24 C
Medan
Thursday, January 22, 2026
Home Blog Page 2953

Waspadai Informasi Provokatif, Hoax COVID-19 Sebanyak 5099 Unggahan di Medsos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia masih terganggu oleh beredarnya berita bohong atau hoax. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk bijak dan selektif menerima informasi tersebut.

Hal itu, diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11). Untuk itu, Kominfo terus melakukan patroli siber serta menyaring aduan dari masyarakat untuk mengidentifikasi dan menindaklajuti hoax, terutama yang berkaitan dengan isu COVID 19, vaksinasi dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Di pekan kedua November 2021, sebaran hoax seputar COVID-19 mengalami kenaikan. Berdasarkan catatan Kementerian Kominfo, total identifikasi isu hoax COVID-19 sebanyak 1983 isu pada 5099 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada Facebook, sejumlah 4402 sebaran,” ucap Dedy melalui siaran pers Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)-KPCPEN,

Sedangkan konten lainnya, hoax juga bertebaran di platform media sosial lain seperti Instagram, Twitter, YouTube, dan Tiktok.”Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 4977 unggahan dan 122 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti,” jelas Dedy.

Dedy mengatakan untuk hoax terkait vaksinasi COVID-19 tercatat sebanyak 382 isu pada 2398 unggahan media sosial. Kemudian, hoax PPKM sebanyak 48 isu pada 1140 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook disusul media sosial lain seperti Instagram, Twitter, Youtube, dan Tiktok.

“Pada minggu ini terdapat peningkatan isu COVID-19 namun terjadi penurunan sebaran konten hoax COVID-19 dengan jumlah 12 isu dan 34 unggahan,” kata Dedy.

Dari sejumlah unggahan hoax tersebut, Dedy menjelaskan ada beberapa informasi yang perlu diluruskan dan perlu ditangkal bersama penyebarannya, yakni Stroke Menyerang Anak-anak sebagai Efek Samping Vaksin COVID-19 (4 November 2021).

“Penerima Vaksin COVID-19 Berisiko Lebih Tinggi Terkena Limfoma dan Autoimun (5 November 2021). Vaksin COVID-19 Memiliki Tingkat Kematian 174 Kali Lebih Tinggi pada Anak-anak daripada Virus COVID-19 (6 November 2021),” jelas Dedy.

Foto Kemasan Vaksin Sinovac “Only for clinical trial” atau “Hanya untuk Uji Klinis” (8 November 2021). Vaksin Pfizer Menambahkan Zat yang Digunakan untuk Menstabilkan Korban Serangan Jantung ke dalam Vaksin COVID-19 (9 November 2021).

Tes Swab Dapat Menggores Amigdala dan Dilakukan di Zaman Mesir Kuno untuk Membuat Budak Menjadi Patuh (10 November 2021)

“Faktanya, seluruh berita tersebut adalah menyesatkan dan masuk dalam kategori hoax,” tutur Dedy.

Dedy menyatakan, masyarakat juga dapat berpartisipasi dengan mengadukan konten yg melanggar, ke situs https://www.aduankonten.id/ atau melayangkan e-mail ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Pemerintah terus berusaha meminimalisir dan melawan hoaks terkait pandemi COVID-19.

Untuk mendukungnya, masyarakat dapat membantu dengan cara tidak meneruskan berita menyesatkan dan provokatif, yang mendorong kita untuk membuka dan menyebarkannya Pada kesempatan tersebut Dedy mengutarakan langkah-langkah untuk mengidentifikasi hoax.

“Curigai berita dengan judul provokatif dan clickbait, jika judulnya meragukan jangan langsung disebarkan,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta warga mencermati alamat situs yang menjadi sumber pemberitaan karena banyak situs berita palsu yg tidak kredibel. Masyarakat juga dapat memeriksa sumber pernyataan dan mengecek lagi siapa yang memberikan pernyataan, apakah perwakilan pemerintah, lembaga kredibel, atau para ahli.

Dedy juga menyarankan masyarakat mengikuti kanal-kanal pemberitaan dan media sosial institusi resmi baik, serta mengecek ulang foto/video/gambar yang didapatkan. Caranya, dengan mencari ulang foto tersebut di mesin pencari, sehingga teridentifikasi dari mana asalnya.

