23.9 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 2956

Enam Bulan Bupati Palas Sakit, Anggota DPRD Palas Pertanyakan Surat Gubsu ke Dirjen Otda Kemendagri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kabupaten Padanglawas (Palas), Ike Taken Hasibuan ST MT, menyampaikan kondisi Bupati Palas H Ali Sutan Harahap (TSO), yang telah 6 bulan mengalami sakit struk. Ia berharap, melalui acara Bimtek/Orientasi dan Tugas DPRD Kabupaten/Kota se Sumatera Utara, masa jabatan 2019-2024, mengenai penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Palas dapat terjawab.

Dalam sesi tanya jawab dengan Andi Bataralifu selaku Direktur Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), anggota Komisi C dari Fraksi PAN itu menanyakan mengenai surat dari Gubernur Sumut, tentang pendelegasian sebagian tugas bupati kepada wakil bupati.

“Sebagian tugas ini menjadi kendala bagi pemerintahan Padanglawas, karena banyak hal yang tidak bisa diambil dan diputuskan oleh wakil bupati sebagai orang yang menerima pendelegasian tersebut. Antara lain, sudah satu setengah bulan belakangan kami membahas KUA PPAS tidak kunjung putus-putus,” ucapnya, di Hotel Le Polonia, Medan, Rabu (10/11).

Menurutnya, wakil bupati tidak bisa memutuskan dikarenakan adanya keterbatasan sebagai orang yang menerima pendelegasian tersebut.

“Kalau kami tidak salah, mungkin dua minggu kedepan pak bupati sudah 6 bulan berturut-turut sakit. Dan kalau tidak salah juga, di UU No 23 Tahun 2014 mekanisme kemungkinan pergantian daripada yang bersangkutan diatur dalam UU tersebut,” katanya.

Atas pertanyaan itu, Andi Bataralifu menjawab UU yang mengatur tentang kepala daerah sebagaimana yang disebutkan Ike Taken, diatur dalam penjelasan Pasal 78 ayat 2 huruf b. Menurutnya, yang dimaksud dengan tidak dapat menjalankan tugas secara berkelanjutan adalah sakit yang dimana dan mentalnya tidak dapat lagi melakukan apapun.

“Kemudian dikuatkan dengan surat keterangan dokter. Nah katanya kuncinya adalah surat keterangan dokter,” katanya.

Kemudian, lanjut Andi, pemerintah provinsi untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan pelayan publik agar lebih optimal menyarankan delegasi kepala daerah kepada wakil.

“Itu penting. Masalah keuangan itu penting,” jelasnya.

Mengenai surat medis seperti yang dikatakan Andi, Ike Taken ragu bahwa bisa saja surat medis direkayasa.

“Bagaimana kita menentukannya pak kalau nanti sakit sampai tanggal 17 (November), ini tinggal hitungan hari bahwa bupati kami itu sudah tidak menjalankan tugas. Dan kami sendiri anggota DPRD mohon maaf pak, sakit beliau itu seperti dirahasiakan,” imbuhnya.

Atas dasar itu pula, wakil bupati yang menerima delegasi, menurut Ike Taken, dianggap tidak mampu memerintah OPD.

Kembali Andi menjawab, berkutat pada Pasal 78 tentang penjelasannya. Dalam waktu dekat, kata dia, keterangan dokter juga harus clear.

“Supaya status kesehatan dari bupati itu bisa teridentifikasi dengan baik. Karena kasus ini gak hanya di Palas pak, di kabupaten Bener Meriah pun juga terjadi,” sebutnya.

Lebih jauh, kata Andi, kasus-kasus ini banyak terjadi di daerah lain di Indonesia, salah satunya yang disebutkan lagi di Lampung Utara dan Cirebon.

“Artinya, ini lebih kepada perhatian kalangan pemerintah daerah, agar ada kondisi yang meyakinkan dalam pengambilan kebijakan strategis,” pungkasnya. (man)

400 Lulusan SLTA Ikuti Program Unpab, Kuliah Dulu Bayar Belakangan

SUMUTPOS.CO – SEBAGAI wujud kepedulian terhadap pendidikan di masa pandemi, Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) melaksanakan program Kuliah Dulu Bayar Belakangan (KDBB).

ISTIMEWA
Dr H Muhammad Isa Indrawan MM

Hingga saat ini lebih 400 lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) SMA sederajat yang merupakan warga Kota Medan ikut mendaftarkan diri menjadi calon mahasiswa Unpab.

