Home Blog Page 2947

Refleksi Akhir Tahun 2021 Forda UKM Sumut, UKM di Sumut Belum Kondusif

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Di tengah maraknya pembinaan, UKM mendapatkan banyak ide dan gagasan pengembangan usaha. Namun saat pengembangan usaha dimulai, masih saja ada aksi ‘membinasakan’ UKM melalui sweeping oleh oknum aparat.

Forda UKM mencatat, sepanjang tahun 2021, setidaknya ada 25 surat panggilan permintaan keterangan yang dilayangkan aparat Kepolisian Resort Sergai dan Polda Sumut kepada pelaku UKM. Hal ini sangat meresahkan para pelaku usaha, terlebih di tengah pandemi Covid-19, dimana pengusaha berupaya untuk bisa bangkit lagi.

Presidium Forda UKM Sumut, Lie Ho Peng menyebutkan, UKM kondusif ini akan dirasakan jika saat mengelola usaha, tidak ada merasa resah dan khawatir jika ada orang yang datang ke tempat usahanya.

“Maksudnya UKM kondusif ini, jika dibuka satu toko jika masih merasa takut berarti belum kondusif. Namun jika datang orang, tidak ada rasa takut, itu baru namanya kondusif,” ujarnya dalam refleksi akhir tahun 2021 bertema ‘UKM kondusif Sumut bangkit’ yang digelar di Pondok Permai, Serdang Bedagai, Senin (13/12/2021).

Namun faktanya, sampai saat ini tidak sedikit pelaku UKM yang resah, ketika ada oknum pajak, oknum preman, polisi atau oknum berseragam TNI yang datang ke tempat usahanya. Dengan keresahan ini, akan sulit bagi UKM untuk bisa bangkit, terlebih pasca pandemi Covid-19.

Forda UKM sambungnya, yang fokus memberikan advokasi. Dengan bergabung dalam wadah ini, UKM bisa melakukan advokasi mandiri. “Dengan advokasi mandiri, itu sebetulnya bisa selesai. Oknum nakal tidak akan berani macam-macam. Istilah sekarang, dia sudah vaksin. Kalau masuk Forda UKM, berarti dia sudah vaksin,” ujarnya.

Ia mencontohkan, saat ada tempat usaha yang didatangi lima orang oknum polisi beberapa waktu lalu. “Dia ketakutan telpon saya. Saya bilang, kamu anggota Forda UKM. Tunjukkan kalau kamu anggota Forda, periksa dia, surat tugasnya mana, apa tujuan datang kemari. Sebentar saja mereka pergi. Kalau oknum nakal pasti pergi kalau begitu. Jadi maksud dari Forda UKM itu, salah satunya adalah itu,” ujarnya .

Sementara Ketua Forda UKM Sumut, Sri Wahyuni Nukman menyebutkan, kondisi pandemi Covid-19 ini banyak yang tidak normal. UKM mulai diperhatikan dan banyak pembinaan dari sejumlah lembaga pemerintah serta swasta. Tapi, oknum aparat kepolisian seakan mau membinasakan pelaku UKM yang sedang terjepit mempertahankan usaha dan pekerjaannya.

“Kami sangat bermohon kepada Kapolda Sumut untuk memperhatikan pelaku UKM yang sedang bertarung mempertahankan usaha dan pekerjanya agar tak ada Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK). Kami berharap Kapolda Sumut juga satu suara dengan kami, stop sweeping terhadap pelaku UKM,” katanya di sela-sela refleksi akhir tahun 2021 yang dihadiri pengurus Forda UKM Sergai dan puluhan pelaku usaha di Serdang Bedagai dan Deliserdang.

Selain itu, Forda UKM juga meminta kepolisian di resort kabupaten/kota se-Sumut agar memberikan perlindungan khusus kepada para pelaku UKM. Karena selain ada oknum aparat yang ‘sering’ melakukan sweeping, ada juga proposal atau kwitansi bulanan yang dikirimkan Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan.

“Pelaku UKM sering kami ajarkan laporkan atau videokan, ada yang berani ada yang juga akhirnya mendapat teror, inilah yang kami harapkan. Aparat kepolisian kami harap benar-benar mengayomi dan melindungi masyarakatnya, termasuk para pelaku UKM,” harapnya.

Sisi lain, kepada pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat, di Sumut cukup banyak centra peternakan ayam. Seperti diketahui, banyak pelaku UKM khususnya peternakan unggas nyaris gulung tikar akibat harga pakan ternak yang melambung tinggi, serta adanya hantaman persaingan harga telur.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada pelaku UKM dalam mendapatkan pakan ternak khususnya jagung dengan harga murah. Atau, Pemerintah Provinsi membuat regulasi khusus harga jagung di Sumut. Sehingga pelaku UKM di bidang unggas bisa bertahan dan ikut membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan,” katanya didampingi Sekretaris Forda UKM Sumut, Chairil Hudha dan Wakil Ketua, Nurhalim Tanjung.

