25 C
Medan
Thursday, January 22, 2026
Home Blog Page 2954

Meluas, Ribuan Rumah Terendam, Kantor Bupati Sergai Terkena Banjir

SUMUTPOS.CO – Banjir yang melanda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara sejak dua pekan yang lalu semakin parah. Bahkan meluasnya banjir hingga ke Kantor Bupati Sergai, Kamis (11/11). Banjir meluas akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Bedagai di hulu yang dikenal dengan Sungai Belutu. Akibatnya, ribuan rumah terdendam banjir.

Air mulai menggenai kompleks Kantor Bupati Sergai pada pagi hari, akibat dampak banjir ini ratusan rumah diwilayah Kecamatan Sei Rampah kondisi terendam banjir. Walaupun banjir, kondisi perkantoran masih melakukan aktivitas pekerjaan. Beberapa kantor yang terendam banjir di antaranya Kantor Inspektorat, Kantor PMD, Kantor Kesbanglinmas, Dinas Kesehatan, Kantor Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Genangan air sempat menggangu pelayanan warga diantaranya Kantor Dukcapil sehingga menyulitkan warga yang mengurus KTP dan layanan dokumen lain.

Paino wargai Desa Firdaus mengatakan, banjir ini sudah terjadi hampir seminggu ini. Banjir sempat surut namun hujan turun kembali membuat banjir kembali datang di wilayah hulu. Terkait bantuan sudah diterima oleh warga yaitu sejumlah kebutuhan pokok seperti beras. “Kali ini banjir semangkin meluas,” ujar Paino.

Sedangkan Camat Sei Rampah, Rahmat Suhendra Damanik mengatakan, update terkini kondisi debit air banjir di wilayahnya bertambah sekitar 30 centimeter untuk Kecamatan Sei Rampah. Sedangkan data yang terbaru, Desa Sei Rampah menjadi salah satu desa yang rumah warganya paling banyak terendam banjir. “Untuk Desa Sei Rampah yang sebelumnya 1.052 sekarang sudah 1.800 rumah yang berdampak banjir. Kita dari pemerintah tetap mengevaluasi apa-apa saja yang dibutuhkan warga. Sekarang kita mengevakuasi warga yang masih berada di dalam rumah, kita pindahkan ke posko yang sudah dirikan,” paparnya, Kamis (11/11).

Untuk kesehatan warga, kata Rahmat, Pemkab Sergai setiap hari melakukan pengecekan kepada setiap-tiap warga yang rumahnya terendam banjir. “Kita kontrol setiap hari, dan ada mobil puskesmas yang keliling, dan untuk bahan baku makanan juga kita kontrol setiap hari juga,” ujar Rahmat.

Camat Tanjung Beringin Helmiati mengatakan, di daerahnya semakin meluas karena limpahan sungai Sei Rampah meski tanpa disertai Rob (banjir pasang laut. Banjir menggenangi Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Akibatnya sebanyak 3.314 kepala keluarga (KK) terkena dampak banjir. “Posko yang berdiri hanya 1, sebab kemarin tanggal 8/11/2021 banjir telah surut, namun kini semakin meluas, semua sendi kehidupan terkena dampak, anak sekolah, pekerjaan, pasar ibadah terganggu karena banjir ini,” ujarnya.

Berdasarkan rekapitulasi dari para kepala desa yang wilayahnya terkena banjir, nyaris semua sendi-sendi ekonomi terganggu. Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah desa yang terkena banjir yakni Desa Pekan Tanjung Beringin: 2.023 KK/8.078 jiwa, Desa Pematang Cermai: 939 KK/3.720 jiwa, Desa Tebing Tinggi: 145 KK/571 jiwa, Desa Mangga dua: 88 KK/350 jiwa, Desa Pematang Terang: 15 KK/57 jiwa, Desa Nagur: 249 KK/987 jiwa.

Kepala BPBD Sergai, Henri Suharto mengatakan, banjir di Sergai sudah melanda empat kecamatan. “Keempat kecamatan tersebut, Desa Mariah Padang, Kecamatan Tebingtinggi, Desa Marjanji Kecamatan Sipispis, Kecamatan Tanjung Beringin, dan Kecamatan Sei Rampah,” ujar Henri.

Total rumah yang terendam banjir, kata Henri, sudah sekitar 5.600 rumah yang terendam. “Dari empat kecamatan itu, 5.600 rumah sudah terendam banjir,” kata Henri.

BANJIR: Anak-anak bermain di genangan banjir yang melanda Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) sejak kemarin. Dampak hujan deras dan meluapnya sungai, membuat ribuan rumah di Sergai terendam banjir.

Namun dirinya, tak menutup kemungkinan semakin meluas di Sei Rampah dan Tanjung Beringin, karena menjadi daerah hilir dari aliran sungai Sei Rampah.

Sebelumnya Bupati Sergai Darma Wijaya mengatakan, bencana banjir yang terjadi di Kabupaten tentu mendapat perhatian yang sangat serius dari pemerintah, khususnya di Sergai.

Menurut Darma, koordinasi untuk mencari solusi aktif digelar, salah satunya dalam rapat koordinasi (rakor) antara Pemkab Sergai dengan para pengusaha di Sergai.

Darma mengatakan, sejak Kabupaten Sergai berdiri 17 tahun lalu, banjir adalah permasalahan tahunan yang saat ini masih terus berusaha dicarikan solusi terbaiknya. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami, terutama bagaimana menanggulanginya di area yang menjadi langganan banjir seperti Sei Rampah dan Tanjung Beringin,” kata Darma Wijaya.

Darma menerangkan, salah satu faktor utama yang menjadi penyebab bencana banjir adalah akibat sendimen sungai yang dangkal. Selain itu, tidak adanya tanggul sehingga mengakibatkan luapan air yang mengalir ke area rumah penduduk saat intensitas hujan tinggi.”Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian untuk mengatasi permasalahan ini. Dibutuhkan sinergi dan kerja sama dari para stakeholder, terutama dari kalangan pengusaha yang menjalankan kegiatan ekonomi di bumi Sergai,” bilangnya.

Darma mengatakan, sebenarnya pemerintah pusat sudah berencana melakukan normalisasi sungai sebagai solusi banjir. Namun, hal tersebut baru dilaksanakan tahun depan. “Saat ini kita menghadapi situasi kedaruratan, maka dari itu perlu dilakukan tindakan segera. Saya meminta kepada para pengusaha dan pihak perusahaan agar ikut turut serta berkontribusi untuk masyarakat Sergai, salah satunya lewat mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah dimiliki oleh rata-rata perusahaan,” pintanya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan sejumlah wilayah di Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Kamis sore dan malam hari.”Berpotensi hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada sore dan malam hari, “ kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Defri Mandoza, Kamis (11/11). 