Kesempatan untuk kuliah pun masih ada. Dari 400 lebih mahasiswa KDBB, kebanyakan memilih program studi Manajemen, Elektro dan Ekonomi.

Demikian disampaikan Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan MM kepada Sumut Pos, Rabu (10/11). ”Program ini ditujukan khusus bagi calon mahasiswa yang berdomisili di Medan. Hal ini untuk memudahkan proses verifikasi,” kata rektor yang juga Ketua Artipena Sumut.

”Program KDBB dimaksudkan agar masyarakat Kota Medan tidak kehilangan untuk kuliah S1. Kita mengkhususkan hanya Medan untuk memudahkan kordinasi dan proses verifikasi,” katanya.

Hal ini juga sejalan dengan program Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution yang menggalakkan siswa Medan untuk kuliah.

Muhammad Isa Indrawan menambahkan mahasiswa dari program KDBB cukup mendaftarkan. ”Bayarnya nanti diakhir tahun. Kalau ngak bisa, nanti diperpanjang lagi. Uang kuliah pun sama dengan mahasiswa non-KDBB. Tidak beda,” katanya. (dmp)

Citraland Helvetia Kota Deli Megapolitan, Kota Baru Bertaraf Internasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SETELAH sukses dengan proyek CitraGarden Medan dan CitraLand Gama City, grup Ciputra dengan KPN Corp (Ciputra KPSN) mengembangkan CitraLand Kota Deli Megapolitan di Deliserdang.

NUP: Pembukaan NUP oleh Direktur PT Deli Megapolitan Kawasan Residensial Julius MH Sitorus dan Direktur Ciputra Group Iskandar Witjaksono.

CitraLand Kota Deli Megapolitan dikembangkan oleh Grup Ciputra KPSN bekerja sama dengan PTPN 2.
Demikian disampaikan Manager Marketing CitraLand Helvetia Kota Deli Megapolitan Indah Novita Sari.

Kepada Sumut Pos, Rabu (10/11), Indah Novita Sari mengatakan bahwa sebagai salah satu developer terbesar di Indonesia, Ciputra Group membuktikan dukungan pada pembangunan negeri. Tahun 2021, total proyek group mencapai 78 tersebar di 34 kota besar dari Medan sampai Manado.

Ia menjelaskan bahwa CitraLand Helvetia Kota Deli Megapolitan pada 9 Maret 2021 melakukan groundbreaking di lokasi proyek CitraLand Helvetia Jalan Pertempuran Pulobrayan dihadiri Gubsu, bupati Deliserdang sebagai bukti dukungan terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

CitraLand Kota Deli Megapolitan dikembangkan sebagai residensial, komersial, industri dan area hijau. CitraLand Kota Deli Megapolitan akan menjadi kota baru bertaraf internasional dengan berbagai fasilitas perkotaan yang integratif.

Kawasan ini juga akan berbasis ekonomi kreatif yang entrepreneurial, serta membentuk komunitas masyarakat yang berbudaya dengan standar kehidupan kelas dunia.

CitraLand Kota Deli Megapolitan menjadi kawasan terintegrasi terdiri hunian, perdagangan dan perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, sekolah, universitas, rumah sakit, water park, serta kawasan hijau dan danau-danau serta kawasan wisata dan olahraga.

CitraLand Kota Deli Megapolitan, lanjut manager, akan kembangkan secara bertahap dan dimulai tahap awal yaitu proyek CitraLand Helvetia seluas 6.88 Ha. Dengan unit terbatas hanya 236. Terdiri dari 42 unit ruko, 23 unit kavling dan 171 unit rumah.

Kawasan ini akan menjadi sebuah kawasan hunian dan komersial sehingga sangat potensial untuk menjadi pusat aktivitas dan konsep lifestyle baru Medan dan Deliserdang.

CitraLand Helvetia didesain dengan arsitektur klasik, dilengkapi dengan private pool club house yang eksklusif, jogging track, taman lingkungan yang nyaman dan area taman green belt yang hijau, asri dan representatif. Utilitas dan saluran drainase dibangun di bawah tanah sehingga lebih rapi dan nyaman.

CitraLand Helvetia memiliki bermacam keunggulan. Diantaranya dikembangkan developer berpengalaman Ciputra Group, lokasi sangat strategis, memiliki nilai investasi yang menguntungkan, didukung fasilitas hunian yang lengkap berskala kota.

