25.8 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 2958

USM Indonesia jadi Center of Excellence

REKTOR Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Dr Ivan Elizabeth Purba MKes mewisuda lulusan di aula kampus, Selasa (9/11).

ISTIMEWA
TERBAIK: Rektor bersama kepala LLDikti Sumut, ketua Yayasan Sari Mutiara dan Anggota DPRD Sumut bersama lulusan terbaik USM Indonesia.

Wisuda USM Indonesia ini dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi, Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba SH MM dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut dr Tuahman Purba SpAn MKes.

Wisuda 1.096 dilaksanakan dalam beberapa sesi selama dua hari hingga Rabu (10/11). Mereka berasal Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Fakultas Sain, Teknologi dan Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Pendidikan Vokasi dan Direktorat Pascasarjana USM Indonesia.

Rektor pun berucap syukur atas kesehatan dan kekuatan untuk dapat bertahan pada masa pandemi melanda dunia dalam dua tahun terakhir.

Karenanya, rektor mengingat seluruh komponen masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat sehingga situasi dunia semakin baik.

Wisudawan dan wisudawati terbaik kali ini adalah Feis Susilawati Zega, Feni Wati, Etri Jayanti Lase, Trifena Simanjuntak, Angelus Pendi Dakhi, Masarudin Baene, Intan Putri Jelita, Agus Sukesih, Nurita Marbun, Herawati Barus, Dwi Utari, Cahyaning Fitri, Anna Lase dan Chintya Apriyanti.

Rektor memaparkan bahwa USM Indonesia memiliki visi menjadi universitas yang unggul, berkarakter dan berdaya saing global tahun 2038.

”Lulusan USM Indonesia diharapkan mampu memiliki keunggulan dan siap memberikan pelayanan terbaik di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, rektor menyebutkan berbagai prestasi USM Indonesia. Diantaranya juara 2 Open Turnament Gateball Kapus Bekang AD Cup 2021, juara 1 Double Mix Tournament Gateball Piala Pergatsi Sumbar.

Selain itu 42 dosen USM Indonesia sebagai dosen pendamping lapangan, dosen pendamping SMK, mentor sekolah ekspor dan magang di industri.

USM Indonesia juga mempersiapkan diri menjadi center of excellence yang didukung Kemendikbud Ristek.

Sebanyak 35 dosen USM Indonesia juga berpendidikan doktor. Kemudian 151 mahasiswa terlibat kegiatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. (dmp)

UIN Sumatera Utara Nomor 42 Universitas Islam Terbaik Dunia, Rektor Minta Gencarkan Publikasi Media Massa

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara yang akan berusia 48 tahun pada 19 November 2021 mencatatkan prestasi dunia. Perguruan tinggi ini menembus peringkat 42 universitas Islam terbaik di dunia.

ISTIMEWA
TEMU RAMAH: Prof Dr Syahrin Harahap MA (tengah) menghadiri temu ramah media mitra UIN Sumatera Utara, Selasa (9/11).

Demikian disampaikan Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap MA didampingi Kepala Biro AAKK UIN Sumatera Utara Dr Dur Berutu MA dan Kasubag Humas dan Informasi UIN Sumatera Utara Yunni Salma Nasution SAg MM di Hotel Miyana Jalan H Anif, Medan Estate, Selasa (9/11).

Rektor mengungkapkan banyak prestasi diukir dosen dan mahasiswa yang perlu dipublikasikan secara luas di media massa sehingga diharapkan pemeringkatan UIN Sumatera Utara secara internasional dapat terus meningkatkan dimasa mendatang.

Dalam kegiatan Temu Ramah Bersama Mitra Media UIN Sumatera Utara, rektor meminta humas perguruan tinggi tersebut semakin gencar mempublikasikan kegiatan kampus terutama berbagai hasil penelitian dan prestasi para dosen dan mahasiswa.

Syahrin Harahap mengakui peran pers cukup besar mendorong kemajuan UIN Sumatera Utara. Ia pun meminta kerja sama yang sudah terjalin selama ini harus lebih ditingkatkan.

Rektor menambahkan bahwa media massa memiliki peranan penting sebagai salah satu trilogi pengembangan UIN Sumatera Utara. Selain konsep pembangunan wahdatul ulum sebagai pusat modernisasi beragama dan pusat pengabdian masyarakat dan stakeholder.

