30 C
Medan
Thursday, January 22, 2026
Home Blog Page 2946

Era Industri 4.0 Butuh Generasi Muda yang Kreatif, Adaptif, dan Inovatif

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy) pada Triwulan III tahun 2021 tak lepas dari kontribusi para penggiat Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) yang tetap tangguh pada periode-periode krisis. Sebagai tulang punggung pembangunan perekonomian Indonesia, UMKM berkontribusi besar terhadap PDB hingga 61% dan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 97%.

Pemerintah terus berupaya mendukung UMKM agar berkembang dengan memperluas akses pembiayaan dan permodalan agar dapat naik kelas dan mendorong para pelaku UMKM untuk on board ke platform digital, salah satunya melalui Program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Di sisi lainnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun perekonomian nasional. Mayoritas penduduk Indonesia adalah Generasi Z yang berusia 8 sampai dengan 23 tahun dengan porsi sebesar 27,94% dari total populasi yang memiliki tingkat adopsi digital dan pemahaman di bidang keuangan yang tinggi.

“Karakteristik anak muda yang kreatif, adaptif, dan inovatif harus terus dikembangkan agar dapat berdaya saing memasuki revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara “The Bridge Conference 2021”yang diselenggarakan oleh The Meeting of Minds Forum dengan mengambil tema “Indonesia Economic Rebound For A Stronger Future” secara daring, Sabtu (13/11).

Indonesia diperkirakan akan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang untuk 15 tahun ke depan. Selain itu, pekerja dengan keterampilan digital berpotensi memberikan kontribusi senilai Rp4,434  triliun untuk PDB Indonesia tahun 2030 atau sebesar 16% dari total PDB. Besarnya nilai-nilai tersebut, harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. 

Pada tahun 2030, Indonesia diproyeksikan akan memasuki bonus demografi dimana angkatan kerja produktif mencapai 64% dari total penduduk. Industri berbasis teknologi dan digitalisasi diperkirakan akan menjadi engine of growth baru yang membutuhkan SDM yang bertalenta dan technopreneur yang berdaya saing. Agar dapat memperoleh manfaat yang optimal dari kondisi tersebut, potensi ini harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan kualitas pendidikan.

“Pemerintah berharap agar peluang ini dapat dimanfaatkan anak-anak muda untuk mengoptimalkan kreativitas, inovasi, dan menjadi inspirasi serta menggali potensi diri untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan,” ucap Menko Airlangga.

Pada akhir sambutan, Menko Airlangga menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat membantu menciptakan generasi muda yang handal, adaptif, dan inovatif yang dapat berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. (ag/fsr/*)

Sidang Korupsi Penguasaan Lahan PT KAI: Taufik Sitepu Divonis 6 Tahun Penjara

VONIS: Taufik Sitepu terdakwa korupsi penguasaan lahan PT KAI, menjalani sidang putusan secara virtual, Kamis (11/11). agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Syafril Batubara menghukum terdakwa Taufik Sitepu selama 6 tahun penjara. Dia terbukti bersalah melakukan korupsi penguasaan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Divre I Sumut, sebesar Rp11.255.502.000.

VONIS: Taufik Sitepu terdakwa korupsi penguasaan lahan PT KAI, menjalani sidang putusan secara virtual, Kamis (11/11). agusman/sumut pos.

Dalam amar putusannya, terdakwa telah memenuhi unsur melanggar Pasal 2 ayat 1 junto (jo) Pasal 18 Undang Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Menjatuhkan terdakwa Taufik Sitepu oleh karenanya dengan pidana penjara selama 6 tahun denda Rp500 juta, subsider 3 bulan kurungan,” tegas Syafril, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 2, Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (11/11).

Selain itu, warga Pulo Brayan Bengkel itu juda diharuskan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp892 juta. Dengan ketentuan dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap terdakwa tidak mampu membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk negara.

“Apabila tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan,” katanya.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa Taufik Sitepu tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. “Hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan di persidangan,” kata Syafril.

Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu sepekan kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun jaksa penuntut umum (JPU) Ingan Malem Purba, untuk menyatakan terima atau banding.

Vonis hakim jauh lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 11 tahun, denda Rp500 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Diketahui, bahwa Taufik Sitepu menguasai lahan PT KAI Divre I Sumut sejak tahun 2007 – 2020. Dimana terdakwa Taufik Sitepu, nekat menyewakan lahan PT KAI Sumut, kepada orang lain. Telah terjadi Opportunity Loss atau potensi hilangnya pendapatan PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumut di Medan sebesar Rp.982.517.417.

Di mana, terdakwa seolah-olah telah memiliki alas hak atas lahan seluas 597 M2 dengan memakai Surat Keterangan (SK) yang kemudian dibantah Camat Medan Barat.

