26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3021

Sukses Catatkan Transaksi USD 3,99 Miliar, Mendag Lutfi Apresiasi Penyelenggaraan TEI ke-36 Digital Edition

Menteri Perdagangan RI Muhamad Lutfi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO 9 November 2021- Di tengah pandemi, sukses besar dicatatkan dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition. Gelaran TEI-DE yang berlangsung selama dua pekan ini berhasil mencatatkan transaksi senilai USD 3,99 miliar jauh melampaui target yang ditetapkan USD 1,5 miliar. Mendag Muhammad Lutfi mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan berharap dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Sesi interaktif (interactive) Trade Expo-Digital Edition (TEI-DE) 2021 telah resmi berakhir. Selama dua minggu penyelenggaraannya pada 21 Oktober—4 November 2021. Selanjutnya dimulai sesi showcase TEI-DE 2021 yang berlangsung hingga 20 Desember 2021.

“Dengan menghadirkan 834 peserta, hingga Kamis (4/11), TEI-DE 2021 berhasil membukukan transaksi sebesar USD 3,99 miliar. Nilai tersebut jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar USD 1,5 miliar,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi beberapa waktu lalu.

Transaksi spektakuler ini berhasil dilampaui berkat berbagai pendekatan dan terobosan yang dilakukan Kementerian Perdagangan dan seluruh perwakilan perdagangan di luar negeri serta berbagai pihak. Kolaborasi ini sukses mendatangkan buyers luar negeri untuk melakukan transaksi di arena TEI-DE.

Capaian transaksi melalui kegiatan penjajakan bisnis (business matching) berhasil membukukan angka sebesar USD 2,52 miliar. Selanjutnya kegiatan penandatangan nota kesepahaman (MoU) sebesar 978,81 juta, transaksi kegiatan Perwakilan Perdagangan RI sebesar USD 494,41 juta, dan transaksi harian sebesar USD 1,71 juta.

“Keberhasilan ini berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk para Perwakilan Perdagangan RI yang berhasil menjaring sebanyak 3.573 buyers dari 133 negara mitra dagang serta sebanyak 4.288 buyers lokal,” ungkap Mendag.

Para buyers dari berbagai negara mulai melirik banyak produk yang diproduksi di dalam negeri. Produk suplai medis berhasil mencatatkan transaksi sebesar USD 280,61 juta (7,02 persen) dan berhasil melampaui transaksi minyak kelapa sawit sebesar USD 278,20 juta (6,96 persen). Transaksi kertas dan produk kertas mencatatkan transaksi sebesar USD 252,02 juta (6,31 persen); produk kimia sebesar USD 114 juta (2,85 persen); kopi, teh dan coklat sebesar USD 113,72 juta (2,85 persen); makanan olahan sebesar USD 87,98 juta (2,20 persen); otomotif sebesar USD 73 juta (1,83 persen); minyak kelapa sebesar USD 65,58 juta (1,64 persen); dan produk karet sebesar USD 54,80 juta (1,37 persen).

Sedangkan, 10 negara tujuan ekspor dengan nilai transaksi terbesar yaitu Mesir sebesar USD 560,22 juta (14,02 persen); Brasil sebesar USD 285,80 juta (7,15 persen); Jepang sebesar USD 252,58 juta (6,32 persen); Australia sebesar USD 108,95 juta (2,73 persen); Tiongkok sebesar USD 100,25 juta (2,51 persen); Malaysia sebesar USD 87,89 juta (2,20 persen); Arab Saudi sebesar USD 53,08 juta (1,33 persen); Belanda sebesar USD 13,83 juta (0,35 persen); India sebesar USD 8,02 juta (0,20 persen); dan Korea Selatan sebesar USD 2,81 juta (0,07 persen).

Selain itu, dalam TEI-DE 2021 ini juga diselenggarakan berbagai kegiatan forum bisnis yang dilaksanakan bersama para mitra dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, antara lain Trade Facilitation Office (TFO) Canada, Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) Belanda, Findolainden Finlandia, Arise+, Global Reporting Initiative (GRI), Import Promotion Desk (IPD), Swiss Import Promotion Organization, dan Fairventures.

