25.8 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 2957

Pemprov Sumut Serahkan 10 Sampan dan 15 Ribu Benih Ikan

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memberikan 10 unit sampan dan 15 ribu benih ikan kepada warga di Desa Sinambela, Kecamatan Bakti Raja, Kabupatena Humbang Hasundutan (Humbahas), Selasa (9/11) sore.

Bantuan diberikan langsung Kepala DKP Sumut, Mulyadi Simatupang kepada masyarakat di desa tersebut. Hadir juga dalam kegiatan itu Anggota DPRD Sumut Dapil IX, Pantur Banjarnahor.

Dikatakan Mulyadi, ia merasa terhormat atas sambutan kunjungannya ke desa tersebut. “Ini pertama kalinya saya ke desa ini. Dari atas ketika saya belum sampai ke desa ini, desa ini terlihat sangat indah,” ucapnya.

Ia berharap bahwa ini bukan bantuan pertamanya ke desa tersebut. Pihaknya menginginkan agar ke depan ada bantuan lain dari DKP yang lebih maksimal lagi.

“Kami sadari bantuan ini masih sedikit. Tapi setiap tahunnya kami berupaya untuk membantu masyarakat di kecamatan ini dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Selain meningkatkan ekonomi, dari bantuan tersebut ia juga berharap bisa memaksimalkan pengembangan pariwisata di Desa Bakti Raja. “Karena saya sadari bahwa pariwisata juga mendongkrak perekonomian suatu desa,” sebutnya sambil mengatakan bahwa ke depan pihaknya akan memaksimalkan pengembangan potensi perikanan tangkap di darat. “Mewakili Pemprov Sumut, kami juga mendukung Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas dengan mempersiapkan (SDM) masyarakatnya,” pungkasnya.

Sementara Pantur Banjarnahor mengajak masyarakat di desa itu berbenah diri dari segala sektor, termasuk generasi mudanya. Ia berharap generasi muda di desa tersebut dapat menjadi duta pariwisata.

“Kalau bisa setiap Minggu gunakan baju tradisional, ramah kepada setiap tamu yang datang. Jawa Barat itu gudangnya ekonomi kreatif. Perlu kita contoh jika desa ini nantinya banyak pelaku usaha. Ada ataupun tidak ada yang beli tetap ramah,” katanya.

Selain itu ia minta lakukanlah beberapa atraksi di desa itu. Apalagi desa tersebut memiliki sejarah sebagai kota pahlawan. Sebab Alada istana Raja Sisingamangajara dari desa itu.

Kades Simangulampe Ramoslim Sinambela mengucapkan terimakasih atas bantuan tersebut. Ia berharap anggota dewan dan Pemprov Sumut juga dapat memerhatikan desa mereka terutama dalam menjadikannya sebagai desa pariwisata. (prn)

SD-SMP PTM Terbatas di Karo, Theopilus Berharap Prokes Benar-benar Dilaksanakan

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting melakukan monitoring penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas ke beberapa sekolah di Kecamatan Tigapanah, Selasa (9/11).

Adapun sekolah yang dikunjungi, yakni SMP Negeri 1 Tigapanah, SD Negeri 040527 Tigapanah, dan SMP Negeri 2 Tigapanah.

Pada kesempatan itu, Theopilus menyebutkan, monitoring ini bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan PTM Terbatas tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (prokes), baik kepada siswa maupun guru, dalam setiap proses pembelajaran di sekolah.

“Terkait penyelenggaraan PTM Terbatas ini, sudah berjalan dengan standar yang ditetapkan. Ke depannya kami berharap, jika pandemi ini sudah berakhir, para siswa dapat belajar dengan normal seperti biasanya,” ungkapnya.

Dia juga berpesan kepada para guru, sebagai abdi masyarakat, kiranya dapat memaksimalkan tugasnya dalam mendidik dan mencerdaskan para siswa.

“Prokes harus benar-benar dilaksanakan, terlebih kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik,” jelas Theopilus.

Theopilus pun berpesan kepada para siswa, untuk selalu mematuhi prokes, menjaga kesehatan, serta selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Edi Surianta Surbakti, Camat Tigapanah Data Martina Ginting, dan Kabag Prokopim F Leonardo Surbakti. (deo/saz)

Kolaborasi-Reflektif Jadi Kunci Penyiapan Calon Guru Unggul

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kolaborasi dan refleksi antara dosen pembimbing lapangan, guru pamong, dan mahasiswa calon guru menjadi kunci penyiapan calon guru unggul melalui program pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan. Pola tersebut membuat tumbuh kesadaran dari mahasiswa calon guru tentang pentingnya guru melakukan refleksi dan melakukan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Begitu juga dengan dosen dan guru pamong yang ikut berefleksi, untuk memperbaiki pola pendampingannya kepada mahasiswa.

