26 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 3065

Fraksi PDIP Sepakat dengan Bobby, Tak Boleh Ada Pungli di 3 BUMD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, menyatakan sikapnya yang sepakat dan sangat setuju dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution, untuk melarang keras dan memberantas setiap praktik pungli (pungutan liar) yang ada pada 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemko Medan, yakni Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan.

“Saat melantik 12 direksi BUMD Kota Medan di hari Rabu (22/9) itu, Wali Kota (Medan) menekankan, jangan ada pungli. Itu benar sekali, Fraksi PDIP sangat setuju, sangat-sangat sepakat. Kalau praktik pungli tidak dihapus, jangan harap PUD-PUD itu bisa maju,” ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP kepada Sumut Pos, Minggu (26/9).

Dikatakan Robi, setiap direksi memang harus dapat mencontohkan hal yang baik kepada jajarannya. Nantinya, bila setiap direksi bebas dari praktik-praktik pungli, maka hal itu dipastikan akan menurun kepada setiap jajaran yang ada dibawahnya.

“Tapi kalau para direksinya saja pungli, bagaimana mungkin mereka bisa memberantas pungli, mustahil itu. Maka kami sangat mengapresiasi pesan yang disampaikan Wali Kota Medan saat melantik ke-12 direksi itu, agar mereka tidak melakukan pungli. Saya fikir itu memang pesan yang paling tepat untuk disampaikan kepada setiap pejabat di lingkungan Pemko Medan saat dilantik, termasuk kepada para direksi BUMD,” ujarnya.

Robi Barus juga mengaku, akan mendorong Wali Kota Medan untuk melakukan tindakan tegas kepada setiap direksi BUMD apabila kedapatan melakukan praktik pungli.”Kita harapkan hal ini dapat ditanamkan baik-baik oleh para direksi di hati mereka masing-masing. Kita sudah melihat banyak contoh, mulai dari kepling, lurah, mereka dicopot karena melakukan pungli. Dan jujur saja, tindakan tegas seperti itu lah yang memang kita harapkan. Bukan tidak mungkin itu juga terjadi bagi para direksi, apabila mereka terbukti melakukan pungli,” tegasnya.

Selain itu, Robi Barus juga mengapresiasi Wali Kota Medan yang telah menanggapi dengan cepat adanya kekosongan jabatan direksi di PUD milik Pemko Medan. Sebab selama ini, Fraksi PDIP menilai bahwa ketiga BUMD tersebut belum dapat bekerja secara baik dan belum mampu menghasilkan PAD secara maksimal.

“Dengan adanya para direksi yang baru dilantik ini, kita harapkan setiap BUMD dapat menghasilkan dan meningkatkan profit, seperti yang juga disampaikan wali kota dalam pesannya saat melantik mereka. Karena kalau tidak bisa profit, untuk apa juga ada BUMD,” katanya.

Untuk itu, Ketua BKD DPRD Medan itu juga berpesan, agar para direksi dapat mengambil tanggungjawab moral dalam melayani masyarakat dan menghasilkan PAD bagi Kota Medan. PUD diharapkan tidak hanya akan sekadar menjadi BUMD, tapi dapat menolong Pemko Medan dalam menghasilkan sumber-sumber pendapatan. “Intinya tanggungjawab moral, mereka ada untuk membantu Pemko dalam melayani masyarakat dan menghasilkan PAD. Ditangan Wali Kota Medan Bobby Nasution, kita yakin BUMD-BUMD ini bisa jauh lebih maju,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution, melantik 12 direksi pada 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Rabu (22/9) pagi.

Ditegaskan Bobby, sudah seharusnya Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan menjadi sumber pendapatan bagi Kota Medan untuk melaksanakan pembangunan, namun seringkali tidak sesuai dengan ketentuan.

“Saudara direksi telah membacakan ikrar nya, yang salah satunya harus mendapatkan profit. Teman-teman tahu bagaimana kondisi PUD kita saat ini, dan teman-teman semua mendaftar. Oleh karena itu, teman-teman bagus di atas kertas (hasil seleksi), namun yang paling penting harus bisa dibuktikan di lapangan,” tegasnya. (map/ila)

Cari Smartphone Harga Rp2 Juta-an hingga Rp4 Juta-an? Beli POCO X Series Aja! Yuk intip Keunggulannya

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Selama beberapa bulan terakhir ini, Poco telah meluncurkan banyak smartphone untuk masyarakat Indonesia. Mereka pun menawarkan berbagai smartphone di berbagai kisaran harga dengan performa juara.

Salah satu seri yang mereka tawarkan adalah POCO X series. Mereka pun menawarkan tiga smartphone sekaligus, yakni POCO X3 GT, POCO X3 Pro, serta POCO X3 NFC. Penasaran kan apa saja yang ditawarkan oleh POCO? Yuk kita intip keunggulan POCO X series bersama-sama!

