Home Blog Page 2971

Langkah Eksekusi Tanah SHM oleh PN Medan Dinilai Cacat Hukum

Surat pemberitahuan eksekusi dari Pengadilan Negeri Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilik sah sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Sisingamangaraja No 132, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, John Robert Simanjuntak, mempertanyakan legalitas surat pemberitahuan eksekusi yang dialamatkan kepadanya.

Surat pemberitahuan eksekusi dari Pengadilan Negeri Medan.

Surat berkop Pengadilan Negeri Medan Kelas I-A Khusus itu, dinilainya banyak kejanggalan dan cacat hukum. Surat itu
memerintahkannya mengosongkan bangunan karena akan dieksekusi.

Anehnya surat bernomor W2.U1/24632/Hk.02/XI/2021 tertanggal 2 Desember 2021 itu, hanya ditandatangani atas nama Ketua Pengadilan Negeri Medan Panitera Eddi Sangapta Sinuhaji. Disebutkan dalam surat, eksekusi akan dilakukan 7 Desember 2021 oleh juru sita Pengadilan Negeri Medan.

Tidak hanya milik John Robert, tanah yang berbatasan (belakang) dengan miliknya, atas nama Jhon Burman Sianipar juga bakal dieksekusi. Bahkan tanah milik Jhon Burman itu mulai ditembok. Padahal keduanya memiliki sertifikat hak milik (SHM) masing-masing. Keheranan dan kecurigaan itu pun disampaikan keduanya kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

“Banyak kejanggalan surat ini dan cacat hukum. Bagaimana bisa pengadilan mau mengeksekusi tanah dengan SHM yang sertifikatnya masih sah,” kata Robert. Ia pertanyakan dasar hukumnya mengingat SHM sudah dikeluarkan BPN yang diberi wewenang oleh negara. “Kalaupun ada kasus semacam ini, setahu saya, sertifikatnya harus dibatalkan dulu, baru bisa diproses,” imbuh dia.

Lagi pula, sambung Robert, tanah yang dimilikinya itu telah beberapa kali diagunkannya ke bank dan tidak pernah ada masalah. Hal itu membuktikan bahwa SHM yang dimilikinya sah. Jika pun benar surat itu dikeluarkan pengadilan, maka harus dibatalkan karena cacat hukum. Ditambahkan dia, selama ini bangunan di atas tanah miliknya itu, digunakan untuk berbagai keperluan sosial, antara lain kantor Yayasan Sisingamangaraja XII, Perhimpunan Jendela Toba dan juga usaha keluarga.

Senada dikatakan Jhon Burman. Pria yang berdomisili di Jakarta ini, mengaku terkejut mendengar kabar jika tanah miliknya itu sudah ditembok. Ia pun pertanyakan mengapa tanah yang sertifikatnya dikeluarkan aparatur negara tidak diakui aparatur negara lainnya. Apalagi tidak ada pihak yang mengklaim memiliki sertifikat yang sama dengan yang mereka punya.

“Sedangkan bila ada dua pihak yang mengklaim punya sertifikat yang sama, proses hukumnya panjang dan tidak serta merta bisa dieksekusi. Ini jelas-jelas permainan,” tegasnya. Keduanya tidak akan tinggal diam dan akan menelusuri pihak-pihak yang terlibat. Ia sendiri membeli tanah berstatus SHM itu dari Syamsul Sianturi. “Anehnya lagi, di surat pemberitahuan eksekusi itu, dibuat tembusan tanpa lampiran kepada Kapolda Sumut dan Ketua Pengadilan Tinggi Sumut,” kata Burman.

Kronologis
Kesempatan itu, Robert turut jelaskan kronologi pembelian tanah itu. Yakni sebidang tanah yang diperkarakan itu panjangnya kurang lebih 100 meter (belum ikut potong jalan) dengan lebar 9 meter. Ia membelinya dari Irfan Anwar pada 2006. Sebelumnya Irfan membeli tanah itu dari Margaret Br Sitorus pada 2005. Setelah membelinya, Irfan kemudian menjual tanah itu kepada tiga pihak. Yakni kepada John Robert, Muntaser dan sebidang lagi kepada bank. Setelah membeli sebidang dari Irfan, John Robert kemudian juga membeli milik Muntaser.

Kemudian satu bidang lagi yang dijual ke bank, dibeli Syamsul Sianturi. Lalu Syamsul Sianturi menjualnya ke Jhon Burman. Ketiga bidang tanah itu memiliki sertifikat (SHM) masing-masing. Dua sertifikat milik John Robert, satu sertifikat milik Jhon Burman.