Pada tahun 2022, Forda UKM Sumut akan terus bergerak membina dan melakukan advokasi kepada pelaku UKM di Sumut. Untuk itu, semua harapan tersebut bisa diterima dan bisa diwujudkan pada tahun 2022. “Karena, saatnya UKM dibantu bangkit, pasca pandemi Covid- 19,” harapnya.

Sementara Plh Ketua Forda UKM Sergai, A Eng didampingi Sekretaris, Iwan Tirta dan Wakil Bendahara, James menyebutkan, setelah bergabung dengan Forda UKM banyak perubahan dan kemajuan yang dirasakan para pelaku usaha. Ia pun berharap ke depan para anggota semakin solid dan punya komitmen untuk bersama-sama saling mendukung satu dan lainnya. (adz)

Dites Urine, 10 Sopir Positif Narkoba, Nyabunya di Kampung Kurnia Belawan

RAZIA: Dinas Perhubungan, Satlantas Polrestabes Medan dan BNN menggelar razia narkoba berupa tes urine kepada sopir angkutan kota di Medan, Senin (13/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pantauan Sumut Pos, razia dilakukan di 4 titik yang berbeda dalam dua rentang waktu yang berbeda pula. Pada pagi hingga siang hari, razia dilakukan di 2 lokasi, yakni di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Sisingamangaraja dan di depan Plaza Medan Fair (Carefour) Jalan Gatot Subroto Kota Medan. Sedangkan pada siang hingga sore hari kemarin, razia dilakukan di 2 lokasi lainnya, yakni di depan Medan Mall Jalan MT Haryono dan di Jalan Brigjend Katamso.

RAZIA: Dinas Perhubungan, Satlantas Polrestabes Medan dan BNN menggelar razia narkoba berupa tes urine kepada sopir angkutan kota di Medan, Senin (13/12).

“Total hari ini ada 10 orang sopir angkot yang sudah terjaring hasil tes urin. Oleh BNN, mereka dinyatakan positif sebagai pengguna narkoba. Kesepuluhnya sudah dibawa oleh BNN dan akan diproses secara hukum. 10 orang itu kita dapatkan dari razia di 4 lokasi di 2 waktu yang berbeda,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Senin (13/12).

Dirincikan Iswar, di depan Taman Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja, tim gabungan berhasil menjaring 4 sopir pengguna narkoba, sedangkan yang 1 orang lainnya terjaring di Jalan Gatot Subroto. “Jadi yang razia pagi sampai siang itu kita dapat total 5 sopir, 4 dari Jalan SM Raja dan 1 sopir dari Jalan Gatot Subroto,” ujarnya.

Sedangkan dari razia yang dilakukan pada siang sampai sore hari, yakni di di depan Medan Mall Jalan MT Haryono dan di Jalan Brigjend Katamso, tim gabungan berhasil menjaring 5 sopir lainnya.”Sehingga total pada hari ini, tim gabungan berhasil menjaring 10 orang sopir yang menggunakan narkoba dari hasil tes urin yang dilakukan BNN,” katanya.

Ditegaskan Iswar, razia tidak akan berhenti sampai disitu. Ke depannya, Pemko Medan dan pihak terkait akan terus melakukan razia narkoba berupa tes urin kepada seluruh sopir angkot di Kota Medan secara rutin. “Razia ini tidak hanya sampai disini, bukan hanya hari ini saja, tapi seterusnya. Prinsipnya kita mau menindaklanjuti perintah Pak Wali, bahwa tidak boleh ada satu orang pun pengguna narkoba yang jadi sopir angkot di Kota Medan. Sekalipun dia sopir serap, sebab ini masalah keselamatan penumpang dan orang banyak,” tegasnya.

Tak cuma itu, Iswar juga memastikan bahwa pihaknya akan memanggil para pengusaha angkutan umum yang mempekerjakan para sopir yang terjaring razia narkoba kemarin. Sebab sesuai kesepakatan yang telah dilakukan bersama, setiap perusahaan angkutan wajib ikut bertanggungjawab apabila ada sopirnya yang terbukti menggunakan narkoba. “Minggu lalu kita sudah melakukan pertemuan dengan para pengusaha angkutan, organda dan kesper. Kita sepakat, perusahaan yang mempekerjakan para sopir angkot ini harus ikut bertanggungjawab,” ujarnya.

Iswar juga menegaskan, razia yang dilakukan pihaknya kemarin bukan hanya berfokus kepada razia narkoba, tetapi juga kepada razia administrasi atau kelengkapan administrasi kendaraan maupun pengendara.”Total kemarin ada 50 surat tilang yang sudah dikeluarkan atas pelanggaran administrasi yang dilakukan. Kita mau kedepannya, semua wajib administrasi. Jadi bukan hanya sopirnya yang bersih narkoba, tapi kendaraan dan sopirnya juga harus tertib administrasi,” kata dia.

