26.8 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 2993

Maling, Pemuda Karang Berombak Ditangkap

PAPARKAN: Tersangka maling, Ari Anggara Pratama dipaparkan Polsekta Medan Barat, Selasa (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pemuda yang tinggal di Jalan Karya Dame Gang Pribadi, Kelurahan Karang berombak, Medan Barat, diringkus petugas Polsek Medan Barat. Pemuda itu membobol rumah warga di Jalan Makmur Gang Cendol, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, dan melarikan barang-barang berharga.

PAPARKAN: Tersangka maling, Ari Anggara Pratama dipaparkan Polsekta Medan Barat, Selasa (26/10).

Pemuda tersebut adalah Ari Anggara Pratama alias Ari (18). Pemuda yang baru beranjak dewasa ini membobol rumah, Jumat (22/10) siang sekira pukul 11.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Philip A Purba mengatakan, aksi pelaku pencurian ini terjadi saat rumah tersebut ditinggal kosong. Saat itu, pemilik rumah kebetulan pergi karena ada urusan. “Korbannya adalah Lady Jannata (38). Korban pergi meninggalkan rumah karena ada urusan. Kemudian, pelaku membobol rumah korban,” kata Philip, Selasa (26/10).

Pelaku yang berhasil masuk ke dalam rumah, selanjutnya mengambil barang-barang berharga milik korban seperti 1 unit mesin cuci, 1 set pendingin ruangan, 1 unit televisi LED 50 inchi, 1 unit kulkas dan kabel instalasi sepanjang 20 meter. “Korban mengetahui rumahnya disatroni pencuri setelah dihubungi mertuanya. Saat sampai di rumah, korban melihat kondisi di dalam rumahnya berantakan,” ujar Philip.

Korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta, dan kemudian membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Barat. “Petugas lalu turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya kita ringkus tak jauh dari rumah korban,” ucap Philip.

Dia menyebutkan, ketika diinterogasi petugas, pelaku mengakui perbuatannya telah mencuri di rumah korban. Dari pelaku, diamankan sejumlah barang bukti. “Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 363 ayat 1 ke 5e KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara. Pelaku saat ini sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (ris/azw)

Sidang Dugaan Pemalsuan Aset Waris: Terungkap Ada Persekongkolan Kuasai Aset Sertifikat

KETERANGAN: Saksi Edi Syaputra Gurning, memberikan keterangan dalam sidang dugaan pemalsuan akta waris, Selasa (26/10). agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang dugaan akta palsu dengan terdakwa David Putra Negoro alias Lim Kwek Liong kembali berlanjut, di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/10). Terungkap dipersidangan, terdakwa bersekongkol dengan salah satu ahli waris lainnya, Lim Sui Liong yang merupakan buron pihak kepolisian, dalam menguasai aset harta warisan berupa sejumlah sertifikat.

KETERANGAN: Saksi Edi Syaputra Gurning, memberikan keterangan dalam sidang dugaan pemalsuan akta waris, Selasa (26/10). agusman/sumut pos.

Hal itu diungkapkan Edi Syaputra Gurning, yang merupakan mantan Kepala Operasional PT Bank Danamon di Jalan Thamrin Medan, yang dihadirkan sebagai saksi. Dia mengatakan, aset berupa sertifikat tersebut disimpan dalam Safe Deposit Box (SDB) yang disewa di Bank Danamon atas nama Lim Sui Liong sejak Tahun 2008.

“Awalnya ketika dicek atas nama yang bersangkutan (terdakwa) tidak ada. Ternyata setelah dicek ulang memang benar ada (SDB) di bank Danamon tapi atas nama Lim Sui Liong atau siapa gitu saya lupa,” sebut Edy Syaputra menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Chandra Naibaho.

Selain itu kata Edy, meski tidak mengetahui secara jelas hal apa yang disimpan dalam Safe Deposit Box (SDB) tersebut, belakangan ia mengetahui bahwa aset yang berada dalam Safe Deposit Box itu berupa sejumlah sertifikat. Hal itu diketahuinya setelah diperiksa pihak kepolisian untuk memberi keterangan berkaitan kasus tersebut.

“Sejak kapan Lim Sui Liong jadi nasabah SBD di bank Danamon?,” tanya Jaksa. Menjawab pertanyaan tersebut saksi kemudian menjawab bahwa seingatnya

Lim Sui Liong telah menjadi jadi SBD sejak 2008. Ada beberapa sertifikat, tapi kita tidak tau apa isinya. Sudah sejak sekitar tahun 2008,” jawab saksi di hadapan majelis hakim diketuai Dominggus Silaban.

Sementara itu, Longser Sihombing selalu penasuhat hukum korban, menyayangkan bahwasannya istri terdakwa yang sempat dihadirkan JPU namun batal memberikan keterangan di persidangan.

