30 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 2930

Ibu Tewas, Anak Kritis di RS Djoelham Binjai

Dua Pengendara Asal Medan yang Diduga Tergelincir di Jalur Alternatif Langkat-Karo

DIEVAKUASI: Sejumlah pengendara sepeda motor saat dievakuasi warga sekitar daerah Pamah Semelir, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (20/11) sore. Para pengendara ini diduga tergelincir di kawasan tersebut, yang merupakan jalan alternatif Medan-Berastagi, Karo. (ISTIMEWA/SUMUTPOS.CO)

BINJAI, SUMUTPOS.CO-Ibu dan anak asal Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, diketahui mengalami kecelakaan, tergelincir ke jurang saat mengendarai sepeda motor jenis metik dengan nomor polisi BK 3350 AJS di kawasan Pamah Semelir, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (20/11) sore. Sang ibu, Sri Dewi, dikabarkan telah meninggal dunia, saat mendapat perawatan medis di RSUD Djoelham Kota Binjai. Sementara si anak, yang belum diketahui identitasnya, masih kritis di rumah sakit milik Pemko Binjai tersebut.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan baru diketahui warga sekitar, setelah beberapa saat tergelincir ke jurang tersebut. Belum diketahui persis titik lokasi kecelakaan. Namun demikian, personel Polres Binjai sudah di lokasi melakukan evakuasi kendaraan dan korban.

Sri Dewi yang akhirnya meninggal dunia, mengalami luka patah pada bagian tangan dan kaki, hingga perutnya membengkak. Sementara itu, bola mata kiri si anak pecah, dan rencananya akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan.

“Rem sepeda motornya blong, kata korban sebelum meninggal dunia,” beber sumber kepada Sumut Pos di RSUD Djoelham Kota Binjai.

Kepada sumber, korban juga berujar, hanya ingin menikmati suasana sejuk di Penatapan Pamah Semelir, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, di akhir pekan ini. Hingga kini, korban tewas masih berada di Ruang Forensik RSUD Djoelham Kota Binjai.

Seperti diberitakan beberapa jam lalu, beredar postingan menampilkan foto pengendara dan sepeda motor yang mengalami kecelakaan tergelincir ke jurang di daerah Pamah Semelir, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (20/11) sore.

Dari pelat nomor polisi sepeda motor, korban disinyalir merupakan warga Kota Medan, yang diduga menuju ke Kabupaten Karo, melalui jalur alternatif Kota Binjai dan Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.

Diduga, pengendara yang tergelincir ini, berkendara secara rombongan, dan disinyalir ingin berlibur ke satu daerah dengan melintasi jalur alternatif ini. Sebagaimana diketahui, tebing-tebing di jalur Medan-Berastagi, belakangan sering mengalami longsor.

“Kepada rekan-rekan, kami masih di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengevakuasi barang bukti. Sementara korban sudah di RS Djoelham (Binjai),” ungkap Kanit Laka Polres Binjai, Ipda Abdul Sani, beberapa jam lalu.

Sani menjelaskan, tidak ada korban jiwa dari kecelakaan ini. Namun, ada 2 korban yang mengalami luka parah.

“Satu patah tangan dan kaki. Kalau itu (rombongan sepeda motor) belum ada infonya. Nanti kalau sepeda motor sudah dievakuasi, dan diambil keterangan saksi-saksi di TKP, kami akan infokan lebih lanjut,” pungkasnya. (ted/saz)

Dua Pengendara Sepeda Motor Asal Medan Patah Tangan dan Kaki

Diduga Tergelincir ke Jurang di Jalur Alternatif Langkat-Karo

DIEVAKUASI: Sejumlah pengendara sepeda motor saat dievakuasi warga sekitar daerah Pamah Semelir, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (20/11) sore. Para pengendara ini diduga tergelincir di kawasan tersebut, yang merupakan jalan alternatif Medan-Berastagi, Karo. (ISTIMEWA/SUMUTPOS.CO)

BINJAI, SUMUTPOS.CO-Beredar postingan menampilkan foto pengendara dan sepeda motor yang tergelincir ke jurang di daerah Pamah Semelir, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (20/11) sore. Dari pelat nomor polisi sepeda motor, korban disinyalir merupakan warga Kota Medan, yang diduga menuju ke Kabupaten Karo, melalui jalur alternatif Kota Binjai dan Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.