Dijelaskan Iswar, berdasarkan data di Dinas Perizinan, ada sekitar 11.000 angkutan umum di Kota Medan. Namun sejak pandemi Covid-19, jumlah itu berkurang 35 sampai 40 persen, sehingga yang beroperasional saat ini hanya sekitar 8 ribu unit.”Tetapi yang mengurus surat-surat atau administrasi kendarannya hanya sekitar 2500 an. Dan hari ini kita mau memastikan bahwa kendaraan dan sopir itu harus memenuhi persyaratan administrasi, teknis dan layak jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar menyebutkan, bahwa para sopir yang terjaring telah mengakui perbuatannya yang menggunakan narkoba. Bahkan yang mengejutkan, rata-rata sopir yang terjaring menyebutkan bahwa hampir semua sopir angkot di Kota Medan merupakan pengguna narkoba.

“Menurut mereka tadi, hampir semua sopir-sopir angkot maupun sopir-sopir tembak mengkonsumsi narkoba. Tempatnya ada, yaitu di daerah Belawan. Walaupun mungkin itu hanya salah satunya saja, karena di pangkalan-pangkalan lain juga terdeteksi mereka juga menggunakan. Dan ke depan kita akan gencar terus mengejar mereka, terutama khusus kepada sopir-sopir tembak karena kemarin arahan pak wali kota jangan ad lagi sopir-sopir tembak,” kata Sonny.

Sonny juga menegaskan, pihaknya akan menindak tempat atau lokasi para sopir tersebut menggunakan narkoba.”Dan ini akan kita sampaikan juga ke BNN dan Reserse Narkoba. Nanti akan kita sampaikan ke Pak Kapolrestabes untuk dilakukan penindakan,” tegasnya.

Sebelumnya, salah seorang sopir pengguna narkoba yang terjaring razia, RM mengaku biasa mengkonsumsi narkoba di Kampung Kurnia, Kecamatan Medan Belawan. Di sana, tersedia lapak dan sabu bagi sejumlah sopir angkot yang di Kota Medan.

Menurut RM, biasanya mereka membeli sabu dari seorang kasir yang ada di lokasi itu. Namun RM berdalih tidak mengetahui siapa pemilik lapak tersebut. Dia mengaku hanya memakai sabu di lokasi, lalu berangkat untuk menarik angkot. “Biasanya langsung kita kasih Rp30 ribu, lalu kasirnya yang langsung ngasih (sabunya). Itu belum lengkap dengan alat (bong), makanya alat dibuat sendiri,” kata RM.

RM mengatakan, sabu mereka beli dengan harga Rp30 ribu. Sabu itu biasa dipakai bertiga oleh para sopir. Untuk membeli sabu, mereka biasa patungan dengan biaya Rp10 ribu per orang. RM beralasan, dirinya memakai sabu sebelum bekerja agar tidak mengantuk dan cepat lelah saat berkendara. (map/ila)

Gubsu Edy Menangis di Hadapan Penyandang Disabilitas

USAP KEPALA: Gubsu Edy Rahmayadi ditemani istrinya, Nawal Lubis, mengusap kepala seorang penyandang Disabilitas sambil terharu menangis, di rumah dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (13/12). prans/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana haru biru begitu terasa di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (13/12). Tatkala saat Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan doa agar Sumut senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Edy menangis saat menyampaikan doa di acara Hari Disabilitas Internasional. “Saya selalu berdoa kepada Tuhan berikan kekuatan kepada kita semua. Demi Allah, saya selalu berdoa setiap pagi, lindungi rakyat Sumatera Utara ini,” ungkapnya.

USAP KEPALA: Gubsu Edy Rahmayadi ditemani istrinya, Nawal Lubis, mengusap kepala seorang penyandang Disabilitas sambil terharu menangis, di rumah dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (13/12). prans/sumutpos.

 Usai menyampaikan sambutan, mantan Pangkostrad terlihat bernyanyi. Di sela-sela menyanyi, Edy kembali membacakan doa hingga menangis. “Jagalah rakyat-rakyat semuanya, aku menyayangi mereka ya Allah. Jangan kau cabut nyawa kami ya Allah, sebelum kau berikan kami husnul khotimah,” katanya bermunajat. 

Setelah membacakan doa, Edy terlihat kembali ke tempat duduk. Saat sampai di tempat duduk, Edy terlihat mengambil tisu dan menghapus air matanya.

 Sebelumnya saat beri sambutan, suami Nawal Lubis itu menyampaikan apresiasi terhadap atlet disabilitas yang meraih emas di Pekan Paralimpiade Nasional 2021n

“Saya apresiasi, terutama atlet NPC. Anda dengan keterbatasan seperti ini. Saya tau benar itu di Papua sana, begitu sulitnya,” katanya. Ia mengaku sudah dua kali dinas di Papua, bahwa orang yang lengkap saja secara fisik sulit hidup di sana.

