TERTIBKAN: Petugas Satpol PP dan gabungan menertibkan kios kios para pedagang buah Kisaran.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Koperasi dan Perdagangan bersama tim gabungan Satpopl PP, TNI dan Polri serta Dishub menertibkan kios pedagang buah yang bersebelahan dengan Sekolah Diponegoro Kisaran, tepatnya di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kisaran Kota, Kecamatan Kisaran Barat, Kamis (28/10).
TERTIBKAN: Petugas Satpol PP dan gabungan menertibkan kios kios para pedagang buah Kisaran.
Penertiban dilakukan setelah sebelumnya pihak Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan meminta kepada para pedagang untuk segera mengosongkan pasar, dikarenakan berjualan di tepi jalan. Bahkan para pedagang sudah diarahkan untuk pindah ke pasar buah yang sudah disediakan di Jalan Jalan Panglima Polem, Kisaran.
“Pasalnya, dalam perjanjian tersebut telah disepakati bahwa batas pindah terakhir pada tanggal 31 Agustus 2021, namun sampai saat ini Pedagang Pasar Buah belum juga pindah ke lokasi yang baru di Ex PDAM Kisaran,” tegas Kepala Seksi penyelidik Satuan Polisi Pamongpraja, Pranudya Wisnu Murti, S.H.
Untuk itu, pada hari ini melalui pemberitahuan kembali, Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Kabupaten Asahan memberikan waktu 1 jam setelah sosialisasi dilakukan kepada pedagang agar segera mengosongkan lokasi bangunan kios. (dat/han)
DIABADIKAN: Bupati Labuhanbatu, Erik Adrtata diabadikan bersama tim Satgas Covid-19 provinsi Sumatera Utara di sela-sela kunjungan dalam rangka evaluasi pemberlakuan PPKM Mikro.fajar/SUMUT POS.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga meminta seluruh OPD jajaran Pemkab Asahan untuk konsentrasi menuntaskan penyebaran Covid-19 pasca naiknya status PPKM menjadi Level 3.
DIABADIKAN: Bupati Labuhanbatu, Erik Adrtata diabadikan bersama tim Satgas Covid-19 provinsi Sumatera Utara di sela-sela kunjungan dalam rangka evaluasi pemberlakuan PPKM Mikro.fajar/SUMUT POS.
Hal itu disampaikan Erik Adratda Ritonga saat menerima kunjungan Tim Satgas Covid-19 Sumut, dalam agenda monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, di ruang data dan karya kantor Bupati Labuhanbatu, Jalan SM Raja Rantauprapat, Kamis (28/10).
“Kepada seluruh OPD dan pejabat di Pemkab Labuhanbatu, saya berharap semua konsentrasi mengentaskan penyebaran Covid-19. Kita semua harus mengikuti vaksinasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi agar kita semua terbebas dari wabah Covid-19,”pinta Bupati.
Bupati Labuhanbatu juga berterimakasih kepada tim Satgas Covid-19 Provinsi Sumatera Utara, yang datang untuk membantu gugus tugas Covid-19 Labuhanbatu dalam meredam penyebaran Covid-19. Pada kesempatan itu, IO BNPB Pusat, Mayjen (Purn) Darlan Harahap mengatakan sedikit apapun perkembangan harus diantisipasi. “Karena penyebaran virus tersebut tidak terdeteksi atau kasat mata. Pengawasan yang efektif harus dilakukan semua pihak, dengan melibatkan keluarga dan tetangga,” ujar Darlan.
Dijelaskannya, ada beberapa langkah dari pemerintah untuk memutu rantai penyebaran Covid-19. Di antaranya setiap daerah harus mampu merawat warganya sendiri dalam penanganan Covid, daerah harus menyediakan tempat isolasi mandiri dan penanganan Covid-19 dilakukan dari hulu sampai hilir. (fdh/han)
SERAHKAN: Bupati Labura, Hendriyanto Sitorus menyerahkan bantuan benih ikan dan pakan kepada 3 kelompok tani.fajar/SUMUT POS.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus menyerahkan bantuan benih ikan dan pakan ikan kepada 3 kelompok tani di Labuhanbatu Utara, Rabu (27/10).
SERAHKAN: Bupati Labura, Hendriyanto Sitorus menyerahkan bantuan benih ikan dan pakan kepada 3 kelompok tani.fajar/SUMUT POS.
