26 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 3043

Pertalite Nonsubsidi Langka di Tebingtinggi

BERHENTI SEMENTARA: Sejumlah SPBU menghentikan operasionalnya sementara dikarenakan belum mendapat pasokan pertalite non subsidi dan solar dari Pertamina.sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Masuknya bahan bakar minyak (BBM) pertalite bersubsidi yang harganya Rp6.450 per liter, atau setara BBM Premium di sejumlah SPBU yang ada di Kota Tebingtinggi, pertalite non subsidi seharga Rp7.850 per liter mulai langka.

BERHENTI SEMENTARA: Sejumlah SPBU menghentikan operasionalnya sementara dikarenakan belum mendapat pasokan pertalite non subsidi dan solar dari Pertamina.sopian/sumut pos.

Pantuan awak Sumut Pos, Rabu (6/10) siang, di beberapa SPBU seperti SPBU KL Yosudarso, SPBU Prof HM Yamin, SPBU Simpang Beo, SPBU Deblot Sundoro di Kota Tebingtinggi, Pertalite harga Rp7.850 perliter dan solar subsidi pemerintah langka di pasaran. Bahkan warga pemilik mobil pribadi kesulitan untuk mendapatkannya.

Sat ini harga BBM jenis lainnya seperti Pertamax Rp 9.200, Pratamax Turbo Rp 10.050, Pratamax Recing Rp 44.500, Dexlite Rp 9.700, Pertamina Dex Rp 10.450, Solar non Subsidiary Rp 9.600 dan minyak tanah non subsidi Rp 11.220.

Salah seorang pekerja di SPBU Simpang Beo Kota Tebingtinggi, Ati menyatakan dirinya tidak mengetahui mengapa jenis pertalite non subsidi tidak masuk selama tiga hari, tetapi pertalite harga premium (bensin) masih masuk dua hari sekali. Namun hitungan jam, habis terjual meski hanya diberikan kepada pengendara sepedamotor, becak bermotor dan mobil angkutan umum plat kuning.

Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Kota Tebingtinggi, Zahidin menyatakan pihaknya juga bingung dengan kejadiaan langkanya sejumlah BBM jenis pertalite non subsidi, solar dan pertamax, saat melakukan konfirmasi kepada pengusaha SPBU, dirinya mendapat kabar bahwa pihak Pertamina Wilayah Sumut di Belawan tidak memberikan jawaban pasti.

“Kata pengusaha SPBU, mereka pihak Depo Pertamina wilayah Sumut meminta kenaikan untuk ongkos angkut menuju ke SPBU yang ada di Sumut. Jadi pengusaha SPBU menolak kenaikan ongkos pengangkutan BBM menuju wilayah pemesanan, nah itu yang membuat keterlambatan semuanya,” bilang Zahidin.

Tetapi ketika Kabid Perekonomian dan SDA Kota Tebingtinggi Zahidin meminta konfirmasi kepada Pertamina, mereka tidak memberikan alasan mengapa suplay BBM ke daerah tidak terakomodasi hingga tiga hari ini, pihak Pertamina hanya menjawab bahwa pasokan BBM suplay ke daerah wilayah Sumut seperti di Kota Tebingtinggi akan normal minggu depan.

“Jawaban Pertamina katanya akan normal minggu depan pasokan BBM jenis Pertalite nonsubsidi ke Kota Tebingtinggi, menanggapi hal itu, kami akan panggil pihak pertamina untuk menjelaskan apa masalah dan penyebabnya langkanya sejumlah BBM di Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Permasalahan langkanya BBM ini juga menjadi kritikan Ketua DPRD Tebingtinggi, Basyaruddin Nasution, mengaku bahwa dirinya juga kewalahan saat akan akan mengisi mobilnya menggunakan BBM jenis solar di sejumlah SPBU yang ada di Kota Tebingtinggi, terpaksa harus mencari hingga larut malam keluar dari Kota Tebingtinggi.

“Kita harapkan pihak Pertamina melakukan tindakan yang terbaik demi kepentingan masyarakat. Langkanya sejumlah BBM di Tebingtinggi secara otomatis akan mengganggu roda perekonomian yang ada di Tebingtinggi,” paparnya.

Salah seorang pemilik kenderaan pribadi, Chaidir mengaku sangat kesal dengan kelangkaan BBM jenis pertalite non subsidi, karena selama tiga hari tidak mendapat BBM di sejumlah SPBU di Kota Tebingtinggi, terpaksa mobil diparkir dirumah saja karena susah mendapatkan BBM.

“Saat BBM jenis pertalite harga premium masuk ke SPBU, mobil pribadi tidak diperbolehkan mengisi BBM jenis pertalite tersebut, pertalite itu hanya diperbolehkan untuk khusus sepeda motor dan mobil penumpang plat kuning. Kalau begini kan gawat, kita mau beli, bahan bakarnya tidak ada,” jelas Chaidir. (ian/han)

Tiap Hari 5.000 Pelajar Divaksin

TINJAU: Wali kota Medan Bobby Nasution bersama Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu Bobby Nasution meninjau vaksinasi pelajar di SMP Negeri 40, Jalan Kelambir lima, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia, Rabu (6/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali kota Medan Bobby Nasution bersama Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMP Negeri 40, Jalan Kelambir lima, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (6/10). Bobby menargetkan, tiap harinya 5.000 pelajar divaksinasi.

TINJAU: Wali kota Medan Bobby Nasution bersama Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu Bobby Nasution meninjau vaksinasi pelajar di SMP Negeri 40, Jalan Kelambir lima, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia, Rabu (6/10).

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan percepatan vaksinasi bagi pelajar khususnya usia 12 tahun keatas agar dapat segera melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Saat tiba di SMP Negeri 40 Medan, Bobby Nasution bersama Kahiyang Ayu langsung meninjau pelaksanaan Vaksinasi dan menyempatkan diri berbincang dengan para pelajar yang tengah menunggu antrian untuk mendapatkan vaksin. Ditargetkan sebanyak 5.000 pelajar per hari akan mendapatkan suntikan vaksin, agar tercapai target yang ditentukan guna dimulainya PTM.

