31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 3016

Beasiswa di Unpri untuk 300 Calon Mahasiswa, Bobby: Ini Bukan Program Pemko

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belakangan, Bobby menyebutkan, program beasiswa untuk 300 calon mahasiswa tersebut, diketahui bukan merupakan program Pemko Medan, melainkan program pribadinya, yang bekerja sama dengan Unpri.

“Ini kemarin kami bicarakan, karena Unpri mau memberikan bantuan melalui Dana CSR (Corporate Social Responsibility) mereka. Calon mahasiswa dampak pandemi Covid-19 yang diutamakan. Serta yatim piatu yang tak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah, itu diutamakan,” ungkap Bobby, usai meninjau pelaksanaan ujian beasiswa di Kampus Unpri Jalan Sekip Medan, Kamis (11/11) lalu.

Bobby pun kembali memastikan, program beasiswa tersebut bukan program Pemko Medan, dengan kata lain, kegiatannya tidak menggunakan anggaran Pemko Medan.

“Ini bukan kebijakan atau program Pemko Medan. Nanti jangan tanya, uangnya dari mana? Kenapa Unpri? Dan segala macam. Itu kalau menggunakan uang pemerintah harus jelas landasannya. Kalau ini kan pribadi, Bobby Nasution. Kami kerja sama dengan Unpri,” bebernya.

Karena itu, dia juga membuka kesempatan bagi kampus lain di Kota Medan untuk melakukan hal serupa.

“Yang mau beri diskon untuk beasiswa, misalnya satu orang untuk satu semester biayanya Rp5 juta. Nah, Unpri mau kasih diskon jadi Rp2 juta sampai Rp2,5 juta, itu yang saya mampu bayar. Kalau ada kampus lain mau memberikan diskon, silakan,” imbau Bobby.

Sementara dalam pelaksanaan ujian beasiswa tersebut, Bobby menegaskan, dilakukan dengan menegakkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Sebab program beasiswa ini, diikuti lebih dari 900 orang. Nantinya, ujian akan dilakukan secara bertahap.

“Kan Medan masih suasana Covid-19. Tadi juga di dalam (ujiannya) berjarak. Karena yang mendaftar ada 900 lebih. Maka tesnya akan dilakukan bertahap, dan tetap mengikuti prokes,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan Bobby, Ketua Komisi 1 DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong, mengaku heran.

“Awalnya banyak yang bingung, itu program Pemko Medan atau program siapa? Kalau program Pemko Medan, anggarannya dari mana? Soalnya (program beasiswa) itu tak ada dibahas sama sekali dalam P-APBD 2021 ini. Tapi sekarang saudara Wali Kota justru bilang, beasiswa itu program pribadinya. Nah, sekarang saya malah tambah bingung jadinya,” katanya, Jumat (12/11).

Pasalnya, menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Medan itu, jika program beasiswa tersebut memang merupakan programnya secara pribadi, seharusnya Bobby tidak boleh membawa-bawa instansi Pemko Medan dan perangkat yang ada di jajaran Pemko Medan, dalam program itu.

“Ini yang kita lihat di mana-mana, di flyer beasiswa itu, foto Bobby justru menggunakan seragam (wali kota). Ditambah lagi ada logo Pemko Medan dalam flyer itu. Seharusnya saudara Bobby bisa membedakan, mana Bobby secara pribadi, dan mana Bobby selaku Wali Kota Medan. Kalau itu program pribadi dan bukan program Pemko Medan, seharusnya tidak boleh ada logo Pemko Medan dalam flyer itu. Karena yang bekerja sama dengan Unpri adalah Bobby secara pribadi, bukan Pemko Medan,” tegas Rudiyanto.

Selain itu, sambung Rudiyanto, dalam flyer itu juga tertulis, masyarakat Kota Medan yang ingin mendaftar sebagai mahasiswa Unpri, yang difasilitasi dari program beasiswa itu, harus mendaftarkan diri di kantor-kantor sesuai dengan domisili pendaftar.

“Ini lagi yang buat kami bingung. Programnya bukan program Pemko Medan, tentu anggaran beasiswa ini, pun bukan anggaran Pemko Medan. Lantas apa hubungannya dengan kecamatan? Kenapa mendaftarnya ke kecamatan? Sejak kapan kecamatan mengurusi program beasiswa ataupun program yang bukan milik Pemko Medan?” sergahnya.

Atas hal ini, dia pun meminta Bobby untuk lebih bisa memahami tertib administrasi.

“Untuk itu, saudara Wali Kota harus paham tertib administrasi. Untuk program pribadi, ya tidak perlu membawa-bawa Pemko Medan dan memanfaatkan kewenangannya dengan menugaskan jajarannya, seperti pihak kecamatan, dalam teknis pelaksanaan programnya secara pribadi,” kata Rudiyanto lagi.

Pun begitu, secara pribadi Rudiyanto mengaku, mendukung niat baik Bobby dalam memberikan beasiswa kepada masyarakat Kota Medan, yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Bahkan menurutnya, akan lebih baik jika Bobby secara pribadi dapat memberikan beasiswa jenjang sarjana kepada lebih banyak lagi masyarakat Kota Medan. Dengan demikian, kualitas pendidikan masyarakat Kota Medan akan jauh lebih baik. Namun begitu, Bobby diharapkan tetap harus sesuai aturan.

