30 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 2931

Ayah Bejat!!! Cabuli Putri Kandung Sejak SMP

DIAMANKAN: Tersangka HO (46), warga Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, saat diamankan di Mapolres Dairi, Sabtu (20/11). Tersangka ditangkap atas kasus pencabulan terhadap putri kandungnya sendiri. (ISTIMEWA/SUMUTPOS.CO)

DAIRI, SUMUTPOS.CO-Ayah bejat. Ya, predikat itu yang pantas disandang HO (46), warga Jalan Bunturaja No 20, Desa Hutaimbaru, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi. Bagaimana tidak? Orangtua yang sudah hilang akal ini, tega mencabuli putri kandungnya sendiri.

Tak hanya itu, yang membuat semakin geram, perbuatan menyetubuhi korban, sebut saja Bunga (16), sudah dilakukan HO sejak sang anak duduk di bangku SMP. Kini, korban yang merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara itu, telah menjalani pendidikan di kelas 1 SMA.

Aksi bejat tersangka ini pun terbongkar, usai korban melaporkan perbuatan orangtuanya itu, kepada seorang staf di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPA-KB) Kabupaten Dairi, Denni Siringoringo. 

Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, melalui Kasi Humas, Iptu Donny Saleh mengatakan, tersangka sudah diamankan di Polres Dairi, setelah kasus itu dilaporkan ke Mapolres Dairi.

“Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dairi, pun bergerak cepat meringkus tersangka di rumahnya. Penangkapan HO dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Rismanto Purba, Kamis (18/11) lalu,” ungkap Donny, Sabtu (20/11).

Lebih lanjut, Donny menuturkan, berdasar pengakuan korban, aksi bejat ayah kandungnya itu, telah dilakukan berulang-ulang. Tersangka menyetubuhi korban, ketika istri HO, sedang bekerja di ladang. 

Menurutnya, pengungkapan kasus pencabulan anak ini, dilakukan atas laporan korban kepada Denni. Selanjutnya, Denni membantu korban melaporkan kasus itu ke Mapolres Dairi.

“Tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres,” beber Donny.

Atas perbuatanya, HO dijerat pasal 81 ayat (1), (3), Jo pasal 76D, UU Nomor 17 Tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Menjadi UU Jo pasal 64 ayat (1) dari KUHPidana. (rud/saz)

PT ASE Serahkan Jembatan Sei Wampu ke Pemkab Langkat

PENYERAHAN: PT Aek Simonggo Energy (ASE) menyerahkan jembatan Sei Wampu kepada Pemerintah Kabupaten Langkat di Desa Kutagajah Kecamatan Kutambaru, Langkat, Kamis (18/11).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – PT Aek Simonggo Energy (ASE) menyerahkan jembatan Sei Wampu kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat di Desa Kutagajah Kecamatan Kutambaru, Langkat, Kamis (18/11). Secara simbolis jembatan tersebut diterima Bupati Langkat Terbit Rencana PA yang diserahkan Direktur PT Aek Simonggo Energy Betesda Situmorang.

PENYERAHAN: PT Aek Simonggo Energy (ASE) menyerahkan jembatan Sei Wampu kepada Pemerintah Kabupaten Langkat di Desa Kutagajah Kecamatan Kutambaru, Langkat, Kamis (18/11).

Maria Br Surbakti warga setempat mengucapkan terima kasih kepada PT Aek Monggo Energy atas pembangunan jembatan Sei Wampu untuk digunakan masyarakat.

Bupati Langkat atas nama Pemkab Langkat dan masyarakat Langkat mengucapkan terima kasih kepada jajaran pimpinan dan seluruh staf dan karyawan PT Aek Simonggo Energy yang telah membantu pemerintah dalam membangun jembatan untuk masyarakat.

“Inilah harapan kita terhadap perusahaan yang ada, agar dapat mengerti dan peduli serta bersenergi dengan pemkab untuk mendukung kebutuhan masyarakat lokal,” tutur Bupati.

Kepada masyarakat Bupati Langkat berpesan agar menjaga dan merawat jembatan dengan sebaik-baiknya sehingga manfaatnya akan lebih lama di rasakan.

Dalam kesempatan itu Bupati Langkat meninjau vaksinasi masal. Bupati Langkat berharap pelaksanaan vaksinasi menjadi hal yang harus sama-sama didukung semua pihak termasuk masyarakat sendiri. Sebab tujuannya memperkuat imunitas tubuh dalam mengurangi resiko terdampak Covid-19.

Bupati juga mengajak kepala desa dan semua warga di Langkat mendukung pada pelaksanaan vaksin. Pemkab menargetkan hingga Desember 2021 vaksinasi dapat mencapai 70 persen.

“Boleh dibukanya lokasi wisata dan menyelengarakan hajatan apabila masyarakat Langkat sudah 70 persen melakukan vaksinasi Covid-19,” sebut Bupati.

Sementara Direktur PT Aek Simonggo Energy, Ibu Betesda Situmorang mengucapkan terima kasih kepada Bupati Langkat yang secara langsung hadir, untuk menerima jembatan Sei Wampu dari PT Aek Simonngo Energy .