Dijelaskan Bobby Nasution, secara aturan Kota Medan sudah dapat melakukan PTM sejak PPKM turun ke level 3. Namun karena jumlah pelajar yang baru divaksin belum mencapai target maka masih ditunda untuk pelaksanaan PTM. Bobby Nasution menambahkan saat itu dari 105.000 pelajar yang bisa divaksin baru sekitar 4.000 pelajar yang sudah divaksin. Hal ini dikarenakan waktu di level 4 belum berani melakukan vaksinasi untuk pelajar.

“Alhamdulillah saat ini kita turun ke level 2. Saya minta dalam waktu dua Minggu, jumlah pelajar yang divaksin minimal 20 persen. Jika sudah 20 persen dari jumlah pelajar yang bisa divaksin, maka saya berani izinkan PTM,” kata Bobby Nasution.

Bobby Nasution menambahkan, saat ini jumlah pelajar yang divaksin mencapai 50.000 pelajar atau sudah mendekati 50 persen. Jumlah tersebut akan terus meningkat dengan ditargetkannya 5.000 pelajar setiap harinya mendapatkan suntikan vaksin. Oleh karena itu dalam waktu dekat ini PTM dapat dilakukan di Kota Medan.

“Berdasarkan aturan Medan sudah boleh PTM, kemarin sudah izin dengan Gubernur juga diperbolehkan. instruksi Mendagri, pelaksanaan PTM harus dilihat dari zona wilayah. Untuk SMP Negeri 40 sudah bisa karena wilayah ini sudah masuk zona hijau,” ujar Bobby Nasution.

Selanjutnya Bobby juga memastikan fasilitas Protokol Kesehatan di setiap sekolah agar tidak terjadi penyebaran Virus Covid-19. Untuk disekolah lanjut Bobby Nasution, fasilitas Prokes sudah dicek. Namun yang dikawatirkan fasilitas Prokes di luar sekolah. “Kita tetap akan melakukan razia masker dan prokes agar memberikan rasa aman kepada orang tua. Selain itu kita juga mengimbau agar orang tua dapat menjemput anaknya ke sekolah agar dapat langsung pulang kerumahnya,” jelas Bobby Nasution.

Bobby mengungkapkan, Pembelajaran Tatap Muka akan diikuti bagi siswa yang sudah di vaksin. Bagi yang belum maka dapat mengikuti pembelajaran secara daring.”PTM akan dilakukan secara hybrid, luring dan daring. Karena satu kelas diperbolehkan hanya 8 atau maksimal 10 orang, maka yang lain dapat mengikuti secara daring. Kita prioritaskan ysng sudah vaksin,” ungkap Bobby Nasution didampingi Plt Kadis Pendidikan Topan Obaja Putra Ginting.

Kepala Sekolah SMP Negeri 40 Medan, Asmiati menyampaikan pelaksanaan vaksinasi hari ini berjalan lancar. Antusias pelajar untuk mendapatkan suntikan vaksin sangat besar. Dari jumlah keseluruhan pelajar sudah 50 persen pelajar SMP Negeri 40 di vaksin.

“Alhamdulillah sudah 50 Persen siswa Divaksin. Dari jumlah 748 siswa, sebanyak 386 siswa sudah 386 divaksin. Hari ini siswa yang belum divaksin akan kita segerakan guna persiapan Pembelajaran Tatap Muka,” ujarnya. (map/ila)

Siswa Belum Divaksin Dilarang Ikut PTM

TINJAU VAKSINASI: Wali Kota Medan Bobby Nasution beserta istri Kahiyang Ayu meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMPN 40 Medan, Rabu (6/10)..

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan kembali diperpanjang hingga 18 Oktober mendatang. Berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan Nomor 443.2/9421, satuan pendidikan di Kota Medan sudah diperbolehkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

TINJAU VAKSINASI: Wali Kota Medan Bobby Nasution beserta istri Kahiyang Ayu meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMPN 40 Medan, Rabu (6/10)..

Namun, Pemko Medan hanya mengizinkan digelarnya PTM Terbatas bagi siswa yang sudah divaksin. Artinya hanya siswa tingkat SMP ke atas yang boleh mengikuti PTM terbatas. Karena, batas usia pelajar yang boleh divaksin berusia 12 hingga 17 tahun. Sedangkan siswa SD masih berusia di bawah 12 tahun, belum boleh mengikuti PTM karena belum divaksin. Untuk itu, ke depannya Pemko Medan tetap menerapkan aturan bagi sekolah-sekolah tingkat SD di Kota Medan agar tetap melanjutkan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.

Kepada Sumut Pos, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Topan Ginting mengatakan, PTM Terbatas hanya diperbolehkan bagi siswa yang telah melakukan vaksinasi. Sedangkan untuk siswa yang belum di vaksinasi, termasuk siswa SD belum diperkenankan untuk mengikuti PTM Terbatas.

“Berdasarkan instruksi Pak Wali, yang boleh melakukan PTM itu adalah sekolah yang sudah melakukan vaksin kepada siswanya, dalam artian SMP. Karena vaksin hanya diperbolehkan dari umur 12 tahun ke atas, maka itu berarti untuk tingkat SMP saja, sedangkan untuk tingkat SD belum boleh karena anak SD belum vaksin,” ucap Topan saat ditemui Sumut Pos diruang kerjanya, Rabu (6/10).

Meskipun begitu, terang Topan, ke depannya, Pemko Medan kan berupaya untuk mencari solusi agar siswa SD bisa mengikuti PTM Terbatas layaknya siswa SMP ke atas. “Untuk sementara, PTM Terbatas akan dilakukan bertahap, yang sudah vaksin diutamakan. Untuk tingkat SD kita masih menunggu dan menyesuaikan dengan aturan lain dari berbagai daerah, kita lihat perkembangannya dulu. Sebelum ada instruksi, maka SD belum boleh PTMT,” terangnya.

Namun begitu, lanjut Topan, meskipun sekolah tingkat SMP sudah diperbolehkan untuk menggelar PTM Terbatas, Disdik Kota Medan akan tetap meninjau fasilitas persiapan PTM di sekolah masing-masing. “Sebelum PTM diberlakukan, kami akan meninjau dan mensurvei dulu ke sekolah terkait SOP pihak sekolah, bagaimana dan fasilitas yang disiapkan seperti apa,” ucapnya. 