Margaret br Sitorus sendiri adalah istri dari Kasianus Manurung. Pasangan yang menikah pada 1938 ini tidak memiliki anak. Kasianus menikah lagi dengan Orna Doloksaribu. Pernikahan kedua Kasianus itu, lama baru diketahui Margaret. Kasianus meninggal 2005 dan Margaret meninggal pada 2007. Sebelum Margaret meninggal, pihak Orna sudah mulai menggugat tanah itu yang proses hukumnya kini masih sedang berlangsung.

“Tahun 2021 mereka (pihak Orna, Red) melayangkan gugatan ke PTUN meminta sertifikat itu dibatalkan. Namun gugatan itu ditolak. Kabarnya mereka sedang banding,” terang Robert. Baginya ini juga satu kejanggalan bagaimana bisa objek yang masih dalam proses hukum mau dieksekusi.

Terlebih sebagai pembeli dengan itikad baik sekaligus pemilik tanah yang diperkarakan, mereka tidak pernah dilibatkan dalam proses persidangan yang sudah berpuluh tahun. Anehnya, pihak PN Medan tidak pernah melihat langsung objek perkara.

“Pertanyaannya lagi, mengapa gugatan itu dilayangkan pihak Orna setelah terjadi transaksi jual beli yang sah atas tanah itu,” demikian Robert. (prn)

Wali Kota Tebingtinggi Terima Audiensi Pemuda Kristiani dan Gamki, Pelaksanaan Perayaan Harus Ada Izin Satgas Covid

AUDIENSI : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan foto bersama usai menerima audiensi Pemuda Kristiani 2021 dan Gamki Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemuda Kristiani dan Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (Gamki) melakukan audiensi ke Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi untuk membahas perayaan Natal. Dalam audiensi mereka, diterima langsung oleh Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian dan Kabag Protokol Zizi Rangkuti di Ruang Kerja Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Kamis (2/12).

AUDIENSI : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan foto bersama usai menerima audiensi Pemuda Kristiani 2021 dan Gamki Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyambut baik dan mengapresiasi perayaan Natal Pemuda Kristiani Tahun 2021 yang akan diselenggarakan oleh Gamki. “Terima kasih atas audiensi Gamki, saya menyambut baik dan apresiasi Perayaan Natal Pemuda Kristiani ini. Saya minta, kegiatan harus ada izin dari Satgas Covid-19, buat surat rekomendasi Satgas Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, agar tidak menimbulkan klaster baru,” tegas Umar.

Dijelaskannya, pihak Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi berupaya untuk bisa hadir tetapi kalau tidak ada kegiatan mendesak.

Umar kembali mengucapkan terima kasih atas perhatian Gamki kepada pemulung, anak yatim dan juga pengamen yang ada di Tebingtinggi atas kepeduliannya.

“Ini langkah yang luar biasa menurut saya, kalau bisa datanya sampaikan sama kami, supaya pembinaan ini bisa berkelanjutan,” bilang Umar Zunaidi.

Sebelumnya, Ketua GAMKI Kota Tebingtinggi Martin Hutahaean mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan dari audiensi adalah perencanaan Perayaan Natal yang akan dilaksanakan tinggal 8 Desember mendatang, bertempat di Gedung Balai Kartini Lama Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi.

“Kami sangat berharap mendapat dukungan dari Bapak Wali Kota agar perayaan Natal ini dapat terlaksana dengan sukses,” harapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Gamki mengundang Wali Kota Tebingtinggi untuk turut menghadiri Perayaan Natal Pemuda Kristiani tahun 2021. “Kami mengundang Bapak Wali Kota untuk dapat hadir dalam acara perayaan Natal ini nantinya,” ucap Marthin.

Menyambut Natal Tahun 2021, selain dengan Ibadah Dan Perayaan Natal, Gamki juga mengisi kegiatan dengan melakukan bhakti sosial kepada pemulung, anak yatim dan pengamen di Kota Tebingtinggi. (ian/azw)

Polres Asahan Tembak Pelaku Perampokan

PAPARKAN: Pelaku perampokan dipaparkan Polres Asahan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Personel Reskrim Polres Asahan menangkap pelaku perampokan yang terjadi di Perkebunan Seibalai Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan. Dalam penangkapan tersangka, polisi melumpuhkannya dengan tembakan di kaki kanan. Pelaku merupakan seorang pria berinisial SKT alias Sikat (24) warga Desa Sei Siartik Kecamatan Panaitengah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

PAPARKAN: Pelaku perampokan dipaparkan Polres Asahan.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, Kamis (2/12), menyebutkan peristiwa ini dialami korban merupakan perempuan bernama Lili Yati (23) warga Dusun IX Desa Siduadua Kecamatan Kualu Selatan Labuhan Batu Utara. “Ketika itu korban melihat di aplikasi Facebook (FB) dengan nama akun tidak diingat oleh korban bahwa ada lowongan kerja di koperasi harian, lalu korban mengirim sms ke akun facebook tersebut. Selanjutnya antara korban dengan pelaku berkomunikasi via telpon,”kata Kapolres.