“Pasalnya, terdakwa mengaku keberatan karena saksi yang bersangkutan merupakan istrinya dan majelis hakim pun menerima keberatan tersebut. Padahal di lain sisi kami melihat, proses pengambilan barang-barang sertifikat terdakwa membawa istrinya, kendati demikian kami tetap mengapresiasi hakim,” katanya.

Dari keterangan saksi pegawai bank, sambung Longser, membenarkan peranan dari Lim Soen Liong yang saat ini bersama oknum Notaris Fujiyanto sudah masuk buron.

“Lim Soen Liong turut serta membantu akta palsu, membantu sertifikat dari brankas dan turut serta menitipkan barang yang bukan haknya di Safety box bank Danamon. Jadi kita meminta kepada Polda Sumut dan Polrestabes Medan segera menangkap keduanya “ sebutnya.

Selain itu, Longser mengapresiasi Kapolrestabes Medan atas penetapan tersangka dan keluarnya surat Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor: DPO /272/IX/Res/1.9/2021/Reskrim terhadap oknum notaris Fujiyanto mendapat apresiasi dari kuasa hukum Jong Nam Liong. Dirinya berharap kepada kepolisian segera menangkap pelaku yang diduga telah melarikan diri tersebut.

Selain itu, Longser menjelaskan Fujiyanto berkantor di jalan Sei Kera Medan ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polrestabes Medan karena diduga membuat surat akta Palsu no 8 tanggal 21 Juli 2008 yang telah merugikan kliennya, hingga miliaran rupiah.

“Sesuai LP/877/IV/2020/SPKT/Resta Medan tanggal 03 April 2020, Satreskrim Polrestabes Medan menetapkan 3 orang tersangka dimana salah seorang tersangka adalah Lim Kwek Liong alias David Putra Negoro yang telah menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Medan dan menjalani persidangan,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, telah membuat surat permohonan dilakukannya pencegahan keluar Negeri terhadap tersangka Fujiyanto Ngariawan dan tersangka Lim Soen Liong alias Edi dengan Nomor 217/SK/KH-HY-IX/2021 kepada Kapolrestabes Medan dengan tembusan Kapolri, Kemenkumham dan lainnya. (man/azw)

BRI Cabang Sidikalang Gelar Undian Simpedes Semester 1, Yeni Shara Nababan Menangkan Mobil Honda

KUNCI DUPLIKAT: Pinca BRI Sidikalang, Marsudi (3 kanan), menyerahkan kunci duplikat hadiah utama undian Simpedes berupa 1 unit mobil merk Honda kepada Pimpinan BRI unit Sisingamangaraja, Oloan Matondang disaksikan Notaris Binahar Hutapea, dari Dinas Sosial serta Kepolisian.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk Cabang Sidikalang, Kabupaten Dairi, menggelar undian Panen Simpedes BRI semester 1, periode 1 Maret 2021-31 Agustus 2021. Penarikan undian dilaksanakan di Aula Kodim 0206/Dairi, Selasa (26/10).

KUNCI DUPLIKAT: Pinca BRI Sidikalang, Marsudi (3 kanan), menyerahkan kunci duplikat hadiah utama undian Simpedes berupa 1 unit mobil merk Honda kepada Pimpinan BRI unit Sisingamangaraja, Oloan Matondang disaksikan Notaris Binahar Hutapea, dari Dinas Sosial serta Kepolisian.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Sidikalang, Marsudi menyampaikan, penarikan undian Simpedes yang kali ini merupakan yang ke 67 kali.

“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Dairi dan Pakpak Bharat yang selalu setia berbisnis dengan BRI,” ujarnya.

Marsudi mengatakan, BRI cabang Sidikalang berperan aktif mendorong pembangunan di kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengusaha ekonomi kecil dan menengah dengan penyaluran kredit KUPEDES, KUR, UMKM serta Kredit program.

Marsudi menyebut, perkembangan kredit di 2 kabupaten terus mengalami peningkatan. Hingga bulan September 2021, peningkatan kredit sebesar Rp105,8 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,8%.

“Kami minta dukungan masyarakat tetap bertransaksi dengan BRI, kami juga akan terus memperbaiki layanan kepada nasabah. Sebagai penghargaan BRI atas kesetiaan dan loyalitas nasabah, kami menyediakan hadiah sebesar Rp449 juta lebih, dengan total 64 hadiah yakni hadiah gradprize 1 unit mobil Honda, 4 unit sepeda motor dan 59 unit barang elektronik,” ujar Marsudi.

Sementara itu, hadiah utama/grandprize undian Simpedes semester 1, periode 1 Maret 2021-31Agustus 2021 berupa 1 unit mobil merk Honda dimenangkan, Yeni Shara Nababan, nasabah BRI dari unit Sisingamangaraja Sidikalang. Penarikan undian hadiah Simpedes BRI disaksikan Notaris, Binahar Hutapea, perwakilan Dinas Sosial serta dari Kepolisian.(rud/ram)

Komitmen Terapkan Kesetaraan Gender, Telkom Sabet Penghargaan UN Women

REWARD: PT Telkom berhasil raih reward dalam ajang Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards yang diadakan oleh U

JAKARTA, SUMUTPOS.CO PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meraih penghargaan dalam ajang Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards yang diadakan oleh UN Women Indonesia, Jumat (22/10/2021) lalu. 

