Home Blog Page 2977

6,6 Juta Warga Sumut Sudah Divaksin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga Senin (29/11), jumlah warga Sumatera Utara (Sumut) yang telah mengikuti vaksinasi dosis I sebanyak 6.675.016 orang atau 58,45 persen. Sedangkan dosis II sebanyak 4.652.440 orang atau 40,74 persen. Sementara, jumlah warga sasaran penerima vaksin di Sumut sebanyak 11.419.559 orang.

Kadis Kesehatan, Ismail Lubis mengatakan, Pemprov Sumut terus menggenjot program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid. “Karena melalui program vaksinasi, harapannua bisa meningkatkan imunitas kelompok,” ujar Ismail Lubis kepada wartawan di Medan, Selasa (30/11).

Sebelumnya Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, menyebutkan, hingga akhir tahun 2021, jumlah masyarakat yang mendapatkan vaksin harus mencapai 70 persen. Menurutnya, itu bisa terwujud jika mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Sumut. “Di akhir bulan Desember (pada 2021) dia harus sudah 70 persen. Maka kita bersama-sama, tolong menolong melakukan vaksinasi rakyat kita yang jauh-jauh itu, tidak segampang seperti apa yang kita ucapkan,” sebut Edy.

“Kita mau memvaksin, kadang vaksinnya tak ada. Vaksinnya ada, vaksinator ada, tapi rakyatnya tak mau divaksin. Untuk itu bantu support. Sebab gunanya vaksin untuk mencegah Covid. Imun manusia menjadi meningkat. Sehingga covid tak mau masuk ke kita semua,” ujar Edy.

Vaksinasi SMP Capai 90 Persen

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim bahwa vaksinasi pelajar di Kota Medan telah mencapai 90 persen lebih. Dengan jumlah ini, Kota Medan sudah mencapai target yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Atas capaian itu, DPRD Kota Medan meminta Pemko Medan untuk mempersiapkan diri dalam melakukan vaksinasi terhadap pelajar SD, mengingat Pemerintah Pusat telah berencana untuk menggelar vaksinasi tingkat SD mulai Januari 2022 mendatang. “Sekarang yang kita harapkan, Pemko Medan dapat mempersiapkan diri untuk vaksinasi pelajar tingkat SD. Dari informasi yang beredar Januari nanti kan sudah mulai itu divaksin siswa SD, tepatnya anak usia 6 sampai 11 tahun,” ujar Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Selasa (30/11).

Menurut Ihwan, vaksinasi ini sangat penting dalam menjaga keselamatan anak usia 6 sampai 11 tahun atau siswa SD dari penyebaran Covid-19, mengingat saat ini seluruh siswa SD di Kota Medan telah diizinkan untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah.

“Kalau PTMT tingkat SMP, mereka relatif lebih aman karena mereka sudah divaksin. Kalau tingkat SD memang aman juga, karena prokesnya ketat dan sampai sekarang belum ada ditemukan klaster di sekolah. Tapi kalau misalnya siswa SD sudah divaksin, maka pasti akan lebih aman dan nyaman bagi orangtua dalam mengizinkan anaknya ikut PTMT,” katanya.

Alhamdulillah, sambung Ihwan, BPOM dan Pemerintah Pusat sudah memberikan lampu hijau untuk digelarnya Vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 6 sampai 11 Tahun. “Tinggal kita tunggu petunjuknya saja. Bila nanti sudah ada petunjuknya, kita harapkan Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan bisa segera menggelar Vaksinasi Pelajar SD ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim bahwa vaksinasi pelajar di Kota Medan telah mencapai 90 persen lebih. Dengan jumlah ini, Kota Medan sudah mencapai target yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Kota Medan juga masuk sebagai daerah tertinggi vaksinasi pelajar,” ucap Bobby, Senin (29/11).

Dikatakan Bobby, vaksinasi di Kota Medan disuntikkan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Untuk mencapai target cakupan vaksinasi pelajar, Pemko Medan telah menargetkan sebanyak 5.000 siswa untuk divaksin setiap harinya. Vaksinasi pelajar yang dilakukan Pemko Medan ini, khusus untuk tingkat SMP sederajat.

Sedangkan pelajar SMA sederajat, berada di bawah kewenangan Pemprov Sumut, sehingga vaksinasi dilakukan oleh Pemprov Sumut. Namun demikian, Bobby Nasution siap membantu dan memfasilitasi vaksinasi pelajar SMA.

“Meskipun pelajar SMA di bawah kewenangan Pemprov Sumut, Kami (Pemko Medan) siap membantu dan memfasilitasi vaksinasi pelajar SMA. Hal ini dilakukan guna memberi perlindungan bagi pelajar yang saat ini sudah mulai PTM. Sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah,” sebutnya.