Sebanyak 23.000 ekor benih ikan dan 1.800 kg pakan ikan disalurkan kepada kelompok tani, yang masing-masing kelompok menerima 5.000 ekor benih ikan dan 600 kg pakan ikan untuk Kelompok Tani Adil Makmur Desa Sonomartani, Kec. Kualuh Hulu, dan 9.000 ekor dan 600 kg pakan ikan untuk Kelompok Tani Anggerek Kelurahan Kota Batu, Kec. Na.IX-X, serta kepada Kelompok Tani Gemar Pulo Jantan menerima 9.000 ekor dan 600 kg pakan ikan.
Bupati Hendriyanto Sitorus bersama Wakil Bupati HSamsul Tanjung didamping Sekretaris Daerah Muhammad Suib dan Plt. Kepala Dinas Pertanian Drh. Sudarija, menyampaikan bahwa bantuan benih ikan dan pakan ikan yang diterima ini adalah bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi penerima bantuan dan bisa mengembangkan budidaya ikan di tengah masa pandemi Covid-19 dan dapat sedikit membantu perekonomian masyarakat,” ujar Bupati di halaman rumah dinas.. (fdh/han)
WORKSHOP: BNNK Tebingtinggi melaksanakan workshop di Aula Pondok Bagelen Kota Tebingtinggi.sopian/sumut pos.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tebingtinggi melaksanakan kegiatan workshop dalam penguatan kapasitas kepada insan media untuk mendukung Kota Tebingtinggi tanggap ancaman narkoba di Aula Pondok Bagelen, Jalan Deblot Sundoro Kota Tebingtinggi, Kamis (28/10).
WORKSHOP: BNNK Tebingtinggi melaksanakan workshop di Aula Pondok Bagelen Kota Tebingtinggi.sopian/sumut pos.
Plt Kepala BNNK Tebingtinggi melalui Sub Kordinator Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat, Nurianto mengatakan bahwa workshop dilaksanakan dalam waktu satu hari dengan menghadirkan 4 narasumber dari Polres Tebingtinggi, Pisikolog, Dinas Komnfo Kota Tebingtinggi dan Staf Ahli Pemerintahan dan Hukum Pemko Tebingtinggi.
Tujuan workshop ini, ungkap Nurianto, bagaimana media bisa berperan aktif untuk menyampaikan kepada publik atau masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian bahaya narkoba yang sangat mengkhawatirkan.
“Nah hal ini sangat penting, karena peranan media dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat secara luas sangat penting. Media juga diharapkan untuk mendukung dan berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba,” harap Nurianto.
Ditambahkan Nurianto, saat ini BNNK Tebingtinggi berfokus pada tindakan pencegahan atas bahaya narkoba ke masyarakat luas. Apabila ada masyarakat yang mempunyai keluarga seperti anak sebagai pencandu narkoba, maka bisa melaporkan kepada pihak BNNK Tebingtinggi untuk melakukan rehabilitasi yang akan dilakukan oleh BNN Provinsi.
“Masyarakat juga diharapkan jangan takut untuk memberikan informasi kepada pihak kepolisian dan BNNK Tebingtinggi dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba di wilayah sekitarnya,” jelas Nurianto.
BNNK Tebingtinggi juga berkerjasama dengan pihak Pemko Tebingtinggi dalam membuat kampung bersinar bersih bebas narkoba untuk tingkat kelurahan yang sudah dilaksanakan di dua kelurahan di Kota Tebingtinggi seperti Kelurahan Lalang dan Kelurahan Mandailing. (ian/han)
TERIMA: Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin, saat menerima cenderamata.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin, mengucapkan terima kasih karena dipercaya sebagai Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Binjai-Langkat.
TERIMA: Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin, saat menerima cenderamata.
“Saya berterima kasih dan merasa ini satu kehormatan, karena telah dipercaya menjadi pembina oleh SMSI Binjai-Langkat,” ungkap Sribana, saat menerima audiensi Pengurus SMSI Binjai-Langkat di ruang kerjanya Gedung DPRD Langkat, Stabat, Rabu (27/10).
Pada kesempatan itu, Sribana pun mendoakan, pelaksanaan pelantikan SMSI Binjai-Langkat pada 30 Oktober 2021 mendatang, dapat berjalan sukses hingga seterusnya.