 Penghargaan ini diberikan kepada Telkom atas komitmen sebagai perusahaan yang mempromosikan kesetaraan gender di lingkungan kerja. Telkom meraih penghargaan honorable mention pada kategori tempat kerja inklusif gender (Gender-Inclusive Workplace). 

 Kategori ini memberikan penghargaan terhadap pencapaian perusahaan dalam melaksanakan upaya-upaya yang inklusif gender di tempat kerja, termasuk pendekatan inovatif untuk perekrutan yang setara dan nondiskriminatif, menyediakan pengaturan kerja yang fleksibel, mendukung kesetaraan peran perempuan dan laki-laki untuk menjalankan tugas rumah tangga termasuk kerja pengasuhan, menjamin keselamatan, dan kesejahteraan karyawan perempuan dan laki-laki, mengurangi kesenjangan upah berdasarkan gender serta mendorong pengembangan karir dan kepemimpinan perempuan.

 Direktur Human Capital Management Telkom, Afriwandi bersama komunitas Srikandi TelkomGroup terus berupaya untuk mempromosikan kesetaraan gender di lingkungan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa Telkom adalah perusahaan yang terbuka pada keberagaman dan inklusivitas. 

“Penghargaan ini adalah apresiasi untuk seluruh karyawan di TelkomGroup. Dengan penerapan core values AKHLAK, kami tidak membedakan gender karyawan dalam pengembangan karir. Semua berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi. Ke depannya, bersama komunitas Srikandi TelkomGroup, kami berharap dapat memenuhi target Menteri Erick Thohir agar jajaran direksi di Telkom mencapai 15 persen. Kami percaya, lingkungan kerja yang inklusif dan menjunjung kesetaraan gender adalah salah satu hal penting untuk mencapai target tersebut,” papar dia. 

 Senada disampaikan Justi Ariesthiawati, Ketua Srikandi TelkomGroup. “Di Srikandi TelkomGroup, kami saling meng-empower karyawan perempuan untuk semakin berdaya. Saya selalu katakan, menjadi perempuan itu suatu anugerah. Menjadi perempuan yang berdaya itu suatu tantangan. Tidak perlu kesempurnaan untuk menjadi perempuan yang berperan di berbagai kondisi. Be confidence, stay humble & keep contributing,” katanya. 

 WEPs Awards Indonesia 2021 adalah ajang penghargaan yang diselenggarakan melalui program WeEmpowerAsia dan didanai oleh Uni Eropa. Ini sebagai wujud apresiasi kepada perusahaan di Indonesia atas inisiatifnya dalam mengatasi ketimpangan gender dan mendukung partisipasi aktif perempuan dalam mendukung perekonomian nasional. 

 Sebanyak 228 aplikasi dari 138 perusahaan telah diseleksi oleh 10 panel juri dalam enam kategori: Kepemimpinan, kepemimpinan orang muda, marketplace responsif gender, tempat kerja inklusif gender, transparansi dan pelaporan, serta pelibatan komunitas dan kerjasama. 

 Panel juri WEPs Awards Indonesia 2021 terdiri dari profesional di sektor bisnis dan pembangunan dengan pengalaman dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Di antaranya Eko Novi Ariyanti, Asisten Deputi Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Marina Berg, Duta Besar Swedia untuk RI, Timor-Leste dan ASEAN, Dewi Meisari Haryanti, Kepala Bidang Kajian, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Tendy Gunawan, National Programme Officer, International Labour Organization (ILO) Indonesia, Petty Siti Fatimah, Editorial Director PT Prana Dinamika Sejatera & CCO Femina, Devi Asmarani, Editor-in-Chief Magdalene serta juri lain dari kalangan profesional. 

 WEPs sendiri merupakan inisiatif UN Women dan UN Global Compact yang bertujuan memberdayakan perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam hal ekonomi di semua sektor dan menguraikan tujuh langkah bagi bisnis untuk mencapainya di tempat kerja, marketplace, dan komunitas. Hingga saat ini, lebih dari 3.800 perusahaan di seluruh dunia telah menandatangani WEPs, termasuk 145 perusahaan dari Indonesia. (rel/prn) 

FKUB Kota Medan Bedah Rumah Ibadah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DALAM rangka pelaksanaan pekan kerukunan, FKUB Kota Medan melaksanakan bedah rumah ibadah yaitu Mushalla Silaturrahim dan Kuilshri Bathara Kaliamman.

RUMAH IBADAH: FKUB Kota Medan melaksanakan bedah rumah ibadah yaitu Mushalla Silaturrahim dan Kuilshri Bathara Kaliamman.ISTIMEWA.

