26.8 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 2992

TNI AL Gelar Vaksin Masal di Kabupaten Karo

SAMBUTAN: Bupati Karo dan rombongan menyambut Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono. solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanah Karo dan Pemerintah Kabupaten Karo bekerja sama dengan Tim Vaksinator TNI AL Lantamal I laksanakan vaksinasi terhadap masyarakat sekitar Kabanjahe di Stadion Samura Kabanjahe, Sabtu (23/10). Pemberian vaksin kepada masyarakat sekitar Kabanjahe ini dilaksanakan dengan jumlah vaksin yang direncanakan sebanyak 1.000 orang. Vaksin rutin ini selalu dilaksanakan setiap harinya dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis 1 atau pun 2 yang tidak mengikuti giat serbuan vaksin massal yang dilakukan oleh TNI AL Lantamal I di beberapa tempat.

SAMBUTAN: Bupati Karo dan rombongan menyambut Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono. solideo/sumut pos.

Pelaksanaan vaksin di Stadion Samura Kabanjahe dilaksanakan untuk mencapai target program pemerintah vaksinasi Covid-19 dosis ke-1 dan ke-2 sebanyak 70 persen.

Jumlah yang wajib divaksin itu sesuai dengan program jumlah penduduk Indonesia supaya dapat kekebalan komunal (Herd Immunity) dari virus Covid-19.

Hadir dalam peninjauan vaksinasi Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono yang didampingi langsung Bupati Tanah Karo Cory Sriwaty Sebayang, Ketua MUI Kabanjahe Drs HF Samadin Tarigan SAg, Ketua Kemakmuran Masjid Tanah Karo Aswin Ginting SE, Dandim Tanah Karo, Kapolres Tanah Karo, dan Wadanlantamal I beserta PJU Lantamal I yang ikut dalam peninjauan tersebut.

Dalam peninjauan itu Danlantamal I menyampaikan media bahwa serbuan vaksinasi di Kabupaten Karo ini adalah menjawab permintaan dari MUI dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karo akan kebutuhan vaksin kepada masyarakat.

Bupati Karo menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya TNI AL Lantamal I mau memberikan dukungan vaksin kepada Masyarakat Karo. “Semoga ke depannya masih ada dukungan vaksin untuk masyarakat Karo yang saat ini sudah berada di level I,” ujarnya.

Vaksinasi dilaksanakan oleh 5 Tim yang terdiri dari Diskes Lantamal I sebanyak 2 Tim, RSAL Komang Makes 1 Tim, Puskesmas Kabanjahe 1 tim dan 1 tim gabungan Kodim 0205/Tanah Karo dengan Yonif 125/Simbisa. Pelaksanaan vaksin tetap dilaksanakan sesuai prosedur kesehatan Covid-19. Di mana masyarakat setelah selesai divaksin, diimbau untuk tetap tinggal di tempat untuk menjalani observasi di tribun stadion selama 30 menit guna mengetahui reaksi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping dari vaksin Covid-19. Tujuannya, apabila terjadi gejala yang tidak diinginkan akan dapat ditangani dengan cepat. Dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan harus memakai masker, menjaga jarak dengan tidak bergerombol. Yang diatur oleh provost, POM AL, dan Babinpotmar, Babinsa Kodim Tanah Karo Lantamal I serta anggota Polres Tanah Karo. (deo/azw)

Maksimalkan Produksi Pangan Sumut, Edy Siap Tambah Alat Mesin Pertanian Bagi Petani

PANEN RAYA: Gubsu, Edy Rahmayadi melakukan Panen Raya Padi dan Peringatan Hari Pangan ke-41 Sedunia di Desa Tanjung Keriahen, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, Selasa (26/10) siang. DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, berkomitmen menambah alat mesin pertanian atau alsintan bagi para kelompok tani guna memaksimalkan produksi pangan. Hal itu dikatakannya saat berdialog dengan poktan di Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, dalam rangka memeringati Hari Pangan ke-41 Sedunia di areal persawahan Desa Tanjungkeriahan, Selasa (26/10).

PANEN RAYA: Gubsu, Edy Rahmayadi melakukan Panen Raya Padi dan Peringatan Hari Pangan ke-41 Sedunia di Desa Tanjung Keriahen, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, Selasa (26/10) siang. DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.

“Alsintan seperti traktor roda dua atau roda empat (TR2 dan TR4) bisa ditambah. Namun untuk jumlahnya, tetap harus dilihat efektivitasnya agar tidak terkesan terlalu banyak. Sebab biasanya digunakan pada saat memasuki masa tanam saja,” kata Edy.

Sedangkan program indeks pertanaman empat kali dalam setahun (IP 400) sebagaimana yang telah dicanangkan Kementerian Pertanian, Gubsu pun tetap memberikan perhatian untuk itu. Namun yang utama untuk saat ini, ungkapnya, adalah menambah produktivitas pertanian.

“Untuk itu (program IP 400), nanti akan kita kaji. Kalau hasilnya banyak, tiga kali tanam dalam setahun pun, petani sejahtera juga,” ujarnya.

Senang Ginting Munthe dan Asal Mulia Peranginangin selaku petani sekaligus pengurus Poktan Serapit, sebelumnya meminta agar Gubsu bisa memertimbangkan untuk menambah ketersediaan alsintan ini. Antara lain seperti traktor serta jaminan benih padi saat masa tanam akan tiba. Termasuk bantuan agar program tanam empat kali dalam setahun bisa dijalankan di Langkat.

Sisi lain, Kumaladewi dari poktan setempat meminta agar pemerintah bisa memfasilitasi alat pengering padi sehingga petani bisa langsung memproduksi beras dan tidak perlu membawa hasil pertanian ke luar daerah/kecamatan.

“Jadi kami bisa memproduksi beras, terus (kemudian) bisa dijual ke toko tani, pak,” katanya yang langsung mendapat respon baik dari Gubsu, dengan meminta persiapan pengelolaan mesin secara optimal jika bantuan dimaksud diberikan.

