27.6 C
Medan
Tuesday, January 20, 2026
Home Blog Page 2977

Sungai Deli dan Babura Meluap, 474 Rumah di 4 Kecamatan Terendam, Medan Maimun Paling Parah

RUMAH TERENDAM Seorang anak menunjuk rumah warga yang tergenang air di Kecamatan Medan Maimun, Minggu (31/10). Sedikitnya 474 rumah di 4 kecamatan di Kota Medan terendam akibat Sungai Deli dan Babura meluap. Sementara foto atas, Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau saluran drainase di Kelurahan Binjai, Medan Denai.

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, Kota Medan masih akan mengalami cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan. Karenanya, masyarakat Kota Medan dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem ini.

RUMAH TERENDAM Seorang anak menunjuk rumah warga yang tergenang air di Kecamatan Medan Maimun, Minggu (31/10). Sedikitnya 474 rumah di 4 kecamatan di Kota Medan terendam akibat Sungai Deli dan Babura meluap. Sementara foto atas, Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau saluran drainase di Kelurahan Binjai, Medan Denai.

Pada Sabtu (30/10) malam hingga Minggu (31/10) dinihari, hujan deras melanda Kota Medan hingga menimbulkan banjir di sejumlah kawasan di Kota Medan. Tercatat, sebanyak 1.957 jiwa dari 474 rumah pada 4 kecamatan di Kota Medan terendam banjir. Namun begitu, tak ada korban jiwa dari bencana banjir tersebut.

Kepada Sumut Pos, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Muhammad Husni mengatakan, intensitas hujan memang terbilang sangat tinggi pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Intensitas hujan yang tinggi ditambah debit air yang cukup besar dari hulu, mengakibatkan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (TMA-DAS) Deli dan Babura meningkat sehingga menggenangi pemukiman warga yang ada di sekitarnya.

“Total rumah yang terendam banjir ada 474, itu tersebar di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Medan Maimun, Medan Baru, Medan Selayang, dan Medan Johor. Total ada 1.957 jiwa yang mengalami banjir tersebut,” kata Husni kepada Sumut Pos, Minggu (31/10) siang.

Dijelaskan Husni, dari 4 kecamatan tersebut, Kecamatan Medan Maimun merupakan kecamatan yang mengalami bencana banjir terparah. Tercatat, ada 2 Kkelurahan di Kecamatan Medan Maimun yang mengalami banjir pada Minggu dinihari kemarin, yakni Kelurahan Sei Mati dan Kelurahan Aur.

Bahkan karena ketinggian air di sana cukup tinggi, maka 25 warga Kelurahan Sei Mati terpaksa harus meninggalkan rumahnya dan harus mengungsi ke Kantor Lurah Sei Mati. “Di kelurahan Sei Mati, tepatnya di Jalan Brigjend Katamso Gang Merdeka dan Gang Bidan, Lingkungan 8 dan 9, ada 145 rumah dan 710 jiwa yang mengalami banjir, 25 jiwa terpaksa harus mengungsi, sebab ketinggian air rata-rata di atas 1 meter. Tapi Alhamdulillah, pagi tadi Pukul 09.30 WIB debit air sudah turun sekitar 80 cm dan saat ini terus menurun,” ujarnya.

Sedangkan di Kelurahan Aur, Medan Maimun, tepatnya di Jalan Letjend Suprapto, Lingkungan 3 dan 4, total ada 182 rumah yang terendam banjir dan 575 jiwa mengalami dampak dari banjir tersebut. Pantauan terakhir Pukul 09.45 WIB kemarin, ketinggian air sudah berkurang sekitar 90 cm.

Selain itu, kata Husni, banjir juga terjadi di Kecamatan Medan Baru, tepatnya di Jalan Jamin Ginting komplek Pamen, Lingkungan 3 dan 4, Kelurahan Padang Bulan. Total ada 22 rumah dan 102 jiwa yang terkena banjir, namun pada Minggu siang kemarin air sudah tampak surut hingga 40 cm.

“Lalu di Medan Selayang, itu di Jalan Sari Rejo Lingkungan 6, Kelurahan Beringin. Disana ada 55 rumah dan 250 jiwa yang terkena banjir. Tadi jam 10.30 WIB sudah surut sampai 40 cm, makanya warga yang sempat mengungsi di Masjid Al Qomar di daerah itu sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya.

Terakhir, banjir juga terjadi di Jalan Luku Gang Bersama, Lingkungan 3, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Di kawasan tersebut, ada 70 rumah dan 320 jiwa yang mengalami banjir. Namun Pukul 10.40 WIB kemarin, air sudah surut total. Warga yang tadinya sempat mengungsi ke Masjid Muttaqin, sudah kembali ke rumahnya masing-masing. “Bagi yang masih mengungsi, katakan seperti yang di Kelurahan Sei Mati, itu dibantu makan/minum dan obat-obatannya. Kita berharap warga tetap waspada karena saat ini memang memasuki musim penghujan, kami pun terus berkoordinasi dengan BMKG terkait prakiraan cuaca,” tutupnya.

Bobby Terobos Hujan dan Angin Kencang

Sementara, sebelas rumah warga di Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai mengalami rusak berat akibat disapu angin puting beling, Sabtu (30/10) malam. Mendapat kabar itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution malam itu juga langsung meninjau ke lokasi bencana.