Menurut Topan, saat ini, seluruh sekolah baik dari PAUD hingga SMP di Kota Medan sudah masuk kategori aman dari segi fasilitas PTM. “Kalau dari sisi fasilitas, itu sudah bisa PTM semua. Tetapi dari segi vaksinasi, itu yang harus ditingkatkan dulu,” jelasnya.

Ditanya soal sanksi yang akan diberikan kepada SD yang masih menggelar PTM Terbatas, Topan mengatakan, Pemko Medan tak mau serta merta langsung memberikan sanksi kepada pihak sekolah. Sebab Pemko Medan masih meyakini, jika setiap sekolah masih memiliki hati nurani untuk melindungi siswa-siswa nya dari pandemi ini.

“Kalau SD Negeri, kita yakin akan patuh dan ikut instruksi kita. Kalau SD swasta, ya kita imbaulah, tolonglah gunakan hati nurani kita, itu anak-anak generasi bangsa. Mereka belum divaksin, mereka harus berada di rumah dan tidak boleh ikut PTMT dulu,” tandasnya.

Sebelumnya di hari yang sama, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga menegaskan jika PTM hanya akan diikuti bagi siswa yang sudah di vaksinasi. Sedangkan bagi siswa yang belum divaksin, maka dapat mengikuti pembelajaran secara daring. “PTM Terbatas akan dilakukan secara hybrid, luring dan daring. Karena satu kelas diperbolehkan hanya 8 atau maksimal 10 orang, maka yang lain dapat mengikuti secara daring. Kita prioritaskan yang sudah vaksin,” ungkap Bobby Nasution saat meninjau vaksinasi pelajar di SMP Negeri 40 Medan.

Bobby juga menambahkan, saat ini jumlah pelajar SMP yang divaksin di Kota Medan mencapai 50.000 pelajar atau sudah mendekati 50 persen. Jumlah tersebut akan terus meningkat dengan ditargetkannya 5.000 pelajar setiap harinya yang mendapatkan suntikan vaksin. Oleh karena itu dalam waktu dekat ini, PTM tingkat SMP sudah dapat dilakukan di Kota Medan. “Berdasarkan aturan Medan sudah boleh PTM, kemarin sudah izin dengan Gubernur juga diperbolehkan. Instruksi Mendagri, pelaksanaan PTM harus dilihat dari zona wilayah. Untuk SMP Negeri 40 sudah bisa karena wilayah ini sudah masuk zona hijau,” kata Bobby.

Selanjutnya, Bobby Nasution juga memastikan bahwa fasilitas Protokol Kesehatan di setiap sekolah harus disiapkan agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Untuk di sekolah, Pemko Medan sudan mengecek fasilitas Prokes, namun yang dikawatirkan adalah fasilitas Prokes di luar sekolah.

“Kita tetap akan melakukan razia masker dan prokes agar memberikan rasa aman kepada orang tua. Selain itu, kita juga mengimbau agar orang tua dapat menjemput anaknya ke sekolah agar dapat langsung pulang kerumahnya,” tutupnya. (map)

Pembetonan Jalan Pancing I Target Selesai Bulan Desember Ini

PEMBETONAN: Pengendara motor melintas di sekitar lokasi jalan yang sedang dalam proses pembetonan di Jalan Pancing 1, Kelurahan Besar, Medan Labuhan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution meninjau proses pembetonan jalan di Jalan Pancing 1, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Selasa (5/10). Peninjauan dilakukan Bobby Nasution mulai dari sore hingga malam hari. Hal itu dilakukan guna memastikan poses pembetonan berjalan dengan baik dan sesuai standar. Pembetonan Jalan Pancing I Ditargetkan selesai Desember ini.

PEMBETONAN: Pengendara motor melintas di sekitar lokasi jalan yang sedang dalam proses pembetonan di Jalan Pancing 1, Kelurahan Besar, Medan Labuhan.

Didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Ferri Ichsan dan Camat Medan Labuhan Rudi Asriandi, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengecek langsung kondisi jalan yang sedang di beton tersebut.

Tak cuma itu, Bobby Nasution juga mengecek saluran drainase dan menginstruksikan kepada jajarannya di Dinas PU agar jalan yang akan di beton tersebut tetap terkoneksi dengan saluran drainase, sehingga air tetap dapat mengalir guna mencegah kerusakan jalan yang sudah dibeton akibat genangan air.

Usai melakukan peninjauan, Bobby Nasution mengatakan pembetonan jalan dilakukan sebagai bentuk respon Pemko Medan atas keluhan warga yang selama ini mengeluhkan jalan rusak dan berlubang di kawasan tersebut dan meminta agar Pemko Medan segera membenahinya. Sebab selama ini, jika pun dibenahi, jalan yanhg diperbaiki selalu kembali rusak karena tidak mampu menahan beban tonase kendaraan berat yang melintas.  

“Hari ini kita melihat sekaligus meninjau langsung pengerjaan pembetonan Jalan Pancing 1 yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum. Selama ini banyak masyarakat yang mengadu dan menginginkan agar jalan ini diperbaiki, Alhamdulillah tidak terlalu banyak kendala dalam pengerjaannya. Saya juga mengingatkan agar pengerjaannya juga harus memperhatikan kualitas,” ucap Bobby, Selasa (5/10) malam.

Untuk memastikan baiknya kualitas Pembetonan di jalan tersebut, Bobby meminta agar Dinas PU Kota Medan turut membenahi drainase yang ada disamping jalan. Bobby ingin, jalan dan drainase tersinkronisasi. Jangan sampai jalan yang sudah bagus dibangun menjadi rusak kembali karena tidak terkoneksinya dengan drainasenya. Sebab menurut Bobby, jalan tersebut bisa rusak apabila tergenang air. 

“Tadi kita lebih banyak membahas tentang pembuangan air dan drainasenya, kalau pekerjaan jalannya sudah cukup baik, progresnya sudah baik. Artinya dari target yang ditentukan, sudah mencapai lebih 6 persen. Jadi ini mudah-mudahan bisa cepat selesai dan bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

Bobby juga menargetkan, pembetonan jalan ini akan selesai pada bulan Desember sesuai dengan kontrak.

