Home Blog Page 2946

Kabupaten Dairi Punya Sekda Baru, Ini Orangnya..

SUMPAH: Budianta Pinem saat diambil sumpah janji jabatan sebagai Penjabat Sekda Dairi gantikan Leonardus Sihotang yang dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy KA Berutu melantik Budianta Pinem sebagai sekretaris daerah (Sekda) menggantikan, Leonardus Sihotang yang dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati pada pelantikan jabatan pimpinan tinggi (JPT) dan pejabat administrator di Gedung Balai Budaya Sidikalang.

SUMPAH: Budianta Pinem saat diambil sumpah janji jabatan sebagai Penjabat Sekda Dairi gantikan Leonardus Sihotang yang dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati Dairi.

Pelantikan Budianta Pinem menjadi Sekda digelar secara virtual dari Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Senin (13/12).

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Informasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika, Iswan Togatorop menyampaikan, dasar pelantikan mempedomani peraturan presiden (Perpres) Republik Indonesia nomor 3 tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah khususnya pada pasal 8 dan 9.

Pelantikan disaksikan Kepala BKPSDM Dairi, Dapot Hasudungan Tamba dan Asisten Pemerintahan, Jonny Hutasoit.

Iswan menyebut, dalam arahanya, Eddy KA Berutu meminta supaya Budianta Pinem melaksanakan amanah dengan baik.

Sementara itu, Kepala BKPSDM, Dapot Tamba mengatakan, saat ini Pemkab Dairi, sedang melaksanakan seleksi terbuka untuk mengisi 6 jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong pasca mutasi awal Desember 2021 lalu.

Ke 6 pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilelang itu yakni Kepala Dinas Kesehatan, Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Sekretaris Daerah.

Dapot mengatakan, Bupati menginstruksikan agar semua tahapan yang sudah direncanakan dapat berjalan sesuai jadwal. Ia berharap, melalui proses seleksi tersebut diperoleh yang terbaik.

“Pejabat hasil seleksi terbuka akan dilantik akhir bulan Desember 2021. Awal tahun 2022, seluruh pimpinan OPD sudah terisi. Sehingga diharapkan, pejabat baru nanti dapat bekerja maksimal mencapai visi misi Pemkab Dairi mewujudkan Dairi Unggul yang mensejahterakan masyarakat dalam harmoni keberagaman,” jelas Iswan. (rud)

Minta Penghitungan Ulang Surat Suara Pilkades, Warga Lae Hole 1 Unjukrasa ke Kantor DPRD & Bupati Dairi

UNJUKRASA: Puluhan masyarakat desa Lae Hole 1, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, unjukrasa ke kantor DPRD dan Bupati Dairi menuntut penghitungan ulang surat suara Pilkades, 25 November 2021 lalu.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Desa Lae Hole 1, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, menggelar aksi unjukrasa ke kantor DPRD dan Bupati Dairi, Selasa (14/12). Aksi warga untuk menuntut supaya dilakukan penghitungan ulang surat suara pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, 25 November 2021 lalu.

UNJUKRASA: Puluhan masyarakat desa Lae Hole 1, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, unjukrasa ke kantor DPRD dan Bupati Dairi menuntut penghitungan ulang surat suara Pilkades, 25 November 2021 lalu.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Di kantor DPRD, pemimpin orasi, Robinson Simbolon menyampaikan, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu telah membodohi rakyat dengan kekuasaanya. Dimana, Bupati Dairi selalu mengarahkan permasalahan Pilkades diselesaikan lewat jalur hukum di pengadilan.

“Padahal, dalam Undang Undang Desa diamanatkan, setiap persoalan Pilkades wajib diselesaikan Bupati/Wali Kota, dalam waktu 30 hari pasca pelaksanaan Pilkades. Artinya, penyelesaian sengketa Pilkades cukup diselesaikan oleh Bupati dan bukan ke pengadilan,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani serta 35 anggota dewan lainya, untuk tidak ikut-ikutan membodohi masyarakat. Sekaligus mendesak, supaya Pemkab Dairi melakukan penghitungan ulang surat suara Pilkades Lae Hole 1.

Robinson menegaskan, harapan untuk penghitungan ulang surat suara, karena penyelenggara pemilihan yaitu panitia pemilihan kepala desa (P2KD) Lae Hole 1, telah menzolimi calon kepala desa nomor urut 2, Mangaranap Lumban Tobing serta masyarakat selaku pendukungnya.

