27 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 3084

Kunjungi Pedagang Bakso Terkait Pajak PKL, Wali Kota hanya Berikan Support

BEBAN PAJAK: Foto UMKM di Kota Binjai yang dibebankan pajak yang besar. 

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pedagang bakso, Handoko, yang berjualan di Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, didatangi Wali Kota Binjai Amir Hamzah, belum lama ini. Kedatangan Amir, pasca pedagang bakso ditagih pajak restoran dan rumah makan, oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Binjai, yang mencapai Rp6 juta.

BEBAN PAJAK: Foto UMKM di Kota Binjai yang dibebankan pajak yang besar. 

Namun menurut Handoko, Amir datang hanya memberi support atau dukungan kepadanya. Bukan memberi solusi soal penagihan pajak restoran dan rumah makan tersebut.

“Cuma berikan support saja ke aku,” ungkap Handoko, saat dikonfirmasi, akhir pekan lalu.

Namun, Handoko tak menjelaskan secara detail, terkait support yang diberikan Amir. Menurut dia, Pemko Binjai mewajibkan pedagang membayar pajak restoran dan rumah makan di tengah pandemi. Alasannya, untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun demikian, lanjut Handoko, pedagang tengah menunggu sosialisasi kembali dari Pemko Binjai.

“Menunggu sosialisasi dari pemerintah,” katanya.

Dia pun menjelaskan, pedagang kaki lima (PKL) saat ini masih menunggu keputusan dari Pemko Binjai. Apakah tetap menagih pajak restoran dan rumah makan, atau tidak. Nantinya, dalam sosialisasi, petugas akan mendatangi lokasi jualan pedagang. Saat datang, petugas akan melihat kondisi jualan atau lapak pedagang. Bila lapak jualan hanya berdinding kayu, dan berjualan di pinggir jalan, akan diperhitungkan persen penagihan pajak.

“Ya menunggu mereka (petugas) datang ke setiap warung, layak atau tidak dikutip penagihan pajak 10 persen,” jelas Handoko.

Sayangnya, Handoko juga belum dapat mengetahui secara persis, apakah penerapan penetapan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2011 ini. Soalnya, Pemko Binjai juga belum memberi kepastian apakah pajak tetap dipungut atau akan melakukan pengurangan persenan.

Sebelumnya, Kepala BPKAD Kota Binjai Affan Siregar, juga menolak konfirmasi wartawan, terkait penagihan pajak restoran dan rumah makan kepada PKL. Padahal kedatangan wartawan ingin menindaklanjuti persoalan pajak restoran dan rumah makan kepada PKL, yang sudah mengerucut kepada 2 pilihan. Diketahui, DPRD Binjai menyatakan ada 2 pilihan yang diberikan kepada Pemko Binjai mengenai pajak PKL. Yakni penundaan penagihan pajak kepada PKL, karena saat ini masih di tengah pandemi. Dan pengurangan persenan yang dikenakan dalam penagihan pajak. (ted/saz)

Hari Ini, Madrasah di Binjai Mulai PTM

PROKES: Pemerintah mengizinkan belajar tatap muka di daerah yang menerapkan PPKM Level1-3 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.dewi/sumu tpos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Binjai, belum melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Kepala Kantor Kemenag Kota Binjai, H Ainul Aswad menjelaskan, PTM yang dilakukan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN), merujuk Surat Edaran Wali Kota Binjai pada 1 September 2021.

Ilustrasi.

Dalam surat tersebut, Ainul menafsirkan, pihaknya diizinkan menggelar PTM setelah 14 hari dari surat edaran dikeluarkan.

“Saya memahaminya, 2 minggu setelah surat edaran. Saya merujuk surat edaran Pak Wali, di edaran itu dalam 2 minggu (baru diizinkan menggelar PTM),” ungkap Ainul, Minggu (19/9).

Pada surat edaran itu juga, Pemko Binjai memberi izin hanya untuk anak kelas satu di madrasah sederajat yang boleh melaksanakan PTM.

“Surat edaran dari Pak Wali juga sudah saya sampaikan ke semua kepala madrasah,” beber Ainul lagi.

