BATUBARA, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Inalum menyerahkan bantuan berupa 40 unit sprayer, 40 set cangkul, 40 pcs topi caping kepada kelompok Tani Jaya Makmur.
Penyerahan dilakukan secara langsung yang diwakilkan oleh Vice President Pemberdayaan Masyarakat Inalum, Ali Hasian Harahap kepada ketua beserta anggota kelompok Tani Jaya Makmur di Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Inalum kepada petani yang mengelola lahan di sekitar jalur transmisi Inalum.
Vice President Pemberdayaan Masyarakat Inalum, Ali Hasian Harahap menyebut bahwa program ini merupakan wujud perhatian Inalum terhadap petani yang bercocok tanam di sekitar jalur transmisi Inalum sekaligus bersinergi kepada masyarakat, salah satunya di Kabupaten Batubara melalui kelompok Tani Jaya Makmur.
Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa disalurkan secara tepat dan masyarakat tetap menjalankan protokol Covid-19 dengan menerapkan 5 M.
“Kami menyerahkan bantuan kepada para petani yang ada di sekitar jalur transmisi Inalum Desa Simpang Gambus dengan total berupa 40 alat penyemprot pertanian/sprayer, 40 set cangkul dan 40 pcs topi caping. Harapan kami atas bantuan yang diberikan kepada para petani agar alat yang diberikan bisa bermanfaat dan para petani tidak beralih menanam ke tanaman keras dan jaga aset Inalum yang berada di lokasi bercocok tanam mereka. Ke depan, para petani diharapkan bisa menjadi agen serta bersinergi bersama untuk menjaga aset Inalum,” kata Hasian.
Dalam penyerahan tersebut, ketua kelompok Tani Jaya Makmur, Sumadi menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk program berkesinambungan antara PT Inalum (Persero) dengan petani yang bercocok tanam di sekitar jalur transmisi Inalum. Ia berharap bahwa tidak hanya sampai berhenti di sini kontribusi yang dilakukan oleh Inalum kepada para petani setempat.
“Kita dari kelompok tani mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Inalum, semoga ke depan kelompok Tani Jaya Makmur bisa bekesinambungan dengan lebih baik dalam mengelola lahan di sekitar jalur transmisi Inalum. Adapun beberapa bantuan yang diserahkan kepada kami yaitu berupa alat penyemprot pertanian, cangkul, dan topi caping. Kedepan, bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat yang memang terdaftar mengelola lahan di jalur transmisi Inalum,” ujarnya.
Sebagai informasi. Dalam sebulan ini, Inalum turut menyerahkan bantuan berupa mesin pemipil jagung di kabupaten Toba, gerobak kuliner kepada masyarakat Batubara, sepeda motor pengangkut sampah di Kabupaten Asahan serta alat prokes di Kabupaten Batubara dan Simalungun.(rel)
ai Thomas Sitepu (kedua dari kiri) dan Kapolsek Sei Bingai Rismanto Purba (kedua dari kanan) turun langsung ke lokasi vaksinasi mengatur masyarakat sehingga vaksinasi di Sei Bingai ini berjalan lancar dan aman.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi, Danone Indonesia terus ikut berpartisipasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan vaksinasi. Bukan hanya di kota-kota besar saja, melainkan juga masuk sampai ke pelosok negeri.
Salah satunya Danone Indonesia, melalui Pabrik AQUA Langkat ikut membantu Pemerintah Kabupaten Langkat dalam pelaksanaan vaksinasi di Kelurahan Namu Ukur Selatan, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat – Sumatera Utara. Program vaksinasi ini berlangsung pada 29 – 30 Oktober 2021 dengan target 4.000 anggota masyarakat Sei Bingai.
“Kami berterima kasih atas dukungan Pabrik AQUA Langkat yang turut mengambil bagian dalam percepatan vaksinasi untuk masyarakat Sei Bingai. Kami berharap dengan adanya kerjasama yang baik ini dapat ikut membantu mendukung percepatan pembentukan herd immunity di masyarakat Namu Ukur dan membuat masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala,” ujar Kapolsek Sei Bingai Rismanto Purba. Hal senada diungkapkan pula oleh Camat Sei Bingai Thomas Sitepu saat ditemui di lokasi vaksinasi.
Sementara itu External Relations Senior Manager Danone-AQUA Wilayah Sumatera Wirnos, menyatakan bahwa program vaksinasi merupakan wujud nyata Danone Indonesia mendukung pemerintah untuk memulihkan kembali kesehatan dan ekonomi masyarakat di masa pandemi. “Masyarakat Sei Bingai perlu mendapatkan perlindungan agar terbebas dari virus Covid-19 . Dengan adanya vaksinasi ini tentu akan membantu masyarakat Sei Bingai dalam hal kesehatan serta keselamatan, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas kembali,” ujar Wirnos.
Antusiasme masyarakat Sei Bingai mengikuti vaksinasi ini sangatlah tinggi. Mereka rela mengantri dengan tertib. Silih berganti masyarakat datang dan pergi, sehingga tidak terjadi penumpukkan di lokasi vaksinasi. “Untuk program vaksinasi ini Pabrik AQUA Langkat menyalurkan bantuan perlengkapan medis, nutrisi, dan hidrasi untuk para tenaga media yang bertugas dan para peserta vaksinasi, serta beberapa perlengkapan untuk menyemarakkan area vaksinasi,” jelas Stakeholder Relations Pabrik AQUA Langkat Jimmi Simarangkir.