Dalam upayanya untuk membantu vaksinasi pelajar SMA, Bobby mengaku telah meminta Dinas Kesehatan Kota Medan dan juga Dinas Pendidikan Kota Medan untuk mempersiapkan logistik vaksinasi dan melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumut, sehingga pelajar SMA atau sederajat dapat segera divaksin.

“Saya sudah minta Dinas Kesehatan untuk mempersiapkan logistik vaksinasi bagi pelajar SMA. Selain itu juga, Dinas Pendidikan telah diminta untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemprov Sumut terkait dengan kesiapan Pemko Medan dalam membantu dan memfasilitasi vaksinasi pelajar SMA,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan dr Mardohar Tambunan ketika dikonfirmasi menjelaska,n bahwa sesuai arahan Wali Kota Medan, Pemko Medan siap membantu dan memfasilitasi vaksinasi pelajar SMA. Upaya yang dilakukan saat ini adalah dengan mempersiapkan logistik vaksinasi dan melakukan koordinasi dengan Pemprov Sumut. “Kami telah menyediakan dan mempersiapkan segala bentuk dukungan seperti logistik vaksin dan tenaga kesehatan,” terang Mardohar.

Menurut Mardohar, selain mempersiapkan logistik, pihaknya juga akan melakukan penyesuaian dan pengambilan data dari Dinas Pendidikan Kota Medan dan Dinas Pendidikan Pemprov Sumut. “Setelah mereka tentukan SMA mana yang akan dilakukan vaksinasi, nantinya kita langsung lakukan pelaksanaan vaksinasinya,” tutupnya. (map)

Menkes Imbau Masyarakat Antisipasi Lonjakan Covid-19 Usai Nataru, Kasus Aktif Diprediksi Bisa Tembus 408 Ribu

IMBAU: Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 usai Nataru.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tren kenaikan kasus Covid-19 dilaporkan mulai melonjak di beberapa negara. Ini menjadi sinyal bagi dunia, termasuk Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk negara, baik darat, laut maupun udara terutama menjelang Nataru 2021.

IMBAU: Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 usai Nataru.

Pemerintah mempelajari kenaikan kasus naik signifikan pascalibur panjang. Sebab, saat momen tersebut, terjadi mobilitas dan interaksi yang tinggi antar masyarakat.

Guna menekan penularan kasus yang kian meluas, mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, pemerintah mulai memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia.

“Semua kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini kita pelajari dan awasi dengan ketat dan kita laporkan ke Bapak Presiden. Kami juga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, semuanya masih baik jadi kita tidak perlu khawatir tetapi kita memonitor yang memiliki potensi kenaikan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Selasa (30/11).

Dari hasil pengamatan, lanjut Budi, dilaporkan total 19 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda. Dua daerah yakni Fak-Fak dan Purbalingga dalam kurun waktu 4 minggu berturut-turut ada kenaikan kasus terkonfirmasi.

Selanjutnya ada Lampung Utara yang sudah naik 3 minggu berturut-turut, dan 16 kota yang dua minggu naik. Kendati presentasenya kecil, monitoring terus dilakukan agar tidak terjadi ledakan kasus. “Walaupun jumlahnya masih kecil, positivity rate dan BOR rumah sakit masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau ada kenaikan,” terangnya.

Menurut Budi, kenaikan ini salah satunya dipicu menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus terkonfirmasi serta berkurangnya kesadaran masyarakat menerapkan prokes 5M. “Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testingnya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testingnya sangat rendah,” terang Budi.

Merespons hal ini, Budi meminta kepala daerah agar memperkuat 3T (Testing, Tracing dan Treatment), menegakkan protokol kesehatan 5M dan menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19.

Terkait dengan vaksinasi, per 26 November 2021 pemerintah telah menyuntikkan 231,8 juta dosis vaksin Covid-19 dengan rincian 137,5 juta orang menerima dosis pertama, 93,1 juta orang telah mendapatkan dosis kedua, dan 1,2 juta tenaga kesehatan sudah menerima vaksin dosis ketiga (booster).

Dalam tiga minggu terakhir, laju vaksinasi mengalami penurunan. Hal ini salah satunya disebabkan adanya ketakutan masyarakat menggunakan vaksin yang tersedia terutama vaksin dengan platform mRNA. Oleh karena itu, Budi meminta masyarakat untuk segera vaksinasi Covis-19. Dia mengimbau masyarakat tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. “Tidak usah khawatir vaksin ini terbukti aman, jangan sampai apa yang terjadi di Eropa terjadi di Indonesia,” pungkasnya

Bisa Tembus 408 Ribu Kasus Aktif

Ketua Bidang Data dan IT Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, momentum libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) akan jadi indikator besar akan hadirnya gelombang baru Covid-19 di Tanah Air. Pasalnya, pada masa-masa tersebut akan ada peningkatan mobilitas dari masyarakat.