Hadir di antaranya Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan, Ali Jamil Harahap dan mewakili Ditjen Tanaman Pangan Rachmat, Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin, Ketua DPRD Langkat Sri Bana, Sekda Langkat Indra Salahuddin, para ketua poktan. Turut mendampingi Gubsu, Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bahruddin Siregar, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung dan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

Pada kesempatan itu, Gubsu Edy mengharapkan produktivitas tanaman padi bisa lebih baik di masa mendatang, dengan hasil lebih dari 7,5 ton per hektare. Terlebih mengingat Langkat sebagai satu dari beberapa daerah penghasil padi terbesar di Sumut.

“Tentu kita harus bersyukur bahwa Allah telah memberikan tanah yang subur untuk kita kelola. Jika Singapura yang tak punya tanah (lahan pertanian) saja bisa maju, kita juga harus bisa. Sekarang kita punya yang seperti ini (lahan pertanian luas), hasil produksinya baru 7,5 ton per hektare. Sementara di Thailand itu bisa 13 ton per hektare,” terangnya.

Menurutnya dengan kemampuan petani di Sumut, seharusnya produktivitas pertanian padi bisa ditambah. Apalagi, katanya, pihak Kementan sudah mencontohkan hal itu di Provinsi Sulawesi Selatan, di mana hasilnya mencapai 9-11 ton per hektare. Karena itu, pihaknya akan meminta para ahli untuk mengkaji dan memersiapkan pembelajaran serta pelatihan kepada petani. “Dengan produksi padi meningkat, tentu akan mendatangkan kemakmuran bagi petani. Jadi nanti, tolong para ahli (bidang pertanian) mengkaji bagaimana bisa meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Apa yang bisa kami (Pemprov Sumut) bantu, akan kami siapkan,” pungkasnya.

Adapun Ali Jamil Harahap menyampaikan program pembangunan dari sektor pertanian akan terus diprioritaskan pemerintah. Sumut diakui dia termasuk provinsi yang surplus padi, dengan dukungan iklim yang baik serta ketersediaan lahan.

“Intinya kita sepakat agar tanaman padi ini dijaga dan dipelihara,” kata Ali Jamil yang berharap petani tidak mengganti padi dengan tanaman lain, terutama tanaman keras. (prn/azw)

Optimalisasi Pemanfaatan Anggaran Program PEN Untuk Mendorong Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia menggunakan strategi mengutamakan keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional dalam penanganan pandemi Covid-19. Di bawah kendali Presiden Joko Widodo, kombinasi “rem dan gas” dipilih sebagai langkah optimal untuk menyeimbangkan antara penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, atau antara kehidupan dan penghidupan.

“Pendekatan penanganan pandemi di setiap negara berbeda-beda dan disesuaikan dengan karakteristik dan ketersediaan sumber daya. Indonesia memilih pendekatannya sendiri, berani ambil risiko, namun sangat terukur. Hingga saat ini, Indonesia bersama negara-negara lain di dunia, terus belajar, mengambil tindakan dan melakukan penyesuaian berdasarkan dinamika yang terjadi,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (26/10), dalam Rapat Koordinasi Terbatas Evaluasi Program PC-PEN dan Optimalisasi Anggaran PEN.

Sejak bulan Juli 2020, Presiden Joko Widodo telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sebagai upaya integrasi penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi dalam sebuah komite lintas Kementerian/Lembaga. Salah satu respon kebijakan KPC-PEN sebagai instrumen utama pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi adalah menyiapkan anggaran dan program dalam rangka penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, melalui Program PEN.

Pada tahun 2020, untuk Program PEN telah dianggarkan sebesar 695,2 triliun rupiah dan pada tahun 2021 jumlahnya ditingkatkan menjadi sebesar 744,7 triliun rupiah. Program PEN pada tahun 2020 selain sebagai respon darurat pengendalian pandemi, juga menjadi penopang konsumsi masyarakat dan keberlanjutan dunia usaha. Realisasi Program PEN tahun 2021 sampai dengan 22 Oktober telah mencapai 433,91 triliun rupiah atau 58,3% dari pagu 744,77 triliun rupiah. Dalam PEN tahun 2021, kebijakan anggaran lebih fleksibel menyesuaikan dengan dinamika pandemi yang berubah sedemikian cepat.

“Pemerintah melakukan evaluasi atas program-program PEN, termasuk optimalisasi anggaran antar klaster PEN. Optimalisasi dilakukan atas program yang diproyeksikan tidak terserap 100%, untuk selanjutnya dipetakan dan direalokasikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggaran PEN,” ujar Menko Airlangga.

Komite PC-PEN terus melakukan koordinasi dalam pelaksanaan program PEN untuk melakukan evaluasi dan update alokasi serta proyeksi penyerapan sampai dengan akhir tahun. Upaya optimalisasi dana PEN ini dilakukan agar dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, khususnya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, memberikan dukungan bagi dunia usaha, dan yang terpenting adalah mendorong daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat secara agregat.

“Program perlindungan sosial menjaga daya beli. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM menandakan adanya gerakan sektor usaha kecil dan menengah. Realisasi KUR sudah terealisasi sebesar 224 triliun rupiah dengan 5,98 juta penerima. Ini menunjukkan program tersebut terus berjalan. Sementara itu, program terkait insentif usaha juga naik. Jadi ini secara keseluruhan dana yang diserap terjadi kenaikan dan terlihat perekonomian terus bergerak,” tegas Menko Airlangga.