Untuk itu, ia mengungkapkan bahwa penulisan publikasi media massa yang baik akan menjadi ladang amal. (dmp)

Pastikan Maju di Musda Demokrat Sumut, Tondi Roni Tua Serahkan Dukungan DPC ke DPP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tondi Roni Tua memastikan diri maju sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut pada musyawarah daerah (Musda) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Hal ini dibuktikannya dengan menyampaikan surat dukungan dari sejumlah DPC Partai Demokrat sebagai syarat pencalonan kepada DPP Partai Demokrat di Jakarta.
Surat dukungan tersebut diterima Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron dan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, Senin (8/11).

Saat menyampaikan surat dukungan, Tondi Roni Tua didampingi Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu, Sekretaris DPD Meilizar Latif, dan sejumlah ketua DPC yang memberikan dukungan kepadanya, seperti Ketua DPC Padang Lawas Utara Basri Harahap, Ketua DPC Tanjungbalai Ridwan, Plt Ketua DPC Karo Masdar Limbong, Plt Ketua DPC Kabupaten Labuhanbatu Joko Imawan dan lainnya serta anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut Santoso dan Andre Alfisah.

Tondi yang saat ini juga menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut mengatakan, kehadirannya di DPP Partai Demokrat sebagai bukti keseriusannya menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sumut. Dia berharap, DPP bekerja secara objektif dan selektif sehingga terpilihnya ketua DPD Partai Demokrat Sumut yang bisa merangkul semua pihak, juga bisa melaksanakan program partai untuk yang lebih baik ke depan.

Dalam kesempatan itu, Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron,dalam arahannya berpesan agar dalam Musda IV Partai Demokrat Sumut para kandidat dapat berkompetisi secara sportif dan menunjukkan kepada publik bahwa Partai Demokrat mampu memberikan contoh demokrasi yang berkualitas.

“Para ketua DPC supaya menjaga integritas dalam mengikuti Musda sampai terpilih nanti Ketua DPD Partai Demokrat Sumut yang baru. DPP akan melakukan semua tahapan Musda secara objektif, semua proses yang berjalan dipantau oleh DPP dan tidak terpengaruh dengan opini dan nanuver yang dilakukan oleh para kandidat yang bermunculan saat ini,” katanya.

Herman juga menyebutkan, sampai saat ini DPP belum menjadwalkan Musda di Sumut karena menunggu waktu yang tepat sampai DPP dapat memastikan semua tahapan berjalan baik dan menghasilkan ketua DPD Demokrat Sumut yang benar-benar sesuai harapan semua pihak untuk memajukan Partai Demokrat di Sumut.

Sementara, Plt Ketua Demokrat Sumut Herri Zulkarnaen Hutajulu mengatakan, kehadirannya mendampingi Tondi di DPP merupakan bagian dari tugasnya sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, tanpa pengecualian siapun yang ingin maju sampai pelaksanaan Musda nanti. “Saya sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut akan menjalankan tugas itu sampai terpilihnya ketua DPD yang baru,” ujar Herri. (adz)

Layangkan Mosi Tak Percaya, Pengurus Minta Ketua HIPMI Tebingtinggi Dicopot

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 30 orang pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tebingtinggi menandatangani surat mosi tak percaya terhadap ketua mereka, Rizky Faizah Putra. Mosi tak percaya ini akan dilayangkan ke HIPMI Sumut agar segera diambil tindakan tegas.

TEMU PERS: Sejumlah pengurus BPC HIPMI Tebingtinggi saat temu pers terkait mosi tidak percaya kepada Ketua BPC HIPMI Kota Tebingtinggi.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Perhubungan dan BUMN BPC HIPMI Tebingtinggi, Muaad Hawariy didampingi Wakil Sekretaris Firdaus dan sejumlah pengurus lainnya saat temu pers di Kantor Rapi, Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi, Senin (8/11) sore. Menurut Hawariy, selama ini kepengurusan BPC HIPMI Kota Tebingtinggi periode 2021-2024 di bawah kepemimpinan Rizky Faizah Putra mengalami kevakuman dan tak ada aspek legal dan administratib serta aspek psikologis dan kelayakan.