Hal ini disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan Drs H Ilyas Halim MPd kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (26/10).

”Dipilihnya kedua rumah ibadah ini karena merupakan simbol kerukunan di Kota Medan. Kedua rumah ibadah ini berdampingan tempatnya,” ujar Ilyas Halim.

Ketua FKUB Kota Medan yang pernah menjabat Kabag Agama Setda Pemko Medan ini menambahkan bahwa masyarakat disini sangat toleran. ”Ketika melaksanakan ibadah agamanya masing-masing, saling menghargai satu sama lainnya,” kata ketua FKUB Kota Medan.

Ilyas Halim yang pernah menjadi kepala SMA Negeri 13 Medan juga mengutarakan bahwa masyarakat di sekitar kedua rumah ibadah tersebut beragam.

”Ada Kristen, Budha, Hindu, Islam, dll. Mereka sudah berasimilasi,” sebutnya.

Ketua FKUB Kota Medan menambahkan bahwa dalam kegiatan bedah rumah ibadah ini juga
diadakan bakti sosial pemberian seratus paket sembako. ”Kita juga melaksanakan kegiatan gotong royong,” kata ketua FKUB Kota Medan. (dmp)

Memasuki Era Society 5.0, Menko Airlangga Sampaikan untuk Membangun Talenta Digital dan Meningkatkan Literasi Digital

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pengendalian pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah menunjukkan keberhasilan.

Hal ini terlihat dari Jumlah Kasus Harian pada 24 Oktober 2021 yang jauh lebih rendah daripada negara lain, di mana hanya terdapat 2,72 kasus per 1 juta penduduk. Angka Reproduction Rate (Rt) pada 22 Oktober 2021 yang sebesar 0,71 menjadi angka Rt yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lainnya dan dalam kategori terkendali. Penurunan Angka Rt hingga di bawah 1 atau di kisaran 1 menandakan adanya penurunan angka infeksi di komunitas sekaligus memperlihatkan pandemi mulai terkendali.

Dengan keberhasilan mengatasi peningkatan kasus baru dalam dua bulan terakhir ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2021 akan dapat menyusul angka pertumbuhan di triwulan sebelumnya. Pada Triwulan II-2021 yang lalu, perekonomian Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi sejak krisis sub-prime mortgage yakni mencapai 7,07% (yoy).

Pertumbuhan yang cukup tinggi tersebut juga didorong oleh permintaan yang meningkat pada sektor informasi dan komunikasi karena terjadi pergeseran perilaku masyarakat ke arah ekonomi digital, terutama di masa pandemi yang mengharuskan masyarakat membatasi kegiatannya di luar rumah. Situasi ini menjadi peluang untuk akselerasi transformasi digital di berbagai sektor ekonomi yang akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Hal ini ditunjukkan oleh aktivitas ekonomi digital di Indonesia yang terus meningkat, bahkan 41,9% total transaksi ekonomi digital ASEAN selama 2020 berasal dari Indonesia yang mencapai US$44 miliar, dan di 2025 diproyeksikan mencapai US$124 miliar,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara The 1st International Conference on Humanities and Social Sciences (ICHSS) 2021. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh President University secara virtual pada Selasa (26/10) dengan mengambil tema “The Opportunities of Crisis: International Experiences and Best Practices in the Time of Covid-19 and Beyond in Society 5.0”.

Teknologi digital digunakan dalam berbagai sektor ekonomi dan bisnis, seperti finteche-commerce, layanan kesehatan/pendidikan/transportasi online, maupun Internet of Things (IoT). Khusus untuk layanan kesehatan dan pendidikan diprediksi akan menjadi sangat besar kontribusinya dalam ekonomi digital ke depannya.

“Namun, untuk sekarang, e-commerce adalah sektor utama yang mendukung ekonomi digital di Indonesia. Sebanyak 72,73% dari total transaksi ekonomi digital di Indonesia berasal dari e-commerce. Pada 2020, nilai e-commerce mencapai US$32 miliar, dan diproyeksikan akan mencapai US$83 miliar di 2025,” jelas Menko Airlangga.

Menurut Airlangga, Indonesia memiliki bonus demografi yang mendukung pembentukan ekosistem digital yang berkelanjutan. Mayoritas penduduk Indonesia adalah Generasi Z dan Milenial berusia 8 s.d. 39 tahun yang memiliki tingkat adopsi digital tinggi. Sementara, terdapat 37% konsumen baru ekonomi digital yang muncul selama pandemi Covid-19 dan 93% di antaranya akan tetap memanfaatkan produk ekonomi digital pasca pandemi Covid-19 (Google, Bain, Temasek; 2020).

Peran dari para anak muda yang termasuk Generasi Z dan Milenial dalam era digital ini antara lain sebagai talenta digital, wirausahawan digital, ataupun konsumen potensial dari produk-produk domestik. Namun, dunia wirausaha di Indonesia yang didominasi oleh pengusaha milenial (25-34 tahun) tersebut juga mencatat Rasio Wirausaha yang masih rendah yakni 3,30% di 2019 dan 3,47% di 2020 (Kemenkop UKM, 2020).