Keunggulan berikut adalah sistem keamanan 24 jam dan sistem cluster dengan one boom gate system serta CCTV. Ada juga sistem smart home dan triple play. Kawasan ini menjadi kota mandiri dengan fungsi terlengkap di Medan-Deliserdang.

CitraLand Helvetia Kota Deli Megapolitan telah melakukan Product Knowledge pada 28 Oktober 2021 di Grand Ballroom JW Marriott dan telah membuka Nomor Urut Pembelian (NUP) pada 29 Oktober- 21 November 2021.

CitraLand Helvetia akan melakukan event pemilihan unit pada Minggu (28/11) di Grand Ballroom JW Marriott. ”CitraLand Helvetia Kota Deli Megapolitan dengan jumlah hunian dan ruko sangat terbatas hanya 236 unit dengan fasilitas private pool, taman bermain dan green belt diharapkan mampu menjadi hunian yang ideal dan harmoni,” urai Manager Marketing CitraLand Helvetia Kota Deli Megapolitan Indah

CitraLand Helvetia terletak di arah perkembangan Kota Medan yang pertumbuhannya sangat pesat, kawasan ini menjanjikan new lifestyle level dan keuntungan investasi yang signifikan dalam waktu singkat.

Kawasan ini, lanjut Indah Novita Sari, mampu membawa ke suasana kota yang bersih, hijau dan modern. Cluster hunian tematik bergaya eropa dengan arsitektur klasik dan modern ditengah lingkungan hijau dengan view taman. ”Ini menjadi pilihan hunian yang harmoni dengan alam,” sebutnya.
(dmp)

Toko Pemuda Desa Sampali Ajak Masyarakat Untuk Bersama-sama Urus SHM ke BPN

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tokoh Pemuda Desa Sampali Ari Gunawan Sitepu mengajak masyarakat untuk segera bersama-sama untuk urus Surat Sertifikat Hak Milik ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia (RI). Hal itu, menyambut Instruksi Presiden (Inpres) Joko Widodo pada saat rapat terbatas di kantor presiden pada 11 Maret 2021, lalu.

Ari Gunawan Sitepu.

Rapat tersebut, terkait distribusi lahan eks PTPN II kepada masyarakat tempatan. Ari yang merupakan putra asli kelahiran desa sampali ini menjelaskan, langkah pengurusan ke BPN agar masyarakat tidak termakan isu-isu dari pihak manapun yang mengambil keuntungan dan merugikan masyarakat dari keputusan instruksi Presiden Joko Widodo.

“Semoga kedepan, BPN RI memproses secepatnya surat kami, dan sebagai dasar pengurusan, secepatnya warga sampali persiapkan surat alas hak tanah seperti yang diminta pak gubernur edy rahmayadi,” kata Ari, Kamis (11/11).

Ari mengungkapkan teknisnya nanti kita akan ajukan seluruh surat alas hak tanah warga Desa Sampali ke BPN Provinsi Sumatra Utara dan kita tembuskan ke Seluruh jajaran Pimpinan daerah di Sumatra Utara dan jajaran Pimpinan daerah di Kabupaten Deli serdang.

“Kami harapkan Pak Gubernur Sumut edy rahmayadi, pak Bupati Deli Serdang dan Pimpinan BPN Sumut membantu langkah kami, agar ribuan masyarakat desa sampali bisa hidup sejahtera, Insya Allah,” ucap Ari.(rel)

MA Tolak Gugatan Yusril, DPD dan Fraksi Demokrat DPRD Sumut Bersyukur dan Berterima Kasih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahkamah Agung (MA) telah menolak uji materi atau judicial review terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat kepengurusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Atas putusan tersebut, DPD Partai Demokrat Sumut dan Fraksi Demokrat DPRD Sumut bersyukur dan berterima kasih kepada MA serta seluruh rakyat Indonesia atas dukungan dan doanya kepada Partai Demokrat.

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu mengaku, pihaknya sudah yakin kalau MA akan menolak gugatan Yusril Izha Mahendra tersebut. Keyakinan itu, kata Herri, dikuatkan lagi dengan berbagai pendapat dari pengamat dan praktisi hukum jika tindakan Yusril tersebut tidak masuk akal.

“Kami bersyukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa dan terima kasih kepada Mahkamah Agung RI yang tidak menerima judicial review atas AD/ART Partai Demokrat kepengurusan AHY oleh pemohon yang memberikan kuasa kepada Yusril Ihza Mahendra,” kata kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).

