Beni Purba, Manager PT HSJ Kebun Negeri Lama Utara, didampingi SF Hasoloan Debataraja manager PTAIL Kebun Aek Kuo saat menyerahkan bantuan, Selasa 30 November 2021 lalu.
AEKANOPAN, SUMUTPOS.CO – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara beberapa hari lalu, menyisakan musibah bagi sejumlah masyarakat. Masyarakat Dusun Tangkahan Bosi, Desa Kuala Bangka, Kecamatan Kualuh Hilir Labura –berbatasan dengan PTHari Sawit Jaya (PTHSJ) Labuhanbatu dan PTAndalas Intiagro Lestari (PTAIL) Labura– mengalami kebanjiran.
Sejumlah rumah terendam banjir, yang berasal dari luapan air sungai usai hujan deras beberapa waktu yang lalu.
Mendengarkan kabar banjir itu, pimpinan dan staf PT HSJ dan PTAIL unit bisnis Asian Agri, anggota dari Group Royal Golden Eagle (RGE), terjun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan berupa sembako pada masyarakat yang terdampak.
“Bantuan sembako ini dalam rangka mengurangi beban masyarakat Dusun Tangkahan Bosi Desa Kuala Bangka Kecamatan Kualuh Hilir Labura yang tertimpa musibah banjir,” ungkap Beni Purba, Manager PT HSJ Kebun Negeri Lama Utara yang didampingi SF.Hasoloan Debataraja manager PTAIL Kebun Aek Kuo pada waktu menyerahkan bantuan. Selasa 30 November 2021 lalu.
Beni Purba, Manager PT HSJ Kebun Negeri Lama Utara, didampingi SF Hasoloan Debataraja manager PTAIL Kebun Aek Kuo saat menyerahkan bantuan, Selasa 30 November 2021 lalu.
Sebanyak 60 paket bantuan sembako disalurkan Asian Agri melalui program Corporate Social Responsibility.
Ia berharap, masyarakat dapat bersabar menghadapi musibah banjir ini dan semoga bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak.
Kepala Dusun Tangkahan Bosi, C. Oppusunggu mengucapkan terimakasih atas kepedulian Asian Agri – PT HSJ dan PTAIL yang telah membantu masyarakatnya yang tertimpa banjir. “Asian Agri di mata masyarakat merupakan perusahaan yang begitu peduli dengan sesama. Sudah banyak yang dirasakan masyarakat sejak kehadiran Asian Agri,” ucapnya.
M. Siboro mewakili tokoh masyarakat menambahkan, kini beban masyarakat yang tertimpa banjir sudah berkurang. “Berkat bantuan sembako Asian Agri ini, beban ekonomi berkurang. Masyarakat bisa melanjutkan aktivitas membersihkan kediamannya yang terendam air tanpa harus memikirkan kebutuhan makan untuk beberapa hari ke depan,” ungkapnya. (rel)
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan, H. Surya B.Sc melalui Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, MSi meninjau pelaksanaan ujian Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMKN 2 Sei Renggas, Rabu (09/12/2021).
MENINJAU: Wakil Bupati Asahan bersama Kadis Pendidikan beserta team meninjau pelaksanaan ujian PPPK 2021. (IST).
Kunjungan yang dilakukan hari ini guna memastikan pelaksanaan ujian berjalan kondusif dan sesuai protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Di lokasi pelaksanaan ujian juga tampak sejumlah panitia yang bertugas mengecek suhu tubuh peserta. Lalu sejumlah sarana pencuci tangan dan titik-titik tempat registrasi peserta ujian.
Di sela sela Peninjauan Taufik Zainal Abidin mengatakan kedatangannya untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan kondusif. Kemudian, pihaknya juga mengecek penyelenggaraan ujian sudah mempedomani prokes Covid-19. Wakil Bupati juga memastikan bagaimana mekanisme bagi peserta ujian yang memiliki kendala menghadiri ujian. Pihaknya berharap hak-hak peserta ujian dapat diakomodir dengan baik.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Drs. Supriyanto, MPd menjelaskan pelaksanaan ujian PPPK di lingkup Pemerintahan Kabupaten Asahan sudah berlangsung selama dua hari.
Disebutkan pelaksanaan ujian PPPK Kabupaten Asahan berlangsung sejak tanggal 07 s/ 10 Desember 2021 dan diikuti sebanyak 1500 peserta untuk Formasi 300 0rang dan pelaksanaan ujian di tiga lokasi yaitu SMKN 2 Sei Renggas, SMA 1 JL. Madong Lubis Kisaran, SMA 2 Jl. Latsitarda Kisaran. Lebih lanjut disebutkan, bagi peserta yang terkendala mengikuti ujian dengan melampirkan bukti keterangan yang sah, dapat mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2021.
“Sementara bagi peserta yang sama sekali tidak ada keterangan, nanti penyelenggara di pusat yang akan menentukan, apakah gagal atau berlanjut,” pungkas Supriyanto.