Suasana vaksinasi di Kelurahan Namu Ukur Selatan, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat – Sumatera Utara. Program vaksinasi ini berlangsung pada 29 – 30 Oktober 2021 dengan target 4.000 anggota masyarakat Sei Bingai.
Selama pandemi COVID-19, Danone Indonesia telah menyalurkan bantuan sebesar 56 Miliar Rupiah dengan mengalokasikan pemberian bantuan esensial berupa alat pelindung diri, masker bedah, dan vitamin bagi tenaga medis, pasien, serta masyarakat yang rentan terkena dampak pandemi Covid-19. Danone Indonesia turut membantu menyukseskan pelaksanaan program vaksinasi di 88 sentra vaksin di 19 kota besar di Indonesia, dengan memberikan dukungan berupa produk hidrasi dan nutrisi sehat. Selain itu, Danone Indonesia juga memenuhi permintaan darurat dari sejumlah rumah sakit dengan menyalurkan bantuan berupa alat medis seperti oxygen fullset, kursi roda, dan tempat tidur rumah sakit.
Pada kesempatan ini juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang mengikuti vaksinasi ini, yaitu tentang bagaimana mengelola sampah dan kebersihan. “Masyarakat dapat terus menjaga kesehatan dimulai dengan menjaga kebersihan dari rumah. Kebiasaan mencuci tangan pada berbagai kesempatan adalah kebiasaan yang sangat baik. Selain itu kita perlu membiasakan diri mengelola sampah dengan baik; apalagi kita dapat memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya pada tempatnya masing-masing,” tutur Corporate Communications Danone Indonesia Michael Liemena.
“Dengan visi kami One Planet One Health, kami percaya bahwa kesehatan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi keadaan bumi. Kami selalu berusaha untuk menghadirkan kesehatan melalui seluruh program berkelanjutan kami kepada seluruh masyarakat. Kami yakin melalui dukungan pada program vaksinasi, dapat mewujudkan masyarakat yang sehat dan menjalankan hidup masing-masing secara berkualitas,” tutup Michael. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Muhammad Nuh melakukan kegiatan di Kabupaten Samosir, Kepulauan Nias, dan Pakpak Bharat, selama sepekan. Dalam kegiatan yang dilaksanakan sejak 21 Oktober itu, Muhammad Nuh melihat langsung, rasa saling hormat-menghormati di tengah masyarakat Sumatera Utara masih sangat tinggi.
Seperti ketika Muhammad Nuh melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir, Muhammad Nuh bertemu dengan pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ibnu Sina. Dalam pertemuan itu, mereka mengaku terkendala mendapatkan izin untuk membangun madrasah.
Setelah ditelusuri dan bertemu dengan Kepala Kantor Kemenag Samosir, Muhammad Nuh mendapatkan penjelasan bahwa, baru saja dilakukan pertemuan antara masyarakat yang berkeberatan dengan pihak yayasan madrasah yang difasilitasi Pemkab Samosir. Setelah dilakukan dialog, akhirnya disepakati solusi dengan pendekatan budaya yang saling menghormati.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur masalah ini dapat selesai dengan baik. Saya berharap, sikap saling menghormati dan musyawarah bisa menjadi budaya masyarakat di Samosir, sehingga kemajemukan yang ada bisa menjadi kekuatan,” jelas Nuh.
Dari Samosir, Nuh melakukan kegiatan di Kepulauan Nias yakni Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat. Di Kota Gunung Sitoli, Nuh bertemu dengan pengurus PC Nahdlatul Ulama Kota Gunung Sitoli. Pertemuan itu berjalan dengan penuh kehangatan. “Kami rindu akan kedatangan ulama seperti Muhammad Nuh,” kata pengurus PCNU Gunung Sitoli.
Nuh pun mengaku gembira bisa bersilaturahim dengan PCNU Gunung Sitoli. “Semoga ukuwah Islamiyyah kita dapat terus terjalin, meskipun jarak antum jauh tapi dekat di hati,” kata Nuh.
Sementara di Kabupaten Pakpak Bharat, Muhammad Nuh menyempatkan hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Musalla Al Ittihad di Desa Kuta Saga, Dusun Kuta Pinang, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Menurut Nuh, membangun tempat ibadah adalah prioritas. “Ini penting, Rasullah hijrah ke Yasrib (Madinah) yang pertama sekali dibangun adalah masjid. Masjid yang pertama sekali dibangun adalah Masjid Quba,” pungkasnya. (adz)
ZIARAH: Pengurus DPD Partai Gelora Kota Medan ziarah makam pahlawan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Kota Medan, Kamis (28/10).markus/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jajaran pengurus DPD Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kota Medan melakukan ziarah makam pahlawan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Kota Medan, di Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (28/10). Prosesi ziarah diawali dengan upacara penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin Ketua DPD Partai Gelora Kota Medan H Muhammad Nasir, dilanjutkan dengan tabur bunga di TMP Bukit Barisan.
ZIARAH: Pengurus DPD Partai Gelora Kota Medan ziarah makam pahlawan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Kota Medan, Kamis (28/10).markus/sumut pos.
Ziarah makam pahlawan ini dilakukan, sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Ulang Tahun ke-2 Partai Gelora yang sama-sama jatuh pada tanggal 20 Oktober 2021 kemarin.
