Home Blog Page 2970

Ingin Gelar Rally Dunia Lagi, Ijeck Mohon Dukungan Pusat

RAKOR: Wagubsu Musa Rajekshah bersama Menko Marves Luhut Paniatan usai Rakor pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas diJakarta. Rabu (1/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wagub Sumut Musa Rajekshah, menyampaikan perkembangan berbagai sektor di Danau Toba kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Ia pun meminta dukungan pemerintah pusat dalam melengkapi fasilitas, mulai rumah sakit, infrastruktur jalan, hingga even bertaraf internasional yang akan digelar, diantaranya Danau Toba Rally 2021.

RAKOR: Wagubsu Musa Rajekshah bersama Menko Marves Luhut Paniatan usai Rakor pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas diJakarta. Rabu (1/12).

MENURUT Wagubsu yang karib disapa Ijeck ini, Danau Toba magnetnya memang sudah ada. Kalau ditambah even lagi pasti bisa menarik wisatawan lebih banyak. “Saat ini, kami sudah mulai tanggal 11-12 nanti, ada Danau Toba Rally. Dulu pernah juga tahun 1996-1997 Rally kejuaraan dunia dibuat, tapi tahun 1998 hilang karena ada krisis moneter. Target kami, 2023 bisa buat kejuaraan rally dunia lagi dan mohon dukungannya,” kata Ijeck kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Rabu (1/12).

Track yang dipakai, lanjut Ijeck, berada di kawasan Aek Nauli. Menjadi even berkelas dunia, dibutuhkan fasilitas di antaranya fasilitas rumah sakit dan infrastruktur jalan. “Dahulu rally dunia kendalanya juga ada di rumah sakit dan beberapa hal lainnya. Jadi kami berharap, kalau bisa tidak hanya di Porsea rumah sakit dibangun, karena di kawasan Danau Toba ada tujuh kabupaten dan kalau bisa dibuat juga rumah sakit di Samosir dan Parapat agar tidak jauh ke Porsea,” usulnya.

Ijeck pun mengucapkan terima kasih, karena pemerintah pusat akan membangun pelabuhan kapal di kawasan Sigapiton. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah memajukan Sumut melalui Danau Toba,” ujarnya.

Selain rumah sakit, Ijeck juga berharap, beban pembangunan infrastruktur jalan dari provinsi jatuh ke nasional. “Kalau boleh, kita bebankan jalan provinsi ada 3.000 km lebih, dialihkan ke nasional,” harapnya.

Sementara itu, untuk keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) yang dulu mencapai 15.732 lokasi, kini hanya tinggal 9.022 lagi. Pemerintah terus berusaha mengatur KJA tersebut demi keseimbangan ekosistem dan kualitas air Danau Toba.

Dalam rapat itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi di lima DPSP tersebut, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Budi menuturkan, Presiden Joko Widodo mengarahkan pembangunan infrastruktur pendukung kawasan wisata terus dikebut meski di tengah pandemi. Sehingga, ketika kondisi sudah kembali normal, kawasan tersebut sudah siap menampung pengunjung. “Dengan adanya dukungan infrastruktur transportasi, dapat memberikan kemudahan bagi mereka para wisatawan yang berkunjung di lima destinasi wisata tersebut,” kata Budi.

Pada tahun 2022, Kemenhub mengalokasikan anggaran sebesar Rp442,7 miliar untuk pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana transportasi di 5 DPSP. Tahun sebelumnya di 2021, Kemenhub mengalokasikan anggaran sebesar Rp856,7 miliar.

Anggaran tahun 2022 lebih kecil, dikarenakan beberapa kegiatan/proyek telah diselesaikan pada tahun 2020 dan 2021. “Dengan alokasi anggaran di tahun 2022, diharapkan dapat melengkapi apa yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya,” ucap Budi.

Di sisi lain, dukungan Kemenhub terhadap sektor pariwisata yaitu untuk mengoptimalkan konektivitas nasional dari dan menuju ke destinasi wisata melalui sejumlah pembangunan, yakni peningkatan kapasitas terminal penumpang pesawat udara, perpanjangan runway, penambahan rute internasional dan domestik, penyediaan jaringan infrastruktur KA, pembangunan pelabuhan laut, sungai dan danau, serta meningkatkan keselamatan jalan dengan penyediaan fasilitas keselamatan jalan.

Adapun sejumlah infrastruktur transportasi yang telah dibangun di 5 DPSP, yaitu di Danau Toba, pembangunan dan pengembangan Bandara Silangit dan Bandara Sibisa, peningkatan jalur KA Aras Kabu-Siantar, pembangunan lalu lintas jalan, pembangunan angkutan jalan Kawasan Danau Toba, pembangunan transportasi danau sungai penyeberangan, pengadaan jaringan trayek angkutan (7 trayek + 15 bus).

Sementara, Menko Marves Luhut B Panjaitan yang memimpin rakor itu mengatakan, saat ini sudah ada platform untuk memantau pengembangan lima DPSP tersebut. Platform ini akan membantu pemerintah dalam mempercepat pengembangan lima DPSP. “Kami sudah membuat satu platform di mana kita bisa mengevaluasi setiap progres project yang dibuat di tempat masing-masing,” kata Luhut.