“P2KD dan kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) diduga telah sewenang-wenang membuat keputusan membatalkan suara untuk nomor urut 2. Aspirasi atau instruksi dilakukan saksi calon nomor 2, Parluhutan Manurung tidak diabaikan KPPS dan P2KD, sehingga merugikan calon dan kami sebagai masyarakat,” ucapnya.

Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani ditemani Sekretaris Dispemdes, Edison Silalahi serta Kabid Administrasi dan Pemerintahan Desa, Selamat Bancin menemui para warga. Sedangkan Robinson Simbolon bersama kuasa hukum calon nomor urut 2, Jetra Bakara, Josef Situmorang, Irawati serta tim pendamping, Parulian Saragih serta Parlin Tamba.

Anggota DPRD Dairi, Nasib Marudur Sihombing minta supaya Pemkab Dairi mengakomodir aspirasi warga untuk dilakukan penghitungan ulang.

“Saya harap pimpinan dewan merekomendasikan kepada Pemkab Dairi agar dilakukan penghitungan ulang,” ungkapnya.

Nasib sangat menyesalkan, jika Pemkab Dairi mengarahkan masyarakat agar penyelesaian Pilkades digugat ke pengadilan. Harusnya lanjut Nasib, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu bisa menyelesaikan semua sengketa Pilkades tanpa mengarahkan gugatan ke pengadilan.

Usai melakukan pertemuan di gedung DPRD, masyarakat desa Lae Hole 1, kembali melanjutkan aksi ke kantor Bupati. Selesai menggelar aksi, Robinson Simbolon kepada wartawan mengatakan, sesuai pertemuan di gedung DPRD, Dispemdes akan membalas surat warga Lae Hole 1 untuk penghitungan ulang surat suara seminggu setelah pertemuan.

“Atau paling lama seminggu sebelum pelantikan Kades terpilih,” ungkap Robinson. (rud)

Maling Kompresor AC Ruko Terekam CCTV

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maling kompresor AC di rumahtoko (ruko) Jalan Gunung Krakatau No 9 PP, Medan Timur, terekam kamera pengintai atau CCTV. Aksi pelaku pencurian tersebut, terjadi, yang diperkirakan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (12/12).

Rekaman video aksi maling itu tersebar di media sosial (medsos). Dalam video yang berdurasi 1.20 detik tersebut, pelaku memanjat dan naik ke atap ruko. Selanjutnya, pelaku berjalan di genteng lalu ke bagian samping ruko, ke tempat kompresor AC. Pelaku kemudian mengambil kompresor AC dan melarikan diri.

Aksi maling tersebut, ternyata tidak dilakukan sendirian. Rekan pelaku telah menunggu di atas sepeda motor tidak jauh dari ruko. Setelah berhasil mengambil kompresor AC, kedua pelaku pencurian ini langsung kabur.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu Jefri Simamora mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait pelaku pencurian di ruko. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan memburu pelaku pencurian tersebut. “Sudah kita monitor, masih kita lidik. Kami juga menunggu korban untuk membuat laporan,” pungkasnya. (ris/azw)

Korban Minta Dua Tersangka Mafia Tanah Ditahan, Laporan Sudah Berlangsung Sejak 23 Juli 2021

JUAL BELI TANAH: Surat jual beli dan pemindahan antara tersangka JMS, IS kepada Radius Ginting (korban).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Radius Ginting (55) warga Sedap Malam III Kelurahan Sempakata Kecamatan Medan Selayang, meminta Polrestabes Medan menahan JMS (38) dan IS (53), dua tersangka dugaan menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik dan penipuan, berdasarkan LP/1245/K/V/2020/SPKT/Restabes Medan.

JUAL BELI TANAH: Surat jual beli dan pemindahan antara tersangka JMS, IS kepada Radius Ginting (korban).

Radius Ginting diduga menjadi korban kasus mafia tanah oleh kedua tersangka, yang disangkakan melanggar Pasal 266 dan atau 378 KUHPidana.

Meski JMS dan IS telah menyandang status tersangka, namun hingga kini, SP Sidik/1662/VII/Res.1.9./2020/Reskrim, tanggal 23 Juli 2020 dan SP Sidik/1502/IX/Res.1.9/2021/Reskrim, tanggal 25 September 2021, terkesan jalan di tempat.