“Pandemi masih ada, virusnya masih mengintai kita. Tapi dengan vaksinasi, masker dan disiplin protokol kesehatan, kita akan dapat menekan risiko serendah mungkin. Pemerintah bekerja keras memulihkan kesehatan dan perekonomian di masa pandemi. Mari kita dukung dengan mengidentifikasi, melawan dan tidak menyebarkan hoax,” tandas Dedy.(gus)

Teks foto: Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi.(ist)

Pengembangan Kapasitas SDM Kepramukaan Medan 2021, Generasi Muda Aset Bangsa Potensial

BERSAMA: Kepala Dispora Kota Medan Pulungan Harahap diabadikan bersama Ketua Kwarcab Pramuka Kota Medan HM Husni.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Generasi muda merupakan aset bangsa yang potensial. Generasi muda merupakan tulang punggung yang akan melajutkan estafet kepemimpinan NKRI di masa mendatang.

BERSAMA: Kepala Dispora Kota Medan Pulungan Harahap diabadikan bersama Ketua Kwarcab Pramuka Kota Medan HM Husni.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan Pulungan Harahap, pada acara Pengembangan Kapasitas SDM Kepramukaan Kota Medan 2021 di Bumi Malaya Hotel, baru-baru ini. Acara ini dihadiri Ketua Kwarcab Pramuka Kota Medan HM Husni.

Pada kesempatan itu, Pulungan menjelaskan, generasi muda mempunyai tanggung jawab yang berat untuk mencapai cita-cita luhur, yakni mewujudkan keadilan, kesejahteraan, serta kemakmuran negeri. Generasi muda harus membekali diri dengan kesegaran jasmani, keterampilan, kepemimpinan, daya kreasi yang tinggi, jiwa patriotisme dan idealisme, serta kepribadian yang tangguh dan budi pekerti yang luhur.

“Namun belakangan ini terjadi penurunan moral etika generasi muda. Seperti maraknya kekerasan oleh pemuda, oknum mahasiswa, tawuran pelajar dan tindakan kejahatan umum lainnya. Berbagai masalah itu menuntut adanya upaya perubahan dari berbagai sisi,” ungkap Pulungan.

Pulungan juga menjelaskan, satu upaya perubahan itu adalah dengan menggelar kegiatan ini. Kegiatan ini dinilai memiliki arti penting serta bernilai strategis dalam penguatan karakter dan daya saing pemuda pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memberi sumbangan wawasan pemikiran bagi adik-adik tentang kompetensi dan daya saing. Dengan demikian, adik-adik memiliki bekal untuk menjadi seorang pemimpin masa depan yang berkualitas,” pesannya.

Ketua Panitia, Doni Fariq melaporkan, kegiatan ini digelar di Bumi Malaya Hotel pada 9-10 November 2021, dengan diikuti 100 peserta dari pembina gerakan Pramuka Kota Medan. Panitia menghadirkan pengurus Kwarcab Pramuka Kota Medan dan motivator Putra Andian Siagian, sebagai narasumber.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi pembina Pramuka menjadi pendamping asesor akreditasi gugus depan di Kwartir Cabang Medan. Dan kami berharap mereka menyebarluaskan akreditasi, serta melakukan pengakreditasian gugus depan dengan baik,” pungkas Doni, yang juga Kasi Penyadaran Pemuda Dispora Kota Medan (dek/saz)

Aplikasi Data Kepemudaan Mulai Digagas, Kembangkan Sumut Layak Pemuda

DIABADIKAN: Kepala Dispora Sumut diwakili Kabid Layanan Kepemudaan, Budi Syahputra (3 kanan), diabadikan bersama stakeholder terkait dan narasumber dalam kegiatan dialog kepemudaan di Hotel Madani Medan, Rabu (10/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wacana pembuatan database kepemudaan mulai digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut. Pemanfaatan data kepemudaan berbasis elektronik ini, bertujuan dalam pengembangan Sumut jadi layak pemuda.

DIABADIKAN: Kepala Dispora Sumut diwakili Kabid Layanan Kepemudaan, Budi Syahputra (3 kanan), diabadikan bersama stakeholder terkait dan narasumber dalam kegiatan dialog kepemudaan di Hotel Madani Medan, Rabu (10/11).

Kepala Dispora Sumut Ardan Noor Hasibuan, melalui Kepala Bidang Layanan Kepemudaan, Budi Syahputra mengatakan, pemuda di era digital dituntut untuk menghadirkan kepemimpinan digital yang adaptif terbuka dengan perubahan dan berintegritas.

“Kami berharap masukan semua pemangku kepentingan memaksimalkan potensi kepemudaan di era digital,” ungkap Budi, Kamis (11/11).

Menurut Budi, nawacita itu dapat diafirmasi (percepatan) dengan data kepemudaan yang terintegrasi dalam satu aplikasi. Adapun wacana pembuatan database kepemudaan di Sumut ini, lanjutnya, dimulai dari kegiatan dialog kepemudaan yang diinisiasi pihaknya di Hotel Madani Medan, Rabu (10/11) lalu.