Proses pembelajaran hanya 2 jam, dengan jumlah siswa sebanyak 50 persen yang diperbolehkan mengikuti PTM.

“Masih hanya kelas satu, dari jam 8 sampai 10 pagi. Gelombang kedua dari jam 10 sampai 12. Untuk kelas 2, belum ya,” bebernya.

Proses pembelajaran tetap dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Ainul menyatakan, MIN, MTsN dan MAN, sudah siap menggelar PTM dengan prokes ketat.

“Seluruh siswa akan memakai masker dan dibuat jarak saat PTM berlangsung. Kalau orang tua, inginnya semua anak-anak masuk. Namun, kami masih tetap menunggu surat edaran Pak Wali. Satu arahan dari Pak Wali,” katanya.

Sementara itu, guru dan siswa di seluruh madrasah Kota Binjai, sudah mendapat vaksinasi. Bahkan, program vaksinasi terus berlanjut, yang menyasar guru maupun siswa.

“Secara umum, sudah ada lebih 50 persen guru dan siswa yang divaksin. Karena, vaksinasi jadi persyaratan untuk dapat menggelar PTM,” pungkas Ainul. (ted/saz)

Sidang Penggelapan Harta Warisan: Kuasa Hukum Korban Minta Majelis Hakim Bersikap Netral

KORBAN: Jong Nam Liong, Jong Gwek Jan, dan Mimiyanti berharap majelis hakim dapat bersikap adil dan netral dalam mengadili perkara yang mereka hadapi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kuasa hukum korban Jong Nam Liong berharap majelis hakim yang mengadili perkara dugaan penggelapan harta warisan melalui akta palsu, dengan terdakwa David Putranegoro alias Lim Kwek Liong, bisa berlaku adil dan bersikap netral.

KORBAN: Jong Nam Liong, Jong Gwek Jan, dan Mimiyanti berharap majelis hakim dapat bersikap adil dan netral dalam mengadili perkara yang mereka hadapi.

Hal itu disampaikan Longser Sihombing SH MH, menyikapi adanya indikasi keberpihakan majelis hakim kepada terdakwa saat persidangan berlangsung. Dia menilai majelis belum utuh mendalami jawaban saksi terkait terdakwa menemui saksi dengan sendiri-sendiri, dengan cara menyodorkan selembar surat untuk dibubuhi sidik jari dan tandatangan saksi, padahal sudah diterangkan saksi.

“Tanpa runut langsung majelis hakim mengalihkan pertanyaan terkait pembagian uang hasil penjualan apartemen di Singapura dan dikaitkan dengan materi Akta No 8 tentang pembagian warisan 12 persen dengan pertanyaan berikutnya terkait transfer, ini kan aneh,” kata Longser kepada wartawan, Sabtu (18/9).

Bukan itu saja, sambungnya, hakim juga tidak pernah mempertanyakan kepada saksi apakah kenal dengan Notaris FN SH (tersangka II) dan penghadap lainnya hadir di kantor notaris tersebut.

“Aneh dan super aneh. Mengapa aneh karena majelis hakim tidak pernah mendalami pertanyaan bagaimana kebenaran pembuatan minut akta 8 yang wajib dibingkai dengan kebenaran syarat formil dan kebenaran syarat materil dan terkhusus keberadaan almarhum Yong Tjing Boen pada tanggal 21 Juli 2008 atau penerbitan akta itu sedang opname di RS Mounth Elisabeth Singapora dibuktikan dengan pasport, surat dirjen imigrasi dan bukti valid rekam medic. Jadi kami berharap majelis hakim bisa bersikap netral dan berlaku adil seadil-adilnya dalam mengadili perkara ini,” jelasnya.

Longser menjabarkan, dari hasil pemantauannya selama mengikuti perkara ini di persidangan, banyak kejanggalan yang ditonjolkan majelis hakim diketuai Dominggus Silaban. Salah satunya ketika pemeriksaan saksi yang merupakan pemilik tanah, Jong Nam Liong (pelapor), Yong Gwek Jan, Mimiyanti, Weni, Deni dan Juliana. salah satunya, hakim kerap membentak , menyebut ‘kau’ kepada saksi Mimiyanti, dan Jong Nam Liong padahal usia saksi jauh lebih tua dari majelis hakim.