Ia merinci siang hari berpotensi hujan ringan hingga sedang d wilayah Kepulauan Nias, Langkat, Asahan, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Paluta, Humbahas, Taput, Tapteng, Madina, Pakpak Bharat, Dairi, Karo, dan sekitarnya. Sore-malam hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Sumatera Utara dan dini hari berawan banyak di wilayah Sumatera Utara.

Atas kondisi tersebut masyarakat diingatkan agar waspada potensi hujan dengan intensitas lebat di pegunungan, di Lereng Timur, Pesisir Timur dan Pantai Barat Sumatera Utara. Suhu udara 23.0 – 33.0°Celcius, kelembapan udara 65 – 99 persen dan angin berhembus dari Barat Daya-Timur Laut dengan kecepatan 10 – 30 km/jam.

Sejumlah Daerah Dilanda Banjir

Banjir dan longsor juga melanda sejumlah daerah di nusantara. Di Sumatera Barat, longsor dan banjir melanda sejumlah lokasi di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang mengakibatkan arus transportasi menuju Simpang Empat putus total sejak Kamis dini hari.

“Sejumlah lokasi dilanda banjir sejak Rabu (10/11) tengah malam. Selain itu juga longsor,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Azhar di Simpang Empat, Kamis (11/11).

Azhar mengatakan, banjir terjadi di Jorong Tabek Sirah Nagari Talu, Jorong Benteng Nagari Talu, dan Jorong Paroman Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau. Longsor terjadi di Jorong atau Kampung Halaban. Banjir sudah surut sedangkan longsor masih menutupi jalan mengakibatkan arus transportasi terputus.

Menurutnya banjir terjadi akibat hujan lebat sejak Rabu (10/11) hingga tengah malam. Hal itu menyebabkan meluapnya sejumlah anak sungai di daerah itu. Sekitar 40 unit rumah warga terendam air sekitar satu meter, 10 kepala keluarga mengungsi ke rumah sanak famili terdekat, dan sekitar 50 kepala keluarga di Jorong Paroman Nagari Sinuruik diungsikan untuk siaga bencana longsor.

Kemudian, banjir dan longsor juga melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diguyur hujan sejak Rabu (10/11) malam. Di Gunungkidul, banjir terpantau melanda daerah selatan seperti Kelurahan Songbanyu dan Pucung di Kecamatan Girisubo, serta kecamatan lain seperti Tanjungsari, dan Tepus pada Kamis (11/11).

“Ada luweng yang tersumbat, intensitas hujan cukup deras, daya tampung masuk luweng tersendat ya biasa, ada genangan. Ini beberapa titik di wilayah selatan Gunungkidul seperti itu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki saat dihubungi, Kamis (11/11).

Sementara, Koordinator SAR Satlinmas Gunungkidul Wilayah I Gunungkidul Sunu Handoko Bayu menuturkan, air mulai menggenang setinggi perut orang dewasa di Perkampungan Nelayan Pantai Sadeng, Songbanyu sejak pukul 07.00 WIB. “Beberapa rumah perkampungan terendam air. Tapi, saat ini sudah mulai surut setinggi lutut orang dewasa karena intensitas hujan rendah. Tapi kalau intensitas meninggi lagi pasti akan terjadi kenaikan air lagi,” kata Sunu.

Menurut Sunu, banjir disebabkan air kiriman seputaran Songbanyu dan Sungai Bengawan Solo Purba buntut hujan deras sedari semalam.”Warga terdampak banjir 27 KK, sementara mengungsi ke aula pos AL Sadeng,” tutur Sunu.

Di Kota Yogyakarta, guyuran hujan deras memicu longsor tebing di kampung Terban RT 02 RW 01, Terban, Gondokusuman. Longsoran material menimpa rumah milik warga, Sukmanto (58).

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Purnomo Wahyudi menyebut korban berhasil selamat dari longsor yang terjadi pada pukul 10.00 WIB. Namun, ia mengalami patah kaki kanan karena sempat tertimbun material.

Menurut Wahyudi, korban sempat tertimbun separuh badannya lantaran tengah tertidur saat longsor terjadi. Beruntung ia bisa dievakuasi dengan cepat.”Korban mengalami faktur kaki kanan, sekarang sudah dibawa ke RS Panti Rapih,” kata Wahyudi.

Sementara itu, banjir rob juga menerjang 3 kecamatan di Riau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 34 warga mengungsi akibat banjir rob yang merendam tiga kecamatan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, puluhan warga itu mengungsi ke rumah kerabat terdekat yang tidak terdampak.”34 jiwa mengungsi akibat banjir rob,” kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/11).

Dia menyebutkan tiga kecamatan yang dilanda banjir rob, yaitu Desa Pekajang di Kecamatan Lingga, Kelurahan Senayang di Kecamatan Senayang, Desa Jagoh, Desa Marok Tua, Desa Tanjung Irat di Kecamatan Singkep Barat.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, banjir rob telah menyebabkan kerugian materil.

Ia menyebutkan sebanyak enam unit rumah mengalami rusak berat, sembilan unit rumah rusak ringan, dan satu akses penghubung menuju dermaga berupa jembatan harus terputus.

Sedangkan banjir yang melanda Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat yang sudah terjadi hampir 3 pekan, tak kunjung surut. Banjir tersebut diketahui sudah merendam permukiman warga selama tiga pekan terhitung sampai hari ini, Kamis (11/11). Sebelumnya, Sintang kembali diguyur hujan lebat pada Rabu (10/11).

Humas BPBD Sintang, Benyamin mengatakan, tanda-tanda banjir surut belum terlihat secara. Sampai hari ini (11/11) hujan masih kerap kali mengguyur Sintang. Benyamin memprediksi banjir masih akan bertahan sampai dua pekan ke depan akibat hujan yang masih terus terjadi.

Berdasarkan pantauan Benyamin, banjir di Sintang masih terbilang parah. Di beberapa pemukiman warga dekat sungai bahkan ketinggian air mencapai 5 meter.”Kalau di pemukiman tepi sungai sekitar 5 meter,” ucapnya.

Sintang dilanda banjir sejak 21 Oktober lalu. BNPB mencatat, 3 orang meninggal akibat banjir tersebut. Tak sedikit warga yang mengungsi akibat tempat tinggalnya terdampak banjir. Sejauh ini, BNPB telah mengirimkan bantuan senilai Rp500 juta untuk penanganan banjir di sana.