Kemudian Jumat (26/11) sekira pukul 15.00 WIB korban berangkat dari rumah untuk bertemu dengan tersangka dengan membawa ponsel dan uang sebesar Rp400.000. Ketika itu korban menaiki bus menuju SPBU Kampung Durian Sei Balai Batubara bertemu dengan tersangka.

“Korban dan pelaku sepakat bertemu di SPBU Kampung Durian itu, setelah korban sampai di lokasi tujuan, korban menghubungi pelaku yang tidak lama kemudian pelaku datang menghampiri korban dengan mengendarai sepeda motor honda supra x 125 warna merah dan korban langsung disuruh pelaku untuk naik ke atas sepeda motor,”ujar Kapolres.

Saat diperjalanan, Kapolres mengatakan pelaku meminta korban untuk menemaninya mengutip uang angsuran ke arah perkebunan kelapa sawit Seibalai.

“Setiba di perkebunan kelapa sawit Seibalai, pelaku memberhentikan sepeda motornya dengan alasan akan buang air kecil dan setelah itu pelaku langsung menodongkan sebilah pisau ke leher kanan korban agar menyerahkan barang berhargannya. Korban kemudian menyerahkan seluruh harta benda berharganya.

Pelaku sempat memerintah korban untuk membuka seluruh pakaiannya.Setalah itu pelaku menurunkan pisaunya. Kesempatan itu dimanfaatkan korban melarikan diri.

Merasa keberatan atas peristiwa dialaminya, korban membuat laporan pengaduan ke Polres Asahan dengan Nomor: LP / B / 961 / XI / 2021 / SPKT / Polres Asahan / Polda Sumatera Utara, tanggal 27 November 2021.

“Mendapat laporan dari korban, kemudian kami menurunkan Unit Jatanras untuk melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan interogasi terhadap korban untuk mengetahui ciri ciri pelaku.

Rabu (1/12) sekira pukul 11.00 WIB, petugas mendapat informasi bahwa pelaku tinggal di Desa Seibeluru Meranti Asahan. Petugas berhasil menangkap tersangka saat berada di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Desa Durian.

“Ketika ditangkap pelaku mencoba melakukan perlawanan, petugas lalu memberi tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku. Setelah itu pelaku dirawat di Rumah Sakit Umum Kota Kisaran untuk mendapatkan pertolongan medis,” papar Kapolres.

Kepada petugas, pelaku mengakui pisau yang digunakan untuk mengancam korban dibuang di rumah kosong di Desa Durian Kabupaten Batubara.

“Pisaunya berhasil ditemukan, petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit ponsel korban,” pungkasnya. (dat/azw)

Modus Pura-pura Bertamu, Pelaku Curanmor Ditangkap Warga

TERSANGKA: Petugas Polsek Medan Area saat memaparkan pelaku maling sepeda motor, di Mapolsek Medan Area, kemarin sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) diringkus Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Unit Reskrim Polsek Medan Area. Pelaku bernama Mulyadi (37), warga Jalan AR Hakim Gang Langgar, Kelurahan Tegalsari II, Kecamatan Medan Area. Tersangka diringkus karena mencuri sepeda motor milik Tedi (40), warga Jalan Pelajar, Bromo Ujung, Kecamatan Medan Denai.

TERSANGKA: Petugas Polsek Medan Area saat memaparkan pelaku maling sepeda motor, di Mapolsek Medan Area, kemarin sore.

Kapolsek Medan Area, AKP Sawangin Manurung, dalam keterangannya melalui Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba, Rabu (1/12) mengatakan, aksi curanmor itu terjadi, Kamis (18/12) lalu, sekira pukul 11.30 WIB. Ketika itu pelaku mendatangi rumah korban dengan modus bertamu. Namun saat itu, korban sedang berada di lantai dua rumah.

“Pelaku hanya bertemu dengan saksi Peri Sutriana. Lalu, saksi naik ke lantai dua untuk memanggil korban,” ujarnya.

Dikatakannya, pelaku yang sudah punya niat jahat, langsung mengambil kunci sepeda motor korban di atas meja. Setelah itu membawa kabur sepeda motor korban yang parkir di depan rumah.

“Aksi pelaku dilihat korban dan saksi sembari berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan tersebut, berhamburan ke lokasi dan melakukan pengejaran,” ungkapnya.

Tak jauh dari lokasi kejadian, lanjutnya, pelaku ditangkap warga dan saat bersamaan melintas petugas Unit Reskrim Polsek Medan Area, yang lagi patroli dan langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

“Ketika diinterogasi, pelaku mengaku telah mencuri sepeda motor milik korban Honda Beat BK 4459 AFI,” jelasnya.