Ketua DPD Partai Gelora Kota Medan Muhammad Nasir, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda yang diinisiasi pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak perjalanan masa depan para pemuda masa lalu untuk memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melepaskan diri dari penjajah.
“Hari ini 28 Oktober 2021, jika kita berinteraksi dengan generasi muda, banyak generasi saat ini yang lupa terhadap perjalanan bangsa. Karenanya, Partai Gelora menginisiasi bersama generasi muda untuk berziarah ke makam pahlawan ini,” ucap Nasir didampingi Sekretaris DPD Partai Gelora Kota Medan M Yani Piliang, Bendahara Tukijan, dan Ketua Panitia Pelaksana Doni Saputra.
Nasir juga menuturkan, ziarah tersebut bertujuan untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan. “Dan momentum ini bertepatan pula dengan usia 2 tahun Partai Gelora” katanya.
Ditegaskan mantan Anggota DPRD Medan itu, Partai Gelora adalah partai nasionalis yang ingin mengajak seluruh komponen bangsa untuk berjuang bersama demi menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 5 negara dengan kekuatan dunia.
Ditambahkan Nasir, DPD Partai Gelora Kota Medan saat ini masih fokus untuk merekrut simpatisan dan menginpetarisir kartu anggota. Sebagai partai politik yang bercita-cita menghantarkan Indonesia kepada 5 kekuatan dunia, DPD Partai Gelora Medan mengaku penting untuk memulainya dari Kota Medan.
Bahkan, Partai Gelora bersama mempunyai cita-cita besar untuk mengelola Kota Medan. Tak tanggung-tanggung, meskipun merupakan partai baru, namun Partai Gelora bercita-cita untuk bisa mendapatkan 15 dari 50 kursi yang ada di Kota Medan. “Jika ditanya target ke depan Partai Gelora berapa kursi di legislatif (Medan)? Tentu kita menginginkan 15 kursi, agar Kota Medan bisa di tata dengan baik dan menjadi ikon,” tambah Nasir.
Dalam kegiatan tabur bunga di TMP Bukit Barisan tersebut, jajaran pengurus DPD Partai Gelora bersama pengurus DPC Partai Gelora se-Kota Medan juga melakukan ziarah ke sejumlah makam para pahlawan yang ada disana, di antaranya makam Manaf Lubis, AS Rangkuty dan lain-lain.
Rangkaian acara Milad ke-2 Partai Gelora Kota Medan ini di awali dengan kegiatan Gotong Royong yang dilakukan secara serentak di 21 Kecamatan di Kota Medan dan ditutup dengan pembagian sembako kepada warga Jl Rawe Kelurahan Martubung, Pekan Labuhan sebanyak 100 paket. (map/ila)
Workshop: Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti (tengah) menjadi narasumber kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 secara virtual, Kamis (28/10).M IDRIS/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021, Kamis (28/10). Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari berbagai media yang ada di Indonesia secara virtual.
Workshop: Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti (tengah) menjadi narasumber kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 secara virtual, Kamis (28/10).M IDRIS/sumutpos.
Selain kegiatan media workshop dan anugerah lomba jurnalistik BPJS Kesehatan, dilaksanakan juga webinar dengan tema Peran BPJS Kesehatan dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19.
Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) juga berperan dan berkontribusi dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Bahkan, manajemen BPJS Kesehatan pun secara khusus menjadikan hal tersebut sebagai salah satu fokus utama BPJS Kesehatan di Tahun 2021.
“BPJS Kesehatan telah diberikan penugasan khusus oleh Pemerintah untuk memverifikasi administrasi klaim Covid-19 di Rumah Sakit walaupun pembiayaan untuk klaim Covid-19 menggunakan anggaran dari Kementerian Kesehatan,” jelas Ali Ghufron Mukti.
Selain mendapatkan tugas khusus verifikasi klaim Covid-19, dalam penanganan Pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan juga berkontribusi pada pengembangan aplikasi P-Care Vaksinasi yang digunakan untuk registrasi faskes pemberi layanan vaksinasi dan Pencatatan pelayanan Vaksinasi di Faskes. Kemudian, juga ikut memberikan penjaminan pelayanan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) Covid-19 bagi Peserta JKN.
Pada kegiatan webinar tersebut juga hadir Jubir Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi sebagai salah satu narasumber. Dalam paparannya Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, bahwa sampai dengan 27 Oktober 2021 total kumulatif vaksinasi dosis 1 dan 2 yang sudah dilaksanakan mencapai 186,2 juta, dengan rincian 115 ,8 juta dosis 1 dan 70,4 juta dosis 2. “Pencapaian vaksinasi ini tidak lepas dari kontribusi BPJS Kesehatan dalam menyediakan aplikasi P-Care Vaksinasi untuk memudahkan pemberian dan pencatatan pelaksanaan vaksinasi,” terang Siti Nadia Tarmidzi.
Ditambahkannya, walaupun capaian vaksinasi sudah cukup banyak dan kasus yang semakin rendah Indonesia, tidak boleh lengah. Sebab banyak negara lain yang mengalami kenaikan kasus signifikan, meskipun tingkat vaksinasi tinggi. “Masyarakat diminta untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, dan pemerintah berharap dengan dukungan teknologi digital seperti aplikasi PeduliLindungi menjadi salah satu kunci penanganan pandemi di Indonesia,” pungkasnya. (ris/ila)
FOTO BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, foto bersama di sela-sela acara Normalisasi Kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 75 Tahun 2021 di Ballroom Medan International Convention Center, Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (28/10). istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengembangan transportasi massal di Kota Medan berupa bus rapid transit (BRT) yang telah lama diwacanakan, telah menemukan titik terang. November mendatang, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana tersebut.