Turut hadir saat kunjungan Wakil Bupati Asahan di SMKN 2 Sei Renggas Asisten Pemerintahan Buwono Prawana, SIP, Asisten Administrasi Umum Khaidir Afrin, SE, UPT Kemendikbudristek Aprianti Monalissa , SSi, MSi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Drs. Supriyanto, MPd, Kadis Kominfo, Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Sei Renggas Drs. Rajiman MSi. (dat)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan, Habiburrahman Sinuraya terus mengajak warga Kota Medan untuk menyukseskan Vaksinasi Covid-19 dan terus meningkatkan Protokol Kesehatan (Prokes) guna mengantisipasi pandemi Covid-19, khususnya varian omicron yang dikabarkan telah ditemukan di Singapura dan Malaysia.
“Meski di Kota Medan sudah mencapai 80 persen lebih warganya yang sudah divaksin, tapi penegakan prokes tetap harus dilakukan. Mari sama-sama kita mencegah datangnya penyebaran Covid 19, khususnya varian Omicron di Indonesia,” ucap Habib saat menggelar Sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jl Sei Kapuas No.64 Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (8/12).
Dikatakan politisi Partai NasDem ini, penegakan prokes menjadi sangat penting agar penyebaran pandemi dapat ditekan semaksimal mungkin dan mencegah meningkatnya kembali status Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan.
“Kita sudah merasakan gak enaknya ada PPKM, semuanya dibatasi, bahkan berusaha saja tidak bisa bebas dan menganggu perekonomian semua kalangan. Kalau pandemi ini terus bisa ditekan, status PPKM kita terus menurun, ekonomi kita pasti akan bangkit lagi,” ujarnya.
Apalagi, lanjut Sekretaris Komisi I DPRD Kota Medan, menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, masyarakat diminta agar tidak terlena dan abai terhadap prokes saat liburan.
Sebab meskipun pemerintah sudah memutuskan PPKM Level 3 Nataru tidak diberlakukan, tapi pemerintah telah berencana untuk membuat aturan atau prosedur baru terkait pencegahan pandemi di masa libur Nataru yang belum diumumkan sampai saat ini.
“Jadi walau tidak jadi PPKM level 3, bukan berarti kita bisa bebas liburan. Jangan lengah, cukup lah hampir 2 tahun kita berjuang melawan pandemi Covid-19 Ini. Varian Omicron ini juga lebih ganas penyebarannya, mari kita jaga prokes dan jangan lengah agar tidak sampai terkena virus dan membawa virus,” katanya.
Habiburrahman juga menyatakan, Fraksi NasDem DPRD Medan juga telah berjuang untuk menambah alokasi kepesertaan BPJS Kesehatan yang menjadi tanggungan pemerintah.
“Alhamdulillah APBD 2022 telah disahkan dan dialokasi tambahan perserta sebanyak 10 ribu untuk mendapatkan BPJS gratis,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Habiburrahman juga memaparkan bahwa Perda Nomor 4 tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota (SKK) Medan yang terdiri XVI BAB dan 92 Pasal. Dalam BAB I Pasal 1 di ketentuan umum terdiri atas 51 ayat. SKK sebagai pedoman penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah Kota Medan. Pada ayat 18 disebut pelayanan dasar, yakni pelayanan kesehatan kepada warga Medan, baik perorangan maupun pelayanan dasar pemerintah dan swasta.
Pada BAB II bertujuan untuk mewujudkan tatanan kesehatan yang mampu melibatkan partisipasi semua unsur terkait meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kota. Juga mewujudkan pembangunan kota berwawasan kesehatan dan kemandirian.
Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang aman, adil, terjangkau dan terbuka bagi masyarakat. Meningkatkan akses masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan. (Map)
MEMADAI: Seorang ibu menggendong anaknya di pool bus kawasan Medan Amplas. Organda Sumut mengklaim, kesiapan armada menyambut libur Natatu sudah memadai.istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Utara mengaku, kesiapan armada menyambut momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 cukup memadai. Ia tak memungkiri, baik pengusaha dan pelaku transportasi umum, menyambut gembira pembatalan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 oleh pemerintah pusat.
MEMADAI: Seorang ibu menggendong anaknya di pool bus kawasan Medan Amplas. Organda Sumut mengklaim, kesiapan armada menyambut libur Natatu sudah memadai.istimewa/sumutpos.
“Begitupun kami tentu lebih menyesuaikan saja, dibilang senang tentu senang namun tidaklah harus euforia,” kata Ketua Organda Sumut, Haposan Siallagan menjawab Sumut Pos, Rabu (8/12).
Hal ini, kata Haposan, mengingat sudah terlalu lama sektor transportasi umum ‘puasa’ dampak pandemi Covid-19. “Kita semua tahu, efek Covid ini buat ekonomi masyarakat anjlok termasuk sektor transportasi,” katanya.
Paling terpenting lagi, imbuh dia, pihaknya ingatkan agar para sopir dan pengelola transportasi darat yang tergabung di Organda, senantiasa menjaga protokol kesehatan serta menjadi garda terdepan akan hal itu kepada setiap penumpang.