POCO X3 NFC, Jawara di Rp2 Juta-an
Bagi kalian yang sedang mencari smartphone Rp2 juta-an terbaik, kalian dapat melirik POCO X3 NFC. Soalnya, smartphone ini hadir dengan SoC Qualcomm Snapdragon 732G yang hadir dengan pilihan RAM 6GB dan 8GB, serta pilihan penyimpanan 64GB dan 128GB.

Layarnya pun sudah menggunakan layar berukuran 6,67 inci beresolusi FHD+. Refresh rate-nya mencapai 120Hz, yang cocok bagi para gamer. Dan untuk para penikmat multimedia, kalian akan mendapatkan kecerahan layar hingga 450 nits yang cocok digunakan di luar ruangan. Tak ketinggalan, hadir juga dukungan HDR10.

Untuk baterai, POCO X3 NFC ini hadir dengan baterai berukuran 5160 mAh yang dapat bertahan seharian. Selain itu, hadir juga pengisian cepat 33W dan di dalam paket penjualan terdapat charger Type-C 33W. Dan sesuai namanya, hadir juga fitur NFC di smartphone ini.

Beralih ke kamera, smartphone ini hadir dengan empat kamera di belakang. Kamera utamanya hadir dengan lensa lebar beresolusi 64 MP, kamera ultra lebar beresolusi 13 MP dengan sudut pandang 119 derajat, kamera makro beresolusi 2 MP, dan terakhir adalah kamera depth sensor beresolusi 2 MP. Sedangkan kamera depannya beresolusi 20MP.

Untuk harga, saat ini POCO X3 NFC dijual mulai dari Rp2 juta-an di berbagai platform e-commerce.

POCO X3 Pro, Jawara di Rp3 Juta-an
Untuk kalian yang mencari sebuah smartphone terbaik di kisaran harga Rp4 juta-an, kalian bisa lirik POCO X3 Pro. Soalnya, smartphone ini hadir dengan SoC Snapdragon 860 dengan RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 3.1.

Pengguna akan dapat memilih dua varian, yakno varian dengan RAM 6GB dan penyimpanan 128GB atau varian 8GB dengan penyimpanan 256GB. Tentu saja, RAM dan penyimpanan ini cukup untuk digunakan untuk kegiatan sehari-hari bahkan bermain game berat.

Sementara untuk layar, POCO X3 Pro hadir dengan layar 6,67 inci beresolusi FHD+. Panelnya menggunakan panel LCD DotDisplay, dengan refresh rate 120Hz serta touch sampling rate 240Hz yang cocok untuk gamer.

Para penikmat multimedia juga akan dimanjakan dengan kehadiran dukungan HDR10. Dan bagi kalian yang suka menonton film di luar ruangan, smartphone ini hadir dengan kecerahan hingga 450 nits, yang hadir dengan fitur sunlight display serta reading mode 2.0 untuk dapat membaca dalam waktu yang lama.

Bagi kalian yang takut kehabisan daya, hadir juga baterai sebesar 5160 mAh. Terdapat juga dukungan pengisian daya cepat hingga pengisian daya cepat 33W, dimana dalam paket penjualan sudah terdapat charger Type-C 33W.

Hadir juga kamera yang tidak kalah canggihnya jika dibandingkan dengan jeroannya. POCO X3 Pro hadir dengan empat kamera, dengan kamera utamanya hadir dengan lensa lebar beresolusi 48 MP.

Lalu ada kamera ultra lebar beresolusi 8 MP, disusul oleh kamera makro beresolusi 2 MP, dan terakhir adalah kamera depth sensor beresolusi 2 MP. Sedangkan kamera depannya beresolusi 20MP.

Kalian dapat membeli POCO X3 Pro di official store online Xiaomi dengan harga mulai dari Rp3.599.000.

POCO X3 GT, Jawara di Rp4 Juta-an
Dan yang terakhir, jika kalian mencari sebuah smartphone terbaik di harga Rp4 juta-an, kalian bisa memiliki POCO X3 GT. Smartphone ini memiliki spesifikasi smartphone flagship, namun harganya sangat terjangkau.

Smartphone ini hadir dengan SoC MediaTek, yakni Dimensity 1100. Bukan hanya kencang, namun juga SoC ini sudah mendukung modem 5G sehingga kalian dapat merasakan kecepatan 5G saat pemerintah meresmikan jaringan tersebut.

Kalian juga akan mendapatkan pilihan RAM hingga 8GB dan penyimpanan hingga 256GB yang menggunakan tipe penyimpanan UFS 3.1. Hadir juga fitur expandable RAM. dimana pengguna akan dapat memiliki RAM hingga 10GB.

Layar yang hadir di POCO X3 GT juga tak kalah kece. Hal ini berkat penggunaan layar 6,6 inci DotDisplay dengan resolusi layar FHD+. Layarnya juga sudah memiliki dukungan 120Hz refresh rate dan 240 Hz touch sampling rate serta fitur HDR.