Semula ayah terdakwa, M Arifin Sitepu sebagai penyewa objek lahan seluas 597 M2 milik PT KAI (Persero) Divre I Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan/Jalan Putri Merak Jingga (dahulu namanya) Jalan Gudang Medan.

Kemudian, lanjutnya, terdakwa tidak pernah lagi membayar sewa lahan dengan dalih mendiang ayahnya sebagai pemilik lahan berdasarkan SK Camat dan memasang plang.

Antara lain berisikan pengumuman, ‘Tanah ini Milik HM Arifin Sitepu, Dkk Berdasarkan Surat SK Camat Dibawah Pengawasan Taufik Sitepu SH’. Namun ketika dikroscek, Camat Medan Barat menyatakan tidak pernah menerbitkan SK atas nama HM Arifin Sitepu.

Bahkan lahan tersebut disewakan kepada orang lain bernama Ng Mei Lie periode 2014 hingga 2020, tanpa sepengetahuan PT KAI.

Akibat perbuatan terdakwa, keuangan negara dirugikan mencapai Rp11.255.502.000 serta berpotensi hilangnya pendapatan (Opportunity Loss) PT KAI Divre I Sumut sebesar Rp982.517.417, sebagaimana Laporan Akuntan Independen atas Audit Prosedur tertanggal 2 September 2020. (man/azw)

Oknum Polsek Delitua Peras Pengendara Motor, Kapolda Sumut Cek Penahanan Bripka P

BERKUNJUNG: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat berkunjung ke Propam Polrestabes Medan, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak. Bripka P diketahui memeras pengendara motor di Jalan Dr Mansyur, Kamis (11/11) kemarin. Personel yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Tepadu (SPKT) itu sudah ditahan di ruang sel khusus Propam Polrestabes Medan.

BERKUNJUNG: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat berkunjung ke Propam Polrestabes Medan, kemarin.

“Saya dari Nias langsung turun ke Polrestabes Medan untuk mengecek penanganan anggota Polsek Delitua yang memeras warga viral di media sosial (Medsos),” kata Panca di Propam Polrestabes Medan, Jumat (12/11) malam.

Panca menjelaskan, Bripka P dalam modus operandinya memeras warga dengan cara berpura-pura mencari pelanggaran yang dilakukan pengendara motor saat melintas di jalan raya.

“Setelah saya cek oknum Polsek Delitua itu akan saya berikan sanksi tegas, yakni proses hukum pidana dan kode etik,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku, sudah memerintahkan Kapolrestabes Medan untuk memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang melakukan pemerasan terhadap warga dan menuntaskan kasusnya.

Dijelaskannya, akibat perbuatan Bripka P yang melakukan pemerasan terhadap warga telah mencoreng nama baik institusi Polri. Namun begitu, jenderal bintang dua ini menerangkan masih banyak anggota Polri yang baik bekerja melayani masyarakat.

“Atas kejadian ini, saya memohon maaf kepada masyarakat. Percayakan sepenuhnya penanganan kasusnya kepada Propam. Kita akan menindak tegas setiap anggota yang bersalah dan tidak segan-segan akan dipecat,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko menambahkan, akan menuntaskan kasus pelanggaran yang dilakukan Bripka P. “Instruksi Kapolda Sumut akan kita selesaikan. Untuk Bripka P akan diberikan sanksi tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, oknum polisi berinisial Bripka P diamuk massa di Jalan dr Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis, 11 November 2021. Bripka P diduga meminta uang kepada pengendara sepeda motor yang tidak lengkap membawa surat-surat kendaraan saat melintas di lokasi kejadian.

Berdasarkan data yang diperoleh di lokasi kejadian, Bripka P merupakan oknum polisi yang bertugas di SPKT Polsek Deli Tua. Saat itu, ia melintas di lokasi kejadian dan sengaja menyetop perempuan pengendara motor. Dia pun meminta pengendara itu menunjukkan surat-surat kendaraan.

“Dimintanya STNK sama SIM. Perempuan itu nggak lengkap gitu. Jadi, dia ketakutan gitu,” kata salah seorang warga sekitar, Ridwan (29), di lokasi kejadian. Namun, Ridwan mengungkapkan warga sekitar mendengar oknum polisi meminta uang kepada pemotor perempuan tersebut. Kemudian, warga sekitar mendatangi Bripka P itu. “Pas diminta tunjukan KTA, dia ketakutan gitu. Terus mau kabur naik sepeda motor Yamaha N-Max warna biru tua,” jelas Ridwan.