Pemerintah juga telah berupaya mengakselerasi pembentukan talenta digital dan pengembangan ekonomi digital dengan melakukan pembangunan infrastruktur seperti akses internet 5G dan data center, melakukan pelatihan melalui Program Kartu Prakerja dan Digital Leadership Academy, mengeluarkan regulasi UU Cipta Kerja dan aturan pelaksanaannya, mengembangkan ekosistem UMKM digital, serta menyediakan fasilitas pembiayaan untuk membantu perusahaan rintisan (start-up) di bidang teknologi digital.

Indonesia pun harus siap menghadapi perubahan menjadi Society 5.0, di mana sejumlah besar informasi dari sensor wilayah fisik diakumulasikan ke dalam wilayah maya (cyberspace). Dalam cyberspacebig data dianalisis oleh Artificial Intelligence (AI), dan hasilnya akan dikembalikan ke wilayah fisik untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. “Kuncinya adalah tetap kita harus membangun talenta digital dan meningkatkan literasi digital kepada masyarakat umum,” imbuh Menko Airlangga.

Menko Airlangga menambahkan, semua pemangku kepentingan mempunyai peran penting dalam pengembangan kewirausahaan dan ekosistem digital, termasuk dari Lembaga Pendidikan Tinggi atau Universitas.

“Kita menggunakan konsep pentahelix yang di dalamnya terdapat unsur Pemerintah, komunitas, akademisi, pengusaha, dan media. Di sini, Pemerintah menjadi fasilitator juga regulator, sementara akademisi menjadi pencetus kurikulum kewirausahaan yang bagus, dan pendorong penciptaan lebih banyak lagi perusahaan start-up yang dimulai dari inovasi mahasiswa,” pungkasnya. (rep/fsr)

Initial Public Offering, Mitratel Tawarkan Sebanyak 29,85% Saham ke Publik

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, dan jajarannya saat penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) kepada publik, Selasa (26/10/2021).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, melangsungkan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 29,85% saham kepada publik. Hal tersebut sebagai bagian dari upaya mengembangkan bisnis, menciptakan nilai yang optimal bagi perusahaan dan stakeholder serta demi mewujudkan ekosistem telekomunikasi untuk digitalisasi hingga ke pelosok negeri.

Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) ini menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, HSBC, JP Morgan, PT Mandiri Sekuritas, dan Morgan Stanley sebagai joint bookrunners dan joint global coordinators. BRI Danareksa Sekuritas bersama Mandiri Sekuritas juga bertindak sebagai joint lead managing underwriters dan domestic underwriters.

Adapun roadshow dan penawaran awal (bookbuilding) saham Mitratel dijadwalkan pada 26 Oktober – 4 November 2021. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 12 November 2021. Setelah diperolehnya pernyataan efektif dari OJK, penawaran umum akan dilaksanakan pada 16-18 November 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 November 2021.

Sesuai rencana, Perseroan akan menggunakan 40% dana hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure) organik, 50% untuk belanja modal anorganik, dan 10% untuk modal kerja serta kebutuhan Perseroan lainnya.

Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Telkom karena telah sukses membawa salah satu anak usahanya, yaitu Mitratel, menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbuka. “IPO Mitratel diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Mitratel, TelkomGroup, BUMN dan juga negara. Semoga Mitratel dapat membangun market leadership di industri tower provider yang merupakan infrastruktur telekomunikasi nasional oleh BUMN dan anak usaha demi memperkuat ketahanan digital nasional.”

Menteri BUMN juga menambahkan agar Mitratel dapat menarik investor untuk menginvestasikan dana di Indonesia demi memperkuat perekonomian nasional dan pembukaan lapangan kerja. Mitratel juga diharapkan menjadi perusahaan yang independen dan kebanggaan nasional dengan tata kelola yang transparan, meningkatkan kapasitas finansial serta fleksibilitas untuk lebih agresif dalam mengejar peluang pertumbuhan bisnis yang signifikan.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah, Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, dan jajarannya saat penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) kepada publik, Selasa (26/10/2021).

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menjelaskan, bahwa IPO MItratel ini merupakan salah satu penataan portofolio yang dilakukan TelkomGroup untuk mengoptimalkan value creation dari Mitratel sehingga dapat memberikan hasil yang optimal bagi stakeholder. “Sebagai penyediaan infrastruktur menara telekomunikasi selama 13 tahun, Mitratel memiliki lebih dari 28 ribu menara, dengan tim manajemen yang berpengalaman dan rekam jejak yang baik dalam memberikan pertumbuhan siklus industri di Indonesia. Ke depannya, Mitratel memiliki potensi pertumbuhan yang baik seiring dengan perkembangan teknologi terlebih dengan kehadiran 5G yang membuat kebutuhan operator terhadap menara telekomunikasi meningkat. Semoga langkah ini memantapkan langkah Mitratel menjadi pemain menara telekomunikasi independen terbesar tidak hanya di Indonesia tapi juga Asia Tenggara,” tambah Ririek.