“Ada beberapa faktor risiko potensi gelombang ketiga. Apakah kasus akan naik pada libur Nataru, yang paling berpengaruh adalah mobilitas, kepatuhan juga, lalu juga skenario (pengetatan) yang masuk zona merah,” jelas Dewi Nur Aisyah dalam acara daring dikutip, Selasa (30/11).

Pihaknya juga sudah membuat prediksi berdasarkan data yang ada, apabila herd immunity terbentuk, mobilitas terjaga dan tidak ada varian baru, maka kasus akan terus melandai. Lalu, jika herd immunity belum terbentuk, mobilitas tinggi dan kepatuhan protokol kesehatan cukup baik, hasilnya akan ada peningkatan jumlah kasus.

Kemudian, skenario apabila herd immunity belum terbentuk, mobilitas tinggi dan kepatuhan protokol kesehatan rendah, ada potensi kenaikan sampai 260 ribu kasus. Lebih parahnya adalah herd immunity belum terbentuk, mobilitas tinggi, kepatuhan protokol kesehatan rendah, serta ada varian baru, diperkirakan kasus di Indonesia akan meningkat sebesar 408 ribu kasus.

“Skenario lain dengan adanya peningkatan infektivitas virus, cakupan vaksinasi yang rendah, mobilitas yang tinggi dan kepatuhan prokes rendah, maka jumlah kasus aktif dapat meningkat mencapai 260 ribu sampai 408 ribu kasus,” ujarnya.

Untuk itu, menurutnya yang harus dipercepat agar menghindari prediksi tersebut adalah percepatan vaksinasi, lalu juga mobilitas yang terkendali. Begitu juga untuk kepatuhan terhadap prokes di lapangan berjalan dengan baik.

“Apapun varian baru seperti Omicron, itu kan tergantung pencegahan dari kita, sejauh mana kita meningkatkan 3M itu paling penting, diluar 3T yang diperbanyak. Sebelum masuk booster, dua dosis penuh juga harus cepat,” tandas dia.

Aturan Baru

Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah mengeluarkan aturan terbaru syarat naik pesawat saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 No. 24/2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyakarat selama Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dikutip dari beleid tersebut, Selasa (30/11/2021), dikatakan bahwa aturan terbaru naik pesawat terbang dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Bali serta perjalanan antarkabupaten atau antarkota di dalam wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali adalah setiap penumpang wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR.

Adapun untuk pemeriksaan PCR tersebut, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Sementara itu, masyarakat yang telah memiliki kartu vaksin dosis kedua juga diminta menyertakan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Kemudian pengguna moda transportasi udara antarkabupaten atau antarkota di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama dan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam.

Meski begitu, sama dengan aturan sebelumnya, ketentuan menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun, pelaku perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya yang melakukan perjalanan dalam negeri di wilayah luar Jawa dan Bali.

Kewajiban menunjukkan kartu vaksin juga dikecualikan bagi pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, bila berkaca pada pengalaman sebelumnya, Nataru berpotensi membuat pergerakan masyarakat melonjak baik untuk kegiatan hari raya keagamaan, keluarga, maupun wisata. Hal tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan penyebaran Covid-19.

Maka dari itu, pada periode Nataru kali ini, pemerintah memperketat aturan perjalanan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 lewat Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 tentang Pengaturan Aktivitas Masyarakat Selama Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi Covid-19.

206.979 Warga Labuhanbatu Sudah Divaksin

Ilustrasi.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga menegaskan kepada jajarannya untuk segera melakukan percepatan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Labuhanbatu.

Ilustrasi.

Hal itu disampaikan Bupati Erik Adtrada saat sosialisasi percepatan vaksinasi Covid-19 kepada kepala desa (Kades) se-kabupaten Labuhanbatu, di ruang data dan karya kantor bupati labuhanbatu, Jalan SM. Raja Rantauprapat, Selasa(30/11).

Bupati Erik diwakili Asisten l Sarimpunan Ritonga menegaskan, agar percepatan vaksinasi segera dilakukan, karena Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menargetkan akhir Desember 2021, 70 persen masyarakat harus sudah divaksin. “Para Kades harus memiliki data base warga masing-masing, agar diketahui jumlah warga yang sudah dan belum menerima vaksin,”ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Kamal Ilham menyebutkan, hingga hari ini sudah ada 206.979 orang masyarakat Labuhanbatu yang telah menerima vaksin dari 376.476 yang ditargetkan.