Rakornas ini merupakan rakornas kedua sejak 2020 dengan mengangkat tema komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan pariwisata dan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Beberapa isu yang dibicarakan adalah terkait terpusatnya lokasi wisata yang dikunjungi mancanegara, serta pengelolaan lokasi wisata di Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Hadir dalam rapat, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi , Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.(gus)

Gubsu Teken UMK 22 Kabupaten/Kota se-Sumut, Kenaikan Tertinggi Medan, Terendah Sibolga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi sudah menandatangani penetapan UMK tahun 2022 untuk 22 kabupaten/kota (UMK) se-Sumatera Utara. Penetapan UMK tersebut, merupakan usulan dan penetapan yang disampaikan bupati dan wali kota masing-masing daerah tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumut, Baharuddin Siagian menjelaskan, penetapan UMK itu, sudah disampaikan kembali kepada masing-masing Pemkab dan Pemko tersebut. “UMK tahun 2022 untuk 22 kabupaten/kota sudah ditandatangani Pak Gubernur,” kata Baharuddin kepada wartawan, Kamis (22/12).

Menurutnya, kenaikan tertinggi adalah UMK Kota Medan sebesar Rp Rp40.778,08 atau 1,22 persen. Dengan itu, UMK Medan tahun 2022 dari Rp3.222.556 menjadi Rp3.370.645,08. Sementara, UMK dengan kenaikan terkecil yakni Kota Sibolga sebesar Rp2.826,50 (0,09 persen) atau menjadi Rp3.006.826,50.

Sementara, ada enam daerah yang tidak menaikkan UMK untuk tahun depan, yakni Deliserdang Rp3.188.592,42, Serdangbedagai Rp2.869.292, Langkat Rp2.711.000, Batubara Rp3.191.570,99, Tapanuli Selatan Rp2.903.042,34, dan Tapanuli Tengah Rp2.830.884,32.

Baharuddin juga mengungkapkan, ada 6 kabupaten yang tidak mengusulkan UMK 2022. Alasannya, berdasarkan perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku, nilai UMK-nya berada di bawah UMP Sumut tahun 2022. Di mana diketahui, UMP Sumut 2022 sebesar Rp2.522.609,94. Adapun keenam daerah itu adalah Dairi, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Samosir, Nias Utara dan Nias Barat.

Karena tidak mengusulkan, maka keenam kabupaten itu menggunakan UMP Sumut 2022 sebagai UMK yang berlaku untuk tahun 2022. “Jadi UMK mereka di 2022 adalah sama dengan nilai UMP Sumut 2022,” sebut Baharuddin.

Lebih lanjut Bahar menyebutkan, UMK 2022 untuk 5 kabupaten/kota, sejauh ini belum diteken Gubernur. Namun 3 daerah yaitu Simalungun, Madina, dan Tanjungbalai baru saja menyampaikan usulan UMK 2022.

Kesepakatan Bersama

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan, pengesahan UMK Medan 2022 didasari pada proses musyawarah Dewan Pengupahan Kota (Depeko) yang sudah ditetapkan. “UMK Medan sudah diketuk dan disahkan naik sekitar 1,22 persen. Kalau secara nilai ini di atas UMP (0,93 persen) yang sudah disahkan kemarin oleh Pemerintah Provinsi,” kata Bobby, Kamis (2/12).

Menurutnya, penetapan UMK tidak dilakukan secara sepihak, melainkan dengan melibatkan tiga pihak terkait yakni pemerintah, pengusaha dan serikat buruh yang tergabung di dalam dewan pengupahan. Untuk itu, Bobby mempertegas jika hasil nilai kenaikan UMK Medan 2022 merupakan hasil kesepakatan bersama.

“Itukan hasil diskusi tentunya, hasil diskusi, bukan pemko pengennya segini itu apakah lebih rendah atau lebih tinggi, namun itu kesepakatan bersama. Jadi jangan bilang Pemko mau sekian, para serikat sekian, yang penting ini adalah kesepakatan dari Pemerintah Kota Medan dan serikat pekerja. Hasilnya seperti itu, kenaikannya 1,22 persen,” ujarnya.

Menurut Bobby, kesepakatan yang diambil sudah sesuai dengan aturan, yakni sama atau lebih tinggi dari UMP. “Sehingga, diambil keputusan dari hasil pembahasan bersama perwakilan itu. Kita putuskan UMK Medan naik sebesar 1,22 persen atau sebesar Rp40.778,08,” katanya.

Menurut Bobby, keputusan tersebut telah diambil dengan pertimbangan yang matang. Meskipun begitu Bobby mengakui, jika para buruh sebelumnya meminta agar UMK Medan naik sebesar 10 persen. Permintaan buruh tersebut pun telah menjadi masukan saat pembahasan terkait penetapan upah. Namun dalam hasil rapat pembahasan terakhir, UMK Medan final dinaikkan 1,22 persen.

“Kalau yang demo kemarin banyak yang menuntut UMP, bahkan yang demo kemarin ada sebagian minta di sebagian wilayah Deli Serdang, kan enggak mungkin wewenangnya ke kami, tentu kita tetap berlandaskan keputusan dewan pengupahan yang berkomunikasi dengan serikat pekerja hasilnya juga bersama kita sepakati,” pungkasnya.

Buruh Tolak UMK

Sama seperti saat penetapan UMP 2022 lalu, penetapan UMK 2022 ini juga mendapat penolakan dari elemen buruh. Seperti yang disampaikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut yang menolak tegas kenaikan UMK Medan yang hanya 1,22 persen, atau sebesar Rp40.778,08. “Kami buruh di Medan sangat menyayangkan Wali Kota Medan menaikkan UMK-nya hanya 1,22 persen atau hanya naik sebesar Rp40.778,08,” kata Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo kepada Sumut Pos, Kamis (2/12).