Ia mengatakan, pada masa lalu jembatan ini hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki, namun sekarang sudah bisa di lalui kendaraan roda empat dan dinikmati masyarakat. “Penyerahan jembatan ini akan di pergunakan masyarakat sebagai akses penyeberangan bagi empat desa; Desa Namotongan, Kutagajah, Kutambaru, Desa Perkebunan Marike,” ungkapnya.(rel/azw)

Ia menambahkan, jembatan ini dulunya merupakan milik PT Aek Simonggo Energy yang di resmikan pada 11 Maret 2014 lalu oleh Sekdakab Langkat dr Indra Salahudin mewakili Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu.

“Jembatan ini diperbaiki selesai pada 22 Oktober 2021 lalu, diserahkan kepada Pemkab Langkat, Kamis 18 November 2021,” terangnya didampingi Komisaris PT Aek Simonggo Energy, Hendri Wigin.

Turut hadir mendampingi Bupati Langkat, para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) di jajaran Pemkab Langkat, camat dan pihak terkait masyarakat setempat.(rel/azw)

Ijeck Resmikan Pembangunan Bedah Rumah di Binjai

PERESMIAN: Ketua DPD Partai Golkar Sumut, H Musa Rajeckshah saat menandatangani prasasti bedah rumah Partai Golkar di Binjai, Jumat (19/11).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Sumut, H Musa Rajeckshah meresmikan rumah yang dibedah oleh partai berlambang pohon beringin, di Jalan Manggis, Kelurahan Limau Sundai, Binjai Barat, Jumat (19/11). Bedah rumah yang dilakukan Partai Golkar Kota Binjai sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu.

PERESMIAN: Ketua DPD Partai Golkar Sumut, H Musa Rajeckshah saat menandatangani prasasti bedah rumah Partai Golkar di Binjai, Jumat (19/11).

Sejauh ini, Partai Golkar Kota Binjai baru meresmikan satu rumah dari target tiga dalam setahun. Meski demikian, saat ini sudah Partai Golkar tengah membedah rumah di Binjai Timur.

“Pembangunan ini sebagai bentuk kepedulian Partai Golkar kepada masyarakat yang rumahnya dalam kondisi memperihatinkan,” kata pria yang akrab disapa Ijeck ini.

Bagi Ijeck, semua makhluk hidup di bumi ini butuh tempat tinggal layak. Tujuannya, agar terlindung dari hujan maupun panas.

Dia mengajak agar jajaran Partai Golkar Kota Binjai untuk terus berbuat baik di tengah masyarakat. Jangan hanya waktu kampanye atau jelang pemilihan saja, namun harus saban hari turun ke masyarakat.

“Kenapa kita lakukan ini, semua orang pasti perlu timpat tinggal. Jangan hanya pas waktu berkampanye,” seru Wakil Gubernur Sumatera Utara ini. Dia menegaskan, kehadiran Golkar bukan hanya kepentingan dalam krsemppagan politik saja. Namun, lebih kepada bukti nyata untuk membantu masyarakat.

“Kehadiran kita janganlah kita hadir pas ada kemauan dan kepentingan. Jangan pas kampanye yang datang,” jelasnya. Sejauh ini Partai Golkar Sumut sudah membantu 30 rumah masyarakat kurang mampu untuk dibedah. “Target, 50 rumah kita (bedah) selesaikan dalam hitungan tutup tahun 2021,” ujarnya.

Dirinya berharap, program bedah rumah ini dapat terus dilakukan di Sumatera Utara. “Kita mulai dari Sumut, kalau ini kita lakukan terus, akan menjadi awal yang baik. Mudah-mudahan, apa yang kita lakukan bisa terus dilakukan bersama,” jelasnya.

Selain itu, Ijeck juga meminta kepada Pemerintah Kota Binjai agar terus melaksanakan vaksinasi dan menekan protokol kesehatan, kepada masyarakat. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada TNI/Polri yang terus-terusan melaksanakan vaksinisasi kepada masyarakat.

“Kepada Pemko Binjai terus laksanakan vaksinisasi dan prokes terus digalakkan. Kita juga ucapkan terima kasih kepada TNI/Polri yang terus melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Golkar Kota Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra mengatakan, progam bedah rumah ini dilakukan sebagaimana arahan dan instruksi dari Ketua DPD Sumut Musa Rajekshah. (ted/azw)

“Kami terus melakukan kebaikan, agar kehadiran Golkar dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Binjai,” jelasnya.

Di tempat yang sama, pemilik rumah Irwansyah yang juga sebagai bilal mayit mengucapkan terima kasih kepada Partai Golkar. Dia berharap, ke depan bukan hanya rumahnya, masyarakat yang lain juga mendapat bantuan.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Pak Musa Rajekshah yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu,” pungkasnya. (ted/azw)

Gubsu, Kapolda, dan Pangdam Tinjau Banjir Sergai

TINJAU: Gubsu Edy Ramayadi didampingi Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Bupati Sergai Darma Wijaya meninjau banjir di Kecamatan Sei Rampah.sopian/SUMUT POS.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Darma Wijaya bersama Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan saat mendampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Kepala Staf Komando Daerah Militer I Bukit Barisan Brigjend TNI Purwito Hadi Whardono serta Perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Bambang memantau situasi bencana banjir dan kondisi pengungsi di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kamis (18/11).