Herri juga mengungkapkan, dirinya sebagai salah seorang peserta Kongres V Partai Demokrat tahun 2020 menyaksikan sendiri bahwa seluruh mekanisme dan proses Kongres telah sesuai AD/ART dan UU Parpol serta berlangsung secara demokratis. “Yang jelas saya menyaksikan sendiri, semua mekanisme dan proses Kongres berjalan sesuai AD/ART dan UU Parpol dan berlangsung secara demokratis”, pungkas Herri.

Hal senada disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut, H Tondi Roni Tua. “Atas nama Fraksi Demokrat DPRD Sumut, saya dan teman-teman bersyukur kepada Allah yang Maha Kuasa serta mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim yang menolak judicial review atas AD/ART Partai Demokrat,” kata Tondi.

Dikatakannya, peserta Kongres V Partai Demokrat tahun 2020 telah menyatakan, seluruh mekanisme dan proses kongres telah sesuai dengan AD/ART dan UU Parpol serta berlangsung secara demokratis. “Jadi sangat tepat jika MA menolak gugatan judicial review atas AD/ART Partai Demokrat yang diajukan Yusril itu,” tegas pengusaha muda sukses tersebut.

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Padang Lawas itupun berharap, tidak ada lagi intrik ataupun manuver kelompok yang ingin mengganggu keutuhan Partai Demokrat yang sah di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dan Sekjend Teuku Riefky Harsya. “Mohon jangan ada lagi kelompok yang ingin mengganggu keutuhan Partai Demokrat yang sah,” pungkas bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut itu.

Sebelumnya dalam sidang Selasa (9/11/2021), MA tidak menerima judicial review atas AD/ART Partai Demokrat kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang oleh pemohon memberikan kuasa kepada Yusril Ihza Mahendra. Juru bicara MA, Andi Samsan Nganro menyebut, MA tidak berwenang memeriksa, mengadili dan memutus objek permohonan, karena AD/ART tidak memenuhi unsur sebagai suatu peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 dan Pasal 8 UU PPP.

Alasan lainnya kata Andi yang juga Wakil Ketua MA bidang Yudisial itu, AD/ART Parpol bukan norma hukum yang mengikat umum, tetapi hanya mengikat internal Parpol yang bersangkutan. “Parpol bukanlah lembaga negara, badan atau lembaga yang dibentuk oleh UU atau Pemerintah atas perintah UU. Demikian juga tidak ada delegasi dari UU yang memerintahkan parpol untuk membentuk peraturan perundang-undangan”, katanya.(adz)

Bank Dunia Puji Kartu Prakerja Berdampak Positif di Tiga Sektor

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Beragam upaya dilakukan pemerintah dalam mengatasi tekanan yang dialami masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Mulai dari Bantuan Langsung Tunai, pemberian sembako gratis, hingga pemotongan biaya dan pajak.

Namun dari sekian banyak program yang diluncurkan, Kartu Prakerja menjadi salah satu program yang dinilai paling berhasil membantu meringankan tekanan yang dialami masyarakat.

Hal itu terlihat dari data keluaran Bank Dunia yang menyebut bahwa salah satu program andalan Presiden Joko Widodo itu memberi pengaruh sangat positif, khususnya terhadap modal usaha, konsumsi rumah tangga dan tabungan masyarakat.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua KPCPEN (Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) menyebut, lansiran data lembaga internasional tersebut menjadi bukti bahwa rencana kerja pemerintah dalam mengatasi pandemi ini sudah sesuai jalurnya.

“Data tersebut juga menunjukkan bahwa kerja keras dan ragam kebijakan yang kita buat, sedikit banyaknya telah mampu mengatasi tekanan yang dialami masyarakat, termasuk dinikmati sebagian besar pedagang berbasis online, “ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

“Ini juga menjadi indikator bahwa masyarakat tak tinggal diam, stimulus yang diperoleh lewat program tersebut berhasil dmanfaatkan sebagaimana yang jadi harapan kita saat program ini diluncurkan,”imbuh Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Kartu Prakerja adalah sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan.

Program tersebut dipromosikan oleh Presiden Joko Widodo pada masa kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, bersama dengan KIP Kuliah dan Kartu sembako murah.

Namun selama masa pandemi Covid-19 kali ini, cakupan program ini diperluas dengan pemberian kesempatan secara lebih terbuka bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

Sebelumnya, data positif terkait pemanfaatkan Kartu Prakerja untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini juga disebut solusi efektif oleh Bank Dunia.

