SIAP SIAGA:
Gubsu Edy Rahmayadi bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI T Hasanuddin dan Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto meninjau personel saat apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan gelar peralatan bencana Provinsi Sumut, di Lanud Soewondo, Medan, Senin (13/9).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta semua elemen masyarakat siap siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Ini perlu menjadi perhatian, karena dalam beberapa hari terakhir Sumut dilanda cuaca ekstrem.
SIAP SIAGA:
Gubsu Edy Rahmayadi bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI T Hasanuddin dan Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto meninjau personel saat apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan gelar peralatan bencana Provinsi Sumut, di Lanud Soewondo, Medan, Senin (13/9).
Berdasarkan prediksi Tim Reaksi dan Analisis Kebencanaan (TReAK) di Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), curah hujan akan meningkat di bagian utara Indonesia pada September 2021. Hujan maksimum September terkonsentrasi di pesisir barat Sumatera bagian Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Timur serta Papua bagian utara.
Senada dengan hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumut. Karena itu, Gubsu Edy Rahmayadi berharap semua pihak termasuk masyarakat waspada dan berupaya mencegah terjadinya bencana.
“Cuaca ekstrem sedang berlangsung, itu menuntut kita selalu waspada menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Seluruh elemen baik pemerintah maupun non-pemerintah harus bisa bekerja sama dan memiliki koordinasi yang kuat untuk mengantisipasi terjadi bencana, sehingga kita bisa merespons dengan cepat dan tepat,” kata Edy Rahmayadi, usai Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana di Apron Charlie Lapangan Udara Soewondo Medan, Senin (13/9).
Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020, Sumut berada di urutan ke-16 dari 19 provinsi yang masuk kelompok berisiko tinggi. Bila dipersempit lagi, ada 13 Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam kelas risiko tinggi yaitu Gunungsitoli, Mandailingnatal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Padanglawas dan Labuhanbatu. Sementara 20 Kabupaten/kota lainnya berisiko sedang.
“Ada 13 daerah kita yang bila curah hujan tinggi rawan terjadi banjir dan tanah longsor. Karena itu, kita siapkan sekarang personel dan peralatan kita masing-masing. Bukan hanya di sini, saat apel, tetapi ditindaklanjuti ke chek point-chek point melihat kesiapan daerah masing-masing,” terang Edy Rahmayadi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Abdul Aris Lubis mengatakan, pada Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana ini diperlihatkan berbagai peralatan untuk menghadap bencana seperti dapur bergerak, alat-alat berat seperti ekskavator, perahu karet, pendeteksi suara, pemotong besi dan baja, alat komunikasi dan lainnya. Ada juga alat pendeteksi kedalaman dari relawan serta kendaraan-kendaraan taktis untuk bencana.
“Apel ini bukan hanya sekadar memperlihatkan personel dan peralatan, tetapi mengingatkan kita akan kewaspadaan terhadap bencana terutama pada daerah-daerah yang rawan. Kemudian kita akan tindaklanjuti ke daerah-daerah dan menyosialisasikannya ke masyarakat,” kata Aris.
Sementara itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin mengatakan TNI telah mempersiapkan peralatan, personel dan tim reaksi cepat untuk penanggulangan bencana di Sumut. Dia berharap semua pihak siap ketika terjadi bencana. “Kita tentu tidak ingin terjadi bencana, tetapi ketika terjadi kita harus siap. Kami dari TNI sudah mempersiapkan personel terbaik kami, peralatan dan juga tim reaksi cepat,” terang Hassanudin.
Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto menambahkan, kerja sama adalah kunci dalam menanggulangi bencana karena setiap elemen memiliki kelebihan masing-masing. “Kerja sama yang utama, baru kita petakan daerah rawan sehingga kita sudah stanby pada titik-titik rawan terbut, itu yang membuat respon kita bisa cepat bila terjadi bencana,” katanya.
Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana ini dihadiri oleh Pangkosekhanudnas III Marsma TNI Mohammad Nurdin, Danlantamal I Belawan Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono dan Danlanud Soewondo Kol Pnb JH Ginting. Hadir juga OPD terkait Pemprov Sumut, SAR Medan, relawan bencana dan organisasi-organisasi non-pemerintah. (prn)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, banyak masyarakat yang terpapar Covid-19 namun masih melakukan mobilitas di ruang publik. Budi mengatakan, sebanyak 3.830 orang positif Covid-19 terdeteksi masih melakukan aktivitas di luar rumah atau fasilitas kesehatan atau tempat isolasi. Pergerakan mereka terekam dalam aplikasi PeduliLindungi.