TINJAU: Gubsu Edy Ramayadi didampingi Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Bupati Sergai Darma Wijaya meninjau banjir di Kecamatan Sei Rampah.sopian/SUMUT POS.

Bupati Sergai, Darma Wijaya menjelaskan untuk kebutuhan pokok seperti sembako dan sebagainya, sudah didistribusikan merata ke masyarakat Sergai yang jadi korban banjir. Karena itu, sekarang bukan lagi saatnya bicara perihal bantuan kebutuhan pokok saja, tapi solusi apa yang bisa kita bersama ambil untuk menuntaskan permasalahan banjir di Sergai ini.

“Pemkab Sergai bukannya tidak berusaha menanggulangi akar penyebab banjir lewat normalisasi. Tahun ini sudah dilakukan pengerukan sedimen sungai sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Akan tetapi, hal tersebut masih perlu dilaksanakan lebih intensif lagi karena sedimen dan penyempitan sungai terjadi di sepanjang 33 kilometer aliran sungai dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Menurut Darma, tantangan yang dihadapi semakin pelik karena tahun ini curah hujan sangat tinggi akibat cuaca ekstrim. Apalagi ditambah dengan naiknya air laut ke darat atau yang dikenal dengan istilah banjir rob. Akumulasi dari faktor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya banjir terparah di Sergai sejak 20 tahun belakangan ini.

Kata Darma, masyarakat jelas sangat ingin banjir yang jadi permasalahan tahunan ini bisa total tuntas dan mudah mudahan dalam waktu dekat urusan ganti rugi lahan mampu kita tuntaskan.

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan banjir jangan lagi jadi sekadar tontonan dan dianggap selesai hanya dengan memberikan bantuan pangan. Perlu solusi jelas agar banjir tidak melulu jadi permasalahan setiap musim hujan tiba.

“Untuk pembuatan tanggul Sungai Pemkab Sergai harus menyelesaikan urusan ganti rugi dengan warga agar rencana normalisasi bisa segera dikerjakan. Saya harap seluruh pihak terkait bisa bekerja dan berkoordinasi secara solid. Secepatnya kita kerja,” pinta Edy Ramayadi.

Terkait solusi mengatasi banjir lewat normalisasi sungai, perwakilan BWS Sumatera II, Bambang, menyebut jika desain normalisasi dari hulu ke hilir sudah pihaknya siapkan, baik dari segi Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) maupun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.(rel/ian/azw)

“Semoga masalah ganti rugi lahan bisa terselesaikan. Rencananya perbaikan titik per titik akan dilaksanakan mulai tahun depan. Sesuai dengan desain yang sudah kami rancang, akan dilakukan dengan cara meninggikan tanggul hingga 2 meter dengan tanah timbunan yang didatangkan dari luar Sergai,” pungkasnya. (ian/azw)

Insiatif Keberlanjutan dari EcoVadis, Epson Raih Peringkat Platinum Dua Tahun Berturut

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Seiko Epson Corporation atau Epson belum lama ini mendapatkan peringkat platinum kedua berturut-turut untuk insiatif keberlanjutan dari EcoVadis yang berbasis di Prancis. Peringkat platinum yang ditetapkan pada tahun 2020 ini menunjukkan bahwa Epson menduduki peringkat di antara 1% teratas perusahaan di industri.

Epson telah menerima peringkat emas tiga di tahun sebelumnya. Peringkat platinum diberikan sebagai pengakuan atas inisiatif keberlanjutan global Epson. Dalam empat tema yang dinilai oleh EcoVadis, Epson mendapatkan nilai tinggi untuk lingkungan, pengadaan berkelanjutan, tenaga kerja dan hak asasi manusia, serta etika, menempatkannya pada 1% teratas perusahaan di industri.

“Kami memberikan solusi pemecahan masalah di masyarakat, terutama untuk mencapai keberlanjutan, sebagai inti dari visi perusahaan dan strategi bisnis Epson. Merupakan suatu kehormatan luar biasa untuk menerima peringkat Platinum ini untuk tahun kedua berturutturut. Komitmen kami pada tujuan dalam mencapai Visi Lingkungan untuk menjadi bebas karbon dan sumber daya bawah tanah pada tahun 2050, kami terus menerapkan langkahlangkah dan memastikan tata kelola yang baik dan tanggung jawab sosial di seluruh rantai pasokan kami, termasuk memperoleh sertifikasi RBA di beberapa pabrik utama kami. Namun, yang terpenting, saya percaya peringkat Platinum ini mengomunikasikan kepada para Untuk segera Didistribusikan pelanggan kami, bahwa Epson adalah perusahaan yang dapat dipercaya, bertekad untuk mencapai keberlanjutan dan akan memenuhi tanggung jawabnya sebagai warga korporat yang baik,” ujar Yasunori Ogawa – Presiden Global Epson.

EcoVadis menyediakan platform umum independen dan terpercaya untuk mengevaluasi dan menilai lebih dari 75.000 grupperusahaan di dunia, menggunakan kriteria penilaian keberlanjutan yang didasarkan pada standar keberlanjutan dari ribuan sumber eksternal seperti LSM, serikat pekerja, organisasi internasional, pemerintah daerah, dan organisasi audit.