Bukan itu saja, jaksa penuntut umum juga turut dibentak hakim Dominggus karena dinilainya salah dan mengulang-ulang pertanyaan.

“Harusnya hakim lebih memiliki etika terhadap orang yang lebih tua dari usianya. Oleh karena itu kami telah menyurati Komisi Yudisial (KY) agar melakukan pemantauan dan pengawasan langsung ke persidangan,” tegas Longser.

Pihaknya juga meminta kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Andreas Purwantyo Setiadi agar mengevaluasi kinerja majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut. “Bila perlu diganti,” pungkasnya.

Terpisah, Humas PN Medan, Immanuel Tarigan saat dikonfirmasi menjawab bahwa PN Medan melalui majelis hakim tentunya memimpin persidangan dengan objektif dan berdasarkan hukum acara.

“Terkait adanya dugaan timbulnya potensi pelanggaran etik silahkan para pihak atau lembaga terkait memantau jalannya persidangan yang terbuka untuk umum,” kata Immanuel. (man/azw)

Kakek Cabuli Bocah SD di Kebun Kelapa

PELAKU CABUL: Pelaku mengenakan baju garis-garis diapit oleh tim opsnal Unit PPA Satreskrim Polresta Deliserdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Seorang kakek warga Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang,Sumatra Utara mencabuli bocah SD berusia 8 tahun. Perbuatan bejat dilakukan pelaku berinisial Z terhadap PN di kebun kelapa tak jauh dari kediaman korban di Kecamatan Beringin.

PELAKU CABUL: Pelaku mengenakan baju garis-garis diapit oleh tim opsnal Unit PPA Satreskrim Polresta Deliserdang.

Kini, pria yang sudah berusia 68 itu telah diamankan oleh Unit Tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Deli Serdang, Jumat, 17 September 2021.

“Kami mengamankan pelaku usai menunaikan ibadah salat magrib di masjid Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin,” ujar Kasatrekrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus SIK SH MH, Sabtu (18/9).

Firdaus mengungkapkan, terungkapnya kasus asusila ini lantaran pelaku saat menyetubuhi tubuh mungil korban tertangkap basah.

“Saksi TS melihat Z tanpa busana dengan PN. Dari situlah, korban ditanyakan apa yang terjadi. Ia mengaku keperawanannya telah dinodai pelaku. Tak terima atas perbuatan bersangkutan, lalu melaporkan ke Polresta Deli Serdang dan kemudian dilakukan penangkapan,” ungkap mantan Kasatreskrim Polres Langkat ini.

Dari hasil interogasi, kata Firdaus pelaku menyetubuhi korban sudah berulangkali. “Dia (K) mengakui bahwa telah ‘menikmati’ tubuh korban dua kali. Saat ini, pelaku tengah dalam pemeriksaan intensif guna mengetahui motif melakukan perbuatan asusila tersebut,” pungkas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2006. (mbo/azw)

Video Dugaan Penganiayaan Napi Viral di Medsos, Kalapas Tanjunggusta Selidiki Keterlibatan Pegawai

VIRAL: Seorang napi Lapas Tanjunggusta Medan saat menunjukkan luka dugaan bekas penganiayaan yang viral di medsos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Baru-baru ini video seorang warga binaan (narapidana) yang tak mengenakan baju menunjukkan tubuhnya penuh luka memar pada bagian punggung viral di media sosial (medsos). Video dugaan penganiayaan tersebut, diduga terjadi di Lapas Kelas 1A Medan.

VIRAL: Seorang napi Lapas Tanjunggusta Medan saat menunjukkan luka dugaan bekas penganiayaan yang viral di medsos.

Menanggapi video viral itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas 1A Medan, Erwedi Supriyatno membenarkan rekaman video tersebut berlangsung di Lapas Tanjunggusta.