FOTO BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, foto bersama di sela-sela acara Normalisasi Kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 75 Tahun 2021 di Ballroom Medan International Convention Center, Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (28/10). istimewa/sumutpos.
“Saya melaporkan kepada Pak Gubernur, terutama kita nanti di bulan November akan MoU dengan Pak Gubernur terkait rencana bantuan Bank Dunia untuk memperkaya angkutan massal perkotaan di Medan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi disela-sela kegiatan Sosialisasi Permenhub PM Nomor 75/2021 di MICC, Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (28/10).
Pengembangan BRT untuk Kota Medan, lanjutnya, merupakan bantuan dari Bank Dunia. Medan dianggap sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia. Selain Medan, Kota Bandung juga mendapat rekomendasi dari Bank Dunia untuk mendapat bantuan fasilitas pengembangan angkutan massal.
“Anggarannya sekitar Rp1,8 triliun sampai dengan tahun 2025. Dan sekarang sedang tahapan DED (Detail Engineering Design) sama FS (Feasibility Study). Kita harapkan tahun 2022, kita sudah dapat siapkan bangunan fisiknya,” katanya.
Nantinya, ada dua koridor BRT yang beroperasi di Kota Medan. Selain bus, bantuan yang disiapkan juga berupa fasilitas shelter dan pedestrian.”Untuk busnya kita siapkan ada dua koridor. Jadi Shelter kemudian pedestrian juga disiapkan. Kita harapkan, seperti teman-teman lihat di kavling yang ada di Thamrin-Sudirman, Jakarta, bisa dipindahkan ke Kota Medan,” pungkasnya.
Anggota Komisi V DPR, Bob Andika Sitepu yang turut hadir mengatakan, sebagai mitra Kemenhub, Komisi V sangat mendukung program yang dilaksanakan tersebut. “Karena ini juga salah satu yang diinginkan oleh pak gubernur supaya paling tidak jangan besar anggaran pembangunan untuk perawatan jalan,” katanya.
Ia menyebut, program seperti sudah terealisasi di provinsi lain dan berharap untuk Sumut, agar terealisasi sehingga memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Ini tidak di Sumut saja diadakan oleh Kemenhub, tapi di seluruh provinsi di Indonesia ada program seperti ini. Dan di Pulau Jawa hampir rata-rata ada beberapa program ini yang berhasil,” katanya.
Pihaknya berharap, ke depan lebih banyak lagi Sumut mendapat bantuan dari pusat untuk mendukung salah satu program yang sangat diperlukan oleh Gubernur Edy Rahmayadi.
Sementara itu, di Balai Kota Medan, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi disambut hangat Wali Kota Medan Bobby Nasution di Ruang Khusus Wali Kota Medan. Turut hadir dalam pertemuan itu, di antaranya, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Perhubungan Darat Suharto dan Kadis Perhubungan Medan Iswar.
“Ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk melakukan penataan terhadap kota-kota di Indonesia. Di beberapa kota tadi tentunya merujuk kepada kota metropolitan sebagai pilot project. Dari kota metropolitan tadi, akhirnya terpilih 2 kota metopolitan yang memang benar-benar memenuhi kriteria, yaitu Medan dan Bandung Raya,” ucap Budi Setiyadi.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengungkapkan rasa terima kasih atas dijadikannya Medan sebagai pilot project program pembangunan penataan transportasi perkotaan ini. “Ini memang yang kami tunggu-tunggu,” ungkapnya.
Bobby Nasution mengatakan, program ini akan lebih mendorong masyarakat beralih dari transportasi pribadi menjadi transportasi umum. Fasilitas tranportasi umum yang baik dan berkualitas tentu akan membuat masyarakat kian senang beralih pada angkutan umum.
Direktur Angkutan Jalan Direktorat Perhubungan Darat Suharto menerangkan, program ini akan diawali dengan pembuatan MoU yang menandakan komitmen awal pemerintah daerah dan pemerintah pusat. “Setelah MoU akan kita laksanakan riview terhadap Detail Enginering Design dan Feasibility Study, hingga dapat kita terapkan pada 2022. Kita harapkan, pada medium 2022 sudah akan mulai proses konstruksi, atau paling lambat di awal 2023 hingga selesai pada 2025,” kata Suharto.
Pembangunan infrastruktur itu, lanjut Suharto, meliput antara lain halte koridor dan jalur bus. “Kita bangun seperti pabrik transport informasi sistemnya. Dan akan kita bangun semacam pool atau tempat menyimpan bus tadi,” ungkapnya.
Selain itu, kata Suharto, juga akan dilakukan pembenahan first mile (titik awal berangkat menuju angkutan umum massal) dan last mile (perpindahan dari angkutan umum massal menuju titik terakhir tujuan dengan berjalan kaki atau bersepeda) terhadap angkutan umum.
”Ini harus dilakukan, karena meskipun angkutan umumnya sudah diperbaiki sedemikian rupa, tanpa ada dukungan first mile dan last mile tidak akan bisa maksimal,” ungkapnya.