Sepenuhnya berfokus pada pemecahan masalah sosial, Epson telah mengidentifikasi empat material termasuk, mencapai keberlanjutan dalam ekonomi sirkular, memajukan batas industri dan berkomitmen untuk menciptakan produk dan layanan yang berkontribusi pada tujuan mencapai keberlanjutan dan memperkaya komunitas. Epson memanfaatkan teknologinya yang efisien, ringkas, dan presisi untuk menghasilkan inovasi di berbagai bidang seperti pencetakan inkjet, yang meminimalkan dampak lingkungan dan meningkatkan produktivitas.

Epson berdedikasi untuk memberikan solusi bagi masalah sosial dan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh Perserikatan BangsaBangsa. Epson berupaya mencapai keberlanjutan sosial dan mempublikasikan detil tentang inisiatif lingkungan, penciptaan nilai sosial, tata kelola perusahaan, dan aktivitas keberlanjutan lainnya dalam laporan terintegrasi dan laporan keberlanjutan. Informasi ini dapat dilihat di halaman keberlanjutan di situs Epson Global. (rel/ram)

Peringati World Cleanup Day 2022, Pemko Tebingtinggi Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah

HADIAH: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Lingkungan Hidup, M Hasbie Assiddiqie ketika membuka dan memberikan hadiah dalam kegiatan sosialisasi persampahan di Jalan Ahmad Yani Lingkungan VI Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melakukan sosialisasi pengelolaan persampahan pada perayaan World Cleanup Day (WCD) 2021 di Jalan Ahmad Yani Lingkungan VI Kelurahan Mandailing Kecamatan Tebingtinggi.

HADIAH: Sekdako Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Kadis Lingkungan Hidup, M Hasbie Assiddiqie ketika membuka dan memberikan hadiah dalam kegiatan sosialisasi persampahan di Jalan Ahmad Yani Lingkungan VI Tebingtinggi.

Dalam pengelolaan persampahan sangat dibutuhkan peran serta segenap elemen masyarakat, jika masyarakat tidak mau peduli akan menjadi pekerjaan sia-sia. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebingtnggi Muhammad Dimiyathi dalam sambutannya pada saat memimpin sosialisasi.

Dimiyathi juga mengingatkan agar tidak membuang sampah disembarang tempat, namun alangkah baiknya jika sampah rumah tangga dapat dikelola dengan tepat, memisahkan sampah organik dan sampah nonorganik.

“Bisa dibayangkan jika satu rumah tangga tidak mau peduli dengan sampah buang sembarangan, kemudian ikut pula tetangga apa jadinya daerah itu. Untuk itu mulailah pengelolaan persampahan itu dari rumah tangga, pisahkanlah, sampah organik dan non organik,” papar Dimiyathi.

Menurut Dimiyathi, jika pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan baik, maka sampah akan dapat menambah perekonomian keluarga, dengan cara memanfaatkan sampah yang dapat digunakan jadi bahan kerajinan.

Untuk itu, Dimiyathi mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah, dimulai dari sampah rumah tangga. Pemerintah Kota Tebingtinggi juga memberikan apresiasi berupa bingkisan kepada para petugas kebersihan yang juga merupakan pahlawan kebersihan yang telah berperan dalam pengelolaan persampahan di Tebing Tinggi mulai dari tingkat lingkungan sampai kota.

Sebelumnya Kadis Lingkungan Hidup Kota Tebingtinggi Hasbie Ashshiddiqi dalam laporanya menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di masyarakat semakin tahun semakin meningkat.

“Tebingtinggi menghasilkan sampah sehari sekitar 122 ton perhari, sebelum tahun 2021 yang dikelola Pemerintah Kota Tebingtinggi sampahnya hanya 85 ton, berarti ada peningkatan sampah dari masyarakat,” bilangnya.

Di akhir kegiatan dilakukan pelepasan berbagai jenis ikan air tawar di sungai bahilang, pemberian hadiah kepada pemenang perlombaan kegiatan Lingkungan Hidup dan World Cleanup Day tingkat SD, SMP, dan SMA. (ian/azw)

Pemerintah Dukung Pengembangan Teknologi Ekonomi Digital di Wilayah Timur Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Adopsi teknologi ini menjadi kunci utama dalam menopang proses transformasi digital yang berjalan sangat dinamis. Pemanfaatan teknologi juga dilakukan untuk menciptakan efisiensi di berbagai aspek kehidupan, sosial budaya dan ekonomi masyarakat.