“Lalu kita harus menyesuaikan juga aturan PPKM di tiap wilayah karena kondisinya pasti berbeda-beda. Pada prinsipnya kami bersyukur dan semoga momen Nataru kali ini dapat membangkitkan perekonomian sektor transportasi,” terangnya.
Sisi lain pihaknya mendukung supaya pemerintah dan stakeholder terkait segera melakukan tes urine terhadap para sopir dan kernet. Ini bertujuan agar sebelum memulai perjalanan terlebih di momen sibuk seperti Nataru, dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. “Ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kami, karena belakangan banyak sekali kejadian kecelakaan justru melibatkan sopir terindikasi memakai narkoba,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah telah memutuskan untuk membatalkan pemberlakuan PPKM level 3 di semua daerah pada periode libur Natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru). Hal itu seiring dengan keluarnya aturan terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penangananan Covid-19 Nomor 24 Tahun 2021.
Berdasarkan surat edaran tersebut, aturan mulai berlaku dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Langkah kebijakan dilakukan guna mencegah lonjakan kasus Covid-19 setelah libur Nataru.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, selama libur Nataru, syarat perjalanan jarak jauh dalam negeri adalah wajib vaksinasi lengkap dan hasil antigen negatif maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.
Sementara anak-anak dapat melakukan perjalanan, tetapi dengan syarat PCR yang berlaku 3×24 jam untuk perjalanan udara atau antigen 1×24 jam untuk perjalanan darat atau laut. “Untuk orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap ataupun tidak bisa divaksin karena alasan medis, tidak diizinkan untuk bepergian jarak jauh,” kata Luhut dikutip Rabu (8/12).
Penumpang Pesawat
Penumpang transportasi Udara dari maupun tujuan wilayah di Jawa dan Bali serta perjalanan antar kabupaten atau antar kota di Jawa dan Bali wajib menunjukkan bukti vaksin dosis kedua dan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.
Sementara penumpang yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama, maka wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.
Sedangkan, penumpang di luar Jawa dan Bali bisa menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen. Sampel untuk tes RT-PCR diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan, sedangkan rapid test antigen 1×24 jam sebelum keberangkatan.
Penumpang Kereta Api
Penumpang kereta api jarak jauh wajib menunjukkan bukti vaksin Covid-19 minimal dosis pertama. Selain itu, penumpang juga harus menunjukkan bukti hasil negatif tes covid-19 rapid test antigen 1×24 jam sebelum keberangkatan atau RT-PCR maksimal diambil 3×24 jam.
Penumpang Perjalanan Laut dan Darat
Baik bagi yang menggunakan kendaraan pribadi atau umum harus menunjukkan kartu vaksin dosis pertama dan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan, atau bisa juga hasil tes negatif dengan rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.
Kendaraan Logistik
Wajib menunjukkan kartu vaksin dosis lengkap dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 14×24 jam sebelum keberangkatan. Jika baru mendapatkan vaksin dosis pertama, maka harus menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 7×24 jam.
Namun, untuk yang belum vaksin sama sekali, pelaku perjalanan wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam. (prn/jpc)
OPERASI: Petugas gabungan dari TNI-Polri bersama Satgas Penanganan Covid-19 melakukan Operasi Yustisi di salah satu warung kopi di Medan.istimewa/SUMUT POS.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Zona hijau atau tidak ada kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera Utara (Sumut) terus bertambah. Sebelumnya hanya 6 kabupaten/kota, kini telah meningkat menjadi 8 daerah. Sedangkan 25 daerah lagi tetap bertahan di zona kuning atau risiko rendah.
OPERASI: Petugas gabungan dari TNI-Polri bersama Satgas Penanganan Covid-19 melakukan Operasi Yustisi di salah satu warung kopi di Medan.istimewa/SUMUT POS.
Berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Pusat melalui website resminya di laman https://covid19.go.id/peta-risiko tertanggal 5 Desember 2021, kabupaten/kota di Sumut yang masuk zona hijau antara lain Nias Barat, Pakpak Bharat, Nias Utara, Sibolga, Samosir, Tebingtinggi, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Utara (Labura). Dari 8 daerah tersebutn
3 diantaranya yaitu Samosir, Tebingtinggi, dan Labuhanbatu yang baru masuk zona hijau dalam pekan ini. Sedangkan 5 daerah lainnya sejak minggu sebelumnya.
Penetapan status zonasi risiko penyebaran Covid-19 daerah tersebut, dihitung berdasarkan sejumlah indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan melalui epidemiologi, seperti penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya sesuai update per tanggal 28 November 2021.
Sementara itu, data terkini perkembangan Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (8/12), Sumut disebutkan kembali menambah lima kasus konfirmasi positif baru sehingga totalnya naik menjadi 106.068 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah 9 orang menjadi 103.081. Untuk kasus kematian, masih tetap bertahan di angka 2.889 orang. Karena itu, melalui data tersebut, maka saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 Sumut tinggal menyisakan 98 orang.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengimbau, agar masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19, dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Apalagi, saat ini telah muncul varian baru yang masuk dalam variant of concern (voc) oleh WHO, seperti Omicron. “Memang kalau varian virus corona terus bermunculan, karena yang namanya virus termasuk Covid-19 ini akan terus bermutasi,” ujarnya.