“Semoga sukses pelantikannya dan sampai ke depannya,” ungkap Sribana. Sribana pun berpesan, agar SMSI melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pihaknya, untuk membangun literasi yang mengedukasi masyarakat dalam setiap pemberitaan.
“Saya berharap kita terus berkoordinasi,” ajaknya.
Sementara Siswanto, mengucapkan terima kasih atas sambutan Ketua DPRD Langkat. Dia menyampaikan, SMSI adalah organisasi pers yang sudah terverifikasi Dewan Pers, berdasarkan SK Dewan Pers Nomor: 22/SK-DP/V/2020 yang ditandatangani Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, pada 29 Mei 2020. (mag-6/saz)
LANTIK: Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara, Jonson Sihaloho SHI saat menyerahkan bendera petaka pelantikan PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Deli Serdang di Balairung Pemkab Deli Serdang, Rabu (27/10).
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Sumatera Utara (Sumut) Jonson Sihaloho, resmi melantik Zul Fahmi Hasibuan sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) PMI Kabupaten Deliserdang, Sekretaris Abdul Malik Hasibuan, dan Bendahara Fachruddin Siregar, untuk Periode 2020-2025 di Gedung Balairung Pemkab Deliserdang, Selasa (27/10) lalu.
LANTIK: Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumatera Utara, Jonson Sihaloho SHI saat menyerahkan bendera petaka pelantikan PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Deli Serdang di Balairung Pemkab Deli Serdang, Rabu (27/10).
Ketua PW PMI Sumut Jonson Sihaloho, dalam sambutannya menyampaikan, organisasi kepemudaan harus memiliki keluasan ilmu dan mampu membantu pemerintah dalam menjadikan Kabupaten Deliserdang yang aman, sejahtera, religius, serta memiliki sumber daya unggul.
Ketua terpilih PC PMI Kabupaten Deliserdang, Zul Fahmi Hasibuan mengatakan, ke depan pihaknya akan tetap berada dalam bingkai keberagaman dan mendukung kemajuan Pemkab Deliserdang. “PMI Deliserdang akan melakukan pengembangan organisasi hingga ke pelosok desa, dan siap bersinergi dengan pemerintah,” ungkap Fahmi.
Kemudian, Ketua Dewan Pertimbangan PMI Kabupaten Deliserdang, Bayu Sumantri Agung, yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang, dalam arahannya menegaskan, PMI Kabupaten Deliserdang jangan hanya dihitung-hitung, tapi bisa menjadi diperhitungkan. Menurutnya, PMI membutuhkan dukungan dari pemerintah.
“Karena yang hadir dalam acara ini Wakil Bupati Deliserdang Bapak HM Ali Yusuf Siregar, maka ke depan PMI Kabupaten Deliserdang siap mendukung beliau menjadi Bupati Deliserdang, pada Pemilukada 2024 mendatang,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, dalam bimbingannya mengungkapkan, PMI Kabupaten Deliserdang harus dapat bekerja sama mewujudkan masyarakat maju, religius, dan mampu mengembangkan organisasi. “Selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Ke depan harus bisa bersinergi dengan Pemkab Deliserdang,” imbaunya. (azw/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meluncurkan produk perumahan terbaru di tengah pandemi tentu butuh kepiawaian dan keberanian. Apalagi di saat bersamaan beberapa pengembang sangat disayangkan akhirnya terpaksa gulung tikar (kolaps).
Adi Ming E.
Terlebih lagi Indonesia baru saja keluar dari resesi ekonomi beberapa waktu lalu. Tapi ini pula yang menjadi karakter otentik dari Samera Propertindo. Beberapa kali developer kenamaan Sumut ini keluar dari mainstream pengembang kebanyakan.
Beberapa tercatat di antaranya pengembangan perumahan mewah di tengah kota, pergeseran strategi penjualan dari konvensional ke digital, penyelenggaraan pameran properti skala besar di awal pandemi, hingga terakhir menghebohkan media sosial dengan mystery campaign.
Hasilnya, Samera Propertindo stand out menjadi salah satu pengembang dengan inovasi paling kreatif, proyek produktif, dan penjualan atraktif. Ini tentu tidak terlepas dari tangan dingin Chairman Samera Propertindo, Adi Ming E yang cukup jeli membaca perubahan pasar, fenomena kekinian, beserta manajemen risiko di dalamnya.