Willy menilai, hal ini jelas membuktikan Wali Kota Medan tidak peka terhadap kondisi kehidupan para buruh yang tingkat kebutuhannya sangat tinggi, hampir sama dengan kota metropolitan di Jakarta. “Kita jelas menolak kenaikkan UMK tersebut dan akan menggelar aksi pada 6, 7 dan 8 Desember 2021 mendatang, yang ditujukan ke Kantor Wali Kota Medan dan Kantor Gubernur Sumut. Tuntutannya agar Wali Kota dan Gubsu merevisi UMK Medan Tahun 2022,” bebernya.

Dikatakannya, buruh sudah cukup mengalah selama ini. Tahun lalu, alasan pandemi sehingga kenaikan UMK Medan juga minim dan diterima kaum buruh. “Tetapi mengapa kebijakan kepala daerah dan pemerintah pusat malah terus-menerus selalu tidak punya hati nurani? Wahai kepala daerah lihat buruhmu sudah semakin miskin. Kami menuntut kenaikan untuk UMK Medan minimal 7-10 persen. Kita sudah siapkan dasar-dasarnya nanti jika diminta,” tegasnya.

Willy juga menyikapi statemen Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia, yang meminta buruh berjiwa besar menerima upah minimum provinsi (UMP) yang sudah ditetapkan Pemerintah. Menurut Willy, hal ini sangat menyakiti hati kaum buruh di Indonesia.

Apalagi, lanjut Willy, selama di bawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), kebijakannya justru 99 persen berpihak kepada pengusaha dan investor dengan mengatasnamakan investasi. “Di awal kepemimpinan Jokowi, upah layak bagi buruh tidak pernah terpenuhi, baik UMP atau UMK. Apalagi saat ini setelah ada UU Cipta Kerja,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, saat baru menjabat Presiden pada 2014, Jokowi langsung mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Normor 78 Tahun 2015, Tentang Pengupahan, di mana upah zaman Jokowi periode pertama tersebut, tidak pernah naik di atas 10 persen. Rata-rata hanya naik 5-7 persen, hanya berdasarkan hitungan inflasi plus pertumbuhan ekonomi saja.

PP 78 tersebut saja, lanjut Willy, sudah sangat mengebiri dan memiskinkan buruh. Padahal sebelum PP itu dikeluarkan, upah buruh Indonesia bisa tembus di atas 10-20 persen. “Kami juga dulu menolak tegas dengan aksi-aksi besar, namun lagi-lagi Jokowi tak menggubris. Bisa Bapak Bahlil bayangkan, sejak 2015, upah buruh sudah dimurahkan. Kami sudah mengalah, suara kami tidak digubris hingga Pemilu 2019,” tegasnya.

Belum lagi, dalam periode pertamanya, Jokowi juga telah memberikan kebijakan pengampunan pajak pada pengusaha pengemplang pajak yang dinamakan Tax Amnesty, dan kebijakan ekonomi lainnya untuk kemudahaan pengusaha. “Bahkan untuk bayar tunjangan hari raya (THR) buruh saja, boleh dihutang pengusaha kala itu, Menaker-nya Muhaimin Iskandar. Itu artinya, buruh terus dikalahkan dan mengalah,” bebernya.

Kemudian, sambung Willy, masuk ke periode kedua Jokowi pada 2019, baru saja dilantik, lagi-lagi dalam pidato pertamanya menyampaikan, akan menggabungkan Undang-undang untuk kemudahan investasi dan ekonomi yang disebut Omnibus Law, hingga lahirlah UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020. “UU tersebut sudah jelas menghancurleburkan perjuangan pahlawan buruh yang sudah sejak zaman Belanda memperjuangkan hak dasar hak normatif kaum buruh, yaitu meliputi upah, jam kerja, jaminan sosial, perbudakan dan hak normatif lain sebagainya,” beber aktivis buruh yang juga masuk daftar 10 tokoh buruh paling vokal versi Indonesia Indicator Tahun 2021 ini.

Terkait alasan pandemi Covid 19, sebut Willy, ingat hampir 75 persen buruh di berbagai daerah di Indonesia Tahun 2021 ini tidak naik upahnya sama sekali, kalau pun sisanya yang naik tidak lebih dari 5 persen.

“Saya ambil contoh di Sumut, karena alasan pandemi demi mementingkan pengusaha, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, atas surat edaran Menaker Ida Fauziyah, yang mengatakan UMP Tahun 2021 sama dengan Tahun 2020 atau tidak naik, bukan hanya UMP bahkan UMK di 32 Kabupaten/Kota di Sumut tidak mengalami kenaikan sama sekali, hanya Kota Medan yang mengalami naik 3,3 persen. Hal yang sama dialami daerah lain di Indonesia. Nah, kurang sabar apalagi buruh untuk menahan penderitaannya,” imbuhnya.

Willy juga berharap kepada Presiden Jokowi, agar terbuka pintu hatinya, dan semoga kaum buruh bersatu untuk membuat perubahaanya sendiri. “Tidak mungkin kami minta lagi Bahlil ngomong jiwa besar pengusaha, karena dia bagian dari pengusaha itu juga. Semoga Pak Jokowi dapat hidayah untuk dapat merasakan penderitaan kaum buruh dan rakyat Indonesia. Jangan hanya selalu pidato atas kepentingan dunia usaha dan investasi saja. Ingat pak, kedaulatan itu ada di tangan rakyatmu, sejahterahkanlah buruhmu dan rakyat yang memilihmu kemarin, atau minimal berbuat adil lah, bukan hanya untuk pengusaha. Dan semoga ke depan seluruh buruh di Indonesia dapat bersatu untuk merubah nasibnya sendiri melalui perjuangan politik kaum buruh, yaitu merebut kekuasaan secara konstitusional,” pungkasnya. (gus/dwi)

Gubsu Terbitkan Instruksi PPKM Level 3 saat Nataru, Lapangan Ditutup, Pesta Kembang Api Dilarang

TEMU PERS: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Plt Kadis Kominfo Abdul Aziz saat temu pers di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, baru-baru ini.DISKOMINFO SUMUT.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakatm (PPKM) level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Melalui instruksinya Nomor 188.54/50/INST/2021, Gubsu Edy Rahmayadi melarang pesta kembang api, pawai, arak-arakan dan kerumunan besar. Bahkan, alun-alun dan fasilitas umum seperti lapangan terbuka juga ditutup.