Menurut warga, akibat terjangan angin kencang tersebut, sebanyak 11 rumah warga setempat pun rusak. Sebagian atap rumah warga terbang. Kerusakan bervariasi mulai 15-50 persen. Bahkan ada dapur rumah warga yang roboh diterjang angin.

“Tadi dapat laporan warga ada bencana puting beliung di Denai. Saya langsung cek melihat kondisi warga. Ini bencana tak dapat kita hindari, tapi syukur tak ada korban jiwa. Rumah warga ada rusak, atapnya terbawa angin kencang,” kata Bobby,Minggu (31/10) dini hari. “Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemko Medan akan terus memberikan bantuan kepada warga yang jadi korban angin puting beliung ini. Sementara warga yang rumahnya rusak nginap di rumah tetangga,” lanjut Bobby.

Bobby lantas memerintahkan BPBD Medan untuk segera menyalurkan bantuan. Malam itu juga diantar bantuan berupa matras atau tikar dan selimut untuk meringankan beban warga. Hal itu diamini Camat Medan Denai Ali Sipahutar. “Iya tadi Pak Wali langsung meninjau warga. Selain bantuan sembako yang langsung dibawa Pak Wali, tadi kita juga diperintahkan koordinasi dengan BPBD. Sudah diantar matras sama selimut untuk warga,” kata Ali.

Setelah mengecek kondisi rumah warga, Bobby langsung mengecek kondisi parit atau drainase di wilayah Medan Denai.

Cuaca Ekstrem

Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Utami Al Khairiyah menjelaskan, terjadinya banjir di Kota Medan dan sekitarnya pada 30 Oktober 2021,  disebabkan oleh terdapat gangguan cuaca berupa tekanan rendah (Low)  di wilayah Teluk Benggala, menyebabkan terjadinya konvergensi di wilayah Sumbagut. Selain itu, puncak pertumbuhan awan di Kota Medan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dengan nilai suhu puncak awan mencapai -75 °C.

Hal ini menunjukkan, kandungan uap air dalam awan cukup banyak, sehingga pertumbuhan awan cukup berpotensi terjadi yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai guntur dan angin kencang. “Kondisi lokal lapisan udara atas di wilayah Medan dan Sekitarnya memiliki kelembaban tinggi juga bersifat Labil,” sebutnya.

Untuk prospek ke depannya, tegas Utami, untuk beberapa hari ke depan, diprakirakan 3 hari ke depan, Kota Medan dan sekitarnya, masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang dan badai petir pada sore hingga dini hari. “Jadi masyarakat Kota Medan dan sekitarnya, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap  cuaca ekstrem ini,” tandasnya.

Pemko Diminta Fokus Atasi Banjir

Anggota Komisi IV DPRD Medan Syaiful Ramadhan, mendorong Pemko Medan untuk segera merealisasikan program-program yang dijanjikan kepada masyarakat, salah satunya terkait permasalahan banjir. Apalagi kemarin, sejumlah kawasan di pinggiran Sungai Deli terendam banjir, seperti di kawasan di Kelurahan Aur dan Sei Mati yang mengalami banjir terparah akibat luapan banjir Sungai Deli dan Sungai Babura.

“Permasalahan banjir termasuk permasalahan yang menjadi perhatian Wali Kota Medan. Bahkan ketika kampanye, Wali Kota Medan berkomitmen untuk menyelesaikannya. Kita akan terus mendorong agar Pemko Medan bisa fokus menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat, salah satunya dengan mendukung penganggaran di APBD,” ucap Syaiful Ramadhan kepada wartawan, Minggu (31/10).

Dikatakan politisi muda PKS tersebut, penyelesaian persoalan di masyarakat akan bisa tercapai dengan tepat sasaran jika komitmen terhadap permasalahan tersebut dibarengi dengan tindaklanjut penganggaran. “Komitmen Wali Kota sangat mendapat sambutan yang positif dari masyarakat, untuk itu kita juga akan mendorong terhadap OPD terkait agar memberikan porsi penganggaran yang memadai,” katanya.

Sayangnya hingga saat ini, persoalan banjir ini telah menjadi persoalan yang terus menerus terjadi tanpa adanya solusi. “Kawasan Kampung Aur dan beberapa lagi yang ada di pinggiran Sungai Deli kerap menerima janji dan harapan saja, eksekusinya tidak ada,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Syaiful, masalah banjir kemarin harus menjadi momentum bagi Wali Kota Medan, DPRD Medan, serta masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi dan menyelesaikannya. “Tapi kalau Warga di pinggiran Sungai saya kira sudah sangat terbuka, mereka sangat mengharapkan persoalan banjir bisa dituntaskan,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Badan Anggaran DPRD Medan ini berjanji akan berupaya untuk membawa persoalan ini ke rapat-rapat strategis di DPRD Medan, salah satunya dalam pembahasan RAPBD 2022 mendatang. “Persoalan keresahan warga pinggir sungai ini sudah kita sampaikan jauh-jauh hari. Banjir hari ini semoga menjadi momentum untuk menjadikan persoalan ini bisa diselesaikan nantinya, kita akan mendorong supaya ada porsi anggaran di APBD 2022,” pungkasnya. (map/dwi)

Bugarkan Masyarakat, PKS Sumut Gelar Senam Serentak di 17 Titik di Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPW PKS Sumatera Utara melalui Departemen Olahraga dan Kebugaran Bidang Kepanduan, menggelar senam serentak di 17 titik Kota Medan. Ini merupakan bagian dari acara Training For Trainer (TFT) Instruktur Senam PKS yang dihelat, Sabtu (30/10) kemarin.