Ada juga teknologi DynamicSwitch dimana smartphone ini dapat menyesuaikan refresh rate secara otomatis sesuai penggunaan. Hal ini akan membantu mengurangi masa pakai baterai karena tidak semua aplikasi perlu berjalan di refresh rate 120 Hz.

Tak ketinggalan, terdapat juga dukungan akurasi warna DCI-P3. Dengan dukungan DCI-P3 kamu akan mendapatkan akurasi warna yang sangat tinggi, sehingga cocok bagi pengguna yang senang mengedit video menggunakan smartphone

Smartphone ini juga hadir dengan total tiga kamera, dimana kamera utamanya sudah menggunakan resolusi 64 MP. Ada juga kamera ultrawide 8 MP, serta kamera macro 2 MP. Dan untuk kamera depan hadir sebuah kamera 16 MP.

Dan untuk baterai, POCO X3 GT menggunakan baterai sebesar 5000mAh. Baterai ini dapat bertahan lama dan hadir juga pengisian daya Turbo Charging 67W. Ini merupakan dukungan pengisian daya tercepat yang ada di kisaran harga ini, dimana kembali mengungguli para kompetitornya.

Jika kalian ingin membeli POCO X3 GT, kalian dapat membelinya mulai dari Rp4.399.000. (rel)

Harimau Sumatera di Medan Zoo Kurus Kering, Pengelola Akui Akibat Kondisi Keuangan

KURUS: Harimau Sumatera koleksi di Medan Zoo yang kurus kering akibat kurang asupan makanan. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Viralnya seekor Harimau Sumatera yang merupakan salah satu satwa koleksi Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) karena tubuhnya yang kurus kering dan memakan rumput, akhirnya membuat pihak Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan angkat bicara.

KURUS: Harimau Sumatera koleksi di Medan Zoo yang kurus kering akibat kurang asupan makanan. istimewa/sumutpos.

Selaku pihak pengelola sekaligus penanggungjawab Medan Zoo, PUD Pembangunan mengakui jika saat ini kondisi keuangan Medan Zoo memamg tengah mengalami kesulitann

Apalagi saat ini, pandemi Covid-19 belum kunjung berakhir dan semakin mempersulit kondisi keuangan PUD Pembangunan.

Akibatnya, PUD Pembangunan mengalami kesulitan dalam memberi makan satwa-satwa koleksi Medan Zoo, tak terkecuali Harimau yang menjadi koleksi primadona di Kebun Binatang tersebut.

Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan, Gerald Patogi Siahaan, mengatakan bahwa selama ini, pemasukan utama kebun binatang milik Pemko Medan itu berasal dari retribusi tiket masuk para pengunjung. Sedangkan sisanya, didapatkan dari donasi masyarakat.”Kondisi ini betul disebabkan pandemi Covid-19, yang mana kurang lebih 1 tahun itu menyebabkan pemasukan, khususnya untuk Kebun Binatang ini sangat berkurang,” ucap Gerald, Sabtu (25/9).

Dikatakan Gerald, Medan Zoo baru beroperasi kembali sekitar dua minggu yang lalu. Itupun jumlah pengunjungmya masih terbatas, yakni hanya sekitar 200 hingga 300 orang per hari. Berbeda dengan sebelum Pandemi ataupun masa PPKM diterapkan, jumlah pengunjung bisa mencapai 2.000 hingga 4.000 orang per hari, utamanya di hari-hari libur dan weekend.

Sebagai Direktur yang baru dilantik Wali Kota Medan pada Rabu (22/9) lalu, Gerald mengaku akan berkomitmen untuk membenahi Medan Zoo semaksimal mungkin, terutama dalam pemberian makan para satwa. “Jadi ke depannya bagaimana kebutuhan pangan, kebutuhan hewan, khususnya makanan yang menjadi standar untuk seluruh binatang di kebun binatang, ini kita pikirkan,” ujarnya.

Gerald berharap, agar perusahaan-perusahaan swasta maupun para donatur, mau memberi donasi kembali agar hewan-hewan yang berada di Medan Zoo tetap dapat diberikan makanan sesuai standar. “Jadi di situ donasi sudah tidak ada. Mohon kita dibantu untuk PUD pembangunan. Kedepannya, kiranya swasta juga ikutan Donasi lagi,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, seekor Harimau Sumatera koleksi Medan Zoo seketika viral di Media Sosial. Harimau Sumatera bernama Baringin itu viral, lantaran tubuhnya yang kurus kering dan tampak sedang memakan rumput di dalam kandangnya.