“Mosi tak percaya dan permohonan ini kami sampaikan kepada BPD HIPMI Sumut. Kami sangat berharap agar permohonan ini dapat dikabulkan serta ditindaklanjuti. Kami ingin Rizky Faizha Putra dicopot dari Ketua BPC HIPMI Kota Tebingtinggi,” kata Hawariy.

Menurutnya, ada beberapa alasan yang melandasi pergerakan ini, yakni Rizky Faizha Putra dinilai tidak melaksanakan, menunaikan, menindaklanjuti, serta merealisasi satu bagian pun dari visi dan misi, beserta 6 program inti yang tercatat sebagai janji prinsip pada saat masa pencalonan. Kemudian, lanjut Hawariy, Rizky Faizha Putra tidak membangun komunikasi maupun koordinasi yang baik dan layak secara eksternal. Kegagalannya untuk menciptakan harmonisasi dan hubungan terhadap pemerintah ota, membuat marwah serta eksistensi HIPMI Tebingtinggi juga hilang dan tertinggal.

“Berdasarkan standar kepemimpinan yang kami sepakati, saudara Rizki Faizha Putra tidak layak untuk menjadi Ketua Umum HIPMI Tebingtinggi. Terkait aspek psikologis dan emosional munculnya terlalu banyak konflik yang diciptakannya terhadap seluruh pengurus, yang mana semua konflik ini adalah konflik vertikal,” bebernya.

Hal senada juga dikatakan Firdaus, selaku Wakil Sekretaris BPC HIPMI Tebingtinggi. Dikatakannya, konflik vertikal yang dimaksud di sini adalah, setiap pengurus, hampir 80 persen dari pengurus BPC memiliki masalah, baik pribadi maupun masalah secara organisasi dengan ketua. Sehingga, semua masalah ini tidak horizontal, tidak antara pengurus dengan pengurus tetapi keatas yakni antara pengurus dengan ketuanya.

“Sampai saat ini sudah hampir dua pertiga persen dari jumlah pengurus telah menandatangani surat mosi tidak percaya ini. Surat ini akan disampaikan ke BPD HIPMI Sumut dan kita berharap kepada pengurus BPD HIPMI Sumut agar menindaklanjuti dan segera mencopot saudara Rizky Faizha Putra dari Ketua Umum HIPMI Tebingtinggi,” kata Firdaus.

Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Kota Tebingtinggi Rizky Faizha Putra saat dikonfirmasi wartawan melalui seluler, mengaku belum mengetahui adanya mosi tidak percaya yang disampaikan pengurus terhadapnya. Menurutnya, seharusnya ada mediasi dulu sebelum melayangkan mosi tidak percaya. (ian)

Biaya Operasional dan Hasil Panen tak Sebanding, Mangapul Minta Pemerintah Bantu Petani Sumut

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Petani di Sumatera Utara (Sumut) butuh bantuan pemerintah. Hal itu dikarenakan tidak seimbangnya antara biaya bercocok tanam dengan hasil panen yang diperoleh. Salah satunya disebabkan harga pupuk dan berbagai biaya operasional bertani yang sangat mahal dan langka.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba saat reses DPRD Sumut di Dapil 10 (Siantar-Simalungun), Selasa (9/11).

Wakil Ketua DPD PDIP Sumut ini menyatakan, selama menjalankan tugas Reses DPRD Sumut dalam beberapa hari ini menemukan ada dua persoalan besar yang sedang dihadapi oleh rakyat terutama petani yaitu keberadaan infrastruktur jalan yang rusak parah dan mahalnya harga pupuk untuk kebutuhan petani serta yang lebih parah ketersediaan pupuk yang juga langka.

“Kendatipun temuan tersebut ada di dapil 10 Siantar-Simalungun kami menyakini bahwa persoalan pupuk langka dan mahal juga terjadi diseluruh Provinsi Sumatera Utara, sehingga persoalan ini menjadi persoalan bersama yang harus segera dicari solusinya oleh pemerintah daerah dan pusat dengan melibatkan anggota DPR,” ujar Mangapul.

Mangapul menyampaikan bahwa harga pupuk konvensional yang ada di tengah-tengah masyarakat harganya lebih mahal 150% dari harga seharusnya, sementara itu pupuk bersubsidi yang juga langka harganya sudah di atas rata-rata harga tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dampak mahalnya harga pupuk ini, ungkap Mangpul terkena juga untuk seluruh petani baik petani padi, palawija mupun petani holtikultural lainnya. Selain itu, kondisi para petani ini diperparah dengan infrstruktur jalan yang begitu sangat rusak parah, baik jalan nasional, provinsi mapun jalan-jalan kabupaten.