Warga yang sudah ramai mengumpul di lokasi mengira Bripka P adalah polisi gadungan. Massa saat itu sontak langsung menghajar oknum polisi tersebut. “Gas aja itu, polisi gadungan buat resah saja. Sudah sering dia minta uang berkedok tilang. Bikin malu aja kau,” teriak warga sambil mengarahkan pukulan ke wajahnya. (dwi/vdc/azw)

Banyak Isu Lingkungan Menarik, Tak Melulu soal ‘Menghajar’

Foto: Corcomm PTAR

Penyelenggara acara dari PTAR, para pemateri, dan para peserta workshop Penerapan Jurnalisme Lingkungan Sesuai Hukum Pers, Kode Etik, UU Pers dan ITE, foto bersama sebelum acara di Hotel Santika Medan, Kamis, 11 November 2021.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan jurnalis di Sumatera Utara belajar meliput dan menulis isu lingkungan dari sejumlah tokoh pers Jakarta, lewat workshop: Penerapan Jurnalisme Lingkungan Sesuai Hukum Pers, Kode Etik, UU Pers dan ITE. Workshop di Hotel Santika Medan, Kamis, 11 November 2021. Pemateri dari LPDS Jakarta dan sejumlah tokoh pers nasional, kompak menyebutkan liputan isu lingkungan tak melulu soal ‘menghajar’ perusahaan tertentu yang melakukan pencemaran, tetapi juga banyak isu lainnya yang positif dan menarik perhatian.

“Isu lingkungan itu banyak. Tak melulu hal negatif, misalnya soal pencemaran lingkungan. Tetapi juga mengenai rehabilitasi lingkungan, upaya-upaya menjaga lingkungan, keanekaragaman hayati, upaya mencegah kepunahan satwa, dan sebagainya. Isu lingkungan mungkin tidak semenarik berita kriminal atau gossip artis. Tapi isu lingkungan perlu ditulis, sebagai bentuk tanggung jawab pers terhadap keberlangsungan lingkungan sekitar kita,” kata IGG Maha S Adi, jurnalis Jakarta yang juga aktivis lingkungan, dalam workshop dimaksud.

Mengenai keanekaragaman hayati, Maha Adi mengatakan banyak variasi kehidupan di bumi yang bisa diliput dan ditulis. Intinya, kata dia, jurnalis memahami level pengelolaan biodiversiti, apa ancaman utamanya, dan bagaimana cara pemulihannya.

Senada, AA Ariwibowo, wartawan Antara yang juga pengajar di LPDS,  mengatakan dalam membuat liputan dan tulisan tentang lingkungan, jurnalis perlu memahami misnya, mengenali situasi politik dan ekonomi objek liputan. Tidak lupa mengambil bukti audio visual untuk mempertajam konten, dan memberikan sentuhan teknologi. “Jika memungkinkan, lengkapi dengan olahan big data,” katanya.

Selanjutnya, jurnalis perlu memiliki informasi latar belakang tentang masalah, tapi jangan langsung menghakimi. Selalu berpikir kritis dan tidak langsung percaya. “Wartawan perlu memiliki outline sebelum meliput agar tidak meraba-raba di lapangan. Teliti data factual. Temuan lapangan mesti didukung narasi dan bukti-bukti dari pihak berkompeten agar public punya perspektif,” katanya. Setelah itu, liputan sebaiknya disampaikan dalam bentuk story telling agar lebih menarik pembaca.

Lestantya R Baskoro, wartawan Tempo, dalam materinya tentang menulis berita lingkungan yang asyik dan menarik, mengatakan liputan feature sifatnya tahan lama dan penuh kejutan. Berbeda dengan tulisan straight news yang biasanya isunya penting tetapi cepat basi. “Dalam menulis feature, usahakan dilengkapi dengan infografis. Semakin lengkap dan menarik, akan semakin pemarik pembaca,” katanya.

Langkah menulis isu lingkungan, kata dia, pertama  temukan ide dan angle, lakukan reportase dan wawancara, dan kemudian tulislah.

Workshop berlangsung serius, dibagi dua kelompok sehingga peserta dapat mengikuti dengan lebih focus. Sebelum workshop berlangsung, Ketua PWI Pusat, Atal Sembiring Depari, dalam sambutannya yang disampaikan virtual, memuji penyelenggaraan workshop Penerapan Jurnalisme Lingkungan Sesuai Hukum Pers, Kode Etik, UU Pers dan ITE, yang difasilitasi PT Agincourt Resources. “Saya dengar PTAR setiap tahun menggelar media capacity building, yang tentu sangat diapresiasi oleh PWI. Kami berharap acara seperti ini terus digelar, dan peserta kami minta mengikuti dan mengambil manfaat sebaik-baiknya,: jatanya.

Ketua PWI Sumut, Farianda Sinik, dalam sambutannya juga mengatakan hal serupa. “Terima kasih telah menggelar workshop yang menambah kapasitas jurnalis dalam melakukan pekerjaannya. Semoga PTAR sukses,” katanya.