Pasalnya, tersangka JMS belum mengindahkan dua kali pemanggilan pascapenetapan tersangka maupun saat berstatus saksi.

“Kita heran melihat kinerja kepolisian. Apa mungkin seseorang tersangka tidak mengindahkan pemanggilan penyidik? Anehnya menurut informasi tersangka IS justru ditangguhkan dan wajib lapor. Kesannya penyidik bekerja tidak profesional. Ada apa dengan penyidik tidak melakukan pemanggilan paksa?,” ujar Ginting kepada wartawan, Selasa (14/12).

Ginting mengatakan, ia terpaksa menempuh jalur hukum pascapermohonan penerbitan sertifikat hak milik berujung pemblokiran justru melibatkan oknum Lurah, BPN, Notaris dan mafia tanah cukup rapi.

Awalnya, lanjut Ginting, kasus bermula dari pembelian sebidang tanah dari IS seluas 216 M2 terletak di Jalan Jamin Ginting Lingkungan II Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang. Namun dalam proses pembuatan sertifikat, Lurah Beringin malah melakukan pemblokiran ke pihak ATR/BPN Medan, berdasarkan permohonan Radius Ginting untuk menerbitkan SK pemberian Hak atas Tanah.

Dengan adanya pemblokiran itu, lanjutnya, permohonan yang sudah berjalan sejak tanggal 19 Februari 2020 lalu, tak kunjung selesai hingga kini. Kerugian pun ditaksir cukup besar.

Kemudian, kata dia, BPN menerbitkan surat pemberitahuan ke Radius Ginting pada tanggal 23 Maret 2021, dimana surat bernomor HP.01.01/1629 12.71.300/III/2021, menjelaskan penolakan dan tidak dapat ditindaklanjuti. “Saya menilai kasus ini sengaja dipersulit. Seharusnya penyidik melakukan penahanan terhadap kedua tersangka karena sejak awal tersangka berupaya menghindar. Kita curiga kedua tersangka melarikan diri, menghilangkan atau merusak barang bukti maupun sebagainya,” pinta Ginting.

Selanjutnya, sambung Ginting, IS tidak pernah mengajukan permohonan SHM kepada BPN Kota Medan. Anehnya, permohonan sertifikat hak milik (SHM) yang diajukan Ginting sebelumnya justru tidak direspon Lurah maupun BPN Kota Medan pada tanggal 23 Maret 2021.

Sementara sisa tanah seluas 215 M2 yang dibangun 2 unit ruko milik IS, kemudian dijual kepada Budianto Sembiring justru diproses permohonan SHM ditandatangani Lurah dan disetujui BPN Kota Medan.

Atas kasus ini, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, Riachad Sihombing membenarkan telah menerima berkas surat perintah dimulai penyidikan (SPDP), perkara dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu kedalam suatu akta otentik dan atau penipuan sebagaimana diatur pasal 266 dan atau 378 KUHPidana. “Benar, dalam perkara ini, kita baru menerima berkas SPDP berkas kedua tersangka dari pihak Polrestabes Medan,” tandasnya. (man/azw)

Sidang Dugaan Jual Beli Jabatan Pemko Tanjungbalai, Mantan Sekda Akui Beri Uang Rp100 Juta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungbalai, Yusmada mengaku tidak pernah menanyakan uang terima kasih Rp100 juta, yang ia serahkan ke Sajali. Hal itu diutarakannya dalam sidang dugaan jual beli jabatan, beragendakan keterangan terdakwa, di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (14/12).

Dalam pengakuannya, uang itu ia serahkan ke Sajali yang merupakan teman dekat mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial untuk memuluskan jalannya menjabat sebagai Sekda Tanjungbalai.

Awalnya, kata Yusmada, ia mengaku sempat menolak tawaran Sajali menjadi Sekda Tanjungbalai, karena dia dapat mengatur mutasi pegawai hingga dijanjikan sejumlah proyek di Tanjungbalai.

“Disampaikan Sajali, bahwa mungkin pilihan pak Wali jatuh ke saya. Lalu saya tanya kira-kira bagaimana nanti, dan dijawabnya kalau jadi Sekda semua urusan pemerintahan diserahkan ke saya, termasuk mutasi pegawai dan proyek-proyek di Tanjungbalai,” bebernya.