Terkait pembenahan first mile dan last mile ini, kata Suharto, akan dibangun semacam jaringan untuk pedestrian yang lebih memadai dan manusiawi. “Kita juga akan membangun semacam jalur sepeda, koridor tempat menyimpan sepeda dan sebagainya,” ucapnya.
Dia menambahkan, dalam program ini ada kewajiban pemerintah daerah untuk melakukan pembiayaan operasional kendaraan umum tadi. Di samping itu, setelah infrastruktur selesai akan dihibahkan kepada pemerintah daerah, maka otomatis harus ada badan yang mengelolanya.“Apapun bentuknya nanti akan menjadi otoritas pemerintah daerah untuk mengelola seperti apa,” ujarnya. (prn/map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak Kecamatan di Kota Medan mengaku optimis, bahwa setiap kelurahan masih bisa menyerap anggaran Dana Kelurahan, meskipun waktu masa pengerjaan di tahun ini hanya menyisakan waktu sekitar 1,5 bulan atau hanya hingga pertengahan bulan Desember mendatang.
Sekadar diketahui, hingga akhir Oktober ini, belum ada 1 pun Kelurahan dari 151 Kelurahan di Kota Medan yang telah mendapatkan pencairan Dana Kelurahan sebesar Rp1,7 miliar per kelurahan di tahun 2021 ini. Pasalnya hingga saat ini, belum ada 1 pun kelurahan di Kota Medan yang telah mengajukan pencairan Dana Keluarahan ke Pemko Medan, dalam hal ini Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kota Medan.
Salah satunya Camat Medan Petisah, Agha Novrian. Kepada Sumut Pos, Agha mengaku optimis jika 7 Kelurahan yang ada di wilayahnya, yakni Kelurahan Sekip, Petisah Tengah, Sei Sikambing D, Sei Putih Barat, Sei Putih Tengah, Sei Putih Timur I, dan Sei Putih Timur II, masih mampu menyerap anggaran Dana Kelurahan meski waktu kerja hanya tersisa 1,5 bulan di tahun ini.
“InsyaAllah kalau nanti revisi P-APBD nya sudah selesai, tinggal langsung diajukan untuk langsung dicairkan. Kalau cairnya di minggu-minggu pertama Bulan November nanti, masih sempat lah dikejar,” ucap Agha kepada Sumut Pos, Kamis (28/10).
Pasalnya, kata Agha, setiap Kelurahan di Kecamatan Medan Petisah sudah menyiapkan rencana pekerjaan yang akan menggunakan Dana Kelurahan di tahun 2021 sejak jauh-jauh hari. “RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) nya sudah lama disiapkan. Karena ini ada perubahan di P-APBD, maka saat ini tinggal menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) nya karena harus menyesuaikan dengan hasil revisi. Sebentar lagi juga selesai, begitu oke, tinggal pencairan dan pelaksanaan kerja,” katanya.
Diterangkan Agha, tak cuma pekerjaan fisik, setiap Kelurahan di Kecamatan Medan Petisah bahkan sudah menyiapkan Rencana Kerja dan Anggaran untuk pekerjaan atau kegiatan Non Fisik. “Seperti pelatihan-pelatihan, pembinaan dan kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat. Sebab, Dana Kelurahan ini kan bukan hanya untuk pengertian fisik, tapi untuk Non Fisik juga,” terangnya.
Dijelaskanya, pada 7 Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Petisah, rata-rata di setiap kelurahan memiliki RKA yang berimbang antara pekerjaan Fisik maupun Non Fisik. “Rata-rata itu fifty-fifty (50 : 50) antara fisik dan non fisik. Tapi memang kalau tidak salah ada satu kelurahan yang lebih dominan ke pengerjaan fisik, karena ada cukup banyak masalah infrastruktur disana seperti masalah pembangunan jalan yang lebar jalannya di bawah 3 meter, sampai masalah drainase,” jelasnya.
Agha pun mengaku terus menginstruksikan setiap Kelurahan yang ada dibawahnya, agar terus mempersiapkan diri untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sudah ada dalam RKA, termasuk menyiapkan RAB nya sesegera mungkin.”Kita mau semaksimal mungkin lah Dana Kelurahan itu terserap, supaya betul-betul bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat di kelurahan itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong meminta Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setdako Medan, untuk terus memantau setiap Kelurahan agar dapat mempersiapkan diri untuk mengerjakan setiap pekerjaan yang akan menggunakan Dana Kelurahan.
“Kabag Tapem tidak boleh lemah, harus ada strategi khusus soal ini. Jangan nanti setelah anggarannya cair, ternyata gak ada yang bisa dikerjakan atau hanya segelintir. Kita mau, Dana Kelurahan ini bisa diserap secara maksimal,” kata Rudiyanto kepada Sumut Pos, Kamis (28/10).
Rudiyanto pun meragukan, setiap Kelurahan dapat menghabiskan anggaran Dana Kelurahan senilai Rp1,7 Miliar per Kelurahan dalam waktu 1,5 bulan.
“Tapi kalau memang punya strategi yang baik, saya fikir masih bisa terkejar. Mungkin tidak 100 persen bisa terserap, tapi setidaknya di atas 50 persen lah, bahkan 70 persen, supaya jangan banyak SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) dan supaya banyak hal yang bisa dikerjakan dari Dana Kelurahan itu di tahun ini,” katanya.