Direktur Engineering PTAR, Ruli Tanio, dalam sambutannya di awal acara mengatakan, workshop ini merupakan pilot project pertemuan di tengah pandemic Covid-19. Para jurnalis yang menjadi peserta diharapkan mendapat manfaat dari workshop dimaksud. “Para peserta pastinya adalah macan-macan di dunianya. Kami berharap, peserta lebih tajam lagi dalam mengerjakan profesinya,” kata dia.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, dalam sambutan penutupnya mengatakan terimakasih atas kehadiran seluruh peserta dengan penerapan prokes yang ketat. “Terimakasih kepada peserta dan juga para pemateri dari LPDS Jakarta. Kita berharap, kakak-kakak dan abang-abang semua bisa mengikuti lomba karya tulis mengenai isu lingkungan yang akan digelar PTAR, tentu dengan ilmu yang sudah diajarkan para pemateri,” harapnya.

Acara berlangsung dengan prokes ketat. Misalnya sebelum pertemuan, peserta diwajibkan menandatangani pernyataan yang menyebutkan sudah vaksinasi Covid-19. Sehari sebelum pertemuan, peserta sudah diwanti-wanti untuk melakukan tes Antigen, baik yang difasilitasi PTAR, maupun mandiri. Si awal pertemuan, seluruh peserta diperiksa suhu tubuh dan wajib mengenakan masker. Selama pertemuan, jarak antar peserta diatur sesuai prokes. Bahkan para pembicara cukup setia mengenakan masker dan atau menjaga jarak. Pertemuan sengaja tidak menginap untuk meminimalisir interaksi antar peserta sesuai prokes. PTAR juga menyediakan healthy kit dalam goodie bag yang dibagikan ketika registrasi. (mea)

Kesawan City Walk Dibuka Lagi, Pemko Lakukan Persiapan Matang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan akan kembali membuka Kesawan City Walk (KCW) pada 19 November 2021 mendatang. Pembukaan KCW ini seiring dengan menurunnya penyebaran Covid-19, yang ditandai Kota Medan kini berada di PPKM Level 2.

Meski demikian, penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat akan tetap diberlakukan, baik kepada pengunjung maupun pelaku UMKM yang berjualan.

Berbagai persiapan pun telah dilakukan Pemko Medan, agar nantinya KCW ini lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan, Endar Sutan Lubis mengatakan, segala persiapan untuk pembukaan kembali KCW telah dirampungkan. Begitupun berbagai kekurangan dalam pelaksanaan sebelumnya, sudah dievaluasi dan akan diperbaiki pada pelaksanaan KCW yang akan dimulai pada 19 November nanti.

“Berbagai kesiapan dari segala sektor telah dirampungkan dan dikoordinasikan dengan OPD terkait. Dan finalisasinya akan dilakukan 15 November, dipimpin langsung Bapak Wali Kota Medan. Nanti akan ada masukan dari Pak Wali, agar pelaksanaan KCW ini semakin baik lagi,” ungkap Endar.

Endar juga menjelaskan, nantinya akan ada perbedaan antara KCW yang lama dengan KCW yang baru. Perbedaan yang signifikan akan terlihat dari konsep yang nantinya menggunakan konsep food court.

“Sebelumnya masyarakat yang ingin makan dan minum hanya bisa duduk di dekat tenant tempat dia membeli, sehingga dikhawatirkan terjadi penumpukan.

Namun nanti diubah menjadi konsep food court. Semua meja diletakkan di pelataran jalan. Jadi masyarakat bebas memilih meja, tidak harus berdekatan dengan tenant tempat dia membeli makanan,” jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 di lokasi KCW, Pemko Medan juga telah menyiapkan berbagai peralatan sarana dan prasarana, termasuk alat scan PeduliLindungi di setiap pintu masuk. Rencananya akan ada 10 pintu masuk yang dijaga oleh petugas, dilengkapi dengan alat scan PeduliLindungi dan alat pengukur suhu tubuh.

“Selain itu, nanti akan ada petugas yang melakukan patroli secara rutin, untuk mengimbau masyarakat agar tetap menjaga prokes,” imbuh Endar.

Tak hanya menerapkan prokes terhadap pengunjung, Endar juga menyebutkan, pelaku UMKM yang berjualan di KCW tetap harus menerapkan prokes dengan ketat. Menurutnya, segala aturan dan sosialisasi telah disampaikan ke para pelaku UMKM agar ditaati.

“Bagi pelaku UMKM yang melanggar akan ada sanksi tegas yang akan diberikan,” pungkas Endar. (map/saz)

Gubernur Sambut Finalis dan Juara Putri Cilik Indonesia 2021, Edy: Putri Harus Tunjukkan Kepribadian yang Baik

BERSAMA: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis diabadikan bersama para finasil dan juara Putri Cilik Indonesia 2021 Petra Zoe Khoman, Jumat (12/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, menyambut kedatangan para finalis dan juara Putri Cilik Indonesia 2021 Petra Zoe Khoman di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan Jumat (12/11) lalu.