“Pengerjaan disini memang kita harapkan kualitasnya yang baik, sehingga tidak ada lagi keluhan terkait genangan air di bawah jalan tol ini dan tidak ada lagi keluhan jalan-jalan rusak disini. Targetnya Desember selesai,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Kota Medan Ferri Ichsan, menjelaskan bahwa halan yang akan dilakukan pembetonan di Jalan Pancing 1 adalah sepanjang 1.180 Meter. Nantinya, pembetonan akan dilakukan dalam tiga lajur dengan mutu beton 30 Mpa dan ketebalan 25 Cm. ”Kenapa kita beton, karena dijalan ini sering dilalui kendaraan alat berat, jadi kita harus sesuaikan konstruksi jalanya dengan lalu lintas yang ada. Artinya, kemampuan atau daya tahan jalan yang dibangun harus mampu menahan beban kendaraan yang biasa melintas di jalan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution, mengaku mendukung langkah Wali Kota Medan yang melakukan pengawasan pembangunan Jalan Pancing I secara langsung ke lapangan. Pasalnya selama ini, ada cukup banyak pengerjaan pembangunan jalan di Kota Medan yang terkesan asal-asalan sehingga tidak menghasilkan kualitas jalan yang baik.

“Ya kita sangat mendorong kalau wali kota terus melakukan pengawasan secara langsung begitu, karena dengan begitu para kontraktor tidak akan berani ‘main-main’ dalam mengerjakan jalan yang dibangun. Intinya Pemko Medan memang harus memastikan kalau jalan yang dibangun punya kualitas yang baik, dan pengawasan secara langsung yang dilakukan Wali Kota Medan adalah salah satu cara yang efektif untuk memastikan kualitas pembangunan,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Rabu (6/10). (map/ila)

Sempat Tertunda, Rizky Yunanda Sitepu Akhirnya Dilantik, Gubsu: Jangan Terpancing Adu Domba

LANTIK: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melantik Rizky Yunanda Sitepu sebagai Wakil Wali Kota Binjai sisa masa jabatan 2021-2024, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Rabu (6/10). DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, resmi melantik H Rizky Yunanda Sitepu STPMP menjadi Wakil Wali Kota Binjai sisa masa jabatan 2021-2024 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu, Medan, Rabu (6/10) pagi. Gubsu berpesan agar Rizky dapat menjaga keharmonisan dengan Wali Kota Binjai Amir Hamzah dalam membangun Kota Binjai ke depan.

LANTIK: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melantik Rizky Yunanda Sitepu sebagai Wakil Wali Kota Binjai sisa masa jabatan 2021-2024, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Rabu (6/10). DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.

Menurut Gubsu Edy Rahmayadi, kepala daerah dan wakilnya ada, untuk menyelesaikan segala persoalan dan masalah di daerahnya, bukan malah menambah persoalan. Edy juga menyampaikan, pengabdian yang tulus tidak dapat dibatasi oleh jabatan. “Bekerjalah dengan baik untuk rakyat atas mandat dari rakyat dan semoga menjadi pemimpin yang amanah,” kata Edy di sela pelantikan yang dihadiri Ketua PKK Sumut Nawal Lubis, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto dan OPD Pemprov Sumut, Wali Kota Binjai Amir Hamzah bersama dengan Ketua TP PKK Kota Binjai Nurhayati Simanjuntak, Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting,  Anggota DPR RI Komisi IX Delia Pratiwi Br Sitepu SH dan Forkopimda Binjai..

Gubsu menekankan, perselisihan pendapat adalah hal yang wajar. Namun hal tersebut tidak boleh menjadikan kepala daerah dan wakilnya terpecah. Apabila keduanya terpecah, pembangunan di wilayahnya akan terganggu. “Selama tiga tahun saya menjabat gubernur, menurut saya, perbedaan pendapat itu sehat, tapi jangan sampai merugikan organisasi, kalau sampai organisasi tak berjalan itu berarti kesalahan orangnya,” tegasnya. 

Mantan Pangkostrad ini juga mengingatkan kepada keduanya, tentang kemungkinan adanya pihak-pihak yang akan mengadu domba. Karenanya, Amir dan Rizky diharap jangan terpancing oleh hal tersebut. Jika tidak, maka nanti semuanya akan terkotak-kotak. “Intinya yang saya katakan adalah kesetiaan, Anda disumpah Anda setia, dari zaman dulu ada orang yang senang melihat orang berkelahi,” katanya.

Forkopimda Kota Binjai diharapkan ikut berperan menjaga keduanya agar tetap akur dan harmonis. “Saya titip keduanya, pastikan keharmonisan mereka, karena pembangunan di Kota Binjai ada di tangan mereka berdua,” pesan Edy.

Untuk Forkopimda Kota Binjai, Gubernur  juga menyampaikan pesan agar tidak ada yang mempengaruhi wali kota dan wakilnya.  Gubsu mengibaratkan wali kota dan wakilnya sebagai satu kesatuan kepala dan leher yang saling berhubungan. ”Kepada Forkompimda Kota Binjai, saya titipkan wali kota dan wakilnya, pastikan mereka tetap harmonis hingga selesai masa jabatan. Ada masanya kapan harus berpikir politik dan kapan harus berpikir rakyat. Rakyat butuhnya kesejahteraan bukan politik,”  tegasnya.

Ia menekankan, kunci pembangunan daerah terletak pada pimpinannya, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban. Sedangkan Wali Kota Binjai Amir Hamzah bersyukur wakilnya telah dilantik gubernur. Selama ini dirinya bekerja tanpa wakil selama delapan bulan. “Hari ini Alhamdulillah, yang sama-sama ditunggu masyarakat, wakil wali kota sudah dilantik Pak Gubernur, ini akan menambah semangat saya untuk bekerja membangun Kota Binjai,” ujarnya.

Sementara, Wakil Walikota Binjai Rizky Yunanda Sitepu yang berusia 29 tahun, juga memastikan tidak akan pecah kongsi dengan wali kota. Menurut Rizky Yunanda yang merupakan putra H Ngogesa Sitepu SH, Bupati Langkat periode 2009-2019, dia tahu tugasnya selaku wakil wali kota membantu wali kota dalam mewujudkan misi dan visinya untuk menuju Binjai yang maju berbudaya dan relegius.