Melihat video itu, masyarakat pun curiga jika Harimau tersebut kurus karena tidak adanya makanan sehingga Harimau tersebut sampai harus memakan rumput. Namun belakangan diketahui, Harimau Sumatera tersebut memang sedang sakit. (map/ila)

Poltekbang Medan Gelar Yudisium Diikuti 108 Perwira, Hasilkan SDM Berkualitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan menggelar yudisium dan wisuda diikuti 108 perwira transportasi udara menggelar yudisium dan wisuda yang dipimpin langsung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Poltekbang Medan menggelar yudisium dan wisuda diikuti 108 perwira transportasi udara.(ist).

Kegiatan ini, dilaksanakan secara offline di Hotel Grand Mercure, Medan, Minggu (26/9). Dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Kemudian, secara online untuk para undangan, stakeholder dan orang tua wisudawan.

Yudisium dan wisuda kali ini diikuti oleh dari taruna-taruni lulusan Program D.III Pemanduan Lalu Lintas Udara (PLLU) angkatan XVII, D.III Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara (TNU) angkatan XVI dan XVII. Kemudian Teknik Listrik Bandar Udara (TLB) XIII, XIV.

Hadir secara offline, yang mewakili Kepala Pusat Pengembangan SDM Udara, Geny Luhung Prasodjo, M.M dan pelaksanaan orasi ilmiah secara online oleh Direktur PT. BATAM Aero Technic, Bapak I Nyoman Rai Pering Santana.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekbang Medan, I Wayan Juliarta menyampaikan pesan kepada perwira transportasi udara bahwa perjuangan yang sudah dilakukan para wisudawan bukanlah perjuangan yang mudah.

“Sudah banyak rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan yang cukup padat menguras tenaga dan pikiran, penuh dengan kedisiplinan dan tanggung jawab yang sudah dilalui. Hingga tibalah pada saat ini acara yang dinantikan oleh para wisudawan sekalian yang membawa kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri,” ujarnya.

I Wayan berharap, setelah lepas dari lembaga pendidikan ini, perwira transportasi akan mampu menjadi generasi dengan pribadi yang berani, unggul, profesional dan berakhlak, memiliki kompetensi yang luas dalam memahami permasalahan kerja di bidang transportasi udara khususnya bidang Pemanduan Lalu Lintas Udara, Teknik Listrik Bandara, dan Teknik Telekomunikasi & Navigasi Udara.

“Memiliki sikap yang profesional dan mental yang tangguh dengan berdasarkan nilai – nilai budaya Bangsa Indonesia yang Pancasilais, sehingga mampu berkontribusi bagi bangsa menuju Indonesia maju,”imbuhnya.

Ratusan lulusan ini, menghasilkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditugaskan dijajaran Kemenhub. Yudisum dan wisuda kali ini menghasilkan wisudawan-wisudawan terbaik yaitu dari prodi D.III TLB angkatan XIII terdiri dari Jeremia Yonatan Panjaitan, Mohamad Rizky Darmawan, Ika Febriyanti br Bangun, angkatan XIV Lamsyah Abdil Hafiz, Mulia Supiadi Silalahi, dan Ade Ellis Sari Rangkuti.

Kemudian untuk prodi D.III TNU angkatan XVI yaitu Jason Juan Matthew, Erwin Lumban Gaol dan Dame Artha Marbun. Lalu, angkatan XVII Feri Opungsunggu, Daniel Wiranata Siagian, Nila Agustina. Untuk prodi D.III PLLU angkatan XVIIP yaitu Putu Wulan Anggita Sari, Husny Fadjry Ramadhan dan Luriandra Nadhifa Zetary.

Politeknik Penerbangan Medan merupakan Perguruan Tinggi Negeri di bawah Kementerian Perhubungan untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang mumpuni dan akan bekerja di transportasi udara.(gus)

Citilink Indonesia Raih Penghargaan Lake Toba Tourism Awards

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Citilink Indonesia mendapat penghargaan Lake Toba Tourism Awards” 2021/2022 dari Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation sebagai Lake Toba Leading Low Cost Airline.

Penyerahan penghargaan Lake Toba Tourism Awards.

Penghargaan diserahkan langsung oleh The President of ITTA Foundation, Panca R Sarungu kepada Manager West Aea 1 Citilink Infonesia Jerrimiaz immanuel.

Citink merupakan satu dari 32 penerima penghargaan yang diberikan ITTA dalam acara Lake Toba Tourism Award di Medan, belum lama ini dan dihadiri Gubernur Sumut diwakili Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan Sumber Daya Alam H Agus Tripriyono

The Pesident Of ITTA Foundation, Panca R Sarungu, mengatakan, Citilink dinilai berhasil mempertahankan konsistensi layanan. Konsistensi layanan seperti “on tim performance” , kenyamanan kabin dan layanan lainnya. Mengacu pada fakta itulah ITTA memberikan penghargaan.

Lake Toba Tourism Awards rencananya akan diadakan tahunan untuk memberikan apresiasi kepada jasa pariwisata di Sumut yang terdiri dari para pelaku pariwisata seperti: hotel, resort, villa, perjalanan wisata dan maskapai serta pendukung pariwisata seperti pejabat dan:UMKM yang mendukung pembangunan.