Demikian hasil penting dari studi penguatan dosen dan guru pamong pelaksana program PPG prajabatan yang dipaparkan Tanoto Foundation bersama empat LPTK mitra, yaitu Universitas Negeri Medan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, dan didukung Kemdikbudristek, Rabu (3/11).

“Studi ini juga berhasil mengembangkan 13 inovasi untuk meningkatkan kompetensi dan kolaborasi antara dosen dan guru pamong dalam membimbing mahasiswa calon guru melaksanakan praktik di lapangan. Inovasi tersebut dipublikasikan dalam bentuk buku berjudul ‘Mencari Model PPG untuk Indonesia’ yang dapat diakses secara terbuka melalui website Program PINTAR Tanoto Foundation,” ungkap Satrijo Tanudjojo, CEO Global Tanoto Foundation saat memaparkan hasil studi tersebut dalam Seminar Inovasi LPTK Menyiapkan Guru Unggul.

Dalam studi ini, tim peneliti mengembangkan inovasi model pendampingan mahasiswa calon guru yang diberi nama C-NAR atau collaborative nested classroom action research. C-NAR menawarkan suatu kerangka baru dalam ranah penelitian tindakan dalam bidang pendidikan. Ketika melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif bersama mahasiswa, maka dosen dan guru pamong juga melakukan penelitian tindakan pembimbingan (PTB) untuk menemukan cara membimbing yang paling tepat.

Sinergitas untuk meningkatkan kualitas

Penerapan Program PPG Prajabatan di 4 LPTK mitra pelaksana studi dan 4 LPTK lainnya, juga diteliti oleh Lembaga penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES). Studi yang dilakukan pada Juni-Agustus 2021 tersebut, menemukan penerapan C-NAR membuat terbangunnya kedekatan yang kuat antara dosen dan guru pamong dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa PPG. 

Di LPTK mitra, pelaksanaan koordinasi, evaluasi, dan refleksi dilaksanakan secara familiar, informal, dan saling melengkapi. Sedangkan di LPTK lainnya, kegiatan pendampingan atau pembimbingan dilakukan dalam pola umum dan tidak spesifik.

“Prinsip pembelajaran hari ini harus lebih baik dari kemarin sudah tumbuh dalam keseharian mahasiswa calon guru di LPTK mitra. Perubahan berkelanjutan pada pembelajaran berkualitas yang berorientasi pada siswa sudah menjadi bagian yang dikembangkan dalam praktik mengajar mahasiswa. Ini praktik baik yang perlu diadaptasi dan dikembangkan LPTK lainnya,” kata Hasan Bisri tim peneliti LP3S. 

Ketimpangan guru berkualitas di Indonesia

Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebut bukan hanya kuantitas tapi kualitas guru juga perlu diperhatikan untuk memperbaiki sistem pendidikan di indonesia. “LPTK di seluruh Indonesia perlu berbenah dan berinovasi untuk mencetak guru-guru profesional yang akan menjadi pemimpin pendidikan di masa depan,” jelas Nadiem saat memberi sambutan pada seminar ini.

Sementara Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbudristek, Iwan Syahril, menyebut dari tahun 2006-2020 lulusan PPG Prajabatan hanya sekitar 30 ribu, sementara guru yang pensiun setiap tahunnya ada sekitar 50-70 ribu. Artinya banyak sekali guru-guru di Indonesia yang menjadi guru tidak melalui PPG Prajabatan karena sibuk dengan sistem PPG dalam jabatan.

“Hal ini yang sedang kami kelola agar bagaimana supply and demand guru berkualitas di Indonesia menjadi seimbang dan PPG Prajabatan ini adalah mekanismenya. Selain itu sekarang kami juga punya direktorat baru yaitu direktorat PPG untuk membantu dan mengakselerasi PPG di Indonesia,” kata Iwan.(rel)

DKP Sumut Masifkan Budidaya Perikanan Darat Bagi Masyarakat Kawasan Danau Toba

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO —Budidaya perikanan darat berupaya dimaksimalkan kepada masyarakat di sekitar Kawasan Danau Toba (KTD), Sumatera Utara.

TEKS FOTO
DIABADIKAN: Kepala DKP Sumut, Mulyadi Simatupang dan Anggota DPRD Sumut, Pantur Banjarnahor diabadikan bersama masyarakat penerima manfaat sampan dan benih ikan di Desa Sinambela, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbahas, Selasa (9/11) sore. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Upaya ini untuk mendukung implementasi Peraturan Presiden No.60 tahun 2021 tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional. Perpres ini, salah satunya mengatur optimalisasi kualitas air Danau Toba dari aktivitas KJA perusahaan dan masyarakat menjadi zero (0) KJA.

Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumut, Mulyadi Simatupang, selama ini masyarakat yang berada di KDT menjadikan sumber penghasilan utama dari aktivitas perikanan melalui Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan Danau Toba.

Oleh karenanya, Pemprov Sumut kata dia, melalui DKP akan hadir untuk membantu masyarakat di KDT secara perlahan beralih dari budidaya ikan memanfaatkan KJA menuju perikanan darat.

“Salah satunya tentu kita ingin menyentuh apa yang menjadi penghasilan rakyat. Program kita bagaimana mendukung KDT untuk peningkatan perekonomian rakyat, juga agar program wisata super prioritas Danau Toba dapat tercapai,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/11).

Bersama mitra kerja DKP yakni Komisi B DPRD Sumut, pihaknya bakal lebih memasifkan program pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia di KDT yang selama ini kehidupannya dari KJA, menuju usaha perikanan darat.

“Bersama pemda setempat juga kami akan melatih bagaimana cara budidaya ikan dengan baik. Mereka kan belum berpengalaman di bidang perikanan darat ini, tentu ada beberapa syarat untuk kualitas budidaya ikan. Bagaimana airnya, tanahnya, dan PH-nya. Intinya kami berharap ke depan penghasilan rakyat maupun lingkungan KDT lebih baik,” pungkasnya. (prn)

Hari Pahlawan, PDI Perjuangan Sumut Ajak Milenial Berjuang Bangkit dari Keterpurukan di Masa Pandemi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon, mengajak masyarakat terutama kaum Milenial untuk meneladani jiwa pahlawan bangsa yang berjuang tanpa kenal lelah untuk membawa masyarakat keluar dari penderitaan yang diakibatkan oleh Pandemi Covid 19.

“Menjadi Pahlawan bukan hanya bisa dilakukan dengan mengangkat senjata untuk mengusir penjajah. Karena pada dasarnya, perjuangan bukan hanya memikul senjata, melainkan di semua lini kehidupan, termasuk perjuangan untuk keluar dari situasi sulit yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19,” kata Rapidin Simbolon dalam siaran persnya, Rabu (10/11/2021).

Menurut Rapidin, di masa sulit seperti saat ini, peran pemuda dan kaum milenial sebagai generasi penerus bangsa sangat diharapkan perannya. Terutama dalam bidang tekhnologi, di mana anak-anak muda harus mampu membuat terobosan-terobosan tekhnologi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sebagai contoh dalam pengembangan UMKM, di mana saat ini tekhnologi menjadi bagian terpenting dalam kehidupan. Pemuda harus mampu mendorong budaya marketing baru lewat tekhnologi informasi, dimana penjual dan pembeli bisa melakukan transaksi secara simpel yang sangat membantu di masa pandemi terutama dalam bidang pemasaran,” ujarnya.

Selain itu, lanjut mantan Bupati Samosir ini, pemuda harus menjadi corong kebaikan untuk membawa bangsa ini cepat keluar dari krisis. Pemuda harus terus melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan dan progam vaksinasi agar target herd imunity bisa tercapai.

“Target herd imunity hanya bisa tercapai jika masyarakat memiliki kesadaran pentingnya Vaksinasi dan pemuda harus menjadi corong bagi progam ini. Sama seperti Bung Tomo yang pada masa itu menjadi corong perlawanan terhadap sekutu melalui media cetak dan radio. Di era saat ini, pemuda bisa menggunakan media sosial untuk terus melakukan kampanye kepada masyarakat,” ungkapnya.

Rapidin juga berharap, pemuda mampu menjadi motor penggerak bagi kebangkitan ekonomi terutama di sektor riil. Pemuda tidak boleh malu lagi untuk kembali ke desa dengan menjadi petani memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam, atau kembali menjadi nelayan agar bias memanfaatkan kekayaan laut kita.

“Mari menjadi kuat dengan mengeksplorasi seluruh potensi pemuda, agar negeri kita bisa bangkit, sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi saat menetapkan tema dalam presidensi Indonesia di KTT G 20 yaitu ‘Recover Together, Recover Stronger’, karena sesungguhnya kita mewarisi jiwa-jiwa Pahlawan yang dengan semangat menyala bertekad membawa Indonesia kearah yang lebih baik,” pungkasnya. (adz)

SK PPPK Kota Binjai Diserahkan Sekaligus

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bagi pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) Kota Binjai, yang lulus tahap pertama, diharap bersabar menunggu Surat Keputusan (SK) diserahkan. Karena SK PPPK tidak diserahkan secara pertahap.