Melalui dialog ini, menurut Budi, Dispora Sumut ingin mengajak seluruh organisasi kepemudaan yang ada di Sumut untuk turut memahami regulasi tentang kepemudaan.

“Kita perlu mengubah perspektif organisasi kepemudaan dari kolonial menuju milenial,” tuturnya.

Hadir sebagai narasumber dari kalangan akademisi; Fahriza Marta Tanjung dan Abdul Latief Rusydi. Fahriza mengatakan, indeks keahlian dan kecakapan teknologi warga Indonesia memiliki skor rendah. Menurutnya, kecakapan dalam teknologi informasi dan komunikasi itu meliputi sejumlah aspek, seperti mengakses, menyaring, dan memanfaatkan setiap data dan informasi untuk meningkatkan kualitas individu bangsa Indonesia.

Sementara Abdul Latief mengatakan, di era saat ini masyarakat tidak bisa lagi menghindar dari arus digitalisasi.

“Berdasarkan hasil penelitian, manusia selalu memegang smartphone-nya setiap 6 menit,” ujarnya.

Hasil penelitian ini, menurut dia, tentu saja menjelaskan betapa ketergantungannya manusia terhadap smartphone.

“Kondisi ini tentu saja menuntut kecakapan manusia, terkhusus pemuda untuk bijak memanfaatkan era digitalisasi,” kata Abdul.

Kegiatan ini dihadiri 100 peserta yang berasal dari forum pemuda binaan Dispora Sumut, seperti Paskibraka, Pemuda Pelopor, PPAN, Jambore Pemuda Indonesia, Kirab Pemuda Indonesia, Kader Inti Pemuda Anti Narkoba, dan Wirausaha Muda Pemula. (prn/saz)

Ingin Program Masjid Mandiri Jadi Pembangun Kehidupan Islamic Centre, Bobby: Ini untuk Bantu Menyejahterahkan Umat

SERAHKAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menyerahkan buku program Masjid Mandiri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan pembangunan Islamic Centre Kota Medan akan dilakukan pada 2022 mendatang. Hal itu dikatakannya, saat membuka Rapat Kerja Evaluasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan 2021 di Kantor MUI Kota Medan, Kamis (11/11).

SERAHKAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menyerahkan buku program Masjid Mandiri.

Pada kesempatan itu, Bobby juga menjelaskan, pembangunan fisik Islamic Center dengan luas 21 hektare, telah disepakati dan akan dibangun pada 2022. Namun dia menegaskan, tak ingin membangun Islamic Centre hanya secara fisik, tapi dia berkeinginan agar dapat membangun kehidupan Islamic Centre tersebut melalui program Masjid Mandiri yang telah digagas.

Menurut Bobby, program Masjid Mandiri dapat menjadikan masjid sebagai tempat yang tidak hanya sebagai rumah ibadah, melainkan juga sebagai tempat peradaban dan ekonomi keumatan. Sehingga, ekonomi syariah dapat tumbuh di tengah-tengah masyarakat dari dalam masjid.

“Di era seperti ini, kita harus bisa bersaing, seperti memperlajari ekonomi syariah melalui masjid, ini untuk membantu menyejahterahkan umat,” ungkap Bobby.

Bobby pun menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan MUI Kota Medan kepada Pemko Medan, dalam menyukseskan program-program Pemko Medan sebagai upaya mensejahterahkan masyarakat, dan turut serta membantu penanganan Covid-19 di Kota Medan.

“Peran MUI sejak dulu sangat besar, bahkan sangat vital dalam membantu pemerintah dalam mengambil sebuah kebijakan. Terbukti berbagai program yang kami lakukan, MUI banyak membantu, satu di antaranya dalam memutuskan untuk membangun Islamic Center,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, Bobby juga menyerahkan hadiah kepada para Ketua MUI kecamatan, yang telah berprestasi di bidangnya masing-masing.

Sementara itu, Ketua Umum MUI kota Medan Hasan Matsum, dalam sambutannya menjelaskan, program kerja yang dilaksanakan MUI Kota Medan telah diawali dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan kepengurusan. Selanjutnya melaksanakan taaruf, rapat kerja, serta melaksanakan berbagai kegiatan, satu di antaranya sosialisasi pendirian Masjid Mandiri yang digagas Wali Kota Medan.