Budi Gunadi Sadikin.
“Kita bisa lihat surprisingly tetap saja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif Covid-19 tapi masih jalan-jalan,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9).
Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjelaskan, dari 3.830 orang tersebut, setidaknya 3.000 orang masih berjalan-jalan di mal. Kemudian, 43 orang masuk bandara, 63 orang bepergian dengan kereta, dan 55 orang berkunjung ke restoran. “Padahal orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid-19 yang harusnya stay di rumah atau isolasi terpusat,” katanya.
Budi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pelacakan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19, namun masih melakukan mobilitasnya. Nantinya pemerintah akan mengambil tindakan, meminta agar orang tersebut menjalani isolasi. “Dengan demikian, kita bisa melacak mereka dan memastikan mereka segera kita ambil untuk kita lakukan isolasi,” tegasnya.
Sementara terkait masuknya Covid-19 varian Delta ke Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa pemerintah kebobolan. Hal itu mengakibatkan tingginya angka kasus penularan.
Budi mengatakan, Covid-19 varian Delta masuk ke Indonesia lewat pintu masuk di jalur laut. Sehingga pemerintah mengaku kecolongan akibat lemahnya pengawasan di pintu masuk tersebut.
“Kemarin kita agak kebobolan karena kita lupa menjaga dari sisi lautnya banyak kapal-kapal pengangkut barang dari India krunya saat mendarat diizinkan turun. Sehingga menular,” ujar Budi.
Oleh sebab itu, Budi mengaku, pemerintah tidak ingin lagi kecolongan dengan varian baru Covid-19 tersebut. Karena itu pintu-pintu masuk di Indonesia diperketat. “Kita sudah lihat masuknya varian baru. Kalau ini tidak terjaga dengan baik di awal maka akan bisa sangat cepat menguasai landscape varian-varian yang ada,” katanya.
“Dari laut banyak yang harus kita perbaiki khususnya di Batam,” tambahnya.
Budi menuturkan, upaya penjagaan di pintu-pintu masuk Indonesia salah satunya adalah dengan pemerintah menerapkan karantina bagi orang yang datang dari luar negeri. “Oleh karena itu penting bagi kita untuk menjaga border kita. Perbatasan kita pintu-pintu masuk kita, memperketat namanya entry dan exit test dan termasuk mendisplinkan proses karantina,” tegasnya.
Siapkan 2 Skenario
Menkes Budi Gunadi mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan skenario terkait transisi dari pandemi ke endemi Covid-19. Menurutnya, terdapat dua skenario yang disiapkan. Misalnya skenario A di mana status endemi bisa dilakukan jika tak ada lagi lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri.
“Jadi skenario kondisi endemi. Kita memperkirakan bahwa kasus setahun itu 1,9 juta. Untuk informasi sekarang kasus kita sudah berjalan sejak Maret 2020 itu sudah ada 4 juta kasus,” ujar Budi.
“Jadi kita untuk skenario A bahwa ini kondisinya membaik terus atau rata dengan kondisi sekarang ada 1,9 juta kasus,” tambahnya.
Kemudian, lanjutnya, kedua adalah skenario B, jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat dari varian baru. Adapun skenario ini disiapkan untuk melakukan antisipasi adanya varian baru akibat Covid-19.
“Skenario B jika terjadi lonjakan varian baru mengakibatkan adanya lonjakan kasus kita mengestimasikan ada 3,9 kasus atau 2 juta kasus lebih tinggi dibandingkan skenario normal, skenario tidak ada lonjakan,” katanya.
Budi menuturkan, jika skenario B diterapkan maka akan ditingkatkan testing hinggak 58 juta tes sepanjang 2022. Kemudian vaksinasi juga terus dilakukan pemerintah. “Misalnya skenario A, testing 28 juta, kalau skenario B 58 juta testing,” ungkapnya.
Selanjutnya Budi juga menuturkan, pihaknya memperkirakan 80 persen dari total kasus akan membutuhkan tempat isolasi. Untuk itu pemerintah akan menyiapkan tempat isolasi bagi pasien Covid-19. “Isolasi terpusat dan isolasi mandiri kami akan persiapkan strateginya,” ungkapnya.