Diduga, pengendara yang tergelincir ini, berkendara secara rombongan, dan disinyalir ingin berlibur ke satu daerah dengan melintasi jalur alternatif ini. Sebagaimana diketahui, tebing-tebing di jalur Medan-Berastagi, belakangan sering mengalami longsor.

“Kepada rekan-rekan, kami masih di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengevakuasi barang bukti. Sementara korban sudah di RS Djoelham (Binjai),” ungkap Kanit Laka Polres Binjai, Ipda Abdul Sani, beberapa jam lalu.

Sani menjelaskan, tidak ada korban jiwa dari kecelakaan ini. Namun, ada 2 korban yang mengalami luka parah.

“Satu patah tangan, satu patah kaki. Kalau itu (rombongan sepeda motor) belum ada infonya. Nanti kalau sepeda motor sudah dievakuasi, dan diambil keterangan saksi-saksi di TKP, kami akan infokan lebih lanjut,” pungkasnya. (ted/saz)

DPP Serbundo Tolak UMP Sumut 2022

Hanya Naik 0,93 Persen

KETERANGAN: DPP Federasi Serbundo saat menyampaikan keterangan pada jumpa pers di Kota Medan, Sabtu (20/11).
(BAGUS/SUMUTPOS.CO)

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengesahkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut 2022 sebesar 0,93 persen, atau naik sekitar Rp23 ribuan. Keputusan tersebut, mendapat penolakan dari Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (DPP F Serbundo).

Ketua Umum DPP F Serbundo, Herwin Nasution mengatakan, perwakilan kaum buruh sudah menyampaikan usulan naiknya UMP Sumut kepada Pemprov Sumut sebesar 7 persen. Namun, yang diputuskan jauh dari yang diharapkan.

“Kami menolak tegas kenaikan yang hanya 0,93 persen itu. Kami juga menolak Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 yang dijadikan dasar hukum kenaikan upah itu,” ungkap Herwin dalam jumpa pers di Kota Medan, Sabtu (20/11) sore.

Didampingi Wakil Ketua Umum DPP F Serbundo, Ismail Hasan dan Suhib Nurido, Herwin menuturkan, secara khusus pihaknya menyesalkan sikap pemerintah yang hingga kini mengabaikan nasib buruh perkebunan sawit. Padahal, menurutnya, industri sawit sudah ada sejak satu abad lalu. Industri sawit adalah penyumbang devisa terbesar Indonesia, bahkan termasuk industri yang mampu bertahan di masa pandemi Covid-19.

Jadi Herwin menilai sangat tidak adil, karena fakta itu, berbanding terbalik dengan realita buruh, yang untuk memenuhi hidupnya saja sangat susah.

“Mestinya buruh perkebunan sawit bisa lebih sejahtera, karena mereka ikut menyumbang devisa negara. Lagi pula sawit memiliki ribuan turunan produk, tapi hidup pekerjanya sangat tidak layak. Mereka dieksploitasi,” tegasnya.

Potensi besar dari sawit yang sangat tinggi, lanjut Herwin, dilihat dari ekspor. Namun, upah yang diterima para buruh sawit, belum dikatakan layak dengan biaya dikeluarkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Upah mereka rendah, padahal biaya hidup mereka lebih tinggi, karena mereka tinggal di pedalaman. Sebagain besar mereka tidak mendapat hak-haknya sebagai buruh. Kalau kami mengatakan ini, kami dituduh kampanye hitam, padahal ini realita yang harus diperbaiki pemerintah,” jelasnya.

