 kejadian. “Kedalaman aktivitas gempa bumi umumnya dikategorikan gempa dangkal (di bawah 60 Km) sebanyak 19 kejadian dan menengah (kedalaman antara 60 km sampai dengan 300 Km) sebanyak 1 kejadian,” jelasnya.
Sementara Analsisi PGR 1, Resha Ida menambahkan, gempa bumi yang terjadi sepekan ini, dominan terjadi di laut dengan 11 kejadian dan di darat sebanyak 9 kejadian. “Hal ini tentunya berbeda dengan aktivitas kegempaan minggu lalu yang dominan di darat. Namun, meski pun begitu, tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Resha mengimbau kepada masyarakat, meski gempa tidak terasa, tetapi harus tetap waspada. “Yang terpenting tidak perlu panik jika terjadi gempa. Tetap merespon saja dengan cepat informasi BMKG, menjaga jarak bila kondisi gempa signifikan terjadi di era pandemi,” terangnya.
Dia meminta masyarakat yang berdomisili di Sumut, Aceh dan sekitarnya, agar memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda, pwd pemda-bmkg) atau infobmkg. (prn/gus/dwi)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PEMPROV Sumut dan Satgas Covid-19 sudah melakukan rapat-rapat. Kemudian digencarkan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat soal covid-19 dan varian baru omicron.
“Untuk kesiapan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), ini kita sudah kita laksanakan di awal Desember lalu. Kita lakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat. Terkhusus soal Covid-19 ditambah dengan varian baru (omicron) yang harus kita antisipasi,” kata Gubernur Edy Rahmayadi kepada wartawan usai memimpin rapat Penanganan Covid-19 varian Omicron dan Percepatan Vaksinasi, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Senin (20/12).
Hadir dalam rapat itu di antaranya Pangdam I/BB Mayjend TNI Hassanudin, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Danlantamal I/Belawan Laksma TNI Achmad Wibisono, unsur Forkopimda Sumut, jajaran Satgas Covid-19 Sumut, serta seluruh kabupaten/kota yang mengikuti melalui konferensi jarak jauh. Selanjutnya, kata Edy, menjelang perayaan Nataru 2021-2022, pembatasan kegiatan masyarakat akan diterapkan dengan meminta masyarakat untuk tidak keluar rumah jika urusannya tidak penting. “Karena itu, kita mengimbau warga agar menahan diri dan tidak keluar rumah guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Edy, akan dilakukan gelar pasukan menjelang 23 Desember 2021. “Jadi bukan hanya untuk Covid-19, tetapi biasanya pada tahun baru, libur seperti ini, juga adanya anisipasi Lakalantas,” sebut gubernur.
Dan terakhir, vaksinasi yang segera mencapai minimal 70 persen. Dari laporan yang diterima Gubernur, masih ada 13 kabupaten/kota yang data vaksinasi belum mencapai 70 persen. bahkan ada tiga kabupaten yang angkanya di bawah 60 persen dari jumlah penduduk penerima vaksin. Meskipun secara total (rata-rata), Sumut sudah berada di angka 70,8 persen.
“Omicron ini varian baru, yang tercanggih saat ini. Untuk itu jangan pernah lepas masker, disiplin protokol kesehatan dan ikuti vaksinasi. Kita harus antisipasi, jangan terjadi lagi (peningkatan kasus), setiap habis libur, angka selalu naik. Jangan lengah,” imbaunya.
Senada dengan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menyampaikan, rencana peningkatan kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan melalui operasi yustisi yang selama ini memang sudah berjalan. Karena itu, untuk menindaklanjuti arahan Gubernur, pihaknya bersama TNI siap mendukung peningkatan langkah penegakan disiplin protokol kesehatan.
“Jadi jika selama ini mulai mereda, sasarannya menjadi sedikit (opersai yustisi). Menjelang Nataru ini kita tingkatkan lagi. Kita bagi beberapa titik, kekuatan ditambah bersama Satpol PP. Ini juga kita tingkatkan di seluruh wilayah (kabupaten/kota),” katanya.
Sedangkan terkait vaksinasi, lanjut Panca, pihaknya bersama Kodam I/BB menyampaikan strategi manajemen dalam rangka pemetaan persentase berdasarkan administrasi, mulai dari kabupaten/kota, kecamatan hingga tingkat desa/kelurahan. “Saya dan Pak Pangdam (I/BB) mengingatkan itu. Jadi perlu pemetaan, bahkan setelah tingkat desa, dipetakan lagi hingga tingkat dusun. Jadi vaksinasi itu efektif. Kalau soal (penyediaan) vaksin, Dinas Kesehatan Sumut sangat membantu,” jelasnya.
Sementara Pangdam I/BB Mayjend TNI Hassanudin menyampaikan perlunya tindaklanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo untuk memaksimalkan vaksinasi hingga mancapai target 70% hingga akhir tahun. Namun dalam hal pelaksanaannya harus ada antisipasi agar tidak gaduh dan datanya terukur.
“Yang penting adalah edukasi prilaku masyarakat, karena obat paling ampuh itu kesadaran menggunakan masker. Kita tidak boleh abai. Kepada jajaran pimpinan di kabuapten/kota, ini tanggung jawab moral kita,” sebutnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, jika melihat pengalaman penanganan selama ini, Indonesia belum berhasil melewati periode libur panjang tanpa kenaikan kasus. Dan sangat diharapkan Indonesia tidak mengulangi kesalahan seperti yang dialami saat lonjakan kedua pada Juli 2021 lalu.
“Untuk itu penting untuk mempertahankan kondisi pandemi Indonesia yang saat ini cenderung terkendali yang dicapai setelah kita bersusah payah menurunkan lonjakan kedua,” kata Prof Wiku secara virtual baru-baru ini.
Prof Wiku mengingatkan, masyarakat tidak boleh lengah terlebih sebentar lagi kita akan memasuki periode natal dan tahun baru yang cenderung meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat dan berpotensi meningkatkan penularan Covid-19.
Sementara dalam mempertahankan kondisi kasus di dalam negeri yang tengah terkendali, setidaknya protokol kesehatan perlu diperhatikan dan menjadi langkah kunci. “Hal ini paling penting, karena selama Covid-19 masih ada, maka protokol kesehatan adalah harga mati dan perlu secara disiplin,” jelas Prof Wiku.
Menurutnya, beberapa lokasi menunjukkan kedisiplinan cukup baik memakai masker. Namun, masih ada beberapa lokasi yang kepatuhannya rendah, seperti pemukiman penduduk, kedai makanan, stasiun dan terminal serta pasar rakyat. “Mari bersama kita pertahankan kondisi yang terkendali ini dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan sebagai cara yang paling mudah murah dan efektif,” tegasnya. (prn)