Polri Gelar Operasi Aman Nusai II

Mengatasi bencana alam, Polri ikut bergerak dengan menggelar Operasi Aman Nusa II. Operasi dilaksanakan mulai dari tingkat pusat hingga Polda jajaran. Adapun fokus dari operasi ini yaitu mengantisipasi datangnya bencana alam saat musim penghujan tiba.

“Itu adalah suatu hal yang rutin dilakukan ketika menjelang perubahan iklim dari kemarau ke hujan, yang cenderung banyak menimbulkan masalah bencana alam. Seperti longsor dan banjir,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis (11/11).

Rusdi mengatakan, Operasi Aman Nusa II telah disiapkan sejak jauh hari. Jumlah personel hingga peralatan yang dibutuhkan telah disiapkan.”Jadi, tinggal dilaksanakan. Sekarang sudah mulai antisipasi, kalau ada bencana main (bergerak) mereka, juga pencegahan mengingatkan mitigasi kepada masyarakat tentang antisipasi bencana itu,” jelasnya.

Melalui operasi ini, maka jajara Polri akan langsung datang ke lokasi kejadian saat bencana terjadi. Petugas akan menberikan pertolongan kepada korban, hingga membantu proses evakuasi.

Dalam operasi kali ini juga melibatkan pemerintah daerah (Pemda) dan TNI. Sedangkan aspek pencegahan Polri menggandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).”BMKG sudah mengingatkan berapa wilayah antisipasi, karena curah hujan tinggi karena fenomena La Nina,” pungkas Rusdi. (ian/ cnn/bbs/jpg)

Vaksinasi di Sumut Sudah 51,38 Persen, Covid Tersisa 196 Kasus

Ismail Lubis, Kepala Dinas Kesehatan Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara kembali mencatatkan penurunan kasus aktif atau jumlah penderita Covid-19, Kamis (11/11). Di mana, saat ini tinggal menyisakan 196 kasus atau turun 18 penderita dari Selasa (9/11) kemarin, yang masih berjumlah 214 orang.

Ismail Lubis, Kepala Dinas Kesehatan Sumut.

Jumlah ini didapat, dari update data harian Covid-19 milik Kementerian Kesehatan RI, yang menyebut jika Provinsi Sumut hanya memeroleh penambahan tujuh kasus baru konfirmasi positif, sehingga akumulasinya menjadi 105.927 orang.

Kemudian untuk kasus sembuh, diperoleh penambahan lebih banyak sebesar 18 orang, sehingga menjadi 102.842 orang Sedangkan kasus kematian masih bertahan di angka 2.889 orang.

Sementara itu berdasarkan data yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, jumlah kasus aktif yang ada di ibu kota Provinsi Sumut ini, tinggal menyisakan 70 orang pasien Covid-19 yang dirawat.

Adapun penambahan kasus baru positif berjumlah tiga orang menjadi 48.047 kasus; kasus sembuh bertambah sembilan orang menjadi 47.060; dan kasus kematian tetap bertahan di angka 917 orang. Kendati kasus Covid-19 Sumut terus melandai, upaya vaksinasi masih terus digalakkan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Ismail Lubis, mengaku bahwa capaian vaksinasi yang telah diperoleh hingga saat ini sudah 51,38 persen, seiring terus masifnya kegiatan vaksinasi massal yang dilakukan berbagai pihak di daerah tersebut.”Untuk dosis pertama sudah mencapai 51,38 persen. Sedangkan dosis kedua sudah mencapai 31 persen,” katanya menjawab wartawan.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika Pemerintah Provinsi Sumut terus menggenjot vaksinasi untuk mencapai target 70 persen hingga akhir 2021, untuk mewujudkan herd immunity. Menurutnya, sejauh ini pemahaman masyarakat tentang pentingnya vaksinasi sudah jauh lebih baik, bahkan begitu antusias untuk divaksin.”Terkadang tanpa perlu dilakukan imbauan-imbauan, banyak masyarakat yang datang sendiri untuk vaksin dan menanyakan ke kita dimana tempat vaksinasi massal,” jelasnya.

Meskipun demikian, Ismail mengimbau warga yang sudah menjalani vaksinasi tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.”Sehingga kita harapkan semua aktivitas bisa berjalan normal dan virus Covid-19 hilang dari Sumut,” pungkasnya.

Nias Belum Capai 50 Persen

Sementara itu, dari cakupan vaksinasi seluruh Sumatera Utara yang mencapai 51,38 persen tersebut, diantaranya Nias Utara baru mencapai 18 persen.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, vaksinasi di Kepulauan Nias belum mencapai 50 persen. Sehingga, di Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November lalu, pihaknya bersama Kodam I/BB menggelar vaksinasi massal di Kepulauan Nias.

‘’Kabupaten yang capaian vaksinasinya masih rendah adalah Nias Utara, yakni baru 18 persen. Diharapkan dengan peningkatan tenaga vaksinator di Nias Utara ini, target kita di akhir Desember 2021 mencapai 70 persen sesuai instruksi Pemerintah Pusat,” harap Panca, usai vaksinasi massal di daerah tersebut, Rabu (10/11).

Dikatakannya, TNI dan Polri menargetkan 10.000 dosis vaksin yang diberikan kepada warga di Kepulaan Nias, termasuk juga di daerah terpencil yang menjadi prioritas utama vaksinasi.

“Tim yang ada harus solid, TNI-Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) agar bersinergi dalam mengejar capaian vaksinasi di seluruh wilayah, pendataan agar terus mendapat pendampingan dari Dinas Kependudukan, demikian juga sistim jaringan internet,” tegasnya.

Panca menilai, antusias masyarakat sangat tinggi, hal ini menjadi kunci sukses percepatan vaksin karena masyarakat bersemangat. “Kita juga mengimbau menjelang Natal dan Tahun Baru masyarakat untuk tidak bereforia dalam merayakan, karena kita tidak ingin warga yang sudah di vaksin abai protokol kesehatan (Prokes) akan berdampak kepada masyarakat yang lain,” pungkasnya.

Sedangkan secara nasional, sebanyak 209 juta dosis vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada target sasaran vaksinasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 persen atau 128 juta orang sudah disuntik dosis pertama dan 39 persen atau 81 juta orang sudah disuntik dosis kedua.

“Artinya PR kita kan masih ada 40 persen masyarakat yang belum dapat dosis vaksin pertama ya,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi secara virtual melalui kanal YouTube FMB9IKP_ID, Kamis (11/11).