Setiap tahun, dia menjelaskan, kehidupan buruh, khususnya buruh perkebunan sawit, terdegradasi.

“Tahun lalu, upah mereka masih berdasarkan kebijakan upah minimum sektor. Namun, saat ini tidak lagi, karena telah berdasarkan PP No 36 Tahun 2021,” beber Herwin.

Adapun pernyataan sikap DPP F Serbundo, terkait penolakan kenaikan upah buruh itu, yakni yang pertama, menuntut pemerintah segera membuat Undang-Undang tentang perlindungan hak-hak buruh perkebunan kelapa sawit. Atau setidaknya, Pemprov Sumut membuat Peraturan Daerah tentang perlindungan hak-hak buruh perkebunan kelapa sawit.

Selanjutnya, menuntut pemerintah meratifikasi Konvensi ILO Nomor 110 Tahun 1958, tentang Perkebunan, serta Konvensi ILO Nomor 184 Tahun 2001, tentang Kesehatan, Keselamatan Kerja di Perkebunan. Yang ketiga, menolak Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, tentang Pengupahan, sebagai acuan pemerintah dan Dewan Pengupahan tingkat provinsi serta kabupaten kota, dalam menetapkan upah minimum 2022.

Kemudian, diharapkan agar pemerintah menetapkan kembali kebijakan tentang upah minimum sektor perkebunan kelapa sawit di tingkat provinsi dan kabupaten kota. Kelima, menuntut pemerintah daerah agar menetapkan upah minimum 2022 sektor perkebunan kelapa sawit, berdasarkan kebutuhan hidup layak, dengan kenaikan sebesar 7 persen hingga 10 persen.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) No: 188.44/746/KPTS/2021, Gubernur Sumut Edy Rahamayadi, menetapkan dan mengesahkan, UMP 2022 sebesar Rp2.522.609. Pada 2021, UMP berjumlah Rp2.499 423. Dengan itu, ada kenaikan UMP sebesar 0,93 persen.

“Ada kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp23.186,94, atau 0,93 persen,” sebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Baharuddin Siagian, di Kota Medan, baru-baru ini. (gus/saz)

Alfamidi Berbagi Gerobak Sedekah ke Masjid

BERSAMA: Unsur Alfamidi diabadikan bersama Pengurus BKM Al Ikhlas, Jalan Glugur Rimbun, Desa Tanjunganom, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Rabu (17/11).
(ISTIMEWA/SUMUTPOS.CO)

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO-Alfamidi menyalurkan Gerobak Sedekah ke Masjid Al-Ikhlas, Jalan Glugur Rimbun, Desa Tanjunganom, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, usai Salat Dzuhur berjamaah di masjid tersebut, Rabu (17/11) lalu. Pemberian Gerobak Sedekah ini, merupakan satu bentuk kegiatan CRM Alfamidi, yang berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar, untuk membangun kedekatan dengan masyarakat di sekitaran toko-toko Alfamidi.

Space Development Alfamidi, Ihsan mengatakan, kegiatan ini sudah dilakukan di 4 masjid, dan akan terus dilanjutkan.

“Iya, sudah ada 4 masjid yang kami berikan gerobak ini. Harapannya, Gerobak Sedekah ini bisa memberikan manfaat untuk jamaah dan masyarakat yang berada di lingkungan masjid,” ungkap Ihsan.

Sementara itu, Manager Marketing Alfamidi, Rudy Irwansyah menjelaskan, tahun ini pihaknya akan membagikan 7 unit gerobak. Dia pun berharap, tahun depan kegiatan ini dapat kembali dilanjutkan.