“Kondisi jalan yang rusak parah ini tentunya sangat mengganggu aktivitas petani terutama dalam mendistribusikan hasil panen kepusat-pusat pasar, akibatnya biaya produksi menjadi meningkat, patani semakin menangis akibat jalan yang rusak ini,” pungkas Mangapul. (adz)

PSDS Pasang Target Lolos ke Liga 2

Logo PSDS

LUBUK PAKAM, SUMUTPOS.CO – PSDS Deliserdang siap melakoni pertandingan Liga 3 zona Sumatera Utara 2021. Tim berjuluk Traktor Kuning ini memasang target lolos ke Liga 2 musim depan.

PSDS Deliserdang merupakan salah satu tim yang memiliki nama besar di kancah sepak bola Indonesia. Tim yang identik dengan kostum kuning ini pernah mentas di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. Namun sudah lama prestasi PSDS mengalami penurunan.

Kini, PSDS berambisi untuk meraih prestasi kembali. Ketua Umum PSDS H Khairum Rijal ST MAP memasang target lolos ke Liga 2. “Tahun ini kita ingin kembali ke Liga 2,” ujarnya ketika ditemui di Stadion Baharoeddin Siregar, Senin (8/11).

Khairum optimis target tersebut terwujud. Pasalnya, selain memiliki materi pemain cukup bagus, pihaknya menjanjikan bonus di babak penyisihan. PSDS memang mengandalkan sebagian pemain PON Sumut yang tampil di Papua.

“Insya Allah, kita akan memberikan bonus setiap memenangkan pertandingan. Bila lolos ke Liga 2 perhatian khusus akan ada dari Pemkab Deliserdang untuk pemain PSDS,” kata Khairum.

Untuk itu, Khairum berharap agar semua pemain, pelatih, dan manajer bersama-sama berjuang untuk membawa PSDS ke Liga 2. Apalagi, PSDS memiliki sejarah yang cukup diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia. PSDS pernah tampil bersama PSMS di kasta tertinggi sepak bola tanah air sebagai perwakilan Sumatera Utara.

“Kami berharap doa dari masyarakat Deliserdang yang cinta dengan PSDS agar dapat bangkit dan jaya kembali. Mudah-mudahan dengan kekuatan penuh dan semangat kebersamaan terus menerus PSDS bisa bangkit Insya Allah tercapai ke Liga 2,” harap Kadisporabudapar Pemkab Deliserdang tersebut.

Untuk memperlancar keikutsertaan di Liga 3, pengurus dan manajemen PSDS telah mempersiapkan segalanya. “Semua biaya dan kebutuhkan tim sudah dipersiapkan. Mudah-mudahan PSDS bisa kembali bangkit,” harapnya.

Senada, Manajer PSDS Herman Sagita mengakui peluang PSDS lolos ke Liga 2 sangat besar, karena materi pemain lebih baik dari sebelumnya. Traktor Kuning mengandalkan sebagian besar pemain eks PON Sumut.

“Meski begitu, persaingan tetap akan sengit. Kita harus juara zona Sumut untuk lolos ke tingkat nasional,” sebutnya.

PSDS bergabung di Grup C bersama PS Kwarta, Paya Bakung United, Muspika FC, dan PS Harjuna Putra. Herman Sagita menilai peluang sama, karena tim lain juga kuat. “PSDS Deliserdang masuk dalam Grup C. Kami tidak akan menganggap enteng lawan, semua berat,” kata Herman. “Kita akan berupaya sampai ke final dengan manfaatkan kelemahan-kelemahan lawan. Semua tim pasti kuat dengan persiapan yang matang juga,” pungkas Herman Sagita yang akrab dipanggil Cinwa itu. (btr/dek)

Jadwal Berubah, PSMS Tak Masalah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Liga Indonesia Baru (LIB) merilis perubahan jadwal pertandingan Grup A untuk pekan kesembilan dan sepuluh. Perubahan tersebut berdasarkan permintaan host broadcaster.

Dalam surat PT LIB Nomor 1048/LIB-KOM/XI/2021 yang ditujukan ke manajemen klub tersebut, PT LIB merilis penyesuaian jadwal sesuai dengan permintaan host broadcaster. Terdapat lima jadwal pertandingan di Grup A berubah.