“Saya akan selalu mengikuti pameo yang sering dibilang ayahanda saya, yaitu pintar jangan menggurui, cepat jangan mendahului, tajam jangan melukai ,” ujar Rizky yang merupakan adik kandung anggota DPR RI Delia Pratiwi Br Sitepu SH.

Temu Ramah

Usai pelantikan di Rumah Dinas Gubernur, Pemko Binjai menggelar temu ramah Wakil Wali Kota H Rizky Yunanda Sitepu yang dihadiri Forkopimda dan OPD di aula lantai 2 Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 6, Rabu (6/10). Wali Kota Binjai, Amir Hamzah mengucapkan selamat kepada Rizky atas amanah sebagai orang nomor dua di lingkungan pemerintah kota. Dia mengajak Rizky, agar dapat menerapkan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas. ”Rangkul seluruh elemen yang ada, kerahkan seluruh potensi serta pengalaman yang saudara miliki untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Binjai ini,” kata dia. 

Amir juga menyampaikan, pemerintahan ini sudah berjalan selama lebih kurang delapan bulan. Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan serta janji-janji yang harus ditunaikan. Wali Kota juga yakin dan percaya dengan bekal semangat anak muda yang ada di dalam diri Rizky Sitepu, yang mampu berpikir kreatif dan inovatif serta responsif dalam menangani segala permasalahan yang ada di kota ini.

“Kehadiran saudara Wakil Wali Kota tentu merupakan tambahan energi yang sangat besar bagi pemerintahan ini. Saat ini, kita tidak boleh berjalan namun harus berlari, berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan seluruh janji kita. Masyarakat Binjai menanti sentuhan pembangunan dari pemerintahan ini, terlebih pada masa pandemi covid-19 ini,” katanya. 

Sementara, Wakil Wali Kota Binjai mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh komponen masyarakat yang ada di Kota Binjai, yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepadanya. Dia juga menegaskan, jangan coba-coba pihak yang tidak bertanggung jawab, membenturkan dirinya dengan Wali kota. ”Saya yakin dan percaya bahwa saya dan Pak Wali Kota tidak akan pernah terhasut,” seru Rizky.

“Dalam mengemban amanah ini, saya berkomitmen semaksimal mungkin membantu dan mendukung seluruh kinerja Bapak Wali Kota, dalam melaksanakan agenda dan program Pemerintah Kota Binjai, demi mewujudkan visi-misi pembangunan Kota Binjai. Yakni mewujudkan Kota Binjai yang lebih maju, religius dan berbudaya,” tambahnya. 

Tentunya untuk mencapai hasil yang optimal dalam bekerja nanti, ia meminta dukungan serta masukan dari semua pihak agar sama bahu membahu demi kemajuan Kota Binjai. (prn/ila/ted) 

TEKS FOTO

DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS

MELANTIK: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melantik Rizky Yunanda Sitepu sebagai Wakil Wali Kota Binjai sisa masa jabatan 2021-2024, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41 Medan, Rabu (6/10).

Kerjakan Proyek di Kota Medan, Wali Kota Medan Ajak Perusahaan Bekerjasama dengan Skema KPBU

AUDIENSI:Wali Kota Medan Bobby Nasution menerima audiensi dari PT Matra Mandiri Prima terkait dengan kerjasama KPBU di bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kantor Wali Kota Medan, Selasa (5/10) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan, membuka kesempatan bagi perusahaan yang ingin bekerjasama dengan Pemko Medan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pasalnya Pemko Medan menilai, ada cukup banyak proyek di Kota Medan yang dapat dikerjakan dengan skema KPBU.

AUDIENSI:Wali Kota Medan Bobby Nasution menerima audiensi dari PT Matra Mandiri Prima terkait dengan kerjasama KPBU di bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kantor Wali Kota Medan, Selasa (5/10) sore.

Hal itu terungkap ketika Wali Kota Medan Bobby Nasution menerima audiensi dari PT Matra Mandiri Prima terkait dengan kerjasama KPBU di bidang Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kantor Wali Kota Medan, Selasa (5/10) sore.

Dalam audiensi tersebut, General Manager PT. Matra Mandiri Prima Parlindungan Purba, menyampaikan keinginannya untuk bekerjasama dengan Pemko Medan dalam investasi di bidang penerangan umum melalui skema KPBU.

“Kami berkeinginan untuk bekerjasama dengan Pemko Medan di bidang penerangan jalan, ini merupakan bentuk kepedulian kita agar kota Medan ini terang benderang,” kata Parlindungan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Medan Bobby Nasution, mengaku terbuka dengan semua pihak dalam membangun Kota Medan, termasuk soal penanganan permasalahan penerangan jalan di Kota Medan yang kerap menjadi keluhan yang disampaikan banyak masyarakat, baik itu diperkotaan maupun di lingkungan.

“Kita terus mencari solusi mengatasi permasalahan ini, salah satunya dengan menerapkan skema KPBU ini,” ucap Bobby yang saat itu didampingi Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman.

Oleh sebab itu, Bobby Nasution mengatakan Pemko Medan memberikan kesempatan bagi perusahan yang ingin bekerjasama dengan Pemko Medan dalam memperbaiki lampu penerangan jalan maupun infrastruktur lainnya di Kota Medan dengan skema KPBU tersebut.

“Kami memberikan kesempatan bagi perusahaan mana saja yang ingin bekerjasama dengan Pemko Medan, apakah itu dalam bidang penerangan umum ataupun lainya,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Medan H.Rajuddin Sagala mengaku sangat mendukung langkah Pemko Medan yang membuka diri dengan pihak swasta untuk membangun Kota Medan. Sebab menurut Rajuddin, Pemerintaj tidak akan mungkin bisa membangun Kota Medan sendiri.

“Kalau pun bisa, pasti tidak akan berjalan dengan cepat seperti bila bekerjasama dengan pihak swasta dan para stakeholder. Membangun itu memang harus bersama-sama dan melibatkan banyak pihak. Selain lebih cepat, rasa tanggungjawab itu juga akan lebih besar karena dibangun secara bersama-sama,” kata Rajuddin kepada Sumut Pos, Rabu (6/10).