TEMU PERS: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Plt Kadis Kominfo Abdul Aziz saat temu pers di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, baru-baru ini.DISKOMINFO SUMUT.

Khusus pelaksanaan ibadah dan peringatan Natal, gereja diminta membentuk Satgas Prokes bersama dengan Satgas daerah. Pelaksanaan ibadah juga dilakukan secara offline di gereja dan daring, jumlah yang diperbolehkan offline tidak lebih 50 persen.

“Kita perlu antisipasi, karena selama ini usai hari besar terjadi kenaikan penyebaran Covid-19. Kita tentu tidak ingin kejadian seperti Agustus lalu terjadi lagi, itu akan sangat menyulitkan pemerintah dan juga masyarakat,” kata Gubernur Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (2/12).

Sesuai ketentuan PPKM level 3, maka tidak ada libur khusus selama periode Nataru, begitu juga dengan pembagian rapor anak sekolah semester 1, diimbau dilakukan pada Januari 2022. Tidak diperbolehkan untuk mudik dan dilakukan pengetatan di perbatasan.

Melalui instruksi Nomor 188.54/50/INST/2021 itu juga, Gubsu meminta kepada bupati/wali kota daerah tujuan wisata seperti Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Karo, Samosir, Simalungun dan lainnya agar meningkatkan kewaspadaan. Bila terjadi kepadatan pengunjung wisata maka Pemkab/Pemko diminta untuk menerapkan pengaturan ganjil genap.

“Cuti juga tidak diperbolehkan bagi ASN, TNI, Polri, BUMD, BUMN agar menekan mobilitas masyarakat. Selain itu, kita juga perketat arus dari luar negeri termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) karena ada tradisi mudik dari PMI selama Nataru. Ini berlaku terhitung 24 Desember 2021 hingga 2 Januari,” tambah Edy.

Ketentuan-ketentuan lainnya secara garis besar sesuai dengan ketentuan PPKM Level 3. Edy Rahmayadi berharap Bupati/Walikota bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya berperan aktif memonitor berjalannya PPKM Level 3 selama Nataru.

“Saya harap bupati/walikota, Forkopimda tokoh agama, masyarakat aktif memonitor berjalannya ini. Kita tidak mau kecolongan yang akan memberikan dampak besar kepada kita semua karena di luar negeri penyebaran Covid-19 masih tinggi,” tegas Edy Rahmayadi.

6 Daerah di Sumut Zona Hijau

Sementara, zona hijau (tidak ada kasus) penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera Utara secara perlahan mulai meningkat. Sebelumnya, ada lima kabupaten/kota, kini telah bertambah 1 lagi sehingga jumlahnya menjadi 6 daerah. Selebihnya, 27 kabupaten/kota masih bertahan di zona kuning (risiko rendah).

Berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Pusat melalui website resminya di laman https://covid19.go.id/peta-risiko, kabupaten/kota di Sumut yang masuk zona hijau antara lain Nias Barat, Pakpak Bharat, Nias Utara, Nias Selatan, Sibolga, dan Labuhanbatu Utara (Labura). Dari 6 daerah tersebut, 1 diantaranya yaitu Kabupaten Labuhanbatu Utara yang baru masuk zona hijau dalam pekan ini. Sedangkan 5 daerah lainnya sejak minggu sebelumnya.

Penetapan status zonasi risiko penyebaran Covid-19 daerah tersebut, dihitung berdasarkan sejumlah indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan melalui epidemiologi, seperti penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya sesuai update pertanggal 28 November 2021.

Sementara itu, data terkini perkembangan Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (2/12), Sumut disebutkan kembali menambah empat kasus konfirmasi positif baru sehingga totalnya naik menjadi 106.041 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah 6 orang menjadi 103.059.

Lalu untuk kasus kematian masih tetap bertahan di angka 2.889 orang. Karena itu, melalui data tersebut, maka saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 Sumut tinggal menyisakan 93 orang. Jumlah tersebut tentunya menurun dibanding sehari sebelumnya 95 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengimbau, agar masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19, dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Apalagi, saat ini telah muncul varian baru yang masuk dalam variant of concern (voc) oleh WHO, seperti Omicorn. “Memang kalau varian virus corona terus bermunculan, karena yang namanya virus termasuk Covid-19 ini akan terus bermutasi,” ujarnya.

Menurut Aris, walaupun saat ini di beberapa daerah telah terjadi penurunan kasus Covid-19 secara signifikan, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi lonjakan. Bahkan, untuk daerah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau sekalipun bisa meningkat kasus baru positif Covid-19. “Makanya protokol kesehatan tetap harus dijaga dan tetap dimonitor oleh pemerintah. Sampai saat ini Satgas Covid-19 masih terus bekerja agar jumlah kasus tidak naik lagi,” katanya.