Untuk itu, Kabag Tapem kembali diminta untuk melakukan pengawasan dan penerapan strategi khusus dalam hal ini, termasuk berkoordinasi dengan seluruh pihak Kecamatan di Kota Medan.”Setiap kali kami anggota DPRD Medan ini menggelar Sosper (Sosialisasi Peraturan Daerah) dan Reses, banyak sekali keluhan masyarakat soal lingkungannya, dan itu bisa diselesaikan dengan Dana Kelurahan ini. Jadi kalau ini tidak dipergunakan dengan baik, sayang sekali. Itu namanya kesempatan di depan mata, tapi disia-siakan,” tutupnya.
Seperti diketahui, DPRD Kota Medan telah menyetujui besaran nilai Dana Kelurahan untuk 151 Kelurahan yang ada di Kota Medan pada tahun ini. Tak tanggung-tanggung, di tahun 2021 ini, setiap Kelurahan berhak mendapatkan Dana Kelurahan sebesar Rp1,7 Miliar. Namun hingga akhir Oktober ini, belum ada satu pun Kelurahan di Kota Medan yang telah menerima Dana Kelurahan tersebut.
Ditanya mengenai hal ini, kepada Sumut Pos, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kota Medan Syahrial, memastikan jika Dana Kelurahan itu sudah tersedia. Namun hingga akhir Oktober ini, tidak ada 1 pun Kelurahan yang mengajukan permintaan Dana Kelurahan tersebut.”Tidak cair bukan karena tidak kita cairkan, tapi karena sampai saat ini belum ada 1 pun Kelurahan yang meminta Dana Kelurahan itu. Kalau ditanya soal anggaran, itu sudah tersedia, kapan pun mau dicairkan uangnya sudah ada,” ucap Syahrial kepada Sumut Pos, Rabu (27/10).
Dipertegas Kepala BAPPEDA Benny Iskandar, penggunaan Dana Kelurahan bukan hanya untuk pembangunan fisik, namun juga dapat digunakan untuk kegiatan Non Fisik, salah satunya seperti kegiatan yang bersifat pembinaan atau pelatihan.”Jadi Dana Kelurahan itu juga bisa untuk yang sifatnya Non Fisik, itu bisa diajukan dulu kegiatannya. Setelah disetujui baru digelar, setelah digelar baru di klaim dari Dana Kelurahan yang akan dicairkan BPKAD,” kata Benny.
Terpisah, Kabag Tata Pemerintahan Setdako Medan Ridho Nasution, mengatakan bahwa para lurah memiliki alasan untuk belum mengajukan permintaan Dana Kelurahan ke Pemko Medan.
Adapun alasannya, karena para Lurah masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan sesuai dengan P-APBD Kota Medan Tahun 2021 yang sampai saat ini masih dibahas oleh Pemko Medan. Hal itu diatur dalam Permendagri 130, sebagai Pedoman Pengelolaan Dana Kelurahan.”Menunggu perubahan yang di P-APBD 2021 sesuai Permendagri 130 untuk pelaksanaan kegiatan di Kelurahan,” jawabnya. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mengembangkan potensi wisata air yang dinilai sangat tinggi, justru tidak pernah didengungkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan. Padahal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan yang dipimpin Agus Suriyono itu, disebut sebagai OPD yang paling bertanggungjawab dalam mendukung sekaligus mempromosikan rencana wisata air yang diwacanakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Anggota Komisi III DPRD Medan asal Fraksi PKS Rudiawan Sitorus mengatakan, bahwa selama Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dispar Kota Medan, tidak pernah sekalipun Kadis Pariwisata Kota Medan membicarakan tentang wisata air di Kota Medan.
“Makanya saya juga heran, ketika Wali Kota Medan bicara tentang potensi wisata air, malah kami selaku counterpart Dinas Pariwisata tidak pernah dengar Pak Agus (Kadispar Medan) bicara tentang wisata air kepada kami. Padahal, kami sudah berkali-kali RDP dengan beliau,” ucap Rudiawan kepada Sumut Pos, Kamis (28/10).
Bahkan, kata Rudiawan, dirinya lah yang pernah mengusulkan kepada Dinas Pariwisata untuk memanfaatkan wisata air di Kota Medan, mengingat Kota Medan dikelilingi oleh sungai-sungai. Sebab dengan adanya wisata air di sungai-sungai tersebut, maka PAD Kota Medan ditaksir akan meningkat secara signifikan dari sektor pariwisata.
“Secara pribadi saya setuju dengan apa yang dikatakan Wali Kota Medan, bahwa potensi wisata air di Medan memang luar biasa. Tinggal bagaimana Pemko Medan dapat menata sungai-sungai yang ada dan kita tahu itu bukan tugas yang mudah, tapi bukan berarti juga sangat sulit untuk dilakukan,” ujarnya.
Harusnya, kata Rudiawan, Dispar Kota Medan telah memiliki perencanaan yang matang dalam mengembangkan wisata air dengan memanfaatkan sejumlah sungai yang ada di Medan. Dengan begitu, Wali Kota Medan akan sangat terbantu dalam menjalankan rencana wisata air tersebut.
“Sayangnya, Dispar ini kita lihat seperti kehilangan ide-ide dan kreatifitas dalam mengembangkan pariwisata. Padahal dari Dispar ini lah seharusnya ide-ide itu muncul, Dispar seharusnya punya ide-ide cemerlang dan kreatifitas yang tinggi,” katanya.