“Ada tersisa sekitar 261.595 orang yang belum mengikuti vaksin, ini menandakan sekitar 50 persen masyarakat Labuhanbatu telah menerima vaksin. Kita menargetkan di akhir Desember 2021, 70% vaksin harus terealisasi, dengan target utama adalah guru dan anak sekolah, karena mereka telah melakukan pembelajaran tatap muka, agar varian virus yang kita khawatirkan tersebut tidak menyebar kembali, mengingat Labuhanbatu saat ini telah memasuki level 2 PPKM,” ujar Kamal, saat perayaan Hari Guru Nasional. (fdh/han)

Permudah Pendataan Anggota Keluarga, Pemkab Dairi Luncurkan Aplikasi SIDASA

PUKUL GONG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK, Romy Mariani Simarmata memukul gong pada peluncuran aplikasi SIDASA di gedung Balai Budaya Sidikalang, Selasa (30/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Romy Mariani Simarmata meluncurkan penerapan aplikasi sistem informasi dasawisma (SIDASA).

PUKUL GONG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK, Romy Mariani Simarmata memukul gong pada peluncuran aplikasi SIDASA di gedung Balai Budaya Sidikalang, Selasa (30/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Peluncuran aplikasi SIDASA ditandai pemukulan gong oleh Bupati Eddy KA Berutu yang dilaksanakan di gedung Balai Budaya Sidikalang, Selasa (30/11).

Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Dairi, Romy Mariani Simarmata menyampaikan, pada saat pandemi corona virus disiase 2019 (Covid-19) saat ini, tim penggerak PKK mulai dari pusat, provinsi dan daerah melakukan repitalisasi data Dasawisma guna mencapai ketahanan keluarga.

Romy menyampaikan, peluncuran aplikasi SIDASA untuk mempermudah pendataan anggota keluarga, untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Romy Mariani Eddy Berutu mengatakan, salah satu revitalisasi tentang tertib administrasi. TP PKK Dairi mengeluarkan aplikasi SIDASA, sehingga nantinya pendataan sudah dilakukan berbasis eletronik.

Dasawisma beranggotakan 10-20 kepala keluarga (KK) dalam satu dusun. Data berbasis eletronik ini memudahkan menjalankan program Dasawisma. “Dengan adanya data berbasis eletronik, memudahkan menjalankan program- program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga,” kata Romy.

Romy menyebutkan, Desa Bangun Kecamatan Parbuluan, merupakan desa binaan TP PKK Dairi, yang terdiri dari 3 dusun dan 28 Dasawisma, harus tertib administrasi dengan cara berbasis eletronik.

Menurutnya, Ketua Dasawisma selama ini, melakukan pendataan secara manual ke rumah- rumah. Adanya aplikasi SIDASA, data bisa diperbaharui/ update. Data berbasis eletronik nantinya, juga bisa digunakan organisasi perangkat daerah (OPD), karena penggunaan SIDASA bekerja sama dengan Kominfo Dairi dan terintegrasi dengan beberapa OPD.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengapresiasi terobosan dilakukan TP PKK Dairi, meluncurkan aplikasi SIDASA Dairi ini. Penggunaan aplikasi ini, untuk mempermudah mengetahui kondisi anggota dan potensi lainya.

Menurut Eddy, data berbasis elektronik sangat penting, sehingga penempatan program sesuai potensi, katanya. SIDASA jadi alat bantu bagi desa mendata dasawisma dimasyarakat serta kondisi warga kita dari waktu ke waktu ditingkat desa. (rud/han)

276 ASN Pemkab Asahan Diambil Sumpah

DIAMBIL SUMPAH: Sekdakab Asahan, Drs. John Hardi Nasution, Msi membacakan pidato Bupati Asahan H. Surya, BSc pada pengambilan sumpah terhadap 276 ASN.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 276 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Asahan tahun 2021 diambil sumpah oleh Bupati Asahan H. Surya BSc yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Drs. John Hardi Nasution, M. Si di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (30/11).

DIAMBIL SUMPAH: Sekdakab Asahan, Drs. John Hardi Nasution, Msi membacakan pidato Bupati Asahan H. Surya, BSc pada pengambilan sumpah terhadap 276 ASN.

“Sumpah/janji yang saudara ucapkan hari ini merupakan bentuk kesanggupan dan kesungguhan saudara dengan bersaksi kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalani tugas dan tanggung jawab sebagai PNS sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” ucap Bupati Asahan yang dibacakan Sekdakab Asahan.

Sekda Kabupaten Asahan berharap ASN yang disumpah untuk memiliki tekad kuat, dan turut serta menyukseskan terwujudnya visi misi Pemerintah Kabupaten Asahan, yaitu Masyarakat Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter.

Untuk itu, lanjut Jhon Hardi Nasutio, Diharapkan, seorang ASN dapat bertindak secara profesional dan proporsional dalam tanggung jawab masing-masing, moralitas terjaga, efektif atau berdaya guna, produktivitas tinggi dengan kualitas yang tinggi pula, transparan serta akuntabel, menjauhi segala macam bentuk KKN.