Selain itu, Rajuddin juga meminta Pemko Medan untuk terus membuka kesempatan KPBU dalam bidang lainnya. Artinya tidak hanya soal penerangan lampu jalan, tetapi ada banyak sisi pembangunan yang dapat dikerjasamakan di Kota Medan.

“Termasuk PUD-PUD kita, misalnya PUD Pembangunan. Itu PUD Pembangunan kalau bisa berkerjasama dengan swasta, kita yakin akan jauh lebih maju. Harus ada kerjasama terjalin, cari investor, maka akan banyak yang bisa dibangun. Soal KPBU ini, kita sangat sepakat dengan Pemko Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Kedatangan Internasional Dibuka lagi Tanggal 14 Oktober, Pendatang Bakal Dikarantina 8 Hari

SEPI: Aktivitas di bandara KNIA terlihat sepi sejak PPKM Darurat.

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Mulai 14 Oktober mendatang, Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) bakal dibuka lagi untuk penerbangan internasional. Menyikapi hal ini, Pemprov Sumut telah menyiapkan delapan lokasi karantina bagi setiap pendatang dari luar negeri, baik wisatawan mancanegara maupun pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan pulang ke kampung halaman.

Bandara Kualanamu.

HAL ini dilakukan Pemprov Sumut sebagai langkah antisipasi dalam penyebaran Covid-19 dari luar negeri. “SOP (standar operasional prosedur) sudah kita siapkan, kita pelajari kekurangan masa lalu. Kita benahi saat ini. Ada sejumlah tempat yang menjadi akomodasi PMI, WNA, WNI, protap dan SOP-nya sudah ada. Dan sudah tiap hari saya lihat rapat ini,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjawab wartawan, Rabu (6/10). 

 Disebut Gubsu, delapan lokasi karantina atau isolasi tersebut sudah disiapkan dengan segala keterbatasan yang ada. ”Ada delapan tempat. Sudah disiapkan semua. Nanti bisa ditanya ke tim. Diketuai (Parlindungan) Hutagalung sebagai Kasatgas, Danrem 022/Pantai Timur,” katanya. 

Informasi yang diperoleh, ke delapan tempat karantina bagi PMI dan WNI yang masuk ke Sumut itu antara lain; LPMP, Mes Pertanian, BP-PAUD, Hotel Grand Darussalam, DeParis Medan Ville Putra Mulia, Isoter Asrama Haji (PCR positif ringan-OTG), serta RS GL Tobing dan RS Haji Medan (PCR positif sedang-berat). 

Persiapan ini guna menindaklanjuti wacana pemerintah pusat yang ingin kembali membuka kran wisatawan. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diyakini sebagai salah satu ikhtiar pemerintah percepat pemulihan ekonomi masyarakat saat pandemi ini. 

 Secara teknis, Edy menyebut, pihaknya sudah siapkan 1.800 tempat tidur bagi penumpang yang datang dari luar negeri. “Kalau datang dari luar, isolasi 8 hari. Kita harapkan supaya ditaati. Kalau tidak berat ini karena virus. Dan itu tak mudah, tapi sudah kita siapkan ada 1.800 bed,” katanya. 

 Meski perlahan kran wisatawan dan sektor-sektor lain kembali dibuka, mantan Pangkostrad belum setuju jika Indonesia tahun mendatang menetapkan Covid-19 sebagai endemi. Edy menegaskan, butuh kerjasama yang baik dari semua pihak sebelum menetapkan status dimaksud. 

“Kalau masih ada rakyat kita yang belum percaya dengan virus ini, sulit kita menjadikan sebagai endemi. Butuh keakuran, kekompakan bersama agar (Covid) ini dianggap seperti flu biasa. Makanya harus tetap agar rakyat kita diingatkan disiplin tentang protokol kesehatan,” katanya. 

Menurun

Pada kesempatan itu, Edy mengatakan, kasus Corona di Sumut sudah menurun. Bahkan saat ini, ungkap dia, rumah sakit (RS) yang kehilangan pasien. “Anda bisa merasakan, pada saat kita kondisinya sampai 2.047 (orang) terpapar, itu rumah sakit tak cukup. Sekarang rumah sakit teriak tidak ada pasien,” ujarnya. 

Menurutnya ini kondisi yang baik. Menjaga kondisi ini, ia tak bosan ingatkan agar masyarakat tetap mematuhi prokes serta terus gencarkan vaksinasi terutama di daerah-daerah yang masih rendah capaiannya. “Kita sangat bersyukur kepada Tuhan, kondisi kita membaik di atas level 1, tapi masih ada 12 (daerah) yang di level 2. Ini saya katakan hari ke hari harus semakin baik. Vaksinasi yang ada tidak diizinkan di gudang, TNI, Polri, hari ini jaksa membuka vaksinasi masal. Sama-sama kita untuk menyehatkan rakyat. Kemarin Kapolda berangkat ke Nias dan Madina. Karena Nias (beberapa waktu yang lalu) masih 7 persen, sekarang dia sudah berada di 16 persen. Kita berharap ini terus sampai 30 persen,” pungkasnya.

Gubsu Edy Rahmayadi, sebelumnya meminta Satgas Penanganan Covid-19 Sumut untuk siaga terkait adanya instruksi Pemerintah Pusat soal rencana pembukaan Bandara Kualanamu untuk kedatangan Internasional.

Seluruh jajaran terkait di Pemprov Sumut juga diminta untuk berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Hal ini disampaikannya usai mengikuti rapat secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan terkait pembukaan Kedatangan Internasional di Bandara Kualanamu dan Ngurah Rai Bali, di kediaman Gubernur Sumut Jalan Karya Bakti Medan Johor, Sabtu (2/10) sore. Hadir di antaranya Sekretaris Satgas Covid-19 Sumut Arsyad Lubis, Liaison Officer (LO) BNPB Pusat untuk Sumut Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap dan lainnya.