“Selain itu, kami juga melaksanakan safari Ramadan, dan melakukan koordinasi dengan OPD di Pemko Medan, dalam melaksanakan kegiatan tertentu, misalnya vaksinasi,” pungkasnya. (map/saz)

Ijeck Wakafkan Bangunan Tahfiz ke Yayasan Sulaimaniyah

TINJAU: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat meninjau pelaksanaan pembelajaran di Pondok Pesantren Syarief Medan, Jalan Kelambir 5 Nomor 45, Tanjunggusta, Medan Helvetia, Rabu (10/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, mewakafkan tanah dan bangunan Yayasan Amal Tahfiz yang terletak di Jalan Petunia Raya, Kelurahan Namogajah, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, kepada Yayasan Sulaimaniyah yang telah mencetak para hafiz dan hafizah.

TINJAU: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat meninjau pelaksanaan pembelajaran di Pondok Pesantren Syarief Medan, Jalan Kelambir 5 Nomor 45, Tanjunggusta, Medan Helvetia, Rabu (10/11).

Bangunan ini masih terus dalam proses pengerjaan, dibangun dengan luas tanah 4.900 meter persegi, dan luas bangunan 705 meter persegi. Tanah yang digunakan untuk pembangunan awalnya diwakafkan oleh Merry untuk dibangun masjid. Namun setelah melihat di daerah tersebut telah berdiri masjid, maka Merry menyetujui untuk dibangun sebuah pesantren dan rumah tahfiz.

“Kami mewakafkan tanah bangunan yang awalnya kami inginkan menjadi sekolah tahfiz, tapi karena kami kemudian mengenal Yayasan Sulaimaniyah dan melihat visi misi juga programnya, maka kami berniat menyerahkan wakaf kami ini untuk dikelola Yayasan Sulaimaniyah,” ungkap Ijeck, sapaan karib Musa Rajekshah, usai melakukan penandatanganan MoU di Pondok Pesantren Syarief Medan, Jalan Kelambir 5 Nomor 45, Tanjunggusta, Medan Helvetia, Rabu (10/11) lalu.

Lebih lanjut Ijeck mengatakan, pihaknya telah melihat cara belajar dan fasilitas yang diberikan kepada para santri, dan telah terbukti berhasil mencetak banyak penghafal Alquran di Indonesia, dengan pengajar terbaik dari Indonesia dan Turki sejak 2005. Yayasan Sulaimaniyah juga sudah sering menerima wakaf gedung untuk dikelola.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Tahfiz Sulaimaniyah Sumatera, Murat Karayildirim mengatakan, gedung wakaf ini direncakan akan menjadi pondok pesantren dan dipakai pada Tahun Pelajaran 2022/2023 mendatang.

“Insya Allah, jadi pondok pesantren tahfiz santri, karena saat ini yang mendaftar cukup banyak. Nanti insya Allah, mereka yang lulus tahfiz Quran Utsmani, akan mendapat beasiswa ke Turki, dan 2 sampai 3 tahun balik mengabdi ke Sulaimaniyah, atau melanjutkan pendidikannya,” tuturnya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih atas wakaf bangunan yang diberikan, dan berharap kerja sama ini dapat terus terjalin, serta diberi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa Taala. (prn/saz)

Waspada, Kenaikan Kasus Covid Setelah Periode Liburan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut Indonesia selalu mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 setelah masa libur panjang.

Misalnya, kenaikan kasus Covid-19 setelah libur Idulfitri 2020, Maulid Nabi Muhammad SAW dan Natal 2020, serta libur Idulfitri 2021.

“Kenaikan kasus tidak hanya terjadi di kasus harian, tetapi juga sepekan dan bertahan lama meskipun bisa diturunkan,” tutur Wiku dalam keterangan pers yang disiarkan BNPB Indonesia di YouTube, Kamis (11/11).

Pria bergelar profesor itu mengatakan setelah periode libur Idulfitri 2020, terjadi penambahan antara 413-559 kasus harian atau 68 sampai 93 persenn

Kenaikan itu juga terjadi dalam kasus sepekan. Angka penularan Covid-19 selama sepekan setelah periode libur Idulfitri 2020 ada kenaikan 2.889 hingga 3.917 kasus. 

“Selanjutnya pada libur kolektif natal dan maulid nabi terjadi kenaikan 1.157-5.477 kasus harian atau sebesar 37-95 persen pascalibur itu. Sementara data sepakan, penambahan 8.096-38.340 kasus,” tutur Wiku.

Alumnus Institut Pertanian Bogor itu melanjutkan bahwa kenikan kasus signifikan terjadi setelah periode libur Idulfitri 2021. Ketika itu terjadi kenaikan kasus 9.972-46.297 atau 53-1237 persen.  “Dapat pula dikatakan kasus harian meningkat 12 kali pascibur Idulfitri 2021. Kenaikan tajam juga tampak pada analisis data sepekan. Di mana terjadi penambahan kasus dalam rentang 13.931-324.207 kasus,” ujar dia.