Selanjutnya, kata Yusmada, Sajali pun meminta uang komitmen Rp500 juta pada Yusmada, namun terdakwa mengaku tidak sanggup dan hanya mampu memberi Rp200 juta.

“Disampaikan ada nanti uang terima kasih ke pak Wali. Saat itu dia sampaikan Rp500 juta, tanggapan saya gak sanggup, saya bilang ke dia sanggupnya Rp200 juta itupun Rp100 dulu saya kasih. Sisanya gak saya bayar pak,” kata Yusmada menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Selanjutnya, Yusmada pun menyerahkan uang Rp100 juta. Meski demikian ia mengaku tidak pernah menanyakan ke Syahrial apakah uang tersebut sudah sampai atau tidak. “Saya tidak pernah bertemu langsung dengan pak Wali membicarakan uang itu. Saya sangsi pikiran pak Wali berubah,” ucapnya.

Hingga, kata Yusmada usai Syahrial diperiksa oleh Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK) ia pun dipanggil menghadap ke rumah Syahrial untuk menyusun siasat agar praktik dugaan jual beli jabatan tersebut tidak terendus.

“Dipanggil Pak Syahrial ke rumahnya katanya karena dia diperiksa KPK bilang aja uang itu utang piutang,” bebernya.

Yusmada mengaku, hingga dilantik ia pribadi tidak tau berapa skor yang ia peroleh saat mengikuti tes menjadi sekda, yang belakangan diketahui bahwa skornya ternyata paling tinggi diantara kandidat lainnya.

“Tidak tahu saya skornya, gak ada yang menginfokan juga. Karena saat itu pikiran saya dipilih pun jadi gak dipilih pun jadi, gak berambisi,” cetusnya.

Usai memeriksa terdakwa, majelis hakim yang diketuai Eliwarti menunda sidang ke pekan depan dengan agwnda tuntutan JPU.

Diketahui sebelumnya Yusmada bersama eks Walkot Syahrial didakwa melakukan praktik jual beli jabatan.

Syahrial melalui orang kepercayaannya bernama Sajali beberapa kali mendatangi Yusmada menawarkan posisi Sekda dengan syarat memberikan sejumlah uang. Yusmada yang awalnya menolak akhirnya lukuh dan memberikan uang Rp100 juta.

Belakangan, hal tersebut pun terendus KPK hingga perkara Yusmada naik ke pengadilan. Diketahui dalam perkara ini terdakwa Syahrial belum diadili. (man/azw)

Pembuktian Yamaha FreeGo, Libas Jalan Berkelok dan Tanjakan Tajam

LIBAS: Yamaha FreeGo libas jalan menanjak dan berkelok. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Motor skutik 125 cc dari keluarga generasi 125 Yamaha semakin diminati seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Selain karena memiliki harga terjangkau, desain menarik, beragam fitur fungsional, juga memiliki performa yang handal. Terbukti dengan hadirnya beragam cerita menarik dari pengalaman para penggunanya. Salah satunya Bu Tini (45) asal Kediri yang telah membuktikan kehandalan Yamaha FreeGo dengan melibas jalur berkelok dengan tanjakan tajam Pujon, Malang.

LIBAS: Yamaha FreeGo libas jalan menanjak dan berkelok. (IST).

Ibu rumah tangga dari empat orang anak ini mengaku nyaman menggunakan motor skutik Yamaha FreeGo untuk menemani rutinitas harian baik jarak dekat maupun jarak jauh. Beragam pengalaman bersama Yamaha FreeGo menjawab keraguannya terhadap performa motor skutik. Salah satu pengalaman yang paling menantang ketika Bu Tini menggunakan sepeda motor Yamaha FreeGo untuk pulang pergi ke Malang dari tempat tinggalnya di Kediri.