“Program-program bantuan cash seperti ini sangat diperlukan oleh negara berkembang yang terdampak Pandemi Covid-19,” kata Managing Director of Development Policy and Partnerships Bank Dunia Mari Elka Pangestu.

Menurutnya, dari studi yang dilakukan lembaga ini, program tersebut secara langsung memberi dampak positif dan signifikan terhadap modal usaha, konsumsi rumah tangga, dan tabunngan.

“Model cash plus ini memberi tambahan manfaat dari program perlindungan sosial selain bantuan dana tunai, yakni dapat berupa pendidikan, pelatihan, maupun kesehatan,” lanjut mantan Menteri Perdagangan era presiden SBY tersebut. (*)

Pengunjung Centre Point Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai Tiga

TEWAS: Seorang pengunjung Mall Centre Point, yang tewas usai melompat dari lantai 3, Selasa (9/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana di Mall Center Point, Jalan Jawa, Kecamatan Medan Timur, mendadak heboh. Pasalnya, seorang pengunjung ditemukan tewas dengan posisi telungkup berlumuran darah, Selasa (9/11).

Informasi yang diperoleh, pengunjung pria yang tewas itu diduga bunuh diri setelah melompat dari lantai 3 di mall itu. Saat ditemukan kondisi kepala korban mengeluarkan darah sembari posisi tubuh terlungkup.

Untuk identitas korban masih belum diketahui. Namun dari informasi yang beredar, korban merupakan warga keturunan Tiongkok, asal Pematangsiantar.

Begitu juga untuk penyebab kematian korban yang diduga melompat dari salah satu lantai tersebut. Cuma ciri-ciri korban, mengenakan baju coklat dipadu celana jeans.

Personel Reskrim Polsek Medan Timur yang menerima laporan adanya pengunjung Centre Point ditemukan tewas langsung menuju TKP.

Setibanya di lokasi personel Polsek Medan Timur bersama Tim Inafis Polrestabes Medan langsung mengevakuasi korban.

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin yang ditanyai mengenai identitas korban, belum memberikannya secara rinci. Hanya saja ia membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar (melompat bunuh diri). Korbannya warga Siantar,” ujarnya.

Disinggung kronologi kejadian, Kompol Arifin menjelaskan kalau korban naik ke lantai 3 mall tersebut.

“Korban melompat dari lantai 3 dan menurut saksi mata kepala duluan yang jatuh hingga meninggal di tempat, saat ini jenazah sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” pungkasnya. (man/azw)

PEMKO Luncurkan Aplikasi MedanPay, KCW Dibuka kembali 19 November 2021

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera meluncurkan aplikasi sistem pembayaran nontunai milik sendiri. Namanya MedanPay. Rencananya, aplikasi MedanPay diluncurkan bersamaan dengan dibukanya kembali Kesawan City Walk (KCW) pada 19 November 2021.

 Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman mengatakan, MedanPay tujuannya untuk memudahkan masyarakat Kota Medan dalam membayar atau melakukan transaksi nontunai. Selain itu, MedanPay diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

  Aulia juga tengah memikirkan formula atau cara agar uang yang beredar di Kota Medan tidak dirasakan oleh pengusaha dari luar Kota Medan. Dengan demikian, perputaran uang yang ada tidak dibawa ke luar Kota Medan. Salah satu caranya, yakni dengan membuat sebuah sistem aplikasi pembayaran atau transaksi nontunai yang terintegrasi dengan segala aspek.

 “Aplikasi yang dimaksud itu adalah MedanPay. Jadi kenapa kita buat aplikasi itu, supaya kita dapat PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang lebih besar. Kenapa kita harus gunakan aplikasi OVO atau aplikasi lainnya yang notabenenya uang itu bukan kembali ke Medan? Makanya kita ingin bangun aplikasi sendiri yaitu MedanPay, supaya Kota Medan juga bisa menambah pendapatan dari keberadaan aplikasi itu,” ucap Aulia kepada Sumut Pos, Selasa (9/11).

 Nantinya, kata Aulia, sebagai langkah awal, aplikasi MedanPay akan diimplementasikan ke Kesawan City Walk (KCW). Diharapkan, setiap transaksi di KCW dapat menggunakan aplikasi MedanPay, mulai dari belanja makanan hingga pembayaran parkir elektronik (E-Parking).