Selain itu, Budi mengaku pemerintah juga akan membenahi laboratorium, sehingga jumlah kapasitas seluruh laboratorium di Indonesia bisa merilis hasil pengetesan kurang dari 2 hari. Serta mempersiapkan jaringan whole genome sequence untuk memastikan seluruh Indonesia kita bisa terlacak jika ada Covid-19 varian baru.
“Testingnya juga akan kita rapikan, seluruh Puskesmas akan kita latih kembali akan kita pastikan sistemnya diserdaharakan agar pelaporan bisa lengkap. Kemudian, juga tracingnya yang sekarang sudah mulai membaik akan kita pastikan terus kita jalankan, termasuk juga aplikasi yang akan kita sederhanakan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan perihal pandemi virus korona yang diprediksi menjadi endemi. Ia menyebutkan, pandemi akan berubah menjadi endemi ketika situasi sudah lebih terkendali. “Endemi dapat digambarkan sebagai sebuah situasi di mana kondisi kasus lebih terkendali. Namun, bukan berarti virusnya hilang sepenuhnya,” kata Wiku.
Menurut Wiku, ada sejumlah hal yang mengindikasikan bahwa pandemi bertransisi menjadi endemi. Misalnya, meningkatnya kekebalan masyarakat terhadap virus. Kemudian, menurunnya angka infeksi alamiah sehingga jumlah pasien yang dirawat dan angka kematian akibat virus menurun.
Wiku mengatakan, hal itu dapat dicapai dengan instrumen pengendalian pandemi yang tengah diupayakan pemerintah saat ini.
Upaya tersebut mulai dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (testing, tracing, treatment), hingga vaksinasi di tiap kabupaten/kota di Indonesia.
BOR Sumut Turun
Terpisah, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengklaim bahwa kondisi bed occupancy rate (BOR) rumah sakit yang menangani Covid-19 di Sumut kini berada di angka 19 persen. Hal itu jauh menurun bila dibandingkan dengan enam pekan lalu, kondisi BOR di Sumut sempat tembus di angka 80 persen.
Menurut Edy, angka 19 persen tersebut menunjukkan bahwa kasus penularan Covid-19 di Sumut kian hari semakin menurun. “Perlu saya sampaikan kepada kalian. Kita sekarang bahwa BOR kita itu sudah berada di angka 19 persen. Enam minggu lalu berada di angka 80 persen. Sekarang sudah 19 persen. Untuk ICU berada di 28 persen per hari ini. Itu tandanya rakyat kita yang sakit semakin berkurang,” katanya menjawab wartawan, Senin (13/9). Terkait adanya perbedaan data kasus Covid-19 di Sumut dengan Kementerian Kesehatan, Edy pun mengungkapkan salah satu penyebabnya. “Jadi begini, dari pusat masih pakai swab antigen reaktif, swab PCR positif, dimasukkan ke data. Tetapi lebih cenderung di kabupaten/kota di provinsi ini adalah, dicatat hanya yang hasil swab PCR untuk laboratorium, buka antigen. Jadi dia berbeda,” kata mantan Pangkostrad itu.
“Orang-orang di daerah, saya sudah panggil ini. Kalau sudah antigen dia reaktif, dia ditindaklanjuti dengan swab PCR. Kalau hasil swab reaktif dilaporkan, lalu dilanjutkan swab PCR orang yang sama dilaporkan. Ini double, inilah yang berbeda. Tak jadi persoalan, yang lebih penting kalian bisa rasakan sekarang ini dibandingkan dua atau tiga minggu lalu. Kita berharap dari hari ke hari semakin berubah semakin sedikit,” sambung Edy.
Sementara update data Covid-19 di Sumut per 13 September 2021 yang bersumber dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, bahwa kasus konfirmasi positif Covid-19 di Sumut bertambah 128 kasus. Dengan penambahan itu, total sementara kasus positif Covid-19 Sumut naik tipis dari 101.749 menjadi 101.877 orang.
Untuk kasus kesembuhan, Sumut masih mempertahankan tren yang tinggi dengan penambahan 647 orang. Dengan demikian, akumulasinya naik dari 89.570 menjadi 90.217 orang. Selanjutnya, untuk kasus kematian diperoleh penambahan 23 orang, sehingga jumlahnya naik dari 2.592 menjadi 2.615 orang. Karenanya, berdasarkan data tersebut, maka kasus aktif Covid-19 Sumut kembali turun jumlahnya sebanyak 539 poin yaitu 9.587 menjadi 9.048 orang. (jpc/prn/ris)
PENGHARGAAN: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan (kiri) saat menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian di Jakarta.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian, yang diserahkan langsung Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Istana Wapres, Jakarta, Senin (13/9).