“Ya, SK memang belum diserahkan kepada pelamar yang dinyatakan lulus pada tahap pertama,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai, Rahmad Fauzi, saat dikonfirmasi di Balai Kota Binjai, Selasa (9/11).

Alasannya, lanjut Fauzi, penyerahan SK kepada pelamar yang dinyatakan lulus, bakal diserahkan secara serentak. Artinya, Pemko Binjai akan menyerahkan SK kepada pelamar PPPK yang lulus, ketika 382 formasi yang dibutuhkan terpenuhi seluruhnya.

“Nanti kalau sudah tahap 3 dilewati, baru diserahkan (SK). SK tidak bertahap diserahkan, nanti setelah 382 (formasi) terpenuhi, baru diserahkan sekaligus,” jelas Fauzi, yang definitif sebagai Sekretaris BKD Kota Binjai.

Lantas, kapan pelaksanaan seleksi PPPK untuk tahap kedua?

“Kami baru dapat surat, pelaksanaan ujian tahap kedua ditunda, sampai batas waktu yang belum ditentukan,” tutur Fauzi.

Menurut Fauzi, pengumuman pelaksanaan ujian tahap kedua PPPK ditunda langsung oleh BKN.

“Alhamdulillah, sampai hari ini (kemarin, red) belum ada datang pelamar PPPK yang lulus menanyakan SK mereka,” jelasnya, saat disinggung apakah pelamar PPPK yang lulus ada bertanya mengenai SK.

Seperti diketahui, Tim Pelaksana Seleksi Nasional Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara 2021 telah mengumumkan hasil PPPK untuk Kota Binjai. Ada sebanyak 91 orang yang dinyatakan lulus PPPK pada tahap pertama.

Bagi yang belum lulus, jangan berkecil hati. Karena bakal ada ujian PPPK tahap kedua, dan yang menjadi peserta berasal dari guru honorer pengajar di sekolah swasta maupun negeri di Kota Binjai.

Sebelumnya, ujian tertulis PPPK dengan sistem komputer atau CAT, sudah dilewati peserta secara bergelombang selama 2 hari di SMK Negeri 1 Binjai, Jalan Samanhudi pada 13-14 September lalu.

Peserta yang lolos PPPK, tentu diambil dari sejumlah pertimbangan. Satu di antaranya dari hasil passing grade saat ujian tertulis dengan sistem komputer.

PPPK juga bakal setara dengan ASN. Kebijakan ini diambil pemerintah untuk membuat kesejahteraan para tenaga pendidik seimbang.

Akan ada 382 formasi PPPK, dan mereka akan ditempatkan di SD dan SMP Negeri di Kota Binjai. (ted/saz)

Wagubsu: Saya Selalu Dengar Kebaikan Beliau dari Ayahanda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah turut melepas  jenazah Abdul Wahab Dalimunthe menuju peristirahatan terakhir, Selasa (9/11). Selain mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam, pria yang akrab disapa Ijeck ini mengenang hubungan kekerabatan yang baik antara almarhum Abdul Wahab dengan almarhum ayahandanya, H Anif.

“Almarhum adalah sahabat orangtua saya. Saat ayah masih hidup, selalu menceritakan kebaikannya. Dan hari ini kita hanya bisa menyampaikan doa. Kini yang dibutuhkan almarhum adalah sedekah jariyah dan doa anak soleh,” katanya saat didapuk memberi kata-kata takziah di rumah duka, Kompleks Taman Setia Budi Indah (Tasbi) Blok II Medan.

Membesarkan hati keluarga besar Abdul Wahab Dalimunthe, diharapnya agar dapat bersabar dalam menjalani cobaan dan takdir Tuhan Yang Maha Kuasa. “Kita doakan semoga almarhum kembali dalam keadaan husnul khotimah. Kita doakan ibunda dan anak almarhum diberi kesabaran. Hari ini para takziah datang ke rumah duka ini, karena hati digerakkan Allah, karena almarhum banyak amal baiknya,” ujar Ijeck seraya mengajak para pelayat yang hadir untuk turut menghaturkan doa bagi almarhum.

“Apa yang dilakukan bapak almarhum Abdul Wahab baik di bidang pemerintahan dan politik. Saya tidak pernah mendengar hal-hal yang tidak baik tentang almarhum,” sambung dia.

Ijeck mengatakan, mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya salah satu tokoh Sumut yang banyak berperan dalam bidang pemerintahan dan dunia politik.