Sementara Kepala BKD Kabupaten Asahan Nazaruddin, SH mengatakan tujuan diambil sumpah/janji PNS adalah untuk memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku, agar para PNS yang baru diangkat menaati kewajiban dan/atau tidak melakukan larangan yang ditentukan yang diikrarkan dihadapan atasan yang berwenang.

Disebutkan Nazaruddin, dari 276 orang ASN dari CASN formasi tahun 2018 sebanyak 234 orang, dan Dokter/Bidan PTT tahun 2019 sebanyak 42 orang.

Berdasarkan agama, untuk Agama Islam 211 orang, Agama Kristen 64 orang dan Agama Budha 1 orang. Berdasakan golongan, untuk Golongan Ruang II/a 26 orang, Golongan Ruang II/c 50 orang, Golongan Ruang III/a 168 orang dan Golongan Ruang III/b 32 orang. (dat/han)

Darma Wijaya Ajak Semua Pihak Membangun Sergai Lebih Maju

TERIMA: Bupati Sergai Darma Wijaya menerima APBD Sergai Tahun 2022 dari Ketua DPRD Sergai pada sidang paripurna penegesahan RAPBD menjadi APBD tahun 2022.SOPIAN/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya didampingi Wabup Adlin Umar Yusri Tambunan menghadiri rapat paripurna DPRD dengan agenda Pengesahan Rancangan Peraturan Dae- rah (Ranperda) Tentang APBD Kabupaten Sergai Tahun Anggaran (TA) 2022.

TERIMA: Bupati Sergai Darma Wijaya menerima APBD Sergai Tahun 2022 dari Ketua DPRD Sergai pada sidang paripurna penegesahan RAPBD menjadi APBD tahun 2022.SOPIAN/SUMUT POS.

Dihadapan Ketua DPRD Sergai dr Muhammad Riski Ramadhan Hasibuan, Wakil Ketua dan anggota DPRD Sergai, Bupati Sergai Darma Wijaya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih serta penghargaan yang memberikan dukungan dan kerja sama di mana proses pembahasan sampai dengan pengesahan dapat berjalan dengan baik.

“Kita sama-sama berharap rancangan APBD yang telah disahkan ini merupakan program prioritas yang kita tetapkan sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat yang saat ini dirasakan semakin berkembang, bahkan cenderung semakin meningkat,” ucapnya.

Dengan disahkannya R-APBD TA 2022 ini, pemerintah telah memiliki landasan hukum dan pedoman dalam merealisasikan berbagai program kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2022, yaitu untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan seluruuh masyarakat Kabupaten Sergai.

“Kita harus bersinergi dan berkesinambungan melakukan langkah nyata dalam memenuhi tuntutan dan aspirasi masyarakat, baik yang bersifat kebutuhan langsung maupun dalam penyediaan sarana dan prasarana umum yang diperlukan, khususnya membangun infrastruktur daerah demi mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat,” lanjut Darma.

Dirinya mengajak agar setiap pihak terus bergerak maju untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sergai yang Maju Terus, Mandiri, Sejahtera, dan Religius. Dalam hal ini juga, Darma berharap agar seluruh pihak bergandengan tangan, karena keberhasilan pembangunan yang kita laksanakan akan tetap membutuhkan keterlibatan seluruh stake holder baik eksekutif, legislatif serta masyarakat terutama dalam mengatasi setiap permasalahan dan tantangan yang selalu ada di hadapan.

“Kita juga perlu melakukan peningkatan budaya kerja nyata, berdisiplin dan profesionalisme dari semua jajaran aparatur pemerintah yang menjadi pemikir, perencana dan pelaksana pembangunan itu sendiri. Kami percaya dengan niat yang tulus dari kita semua dan kita memiliki kemampuan yang besar serta diiringi kepedulian semua pihak untuk merubah kondisi yang kita hadapi sekarang ini menuju ke arah yang lebih baik, maka Insya Allah apa yang menjadi harapan kita kedepan akan dapat dicapai,” ucapnya.

Darma Wijaya mengajak segenap pihak di Kabupaten Sergai untuk saling bahu membahu, bergotong royong sesuai bidang tugasnya masing-masing untuk membangun Sergai menuju kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“Karena itu perlu kita pahami bersama bahwa kepentingan orang banyak, kepentingan masyarakat kabupaten ini harus ditempatkan di atas segala-galanya dan semoga apa yang kita kerjakan untuk kabupaten ini selalu menjadi berkah untuk kita semua,” tandas Darma. (ian)

Wali Kota Gunungsitoli Sampaikan Tanggapan Pandangan Umum Fraksi DPRD RAPBD 2022

SAMPAIKAN: Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua menyampaikan tanggapan Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kota Gunungsitoli tentang RAPBD TA 2022.ADITIA LAOLI/SUMUT POS.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Menanggapi pemandangan umum fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) tentang Rancangan Peraturan Daerah (RAPD) Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2022, Walikota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua rapat paripurna, Senin (29/11) menyampaikan terimakasih dalam upaya penajaman tujuan dan sasaran program prioritas pembangunan daerah.