Nadia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, pemerintah harus terus melakukan edukasi dan motivasi agar masyarakat bersedia divaksinasi. “Semua orang yang di sekitar kita harus divaksin, itulah prioritas kita saat ini mengejar dulu yang mengejar dosis satu dan dosis kedua,” ujarnya.

Nadia mengatakan, ke depannya, selama mengejar vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua, pemerintah akan memastikan perlindungan bagi kelompok rentan dengan melaksanakan booster vaksin. “Dan kembali lagi bahwa yang kita prioritaskan untuk penambahan booster ini adalah kelompok yang paling rentan yaitu lansia,” ucapnya.

Berdasarkan data Kemenkes hingga Rabu (10/11), jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua sebanyak 81.275.819 orang atau 39,03 persen dari total target sasaran vaksinasi. Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama yakni 127.805.106 orang atau 61,37 persen.

Adapun sasaran vaksinasi yang sudah ditetapkan pemerintah sebanyak 208.265.720 orang. Orang yang divaksin sejauh ini terdiri dari tenaga kesehatan, lanjut usia petugas publik, masyarakat rentan, dan masyarakat umum termasuk anak-anak usia 12-17 tahun.

Peringkat Indonesia di Dunia Naik

Kasus Covid-19 di Indonesia semakin membaik dalam 3 bulan terakhir. Terus membaiknya perkembangan penanganan Covid-19 membuat Indonesia mendapat pengakuan dunia internasional.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, pencapaian ini hasil kerja keras bersama seluruh lapisan masyarakat. Hal itu terbukti dalam ranking internasional.

“Indonesia terus mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dalam peringkat yang disusun oleh Nikkei, Indonesia berada di peringkat 41 naik dari peringkat 54,” kata Prof Wiku secara daring, Kamis (11/11).

Naiknya peringkat tersebut menempatkan Indonesia di peringkat tertinggi diantara negara-negara ASEAN. Selain itu, berdasarkan penilaian dari Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO), menyatakan per tanggal 3 November 2021, seluruh provinsi di Indonesia berada di tingkat penularan komunitas level 1.

“Pencapaian ini perlu untuk dipertahankan melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah. Sehingga pandemi Covid-19 dapat terus terkendali dan ekonomi nasional dapat pulih dan tumbuh,” jelasnya. (kps/dwi/prn)

Pemda Diminta Berikan BPJS Ketenagakerjaan Pekerja di Sektor Informal

KETERANGAN: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, saat memberikan keterangan.

SUMUTPOS.CO – Setiap orang berhak mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial dari Negara, tanpa terkecuali. Hal itu pun telah diamanatkan dalam Undang-Undang, yakni jaminan sosial adalah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

KETERANGAN: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, saat memberikan keterangan.

Atas dasar hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, pun meminta pemerintah daerah (pemda) untuk memperluas jangkauan program jaminan sosial, khususnya ketenagakerjaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Muhadjir menjelaskan pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan dan regulasi untuk mendukung perluasan kepesertaan jaminan sosial bagi seluruh pekerja. Satu di antaranya adalah Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021, tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Inpres ini telah menugaskan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mendorong gubernur dan bupati maupun wali kota mengoptimalkan jangkauan peserta jaminan sosial ketenagakerjaan,” ungkap Muhadjir secara daring, Kamis (11/11).

Dengan adanya Inpres tersebut, Muhadjir pun meminta jajaran pemerintah pusat dan pemda dapat bersinergi, mengoptimalkan jangkauan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh kalangan pekerja.

“Termasuk Non Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya menjadi peserta aktif dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan terbitnya Inpres ini, tentu saja harus disikapi, Bapak Presiden ingin memastikan setiap pekerja yang berada dalam wilayah kerja gubernur, bupati, wali kota terlindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan,” jelasnya.

Untuk memperkuat pelaksanaan Inpres 2/2021, Kemendagri telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 27 Tahun 2021, tentang Pedoman Penyusunan APBD 2022, yang menegaskan kewajiban pemerintah daerah untuk mengalokasikan APBD dan mendaftarkan pekerja non ASN pada program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Permendagri ini juga sudah dilengkapi dengan Surat Edaran No: 842.2/5193/SJ, tentang Implementasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Pemerintah Daerah. Muhadjir pun meminta, dengan adanya penegasan aturan itu, pemda bisa semakin berkomitmen dan fokus memperluas jangkauan kepesertaan untuk seluruh kalangan pekerja.

“Aturan itu menegaskan kepada pemda agar semua pekerja baik di sektor formal maupun informal terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan,” pungkasnya. (jpc)

HM Ali Yusuf Hadiri Rakor Pemenangan Pemilu 2024 PDI Perjuangan Deliserdang, Bupati Deliserdang Resmikan Musala Al-Marhaen

PERESMIAN: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan (tengah) saat meresmikan Musala Al-Marhaen di Kantor DPC PDI-Perjuangan Deliserdang, Rabu (10/11).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menghadiri peresmian Musala Al-Marhaen di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Deliserdang Jalan Karya Jaksa, Lubukpakam. Rabu (10/11).

PERESMIAN: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan (tengah) saat meresmikan Musala Al-Marhaen di Kantor DPC PDI-Perjuangan Deliserdang, Rabu (10/11).

Pada kesempatan ini, Bupati H Ashari Tambunan bersama Ketua DPD PDI-P Sumatera Utara Drs Rapidin Simbolon MM, Ketua DPC PDI-Perjuangan Deliserdang Eko Sapianto SE,Wakil Ketua DPRD Deliserdang Amit Damanik bersama pengurus meresmikan Musala Al-Marhaen yang ditandai dengan penandatangan prasasti serta pengguntingan pita.

Dalam sambutannya, Bupati Deliserdang bersyukur atas pembangunan Musala Al-Marhaen di Kantor DPC PDI-Perjuangan Deliserdang.

“Penamaan musala yang akan diresmikan ini sangat tepat, saya juga mengagumi dan banyak membaca buku-buku tentang Bung Karno, Ajaran/Ideologi Marhaen didapat dari hasil pemikiran Bung Karno saat bersepeda dan melihat kegiatan masyarakat petani di pedesaan yang ada di Jawa Barat,” ungkap Ashari

Bupati menganggap keberadaan musala yang baru dibangun ini merupakan bagian dari dukungan masyarakat termasuk warga PDI-Perjuangan terhadap visi misi Kabupaten Deliserdang yaitu maju, sejahtera, religius dan rukun dalam kebhinekaan.

Sementara, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar menghadiri Rapat koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Pemenangan Pemilu Serentak Tahun 2024 DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Deliserdang, di Balairung Pemkab Deliserdang, Rabu (10/11).