“Kalau bicara niat baik, tentu saya acungi jempol Pak Wali Kota Medan ini. Bahkan, Allah Subhanahu wa Taala selalu memandang segala sesuatunya itu dari niatnya dulu. Secara pribadi, saya tentu mendukung niat baik saudara Wali Kota ini. Bahkan kalau bisa 300 beasiswa itu bukan untuk se-Kota Medan, tapi untuk satu kecamatan, atau satu kelurahan, supaya semua orang bisa kuliah. Tapi sekali lagi, beasiswa di Unpri ini bukan program Pemko Medan, harusnya kesalahan seperti ini tidak perlu terjadi,” pungkasnya. (map/saz)

Atasi Banjir di Pasar Kwala Bekala, PUD Pasar Kolaborasi Kecamatan Medan Johor

KUNJUNGAN: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, didampingi Dirops Ismail Pardede, saat kunjungi Pasar Kwala Bekala, Jalan Pintu Air 4, Kecamatan Medan Johor, Kamis (11/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecamatan Medan Johor jadi satu kawasan di Kota Medan yang kerap tergenang banjir, setiap kali hujan turun. Satu di antaranya kawasan Pasar Kepala Bekala, yang berada di Kelurahan Kwala Bekala. Guna mengatasi persoalan banjir di pasar tersebut, PUD Pasar Kota Medan pun mencoba membangun koordinasi dan kolaborasi dengan pihak Kecamatan Medan Johor.

KUNJUNGAN: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, didampingi Dirops Ismail Pardede, saat kunjungi Pasar Kwala Bekala, Jalan Pintu Air 4, Kecamatan Medan Johor, Kamis (11/11).

Hal ini terungkap ketika Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, didampingi Dirops Ismail Pardede, mengunjungi pasar yang terletak di Jalan Pintu Air 4, Kecamatan Medan Johor itu, Kamis (11/11) sore.

Kedatangan Suwarno saat itu, untuk meninjau genangan air yang kerap terjadi di jalan menuju pasar. Akibat dari seringnya terjadi genangan air di kawasan tersebut, kondisi jalan menjadi berlubang dan rusak parah. Setelah dicek lebih jauh, ternyata satu penyebabnya adalah drainase yang tersumbat.

“Setelah kami cek, ternyata ada drainase yang tersumbat. Akhirnya kami sepakat, agar drainase dulu dibenahi, sebelum jalan diperbaiki,” ungkap Suwarno, yang bersama-sama dengan Kasi Sarpras Kecamatan Medan Johor Tengku Mahari Abdillah, saat melakukan pengecekan sejumlah drainase di pasar tersebut.

Kasi Sarpras Kecamatan Medan Johor, Tengku Mahari Abdillah menjelaskan, dari hasil peninjauan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PU Kota Medan untuk menormalisasi drainase. Sebab, dari hasil amatan yang dilakukan, drainase memang sudah tersumbat.

“Jika normalisasi sudah dilakukan, maka pelaksanaan perbaikan jalan pun bisa diselenggarakan,” jelasnya.

Suwarno pun menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Selanjutnya, PUD Pasar Kota Medan juga akan berkolaborasi dengan pihak kecamatan untuk bergotong royong membersihkan drainase.

Kepada para karyawan di Pasar Kwala Bekala, Suwarno berpesan, agar segera mengadakan sosialisasi kepada para pedagang, mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Sebab, kebersihan merupakan satu program prioritas dari Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Lakukan koordinasi dengan pihak eksternal, misalnya kelurahan, kecamatan, ataupun organisasi perangkat daerah (OPD), untuk menjaga kebersihan pasar. Jadi untuk kebersihan itu, tidak akan bisa kepala pasar bekerja sendiri, seluruh karyawan harus saling bahu membahu, saling berkolaborasi menjaga kebersihan,” imbaunya. (map/saz)

77 Pejabat Eselon 3 dan 4 Dilantik, Kinerja Jadi Penilaian Utama

SALAM: Wali Kota Medan Bobby Nasution menyalami para pejabat eselon 3 dan 4, usai dilantik di halaman tengah Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No 2 Medan, Jumat (12/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution melantik pejabat administrator dan pejabat pengawas atau pejabat eselon 3 dan eselon 4 lingkup Pemko Medan, Jumat (12/11). Total, ada 77 pejabat eselon 3 dan eselon 4 yang dilantik Bobby di halaman tengah Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No 2 Medan itu. Adapun sejumlah jabatan yang dilantik Bobby, yakni sekretaris dan kepala bidang OPD, camat, sekretaris camat, hingga lurah.

SALAM: Wali Kota Medan Bobby Nasution menyalami para pejabat eselon 3 dan 4, usai dilantik di halaman tengah Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No 2 Medan, Jumat (12/11).

Berdasarkan pantauan, pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Pembacaan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Medan. Selanjutnya, pembacaan pakta integritas oleh pejabat yang dilantik. Kemudian, Bobby pun mengambil sumpah janji jabatan para pejabat yang dilantik, dan penandatanganan berita acara pengambilan sumpah janji jabatan. Berikutnya, Bobby melantik seluruh pejabat dan menyematkan tanda jabatan serta menyerahkan surat keputusan.

Dalam sambutannya, kepada para pejabat yang dilantik, Bobby meminta agar dapat menjalankan amanah dan bertanggung jawab dengan bekerja sebaik-baiknya. Sebab dia mengaku, selalu melakukan penilaian kinerja, dalam menetapkan pejabat di lingkup Pemko Medan, baik itu penilaian kinerja di tempat yang lama maupun di tempat yang baru.

“Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu. Pada pelantikan kali ini, saya kembali mengingatkan, yang pertama dalam penyusunan terlaksananya pelantikan ini, yang dinilai adalah kinerja sebelumnya, dan kinerja dari tempat yang dilantik,” ungkap Bobby dalam pelantikan yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, Sekda Wiriya Alrahman, Asisten Umum Renward Parapat, Kepala BKDPSDM Zain Noval, dan Kepala Inspektorat Sulaiman Harahap tersebut.

Bobby pun menegaskan, dilantiknya para pejabat itu, merupakan penilaian yang berbasis kinerja. Bobby pun meminta seorang pejabat yang dilantik untuk menyebutkan Program Prioritas Kota Medan saat ini. Sebab, dia ingin melihat kerja nyata untuk semua gerak gerik yang dilakukan.

“Kenapa saya tanyakan, saya hanya ingin memastikan kepada para bak ibu, semua program-program kita yang sudah dibicarakan, yang sudah ditetapkan, harus berjalan. Karena program-program ini, ketika ditetapkan harus dikerjakan,” tegasnya.

Menurutnya, program yang telah ditetapkan memang harus berjalan. Bobby tidak ingin program yang ada hanya berjalan ketika selesai rapat, tapi justru tidak terdengar beberapa bulan setelahnya.

“Seperti pagi ini, masalah kebersihan, di satu wilayah saat saya melintas ada penumpukan sampah di pinggir jalan. Karena kita sudah berkomitmen, maka jadi tak ikut dilantik, harusnya berdiri bersama-sama dengan kita,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, terkait masalah kebersihan seperti penumpukan sampah di pinggir jalan, camat dan lurah harus berkomitmen dengan menjalankan tugasnya kepada masyarakat sebagai bentuk program yang telah ditetapkan.

“Insya Allah dalam waktu yang berjalan, menjadi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kenyamanan masyarakat untuk tuntutan dan tujuan kita bersama,” jelas Bobby.

Bobby pun mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak, terkait penanganan Covid-19 dalam kategori program kesehatan. Namun menurutnya, ada beberapa poin yang dianggap sebagai potensi pengembangan Covid-19 yang sangat meningkat.

“Untuk yang terakhir, kemarin (kasus Covid-19) sudah melandai pada satu titik di atas 30 pada isoter, sehingga hal seperti ini harus betul-betul ditekankan juga,” harapnya.

Adapun sejumlah pejabat eselon 3 dan eselon 4 yang dilantik, di antaranya Muhammad Agha Novrian menjadi Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, Andi Mario Siregar jadi Kabag Tapem, Hary Indrawan Tarigan sebagai Camat Medan Tuntungan, Viza Fandhana menjadi Camat Medan Selayang, Budi Hamsari Lubis jadi Camat Medan Petisah, Odi Anggia Batubara sebagai Camat Medan Sunggal, Irfan Asardi Siregar menjadi Camat Medan Amplas, Chandra Dalimunthe jadi Camat Medan Johor, Baharuddin Ritonga sebagai Camat Medan Denai, Zul Ahyudi Solin menjadi Camat Medan Perjuangan, Nur Alfi Pane jadi Camat Medan Timur, dan Lilik sebagai Camat Medan Barat.

Ada juga nama-nama seperti Junaidi menjadi Sekretaris Camat Medan Petisah, Mirna Sari menjadi Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Muhammad Yuda Prasetya jadi Lurah Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor, serta sejumlah nama lainnya. (map/saz)

Belanda vs Montenegro: On Track

SUMUTPOS.CO – Belanda membidik kemenangan saat bertandang ke markas Montenegro pada lanjutan laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa di Podgorica City Stadium, Minggu (14/11) dini hari WIB. Tim Oranye ingin menjaga peluang lolos ke putaran final.

Ya, saat ini Belanda memimpin grup G dengan 19 angka dari delapan laga. Hanya saja, pasukan Louis van Gaal tersebut hanya unggul dua angka dari Norwegia di posisi kedua.

Melihat posisi tersebut, kemenangan di markas Montenegro sangat penting. Jika menang, maka peluang lolos semakin besar. Namun andai gagal, mereka bakal digusur Norwegia yang di saat bersamaan hanya akan menghadapi tim papan bawah, Latvia.

Berkaca dari rekor pertemuan, Belanda pantas diunggulkann

Pada pertemuan pertama, Oranye mampu membenam Montenegro dengan skor akhir 4 – 0. Sementara itu, pada pertemuan sebelumnya, Montenegro masih tergabung sebagai bagian Serbia dan Yugoslavia.

Belanda juga memiliki modal bagus datang ke laga ini. Pada pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, Otanye pesta gol ke gawang Gibraltar. Sebaliknya, tuan rumah datang dengan kekalahan dari Swedia.

Peluang Montenegro untuk lolos juga sudah sangat sulit. Saat ini mereka berada di posisi keempat, terpaut empat poin dari Turki yang menempati posisi ketiga. Dengan demikian, tiket lolos ke babak play-off pun masih mungkin diraih oleh Montenegro.

Meski begitu, Montenegro dipastikan akan tetap bermain all out. Pelatih Belanda, Louis van Gaal menyebut bahwa Montenegro memiliki kualitas pemain yang tidak bisa diragukan. Pelatih berusia 70 tahun itu pun mengakui bahwa Belanda sempat kesulitan pada pertemuan pertama.