“Innalilllahi wa innailaihi rojiun. Sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Kami mewakili pak gubernur mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya Bapak Abdul Wahab Dalimunthe. Mohon maaf Bapak Edy Rahmayadi tak bisa hadir dalam takziah ini. Semoga doa kita melapangkan kubur almarhum,” katanya.

 Ketua MUI Sumut, Maratua Simanjuntak yang turut hadir, menyampaikan rasa duka mendalam. Semasa almarhum hidup, ia mengenal Abdul Wahab Dalimunthe sebagai sosok guru dan panutan. “Kami sampaikan turut berdukacita atas berpulangnya politisi muslim dan orang yang bergerak di bidang agama. Saya diajarkan beliau dalam berpolitik dan berorganisasi dibidang agama,” ucapnya.

Apalagi pada Pilgub Sumut 2008 lalu, mereka sempat bersaing. Abdul Wahab Dalimunthe berpasangan dengan HR Muhammad Syafii, sementara Maratua ketika itu adalah calon wakil gubernur berpasangan dengan Ali Umri. “Saya turut bersaksi dalam melakukan kegiatan kegiatan politik, termasuk dengan lawan lawan politiknya. Beliau sopan santun dan jujur,” ungkapnya.

Dalam acara pelepasan jenazah almarhum Abdul Wahab Dalimunthe, hadir sejumlah pejabat, yakni Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman serta sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut.

Bobby mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Abdul Wahab Dalimunthe. “Kami mendoakan kepada almarhum agar apa yang sudah diajarkan kepada kita bagaimana menjalani hidup sosial, politik menjadikan beliau dalam menjalani kehidupan, apabila menggunakan ilmu yang diajarkan beliau, mudah-mudahan ilmu yang dipakai menjadi penerang kuburan almarhum dan menjaid pemberat amal timbangan kebaikan di akhirat kelak nanti,” kata Bobby. Bobby berharap keluarga khususnya anak-anak almarhum dapat meneruskan apanyang diajarkan oleh Abdul Wahab Dalimunthe semasa hidup. “Sekali lagi kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam dalamnya atas nama pemeriantah dan masyarakat Kota Medan,” tutupnya. (prn)

10 Daerah di Sumut PPKM Level I, Pemprov Tegaskan Disiplin Prokes Harus Tetap Dijalankan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah daerah di Sumatera Utara yang berada di level I PPKM bertambah signifikan, yakni terdapat 10 kabupaten dan kota. Hal tersebut diketahui dari dokumen Sumut Pos dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 58 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM luar Pulau Jawa-Bali tertanggal 8 November 2021, Selasa (9/11).

 Adapun ke-10 daerah tersebut terdiri dari; Serdang Bedagai, Batubara, Gunung Sitoli, Binjai, Nias, Dairi, Sibolga, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, dan Samosir. Sedangkan daerah dengan PPKM Level II antara lain; Tapanuli Utara, Karo, Deliserdang, Toba, Nias Selatan, Nias Barat, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Langkat, Nias Utara, Medan, Pematangsiantar, Tebingtinggi, dan Padang Sidempuan.

Sedangkan jumlah daerah PPKM Level 3 berkurang dari 14 kini menjadi 8. Yaitu terdiri dari; Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, dan Tanjungbalai. 

Menurut Mendagri Tito Karnavian, dalam instruksi itu menyebutkan, pengaturan PPKM di setiap daerah luar Jawa-Bali berdasarkan penetapan Kementerian Kesehatan RI. Di sisi lain, pemerintah pusat kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah luar Jawa-Bali mulai 9-22 November 2021. Perpanjangan termasuk untuk wilayah Sumut. 

Meski sudah banyak daerah yang masuk PPKM Level I, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melalui Kadis Kesehatan, Ismail Lubis, meminta masyarakat tetap ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas sehari-hari. “Selalu gunakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak serta ikut vaksinasi,” ujarnya menjawab wartawan, kemarin. 

Pemprovsu apresiasi kepada masyarakat karena semakin banyak daerah yang berada di level 1. Ismail menambahkan, Gubernur Edy Rahmayadi juga segera akan menerbitkan instruksi untuk menindaklanjuti Inmendagri 58 tersebut di kabupaten/kota di Sumut.

Perketat Pengawasan Prokes

Bertahan di level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pemko Medan akan terus melakukan pengawasan prokes secara ketat. “Prokes akan terus diawasi secara ketat, karena target kita Kota Medan harus bisa turun ke Level 1,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Husni kepada Sumut Pos, Selasa (9/11).