PENGHARGAAN: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan (kiri) saat menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian di Jakarta.
Ashari menjadi satu dari 10 bupati dan 9 gubernur yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian. Pemkab Deliserdang mendapatkan penghargaan untuk kategori Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi Periode Januari 2020-Juni 2021.
Atas upaya tersebut, pemerintah pusat mengapresiasi kinerja dan prestasi pemerintah daerah yang telah berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, serta meningkatkan ekspor produk pertanian. Penganugerahan tersebut juga sebagai rangkaian peringatan Hari Tani Nasional 2021, yang jatuh pada 24 September mendatang.
“Anda telah bekerja keras dan menginspirasi kepala daerah lain untuk juga bekerja keras, berpacu meningkatkan pembangunan sektor pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkap Ma’ruf usai menyerahkan penghargaan di Istana Wapres.
Ma’ruf berharap, Abdi Bakti Tani tersebut menjadi semangat bagi para peraih penghargaan dan jajaran pemda lain, untuk berkomitmen menggerakkan roda pembangunan pertanian di daerah. Sebab, tanpa komitmen dan pemikiran kreatif mereka, roda pembangunan pertanian tak akan bisa berputar cepat dan memberikan hasil membanggakan.
Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Abdi Bakti Tani bertujuan untuk mengapresiasi kinerja pemda yang telah berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, dan meningkatkan ekspor pertanian. Terlebih bagi 273 juta penduduk Indonesia dalam rangka meningkatkan kebutuhan pangan dan juga melakukan ekspor produksi pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deliserdang Kamaluddin Ginting, dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Deliserdang Miska Gewasari, serta Kabag Tupim Ary Mulyawan, saat mendampingi Bupati Deliserdang, mengatakan, Pemkab Deliserdang terus berusaha memajukan sektor pertanian. Seperti berbagai subsektor, baik pangan, hortikultura, peternakan, serta perkebunan dengan mensukseskan program nasional.
“Dengan demikian, terlaksana peningkatan produksi dan produktivitas juga mutu produk pertanian. Yang akan memiliki nilai tambah juga berdaya saing, guna memperoleh peluang pasar internasional, modern, dan lokal, yang nantinya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tutur Miska, yang diaminkan Kamaluddin dan Ary. (rel/saz)
TINJAU: Sekda Kota Binjai H Irwansyah Nasution (3 kiri) didampingi Kepala Disdik Kota Binjai Sri Ulina Ginting (kiri) saat meninjau proses PTM di SMP Negeri 2 Binjai, Senin (13/9).
TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemko Binjai sudah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di seluruh sekolah yang ada di Kota Binjai, Senin (13/9). Namun, yang mengikuti PTM Terbatas, baru untuk siswa kelas 1 SD, VII SMP, dan X SMA/sederajat.
TINJAU: Sekda Kota Binjai H Irwansyah Nasution (3 kiri) didampingi Kepala Disdik Kota Binjai Sri Ulina Ginting (kiri) saat meninjau proses PTM di SMP Negeri 2 Binjai, Senin (13/9).
TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
KEPALA Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Binjai, Sri Ulina Ginting menjelaskan, PTM Terbatas dimaksud yakni hanya pelajar yang baru masuk pada masing-masing jenjang pendidikan. Ini dilakukan, menurutnya, untuk mengikuti instruksi dari pemerintah pusat, karena saat ini hampir seluruh tenaga pendidik sudah divaksin.
“Jadi, kami lakukan ini sebagai instruksi dari pemerintah pusat,” ungkap Lina, sapaan karib Sri Ulina Ginting.
Bahkan, lanjut Lina, tak seluruh pelajar yang mengikuti PTM Terbatas, hanya 50 persen dari jumlah siswa. “Hanya 50 persen dari jumlah murid yang dapat mengikuti PTM Terbatas ini. Dan waktunya cuma 2 jam per hari,” tuturnya.