Bersama barang bukti, sambungnya, pelaku digelandang petugas ke Mapolsek Medan Area untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Menyusul korban membuat pengaduan.

“Pelaku sudah kita amankan bersama barang bukti. Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukumannya penjara 5 tahun,” pungkasnya. (dwi/azw)

Lantik 126 Notaris Dan MPD, Kakanwil Kemenkuham : Berikan Pelayanan Terbaik ke Masyarakat

Kakanwil Kemenkumham Sumut, Imam Suyudi foto bersama usai pelantikan 126 Notaris dan MPD di Ballroom Sudirman Le Polonia Hotel Medan.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut), Imam Suyudi melantik sebanyak 126 notaris dan Majelis Pengawas Daerah (MPD), di Ballroom Sudirman Le Polonia Hotel Medan, Rabu (1/12) kemarin.

Kakanwil Kemenkumham Sumut, Imam Suyudi foto bersama usai pelantikan 126 Notaris dan MPD di Ballroom Sudirman Le Polonia Hotel Medan.(ist)

Pelantikan yang turut dihadiri Kepala Divisi Administrasi, Betni Humiras Purba dan Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Purwanto, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan 126 orang Notaris.

Kakanwil dalam sambutannya menyampaikan, seorang Notaris baru bisa menjalankan tugas jabatannya setelah dilantik dan diambil sumpahnya sebagaimana diatur dalam pasal 4 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris.

“Berdasarkan data Ditjen AHU pertanggal 26 November 2021, jumlah Notaris di Provinsi Sumatera Utara tercatat sebanyak 1.114 orang. Dengan jumlah sebanyak ini saya harapkan Anda (Notaris-red) dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan bekerja sesuai aturan dan kode etik yang berlaku,” ujar Imam Suyudi.

Imam juga menyebutkan, sebagai informasi sepanjang 2020 terdapat 43 pengaduan masyarakat dan pada tahun 2021 terdapat 18 pengaduan yang masuk ke Majelis Pengawas Daerah (MPD).

“Saya juga berpesan bagi Majelis Pengawas Daerah Notaris agar dapat menjalankan pengawasan dan pembinaan Notaris yang ada di wilayah Sumatera Utara. Sekali lagi saya ucapkan selamat bagi anda semua, jalankan amanah yang anda emban dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan penyematan pin Ikatan Notaris Indonesia (INI) oleh Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia Sumatera Utara, Ihsan Lubis kepada perwakilan Notaris yang dilantik.

Turut hadir Kepala Subbidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Surya Darma, Staf Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Sumut dan Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Sumatera Utara.(gus)

Pembunuh Sopir Taksi Online Ditembak Mati

PAPARKAN:Polrestabes memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan sopir taksi online di Mapolrestabes Medan, Kamis (2/12).m idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satreskrim Polrestabes Medan terpaksa menembak hingga tewas tersangka perampokan dan pembunuhan terhadap sopir taksi online bernama M Idris (42), warga Jalan Pinang Baris/TB Simatupang, Medan Sunggal. Tersangka yang diketahui bernama Indra Gunawan Lubis (IGL), warga Jalan Persamaan, Sitirejo II, Medan Amplas, ini ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat dibawa untuk pengembangan kasus.

PAPARKAN:Polrestabes memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan sopir taksi online di Mapolrestabes Medan, Kamis (2/12).m idris/sumut pos.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, tersangka IGL ditangkap di sekitar Jalan HM Jhoni tanpa perlawanan. Penangkapan tersangka IGL berdasarkan pengembangan setelah meringkus R alias Gembul di Jalan Jermal Rabu (1/12) dini hari.

R merupakan rekan tersangka IGL yang diajak untuk menemaninya mengambil mobil korban, Daihatsu Sigra warna silver BK 1193 GY, yang disembunyikan di kawasan Jalan Pertahanan, Patumbak. “R diamankan tim gabungan dari Satreskrim Polrestabes Medan bersama Direktorat Reskrimum Polda Sumut saat mengambil mancis yang tertinggal di dalam mobil korban. Sedangkan tersangka IGL berhasil melarikan diri setelah mengetahui R ditangkap,” kata Riko saat memaparkan kasus tersebut, Kamis (2/12) petang.

Riko menjelaskan, tim lalu menginterogasi R dan melakukan pengejaran terhadap tersangka IGL hingga akhirnya berhasil ditangkap di sekitar Jalan HM Jhoni hari itu juga. Namun, saat melakukan pengembangan kasus ke Jalan TB Simatupang untuk meminta keterangan S karena yang memesankan taksi online tersebut, tersangka IGL beralasan kebelet mau buang air kecil. Petugas lalu berhenti di pinggir jalan dan menurunkan tersangka dengan pengawalan.