 Tak cuma bisa digunakan di kawasan KCW, aplikasi MedanPay juga akan bisa digunakan untuk melakukan berbagai jenis pembayaran atau tagihan, seperti tagihan listrik, Air (PDAM), pembelian pulsa dan lain-lain. “Ini lah yang bakal menjadikan PAD Kota Medan bertambah, jangan sepele dengan uang recehan. Tapi dengan jumlah yang besar, itu potensi PAD akan meningkat. Analoginya begini, dalam 1 rumah ada 4 orang. Setiap mereka transaksi dikenakan administrasi, 1 bulan Pemko Medan dapat Rp10.000, itu nilai paling kecil saja kita bilang. Kalau dikali 500 ribu per kepala rumah tangga, berapa puluh miliar yang kita dapatkan dalam setahun,” ujarnya.

 Oleh karena itu, kata Aulia, Kota Medan harus memiliki produk aplikasi milik sendiri, yakni MedanPay. Selain mempermudah masyarakat dalam bertransaksi dan meningkatkan PAD, aplikasi MedanPay juga diharapkan dapat menjadi kebanggan warga Medan.

 “Kenapa kita tidak gunakan produk kita yang hasilnya kembali ke kita, aplikasi ini juga akan membuat warga Medan lebih bangga karena punya aplikasi sendiri. Nantinya, MedanPay ini akan digerakkan secara masif. Aplikasi nya sedang kita bangun, ASN nanti akan kita wajibkan menggunakan Medan Pay sambil kita edukasi masyarakat menggunakan aplikasi itu,” terangnya.

 Aulia menjelaskan, apabila wacana itu sudah bisa terintegrasi ke semua sektor, maka hal ini akan menjadi terobosan dan pendapatan yang luar biasa bagi Pemko Medan.

 Lantas, kapan Aplikasi MedanPay akan diluncurkan dan dapat digunakan oleh masyarakat luas di Kota Medan? Aulia mengatakan, jika program tersebut masih dalam kajian dan akan rampung dalam waktu dekat. Rencananya, Aplikasi MedanPay ditargetkan akan diluncurkan saat KCW kembali dibuka pada 19 November 2021.

 “Nantinya, Kota Medan aka menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang menerapkan sistem baru dalam menyerap PAD berbasis industri 4.0. Nanti saya akan sampaikan ke Pak Wali, bagaimana detail konsep ini agar dibuatkan payung hukumnya. Pengelolaannya nanti akan dipegang suatu badan atau OPD, InsyaAllah ini akan terintegrasi dengan BP2RD (Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah) Kota Medan,” kata dia.

 Aulia Rachman juga menyinggung rencana Pemko Medan yang akan membuka kembali Kesawan City Walk (KCW) pada tanggal 19 November 2021 mendatang. Pembukaan KCW, didasari atas terus menurunnya status Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan serta gencarnya program vaksinasi yang dilakukan pemerintah. “KCW memang akan kita buka mulai 19 November nanti, saat ini Level PPKM Kota Medan sudah di Level 2, angka Covid-19 di Medan kan terus menurun. Selain itu, capaian vaksinasi kita juga sudah mencapai target,” jawab Aulia.

 Dijelaskan Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumut itu, saat ini capaian target Vaksinasi Covid-19 di Kota Medan telah mencapai 70 persen dari target 1,9 juta jiwa masyarakat Kota Medan yang masuk ke dalam kategori penerima vaksin. Dengan herd immunity yang terbentuk itu, diyakini proteksi terhadap Covid-19 sudah lebih baik, sehingga masyarakat bisa berkegiatan sebagaimana biasanya, namun tetap mengacu pada protokol kesehatan (prokes) yang ketat. “Kita gak bisa menghilangkan yang namanya Covid. Herd immunity inilah yang bisa mengcounter, memproteksi tubuh dari virus itu,” jelasnya.

 Aulia tak menampik, jika salah satu alasan dibukanya kembali KCW adalah untuk kembali meningkatkan perekonomian masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

 “Kita butuh perekonomian ini bangkit kembali, UMKM salah satunya alternatif yang mampu membangkitkan perekonomian. Bahkan, rekrutmen pekerja bakal ada kalau UMKM ini digalakkan lagi dan KCW itu salah satu wadah untuk UMKM kembali bergerak,” tuturnya.