Ke depannya, kata Sekretaris DPD PKS Medan itu, Dispar Medan harus berkoordinasi dengan OPD terkait tentang rencana wisata air di Kota Medan. Mulai berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, Dinas Kebersihan Kota Medan, hingga pihak-pihak terkait lainnya.
Tak cuma itu, Rudiawan juga meminta Dinas Pariwisata Kota Medan untuk membuat ide-ide lainnya dalam mengembangkan pariwisata di Kota Medan. Sala satunya, dengan mengembangkan wisata kuliner dam wisata belanja di Kota Medan. “Wisata kuliner dan wisata belanja di Medan sama sekali belum optimal. Kalau bisa dioptimalkan, ini akan menjadi sumber PAD yang besar bagi Kota Medan dan hal ini sudah pernah kita sampaikan kepada Kadus Pariwisata,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebutkan, potensi wisata air di Kota Medan cukup tinggi. Pasalnya, ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini dikelilingi oleh 12 sungai. “Medan ini dikelilingi 12 sungai sehingga menjadi potensi,” ujar Wali Kota Medan Bobby Nasution saat acara aksi peduli Sungai Babura di Lapangan Serbaguna Kampung Sejahtera, Jalan Zainul Arifin, Rabu (27/10).
Selain berpotensi menjadi wisata, keberadaan sungai juga diakui Bobby dapat memunculkan potensi lain, yakni banjir. Diakuinya, di dalam sesuatu pasti ada potensi baik ataupun kurang baik. Namun, potensi baiklah yang harus tetap ditonjolkan. “Tinggal kita bagaimana melihat potensi yang ditonjolkan untuk dikelola, ketimbang potensi tidak baik. Oleh karena itu, Pemko Medan melihat bagaimana penanggulangan sungai itu sendiri,” bilangnya.
Dijelaskan Bobby, Pemko Medan sendiri sangat fokus dalam penataan sungai. Akan tetapi karena sungai bukan merupakan kewenangan Pemko Medan, maka perlu kolaborasi dengan berbagai pihak. Bersama Pemprov Sumut, lanjut Bobby, sudah dilakukan penetapan penataan tiga sungai yakni Sungai Babura, Sungai Bederah dan Sungai Deli. (map/ila)
Pengamat Pendidikan Kota Medan, Salman SPd MPd. istimewa/Sumut Pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak berharap, agar para pemuda memacu semangat demi menyongsong masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Hal itu disampaikannya dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93, Kamis (28/10).
Pengamat Pendidikan Kota Medan, Salman SPd MPd. istimewa/Sumut Pos.
Menurutnya, pemuda Indonesia maju, adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia. “Rasa semangat itu sendiri akan menjadi pemacu untuk melakukan yang terbaik bagi Bangsa dan Negara ini,” ujarnya.
Dia juga berharap agar pemuda tetap menjaga harkat dan martabat bangsa, serta menjauhkan dogma atau cara pandang yang keliru, dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. “Harapan saya kepada pemuda untuk menjauhkan diri dari segala cobaan dan godaan yang menyimpang. Tetap jaga harga diri bangsa. Kita ini beda, tapi harus tetap bersatu,” katanya.
Tak lupa, dia mengajak kepada para pemuda untuk bersama-sama berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sehingga kehidupan dan aktivitas kembali normal. “Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-93, Pemuda Indonesia Bersatu, Bangkit dan Tumbuh,” pungkasnya.
Terpisah, Pengamat Pendidikan Kota Medan, Salman SPd MPd mengatakan, sejak pertama kali dicetuskan pada 28 Oktober 1928 silam, atau sekitar 93 tahun yang lalu, Sumpah Pemuda telah menjadi ruh perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan 1945. Api semangat untuk hidup mandiri sebagai bangsa bebas yang telah dinyalakan sejak era Budi Utomo 1908, menyulut semangat para pemuda untuk mewujudkan langkah konkret dalam perjuangan. Di saat itu pula tumbuh kesadaran bahwa perjuangan tidak akan berhasil jika hanya dilakukan secara sporadis dan tercerai berai.
“Hal inilah yang menjadi dasar bahwa untuk mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang mandiri maka diperlukan sebuah persatuan dan kesatuan. Satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yang terangkai erat dalam satu negara yaitu Indonesia,” ujar kepada Sumut Pos, Rabu (27/10).
Dia menyebutkan, pada era milenial dan revolusi industri 4.0 saat ini, perlu mengkaji lebih dalam mengenai eksistensi nilai dan semangat Sumpah Pemuda pada generasi muda Indonesia.
Pihaknya menilai, setidaknya terdapat tiga fakta miris yang menjadi permasalahan pemuda Indonesia saat ini yang masih jauh dari harapan, yakni rendahnya tingkat literasi. “Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) terhadap 70 negara dan menempatkan Indonesia diurutan ke 62. Dengan hanya berada diurutan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia termasuk negara yang memiliki literasi yang rendah atau dengan kata lain budaya membaca masyarakat Indonesia masih rendah,” kata guru di salah satu SMA Negeri di Medan ini.