Guna mencegah penyebaran Covid-19 saat perayaan Natal dan Tahun Baru, Aris menambahkan, pemerintah kembali menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III secara serentak. Meskipun, ada daerah yang telah Level I ataupun Level II. (prn/ris)

Bagi Rapor dan Libur Semester Diundur ke Januari, Akhir Tahun Anak-anak Tetap Sekolah

BELAJAR ONLINE: Anak sekolah ikut kampanyekan perang melawan COVID-19 (Ilustrasi). Mencegah penularan Covid-19, sistim belajar secara online untuk sekolah-sekolah di Sumatera Utara, diperpanjang hingga Mei 2020. Siswa belajar dari rumah, namun bukan libur.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, memastikan tidak ada libur semester ganjil Tahun Ajaran 2021/2022 pada Desember ini. Pasalnya, jadwal pembagian rapor dan libur semester akan diundur hingga Januari 2022.

Ilustrasi.

Padahal sebelumnya, Disdik Medan sudah membagikan surat edaran (SE) ke setiap sekolah terkait jadwal pembagian rapor dan libur semester untuk tingkat SD dan SMP, yakni pada bulan ini, Desember 2021. “Kemarin itu memang kami ada buat dan edarkan jadwal pembagian rapor dan jadwal libur semester, yaitu Bulan Desember ini. Tapi sekarang akan diubah jadwal terima rapor dan liburnya akan digeser ke Januari nanti,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan Medan, Topan OP Ginting kepada wartawan, Kamis (2/12).

Menurut Topan, pengunduran jadwal bagi rapor dan libur semester ganjil ini, guna mendukung program pemerintah dalam mencegah mudik dan peningkatan mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Topan juga mengaku, pihaknya sudah menerima surat edaran dari Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemenristek) soal perubahan jadwal libur semester tersebut. “Kita baru terima surat edaran dari Kemenristek soal perubahan jadwal libur semester ini,” ujarnya.

Untuk itu, terang mantan Camat Medan Tuntungan itu, pihaknya di dinas pendidikan akan segera membuat dan menyampaikan surat edaran tentang perubahan jadwal pembagian rapot dan libur semester. “Kami akan buat surat edaran barunya untuk disampaikan ke sekolah-sekolah, libur semester dan pembagian rapor akan diadakan pada Bulan Januari,” terangnya.

Topan pun mengimbau kepada seluruh sekolah tingkat SD dan SMP agar mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. “Kami akan terus mendukung program pemerintah pusat. Jika Kemendikbud menyatakan libur semester dan pembagian rapor ditunda, maka kita di sini juga akan lakukan hal yang sama,” katanya.

Oleh karena itu, Topan kembali memastikan bahwa sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Medan akan tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sampai akhir 2021 ini. Namun Topan kembali mempertegas, pemerintah bukan menghapus libur semester para siswa, melainkan hanya menggeser jadwal pembagian rapor dan libur semester ganjil Tahun Ajaran 2021/2022. “Bukan tidak ada libur semester ya, tapi ditunda atau digeser ke Januari. Jadi tolong jangan salah dipahami, tetap akan ada pembagian rapor dan libur semester, tapi di Januari,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST mendukung langkah yang diambil pemerintah untuk menunda jadwal pembagian rapor dan libur semester ke Januari 2022. “Tak bisa kita pungkiri, selain libur keagamaan dan tahun baru, libur sekolah juga sangat berpotensi dalam meningkatkan mobilitas masyarakat. Apalagi saat kedua moment itu berada di saat yang sama atau berdekatan, pastinya akan berpotensi lebih besar lagi dalam meningkatkan mobilitas. Jadi saya fikir, apa yang dilakukan pemerintah untuk menunda jadwal libur semester ini sudah cukup tepat,” kata Sudari.

Mengurangi mobilitas masyarakat, lanjut Sudari, diharapkan dapat menekan angka penyebaran Covid-19. Pasalnya, angka penyebaran Covid-19 kerap meningkat usai libur panjang yang dijadikan masyarakat sebagai moment untuk bepergian. “Jadi apapun yang bertujuan untuk mengurangi mobilitas dan menekan angka Penyebaran Covid-19, pasti kita dukung. Kita mau penyebaran Covid-19 in benar-benar bisa ditekan semaksimal mungkin, supaya bisa juga bisa menekan angka penyebaran Covid-19 semaksimal mungkin,” lanjutnya.

Apalagi saat ini, sebagian belahan dunia sedang berjuang melawan penyebaran mutasi Covid-19 dengan jenis Omicron. “Meskipun sampai saat ini tidak ditemukan penyebarannya di Indonesia, tapi kita tetap harus waspada. Mari kita semua sama-sama menahan diri, tetap di rumah, tidak perlu bepergian untuk hal-hal yang tidak terlalu penting,” pungkasnya. (map)

Stop Aliran Dana Asing ke LSM Penolak DPM, Masyarakat Ingin Sejahtera

Almas Lintang saat menggelar demo menolak keberadaan LSM YDPK.(ist)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang (Almas Lintang) terus memberikan dukungan terhadap PT Dairi Prima Mineral (DPM) untuk beroperasi di kampung mereka di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Almas Lintang saat menggelar demo menolak keberadaan LSM YDPK.(ist)

Hal itu, diungkapkan oleh Koordinator Almas Lintang, Sahbin Cibro dalam keterangan tertulis, Jumat (3/12). Ia mengatakan berbagai aksi dan kegiatan yang berisikan penolakan terhadap kehadiran investasi di Dairi telah berlangsung sejak lama, termasuk apa yang dialami oleh PT DPM.

Salah satu lembaga yang selama ini gencar menyuarakan penolakannya terhadap PT DPM adalah Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK).

“Namun baru-baru ini masyarakat di lingkar tambang PT DPM yang tergabung dalam Almas Lintang melakukan aksi yang berisikan tuntutan agar YDPK pergi meninggalkan kampung mereka,” sebut Sahbin.