“Ketika diturunkan, tersangka melawan dan berusaha merampas senjata api milik anggota. Anggota berupaya meringkusnya tetapi terus melawan, sehingga diberikan tembakan peringatan ke udara. Akan tetapi, tersangka tidak perduli hingga akhirnya terkapar usai diberi tindakan tegas. Setelah itu, anggota membawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diberikan pertolongan. Namun, sesampai di rumah sakit ternyata tersangka sudah dinyatakan meninggal dunia,” terang Riko.

Menurut Riko, tersangka IGL yang sempat diinterogasi mengaku tidak ada niat untuk merampok dan membunuh korban. Korban tewas karena mereka berkelahi, dan muncul niat tersangka ingin menguasai barang berharga korban. “Tersangka IGL merupakan residivis kasus narkoba,” ujarnya.

Dipaparkannya, awalnya tersangka IGL sekira pukul 18.30 WIB menghubungi rekannya, SK, untuk bertemu membicarakan adanya proyek. Selanjutnya, mereka bertemu di tempat usaha SK di kawasan Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal. Saat bertemu, tersangka IGL membicarakan adanya proyek di Aceh yang akan dikerjakan. Setelah selesai, sekira pukul 23.00 WIB tersangka meminta tolong kepada SK untuk memesankan taksi online dengan tujuan ke Hotel Soechi guna bertemu pemborong.

“Korban merespon orderan tersebut dan menjemput tersangka lalu membawanya sampai tujuan sesuai aplikasi. Setibanya di depan hotel, tersangka tidak mau membayar ongkos taksi online (sebesar Rp51 ribu). Tersangka beralasan tidak punya uang. Akibatnya, terjadi cekcok antara korban dan tersangka hingga berujung perkelahian. Tersangka memukul korban dan mencekiknya hingga meregang nyawa. Setelah itu, tersangka membawa mayat korban dan membuang ke pinggir jalan Kanal Titi Kuning. Kemudian, tersangka langsung menuju Jalan Pertahanan untuk menyembunyikan mobil milik korban,” papar Riko.

Selanjutnya, tersangka menemui rekannya, S, untuk menemaninya membeli dan mengomsumsi narkoba di kawasan Jermal. Setelah selesai, keduanya kembali ke Jalan Pertahanan. Tersangka IGL lalu meminta tolong kepada S untuk memanggil R alias Gembul untuk bertemu. Tersangka IGL meminta R untuk menemaninya mengambil mobil korban yang disembunyikan di kawasan Jalan Pertahanan. Selanjutnya, mereka berdua pergi ke Deli Tua untuk bertemu temannya. Setelah selesai, tersangka IGL lalu menuju ke Jalan Jermal dan berhenti di pinggir jalan saat sepi. Tersangka IGL lalu membuka kap depan dan merusak batere lalu meninggalkan mobil korban di pinggir Jalan Jermal. “Tersangka IGL lalu mengajak R untuk bertemu temannya di warung. Namun, karena mancis ketinggalan di dalam mobil maka meminta R untuk mengambilnya,” pungkasnya.

Diketahui, mayat korban ditemukan di pinggir Jalan Inspeksi Kanal, depan SMA Negeri 13 Medan, Titi Kuning, Medan Johor. Mayat sopir taksi online tersebut pertama kali ditemukan pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas sekira pukul 01.20 WIB. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di pinggir jalan.

Sementara, aksi perampokan dan pembunuhan sopir taksi online di Medan, Rabu (1/12) kemarin, mendapat sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Medan. Apalagi, peristiwa ini pun seketika viral dan membuat geger warga Kota Medan.

Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi Barus menilai bahwa peristiwa tersebut dapat dijadikan bukti sekaligus barometer meningkatnya tindak kriminalitas di Kota Medan. “Sungguh kita sangat prihatin atas kejadian itu. Tewasnya sopir taksi online itu adalah bukti dan barometer meningkatnya tindak kriminalitas di Kota Medan,” ucap anggota dewan ini kepada Sumut Pos, Kamis (2/12).

Dikatakan Robi, hal itu juga sangat berpengaruh terhadap tingkat keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari.

“Padahal korban ini sedang bekerja, cari makan. Kalau begini kejadiannya, runtuhlah rasa aman dan nyaman masyarakat,” ujarnya. Disisi lain, terang Robi, menjaga keamanan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat merupakan tanggungjawab pihak kepolisian. Untuk itu, Robi pun meminta kepada Polrestabes Kota Medan untuk lebih fokus dan serius dalam menjaga dan meningkatkan keamanan serta kondusifitas masyarakat.

“Dan sudah menjadi tanggungjawab kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Saya minta kepada Polrestabes Medan, tolong lebih serius dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” terangnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu pun meminta, agar Polrestabes Kota Medan kembali meningkatkan patroli keamanan, khususnya pada malam hari. Mengingat, potensi tindak kriminalitas lebih besar dilakukan pada malam hari.