SAMPAIKAN: Wali Kota Gunungsitoli, Ir Lakhomizaro Zebua menyampaikan tanggapan Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kota Gunungsitoli tentang RAPBD TA 2022.ADITIA LAOLI/SUMUT POS.

Adapun tanggapan atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Gunungsitoli adalah, Pemerintah Kota Gunungsitoli diharapkan tetap dan terus berupaya mengoptimalkan kinerja perangkat daerah yang berorientasi pada penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi, serta pelayanan pada masyarakat.

Terkait dengan harapan peningkatan pelayanan dasar bidang kesehatan dan pendidikan, Walikota menyatakan Pemerintah Kota Gunungsitoli akan terus berupaya menyediakan infrastruktur, sarana dan prasarana serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dengan tetap mempedomani ketentuan dan peraturan perundang-undangan.

Bahwa penyusunan dokumen perencanaan dan pengganggaran, secara khusus struktur APBD TA 2022 tetap mempedomani regulasi yang ditetapkan dengan tetap memegang prinsip pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, transparan, efisien dan efektif.

Selanjutnya, pandangan Walikota terkait peningkatan/pemeliharaan jalan dalam kota, Pemerintah Kota Gunungsitoli secara berkelanjutan memprogramkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Sementara untuk optimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah, Walikota mengatakan bahwa hal itu merupakan salah satu fokus utama Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan asli daerah, termasuk mengoptimalkan potensi unggulan daerah yang dapat meningkatkan PAD.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh fraksi, pimpinan dan segenap anggota dewan yang terhormat, yang telah menyampaikan pemandangan umum, serta rekomendasi dalam melanjutkan tahapan pengambilan keputusan atas Ranperda tentang APBD Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2022,” ucap Walikota mengakhiri. (adl/han)

Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 di Dairi Capai 79,63 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Dairi, Ruspal Simarmata.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Dairi, terus dikebut. Hingga 29 November 2021, capaian vaksinasi untuk tahap 1 sudah mencapai 187.001 orang dari target 234.820 orang atau sekira 79,63 persen. Dan capaian vaksinasi untuk tahap 2, sebanyak 161.075 atau 68,59 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Dairi, Ruspal Simarmata.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Dairi, Ruspal Simarmata ditemui wartawan, Selasa (30/11). Ruspal memaparkan, tim dari Puskesmas dan Kepala Desa sedang melakukan vaksinasi secara door to door bagi warga yang belum mendapat vaksin.

Ruspal menyebutkan, dari target sasaran masih ada yang belum mau divaksin, tetapi hanya kelompok kecil/tertentu. Kelompok tertentu dimaksud, termasuk masalah pemahaman agama dan orangtua/lansia yang merasa tidak perlu divaksin.

Padahal lanjut Ruspal, khusus yang sudah lanjut usia (Lansia), mereka sangat rentan tertular Covid-19. “Ketika ditanyakan, warga tersebut mengakut takut. Padahal sudah diberikan edukasi/pemahaman kepada mereka/lansia,”ungkap Ruspal.

Sementara untuk kelompok yang tidak mau divaksin dikarenakan pemahaman agama seperti terjadi di Desa Karing, dan sebagian di Desa Pasi serta di kompleks Pasar Sidikalang, sudah dilakukan upaya pendekatan melalui tokoh agama supaya mereka mau divaksin.

Ruspal menegaskan, vaksinasi akan diterus digencarkan. Untuk target Sumatera Utara, capaian Dairi sudah lumayan bagus. Karena target Sumut sampai akhir tahun 2021 diangka 70 persen.

Ruspal mengajak masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) khususnya di kegiatan-kegiatam pesta sebagai upaya pengendalian Covid-19. (rud/han)

Hadirkan GM Starbucks Farmer Support Center Indonesia, PT Toba Pulp Lestari Selenggarakan Sekolah Kopi

PESERTA: Para peserta berfoto bersama saat pelatihan Sekolah Kopi yang diselenggarakan oleh TPL.

SUMUTPOS.CO- Kopi menjadi salah satu komoditas andalan bagi para pelaku usaha perkebunan atau para petani di Toba. Beragam jenis kopi berkualitas dapat tumbuh dengan baik dalam kondisi cuaca dan suhu yang memadai.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), luas areal tanaman kopi di sekitar kawasan Danau Toba cukup signifikan. Sekiranya ada sekitar 71.955 hektar luas areal kopi Arabika dan 19.416 hektar kopi robusta.

