Home Blog Page 2976

Pemerintah Siap Wujudkan Indonesia Sebagai Pusat Produsen Halal Dunia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dampak pandemi Covid-19 juga mempengaruhi perkembangan ekonomi syariah Indonesia pada tahun 2020. Meski begitu, ekonomi syariah mampu menunjukkan kinerja yang baik. Sektor pertanian dan makanan halal menjadi sumber pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Rapat Pleno Perdana Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Kantor Wakil Presiden, Selasa (30/11). Rapat yang dipimpin oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Harian KNEKS, diharapkan dapat memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektoral sehingga dapat mempercepat pengembangan ekonomi syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Rapat pleno ini dalam rangka menyatukan langkah untuk tercapainya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia,” tutur Wapres Ma’ruf Amin pada konferensi pers yang digelar usai rapat pleno.

Berdasarkan data pada State of the Global Islamic Economy Report 2020-2021, secara umum ekonomi syariah Indonesia berada pada posisi ke empat, yakni naik 1 peringkat dari laporan tahun 2019/2020. Dengan total aset keuangan syariah Indonesia mencapai US$99 miliar, Indonesia menjadi negara ke-7 dengan total aset keuangan syariah terbesar di dunia.

Sementara, data pada Islamic Finance Development Report 2020, secara umum nilai Islamic Finance Development Indicator Indonesia berada pada posisi kedua. Kemudian peringkat kategori halal food Indonesia berada pada posisi 4, fashion di posisi 3, media dan rekreasi di posisi 5, muslim friendly travel di posisi 6,  kosmetik dan farmasi di posisi 6, serta Islamic Finance juga di posisi 6.

Namun, apabila melihat share perbankan syariah terhadap perbankan nasional, dapat dikatakan masih relatif rendah. Pada Juli 2021, share asset perbankan syariah terhadap total asset perbankan hanya 4,41%, share dana pihak ketiga sebesar 4,89%, dan pembiayaan sebesar  4,54%.

“Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran penting di mana kontraksi sektor di tahun 2020 lebih rendah daripada ekonomi nasional, jadi kontraksinya hanya sebesar -1,75% dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar -2,07%,” ungkap Menko Airlangga.

Dalam rangka mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat halal dunia sekaligus mendorong pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah menyiapkan beberapa strategi penguatan ekonomi dan keuangan syariah, antara lain penguatan ekonomi dan keuangan syariah melalui inovasi produk, pendalaman pasar dan pembangunan infrastruktur, penguatan halal value chain, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah, penguatan fatwa, regulasi dan tata kelola, penguatan ekonomi digital, dan penguatan literasi sumber daya manusia, riset dan pengembangan.

Pemerintah juga mendorong beberapa kebijakan guna mempercepat pengembangan ekonomi syariah. Pertama, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dilakukan dengan menciptakan ekosistem ekonomi keuangan syariah yang baik melalui peningkatan sisi supply yang sejalan dengan sisi demand, yang didukung infrastruktur ekosistem.

Dari sisi supply terdapat 4 pelaku ekonomi, yaitu klaster industri halal, klaster keuangan komersil, klaster keuangan sosial, dan klaster komunitas. Sedangkan sisi demand berasal dari domestik maupun global. Infrastruktur ekosistem berfungsi untuk memfasilitasi dan mendukung aktivitas pada sisi supply dan demand.

Selanjutnya, pengembangan UMKM Syariah dengan program kemitraan dengan perusahaan besar (korporasi), seperti pendampingan korporasi terhadap UMKM atau UMKM sebagai pemasok/sub-kontraktor perusahaan besar serta peningkatan peranan UMKM Syariah dalam global value chain.

Kemudian, mengingat masih rendahnya Inklusi Keuangan Syariah maka diperlukan percepatan program, antara lain Kredit Usaha Rakyat Syariah, Bank Wakaf Mikro, pemanfaatan keuangan digital, dan inklusi keuangan bagi pemuda/pelajar/santri pondok pesantren.

Selain itu, Pemerintah juga akan mendorong pembangunan ekosistem dan kawasan industri halal. Industri halal merupakan bagian terpenting dalam ekosistem ekonomi syariah yang diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap neraca perdagangan dengan menghadirkan produk-produk halal yang berdaya saing secara nasional dan global.

Dalam pengembangan industri halal diperlukan infrastruktur pendukung seperti kawasan industri, laboratorium, pelabuhan, teknologi digital, dan sarana infrastruktur pendukung lainnya, untuk memberikan kemudahan bagi kegiatan industri dalam melakukan proses produksinya secara terintegrasi dalam satu kawasan yang memenuhi persyaratan halal.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan rantai nilai halal, pengembangan standar halal/Halal Assurance System (HAS) yang komprehensif sebagai infrastruktur non fisik, perlu dilakukan untuk mendukung percepatan industri produk halal nasional, terutama untuk sektor-sektor utama industri halal.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Ventje Rahardjo. (map/fsr/*)

Ingin Kembalikan Masa Kejayaan PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi Ajak Semua Bersatu

AKRAB: Kebersamaan Ketua K-SPSI Sumut CP Nainggolan dan Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi Sumatera Utara pernah meraih masa kejayaannya di era 1990-an. Untuk itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi mengajak semua elemen, termasuk awak media untuk bersatu, mengembalikan kejayaan perusahaan berplat merah tersebut.

AKRAB: Kebersamaan Ketua K-SPSI Sumut CP Nainggolan dan Ketua DPC Partai Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu.

Menurut Kabir, manajemen PDAM Tirtanadi tidak dapat berjalan sendiri, sehingga harus berjalan bersama-sama dengan stakeholder termasuk media massa. “Sebab, apa yang kami perbuat, perlu dipublikasikan. Dan ini sudah berjalan walau belum sempurna,” kata Kabir Bedi dalam acara temu ramah Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) dengan manajemen PDAM Tirtanadi Sumut dalam rangka Peningkatan Wawasan Jurnalistik di IPA Sunggal, Senin (29/11).

Diungkapkan Kabir Bedi, pihaknya sangat welcome terhadap media, bahkan sangat menyambut baik terhadap masukan dan kritikan-kritikan yang positif. Tentunya, kata Kabir Bedi, kita harus bersatu, kalau terus berbuat negatif, maka yang muncul image negatif, yang rugi kita semua. “Kami siap dikoreksi, bila ada kebijakan yang kurang baik, tolong disampaikan. Bagaimana kita bersama-sama mewujudkan Sumut Bermartabat,” kata Kabir Bedi.