 Nantinya, lanjut Aulia, KCW akan beroperasi dengan memenuhi prokes secara ketat. Teknisnya, para pengunjung akan dibedakan antara pintu masuk dan keluar. Khusus di pintu masuk, pengunjung wajib memperlihatkan sertifikat vaksin melalui aplikasi Peduli Lindungi. Sedangkan bagi mereka yang belum divaksin, dipastikan tidak akan boleh memasuki kawasan KCW.  “Kita butuh ekonomi meningkat, tapi kita juga butuh proteksi diri yang meningkat. UMKM yang kita libatkan di KCW nantinya yang sudah terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan. Jumlahnya ratusan, tidak ada monopoli tempat. Setiap lapak sudah ada ukurannya, bahkan kita lagi disain gerobak-gerobak yang nanti kita berikan ke UMKM yang ada di KCW. Intinya, prokes tetap ita perketat di KCW. Kita mau ekonomi bangkit, tapi tetap kita jaga kesehatan,” pungkasnya. (map/ila)

Bupati Zahir Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Hijau Blok 8

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, M. AP menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2021 di lapangan hijau sepak bola blok 8, Kelurahan Lima Puluh Kota, Rabu (10/11/2021).

Upacara dimulai dengan laporan komandan upacara kepada Zahir. Lalu pengibaran sang saka merah putih dan ditandai dengan sirene. Kemudian selanjutnya mengheningkan cipta untuk mengenang arwah para pahlawan yang telah gugur. Upcara peringatan Hari Pahlawan berlangsung khidmat dan tetap mematuhi prokes.

Dalam upacara tersebut, hadir Wakil Bupati Batu Bara Oky Iqbal Frima, SE, Ketua DPRD M. Safi’i, SH, Kapolres Batu Bara AKBP. H. Ikhwan Lubis, SH., MH, para Veteran dan unsur Forkopimda serta para Kepala OPD Pemkab Batu Bara.

Dalam arahannya, Bupati Batu Bara membaca amanat Menteri Sosial RI yang bunyinya, Negeri ini mengalami penjajahan yang panjang dan menyakitkan. Ratusan tahun kita terpecah-pecah karena politik Devide Et Impera atau politik adu domba.

Para pendiri bangsa ini menyadarinya dengan membangun identitas bahwa kita semua bersaudara, sebangsa dan setanah air. Inilah pelajaran berharga, lidi kuat akan sulit dipatahkan jika dalam kesatuan.
Kita sadar bahwa kita berbeda-beda, tetapi jangan sampai terpecah-pecah oleh perbedaan SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), karena akan membuat mundur jauh ke era sebelum Sumpah Pemuda 1928.

Kita harus terus menggelorakan semangat gotong royong serta persatuan dan kesatuan Indonesia. Perbedaan justru semakin memperkaya dan memperkuat kita, Bangsa Indonesia. Seraya mengembangkan toleransi, terhadap perbedaan yang ada dengan berdasar semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua.

Semangat, tekad, dan keyakinan pahlawan, harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan kita semua untuk mengemban misi bersejarah “mengalahkan” musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas. Hal Ini Sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2021 “Pahlawanku Inspirasiku” ucap Zahir.

Usai membacakan arahan, Zahir mengatakan, sebagai generasi muda penerus bangsa yang lahir setelah Kemerdekaan. Kita harus bersatu padu saling bahu membahu, berjuang menjadi pahlawan. Setidaknya pahlawan keluarga, pahlawan ekonomi terlebih dahulu.

“Hal itu merupakan bagian dari upaya mengisi cita-cita perjuangan para pahlawan bangsa. Kita hormati cita-cita para pahlawan, sebagai generasi muda yang melanjutkan dan mempertahankan Kemerdekaan”, tegas Bupati Zahir yang juga seorang Politikus Indonesia itu.

Usai upacara Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2021, dilanjutkan dengan pemberian paket sembako dan tali asih kepada para pejuang veteran. (aci)

Teks
UPACARA: Bupati Batu Bara Ir. H. Zahir, M.AP saat menjadi pimpinan upacara Peringatan Hari Pahlawan di lapangan hijau Blok 8, Kelurahan Lima Puluh Kota, Rabu (10/11/2021). (IST)

Melalui Protokol CHSE, Surabaya Bersiap Hidupkan Kembali Event Budaya Dan Pariwisata Lokal

Kampanye CHSE melalui Cerita Protokol CHSE Event (CERPEN) yang digelar Kemenparekraf di Surabaya, pada 3 November 2021.