“Selain itu, yang namanya narkoba juga harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Tak bisa kita pungkiri lagi, bahwa narkoba ini penyebab terbesar meningkatnya tingkat kriminalitas. Sekali lagi saya minta, tolong Polrestabes Medan selaku counterpart kami di Komisi I untuk meningkatkan kinerjanya dalam menjaga keamanan dan kondusifitas,” pungkasnya. (ris/map/azw)

Akselerasi Transformasi Industri 4.0 Sekaligus Menjadi Showcase Digitalisasi dalam Making Indonesia 4.0

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah menginisiasi kegiatan pembangunan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai implementasi salah satu prioritas nasional Making Indonesia 4.0. Pembangunan PIDI 4.0 merupakan bukti nyata upaya Indonesia dalam bertansformasi menuju Industri 4.0 dengan memperhatikan peningkatan nilai tambah dan kapasitas dalam global value chain.

Melihat peran strategis tersebut, diharapkan PIDI 4.0 dapat menjadi bagian untuk menunjukkan upaya nyata yang telah dilakukan sehingga mendukung tema besar Presidensi G20 Indonesia yang diimplementasikan secara inklusif, adaptif, dan implementatif.

“Saya sangat mengapresiasi pembangunan PIDI 4.0 yang merupakan solusi satu atap dalam percepatan transformasi industri 4.0 di Indonesia, sekaligus menjadi showcase Making Indonesia 4.0 untuk dunia terutama dalam hal digitalisasi,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya di acara Peluncuran PIDI 4.0, Kamis (2/12).

Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 secara resmi telah di mulai pada 1 Desember 2021. Menko Airlangga menyebutkan tema besar Presidensi G20 Indonesia yaitu “Recover Together, Recover Stronger”, dengan 3 pilar utama yang meliputi Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Digital, dan Transisi Energi menuju keberlanjutan.

“Tentu di pilar yang kedua ini agar tidak sebatas narasi, tetapi juga ada showcasing dalam bentuk yang lebih nyata, sesuai pidato Presiden Joko Widodo kemarin dimana arahannya agar pelaksanaan forum G20 tidak berfokus kepada seremoni-seremoni namun kepada hal yang lebih praktikal, dan lebih terutama lagi yaitu apa yang akan didapatkan oleh Indonesia dalam Presidensi G20 nanti,” jelas Menko Airlangga.

Selain soft launching PIDI 4.0, akan digelar juga Start-Up for Industry Award yang merupakan pemberian penghargaan kepada lima startup terbaik di Indonesia. Diharapkan dengan adanya Start-Up for Industry Award tersebut, dapat memotivasi pelaku start-up untuk memunculkan solusi-solusi terbaiknya dalam hal teknologi dan mengembangkan ekonomi inklusif.

PIDI 4.0 merupakan sebuah lembaga Pemerintah, khususnya bagian dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri untuk membantu industri di Indonesia dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

Adapun PIDI 4.0 menawarkan 5 layanan utama dalam membantu industri bertransformasi ke industri 4.0 yaitu Showcase Center, Delivery Center, Capability Center, Ecosystem for Industry 4.0, dan Engineering and AI Center.

 “Saya ucapkan selamat kepada Menteri Perindustrian dan seluruh jajaran atas peluncuran PIDI 4.0. Semoga dengan hadirnya PIDI 4.0 dapat mendukung transformasi industri 4.0 di Indonesia,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara peluncuran PIDI 4.0 diantaranya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  M. Rudy Salahuddin, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi, para eselon I dari K/L terkait, perwakilan para negara sahabat, dan perwakilan asosiasi pelaku industri. (ag/fsr/*)

Permintaan Domestik Membaik, Inflasi Masih Terkendali pada Level yang Rendah dan Stabil

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penurunan level PPKM di seluruh daerah sepanjang November mendorong pemintaan domestik semakin meningkat yang tercermin dari realisasi inflasi November 2021. Pada November, inflasi Indonesia masih terjaga stabil sebesar 0,37% (mtm) dan 1,75% (yoy) dan merupakan inflasi tertinggi sepanjang tahun 2021.

Meskipun demikian, secara tahunan realisasi inflasi November masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi tahun 2021 sebesar 3±1%. Inflasi pada level konsumen yang masih terkendali juga ditopang oleh Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) yang rata-rata bergerak stabil di sekitar 2,5% (yoy) sepanjang tahun 2021.

“Di tengah peningkatan inflasi sejumlah negara lain, inflasi Indonesia masih terkendali pada level yang rendah dan stabil,” ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (01/12). Sebagaimana diketahui, berbagai negara dunia sedang mengalami disrupsi rantai pasok dan kenaikan harga energi karena keterbatasan suplai. Hal tersebut mendorong Indeks harga produsen di sejumlah negara meningkat tajam dan berdampak terhadap peningkatan harga di level konsumen (inflasi). Sebagai contoh Jerman dengan indeks harga produsen yang naik dari 0,85% di Januari 2021 menjadi 18,4% di Oktober 2021, mendorong inflasi meningkat diatas level 5% (yoy).