Pertandingan PSMS melawan PSPS Riau pekan ke sembilan yang seharusnya digelar pada 23 November, dimajukan menjadi 22 November. Untuk waktunya tetap pukul 15:15 WIB.

Pada pekan ke sembilan ini, juga terjadi perubahan jadwal pertandingan antara Babel United melawan Semen Padang dan Tiga Naga melawan Sriwijaya FC. Kedua laga ini dimajukan sehari dari jadwal sebelumnya.

Untuk pekan ke sepuluh antara Sriwijaya FC melawan PSMS, dimundurkan sehari. Seharusnya laga ini digelar pada 29 November, namun dimundurkan menjadi 30 November. Namun waktunya tetap pukul 18:15 WIB.

Sedangkan pertandingan antara PSPS Riau melawan Babel United pada pekan sepuluh ini, dimajukan sehari. Pada jadwal awal laga ini digelar 30 November pukul 15:15 WIB, berubah menjadi 29 November pukul 20:30 WIB.

Manajemen PSMS mengakui perubahan jadwal tersebut tidak berpengaruh kepada tim. Mereka masih beranggapan positif dengan menilai perubahan tersebut untuk kepentingan penyiaran televisi.

“Tidak ada masalah dengan persiapan tim. Memang rating pertandingan sepak bola Indonesia sedang naik, jadi mungkin televisi ingin menyiarkan langsung,” ujar Sekretaris PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, Senin (8/11).

Pria yang akrab dipanggil King menambahkan, PSMS sekarang ini fokus untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan. Mereka tidak akan terpengaruh dengan perubahan jadwal.

“Sekarang kita fokus bagaimana meraih kemenangan di setiap pertandingan. Sebab persaingan di Grup A masih sangat ketat. Semua tim masih berpeluang lolos ke babak delapan besar,” tambahnya.

King mengakui perubahan jadwal ini hanya akan menambah waktu keberadaan tim di Pekabaru. Sesuai dengan jadwal lama, tim seharusnya sudah kembali ke Medan pada 30 November. Namun dengan jadwal baru, akan mundur sehari.

“Kalau sesuai skenario awal, tim seharusnya meninggalkan Pekanbaru pada 30 November. Tapi karena jadwal berubah, tim terpaksa kembali pada 1 Desember. Tapi itu tidak ada masalah,” tandasnya. Pelatih PSMS, Ansyari Lubis ketika dikonfirmasi juga mengaku tidak masalah dengan persiapan tim. “Tidak ada masalah dengan persiapan tim. Persiapan tidak ada bedanya, karena hanya berubah sehari,” ungkapnya. (dek)

Sidang Dugaan Korupsi DBH PBB Labura, Saksi: Kembalikan Uang Honorer, Utang ke Bank

MEDAN. SUMUTPOS.CO – Sidang dugaan korupsi dana bagi hasil (DBH) pajak bumi dan bangunan (PBB), dengan terdakwa mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Kharuddin Syah Sitorus alias H Buyung kembali berlanjut. Kali ini, penuntut umum menghadirkan Dedi Siregar selalu honorer Pemkab Labura, di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (8/11). 

Dalam kesaksiannya, Dedi mengaku terpaksa mengutang di bank untuk mengembalikan uang yang diterimanya dari dinas. Uang itu ternyata hasil korupsi yang bersumber dari biaya pemungutan PBB dari Sektor Perkebunan di Pemkab Labura. Sepanjang kurun waktu 2013 hingga 2015, Dedi menerima uang dengan jumlah yang berbeda.

“Ada menerima insentif dari PBB sektor perkebunan, tahun 2013, 2014 sekitar Rp1 juta sekian dan Rp400 ribu, dan di tahun 2015 sekitar Rp900 ribu,” ungkapnya, dihadapan Hakim Ketua Saut Maruli Tua Pasaribu.

Namun, saat uang tersebut sudah habis, saksi diperintahkan untuk mengembalikan uang insentif yang sudah diterimanya tersebut.

“Sudah dikembalikan semua uangnya, karena perintah atasan. Enggak tahu kenapa disuruh kembalikan. Udah habis dipakai uangnya disuruh kembalikan. Kalau saya pinjam sama Bank Sumut, gaji dipotong perbulannya,” katanya.