Saat ini, papar Kabir, banyak pekerjaan yang akan dikerjakan untuk menambah kapasitas debit air yang harus diselesaikan dalam waktu yang sesingkatnya. Kabir Bedi juga menyampaikan saat ini 80 hektar hutan Sibolangit yang sudah ratusan tahun PDAM Tirtanadi sebagai pengelolanya ada sebagian telah digarap oleh oknum yang tidak bertanggunh jawab sehingga akan dikhawatirkan akan mengganggu resapan air untuk kebutuhan masyarakat di Simalingkar, Johor hingga sebagian daerah Polonia.

Untuk itu, lanjut Kabir Bedi diharapkan para awak media dapat berperan aktif dalam menyampaikan pemberitaan kepada masyarakat sehingga penggarapan hutan tersebut dapat dihentikan demi kebutuhan air  masyarakat. “Jika hutan di sibolangit itu terus “digarap” oleh oknum yang tidak bertanggung jawab maka akan terganggu resapan air untuk kebutuhan masyarakat,”kata Kabir Bedi.

Ketua Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi), Amrizal mengharapkan agar silaturahmi antara manajemen PDAM Tirtanadi Sumut dengan wartawan lebih ditingkatkan lagi. Bila perlu, kata Amrizal, dilakukan kegiatan olahraga bersama antara manajemen PDAM Tirtanadi Sumut dengan wartawan dalam rangka meningkatkan hubungan silaturahmi.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Sumut, Fauzan Nasution, Kadiv Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut Humarkar Ritonga, Kadiv Hubungan Langganan PDAM Tirtanadi Sumut dan Kadiv Keuangan PDAM Tirtanadi Sumut.(adz/ila)

Kolaborasi dengan 17 Asosiasi Guru dan Tenanga Pendidik, Epson Indonesia Berkontribusi pada Dunia Pendidikan

PENDIDIKAN: Epson EB-E500 diproduksi untuk membantu dunia pendidikan, terutama saat masa pandemi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Epson Indonesia bersama dengan 17 Asosiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Indonesia mengadakan Webinar Pendidikan Nasional yang telah dilaksanakan pada hari Jumat (26/11) lalu, dengan mengangkat tema “Bangkit Guruku dan Terus Berinovasi dalam memulihkan Pendidikan Indonesia.”

PENDIDIKAN: Epson EB-E500 diproduksi untuk membantu dunia pendidikan, terutama saat masa pandemi.

Tema ini diangkat sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan Indonesia yang telah memberikan upaya terbaik dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dalam segala keterbatasan di saat pandemi, Webinar ini bertujuan untuk memberikan informasi dan motivasi bagi para guru dan tenaga kependidikan melalui beberapa narasumber praktisi pendidikan yang kompeten di bidangnya.

Webinar Pendidikan Nasional ini dibuka secara resmi oleh Dr. Iwan Syahril, Ph.D, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Republik Indonesia. Dilanjutkan dengan diskusi panel dengan topik “Peranan Guru untuk Selalu Bangkit dan Terus Berinovasi dalam Memulihkan Pendidikan Indonesia”.

“Saya memberikan appresiasi yang setinggi-tingginya kepada guru guru Indonesia, yang memiliki resiliensi yang tinggi yang tidak ingin kalah dengan kondisi dan terus bahu membahu membantu satu sama lain, bergerak tulus dari hati, berinovasi, berkreasi, dalam menciptakan pembelajaran yang terbaik bagi anak anak kita di masa pandemic” ujar Dr. Iwan Syahril, Ph.D.

Selain itu, Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd – selaku Guru Besar UNJ dan Akademisi, menyatakan bahwa “Pada masa pandemi yang menantang seperti saat ini guru guru harus selalu berinovasi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dengan pemanfaatan teknologi pendukung dan berlandaskan profesionalisme dengan mengedepankan prinsip prinsip dasar dari pendidikan diantaranya Disiplin, Kemartabatan dan Struktur, serta sekaligus mengembangkan 21 Nilai Karakter” Pernyataan ini diperkuat juga oleh Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, M.Sc., MBA., Mphil., MA juga menyatakan apresiasinya.

Epson Indonesia juga secara khusus juga memberikan beberapa solusi teknologi yang dapat mendukung kegiatan belajar-mengajar melalui produk-produk yang dirancang khusus memenuhi kebutuhan guru dan tenaga pendidik untuk semakin interaktif dan inovatif dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, serta mewujudkan digitaliasi sekolah melalui produk Epson EB-E500.

“Kami memahami sepenuhnya bahwa pandemi telah menjadi tantangan besar bagi kita semua, khususnya di bidang pendidikan. Epson akan selalu berusaha untuk bisa menjadi mitra teknologi pendidikan melalui inovasi dan teknologi terbaik di produk-produk kami. Pada saat ini sekolah telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Dan, ini telah menjadi komitmen Epson untuk terus memberikan solusi terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia,” ucap Muto Yusuke, Managing Director of Epson Indonesia.

Epson Indonesia telah aktif berkontribusi kepada dunia Pendidikan melalui peluncuran produk produk LCD Projector, Printer, Document Scanner yang secara khusus ditujukan bagi penggunaan sekolah. Selain itu, Epson Indonesia juga aktif melalui kegiatan CSR dengan mendonasikan 400 sekolah dan 700 buah produk LCD Projector dan Printer, serta juga berpartisipasi pada 248 Webinar Pendidikan, serta berbagai pelatihan guru yang dihadiri oleh kurang lebih 53.000 guru dan tenaga pendidik. Pada Perayaan Hari Guru Nasional 2021 ini, Epson juga menunjukkan komitmen pada dunia pendidikan Indonesia melalui dukungan satu set Proyektor Epson EB-E500 kepada 15 sekolah dan institusi pendidikan yang berasal dari Sumatera hingga Papua yaitu, SMAN 1 Lhoksukon di Aceh, Yayasan Tunas Karya di Riau, SDN 14 LUBUK BESAR, di Bangka Tengah, SMKN 4 Kota Bengkulu, Pondok Pesantren Annida di Lampung, SMPS MATHLA UL HIDAYAH CIPANA di Banten, Yayasan Mardi Yuana di Jakarta, MTs Harun Al Rasyid di Nagrek, Ponpes Salaf Alhasani di Malang, SDN 001 Payung-Payung, Berau di Kalimantan Timur, TK Sari Asih, Sumbawa Besar di Nusa Tenggara Barat, SDN 1 Sambujang, Ogodeide di Sulawesi Tengah, SMAN 24 Bone, di Sulawesi Selatan, SD Xaverius A1 Ambon di Maluku, SD YPK YEFLIO Kab Sorong di Papua.