“Untuk semuanya saya meminta ini semua untuk mempersiapkan segala arahan dan instruksi pusat dengan sebaiknya, dan berkoordinasi dengan Pangdam serta Kapolda Sumut,” ucap Edy Rahmayadi.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan kementerian maupun lembaga (K/L) untuk memastikan kedatangan penumpang internasional tertangani dengan baik. Beberapa fasilitas akan disiapkan. Misalnya, fasilitas tes PCR di terminal kedatangan, ruang tunggu, ruang karantina, dan titik-titik strategis lain. “Selain untuk melayani penumpang internasional, fasilitas itu bertujuan mengantisipasi masuknya varian baru Covid-19 dari luar negeri,” kata Adita.

Terkait protokol kesehatan untuk pelaku perjalanan internasional, Kemenhub mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 18 Tahun 2021. Beberapa aturan protokol kesehatan tersebut, antara lain, pelaku perjalanan internasional yang datang ke Indonesia wajib menjalani tes swab PCR setiba di area kedatangan.

Setelah itu, setiap pelaku perjalanan internasional harus menjalani karantina minimal delapan hari. Yang bersangkutan akan kembali dites PCR pada hari ke-7 karantina. Jika hasilnya negatif, yang bersangkutan dipersilakan untuk melanjutkan perjalanan. Namun, jika hasilnya positif, dia harus menjalani karantina lanjutan.

Angin Segar

Dibukanya kembali pintu kedatangan Internasional Bandara Kualanamu dan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan turun level menjadi level II, membawa angin segar bagi pelaku hotel dan restoran di Kota Medan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut langsung mempersiapkan diri untuk kembali membuka usahnya. Karena, selama pandemi Covid-19 usaha di bidang perhotelan dan restoran sangat merasakan dampaknya.

“Sekarang PPKM Level II, kita sudah dibolehkan melaksanakan meeting dan kawinan 50 persen dan 25 persen dari kapasitas,” kata Ketua Badan Pengurus Daerah PHRI Sumut, Denny S Wardhana saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (6/10).

Denny menjelaskan, pihaknya menyambut baik dengan turun level di ibu kota Provinsi Sumut ini. Karena, bisnis perhotelan dan restoran bisa berjalan kembali. ”Kita juga berkordinasi dengan Kementerian dan PB PHRI Pusat. Untuk membuat aplikasi pedulilindungi. Masih kita jalani, untuk menjaga kita dalam usahanya,” katanya.

Denny mengungkapkan, pihaknya akan menerapkan penggunaan aplikasi pedulilindungi untuk seluruh tamu-tamu hotel dan restoran. Sehingga usaha yang dibuka kembali terlindungi dari Covid-19 ini. “Setiap masuk hotel dan restoran harus menggunakan aplikasi pedulilindungi. Kita mengarah ke progres itu. Bagus untuk kita melakukan screening-lah. Apakah yang masuk ini, benar sehat atau tidak sehat, positif lah kasarnya,” jelas Denny.

Denny mengatakan, untuk hunian kamar hotel di Kota Medan sudah berangsur naik dengan persentase sudah mencapai 50 persen. Begitu juga, untuk acara pernikahan sudah digelar. Namun, melihat wilayah dan kapasitas gedung. “Hunian kamar kita sudah 50 persen. Dari PPKM Level III sudah meningkat. Kalau di level III sudah ada menggelar pernikahan. Tapi, melihat wilayah kalau kuning bisa 50 persen. Cuma satulah, kita jalani protokol kesehatan secara ketat,” tutur Denny.

Selain mempersiapkan fasilitas protokol kesehatan (Prokes) Kesehatan. Denny mengatakan para karyawan hotel dan restoran yang bekerja sudah menjalani vaksinasi. “Karyawan yang bertugas sudah divaksin, tapi kita 100 persen karyawan bekerja. Ada juga yang di rumahkan. Yang di rumahkan ada beberapa yang belum Divaksin. Rata-rata masih 50 persen yang bekerja masih belum stabil. Untuk bantuan, tahun 2021 belum ada. Untuk tahun 2020, ada,” kata Denny.

Dengan PPKM level II di Kota Medan, Denny berharap statusnya turun level kembali. Sehingga kota ini terbebas dari Covid-19 dan usaha perhotelan dan restoran berjalan kembali normal. “Kita berharap, Kota Medan ini PPKM Level II turun lagi. Kita bisa berusaha, semua itu kita harus berusaha bersama. Tidak dari kita aja, semua lah dari masyarakat. Salah satu lagi, vaksinasi untuk mencapai imunitas,” pungkas Denny.(prn/gus)

Wujudkan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh, TP PKK Langkat Gelar Identifikasi Pilot Project

TINJAU: Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Tiorita saat meninjau identifikasi pilot project di wilayah Langkat Hulu, baru-baru ini.sahrul/sumut pos.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat, terus bergerak mendukung program pemerintah. Satu di antaranya dengan melaksanakan identifikasi pilot project gerakan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana, berdasarkan identifikasi situasi, kondisi, serta potensi permasalahan yang dihadapi.

TINJAU: Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Tiorita saat meninjau identifikasi pilot project di wilayah Langkat Hulu, baru-baru ini.sahrul/sumut pos.

Identifikasi pilot project ini, langsung ditinjau Ketua TP PKK Kabupaten Langkat, Tiorita, didampingi para pengurus lainnya, di wilayah Langkat Hulu, baru-baru ini.

Kecamatan Sirapit, menjadi yang pertama dikunjungi. Di sana ibu dari Dewa dan Ayu Jelita ini, menjelaskan, kegiatan ini menyasar pada ranah kesehatan, lingkungan hidup, dan perencanaan sehat bagi keluarga.

“Gerakan ini sebuah gagasan menumbuhkan kesadaran pentingnya kesehatan, yang melibatkan keluarga dan masyarakat secara langsung,” ungkap Tiorita.

Tiorita pun berharap, hal ini dapat membina masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri, serta tanggap serta tangguh menghadapi berbagai tantangan di masing-masing lingkungannya. Misalnya, upaya membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Ini perlu dilakukan oleh kader PKK sebagai mitra pemerintah.