Dia juga menjelaskan, kantin dan pedagang yang berada di depan sekolah, untuk saat ini disarankan untuk tidak berjualan. Pelarangan ini, menurutnya, tidak bersifat permanen. Artinya, jika sekolah dibuka dan penyebaran Covid-19 sudah teratasi, pedagang dapat berjualan kembali. “Kantin dan pedagang depan sekolah dilarang dulu (berjualan. Karena sekolah baru buka, dan ini masih tahap uji coba,” kata Lina.
Lina pun mengatakan, setiap sekolah wajib membentuk Satgas Covid-19, untuk jaga lingkungan sekolah agar bersih. “Harapannya ke depan, seluruh sekolah dapat buka seperti dulu, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes),” harapnya.
Sementara SD Negeri 025973 Jalan Samanhudi, Binjai Selatan, menggelar PTM Terbatas dengan menerapkan proses ketat. Sejumlah persiapan juga dilakukan SD Negeri 025973. “Kami menyiapkan ruang kelas, ruang guru, dan kantor yang bersih. Juga kami sediakan tempat pencuci tangan, alat pengukur suhu badan, serta masker,” ujar Kepala SD Negeri 025973, Yani Zulfi Astuti.
Yani menuturkan, ada 50 persen siswa yang mengikuti PTM Terbatas pada tahap pertama ini. Pemko Binjai, menurutnya, memberikan waktu sepekan untuk melihat kesiapan sekolah. Sehari, siswa yang mengikuti PTM Terbatas ini hanya 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa, dan waktu belajar dibatasi 2jam saja. “Jam belajar dibatasi hanya 2 jam setiap hari, ini untuk seminggu pertama,” bebernya.
Jika kondisi semakin baik, artinya tidak ada kasus positif Covid-19 di sekolah, maka siswa kelas lain juga akan dapat mengikuti PTM Terbatas. “Kelas selanjutnya masih dalam peninjauan oleh pemerintah. Jika kondisi membaik, kemungkinan akan dilakukan juga (PTM Terbatas),” pungkas Yani. (ted/saz)
EVAKUASI: Proses evakuasi korban hanyut di Sungai Sirahar, Desa Pusuk 2, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbanghasundutan.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Koordinator Pos SAR Parapat, Danau Toba, Hisar Turnip mengatakan, pihaknya berhasil menemukan korban hanyut yang terbawa arus Sungai Sirahar, di Desa Pusuk 2, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas).
EVAKUASI: Proses evakuasi korban hanyut di Sungai Sirahar, Desa Pusuk 2, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbanghasundutan.
“Benar. Korban sudah terlihat dari atas pinggiran sungai. Namun kondisi medan di lapangan, sedikit menyulitkan tim untuk mengevakuasi korban,” ungkap Hisar, Senin (13/9).
Kondisi medan yang sulit mengharuskan tim untuk membuat sistem tali temali, agar mempermudah recuer malkukan proses evakuasi korban dari dalam sungai di kedalaman jurang sekitar 100 meter. Disebutkan, posisi jasad korban ditemukan tim sekira pukul 09.30 WIB, tak jauh dari lokasi awal korban hanyut, yang berjarak sekitar 50 meter.
“Namun akhirnya sekitar pukul 13.30 WIB, korban baru berhasil diangkat dan dievakuasi. Selanjutnya jenazah korban kami serahkan kepada pihak keluarga, untuk disemayamkan di rumah duka,” tutur Hisar lagi.
Peristiwa hanyutnya korban diketahui terjadi Minggu (12/9) sore, sekira pukul 16.30 WIB. Korban merupakan mahasiswi Unimed, bernama Rahul boru Siringo-ringo (18), warga Dusun 5, Sosor Natam Pusuk, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas.
Saat kejadian, korban bersama 5 temannya sedang berwisata ke wilayah tersebut di tengah kondisi cuaca buruk. Di sekitar lokasi turun hujan cukup deras, yang menyebabkan air sungai meluap dan menyeret korban dan teman-temannya. Meski mereka sama-sama terjebak di pinggiran sungai, namun kelima temannya mampu menyelamatkan diri. Sementara korban nahas, terbawa arus sungai.
Teman korban yang selamat, pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan BPBD Kabupaten Humbahas. Yang selanjutnya dilakukan pencarian, namun korban tidak ditemukan, hingga akhirnya dilaporkan kepada petugas siaga Pos SAR Parapat, Danau Toba. (ant/saz)
OLAH TKP: Personel Unit Laka Satlantas Polres Binjai saat melakukan olah TKP kecelakaan di Simpang Kwalabegumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Senin (13/9).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah warga di Jalan Ahmad Yani, Dusun 3, Kelurahan Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, heboh atas peristiwa kecelakaan yang dialami Kemino (73). Warga Dusun 4 Sidodadi, Desa Paya Tusam, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat itu, tewas mengenaskan, Senin (13/9) pagi.