Menurut Husni, selain prokes, salah satu indikator agar status PPKM Kota Medan bisa turun ke Level 1 adalah tingkat capaian vaksinasi di Kota Medan. “Makanya vaksinasi terus kita tingkatkan ke depannya. Walaupun saat ini capaian vaksinasi kita sudah 70 persen, tapi vaksinasi terus kita genjot. Intinya dua hal ini akan terus sejalan, mulai dari pengawasan prokes hingga vaksinasi yang terus digenjot,” ungkapnya.

Senada dengan Husni, Plt KasatPol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan bersama OPD terkait di bidangnya. “Saat ini kita juga masih menunggu Ingubsu dan Surat Edaran dari Pak Wali,” kata Rakhmat kepada Sumut Pos, Selasa (9/11).

Dikatakan Rakhmat, saat ini pihaknya tidak pernah berhenti untuk melakukan pengawasan prokes. Setiap harinya, SatPol PP dibantu pihak Kecamatan dan pihak-pihak lainnya tetap melakukan razia masker di jalan-jalan pada 7 kecamatan secara bergantian. “Jadi hari ini 7 kecamatan, besok 7 kecamatan lainnya, besoknya lagi 7 kecamatan yang lainnya lagi, begitu seterusnya. Kita masih terus melakukan razia masker seperti itu setiap harinya di Kota Medan,” katanya.

Saat ini, jelas Rakhmat, tingkat kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker dan menjaga prokes dalam bentuk lainnya juga sudah semakin membaik. Hal itu terbukti dari temuan pelanggaran prokes oleh pengendara atau pengguna jalan yang tidak menggunakan masker sudah jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, Rakhmat menegskan jika pihaknya juga terus melakukan pengawasan secara intens dengan berbagai OPD, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan hingga Dinas Pendidikan Kota Medan. “Untuk Dinas Pariwisata, ada banyak sekali yang kita awasi, mulai dari gedung-gedung tempat pesta, mal, restoran, hotel dan masih banyak lagi. Ini terus kita awasi secara ketat, apalagi kalau sudah hari Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Terkhusus untuk antisipasi dan pencegahan datangnya gelombang ketiga Covid-19 di akhir tahun 2021, SatPol PP Kota Medan juga telah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kota Medan dalam menjaga perbatasan Kota Medan dengan daerah yang menjadi kawasan wisata, yakni di simpang Tuntungan yang menjadi pintu masuk dari akses Medan – Berastagi.

“Setiap akhir pekan kita bersama Dinas Perhubungan terus menjaga Simpang Tuntungan itu, semua yang masuk wajib kita ukur suhu tubuhnya. Untuk yang suhu tubuhnya di atas normal, itu langsung kita swab. Kita juga mengimbau agar masyarakat jangan dulu melakukan perjalanan di libur akhir tahun ini, mari kita sama-sama mencegah terjadinya gelombang ketiga ini,” tegasnya.

Tak cuma itu, Satpol PP juga turut mengawasi jalannya pelaksanaan PTMT di Kota Medan yang telah berjalan mulai 11 Oktober bagi pelajar tingkat SMP dan mulai 1 November bagi pelajar tingkat SD kelas 4, 5 dan 6. Menurut Rakhmat, pelaksanaan PTMT di Kota Medan wajib diawasi secara ketat.

“Mereka sudah lama gak ke sekolah, sekalinya ke sekolah mereka jumpa sama teman-temannya. Yang kita temui, banyak anak sekolah yang pulang sekolah itu gak langsung pulang tapi main dulu sama temannya. Ini juga terus kita awasi, kita minta juga peran serta Disdik dan pihak kecamatan serta kelurahan untuk mengawasinya,” sebutnya.

Terkait status PPKM Kota Medan yang masih berada di Level 2, Rakhmat mengatakan hal itu sebagai hal yang wajar meskipun saat ini tingkat penyebaran Covid-19 di Medan terus menurun dan kesadaran masyarakat akan prokes terus meningkat. Salah satu alasannya, karena tingkat vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Kota Medan dengan kategori lanjut usia (Lansia) masih belum mencapai target atau terbilang cukup rendah. “Dan saat ini Pak Wali sudah menginstruksikan agar vaksinasi untuk lansia ini bisa terus ditingkatkan sembari peningkatan vaksinasi untuk kategori yang lain juga, termasuk vaksinasi pelajar yang saat ini terus berlanjut,” pungkasnya. (prn/map)

Sukses Catatkan Transaksi USD 3,99 Miliar, Mendag Lutfi Apresiasi Penyelenggaraan TEI ke-36 Digital Edition

Menteri Perdagangan RI Muhamad Lutfi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO 9 November 2021- Di tengah pandemi, sukses besar dicatatkan dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition. Gelaran TEI-DE yang berlangsung selama dua pekan ini berhasil mencatatkan transaksi senilai USD 3,99 miliar jauh melampaui target yang ditetapkan USD 1,5 miliar. Mendag Muhammad Lutfi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan berharap dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sesi interaktif (interactive) Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 telah resmi berakhir. Selama dua minggu penyelenggaraannya pada 21 Oktober—4 November 2021. Selanjutnya dimulai sesi showcase TEI-DE 2021 yang berlangsung hingga 20 Desember 2021.