“Benar, untuk dugaan sementara kejadiannya itu pada hari Jumat, 17 September 2021 pagi. Sehingga kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Erwedi, Sabtu (18/9) malam.

Bahkan, kata dia, tim dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sumut, juga akan melakukan pemeriksaan.

“Jika memang nanti pemeriksaan itu terbukti benar dilakukan oleh pegawai, maka akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya.

Erwedi mengatakan, korban merupakan tahanan kasus narkoba dan sudah menjalani hukuman sekitar 7 tahun dari vonis 14 tahun.

“Sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi penganiayaan maupun pemerasan, kita akan memperketat pengawasan terhadap para petugas lapas,” pungkasnya.

Diketahui dalam rekaman video tersebut, perekam mengatakan bahwa napi dianiaya oleh pegawai dan kejadian tersebut berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Tanjunggusta Medan.

Perekam video juga menyebutkan para sipir meminta mereka sejumlah uang hingga mencapai Rp30 hingga Rp40 juta jika ingin keluar dari Lapas Tanjunggusta. Ironisnya, jika tidak diberi uang, korban akan dianiaya.

“Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas 1 Medan. Kami bukan binatang, kami manusia, Pak,” kata napi perekam. (man/azw)

FKIB Minta Polisi Usut Pembakaran Vihara di Pancurbatu

DIBAKAR: Pondok meditasi Vihara Rakhitavana Buddhist Centre di Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara yang diduga dibakar OTK, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu (FKIB), Martono, mengatakan pihaknya mendesak kepolisian segera menyelesaikan kasus pembakaran pondok meditasi Vihara Rakhitavana Buddhist Centre di Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

DIBAKAR: Pondok meditasi Vihara Rakhitavana Buddhist Centre di Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara yang diduga dibakar OTK, kemarin.

Pondok meditasi itu diketahui dibakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada (4/9) lalu.

“Jadi kita enggak mau masalah ini berlarut. Kita pastikan kepada Polsek supaya segera dituntaskan persoalan ini,” kata Martono kepada wartawan, Sabtu (18/9).

Martono mengaku khawatir jika kasus ini tidak segara diselesaikan, maka akan merembet ke isu agama atau SARA.

Apa lagi, kata Martono, rumah ibadah itu belum diresmikan meskipun sudah berdiri cukup lama. Ia mengatakan, selama proses pembangunan rumah ibadah itu, pihak vihara sering kehilangan barang-barang.

“Tapi mereka gak ambil pusing lah, yaudah lah. Tapi pembakaran mereka enggak terima. Makanya mereka buat laporan,” ucapnya.

“Jadi warga Tionghoa dan pengurus vihara tersebut berharap supaya pelaku tertangkap. Udah dibuat laporan, tapi sampai sekarang belum ada perkembangannya,” katanya.

Martono mengaku mendapat kabar pembakaran itu seminggu setelah terjadi insiden dan pihaknya lantas mendatangi lokasi pada Selasa (14/9). Menurutnya, penjaga vihara baru mengetahui pembakaran itu pukul 04.00 pagi dan langsung melaporkan ke kepala desa, yayasan dan ke kepolisian setempat.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Hadi Wahyudi menyebut pihaknya akan memeriksa terlebih dahulu pembakaran itu. “Nanti kita cek ya,” kata dia kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (18/9).

Sementara Polsek Pancurbatu, Deliserdang, mengatakan juga mengatakan hal senada. “Kami masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi saksi. Itu bukan vihara, tapi seperti bangunan, coba tanya saja bukan vihara itu,” kata Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedy Darma kepada wartawan, Sabtu (18/9). (cnn/azw)

Terus Perkuat Ekosistem 5G, Layanan VoLTE Telkomsel Kini Hadir di 219 Kota

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya untuk memperkuat ekosistem 5G, Telkomsel terus memperluas jangkauan layanan Voice over Long-Term Evolution (VoLTE) di Indonesia. Kini layanan VoLTE Telkomselsudah dapat dinikmati di 219 kabupaten/kota dari total 230 kabupaten/kota di Indonesia yang ditargetkan hingga akhir tahun 2021.  Perluasan jangkauan layanan VoLTE Telkomsel juga diiringi dengan perluasan kolaborasi bersama mitra perangkat ponsel pintar yang telah mendukung teknologi VoLTE. Hingga kini, layanan VoLTE Telkomseltelah dapat digunakan di lebih dari 100 tipe smartphone, yang terdiri dari berbagai brand seperti Advan, Evercross, Huawei, Oppo, Realme, Samsung, Vivo dan Xiaomi.