Saat meladeni pertanyaan awak media di kantornya, Adi Ming E menyebutkan perubahan sangat nyata terjadi, dengan atau tanpa adanya pandemi. Sangat sulit untuk mendapatkan hasil yang luar biasa dengan pendekatan yang itu-itu saja. Pilihan yang ia miliki hanya ada tiga, pertama menonton perubahan, kedua hanya menganalisis perubahan, atau ketiga menjadi bagian dari perubahan. Kita memilih selalu berusaha menjadi bagian dari perubahan, lalu menjadikan itu DNA Samera Propertindo.
“Digitalisasi terbukti mengubah segalanya. Lima tahun lalu saya banyak dibantu teman-teman media cetak. Dua tahun lalu teman-teman media online. Tentu sebagian besar di sini juga masih ingat beberapa kali kita ketemu. Sekarang, teman-teman pegiat media sosial punya peran vital dalam campaign kemarin. Ada yang seorang beauty vlogger, traveler, food blogger, penulis, dll.
Ini contoh yang sangat sederhana dari perubahan,” buka Adi Ming E menjawab pertanyaan seputar inovasi Samera Propertindo.
Sebagai tokoh muda yang namanya diperhitungkan di Kota Medan, Adi Ming E dicecar beberapa pertanyaan seputar ekonomi khususnya lokal Kota Medan.
“Langit di tahun 2022 akan tetap biru, tapi juga sesekali mendung, gerimis, dan badai. Tahun ini juga begitu kan? Sebelum pandemi juga begitu. Yang terpenting kan seberapa banyak yang berani jualan payung ketika mendung dan jualan es ketika cuaca terik”, jelas Adi Ming E menganalogikan kondisi ekonomi di tahun depan di tengah audiensi pers.
Yang menarik, Adi Ming E justru berpendapat tahun 2023 dan 2024 akan sangat tidak terprediksi (unpredictable). Ada banyak kepala daerah purna tugas dan digantikan PLT hingga 2024. Lonceng tahun politik juga bunyinya serentak untuk semua posisi. Legislatif dan eksekutif bersamaan dipilih. Menurut Adi Ming E, akan banyak pengusaha yang grogi di tahun politik.
“Tahun 2022 sepertinya kita semua (pengusaha) bakal habis-habisan. Menyelesaikan perizinan, mengajukan permohonan, menentukan masa depan, ekspansi atau pivot, ya semua lah. Kalau sudah di tahun politik biasanya kita grogi, sungkan, apalagi kali ini beda. Satu lonceng pemilu untuk semua posisi,” singgung Adi Ming E mengenai pengaruh situasi politik pada sektor ekonomi.
Tapi beliau tetap optimis semua akan baik-baik saja. Hanya saja, beliau lebih mengkhawatirkan orang-orang yang justru hanya memilih menonton orang berjualan payung di musim hujan dan es di musim panas. Apalagi sambil terus berkomentar musim lagi paceklik, tidak ada peluang.
Saat ditanya seputar keberanian beliau meluncurkan proyek perumahan terbaru di tengah pandemi, Adi Ming E menyebut Samera Djohor termasuk salah satu proyek yang peluncurannya sengaja dipersiapkan menunggu momentum yang tepat.
Adi Ming E beranggapan masyarakat harus langsung menikmati kenaikan nilai yang tinggi setelah membeli sebuah unit properti. Salah satu cara untuk memastikan kenaikan nilai aset akan melesat adalah status proyek-proyek infrastruktur strategis sekitar kawasan Medan Johor.
Misalnya, selesainya beberapa proyek infrastruktur Pemerintah Daerah di kawasan tersebut.
Mulai dari flyover, underpass, hingga pelebaran jalan. Prospek kawasan ini semakin cerah dengan perencanaan Jalan Metropolitan Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo) yang menjadikan kawasan ini semakin vital.
Baginya, tidak salah investor mempertimbangkan perkembangan kawasan lima atau sepuluh tahun lagi, tapi harus juga menghitung pertumbuhan jangka pendek. Samera Djohor akan menjadi aset yang sangat produktif mulai dari awal kepemilikan.
“Samera Djohor akan menjadi hunian yang sangat menyenangkan dan mengesankan. Infrastruktur sudah baik, fasilitas sudah lengkap, dan prospek pertumbuhan yang sangat cerah. Risiko nilai aset stagnan hingga sunset effect, sudah pasti tidak membebani pemilik hunian Samera Djohor”, ungkap Adi Ming E.