Beberapa tema yang diangkat dalam forum-forum tersebut yaitu tentang indikasi geografis, fair trade, peluang ekspor jasa teknologi informasi (TI), dan penyusunan company profile berstandar sustainability. Secara total telah diselenggarakan sembilan forum bisnis yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta.

Mendag menambahkan, dalam penyelenggaraan TEI-DE 2021, konsep katalog digital terbukti mampu memberikan keleluasaan bagi pengunjung dan peserta untuk mengeksplorasi dan menampilkan informasi seputar produk unggulan Indonesia. Hingga 4 november 2021 pukul 14.30 WIB, situs web www.tradexpoindonesia.com telah dikunjungi lebih dari 26 ribu pengunjung.

“Dengan diselenggarakannya sesi showcase, diharapkan akan membuka peluang lebih besar lagi nilai transaksi yang dihasilkan,” pungkas Mendag. (*/sih)

Efikasi Vaksin Merah Putih Capai 97 Persen, Menkes Berharap Bisa Diberikan ke Anak 5-12 Tahun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bibit Vaksin Merah Putih telah diserahkan Universitas Airlangga (Unair) kepada PT Biotis Pharmaceutical. Vaksin yang dikembangkan dari platform inactivated virus itu selanjutnya akan melalui tahapan uji klinis 1,2, dan 3.
Vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia guna memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Tanah Air. Pada prosesnya, pengembangan vaksin merah putih turut melibatkan berbagai institusi. Universitas Airlangga menjadi salah satu anggota konsorsium yang mengembangkan Vaksin Merah Putih dengan platform inactivated virus.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang hadir dalam acara penyerahan bibit vaksin Merah Putih di gedung Unair mengapresiasi tim peneliti dari Universitas Airlangga yang mampu menghasilkan bibit vaksin Covid-19. “Saya ucapkan rasa bangga yang sangat tinggi kepada rekan-rekan di Universitas Airlangga yang telah mampu menghasilkan seed vaksin dalam negeri,” kata Budi Gunadi dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, Selasa (9/11).
Budi Gunadi berharap, bibit vaksin Merah Putih ini nantinya bisa dikembangkan untuk menjadi vaksin booster dan vaksin bagi anak-anak usia 5-12 tahun. “Karena saat ini baru ada satu vaksin yang bisa digunakan untuk anak usia 5-12 tahun. Padahal ada 30 juta anak-anak di Indonesia yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19,” jelas Budi Gunadi.
Sebelum bisa diproduksi massal dan disuntikkan ke masyarakat, bibit Vaksin Merah Putih yang telah melalui uji praklinis tahap 1,2 dan 3 kepada hewan, akan melalui tahap uji klinis. Uji klinis tahap 1 melibatkan 100 orang, diteruskan dengan uji klinis tahap 2 pada Januari 2022 kepada 400 orang dan uji klinis terakhir atau yang ketiga pada Februari 2022 kepada sekitar 1000 orang. “Ini kan sudah lulus uji praklinis ke hewan, kalau bisa uji klinisnya mulai tahun ini, untuk mengukur keamanannya,” urai Budi Gunadi.
Budi pun berharap, Vaksin Covid-19 Merah Putih ini sudah bisa diproduksi pada semester kedua tahun depan. “Saya berdoa, mudah-mudahan proses uji klinis lancar, sehingga pada semester kedua tahun depan Vaksin Merah Putih telah bisa diproduksi,” katanya.
Sementara, Peneliti Utama Tim Vaksin Nusantara, Jonny membeberkan tingkat keamanan vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Mulai dari proses Vaksin Nusantara dimasukkan ke dalam tubuh pasien.
Menurut Jonny, sebelum disuntikkan, komponen dari Vaksin Nusantara dibersihkan terlebih dahulu dan kemudian imunitas seluler di dalam tubuh dikenalkan dengan antigen. “Antigennya itu bukan komponen virus. Jadi, di dalam Vaksin Nusantara ini tidak ada komponen virus. Beda dengan yang lain (konvensional, red) yang semuanya virus. Tidak ada virus yang dimasukkan ke dalam tubuh,” jelas Jonny.
Uji klinis fase I yang sudah memasuki bulan kesepuluh mendapatkan hasil yang sangat baik. Dikatakan Jonny, dari segi keamanan tidak ada yang bermasalah dengan Vaksin Nusantara. “Tidak ada kejadian yang tidak diinginkan yang serius. Efeknya hanya ringan dan sedang saja dan kebanyakan sifatnya lokal, nyeri di penyuntikan,” katanya.
Demikian juga dengan fase II yang dilakukan untuk mencari dosis penyuntikan ke dalam tubuh seseorang. Jonny menambahkan, pada fase 2 juga diperhatikan dengan seksama faktor keamanan diperhatikan, termasuk pada fase 3 nantinya.
“Seberapa besar bisa mencegah supaya pasien itu walaupun kena Covid-19 tapi dia tidak berat, tidak sampai dirawat. Itu efikasi. Karena kalau kita baca-baca efikasi itu bukan seberapa banyak orang yang nggak kena Covid-19, tapi seberapa banyak orang itu walaupun kena Covid-19 tapi tidak berat. Kan itu fungsi vaksin,” tuturnya.
Dari 135 orang yang menjadi relawan uji klinis fase II hingga bulan ke-6 diketahui sebanyak 21 orang yang positif Covid-19 dengan varian Delta. “Dari 21 pasien ini, yang dirawat cuma 3 orang. Jadi kalau lihat efikasi itu 97 persen. Tapi kalau lihat dia (pasien) kena atau tidak, yang tidak kena saat ini sekitar 84,6 persen (efikasi),” tandasnya. (jpc/dtc/okz