“Kami melihat bahwa dunia pendidikan Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh. Adopsi terhadap penggunaan teknologi serta konsentrasi siswa yang kurang terpusat karena pembelajaran cenderung satu arah telah membuat kami sebagai perusahaan teknologi berinovasi guna membantu dunia pendidikan Indonesia,” ujar Zanipar S A Siadari, Head of Visual Instrument dan Printer Department, Epson Indonesia. (rel/ram)

Dukung Kendaraan Listrik di Indonesia, MMKSI Berpartisipasi dalam IEMS 2021

MINICAB: Brand Ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar berfoto bersama manajemen Mitsubishi di depan mobil listrik Minicab MiEV.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) berpartisipasi di ajang Indonesia Electric Motor Show atau IEMS 2021.

MINICAB: Brand Ambassador Mitsubishi, Rifat Sungkar berfoto bersama manajemen Mitsubishi di depan mobil listrik Minicab MiEV.

Acara ini adalah pameran kendaraan listrik yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 24 – 26 November 2021, di kawasan Gedung Manajemen ORPPT-BRIN Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Dalam IEMS 2021, PT MMKSI menghadirkan 2 (dua) unit display di booth Mitsubishi Motors IEMS 2021.

Adapun dua mobil andalan PT MMKSI di pentas ini adalah Mitsubishi Outlander PHEV, SUV Plug-in Hybrid yang telah dipasarkan di Indonesia sejak 2019. Dan Mitsubishi Minicab MiEV, kendaraan niaga bertenaga murni listrik.

Sebagai catatan, Mitsubishi Minicab MiEV menjadi perhatian publik karena Presiden Joko Widodo berkenan mencobanya saat mengadakan kunjungan kerja di GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2021 yang baru usai akhir pekan lalu (21/11/2021). Dalam kesempatan itu, Kepala Negara RI didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Partisipasi MMKSI dalam ajang kendaraan Listrik IEMS 2021 merupakan salah satu wujud komitmen berkelanjutan kami dalam mendukung pemerintah Indonesia dalam membangun lingkungan pendukung kendaraan listrik, di mana kami selalu mendukung dan berkontribusi pada tiap fase era kendaraan listrik di Indonesia. Mitsubishi Motors memiliki strategi kedepan mengenai mobil listrik, di mana di dalamnya terdapat hybrid electric vehicle, plug-in hybrid electric vehicle, hingga battery electric vehicle. Kami berupaya mencari yang terbaik dengan mengkombinasikan ketiganya dan akan melakukan yang terbaik dalam membuat strategi xEV di Indonesia. Kami percaya inisiatifpemerintah dengan pemberian insentif untuk mobil listrik merupakan langkah untuk mempercepat transisi pemanfaatan kendaraan listrik keskala yang lebih luas dan menekanemisi gas buang di Indonesia,”ungkap Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI.

Mitsubishi Outlander PHEV

Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau Mitsubishi Outlander PHEV adalah mobil dengan perpaduan mesin bensin 2.4L, motor, dan baterai.

Produk ini mengintegrasikan SUV, teknologi 4WD, dan keunggulan PHEV, yang mampu mengubah mobilitas masyarakat penuh polusi menjadi aktivitas yang lebih bersahabat untuk lingkungan.

Kendaraan ini dilengkapi teknologi elektrik yang terintegrasi, Outlander PHEV ini hadir dalam tiga mode: EV Drive Mode¸Series Hybrid Mode, dan Parallel Hybrid Mode.

Mitsubishi Minicab MiEV

Minicab MiEV adalah kendaraan niaga yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik atau bisa disebut bertenaga murni listrik.

Model ini telah membuktikan ketangguhannya dan keandalannya di Jepang sebagai kendaraan operasional perusahaan logistik.

Mitsubishi Minicab MiEV memiliki konfigurasi 4-seater, dan sistem gerak 2WD. Sedangkan jarak tempuh EV hingga 150 km dengan kapasitas baterai 16 kWh.

Untuk memastikan fungsi dan keandalan produk, PT MMKSI akan memulai uji coba dengan mitra potensial di Indonesia untuk operasional mereka.

Hasil pengujian akan digunakan untuk pengembangan kendaraan Listrik Mitsubishi Motors di Indonesia, serta berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan dari partner Mitsubishi Motors dan masyarakat. (rel/ram)

Hadirkan Financial Super App dan Wholesale Digital Super Platform, Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Digital

PRODUK: Regional CEO Region I / Sumatera 1 Bank Mandiri, Lourentius Aris Budiyanto, pada acara pengenalan produk Financial Super App Livin’ by Mandiri dan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri kepada mitra pers di Medan (29/11).

SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri tiada henti mempertajam fokus pengembangan bisnis untuk menyediakan one stop digital solution bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, Bank Mandiri mengakselerasi transformasi Mandiri Digital melalui Financial Super App Livin’ by Mandiri dan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri.

PRODUK: Regional CEO Region I / Sumatera 1 Bank Mandiri, Lourentius Aris Budiyanto, pada acara pengenalan produk Financial Super App Livin’ by Mandiri dan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri kepada mitra pers di Medan (29/11).

Kedua layanan digital ini dipercaya mampu memberikan solusi perbankan digital yang komprehensif, baik bagi nasabah ritel maupun bisnis korporasi, melalui pemanfaatan infrastruktur digital Bank Mandiri yang saling terkoneksi dengan ekosistem bisnis digital. Regional CEO Region I / Sumatera 1 Bank Mandiri, Lourentius Aris Budiyanto, menjelaskan bahwa saat ini Bank Mandiri Region I telah melayani lebih dari 3,1 juta rekening dari berbagai sektor dan segmen.

Memasuki usia yang ke-23 tahun, Bank Mandiri memiliki visi untuk bertranformasi ke arah beyond digital bank yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan nasabah dari hulu hingga ke hilir. Termasuk menghubungkan layanan keuangan Bank Mandiri dengan ekosistem digital yang saat ini semakin meningkat terutama pada segmen UMKM.