Menurut Aris, walaupun saat ini di beberapa daerah telah terjadi penurunan kasus Covid-19 secara signifikan, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi lonjakan. Bahkan, untuk daerah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau sekalipun bisa meningkat kasus baru positif Covid-19. “Makanya protokol kesehatan tetap harus dijaga dan tetap dimonitor oleh pemerintah. Sampai saat ini Satgas Covid-19 masih terus bekerja agar jumlah kasus tidak naik lagi,” katanya.
Operasi Yustisi
Guna menjaga disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesahatan (Prokes) jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), TNI-Polri dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan menggencarkan operasi yustisi dengan sasaran pelaku usaha rumah makan, restoran, cafe, tempat hiburan malam, karaoke, spa, serta pusat perbelanjaan.
“Operasi Yustisi terus digencarkan. Kita dorong semua Polres Jajaran terus lakukan ini agar masyarakat tetap disiplin mematuhi Prokes, sehingga tidak terjadi peningkatan terpapar Covid-19 pasca libur Nataru,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Rabu (8/12).
Disebutnya, sebanyak 62 personel TNI-Polri dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan dikerahkan ke berbagai sudut dan ruas Jalan untuk patroli melaksanakan penegakan protokol kesehatan masyarakat
Menurutnyam dalam menghadapi Nataru, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus positif Covid-19, karenanya Kapolda Sumut meminta seluruh Jajaran Polres mempercepat vaksinasi dan menggencarkan Operasi Yustisi, memberikan imbauan serta sosialisasi untuk tidak mudik dan menerapkan Prokes ketat. “Bagi masyarakat atau pengelola tempat usaha yang tidak patuh akan diberi imbauan, teguran dan sanksi, kami harap seluruh masyarakat dan pelaku usaha dapat menaati peraturan tentang batasan jam operasional dan PPKM berdasarkan level daerahnya masing-masing juga sebagaimana yang tertera dalam Instruksi Gubernur terkait pengendalian penyebaran Covid-19,” pungkasnya.
1.300 Imigran Divaksin
Sementara, para imigran dan pengungsi asal luar negeri yang berada di Kota Medan, menjalani vaksinasi Covid-19 dosis satu di Raz Hotel, Jalan Dr Mansyur, Medan, Rabu (8/12) siang. Vaksinasi ini dilakukan Dinas Kesehatan Kota Medan bekerja sama dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mutia Nimpar mengatakan, vaksinasi tersebut dilaksanakan dalam satu hari. “Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan satu hari ini saja,” katanya.
Mutia mengaku, imigran yang divaksin sebanyak 1.300 orang. Mereka disuntik vaksin jenis Pfizer karena lebih diakui untuk dunia internasional. Apalagi, para pengungsi ini berasal dari berbagai negara. “Imigran termasuk kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Ada 1.300 orang yang dilakukan vaksinasi jenis Pfizer,” ujarnya.
Disebutkan Mutia, dalam vaksinasi ini Dinkes Medan menurun enam tim. Pelaksanaan vaksinasi berjalan aman tanpa kendala. “Ada enam tim yang kita turunkan. Tim ini dari Puskesmas yang ada di kawasan tempat berlangsungnya vaksinasi,” sebutnya.
Mutia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi menerapkan sistem smart checking yang telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia. “Ini dari berbagai pengungsi yang ada di Medan di bawah naungan IOM itu yang kita vaksin, dan vaksinasi ini dilakukan dengan smart checking khusus untuk warga negara asing. Vaksinasi ini langsung berkoordinasi dengan pihak Kemenkes,” terangnya.
Terkait imigran anak-anak yang ada di beberapa tempat penampungan di Kota Medan, Mutia menambahkan, mereka juga akan dilakukan vaksinasi. Namun, masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Untuk anak-anak masih menunggu instruksi dari Kemenkes,” pungkasnya. (ris/dwi)
UMRAH: Jamaah umr ah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, menerapkan protokol kesehatan saat melakukan tawaf.istimewa/sumu tpos.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Arab Saudi akhirnya kembali membuka layanan permohonan visa umrah untuk Indonesia. Hanya saja, pemerintah Indonesia belum memutuskan, apakah akan kembali menyelenggarakan umrah bulan ini. Sebab, pemerintah sedang berfokus mengendalikan Covid-19 di masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
UMRAH: Jamaah umr ah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, menerapkan protokol kesehatan saat melakukan tawaf.istimewa/sumu tpos.
Informasi pembukaan kembali layanan visa umrah itu disampaikan secara resmi pemerintah Arab Saudi pada Senin (6/12) malam pukul 23.00 WIB. Selain Indonesia, layanan pengajuan visa umrah juga dibuka untuk India, Pakistan, dan Mesir.
Dibukanya kembali layanan visa umrah ini disambut baik travel umrah di Tanah Air. Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Zaky Zakaria Anshary mengatakann
pada prinsipnya pengurusan visa umrah untuk jamaah Indonesia sudah bisa diproses. “Tapi, kita kan masih menunggu kepastian pemerintah boleh atau tidak (memberangkatkan umrah, Red). Kalau kita keluarkan visa, ternyata tidak boleh, bisa expired,” jelasnya, Selasa (7/12).