USM Indonesia jadi Center of Excellence

REKTOR Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia Dr Ivan Elizabeth Purba MKes mewisuda lulusan di aula kampus, Selasa (9/11).

ISTIMEWA
TERBAIK: Rektor bersama kepala LLDikti Sumut, ketua Yayasan Sari Mutiara dan Anggota DPRD Sumut bersama lulusan terbaik USM Indonesia.

Wisuda USM Indonesia ini dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi, Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba SH MM dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut dr Tuahman Purba SpAn MKes.

Wisuda 1.096 dilaksanakan dalam beberapa sesi selama dua hari hingga Rabu (10/11). Mereka berasal Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Fakultas Sain, Teknologi dan Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Pendidikan Vokasi dan Direktorat Pascasarjana USM Indonesia.

Rektor pun berucap syukur atas kesehatan dan kekuatan untuk dapat bertahan pada masa pandemi melanda dunia dalam dua tahun terakhir.

Karenanya, rektor mengingat seluruh komponen masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat sehingga situasi dunia semakin baik.

Wisudawan dan wisudawati terbaik kali ini adalah Feis Susilawati Zega, Feni Wati, Etri Jayanti Lase, Trifena Simanjuntak, Angelus Pendi Dakhi, Masarudin Baene, Intan Putri Jelita, Agus Sukesih, Nurita Marbun, Herawati Barus, Dwi Utari, Cahyaning Fitri, Anna Lase dan Chintya Apriyanti.

Rektor memaparkan bahwa USM Indonesia memiliki visi menjadi universitas yang unggul, berkarakter dan berdaya saing global tahun 2038.

”Lulusan USM Indonesia diharapkan mampu memiliki keunggulan dan siap memberikan pelayanan terbaik di masyarakat.

Dalam kesempatan ini, rektor menyebutkan berbagai prestasi USM Indonesia. Diantaranya juara 2 Open Turnament Gateball Kapus Bekang AD Cup 2021, juara 1 Double Mix Tournament Gateball Piala Pergatsi Sumbar.

Selain itu 42 dosen USM Indonesia sebagai dosen pendamping lapangan, dosen pendamping SMK, mentor sekolah ekspor dan magang di industri.

USM Indonesia juga mempersiapkan diri menjadi center of excellence yang didukung Kemendikbud Ristek.

Sebanyak 35 dosen USM Indonesia juga berpendidikan doktor. Kemudian 151 mahasiswa terlibat kegiatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. (dmp)

UIN Sumatera Utara Nomor 42 Universitas Islam Terbaik Dunia, Rektor Minta Gencarkan Publikasi Media Massa

UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara yang akan berusia 48 tahun pada 19 November 2021 mencatatkan prestasi dunia. Perguruan tinggi ini menembus peringkat 42 universitas Islam terbaik di dunia.