“Kualitas individu pemain mereka cukup tinggi. Jangan lupa kalau kita pernah kesulitan saat menghadapi Montenegro di kandang sendiri saat kami mengalahkan mereka pada September,” ujar Van Gaal dilansir dari News18.

“Kami hanya mampu melakukan permainan yang lebih baik ketika para pemain sayap mampu menempatkan diri ke tempat yang tepat pada September,” tambah mantan pelatih Manchester United tersebut.

Di bawah kepemimpinan Van Gaal, Belanda mampu tampil impresif dan kini berhasil memuncaki klasemen sementara. Dalam asuhannya, Belanda hanya satu kali meraih hasil imbang saat menghadapi Norwegia.

Atas kesuksesan tersebut, Van Gaal mengatakan bahwa hasil tersebut berhasil didapatkan karena Belanda mampu tampil menyerang. Kini dirinya pun akan terus melakukan hal yang sama demi kembali meraih kemenangan.

“Kami selalu bermain dengan sangat menyerang di semua pertandingan. Sama seperti hasil imbang saat menghadapi Norwegia, lihat saja secara statistik,” pungkasnya. (bbs/dek)

Liburan Nataru Sebentar Lagi, Waspada Kenaikan Kasus Covid-19

PENJELASAN: Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberikan penjelasan soal update Covid-19.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah mengingatkan masyarakat waspada potensi peningkatan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru 2021. Pemerintah saat ini bersikap waspada, dikarenakan Indonesia belum pernah berhasil melewati periode libur panjang tanpa adanya kenaikan kasus.

PENJELASAN: Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberikan penjelasan soal update Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, pemerintah pusat hingga ke tingkat daerah beserta seluruh lapisan masyarakat diminta bekerja keras dan berkolaborasi mencegah lonjakan kasus terulang lagi. Karena, dari hasil analisis Satgas, ada 3 kali periode libur panjang di tahun 2020 dan 2021 penyebab kenaikan kasus, di antaranya, libur Idul Fitri 2020, Libur Kolektif Maulid Nabi dan Natal 2020, serta libur Idul Fitri 2021.

“Kenaikan kasus tidak hanya terjadi pada kenaikan kasus harian, namun juga pada kenaikan kasus mingguan yang bertahan cukup lama meskipun akhirnya berhasil diturunkan,” kata Prof Wiku secara daring, Jumat (12/11).

Dari hasil analisis data Satgas Covid-19, refleksi kenaikan kasus di antaranya, pertama, libur Idul Fitri tahun 2020, terjadi penambahan antara 413-559 kasus harian baru, atau sebesar 68- 93 persen. Kenaikan ini berdampak pada penambahan kasus mingguan yang angkanya berkisar 2.889-3.917 kasus.

Kedua, periode libur kolektif Maulid Nabi dan Natal tahun 2020, terjadi penambahan sebanyak 1.157 hingga 5.477 kasus harian, atau sebesar 37-95 persen pasca hari libur kolektif tersebut. Sementara untuk data mingguan, penambahan kasus mingguan berkisar antara 8.096-38.340 kasus baru.

Ketiga, kenaikan kasus signifikan pada masa libur Idul Fitri 2021. Kenaikan ini diperparah adanya varian Delta yang lebih mudah menular dibanding varian sebelumnya. Terjadi kenaikan kasus harian pada rentang 1.972 hingga 46.297 atau 53-1237 persen.

“Dapat pula dikatakan, kasus harian meningkat hingga lebih dari 12 kali lipat pasca libur Idul Fitri 2021. Kenaikan tajam juga tampak pada analisis data mingguan, dimana terjadi penambahan kasus mingguan pada rentang 13.931 hingga 324.207 kasus,” lanjutnya.

Adanya kenaikan kasus paska periode libur cukup kompleks. Karena disebabkan berbagai pemicu. Beberapa yang telah teridentifikasi diantaranya meningkatnya mobilitas tidak dibarengi upaya testing yang cukup. Padahal, kewajiban testing cukup krusial sebagai langkah preventif memastikan pelaku perjalanan dalam kondisi sehat. Sehingga tidak menularkan virus ke daerah tujuannya.

Lalu, tidak disiplin protokol kesehatan selama perjalanan maupun aktivitas selama liburan, tradisi berkumpul, makan bersama, maupun tradisi keagamaan yang secara alamiah meningkatkan peluang penularan akibat berkerumun, peningkatan aktivitas di pusat belanja, tempat rekreasi, dan fasilitas publik lainnya. Ditambah lagi tidak disertai dengan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Berdasarkan hasil analisis data tersebut, saya meminta pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersikap siaga dalam menyongsong periode libur Natal dan tahun baru,” jelasnya. (jpg)

Medan Belum Berhasil Turun ke Level 1, Vaksinasi Lansia Jadi Penyebab

VAKSIN LANSIA: Seorang lanjut usia (lansia) saat disuntik vaksin Covid-19.istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Status Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan masih berada di Level 2. Meski angka penurunan kasus terus terjadi, ternyata hal itu tidak serta merta membuat Kota Medan turun ke Level 1. Penyebabnya karena tingkat vaksinasi masyarakat dengan kategori Lanjut Usia (Lansia) masih belum sesuai target.

VAKSIN LANSIA: Seorang lanjut usia (lansia) saat disuntik vaksin Covid-19.istimewa/sumu tpos.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, meskipun secara keseluruhan tingkat vaksinasi Covid-19 di Kota Medan sudah mencapai target atau sudah di atas 70 persen.