Pengurus BKM Al-Ikhlas, Sani Sitorus, menyampaikan terima kasih kepada Alfamidi, atas pemberian Gerobak Sedekah tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Alfamidi, yang sudah memberikan gerobak ini sebagai sarana yang dapat digunakan umat untuk saling berbagi,” pungkasnya. (rel/adz/saz)

BPD Pegagan Julu 6 Berhentikan P2KD

Pilkades Serentak 106 Desa di Dairi

KETERANGAN: Anggota BPD Pegagan Julu 6, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, saat menyampaikan keterangan, terkait pemberhentian P2KD di Sidikalang, Sabtu (20/11).
(RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.CO)

DAIRI, SUMUTPOS.CO-Permasalahan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pegagan Julu 6, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, terus bergulir. Berdasarkan musyawarah yang dilakukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pegagan Julu 6, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sabtu (20/11), didapat keputusan untuk memberhentikan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD).

Keputusan ini dihasilkan, karena P2KD dianggap lalai menjalankan tugas atau lalai melaksanakan tahapan Pilkades pada saat verifikasi berkas bakal calon (balon) kepala desa. Pemberhentian P2KD ini, pun telah sesuai hasil rapat musyawarah luar biasa BPD Desa Pegagan Julu 6, yang dihadiri 5 dari 7 anggotanya di Sekretariat BPD Pegagan Julu 6, Sabtu (20/11).

Hal ini disampaikan Sekretaris BPD Pegagan Julu 6 Joter Bakara, yang didampingi anggota lainnya, yakni Riston Sinaga, Mardin Manjorang, Bunga Pinta Munthe, dan Junus Delma Bakara, usai mengantar surat hasil keputusan musyarah kepada panitia kabupaten di Sidikalang, Sabtu sore.

Pada kesempatan itu, Joter menuturkan, P2KD dianggap lalai menjalankan tugas atau lalai melaksanakan tahapan Pilkades dalam hal verifikasi berkas balon kepala desa, yang sebelumnya dinyatakan lengkap, yakni atas nama Janiriduan Bakara. Yang kemudian tidak diloloskan sebagai calon tetap.

“Atas dasar ini, P2KD dinilai melanggar Perda No 2 Tahun 2015, tentang Pemilihan Kepala Desa, pada Pasal 8. Karena kelalaian itu pula, BPD berwenang memberhentikan P2KD, sesuai Perda No 2/2015, pada Pasal 54 Ayat 3,” ungkap Joter.

Lebih lanjut Joter menjelaskan, sesuai Perda No 2/2015 pada Pasal 7, P2KD dibentuk oleh BPD, melalui rapat paripurna BPD, dan ditetapkan dengan keputusan BPD, yang terdiri dari perangkat desa, pengurus lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat.

Menurut BPD, pemberhentian P2KD ini dilakukan demi menjaga kekondusifan dan ketentraman masyarakat Desa Pegagan Julu 6. Joter menegaskan, hasil keputusan musyawarah yang dilakukan BPD Pegagan Julu 6, terkait pemberhentian P2KD, telah disampaikan kepada panitia kabupaten.

“Untuk itu, BPD Pegagan Julu 6 meminta panitia kabupaten maupun kecamatan, agar segala fasilitas dan pembiayaan, termasuk pendistribusian logistik Pilkades ke Pegagan Julu 6, dihentikan. Sampai diangkatnya kembali P2KD yang baru,” harap Joter.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Kabupaten Dairi, Junihardi Siregar mengaku, sudah menerima surat dari BPD Pegagan Julu 6.

“Sabtu siang ini diantar masyarakat ke kantor. Terkait harapan BPD Pegagan Julu 6, masih harus menunggu pembahasan oleh panitia kabupaten dulu,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 106 desa di Kabupaten Dairi akan menggelar Pilkades serentak pada 25 November 2021 mendatang. (rud/saz)

PD Al Washliyah Batubara Berbagi

Bantu Masyarakat Korban Banjir Sergai

SERAHKAN: Pengurus Daerah Al Washliyah Kabupaten Batubara Jafar bersama Ahmad Fauzi, saat menyerahkan bantuan pakaian layak pakai kepada pengurus PD Al Washliyah Kabupaten Sergai, untuk selanjutnya diserahkan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Sergai, Sabtu (20/11).
(ISTIMEWA/SUMUTPOS.CO)