Peningkatan kerja sama antara Pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan mampu melipatgandakan dampaknya bagi kemajuan perekonomian. Dalam hal ini, keterlibatan Grab pada upaya pengembangan teknologi dan talenta digital juga merupakan salah satu bentuk dukungan dan peran penting dalam pembangunan ekonomi digital di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada saat memberikan keynote speech secara virtual, Jumat (19/11), dalam acara peluncuran riset yang bertajuk “Dampak Grab pada Perekonomian dan Sosial Budaya di Kupang dan Jayapura” menyampaikan bahwa peluncuran riset ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas pemangku kepentingan dapat mendorong hadirnya berbagai penelitian-penelitian yang inovatif dan inspiratif di era disrupsi teknologi saat ini. Acara tersebut diselenggarakan sebagai hasil kolaborasi PT Grab Teknologi Indonesia (Grab Indonesia) dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Peningkatan adopsi teknologi digital yang dipicu oleh tren pergeseran perilaku masyarakat dan perubahan model bisnis, diprediksi mampu meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2021 hingga mencapai USD 70 miliar atau tumbuh 49% (yoy), dari nilai tahun lalu sebesar USD 47 miliar. Salah satu sektor ekonomi digital yang berkembang pesat dan sangat dinamis adalah Layanan Transportasi dan Pengiriman Makanan (ride hailing).

Ride hailing menjadi enabler aktivitas ekonomi digital, dan di masa pandemi menjadi penolong dengan menghadirkan beragam layanan untuk masyarakat serta memberikan solusi bagi penciptaan lapangan kerja, meningkatkan inklusi keuangan, serta menunjang peningkatan aktivitas ekonomi.

Sepanjang tahun 2020 sampai paruh pertama tahun 2021, di Indonesia terdapat sekitar 21 juta konsumen digital baru. Dari jumlah tersebut 72% berasal dari area non-metropolitan. Ini artinya di wilayah tier 2 dan 3, penetrasi digital terus tumbuh dan bahkan berlanjut di tengah pandemi,

“Saya berharap Grab dapat terus mengambil peran dengan menghadirkan berbagai solusi dalam mendukung pengembangan ekonomi digital, khususnya di wilayah timur Indonesia, antara lain mendorong peningkatan kontribusi para pelaku UMKM dalam ekonomi digital, meningkatkan keterampilan dan literasi digital, fasilitasi layanan digital, serta meningkatkan partisipasi pelaku usaha di sektor informal,” ujar Menko Airlangga.

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, muncul sejumlah risiko dan tantangan, seperti penyediaan infrastruktur fisik dan digital. Oleh karena itu, Pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait terus berusaha mengembangkan penyediaan sarana dan prasarana digital yang dapat menjangkau seluruh masyarakat, terutama yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

“Kami sangat mengapresiasi berbagai upaya Grab yang turut serta mempercepat pengembangan ekonomi digital hingga ke wilayah Indonesia Timur. Inklusivitas ekonomi digital merupakan bagian penting dalam menyongsong masa depan perekonomian nasional di tengah situasi pandemi ini,” pungkas Menko Airlangga. (frh/fsr)

Januari 2022, Anak 6-11 Tahun Bakal Divaksin

Ilustrasi: Vaksin Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) direncanakan akan dilaksanaan pada Januari 2022 mendatang. Sekalipun, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengizinkan vaksinasi untuk kelompok umur tersebut.

Ilustrasi: Vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Sumatera Utara (Sumut) drg Ismail Lubis mengaku, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Berdasarkan keterangan Kemenkes RI, untuk pelaksanaan teknis vaksinasi bagi usia 6-11 tahun dimulai pada Januari 2022. “Kalau keterangan dari Kemenkes itu pelaksanaan teknisnya pada Januari 2022,” kata Ismail baru-baru ini.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan persiapan vaksinasi Covid-19 terhadap anak usia 6-11 tahun. Di samping itu, juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota untuk membahas capaian vaksinasi bagi usia 6-11 tahun. “Koordinasi dilakukan terkait pendataan berapa sasarannya,” ujar Ismail.

Dia menambahkan, nantinya untuk mempercepat vaksinasi anak usia 6-11 tahun akan dibuka sentra vaksinasi. Dengan begitu, target herd immnunity di semua kategori usia semakin cepat tercapai. “Gubernur sudah meminta agar mempercepat membuka sentra vaksinasi untuk usia 6-11 tahun,” tandasnya.

Diketahui, BPOM RI resmi memberikan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun. Persetujuan ini diberikan dengan mempertimbangkan keadaan emergency wabah pandemi Covid-19.

Terpisah, terkait perkembangan Covid-19 di Sumut, berdasarkan data Kemenkes RI pada Jumat (19/11), kasus baru konfirmasi positif diperoleh penambahan hanya 1 orang, sehingga akumulasinya menjadi 105.978 orang. Kemudian kasus kesembuhan bertambah 7 orang, dan akumulasinya menjadi 102.722 orang. Sedangkan kasus kematian tidak ada penambahan, dan bertahan di 2.889 orang. Dengan demikian, saat ini kasus aktif Covid-19 Sumut tinggal menyisakan 146 orang.

BPOM Izinkan Vaksin Covovax

Sementara, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengizinkan Vaksin Covovax menjadi vaksin Covid-19 ke-11 yang dapat digunakan di Indonesia. Hal ini seiring dengan telah diterbitkannya Izin Penggunaan Darurat/Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk vaksin yang diproduksi di India ini.