“Harapannya Citilink terus bisa mempertahankan layanan baik itu dan bisa juga mendorong penerbangan lain untuk memberikan pelayanan terbaik sehingga persaingan bisnis di penerbangan juga semakin sehat, “katanya.

Manager West Aea 1 Citilink Infonesia Jerrimiaz immanuel, mengaku bangga dapat penghargaannya Citilink.”Penghargaan ini dipastikan mendorong semangat manajemen dan karyawan Citilink untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada penumpang,”katanya..

Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan Sumber Daya Alam H Agus Tripriyono, menyebutkan,
Pemerintah Provinsi Sumut mengapresiasi langkah Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation yang memberikan penghargaan kepada pengusaha industri dan pendukung pariwisata di Sumatera Utara.

Penghargaan “Lake Toba Tourism Awards” 2021/2022, katanya, akan menjadi pendorong pelaku pariwisata untuk bisa bertahan dan terus bisa berkembang di masa dan sesudah pandemi COVID-19.

Menurut Agus Tripriyono, sektor pariwisata sangat terpuruk dengan adanya pandemi COVID-19. Dengan adanya penghargaan, maka diharapkan pengusaha bisa lebih kuat menghadapi masa-masa sulit di tengah ada pandemi COVID-19.

Pemerintah sendiri, ujar dia, berusaha membantu mengatasi dampak pandemi COVID-19.”PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) dan vaksinasi yang dijalankan pemerintah bertujuan untuk bisa menekan angka penyebaran COVID-19 sehingga industri pariwisata dan lainnya bisa bergerak lagi,” katanya.

Lake Toba Tourism Awards rencananya akan diadakan tahunan untuk memberikan apresiasi kepada jasa pariwisata di Sumut yang terdiri dari para pelaku pariwisata seperti: hotel, resort, villa, perjalanan wisata dan maskapai serta pendukung pariwisata seperti pejabat dan:UMKM yang mendukung pembangunan.(gus)

Kecamatan Medan Marelan Razia Disiplin Prokes, Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Diswab di Tempat

SWAB: Seorang warga diswab antigen karena tidak mengenakan masker di Kecamatan Medan Marelan.bagus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak Kecamatan Medan Marelan bersama TNI/Polri dan Satpol PP Kota Medan melakukan razia penegakkan disiplin protokol kesehatan (Prokes) kepada masyarakat, Sabtu (25/9). Dalam razia tersebut, puluhan warga yang tidak mengenakan masker di-sweb di tempat.

SWAB: Seorang warga diswab antigen karena tidak mengenakan masker di Kecamatan Medan Marelan.bagus/sumutpos.

Razia yang berlangsung di Jalan Marelan Raya, Kelurahan Rengas Pulau ini dipimpin langsung oleh Camat Medan Marelan M.Yunus, S.stp didampingi oleh Pejabat Pendamping Pemko Medan Drs. Muslim Harahap.

Camat Medan Marelan, M. Yunus menjelaskan bahwa razia ini dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Medan Marelan, serta mensosialisaikan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran Wali Kota Medan Bobby Nasution.

“Walaupun pandemi Covid-19 di Kota Medan sudah turun ke level III, namun kita semua harus tetap waspada dan wajib mematuhi prokes yang telah dianjurkan Pemerintah. Dalam razia ini, bagi masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker, langsung kita testing dengan melaksanakan Swab Antigen di lokasi,” ucap Yunus kepada wartawan.

Meskipun telah dilakukan imbauan dan sosialisasi, Yunus mengungkapkan ternyata masih banyak masyarakat yang beraktivitas diluar rumah kedapatan tidak mengenakan masker. Bahkan, tidak sedikit warga masyarakat yang sedang berkendara tidak mengenakan masker langsung kabur saat diberhentikan Tim Satgas Covid-19.

Untuk itu, Yunus mengatakan pihaknya mengedukasi masyarakat untuk tetap menerapkan Prokes dalam kehidupan sehari-hari.”Tadi ada 51 warga masyarakat yang terkena razia karena tidak mengenakan masker dan langsung kita testing dengan Swab Antigen. Alhamdulillah, hasilnya negatif semua,” jelas M.Yunus.

M.Yunus berharap kepada masyarakat agar selalu tetap mematuhi prokes seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Hal ini sangat membantu Pemerintah Kota Medan dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Sesuai dengan arahan Wali Kota Medan dalam upaya penekanan tingkat penyebaran Covid-19, mari sama-sama kita mematuhi dan menerapkan Prokes. Dan bagi masyarakat Kecamatan Medan Marelan yang belum melaksanakan Vaksin, kami himbau untuk segera mendaftarkan diri melalui kepala lingkungan domisili masing-masing agar dapat di Vaksin,” tanda Yunus.