Mitratel memiliki jangkauan layanan yang luas dan ekosistem bisnis telekomunikasi yang lengkap. Perusahaan ini juga telah melakukan perluasan bisnis secara agresif, salah satunya melalui solusi serat optik TelkomGroup, dimana hal ini tidak dimiliki oleh perusahaan menara telekomunikasi lainnya. Dengan jaringan serat optik yang memadai tersebut, Mitratel diharapkan dapat mengambil peran dalam mendukung optimalisasi kemajuan ekonomi digital dalam Industri 4.0, seiring adanya jaringan 5G dan pemerataan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan bahwa hari ini merupakan hari bersejarah bagi Mitratel, yang beberapa langkah lagi akan mewujudkan mimpi untuk menjadi perusahaan terbuka. “Melalui IPO ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian investor regional maupun internasional terhadap Mitratel, dan tentunya mengajak masyarakat luas untuk menjadi bagian dalam kesuksesan membangun Indonesia yang lebih baik lagi melalui digitalisasi,” tuturnya.

Saat ini, Mitratel memiliki model bisnis yang atraktif dan kokoh dengan visibilitas pendapatan yang tinggi, karena didukung oleh pelanggan berkualitas tinggi. Terbukti, Perseroan memiliki profil keuangan yang atraktif dengan margin yang terus meningkat, kemampuan arus kas yang kuat, serta posisi keuangan yang terkemuka di industri menara telekomunikasi.

Ke depannya, Mitratel berencana untuk ekspansi jangka panjang ke pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik. “Sejalan dengan visi untuk menjadi leader dan provider terbaik dalam penyediaan infrastruktur telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga tengah mempersiapkan strategi untuk ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Kami akan terus menyediakan layanan infrastructure solution dengan kualitas prima dan harga yang kompetitif, demi memberikan value yang tinggi bagi para investor,” pungkas Teddy. (Rel)

Haknya Dikangkangi, Eks Karyawan PT SMTM Siap Aksi Jalan Kaki 52 Km

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Aksi protes eks
karyawan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri (SMTM) dampak hak mereka tak diakomodir pihak perusahaan eksportir kopi itu, terus berlanjut.

Enam (6) dari puluhan eks karyawan pasca pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak per 20 Juli lalu itu, berencana menggelar aksi jalan kaki sejauh 52 km pada 1 November 2021.

Perwakilan eks karyawan, Mesti Marpaung (48) mengatakan, ia dan kelima rekannya di PHK secara sepihak oleh perusahaan dengan alasan tidak bisa memenuhi kerja. Ironisnya mereka tidak diberikan kompensasi PHK yang nilainya kurang lebih Rp40 juta per orang. Apalagi diakuinya, mereka telah bekerja di perusahaan eksportir kopi itu rata-rata 20 tahun.

“Kami mau menuntut hak kami, makanya kami mau aksi jalan kaki sebagai protes. Bayangkan kami ada yang sudah bekerja di perusahaan itu lebih 20 tahun. Lagi pula kami juga keberatan alasan kami di PHK karena dibilang tak bisa memenuhi target kerja,” kata Mesti kepada wartawan di Medan, Selasa (26/10/2021).

Sejatinya, ungkap dia, tidak hanya mereka yang dipecat secara sepihak. Sebelumnya ada ratusan karyawan yang dipecat dengan alasan tidak memenuhi target kerja. Padahal sebelumnya target kerja itu tidak pernah diberlakukan dan terkesan dijadikan alasan. Surat peringatan pertama dilayangkan pada 16 Juni 2021. Surat kedua, 20 Juni 2021 dan yang ketiga dilayangkan 4 Juli 2021. Pada 20 Juli 2021, mereka sudah dilarang bekerja lagi.

“Sejak pemecatan itu, kami pun rutin menggelar aksi damai di depan perusahaan. Hasilnya pada Oktober 2021 sejumlah karyawan diberikan kompensasi. Namun kami (6 karyawan, Red) tidak diberikan, dengan alasan karena kami menolak meminta maaf dan menolak membuat surat pernyataan bersalah atas aksi itu sebagaimana yang diminta perusahaan,” ungkapnya yang mengaku sudah bekerja di perusahaan itu selama 19 tahun.

Senada disampaikan rekan Mesti, Siti Hadijah Silaban (51). Siti yang sudah bekerja 12 tahun di perusahaan itu berharap pemerintah mendengar keluhan mereka. Bahwa apa yang menjadi tuntutan ia dan kelima temannya didengar oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

“Kami ini kan ibu-ibu, mau kepada siapa lagi kami mau mengadu. Apalagi kami bekerja di perusahaan itu puluhan tahun, tapi dengan begitu saja dipecat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) Sumut, Eben menegaskan, tidak ada aturan yang mengatakan perusahaan bisa memecat karyawannya dengan alasan tidak memenuhi target kerja. Ia mensinyalir pemecatan sepihak itu sengaja dilakukan perusahaan untuk menghindari kewajiban kepada karyawannya yang akan memasuki usia pensiun.