Lebih lanjut dikatakannya, banyak yang tubuhnya sempurna belum bisa berbuat banyak seperti para atlet NPC. Edy Rahmayadi turut menyebut dirinya belum bisa berbuat banyak untuk Sumut. “Sementara yang sempurna saja belum bisa berbuat maksimal seperti Anda, terkhusus saya (seorang gubernur). Saya belum bisa berbuat itu,” tuturnya. (prn/ila) 

Bantu Capai Target 70 Persen, Polsek Medan Timur Gelar Vaksinasi Bagi Lansia dan Masyarakat Umum

BERBINCANG: Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan berbincang dengan masyarakat lansia yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Kantor Lurah Sei Kera Hilir I, Medan Perjuangan, Senin (13/12).M IDRIS/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Medan Timur menggelar vaksinasi Covid-19 di Kantor Lurah Sei Kera Hilir I, Jalan Pimpinan, Medan Perjuangan, Senin (13/12). Vaksinasi yang digelar diperuntukkan bagi orang lanjut usia (lanjut) dan masyarakat umum.

BERBINCANG: Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan berbincang dengan masyarakat lansia yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Kantor Lurah Sei Kera Hilir I, Medan Perjuangan, Senin (13/12).M IDRIS/sumutpos.

Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan mengatakan, dalam vaksinasi yang digelar tersebut disediakan sebanyak 714 dosis. “Vaksin yang disediakan sebanyak 712 dosis untuk diberikan kepada lansia dan masyarakat umum,” kata Rona.

Menurut Rona, kegiatan vaksinasi yang dilakukan dalam upaya mendukung program pemerintah percepatan pembentukan herd imnunity. Selain itu, untuk mendorong capaian target vaksinasi 70 persen di akhir Desember 2021. “Masyarakat sangat antusias mengikuti vaksinasi. Saya mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin untuk mau mengikuti vaksinasi karena baik bagi kesehatan mencegah terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Rona menuturkan, kegiatan vaksinasi tersebut bukan baru kali ini dilakukan tetapi sudah beberapa kali. “Kita menjemput masyarakat lanjut usia dan masyarakat umum untuk mengikuti vaksinasi. Ini sebagai bentuk pelayanan Polsek Medan Timur membantu masyarakat,” ucapnya.

Dia menambahkan, vaksinasi yang digelar itu hanya berlangsung satu hari untuk dosis satu. Sedangkan dosis kedua, nantinya masyarakat datang kembali ke tempat yang sama satu bulan kemudian. “Satu hari saja untuk dosis pertama. Ada tiga jenis vaksin yang disediakan, yaitu Sinovac, Astra Zeneca, dan Moderna,” pungkasnya.

Sat Brimob Poldasu Gelar Ops Yustisi

Di tempat berbeda, Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sat Brimob Polda Sumut) gabungan  melaksanakan Ops Yustisi dan imbauan protokol kesehatan (Prokes) di malam hari. Hal ini bertujuan terus menekan penyebaran Covid-19.

Sebanyak 1 SSR personel Brimob Polda Sumut diturunkan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat serta pemilik usaha mikro di seputaran Jalan Sisingamangaraja, Jalan HM Joni dan Jalan Menteng Kecamatan Medan Amplas, Minggu (12/12) malam. Ops Yustisi ini bersinergi dengan TNI dan unsur terkait, dilaksanakan sejak Senin (6/12) lalu.

“Imbauan dan pendisiplinan Prokes terus dilakukan oleh petugas gabungan TNI Polri serta unsur terkait sebagai upaya dalam mencegah virus Corona,” kata Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono. (ris/dwi/ila)

Dinas Perdagangan Kota Medan Berkolaborasi dengan Grab, Hadirkan Bazar Produk Unggulan UMKM

Asmalina, Sekretaris Dekranasda Kota Medan dan Teddy Firman Supardi, Public Affairs Manager-Sumatra Territory, Grab Indonesia saat peresmian acara Bazar Produk Unggulan UMKM 2021 yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Kota Medan.(ist).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perdagangan Kota Medan berkolaborasi dengan Grab Indonesia mendorong perkembangan dan memberdayakan para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Medan dengan berbasis teknologi.

Asmalina, Sekretaris Dekranasda Kota Medan dan Teddy Firman Supardi, Public Affairs Manager-Sumatra Territory, Grab Indonesia saat peresmian acara Bazar Produk Unggulan UMKM 2021 yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Kota Medan.(ist).

Dengan itu, Dinas Perdagangan Kota Medan menggelar kegiatan tahunan Bazar Produk Unggulan UMKM 2021 di Kota Medan, Selasa (14/12). Melalui kegiatan ini, Grab mendorong UMKM Medan untuk dapat memanfaatkan teknologi dengan bergabung ke dalam ekosistem Grab.

Kegiatan ini, bertujuan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk meningkatkan UMKM naik kelas dengan pendampingan peningkatan produktivitas dan berbasis digitalisasi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, H. Dammikrot Harahap menjelaskan saat ini digitalisasi menjadi sebuah keharusan bagi para pelaku UMKM untuk dapat meningkatkan usahanya.

“Mengingat digitalisasi dapat membantu mereka dalam memperoleh pasar yang lebih luas sehingga dapat mempertahankan usaha,” sebut Dammikrot.