BERSAMA: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis diabadikan bersama para finasil dan juara Putri Cilik Indonesia 2021 Petra Zoe Khoman, Jumat (12/11).

Pada pertemuan audiensi tersebut, Edy menyampaikan pesan kepada Petra dan finalis asal Sumut lainnya, untuk terus memupuk kemampuan pribadi, baik kecerdasan secara ilmu pengethauan, juga prilaku keseharian yang menunjukkan etika serta moral yang baik.

“Kepribadianmu dijaga, selain kepintaran. Tidak selalu kecantikan itu diukur dari luar. Tapi seorang putri itu harus menunjukkan pribadi yang baik, kesopanan dan moralitas,” ungkap Edy, yang juga didampingi Kepala Dinas Pendidikan Syaifuddin, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Abdul Azis Batubara, serta Kepala Bidang Bina Objek Usaha Pariwisata Disbudpar Maike Moganai Ritonga.

Menurut Edy, kepribadian yang baik mencerminkan jiwa seseorang. Yang kemudian diharapkan dapat menjaga harga diri, serta nama baik gelar yang disandang. Sehingga kecerdasan yang dimiliki, bisa dicontohkan kepada generasi muda lainnya.

“Tunjukkan kepada masyarakat Sumut, kalian pantas menyandang gelar putri,” tutur Edy.

Kepribadian yang baik, lanjut Edy, bisa ditunjukkan dengan ketaatan seorang beribadah kepada Tuhannya, sesuai keyakinan masing-masing, menyayangi serta menghormati orangtua.

“Sebab, orang yang terbaik di dunia ini, adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain,” sebutnya.

Sementara itu, selaku panitia, Fonty Ferriza mengapresiasi dukungan dari Gubernur Sumut dan Ketua TP PKK Sumut, saat peserta dari Sumut hendak berangkat mengikuti kontes kecantikan di Jakarta, yang berakhir pada 6 November lalu, yang putri asal Sumut Petra Zoe Khoman, meraih predikat sebagai Putri Cilik Indonesia 2021.

“Kami sampaikan terima kasih atas dukungan Bapak dan Ibu, sehingga para peserta dari Sumut, khususnya Petra, bisa meraih juara sebagai Putri Cilik Indonesia 2021,” katanya.

Selain Petra, sejumlah peserta asal Sumut lainnya, juga berhasil meraih gelar seperti Ufaira Tiandra sebagai Putri Cilik Best Talent, Charisma Aura Kasih Waruwu sebagai Puteri Cilik Indonesia Best Speech, Stevani Marpaung sebagai Puteri Batik Remaja Photogenic, dan Putri Fanita Lubis sebagai Puteri Remaja Pendidikan, yang kesemunya hadir didampingi orangtua, pendamping, serta pelatih. (prn/saz)

Hadiri Nikah Mubarak Ponpes Hidayatullah, Gubernur Sumut Heran Ada Pengantin Tak Kenali Pasangannya

SELAMAT: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin nikah mubarak di Ponpes Hidayatullah, Jalan Pesantren, Desa Bandar Labuhan, Tanjungmorawa, Deliserdang, Sabtu (13/11).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wajah-wajah bahagia terpancar dari 11 pasangan menikah mubarak di Pondok Pesantren Hidayatullah, saat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, menyapa mereka. Namun ada kejadian lucu, tatkala Edy memberi ucapan selamat kepada seluruh pengantin.

SELAMAT: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin nikah mubarak di Ponpes Hidayatullah, Jalan Pesantren, Desa Bandar Labuhan, Tanjungmorawa, Deliserdang, Sabtu (13/11).istimewa/sumutpos.

Diketahui ada pengantin wanita, saat ditanya siapa nama suami yang baru dinikahinya, justru tidak mengetahui.

“Nah itu enggak tahu,” ungkap Edy bernada heran, dalam video yang dilihat Sumut Pos melalui Instagram @edy_rahmayadi.

Kedatangan Edy pada acara yang berlokasi di Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (13/11) itu, diketahui menjadi pengalaman perdana dalam hidupnya. Dia berharap, rumah tangga ke-11 pasangan yang menikah syar’i ini, sakinah, mawaddah, warahmah.

“Semua pakai masker, pakaiannya juga sama semua saya takut nanti malah ada yang tertukar pasangan,” katanya, sambil tertawa kecil.

Rupanya, kegiatan nikah massal syar’i atau lebih dikenal menikah mubarak ini, rutin dilaksanakan di semua cabang Ponpes Hidayatullah. Tenaga pengajar dari semua cabang ponpes yang sudah dewasa dan berkomitmen menikah, mengikuti kegiatan nikah massal syar’i.