Vaksin Covovax merupakan vaksin dengan teknologi platform rekombinan protein subunit glikoprotein spike menggunakan vaksin adjuvant Matrix-M1. Vaksin Covovax diproduksi Serum Institute of India Pvt. Ltd., India (SII). Evaluasi aspek keamanan, imunogenisitas, dan efikasi Vaksin Covovax mengacu pada data uji pre-klinik dan uji klinik yang dilakukan di Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Inggris (United Kingdom/UK), dan Afrika Selatan.

Untuk memastikan khasiat dan keamanan Vaksin Covovax telah memenuhi persyaratan evaluasi vaksin yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO). SII juga telah melakukan uji klinik fase 2/3 di India.

Sesuai persyaratan EUA, BPOM telah melakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, khasiat, dan mutu yang mengacu pada standar evaluasi vaksin Covid-19. Baik standar nasional maupun internasional, serta evaluasi terhadap pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada fasilitas produksi Vaksin Covovax di India.

“Dari hasil evaluasi tersebut, vaksin Covovax dapat digunakan untuk dewasa berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 5 ìg /dosis, diberikan sebanyak 2 kali dengan interval pemberian 21 hari,” papar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dalam keterangan resmi, Jumat (19/11).

Manjur di Atas 89 Persen

Dari aspek khasiat atau efikasi Vaksin Covovax, hasil pengamatan 7 hari setelah pemberian dosis kedua pada dewasa usia 18 tahun atau lebih dengan status imun negatif (seronegatif) berkisar antara 89,7 persen hingga 90,4 persen pada semua kasus Covid-19 dengan berbagai tingkat keparahan. Sementara pada kasus dengan tingkat keparahan sedang hingga berat berkisar antara 86,9 persen hingga 100 persen.

Efikasi vaksin pada kelompok lanjut usia berdasarkan uji klinik fase 3 di Inggris adalah 88,9 persen. Di samping itu, hasil uji klinik fase 2/3 di India menunjukkan respons imun yang baik dari pengukuran 14 hari setelah pemberian Vaksin Covovax dosis kedua.

Menurut Penny, dengan terbitnya EUA Vaksin Covavax, maka semakin bertambah alternatif vaksin yang dapat digunakan pada program vaksinasi Covid-19 untuk dewasa 18 tahun ke atas. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya kunci dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, di samping mendorong masyarakat untuk menyukseskan dan mengikuti program vaksinasi yang telah dicanangkan pemerintah.

“Masyarakat juga perlu bijak dan berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan yang digunakan dalam penanganan Covid-19, serta tidak mudah terpengaruh dengan promosi produk obat, obat tradisional, maupun suplemen kesehatan dengan klaim dapat mencegah atau mengobati Covid-19,” tutup Penny. (ris/jpc)

Songsong Hari Jalan, Ditjen Bina Marga Gelar Lomba Foto

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Dalam setiap perjalanan yang kita lalui selalu memberi sebuah cerita. Perjalanan yang berkesan dan dapat diabadikan, adalah tujuan utama kita melakukan perjalanan. Salah satunya saat melakukan perjalanan darat kita bisa melihat bahwa perkembangan infrastruktur jalan dan jembatan sudah lebih maju dan merata. Indonesia bagian timur seperti di Papua sudah memiliki jembatan bentang panjang yaitu Jembatan Youtefa, serta jalan-jalan perbatasan sudah mampu bersaing dengan negara-negara tetangga. Selain itu, jalur distribusi barang menjadi lebih terukur dengan dibangunnya jalan tol Trans Jawa, Trans Sumatera, dan jaringan jalan tol lainnya.

Mewujudkan setiap perjalanan darat yang aman, nyaman sampai tujuan dengan selamat, seirama dengan tugas Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga dalam membangun konektivitas antar wilayah dan mewujudkan jalan berkeselamatan.

Mengabadikan setiap infrastruktur jalan dan jembatan dalam setiap perjalanan kita melalui kamera foto memberi kesan dan pesan tersendiri. Foto dapat membekukan setiap momen pada waktu dan ruang tertentu, sehingga ia dapat memberikan sebuah informasi. Di era yang terus berkembang seperti ini, foto memiliki ruang yang beragam untuk dapat dinikmati khalayak ramai. Diantaranya pada media sosial yang setiap orang miliki dan akses setiap waktu sehingga pemahaman yang lebih dalam kemampuan menginterpretasi dan memberi makna dari suatu informasi yang berbentuk gambar atau visual.

Menyongsong Hari Jalan yang akan diperingati pada 20 Desember mendatang, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga mengadakan Lomba Foto Bina Marga 2021. Lomba mengusung tema Jalan Berkeselamatan : Aman Nyaman Sampai Tujuan yang berlangsung 8 Oktober 21 November 2021. Hadiah pemenang pertama adalah drone DJI Mavic Air-2, pemenang kedua mendapatkan kamera Canon EOS M50 Kit, dan pemenang ketiga mendapatkan kamera Fujifilm X-A5. Tidak hanya itu, ada juga pemenang favorit yang diberikan Garmin Venu Sq. Serta 26 voucher belanja masing-masing senilai Rp1 juta untuk finalis.