Dammikrot mengucapkan terima kasih kepada Grab atas dukungan dan partisipasinya dalam memajukan UMKM Medan untuk dapat naik kelas melalui ekosistem yang dimiliki oleh Grab.

“Saya mengajak seluruh UMKM Medan untuk dapat segera memanfaatkan fasilitas yang sudah ada ini agar bersama kita dapat maju dan berjuang dalam mempertahankan perekonomian lokal,” ucap Dammikrot.

Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan talkshow bertajuk “Go Digital, Go Productive, Go Global” yang diisi oleh Public Affairs Manager-Sumatra Territory, Grab Indonesia, Teddy Firman Supardi, serta diikuti oleh ratusan pelaku UMKM di Kota Medan.

Public Affairs Manager Sumatra Territory, Grab Indonesia, Teddy Firman Supardi, mengatakan pihaknya mendukung dan sejalan dengan misi GrabForGood yang turut serta dalam pengembangan daerah di Indonesia dalam menggunakan teknologi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dengan memanfaatkan teknologi Grab yang inklusif, diharapkan dapat memajukan kualitas UMKM Medan dalam menjalankan usahanya melalui ekonomi digital Grab seperti layanan GrabFood, GrabKios, GrabMart, dan GrabExpress, serta membantu pemerintah kota Medan dalam menggerakkan roda perekonomian lokal,” tandas Teddy.(gus)

Pasca Dilantik, David Luther Lubis Launching 3 Program Unggulan AMPI Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berbeda dari kebanyakan Organisasi Kemasyaratan Pemuda (OKP) yang ada di Tanah Air, pelantikan pengurus Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumatera Utara periode 2021-2026 mengikuti perkembangan zaman.

OKP yang digawangi Ketua David Luther Lubis, Sekretaris Gabriel Nainggolan dan Bendahara Angelina Seprina Lubis ini tak ingin citra buruk pemuda melekat pada mereka di era 4.0 saat ini.

“Hari ini pemuda itu selalu menjadi momok di tengah-tengah masyarakat, khususnya Ormas dan OKP yang ada di masyarakat ini. Ke depannya saya yakin AMPI mampu merubah itu semua. Membawa AMPI menjadi lebih modern dan lebih intelektual,” ungkapnya usai dilantik di Hotel Adi Mulia, Senin (13/12) malam.

Di hadapan Ketua Umum Dito Ariotedjo, ratusan kader dan tamu undangan lainnya, David melaunching 3 program unggulan AMPI Sumut dan dipastikan hanya satu-satunya ada di organisasi kepemudaan. Pertama Koperasi Energi Muda AMPI Sumut (Emas), Kartu Tanda Anggota (KTA) berbasis e-money, dan sekolah politik AMPI Sumut Academy.

“Koperasi Energi Muda AMPI Sumut ini untuk menampung UMKM-UMKM di daerah-daerah. Kawan-kawan (kader AMPI) yang ada di daerah ini memiliki karya nyata di bidang masing-masing. Kemudian yang kedua program KTA berbasis e-money. KTA ini multifungsi, menjadi tanda pengenal dan bisa dijadikan alat bukti bayar sekaligus menjadi tanda apabila kita buat kegiatan AMPI Sumut yang nantinya terintegrasi dengan website yang baru saja kita buat,” katanya.

David menambahkan, KTA ini juga berfungsi sebagai e-parking yang cashless, kartu ini kita buat memiliki barcode. Untuk program unggulan ketiga sekolah politik AMPI Sumut Academy. Pihaknya tahu hari ini di AMPI itu banyak sekali satuan pelajar ataupun PNS atau ASN yang tidak bisa terjun ke dunia politik. Di AMPI Sumut semua bisa terakomodir.

“Rekan-rekan juang yang mengikuti program AMPI Sumut Academy ini nantinya akan mendapat rekomendasi menjadi calon legislatif ataupun calon kepala daerah di Sumut,” pungkasnya.(rel)

Pemkab Gelar Pertemuan dengan 12 Perwakilan Bakal Fasilitasi 4 Keinginan Serikat Pekerja dan Buruh

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Serikat Pekerja/Buruh pada saat demonstrasi di Lapangan Garuda, Kecamatan Tanjungmorawa, pada 6 Desember 2021 lalu, Pemkab Deliserdang menggelar pertemuan dengan 12 perwakilan Serikat Pekerja dan Buruh yang berada di daerah tersebut, di Ruang Rapat Lantai 2, Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (8/12) lalu.

Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar bersama Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto P Sirait, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deliserdang TH Sitanggang, Kepala UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah 2 Dinas Tenaga Kerja Sumut Romaden Lubis, beserta Pegawai Pengawas/PPNS Sopian Siregar Siregar, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Deliserdang Norma Siagian, dan pejabat lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Ali Yusuf mengatakan, kenaikan upah yang selama ini dipermasalahkan, bagi Pemkab Deliserdang tidak jadi masalah.