Zaky mengikuti paparan pemerintah yang baru memastikan keberangkatan umrah setelah masa libur Nataru. Dia berharap, kebijakan tersebut sebatas imbauan saja. Sehingga travel umrah tetap bisa memberangkatkan jamaah umrah bulan ini dengan protokol kesehatan yang ketat.
Menurut dia, ada sejumlah pertimbangan kenapa umrah sebaiknya tetap dimulai bulan ini. Di antaranya adalah menghindari tudingan dari masyarakat terjadi diskriminasi. “Selama perjalanan ke luar negeri lainnya boleh, sebaiknya untuk umrah juga boleh,” katanya.
Apalagi Arab Saudi bukan termasuk daftar negara dengan kasus varian Omicron tinggi seperti Afrika Selatan dan sekitarnya. Pertimbangan berikutnya, umrah adalah perjalanan yang dikontrol secara disiplin. Baik oleh Indonesia maupun Arab Saudi. Sehingga risiko jamaah umrah membawa virus Covid-19 bisa diperkecil.
Selain itu, Arab Saudi juga masuk dalam daftar 10 negara yang aman untuk dikunjungi. “Vaksinasi di Arab Saudi juga sudah 70 persen. Itu artinya sudah terbentuk herd immunity di sana,” katanya.
Selanjutnya, kegiatan selama rangkaian umrah juga terbatas di hotel dan Masjidilharam serta Masjid Nabawi. Otomatis jamaah tidak banyak berkumpul dengan warga setempat.
Zaky juga menyinggung pemerintah sudah membatalkan kebijakan PPKM Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia di masa Nataru. Dia berharap pemerintah kembali bisa duduk bersama dengan asosiasi travel umrah untuk membahas lebih teknis soal pemberangkatan umrah di masa pandemi Covid-19.
Dari Kementerian Agama (Kemenag) belum ada komentar terbaru soal kembali dibukanya pengurusan visa umrah. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief belum membalas saat diajukan pertanyaan itu. Hilman hanya mengomentari singkat keputusan pemerintah Indonesia menunda pemberangkatan umrah paling cepat setelah libur Nataru. “Saya belum lihat keputusan resminya,” kata kader Muhammadiyah itu.
Seperti diketahui, pengumuman bahwa pemerintah Indonesia menunda keputusan memberangkatkan umrah disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Senin (6/12). Dia mengatakan keputusan soal umrah dibahas setah masa liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Penerbangan Perdana
Sementara, lewat unggahan itinerary umroh new normal program 10 hari di Tanah Suci milik maskapai Saudia Airlines yang banyak beredar di grup Whatsap, penerbangan perdana jamaah umrah asal Indonesia akan dilakukan pada 16 Desember mendatang. Lebih lanjut, itinerary itu menuliskan perihal durasi perjalanan selama 5 malam Madinah dan 3 malam Makkah.
Tak sampai situ, tertulis juga caption pemberangkatan perdana umroh di Indonesia pasca pencabutan larangan penerbangan ke Saudi. Ketika dikonfirmasi, Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara membenarkan perihal kabar itu. “Benar, untuk 16 Desember 2021. Itu dari Saudia Airlines,” ujarnya via pesan singkat seperti dilansir dari detikTravel, Rabu (8/12).
Lebih lanjut, ia juga mengatakan, penerbangan itu akan menjadi penerbangan perdana untuk umrah dari Indonesia tahun 2021 ini. “(Penerbangan lain) belum. Itu penerbangan perdana untuk umrah,” sambungnya.
Seperti ditulis di itinerary tersebut, jamaah diperkirakan tiba di Jeddah lebih dulu. Setelahnya, jamaah akan dibawa ke Hotel Madinah untuk melakukan karantina selama minimal 4 hari sebelum diumumkan hasil tes PCR di hari kelima.
Apabila hasil tes PCR berjalan baik, traveler sudah bisa keluar karantina di hari kelima dan melakukan perjalanan lebih lanjut. Diketahui, Terhitung 1 Desember lalu Arab Saudi resmi membuka kembali gerbang internasionalnya untuk Indonesia. Otoritas penerbangan Arab Saudi pun telah memperbarui aturan penerbangan internasionalnya.(jpc/dtt)
POIN PENUH
Witan Sulaeman dkk diharapkan mampu meraih poin penuh saat menghadapi Kamboja di laga perdana Piala AFF..
SUMUTPOS.CO – TIM asuhan Shin Tae Yong akan memulai aksi perdananya di Piala AFF 2021 ini. Berada dalam kondisi lebih bugar, harusnya Indonesia bisa memanfaatkan keunggulan itu untuk meraih kemenangan. Terlebih skuad Garuda juga didukung keunggulan faktor head to head atas Kamboja.
POIN PENUH
Witan Sulaeman dkk diharapkan mampu meraih poin penuh saat menghadapi Kamboja di laga perdana Piala AFF..