Pada kegiatan rakor tersebut hadir Ketua DPD PDI-Perjuangan Sumatera Utara Drs Rapidin Simbolon MM beserta pengurus, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deliserdang Eko Sopianto SE beserta Pengurus , Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI-Perjuangan se Kabupaten Deliserdang.

HM Ali Yusuf Siregar mengatakan dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, PDI-Perjuangan merupakan organisasi kekuatan sosial politik yang telah memberikan kontribusi, utamanya dalam proses demokrasi dan demokratisasi.

Dalam mengemban amanah demokrasi, PDI-Perjuangan adalah partai yang dekat dengan rakyat yang selalu mendengar aspirasi dan berjuang untuk memenuhi aspirasi tersebut dengan melakukan konsolidasi yang tekun, gigih dan sabar, diikuti dengan membangun partai yang konseptual, terencana dengan aksi-aksi yang nyata. Inilah yang menjadikan pdi perjuangan tetap eksis dan tumbuh menjadi partai yang dibanggakan oleh seluruh kader dan simpatisannya. (rel/btr/azw)

Rapat koordinasi dalam suatu organisasi merupakan agenda kegiatan yang sangat penting, baik dalam rangka mengevaluasi maupun di dalam merumuskan berbagai program-program kerja yang akan dijalankan ke depan.

“Harapan saya ke depan, bersama-sama seluruh kader-kader terbaik PDI Perjuangan, untuk kebersamaan ini dapat terus kita pertahankan,” pungkasnya. (btr/azw)

Wisata Tangkahan dan Bahorok Dikembangkan Skala Besar

RAPAT: Wagubsu H Musa Rajekshah (kiri) serta Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat rapat lanjutan terintegrasi pengembangan pariwisata kawasan Tangkahan-Bahorok Kabupaten Langkat, di Ruang Rapat Lantai Il Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro No.30 Medan, Rabu (10/11).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pembangunan wisata Tangkahan dan Bahorok harus sejalan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat.

RAPAT: Wagubsu H Musa Rajekshah (kiri) serta Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat rapat lanjutan terintegrasi pengembangan pariwisata kawasan Tangkahan-Bahorok Kabupaten Langkat, di Ruang Rapat Lantai Il Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro No.30 Medan, Rabu (10/11).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) H Musa Rajekshah kepada jajarannya dan Bupati Langkat Terbit Rencana PA pada rapat lanjutan terintegrasi pengembangan pariwisata kawasan Tangkahan-Bahorok Kabupaten Langkat, di Ruang Rapat Lantai Il Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro No.30 Medan, Rabu (10/11).

Wagubsu ingin ada kepastian konsep besar yang harus dilaksanakan untuk pengembangan wisata di Tangkahan dan Bukit Lawang.

Serta Desa Wisata yang akan dibuat di Desa Namu Sialang dan Desa Seiserdang di Tangkahan, juga Desa Timbang Jaya dan Desa Bukit Lawang di Bahorok. “Pengembangan wisata ini bisa berhasil dan berjalan dengan baik dengan dukungan dan sinergitas dari Provsu dan Pemkab Langkat,” tandas Rajekshah.

“Kita tunjukan kita kerja mempunyai manfaat kepada masyarakat dan berkelanjutan. Dalam keberhasilan membangun Desa dan Menata Kota Provinsi Sumut kita bisa maju dan sejahtera,” tambahnya.

Tidak ingin membuang waktu lama, Musa pun menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) jajarannya turun langsung kelapangan melihat apa saja yang diperlukan untuk pembangunan kawasan pariwisata Tanggkahan dan Bahorok.

“Kita harus sejalan juga dengan Pemkab Langkat, agar rencana kerja kita bisa tercapai yaitu embangunan pariwisata di Langkat Tangkahan dan Bukit Lawang,” sebutnya

“Pembuatan konsep Desa Wisata harus benar benar dapat dikerjakan. Insya Allah minggu depan kita melihat langsung dan turun ke sana, sehingga Desa Wisata yg akan kita buat dan apa saja yg harus kita bangun sesuai yang kita harapkan dan dibutuhkan,” ajaknya.

Sementara Bupati Langkat menyampaikan, ada sejumlah upaya Pemkab Langkat telah dilakukan untuk kemajuan wisata.

Di antaranya, di Tahun 2022 Pemkab Langkat telah menganggarkan pembelian lahan PTPN 2 seluas 4,9 hektare. Terdiri dari 2,4 hektare di Bahorok dan 2,5 hektare di Tangkahan. Nantinya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dilokasi wisata.

Selain itu, guna kemudahan menuju lokasi pariwisata Bukit Lawang dan Tangkahan, Pemkab Langkat juga telah mengusulkan perbaikan Infrastuktur jalan dan jembatan pada beberapa ruas jalan antara lain:

Pertama, pembangunan jembatan Bandar Pulo Kwala Musam pada ruas simpang 3 Namu Unggas Tangkahan sepanjang 9,6 Km kondisi rusak berat.

Kedua, perbaikan jalan Bukit Lawang Tangkahan (Bulangta) sepanjang 11,7 Km kondisi rusak berat.

Ketiga, perbaikan jalan Bukit Lawang-Batukatak. Serta pengadaan lampu jalan LPJU dan rambu jalan di jalan mujur obyek wisata Bukit Lawang dan Tangkahan.

“Kami siap bersinergi untuk membangun wisata Langkat,” sebut Bupati.

Rapat ini dihadiri para kepala perangkat daerah terkait di jajaran Pemprovsu dan Pemkab Langkat. (mag-6/azw)

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week, Mendag Sebut Indonesia Kini Jadi Pusat Busana Muslim Dunia

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (tengah) bersama Wakil Ketua Komite Promosi Fesyen Muslim Nasional Anne Patricia Sutanto (kiri) saat menghadiri acara konferensi pers ‘Kick-Off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ yang digelar secara hybrid, Kamis (11/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia kini telah menjadi salah satu pemain besar di bidang industri muslim global. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan penyelenggaraan ‘Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat busana muslim (muslim fashion) dunia.

Hal tersebut ditegaskan Mendag Lutfi dalam konferensi pers ‘Kick-Off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week’ hari ini, Kamis (11/11) secara hibrida. Turut hadir perwakilan KADIN Indonesia sekaligus Wakil Ketua Komite Promosi Fesyen Muslim Nasional Anne Patricia Sutanto. Gelaran akbar ini akan berlangsung 18 November mendatang di Aquatic Gelora Bung Karno Jakarta.