“Dengan menghadirkan 834 peserta, hingga Kamis (4/11), TEI-DE 2021 berhasil membukukan transaksi sebesar USD 3,99 miliar. Nilai tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar USD 1,5 miliar,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi beberapa waktu lalu.

Transaksi spektakuler ini berhasil dilampaui berkat berbagai pendekatan dan terobosan yang dilakukan Kementerian Perdagangan dan seluruh perwakilan perdagangan di luar negeri serta berbagai pihak. Kolaborasi ini sukses mendatangkan buyers luar negeri untuk melakukan transaksi di arena TEI-DE.

Capaian transaksi melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching) berhasil membukukan angka sebesar USD 2,52 miliar. Selanjutnya kegiatan penandatangan nota kesepahaman (MoU) sebesar 978,81 juta, transaksi kegiatan Perwakilan Perdagangan RI sebesar USD 494,41 juta, dan transaksi harian sebesar USD 1,71 juta.

“Keberhasilan ini berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk para Perwakilan Perdagangan RI yang berhasil menjaring sebanyak 3.573 buyers dari 133 negara mitra dagang serta sebanyak 4.288 buyers lokal,” ungkap Mendag.

Para buyers dari berbagai negara mulai melirik banyak produk yang diproduksi di dalam negeri. Produk suplai medis berhasil mencatatkan transaksi sebesar USD 280,61 juta (7,02 persen) dan berhasil melampaui transaksi minyak kelapa sawit sebesar USD 278,20 juta (6,96 persen). Transaksi kertas dan produk kertas mencatatkan transaksi sebesar USD 252,02 juta (6,31 persen); produk kimia sebesar USD 114 juta (2,85 persen); kopi, teh dan coklat sebesar USD 113,72 juta (2,85 persen); makanan olahan sebesar USD 87,98 juta (2,20 persen); otomotif sebesar USD 73 juta (1,83 persen); minyak kelapa sebesar USD 65,58 juta (1,64 persen); dan produk karet sebesar USD 54,80 juta (1,37 persen).

Sedangkan, 10 negara tujuan ekspor dengan nilai transaksi terbesar yaitu Mesir sebesar USD 560,22 juta (14,02 persen); Brasil sebesar USD 285,80 juta (7,15 persen); Jepang sebesar USD 252,58 juta (6,32 persen); Australia sebesar USD 108,95 juta (2,73 persen); Tiongkok sebesar USD 100,25 juta (2,51 persen); Malaysia sebesar USD 87,89 juta (2,20 persen); Arab Saudi sebesar USD 53,08 juta (1,33 persen); Belanda sebesar USD 13,83 juta (0,35 persen); India sebesar USD 8,02 juta (0,20 persen); dan Korea Selatan sebesar USD 2,81 juta (0,07 persen).

Selain itu, dalam TEI-DE 2021 ini juga diselenggarakan berbagai kegiatan forum bisnis yang dilaksanakan bersama para mitra dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, antara lain Trade Facilitation Office (TFO) Canada, Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda, Findolainden Finlandia, Arise+, Global Reporting Initiative (GRI), Import Promotion Desk (IPD), Swiss Import Promotion Organization, dan Fairventures.

Beberapa tema yang diangkat dalam forum-forum tersebut yaitu tentang indikasi geografis, fair trade, peluang ekspor jasa teknologi informasi (TI), dan penyusunan company profile berstandar sustainability. Secara total telah diselenggarakan sembilan forum bisnis yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta.

Mendag menambahkan, dalam penyelenggaraan TEI-DE 2021, konsep katalog digital terbukti mampu memberikan keleluasaan bagi pengunjung dan peserta untuk mengeksplorasi dan menampilkan informasi seputar produk unggulan Indonesia. Hingga 4 november 2021 pukul 14.30 WIB, situs web www.tradexpoindonesia.com telah dikunjungi lebih dari 26 ribu pengunjung.