Sejumlah evaluasi dan usulan optimalisasi dana PEN Tahun 2021, salah satunya terkait dengan Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2021, di mana terdapat sisa dana BSU 2021 sebanyak Rp 1,7 Triliun yang akan dioptimalkan penggunaannya untuk perluasan cakupan wilayah penerima manfaat BSU 2021, sebagaimana  usulan dari Menteri Ketenagakerjaan kepada Komite PC-PEN. Detail perluasan cakupan wilayah tersebut mempersyaratkan: (1) Tidak ada perubahan kriteria penerima, (2)            Perubahan hanya terkait cakupan wilayah, menjadi level nasional (514 Kab/Kota di 34 Provinsi), (3) Total sasaran perluasan sebesar 1,6 juta orang pekerja dengan memanfaatkan sisa pagu BSU tersebut, (4) Perluasan tidak overlapping dengan penerima program bantuan lainnya (Prakerja, PKH, BPUM dll.)

Selain itu hasil evaluasi juga memutuskan Re-alokasi Perlinsos untuk Program Top-Up Kartu Sembako dan BLT Desa dalam rangka Pengentasan Kemiskinan Ekstrem 2021. Untuk Penambahan/ top-up Kartu Sembako, nilai bantuan dan durasi menyesuaikan dengan sisa re-alokasi Perlinsos lainnya a.l. KPM Sembako dan cadangan Perlinsos, di mana Kemenkeu tengah menghitung ketersediaan anggarannya. Penambahan/ top-up bantuan Kartu Sembako dan  BLT Desa sebesar Rp 300.000,- untuk durasi 3 bulan ( s/d Des 2021), pada 35 Kabupaten Prioritas Program pengentasan kemiskinan ekstrim.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan rincian realisasi PEN per 22 Oktober 2021 yakni sebagai berikut:

  • Realisasi klaster Kesehatan sebesar Rp116,82 triliun (54,3%);
  • Realisasi klaster Perlinsos sebesar Rp125,10 triliun (67%);
  • Realisasi klaster Program Prioritas sebesar Rp68,07 triliun (57,7%);
  • Realisasi klaster Dukungan UMKM & Korporasi sebesar Rp63,20 triliun (38,9%); dan
  • Realisasi klaster Insentif Usahas sebesar Rp60,73 triliun (96,7%).  

Terkait dengan program Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung (BT-PKLW), Menko Airlangga menjelaskan bahwa hingga 25 Oktober 2021 bantuan telah disalurkan kepada 706.996 penerima yang berarti telah mencapai lebih 70% dari target. “Serapannya sangat baik. Jadi bantuan ini efektif untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kecil (PKL dan Pemilik Warung) dan pengaman bagi yang belum mendapat bantuan lainnya,” pungkas Menko Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan bahwa saat ini vaksinasi sudah mencapai angka tertinggi hariannya yaitu 2,34 juta suntikan per hari. Sesuai dengan arahan Presiden, vaksinasi akan dipercepat secara merata. Pada tahun depan Pemerintah berencana memberikan booster vaksin kepada masyarakat dan saat ini sedang dikaji tentang kombinasi vaksin mana yang paling baik. Diharapkan pada akhir tahun ini telah selesai sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan kedepannya. Booster tersebut, sesuai saran WHO akan diberikan ke kalangan masyarakat resiko tinggi dan defisiensi imunitas seperti warga lanjut usia, pengidap penyakit komorbid lainnya.

Terkait upaya penanganan Covid-19, Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Prof. Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa strategi penanganan Covid-19 terdiri dari sosialisasi dan edukasi, penegakkan kedisiplinan, dan kolaborasi lintas unsur. Untuk itu, Satgas Covid-19 akan terus mendorong posko hingga di tingkat kelurahan agar bisa mendorong berbagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat. (ltg/fsr/hls)

Juventus vs Sassuolo: Ambisi 4 Besar

ANDALAN: Striker Juventus Paolo Dybala menjadi andalan di lini depan untuk membobol gawang Sassuolo, Rabu (27/10) malam.

SUMUTPOS.CO – SEMPAT terseok di awal musim, Juventus kini mulai kembali dalam trend positif. Sejak tumbang 2-1 dari Napoli pada 11 September 2021, Juventus belum pernah kalah di semua kompetisi resmi. Mereka juga meraih 4 kemenangan beruntun di Serie A Liga Italia, sebelum ditahan imbang Inter Milan 1-1.

ANDALAN: Striker Juventus Paolo Dybala menjadi andalan di lini depan untuk membobol gawang Sassuolo, Rabu (27/10) malam.

Capaian apik itu membuat Juventus lebih percaya diri saat menjamu Sassuolo, Rabu (27/10) malam. Dalam laga ini, Bianconeri bertekat untuk menembus empat besar. Demi bisa memenuhi ambisi tersebut, Juventus harus meraih kemenangan atas Sassuolo.

Mengingat laga akan digelar di markas Juventus, yakni Stadion Allianz, armada Massimiliano Allegri dipastikan mendapat motivasi lebih untuk meraih kemenangan. Sebab, mereka akan tampil di hadapan publiknya. Juventus juga akan memiliki modal apik dalam laga itu lewat rentetan hasil manis yang diraihnya dalam beberapa pertandingan terakhir.

Tercatat, Bianconeri -julukan Juventus- tak menelan kekalahan di lima laga terakhir Liga Italia. Teranyar, pada akhir pekan lalu, Juventus berhasil menggagalkan kemenangan Inter Milan usai mengakhiri laga dengan skor 1-1. Semua itu terjadi berkat gol penalti Paulo Dybala di ujung laga. Dengan hasil ini, Juventus pun menempati posisi keenam di klasemen sementara Liga Italia 2021-2022. Kondisinya berbeda dengan Sassuolo yang terpuruk di posisi ke-13 pada klasemen sementara saat ini. Hasil yang didapat Sassuolo dalam lima laga terakhir di Liga Italia pun tak seciamik Juventus. Mereka meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.

Meski Sassuolo tampil menjanjikan saat melawan tim-tim papan tengah Serie A, mereka belum pernah menang ketika menghadapi klub-klub papan atas Liga Italia 2021/2022.