Untuk menyambut tren tersebut, bank dengan kode emiten BMRI ini telah mengenalkan Financial Super App Livin’ by Mandiri. Di Super App Livin’ by Mandiri, nasabah bisa melakukan pembukaan rekening tabungan perdana secara online, mengakses seluruh rekening tabungan, pinjaman personal, dan kartu kredit, bahkan terintegrasi dengan ekosistem digital favorit nasabah seperti e-wallet, hanya dengan sekali login. “Untuk New Livin’ by Mandiri, semua transaksi perbankan non tunai ada dalam genggaman. Nasabah tidak lagi direpotkan dengan kebutuhan untuk melakukan transaksi perbankan baik datang ke cabang maupun di ATM,” ujar Aris, sapaan akrab Lourentius Aris Budiyanto.

Ditambahkan Aris, kini nasabah dapat melihat seluruh saldo e-wallet yang dihubungkan ke New Livin’. Nasabah tidak perlu lagi berganti-ganti aplikasi untuk cek saldo maupun top-up. Tidak hanya itu, nasabah juga bisa top-up otomatis saldo e-wallet. Layanan ini pertama kali hadir di Livin’ dan belum pernah ada sebelumnya di aplikasi perbankan manapun di Indonesia.

Di New Livin’, nasabah dimanjakan dengan hadirnya fitur Quick Pick untuk akses transaksi yang instan. Seluruh transaksi favorit nasabah dapat diakses dengan cepat di satu tempat, di menu Quick Pick,” papar Aris, dalam keterangannya, Senin (29/11).

Kemudian dari sisi perusahaan atau wholesale, Bank Mandiri juga memperkenalkan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri yang merupakan layanan digital single access yang menjadi pusat aktivitas informasi dan transaksi finansial bagi komunitas bisnis para pelaku usaha di segmen wholesale berikut ekosistemnya dari hulu ke hilir. Kopra by Mandiri dihadirkan sebagai pionir wholesale digital super platform di industri perbankan nasional yang menawarkan agregasi layanan digital untuk pelaku bisnis dalam satu akses yang terbagi dalam tiga (3) varian, yaitu Kopra Portal, Kopra Host to Host dan Kopra Partnership.

Kopra Portal merupakan varian pertama Kopra yang menyediakan single access portal untuk memudahkan nasabah Bank Mandiri dalam mengakses layanan portal digital existing Bank Mandiri. Konsep perbankan digital terintegrasi disediakan melalui varian kedua yaitu Kopra Host to Host dengan teknologi berbasis API yang memberi kemudahan nasabah dalam melakukan inisiasi, otorisasi dan kontrol transaksi melalui sistem nasabah yang terhubung langsung dengan sistem bank. Varian ketiga, yaitu Kopra Partnership menyediakan perluasan akses keuangan digital dan inklusi keuangan nasabah melalui partnership atau kemitraan dengan pihak-pihak di luar Bank Mandiri yang memiliki kapabilitas sebagai business enabler.

Kehadiran Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri lanjut Aris, memungkinkan nasabah, debitur hingga pelaku usaha saling terkoneksi dengan layanan perbankan terandal yang ditawarkan oleh Bank Mandiri. Dari awal diluncurkan awal Oktober yang lalu hingga 24 November 2021 terdapat 172.641 Nasabah yang sudah terdaftar sebagai pengguna Livin’ serta 1.194 Nasabah perusahaan yang sudah diimplementasi Kopra di Region I. Dengan hadirnya kedua solusi digital ini, Bank Mandiri Region I menargetkan peningkatan jumlah user mobile banking menjadi dua kali lipat di akhir tahun 2021 dibandingkan tahun lalu. Saat ini Jumlah pengguna mobile banking sudah mencapai lebih dari 850.000 pengguna terdaftar. Di sisi lain, jumlah pengguna layanan digital wholesale sudah mencapai lebih dari 3.000 pengguna.

Seakan menjadi testimoni atas keberhasilan transformasi Mandiri Digital, Bank Mandiri juga berhasil meraih penghargaan Best Digital Bank 2021 dalam ajang Asiamoney Best Bank Awards 2021. Penghargaan yang sangat bergengsi ini diberikan oleh majalah Asiamoney kepada bank yang berhasil menunjukkan performa finansial yang sangat baik dan pengembangan layanan serta infrastruktur digital yang inovatif untuk memudahkan pelayanan dan memenuhi kebutuhan finansial nasabah. (sih)

Everton vs Liverpool: Tamu Lebih Garang

SUMUTPOS.CO – Liverpool tentu ingin memperpanjang tren kemenangan beruntunnya di ajang Liga Inggris, pertengahan pekan ini. The Reds akan dijamu Everton di Stadion Goodison Park, Kamis (2/12) dini hari pukul 03.15 WIB.

Saat ini, The Reds telah mengantongi 3 kemenangan beruntun di semua ajang, dengan catatan clean sheet. Teranyar, mereka berhasil menaklukkan Southampton dengan 4 gol tanpa balas. Diogo Jota tampil menawan di laga tersebut dengan sumbangan 2 golnya. Performa impresif itu membuat Liverpool kini bertengger di posisi 3 klasemen Liga Inggris 2021 dengan koleksi 28 poin. Untuk bisa terus menguntit 2 tim di atasnya, Man City dan Chelsea, pasukan Jurgen Klopp wajib menang di laga kontra Everton.

Berbanding terbalik dengan kondisi sang rival, Everton sedang mengalami turbulensi performa. The Toffees baru meraih 1 kemenangan dalam 10 laga terakhirnya di semua kompetisi. Dalam 9 laga sisanya, skuad asuhan Rafa Benitez cuma mampu meraih 2 hasil imbang dan kalah 7 kali.

Dilihat dari berbagai sisi, sang tamu, Liverpool jelas jauh lebih garang ketimbang Everton. Skuad The Reds kian matang musim ini. Adapun Everton belum berhasil memperbaiki performa skuadnya.

Perbandingan kualitas kedua tim juga bisa diukur dari gol yang bisa mereka hasilkan selama musim ini. Hingga menjelang matchday 14 EPL 2021, The Reds telah menorehkan 39 gol, sedangkan The Toffees baru membukukan 16 gol.