Inflasi November terutama disumbang oleh komponen inflasi harga bergejolak (Volatile Food/VF) yang mengalami inflasi 1,19% (mtm), 3,05% (yoy) dengan andil 0,20%. Beberapa komoditas VF yang menyumbang terhadap inflasi November antara lain minyak goreng, telur ayam ras, cabai merah, dan daging ayam ras.

Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,17% (mtm), 1,44% (yoy) dengan andil 0,11% terhadap inflasi November terutama didorong adanya kenaikan harga emas perhiasan, sewa rumah, dan kontrak rumah. Lebih lanjut inflasi inti November juga lebih tinggi dibanding inflasi bulan Oktober yang sebesar 0,07% (mtm), 1,33% (yoy).

“Pelonggaran level PPKM juga mendorong mobilitas masyarakat terus meningkat meskipun masih dibatasi dengan syarat perjalanan yang cukup ketat. Pada November, Kelompok Tranportasi meningkat dari bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm) menjadi sebesar 0,51% (mtm) pada November dengan andil 0,06% dan menjadi kelompok penyumbang andil tertinggi kedua setelah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Inflasi Kelompok Transportasi utamanya disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,05%”, ujar Menko Airlangga.

Sepanjang Desember 2021, inflasi dari kelompok Transportasi diperkirakan tetap meningkat meski akan terbatas. Hal ini karena Pemerintah kembali mengambil kebijakan untuk melakukan pengetatan aktivitas masyarakat untuk mitigasi penyebaran COVID-19 selama libur Natal tahun 2021 dan tahun baru 2022.

Perbaikan permintaan domestik tersebut juga terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia November 2021 yang tercatat di posisi 53,9. Level tersebut menunjukkan kondisi ekspansi yang terus bertahan selama tiga bulan berturut-turut. Lebih lanjut, level PMI Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan seluruh negara konstituen ASEAN yang disurvei oleh PMI IHS Markit, yakni Malaysia (52,3), Vietnam (52,2), Singapura (52,2), Filipina (51,7), Thailand (50,6), dan Myanmar (46,7).

Pemulihan ekonomi yang terus berlanjut pasca meredanya gangguan dari gelombang Covid-19 Varian Delta berhasil mendorong sektor manufaktur untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kondisi ini sekaligus menjadi katalis output total, disamping juga peningkatan mobilitas masyarakat turut menaikkan level aggregate demand. Dengan pengendalian Covid-19 yang semakin efektif, penurunan kasus harian diharapkan terus terjadi sehingga momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga.

“Menjelang libur Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, Pemerintah akan terus memastikan ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi tetap aman, ditengah pengetatan mobilitas masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Koordinasi dan sinergi yang solid dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia dalam wadah TPIP-TPID terus diperkuat untuk menjaga pencapaian inflasi tahun 2021,” pungkas Menko Airlangga.(*)

DPD Pepabri Sumut Gelar Sosialisasi Program Kerja

SUMUTPOS.CO – DEWAN Pimpinan Daerah Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (DPD Pepabri) Sumut menggelar sosialisasi program kerja tahun 2021 di Hotel Saka Medan, Selasa (30/11).

SOSIALISASI: DPD Pepabri Sumut menggelar sosialisasi program kerja di Hotel Saka Medan, Selasa (30/11).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

Sosialisasi diawali ceramah bertema kesejahteraan para purnawirawan yang disampaikan Kacab Asabri Mukti Hariyanto. Ceramah tentang kesehatan disampaikan Kinanti Destasia dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Medan.

Sedangkan ceramah tentang toleransi kerukunan beragama dalam kebhinnekaan bangsa dipaparkan Palit Muda Harahap dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut.

Ketua Panitia Sosialisasi Program Kerja DPD Pepabri Sumut HRM Djuandi Mansur mengatakan bahwa ceramah tentang kesejahteraan, kesehatan dan toleransi kerukunan beragama diikuti 80 peserta.

Peserta sosialisasi tersebut berasal dari Pepabri, purnawirawan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara dan Polri, veteran, Perip, FKPPI serta PPM di Sumut.

Sosialisasi program kerja dengan tema berbeda juga akan dilakukan pada tanggal 7 dan 14 Desember 2021. ”Kita berharap purnawirawan TNI/Polri dapat lebih sejahtera, sehat dan menjadi teladan dalam toleransi kerukunan beragama di Sumut,” kata ketua panitia.