Layanan VoLTE Telkomsel telah hadir di 219 kabupaten/kota, dari total target perluasan jangkauan 230 kabupaten/kota selama tahun 2021. Layanan VoLTE Telkomsel sudah dapat digunakan pada lebih dari 100 tipe smartphone. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.telkomsel.com/volte.

Direktur Network Telkomsel Nugroho mengatakan, “Sebagai leading digital telco company, Telkomsel terus memperkuat pilar digital connectivity, yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan dan pemanfaatan digital platform dan digital services bagi masyarakat Indonesia. Hadirnya teknologi jaringan VoLTE akan turut memperkuat perkembangan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, serta membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi masyarakat dalam  menjalani aktivitas keseharian dan meningkatkan produktivitasnya melalui pemanfaatan teknologi terkini.”

Nugroho lebih lanjut menambahkan, perluasan cakupan jaringan VoLTE oleh Telkomsel merupakan bagian dari akselerasi peralihan jaringan 2G dan 3G ke 4G/LTE.

“Dengan menggunakan layanan VoLTE, pelanggan dapat merasakan pengalaman panggilan telepon yang lebih lancar, cepat, dan jernih dibanding panggilan konvensional ataupun Voice over IP (VoIP). VoLTE juga memungkinkan pelanggan untuk melakukan panggilan suara berkualitas HD sambil menikmati akses internet baik itu browsing, bermain game, video streaming, secara bersamaan. Ke depannya, teknologi layanan Video Ring Back Tone (RBT) juga dapat diimplementasikan ketika pelanggan melakukan panggilan telepon suara atau video di jaringan VoLTE,” jelas Nugroho.

Pengembangan teknologi VoLTE juga merupakan perwujudan komitmen Telkomsel sebagai operator seluler 5G pertama di Indonesia, dalam membangun ekosistem 5G secara terukur. Berbagai potensi use-case seperti layanan interactive calling dan interoperable communication juga merupakan bentuk pengembangan kapabilitas teknologi VoLTE, yang nantinya akan membuka peluang layanan suara dengan kualitas jauh lebih tinggi ketika dinikmati di jaringan 5G.

Telkomsel senantiasa menjaga konsistensi dalam menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan dalam mengakses layanan broadband dan teknologi digital terkini. Mengetahui besarnya manfaat dari layanan VoLTE bagi pelanggan, Telkomsel mengakselerasi perluasan cakupan jaringan VoLTE hingga meningkat sekira 350% sejak awal 2021. Pengguna layanan VoLTE Telkomselsendiri kini telah mengalami pertumbuhan sekira 80,9% sejak awal 2021.

Informasi lebih lanjut mengenai VoLTE Telkomsel termasuk lokasi cakupan jaringan VoLTE Telkomsel serta smartphone yang mendukung layanan VoLTE dapat diakses di situs www.telkomsel.com/volte.

Waspada! Hindari Transaksi Menggunakan WiFi Publik

ASAHAN, SUMUTPOS.CO —Selain tidak berlebihan memunculkan data pribadi saat berselancar di internet dan media sosial, penting untuk menghindari segala transaksi apapun menggunakan WiFi publik. Hal tersebut bagian dari mencegah segala bentuk tindakan yang dapat merugikan masyarakat sebagai pengguna internet.

WEBINAR: Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI diselenggarakan di Kabupaten Asahan, Sumut, mengangkat tema besar “Kiat-kiat Melawan Hoaks” pada 23 Agustus 2021. (IST)

Demikian disampaikan Ria Lyzara, selaku Product Manager Telkom Indonesia dan Google Product Expert, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang digagas Kementerian Kominfo RI di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada 23 Agustus 2021.