BATUBARA, SUMUTPOS.CO-Pengurus Daerah (PD) Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Batubara menggelar kegiatan bertajuk ‘Berbagi’. Kegiatan ini pun dimaksudkan untuk membantu masyarakat korban banjir di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Adapun bantuan yang diserahkan, yakni berupa pakaian. Bantuan ini diserahkan Ketua PD Al Washliyah Kabupaten Batubara Ustad Al Asari, diwakili Jafar bersama Ahmad Fauzi, kepada pengurus PD Al Washliyah Kabupaten Sergai, untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana tersebut, Sabtu (20/11).

Terkait hal itu, Asari turut mengucapkan, rasa syukurnya terhadap bantuan yang dapat pihaknya lakukan. “Alhamdulillahillaadzi bini’matihi tatimmusshoolihat. Pada hari ini PD Al Washliyah Batubara yang diwakili Ketua Buya Jafar dan Mu’allim Muhammad Ahmad Fauzi, menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa pakaian layak pakai untuk saudara kita terdampak banjir di Sergai. Dan hal ini berjalan dengan lancar,” ungkap Asari.

Asari juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Sekretaris PD Al Washliyah Sergai, yang diakuinya cukup energik, yakni Mu’allim Zainal Arifin Hasibuan. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, pelajar, pendidik, simpatisan, jamaah perwiridan, pengajian, serta masyarakat yang sudah mendukung penuh program kebaikan tersebut.

“Begitu juga kepada Ketua dan Sekretaris PW Al Washliyah Sumut Al ‘Alim Haji Dedi Iskandar Batubara, Tuan Alim Nur Nasution, Pengurus Daerah Al Washliyah Sergai Ustad Damuli, dan pengurus lainnya. Tak kalah pentingnya, terima kasih kami ucapkan kepada para awak media yang telah berpartisipasi membesarkan kegiatan Al Washliyah Batubara. Semoga menjadi amal jariyah buat teman-teman wartawan semuanya,” tutur Anggota DPRD Batubara Periode 2009-2014 tersebut, seraya membeberkan, hal ini merupakan kegiatan lanjutan dari donasi kemanusiaan yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu.

Sebelumnya, pada Jumat (13/11), PD Al Washliyah Kabupaten Batubara juga sudah memberikan bantuan kemanusiaan berupa ratusan paket sembako dan satu truk tangki berisi 10.000 liter air bersih.

“Insya Allah program kebajikan dan takwa ini akan kami tumbuh kembangkan di lingkungan Al Washliyah. Dan kami akan bersinergi dalam dakwah, sehingga melahirkan karya terbaik untuk umat. Karena dalam Firman Allah Subhanahu wa Taala, dalam Surah Al-Maidah ayat 2, yang artinya, ‘Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolonglah dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya’,” tutur Asari. (aci/saz)

Korfball Bakal Dipertandingkan pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut

PP PKSI Sampaikan Mandat ke Ketum KONI Sumut

MANDAT: Ketua Umum PP PKSI Lisa Rudianita L, didampingi Bendahara Andi Iriawaty, memberikan mandat pembentukan Pengprov PKSI kepada Ketum KONI Sumut John Ismadi Lubis, didampingi Waketum 3 Yanto Pasaribu, Jumat (19/11).(ISTIMEWA/SUMUTPOS.CO)

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PP PKSI) Lisa Rudianita L, ingin korfball (bola kerajang) menjadi satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut.

Keinginan itu disampaikan Lisa saat melakukan audiensi sekaligus sosialisasi korfball dengan Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis, dan Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sumut dr Liliana Puspa Sari di Gedung KONI Sumut, Jumat (19/11) lalu.

“Kami datang berempat untuk sosialisasi dulu, sekaligus memberikan mandat pembentukan Pengprov PKSI Sumut kepada Pak John Lubis. Kami ingin agar korfball dipertandingkan pada PON 2024 nanti,” ungkap Lisa.