Warga Pinggiran Rel Sukaramai II Mengeluh, Sampah Tak Pernah Diangkut

SOSIALISASI: M Rizki Nugraha saat menggelar sosialisasi di Kompleks Asia Mega, Kelurahan Sukaramai II, Sabtu (25/9).markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Lingkungan 15 Daerah Pinggir Rel Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, mengeluhkan tumpukan sampah di daerah pemukimannya yang tidak pernah diangkat petugas pengangkutan sampah. Termasuk saat ini, saat pengangkutan sampah telah menjadi tanggungjawab pihak kecamatan.

SOSIALISASI: M Rizki Nugraha saat menggelar sosialisasi di Kompleks Asia Mega, Kelurahan Sukaramai II, Sabtu (25/9).markus/sumutpos.

Hal itu terungkap, dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar Anggota Komisi IV DPRD Medan, M Rizki Nugraha SE. Kegiatan yang berjalan dengan memenuhi protokol kesehatan tersebut, digelar di Kompleks Asia Mega Mas Lingkungan IV, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, Sabtu (25/9).

“Sampah di kawasan pemukiman saya (Daerah Pinggir Rel) tidak pernah diangkat. Untuk mengatasi agar tidak sampai menggung, warga disana berinisiatif untuk membakarnya. Tolonglah kami pak, bagaimana caranya agar sampah-sampah tersebut bisa diangkut,” keluh Dedek

Sedangkan warga lainnya, Nanang, mengeluhkan tentang tidak adanya lokasi untuk bak sampah di lingkungannya.”Bagaimana akan meletakkan bak sampah pak, sementara kami tidak punya lahan, adapun lahan ini milik Asia Mega Mas,” ungkapnya.

Menjawab keluhan Dedek, Rizki Nugraha mengatakan, dirinya akan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan. Sebab saat ini, pengangkutan sampah sudah dilimpahkan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan ke pihak Kecamatan.”Segera saya sampaikan ke Kelurahan dan Kecamatan, supaya sampah di kawasan Daerah Pinggir Rel itu bisa diangkut,” jawabnya.

Sedangkan untuk menjawab keluhan Nanang, tentang tidak adanya lokasi penempatan bak sampah, Rizki pun mengakui jika masalah lokasi atau lahan memang menjadi kendala saat ini. Pun begitu, Rizki berjanji akan berkoordinasi ke pihak pengelola Asia Mega Mas agar dapat meminjamkan lahannya yang tidak terpakai untuk digunakan sebagai lokasi sementara bak sampah.

Masih dalam kegiatan Sosialisasi Perda No.6/2015 Tentang Pengelolaan Persampahan di Komplek Asia Mega Mas, Rizki juga mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membuat pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat, agar sampah yang awalnya dinilai tidak bermanfaat dan harus dibuang, bisa di olah sebagai sesuatu yang bermanfaat, bernilai ekonomis, dan menguntungkan masyarakat.

Apalagi saat ini, Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan bersama pihak kecamatan untuk fokus dalam memaksimalkan pengelolaan sampah di Kota Medan.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Medan ini juga mengimbau kepada masyarakat yang hadir, agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebab selain menimbulkan lingkungan yang kotor dan merusak estetika, sampah juga dapat mencemari lingkungan sehingga dapat menimbulkan penyakit.

Guna mendukung kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya itu, Rizki pun meminta kepada Pemko Medan agar menyediakan bak-bak sampah. Sehingga, masyarakat dapat dipermudah dalam membuang sampah rumahtangganya.

Seperti diketahui, Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan terdiri dari 18 Bab dan 32 pasal yang didalamnya juga terdapat sanksi pidana dan denda bagi setiap tindakan pelanggaran yang dilakukan. (map/ila)

Korwil Konfederasi SBSI Sumut Gelar FGD Digelar secara Virtual, Banyak Permasalahan Buruh Tak Terselesaikan

KETERANGAN: Ketua panitia, Jonson Pardosi bersama SBSI Sumut saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatanFocus Group Discussion (FGD).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk Hukum Perburuhan secara virtual, Sabtu (25/9).

KETERANGAN: Ketua panitia, Jonson Pardosi bersama SBSI Sumut saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatanFocus Group Discussion (FGD).

Acara FGD tersebut bertemakan ‘Membangun Hubungan Industrial yang Bermartabat Berdasarkan Hukum dan Perundang-Undangan di Wilayah Provinsi Sumatera Utara’ dan dihadiri 48 perwakilan Serikat Pekerja/Buruh di Wilayah Sumatera Utara melalui via Zoom.

Selain itu, dihadiri juga oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi diwakili Kepala Dinasn Ketenagakerjaan Provinsi Sumut, Baharuddin Siagian, Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak melalui Wadirkrimsus, AKBP Patar Marlon Silalahi SIK, Kasubdit III Dit Intelkam Polda Sumut, AKBP Syamsul Bahri Siregar.