Wiku mengatakan bahwa tren kenaikan kasus pada setiap periode liburan masuk kategori cukup kompleks karena disumbangkan berbagai hal.  Pertama, kata dia, ada peningkatan mobilitas tanpa disertai testing yang cukup. Di sisi lain, testing ialah sesuatu yang krusial sebagai langkah preventif memastikan pelaku perjalanan dalam keadaan sehat.  Selanjutnya, kata dia, kenaikan kasus dipicu perilaku tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), baik selama perjalanan atau selama aktivitas liburan.  Berikutnya, tradisi berkumpul seperti makan bersama atau tradisi keagamaan yang secara alamiah memunculkan kerumunan.  “Keempat peningkatan aktivitas di pusat belanja, tempat rekreasi, dan fasilitas publik lain yang tidak disertai pengawasan penerapan prokes,” ujar Wiku.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKUI) itu meminta pemerintah daerah dan masyarakat tetap siaga mengantisipasi lonjakan kasus setelah periode libur Natal dan Tahun Baru 2022. Terlebih lagi, kata Wiku, beberapa kebupaten dan kota tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19.  “Periode liburan panjang adalah tantangan, berkaca dari pengalaman, Indonesia belum pernah berhasil melewati periode itu tanpa kenaikan kasus,” ujarnya dia. (ast/jpnn)

MAXstream Rilis ‘Angling Dharma’, Serial Drama Kolosal Orisinal yang Diadopsi dari Cerita Legenda Populer Tanah Air

Telkomsel melalui MAXstream berkolaborasi dengan rumah produksi Cahaya Lemmon Abadi menayangkan secara eksklusif serial drama kolosal orisinal ‘Angling Dharma’ mulai 10 November 2021, yang merupakan cerita legenda rakyat Indonesia mengenai kisah perpecahan di Kerajaan Malwapati. Informasi lebih mengenai paket dan pilihan konten digital MAXstream dapat diakses melalui tsel.me/maxstream.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel melalui platform marketplace konten video on-demand (VoD), MAXstream, terus menghadirkan konten hiburan digital yang inspiratif dan mendidik untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kali ini, MAXstream merilis serial drama kolosal orisinal dengan tema legenda rakyat berjudul ‘Angling Dharma’, yang sudah bisa ditonton secara eksklusif di MAXstream mulai 10 November 2021.

Telkomsel melalui MAXstream berkolaborasi dengan rumah produksi Cahaya Lemmon Abadi menayangkan secara eksklusif serial drama kolosal orisinal ‘Angling Dharma’ mulai 10 November 2021, yang merupakan cerita legenda rakyat Indonesia mengenai kisah perpecahan di Kerajaan Malwapati. Informasi lebih mengenai paket dan pilihan konten digital MAXstream dapat diakses melalui tsel.me/maxstream.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, “Hadirnya serial drama kolosal orisinal ‘Angling Dharma’ di platform VoD terdepan MAXstream ini merupakan upaya Telkomsel sebagai leading digital telco untuk turut berperan dalam melestarikan berbagai kisah sejarah, cerita rakyat, maupun legenda yang merupakan bagian budaya Indonesia dengan dikemas lebih menarik sehingga cerita-cerita tersebut akan terus melekat dengan masyarakat kita. Kehadiran film ini turut memperkaya daftar pilihan konten hiburan orisinal berkualitas di Aplikasi MAXstream, yang dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama pelanggan Telkomsel.”

Cerita legenda ‘Angling Dharma’ yang sempat menjadi salah satu tayangan televisi paling banyak ditonton pada 20 tahun lalu ini, berhasil dihadirkan kembali di MAXstream berkat kolaborasi antara Telkomsel dengan rumah produksi Cahaya Lemmon Abadi.

Serial drama kolosal ini mengisahkan perpecahan yang terjadi di Kerajaan Malwapati saat dipimpin oleh Prabu Angling Dharma yang dikenal sebagai raja bijaksana dan memiliki ilmu sakti mandraguna. Perpecahan disulut oleh perseteruan antara Angling Dharma dan Syudawirat dengan latar belakang perebutan tahta. Kisah ‘Angling Dharma’ sarat akan nilai-nilai perjuangan, kisah cinta dan kasih sayang, serta tanggung jawab yang dapat diberikan kepada rakyatnya.