“Kalau dilihat dari durasi surat pertama sampai ketiga, tampak sekali hal itu dipaksakan. Kami meminta perusahaan untuk membayarkan hak-hak karyawan seusia dengan aturan. Kasihan jika mereka harus berjalan kaki sejauh 52 km, apalagi mereka adalah ibu-ibu yang sudah berusia 50 tahun,” katanya.

Sebagai lembaga pendamping, pihaknya menyayangkan pernyataan dari Dinas Tenaga Kerja Sumut yang terkesan membenarkan pemecatan sepihak itu, dengan mencari pasal yang dipaksakan. Eben meminta Gubsu Edy Rahmayadi menunjukkan keberpihakan dengan membantu masyarakatnya yang terzolimi.

Advokasi GSBI Sumut, Tomi Inanta Manik menegaskan, alasan perusahaan yang menyatakan aksi eks karyawan itu telah mengganggu produksi perusahaan, sangat tidak masuk akal. Sebab aksi dilakukan secara damai dan perusahaan tetap berproduksi.

Melengkapi informasi, aksi jalan kaki sejauh 52 km itu akan dimulai dari lokasi perusahaan di Jalan Medan-Binjai (kilometer 12) menuju kantor Bupati Deli Serdang. (prn)

TEKS FOTO
KETERANGAN: Eks karyawan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri sampaikan keterangan pers sekaitan rencana aksi jalan kaki sejauh 52 Km, dampak hak mereka dikangkangi oleh pihak perusahaan di Medan, Selasa (26/10/2021). ISTIMEWA

Selama 7 Hari, PLN Mobile VCRR 2021 Kumpulkan Donasi Rp 4,3 Miliar untuk Biaya Penyambungan Listrik Keluarga Pra-Sejahtera

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gelaran PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride (VCRR) 2021 disambut antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Baru berjalan 7 hari sejak 16 Oktober, program ini berhasil mengumpulkan donasi Rp 4,3 miliar.

Dari donasi tersebut, PLN secara bertahap bakal menyalurkan biaya penyambungan listrik bagi keluarga pra-sejahtera di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahap pertama, penyalaan listrik secara simbolis dilakukan oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali, Haryanto WS di kawasan Jatinegara, Sabtu (23/10).

Haryanto WS mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam PLN Mobile Virtual Charity Run and Ride 2021. Dengan mengikuti program ini, peserta tidak hanya mendapat manfaat kesehatan tetapi juga turut membantu warga tidak nampu agar bisa segera menikmati listrik.

“Dengan mengikuti VCRR ini, kita berolahraga sambil membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu mendapatkan listrik. Dengan hadirnya listrik, diharapkan kesejahteraan saudara-saudara kita di seluruh Nusantara bisa lebih meningkat,” ujarnya.

PLN Mobile VCRR 2021 merupakan ajang lari dan bersepeda yang bisa dilakukan di mana saja sejak 16 Oktober hingga 7 November 2021 serta dapat “dicicil” jarak lari dan bersepedanya untuk tujuan beramal.

Dengan mengangkat tema “Terang Negeriku, Tangguh Indonesiaku”, kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Listrik Nasional ke-76. Peserta diajak untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga lari dan sepeda. Setiap kilometer yang ditempuh oleh pelari dan pesepeda nantinya akan dikonversikan dalam bentuk rupiah yang nantinya digunakan untuk membiayai penyambungan listrik masyarakat tidak mampu. Setiap kilometer lari akan dikonversikan ke dalam rupiah yaitu sebesar Rp 40.000 dan sepeda sebesar Rp 36.000.

Pemilihan penerima bantuan dilakukan langsung oleh PLN dengan memastikan penerima bantuan terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia. Sebagai informasi, biaya penyambungan listrik satu rumah termasuk dengan instalasi listrik dalam rumah, pemeriksaan instalasi dan sertifikat laik operasi yang ditetapkan pemerintah, token dan materai sekitar Rp800 ribu sampai Rp1 juta.

Haryanto menargetkan lebih dari 18 ribu keluarga pra sejahtera akan menerima bantuan biaya penyambungan listrik dari hasil VCRR yang diselenggarakan tahun ini.

“Khusus Jawa, Madura, Bali targetnya lebih dari 8.000. Target tersebut dapat tercapai kalau target jarak lari dan bersepeda diselesaikan oleh peserta,” paparnya.

Haryanto pun mengajak seluruh peserta dapat segera menyelesaikan target jarak lari atau bersepedanya agar donasi yang terkumpul dapat maksimal.