Kemudian dihadiri, Kepala Kejati Sumut, Ida Bagus Nyoman Wiswantanu melalui Yusuf Yusnar Yusuf, Sekretaris Deputi Direktur BPJS TK Sumbagut serta Pemateri Gindo Nadapdap dan Willy Agus Utomo.

Ketua panitia, Jonson Pardosi mengatakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini digelar dikarenakan banyaknya permasalahan buruh yang tidak terselesaikan.”Maka, harapan kami dari kegiatan FGD ini dengan melihat banyaknya permasalahan buruh yang tidak terselesaikan, kami akan membuat rekomendasi dari kegiatan hari ini, agar Gubsu Bapak Edy Rahmayadi bisa mengeluarkan Perda yang berhubungan dengan UU perburuhan,” katanya.

Sekretaris K-SBSI Sumut ini juga menyampaikan, Perda itu dikeluarkan agar penyelesaian proses hak-hak buruh itu tidak terlalu panjang, dikarenakan selama ini proses permasalahan buruh sampai Kasasi di Mahkamah Agung (MA) ataupun yang sudah diputus di PHI juga tidak bisa terselesaikan harus melakukan Bipartit kembali.

“Jadi harapan kami kedepannya, dengan kegiatan FGD ini, LKS Tripartit Sumatera Utara, bisa berpesan dengan Gubernur Sumut bagaimana agar ada Perda yang baru dari Gubernur untuk menyelesaikan permasalahan buruh yang ada di Sumatera Utara yang tidak terselesaikan,” harapnya.

Selain itu, sambungnya, akibat pandemi Covid-19, banyak pekerja/buruh yang dirumahkan oleh perusahaan, sementara sesuai UU atau Peraturan, kalau buruh itu dirumahkan, perusahaan harus membayarkan setengah dari upah mereka setiap bulannya.

“Tapi faktanya, bagi buruh yang dirumahkan tidak dibayar upahnya sama sekali oleh perusahaan. Untuk itu, tujuan kegiatan hari ini, bagaimana LKS Tripartit Sumatera Utara mendorong Gubernur, supaya menyikapi keadaan ini, dan membuat UU melalui Pergub, hak-hak pada buruh ini terselesaikan,” jelasnya.

Jonson juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak melalui Dir Intelkam Polda Sumut, Kombes Dwi Indra Maulana SIK yang mana telah membantu kegiatan FGD ini bisa terlaksanakan dengan menyiapkan alat-alat IT. Sehingga, mereka bisa memakai untuk melakukan kegiatan ini melalui Zoom Meeting.

“Selain itu, panitia juga diberikan 50 paket sembako dari bapak Kapolda Sumut yang mana telah kami terima. Terima kasih atensi bapak Kapolda kepada kami K-SBSI Sumatera Utara,” pungkasnya. (man/ila)

Foto: Panitia Konfederasi SBSI Sumut menggelar FGD secara virtual tentang hukum perburuhan. (Ist)

Menko Airlangga Dorong Pemuda untuk Berkontribusi Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berlangsungnya pandemi Covid-19 telah menyebabkan berbagai dampak bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Selama pandemi terjadi penurunan rasio penduduk bekerja terhadap jumlah penduduk usia kerja dibanding sebelum pandemi terjadi. Hal tersebut menjadikan pengangguran terbuka dan kemiskinan menjadi tantangan yang harus segera dapat diatasi.

“Untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, Pemerintah terus melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai instrumen penanganan di sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi, yang mencakup aspek kesehatan, perlindungan sosial, dukungan bagi UMKM dan korporasi, dukungan bagi program prioritas, serta insentif usaha,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech pada webinar dengan tema Aktualisasi Pemuda dalam Pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Sabtu (25/09).

Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional, mengingat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Dalam upaya mendukung UMKM khususnya yang terdampak oleh pandemi, Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus diantaranya melalui subsidi bunga baik KUR dan non KUR, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra, Imbal Jasa Penjaminan, Penjaminan Loss Limit, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai bagi Pedagang Kaki Lima dan Warung, serta PPh final UMKM yang ditanggung oleh Pemerintah.

Usaha dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional tentunya memerlukan peran serta dan partisipasi seluruh masyarakat, termasuk dari para pemuda dan kader Karang Taruna di seluruh Indonesia.

“Dalam upaya penanganan Covid-19, para pemuda dan kader Karang Taruna diharapkan dapat turut serta menjadi relawan dan berperan luas, misalnya dengan menjadi tenaga kesehatan, membantu mengampanyekan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan vaksinasi dan melaksanakan 3M, membantu pengawasan penyaluran bansos agar tepat sasaran, dan berbagai aktivitas volunteer lainnya,” jelas Menko Airlangga.