Namun saat ini Kota Medan belum bisa masuk ke Level 1 dikarenakan adanya kendala dengan vaksinasi yang belum tercukupi dari target di Kecamatan.

“Tolong ini menjadi catatan bagi vaksinasi lansia, (camat dan lurah) yang baru dilantik hari ini, pahami program-program yang sudah ditetapkan,” tegas Bobby dalam kegiatan pelantikan puluhan Camat dan Lurah serta sejumlah jabatan administrator dan pengawas di jajaran Pemko Medan, Jumat (12/11) di kantor Wali Kota Medan.

Bobby pun meminta agar para Camat dan Lurah di Kota Medan dapat membantu memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi Lansia di wilayahnya masing-masing. Setiap Kecamatan dan Kelurahan, diharapkan dapat berkolaborasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).”Terutama Pak Lurah Bu Lurah, Pak Camat Bu Camat, kolaborasi sangat penting. Pahami tupoksi dan tugasnya, kolaborasi dan komunikasi untuk memenuhi dan menyukseskan program (vaksinasi lansia) kita ini,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST meminta Dinas Kesehatan untuk turut berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Kelurahan dalam menyukseskan program vaksinasi lansia di Kota Medan.

Politisi PAN itu menegaskan, Dinas Kesehatan harus mendapatkan data dari setiap Kecamatan dan Kelurahan tentang jumlah warga lansia di wilayahnya yang belum divaksinasi. “Lalu Dinas Kesehatan juga harus jemput bola, datangi para lansia kita dengan didampingi pihak Kecamatan dan Kelurahan. Harus fokus dilakukan. Kalau bisa fokus seperti itu, kita yakin vaksinasi lansia kita bisa meningkat cepat dan PPKM Kota Medan bisa segera turun ke Level 1,” pungkasnya.

Pemerintah Genjot Vaksinasi Lansia

Pemerintah mengakui capaian vaksinasi lansia masih belum sesuai harapan karena beberapa hal seperti hambatan akses serta faktor informasi yang keliru. Padahal, kelompok ini berisiko tinggi mengalami gejala yang lebih berat saat terpapar virus Covid-19. Karena itu, pemerintah bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat terus menggenjot vaksinasi lansia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kelompok lansia selalu menjadi prioritas vaksinasi Covid-19, termasuk di Indonesia yang telah memulai vaksinasi lansia sejak Maret 2021.

“Targetnya, minimal dosis pertama dikejar sampai akhir Desember 2021. Karena kita tahu, kesakitan dan kematian pada usia di atas 59 tahun meningkat 6-7 kali lebih tinggi daripada non lansia,” kata Nadia.

Nadia menyebut hingga saat ini, baru 43 persen sasaran vaksinasi lansia mendapatkan dosis pertama. Hal ini justru berbanding terbalik dengan capaian vaksinasi secara umum, di mana 61 persen sasaran sudah tervaksinasi, sehingga kurang sekitar 40 persen yang harus dikejar.

“Capaiannya belum sesuai harapan, disebabkan beberapa hal seperti hambatan akses serta faktor informasi yang keliru. Sementara, kelompok ini berisiko tinggi mengalami gejala yang lebih berat saat terpapar virus Covid-19,” ujarnya.

Nadia menjelaskan, kelompok lansia tidak perlu khawatir karena vaksin Covid-19 sudah melalui uji klinis, sangat aman dan efek sampingnya kecil. Pada hasil uji klinis, usia tidak mempengaruhi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

“Justru vaksin Covid-19 ini ditujukan bagi lansia dan orang yang punya komorbid, karena itulah kelompok yang terbanyak terdampak dengan sakit parah bahkan kematian,” paparnya.

Menurutnya, jika target vaksinasi tidak tercapai, maka Indonesia tidak bisa seutuhnya membentuk kekebalan kelompok. Sedangkan wilayah dengan cakupan vaksinasi di atas 70%, situasi pandemi dapat beralih ke endemi, sehingga kasus akan sangat rendah.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) laman vaksin.kemkes.go.id memberikan update terbaru mengenai vaksinasi lanjut usia (lansia) per Jumat (12/11) pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Dari laporan tersebut, didapati bahwa sudah ada 9.366.546 orang atau 43,46 persen lansia yang divaksinasi dosis pertama dan 5.829.773 orang atau 27,05 persen disuntik dosis kedua. Adapun vaksinasi lansia yang dicanangkan pemerintah adalah sebanyak 21.553.118 orang.

Selanjutnya adalah kategori anak usia 12-17 tahun dengan target vaksinasi sebanyak 26.705.490 orang.

Hingga sekarang, angka vaksinasi untuk golongan tersebut adalah 14.883.914 orang atau 55,73 persen untuk vaksin dosis pertama dan 8.882.295 orang atau 33,26 persen mendapatkan vaksin dosis kedua.

Golongan berikutnya adalah vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) dengan target 1.468.764 orang. Saat ini terdapat total 2.023.712 orang atau 137,78 persen nakes yang mendapatkan dosis pertama dan 1.913.222 orang atau 130,26 persen mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Kemudian, ada 1.180.004 orang atau 80,34 persen nakes yang sudah mendapatkan vaksin booster atau dosis ketiga.