Hadir dalam acara pembukaan, Mustafa Ismail SE mewakili Ketua DPW PKS Sumut dan Zulfikar SPdI selaku Ketua Bidang Kepanduan DPW PKS Sumut. Hadir menjadi narasumber “Si Jiwa” Fakhruddin Amri Damanik Instruktur Kebugaran Internasional dan Kusnadi SOr, Ketua Departemen Kebugaran DOKE DPP PKS yang hadir secara virtual.

Coach Eko Astrian selaku ketua panitia menyampaikan, senam PKS serentak ini merupakan simbol kesiapan instruktur untuk terjun ke masyarakat. “Alhamdulillah, sebanyak 44 peserta yang datang dari 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara sudah kita latih dan siap terjun ke masyarakat untuk melakukan senam PKS rutin di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Eko menambahkan, senam PKS untuk masyarakat merupakan program rutin sudah berjalan, dan melalui TFT ini PKS Sumut memproyeksikan penambahan jumlah instruktur senam secara signifikan untuk bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas lagi. “Kesehatan dan kebugaran merupakan kebutuhan utama kita semua, harapan PKS Sumut melalui acara ini adalah terjadi penambahan instruktur senam PKS yang baru di daerah-daerah di Sumatera Utara,” ungkap Eko.

Acara senam serentak ini direncanakan menjadi agenda rutin untuk dilakukan seluruh Dewan Pengurus Tingkat Daerah yang ada di Sumatera Utara. “Alhamdulillah acara berlangsung sukses, meskipun sempat turun hujan pagi tadi. Namun, kawan-kawan di DPC PKS Medan Maimun mengalihkan kegiatan senam menjadi kegiatan khidmat membantu masyarakat yang terkena musibah banjir,” lanjutnya.

Acara TFT ditutup pada Minggu (31/10) sore di halaman BLPP Sumut. Acara penutupan ditandai dengan penyerahan seragam instruktur oleh Ketua Bidang Kepanduan DPW PKS Sumatera Utara Zulfikar SPdI. “Kita akan monitoring secara berkala kegiatan senam PKS di daerah-daerah sebagai wujud pelayanan PKS untuk masyarakat.” tutup Eko. (adz)

Warga Desa Sukamaju Berharap Polres Karo Konsisten

KARO, SUMUTPOS.CO – Setelah melakukan aksi demo beberapa waktu lalu, perwakilan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Tigapanah, didampingi kuasa hukumya Imanuel Elihu Tarigan, dan Ketua Projo Kabupaten Karo Lloyd Reynold Ginting, memenuhi undangan Kapolres Tanah Karo, Sabtu (30/10) lalu.

Pertemuan ini berlangsung di Mapolres Tanah Karo Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Menurut Lloyd, kehadiran pihaknya atas undangan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, guna membahas pengaduan dan laporan masyarakat Desa Sukamaju, atas dugaan perusakan dan penyerobotan lahan oleh PT Bibit Unggul Karobitek (BUK).

Menurut Lloyd, dari hasil pembahasan itu, diputuskan, pengaduan masyarakat Desa Sukamaju akan tetap dilanjutkan. Mengenai kasus penyerobotan lahan Desa Sukamaju juga akan tetap dilanjutkan oleh Polres Tanah Karo, dan akan dilakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) dalam waktu dekat ini ke Puncak 2.000 Siosar.

“Kami berharap Polres Tanah Karo tetap konsisten dalam penegakkan hukum di kabupaten ini. Kalau tidak, masyarakat Karo harus siap bangkit untuk melawan,” ungkap Lloyd.

Sementara itu, Sekretaris DPC Projo Kabupaten Karo Imanuel Elihu Tarigan, pun berharap, ada titik terang dalam kasus ini. Dia mengatakan, pihaknya siap membantu siapa saja warga di Kabupaten Karo ini, yang dalam menghadapi masalah-masalah hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk ketiga kalinya ratusan masyarakat Desa Sukamaju, Kecamatan Tigapanah, kembali ‘menggeruduk’ Kantor BPN/ATR Kabupaten Karo. Karena belum ada kejelasan dan tanggapan yang serius dari pihak BPN Kabupaten Karo, masyarakat Desa Sukamaju sempat bertahan di ruas jalan depan Kantor Bupati Karo, dan menjadi perhatian masyarakat yang melintas, Rabu (27/10) lalu.

“Persoalan ini harus dituntaskan. Tanah ulayat warga Desa Sukamaju harus dikembalikan, bukan malah dikuasai pihak penguasa luar dengan membawa perseroan terbatas (PT) yang mengklaim memiliki HGU seluas 89,5 hektare diterbitkan instansi BPN/ATR pada 1997,” tegas warga.