Dibintangi oleh pemain-pemain drama kolosal ternama Tanah Air, seperti Afdhal Yusman (Angling Dharma), Choky Adriano (Syudawirat), Diana Dee (Dewi Sekarwangi), Gege Fransiska (Lokahita) dan banyak lagi, cerita ‘Angling Dharma’ hadir dalam bentuk serial yang terbagi ke dalam lima episode. Dikemas secara apik dengan konsep yang lebih modern, serial drama kolosal pertama MAXstream ini diharapkan dapat menjangkau generasi muda sehingga mereka dapat lebih mengenal cerita legenda Indonesia.

Aplikasi MAXstream saat ini semakin menjadi pilihan terdepan bagi pelanggan Telkomsel dan telah diunduh lebih dari 30 juta kali, baik melalui Google Play Store maupun App Store. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai pilihan paket khusus dan cara aktivasi untuk mengakses konten MAXstream, serta ragam pilihan konten digital menarik lainnya, dapat diakses melalui tautan tsel.me/maxstream.

“Kami berharap penayangan ‘Angling Dharma’ ini dapat memberikan tontonan yang tidak hanya menghibur, tapi juga mampu memberikan nilai-nilai positif dan edukatif bagi siapa pun yang menontonnya. Ke depan, sebagai upaya mempertegas komitmen sebagai ‘The Home of Entertainment’, Telkomsel akan terus mengoptimalkan peran MAXstream dalam menjalin kolaborasi dengan lebih banyak lagi sineas lokal sehingga mampu menghadirkan konten orisinal yang lebih variatif bagi seluruh masyarakat sekaligus untuk memajukan industri perfilman Tanah Air,” tutup Nirwan.

Pengembangan Ekonomi Berbasis Digital untuk Tingkatkan Daya Saing Generasi Muda di Era Industri 4.0

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka meraih cita-cita Indonesia menjadi negara maju, transformasi perekonomian melalui pengembangan ekonomi berbasis digital dan peningkatan jumlah dan kualitas dari sektor manufaktur yang juga diiringi peningkatan start-up atau perusahaan rintisan menjadi hal yang harus dilakukan.

Untuk mendukung peningkatan jumlah perusahaan rintisan berbasis teknologi, Pemerintah telah memiliki Program PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) dimana perusahaan rintisan terpilih, akan menerima sejumlah insentif pendanaan dan pembinaan. Pemerintah juga memiliki beberapa Science Techno Park (STP) potensial yang tersebar di sejumlah daerah dan disediakan pula inkubasi bisnis rintisan di berbagai STP tersebut agar inovasi yang dihasilkan dapat dikomersialisasikan menjadi produk massal.

Para pendiri start-up merupakan pahlawan masa kini, karena dapat membantu Indonesia untuk memaksimalkan potensi bonus demografi yang akan dialami dalam 10 hingga 20 tahun ke depan melalui penciptaan lapangan kerja baru bagi Generasi Y atau Generasi Milenial dan Generasi Z.

“Bangsa Indonesia membutuhkan pahlawan masa kini yang berasal dari generasi muda  terutama untuk bertransformasi di era industri 4.0, ini bukan lagi berperang secara fisik tetapi dengan mengedepankan ide, karakter/kepribadian yang kuat, kritis serta positif, dan inovatif di dalam dunia baru yaitu dunia digital, artificial intelligence, crypto, cloud, dan inovasi berbasis teknologi lainnya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (10/11), dalam sambutannya pada acara Zoominar Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan dengan tema “Pahlawan Era Revolusi Industri 4.0.” yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Depok bekerja sama dengan Djogja Gotong Royong (DGR)

Generasi muda harus siap dengan perubahan menjadi lebih modern, dari manual menuju instan dengan bantuan peralatan canggih serta teknologi cyberdan otomasi yang dapat mempermudah kehidupan masyarakat dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas suatu lingkungan kerja yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha/industri.

Dengan demikian generasi muda diharapkan dapat meningkatkan kemahiran digital dengan menjadi talenta-talenta digital yang sangat dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri, serta mampu memanfaatkan talenta digitalnya dan berperan sebagai job creator.

Sampai dengan tahun 2030, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital. Pemerintah terus mendukung upaya pengembangan talenta digital melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Ketiga program ini akan membantu pengembangan keterampilan digital dari level basic hingga advance.

Pemanfaatan talenta digital juga akan berfungsi sebagai akselerator bagi wirausaha. Upaya pengembangan keterampilan digital diproyeksikan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030.

Turut hadir dalam zoominar ini diantaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Ketua Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Ganjar Pranowo, para mahasiswa serta aktivis. (ag/fsr/*)

PSMS Medan(1) vs Babel United(1): Jalan Kembali Terjal

SUMUTPOS.CO – Langkah PSMS Medan untuk lolos ke babak delapan besar Liga 2 musim ini semakin berat. Ini terjadi setelah Ayam Kinantan hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Babel United di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Kamis (11/11) sore.