Domenico Berardi dan kolega tercatat tumbang saat melawan Atalanta, AS Roma, dan Inter Milan. Jika melihat performa Juventus dalam beberapa pertandingan terakhir, hasil minor melawan tim besar diprediksi akan kembali dialami Sassuolo.

Pemain bertahan Juventus, Danilo pun optimistis timnya bisa kembali meraih hasil maksimal dalam laga melawan Sassuolo. Ia menilai Bianconeri terus berkembang dan menunjukkan permainan yang bagus. “Kami bermain dengan baik, tapi kami masih bisa berkembang lebih bagus lagi (dari pertandingan melawan Inter Milan). Di laga berikutnya [melawan Sassuolo], kami berencana untuk tampil lebih baik lagi,” ujar Danilo, dikutip dari situs resmi Juventus.

Hingga pekan ke-9 Liga Italia, Juventus mulai menunjukkan permainan yang bagus di Serie A. Secara bertahap, pelatih Masimiliamo Alegri, mampu memperbaiki satu per satu masalah timnya, mulai dari lini depan yang mulai banyak mencetak gol, dan lini belakang yang sudah tidak lagi melakukan blunder. Tuan rumah juga layak diunggulkan apabila melihat rekor pertemuan kedua tim.

Dalam 5 pertandingan terakhir, Juventus unggul atas Sassuolo, dengan meraih 3 kemenangan dan belum pernah kalah. Fakta bahwa Juventus kini sedang berada dalam momentum kebangkitan usai mengawali musim dengan buruk, memperbesar potensi keunggulan mereka atas tim tamu. (bbs)

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Daerah Rata-rata 50 Persen, Gubsu Optimis Herd Immunity Tercapai

VAKSINASI: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau vaksinasi massal yang digelar Arbituren AKABRI '90 di Stadion mini USU, Selasa (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi optimis kekebalan kelompok (herd immunity) tercapai di Sumut pada akhir tahun 2021. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 di provinsi ini bisa lebih cepat ditekan Hingga akhir Oktober 2021, capaian vaksinasi Covid-19 di kabupaten/kota se-Sumut rata-rata mencapai 50 persen. Salah satu kuncinya, menurut Edy Rahmayadi, adalah kerja sama yang kuat antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, TNI, Polri, serta masyarakat.

VAKSINASI: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau vaksinasi massal yang digelar Arbituren AKABRI ’90 di Stadion mini USU, Selasa (26/10).

“Ini berkat kerja keras kita semua, pemerintah dan masyarakat. Saya optimis Sumut mampu mencapai herd immunity di akhir tahun sesuai dengan target yang diberikan Presiden RI,” kata Edy Rahmayadi usai acara puncak Peringatan 31 Tahun Pengabdian Arbituren AKABRI ‘90 di Stadion Mini USU, Jalan Dokter Mansyur, Medan, Selasa (26/10).

Acara tersebut juga diisi dengan kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal dengan target 126 ribu orang.

Vaksinasi ini dilakukan di 135 titik vaksinasi massal untuk umum, 61 titik vaksinasi khusus pelajar dan 90 titik door to door selama lima hari dengan sasaran lansia, pelajar, difabel dan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). “Saya sangat berterima kasih kepada TNI dan Polri yang terus bekerja keras khususnya angkatan 90 untuk menekan laju penyebaran Covid-19, kegiatan ini tentu sangat membantu kita melawan Covid-19. Bila semangat sinergitas ini terus kita jaga saya sangat optimis kita cepat pulih dari pandemi,” tegas Edy.

Walau begitu Edy Rahmayadi tetap mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan agar peningkatan kasus Covid-19 di Sumut tidak terulang kembali. “Agustus per hari kasus kita sampai di angka 2000-an, sekarang 31 orang, jauh rentangnya. Jangan sampai terulang lagi peningkatan kasus dua bulan lalu, berat menghadapinya,” terang Edy Rahmayadi, usai acara yang dilakukan se-Indonesia secara virtual tersebut.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto memberikan apresiasi kepada Provinsi Sumut karena telah mencapai target vaksinasi di Bulan Oktober. Dia berharap agar target 70 persen masyarakat sudah divaksin Bulan Desember bisa tercapai. “Saya sangat apresiasi kinerja rekan-rekan di Sumut, ini menunjukkan sinergitas yang kuat. Mudah-mudahan Desember target kita 70 persen tercapai. Dan tentunya vaksinasi kita juga menyasar daerah-daerah yang saat ini tingkat vaksinasinya masih rendah,” kata Panglima TNI.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui teleconference dari Mabes Polri mengingatkan agar waspada pada libur Natal dan Tahun baru. Menurut keterangannya, sampai saat ini masih ada 105 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia. “Beberapa negara masih meningkat angkanya, Inggris, beberapa negara tetangga kita. Kita sangat bersyukur masih bisa mengendalikannya, PON yang awalnya kita prediksikan bisa membuat peningkatan bisa kita kendalikan. Jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia,” tegas Kapolri.

Acara Peringatan 31 Tahun Pengabdian Arbituren AKABRI ‘90 di Stadion Mini USU dihadiri langsung Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana, Staf Ahli Sosial Politik Kapolri Irjen Pol Tomsi Tohir Balaw dan Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Forkopimda Sumut. Hadir juga secara virtual Kapolres dan Dandim serta OPD terkait se-Sumut.

Vaksinasi di Medan Capai 66,19 Persen

Terpisah, Wali Kota Medan Bobby Nasution, menyatakan, Pemko Medan terus melakukan akselerasi dan percepatan Vaksinasi Covid-19 kepada 1,9 juta warga Kota Medan yang memenuhi syarat atau masuk dalam kategori penerima vaksin Covid-19. Hingga Senin (25/10) sore, jumlah warga Kota Medan yang telah divaksinasi Covid-19 minimal satu kali suntikan, telah mencapai 66,19 persen. Secara keseluruhan atau cakupan vaksinasi I, II, dan III sudah mencapai 56,07 persen.