Dalam kasus ini, ada dugaan penerbitan peta bidang HGU PT BUK pada Desember 2020 lalu, yang dilakukan secara diam-diam, karena tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat petani Desa Sukamaju, Desa Kacinambun, dan Desa Lau Riman, yang berbatasan langsung dengan areal PT BUK. Sehingga telah terjadi tumpang tindih kepemilikan warga atas lahan areal Puncak 2.000 Siosar yang diklaim PT BUK.

Warga juga mendesak BPN Kabupaten Karo menunjukkan prosedur penerbitan peta bidang HGU PT BUK pada Desember 2020, apakah telah sesuai dengan prosedur yang ada di dalam PP No 24 Tahun 1997, tentang Pendaftaran Tanah, yang mengatur tentang syarat dan mekanisme pengukuran bidang tanah. “Tunjukkan surat-suratnya kepada kami. Kalau sesuai, kami mundur. Dan kalau tidak (sesuai), kami minta batalkan peta bidang tersebut. Dan lakukan pengukuran kembali areal HGU PT BUK,” desak warga. (deo/saz)

LPM Desa Marindal 1 Santuni Duafa dan Anak Yatim

BERSAMA: Pengurus LPM Desa Marindal 1 diabadikan bersama anak yatim usai memberikan santunan di Yayasan Pendidikan Daarul Istiqlal, Minggu (31/10).

PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, menggelar kegiatan donor darah, dan menyantuni duafa serta anak yatim sebanyak 100 orang, dengan memberikan bantuan berupa sembako dan uang tunai. Kegiatan ini digelar di Yayasan Pendidikan Daarul Istiqlal, Jalan Pantai Rambung, Gang Cakra 2, Pasar 3, Desa Marindal 1, Minggu (31/10).

BERSAMA: Pengurus LPM Desa Marindal 1 diabadikan bersama anak yatim usai memberikan santunan di Yayasan Pendidikan Daarul Istiqlal, Minggu (31/10).

Ketua LPM Desa Marindal 1 Boge Juniardi, yang juga pemilik Yayasan Pendidikan Daarul Istiqlal, dalam sambutannya mengatakan, rangkaian kegiatan yang digelar LPM Desa Marindal 1 sebelumnya telah melakukan penanaman pohon sebanyak 1.500 batang bibit tanaman besar dan buah. Kemudian dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, LPM Desa Marindal 1 menggelar donor darah, santunan dhuafa dan anak yatim. “Hal ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan berbagi kepada kaum dhuafa serta anak yatim,” ungkap Boge.

Boge juga menjelaskan, asal mula berdirinya Yayasan Pendidikan Daarul Istiqlal. Menurutnya, sekolah tersebut dibangun tanpa ada kredit dari bank dan mengusung tema jangan ada anak yang tidak sekolah, serta memberi beasiswa gratis sampai tamat bagi masyarakat yang tidak mampu serta anak yatim.

“Saat ini kami sudah memiliki 1.200 siswa, mulai dari SD, SMP, dan SMA. Semua ini dibangun dengan semangat dan doa bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, dalam pidatonya menyampaikan, dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, sudah saatnya para pemuda bersatu, bangkit, dan tumbuh, serta harus mampu berinovasi, kreatif untuk menjadi pemimpin di masa depan.

“Saat ini, stok darah yang ada di Palang Merah Indonesia (PMI) berkurang. Dan harapan kami, mari sama-sama masyarakat mendonorkan darah, untuk membantu keluarga yang membutuhkan,” imbaunya.

Camat Patumbak, Syahdin Setia Budi Pane menyebutkan, saat ini sudah 6 desa yang menggelar donor darah, tinggal 2 desa lagi segera menyusul. “PMI harus ada di tengah-tengah masyarakat untuk memudahkan masyarakat jika membutuhkan darah. Kami juga akan membangun sekolah berkebutuhan khusus di Patumbak, bersama Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan. Begitu saya masuk Patumbak, saya mengusung motto ‘Bersama Kita Bisa’, yakni dengan membangun komunikasi, koordinasi, kerja sama, dan kolaborasi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Boge menerima piagam penghargaan dari Kepala Desa Marindal 1 Ardianto, sebagai tokoh masyarakat dan tokoh peduli pendidikan. (azw/saz)

Raih Opini WTP, Pemkab Karo Terima Piagam Penghargaan dari Menkeu

TERIMA: Bupati Karo Cory S Sebayang, saat menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan RI.SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan Tahun Anggaran (TA) 2020 dengan capaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

TERIMA: Bupati Karo Cory S Sebayang, saat menerima piagam penghargaan dari Menteri Keuangan RI.SOLIDEO/SUMUT POS.

Piagam penghargaan ini diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sumut Tiarta Sebayang, kepada Bupati Karo Cory S Sebayang di Ruang Rapat Bupati Karo, Jumat (29/19) lalu.

Kepala Kanwil DJPb Sumut, Tiarta Sebayang mengatakan, sebagai wujud apresiasi pemerintah pusat atas capaian opini WTP, Menkeu RI memberikan penghargaan kepada Pemkab Karo berupa piagam, karena telah berhasil mengelola keuangan daerahnya. Baik dalam pengelolaan, pelaporan, maupun pertanggungjawabannya dengan capaian opini WTP. “Saya secara khusus, ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Karo, yang terus berusaha menjaga pengelolaan keuangan yang baik,” ungkap Tiarta.