Kalau bisa, para pekerja dan buruh mendapatkan lebih besar lagi di atas UMK. Namun, untuk membicarakan UMK ini, ada aturan-aturan yang berlaku, yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021, dan lain sebagainya.

“Pemkab Deliserdang berkeinginan agar masyarakat sejahtera, sesuai dengan visi misinya, yakni wilayah dan masyarakatnya maju, sejahtera, sekaligus religius dan rukun dalam kebhinekaan,” ungkap Ali Yusuf.

Setelah pertemuan tersebut, Ali Yusuf menyebutkan, ada 4 hal yang diserap dari aspirasi 12 Perwakilan Serikat Pekerja dan Buruh tersebut, yang akan difasilitasi pemerintah. Yakni mereka meminta Pemkab Deliserdang mengirimkan permohonan secara tertulis ke Pemprov Sumut agar UMK Deliserdang direvisi kembali. Selanjutnya, mereka menginginkan duduk bersama dengan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Deliserdang, untuk membahas struktur dan skala upah pada 2023.

Selanjutnya, mereka bersedia dan siap untuk dilibatkan, dalam kaitan pengupahan. Dan terakhir, perwakilan Serikat Pekerja dan buruh ini, menginginkan, dalam waktu dekat adanya pasar murah di sentra-sentra industri berbagai tempat untuk menghadapi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. (mag-1/saz)

Bawa Sabu-sabu, 3 Warga Dairi Ditangkap di Karo

PAPARAN: Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, didampingi Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, saat memaparkan tangkapan narkoba.

KARO, SUMUTPOS.CO – Tertangkap membawa narkoba jenis sabu-sabu, 3 warga Kabupaten Dairi ditangkap saat melintas di Jalan Veteran Berastagi, Kabupaten Karo.

PAPARAN: Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, didampingi Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, saat memaparkan tangkapan narkoba.

Ketiga pelaku, yakni Kasim Sinuraya (58) warga Desa Lau Tawar, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Panda Junius Tarigan (35) warga Desa Kempawa, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, dan Rianto Lumban Gaol (19) warga Desa Rantai Besi, Kecamatn Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.

Ketiganya ditangkap Satres Narkoba Polres Tanah Karo, bekerja sama dengan BNNK Karo, baru-baru ini. Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, didampingi Kasat Res Narkoba AKP Hendri D Tobing, Iptu Hendrik Tarigan, dan Kasi Berantas BNNK Karo Kompol Robinson Ginting, kepada wartawan, mengatakan, penangkapan terhadap ketiga pelaku berawal dari adanya informasi yang diperoleh, dan langsung ditindaklanjuti bersama BNNK Karo.

“Pelaku ditangkap saat sedang mengendarai mobil merek Wuling dengan pelat BB 1663 YD, menuju Dairi,” ungkap Yustinus, saat konfrensi pers di Polres Tanah Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Jumat (10/12) lalu.

Setelah penangkapan, personel langsung melakukan penggeledahan, dan ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip ukuran besar, berisikan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu, setelah ditimbang seberat 580 gram.

Selain itu, turut diamankan satu buah plastik klip ukuran besar dalam keadaan kosong, satu buah plastik bening ukuran besar dalam keadaan kosong, satu buah amplop warna coklat ukuran besar, satu buah plastik kresek, satu unit handphone jenis android merek Samsung, dan satu unit handphone merek Nokia. Setelah itu, personel langsung menggiring pelaku ke Mapolres Tanah Karo, untuk pengembangan.

Atas perbuatan tersebut, ketiga pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (deo/saz)

UPT Dinas BMBK Sumut di Binjai Terkait Titi Besi Bandar Senembah, Perbaikan Tunggu Anggaran Turun

RUBUH: Pondasi Jembatan Bandar Senembah yang rubuh diterjang derasnya arus Sungai Bingai. Namun, instansi terkait belum ada melakukan penanganan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Unit Pelaksana Teknis Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (UPT BMBK) Sumut di Kota Binjai, hanya dapat berpangku tangan, menunggu anggaran turun, terkait perbaikan Jembatan Bandar Senembah. Padahal, kondisi jembatan yang kerap disebut sebagai Titi Besi Bandar Senembah ini, makin memprihatinkan.

RUBUH: Pondasi Jembatan Bandar Senembah yang rubuh diterjang derasnya arus Sungai Bingai. Namun, instansi terkait belum ada melakukan penanganan.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Dinas BMBK Sumut Binjai-Langkat, Linda Erwan mengaku, sudah mengetahui kondisi Titi Besi Bandar Senembah yang kian mengkhawatirkan. Bahkan, dia mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi.

“Kami sudah survei,” ungkap Linda, ketika dikonfirmasi, Senin (13/12).

Soal penahan erosi berupa tumpukan karung pasir adalah langkah antisipasi awal dari UPT Dinas BMBK Sumut di Binjai-Langkat, Linda membantah. Artinya, bukan UPT Dinas BMBK Sumut di Binjai-Langkat yang melakukan antisipasi tersebut.