Jamingah, Salah seorang warga yang mendapat biaya penyambungan listrik dari program VCRR merasa senang kini rumahnya dipasok listrik langsung dari jaringan PLN. Sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan listrik, Ia menumpang dari tetangga dengan membentangkan kabel. Cara ini membuat Jamingah dan keluarga kesulitan dalam menggunakan peralatan kelistrikan, sebab daya listrik yang terbatas.

Setelah mendapat penyambungan listrik, kini anak Jamingah pun bisa belajar dengan waktu yang lebih fleksibel karena penerangan di rumahnya dilistriki langsung dari jaringan PLN, sehingga pasokan listriknya jauh lebih andal.

Dia pun berharap, PLN semakin sukses dan terus memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu seperti dirinya.

“Terima kasih PLN, semoga semakin maju dan pelayanannya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, atlet lari nasional yang ikut serta dalam PLN Mobile VCRR, Agus Prayogo mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PLN.

“Saya sangat terkesan. Baru pertama kali ada event olahraga, kita langsung menyalurkan energi positif. Listrik langsung dinyalakan untuk warga yang membutuhkan,” ungkap dia.

Pada tahun sebelumnya, melalui gelaran PLN VCRR 2020, PLN bersama masyarakat berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 6,1 miliar yang digunakan untuk melakukan penyambungan lebih dari 8 ribu keluarga pra-sejahtera.

Melihat antusiasme masyarakat, PLN PLN juga telah memperpanjang waktu pendaftaran hingga 29 Oktober 2021. Untuk mendapatkan kode voucher kegiatan PLN Mobile VCRR 2021 bisa didapatkan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi website plnmobilevcrr.pln.co.id, instagram @pln_id atau hubungi admin di +62 813-1687-6593 (Chat Only) serta email info.plnmobilevcrr@pln.co.id.(ila)

Rapidin Simbolon Tegaskan, Bawaslu Itu Wasit Bukan Pemain

MEDAN, SUMUTPOS.CO- PDI Perjuangan berharap, pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang berjalan baik, adil, jujur, bebas, dan rahasia. Sehingga kualitas demokrasi di Indonesia akan semakin baik.

Hal itu disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon dalam acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Kepala Daerah Serentak yang diselenggarakan Bawaslu dan DPR RI Komisi II di Hotel Grand Antares Medan, Selasa (26/10/2021). Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang dan Bawaslu RI Fritz Edward Siregar sebagai narasumber, Komisioner Bawaslu Sumut dan Medan serta beberapa pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut.

Sebagai salah satu calon Pemilukada 2020, Rapidin menyebutkan, dirinya merasakan tidak terciptanya suasana keadilan dari penyelenggara dan pengawas. “Semua orang tahu bahkan penyelenggara dan pengawas pemilu mengetahui maraknya praktik politik uang, tetapi tidak ada tindakan di lapangan oleh penyelenggara. Akhirnya saya harus menuntut sampai ke Mahkamah Konstitusi untuk mendapat keadilan dan jika praktik seperti ini di biarkan, maka kita khawatir menjadi preseden buruk bagi pembangunan Demokrasi di Sumut,” ungkap Rapidin.

Kita mengetahui bersama, Lanjut Rapidin, banyak sekali OTT kepala daerah karena kasus korupsi dan secara kasat mata bahwa banyak di antara mereka yang dalam memenangkan Pilkada melakukan politik uang. “Saya berharap ke depannya penyelenggara Pemilu terutama Bawaslu mampu bertindak adil dan melakukan proses pencegahan agar tidak terjadi money politic, karena saya melihat Bawaslu belum melakukan trobosan yang signifikan untuk menghilangkan praktek politik uang yang terstruktur dan sistematis, padahal peristiwa itu benar-benar terjadi namun tak terlihat, ibaratnya seperti pohon kelapa bergoyang dihembus angin tetapi anginnya tidak terlihat,” papar Rapidin.

Di akhir sambutannya, Rapidin memberikan masukan agar memasukan dan mendudukkan orang-orang yang memiliki dedikasi yang tinggi serta kejujuran agar bias mengawal proses demokrasi ini ke depan,

“Cari orang-orang di bawaslu yang memiliki sifat jujur, adil dan profesional dalam menjalankan tugasnya untuk menghasilkan pemilu yang lebih baik ke depannya, dan yang lebih penting Bawaslu harus mampu bertindak sebagai wasit bukan Pemain dalam Pemilu ke depan,” pungkas Rapidin.

Sementara Junimart Girsang menyatakan, kunci berkualitasnya Pemilu dan Pilkada terletak pada kinerja Bawaslu. “Pemilu dan Pemilukada bisa berlangsung secara baik, jujur, adil dan berkualitas ditentukan oleh sikap Bawaslu yang tegas dan berani mengambil tindakan hukum sesuai dengan UU termasuk saat KPU melakukan pelanggaran terhadap berbagai konflik atau pelaksanaan Pemilu itu sendiri,” pungkas Junimart. (adz)