PSMS memulai laga dengan kurang meyakinkan. Begitu laga dimulai, mereka justru ditekan Babel United yang memiliki motivasi tinggi. Beberapa kali serangan Babel United masuk ke pertahanan PSMS, meski belum merepotkan.

Sedangkan PSMS yang mengandalkan serangan balik, juga kesulitan mendapatkan peluang. Fiwi Dwipan yang ditempatkan menjadi target man, kesulitan menembus pertahanan Babel.

Peluang terbaik Fiwi Dwipan terjadi pada pertengahan babak pertama. Menerima umpan dari Anis Nabar, Fiwi menggiring bola ke kotak penalti Babel

Namun, dia gagal melepaskan tendangan ke gawang, karena bola terlalu cepat.
Begitu juga dengan Babel, kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Permainan PSMS lebih hidup di babak kedua. Mereka berbalik menekan Babel United. Namun Fiwi Kesulitan menciptakan peluang. Pelatih PSMS Ansyari Lubis menarikknya keluar dengan memasukkan Titus Bonai.

Masuk Tibo membuat serangan PSMS lebih hidup. Pemain asal Papua ini akhirnya membuka keunggulan PSMS di menit ke-69. Dia memanfaatkan umpan dari Rahmad Hidayat, yang sempat terlepas dari kaki pemain belakang Babel United.

Berhasil mencetak gol, para pemain PSMS semakin bersemangat. Mereka terus menggempur pertahanan Babel United. Namun, kiper Babel United Jupriyanto tampil luar biasa. Dia berhasil mengagalkan semua peluang PSMS.

Salah satu peluang PSMS terjadi di menit ke-75. Menerima umpan dari Tibo, Rahmad Hidayat berhasil melewati pemain belakang Babel United. Sayang, tendangannya masih mengenai tiang gawang.

Keasyikan menyerang, pertahanan PSMS menjadi lengah. Hal ini dimanfaatkan Babel United. Pada menit ke-84, Amirul Mukimin berhasil menjebol gawang PSMS. Tendangannya gagal ditepis Sendri Johansyah.

Tersentak dengan gol tersebut, PSMS mencoba menggempur pertahanan Babel. Namun, hingga laga usai, tidak ada gol tambahan tercipta. Laga berakhir imbang 1-1.

Hasil imbang ini membuat langkah PSMS ke babak delapan besar kembali sulit. Saat ini PSMS memiliki 10 poin dari tujuh laga. Mereka akan kembali tertinggal jika PSPS mampu meraih kemenangan pada pekan ketujuh.

Pelatih PSMS, Ansyari Lubis mengakui kecewa dengan hasil imbang ini. Dia mengaku timnya kurang beruntung, karena memiliki banyak peluang, khususnya di babak kedua.

“Kita kecewa, tapi itulah sepak bola. Hasil ini membuat peluang kita semakin berat. Tapi bukan berarti tertutup. Kita harus memenangkan pertandingan sisa untuk bisa lolos ke babak delapan besar,” ujar Ansyari usai pertandingan. (dek)

Luncurkan Buku Pembiayaan UMKM, Menko Airlangga Sampaikan Keberpihakan Pemerintah kepada UMKM

JAKRTA, SUMUTPOS.CO – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tak pelak lagi telah memiliki kemampuan menjadi penopang ekonomi dan sekaligus memiliki karakteristik yang resilien pada periode-periode krisis di Indonesia. Hal ini terlihat pada krisis moneter tahun 1997/1998 dan periode krisis keuangan tahun 2008/2009. Selain itu, UMKM juga memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia menuju Indonesia Emas tahun 2045. Dalam banyak kesempatan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah menekankan bahwa UMKM juga merupakan critical engine yang berperan penting dalam mempertahankan momentum pemulihan ekonomi pada periode pandemi Covid-19.

Kontribusi UMKM terhadap PDB telah mencapai 61% dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja mencapai 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Selain itu, UMKM juga berperan dalam mendorong peningkatan investasi dan ekspor Indonesia. Total investasi di sektor UMKM telah mencapai 60% dari total investasi nasional dan kontribusinya terhadap ekspor non migas nasional telah mencapai 16%.

Pentingnya peran UMKM bagi perekonomian ini menjadi latar peluncuran buku yang berjudul “Pembiayaan UMKM” di Jakarta secara hybrid, Kamis (11/11), untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki. Secara umum, buku tersebut menjelaskan tentang perkembangan dan peran penting pembiayaan bagi UMKM. Buku “Pembiayaan UMKM” juga menguraikan tentang upaya Pemerintah dalam mendorong peningkatan akses pembiayaan UMKM dari masa ke masa.