“Dengan diselenggarakannya sesi showcase, diharapkan akan membuka peluang lebih besar lagi nilai transaksi yang dihasilkan,” pungkas Mendag. (*/sih)

Efikasi Vaksin Merah Putih Capai 97 Persen, Menkes Berharap Bisa Diberikan ke Anak 5-12 Tahun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bibit Vaksin Merah Putih telah diserahkan Universitas Airlangga (Unair) kepada PT Biotis Pharmaceutical. Vaksin yang dikembangkan dari platform inactivated virus itu selanjutnya akan melalui tahapan uji klinis 1,2, dan 3.
Vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia guna memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Tanah Air. Pada prosesnya, pengembangan vaksin merah putih turut melibatkan berbagai institusi. Universitas Airlangga menjadi salah satu anggota konsorsium yang mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan platform inactivated virus.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir dalam acara penyerahan bibit vaksin Merah Putih di gedung Unair mengapresiasi tim peneliti dari Universitas Airlangga yang mampu menghasilkan bibit vaksin Covid-19. “Saya ucapkan rasa bangga yang sangat tinggi kepada rekan-rekan di Universitas Airlangga yang telah mampu menghasilkan seed vaksin dalam negeri,” kata Budi Gunadi dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Selasa (9/11).
Budi Gunadi berharap, bibit vaksin Merah Putih ini nantinya bisa dikembangkan untuk menjadi vaksin booster dan vaksin bagi anak-anak usia 5-12 tahun. “Karena saat ini baru ada satu vaksin yang bisa digunakan untuk anak usia 5-12 tahun. Padahal ada 30 juta anak-anak di Indonesia yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19,” jelas Budi Gunadi.
Sebelum bisa diproduksi massal dan disuntikkan ke masyarakat, bibit Vaksin Merah Putih yang telah melalui uji praklinis tahap 1,2 dan 3 kepada hewan, akan melalui tahap uji klinis. Uji klinis tahap 1 melibatkan 100 orang, diteruskan dengan uji klinis tahap 2 pada Januari 2022 kepada 400 orang dan uji klinis terakhir atau yang ketiga pada Februari 2022 kepada sekitar 1000 orang. “Ini kan sudah lulus uji praklinis ke hewan, kalau bisa uji klinisnya mulai tahun ini, untuk mengukur keamanannya,” urai Budi Gunadi.
Budi pun berharap, Vaksin Covid-19 Merah Putih ini sudah bisa diproduksi pada semester kedua tahun depan. “Saya berdoa, mudah-mudahan proses uji klinis lancar, sehingga pada semester kedua tahun depan Vaksin Merah Putih telah bisa diproduksi,” katanya.
Sementara, Peneliti Utama Tim Vaksin Nusantara, Jonny membeberkan tingkat keamanan vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Mulai dari proses Vaksin Nusantara dimasukkan ke dalam tubuh pasien.
Menurut Jonny, sebelum disuntikkan, komponen dari Vaksin Nusantara dibersihkan terlebih dahulu dan kemudian imunitas seluler di dalam tubuh dikenalkan dengan antigen. “Antigennya itu bukan komponen virus. Jadi, di dalam Vaksin Nusantara ini tidak ada komponen virus. Beda dengan yang lain (konvensional, red) yang semuanya virus. Tidak ada virus yang dimasukkan ke dalam tubuh,” jelas Jonny.
Uji klinis fase I yang sudah memasuki bulan kesepuluh mendapatkan hasil yang sangat baik. Dikatakan Jonny, dari segi keamanan tidak ada yang bermasalah dengan Vaksin Nusantara. “Tidak ada kejadian yang tidak diinginkan yang serius. Efeknya hanya ringan dan sedang saja dan kebanyakan sifatnya lokal, nyeri di penyuntikan,” katanya.
Demikian juga dengan fase II yang dilakukan untuk mencari dosis penyuntikan ke dalam tubuh seseorang. Jonny menambahkan, pada fase 2 juga diperhatikan dengan seksama faktor keamanan diperhatikan, termasuk pada fase 3 nantinya.
“Seberapa besar bisa mencegah supaya pasien itu walaupun kena Covid-19 tapi dia tidak berat, tidak sampai dirawat. Itu efikasi. Karena kalau kita baca-baca efikasi itu bukan seberapa banyak orang yang nggak kena Covid-19, tapi seberapa banyak orang itu walaupun kena Covid-19 tapi tidak berat. Kan itu fungsi vaksin,” tuturnya.
Dari 135 orang yang menjadi relawan uji klinis fase II hingga bulan ke-6 diketahui sebanyak 21 orang yang positif Covid-19 dengan varian Delta. “Dari 21 pasien ini, yang dirawat cuma 3 orang. Jadi kalau lihat efikasi itu 97 persen. Tapi kalau lihat dia (pasien) kena atau tidak, yang tidak kena saat ini sekitar 84,6 persen (efikasi),” tandasnya. (jpc/dtc/okz