Selain itu, kontribusi yang dapat dilakukan pemuda dalam pemulihan ekonomi nasional adalah melalui pemberdayaan masyarakat, salah satunya menjadi wirausaha sosial. Wirausaha sosial tidak hanya berorientasi profit, namun juga banyak menjalankan berbagai peran untuk memberdayakan masyarakat.

Melalui berbagai dukungan dari Pemerintah diharapkan juga dapat mendorong minat kalangan pemuda untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional. Dukungan dari Pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, membantu dan menjaga keberlangsungan usaha pelaku usaha mikro menghadapi dampak pandemi, pengembangan kompetensi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta mengembangkan kewirausahaan.

“Saya sekaligus mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Karang Taruna ke-61. Karang Taruna merupakan organisasi sosial masyarakat yang berperan menghimpun, menggerakkan dan menyalurkan peran-serta generasi muda serta menjadi wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda. Karang Taruna diharapkan dapat turut mengaktualisasikan peranannya dalam mengatasi berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Semoga Karang Taruna dapat berperan besar dalam upaya pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam webinar tersebut yakni Menteri Sosial, Menteri BUMN, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna dan Para Pemuda serta Kader Karang Taruna di seluruh Indonesia. (frh/fsr/*)

Dewi Kejut Diresmikan, Geol Manjakan Wisatawan Lewat Pesona Alam Pesisir

RESMIKAN: Sekdakab Langkat Indra Salahuddin, saat memotong pita peresmian Desa Wisata Berkelanjutan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pariwisata bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa sekitar melalui peningkatan ekonomi kreatif. Karena itu, Pemkab Langkat pun mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata Desa Pematangserai, dan meresmikan Desa Wisata Berkelanjutan (Dewi Kejut) yang akan mengelola objek wisata Getek Online (Geol) di Desa Pematangserai, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Kamis (23/9) lalu, yang ditandai pemotongan pita oleh Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, melalui Sekdakab Langkat Indra Salahuddin.

RESMIKAN: Sekdakab Langkat Indra Salahuddin, saat memotong pita peresmian Desa Wisata Berkelanjutan.

Kepala Desa Pematangserai, Kamaluddin mengatakan, Geol merupakan inovasi dari pemerintah desa melalui pemberdayaan Dana BUMDes, yang pengembangannya di dukung oleh Pemkab Langkat. Objek wisata yang baru lahir pada 2019 lalu ini, menambah keragaman lokasi wisata di Negeri Bertuah.

Bagi wisatawan yang suka bersantai di atas aliran sungai daerah pesisir, hobi memancing, dan suka menikmati makanan laut yang lezat, sangat cocok mengunjungi ojek wisata Geol ini.

Wisatawan juga akan dimanjakan dengan keindahan pesona alam pesisir dari atas getek yang berjalan menelusuri aliran Sungai Sei Serapuh. Wisatawan juga bakal ditawarkan masakan udang gala segar hasil sungai, yang sudah diolah dengan citarasa khas Melayu. Sambil minum air kelapa muda segar, yang juga langsung diambil dari pohonnya.

“Kenikmatannya pun tertambah dengan tiupan semilir angin saat berada di atas sungai,” ungkap Indra.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat, Nur Ely Heriani Rambe mengatakan, untuk dapat menikmati pesona dan fasilitas yang disajikan dari objek wisata Geol ini, wisatawan hanya cukup membayar sesuai pilihan paket dengan harga yang terjangkau. Dari harga tiket Rp10 ribu per orangnya, sampai ratusan ribu untuk berbagai macam variasi per paketnya.

Dia pun menjelaskan, wisatawan juga dapat lebih mengenal kepingan sejarah Kesultanan Langkat. Wisatawan akan diajak melintasi jalur sungai sekaligus berziarah memperkenalkan makam Panglima Mangi, yang bernama asli Lazimudin. Makamnya berada di Dusun 3, Desa Pematangserai, tidak jauh dari pinggiran tepi sungai yang dilintasi.

“Panglima Mangi merupakan panglima yang diangkat oleh Kesultanan Langkat Pertama, Sultan Musa. Beliau bertugas sebagai panglima keamanan daerah laut Pematangserai, dari ganguan perompak. Beliau adalah keturunan dari silsilah panglima yang berasal dari Siam, yakni Patani Thailand,” kata Nur.

Sementara itu, Indra meyakini, desa Dewi Kejut ini akan dapat mendorong pelestarian alam dan memberdayakan potensi keunikan budaya, serta nilai kearifan lokal, yang ada di tengah masyarakat, selain dari Geol.

Dia juga menginstruksikan dinas terkait untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan pengelola tempat wisata, guna mengekspos dan memberdayakan hasil komoditi lokal ke pasar yang lebih luas.

“Berikan dukungan untuk Geol dan objek wisata lainnya, guna kemajuan dan peningkatan ekonomi kerakyatan serta PAD Langkat, sesuai visi misi Bapak Bupati,” katanya. (mag-6/saz)