“Cara agar aman di internet, antara lain jangan membagikan identitas di media sosial, gunakan password yang kuat dengan huruf, angka dan simbol, jangan asal mengklik link, perhatikan pengaturan aplikasi, atur juga di isi aplikasi, perbarui software dan hindari aplikasi bajakan, pasang antivirus, waspada dengan teman dunia maya, hindari transaksi menggunakan WiFi publik, serta berfikir kritis. Laporkan penipuan digital, melalui patrolisiber.id atau cekrekening.id,” katanya melalui tema bermateri ‘Tips dan Pentingnya Internet Sehat’.

Internet sehat, menurutnya, merupakan konsep penggunaan internet secara bijak dan sesuai dengan etika atau norma yang berlaku, tanpa membahayakan keamanan diri sendiri ataupun orang lain. Jenis data pribadi yang perlu dilindungi, sebut dia meliputi data pribadi bersifat umum dan data pribadi bersifat spesifik. Data pribadi bersifat umum, misalnya, berisi nama lengkap, alamat, kewarganegaraan, agama, serta data pribadi yang dikombinasikan untuk mengidentifikasikan seseorang.

“Data pribadi yang bersifat spesifik, mencakup data dan informasi kesehatan, data biometrik data kesehatan, data keuangan pribadi, dan data lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

Salah satu upaya mengantisipasi tindak kejahatan siber, melalui pendekatan wawasan kebangsaan dan kebudayaan.

“Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang yang dilandasi kesadaran sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wawasan kebangsaan dapat diperoleh pada pendidikan formal maupun pendidikan nonformal serta melalui literasi digital maupun wadah nonformal untuk memahami wawasan kebangsaan,” kata Khairul Fahmi, akademisi Labuhanbatu kala berbicara di sesi Budaya Digital.

Artinya terang dia, setiap orang dapat mengakses informasi tentang wawasan kebangsaan di media. Untuk meningkatkan wawasan kebangsaan pada literasi digital harus menjadi pekerjaan bersama seluruh elemen masyarakat pengguna media digital untuk mengawasi postingan yang bersifat provokasi dan memecah belah persatuan.

“Cara untuk meningkatkan wawasan kebangsaan melalui literasi digital antara lain mengarahkan pelajar dan mahasiswa untuk mencari artikel tentang wawasan kebangsaan di media digital,” ujarnya.

Adapun Pati Perkasa, seorang konsultan media dan CEO Instereo Group, melalui paparan tema ‘Artificial Intellengence, Teknologi untuk Kemudahan Manusia’, menjelaskan artificial intellengence atau kecerdasan buatan merupakan sistem komputer yang mampu melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia. Teknologi ini dapat membantu keputusan dengan cara menganalisis dan menggunakan data yang tersedia di dalam sistem.

“Proses yang terjadi pada artificial intellengence mencakup pembelajaran, penalaran, dan koreksi diri. Proses ini mirip dengan manusia yang melakukan analisis sebelum memberikan keputusan. AI dapat melakukan salah satu dari keempat faktor berikut, sistem yang dapat bertindak layaknya manusia, sistem yang bisa berpikir seperti halnya manusia, sistem yang mampu berpikir rasional, serta sistem yang mampu bertindak secara rasional,” urainya.

Contoh AI dalam sehari-hari, sebut Pati antara lain deepface Facebook, rekomendasi produk pada e-Commerce, asisten virtual, chatbot untuk bisnis, prediksi pencarian google, dan filter media sosial. “Pekerjaan yang akan digantikan AI, meliputi customer service, security, penerjemah, kurir servis, guru, respsionis, dan bookkeeping dan data entri,” pungkasnya.

Sedangkan Indrawaty Sinaga, Ketua LPPA Labuhanbatu melalui tema ‘Bahaya Pornografi Pada Perkembangan Otak Anak’ menjabarkan, pengaruh pornografi pada otak anak ialah penurunan fungsi Prefrontal Cortex yang dapat menyebabkan mudah berbohong, harga diri menurun, depresi, sulit menahan diri, sulit konsebtrasi, dan sulit berpikir kritis.