Di sisi lain, Kamboja perlu kemenangan dalam laga ini untuk menjaga asa lolos dari babak grup Beberapa evaluasi dikatakan pelatih Ryu Hirose telah dilakukan. Artinya, skuad Kamboja akan sangat siap menghadapi Indonesia dalam laga malam ini.
Laga pertama dalam sebuah turnamen, kerap berjalan tidak mudah. Karenanya, Shin terus mengasah kemampuan anak asuhnya, terutama yang berkaitan dengan taktik bermain.
Pelatih asal Korea Selatan itu menyadari, Kamboja bukan lawan yang mudah dikalahkan. Salah satu indikasinya adalah keberhasilan mereka 2 kali mengalahkan Guam saat laga Kualifikasi Piala Asia 2023.
Terlepas dari ranking FIFA Guam (peringkat 206 per 19 November 2021), kemenangan yang diraih Kamboja tetap berpengaruh kepada mental bertanding mereka di ajang ini. Namun Shin mengatakan, para pemainnya berada dalam kondisi apik jelang laga. Saat sesi latih tanding yang digelar di Stadion Bukit Gombak hari Senin lalu, para striker Indonesia terus menunjukkan ketajamannya dalam hal mencetak gol.
Dalam konferensi pers jelang Indonesia vs Kamboja, Rabu (8/12), Shin Tae Yong berharap bukan hanya lini depan dan tengah skuad Garuda yang bisa mencetak gol. Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu menuntut pemain dari semua lini bisa mencetak gol di Piala AFF 2021.
“Masalah setiap tim berbeda-beda. Kalau Indonesia untuk striker atau gelandang harus bisa cetak gol sama-sama, sehingga tim bisa menjadi yang terbaik. Tidak ada posisi yang harus lebih banyak dalam mencetak gol. Pemain dalam posisi apapun harus bisa mencetak gol saat ada kesempatan,” ucap Shin.
Terkait pertandingan malam nanti, Shin Tae Yong sudah menyaksikan pertandingan Kamboja saat dikalahkan Malaysia 1-3 pada laga pertama Grup B. Shin Tae Yong pun optimistis Timnas Indonesia bisa menang.”Para pemain terus berusaha keras agar siap saat menghadapi Kamboja di laga pertama. Perkembangan para pemain cukup bagus. Hal itu akan menjadi modal bagi kami untuk meraih kemenangan,” kata Shin soal kondisi anak asuhnya.
Mengenai peta kekuatan di Grup B Piala AFF 2021, Shin Tae Yong yakin, dinamika Grup B yang diisi Indonesia, Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Laos bisa berubah-berubah. “Pikiran saya sepak bola itu bisa ada banyak perubahan dalam pertandingan, jadi kami harus bersiap dengan semuanya. kami akan bersiap, bukan hanya lawan Kamboja. Kami akan bekerja keras dan maksimal, sehingga bisa lolos dari fase grup,” pungkasnya.
Kendati demikian, Kamboja punya keuntungan yang tidak dimiliki Indonesia. Para penggawa Kamboja dinilai sudah cukup ‘panas’, usai bertanding kontra Malaysia akhir pekan kemarin. Hal itu berpeluang membuat Kamboja mudah menemukan ritme permainan mereka, untuk menekan Indonesia sejak awal.
Meski secara hasil Kamboja memang takluk 1-3 dari Malaysia. Namun banyak hal positif yang didapat oleh Chan Vathanaka dan kolega. Mereka dianggap bisa merepotkan Malaysia dengan torehan 10 tembakan (6 on target), 57 persen penguasaan bola, dan memperoleh 10 sepak pojok dalam usahanya mencetak gol.
“Tentu saja kami tak akan menyerah (usai dikalahkan Malaysia). Ada banyak sisi positif yang bisa kami ambil dari laga tersebut,” ucap pelatih Ryu Hirose.(bbs)
HUB INTERNASIONAL
Bandara Internasional Kualanamu bakal menjadi hub internasional dan akan menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) Malaysia.
KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Kerja sama PT Angkasa Pura II dengan GMR Airports Consortium dalam pengelolaan Kualanamu International Airport (KNIA) diyakini dapat mendongkrak kinerja bisnis bandara tersebut. Bahkan, KNIA bisa berpeluang menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sebagai hub regional.
HUB INTERNASIONAL
Bandara Internasional Kualanamu bakal menjadi hub internasional dan akan menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) Malaysia.
GMR Airport Consortium merupakan perusahaan operator beberapa bandara yang dimiliki sebagian sahamnya oleh perusahaan operator jaringan bandara terkemuka asal Perancis, Aeroports de Paris (ADP). Operator bandara asal India ini, resmi masuk dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara pada 23 November 2021 lalu. PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II, akan melakukan kemitraan strategis dengan GMR untuk pengembangan bandara ini selama 25 tahun ke depan.
Skema kemitraan strategis untuk pengembangan bandara ini, memiliki nilai investasi kerja sama sekitar US$ 6 miliar atau sekitar Rp85,2 triliun. Termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.