“Menikah dengan anjuran Rasulullah, insya Allah berkah, menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Bukan hanya sesuai syariat, tapi juga sah secara hukum di negara kita,” tutur Edy.

Menurut keterangan seorang peserta Nikah Mubarak Hidyatullah, Arifin Ramadhanil, mempelai pria berasal dari berbagai daerah, sedangkan mempelai wanita berasal dari Sumut. Rata-rata mereka berusia 24-25 tahun, dan merupakan da’i dan guru di Ponpes Hidayatullah.

“Ada yang dari Jakarta, Batam, Riau, Kepulauan Riau, dari cabang-cabang Hidayatullah. Setelah ini, kami akan bertugas untuk dakwah ke berbagai daerah,” bebernya, yang menikah dengan Siti Maryam Cibro.

Lantas bagaimana perasaannya setelah ikut nikah mubarak?

“Ya tentu bahagia, kami sudah mengamalkan ibadah yang mulia dan suci,” ujar Arifin dengan wajah ceria.

Selain bertemu dengan 11 pasangan peserta Menikah Mubarak Hidayatullah, Edy turut meresmikan Masjid Baitul Akbar Ponpes Hidayatullah. Disaksikan Wakil Bupati Deliserdang M Ali Yusuf Siregar, Ketua Ponpes Hidayatullah Tanjungmorawa M Ali Ibrahim Akbar, Ketua DPW Hidayatullah Sumut Subur Pramudya, serta unsur Forkopimda. (prn/saz)

FKM USU Launching Desa Binaan di Pulo Brayan Kota, Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Menuju Kelurahan SMART

MEDAN, SUMUTPOS.CO – FKM USU menggelar peluncuran (launching) Desa Binaan di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Jumat (24/9/2021).

Launching yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Medan Barat ini dihadiri Tim Desa Binaan FKM USU yang diketuai Prof Drs Heru Santosa MS PhD, Dr Sri Malem Indirawati SKM MSi, Winni RE Tumanggor SKM MPH, Fitri Khairani SST MKM, dan Ir Indra Chahaya S MSi. Selain itu, hadir pula Dekan FKM USU Prof Dr Dra Ida Yustina MSi, Camat Medan Barat Rudi Faizal Lubis AP MSi, Kepala Puskesmas Pulo Brayan dr Trisna Haryanti MKes, dan Lurah Pulo Brayan Sutrisno SSos.

Launching ini merupakan rangkaian kegiatan Desa Binaan FKM USU yang mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Menuju Kelurahan SMART (Sehat, Mandiri, Aman, Religius dan Tangguh) di Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat Kota Medan” yang dimulai sejak Maret 2021. Rangkaian kegiatan desa binaan diawali dengan MOU Kerjasama FKM USU dengan Kecamatan Medan Barat, setelah mengadakan survei awal untuk mendapatkan gambaran situasi kesehatan.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam realisasi program desa binaan adalah penyusunan proposal dan rapat koordinasi Tim Desa Binaan serta penyusunan matriks program kegiatan. Program kerja yang dilakukan meliputi 5 kegiatan berdasarkan permasalahan di Kecamatan Medan Barat, khususnya di Kelurahan Pulo Brayan Kota.

Kegiatan I, “Peningkatkan kapasitas SDM Tenaga Kesehatan Puskesmas dalam Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Puskesmas Pulo Brayan”, dengan rincian kegiatan antara lain bina suasana dan penggalangan kesepakatan dengan pihak puskesmas dalam kegiatan penyusunan renstra, FGD analisis situasi kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pulo Brayan, kemudian pelaksanaan workshop peningkatan kapasitas SDM dalam penyusunan Renstra Puskesmas Pulo Brayan. Workshop dilakukan di FKM USU pada 23-24 Agustus 2021.

Kegiatan II, “Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga dan Posyandu dalam Upaya Pencegahan Stunting”. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra kerjasama, hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kader Posyandu yang terlatih. Selain itu, tim pengabdian juga membentuk kelompok budidaya lele dan tanam sayur secara vertikal. Terbentuknya kelompok tersebut melalui pelatihan yang telah dilaksanakan pada 11 Agustus 2021.

Pada pelatihan tersebut, tim pengabdian membagikan delapan tong lele dan 1000 bibit ikan lele ukuran 10-12 cm. Kegiatan budidaya tanam sayur secara vertikal tim pengabdian memberikan bibit sayur kangkung, sawi dan bayam untuk ditanam secara vertikal dan ditanam di atas tong lele. Dengan harapan masyarakat mampu menyediakan pangan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga.