Sahbin menjelaskan bahwa aksi dilakukan masyarakat tersebut, dilatarbelakangi karena aksi provokasi yang selama ini dilakukan oleh YDPK dan LSM lainnya untuk menolak tambang PT DPM dengan mengatasnamakan masyarakat lingkar tambang.

Sementara faktanya, mayoritas masyarakat mendukung keberadaan PT DPM karena mereka telah merasakan manfaat, selain itu masyarakat juga menyadari bahwa informasi yang selama ini disampaikan oleh YDPK adalah tidak benar.

Massa aksi juga menganggap YDPK dan LSM lainnya hanya mengelabui masyarakat, dimana masyarakat diprovokasi untuk menolak investasi namun disisi lain YDPK selama ini diduga telah menerima donasi dari para donaturnya yang berasal dari luar negeri.

“Ya, selama ini saya juga bertanya-tanya mengapa lembaga non-profit seperti YDPK bisa melakukan berbagai aktivitas dan program bahkan memberikan gaji kepada anggotanya. Menurut beberapa mantan kader lembaga tersebut yang pernah saya ajak diskusi, diduga YDPK memang setiap tahunnya mendapat anggaran dana yang jumlahnya cukup fantastis dari lembaga di Jerman,” ucap Sahbin.

Daya tahan gerakan tolak tambang yang dibangun oleh YDPK dan para jaringannya selama ini tentu memerlukan dana dan logistik yang tidak sedikit, sehingga kondisi ini tentu menimbulkan banyak spekulasi dan jelas merugikan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

“Patut diduga gerakan mereka memang tidak murni mengadvokasi masyarakat. Dikhawatirkan masyarakat hanya dijadikan alat untuk pengajuan proposal mereka kepada para donaturnya,” ucap Sahbin.

Masyarakat menyampaikan bahwa perlu ada langkah tegas dari pemerintah dalam menyikapi persoalan ini agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan.

Masyarakat juga mengundang Duta Besar Jerman untuk Indonesia ke Parongil, mereka meminta agar Pemerintahan Jerman lebih memperketat pengawasan terhadap penyaluran dana-dana bantuan yang selama ini mereka kucurkan.

“Ini adalah soal keadilan ekonomi bagi masyarakat Dairi. Kami minta pemerintah untuk tegas soal ini dan memboikot para LSM tersebut. Sebetulnya kami juga sudah mengundang secara terbuka Duta Besar Jerman agar hadir ke Parongil, melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat yang menjadi korban dari aktivitas LSM yang diduga selama ini mereka danai” tandas Sahbin.(gus)

4 Pegawai Lapas Binjai Promosi Jabatan

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya empat pegawai di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai mendapat promosi jabatan. Adapun mereka yang mendapat promosi jabatan, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Dekki Susanto mendapat promosi sebagai Kalapas Kelas III Kotanopan.

Kemudian Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Akmalun Ikhsan dipromosi sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kelas IIA Labuhanruku. Lalu Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Supian Natalis dipromosi sebagai Kepala Seksi Sarana Kerja Lapas Kelas I Medan.

Terakhir, Budi Nugroho dipromosi sebagai Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan. Mereka semua sudah diserahterimakan jabatannya oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut, Imam Suyudi, kemarin (1/12).

Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian mengucapkan selamat dan sukses atas promosi jabatan tersebut. “Terima kasih atas dedikasi dan loyalitasnya kepada pegawai Lapas Binjai saat di sini, serta telah bekerja sama membangun Lapas Binjai. Saya ucapkan selamat dan sukses di tempat yang baru,” ujar Kalapas ketika dikonfirmasi, Jum’at (2/12).

Adapun pengganti mereka yang dilantik yakni, Dat Menda sebagai Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Binjai, Bastian Surya Manik sebagai Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengolahan Hasil Kerja dan Evan Yudha Putra Sembiring sebagai Kasi Administrasi Kamtib. Promosi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor SEK-41.KP.03.03 tahun 2021 tentang pemberhentian dan pengangkagan dari dan dalam jabatan administrasi di lingkungan Kemenkumham.

“Selamat datang kepada pejabat yang baru dilantik. Segera sesuaikan diri dengan lingkungan kerja,” seru Maju.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenkumham Sumut, Imam Suyudi melantik 40 orang Pejabat Administrasi Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, 5 orang JFT Kurator Balai Harta Peninggalan Medan dan 14 orang Pegawai Negeri Sipil Kanwil Kemenkumham Sumut di Aula Soepomo, Rabu (1/12). Kakanwil berharap, pejabat yang baru saja dilantik dapat segera berorientasi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja baru.

“Segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Saya berharap kegiatan di satuan kerja masing-masing harus digelorakan sebagai suatu semangat,” ujar Kakanwil.

“Kita tahu bahwa satker butuh motivasi, contoh dan teladan bagi lingkungan kerja kita. Terlebih dalam memberikan pelayanan yang paripurna bagi publik,” tambahnya.

“Saya harap masing-masing dapat memahami pelayanan yang ada lintas divisi. Selamat melaksanakan tugas yang baru, kiranya segera memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik,” tukasnya. (ted)

Pria Bertato Tewas Dibakar di Sei Bingai

SEI BINGAI, SUMUTPOS.CO – Kabar duka datang dari Dusun Kuta Jering, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (2/12). Darwin Sitepu (38) warga Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingai, tewas dibakar hidup-hidup oleh sekelompok pria.

Kejadian bermula dari sekelompok pria ini mendatangi korban ke sebuah gubuk di tempat kejadian perkara. Oleh mereka menyuruh korban untuk pergi meninggalkan lokasi.

Namun, korban menolak. Buntutnya, salah satu dari mereka menganiaya korban dengan menghantam wajahnya pakai popor senapan angin.