ISTIMEWA
TEMU RAMAH: Prof Dr Syahrin Harahap MA (tengah) menghadiri temu ramah media mitra UIN Sumatera Utara, Selasa (9/11).

Demikian disampaikan Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap MA didampingi Kepala Biro AAKK UIN Sumatera Utara Dr Dur Berutu MA dan Kasubag Humas dan Informasi UIN Sumatera Utara Yunni Salma Nasution SAg MM di Hotel Miyana Jalan H Anif, Medan Estate, Selasa (9/11).

Rektor mengungkapkan banyak prestasi diukir dosen dan mahasiswa yang perlu dipublikasikan secara luas di media massa sehingga diharapkan pemeringkatan UIN Sumatera Utara secara internasional dapat terus meningkatkan dimasa mendatang.

Dalam kegiatan Temu Ramah Bersama Mitra Media UIN Sumatera Utara, rektor meminta humas perguruan tinggi tersebut semakin gencar mempublikasikan kegiatan kampus terutama berbagai hasil penelitian dan prestasi para dosen dan mahasiswa.

Syahrin Harahap mengakui peran pers cukup besar mendorong kemajuan UIN Sumatera Utara. Ia pun meminta kerja sama yang sudah terjalin selama ini harus lebih ditingkatkan.

Rektor menambahkan bahwa media massa memiliki peranan penting sebagai salah satu trilogi pengembangan UIN Sumatera Utara. Selain konsep pembangunan wahdatul ulum sebagai pusat modernisasi beragama dan pusat pengabdian masyarakat dan stakeholder.

Untuk itu, ia mengungkapkan bahwa penulisan publikasi media massa yang baik akan menjadi ladang amal. (dmp)

Pastikan Maju di Musda Demokrat Sumut, Tondi Roni Tua Serahkan Dukungan DPC ke DPP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tondi Roni Tua memastikan diri maju sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut pada musyawarah daerah (Musda) yang akan digelar dalam waktu dekat.

Hal ini dibuktikannya dengan menyampaikan surat dukungan dari sejumlah DPC Partai Demokrat sebagai syarat pencalonan kepada DPP Partai Demokrat di Jakarta.
Surat dukungan tersebut diterima Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron dan Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, Senin (8/11).

Saat menyampaikan surat dukungan, Tondi Roni Tua didampingi Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu, Sekretaris DPD Meilizar Latif, dan sejumlah ketua DPC yang memberikan dukungan kepadanya, seperti Ketua DPC Padang Lawas Utara Basri Harahap, Ketua DPC Tanjungbalai Ridwan, Plt Ketua DPC Karo Masdar Limbong, Plt Ketua DPC Kabupaten Labuhanbatu Joko Imawan dan lainnya serta anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut Santoso dan Andre Alfisah.

Tondi yang saat ini juga menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut mengatakan, kehadirannya di DPP Partai Demokrat sebagai bukti keseriusannya menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sumut. Dia berharap, DPP bekerja secara objektif dan selektif sehingga terpilihnya ketua DPD Partai Demokrat Sumut yang bisa merangkul semua pihak, juga bisa melaksanakan program partai untuk yang lebih baik ke depan.

Dalam kesempatan itu, Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron,dalam arahannya berpesan agar dalam Musda IV Partai Demokrat Sumut para kandidat dapat berkompetisi secara sportif dan menunjukkan kepada publik bahwa Partai Demokrat mampu memberikan contoh demokrasi yang berkualitas.

“Para ketua DPC supaya menjaga integritas dalam mengikuti Musda sampai terpilih nanti Ketua DPD Partai Demokrat Sumut yang baru. DPP akan melakukan semua tahapan Musda secara objektif, semua proses yang berjalan dipantau oleh DPP dan tidak terpengaruh dengan opini dan nanuver yang dilakukan oleh para kandidat yang bermunculan saat ini,” katanya.

Herman juga menyebutkan, sampai saat ini DPP belum menjadwalkan Musda di Sumut karena menunggu waktu yang tepat sampai DPP dapat memastikan semua tahapan berjalan baik dan menghasilkan ketua DPD Demokrat Sumut yang benar-benar sesuai harapan semua pihak untuk memajukan Partai Demokrat di Sumut.