Lebih separuh dari total gol Liverpool itu lahir dari skema terbuka yang diterapkan pelatih Jurgen Klopp. Karena itu, di laga Derbi Merseyside nanti, Klopp diprediksi bakal menerapkan strategi penguasaan bola dominan.

Sisi lapangan yang berpotensi banyak menimbulkan masalah untuk barisan bertahan lawan adalah sayap kanan, tepat di posisi Mohamed Salah. Pemain Timnas Mesir tersebut sedang dalam kondisi on fire.

Di setiap pertandingan EPL musim ini, Salah selalu mampu memberikan kontribusi, baik gol maupun assist. Sejauh ini, Salah telah membukukan 11 gol dan 8 assists. Meski unggul jauh dari segi kualitas pemain maupun statistik performa, bukan berarti The Reds boleh meremehkan Everton. Justru di laga Derbi Merseyside nanti, adu gengsi bakal lebih berpengaruh pada performa tim.

Big match nanti juga bakal menjadi laga yang istimewa bagi Rafa Benitez. Ia akan menghadapi mantan klub asuhannya, Liverpool. Sejak 2004 hingga 2010, Benitez menukangi The Reds dan berhasil memenangkan banyak trofi, termasuk Liga Champions 2004/2005.

Reuni ini bakal jadi ajang pembuktian bagi Benitez yang saat ini melatih Everton, rival sekota Liverpool. Pasalnya, selama melakoni 8 laga menghadapi The Reds, ia baru bisa meraih 2 kemenangan. Sementara sisanya berakhir dengan hasil imbang 3 kali, dan tumbang 3 kali.(trt)

Sriwijaya FC vs PSMS Medan: Penutup yang Manis

GOL: Pemain PSMS merayakan gol ke gawang Sriwijaya FC, tadi malam. Dalam laga ini, PSMS unggul 2-1.istimewa/sumutpos.

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan menutup babak penyisihan Grup A dengan manis. Ayam Kinantan sukses mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-1 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Selasa (30/11) malam WIB.

GOL: Pemain PSMS merayakan gol ke gawang Sriwijaya FC, tadi malam. Dalam laga ini, PSMS unggul 2-1.istimewa/sumutpos.

Seperti prediksi sebelumnya, kedua tim melakukan rotasi. PSMS menurunkan duet M Fasabillah dengan Hary Fatwa Nasution di lini belakang. Wing bek ditempati Zikri Akbar dan Wiganda Pradika. Afiful Huda dan Syaiful Ramadhan dicadangkan, sedangkan Joko Susilo, serta Hamdi Sula tidak masuk line-up.

Rotasi juga dilakukan di lini tengah. Sendy Abelia Tacchinardi dan Andre Dio dipasang sebagai starter. Keduanya ditemani Imam Budi dan Anis Nabar. Di lini depan, duet Ilham Fathoni dan Fabio Marko sebagai ujung tombak. Rahmad Hidayat yang selama ini jadi tumpuan bahkan tidak masuk dalam daftar cadangan.

Pertandingan sedikit berjalan lambat. Kedua tim seperti bermain hati-hati. Meski begitu, ada beberapa peluang terjadi. Salah satu peluang terbaik PSMS terjadi di menit ke-11. Sundulan Zikri Akbar memanfaatkan tendangan bebas Imam Budi melenceng tipis dari gawang Sriwijaya yang dijaga Hendra Molle.

PSMS akhirnya membuka keunggulan di menit ke-18. Zikri Akbar mencetak gol pertamanya bersama PSMS. Dia berhasil memandfaatkan tendangan pojok yang dilakukan Imam Budi.

Selepas gol tersebut, permainan PSMS sedikit menurun. Kesalahan-kesalahan umpan sering terjadi. Situasi ini dimanfaatkan Sriwijaya FC. Pada menit ke-27, Sriwijaya akhirnya menyamakan kedudukan melalui sontekan Suwandi memanfaatkan umpan Imam Bagus.

Kesalahan masih terus dilakukan para pemain PSMS. Beberapa kali Sriwijaya membahayakan gawang PSMS karena kesalahan. Beruntung, hingga babak pertama usai, tidak ada gol tambahan tercipta.

Pada babak kedua, Pelatih PSMS Ansyari Lubis memasukkan Ghozali Siregar untuk menambah daya gedor menggantikan Fabio Marko. Permainan PSMS sedikit meningkat di awal babak pertama. Bahkan, menit ke-52 Ayam Kinantan memiliki peluang. Tendangan Abelia Tacchinardi ditepis kiper Sriwijaya FC.

Berawal dari tendangan pojok ini, serangan balik Sriwijaya justru membahayakan PSMS. Beruntung Abdul Rohim tampil luar biasa dengan mampu menepis peluang tersebut.

Rohim benar-benar harus berjibaku menyelamatkan gawangnya. Pada menit ke-64, dia kembali berakhir dengan memblok tendangan Suwandi. Sedangkan PSMS kesulitan menembus pertahanan Sriwijaya FC.

Sadar timnya di bawah tekanan, Ansyari Lubis melakukan pergantian. Yudi Aditya dan Fiwi Dwipan masuk menggantikan . Sendy Abelia Tacchinardi dan Anis Nabar. Tak lama berselang, Imam Budi juga diganti dengan Elina Soka.

Pergantian ini membuahkan hasil. Yudi Aditya menjadi pahlawan kemenangan PSMS. Tendangan bebasnya di menit ke-89 salah diantisipasi kiper Sriwijaya, Hendra Molle, sehingga bola tetap masuk ke gawang.

Tersentak dengan gol tersebut, pemain Sriwijaya mencoba bangkit. Sayang waktu tidak cukup lagi. PSMS menang dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat PSMS tetap mengakhiri babak penyisihan dengan status runner-up Grup A. Ayam Kinantan mengoleksi 19 angka dari 10 laga.