Untuk vaksinasi petugas publik, saat ini sudah ada 28.186.668 orang atau 162,67 persen mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 23.491.519 orang atau 135,58 persen di antaranya mendapatkan dosis kedua. Target vaksinasi petugas publik sendiri adalah sebanyak 17.327.167 orang di seluruh Indonesia. Sebagai informasi, vaksinasi petugas publik tersebut juga mencakup tenaga pendidik (tendik) dengan jumlah 2.722.781 orang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 2.331.759 di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua. Sasaran terakhir adalah masyarakat rentan dan umum dengan target capaian 141.211.181 orang.

Saat ini, total 73.400.524 orang atau 51,98 persen sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan 41.617.497 orang atau 29,47 persen mendapatkan vaksin dosis kedua. Lebih lanjut, pada program Vaksinasi Gotong Royong, terdapat 1.218.861 orang atau 8,13 persen telah divaksinasi dosis pertama dan 1.082.400 orang atau 7,22 persen divaksinasi dosis kedua. Masih melalui laman yang sama, hingga Jumat hari ini pukul 12.00 WIB, terdapat 129.089.388 masyarakat Indonesia atau sebesar 61,98 persen sudah mendapatkan vaksin dosis pertama. Di antara jumlah tersebut total ada 82.818.492 orang atau 39,77 persen mendapatkan suntikan dosis kedua.

Perlu diketahui, pemerintah saat ini menargetkan sebanyak 208.265.720 orang sebagai sasaran vaksinasi Covid-19 untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Vaksinasi Covid-19 diberikan dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali. Program ini ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lansia, anak-anak, nakes, petugas publik, tendik, hingga masyarakat rentan dan umum. Sementara itu, tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 masih terus meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) meski telah selesai divaksinasi. Pasalnya, selain vaksin, disiplin penerapan prokes merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah risiko penularan Covid-19. (map/cnn/kps)

Ada 17 Tikungan Tajam, Jokowi Kesulitan Jajal Sirkuit Mandalika

JAJAL: Presiden Joko mengendarai motor balap pribadinya menjajal lintasan Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (12/11).

NTB, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo mengaku kesulitan saat mengendarai motor balap pribadinya di lintasan Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (12/11).

JAJAL: Presiden Joko mengendarai motor balap pribadinya menjajal lintasan Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (12/11).

Jokowi menyebutkan, ada 17 titik tikungan tajam di sirkuit sepanjang 4,3 kilometer itu. “Saya kira banyak tikungan yang tajam sekali. Di sini kan ada 17 titik tikungan yang saya kira semuanya sulit lah untuk saya. Kalau untuk pembalap mungkin nggak ada masalah, untuk saya sangat sulit,” tutur Jokowi.

Jokowi juga mengaku tak memacu motornya terlalu kencang saat menjajal sirkuit tersebut. Sebab, kondisi lintasan basah akibat baru diguyur hujan. “Ini kan Sirkuit Mandalika ini sirkuit baru dan tadi kan juga baru saja hujan, jadi saya nggak berani ngebut. Meskipun nggak ngebut saya kira yang lain-lain jauh tertinggal,” ucapnya.

Jokowi pun berharap gelaran World Superbike yang sebentar lagi bakal diselenggarakan di Sirkuit Mandalika dapat berjalan baik. Kendati demikian, ia mengingatkan agar protokol kesehatan pencegahan virus corona tetap diterapkan secara ketat.

Presiden mengaku telah memerintahkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 untuk mengawasi jalannya n

prokes di gelaran tersebut. Kepala Negara ingin ajang World Superbike dan keberadaan Sirkuit Mandalika dapat mendorong perekonomian di kawasan NTB.

“Saya kira ini sebuah perhelatan besar yang setiap tahun akan diadakan di Sorkuit Mandalika dan itu dipastikan akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB,” kata Jokowi.

Sebelumnya, Sirkuit Internasional Mandalika kebanggaan Indonesia akhirnya telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (12/11). Setibanya di Bandara Internasional Lombok (BIL) Zainuddin Abdul Majid, Lombok Tengah, Jokowi akan langsung menuju pit building Sirkuit Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, untuk meninjau ruang kontrol Sirkuit Mandalika.

Sebelum meresmikan Sirkuit Internasional Mandalika, Presiden Joko Widodo juga berkesempatan menjajal sirkuit dengan sepeda motor custom warna hijau yang dimilikinya. Dalam video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, Jokowi terlihat memakai baju hitam sambil memegang helm ke arah motor balap bertuliskan R1 yang diparkir di jalur sirkuit.

Sementara di belakang motor Presiden, terdapat beberapa motor yang ikut menemani Presiden saat menjajal Sirkuit Mandalika. Terlihat juga Menteri BUMN Erick Thohir yang mengibarkan bendera start di pinggir lintasan. Selain meresmikan Sirkuit, Presiden juga diagendakan untuk meresmikan jalan Baypass BIL-Mandalika sepanjang 17,5 kilometer. Jalan tersebut merupakan salah satu akses jalan menuju Sirkuit Madalika dari Bandara Internasional Lombok (BIL).

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, menyambut hangat kedatangan Presiden Jokowi, di Bandara International Lombok.

Gubernur yang disapa Bang Zul itu juga menyampaikan, kesiapan Provinsi NTB untuk menyukseskan perhelatan internasional yang akan diselenggarakan di NTB, yaitu Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike 2021. “Insya Allah, kami sudah siap menyambut event-event internasional tersebut, Pak Presiden. Kami juga bersyukur bahwa vaksinasi sudah maksimal, terbukti dengan sudah landainya pandemi Covid-19 di Provinsi NTB,” kata Zul dalam keterangan tertulis.