Sementara, Plt Ketua Demokrat Sumut Herri Zulkarnaen Hutajulu mengatakan, kehadirannya mendampingi Tondi di DPP merupakan bagian dari tugasnya sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, tanpa pengecualian siapun yang ingin maju sampai pelaksanaan Musda nanti. “Saya sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut akan menjalankan tugas itu sampai terpilihnya ketua DPD yang baru,” ujar Herri. (adz)

Layangkan Mosi Tak Percaya, Pengurus Minta Ketua HIPMI Tebingtinggi Dicopot

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 30 orang pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tebingtinggi menandatangani surat mosi tak percaya terhadap ketua mereka, Rizky Faizah Putra. Mosi tak percaya ini akan dilayangkan ke HIPMI Sumut agar segera diambil tindakan tegas.

TEMU PERS: Sejumlah pengurus BPC HIPMI Tebingtinggi saat temu pers terkait mosi tidak percaya kepada Ketua BPC HIPMI Kota Tebingtinggi.

Hal ini disampaikan Ketua Bidang Perhubungan dan BUMN BPC HIPMI Tebingtinggi, Muaad Hawariy didampingi Wakil Sekretaris Firdaus dan sejumlah pengurus lainnya saat temu pers di Kantor Rapi, Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi, Senin (8/11) sore. Menurut Hawariy, selama ini kepengurusan BPC HIPMI Kota Tebingtinggi periode 2021-2024 di bawah kepemimpinan Rizky Faizah Putra mengalami kevakuman dan tak ada aspek legal dan administratib serta aspek psikologis dan kelayakan.

“Mosi tak percaya dan permohonan ini kami sampaikan kepada BPD HIPMI Sumut. Kami sangat berharap agar permohonan ini dapat dikabulkan serta ditindaklanjuti. Kami ingin Rizky Faizha Putra dicopot dari Ketua BPC HIPMI Kota Tebingtinggi,” kata Hawariy.

Menurutnya, ada beberapa alasan yang melandasi pergerakan ini, yakni Rizky Faizha Putra dinilai tidak melaksanakan, menunaikan, menindaklanjuti, serta merealisasi satu bagian pun dari visi dan misi, beserta 6 program inti yang tercatat sebagai janji prinsip pada saat masa pencalonan. Kemudian, lanjut Hawariy, Rizky Faizha Putra tidak membangun komunikasi maupun koordinasi yang baik dan layak secara eksternal. Kegagalannya untuk menciptakan harmonisasi dan hubungan terhadap pemerintah ota, membuat marwah serta eksistensi HIPMI Tebingtinggi juga hilang dan tertinggal.

“Berdasarkan standar kepemimpinan yang kami sepakati, saudara Rizki Faizha Putra tidak layak untuk menjadi Ketua Umum HIPMI Tebingtinggi. Terkait aspek psikologis dan emosional munculnya terlalu banyak konflik yang diciptakannya terhadap seluruh pengurus, yang mana semua konflik ini adalah konflik vertikal,” bebernya.

Hal senada juga dikatakan Firdaus, selaku Wakil Sekretaris BPC HIPMI Tebingtinggi. Dikatakannya, konflik vertikal yang dimaksud di sini adalah, setiap pengurus, hampir 80 persen dari pengurus BPC memiliki masalah, baik pribadi maupun masalah secara organisasi dengan ketua. Sehingga, semua masalah ini tidak horizontal, tidak antara pengurus dengan pengurus tetapi keatas yakni antara pengurus dengan ketuanya.

“Sampai saat ini sudah hampir dua pertiga persen dari jumlah pengurus telah menandatangani surat mosi tidak percaya ini. Surat ini akan disampaikan ke BPD HIPMI Sumut dan kita berharap kepada pengurus BPD HIPMI Sumut agar menindaklanjuti dan segera mencopot saudara Rizky Faizha Putra dari Ketua Umum HIPMI Tebingtinggi,” kata Firdaus.

Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Kota Tebingtinggi Rizky Faizha Putra saat dikonfirmasi wartawan melalui seluler, mengaku belum mengetahui adanya mosi tidak percaya yang disampaikan pengurus terhadapnya. Menurutnya, seharusnya ada mediasi dulu sebelum melayangkan mosi tidak percaya. (ian)

Biaya Operasional dan Hasil Panen tak Sebanding, Mangapul Minta Pemerintah Bantu Petani Sumut

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Petani di Sumatera Utara (Sumut) butuh bantuan pemerintah. Hal itu dikarenakan tidak seimbangnya antara biaya bercocok tanam dengan hasil panen yang diperoleh. Salah satunya disebabkan harga pupuk dan berbagai biaya operasional bertani yang sangat mahal dan langka.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba saat reses DPRD Sumut di Dapil 10 (Siantar-Simalungun), Selasa (9/11).

Wakil Ketua DPD PDIP Sumut ini menyatakan, selama menjalankan tugas Reses DPRD Sumut dalam beberapa hari ini menemukan ada dua persoalan besar yang sedang dihadapi oleh rakyat terutama petani yaitu keberadaan infrastruktur jalan yang rusak parah dan mahalnya harga pupuk untuk kebutuhan petani serta yang lebih parah ketersediaan pupuk yang juga langka.

“Kendatipun temuan tersebut ada di dapil 10 Siantar-Simalungun kami menyakini bahwa persoalan pupuk langka dan mahal juga terjadi diseluruh Provinsi Sumatera Utara, sehingga persoalan ini menjadi persoalan bersama yang harus segera dicari solusinya oleh pemerintah daerah dan pusat dengan melibatkan anggota DPR,” ujar Mangapul.

Mangapul menyampaikan bahwa harga pupuk konvensional yang ada di tengah-tengah masyarakat harganya lebih mahal 150% dari harga seharusnya, sementara itu pupuk bersubsidi yang juga langka harganya sudah di atas rata-rata harga tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dampak mahalnya harga pupuk ini, ungkap Mangpul terkena juga untuk seluruh petani baik petani padi, palawija mupun petani holtikultural lainnya. Selain itu, kondisi para petani ini diperparah dengan infrstruktur jalan yang begitu sangat rusak parah, baik jalan nasional, provinsi mapun jalan-jalan kabupaten.

“Kondisi jalan yang rusak parah ini tentunya sangat mengganggu aktivitas petani terutama dalam mendistribusikan hasil panen kepusat-pusat pasar, akibatnya biaya produksi menjadi meningkat, patani semakin menangis akibat jalan yang rusak ini,” pungkas Mangapul. (adz)

PSDS Pasang Target Lolos ke Liga 2

Logo PSDS

LUBUK PAKAM, SUMUTPOS.CO – PSDS Deliserdang siap melakoni pertandingan Liga 3 zona Sumatera Utara 2021. Tim berjuluk Traktor Kuning ini memasang target lolos ke Liga 2 musim depan.

PSDS Deliserdang merupakan salah satu tim yang memiliki nama besar di kancah sepak bola Indonesia. Tim yang identik dengan kostum kuning ini pernah mentas di kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. Namun sudah lama prestasi PSDS mengalami penurunan.

Kini, PSDS berambisi untuk meraih prestasi kembali. Ketua Umum PSDS H Khairum Rijal ST MAP memasang target lolos ke Liga 2. “Tahun ini kita ingin kembali ke Liga 2,” ujarnya ketika ditemui di Stadion Baharoeddin Siregar, Senin (8/11).

Khairum optimis target tersebut terwujud. Pasalnya, selain memiliki materi pemain cukup bagus, pihaknya menjanjikan bonus di babak penyisihan. PSDS memang mengandalkan sebagian pemain PON Sumut yang tampil di Papua.

“Insya Allah, kita akan memberikan bonus setiap memenangkan pertandingan. Bila lolos ke Liga 2 perhatian khusus akan ada dari Pemkab Deliserdang untuk pemain PSDS,” kata Khairum.

Untuk itu, Khairum berharap agar semua pemain, pelatih, dan manajer bersama-sama berjuang untuk membawa PSDS ke Liga 2. Apalagi, PSDS memiliki sejarah yang cukup diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia. PSDS pernah tampil bersama PSMS di kasta tertinggi sepak bola tanah air sebagai perwakilan Sumatera Utara.