“Saat ini total cakupan vaksinasi I, II, dan III sudah mencapai 56,07 persen dari target 1,9 juta warga Kota Medan. Suntikan I sebanyak 66,19 persen, suntikan II 45,15 persen, dan suntikan III sebanyak 0,8 persen,” ucap Bobby, Senin (20/10) petang.

Ditegaskan Bobby, hal itu dilakukan sebagai keseriusan Pemko Medan dalam menjalankan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan dalam pertemuan bersama Gubernur, Bupati, dan Wali Kota melalui video conference, Senin (25/10) petang. “Sesuai arahan Presiden RI Jokowi yang disampaikan dalam video conference tadi, Pemerintah kota Medan tentunya akan terus melakukan akselerasi vaksinasi di Kota Medan,” ujarnya.

Selain percepatan vaksinasi bagi masyarakat, Pemko Medan juga terus mengawasi proses berjalannya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Untuk itu, Pemko Medan juga terus mendorong vaksinasi bagi pelajar. “Ini dilakukan agar siswa, guru, maupun tenaga kependidikan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Bobby Nasution juga mengungkapkan, Pemko Medan tetap mewaspadai lonjakan kasus gelombang III. “Tentunya upaya ini membutuhkan kolaborasi dan partisipasi dari berbagai kalangan, terutama dari masyarakat Kota Medan,” ungkapnya.

Bertahan di Zona Kuning

Selama sebulan, kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara mempertahankan tren positif perkembangan penanganan Covid-19. Seluruh daerah atau 33 kabupaten/kota di Sumut bertahan di zona kuning (risiko rendah) penyebaran Covid-19. Zonasi kuning penyebaran Covid-19 di Sumut tersebut, berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 melalui website resminya https://covid19.go.id/peta-risiko. Tercatat, sejak akhir bulan September hingga 24 Oktober, daerah Sumut konsisten berada di zona kuning. Namun demikian, hampir sebulan penuh itu juga, daerah di Sumut tidak ada yang masuk dalam zona hijau (tidak ada kasus).

Peta zonasi Covid-19 dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.

Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir. Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengakui kondisi perkembangan Covid-19 saat ini jauh lebih baik. Meski angka kasus baru terkonfirmasi positif terus bertambah, tetapi tidak lagi melonjak signifikan. “Sudah sangat turun jauh dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Di bulan Agustus, angka kasus baru penularan virus corona terkonfirmasi sampai 2.047 orang (dalam sehari). Namun, saat ini sudah turun drastis dimana hari ini angka kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi hanya 31 orang,” ujar Edy saat memberikan sambutan di Sekolah Sultan Iskandar Muda, Medan, ketika mendampingi Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim, Selasa (26/10).

Dengan menurunnya angka penularan Covid-19, Edy menyebutkan, bisa lebih leluasa dalam beraktivitas. Begitu juga dengan tenaga kesehatan di rumah sakit dalam menangani pasien corona. “Kondisi ini harus betul-betul dipertahankan, jangan sampai terulang lagi (seperti di bulan Agustus) karena begitu berat menghadapi dan mengatasinya,” ucap dia.

Edy meminta kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga mengikuti vaksinasi. “Tadi malam (Senin malam) saya mengikuti rapat bersama presiden secara daring, beliau memerintahkan bahwasanya paling tidak 50 persen (capaian vaksinasi) setiap provinsi sampai akhir bulan Oktober. Saat ini, Sumut sudah mencapai angka vaksinasi sekitar 42 persen. Artinya, masih ada kekurangan 8 persen yang harus dikejar,” kata Edy.

Selain itu, lanjut Edy, Presiden Joko Widodo juga memerintahkan di akhir Desember tahun ini setiap provinsi harus mencapai angka vaksinasi 70 persen. “Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menggelar vaksinasi secara massal untuk masyarakat. Semoga pandemi bisa bisa cepat berakhir,” tandasnya. (prn/map/ris)

Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Antisipasi Gelombang III Covid-19, Jangan Ada Kerumunan Libur Akhir Tahun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengelola dan mengatur libur Natal dan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat seperti mudik Lebaran. Menurut  Jokowi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, libur Natal dan Tahun Baru menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil.

“Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan Tahun Baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (26/10).

Berdasarkan hasil survei ada 19,9 juta orang yang berniat mudik pada momen libur tersebut. Menurut Presiden Jokowi, jumlah yang tidak sedikit tersebut harus diantisipasi oleh semua provinsi, kabupaten, dan kota. “Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal dan Tahun Baru ini lebih baik tidak bepergian kemana-mana,” katanya.

Oleh karena itu, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memiliki peranan yang sangat penting dalam menyosialisasikan hal tersebut. Terutama, untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga yang tidak diharapkan. “Kita harapkan Natal dan tahun baru bisa kita kelola dengan baik, karena hampir semua epidemiolog takut bahwa yang memicu gelombang ketiga nanti ada di Natal dan tahun baru,” imbuhnya.

Jokowi mengharapkan seluruh unsur Forkompida merancang strategi secara detail dengan kondisi masyarakat setempat dan tetap menghargai norma-norma yang ada. “Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang terus harus kita jaga,” tegasnya.

Presiden juga mengingatkan, meski situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin membaik, namun harus tetap disikapi dengan hati-hati. Sejumlah indikator seperti tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR), positivity rate, hingga laju reproduksi efektif (Rt) telah berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Artinya, (kita) pada posisi yang baik, pada posisi yang rendah. Tetapi perlu saya ingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir,” ujar Jokowi.

Perkembangan kasus harian juga telah menurun drastis jika dibandingkan dengan kasus saat puncak penularan yang sempat mencapai 56 ribu kasus positif. Dalam empat hari terakhir, kasus harian relatif rendah yakni 22 Oktober hanya 760 kasus, 23 Oktober 802 kasus, 24 Oktober 623 kasus, dan 25 Oktober 460 kasus.