Pada Bulan November hingga Desember 2021 PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) menyelenggarakan sekolah kopi dengan jumlah peserta berkisar 115 orang. Petani kopi yang mengikuti Sekolah Kopi adalah masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan baik di Mill (Pabrik) dan Sektor. Pelatihan di sekolah Kopi ini dapat mengetahui potensi yang dimiliki oleh para petani yang ada di Ring I wilayah operasional perusahaan, sehingga perusahaan dapat membantu pengembangan mereka.

Para petani kopi yakni berasal dari Desa Banjar Ganjang dan Tangga Batu II (Mill, Kabupaten Toba), Desa Sidulang Simangulahi, Lobu Sihandangon, Parsoburan, Lumban Ruap, Sabungan Nihuta IV dan Pohan Jae (Sektor Habinsaran, Kabupaten Toba & Tapanuli Utara), Sihaporas dan Pondok Buluh (Sektor Aek Nauli, Kabupaten Simalungun), Aek Raja, Horisan Ranggitgit dan Huta Tinggi (Aek Raja, Kabupaten Tapanuli Utara) serta Desa Simataniari (Sektor Tele, Kabupaten Samosir).

Pelaksanaannya terbagi di 2 lokasi, yaitu di Saribu Dolok, Kabupaten Simalungun dan Kebun Percontohan SSC Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara.Salah satu peserta pelatihan sekolah kopi, Asbel Purba, mengucapkan rasa terima kasihnya diikutkan dalam kegiatan ini. Sehari-harinya, Asbel merupakan Perangkat Desa Simataniari yang juga bertani kopi memiliki lahan sebanyak 200 batang.

“Sebenarnya di Desa Simataniari, budidaya penanaman kopi itu masih tradisional. Banyak hal dan ilmu yang baru kami ketahui pada pelatihan ini. Kami diajarkan bagaimana cara menanam kopi yang baik, contohnya, cara pembuatan lubang. Biasanya kami membuat lubang asal-asalan, disini kami jadi tahu bahwa ada patokannya sesuai yang diterangkan oleh trainer,” kata Asbel.

Pelatihan ini diadakan dalam dua tahap, yang berkolaborasi dengan Starbucks Farmer Support Centre, Berastagi dengan mendatangkan pelatih kopi, yakni Surip Mawardi selaku Kepala Agronomi dan General Manager Starbucks Farmer Support Centre Indonesia. Pada tahap pertama para petani akan dilatih mengenai budidaya kopi dan pada tahap kedua lebih mengarah pasca panen kopi.

“Para petani sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Karena masih awal, sifat pelatihan ini mengarah ke pengenalan budidaya umum mengenai kopi dengan pendekatan yang lebih ringan karena kebanyakan peserta adalah orang dewasa. Sebagian besar mereka dibawa langsung ke lapangan, melihat prakteknya agar tidak membosankan seperti di dalam ruangan kelas. Sehingga para petani akan lebih mudah menyerap materi,” jelas Surip.

Selain itu, Surip mengharapkan para petani tidak hanya belajar namun juga mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sehingga dapat meningkatkan pendapatan melalui peningkatan produktivitas dan mutu kopi.

“Sumatera sendiri memiliki potensi kopi arabika yang luar biasa dan cita rasanya khas. Sulit ditandingin bahkan disamai dari wilayah manapun. Termasuk dalam golongan kopi yang mahal. Oleh sebab itu, kami dari Starbucks dengan senang hati untuk membantu para petani mendapatkan kesejahteraannya. Melalui pelatihan ini, Starbucks ingin menunjukkan dedikasi kepada para petani di dunia termasuk Indonesia. Tentunya berkolaborasi dengan dukungan TPL untuk membuat semacam Demo Farm (Metode Penyuluhan Lapangan), supaya lebih nyata di lapangan,” tambah Surip.

Manager Community Development, Ramida Siringo-ringo didampingi Community Development Officer, Tasya Sirait, mengatakan, tujuan untuk memberikan pelatihan kepada para petani ini agar mereka dapat mengenali mutu dan mendapatkan edukasi yang baik untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi.

“Melalui pelatihan di sekolah kopi ini, TPL hadir berkontribusi kepada para petani untuk memberikan pengetahuan baru mengenai penanaman kopi yang baik, efektif dan efisien. Diantaranya, para petani jadi tahu bagaimana membuat lubang tanam menggunakan alat yang lebih cepat dan modern dibandingkan dengan metode konvensional menggunakan cangkul,” pungkas Ramida.

Ramida menyampaikan, setelah mengikuti pelatihan ini, pendampingan dan monitoring akan tetap dilakukan kepada para petani. Bibit kopi, gunting potong dan hal lainnya juga telah diberikan sebagai bentuk dukungan agar para petani bersemangat menerapkan ilmu baru yang telah diterima.