“Biasanya saya pakai motor bebek, saat saya pertama kali beralih ke motor skutik Yamaha FreeGo saya memberanikan diri untuk antar jemput anak dari Kediri ke Malang. Tapi pake motor ini ternyata kuat nanjak jadi saya tetap tenang, malah lebih nyaman, kaki tidak terasa capek punggung juga tidak terlalu pegal padahal boncengan sama anak melewati jalan berkelok-kelok dan sangat menanjak di daerah Ngantang sampai Pujon. Dari situ saya selalu berani pake motor ini, buat pulang kampung ke Probolinggo, jalan-jalan ke Bromo, Malang, dan Alhamdulillah tidak ada kendala sampai saat ini,”ungkapnya

Pembuktian performa Yamaha FreeGo, khususnya saat ditanjakan dikarenakan menggunakan sudah mesin 125 cc Blue Core. Hal ini membuat sepeda motor lebih bertenaga saat membawa beban dan handal untuk melibas segala medan, baik di jalan datar maupun menanjak. Selain itu, Ban lebar dan tubeless, membuat Bu Tini lebih stabil saat bermanuver melewati jalan berkelok. Kenyamanan yang dirasakan Bu Tini saat pergi jarak jauh karena Yamaha FreeGo memiliki jok yang lebih panjang dan pijakan kaki yang luas sehingga penumpang juga akan lebih nyaman dan rileks saat berkendara.

Selain memiliki performa yang unggul di kelasnya, Yamaha FreeGo juga disempurnakan dengan beragam fitur fungsional yang semakin mendukung kenyamanan berkendara, seperti bagasi luas sehingga dapat menampung barang bawaan lebih banyak, Smart Front Fuel untuk pengisian bahan bakar dari depan, tanpa perlu membuka jok, Electric Power Socket pada Yamaha FreeGo untuk mengisi daya baterai smartphone saat berkendara, lampu Hazard yang biasanya hanya ada pada motor kelas 150 cc ke atas, Smart Key System (SKS) sebagai sistem kunci tanpa anak kunci (Keyless).

“Tidak hanya nyaman buat nanjak di perjalanan jauh dan ekstrem, saya nyaman pake Yamaha FreeGo untuk sehari-hari karena praktisnya. Bagasi sangat luas jadi kalau ke pasar semua juga masuk, tidak ribet. Anak saya juga suka pake buat sekolah karena tas dan helmnya bisa masuk ke bagasi,”tambahnya

Motor Yamaha Freego semakin lekat dengan masyarakat Indonesia yang dibuktikan dengan pengalaman berkendara penggunanya. Buktikan sendiri kehandalan motor ini dengan mengunjungi dealer Yamaha terdekat atau melalui website Yamaha Indonesia (www.yamaha-motor.co.id). (rel/dek)

Gandeng Unpab dan Kodim 0201, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Gelar Vaksinasi Covid-19

Dandim 0201/Medan Kolonel Infantri Hindratno Devianto didampingi Corporate Affairs Executive, Northern & Central Sumatera Region Coca-Cola Europacific Partnership Indonesia, Angga Harahap saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kampus Unpab, Selasa (14/12). (Istimewa).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) bekerjasama dengan Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) dan Kodim 0201/Medan menggelar vaksinasi Covid-19 secara massal, Selasa (14/12). Vaksinasi yang diperuntukkan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum tersebut, digelar di halaman Kampus Unpab, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Dandim 0201/Medan Kolonel Infantri Hindratno Devianto didampingi Corporate Affairs Executive, Northern & Central Sumatera Region Coca-Cola Europacific Partnership Indonesia, Angga Harahap saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kampus Unpab, Selasa (14/12). (Istimewa).

Corporate Affairs Executive, Northern & Central Sumatera Region Coca-Cola Europacific Partnership Indonesia, Angga Harahap mengatakan, ada 2.000 dosis vaksin yang disediakan untuk dosis satu dan dua. “Kegiatan vaksinasi kali ini hanya digelar satu hari saja untuk dosis satu sebanyak 1.000 dosis bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Kemudian, nantinya 1.000 dosis vaksin lagi untuk tahap dua,” kata Angga saat diwawancarai.

Menurut Angga, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan mencapai target herd immunity. “Bukan baru kali ini saja kita mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, tetapi sebelumnya sudah dilakukan. Ada kegiatan vaksinasi yang diorganisir Cola-Cola Foundation di delapan lokasi. Kemudian, memberi bantuan oksigen, APD (Alat Pelindung Diri) dan paket minuman ke rumah sakit hingga ke dinas kesehatan,” ungkapnya.