“Kami ingin bersama-sama memotret kekuatan pasar busana muslim Indonesia agar dapat diekstensifkan menjadi pilar ekonomi Indonesia di masa depan. Tugas Kementerian Perdagangan adalah sebagai agregator semua pemangku kepentingan untuk menciptakan Indonesia sebagai kiblat busana muslim dunia,” kata Mendag Lutfi.

Menurut Mendag Lutfi, Kemendag memiliki tugas untuk menyatukan para pemangku kepentingan seperti pelaku usaha, industri, akademisi, asosiasi, hingga desainer agar dapat berkolaborasi untuk mengukuhkan kekuatan pasar busana muslim Indonesia.

Mendag Lutfi juga menambahkan, urgensi membangun ekosistem industri busana muslim lokal adalah mendukung pelaku usaha busana muslim Indonesia, yang sekitar 90 persennya merupakan usaha kecil dan menengah (UKM), untuk mendapatkan daya tawar yang lebih baik di pasar global.

“UKM sulit bersaing di pasar internasional jika berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, kami ingin mengumpulkan semua pemangku kepentingan dalam satu naungan ekosistem, sehingga Indonesia memiliki daya tawar yang lebih baik dalam hal ekspor,” ungkap Mendag Lutfi.

The State of Global Islamic Economic menyatakan, konsumsi industri busana muslim di Indonesia mencapai USD 21 miliar dan pertumbuhan rata-rata 18,2 persen per tahun. Hal ini menjadikan pasar busana muslim Indonesia sebagai yang terbesar kelima di dunia setelah Iran, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Hal ini memperlihatkan kalau Indonesia memiliki peran penting sebagai konsumen busana muslim dan punya prospek yang besar dalam mendominasi distribusi produk busana muslim secara global.

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week adalah kegiatan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week dapat disaksikan untuk umum melalui siaran langsung di kanal ‘Kementerian Perdagangan’ dan ‘Expo 2020 Dubai’ pada layanan streaming video YouTube.

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week akan menampilkan peragaan busana dari 36 merek busana muslim Indonesia. Selain itu, akan ada booth dan mini showcase dari beberapa merek kosmetik Indonesia yang bersertifikasi halal, di antaranya PT Mustika Ratu, Tbk dan Wardah. Keduanya menjadi pendukung acara sebagai official make up & hairdo pada peragaan busana.

“Embracing Jakarta Muslim Fashion Week adalah sebuah upaya inisiasi untuk merangkul semua pihak yang menunjang sektor busana muslim. Kami ingin agar ekosistem yang terbangun dapat menunjang Indonesia menjadi jagoan di lokal dan internasional. Tren ini harus dimulai oleh Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia,” kata perwakilan KADIN Indonesia sekaligus Wakil Ketua Komite Promosi Fesyen Muslim Nasional Anne Patricia Sutanto saat konferensi pers mendampingi Mendag Lutfi.

Bawa ke Tingkat Dunia

Embracing Jakarta Muslim Fashion Week 2021 ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan Jakarta Muslim Fashion Week yang akan diluncurkan secara resmi di tahun 2022 sebagai bagian dari rangkaian acara Trade Expo Indonesia ke-37 pada 2022 mendatang. Jakarta Muslim Fashion Week akan menjadi program tahunan Kemendag dan KADIN, berupa acara satu minggu fashion week (pekan busana) yang rutin diadakan hingga tahun 2024.

Mendag Lutfi melihat, kekuatan busana muslim Indonesia terletak pada keragaman desainnya yang kaya ciri khas budaya serta dukungan dari industri garmen dan tekstil yang besar. Semua keunggulan ini penting untuk diperkenalkan ke dunia mode Internasional melalui acara Jakarta Muslim Fashion Week. Melalui Jakarta Muslim Fashion Week, busana muslim Indonesia menjadi semakin kuat di pasar domestik dan peluang bisnis ke pasar global akan terbuka luas, hingga pada akhirnya dapat menetapkan posisi Indonesia sebagai pusat busana muslim dunia.

Pada Jakarta Muslim Fashion Week 2022, tema yang diangkat akan menitikberatkan pada edukasi, dengan terus memberi pesan kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah bagi busana muslim global sekaligus memperkuat industri busana muslim di dalam negeri. Kemudian dengan Jakarta Muslim Fashion Week 2023, Indonesia akan lebih memperkuat penjenamaan busana muslim Indonesia ke pasar global. Lalu di tahun 2024, Indonesia sudah akan mendeklarasikan dirinya sebagai pusat busana muslim dunia dan Jakarta Muslim Fashion Week sudah akan diakui sebagai acara busana Internasional.

Mendag Lutfi berharap gagasan Jakarta Muslim Fashion Week akan semakin memperkenalkan karya-karya wastra Indonesia, yang antara lain berupa batik, tenun, dan bordir, ke tingkat global. Dengan penjenamaan busana muslim Indonesia yang kuat, Mendag Lutfi juga berharap ekspor produk Indonesia akan meningkat dan komoditas busana muslim dapat menjadi sumber devisa yang signifikan. (*/sih)

Gaikindo Indonesia International Auto Show, Daihatsu Beri Kejutan pada Pelanggan

TANGERANG, SUMUTPOS.CO – Daihatsu hadir dan beri kejutan untuk pelanggan di Indonesia pada acara GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2021, yang berlangsung pada 11-21 November 2021, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan. Dengan tema ‘Daihatsu The Next Level’, serta konsep booth Urban City, membuat booth Daihatsu berlokasi di HALL 2A ini semakin memberikan pengalaman seru bagi para generasi muda, dan keluarga muda.

Booth Daihatsu di GIIAS 2021 dibuka secara resmi oleh Soichiro Okudaira, selaku Presiden Daihatsu Motor Co. Ltd., Jepang; dan Toshinori Edamoto, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor. Turut hadir juga Gidion Hasan, Direktur PT Astra International Tbk; Supranoto, Chief Executive PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation; dan Erlan Krisnaring, Wakil Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor dalam peluncuran produk baru Daihatsu.

Daihatsu menampilkan total 7 unit di GIIAS 2021, terdiri dari 2 unit All New Xenia dengan varian mesin 1.3L dan 1.5L; lalu disusul 1 unit Daihatsu Rocky 1.2L ADS, 1 unit Rocky modifikasi Neo Retro 1.0L R A.S.A; 1 unit Terios IDS; 1 unit Astra Daihatsu Sigra; dan 1 unit Astra Daihatsu Ayla. Selama pelaksanaan eksibisi, Booth Daihatsu siap menyambut para pengunjung dengan program menarik dan menyediakan paket penjualan spesial selama GIIAS 2021 berlangsung.