Sementara itu, saksi lainnya Hendika juga membenarkan telah menerima uang insentif tersebut sejak tahun 2013, dengan total kurang lebih Rp5 juta dalam kurun waktu tiga tahun. Saat diperintahkan untuk mengembalikan semua uang tersebut, Hendika mengaku hanya pasrah karena perintah atasan.

“Kalau harus dikembalikan mau bagaimana lagi. Disuruh atasan (kadis) saya mengembalikan semuanya,” bebernya.

Namun saat diecar hakim, apakah para pekerja honorer tersebut ada menjadi petugas pemungut PBB dari Sektor Perkebunan, ketiganya menjawab tidak pernah. Bahkan para saksi mengaku tidak tahu siapa yang melakukan pemungutan. Mereka mengaku hanya menerima uang berupa insentif dari PBB Sektor perkebunan.

Usai mendengar keterangan saksi majekis hakim menunda sidang ke pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), H Kharuddin Syah alias H Buyung, didakwa melakukan korupsi biaya pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) senilai Rp2.186.469.295, periode tahun 2013, 2014 dan 2015.

Dimana, Pemerintah Kabupaten Labura menerima BP PBB sektor perkebunan dengan rincian tahun 2013 sebesar Rp1.065.344.300, tahun 2014 sebesar Rp748.867.201 dan tahun 2015 sebesar Rp661.888.750.

Lebih lanjut, seluruh biaya pemungutan PBB sektor perkebunan yang diterima Pemerintah Kabupaten Labura pada tahun 2013, 2014, dan 2015 digunakan sebagai insentif dan dibagikan kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan Pegawai di lingkungan DPPKAD Kabupaten Labura.

Akibat tindak korupsi yang dilakukan Khairuddin Syah yang saat itu menjabat sebagai Bupati Labura, membuat kerugian keuangan negara sebesar Rp2.186.469.295.  Atas perbuatannya, terdakwa Khairuddin Syah dijerat dengan dakwaan primair pidana Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Subsidiar, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. (man/azw) 

Polisi Tembak Dua Residivis Curanmor

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di tembak oleh Unit Reskrim Polsek Medan Barat. Tindakan terukur itu dilakukan, karena pelaku menyerang petugas ketika ditangkap.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Philip Purba menjelaskan, kedua tersangka yakni, Alex Samosir dan Marusaha Sihombing alias Kocu. 

Keduanya ditangkap karena mencuri sepeda motor milik korban Rizky Muhammad Iqbal, warga Jalan Kelapa, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat. Pencurian itu dilakukan di teras rumah korban pada 21 Oktober 2021 lalu.

“Anggota di lapangan mendapatkan informasi sepeda motor korban sudah dijual kepada penadah,” kata Philip, Senin (8/11).

Dari laporan itu, lanjutnya, personel di lapangan bergerak cepat menangkap penadah, Heru Pratama Putra di kawasan Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan pada 21 Oktober 2021.

“Dari pengakuannya Heru mengaku mendapatkan sepeda motor korban dari rekannya bernama Supriadi alias Geleng. Selanjutnya personel melakukan pengejaran dan mengamankan Supriadi keesokan harinya,” ungkapnya.

Supriadi mengaku, sepeda motor korban dibelinya dari tersangka Alex Samosir dan Marasuha Sihombing. Keduanya ditangkap di kediamannya masing-masing.

Namun, Alex dan Marasuha terpaksa ditembak pada kedua bagian kakinya kerena berusaha melawan dan menyerang petugas saat ditangkap. “Para tersangka ditangkap saat personel Reskrim Polsek Medan Barat melaksanakan Operasi Kancil 2021. Atas perbuatannya mereka dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancam hukuman di atas lima tahun penjara,” pungkasnya. (man/azw

Bakal jadi Wisata dan Ikon Medan

METR

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Revitalisasi Lapangan Merdeka Kota Medan direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang. Setidaknya, ada 3 potensi yang akan dihasilkan dari revitalisasi Lapangan bersejarah tersebut. Adapun ketiga potensi tersebut yakni, sebagai paru-paru kota, ikon kota, dan destinasi wisata.