“Buku ini penting untuk berbagi pengetahuan terkait dengan UMKM yang merupakan salah pilar mengapa pertumbuhan ekonomi masih bisa bertahan sepanjang Covid-19. UMKM memang selalu menjadi buffer dalam berbagai krisis ekonomi sejak 1998, 2008 dan di era pandemi Covid-19,” jelas Menko Airlangga. Buku ini merupakan buku ke-4 Menko Airlangga. Sebelumnya, Menko Airlangga telah menulis buku ke-1 yang berjudul Strategy Clustering, ke-2 Merajut Asa Membangun Industri, dan ke-3 berjudul Membangun Kemandirian, Mewujudkan Kedaulatan dan Ketahanan Energi Nasional.                        

Menko Airlangga pada kesempatan tersebut juga mengatakan bahwa selama ini Pemerintah berpihak kepada UMKM yang berjumlah 64 juta dan dukungan transformasi digitalisasi UMKM menjadi andalan. Salah satu wujud keberpihakan Pemerintah kepada UMKM terlihat dari program semi bansos yang diinisaiasi Pemerintah di masa pandemi, yaitu Kartu Prakerja, yang diakui oleh World Bank sebagai program yang sangat membantu UMKM di masa pandemi.

“Kita ketahui bahwa momentum pertumbuhan ekonomi 3,51% di Q3 tahun 2021 bisa dilaksanakan karena kita punya basis yaitu basis manufaktur dan kegiatan ekspor tetap berjalan. Itu yang membuat Indonesia resilien. Bahkan pada Oktober 2021, PMI Manufaktur mencapai 57,2, Indeks Keyakinan Konsumen sudah di atas 100, ritel dan yang lain naik, serta dari segi perbankan juga NPL nya rendah. Ini membuat kita optimis di Q4,” ungkap Menko Airlangga.

Selanjutnya, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa transformasi digital dan inklusi keuangan diharapkan menjadi andalan atau lesson learned bagi kepentingan Indonesia dalam Presidensi G20 dan telah dibahas dalam side eventG20 di Roma.

Menko Airlangga pada kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberi arahan untuk peningkatan kredit UMKM yang sebesar 20% didorong mencapai 24% pada tahun 2024. “Tentu kita melihat beberapa negara lain juga memiliki keberpihakan kepada UMKM seperti Korea Selatan dan Jepang. Negara-negara yang mempunyai dukungan kuat terhadap UMKM mampu keluar dari middle income trap,” tutur Menko Airlangga. Untuk itu, Indonesia juga mendorong UMKM dalam bentuk berbagai penjaminan dan juga kredit usaha yang ditargetkan bisa terus meningkat.

Buku “Pembiayaan UMKM’ disusun secara lengkap dan sistematis sehingga menjadikan buku tersebut sebagai salah satu buku yang komprehensif dalam membahas perkembangan UMKM, khususnya terkait dengan sisi pembiayaan. Buku “Pembiayaan UMKM” juga didukung oleh evidence data yang lengkap secara historis sehingga memudahkan pembaca dalam melihat perkembangan UMKM secara lebih kredibel. Semuanya dikemas dengan penulisan dengan menggunakan bahasa semi populer sehingga membuat buku tersebut tetap fresh dan ringan untuk dibaca.

“Saya berharap upaya pendokumentasian dalam bentuk buku ini dapat memberikan kontribusi positif dalam membantu pengembangan UMKM, terutama dari sisi pembiayaan. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian,” tegas Menko Airlangga.

Pada peluncuran buku “Pembiayaan UMKM”, Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir turut memberikan welcoming remarks terkait sistematika buku dan rencana sosialisasi ke depan. Beberapa tokoh penting dan akademisi dalam pengembangan UMKM di Indonesia juga memberikan testimoni terkait isi dari buku tersebut, antara lain Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro. Dalam testimoninya, para tokoh tersebut menjelaskan bahwa buku “Pembiayaan UMKM”  merupakan salah satu sumber literasi yang komprehensif dalam perkembangan pembiayaan UMKM di Indonesia serta berperan penting dalam mendorong peningkatan daya saing UMKM.

Selain memberikan testimoni, Menteri Koperasi dan UKM dan Rektor Universitas Indonesia juga hadir secara langsung dalam acara peluncuran buku “Pembiayaan UMKM”. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida, jajaran pimpinan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan perwakilan penyalur dan penjamin KUR. (dep1/ltg/fsr)