Menurutnya peran orang tua untuk mencegah kecanduan pornografi bagi anak, antara lain membangun hubungan yang baik dengan anak, memberikan pendidikan seksual sesuai usia, menanamkan pengertian mengenai baik buruknya internet, tetap menjaga informasi pribadi, serta tetap mengawasi anak dalam menggunakan internet.

“Tips bagi anak yang sudah terpapar pornografi, meliputi tidak panik dengan melakukan pendekatan dari hati ke hati, pahami keingintahuan anak, menekankan nilai-nilai agama dan norma masyarakat, menjalin komunikasi serta membuka diri sehingga anak tidak ragu untuk berdiskusi, serta meminta bantuan professional psikolog dan psikiater,” ucapnya.

Webinar diakhiri Ribka Priskila Rompis, seorang penari, entertainer, dan influencer yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, kegiatan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya SDM yang memiliki talenta digital. Berkenaan dengan itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera pada 77 kabupaten/kota dari Aceh hingga Lampung.

Ditjen Aptika memiliki target hingga 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital, yakni secara spesifik dimulai pada 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta internet yang semakin masif oleh masyarakat, sehingga implementasi program literasi digital di daerah perlu terus digalakkan. (rel/dek)

Pengurus Pusat dan Keluarga Besar FAHMI UMMI Laksanakan Vaksin Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Pusat beserta Keluarga Besar FAHMI UMMI melaksanakan vaksinasi Covid-19 yang diikuti 550 peserta vaksin di Sekretariat FAHMI UMMI, Jalan Danau Toba No 1F Medan, Kamis (16/9). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian FAHMI UMMI untuk ikut bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menanggulangi wabah Covid-19.

Ketua Umum Pengurus Pusat FAHMI UMMI, Ir Mislaini Suci Rahayu MEc Dev mengatakan, FAHMI UMMI ingin selalu dekat dengan masyarakat dan ikut berperan dalam setiap kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. “Saya mengucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut mensukseskan kegiatan ini, khususnya kepada Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi, juga Ketua TP PKK Sumatera Utara Ibu Nawal Lubis, Tim Satgas Covid-19 Sumut, Dinas Kesehatan Sumut, Rumah Sakit Haji, dan beberapa Puskesmas yang ikut membantu sebagai vaksinator,” kata Mislaini didampingi Sekretaris FAHMI UMMI Elvi Hadriany SP MPsi dan dr Tengku Gita Aisyaritha SH M Hum sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Mislaini juga mengungkapkan, sebagai organisasi yang belum genap 2 tahun berdiri, FAHMI UMMI ingin terus mengembangkan semua program kerja yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus Keluarga Besar FAHMI UMMI, sehingga keberadaan FAHMI UMMI benar-benar dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, FAHMI UMMI juga mengajak masyarakat yang berlokasi di sekitar Sekretariat Pengurus Pusat FAHMI UMMI untuk ikut divaksin, sehingga kegiatan tersebut dirasakan oleh masyarakat langsung, khususnya yang berada di sekitar Sekretariat Pengurus Pusat FAHMI UMMI. “Ke depannya, FAHMI UMMI akan terus berperan ikut membantu pemerintah, khususnya dalam program-program yang menyentuh masyarakat banyak, dan tak lupa, saya mengucapkan terima kasih kepada ketua panitia pelaksana, beserta tim yang sudah bekerja cukup baik sehingga pelaksanaan vaksin dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, Ketua Panitia dr Tengku Gita menyampaikan, total peserta vaksin yang terdaftar adalah sebanyak 550 peserta, namun yang bisa divaksin adalah sebanyak 452 peserta. Adapun kegagalan peserta vaksin disebabkan kesehatan dan lain sebagainya yang sesuai ketentuan yang mengakibatkan peserta tersebut tidak bisa divaksin. “Saya juga mengucapkan Terima Kasih kepada Semua Pihak yang membantu, sekaligus kepada Tim Panitia yang bekerja cukup baik sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaan vaksin tersebut dengan tetap mengutamakan Protokol Kesehatan,” ujarnya.