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Jawa Timur, dimana kota terbesar kedua di Indonesia -Surabaya- bertempat, merupakan rumah bagi ratusan acara budaya dan pariwisata yang diadakan setiap tahun di Indonesia dan berhasil menarik pengunjung dari seluruh negeri. Sebelum pandemi melanda, atau di tahun 2019, tercatat 367 acara digelar di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Sempat terimbas pandemi, kini berbagai even budaya dan pariwisata siap dihidupkan kembali di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Tentunya dengan mengedepankan protokol kenormalan baru, yakni dengan mengikuti pedoman dan sertifikasi  Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE). Pedoman ini dibutuhkan penyelenggaraan event  untuk memastikan keselamatan peserta, serta berbagai faktor risiko yang perlu dipertimbangkan.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan penyelenggaraan event lokal dengan mengikuti pedoman dan sertifikasi CHSE, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia kembali menggelar kampanye CHSE melalui Cerita Protokol CHSE Event  (CERPEN).  Kali ini bertempat di Surabaya, Jawa Timur, pada 3 November 2021.

Dengan target utama masyarakat umum dan media lokal, CERPEN merupakan program sosialisasi kampanye yang bertujuan  menghidupkan kembali pariwisata dan industri kreatif dengan mengedepankan protokol kenormalan baru dalam penyelenggaraan event.  Sebelumnya, CERPEN telah digelar di beberapa destinasi prioritas Indonesia, di antaranya Medan dan Yogyakarta.

CERPEN yang digelar di Surabaya ini menghadirkan beberapa tokoh terkemuka dan para profesional di bidang kreatif.  Dalam kesempatan ini mereka berbagi pandangan dan pengalamannya mengenai penyelenggaraan event yang bertanggung jawab di tengah pandemi. Para tokoh yang hadir sebagai pembicara antara lain Bagas Indayatmo, Direktur Utama Jazz Gunung Indonesia; David Susilo, SET, MM, Event Director Jember Fashion Carnaval (JFC); dan Hafiz Agung Rifai, Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Para profesional di bidang kreatif ini mengatakan siap menggelar berbagai acara yang selama ini menarik minat pengunjung. Acara seni dan budaya yang terkenal di Jawa Timur diantaranya Jazz Gunung Bromo, atau festival jazz internasional tahunan yang digelar selama dua hari di panggung terbuka, dengan latar belakang Gunung Bromo yang indah. Acara lainnya yang tak kalah penting ialah  turnamen sepeda internasional yang merupakan bagian dari UCI Asia Tour, International Tour de Banyuwangi Ijen dan parade mode tahunan terbesar di Indonesia, Jember Fashion Carnaval (JFC).

Event Director JFC, David Susilo, mengatakan bahwa protokol CHSE akan diterapkan pada parade Jember Fashion Carnaval 2021 mendatang, lewat format hybrid yang memadukan acara online dan luring.

“Kami bersemangat untuk segera menggelar Jember Fashion Carnaval berikutnya di tanggal 20 November, tentunya dengan mengikuti pedoman CHSE. Protokol CHSE yang ketat akan kami terapkan di semua sesi acara, mulai dari pra-acara, acara inti, hingga pasca-acara. Tim kami telah menjalani pelatihan selama tiga bulan, bekerja sama dengan Satgas COVID di daerah untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” ujar David.

Menyebarkan Pesan untuk Masyarakat

Melalui CERPEN, pemerintah daerah juga mengundang media lokal untuk menyampaikan informasi mengenai pedoman CHSE kepada publik. Pemerintah telah menerbitkan 11 pedoman dan manual COVID-19 terkait industri di situs web CHSE, termasuk di antaranya pedoman untuk menyelenggarakan acara, menyelenggarakan MICE, serta pedoman kesehatan dan keselamatan CHSE di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya

Pedoman ini mencakup apa yang harus dilakukan sebelum, selama, dan setelah acara untuk memastikan keselamatan peserta, serta berbagai faktor risiko yang perlu dipertimbangkan.

“Pedoman dan manual ini hadir untuk memberikan semua pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya terkait penyelenggaraan acara tatap muka selama pandemi. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk mewujudkannya. Dengan protokol CHSE yang berlaku, kami berharap dapat menyaksikan lebih banyak acara dan festival di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Hafiz Agung Rifai, Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Setelah Surabaya, Kemenparekraf juga akan menggelar program CERPEN di Makassar dan Lombok untuk mensosialisasikan protokol CHSE terkait penyelenggaraan acara. Informasi lebih lanjut mengenai kampanye CHSE, dapat diakses di  chse.kemenparekraf.go.id. (*/sih)