“Kami berharap doa dari masyarakat Deliserdang yang cinta dengan PSDS agar dapat bangkit dan jaya kembali. Mudah-mudahan dengan kekuatan penuh dan semangat kebersamaan terus menerus PSDS bisa bangkit Insya Allah tercapai ke Liga 2,” harap Kadisporabudapar Pemkab Deliserdang tersebut.

Untuk memperlancar keikutsertaan di Liga 3, pengurus dan manajemen PSDS telah mempersiapkan segalanya. “Semua biaya dan kebutuhkan tim sudah dipersiapkan. Mudah-mudahan PSDS bisa kembali bangkit,” harapnya.

Senada, Manajer PSDS Herman Sagita mengakui peluang PSDS lolos ke Liga 2 sangat besar, karena materi pemain lebih baik dari sebelumnya. Traktor Kuning mengandalkan sebagian besar pemain eks PON Sumut.

“Meski begitu, persaingan tetap akan sengit. Kita harus juara zona Sumut untuk lolos ke tingkat nasional,” sebutnya.

PSDS bergabung di Grup C bersama PS Kwarta, Paya Bakung United, Muspika FC, dan PS Harjuna Putra. Herman Sagita menilai peluang sama, karena tim lain juga kuat. “PSDS Deliserdang masuk dalam Grup C. Kami tidak akan menganggap enteng lawan, semua berat,” kata Herman. “Kita akan berupaya sampai ke final dengan manfaatkan kelemahan-kelemahan lawan. Semua tim pasti kuat dengan persiapan yang matang juga,” pungkas Herman Sagita yang akrab dipanggil Cinwa itu. (btr/dek)

Jadwal Berubah, PSMS Tak Masalah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Liga Indonesia Baru (LIB) merilis perubahan jadwal pertandingan Grup A untuk pekan kesembilan dan sepuluh. Perubahan tersebut berdasarkan permintaan host broadcaster.

Dalam surat PT LIB Nomor 1048/LIB-KOM/XI/2021 yang ditujukan ke manajemen klub tersebut, PT LIB merilis penyesuaian jadwal sesuai dengan permintaan host broadcaster. Terdapat lima jadwal pertandingan di Grup A berubah.

Pertandingan PSMS melawan PSPS Riau pekan ke sembilan yang seharusnya digelar pada 23 November, dimajukan menjadi 22 November. Untuk waktunya tetap pukul 15:15 WIB.

Pada pekan ke sembilan ini, juga terjadi perubahan jadwal pertandingan antara Babel United melawan Semen Padang dan Tiga Naga melawan Sriwijaya FC. Kedua laga ini dimajukan sehari dari jadwal sebelumnya.

Untuk pekan ke sepuluh antara Sriwijaya FC melawan PSMS, dimundurkan sehari. Seharusnya laga ini digelar pada 29 November, namun dimundurkan menjadi 30 November. Namun waktunya tetap pukul 18:15 WIB.

Sedangkan pertandingan antara PSPS Riau melawan Babel United pada pekan sepuluh ini, dimajukan sehari. Pada jadwal awal laga ini digelar 30 November pukul 15:15 WIB, berubah menjadi 29 November pukul 20:30 WIB.

Manajemen PSMS mengakui perubahan jadwal tersebut tidak berpengaruh kepada tim. Mereka masih beranggapan positif dengan menilai perubahan tersebut untuk kepentingan penyiaran televisi.

“Tidak ada masalah dengan persiapan tim. Memang rating pertandingan sepak bola Indonesia sedang naik, jadi mungkin televisi ingin menyiarkan langsung,” ujar Sekretaris PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, Senin (8/11).

Pria yang akrab dipanggil King menambahkan, PSMS sekarang ini fokus untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan. Mereka tidak akan terpengaruh dengan perubahan jadwal.

“Sekarang kita fokus bagaimana meraih kemenangan di setiap pertandingan. Sebab persaingan di Grup A masih sangat ketat. Semua tim masih berpeluang lolos ke babak delapan besar,” tambahnya.

King mengakui perubahan jadwal ini hanya akan menambah waktu keberadaan tim di Pekabaru. Sesuai dengan jadwal lama, tim seharusnya sudah kembali ke Medan pada 30 November. Namun dengan jadwal baru, akan mundur sehari.