“Setelah capain opini WTP berhasil didapat, tantangan berikutnya adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan pertanggungjawabannya,” imbuhnya.

Sementara Bupati Karo, Cory S Sebayang menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Menkeu RI melalui Kanwil DJPb Sumut, atas penghargaan yang diberikan kepada Pemkab Karo, dalam capaian opini WTP untuk Tahun Anggaran 2020. “Kami percaya penghargaan ini untuk menyemangati kami agar senantiasa memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan daerah. Kami berharap bimbingan, khususnya strategi mempertahankan opini WTP, peningkatan kualitas APBD, maupun arah kebijakan desentralisasi fiskal ke depan yang perlu kami sikapi,” jelasnya. (deo/saz)

Wakil Wali Kota Letakkan Batu Pertama Pembangunan Madrasah At-Tanwir, Rizky: Teladani Rasulullah

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai H Rizky Yunanda Sitepu, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Madrasah At-Tanwir di Jalan Gatot Subroto, Simpang Tanjung Jati, Binjai Barat, Sabtu (30/10) lalu. Peletakan batu pertama ini, dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 1443 Hijriah.

Pada kesempatan itu, Rizky mengajak anak-anak madrasah untuk menelusuri lebih dalam dan menghayati perbuatan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, mulai dari kecerdasan hingga perangainya yang sempurna.

“Teladani Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Karena Beliau merupakan nabi terakhir, yang jadi acuan umat Islam dalam berkehidupan sehari-hari,” imbau Rizky.

Rizky pun berharap, peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, dapat menambah keimanan kepada Allah Subhanahu wa Taala serta Rasulnya, mencintai-Nya serta membawa perubahan-perubahan positif dalam segala bidang kehidupan.

Rizky menyampaikan, Pemko Binjai berharap, Madrasah At-Tanwir ini nantinya dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Binjai. Pembangunan Gedung Madrasah At-Tanwir ini, turut jadi dukungan bagi Pemko Binjai mewujudkan SDM unggul yang dibekali ilmu pengetahuan dan akhlak mulia. (ted/saz)

Diperbaiki PT HK, Jalan Gatot Subroto Binjai Kembali Rusak

RUSAK: Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, Kota Binjai, terlihat kembali rusak, baru-baru ini. Kerusakan ruas jalan ini, diduga akibat dam truk PT HK yang mengangkut material melebihi tonase.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pelaksana proyek pembangunan bebas hambatan di Kota Binjai menuju Aceh, berinisial PT HK, dikabarkan melakukan perbaikan Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, Kota Binjai, beberapa waktu lalu. Ini dilakukan untuk kepentingan mereka membawa material pembangunan yang diduga berasal dari pertambangan ilegal di wilayah Langkat Hulu.

RUSAK: Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, Kota Binjai, terlihat kembali rusak, baru-baru ini. Kerusakan ruas jalan ini, diduga akibat dam truk PT HK yang mengangkut material melebihi tonase.

DARI pantauan wartawan, jalan lintas Kota Binjai-Kabupaten Langkat yang berstatus milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut ini, sudah kembali berlubang. Disinyalir hal tersebut terjadi karena banyak dam truk membawa material yang diduga melebihi tonase melintasi ruas jalan itu. Akibatnya, lubang kembali terlihat di sejumlah ruas jalan. Karena itu pula, pengendara yang melintasi ruas jalan tersebut, harus ekstra berhati-hati.

Kepala Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Kota Binjai-Kabupaten Langkat, Azwar menilai, perbaikan yang dilakukan PT HK tidak sesuai dengan perencanaan. Dia pun menilai, perbaikan yang dilakukan asal-asalan. “Mereka (PT HK) memperbaiki itu juga tidak ada koordinasi dengan kami. Sehingga jalan tersebut rusak lagi. Entah bagaimana kerjanya. Makanya jalan itu rusak kembali,” ungkap Azwar, akhir pekan lalu.

Azwar pun mengaku, perbaikan jalan yang tanpa koordinasi itu, berbuntut kembali rusak. “Coba kalau mereka berkoordinasi dengan kami untuk perbaikan jalan, pasti enggak begitu,” tegasnya.

Dia merasa, perbaikan yang dilakukan PT HK terkesan buru-buru.

“Karena material diangkut melalui jalan itu, makanya dilakukan (diperbaiki) dengan cara cepat. Lihatlah itu, bukan sedikit yang dibawa (material), begitu banyak,” beber Azwar.

Sementara itu, Pimpinan Proyek Tol Kota Binjai-Kota Langsa, Hestu Budi Husodo, saat dikonfirmasi belum mau menjawab panggilan wartawan, terkait kendaraan bermuatan berat yang merusak Jalan Gatot Subroto. (ted/saz)

Penerima Beasiswa Martabe Prestasi ‘Bukan Kaleng-kaleng’

Peringatan Sumpah Pemuda ala PT Agincourt Resources

Sejak 2017, PT Agincourt Resources (PTAR) yang mengelola Tambang Emas Martabe, telah menggulirkan Beasiswa Martabe Prestasi kepada 967 siswa se-Tabagsel. Nilai total mencapai Rp 3,6 miliar. Ratusan pelajar itu dibantu melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang Strata-1. Apa saja pengakuan para siswa penerima beasiswa itu di Hari Sumpah Pemuda?