“Ini sebenarnya bukan cabor baru di Indonesia. Korfball bahkan sudah pernah dipertandingkan pada PON I sampai PON IV di Makassar dan pada era 1980-an hingga 1990-an. Kami ingin korfball tetap dikembangkan,” imbuhnya.

Lisa mendatangi KONI Sumut bersama Sekretaris Jenderal PP PKSI Benny Indra Kesuma, Bendahara Andi Iriawaty, dan unsur pengurus Mona N.

Sedangkan John didampingi Wakil Ketua Umum 2 KONI Sumut Yanto Pasaribu, Sekretaris Umum Chairul Azmi, Wasekum Mesnan, Wakil Bendahara TP Sihombing, Kabid Binpres Budi Valianto, dan Wakabid Rudi Rinaldi, serta Wakabid Humas Johny R Silalahi dan Pujianto.

Menurut Lisa, korfball sedianya akan dipertandingan pada PON XX 2021 Papua, karena sudah melakukan eksibisi di PON XIX 2016 Jawa Barat. Namun, karena ketidaksiapan Papua menyediakan sarana dan prasarana, membuat korfball batal mentas bersama 9 cabor lainnya.

“Pada eksebisi PON 2016 di Sentul, terlihat animo besar daerah dan masyarakat menyambut korfball sebagai tontonan yang sangat menarik. PKSI juga sudah punya 19 Pengprov, sehingga kami berharap korfball dapat dipertandingkan nantinya di sini (Sumut),” harapnya.

Ketua Bapomi Sumut Liliana Puspa Sari, bersama Sekretaris Sri Rezeki, yang ikut menghadiri sosialiasi itu, menyambut baik kehadiran korfball di daerah ini, sekaligus ingin mengembangkannya melalui kampus.

“Kami dari Bapomi, tertarik dengan korfball dan ingin menyosialisasikannya melalui perguruan tinggi. Kalau bisa nantinya juga dipertandingkan pada Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional),” jelasnya.

Mengenai kans korfball untuk dipertandingkan pada PON 2024, John mengatakan, sangat memungkinkan. Karena PKSI sudah resmi diterima sebagai anggota KONI pada 2015 lalu.

“Tapi yang jelas, sampai sekarang belum ada cabor yang pasti dipertandingkan pada PON 2024. Yang ada masih usulan, dengan rincian Sumut 33 cabor dan Aceh 32 cabor,” pungkasnya. (dek/saz)

PT Inalum Apresiasi Atlet Toba Berprestasi di PON XX Papua

PARITOHAN, SUMUTPOS.CO – PT INALUM (Persero) memberikan apresiasi kepada para atlet perwakilan Kabupaten Toba yang berhasil meraih prestasi pada PON XX Papua 2021 yang lalu. 

BERSAMA: Zainuddin Iqbal Sidabutar, Vice President CSR & PKBL dan A. Iqbal Harahap Vice President Public Relations, foto bersama Pengurus KONI Toba dan para atlet berprestasi Adi Manurung, Daniel Hutapea dan Faisal Siahaan.Istimewa/Sumut Pos.

Tiga atlet Toba yang menyumbangkan medali untuk kontingen Sumatera Utara adalah Adi Rominto Manurung dari cabang olahraga Wushu yang menyumbangkan medali perak serta Daniel Hutapea dan Faisal Siahaan yang telah berhasil meraih medali perunggu dari cabang olah raga Kumite Beregu Karate. 

Dalam sambutannya Zainuddin Iqbal Sidabutar selaku Vice President CSR & PKBL PLTA INALUM sangat mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan para atlet.  

“Selamat buat para atlet yang sudah menyumbangkan medali buat kontingen Sumatera Utara dan mengharumkan nama Kabupaten Toba. Kiranya prestasi ini dapat terus ditingkatkan pada kompetisi yang lebih tinggi lagi seperti Sea Games atau ASEAN Games” Ucap Zainuddin Iqbal Sidabutar Senin (15/11). 