Lomba ini gratis dan terbuka untuk umum yaitu warga negara indonesia dengan KTP/ SIM/ Paspor yang masih berlaku. Foto yang dilombakan adalah foto tunggal hasil karya sendiri yang diambil dan belum pernah menang dalam perlombaan lainnya. Selain itu periode pengambilan foto 1 Januari 2019 hingga 21 November 2021.

Penjurian Lomba Foto Bina Marga 2021 akan dilakukan oleh Dita Alangkara (Fotografer Jurnalis), Dion Wiyoko (Aktor dan Penggiat Fotografi), serta Budi Harimawan Semihardjo (Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga). Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 29 November 2021 pada akun media sosial instagram @pupr_binamarga.

Ayo segera kirimkan karya foto kamu untuk mengikuti Lomba Foto Bina Marga 2021, dan menangkan hadiah menariknya.(rel)

Ada PPKM Level 3 Saat Libur Akhir Tahun, Nikah Ditunda Dulu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Natal dan Tahun Baru, pemerintah akan menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta masyarakat untuk melakukan penundaan resepsi pernikahan saat PPKM level 3 tersebut berlangsung.

“Betul (resepsi tidak boleh-Red). Makanya kalau mau nikah ditunda dulu,” kata Muhadjir di Kompleks Parlemen, kemarin.

Selain itu, Muhadjir menuturkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa masyarakat dilarang untuk menggelar pertemuan berskala besar saat PPKM level 3 tersebut. “Tadi itu nanti kita batasi dan kita larang pertemuan berskala besar, misalnya pesta hajat. Itu kita larang,” tuturnya.

Muhadjir menjelaskan, pesta hanya boleh digelar hanya di tingkat keluarga inti dengan kapasitas 10-15 orang. Aturan tersebut nantinya akan diatur oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Kalau ramai-ramai hura-hura tidak boleh, pesta petasan, yang berhubungan dengan itu sekarang sedang disiapkan protapnya bapak Kapolri,” imbuhnya.

Muhadjir mengatakan, pemerintah memutuskan menetapkan seluruh wilayah di Indonesia berstatus PPKM Level 3 saat momen libur Natal dan Tahun Baru. Menurut Muhadjir, kebijakan ini untuk mengantisipasi gelombang ketiga lonjakan kasus positif Covid-19. Kebijakan ini akan berlangsung mulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Keputusan itu dikeluarkan guna memperketat pergerakan masyarakat dan mencegah lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Natal dan Tahun Baru. Dengan demikian, seluruh wilayah Indonesia, baik yang saat ini berstatus PPKM Level 1 dan 2 juga akan menerapkan aturan PPKM Level 3.

Inmendagri Terbit Pekan Depan

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Syafrizal mengatakan, detail aturan PPKM Level 3 saat libur Nataru masih dibahas. “Sedang dibahas mengenai pendetailan pemberlakuan pembatasan mobilitas dalam rangka antisipasi Nataru,” katanya, Jumat (19/11).

Dia mengatakan, aturan terkait Nataru akan diatur di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Dia menyebut, aturan ini kemungkinan akan diterbitkan pekan depan. “Berikutnya rumusan akan diatur salam Inmendagri antisipasi Nataru. Dan diperkirakan Inmendagri Nataru ini akan dikeluarkan pada tanggal 24 November,” ujarnya.

Syafrizal mengatakan, kebijakan ini dilakukan agar pandemi Covid-19 di Tanah Air terus terkendali. Dia mengingatkan, partisipasi publik menjadi kunci penting dalam pengendalian tersebut. “Partisipasi publik adalah kunci menjaga situasi tetap terkendali. Hindari bepergian. Rayakan bersama keluarga dirumah dan tetap prokes,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan beberapa strategi yang akan diterapkan pada Nataru mendatang. Diantaranya, larangan cuti atau libur bagi ASN,TNI, Polri karyawan BUMN maupun swasta selama libur akhir tahun. Dimana dilakukan peniadaan cuti bersama di tanggal 24 Desember 2021 dan larangan pengambilan jatah cuti di akhir tahun. Hal ini semata-mata dilakukan untuk meminimalisir pergerakan masyarakat yang tidak mendesak.

Kemudian pembatasan pergerakan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain. Nantinya penyesuaian syarat bepergian akan diatur dalam surat edaran Satgas maupun Kementerian Perhubungan terbaru. Strategi ini ditetapkan untuk menjamin orang yang berpergian adalah orang yang benar-benar sehat dan terproteksi dan mencegah importasi kasus.

Pengetatan penerapan protokol kesehatan pada kegiatan masyarakat di seluruh fasilitas publik melalui penyetaraan PPKM level 3 secara nasional dan intensifikasi pembentukan Satgas protokol kesehatan 3M di fasilitas publik. Penetapan ini dilakukan untuk menjamin peningkatan kegiatan sosial ekonomi masyarakat di berbagai sektor untuk tetap terkendali dan aman, seiring kecenderungan dan tren mobilitas bolak-balik di masyarakat.

Pengawasan penerapan kebijakan pengendalian sampai ke tingkat komunitas beserta pendisiplinan di lapangan secara langsung. Dengan tujuan, apa yang sudah diatur dapat diterapkan menyeluruh sampai ke wilayah administratif terendah, demi mencegah klaster kasus Baru.