Angga menyebutkan, dipilihnya Unpab sebagai tempat vaksinasi karena merupakan mitra lama dari perusahaan Coca-Cola. “Tujuan dipilihnya Unpab karena untuk mendukung persiapan pembelajaran tatap muka. Selain itu, komitmen perusahaan sebagai upaya membangkitkan kondisi perekonomian,” sebutnya.

Rektor II Unpab, Hasrul Azwar Hasibuan mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan perkuliahan tatap muka. Karena itu, disarankan dan diwajibkan kepada seluruh mahasiswa untuk mengikuti vaksinasi dosis satu dan dua. “Kita sudah menggelar beberapa kali kegiatan vaksinasi seperti ini. Kebetulan, kali ini kita bekerjasama dengan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia dengan sasaran pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” katanya.

Hasrul berharap, dengan adanya kegiatan vaksinasi tersebut dapat memudahkan pelajar, mahasiswa, dosen dan seluruh civitas academica Unpab yang belum divaksinasi, termasuk di luar Unpab. “Kita juga berharap nantinya pada tahun ajaran semester genap (awal Maret 2022) dapat melaksanakan secara penuh pembelajaran tatap muka. Hingga kini, sudah 90 persen mahasiswa sudah divaksin,” pungkasnya.

Sementara, Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan, Kolonel Infantri Hindratno Devianto mengucapkan terima kasih kepada Coca-Cola dan Unpab karena telah membantu dalam mencapai target vaksinasi kepada masyarakat Kota Medan. Ia pun berharap agar seluruh masyarakat Kota Medan telah divaksin corona sebelum tahun 2022. “Kita akan kejar terus target vaksinasi agar menjadi 100 persen,” ujarnya. (ris)

Y.O.U Beauty Mempersembahkan “Y.O.U for You” Long Lasting Beauty bagi Segenap Wanita Indonesia

dr. Lora Desika Kaban, Sp.Kk selaku dermatologist bersama Ayu Anastasya selaku Brand Director Y.O.U Beauty.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Y.O.U Beauty, sebagai salah satu brand kecantikan lokal di Indonesia, melalui kampanye “Y.O.U for You” hadir mendatangi kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Medan yang menjadi kota kelima didatangi. Memasuki usia ke-3 tahun ini, Y.O.U Beauty semakin percaya diri menjadi salah satu brand kecantikan lokal terpercaya dan terbaik di Indonesia untuk menghadirkan produk kosmetik, skincare, dan body care perpaduan dari bahan-bahan alami dan teknologi tinggi.

dr. Lora Desika Kaban, Sp.Kk selaku dermatologist bersama Ayu Anastasya selaku Brand Director Y.O.U Beauty.

Kehadiran “Y.O.U for You” di Kota Medan, ingin membangun hubungan yang erat dan baik dengan seluruh mitra terbaiknya. Kondisi yang tidak menentu membuat Y.O.U Beauty ingin menjalin relasi bermakna dengan para wanita Indonesia untuk membantu mereka memahami berbagai kondisi yang sedang dialami.

Beberapa produk unggulan dari kategori makeup dan skincare seperti Y.O.U Golden Age Refining Serum, Y.O.U Biomecera Advanced Booster Serum, dan Y.O.U 24h Noutriwear+ Velvet Liquid Foundation. Melalui produk terbaik tersebut, Y.O.U Beauty berharap dapat mendukung dan memotivasi para wanita Indonesia memiliki tampilan cantik dan sehat dari dalam juga flawless dan glowing dari luar.

“Kehadiran Y.O.U Beauty di Kota Medan hari ini tentunya ingin mendekatkan diri dan menjalin relasi yang kuat dengan pelanggan terbaik kami. Pada acara ini kami juga menghadirkan dermatologist untuk berbagi edukasi seputar kesehatan kulit wajah, menggunakan skincare atau makeup yang tepat, agar mendapatkan tampilan maksimal, seperti halnya tagline kami yakni ‘Long-Lasting Beauty’.” ujar Ayu Anastasya selaku Brand Director Y.O.U Beauty.

Keceriaan kegiatan Y.O.U City Tour di kota Medan, Sumatera Utara.

Ayu juga menambahkan bahwa selama bulan Desember, Y.O.U Beauty juga akan mengadakan Empty Bottles Campaign, yakni dimana pelanggan dapat membawa kemasan kosong seluruh produk Y.O.U Beauty berukuran full size ke mitra toko pilihan di enam kota yang dikunjungi oleh Y.O.U Beauty.