Meski demikian, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa tren kasus positif di dunia dalam minggu ini mengalami kenaikan sekitar 2 persen. Di Eropa misalnya, dalam minggu ini naik sampai 23 persen, kemudian Amerika Selatan naik 13 persen. “Inilah yang harus mengingatkan kita, bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian. Sekali lagi, terjadi tren kenaikan kasus dunia,” katanya.(jpc)

Awasi Pelaksanaan Prokes Ketat Selama PTMT, Sekolah Wajib Aktifkan Tim Satgas Covid-19

BINCANG: Bobby Nasution berbincang dengan Nadiem Makarim saat meninjau PTMT di Sekolah Iskandar Muda Medan, Selasa (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setiap sekolah diwajibkan membentuk dan mengaktifkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Hal ini dimaksudkan untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) di sekolah.

BINCANG: Bobby Nasution berbincang dengan Nadiem Makarim saat meninjau PTMT di Sekolah Iskandar Muda Medan, Selasa (26/10).

“Saya telah meminta seluruh sekolah untuk wajib memiliki dan mengaktifkan Tim Satgas Covid-19 Sekolah Sebab, kita tetap waspada dengan penyebaran Covid-19 meskipun saat ini Kota Medan status PPKM level 2,” kata Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat mendampingi Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meninjau pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal, Gang Bakung Pekan I, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (26/10).

Menurut Bobby, PTMT di Kota Medan yang digelar sejak 11 Oktober lalu telah berjalan dengan aturan prokes yang sangat ketat. Setiap sekolah dipastikan harus membatasi jumlah pelajar dalam setiap kelas, yakni 10 siswa. Selain itu, waktu atau jam belajar juga masih dibatasi, yakni maksimal 2 jam dalam sehari. “Kita akan terus pantau pelaksanaannya. Sesuai arahan Mensikbudristek, untuk SMP jumlah siswa di setiap kelas sudah bisa kita tambah dari yang awal dibukanya PTM, yaitu hanya 10 siswa,” kata Bobby.

Bobby juga kembali menegaskan, yang bisa mengikuti PTMT hanya pelajar yang sudah divaksin. Sedangkan bagi yang belum divaksin atau pun tidak mendapatkan izin dari orang tua untuk mengikuti PTMT, tetap bisa mengikuti pembelajaran secara hybrid. Sebab Pemko Medan telah meminta kepada seluruh sekolah di Kota Medan, agar tetap melakukan pembelajaran secara Hybrid meskipun PTMT sudah berjalan.

Disinggung tentang rencana PTMT tingkat SD yang rencananya digelar mulai awal November nanti, Bobby menegaskan, siswa SD belum diperkenankan untuk mengikuti PTMT. Namun begitu, sembari menunggu izin digelarnya PTMT, setiap SD diminta untuk menyiapkan terlebih dahulu infrastruktur protokol kesehatan. “Untuk SMP, seluruh sekolah sudah diperbolehkan untuk melakukan PTM. Untuk SD belum kita perkenankan, namun kita minta SD harus memiliki kesiapan infrastruktur sesuai Prokes,” katanya.

Dalam peninjauan bersama Menteri Dikbudristek Nadiem Anwar Makarim kemarin, turut hadir Dirjen paud dan Dikdasmen Jumeri, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda sekaligus Anggota DPR RI Sofyan Tan. Peninjauan ini dilakukan, guna melihat pelaksanaan PTM Terbatas yang dilakukan, apakah dilakukan dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat atau tidak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, saat tiba di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Bobby Nasution bersama Nadiem Anwar Makarim menuju ke dalam gedung sekolah dan memasuki ruangan kelas guna melihat proses PTM yang tengah berlangsung. Selain memastikan para pelajar memakai masker dengan baik dan hanya 10 orang pelajar di dalam kelas, Bobby Nasution bersama Nadiem Makarim juga menyempatkan diri berbincang dengan salah seorang pelajar dan guru yang ada di kelas.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah meminta setiap sekolah tingkat SD untuk mengikuti instruksi dari Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk tidak menggelar PTMT hingga batas waktu yang diizinkan, yakni pada awal November mendatang.

“Saat ini kita dengar, ada saja sekolah SD yang diam-diam sudah menggelar PTMT. Padahal jelas apa kata Pak Menteri dan Wali Kota Medan, bahwa saat ini belum boleh, yang boleh PTMT baru tingkat SMP saja. Instruksi ini tolong diikuti,” kata Afif kepada Sumut Pos, Selasa (26/10).

Dilanjut Afif, sembari menunggu digelarnya PTMT pada awal November nanti, setiap sekolah tingkat SD sudah harus mempersiapkan insfrastruktur prokes di sekolah. “Dan ini harus dipantau dan harus ada standarisasinya. Kalau sarana prokesnya tidak memenuhi standarisasi, maka baiknya sekolah itu jangan diizinkan menggelar PTMT dulu. Apalagi kita tahu siswa SD ini tentu akan lebih sulit pengawasannya akan prokes dari pada siswa SMP. Ditambah lagi, siswa SD ini belum divaksin,” lanjutnya.

Tak cuma itu, Ketua Fraksi Partai NasDem itu juga mengingatkan, bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan tidak membuka PTMT tingkat SD secara keseluruhan. Akan tetapi, siswa SD yang boleh mengikuti PTMT adalah siswa kelas 4, 5 dan 6. “Yang saya tahu, siswa SD yang boleh PTMT itu adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 dulu. Untuk kelas 1, 2 dan 3, itu belum boleh. Ketentuan ini juga harus jadi perhatian serius, jangan nanti siswa SD kelas 1 sampai kelas 3 juga ikut PTMT. Sesuai dengan instruksi Pak Wali, setiap sekolah harus punya Tim Satgas Covid-19, mereka ini harus bertanggungjawab dalam mengawasi jalannya aturan ini,” pungkasnya.