Prof Wiku berharap masyarakat dapat menjalankan berbagai aturan tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Pemerintah sangat berharap masyarakat dapat menjalankan berbagai aturan ini dengan penuh tanggung jawab, karena pada prinsipnya upaya ini untuk kita sendiri untuk mencegah penularan kasus selama periode Natal dan Tahun baru,” pungkasnya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta kepada pemerintah untuk melakukan sosialiasi agar masyarakat bisa melakukan liburan di rumah saja. Mengingat adanya risiko kenaikan kasus Covid-19. “Selama libur Nataru, pemerintah bisa sosialisasi bagaimana menikmati liburan berkualitas di rumah,” ujar Mardani kepada wartawan, Jumat (19/11).

Anggota Komisi II DPR ini menuturkan, pemerintah bisa bekerja sama dengan stasiun televisi dan radio untuk melakukan sosialisasi tersebut. Diharapkan libur Natal dan Tahun baru masyarakat bisa tetap merayakannya di rumah. “Bisa bekerja sama dengan stasiun televisi dan radio agar ada program menarik yang membuat masyarakat mau tetap di rumah,” katanya.

Mardani menyarankan dalam menerapkan PPKM level 3 ini pemerintah tidak perlu memberikan sanksi tegas. Pemerintah hanya perlu melakukan edukasi mengenai gelombang ketiga penularan Covid-19. “Jangan gunakan pendekatan hukum kriminal untuk para pelanggar. Edukasi dan sosialisasi didahulukan,” ungkapnya.

Terkait penerapan PPKM level 3 selama Nataru, epidemiolog Dicky Budiman mengatakan, hal itu memang bakal berdampak. Namun, soal signifikansi dampak, hal itu tergantung dari konsistensi dari tiga hal mendasar yakni 3T, 5M, dan vaksinasi.

3T yang terdiri dari testing, tracing, dan treatment ini merupakan tugas pemerintah. Lalu, 5M yang terdiri dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas merupakan upaya yang dilakukan masyarakat yang bukan hanya dilakukan jelang Nataru tapi dilakukan setiap hari. Vaksinasi COVID-19 digencarkan terutama pada kelompok berisiko. “Tiga hal itu yang utama, yang dari sekarang hingga ke depan, termasuk setelah Nataru, harus dijaga konsistensinya,” kata Dicky.

Tiga hal tersebut harus berjalan beriringan. Pada PPKM level 3 dan 4 artinya ada pembatasan yang lebih ketat pada kegiatan di tempat umum. Maka perlu dibarengi dengan upaya menemukan virus SARS-CoV-2 serta kemana penularan terjadi. Hal itu baru berdampak signifikan. “Artinya, mau level 3 atau 4, enggak masalah. Esensinya ada 3T, 5M dan vaksinasi,” kata peneliti dari Griffith University Australia ini.

Dari aspek 3T, tracing jadi sorotan Dicky. Hal ini menurutnya masih lemah dilakukan Indonesia. Tracing yang lemah membuat sumber penularan tidak segera ditemukan alhasil hal itulah yang membuat Indonesia masih dalam level penularan komunitas. “Adanya keterisian pasien di fasilitas kesehatan itu adalah puncak gunung es. Masyarakat kita bukanlah yang sedikit-sedikit ke faslitas kesehatan. Artinya, kasus yang ada di rumah-rumah lebih banyak,” kata Dicky.

Soal pemberlakuan PPKM level 3 jelang Nataru, Dicky lebih menyarankan pemerintah mengambil kebijakan tingkat level berdasarkan data yang sudah ada. “Di review saja data-data daerah. Kalau dianggap memang harus level 3 ya level 3. Harus lihat data. Kan begitu,” kata Dicky.

Dia berpendapat, jika ditetapkan Level 3 tapi data menunjukkan Level 1 maka harus ada justifikasi, kenapa? “Enggak bisa hanya karena kemauan pemerintah saja,” tegas Dicky.

Jelang momen libur panjang Nataru, Dicky memprediksi bakal terjadi kenaikan kasus di triwulan pertama 2022. Kasus bakal naik bila mitigasi pandemi yang mendasar tidak dijalankan dengan optimal. “Memang bukan di Januari potensi peningkatannya,” kata Dicky,

Sebenarnya, ancaman peningkatan kasus bisa dicegah dengan penerapan 3T, 5M, dan vaksinasi. Permasalahnya sekarang pada pelaksanaan PPKM pelonggaran belum terukur dan terkendali, kata Dicky. Lalu, distribusi vaksinasi COVID-19 belum merata. “Kalau 3T ini menurun bahaya ini. Apalagi menghadapi momen Nataru,” katanya.

Jelang momen besar seperti Nataru, testing harus ditingkatkan di lokasi yang benar. Boleh saja skrining di beberapa tempat umum serta pelacakan klaster-klaster.

Bila mitigasi dilakukan tepat, potensi gelombang Covid-19 berikutnya bisa dicegah. Mengenai lonjakan kasus sedikit di masa pandemi itu memang hal yang tidak bisa dihindari tapi diharapakan jangan sampai ada kematian dan berkurang jumlah orang yang masuk rumah sakit. (jpc/idx/lp6)