Empty Bottles Campaign akan berjalan mulai dari 7 Desember 2021 di tiga kota, yakni Kota Bandung, Kota Yogyakarta, dan Kota Surabaya. Selanjutnya, mulai dari 9 Desember 2021 akan disusul dengan ketiga kota lain yakni Kota Denpasar, Kota Medan, dan Kota Kendari. Seluruh rangkaian kegiatan Empty Bottles Campaign akan berakhir pada awal Januari.


“Kolaborasi kami dengan para pelanggan pada Empty Bottles Campaign, merupakan salah satu usaha sederhana Y.O.U Beauty untuk mengimplementasikan gaya hidup sustainable. Nantinya mereka yang membawa kemasan kosong dan meletakkannya ke dalam drop box yang sudah tersedia, akan mendapatkan sample size Golden Age Refining Serum gratis sesudah memposting di akun Instagram masing-masing.” tambahnya.

Rangkaian Y.O.U Golden Age Serum, skin care unggulan dari Y.O.U Beauty.

Perjalanan Y.O.U Beauty selama tiga tahun telah mengantarkannya menuai banyak prestasi. Beberapa prestasi yang didapatkan antara lain seperti Guardian Indonesia Best of The Year 2019 Mascara and The Best Newcomer Brand, Guardian Indonesia The Fastest Growing Brand of The Year 2019, Top 5 Shopee’s Beauty and Skincare Category – Ranked Top 4 in 2020 Q4, dan Top 15 Ranked Katadata Top 12 Consumer’s Favorite Beauty Brand.

Di tahun ini, Y.O.U Golden Age Refining Serum yang menjadi salah satu produk unggulan Y.O.U Beauty berhasil dinobatkan sebagai “Produk Favoritnya Anti-Aging Serum di Indonesia” menurut hasil survei dari Home Tester Club, World’s Biggest Grocery Review Platform.

Rangkaian kegiatan “Y.O.U for YOU” selanjutnya akan hadir menyapa di Kota Kendari. Seluruh produk Y.O.U Beauty bisa didapatkan melalui toko-toko kecantikan terdekat di seluruh kota di Sumatera Utara atau melalui Y.O.U Beauty official store di Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Pemerintah Tingkatkan Kemampuan Produksi Vaksin dan Terapeutik di Dalam Negeri, Termasuk Fraksionasi Plasma

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus melakukan penguatan dan transformasi sistem kesehatan nasional menuju Indonesia yang mandiri dan memiliki ketahanan kesehatan yang baik. Pemerintah terus mendorong berbagai upaya penguatan, termasuk percepatan kemandirian dan pengembangan fraksionasi plasma yang menghasilkan produk derivat plasma agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan daya saing industri dan kapasitas industri Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa fraksionasi plasma memiliki potensi pasar yang besar dan secara global permintaan produk derivat plasma berjumlah 25 juta liter per tahun. Hal ini disampaikan dalam acara Seminar dan Rapat Kerja Teknis Tingkat Nasional Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) dengan tema “Fraksionasi Plasma” di Jakarta, Selasa (14/12).

“Berdasarkan pengalaman dalam penanganan Covid-19, kita melihat bahwa kemampuan industri farmasi dalam negeri menjadi penting karena selain menyelamatkan devisa negara juga menciptakan respon yang cepat terhadap kebutuhan dalam negeri. Alhamdulillah kemampuan sektor kesehatan kita sudah cukup responsif, apalagi kalau ditambah dengan kemampuan fraksionasi darah,” kata Menko Airlangga.

Dari sisi regulasi, berbagai aturan telah dikeluarkan sebagai bukti keseriusan Pemerintah dalam upaya pengembangan fraksionasi plasma, antara lain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2019 yang mengatur mengenai Penyelenggaraan Fraksionasi Plasma.

Dalam PP Nomor 7 Tahun 2011, Pemerintah membuat regulasi yang memungkinkan badan usaha berbadan hukum yang telah memiliki izin produksi dari Menteri untuk menjadi fasilitas penyelenggara fraksionasi plasma. Produk hasil fraksionasi plasma harus memenuhi standar mutu keamanan dan kemanfaatan untuk melindungi pengguna produk. Lebih lanjut, Permenkes Nomor 15 Tahun 2019 mensyaratkan fasilitas fraksionasi plasma untuk memiliki sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk produk obat derivat plasma sehingga konsumen dapat meyakini bahwa produk derivat plasma yang dihasilkan berkualitas baik.