AP II dan GMR Airports Consortium akan menjadi pemegang saham di joint venture company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi yang mayoritas sahamnya dimiliki Angkasa Pura II. Rinciannya, AP II menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.
Pengamat Penerbangan Nasional Suharto Abdul Majid mengatakan, kerja sama ini akan mendorong Bandara Kualanamu sebagai salah satu pusat distribusi rantai pasok global di kawasan Asia. Sebab, selama ini hub di kawasan Asia Selatan menuju Asia Utara hanya tergantung pada Changi Airport di Singapura dan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia.
“Ini menjadi hub yang strategis dan bisa menghubungkan penerbangan internasional. Melalui kerja sama dengan partner yang memiliki reputasi dan pengalaman pengelolaan bandara secara internasional serta jaringan bandara yang dikelola oleh GMR dan ADP maka bandara Kualanamu bisa dilirik maskapai lain artinya bisa menjadi hub strategis dan menyaingi Changi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Selasa (7/12).
Menurutnya, perusahaan patungan tersebut akan meningkatkan daya saing Bandara Kualanamu. Sebab dengan kemitraan strategis ini maka Bandara Kualanamu akan mendapatkan best practise knowledge dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan, juga fasililitas yang lebih baik, pilihan rute yang banyak dan pengelolaan yang lebih baik.
Sekadar informasi, perusahaan baru itu berencana memperluas Bandara Kualanamu dan meningkatkan lalu lintas tahunan dari 10 juta penumpang menjadi 54 juta. Angka ini setara dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Kalau sudah menjadi bandara yang kuat di pasar domestik saya optimistis daya saing secara global akan ikut dengan sendirinya,” ujarnya.
Suharto menambahkan, kemitraan ini juga akan menyasar penumpang yang bepergian antara Asia Selatan, Asia Utara, dan Australia. Selama ini, lalu lintas udara di kawasan tersebut masih sangat tergantung pada Bandara Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur, sehingga kemitraan ini akan mendorong Bandara Kualanamu menjadi basis untuk mengurangi dominasi kedua bandara tersebut. ’’Saya optimis dengan kerja sama ini maka dalam 5 tahun Bandara Kualanamu akan bisa menyaingi Bandara Changi,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, kemitraan strategis antara AP II dan GMR Airports Consortium akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di Asean, sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional. “Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. Adapun aset yang ada saat ini, serta hasil pengembangan aset ke depannya atas kerja sama ini akan sepenuhnya dimiliki 100% oleh AP II,” ungkap Kartika.
Kartika menuturkan, keberhasilan dalam kerja sama ini menjadi sinyal positif untuk iklim investasi indonesia, khususnya pada sektor transportasi udara. Selain itu diharapkan dengan terlaksananya kerja sama ini dapat membuka jalan bagi foreign direct investment (FDI) lainnya masuk ke Indonesia.
Wakil Direktur Utama Holding InJourney Edwin Hidayat mengatakan, model kemitraan strategis ini merupakan salah satu strategi yang tepat untuk mendorong pelayanan di bidang transportasi udara yang juga akan berdampak pada daya saing pariwisata.
“Ke depannya kami juga akan mendorong agar anggota dari Holding InJourney lainnya dapat juga melakukan optimalisasi aset melalui kerja sama kemitraan strategis sehingga pengembangan usaha dapat dilakukan bersama dengan investor serta juga dapat berpenetrasi ke negara lain sebagai mitra global dari pelaku usaha di negara tersebut,” ujar Edwin Hidayat.
Chairman of GMR Group’s energy and international airport vertical, Srinivas Bommidala mengatakan, kerja sama dengan AP II menanjadi masuknya GMR Airports di pasar aviasi Indonesia yang tumbuh cepat – terbesar di ASEAN dan memiliki potensial tinggi. ”Kami berkomitmen untuk mentransformasikan bandara menjadi internasional hub di wilayah Barat Indonesia. Kemenangan dari penawaran ini juga memperkuat GMR Group’s sebagai salah satu pengembang dan pengelola bandara terbesar di dunia,” tutur Srinivas Bommidala.
Berdasarkan keterangan AP II, Bandara Kualanamu adalah bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Soekarno–Hatta Jakarta dan Kertajati di Majalengka Jawa Barat. Lokasi bandara ini merupakan bekas areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Beringin, Deli Serdang, Sumatra Utara.
Pembangunan bandara ini menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 85 tahun. Bandara Kualanamu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya. Pemindahan bandara ke Kualanamu telah direncanakan sejak tahun 1992 tetapi terus terhambat karena persoalan lahan. Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013 meskipun ada fasilitas yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan. (jpc/bbs)
TANDA TANGANI: Penjabat Sekdaprov Sumut, Afifi Lubis menandatangani Penyelesaian Penyerahan Barang Milik Daerah Pemprovsu dan Pemkab Tapanuli Selatan ke Pemko Padangsidimpuan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan. Selasa (7/12). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyerahterimakan barang milik daerah sebagai tindaklanjut dari Undang-Undang Nomor 4/2001 tentang Pembentukan Kota Padangsidimpuan, setelah mekar dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
TANDA TANGANI: Penjabat Sekdaprov Sumut, Afifi Lubis menandatangani Penyelesaian Penyerahan Barang Milik Daerah Pemprovsu dan Pemkab Tapanuli Selatan ke Pemko Padangsidimpuan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan. Selasa (7/12). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
Adapun serah terima aset atau barang milik daerah dimaksud, dari Kabupaten Tapsel kepada Kota Padangsidimpuan dan sebaliknya. Termasuk juga dari Kota Padangsidimpuan ke Pemprov Sumut.