Padahal, menurutnya, berdasarkan hasil sensus penduduk 2020, jumlah penduduk yang paling dominan dari populasi penduduk di Indonesia merupakan pemuda. Setidaknya terdapat 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen merupakan generasi Z yaitu mereka yang lahir antara periode tahun 1997-2012. Selanjutnya 69,38 juta jiwa atau 25,87 persen merupakan generasi milenial yaitu mereka yang lahir pada kurun waktu 1981-1996. “Dengan jumlah pemuda yang cukup besar tersebut dan dilihat dari survei PISA maka generasi Z dan generasi milienial Indonesia masih sangat minim dalam minat membaca,” bebernya.
Kemudian, tambahnya, tingginya penyebaran narkotika. Hal ini menjadi permasalahan selanjutnya yang menggeluti pemuda Indonesia saat ini, yaitu maraknya peredaran narkotika dan banyaknya pemuda Indonesia yang terlibat baik sebagai pengedar maupun sebagai pengguna.
“Sebuah data yang mengejutkan dari The United Nations on Drugs and Crime (UNODC) mengungkapkan bahwa 5,6 persen penduduk dunia atau 275 juta orang dalam rentang usia 15-64 tahun pernah mengonsumsi narkoba. Dan untuk penduduk Indonesia sendiri, berdasarkan survei dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika,” paparnya.
Data yang tersaji itu, sambungnya, merupakan fakta yang sangat menyedihkan sekaligus pukulan bagi bangsa Indonesia dalam mempersiapkan generasi mudanya. “Bagaimana mungkin cita-cita bangsa akan tercapai jika para pemuda telah terjangkit dan kecanduan narkotika,” ucapnya.
Selanjutnya, pemuda apatis. Hal yang tidak kalah pentingnya untuk dikaji ialah, munculnya pemuda yang apatis terhadap kondisi yang sedang terjadi. Sikap ini bukan hanya pada kondisi diri pribadi, namun juga kecenderungan tidak mau mengambil pusing atau peranan terhadap kondisi lingkungan sekitar bahkan bangsa dan negara dalam cakupan yang lebih luas. ”Tindakan seperti ini dipengaruhi oleh arus materialisme dan hedonisme yang mengakibatkan melemahnya rasa nasionalisme dan memunculkan sikap individualisme,” pungkasnya. (dwi/ila)
PARAHU: Tim PT PLN UIK SBU saat menyerahkan bantuan perahu patroli sampah untuk masyarakat Kampung Sejahtera, Rabu (27/10).istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bertepatan dengan momen Hari Listrik Nasional (HLN) ke 76, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, menyerahkan bantuan perahu patroli sampah kepada masyarakat Kampung Sejahtera, Rabu (27/10).
PARAHU: Tim PT PLN UIK SBU saat menyerahkan bantuan perahu patroli sampah untuk masyarakat Kampung Sejahtera, Rabu (27/10).istimewa/sumutpos.
Penyerahan bantuan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PLN UIKSBU dalam rangka edukasi masyarakat umum tersebut, diserahkan pada kegiatan Festival Pemuda Pemudi Bersatu menjelang Hari Sumpah Pemuda ke 93 yang berlangsung di Lapangan Serba Guna Kampung Sejahtera, Jalan KH Zainul Arifin, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.
Prosesi penyerahan itu dilakukan GM PLN UIKSBU Purnomo diwakili Pejabat Pengendali K3L Syahminan Siregar langsung kepada Walikota Medan M Bobby Afif Nasution yang hadir dalam membuka even Festival Pemuda Pemudi Bersatu yang digelar oleh Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS), 26-30 Oktober 2021.
Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam kata sambutannya mengucapkan apresiasi kepada PLN yang turut membantu menjaga kelestarian lingkungan lewat batuan perahu patroli sampah. “Terima kasih saya ucapkan dan saya sangat mengapresiasi pihak PLN yang turut berkontribusi dalam membantu kebersihan sungai lewat bantuan perahu patroli sampah ini,” ucap Bobby.
Di samping itu, ia berharap masyarakat Kampung Sejahtera bisa menjaga fasilitas ini, agar tekad untuk menjaga kelestarian lingkungan tetap terjaga.
“Seperti diketahui, Kampung Sejahtera ini merupakan salah satu pilot project kawasan bersih di Kota Medan. Dengan adanya bantuan dari PLN ini, kami di Pemko Medan berharap agar semangat untuk bahu membahu dan menjaga predikat itu bisa terus digelorakan,” pungkasnya.
Sementara itu, GM PLN UIKSBU Purnomo, diwakili Pejabat Pengendali K3L Syahminan Siregar menuturkan, apa yang mereka berikan merupakan bagian dari kinerja PLN yang selalu berperan aktif untuk terus menjaga lingkungan.
“Menjaga keseimbangan lingkungan khususnya terkait kebersihan dan lebih spesifik menyangkut kebersihan sungai, merupakan salah satu misi PLN. Alhamdulillah apa yang menjadi cita-cita PLN sejalan dengan misi P3KS sehingga pada momen HLN ke 76 ini, bantuan perahu patroli sampah ini bisa terealisasi,” ujar Syahminan
Sementara itu, Ketua P3KS Aminurasid mengakui, masyarakat Kampung Sejahtera sangat senang atas bantuan perahu patrolo sampah yang diberikan pihak K3L PLN UIKSBU. ”Tentu bantuan ini menjadi kekuatan baru bagi masyarakat Kampung Sejahtera yang saat ini diberi tanggungjawab besar setelah Pak Walikota mencanangkan tempat tinggal kami ini sebagai kawasan percontohan kebersihan,” ucapnya. (ila)