Pada babak delapan besar PSMS bakal bergabung di Grup Y bersama Dewa United (juara Grup B), PSIM Yogyakarta (runner-up Grup C), dan juara Grup D yang ditentukan hari ini, Rabu (1/12). (dek)

Aliansi Buruh Maksimal Tuntut Revisi UMP Sumut 2022, Gubsu Jangan Buru-buru Teken UMK

ORASI: Koordinator aksi, Willy Agus Utomo menyampaikan orasinya di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (30/11). Dalam aksi ini, mereka mendesak Gubsu untuk merivisi UMP 2022 dan tidak buru-buru meneken SK UMK yang direkomendasikan bupati dan wali kota se-Sumut.dewi/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Elemen buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Maksimal menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (30/11). Mereka menuntut upah minimum provinsi (UMP) Sumut 2022 yang cuma naik 0,93 persen atau Rp23.126,94 segera direvisi. Mereka juga meminta Gubsu untuk tidak buru-buru meneken surat keputusan (SK) upah minimum kabupaten/kota (UMK).

ORASI: Koordinator aksi, Willy Agus Utomo menyampaikan orasinya di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (30/11). Dalam aksi ini, mereka mendesak Gubsu untuk merivisi UMP 2022 dan tidak buru-buru meneken SK UMK yang direkomendasikan bupati dan wali kota se-Sumut.dewi/sumu tpos.

Mereka yang melakukan aksi, merupakan gabungan dari 13 elemen buruh diantaranya, FSPMI, KSPI, FSPI Serbunas, Serbundo dan lainnya ini. Mereka menilai, kenaikan UMP tidak memenuhi hak-hak dari para buruh.

Koordinator aksi, Willy Agus Utomo mendesak Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi untuk segera melakukan revisi UMP Sumut tahun 2022. Karena, ditetapkan sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan PP 36 UU Cipta Kerja tentang Pengupahan dinyatakan inkonstitusional.

“Kami meminta Gubernur Sumut merevisi UMP yang hanya naik 0,93 persen, untuk dinaikan menjadi 7 persen sampai maksimalnya 10 persen. Karena berdasarkan UU Cipta Kerja harusnya PP 36 itu tak boleh dipaksakan, karena sudah dibatalkan oleh MK, walau ada statemen pemerintah yang berbeda,” katanya.

Willy mengatakan, Edy Rahmayadi sebagai pimpinan tertinggi di Pemerintahan Provinsi Sumut ini, harus melihat keseluruhan apa menjadi aturan yang berlaku. Sehingga harus dilakukan revisi UMP Sumut ini. “Kami sudah menyerahkan tadi legal opinion, bahwasannya UU Cipta Kerja itu yang berkaitan dengan hak buruh, khususnya yang luas secara menyeluruh itu tidak boleh dipaksakan berlaku sebelum ada perbaikan,” ucap Willy.

Di samping itu juga, Aliansi Buruh Maksimal ini meminta kepada Gubernur Edy untuk tidak langsung menandatangani upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 yang telah direkomendasikan bupati dan wali kota dengan mengacu PP 36 Tahun 2021 tentang pengupahan. “Hari ini kita ketahui, bupati dan wali kota di Sumut sudah mengirim rekomendasi UMK-nya ke Gubsu. Bahkan ada yang tengah malam tadi dipaksakan, padahal rekomnya jelas tidak mengakomodir tuntutan buruh tentang upah layak. Jadi kita minta agar Gubsu jangan buru-buru menandatanganinya. Lihat kondisi buruhmu hari ini dan perkembangan nasional,” tegasnya.

“Kami sudah kasih pertimbangan hukum. Kami juga akan memberikan fakta-fakta di lapanyan bahwa buruh hari ini tak cukup upahnya dengan naik 0,93 persen itu. Jadi kami minta adanya kenaikan,” sambung Willy.

Terlebih, UMP dan UMK baru akan berlaku pada Januari 2022 mendatang, sehingga buruh berharap ada dilakukan kajian ekonomi hukum, serta pemerintah melihat kondisi sosial ekonomi para buruh saat ini. “Dan sekali lagi kami minta, Gubernur Sumut jangan buru-buru tanda tangani upah minimum kabupaten kota. Kami mohon jangan dulu ditandatangani,” tegas Willy.

Pasca putusan MK tentang UU Cipta Kerja, lanjut Willy, sudah banyak kepala daerah, baik gubernur, bupati, dan walikota yang sudah merevisi kenaikan UMP dan UMK. “Seperti di DKI Jakarta, Gubernur Anies udah berjanji pada buruh akan memperbaiki kenaikan UMP-nya, serta beberapa daerah lain seperti UMK Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Bekasi, Purwakarta, Cianjur, Karawang, Tangerang, dan lain-lain, rata-rata direvisi naik di atas 5-7 persen,” ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, para buruh juga meminta agar pemerintah tidak hanya memperbaiki UU Cipta Kerja, akan tetapi agar segera dicabut dari Perundang-Undangan yang berlaku, karena telah melanggar konstitusi UUD 45. Willy juga mengancam akan menggelar aksi besar-besaran di Sumut, jika Gubsu tidak menyahuti tuntutan para buruh. “Kita pastikan akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi, jika Gubsu tidak merevisi UMP dan UMK se Sumut, bahkan bila perlu aksi menginap di Kantor Gubsu ini,” ancamnya.

Bila pada akhirnya tuntutan mereka tak kunjung mendapat tanggapan, maka Aliansi Buruh Maksimal mewacanakan mogok kerja selama tiga hari, bahkan melakukan aksi menginap di kantor Gubernur Sumut. “Memang kami ada wacana untuk melaksanakan aksi pada tanggal 6-8 Desember, tiga hari penuh. Bahkan akan melakukan aksi menginap, bila Gubernur Sumut tak merespon tuntutan buruh untuk bersama, merevisi UMP,” tandasnya.

Setengah jam berorasi, perwakilan para buruh dipersilahkan masuk oleh pihak Pemprovsu, Willy dan elemen lain terlihat menyerahkan surat Legal Opinion (Pendapat Hukum) kepada Bagian Kesekretariatan Pemprov Sumut. Aksi para buruh juga mendapat kawalan pihak Kepolisian dan Satpol PP. (gus/dwi)

BI dan Pemprovsu Gelar Rakorprov TPID se-Sumut

SUMUTPOS.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu)  menyelenggarakan Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumut. 

Rakoprov bertujuan untuk meningkatkan sinergi bersama TPID kab/kota se-Sumut demi mewujudkan stabilitas inflasi pada sasaran Nasional di Sumut. Hal ini dilakukan dalam rangka evaluasi program pengendalian inflasi Semester II-2021, serta persiapan dalam menyambut HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Rakorprov TPID se-Sumatera Utara (Sumut) dilakukan secara hybrid, yakni secara luring, di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, dan daring yang disiarkan langsung melalui kanal Zoom Rakorprov, Selasa (30/11).