Untuk diketahui, World Superbike bakal digelar di Mandalika, Lombok, 19-21 November 2021. World Superbike merupakan ajang balap motor pendahuluan sebelum MotoGP. Adapun MotoGP rencananya digelar di lokasi yang sama pada Maret 2022. Presiden Jokowi pun telah menginstruksikan jajarannya untuk menggelar World Superbike dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat. (kps)

PT NPK Bersama Dinas PUPR Antisipasi Banjir di Kelurahan Tualang

GOTONG ROYONG: Karyawan PT NPK, petugas Dnas PUPR Tebingtinggi, dan personel Kodim 0204/DS bergotong-royong membersihkan parit di Kelurahan Tualang.

BAHILANG, SUMUTPOS.CO – PT Nusa Pusaka Kencana bersinergi dengan Dinas PUPR Kota Tebing Tinggi, Kodim 0204/Deli Serdang, Pemerintah Kecamatan Padang Hulu, dan masyarakat bergotongroyong membersihkan parit di Kelurahan Tualang, Selasa (9/11). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah bersama dalam antisipasi banjir yang terjadi setiap tahunnya.

GOTONG ROYONG: Karyawan PT NPK, petugas Dnas PUPR Tebingtinggi, dan personel Kodim 0204/DS bergotong-royong membersihkan parit di Kelurahan Tualang.

Kegiatan gotong royong ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas PUPR Kota Tebing Tinggi Reza Aghista, ST, M.Si. Dimulai dari Lingkungan VI Kelurahan Tualang, dan berlanjut ke Lingkungan lainnya.

Hadir dalam kegiatan Kepala Dinas PUPR Kota Tebing Tinggi Reza Aghista, ST, M.Si, TNI Kodim 0204/ Deli Serdang, Camat Padang Hulu H. Deni Handika Siregar, SE, M.Si, Lurah kelurahan Tualang Khairul dan Amri Damanik, SH.

“Kami sangat mengapresiasi setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan bakti bersama ini, kami ingin masyarakat memiliki tempat tinggal yang nyaman, aman dan kondusif. Terima kasih kepada Pemerintah kecamatan Padang Hulu, Kodim 0204/Deli Serdang, masyarakat kelurahan Tualang dan PT Nusa Pusaka Kencana yang ikut aktif dalam kegiatan ini. Kami berharap PT NPK dapat menjadi retensi dalam upaya pencegahan banjir, khususnya di Kelurahan Tualang,” ujar Reza Aghista.

Sementara itu, Camat Padang Hulu H. Deni Handika Siregar mengatakan, sebelumnya sudah berkoordinasi dalam antisipasi banjir. “Kami sudah survey lokasi dan merancang berbagai program untuk untuk hal ini. Kegiatan ini akan dilakukan beberapa hari untuk beberapa lingkungan yang rawan terjadi banjir, kita membersihkan parit-parit dari tumbuhan maupun sampah yang menutupi parit ”Ujar Deni.

“Terima kasih kepada PT NPK yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semoga bakti sosial ini dapat kita budayakan untuk menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera,”sambung perwakilan dari Kodim 0204/Deliserdang.

Menyikapi program bakti sosial bersama ini, PT NPK mengirim beberapa karyawan untuk ikut serta dalam gotong royong, Ikut hadir Asisten Kepala PT NPK Jaimin, KTU Sukamto, Koordinator CSR Area Sumut Aris Yuneidi, dan Staf Lapangan Nugraha Silalahi.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR pihak kelurahan dan kecamatan dalam langkah yang akan kita ambil untuk antisipasi banjir terutama saat hujan deras. Beberapa program sudah kita lakukan untuk jangka pendek dan sudah kita rencanakan juga program untuk jangka panjang. Sebelumnya juga telah kita serahkan bantuan becak sampah kepada kelurahan Tualang. Harapannya dengan bantuan yang diberikan dapat memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di Kelurahan Tualang,”kata Sukamto.

Semua memiliki peran aktif dalam upaya antisipasi banjir yang sering terjadi tiap tahunnya terutama pada saat musim hujan atau saat intensitas curah hujan yang tinggi. Sekitar 100 orang ikut dalam kegiatan ini baik itu dari Dinas PUPR Kota Tebing Tinggi, TNI Kodim 0204/Deli Serdang, PT NPK, dan masyarakat Kelurahan Tualang.(rel/mea)

TP PKK Asahan Gelar Rakornis

AUDIENSI: Bupati Asahan, H. Surya BSc menerima audiensi pengurus DPP GM PPMA. DERMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya, BSc membuka kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TP. PKK Kabupaten Asahan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Jumat(12/11).

AUDIENSI: Bupati Asahan, H. Surya BSc menerima audiensi pengurus DPP GM PPMA. DERMAWAN/SUMUT POS.

Plt. Kepala Dinas PMD Kabupaten Asahan Suherman Siregar, S. STP mengatakan, tujuan Rakornis TP. PKK Kabupaten Asahan untuk meningkatkan kerja sama kepengurusan TP. PKK Kabupaten Asahan selaku Pembina TP. PKK Kabupaten Asahna dan TP. PPK Kecamatan, membangun persamaan persepsi dan keterpaduan dalam pengelolaan gerakan PKK serta merumuskan program kerja TP PKK Kabupaten Asahan, serta teridentifikasinya upaya pemecahan masalah terhadap aspek kelembagaan, program dan administrasi TP. PKK Kabupaten Asahan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP. PKK Kabupaten Asahan Hj. Titiek Sugiarti Surya mengungkapkan, TP. PKK Kabupaten Asahan tahun ini mengikuti beberapa lomba yang diadakan TP. PKK Provinsi Sumatera Utara. Dan dalam jangka waktu dekat, TP. PKK Provsu akan mengunjungi TP. PKK Kabupaten Asahan.