Tak hanya itu, GIIAS 2021 kali ini juga menjadi momentum penting Daihatsu dalam meluncurkan produk barunya, yaitu All New Xenia. Kendaraan Low MPV berkapasitas 7 penumpang dari Daihatsu ini menjadi kejutan bagi para pelanggan setelah hadir selama 18 tahun di Indonesia sejak tahun 2004.

All New Xenia telah menerapkan platform berbasis DNGA (Daihatsu New Global Architecture), yakni platform terbaru Daihatsu yang dikembangkan dengan konsep: Kualitas Tinggi dengan Harga Terjangkau, Teknologi Terkini, serta memperhatikan hingga ke detail terkecil seperti ukuran, berat, harga, dan waktu, untuk menghasilkan kendaraan yang lebih efisien.

All New Xenia hadir dengan 2 pilihan mesin 1.3L dan 1.5L berteknologi NR-VE Dual VVT-i, serta transmisi CVT, membuat All New Xenia memiliki performa bertenaga, responsif, akselerasi yang halus, dan efisiensi bahan bakar lebih baik. Dalam hal keselamatan, All New Xenia dilengkapi fitur keamanan spesial tertinggi dan pertama di kelasnya, yaitu Daihatsu A.S.A (Advanced Safety Assist).

All New Xenia tersedia dalam 12 varian, serta total 7 pilihan warna. Untuk informasi harga, dapat mengunjungi langsung ke website resmi Daihatsu.co.id.

“Melalui pameran GIIAS 2021 ini, kami berharap para pengunjung akan mendapatkan pengalaman berkesan dan tak terlupakan di booth Daihatsu. Kami juga memberikan kejutan spesial bagi pelanggan dengan menghadirkan All New Xenia, kendaraan LMPV Daihatsu yang sudah dikenal sebagai ‘Mobil Sejuta Umat’ dan setia menemani keluarga selama 18 tahun di Indonesia,” ujar Toshinori Edamoto, President Director of PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (rel/ram)

Dorong Wisata Desa Huta Tinggi, Sandiaga Sumbangkan Dua Ekor Kerbau

SERAHKAN: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat menyerahkan sepasang kerbau di Kabupaten Samosir.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno memberikan sepasang kerbau ke Masyarakat Desa Wisata Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

SERAHKAN: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat menyerahkan sepasang kerbau di Kabupaten Samosir.

Sepasang kerbau tersebut adalah hadiah yang diberikan Mas Mentri guna meningkatkan pariwisata di desa tersebut, sehingga bisa membangkitkan perekenomian masyarakat desa Huta Tinggi.

“Desa Huta Tinggi itu cirikhasnya dengan kerbau, tapi mereka tidak punya kerbau jadi ini ada sepasang untuk dirawat dengan baik,” ucap Sandi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/11).

Menurutnya, selama ini dia mendapatkan informasi kalau kerbau yang dibuat untuk wisata di desa tersebut adalah milik warga yang dipinjam pengelola.

Sandi menambahkan, untuk membeli kerbau memang membutuhkan dana yang cukup besar. Sehingga pengelola hanya bisa meminjam kerbau warga untuk memberikan paket wisata di desa tersebut. Dia berharap sepasang kerbau ini bisa dimanfaatkan dengan sangat baik. Kerbau ini untuk dijadikan paket wisata edukasi.

“Kerbau betina biasanya dijadikan paket wisata edukasi yaitu memerah susu kerbau, sementara kerbau jantan biasanya dimanfaatkan sebagai alat transportasi tradisional yang bisa dirasakan juga oleh wisatawan dengan menungganginya,” tegasnya.

Aktivitas menunggang kerbau ini rupanya sangat diminati oleh wisatawan mancanegara, khususnya Jepang karena di negara mereka tidak ada kerbau.

Bahkan, dia juga sangat terkesan yaitu, kerbau betina yang diperah susunya bisa dibuat keju khas batak .“Ini kan jadi salah satu penunjang wisata desa tersebut, bagaimana wisatawan merasakan keju kerbau,” tuturnya.

Dalam kunjungannya Mas Menteri juga langsung melihat pengolahan susu kerbau menjadi dali ni horbo atau Batak Cheese. Sandiaga juga akhirnya membantu mempromosikan keju batak tersebut supaya lebih dikenal oleh masyarakat.

“Dengan adanya sepasang kerbau itu diharapkan juga bisa berkembang biak dan desa ini bisa mempunyai banyak kerbau,” kata Sandiaga.

Sandiaga menegaskan, kehadiran desa wisata menurutnya dapat membantu membangkitkan perekonomian warga di tengah pandemi covid-19, dan membuka lowongan kerja bagi masyarakat di sekitar tempat wisata. “Seperti kita ketahui tahun 2021 ini merupakan tahun percepatan pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, pandemi ini merupakan kondisi yang amat berat bagi para pelaku UMKM dan juga sektor pariwisata. Maka dari itu, sebagai upaya penguatan usaha disertai dengan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan bagi para pelaku UMKM. Nantinya para pelaku ini dapat meningkatkan kreativitasnya dan mempromosikan produk-produknya. (gus)

Dana Penanganan Covid-19 di RSUD Dolok Sanggul, Non-Medis Tidak Dapat Insentif

RSUD Dolok sanggul.

SUMUTPOS.CO – Pandemik sudah berlangsung dua tahun, namun kehadiran petugas non medis, semisal sopir ambulan, cleaning service, ternyata terlupakan. Padahal, pekerjaan mereka hampir sama dengan para garda terdepan lain, seperti dokter maupun perawat.

RSUD Dolok sanggul.

Sebab, memiliki risiko yang tinggi untuk tertular. Salah satunya, tidak adanya nama mereka dalam pemberian insentif dari pemerintah terkait penanganan Covid-19.

“Jadi semua yang terlibat dengan penanganan Covid-19, sopir ambulan, petugas kebersihan tidak dapat insentif,” kata Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Netty Simanjuntak melalui Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD dr Heppy Suranta Depari didampingi Ketua Tim Verifikator Jasa Insentif Nakes Penanganan Covid-19 dr Hendri Manalu kepada sejumlah wartawan di RSUD Dolok Sanggul, belum lama ini.

Heppy mengatakan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Humbang Hasundutan tahun 2021 sebanyak Rp1,6 miliar ini untuk insentif jasa para tenaga kesehatan saja.

“Uang sebanyak Rp1,6 miliar itu untuk insentif jasa para tenaga kesehatan yang diambil dari APBD 2021. Dan, uang sebesar itu telah disalurkan ke dokter spesialis, dokter umum, perawat/bidan, dan tenaga kesehatan lainnya seperti di radiologi, laboratorium, pcr. Tidak termasuk ke sopir ambulan, dan petugas kebersihan,” terang Heppy.