Turut hadir, Dekan Sekolah Bisnis IPB Prof Dr Ir Noer Azam Achsani, Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Dr Naslindo Sirait SE MM, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Ir Lusyantini MSi, serta seluruh Anggota TPID 33 Kab/Kota se-Sumut. 

KPw BI Sumut, Soekowardojo memberikan laporan singkat mengenai evaluasi program pengendalian inflasi di Sumatera pada semester 2 Tahun 2021, bahwa tingkat inflasi Sumut pada 2021 tetap terjaga pada sasaran inflasi nasional dengan potensi bias bawah sampai akhir 2021. Di samping itu, untuk membangkitkan semangat pengendalian inflasi yang ada di Sumut, BI juga mengadakan Road to TPID Awards yang telah dimulai pada Oktober 2021, dengan harapan dapat menyusul keberhasilan TPID Provinsi Sumut yang berhasil meraih Juara TPID Awards 2020 untuk Wilayah Sumatera. 

“Secara umum telah berjalan dengan cukup baik, namun diharapkan terus ada peningkatan dan penajaman sasaran program kerja sesuai tipikal masing-masing daerah,” ujarnya.

Sejalan dengan dukungan terhadap evaluasi yang telah disampaikan oleh BI, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut H Afifi Lubis SH, turut menyampaikan pentingnya pengelolaan inflasi yang akan berdampak baik pada kinerja perekonomian di seluruh kab/kota se-Sumut. 

Dijelaskannya, menuju 2022, disampaikan pula bahwa Pemprovsu telah menyiapkan beberapa program antara lain, realisasi bantuan bibit khususnya untuk komoditas cabai merah, membuat regulasi pola tanam, serta regulasi batas atas dan batas bawah harga pangan pokok. 

“Kita mengimbau bahwa pengendalian inflasi yang baik memerlukan sinergi antara regulasi yang disusun oleh Pemerintah dengan sikap tanggap bersama melalui rencana aksi,” imbaunya.

Sementara itu, Dekan Sekolah Bisnis IPB Prof Dr Ir Noer Azam Achsani dalam pemaparannya terkait Neraca Bahan Makanan di Sumut mengatakan, Neraca Bahan Makanan (NBM) ini dilatarbelakangi oleh BI yang memiliki tujuan dalam menjaga stabilitas inflasi yang perlu didukung dengan tersedianya cadangan pangan yang baik. 

Hal ini, lanjutnya, juga diprakarsai dari data bahwa kelompok bahan makanan merupakan kelompok penyumbang inflasi terbesar dibandingkan kelompok lainnya. Dari 15 komoditas, dengan 5 kab/kota IHK, diperoleh hasil, bahwa 10 komoditas di antaranya telah mencatatkan surplus perdagangan. 

“Perlunya pola tanam yang baik, pencatatan barang yang keluar-masuk secara berkala, pemetaan tingkat kebutuhan dan penyediaan, hingga pengembangan program one village one product (OVOP) menjadi rekomendasi yang diberikan untuk menunjang pengendalian inflasi di Sumut,” paparnya.

Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Ir Lusyantini MSi menambahkan, bahwa indeks pertanaman di Sumut masih cenderung kecil, yaitu 1,9. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, diperoleh hasil bahwa ada beberapa komoditas yang masih melakukan impor, salah satu contohnya adalah bawang merah yang masih memproduksi sebesar 70 persen secara mandiri, sementara 30 persen sisanya masih dipenuhi melalui impor. 

“Diharapkan pada 2023, khusus untuk bawang merah sudah swasembada. Beberapa program Pemprov juga turut membantu melalui rencana bantuan bibit dan pupuk yang semakin langka akibat berhentinya Cina melakukan ekspor terhadap pupuk,” katanya.

Rakorprov dilanjutkan dengan pemaparan narasumber yang dipimpin langsung oleh Dr. Naslindo Sirait, S.E., M.M, selaku Kepala Biro Perekonomian Setda Prov. Sumut. 

Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Dr Naslindo Sirait SE MM menekankan tugas TPID Provinsi Sumut melalui aspek 4K. “Lebih lanjut, ke depannya diharapkan jajaran Pemerintah Provinsi mulai dapat mendiseminasikan hasil peta jalan pengendalian inflasi 2022-2024 yang telah dibuat oleh Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) untuk selanjutnya dapat disampaikan kepada kab/kota,” ujarnya. (Dwi)

Mulai Hari ini, Saudi Cabut Larangan Penerbangan dari Indonesia, 18.752 Jamaah Umrah Siap Berangkat

BERTEMU: Menag Yaqut Cholil Qoumas bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi HE Taufig F Alrabiah di Makkah, Senin (22/11) pekan lalu.istimewa/sumu tpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke negaranya mulai hari ini, 1 Desember 2021. Dengan demikian, pemerintah Indonesia sudah bisa mengirimkan jamaahnya untuk ibadah umrah ke Tanah Suci.

BERTEMU: Menag Yaqut Cholil Qoumas bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi HE Taufig F Alrabiah di Makkah, Senin (22/11) pekan lalu.istimewa/sumu tpos.

MENTERI Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pihaknya akan memberangkatkan jamaah umrah ke Arab Saudi mulai Desember ini. Tercatat, saat ini total ada 59.757 jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19.

“Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya, berdasarkan data yang ada pada sistem informasi pengawasan terpadu umrah dan haji khusus sampai saat ini terdapat 59.757 jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya karena pandemi Covid-19,” ujar Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (30/11).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengaku, dari total 59.757 WNI yang tertunda keberangkatannya tersebut, sebanyak 18.752 jemaah sudah memegang visa. Sehingga bisa diberangkatkan ke tanah suci pada Desember 2021 ini. “Dari jumlah ini terdapat 18.752 orang yang sudah memegang visa dan siap untuk diberangkatkan,” katanya.

Yaqut menuturkan, pemerintah memprioritaskan memberangkatkan jamaah umrah yang tertunda akibat pandemi Covid-19. Sehingga diharapkan mereka bisa melaksanakan ibadah umrahnya dengan baik di tanah suci. “Jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya menjadi prioritas yang diberangkatkan pada tahap awal dibukanya penyelenggaraan umrah di bulan Desember nanti,” ungkapnya.