Kegiatan III, “Gerakan Pengembangan Budaya Sehat, Rapi, dan Bersih (Serasi) pada Pasar Tradisional” diawali dengan pengurusan izin dan penyampaian rencana kegiatan kepada lurah serta sosialisasi ke mitra lainnya, yaitu kepala lingkungan, kepala puskesmas, dan kader posyandu untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kemudian dilakukan promosi kesehatan budaya sehat di pasar tradisional yang dilanjutkan dengan pembagian masker. Pada 23 Juli 2021, tim desa binaan menyerahkan dua wastafel untuk mendukung terwujudnya gerakan budaya “Serasi” di lingkungan pasar tradisional.

Kegiatan IV, “Pengelolaan Lingkungan Sehat di Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam Mewujudkan Lingkungan Tertib, Aman, Sehat, Bersih, Indah, dan Harmonis (TASBIH)” dilakukan dengan memberikan sosialisasi tentang pengelolaan sampah dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Rabu (04/08/2021). Sosialisasi ini dilakukan di Lingkungan VI, dengan melibatkan masyarakat dari lingkungan I, II, IV, VI, dan X. Dari hasil evaluasi pretest dan posttest, didapati bahwa terjadi perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku pada masyarakat tentang gerakan 3R. Setelah melakukan sosialisasi gerakan 3R, masyarakat juga dimotivasi untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dengan cara aktif mengikuti perlombaan daur ulang sampah.

Perlombaan dilakukan pada 8 September 2021 dan diikuti masyarakat dengan antusias. Penilaian dilakukan oleh dosen yang kompeten di bidangnya, dengan poin utama penilaian, bahan utama pembuatan prakarya merupakan sampah yang bisa didaur ulang.

Kegiatan V, “Pengentasan BABS Menuju Keluruhan SMART” di Lingkungan IX Kelurahan Pulo Brayan Kota diawali dengan penyebaran kuesioner kepada masyarakat mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap jamban sehat. Hasil kuesioner disampaikan pada FGD, Rabu (4/8/2021), dengan masyarakat setempat, sehingga diperoleh kesediaan untuk pembangunan jamban sehat dan pembentukan swadaya masyarakat sebagai penggerak jamban sehat.

Setelah menentukan lokasi jamban sehat, dilakukan pembersihan lokasi pembangunan oleh warga dan tim dari kelurahan, Jumat (6/8/2021). Kemudian pada 11 Agustus 2021 pembangunan jamban sehat dimulai yang nantinya akan diresmikan bertepatan dengan launching desa binaan.

Rangkaian kegiatan desa binaan oleh Tim Pengabdian FKM USU sangat disambut baik oleh berbagai pihak di Kecamatan Medan Barat, khususnya Kelurahan Pulo Brayan Kota. Pada acara launching desa binaan dilakukan pelantikan Penggerak Jamban Sehat dan Duta Lingkungan Gemilang Desa Binaan. Kemudian acara ditutup dengan kunjungan lapangan dan peresmian Jamban Sehat di Lingkungan IX.
Hasil akhir dalam kegiatan desa binaan FKM USU di kelurahan Pulo Brayan kecamatan Medan Barat adalah terbentuk pengorganisasian masyarakat dalam bentuk kelompok swadaya masyarakat dan pembentukan kader kesehatan. (rel/adz)

Telkomsel Hadirkan Pre-Order Paket Bundling iPhone 13, Jadikan Nyata Pengalaman Gaya Hidup Digital Terbaik

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel membuka pre-order paket bundling Telkomsel iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max, iPhone 13, dan iPhone 13 mini untuk pelanggan di Indonesia. Program bundling ini menawarkan jajaran iPhone terbaik yang pernah ada. Pelanggan bisa melakukan preorder Telkomsel bundle iPhone 13 series di tanggal 12 November 2021, dan akan tersedia di tanggal 19 November 2021.

Paket Bundling Telkomsel iPhone 13_1-6 : Telkomsel membuka pre-order paket bundling Telkomsel iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max, iPhone 13, dan iPhone 13 Mini untuk pelanggan di Indonesia dengan pilihan paket bundling untuk skema pasca bayar di mana pelanggan bisa menikmati keuntungan Paket Halo Unlimited dengan bonus kuota hingga 165 GB. Pre-order Telkomsel bundle iPhone 13 series dimulai 12 November 2021, dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui telkomsel.com/iPhone13.

Telkomsel menawarkan pilihan paket bundling untuk skema pasca bayar, dimana pelanggan bisa menikmati keuntungan paket Halo Unlimited dengan bonus quota data hingga 165 GB ditambah akses tak terbatas ke sejumlah aplikasi chat, e-commerce, dan layanan hiburan. Sementara untuk pilihan paket bundling Telkomsel Prabayar BundlingMax, pelanggan akan mendapatkan quota data sebesar 34GB perbulan selama tiga bulan, termasuk bebas berlangganan layanan hiburan seperti MAXstream, GamesMAX, MusicMAX, Disney+ Hotstar, Sushiroll, Viu dan Lionsgate.