“Waktu kami survei, sudah ada itu. Bukan kami, yang membuat sandbag (karung pasir) Pemko,” jelasnya.

Ini menunjukan UPT Dinas BMBK Sumut di Binjai-Langkat, belum ada melakukan langkah awal sebagai antisipasi dini. Artinya, UPT sebagai perpanjang tangan Pemerintah Provinsi Sumut di Binjai-Langkat, hanya dapat menunggu anggaran turun, lalu melakukan perbaikan.

Sandbag adalah penahan agar pondasi Jembatan Bandar Senembah yang sudah ambruk menjadi beberapa bagian, tidak berkelanjutan.

“Langkah awal untuk saat ini belum ada, karena tidak ada dana untuk perbaikan. Tapi sudah diusulkan penanganan 2022,” beber Linda.

Disinggung pengusulan anggaran perbaikan pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022 Pemprov Sumut, Linda membenarkan. Namun, menurutnya, APBD Sumut Tahun Anggaran 2022 belum diketuk bersama DPRD Sumut.

“Belum, masih diusulkan, tapi sudah diprioritaskan. Belum ketuk (APBD Sumut 2022), berarti belim disetujui,” urainya lagi.

Sementara itu, APBD Sumut 2022 sudah disetujui bersama. Bahkan, sudah disahkan.

Sebelumnya, kondisi Jembatan Bandar Senembah yang menghubungkan Kecamatan Binjai Barat dengan Binjai Kota, kian mengkhawatirkan. Ditambah lagi, cuaca belakangan ini semakin buruk. Tak ayal, pondasi jembatan kian tergerus derasnya arus Sungai Bingai. Bahkan pantauan wartawan, pondasi yang terbuat dari batu cor, pun sudah runtuh dan pecah menjadi beberapa bagian.

Antisipasi sementara pun dilakukan dengan meletakkan beberapa karung pasir. Meski demikian, karung pasir yang tersusun untuk menahan derasnya arus Sungai Bingai, tak mampu bertahan. Susunan karung pasir akhirnya ambruk, karena tak mampu menahan. Pengguna jalan yang melintasi Titi Besi Bandar Senembah, yang terletak di belakang Rumah Dinas Wali Kota Binjai ini, pun khawatir.

Sebab, Titi Besi Bandar Senembah dapat saja rubuh, dan kondisi itu pernah terjadi pada beberapa tahun silam. Warga sekitar juga merasakan kekhawatiran yang sama. Apalagi mereka yang bermukim di sekitar jembatan tersebut. Menurut warga, pondasi batu cor tersebut, rubuh pada Jumat (10/12) dini hari lalu.

“Getarannya pun kami rasakan sampai sini. Karung-karung itu juga enggak mampu menahannya. Ikut runtuh, sama pasir yang di dalam karung,” ujar Iqbal, warga sekitar.

Pemko Binjai sudah mengambil langkah awal sebagai antisipasi dini, dengan menempatkan personel dari Dinas Perhubungan Kota Binjai di dekat Titi Besi Bandar Senembah. Tujuannya, untuk menghalau dan memerintahkan truk bermuatan maupun tidak, agar putar balik. Artinya, truk bermuatan atau tidak, dilarang melintasi Titi Besi Bandar Senembah.

Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah, juga sudah menyampaikan kepada Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi, terkait pondasi Titi Besi Bandar Senembah, agar segera diperbaiki pada kesempatan kunjungan kerja orang nomor satu di Sumut itu, ke Binjai. (ted/saz)

Riset LD FEB UI: Kontribusi Ekosistem Gojek kepada PDRB Medan Diperkirakan Capai Rp 9,9 Triliun

Kontribusi ekosistem Gojek dan GoTo Financial di kota Medan diperkirakan mencapai Rp 9,9 triliun atau setara dengan 4,1 % PDRB kota Medan tahun 2020.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ekosistem Gojek kembali menunjukkan kontribusi positif pada perekonomian kota Medan pada tahun 2021. Solusi teknologi dan non-teknologi Gojek membantu mitra driver dan UMKM lebih tangguh dan lebih cepat pulih dari dampak pandemi melalui peningkatan pendapatan di tahun 2021 dibanding 2020.

Ketangguhan dan peningkatan pendapatan tersebut membuat kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) diperkirakan menjadi sekitar Rp 9,9 triliun di tahun 2021 atau setara dengan 4,1% PDRB kota Medan. Demikian temuan dari riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang berjudul “Kontribusi Ekosistem Gojek dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Kota Medan Selama Pandemi 2020-2021.

Peneliti LD FEB UI Dr. Alfindra Primaldhi mengatakan, “Riset ini merupakan penelitian keempat terkait dampak ekosistem Gojek yang kami lakukan setiap tahunnya. Pada riset tahun ini, kami melihat mitra dalam ekosistem Gojek mulai mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan awal pandemi. Hal ini menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya.”