OLAH TKP: Personel Unit Laka Satlantas Polres Binjai saat melakukan olah TKP kecelakaan di Simpang Kwalabegumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Senin (13/9).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Kepala dan badan korban, terpisah setelah dilindas ban kanan dam truk dengan nomor polisi BK 8316 CD, yang dikemudikan Azwar Ariadi (49), warga Dusun 3, Desa Bekulap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Djoko Lelono menjelaskan, korban yang mengendarai sepeda motor jenis bebek dengan nomor polisi BK 5303 XI, awalnya berada di belakang dam truk, atau datang dari arah Kwala Air Hitam, menuju Simpang Kwala Begumit. Niat ingin mendahului, berujung duka.
Djoko juga menuturkan, saat sepeda motor korban mendahului dam truk, bersenggolan dengan setang sepeda motor lain yang datang dari arah berlawanan, serta tak diketahui nomor kendarannya. Tak ayal, korban hilang keseimbangan dan oleng terjatuh ke kiri, persis di bawah kolong dam truk. Sang sopir diduga tak mengetahui korban masuk ke kolong dam truk, dan melindasnya.
“Korban tewas di tempat. Jenazah korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham,” tutur Djoko.
Djoko menjelaskan, sepeda motor yang tidak diketahui nomor kendaraannya itu, melarikan diri setelah bersenggolan dengan korban. “Sopir memiliki SIM B-1 Umum. Kendaraan yang terlibat kecelakaan dan mengalami kerusakan, sudah dibawa ke Kantor Unit Laka Satlantas Polres Binjai, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (ted/saz)
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada satuan pendidikan yang berada daerah PPKM level 3,2,1dengan protokol kesehatan yang ketat.
Pelatihan Persiapan Sekolah menghadapi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas kepada 183 orang kepala sekolah SD dan SMP, dan 444 orang guru, di kota pematangsiantar 6 hingga 10 september lalu. Ist/Sumut Pos.
Tentu, hal itu tidak mudah karena di masa pandemi, pembelajaran tatap muka harus menjamin keamanan siswa dan guru. Seperti yang di ungkapkan Rosmayana, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar.
“Untuk mendukung persiapan sekolah dalam melaksanakan PTM terbatas pada masa transisi pandemic covid-19, Disdik Kota Pematang siantar melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota bekerjasama dengan Tanoto Foundation menyelenggarakan pembekalan guru dan kepala sekolah dalam pengetahuan dan keterampilan memfasilitasi persiapan PTM secara efektif,” ungkap Rosmayana.
“Pelatihan ini di tujukan kepada183 orang kepala sekolah SD dan SMP, dan 444 orang guru, yang di persiapkan untuk melaksanakan PTM terbatas,dengan mempersiapkan asesmen siswa, menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, dan fokus pemetaan Kognitif pada siswa serta pembuatan RPP berdiferensiasi,” lanjutnya.
Ketua K3S Kota Pematangsiantar, Sopar Aritonang mengungkapkan bahwa setiap kepala sekolah harus mempersiapkan daftar periksa persiapan sekolah mengahadapi PTM, serta rencana kebijakan dan program sesuai dengan kondisi sekolah.
“Diharapkan semua sekolah mempersiapkan apa yang sudah di sepakati dalam kegiatan ini, baik daftar periksa maupun rencana program nantinya, acara yang di laksanakan bertahap 6-7 dan 9-10 september 2021 yang difasilitasi oleh 2 orang Fasilitator kepala sekolah dan 8 orang fasilitator pembelajaran yang sebelumnya telah dilatih oleh Tanoto Foundation,” jelas Sopar Aritoang.
Sementara itu KoordinatorTanoto Foundation Sumatera Utara, Yusri Nasution menyampaikan bahwa penyebarluasan program persiapan sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka merupakan kebutuhan sekolah pada saat ini.