Penawaran paket bundling ini dimulai dari Rp610 ribu per bulan, dengan penghematan sampai Rp7 juta dan ekstra cashback sampai dengan Rp1,5 juta melalui penukaran Telkomsel Poin serta potongan harga langsung terbatas di beberapa titik penjualan tertentu.

Direktur Marketing Telkomsel Derrick Heng mengatakan, “Telkomsel menghadirkan penawaran paket bundling iPhone 13 untuk menjadikan nyata pengalaman gaya hidup digital terbaik bagi pelanggan. Paket bundling ini memungkinkan pelanggan untuk menikmati fitur terdepan dari jajaran iPhone terbaik yang pernah ada, dengan penawaran bernilai tambah terbaik serta didukung jaringan broadband superior dari Telkomsel untuk akses ke berbagai layanan hiburan digital premium. Penawaran ini merupakan perwujudan komitmen Telkomsel untuk selalu memenuhi pengalaman digital terbaik, dengan menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.”

Pelanggan akan dapat melakukan pemesanan pre-order iPhone 13 mulai 12 November 2021. Pre-order bundling dari Telkomsel dan iPhone 13 dapat dilakukan di 14 cabang GraPARI, antara lain GraPARI Mall Center Point Medan, Mall Central Park, Mall Kota Kasablanka, BEC Bandung, Pahlawan Semarang, Diponegoro Yogya, Samarinda, Manado, dan sejumlah GraPARI di beberapa kota tertentu.  Pre-order juga dapat dilakukan di gerai Erafone seluruh Indonesia. Penawaran paket bundling iPhone 13 juga tersedia di saluran penjualan online telkomsel.com, dan Eraspace.com.

Informasi lebih lanjut mengenai penawaran paket bundling Telkomsel dan iPhone 13 dapat diakses di telkomsel.com/iPhone13

Peduli Lingkungan, PT NPK Bantu Becak Pengangkut Sampah

Foto: Istimewa Kegiatan pengutipan sampah di kelurahan Tualang, Sampah di kutip dari rumah ke rumah.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Asian Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit Group Royal Golden Eagle (RGE), secara continue mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dengan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Sebagaimana yaang dilakukan PT Nusa Pusaka Kencana (PT NPK)- unit bisnis Asian Agri yang memberikan bantuan becak sampah kepada Kelurahan Tualang, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi. Bantuan ini diserahkan langsung di kantor kelurahan Tualang pada hari Rabu, 03 November 2021. Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Asian Agri terhadap lingkungan yang ada di sekitar perusahaan.

Seiring dengan pernyataan dari Asisten Kepala PT NPK, Jaimin menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan bisa dijadikan alat pengangkut sampah untuk mendukung terciptanya lingkungan yang bersih.

“Becak sampah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian  yang dilakukan PT NPK terhadap lingkungan sekitar perusahaan. Sebelumnya kita juga telah membantu becak sampah jenis Viar di Desa Bahilang. Harapannyadenganadanyabecak sampah ini pihak kelurahan dapat memanfaatkannya untuk sarana penjemputan sampah ke rumah-rumah sebelum ke bak tempat pembuangan sampah sementara. Sehingga sampah yang ada di perumahan masyarakat dapat segera terangkut dan tidak menumpuk,“ ujar Jaimin.

Khairul Amri Damanik, SH selaku Lurah Kelurahan Tualang yang menerima manfaat dari bantuan ini mengucapkan terima kasih karena PT NPK sudah memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan masyarakat Kelurahan Tualang.

“Pemerintah Kelurahan Tualang mengucapkan terima kasih atas bantuan PT NPK untuk lingkungan Kelurahan Tualang. Setiap tahun beberapa lingkungan di Kelurahan Tualang menghadapi banjir tahunan, salah satu yang menjadi penyebabnya adalah tersumbatnya parit oleh sampah. Dengan becak sampah ini secara terjadwal sampah yang ada di perumahan masyarakat akan semakin cepat terangkut sehingga tidak menumpuk atau hanyut ke parit, sehingga melancarkan aliran air ke sungai. Selain itu, penumpukan sampah juga akan menjadi sumber penyakit bagi masyarakat,”kata Amri.

Warga kelurahan Tualang merasa sangat bersyukur atas bantuan becak sampah ini. Percepatan pengutipan sampah di kelurahan membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman.

“Saya sangat bersyukur dengan bantuan becaksampahini, karenanantinyasampah yang sudahdikumpulkandapatlebih cepat terangkut ke bak tempat pembuangan sampah sementara. Rumah jadi terlihat bersih dan nyaman. Terima kasih PT NPK,”Ucap  Jumiati.

Ikut serta saat penyerahan KTU PT NPK, Sukamto, Koordinator CSR Sumut, Aris Yuneidi dan beberapa Kepala lingkungan di kelurah Tualang.  (rel)