Adi Ming E tidak ingin masyarakat keliru membeli aset terlalu dini, lalu karena infrastruktur belum memadai, nilai aset rupanya tidak tumbuh dengan layak. Padahal aset yang nilainya tumbuh lambat termasuk kerugian investasi.
“Misalnya, sepuluh tahun lalu beli aset 10 juta, sekarang pasaran 12 juta. Iya, nilainya naik. Tapi 10 tahun naik hanya 20 persen happy nggak? Sekarang harga 12 juta, tahun depan 13 juta, gimana?”, sebut Adi Ming E menjelaskan pentingnya membaca pengaruh kawasan pada nilai aset investasi.(gus)
MENGKHAWATIRKAN: Kondisi Jembatan Gantung Limausundai terlihat mengkhawatrikan beberapa bulan terakhir.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kondisi Jembatan Gantung Limausundai, agaknya butuh perhatian dan perbaikan dari Pemko Binjai. Akses alternatif yang menghubungkan Kelurahan Limausundai, Binjai Barat, dengan Kelurahan Pekanbinjai ini, merupakan bangunan bersejarah.
MENGKHAWATIRKAN: Kondisi Jembatan Gantung Limausundai terlihat mengkhawatrikan beberapa bulan terakhir.
Adapun panjang jembatan ini lebih dari 70 meter, dan telah menjadi satu ikon Kota Binjai. Namun belakangan, kondisinya semakin mengkhawatirkan.
Pantauan wartawan, kondisi kabel bajanya semakin menua. Bahkan, mulai lapuk karena korosi. Beberapa baut dan paku serta baja penahan jembatan, pun sudah terlepas dari konstruksi bangunan. Keadaan ini tentu saja membuat Jembatan Gantung Limausundai relatif berbahaya untuk dilalui warga. Bahkan rawan roboh secara tiba-tiba. Sebab, daya tahan jembatan yang semakin rendah, dikhawatirkan tidak akan mampu menahan beban yang besar.
Karena itu, Pemko Binjai diminta untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap konstruksi Jembatan Gantung Limausundai. Terlebih, jembatan yang didirikan dalam bentuk bangunan permanen pada 1971 silam ini, merupakan satu landmark kebanggaan masyarakat Kota Binjai.
Jembatan ini dulunya menjadi akses penting dalam mendukung aktivitas perniagaan dari dan menuju Pasar Tavip. Pramita Grup Medan, pun dikabarkan mau memperbaiki Jembatan Gantung Limausundai ini, tapi belum terealisasi.
Kepala Lingkungan 4, Kelurahan Limausundai, Amri Adi Harahap menilai, rusaknya konstruksi jembatan gantung ini, sudah terjadi sejak setahun belakangan. Namun, kondisinya semakin parah sejak sebulan terakhir. Ini terjadi akibat terlepas beberapa baja penahan dan bantalan kayu di sisi kiri dan tengah jembatan.
“Sebenarnya kami masih tunggu perbaikannya. Sebab laporannya kami sampaikan ke Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Binjai,” tuturnya, didampingi 2 tokoh masyarakat setempat, Aminullah dan Guntur.
Sebagai langkah pencegahan, dia mengaku, upaya yang dilakukan hanya berupa penyampaian imbauan secara lisan, agar warga dan pengendara sepeda motor lebih berhati-hati saat melintasi Jembatan Gantung Limausundai.
“Kalau kira-kira kondisi kerusakan jembatan semakin parah, ya terpaksa nanti kami tutup sementara, untuk mencegah kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” jelas Amri.
Menanggapi hal ini, Plt Sekretaris Dinas PUPR Kota Binjai, Zulfan menjelaskan, pihaknya sudah turun ke lokasi. Dia mengaku, ada pihak yang mau membantu perbaikan jembatan itu. “Hanya saja, jaminan konstruksi yang ditawarkan masih diragukan, karena tak ada analisis labnya,” bebernya, Kamis (28/10).