“Salah satu target Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional adalah peningkatan kemampuan produksi dalam negeri, terutama vaksin, terapeutik, dan termasuk urusan darah. Terkait fraksionasi plasma ini regulasinya sudah ada, tinggal implementasinya bahwa ini tidak hanya melibatkan BUMN tetapi juga boleh melibatkan swasta,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir pada kesempatan tersebut yakni Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksosno Harbuwono, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla beserta jajaran, Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucia Rizka Andalusia, dan Kepala Divisi Perencanaan dan Strategi Bisnis PT Bio Farma (Persero) Taufik Wilmansyah. (ltg/fsr/*)

Gubsu Resmikan Layanan Chemotherapy dan Orthopaedic Center RSCA, RS Pertama Perawatan Kesehatan Tulang, Sendi dan Otot

RESMIKAN: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) saat meresmikan layanan Chemotherapy & Orthopaedic Center di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Senin (13/12). idris/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pusat layanan kemoterapi, perawatan kesehatan tulang sendi dan otot (Chemotherapy & Orthopaedic Center) di Rumah Sakit Columbia Asia (RSCA), Medan, diresmikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Senin (13/12).

RESMIKAN: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) saat meresmikan layanan Chemotherapy & Orthopaedic Center di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Senin (13/12). idris/sumu tpos.

Dalam peresmian tersebut, Edy berharap, fasilitas kesehatan yang tersedia dapat semakin membantu masyarakat Sumatera Utara untuk semakin mendapatkan perawatan terbaik. “Kita harus melakukan kegiatan yang bisa membantu rakyat kita. Salah satunya melalui pengobatan penyakit tulang dan kemoterapi untuk saudara kita yang mengidap kanker, dan tahun depan neurologi center. Doakan ini semua (semakin) berkembang,” ungkap dia.

Edy mengaku, di sektor kesehatan memang sejauh ini masih banyak yang harus diperbaiki. Apalagi, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, tidak sedikit warga Sumut yang memilih berobat ke luar negeri, baik itu ke Penang, Kuala Lumpur maupun Singapura.

Padahal, sebelumnya, Malaysia untuk dunia kedokteran belajar dari Indonesia. Hanya saja, seiring berjalannya waktu Malaysia telah semakin berkembang ketimbang Indonesia. “Ini yang harus kita kembalikan untuk kesejahteraan kesehatan kita, salah satunya dengan fasilitas ini. Selain itu, masih banyak hal yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSCA Prof Dr Sutomo Kasiman SpPD SpJP (K) menyampaikan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan warga Kota Medan akan layanan kemoterapi dan perawatan kesehatan tulang, sendi, otot serta traumatologi, pihaknya meresmikan dua pusat layanan ini.

Dia menjelaskan, chemotherapy center merupakan klinik khusus yang menangani berbagai layanan seperti pemberian obat untuk rawat inap dan perawatan satu hari, pemasangan alat bantu chemport, dan lainnya.

Sedangkan di orthopaedic center dapat melayani pasien yang membutuhkan perawatan kesehatan tulang, sendi dan otot dalam satu tempat mulai dari kasus ringan hingga yang memerlukan pembedahan. Selain itu orthopaedic center kita juga dapat merawat pasien kecelakaan atau luka akibat kekerasan.

“Tim dokter yang tergabung dalam kedua pusat layanan ini merupakan dokter-dokter spesialis onkologi dan orthopedi serta traumatologi yang sudah sangat berpengalaman beserta sub spesialisnya, baik lutut dan panggul, tulang belakang, bahu dan siku, tangan anggota badan atas, cedera olahraga athroskopi, hingga bedah mikro,” terang Sutomo.

General Manager RSCA, Deny Hidayat menambahkan, pembukaan chemotherapy dan orthopedic center ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat Kota Medan. Karena sebagai rumah sakit pertama yang mempunyai pusat layanan ini, masyarakat Kota Medan yang membutuhkan layanan onkologi, orthopedi dan traumatologi bisa langsung merasakan manfaatnya. (ris/ila)