“Ini adalah konsekuensi dari Undang-Undang tentang Pembentukan Kota Padangsidimpuan,” kata Penjabat Sekdaprov Sumut, Affi Lubis pada pertemuan yang dihadiri langsung Bupati Tapsel, Dolly Pasaribu dan Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (7/12).
“Jadi dengan berakhirnya acara ini, maka sebenarnya sudah tuntas masalah aset setelah terjadi pemekaran kota dari Kabupaten Tapsel. Sehingga tidak ada lagi permasalahan (secara administrasi),” imbuhnya didampingi Kepala BPKAD Setdaprovsu, Ismael Sinaga.
Meskipun di dalamnya juga ada penyerahan barang milik daerah yang diserahkan oleh Pemko Padangsidimpuan kepada Pemprov Sumut, namun Ismael memastikan bahwa pihaknya berlaku sebagai fasilitator atau pemerintah atasan.
“Kita gunakan pendekatan kekeluargaan, semua bisa dilaksanakan dengan baik. Jadi sudah kita kondisikan dan tuntaskan,” katanya.
Dengan penyerahan tersebut, tambahnya, segala tanggungjawab pengelolaan barang milik daerah ada pada Pemko Padangsidimpuan. Baik pengamanan aset secara fisik, administrasi, maupun secara hukum.
Berdasarkan informasi, jumlah barang milik daerah yang diserahterimakan sebanyak 41 bidang, di mana dua di antaranya dikembalikan kepada Pemprov Sumut dan 11 lainnya diserahkan kepada Pemkab Tapsel. Sehingga total yang diterima Pemko Padangsidimpuan sebanyak 28 bidang.
“Kami apresiasi Pemprov Sumut, Kemendagri dan KPK yang sudah berperan dan bertanggungjawab memfasilitasi (pertemuan),” kata Irsan Effendi. Ia menyebut, penyerahan aset barang milik daerah ini juga sudah dilakukan penandatanganan berita acara serah terima/BAST.
Sementara untuk barang milik daerah tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti langkah ini, mengingat masih ada hal yang harus dikoordinasikan dengan Pemkab Tapsel, sebagai daerah induk sebelum terjadi pemekaran. (prn/azw)
TERANGKAN: Kabid Pengadaan Mutasi dan Informasi pada BKPSDM Dairi, Martua Simarmata menerangkan proses lelang 6 JPT dilingkungan Pemkab Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi membuka pendaftaran lelang enam jabatan. Satu untuk posisi sekretaris daerah (Sekda) sedangkan lima lagi untuk pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD)/kepala dinas (kadis). Proses pendaftaran telah dibuka mulai, 6-10 Desember 2021.
TERANGKAN: Kabid Pengadaan Mutasi dan Informasi pada BKPSDM Dairi, Martua Simarmata menerangkan proses lelang 6 JPT dilingkungan Pemkab Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dairi, Dapot Hasudungan Tamba melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Mutasi dan Informasi, Martua Simarmata, Rabu (8/12) menerangkan, waktu pendaftaran sesuai surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) nomor 52 tahun 2020, tentang pelaksanaan pengisian jabatan secara terbuka dan kompetitif pada masa pandemi Covid-19.
Martua memaparkan adapun JPT yang dilelang secara terbuka itu antaralain, Sekda, kepala Dinas Kesehatan, Pertanian, Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) serta kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ucap Martua.
Tim seleksi (Timsel) berjumlah 5 orang sudah terbentuk, terdiri dari Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dua orang, akademisi 2 orang serta 1 orang dari kalangan profesional/pakar yang memahami pemerintahan. Martua Simarmata mengatakan, minimal pendaftar/pelamar dalam satu jabatan 3 orang.
Pelamar bisa memilih/melamar 2 jabatan sesuai standar kompetensi jabatan (SKJ) dimiliki. Dan eselon 2/kepala dinas yang sudah mengikuti uji kompetensi, untuk pimpinan OPD tidak bisa ikut lagi kecuali yang bersangkutan melamar posisi Sekda, terangnya.
“Pemdaftaran lowongan Sekda dan 5 pimpinan OPD ini, terbuka untuk umum. Dan sampai saat ini, belum ada yang daftar tetapi waktu masih ada 2 hari lagi,” ujar Martua Simarmata.
Seperti diketahui, lelang jabatan ini untuk mengisi kekosongan pascamutasi /rotasi besar-besaran terhadap pejabat eselon 2 termasuk Sekda dilakukan Bupati Eddy KA Berutu, di gedung Balai Budaya Sidikalang, 1 Desember 2021 lalu. (rud/azw)