Temuan menarik lainnya dari riset ini adalah bagaimana layanan Gojek telah menjadi pilihan utama bagi konsumen di Kota Medan, serta kemampuan ekosistem Gojek mendukung mitra-mitranya selama pandemi sehingga mereka optimis terhadap pemanfaatan platform online sebagai tempat mencari nafkah.

Temuan-temuan utama riset ini: adalah sebagai berikut:

● Ekosistem Gojek menjadi pilihan utama warga Medan

○ 76% dan 88 % konsumen selalu memanfaatkan layanan GoRide dan GoCar

○ 88% konsumen selalu menggunakan layanan GoFood

○ 79% konsumen selalu memanfaatkan GoSend

● Mitra mendapatkan banyak manfaat dari platform online sebagai tempat mencari nafkah

○ 2/3 mitra driver memprioritaskan fleksibilitas waktu dalam kemitraan dengan Gojek. Fleksibilitas ini memungkinkan mereka membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga

○ 9 dari 10 mitra driver GoRide menyatakan mereka tetap dapat memiliki pendapatan selama pandemi untuk menafkahi diri dan keluarga melalui kemitraan dengan Gojek

○ Mayoritas mitra GoRide dan GoCar menyatakan kemitraan dengan Gojek meningkatkan kualitas hidup mereka

○ Pendapatan Mitra UMKM GoFood Medan rata-rata naik 46% di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020

○ Mitra mengapresiasi berbagai dukungan yang diberikan Gojek seperti potongan harga dari program Swadaya serta inisiatif menjaga keamanan, kesehatan, dan higienitas mitra.

Keandalan ekosistem dan solusi Gojek membantu UMKM dan pengusaha pemula terus tumbuh di tengah pandemi

○ 1 dari 5 mitra UMKM di Kota Medan bergabung ke GoFood saat pandemi

○ 1 dari 5 mitra UMKM adalah pengusaha pemula yang langsung go-digital

○ 4 dari 5 UMKM percaya GoFood mendorong pertumbuhan usaha. Manfaat utama yang dirasakan UMKM dari kemitraan dengan GoFood adalah 1) kesempatan untuk ikut dalam program promosi GoFood, 2) perluasan akses pasar, 3) kemudahan pengelolaan operasional melalui aplikasi GoBiz, dan 4) pelatihan kewirausahaan.

○ 3 dari 4 mitra UMKM menganggap biaya komisi GoFood sudah sesuai dengan manfaat yang didapatkan

Alfindra memaparkan, “Keberadaan ekosistem Gojek membantu meningkatkan pendapatan mitra driver dan UMKM selama pandemi. Dalam penelitian ini kami juga melihat mayoritas konsumen Medan (lebih dari 80%) akan tetap menggunakan aplikasi Gojek meski tanpa promo. Hal tersebut mencerminkan persepsi positif konsumen terhadap ekosistem Gojek sebagai platform yang mendukung masyarakat untuk tetap produktif dan aman di masa pandemi.”

Diperkirakan Berkontribusi Rp 249 Triliun

Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K Walandouw, melanjutkan, “Untuk tingkat nasional, kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) diperkirakan mencapai 1,6% dari PDB Indonesia, atau sekitar Rp 249 triliun di tahun 2021. Kontribusi ekonomi ini meningkat 60% dibandingkan tahun sebelumnya. ”

Menurut Paksi, resiliensi, kecepatan pemulihan melalui peningkatan pendapatan mitra driver dan UMKM yang berada di ekosistem Gojek, serta loyalitas konsumen berdampak positif pada pemulihan ekonomi Indonesia pada masa pandemi. Ini ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan para mitra driver dan UMKM pada 2021, yang diperkirakan akan mencapai Rp 66 triliun dari tahun 2020 ke 2021.

Angka kontribusi Gojek baik di tingkat kota Medan maupun nasional dihitung berdasarkan total pendapatan (sumbangan langsung) dari mitra driver GoRide dan GoCar di sektor transportasi darat, dan total pendapatan dari platform Gojek (sumbangan tidak langsung) dari mitra UMKM GoFood, UMKM social seller, dan mitra UMKM GoTo financial, serta dampak ekonomi ikutan (multiplier) yang dihitung dari total output untuk sektor perhubungan darat dan sektor penyediaan jasa dan minuman berdasar tabel input output . 2

Riset LD FEB UI dilakukan di 16 kota dengan responden riset ini adalah konsumen, UMKM, mitra driver dan mitra kurir yang sudah menggunakan layanan Gojek sebelum pandemi (sejak Maret 2020).

Total responden yang mengisi kuesioner secara lengkap dan dapat dilakukan analisis adalah 42.471 orang, terdiri dari 10.837 mitra driver GoRide, 9.756 mitra driver GoCar, 7.228 mitra driver GoSend dan GoKilat, 4.363 mitra UMKM GoFood, 1.728 mitra UMKM social seller, dan 8.559 konsumen.

Mayoritas responden (95%) tersebar di 21 kota . Pengumpulan data dilakukan secara online dengan 3 pendekatan simple random sampling (margin of error 2%, level of confidence 95%). (rel)