Dia juga menyebutkan, ada beberapa mur dan ringnya terlepas. “Bu Ridho (Kabid Cipta Karya) lagi di sana. Nanti akan disampaikan bagaimana perkembangannya setelah dicek. Apa yang mau diperbaiki. Penanganannya juga dilihat nanti, akan tender atau swakelola,” pungkas Zulfan. (ted/saz)
BERTAHAN: Warga Desa Sukamaju bertahan di ruas jalan tepat depan Kantor Bupati Karo.SOLIDEO/SUMUT POS.
KARO, SUMUTPOS.CO – Untuk ketiga kalinya ratusan masyarakat Desa Sukamaju, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo kembali ‘menggeruduk’ Kantor BPN/ATR Kabupaten Karo. Karena belum adanya kejelasan dan tanggapan yang serius dari pihak BPN Karo, masyarakat Desa Sukamaju sempat bertahan di ruas jalan tepat depan Kantor Bupati Karo, dan menjadi perhatian masyarakat yang melintas, Rabu (27/10) lalu.
BERTAHAN: Warga Desa Sukamaju bertahan di ruas jalan tepat depan Kantor Bupati Karo.SOLIDEO/SUMUT POS.
“Kita akan tetap bertahan dan bakal terus melakukan aksi damai, bila tidak ada tanggapan dan jawaban dari Kepala BPN. Persoalan ini harus dituntaskan. Tanah ulayat warga Desa Sukamaju harus dikembalikan, bukan malah dikuasai pihak penguasa luar dengan membawa Perseroan Terbatas (PT) yang mengklaim memiliki HGU seluas 89,5 hektare diterbitkan instansi BPN/ATR pada 1997, ” tegas Ketua DPC Projo Kabupaten Karo, Lloyd Reynold Ginting, dalam orasinya.
Lloyd juga menjelaskan, patut dicurigai karena penerbitan peta bidang HGU PT BUK Desember 2020 lalu, dilakukan secara diam-diam, sebab tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat petani Desa Sukamaju, Desa Kacinambun, dan Desa Lau Riman, yang berbatasan langsung dengan areal PT BUK. Karena itu, telah terjadi tumpang tindih kepemilikan atas lahan areal Puncak 2.000, yang diklaim PT BUK.
“Satu di antaranya sengketa dengan masyarakat petani yang telah memiliki alas hak dan bukti kepemilikan Akta Jual Beli Camat PPAT, yakni keluarga Alm BG Munthe, 1989, yang sedang bergulir di PT TUN Medan. Walaupun gugatan masih berproses, pihak PT BUK melakukan tindakan sewenang-wenang, dengan melakukan perusakan dan pencurian pagar areal pertanian tersebut,” bebernya.
Dia pun mengatakan, sebenarnya permintaan warga sangat sederhana.
“Coba tunjukkan prosedur penerbitan Peta Bidang HGU PT BUK pada Desember 2020 lalu, benar sesuai dengan prosedur yang ada di dalam PP No 24 Tahun 1997, tentang Pendaftaran Tanah, yang mengatur tentang syarat dan mekanisme pengukuran bidang tanah. Tunjukan surat-suratnya kepada kami. Bila sesuai, kami mundur. Dan bila tidak, kami minta batalkan peta bidang tersebut, dan lakukan pengukuran kembali areal HGU PT BUK,” jelas Lloyd, didampingi tokoh masyarakat Desa Sukamaju, Simon Ginting, dan Kuasa Hukum warga Desa Sukamaju, Imanuel Elihu Tarigan.
“Semua ini harus dituntaskan oleh pemerintah, karena saat ini kami seperti dibenturkan dengan saudara kami sendiri. Ini sangat dikhawatirkan terjadinya gesekan, sehingga bisa terjadi pertumpahan darah,” imbuhnya.
Menanggapi hal ini, Kepala BPN Kabupaten Karo, Rosalina Tamba mengatkan, penerbitan Peta Bidang HGU PT BUK berada di wilayah Desa Kacinambun, dan meminta 5 perwakilan untuk berdialog, karena data-data ada di ruangannya.
Karena merasa tidak puas dengan jawaban Kepala BPN Karo, akhirnya ma-syarakat Desa Sukamaju masuk ke Kompleks Kantor Bupati Karo, dan mendatangi Kantor BPN Karo. Di depan Kantor BPN/ATR Kabupaten Karo, masyarakat Desa Sukamaju kembali melakukan orasi, meminta Kepala BPN keluar menemui mereka.