PT Inalum memberikan dana apresiasi sebesar 10 juta kepada Adi Manurung yang telah meraih medali perak, masing-masing 5 juta kepada Faisal Siahaan dan Daniel Hutapea sebagai peraih medali perunggu. 

 “Terima kasih buat INALUM atas dukungan dan perhatiannya kepada para atlet Toba. Semoga ini dapat menjadi bentuk motivasi bagi kami untuk meningkatkan prestasi di kompetisi lainnya. Harapannya ke depan INALUM dapat terus mendukung para atlet khususnya di Kabupaten Toba” Ucap Adi Manurung 

Di sisi lain, PT Inalum juga memberikan dana bantuan kepada KONI Kabupaten Toba sebesar 10 sepuluh juta rupiah sebagai bentuk apresiasi. 

“Bantuan ini adalah salah satu bentuk program Corporate Social Responsibility Perusahaan di bidang Olah raga…..Harapannya ke depan dari kabupaten Toba dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk mengharumkan nama Kabupaten yang kita cintai di tingkat nasional”, demikian ungkap A.Iqbal Harahap, Vice Presiden Public Relations PT Inalum.(rel)

Bobby Resmikan Pekan Kuliner Kondang

Kesawan City Walk Medan Dibuka

DIRESMIKAN: Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan saat diresmikan di sekitaran Gedung Warenhuis, Jumat (19/11).
(ISTIMEWA/SUMUTPOS .CO)

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan yang dilaksanakan di sekitaran Gedung Warenhuis, Jumat (19/11) malam.

Pameran ini bertepatan dengan dibukanya kembali Kesawan City Walk (KCW) Medan, yang sebelumnya sempat dihentikan untuk sementara waktu, guna menghindari penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

Setibanya di lokasi, Bobby bersama Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu dan Wakil Wali Kota Meda Aulia Rachman, meninjau stand-stand kuliner yang menjual berbagai macam makanan khas Kota Medan.

Bobby juga sempat menyapa masyarakat yang sedang menikmati makanan dan pelaku UMKM yang sedang berjualan. Dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan ini, disambut antusias masyarakat Kota Medan dan sekitarnya.

HADIR: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Wali Kota Meda Aulia Rachman, saat menghadiri peresmian Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan, Jumat (19/11).
(ISTIMEWA/SUMUTPOS .CO)

Usai meninjau, Bobby bersama Kahiyang dan tamu undangan lainnya, turut menyaksikan video show mapping yang dipancarkan secara langsung ke Gedung Warenhuis, satu gedung bersejarah di Kota Medan.

Dalam kesempatan itu, Bobby menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Kota Medan dan Shopee, yang sudah mendukung penuh kegiatan ini, sehingga berjalan sesuai harapan.

Bobby menyebutkan, dalam pameran ini, para pengunjung dan pelaku UMKM wajib harus sudah divaksin Covid-19. Sebab sebelum memasuki area pameran, pengunjung lebih dulu melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

“Pengunjung dan pelaku UMKM pameran ini, wajib sudah divaksin. Dan kami pun memilih masyarakat yang akan masuk ke sini, dengan mewajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, dan harus dicek sebelum memasuki area pameran. Kalau hijau baru boleh masuk, merah tidak boleh. Artinya Kalau belum divaksin tidak boleh masuk dan prokes ini akan terus diterapkan,” tegas Bobby.

Lebih lanjut, Bobby mengatakan, untuk pembayaran makan dan minum dapat memanfaatkan sistem digitalisasi dengan menggunakan cashless QRIS. Menurutnya, hal ini guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami mendorong pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan digitalisasi. Jadi semua pembayarannya dilakukan dengan cashless menggunakan QRIS. Jadi, tidak ada transaksi secara manual atau tunai, guna mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Meski begitu, Bobby menyadari, di tengah pandemi saat ini, pelaku UMKM Kota Medan harus tetap didukung, agar dapat bertahan.