“Harapannya ke depan, para petani dapat menerapkan pengetahuan yang telah di dapatkan untuk meningkatkan kualitas kopi yang dihasilkan sehingga dapat menjadi Local Champion dan menjadi contoh bagi petani lainnya,” sebut Ramida. (rel/ram)

Telkomsel Hadirkan Dunia Games Awards 2021, Apresiasi Capaian Prestasi Industri Game Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler terus berupaya mengakselerasi setiap aspek di ekosistem gaming dan esports Tanah Air untuk semakin berkembang hingga mampu mewujudkan cita-cita bangsa menuju milestone baru di sektor digital.

Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, pada tahun ini Telkomsel melalui Dunia Games akan menggelar Dunia Games Award 2021 (DGA 2021) untuk terus memacu spirit bagi seluruh insan agar terus berkontribusi untuk mendukung kemajuan salah satu sektor ekonomi kreatif nasional. Acara puncak penghargaan tersebut akan diselenggarakan pada 23 Desember 2021 di Jakarta.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, “Ajang Dunia Games Awards 2021 merupakan bentuk komitmen Telkomsel untuk terus memaksimalkan perannya sebagai enabler, yang bukan hanya memperkuat ekosistem gaming dan esports Indonesia melalui pengembangan platform Dunia Games maupun perhelatan berbagai kompetisimelainkan juga melalui pemberian apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari gamer hingga pengembang game lokal yang telah memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan industriterkait. Oleh karena itu, Telkomsel berharap DGA 2021 dapat menjadi stimulus yang mampu menumbuhkan semangat seluruh pihak di industri gaming dan esports agar dapat terus berkarya, bersinergi dan berkolaborasi demi menghadirkan #IndonesianPride yang akan turut berdampak pada kemajuan ekonomi kreatif Indonesia.”

Pada ajang penghargaan tersebut, Telkomsel akan memberikan apresiasi kepada para gamer, atlet esports profesional, content creatoresports organizer, publisher dan developer game lokal, celebrity gamer hingga fans club esports  yang akan terbagi ke dalam 17 kategori. Berbagai kategori tersebut meliputi nominasi untuk esports Male dan Female Player of the Year, esports Team of the YearGame of the Year, Cosplayer of the Year, Coach of the Year, dan yang spesial akan ada Lifetime Achievement yang diberikan dalam ajang DGA 2021.

Nirwan lebih lanjutmenjelaskan, kandidat-kandidat yang masuk di setiap kategori nominasi dipilih berdasarkan penyeleksian ketat. Dimulai dengan melakukan penilaian dan survei melalui platform media dan lembaga Dailysocial.id untuk memastikan kelayakan kandidat dari setiap kategori. Telkomsel turut menggandeng 23 Panelist dengan berbagai latar belakang di industri gaming dan esports Indonesia, seperti dari media esports, esports organizer, CEO organisasi esports, dan publisher game lokal untuk menyeleksi ratusan lebih kandidat sehingga hanya tersisa lima terbaik di setiap kategori.

Para pemenang yang berhak mendapatkan apresiasi di ajang DGA 2021 ini dipilih langsung oleh masyarakat melalui mekanisme vote yang dilakukan secara daring di situs  dgawards.duniagames.co.id mulai dari 1 sampai 14 Desember 2021. Untuk meningkatkan pengalaman, masyarakat yang selesai melakukan vote dapat menjelajahi “Virtual World” Dunia Games dengan melakukan beragam aktivitas, seperti bermain mini game, berburu harta karun, mengoleksi DG Exp dan melakukan redeem beragam hadiah menarik, hingga melihat virtual screen untuk mengakses konten MAXstream. Malam kemeriahan DGA 2021 akan ditayangkan live secara eksklusif di aplikasi MAXstream, channel YouTube Dunia Games, YouTube Telkomsel pada 23 Desember 2021 dan highlight rangkuman kegiatan di SCTV pada 24 Desember 2021, pukul 12.00-12.30 WIB.

“Industri gaming dan esports Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif yang dibuktikan dengan semakin banyaknya elemen yang hadir untuk memperkuat ekosistemnya hingga berbagai prestasi tingkat global yang berhasil diraih oleh para gamer kebanggaan kita. Melalui ajang penghargaan ini, Telkomsel bukan hanya ingin mengapresiasi, melainkan juga menyampaikan bentuk komitmennya untuk selalu mendukung siapa pun yang ingin terus bergerak maju melalui karya, kontribusi, hingga prestasi yang dapat menginspirasi dan khususnya memberikan dampak yang lebih luas bagi kemajuan bangsa,” tutup Nirwan.

Informasi lebih lanjut mengenai Dunia Games dapat diakses melalui www.duniagames.co.id.