Tak ayal, korban yang bekerja sebagai petani ini terlibat adu mulut dengan sekelompok terduga pelaku. Namun karena diduga kalah jumlah, korban kemudian disiram bensin ketika tersungkur usai dianiaya.

Bersamaan dengan itu, salah satu dari mereka kemudian menyalakan mancis hingga tubuh korban pria bertato ini berkobar api. Melihat itu, rekan korban Selamat Tarigan berupaya mencari pertolongan hingga melaporkan peristiwa ini ke Polres Binjai.

Singkat cerita, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai untuk dilakukan otopsi. Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP M Rian Permana membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Bahkan, dia bilang, pelakunya sudah diamankan. Namun, dia enggan menjelaskan secara detil.

“Nanti akan dipaparkan oleh Bapak Kapolres. Saat ini, Bapak Kapolres masih di Polda,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Jum’at (3/12).

Dari lokasi, barang bukti yang diamankan, mancis untuk membakar korban dan 1 ember plastik warna hitam untuk membawa bensin. (ted)

Peningkatan Inovasi dan Daya Saing Industri untuk Mengakselerasi Making Indonesia 4.0

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pada kuartal III-2021, perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy), meski pada saat itu sedang diterapkan pembatasan kegiatan ekonomi dan masyarakat. Selain ada faktor base effect, sejumlah leading indicator pun menunjukkan perbaikan, sehingga pemulihan ekonomi diharapkan akan terus berlanjut.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan non migas yang pada kuartal III-2021 mampu tumbuh sebesar 4,12% (yoy) dengan kontribusi sebesar 17,33% terhadap PDB. Secara keseluruhan, industri pengolahan tumbuh sebesar 3,68% (yoy) dengan kontribusi sebesar 19,15%. Utilisasi industri pengolahan non migas pun terus mengalami peningkatan, yakni pada Oktober 2021 mencapai rata-rata 66,90%, dan diharapkan terus meningkat menuju utilisasi sebelum pandemi terjadi yaitu 76,30%. Beberapa sektor yang telah menunjukkan peningkatan utilisasi adalah sektor industri makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, logam dasar, serta komputer dan barang elektronik.

“Purchasing Manager Index Manufaktur Indonesia juga kembali mengalami ekspansi ke level 53,9 pada November 2021, meskipun mengalami kontraksi jika dibandingkan Oktober 2021. Diharapkan ke depannya, PMI dapat terus berada di atas angka psikologis (>50), karena semakin menurunnya angka kasus Covid-19 di Indonesia dan pelonggaran PPKM,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara “Penganugerahan Indi 4.0 Award Tahun 2021 dan Conference Industry 4.0″, secara virtual di Jakarta, Kamis (2/12).

Menko Airlangga menjelaskan, Making Indonesia 4.0 merupakan program Pemerintah dalam menyiapkan Indonesia untuk menghadapi era industri digital 4.0 yang difokuskan pada 7 sektor industri yakni makanan-minuman, tekstil, otomotif, kimia, elektronik, alat kesehatan dan farmasi yang menyumbang 70% PDB industri, 65% ekspor industri, dan 60% tenaga kerja industri Indonesia.

Di sisi lain, masih perlu dilakukan pembenahan sektor industri nasional untuk 5 aspek teknologi yang sebenarnya merupakan kunci sukses Making Indonesia 4.0. Kelima aspek tersebut adalah Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

“Selain itu, kita juga harus mendorong industri semi-konduktor ada di Indonesia, sebab hampir semua industri digital memerlukan hal ini. Kemudian, industri farmasi juga merupakan sektor penting dalam Making Indonesia 4.0, dan di sini perlu dilakukan deregulasi, sehingga menimbulkan kesempatan yang sama antara BUMN dan swasta,” ungkap Menko Airlangga.

Salah satu program Pemerintah dalam mendukung implementasi Making Indonesia 4.0 adalah dengan melakukan asesmen dan awarding Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Dengan demikian, INDI 4.0 menjadi standar acuan untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan dalam bertransformasi ke era industri 4.0.

Perluasan penerapan Industri 4.0. ini juga sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (PP) No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. Di dalamnya terdapat rencana pengembangan Industri 4.0 untuk 5 sub sektor prioritas dengan target di 2024 yaitu jumlah perusahaan dengan nilai INDI 4.0 lebih dari 3.0 menjadi 60 perusahaan, dengan pertumbuhan PDB industri pengolahan menjadi 8,1% dan kontribusinya ke PDB 21,0%.

Dalam mengakselerasi implementasi Making Indonesia 4.0, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menginisiasi adanya Ekosistem Industri 4.0 (SINDI 4.0) yang di dalamnya berisi stakeholders seperti Pemerintah, Akademisi, Industri/Asosiasi, Lembaga Pembiayaan, Konsultan, dan Provider Teknologi, yang akan berkoordinasi dan berkesinambungan dalam menciptakan inovasi-inovasi di bidang industri.

Pelaksanaan Penganugerahan INDI 4.0 Award Tahun 2021 dan Conference Industry 4.0 dengan tema New Era & New Normals: Collaborate on Digital Manufacturing Transformation merupakan salah satu bentuk komitmen Indonesia dalam mendukung digitalisasi dan inovasi dalam dunia industri. Penganugerahan INDI 4.0 ini terdiri  dari 7 kategori/aspek dalam pemberian penghargaan adalah Agile Organization, Sustainable Technology, Supply Chain Management, Human Capacity Building, Product and Service, Aggressive Digitalization, dan Smart Factory.