Intinya, lanjut Tiorita, semua masyarakat harus saling mendukung, memberikan edukasi dan sosialisasi, bagaimana perencanaan KB yang baik, menuju keluarga sehat, berkualitas, serta terbebas dari stunting.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi titik awal kita semua untuk berupaya sesuai dengan kemampuan dan kewenangan kita, mewujudkan keluarga sehat, tanggap, dan tangguh akan bencana di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Selain memberikan semangat dan motivasi, Tiorita juga memberikan sedikit rezekinya untuk para bidan desa yang menjadi garda terdepan pada pilot project tersebut.

Selanjutnya, Tiorita melanjutkan ke Kecamatan Kuala dan Sei Bingai. Di sana dia juga menyampaikan sosialisasi tentang pilot project tersebut, serta mengajak para ibu kepala desa dan bidan desa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes). (mag-6/saz)

Desa Liang Muda Manfaatkan Teknologi Informasi Untuk Pasarkan Produk Pertanian

PENGABDIAN: Tim LPM USU- melalui Fasilkom-TI USU, saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Liang Muda, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPM USU) melalui Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) USU, menggelar pengabadian masyarakat di Desa Liang Muda, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang, baru-baru ini.

PENGABDIAN: Tim LPM USU- melalui Fasilkom-TI USU, saat melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Liang Muda, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang, baru-baru ini.

Pengabdian masyarakat Program Mono Tahun Reguler LPM USU dari Fasilkom-TI USU ini, diketuai Syahril Efendi, bersama beberapa anggota, yakni Marischa Elveny, Fahrurrozi Lubis, dan Fauzan Nurahmadi. Pada program ini, mereka mengedukasi, memfasilitasi, dan memberikan pelatihan kepada para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kelompok tani dan perangkat Desa Liang Muda memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pemasaran produk pertanian. Pelaksanaan kegiatan ini kami telah kami lakukan pada 14 Agustus 2021 lalu,” ungkap Syahril dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10) lalu.

Syahril menjelaskan, teknologi informasi saat ini telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama di bidang ekonomi. Terjadi pergeseran pola pada proses bisnis yang saat ini marak dilakukan secara online.

“Teknologi informasi juga merambah tidak hanya pada perusahaan swasta, tapi juga di pemerintahan, mulai dari pemerintahan pusat sampai desa. Satu di antaranya digunakan untuk manajemen informasi usaha-usaha yang dimiliki oleh desa, dalam bentuk BUMDes,” tuturnya.

BUMDes merupakan pendekatan baru dalam usaha peningkatan suatu desa berdasarkan kebutuhan dan potensi, terutama produk-produk hasil pertanian. Dengan BUMDes, kegiatan ekonomi masyarakat dalam bentuk sebuah kelembagaan atau badan usaha, dikelola secara profesional, namun tetap bersandar pada potensi asli desa.

“Dalam upaya menjalankan BUMDes secara profesional, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan dalam pengelolaan BUMDes, baik dari segi manajemen administratif maupun manajemen keuangan. Di samping itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan pendapatan BUMDes,” jelas Syahril lagi.

Syahril menilai, hal tersebut menjadi permasalahan di beberapa desa, karena SDM belum menguasai pemanfaatan TIK dengan baik, termasuk di Desa Liang Muda, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang.

“Untuk itu, perlu diberikan pendampingan dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat, yang akan memberikan pengetahuan dan keahlian dalam mengelola BUMDes secara profesional, dengan memanfaatkan teknologi informasi,” katanya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut baik oleh Kepala Desa Liang Muda, Martinius Barus, dan masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan bisa memberikan kontribusi para pengurus BUMDes, kelompok tani, dan perangkat desa, dapat bersinergi dalam pemetaan potensi desa. Serta dapat menjadikan desa memiliki agrowisata sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dikelola oleh BUMDes.

“Sehingga Desa Liang Muda bisa maju dan menjadi desa yang sejahtera serta mandiri,” harap Syahril. Dalam memfasilitasi teknologi informasi, tim pengabdian masyarakat melakukan pembuatan sistem informasi BUMDes, dan memberikan pendampingan ke pengurus BUMDes, kelompok tani, serta perangkat desa, dalam mengelola dan memanfaatkan sistem informasi tersebut, untuk pengelolaan BUMDes, dalam segi manajemen administratif dan manajemen keuangan. (gus/saz)

Kapoldasu Tinjau Vaksinasi Massal di UMSU

Meninjau: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau vaksinasi massal di kampus Pasca Sarjana UMSU, Jalan Denai, Medan, Kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Kampus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumut (UMSU), Jalan Denai, Medan, Selasa (5/10) Sebanyak 3.000 mahasiswa UMSU, masyarakat umum dan para lanjut usia (lansia) yang di vaksin tahap 1.

Meninjau: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau vaksinasi massal di kampus Pasca Sarjana UMSU, Jalan Denai, Medan, Kemarin.

Kedatangan Kapolda Sumut bersama Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Armia Fahmi, Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Desman Sujaya Tarigan, Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Dwi Indra Maulana, disambut Rektor UMSU, Prof Dr Agussani.

Setibanya di Kampus UMSU, Panca langsung mengecek pelaksanaan vaksinasi massal tersebut. Panca mengatakan, pelaksanaan vaksinasi massal yang diselenggarakan kampus pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Sumut berjalan sangat baik mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dan tidak menimbulkan kerumunan.

“Saya mengajak keluarga yang masih belum divaksin untuk segera mengikuti vaksinasi. Vaksinasi sangat baik menjaga imun tubuh tetap sehat agar tidak mudah terpapar Covid-19,” katanya.

Panca mengungkapkan, Polda Sumut terus mengakselerasi vaksinasi dalam mempercepat pembentukan herd immunity kelompok masyarakat mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Akselerasi vaksinasi untuk mendukung Pemerintah dalam menangani masalah pandemi Covid-19. Diharapkan dengan percepatan vaksinasi kesehatan masyarakat tetap terjaga terhindar dari terpapar Covid-19,” harapnya.

Dia meminta kepada seluruh masyarakat yang belum di vaksin agar ke depannya mau mengikuti vaksinasi. “Sebab, vaksin sangat baik bagi tubuh dalam menjaga imun tubuh tetap sehat. Tetap patuhi Prokes, walapun sudah diberikan vaksin,” pungkasnya. (dwi/ila)