Karena belum ada jawaban, sehingga suasana semakin memanas, dan sempat ricuh saat warga ingin menerobos ke dalam Kantor BPN Kabupaten Karo. Sehingga aksi saling dorong tidak terelakkan.
Walau masih bisa ditenangkan, sempat terjadi insiden. Masyarakat ditampar oleh seorang aparat keamanan, sehingga Kapolres Tanah Karo Yustinus Setyo, pun turun ke Kantor BPN Kabupaten Karo, meminta warga agar tenang dan berjanji akan mencarikan solusinya.
Setelah Kapolres Karo menemui Kepala BPN Karo, dan menghadirkannya kembali di depan warga Desa Sukamaju untuk dialog, Rosalina berjanji, akan menyampaikan permintaan masyarakat Desa Sukamaju ke Kantor BPN Kanwil Sumut, untuk melakukan pengukuran ulang areal PT BUK.
Rosalina pun meminta masyarakat Desa Sukamaju bersabar, dan memberikan waktu hingga satu pekan ke depan, untuk mendapatkan jawaban agenda dari pihak BPN, dalam melakukan pengukuran ulang areal PT BUK. Setelah dialog tersebut disepakati, maka masyarakat Desa Sukamaju pun meninggalkan Kantor BPN Kabupaten Karo dengan tertib dan damai, pada pukul 17.00 WIB. (deo/saz)
SIAP: Pemain Timnas U23, Witan Sulaeman siap mengalahkan Australia, malam ini.
SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia U-23 akan kembali bersua Australia untuk memperebutkan satu tiket lolos dari Kualifikasi Piala Asia U-23 2022. Meski kalah 2-3 pada pertemuan pertama, Garuda Muda masih punya peluang untuk meraih tiket otomatis lolos ke putaran final Piala Asia U23 yang akan digelar di Uzbekistan tahun depan.
SIAP: Pemain Timnas U23, Witan Sulaeman siap mengalahkan Australia, malam ini.
Kemenangan atas Australia, menjadi harga mati bagi skuad asuhan Shin Tae Yong di laga kedua nanti. Namun, kemenangan hanya dengan selisih satu gol akan membuat pertandingan berlanjut ke adu penalti. Karena, tidak ada aturan gol kandang dan tandang.
Perpanjangan waktu 2×15 menit juga tidak diberlakukan, karena hanya ada dua kontestan dalam satu grup. Pertandingan akan langsung ditentukan melalui adu penalti.
Meski Australia lebih diunggulkan dalam laga ini, namun Garuda Muda pantang gentar pada leg pertama nanti. Dalam sejarah pertemuan Indonesia dengan Australia di segala level, Tim Merah Putih pernah membungkam tim Negeri Kanguru itu.
Kemenangan Indonesia melawan Australia itu terjadi pada 1981 ketika kedua tim bertemu di Kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Satu-satunya gol Tim Merah putih di hadapan 25 ribu penonton ketika itu dicetak Herry Risdianto pada menit ke-88.Pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Indonesia menang tipis 1-0.
Kemenangan itu bisa jadi motivasi bagi Bagus Kahfi dan kawan-kawan jelang pertandingan melawan Australia U-23 nanti. Striker Garuda Muda yang mencetak satu gol di leg pertama, Taufik Hidayat, tetap optimistis akan hal tersebut. “Hasil leg pertama menurut kami tentu kecewa karena kalah. Apalagi kami juga mendapatkan sejumlah momen dan peluang untuk mencetak gol. Pada pertandingan leg kedua nanti kami harus lebih kerja keras lagi agar mendapatkan kemenangan dan lolos ke Piala AFC U-23 2022,” tandasnya dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (28/10).
Taufik Hidayat mengakui, masih ada beberapa kekurangan di leg pertama lalu. Namun, hal tersebut akan dibenahi menjelang pertandingan leg 2. Terlebih, skuad Garuda Muda kini sudah lebih paham dengan karakter permainan tim nasional U23 Australia.
“Kami akan perbaiki komunikasi, transisi permainan dan kepercayaan diri. Saat ini kami sudah mengerti bagaimana permainan Australia,” ujar striker muda milik Persija Jakarta ini.
“Peluang lolos masih ada, kami akan lebih kerja keras lagi di leg kedua. Selain itu, meminta doa dari masyarakat Indonesia agar kami meraih kemenangan setidaknya dengan selisih dua gol,” imbuh Taufik Hidayat. (trt/cnn)