“Kalau sesuai skenario awal, tim seharusnya meninggalkan Pekanbaru pada 30 November. Tapi karena jadwal berubah, tim terpaksa kembali pada 1 Desember. Tapi itu tidak ada masalah,” tandasnya. Pelatih PSMS, Ansyari Lubis ketika dikonfirmasi juga mengaku tidak masalah dengan persiapan tim. “Tidak ada masalah dengan persiapan tim. Persiapan tidak ada bedanya, karena hanya berubah sehari,” ungkapnya. (dek)

Sidang Dugaan Korupsi DBH PBB Labura, Saksi: Kembalikan Uang Honorer, Utang ke Bank

MEDAN. SUMUTPOS.CO – Sidang dugaan korupsi dana bagi hasil (DBH) pajak bumi dan bangunan (PBB), dengan terdakwa mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Kharuddin Syah Sitorus alias H Buyung kembali berlanjut. Kali ini, penuntut umum menghadirkan Dedi Siregar selalu honorer Pemkab Labura, di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (8/11). 

Dalam kesaksiannya, Dedi mengaku terpaksa mengutang di bank untuk mengembalikan uang yang diterimanya dari dinas. Uang itu ternyata hasil korupsi yang bersumber dari biaya pemungutan PBB dari Sektor Perkebunan di Pemkab Labura. Sepanjang kurun waktu 2013 hingga 2015, Dedi menerima uang dengan jumlah yang berbeda.

“Ada menerima insentif dari PBB sektor perkebunan, tahun 2013, 2014 sekitar Rp1 juta sekian dan Rp400 ribu, dan di tahun 2015 sekitar Rp900 ribu,” ungkapnya, dihadapan Hakim Ketua Saut Maruli Tua Pasaribu.

Namun, saat uang tersebut sudah habis, saksi diperintahkan untuk mengembalikan uang insentif yang sudah diterimanya tersebut.

“Sudah dikembalikan semua uangnya, karena perintah atasan. Enggak tahu kenapa disuruh kembalikan. Udah habis dipakai uangnya disuruh kembalikan. Kalau saya pinjam sama Bank Sumut, gaji dipotong perbulannya,” katanya.

Sementara itu, saksi lainnya Hendika juga membenarkan telah menerima uang insentif tersebut sejak tahun 2013, dengan total kurang lebih Rp5 juta dalam kurun waktu tiga tahun. Saat diperintahkan untuk mengembalikan semua uang tersebut, Hendika mengaku hanya pasrah karena perintah atasan.

“Kalau harus dikembalikan mau bagaimana lagi. Disuruh atasan (kadis) saya mengembalikan semuanya,” bebernya.

Namun saat diecar hakim, apakah para pekerja honorer tersebut ada menjadi petugas pemungut PBB dari Sektor Perkebunan, ketiganya menjawab tidak pernah. Bahkan para saksi mengaku tidak tahu siapa yang melakukan pemungutan. Mereka mengaku hanya menerima uang berupa insentif dari PBB Sektor perkebunan.

Usai mendengar keterangan saksi majekis hakim menunda sidang ke pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), H Kharuddin Syah alias H Buyung, didakwa melakukan korupsi biaya pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) senilai Rp2.186.469.295, periode tahun 2013, 2014 dan 2015.

Dimana, Pemerintah Kabupaten Labura menerima BP PBB sektor perkebunan dengan rincian tahun 2013 sebesar Rp1.065.344.300, tahun 2014 sebesar Rp748.867.201 dan tahun 2015 sebesar Rp661.888.750.

Lebih lanjut, seluruh biaya pemungutan PBB sektor perkebunan yang diterima Pemerintah Kabupaten Labura pada tahun 2013, 2014, dan 2015 digunakan sebagai insentif dan dibagikan kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah dan Pegawai di lingkungan DPPKAD Kabupaten Labura.

Akibat tindak korupsi yang dilakukan Khairuddin Syah yang saat itu menjabat sebagai Bupati Labura, membuat kerugian keuangan negara sebesar Rp2.186.469.295.  Atas perbuatannya, terdakwa Khairuddin Syah dijerat dengan dakwaan primair pidana Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Subsidiar, Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. (man/azw)