Dame Ambarita, Medan

Narasumber PTAR, dalam sesi webinar Bincang-bincang bersama BOD PTAR, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93, Kamis (28/10/2021), dipandu moderator Tia Manurung.

“Sebagai angkatan pertama penerima Beasiswa Martabe Prestasi tahun 2017, saya bisa bilang, penerima beasiswa Martabe Prestasi bukan kaleng-kaleng. Semua pelajar yang lulus adalah anak-anak pilihan,” cetus Selvi Rida Helvina, gadis kelahiran Padang Lancat Tapsel, dalam sesi webinar Bincang-bincang bersama BOD PTAR, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93, Kamis (28/10/2021).

Menurut lulusan Politeknik Teknologi Kimia Industri Medan ini, sebelum terpilih menerima beasiswa, dirinya diwawancarai sekitar 6 interviewer, dan menjawab puluhan pertanyaan. “Itu kali pertama saya diwawancarai. Gugup pastinya. Tapi puji Tuhan, saya salahsatu yang terpilih. Bagi angkatan pertama, pasti tahu sulitnya,” katanya seraya tersenyum dalam sesi bertema ‘Yang Muda Yang Berprestasi’ itu.

Sebagai alumnus penerima beasiswa Martabe Prestasi, Selvi mengatakan tidak ada jalan yang benar-benar mudah. “Hidup tak melulu enak. Ada up and down. Tapi saya jadikan semua kesulitan itu sebagai motivasi. Saya sendiri nekat kuliah ke Medan tahun 2016, di saat orangtua lagi sakit. Saat itu ortu hanya berpesan, jika mau kuliah, harus mau hidup susah. Otomatis, tujuan saya ke Medan hanya fokus kuliah. Puji Tuhan, tahun 2017 ada beasiswa dari PTAR,” katanya.

Gadis yang sudah bekerja sebagai Quality Control Laboratory Staf di PT Pahala Bahari Nusantara ini pun meminta para pelajar agar fokus mengejar cita-cita. “Kalaupun kuliah dirasa susah, jenuh belajar online, skripsi susah, pesan saya… jangan langsung berpikir menikah adalah jalan keluar. Tetaplah kejar cita-cita,” pintanya lagi lalu tertawa lebar.

Ditanya apa harapannya di masa mendatang, Selvi mengatakan, jika memungkinkan PTAR tetap mendukung para alumnus yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Misalnya jenjang Magister. Ia sendiri berminat memperdalam ilmu di bidang Teknik Kimia.

Dari atas ke bawah: Presider PTAR Muliady Sutio, penerima beasiswa Martabe Prestasi Selvi Rida Helvina, moderator Tia Manurung, dan mahasiswa berprestasi nasional, Mas Adam Chaubah.

Mas Adam Lukman Chaubah, mahasiswa berprestasi nasional yang diundang sebagai narasumber, dalam kesempatan itu mengatakan, sejak kecil dirinya kerap jalan kaki dari rumah ke sekolah yang relatif jauh. “Kadang-kadang naik ojek. Ya masa-masa keraslah. Tapi sejak kecil saya memang sudah bercita-cita ingin ke luar negeri. Khususnya Korea Selatan, Jepang, dan Amerika,” cetusnya mengawali.

Keinginan yang kuat, menurutnya, bisa menemukan jalan yang tepat. Terbukti, dirinya bisa pergi Jepang, Korea, dan Amerika Selatan, lewat dukungan kampus dan sponsor lainnya.

“Kuncinya, kenali diri sendiri, gali potensi yang dimiliki, dan jadilah luar biasa,” kata alumnus Universitas Brawijaya Malang yang meraih penghargaan Best Presenter Scientific Conference of Policy di Jepang 2018, dan juga meraih medali emas Korea Invention and Women Inventor Exhibition Design 2019 ini dengan percaya diri.

Sebelumnya, Rahmat Lubis, General Manager Operasional PTAR, dalam sambutannya mengatakan, PTAR mendukung siapapun yang bersemangat sekolah. “Sejak digulirkan tahun 2017 lalu, PTAR telah menggulirkan Beasiswa Martabe Prestasi kepada 967 siswa, dengan nilai total mencapai Rp3,6 miliar. Disalurkan ke 23 desa/kelurahan di Kecamatan Batangtoru, dan 10 desa/kelurahan di Kecamatan Muara Batangtoru,” ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta para pelajar agar menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. “Saya pun dulu penerima beasiswa. Karena sejak SD saya dikaruniai kemudahan dalam belajar. Tetapi ekonomi keluarga tidak terlalu mendukung soal dana pendidikan,” cetusnya.

Dari seluruh perjalanan hidupnya sekolah di Tapsel hingga kuliah di Bandung, Rahmat mengatakan, jika seseorang bersemangat belajar, tidak ada yang sulit. “Bisa ke manapun yang dimau,” katanya.

Ia menyebutkan, belum terlambat untuk menjadi apapun yang diinginkan para generasi muda sekarang, khususnya para pelajar. “Apalagi, anggaran beasiswa Martabe Prestasi PTAR terus bertambah. Manfaatkan itu!” pintanya.