“Selain sebagai paru-paru kota, revitalisasi Lapangan Merdeka (Kota Medan) juga akan menjadi destinasi wisata. Dengan begitu, Lapangan Merdeka Kota Medan akan menjadi Ikon Kota Medan. Itu lah 3 potensi yang akan didapatkan dari revitalisasi Lapangan Merdeka,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan O.K Zulfi, Senin (8/11).

 Dikatakan Zulfi, Lapangan Merdeka Medan akan menjadi paru-paru kota, karena nantinya Lapangan Merdeka Medan akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan ditanaminya pohon-pohon.

 Sedangkan sebagai destinasi wisata, kata OK Zulfi, nantinya Lapangan Merdeka Medan akan dijadikan sebagai tempat perayaan hari-hari besar. Lapangan Merdeka Medan juga akan sering menampilkan berbagai festival tari, karnaval budaya, dan berbagai kesenian dari etnis-etnis yang ada di Kota Medan.

 Disamping itu, di Lapangan Merdeka yang telah direvitalisasi, nantinya juga akan ada kegiatan storyteller untuk anak-anak sekolah dasar, kegiatan heritage walk, serta pernak-pernik khas budaya Kota Medan maupun festival kuliner yang berada di sekitar Pajak Ikan Lama. Lapangan Merdeka Medan juga akan menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memproduksi pernak-pernik budaya sebagai pilihan souvenir di Kota Medan.

 “Melalui destinasi wisata ini, semua etnis di Indonesia, termasuk Asia yang ada di Kota Medan berkumpul di Lapangan Merdeka. Hal inilah nantinya yang dapat dijadikan Lapangan Merdeka sebagai ikonnya Kota Medan. Tentunya saya berharap agar 3 potensi ini bisa segera terwujud,” ungkapnya.

 Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, jika tidak ada kendala, pengerjaan fisik revitalisasi Lapangan Merdeka akan dimulai pada awal tahun 2022 mendatang. Selain ingin mengembalikan fungsi lapangan bersejarah itu kawasan RTH dan cagar budaya di Kota Medan, Bobby juga berharap revitalisasi yang akan dilakukan dapat membangkitkan 3 potensi Lapangan Merdeka, yakni sebagai paru-paru kota, destinasi wisata dan Ikon Kota Medan.

 Terkait pengembalian fungsi Lapangan Merdeka sebagai RTH melalui revitalisasi yang dilakukan, Bobby mengaku akan mengusung konsep hijau. Selain itu, revitalisasi juga akan mempertahankan signifikansi sejarah dan karakter lapangan yang dulunya merupakan alun-alun sebagai ruang terbuka publik.

 Dengan demikian, masyarakat nantinya dapat menjadikan lapangan yang merupakan titik nol Kota Medan itu sebagai tempat berkumpul sekaligus menikmati Lapangan Merdeka Medan sebagai RTH maupun cagar budaya. “InsyaAllah revitalisasi Lapangan Merdeka akan di mulai awal tahun depan. Selain menjadikannya sebagai RTH dan cagar budaya, melalui revitalisasi yang dilakukan ini kita akan membangkitkan 3 potensi yang terkandung di dalamnya, yakni sebagai paru-paru kota, destinasi wisata serta ikon Kota Medan,” pungkasnya.

 Terpisah, Ketua Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Kota Medan, Dedy Aksyari Nasution terus mendorong Pemko Medan untuk terus mempersiapkan diri dalam rencana revitalisasi Lapangan Merdeka Medan di Tahun 2022.”Sejarah Lapangan Merdeka Medan itu sangat besar, terkait sejarah kemerdekaan. Makanya kita memang mendorong agar revitalisasi itu dapat segera dilakukan dan terus dipersiapkan dari sekarang,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Senin (8/11).

 Dikatakan Dedy, ada banyak hal yang harus dipersiapkan Pemko Medan dalam merevitalisasi Lapangan Merdeka Medan. Selain menyusun dan mematangkan Detail Engineering Design (Detail Engineering Desain), Pemko Medan juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam membiayai rencana revitalisasi tersebut.

 “Karena infonya anggarannya kan dari Pemprovsu, maka sebaiknya harus berkoordinasi dengan Pemprov untuk menanyakan juga, apakah sudah mereka masukkan dalam anggaran di R-APBD 2022 atau belum. Ada juga hal-hal penting lainnya yang harus terus dikomunikasikan, ini penting sebetulnya,” pungkasnya. (map/ila)