Menag juga membeberkan skenario penyelenggeraan umrah mulai dari keberangkatan, sesampainya di Arab Saudi dan saat kembali ke tanah air. “Kementerian Agama sudah menyiapkan sekenerio penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19. Skenario yang disusun bersama kementerian lain dan asosiasi penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah yang meliputi skenario sebelum keberangkatan, ketika berada di Arab Saudi, dan saat tiba di tanah air,” ujarnya.

Menurut Yaqut, sebelum keberangkatan, jamaah akan melaksanakan screening kesehatan 1×24 jam sebelum keberangkatan secara terpusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. “Hanya jamaah yang telah berusia 18-65 tahun, sudah divaksinasi dosis lengkap, dan memiliki hasil tes PCR negatif yang diberangkatkan umrah,” katanya.

Kemudian jamaah yang akan berangkat wajib dilaporkan kepada Kemenag untuk diproses visa dan dokumen keberangkatannya. Selain itu, keberangkatan jemaah umrah menggunakan satu pesawat full diisi dengan jemaah umrah tapa ada penumpang lain.

Skenario selanjutnya saat di Arab Saudi, jamaah wajib karantina selama tiga hari dimulai dari saat tiba di Arab Saudi. “Selama masa karantina jemaah dilarang keluar dari kamar hotel,” ungkapnya.

Selanjutnya adalah pelaksanaan ibadah umrah selama sembilan hari termasuk perjalanan pulang dan pergi. Lalu akomodasi diisi dua orang per kamar, makan disajikan dalam kemasan dan transportasi mengikuti ketentuan Arab Saudi.

Skenario selanjutnya menurut Yaqut saat tiba di Indonesia, jamaah wajib melakukan tes PCR sesaat setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta. “Jamaah wajib melakukan karantina setelah perjalanan luar negeri mengikuti ketentuan satgas Covid-19 di hotel yang telah dipilih PPIU dan mendapatkan legalisasi dari Satgas Covid-19,” pungkasnya.

Tertunda, Belum Tentu Prioritas

Menyikapi kebijakan pemerintah Indonesia memprioritaskan para calon jamaah umrah yang tertunda untuk segera berangkat ke Saudi, Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi menyampaikan, hal itu tidak bisa dilakukan. Sebab, perlu dilakukan penjadwalan ulang oleh para calon jamaah.

“Tidak bisa, itu harus dijadwal ulang dan buat visa ulang, itu yang dapat lalu otomatis batal. Jadi dijadwal ulang proses semua, termasuk hotel juga, itu harus diproses lagi,” ungkap Syam kepada JawaPos.com, Selasa (30/11).

Sebab, mereka yang tertunda pun belum tentu mau untuk berangkat di masa pandemi Covid-19 seperti ini. Jadi, keberangkatan ini akan dilakukan apabila seluruh persiapan dari jamaah dan pemerintah siap.

“Itu tidak harus diprioritaskan pertama, karena belum tentu mereka bisa dan siap untuk diberangkatkan pertama, itu tergantung dari jamaah juga, misal Kemenag bilang prioritas jamaah tertunda, masalahnya belum tentu mau, mau nggak biayanya mahal karena ada karantina juga,” jelasnya.

Selain itu, rencananya untuk penerbangan ke Saudi pertama kali akan dilakukan oleh pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Namun, naasnya banyak dari PPIU yang sudah gulung tikar. “Tapi banyak juga yang tidak aktif, ini tidak terlacak oleh Kemenag, bagaimana mau pergi kalau kantor tidak aktif. Harus ada pertemuan lagi antara kami dan Kemenag merekondisikan lagi skenarionya agar bisa lebih sempurna untuk bisa berangkat di Bulan Desember ini,” tandasnya.

Syam Resfiadi pun menyampaikan, diperkirakan biaya ibadah umrah tahun ini bisa mencapai Rp 35 juta. Ia pun meminta agar ada peninjauan ulang referensi biaya umrah. “Perkiraan harga itu Rp 35 juta dengan PCR, karantina dan lain-lain. Perlu diperhatikan juga karantina itu 3 hari di Saudi dan 7 hari di Indoneisa, itu kan lama,” ungkapnya.

Pihaknya pun berharap asrama haji yang menjadi tempat karantina agar tidak terlalu memakan biaya. Kejelasan skema soal karantina pun harus ditetapkan oleh pemerintah. “Jadi mereka yang mau umrah terganggu. Karantina bayar lagi, rencananya kalau Kemenag membuat aturan baru, itu nanti karantina di asrama haji, tapi itu siap ngga melayani jamaah di asrama haji, boleh tidak karantina mandiri,” pungkas Syam.

Amphuri Sambut Baik

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyambut baik kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait vaksin Covid-19 dan karantina jamaah umrah dari luar negeri menyusul diumumkannya kebijakan otoritas penerbangan Saudi yang telah mencabut suspend bagi Indonesia. Ketua Umum DPP AMPHURI Firman M Nur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas kebijakan tersebut. Sebab, itu memberikan angin segar bagi umat muslim dari seluruh dunia, termasuk Indonesia yang sudah sangat merindukan Baitullah.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dan tentunya kabar baik ini sangat dinanti-nantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk kita di Indonesia yang hampir dua tahun menahan rindu untuk bisa beribadah di Tanah Suci,” ungkap dia, Selasa (30/11).

Untuk diketahui, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi, Hisyam Abdul Mun’im Said menyampaikan, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan bahwa dosis lengkap vaksin Covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan visa umrah. Jamaah umrah dengan visa umrah yang divaksinasi dengan dosis vaksin yang disetujui di Kerajaan Saudi, diizinkan untuk langsung memulai umrah, dan tidak perlu karantina.

Sementara bagi jamaah umrah dengan visa umrah yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui WHO akan menjalani karantina selama 3 hari, selain itu harus tes PCR setelah 48 jam dimulainya karantina. Apabila hasil tes PCR negative, maka jamaah bisa langsung Umrah.

Terhitung 1 Desember 2021, penerbangan dari Indonesia bisa langsung menuju ke Arab Saudi. Kata dia, pencabutan status suspend oleh Saudi menjadi harapan besar bagi masyarakat muslim Indonesia untuk dapat segera dibukanya sistem visa umrah, sehingga kegiatan ibadah umrah segera dapat dilaksanakan kembali. (jpc)