“Saya ucapkan selamat kepada para penerima INDI 4.0 Award dan Special INDI 4.0. Semoga penghargaan ini dapat memacu industri kita untuk bisa lebih berinovasi, sehingga mampu menghasilkan produk yang lebih berdaya saing. Kita juga harus mendorong lebih banyak lagi partisipan dalam ajang ini, juga memperbanyak lighthouse asal Indonesia yang akan jadi percontohan tak hanya di ASEAN, tapi juga di antara negara G20,” pungkas Menko Airlangga. (rep/fsr/*)

Percepatan Vaksinasi, Polsek Kota Kisaran Datangi Rumah Warga

IMBAUAN: Polsek Kota Kisaran dan TNI melakukan imbauan vaksinasi dari rumah ke rumah Kota Kisaran. ADITIA LAOLI/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polres Asahan melalui Kapolsek Kota Kisaran melakukan door to door ke rumah warga untuk percepat Vaksinasi Covid-19, di Kelurahan Tegalsari Kabupaten Asahan, Kamis (2/12). Polres Asahan berharap dengan mendatangi satu persatu rumah warga ini percepatan vaksin di Asahan semakin meningkat.

IMBAUAN: Polsek Kota Kisaran dan TNI melakukan imbauan vaksinasi dari rumah ke rumah Kota Kisaran.

Kapolsek Kota Kisaran, Iptu Ananda Putra Sianipar MH menuturkan bahwa kegiatan ini hanya berupa imbauan bertujuan agar antusias mengikuti vaksin lebih meningkat. Karena dengan semakin banyak warga di vaksinasi dapat menjadi percepatan vaksinasi di Asahan. “Bagi masyarakat yang belum divaksin jangan ragu untuk ikut, karena dengan vaksin dapat menambah kekebalan kelompok),” ujarnya.

Polsek Kota Kisaran Polres Asahan berharap kepada pemerintah ikut mendukung program ini dalam mencapai target 70 hingga 75 persen capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Asahan sampai akhir Tahun 2021.

“Kita bersyukur, akhirnya lebih dari 30 orang yang sesudah kita datangi kerumahnya, masing-masing mereka mau divaksin,” kata Kapolsek Kota Kisaran.

Di lokasi kegiatan Kapolsek Kota Kisaran didamping Camat Kecamatan Kota Kisaran Barat, Drs Armansyah, Danramil Kisaran Kota, Kepala Puskesmas Sidodadi dan tenaga Kesehatan, Babinkamtibmas, Babinsa, dan kepala lingkungan.

Di tempat berbeda, Ketua Satgas Covid-19 Asahan, Surya B.Sc melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Rahmad Hidayat Siregar mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat asahan agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

“Mari kita jaga dan tetap mempertahankan prokes dengan tetap memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. (dat/azw)

DMI-FSBKM Tebingtinggi Kerja Sama dengan LPTQ, Umar Berharap Imam di Tebingtinggi Semakin Baik

ist/SUMUT POS KERJA SAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan (tiga kiri) ketika menyaksikan kerja sama antara LPTQ Sumut dengan DMI dan FSBKM se-Kota Tebingtinggi di Masjid Agung Tebingtinggi, Rabu (1/12).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tebingtinggi dan Forum Silaturahmi Badan Kenaziran Masjid (FSBKM) se Kota Tebingtinggi melakukan kerja sama dengan Lembaga Pengembangam Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara (Sumut) untuk pembinaan imam masjid. Penandatangan kerja sama dihadiri Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan serta Ketua LPTQ Sumut Asren Nasution di Masjid Agung Tebingtinggi, Rabu (1/12).

KERJA SAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan (tiga kiri) ketika menyaksikan kerja sama antara LPTQ Sumut dengan DMI dan FSBKM se-Kota Tebingtinggi di Masjid Agung Tebingtinggi, Rabu (1/12).

Umar Zunaidi Hasibuan dalam sambutannya menyampaikan dengan adanya kerja sama ini berharap kualitas imam-imam di Kota Tebingtinggi semakin baik, terutama bacaan ayat-ayatnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada LPTQ Sumut yang berkenan memberikan ilmu kepada kami, karena dengan ilmu untuk kepentingan dunia dan akhirat,” jelas Umar Zunaidi.

Umar juga menyampaikan selain kerja sama, DMI dan FSBKM agar membuat suatu lompatan kinerjanya dengan memasukan imam tetap semua masjid di Kota Tebingtinggi sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini suatu yang baik sebagai sesuatu upaya untuk melindungi bagi keluarga imam. Jika ditanya meskipun imam, pasti tidak ingin meninggal hanya karena ingin memperoleh premi BPJS ketenagakerajaan,” ungkapnya.

“Saya berharap kepada BPJS Ketenagakerjaan dapat pula menurunkan iuranya bagi Imam-imam masjid kami,” jelasnya. Selanjutnya, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan bahwa Covid-19 sampai dengan saat ini belum berakhir, tidak saja di Indonesia tetapi di dunia. Perkembangan saat ini virus terbaru datang dari negara Afrika, Omicron namanya, untuk itu vaksinasi upaya pencegahannya.

“Diharapkan BKM dapat mengumumkan setiap usai salat berjamaah, kepada warganya yang belum melakukan vaksin, berikan datanya dan sampaikan kepada kami, akan dilakukan vaksinasi,” pinta Wali Kota Tebingtinggi.

“Saya kembali berharap kepada DMI dan FSBKM agar mengupayakan untuk menghidupkan dan meningkatkan perekonomian umat dimulai dari masjid dengan melakukan berbagai inovasi guna mengembangkan perekonomian umat,” pungkasnya.

Kegiatan diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Ahmad Zuhri beserta kegiatan arisan FSBKM se Kota Tebingtinggi. (ian/azw)