“Prokes ketat harus terus diterapkan, namun pelaku UMKM juga harus didukung agar dapat terus bertahan. Karena itu, kami membatasi jumlah pengujung yang boleh datang maksimal 2.000 orang dari kapasistas sebenarnya 3.500 orang,” bebernya.

Terakhir, dia berharap, Pameran Pekan Kuliner Kondang UMKM Kota Medan ini, dapat dinikmati masyarakat Kota Medan dalam beberapa hari ke depan.

Tak hanya itu, Bobby juga mengatakan, jika nanti telah memasuki PPKM Level 3 pada masa Nataru, maka akan mengikuti aturan yang berlaku, mulai dari jumlah pengunjung hingga jam operasional.

“Kalaupun nanti masuk PPKM Level 3 pada masa Nataru, maka kita akan mengikuti peraturan yang ditetapkan. Dengan membatasi lagi jumlah pengunjung maupun jam operasionalnya. Hal ini untuk menghindari terjadi kerumunan,” pungkasnya. (map/saz)

Subuh Akbar Bersama Muzammil Hasballah Al Hafizh, M Nuh: Al Quran adalah Jawaban yang Tepat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Muhammad Nuh mengapresiasi pengajian subuh akbar yang digelar Masjid Al Furqon, Jalan Setia Budi, Pasar 1, Tanjungsari, Medan Selayang, dan El Tawheed Foundation, Sabtu (20/11/2021). Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan Ustad Muzammil Hasballah Al Hafizh (Founder Imam Muda Salman dan Qory Community).

“Kita bersyukur dan menyambut baik acara yang sangat bermanfaat ini. Apalagi dengan mengahdirkan tokoh muda, alumnus arsitektur ITB yang juga hafizh dan qori, Ustad Muzammil Hasballah Al Hafizh,” kata Muhammad Nuh saat didaulat memberikan kata sambutan mewakili masyarakat.

Lebih lanjut, Nuh menyoroti masalah perlindungan ulama dan mubaligh dari tindakan yang terkesan kriminalisasi. Padahal menurut Nuh, hal itu sudah masuk dalam Prolegnas RUU Perlindungan Tokoh Agama.

Kondisi ini, lanjut Nuh, mengingatkan kita pada pidato Abu Bakar Shiddiq ra, yang dinukil Muhammad Natsir rahimakumullah dalam bukunya Fiqih Dakwah. “Dan sesungguhnya kamu sekarang sedang di atas pengakuan Khalifah Kenabian, (tetapi) kamu berada pada persimpangan jalan. Nanti sesudah ku, kamu akan melihat suatu pemerintahan yang kejam, raja yang keras kepala, ummat yang terpecah belah, darah tanpa perlindungan hukum, mudah tertumpah. Jika sekiranya datang cengkeraman dari pihak bathil dan timbul perlawanan dari pihak haq, perlawanan yang tidak meninggalkan bekas dan hancur lantarannya kebajikan. Maka dikala itu di masjid lah tempat kamu menetap, dari Al Quran lah kamu mencari petunjuk, dan berpeganglah dengan ketaatan (kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW),” ungkapnya.

Ditegaskan Nuh, berkumpul di masjid bersama orang-orang yang dekat dengan Alquran adalah jawaban yang tepat, insyaa Allah. “Semoga Allah SWT menolong dan melindungi para ulama, para da’i dan kita semua” pungkasnya.

Subuh Akbar kali ini dipandu Ustad Muhammad Fadhli Sudiro MSQ, berlangsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan memakai sabun, menjaga jarak dan memakai masker. “Rindu kami akan lantunan ayat suci Al Quran yang syahdu terobati dengan kehadiran Ustad Muzammil Hasballah Al Hafizh di Masjid Al Furqon,” ungkap seorang jamaah. (rel/adz)