Menurut dia, penerima insentif hanyalah para petugas kesehatan yang langsung melakukan pelayanan terhadap pasien. Sementara, sopir tidak bersentuhan langsung dengan pasien Covid 19.

Sedangkan, petugas kebersihan di rumah sakit ini sudah dipihak ketigakan. “Jadi, cleaning service itu sudah dipihak ketigakan jasanya,” ujar Heppy.

Dijelaskannya, klasifikasi penerima insentif terdiri dari dokter, perawat atau bidan dan petugas kesehatan lainnya seperti petugas laboratorium yang terlibat langsung dalam proses pemeriksaan spesimen pasien Covid-19.

“Petugas kesehatan lainnya adalah petugas farmasi yang bertugas di ruang isolasi dan petugas radiologi. Sesuai dengan aturan, petugas ambulan tidak termasuk,” ujar Heppy.

Kemudian, lanjut Heppy, juga pemberian insentif tersebut harus memiliki SK dari Direktur Rumah Sakit sebagai petugas penunjang tenaga medis.

“Ini juga harus ada SK Direktur. Jika tidak ada, tidak dapat,” tutur Heppy.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana RSUD Dolok Sanggul Robert Silaban membenarkan tidak adanya insentif untuk para sopir ambulan dan petugas kebersihan yang diambil dari APBD Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Sopir ambulan tidak ada dapat jasa insentif Covid-19 dari APBD,” kata Robert.

Menurut Robert, hanya saja sopir ambulan dapat jasa sebagai pendanaan biaya merujuk pasien Covid 19 berasal dari dana Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).

Secara klasifikasinya per tim persatu pasien. “ Biaya yang dikeluarkan sistim pembayarannya per tim dengan jumlah dana sebesar Rp 1.200.000. Juga, sudah mencakup biaya bahan bakar mobil ambulance, supir, dan perawatnya,” jelas Robert juga sebagai Koordinator Tim Penanganan Covid 19 RSUD Dolok Sanggul ini.

Disinggung, berapa sudah anggaran dari BLUD yang terserap untuk jasa tersebut, mulai tahun 2020 hingga 2021 ini, Robert tak dapat menjelaskan.

“Saya kurang tau itu, datanya ada di tata usaha lah mungkin, lupa dan ga ingat-ingat itu semua, yang jelas anggaran penanganannya itu diambil dari anggaran BLUD,” ujar Robert.

Disinggung, soal surat Direktur Netty tentang penunjukkan tim penanganan Covid 19 pada RSUD Dolok Sanggul bernomor 43 tahun 2020, dimana Robert sebagai Koordinator Tim Penanganan , Robert malah tak tahu soal SK tersebut.

“Saya tidak mengetahui SK itu dan tidak pernah saya terima surat penugasan itu hingga sekarang. Tapi dulu (tahun 2020) pernah kami rapatkan, namun bagaimana akhir keputusan itu saya tidak tau, kan saya non paramedia,” jelas Robert. (des/ram)

Namanya Tidak Masuk dalam Balon Kades, Janiriduan Meminta Bekukan P2KD

Balon Kades Pegagan Julu 6, Kecamatan Sumbul, Dairi, Janiriduan Bakara. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bakal Calon (Balon) Kepala Desa Pegagan Julu 6, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Janiriduan Bakara (49) minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi membekukan panitia pemilihan kepala desa (P2KD) Desa Pegagan Julu 6 dan menunda pelaksanaan Pilkades.

Balon Kades Pegagan Julu 6, Kecamatan Sumbul, Dairi, Janiriduan Bakara. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Pasalnya, P2KD bekerja tidak mengacu kepada regulasi/aturan serta tahapan penyelenggaraan pilkades sesuai peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2015 tentang pemilihan kepala desa dan peraturan bupati (Perbup) Dairi nomor 47 tahun 2020 sebagai dasar hukum tentang penyelenggaraan pilkades.

Hal itu disampaikan Janiriduan Bakara yang juga incumben Kades Pegagan Julu 6 kepada wartawan di Sumbul, Kamis (11/11). Janiriduan memaparkan, ia dinyatakan P2KD tidak lolos menjadi calon tetap Kades Pegagan Julu 6.

Janiriduan menjelaskan penetapan calon Kades Pegagagan Julu 6 yang sudah diumumkan P2KD, 10 November 2021, tidak sesuai tahapan Pilkades yang ditetapkan Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (Dispemdes) Dairi selaku panitia Kabupaten.

Menurut Janiriduan, sesuai tahapan, penetapan bakal calon menjadi calon tetap mulai, 11-17 November 2021. Tetapi, P2KD Pegagan Julu 6, sudah menetapkan hanya 2 calon tetap pada, 10 November 2021, dan namanya tidak tercantum didalamnya.

Atas penetapan calon Kades dan sudah diumumkan P2KD tersebut, Janiriduan sudah melayangkan surat keberatan ke P2KD, tetapi surat keberatannya tidak diterima P2KD, hal itu dianggap P2KD sudah melakukan tindakan semena-mena dan dirinya terzolimi.

Janiriduan menuding, P2KD tidak memahami mekanisme dan tahapan Pilkades. Dan paling anehnya lagi, lanjut Janiriduan, saat monitoring dilakukan Pemerintah Kecamatan dipimpin Camat Sumbul, Rimson Simamora pada, 3 November 2021 lalu, sewaktu masih dalam tahapan pemberkasan kelengkapan berkas balon.

P2KD Pegagan Julu 6, melaporkan kepada tim monitoring dipimpin Camat, bahwa berkas tiga balon Kades Pegagan Julu 6 yang mendaftar sebagai balon Kades yakni, Edward Serianto Sihombing, Patar Simamora serta Janiriduan Bakara sesuai hasil verifikasi dinyatakan sudah lengkap.

P2KD menyatakan berkas ketiga bakal calon sudah lengkap dan memenuhi syarat (MS). Hal itu dikuatkan tandatangan dan stempel. Sementara pengumuman calon tetap Kades Pegagan Julu 6 dilakukan P2KD, tidak ada nama Janiriduan Bakara.

Janiriduan Bakara meminta Pemkab Dairi melalui Dispemdes membekukan P2KD Pegagan Julu 6, karena dituding tidak netral dan tidak menjalankan sesuai Perda dan Perbup.

Sementara itu, Ketua P2KD Pegagan Julu 6, Pandapotan Silalahi dihubungi lewat telepon, Kamis (11/11) malam, tidang bersedia mengangkat telepon selulernya. (rud)