Terpisah, Dewan Pembina FAHMI UMMI, Romo H RM Syafi’i SH MHum menyampaikan apresiasinya kepada Satgas Penanganan Covid-19 Sumut terkhusus Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis yang mempercayakan pendistribusian vaksin untuk masyarakat sebanyak 550 dosis kepada FAHMI UMMI. Romo juga mengatakan, melalui kegiatan ini mereka ingin menyampaikan bahwa FAHMI UMMI memang hadir untuk pelayanan kepada masyarakat dengan bidang tugasnya yakni politik, hukum, ekonomi, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. “Jadi kegiatan ini memang merupakan bagian dari kerja FAHMI UMMI dan FAHMI UMMI tentu semakin terasa kehadirannya dengan kemitraan yang dijalin dengan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut,” katanya.

Romo berharap, program ini dapat berjalan dengan baik dan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar dapat terus mengajak FAHMI UMMI bermitra dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat. Tidak hanya di bidang kemasyarakatan seperti ini, namun juga dapat di bidang-bidang lain. FAHMI UMMI memang hadir untuk memberi arti kepada masyarakat di bidang-bidang yang menjadi Tupoksi FAHMI UMMI itu sendiri.

“Saya sebagai Dewan Pembina FAHMI UMMI sangat bangga dan mengapresiasi kerja FAHMI UMMI dan kemitraan yang dibangun dengan Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, terkhusus kepada Bu Nawal Lubis Edy Rahmayadi atas dukungan yang telah diberikan. Semoga kerja sama ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya. (adz)

Tinjau Persiapan Hari Kesaktian Pancasila, Ketua MPW PP Sumut Kunjungi Kampung Kolam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumut, H Kodrat Shah mengunjungi Tugu Pahlawan Ampera di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sabtu (18/9). Kodrat Shah ingin meninjau langsung persiapan di lokasi yang akan menjadi lapangan upacara pada malam renungan suci dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 30 September 2021.

“Meski dalam situasi Pandemi Covid 19, kita akan tetap melaksanakan upacara Malam Renungan Suci di Tugu Ampera Kampung Kolam ini dengan prokes yang sangat ketat. Upacara Kesaktian Pancasila ini wajib dilaksanakan setiap tahunnya oleh Pemuda Pancasila meskipun di masa pandemi,” kata Kodrat Shah di hadapan panitia pelaksana kegiatan dan kader yang hadir dalam gotong royong pembersihan lokasi.

Kodrat juga menyampaikan, upacara kali ini akan digelar mirip dengan tahun lalu dengan konsep yang sama, menerapkan prokes ketat. Peserta upacara juga dibatasi dengan jarak dan akan dilakukan swab antigen sebelum memasuki Tugu Ampera. “Nanti ketika acara berlangsung, kami harap kader tidak membludak di Tugu Ampera Kampung Kolam. Mohon dimaklumi karena sedang masa pandemi,” pinta Kodrat Shah.

Ketua Panitia Pelaksana NG Hikmet didampingi Sekretaris Zainuddin Nasution dan Bendahara Muslih Harahap kepada wartawan mengatakan, persiapan sudah mencapai 80 Persen. Disebutnya, Tugu Ampera ini menjadi lokasi yang penuh historis bagi perjuangan Pemuda Pancasila dan renungan suci serta upacara Hari Kesaktian Pancasila harus terus dilaksakan setiap tahunnya untuk mengingat kekejaman PKI dan sejarah kelamnya.

NG Hikmet juga mengungkapkan, menurut rencana akan hadir sebagai Inspektur Upacara Ketua Umum Pemuda Pancasila KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno SH. “Mudah-mudahan, Insya Allah akan hadir bersama kita pada upacara tersebut Ketua Umum Pemuda Pancasila, apabila tidak berhalangan. Mari kita doakan,” pungkas NG Hikmet. (adz)