Presiden Direktur PTAR, Muliady Sutio, dalam sesi bincang-bincang mengatakan, senang mendengar keinginan Selvi Rida untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Ini contoh yang bagus. Karena biasanya orang yang sudah bekerja, udah malas melanjutkan kuliah lagi. Soal beasiswa lanjutan, silakan lapor ke Pak Rahmat Lubis,” katanya sembari mengembangkan senyum.

Sementara Mas Adam, saat ditanya Pak Muliady apa rencananya ke depan, menjawab akhir tahun 2021 berencana untuk melanjutkan studi bidang molekuler ke Hungaria, Eropa.

“Mengapa  memilih studi molekuler?” tanya Pak Muliady penasaran.

“Iya, karena sekarang ‘kan sedang pandemic Covid-19. Saya ingin mendalami soal virus, pencegahan, dan pengobatannya,” jawabnya.

Adam juga mengatakan, berencana untuk berkarir selama beberapa tahun di Eropa, sebelum kemudian balik ke tanah air.

“Ya, semoga kamu bisa membuat terobosan-terobosan untuk mengatasi pandemic ini. Jika memungkinkan, mampu memberi kontribusi seperti anak muda Indonesia yang kemarin ikut berperan serta menciptakan vaksin Astra Zeneca. Bikinlah Indonesia bangga,” pintanya, yang diaminkan oleh Mas Adam.

Dalam sesi tanya jawab, Ruli Tanio, Direktur Engineering PT Agincourt Resources, memberi masukan kepada para penerima beasiswa Martabe Prestasi, seputar kelanjutan studi maupun pilihan-pilihan progam studi yang diminati.

Sejumlah penerima beasiswa juga mengajukan sejumlah pertanyaan kepada BOD (Board of Direktur = jajaran direksi) PTAR yang hadir. Putri Anjani misalnya menanyakan soal bagaimana cara memperoleh jiwa kepemimpinan, apakah orang yang kurang pede seperti dirinya bisa sukses seperti Muliady Sutio?

Putri Anis menanyakan mengenai cara pemuda agar berprestasi, di tengah sejumlah kebiasaan lama yang kurang mendukung. “Misalnya suka menunda pekerjaan,” katanya.

Hasda Nami Haharap menanyakan bagaimana cara mengatur waktu agar kuliah dan prestasi bisa berjalan seimbang, di tengah banyaknya tugas kuliah. “Dan apakah peluang beasiswa lanjutan Martabe Prestasi PTAR berlaku untuk semua?” tanyanya.

Sementara Selvira Suciana, penerima beasiswa yang saat ini kuliah di UINSU Medan jurusan Pemikiran Politik Islam, bertanya apa yang sebaiknya mereka lakukan setelah lulus. Karena jurusan yang diambilnya bukan jurusan yang alumninya umum ditampung perusahaan industri, seperti halnya jurusan-jurusan teknik.

Menanggapi Putri Anjani dan Putri Anis, Muliady Sutio mengatakan, jika seseorang sudah tahu kelemahannya, tinggal memperbaiki diri dan memutuskan mau menjadi apa. “Lakukan yang terbaik dengan segala kekuatan dan tekad untuk meraih yang terbaik,” katanya

Menjawab pertanyaan Hasda Namu, Mas Adam mengatakan, tips membagi waktu antara kuliah dan prestasi adalah kenali potensi diri. “Temukan apa yang mampu kamu lakukan, apa yang kamu suka. Apakah kamu mampu mengerjakan sendiri, atau butuh bantuan orang lain. Jika bisa dikerjakan sendiri, langsung kerjakan. Yang butuh bantuan, mintalah bantuan. Karena manusia itu terbatas. Setelah menyadari potensi diri, susunlah langkah step by step untuk meraihnya,” katanya.

General Manager Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, memberikan secara simbolis Beasiswa Martabe Prestasi 2021 kepada salah satu siswi penerima beasiswa, Kamis (5/8).

Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, menanggapi pertanyaan Hasda Namu mengenai beasiswa lanjutan, mengatakan kalau perusahaan mampu, beasiswa untuk Strata-2 pasti disetujui.  “Kuncinya, siapkan diri untuk studi lanjutan. Buat proposal,” katanya.

Mendukung ucapan Cristine,  Rahmat Lubis mengatakan, untuk beasiswa lanjutan ke jenjang S-2, ada tes lanjutan yang mesti dilalui. “Beasiswa bisa diberikan. Tetapi untuk meraihnya, prosesnya biasanya lebih sulit,” katanya.

Direktur Keuangan/CFO PTAR, Noviandri L. Hakim, menambahkan tantangan untuk meraih beasiswa lanjutan Martabe Prestasi PTAR hanyalah banyak belajar. “PTAR telah mempermudah jalannya. Maka siapkan diri sebaik-baiknya sebelum bertarung,” katanya.

Direktur Hubungan Eksternal PTAR, Sanny Tjan, menanggapi pertanyaan Selvira mengatakan, agar jangan berhenti berproses mengembangkan diri, baik jalur formal maupun informal. “Banyak baca buku, banyak bertanya pada orang-orang yang lebih dulu sukses. Jangan malu bertanya. Terus belajar dan belajar,” katanya.