80% Siswa SMP Sudah Divaksin

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Gubsu Edy Rahmayadi di Aula T Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengungkapkan, dari 105.000 lebih pelajar tingkat SMP di Kota Medan yang memenuhi syarat untuk divaksin, saat ini sudah 80 persen sudah divaksin. Hal ini bisa terealisasi karena Pemko Medan menargetkan 5.000 pelajar setiap harinya divaksin. Sedangkan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap para guru di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Medan, yakni untuk tingkat TK/PAUD, SD dan SMP, sudah mencapai 86 persen.

“Sisanya untuk guru yang belum divaksin, itu sebagian karena adanya guru yang komorbid dan ada juga yang sedang hamil atau masuk ke dalam batas kehamilan yang tidak boleh divaksin,” jelas Bobby.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bobby Nasution juga turut memaparkan terkait dengan program guru penggerak yang menjadi program penting dari Mendikbud Ristek. Bobby Nasution menjelaskan guru-guru sekolah yang mengikuti program guru penggerak tersebut ada sebanyak 11 guru PAUD, 55 guru SD dan 40 guru SMP. “Semuanya telah mengikuti program guru penggerak tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, dalam menggelar PTMT, yang paling penting adalah mengakselerasi vaksinasi dan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Berdasarkan semua riset, Nadiem mengatakan bahwa saat ini anak Indonesia telah kehilangan satu tahun pendidikan yang efektif sehingga dapat berdampak permanen apabila tidak di segera sikapi.

“Apabila tidak segera disikapi, berakibat terjadinya learning loss bagi anak didik, terutama bagi anak PAUD dan SD, PTMT ini sangat perlu dilakukan dibanding tingkat SMP dan SMA. Sebab, di tingkat PAUD dan SD yang paling rentan mengalami penurunan pembelajaran,” sebutnya.

Oleh sebab itu Nadiem Makarim meminta kepada setiap Kepala Daerah agar memprioritaskan vaksinasi kepada guru, baru setelah itu para siswa yang berumur 12 – 18 tahun. “Kami memohon dukungan dari setiap kepala daerah untuk mendukung kegiatan ini. Hal ini dilakukan agar diketahui positive rate di sekolah selama PTMT berlangsung,” tuturnya.

Sedangkan terkait program guru penggerak, Nadiem menyampaikan bahwasannya hal ini merupakan program yang sangat penting karena akan membawa perubahan bagi guru-guru lainya. “Guru penggerak ini akan menjadi prioritas dalam menempati kedudukan kepala sekolah atau pengawas sekolah, maka mereka yang telah lulus seleksi program guru penggerak inilah yang akan diprioritaskan untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas di masing-masing daerah,” pungkasnya. (map)

Perbaikan Jembatan dan Pembersihan Tebing Rawan Longsor, Jalur Medan-Sibolangit Ditutup 15 Hari

LONGSOR: Suasana jalan lintas Medan-Berastagi yang sempat tertutup longsor, Minggu (24/10). Mulai hari ini, jalur Medan-Berastagi bakal ditutup pukul 09.00 - 13.00 WIB untuk pembersihan tebing dan perbaikan jembatan.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalur Medan-Berastagi tepatnya di tikungan Tirtanadi Km 37,5 ditutup mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, selama 15 hari mulai hari ini, Rabu (27/10). Penutupan arus lalu lintas ini terkait ada perbaikan Jembatan Sei Ular (Titi Besi), penebangan pohon dan pembersihan tebing yang rawan longsor. Karenanya, arus lalulintas akan dialihkan ke jalan alternatif.

LONGSOR: Suasana jalan lintas Medan-Berastagi yang sempat tertutup longsor, Minggu (24/10). Mulai hari ini, jalur Medan-Berastagi bakal ditutup pukul 09.00 – 13.00 WIB untuk pembersihan tebing dan perbaikan jembatan.istimewa/sumutpos.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Valentino Alfa Tatareda mengatakan, penutupan ini guna membersihkan sisa-sisa longsor yang memakan korban jiwa beberapa hari lalu. Apalagi di bagian atas tebing yang longsor tersebutn

diduga masih ada material yang menggantung dan rentan longsor kembali. “Penutupan untuk membersihkan sisa longsoran di atas lokasi longsor kemarin,” kata Valentino Alfa Tatareda, Selasa (26/10).

Valentino menjelaskan, penutupan jalur Medan Berastagi dan sebaliknya akan berlangsung selama tiga jam dimulai dari pukul 09:00 WIB hingga selesai. Dalam proses tersebut, polisi akan dibantu juga oleh BPBD, Dinas Kehutanan serta dinas terkait lainnya. “Sekira pukul 09.00 WIB, selama kurang lebih tiga jam, atau sesuai situasi dan kondisinya di lapangan,” ujarnya.

Sampai saat ini kondisi lalu lintas di lokasi longsor kawasan PDAM Sibolangit sudah lancar. Meski demikian, masih perlu dilakukan pemulihan tebing-tebing di daerah rawan longsor tersebut. “Selain itu juga lokasi-lokasi lainnya karena jalur Berastagi Medan ini banyak titik yang rawan longsor. Situasi saat ini sudah lancar, namun apabila hujan kita masih berharap agar tidak terjadi seperti kemarin,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny W Siregar. Menurutnya, dalam rapat koordinasi dengan pihak terkait diketahui pemotongan pohon jenis trep (jenis kayu sembarang keras) harus dilaksanakan karena tumbuhan tersebut bergantung di tebing bekas longsor. “Pohon ini tepat di atas batu, sehingga kalau angin kencang meniup tepat jatuh ke badan jalan dan membawa batu-batuan di bawahnya harus betul-betul ini dibersihkan,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedi Dharma ketika dikonfirmasi wartawan juga membenarkan hari ini akan terjadi penutupan arus lalu lintas. Kata dia, titik penutupan jalan di Tikungan Tirtanadi Km 37,5, Sibolangit. “Akan dilakukan penutupan total arus lalu lintas selama pelaksanaan pekerjaan tersebut. Untuk itu, kepada masyarakat diharap maklum untuk keselamatan kita bersama,” tukasnya.

Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran UPT Jalan dan Jembatan Medan, Heri Indra Siregar menambahkan, perihal perbaikan jembatan Sei Ular (titi besi) tersebut sesuai tindaklanjut dari surat Camat Serba Jadi, dengan Nomor: 18.51/630/490, per 28 Juni 2021. “Karena itu kami sampaikan mulai 27 Oktober-10 November 2021, dari Pukul 09.00-13.00 WIB, Jembatan Sei Ular (Titi Besi) akan diperbaiki. Sehingga lalulintas akan dialihkan ke jalan alternatif sesuai yang disepakati bersama dalam rapat sebelumnya,” ujar Heri dalam surat pemberitahuan, pada Senin (25/10).

Dia meminta kepada masyarakat Sumut, agar dapat memakluminya demi keselamatan masing-masing. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar dapat membantu menyosialisasikan pemberitahuan pengalihan jalan serta perbaikan jembatan tersebut. “Supaya pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik serta lancar, serta berperan serta dalam membantu lalulintas,” tukasnya. (dwi)

Tergiur Untung Besar, Nasabah Arisan Online Tertipu

BUKTI LAPORAN: Korban saat menunjukan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan korban dari Satreskrim Polres Binjai.teddy akbari/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Keinginan untung, malah buntung. Nasib ini dialami Sri Wulandari (22). Ibu dua anak ini tergiur iming-iming uang berlipat ganda dengan cara mengikuti arisan secara online.

BUKTI LAPORAN: Korban saat menunjukan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan korban dari Satreskrim Polres Binjai.teddy akbari/sumut pos.

Ini bermula dari korban diajak melakukan investasi berupa uang oleh temannya berinisial DI dengan iming-iming keuntungan besar pada akhir Oktober 2020. Korban pun tergiur dan melakukan investasi sebesar Rp2 juta pada akhir November 2020.

Korban dijanjikan paling telat 30 hari atau satu bulan, uang tersebut berlipat ganda. Benar saja, uang korban berlipat ganda menjadi Rp4 juta setelah 20 hari berselang.

“Ada dua kali saya coba Rp2 juta itu, dan benar sebelum waktunya uang saya menjadi Rp4 juta,” kata korban ketika ditemui di rumahnya, Dusun V, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Selasa (26/10).

Oleh DI kemudian mengajak korban untuk mencari nasabah lainnya. Singkat cerita, korban dan kawan-kawannya berjumlah 39 orang sepakat untuk melakukan investasi uang tersebut.

Uang pun terkumpul mencapai tiga ratusan juta rupiah. “Uang tiga ratusan juta itu saya setor secara bertahap. Ada juga yang disetor melalui rekening BRI atas nama Katirah yang merupakan ibu dari teman saya berinisial DI. Ada juga uang yang saya setorkan secara tunai kepada DI bersama suami saya,” bebernya.

Namun belakangan, keuntungan yang dijanjikan menjadi sekadar isapan jempol belaka. Ya, korban pun tertipu.

Bahkan, korban mendapat tekanan dari teman-temannya agar segera mengembalikan uang mereka. “Namun karena juga saya jadi korban penipuan oleh DI, saya buat laporan ke Polres Binjai,” ujar dia. (ted/azw)

Sayang, laporan korban pada Februari 2021 hingga kini seperti diacuhkan. Buktinya, laporan pengaduan korban tidak naik menjadi laporan polisi.

Melainkan hanya laporan pengaduan masyarakat. Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Yayang Rizky Pratama menyatakan, akan mengecek laporan tersebut. “Coba saya cek dulu ya laporannya,” tandasnya. (ted/azw)

Buntut Anggota Diduga Peras dan Cabuli Istri Tahanan, Jabatan Kapolsek dan Kanitreskrim Polsek Kutalimbaru Dicopot

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak akhirnya mencopot jabatan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kutalimbaru, Deliserdang AKP Hendri Surbakti beserta Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) nya, Ipda Syafrizal.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.

Hal itu terkait kasus dugaan pencabulan dan pemerasan oleh dua oknum penyidik Polsek Kutalimbaru, Deliserdang, berinisial Aiptu DR dan Bripka RHL terhadap Istri seorang tersangka Narkoba, berinisial MU (19).

Kedua pejabat di Polsek Kutalimbaru tersebut terkena imbasnya, dikarenakan bertanggung jawab atas kasus tersebut.

“Saya sudah mencopot kapolsek dan penyidiknya,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (26/10).

Panca menilai, tindakan oknum penyidik berinisial Aiptu DR yang diduga mencabuli istri seorang tersangka narkoba itu telah mencoreng nama baik institusi Polri. Bukan hanya itu, Aiptu DR bersama Bripka RHL juga disebutkan memeras korban.

Atas tindakan tersebut, Panca berjanji akan memberikan sanksi yang seberat-beratnya. “Saya tidak akan main-main dalam memberikan sanksi bagi anggota Polri yang mencoreng nama baik kesatuan,” tegasnya.

Terlebih, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo sebelumnya sudah meminta para jajaran untuk menunjukkan sikap yang humanis di tengah masyarakat.

“Ini tidak boleh dibawa, dilakukan oleh seorang anggota Polri. Dia harus tunjukkan anggota Polri yang bisa melindungi masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya, kedua pejabat Polsek Kutalimbaru, Deliserdang itu sempat diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumut atas kasus tersebut, di Mapoldasu, pada Senin (25/10), setelah akhirnya jabatan keduanya dicopot. (dwi/azw)