Mukti Hariyanto dari Asabri Medan mengemukakan bahwa dengan menjadi peserta 18 produk Asabri diantaranya jaminan hari tua, jaminan kematian, kecelakaan kerja dan program pensiun akan mendapatkan banyak manfaat.

Hal ini, menurut kepala cabang Asabri Medan, selaras dengan tujuan perusahaan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan 66 ribu peserta Asabri di Sumut.

Untuk memudahkan peserta antara lain menghitung estimasi pensiun, update data diri, jelas Mukti Hariyanto, peserta Asabri juga dapat dilakukan melalui aplikasi digital Asabri.

Kinanti Destasia dari BPJS Kesehatan Medan memaparkan pentingnya setiap penduduk memiliki jaminan kesehatan. Sebab tarif pelayanan kesehatan terus mengalami kenaikan.

Disamping itu terjadi pergeseran pola penyakit dari infeksi ringan ke penyakit degeneratif kronis. Kemudian pasien tidak memiliki pilihan. Memiliki posisi tawar yang lemah.

Kinanti Destasia menambahkan pentingnya jaminan kesehatan karena perkembangan teknologi kedokteran semakin maju. ”Sakit juga berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi. Saat ini ada 3.305.605 peserta BPJS Kesehatan di Medan” sebutnya.

Sedangkan Palit Muda Harahap dari Kabid Kerukunan Umat Beragama MUI Sumut mengutarakan pentingnya toleransi kerukunan beragama dalam kebhinnekaan bangsa. ”Kita saatnya menempati dan menikmati hasil perjuangan para pahlawan kesuma bangsa,” sebutnya.

Toleransi umat beragama ditengah-tengah masyarakat, kata Palit Muda Harahap, untuk terwujud kerunanan nasional. Tanpa kerukunan maka pembangunan tidak akan jalan sehingga perlu dijaga dan dipelihara. (dmp)

Pemerintah Pusat Dukung Peningkatan Ekspor Sumut

MARVEST: Apindo Sumut dan IJB Net Bertemu Deputi Kemenko Marvest di Jakarta.

SUMUTPOS.CO – ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut dan IJB Net bertemu dengan Plt Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest), Jodi Mahardi di Jakarta, Rabu (1/12). Pertemuan ini dalam rangka mendukung peningkatan ekspor dari Sumut.

MARVEST: Apindo Sumut dan IJB Net Bertemu Deputi Kemenko Marvest di Jakarta.

Para pengusaha asal Sumut ini menyampaikan beberapa kendala di kegiatan ekspor selama dua tahun terakhir.

Peserta pertemuan ini diantaranya Ketua Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia yang juga Manager Corporate Affairs Musim Mas, Rapolo Hutabarat, Direktur PT Pacific Indomas, Mohammed Hamid Al-Sarari, Exim Manager PT Growth Java Industry, Ridwan Kusuma dan Ketua Apindo Sumut Dr Parlindungan Purba MM.

Parlindungan Purba di Medan, Kamis (2/12) mengutarakan bahwa dari masukan pengusaha diketahui jumlah kontainer kosong sangat terbatas dan kapal feeder dari Belawan ke Port Klang dan Singapura juga kurang. Connecting vessel juga kurang space.

Guna mengatasi kendala ini maka perlu segera inventarisasi kontainer (produksi dalam dan luar negeri) maupun forecast kontainer pada 10-20 tahun yang mendatang.

Seyogianya, investasi (produksi) kontainer harus di lndonesia sehingga terwujud kemandirian kontainer. Karenanya perlu diberikan insentif.

”Jika produk ekspor dari KIM dilakukan dari Kuala Tanjung akan mengakibatkan extra cost (trucking),” kata Parlindungan Purba yang pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Sumut tersebut.

Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub lnternasional, menurut Parlindungan Purba, harus ditopang oleh kawasan industri dan pemerintah daerah yang mengitari kawasan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Demikian pula dengan sistem perbankan, fasilitas laboratorium dan pelayanan kepabeanan di Kuala Tanjung harus 24 jam setiap hari.

Disebutkan Parlindungan Purba, connectivity Tol Trans Sumatera dan infrastruktur lain di Sumut seyogianya dapat mempercepat dan memperbesar investasi dan industrialisasi serta pariwisata sehingga akan memberi multiflier effect bagi perekonomian.

Pembenahan atas kendala tersebut harus segera dilakukan. ”Sebab pelabuhan laut adalah pintu masuk utama barang dan jasa di Sumut,” tegas Parlindungan Purba.

Plt Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marvest Jodi Mahardi menyambut baik usulan dari pengusaha asal Sumut. Pemerintah pusat pun mendukung peningkatan ekspor Sumut.

Ia pun merencanakan dalam waktu dekat akan mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Sumut untuk membahas permasalahan tersebut dengan mengundang instansi terkait. (dmp)