Direktur Engineering, Ruli Tanio, dalam tanggapannya mengatakan, cara studi dulu dan sekarang banyak berbeda. “Zaman dulu, kami cari informasi itu lewat perpustakaan, beli buku, dan seterusnya. Sekarang tinggal Googling, semua ada jawaban. Zaman sekarang sudah lebih mudah belajar, selama ada kemauan,” katanya.

Hanya saja, Ruli Tanio meminta agar generasi muda menyeimbangkan pengetahuan yang diperolehnya dengan skill, kemudian diaplikasikan dalam hidup sehari-hari. Sehingga pengetahuan itu berguna bagi diri dan masyarakat. “Manfaatkan kemudahan-kemudahan sekarang, agar pemuda-pemudi Indonesia lebih maju,” katanya memberi motivasi.

“Betul… dulu kami untuk mendapat infomasi, tunggu koran dulu terbit keesokan harinya. Sekarang semua ada di hape di tangan Anda. Karena itu, kejarlah passionmu. Kejar skillmu, agar generasi muda lebih sukses dibanding kami-kami saat ini,” tambah Muliady Sutio.

Di akhir sesi tanya jawab, para pembicara diminta memberikan pesan Sumpah Pemuda kepada para generasi muda Indonesia.

“Tetap semangat,” kata Rahmat Lubis, sambil mengepalkan tangan ke atas.

“Sayangi yang muda, hormati yang tua,” kata Ruli Tanio.

“Belajar,” kata Noviandri L Hakim.

“Tekun dan selalu disiplin,” kata Sanny T.

“Saya bisa. Kamu bisa. Bersama kita bisa. Bersama memberi yang terbaik, agar Indonesia lebih berjaya,” pesan Muliady Sutio menutup sesi bincang-bincang. (mea)

Pengangkatan Direktur Marketing Telkomsel

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) dan Singapore Telecommunications Ltd. (SingTel) selaku pemegang saham PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel), mengangkat Derrick Heng sebagai Direktur Marketing menggantikan Rachel Goh. Keputusan ini berlaku efektif sejak 1 November 2021.

Dengan demikian, susunan Direksi Telkomsel saat ini selengkapnya adalah:

  • Direktur Utama: Hendri Mulya Syam
  • Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko: Mohamad Ramzy
  • Direktur Sales: Adiwinahyu Basuki Sigit
  • Direktur Network: Nugroho
  • Direktur Planning & Transformation: Wong Soon Nam
  • Direktur Information Technology: Bharat Alva
  • Direktur Marketing: Derrick Heng
  • Direktur Human Capital Management: R Muharam Perbawamukti

Penetapan susunan baru Direksi Telkomsel sejalan dengan strategi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia yang telah bertranformasi memperkuat digital trifecta perusahaan dengan menjadi penyedia digital connectivitydigital platform, dan digital services, guna membuka lebih banyak banyak kesempatan dan peluang kemajuan masyarakat Indonesia melalui penguatan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

***

Lapas Rantauprapat Peringati HDKD Tahun 2021

PERINGATI: Lapas kelas IIA Rantauprapat memperingati Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2021 secara virtual. fajar/SUMUT POS.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan  Kelas IIA Rantauprapat memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Tahun 2021, Sabtu (30/10). Dalam kesempatan itu digelar beberapa kegiatan seperti bakti sosial dengan berbagi kepada warga terdampak Covid-19, donor darah Kumham, serta vaksinasi.

PERINGATI: Lapas kelas IIA Rantauprapat memperingati Hari Dharma Karya Dhika Tahun 2021 secara virtual. fajar/SUMUT POS.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Rantauprapat Jayanta mengatakan, dalam rangka HDKD tahun 2021 pihaknya berupaya melaksanakan beberapa hal terbaik.

“Harapannya di HDKD ini kami insan Kemenkumham akan lebih pasti untuk melayani masyarakat, lebih transparan, dan sesuai arahan bapak Menteri akan selalu menghindarkan hal-hal yang negatif,” katanya.

Dalam mendukung program pemerintah terkait vaksinasi, Kalapas mengungkapkan, saat ini Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebanyak 70 persen telah tervaksin.

“Kita telah telah koordinasi dengan dinas kesehatan, dengan Kapolres dan Dandim yang sudah tervaksinasi 70 persen, sisa 30 persen kami sedang berkoordinasi dengan bapak Bupati untuk yang tidak mempunyai NIK atau tidak mempunyai KTP agar didata Dukcapil,” ujarnya.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Rantauprapat juga mengikuti Upacara Peringatan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Tahun 2021 secara virtual. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly yang memimpin upacara ini meminta jajaran Kemenkumham di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Berbagai capaian prestasi yang diraih Kementerian Hukum dan HAM diharapkan dapat terus memberikan citra positif di masyarakat.

“Jajaran Kemenkumham jangan cepat berpuas diri dengan prestasi yang sudah dicapai. Kemenkumham harus menjadi pionir dalam mendorong terciptanya pemerintahan yang dinamis, membuat birokrasi lebih adaptif dalam menghadapi berbagai situasi, cepat, tepat, dan akurat dalam pengambilan keputusan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Kegiatan juga dirangkai dengan dialog Menkumham bersama petugas di wilayah perbatasan, mulai dari wilayah Barat, Utara, bagian Timur Indonesia hingga dialog dengan petugas yang berada di luar negeri. (fdh/han)