Maka dari itu, lanjut Hj Titiek Sugiarti, para OPD, Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk membantu TP. PKK untuk meraih prestasi.

Ketua TP. PKK Kabupaten Asahan juga berharap kepada desa yang mengikuti lomba, agar tetap semangat, terus berinovasi dan menjalin hubungan yang baik dengan warganya, agar prestasi yang kita inginkan dapat kita capai.

Bupati Asahan H. Surya, BSc dalam arahannya berharap melalui Rakornis, TP. PKK dapat mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk memantapkan dan menyempurnakan kebijakan pengelolaan gerakan PKK, serta mampu berkreasi dan inovatif.(dat/han)

Kapoldasu dan Pangdam I/BB Tinjau Vaksinasi di Nisel

TINJAU VAKSINASI: Kapoldasu Irjen Pol R.Z. Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam BB/I Mayjen TNI Hassanudin saat meninjau serbuan vaksinasi TNI-Polri di Pelabuhan Baru. Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Nias Selatan, Jumat(12/11).eurisman duha/SUMUT POS.

NISEL, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut Irjen Pol R. Z. Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin meninjau pelaksanaan kegiatan Serbuan Vaksinasi Massal TNI-Polri di Pelabuhan Baru, Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan (Nisel). Jumat(12/11).

TINJAU VAKSINASI: Kapoldasu Irjen Pol R.Z. Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam BB/I Mayjen TNI Hassanudin saat meninjau serbuan vaksinasi TNI-Polri di Pelabuhan Baru. Kelurahan Pasar Teluk Dalam, Nias Selatan, Jumat(12/11).eurisman duha/SUMUT POS.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, menyampaikan bahwa kunjungannya bersama Pangdam I/BB untuk mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi di Kepulauan Nias.

“Kedatangan kami sekaligus juga dapat membantu untuk menambah jumlah vaksin yang ada dari pemerintah untuk Kabupaten”, ungkap Kapoldasu dan didampingi Pangdam BB/I, Kapolres Nisel, Bupati, dan Kodim 213/ Nias

Kapoldasu Irjen Panca Putra Simanjuntak menjelaskan, capaian vaksinasi di Kepulauan Nias masih tergolong rendah. Sebab, target pemerintah telah menetapkan diakhir tahun harus sudah mencapai 70 persen.

Dan selama tiga hari di Kepulauan Nias, sambung Kapoldasu, ada temuan dan kendala. Bukan hanya sekedar jumlah vaksin yang diterima, tetapi sistem pelaporan dan pendataan menjadi kunci sukses data yang valid.

“Kita sudah diskusi dan bertemu dengan aparat pemerintah Kabupaten/Kota sekaligus SKPD mengingatkan, bahwa entri data khusus masyarakat yang sudah divaksin itu menjadi kunci”,terang Kapoldasu.

Dijelaskan Kapoldasu setelah berdiskusi dengan Bupati Nisel, terdapat perbedaan capaian vaksinasi. Sebab yang disampaikan telah mencapai 29 persen, ternyata di data pusat untuk Nisel masih 27 persen.

Dimanakah pertama perbedaan data itu? Ini yang harus diperbaiki. Ternyata dari hasil berubah salah satunya adalah terkait input dengan memperoleh kendala seperti internet, dan data kependudukan yang harus dikroscek.

Untuk itu sambung Kapoldasu, setiap kegiatan pelaksanaan vaksin harus didampingi Disdukcapil. Kemudian dilakukan kerja sama dengan pihak Telkom untuk memperkuat internet di lokasi dimana dilaksanakan vaksin. “Karena sistem pelaksanaan vaksinasi pemerintah sudah buat one by sistem mulai dari orang mendaftar sampai mendapat sertifikat. Untuk mendapatkan sertifikat harus datanya dimasukkan, kalau tidak, sertifikatnya dari pusat tidak akan keluar. Ini yang harus kita benahi. Saya optimis meskipun saat ini sudah mencapai 27 persen,”tandasnya.

Disebutkan Kapoldasu, pihaknya sudah menambah 10.000 ribu dosis vaksin, dan berharap bisa mendongkrak jumlah masyarakat mendapat vaksin dan capaian pemerintah tercapai.

“Saya bersama Pangdam BB/I juga ke sini untuk memastikan kesiapan Pemerintah Nias Selatan menghadapi Natal dan Tahun Baru. Kita ingatkan meskipun sekarang sudah turun, bahkan di Nias Selatan ini nol orang terkonfirmasi Covid-19, tapi kita tidak boleh abai masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan,”pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Nias Selatan Hilarius Duha menyampaikan terima kasih kepada sinergitas TNI-Polri dan memberikan perhatian kepada masyarakat Nisel.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengucapkan terima kasih kepada Kapoldasu dan Pangdam BB/I atas kunjungan kerja dan sekaligus memantau pelaksanaan serbuan vaksinasi TNI-Polri”, ucap Hilarius.(mag-10/han)