“saya menyambut baik inisiatif Dinas Pendidikan melalui K3S kota pematang siantar dalam penyebar luasan program persiapan sekolah menghadapi PTM di seluruh jenjang SD dan SMP di Kota Pematangsiantar, kami juga telah mempersiapkan sumber belajar e Pintar platform pelatihan guru dan kepala sekolah berbasis digital, yang akan kita luncurkan Selasa,14/9 yang bisa di manfaatkan oleh guru diseluruh Indonesia,” terang Yusri Nasution.(rel/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program Studi Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memberikan kemudahan dan keringanan biaya kuliah bagi para jurnalis dan pekerja media yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan Strata 2 (S-2) di Magister Ilmu Komunikasi UMSU.
AUDIENSI: Ketua Prodi Mikom UMSU Hj Rahmanita Ginting MSc PhD didampingi Sekretaris Prodi Dr Muhammad Thariq S.Sos ,M.I.Kom saat audiensi ke Redaksi Sumut Pos, diterima Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Asih Astuti, Jumat (10/9).
MIKOM UMSU membuka kelas Reguler A yang menawarkan berbagai kelebihan. Antara lain, diskon biaya kuliah dan uang pendaftaran serta bebas masuk tanpa testing. Kelebihan lain, jadwal perkuliahan juga fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan atau waktu yang disepakati bersama calon mahasiswa.
Untuk biaya kuliah, tak tanggungtanggung, UMSU memberikan potongan hingga 50 persen lebih kepada calon mahasiswa di kelas reguler A ini atau biaya kuliah yang dibebankan hanya Rp.4 juta untuk satu semester. Hal itu disampaikan Ketua Program Studi (Prodi) Mikom UMSU Hj Rahmanita Ginting MSc PhD didampingi Sekretaris Prodi Dr Muhammad Thariq S.Sos ,M.I.Kom saat beraudiensi ke Redaksi Sumut Pos, Jumat (10/9).
”Biaya kuliah sudah sangat murah. Paket hemat,”ujar Rahmanita. Rahmanita menjelaskan, fasilitas diskon buaya kuliah ini sebagai bentuk dukungan dari UMSU untuk peningkatakan Sumber Daya Manusia (SDM) para jurnalis atau pekerja di media.
Selama ini media merupakan mitra UMSU yang ikut kontribusi bagi perkembangan UMSU. ”Karena itu kolaborasi tetap kita bangun. Salah satunya dengan fasilitas ini. Kita memberi kesempatan kepada para jurnalis yang ingin melanjutkan studi S-2 dengan biaya kuliah yang lebih terjangkau.
Ini juga upaya kita untuk memotovasi para jurnalis agar dapat meningkatkan kemampuan diri melalui jenjang pendidikan pascasarjana,”ujarnya. Dikatakan Rahmanita, pada era Globalisasi ini, para jurnalis tentunya dituntut dapat lebih mengembangkan diri. Salah satunya lewat pendidikan.
Karena menurutnya, skiil jurnalis di lapangan akan semakin berkembang jika didukung dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Muhammad Thariq menambahkan, kelas reguler A ini memang utamanya disiapkan untuk para jurnalis dan pekerja media. Namun tidak menutup kemungkinan bagi kalangan umum.
Dan mahasiswa yang diterima tidak hanya dari S-1 jurusan komunikasi, tetapi juga terbuka bagi semua disiplin ilmu. Untuk pendaftaran, sebut Thariq sudah dibuka dan masih ada kesempatan mendaftar. Mikom UMSU, lanjutnya, selama ini selalu bekerjasama dengan para jurnalis.
Termasuk lewat even even seperti webinar dan sebagainya. Thariq juga berharap, Mikom UMSU bisa bekerjasama dengan Sumut Pos sebagai salah satu media yang peduli dengan dunia pendidikan. Kehadiran Prodi Mikom UMSU diterima Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Asih Astuti, M.I Kom yang juga alumni Mikom UMSU. (man)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Biznet, perusahaan infrastruktur digital terintegrasi di Indonesia, berkomitmen dalam menghadirkan layanan internet yang cepat dan stabil untuk warga Medan. Komitmen Biznet ditunjukkan melalui langkah perluasan jaringan yang terus dijalankan ke lebih banyak area di Kota Medan, yang diharapkan dapat menjadi pilihan layanan Internet terbaik dengan harga yang kompetitif untuk mendukung aktivitas digital warga yang semakin berkembang.
GATHERING: Tim Biznet saat menggelar Media Gathering, di Biznet Branch Medan Sidodadi, Jalan HM Yamin Medan, Jumat (10/9).
“Saat ini, jaringan Biznet di Kota Medan telah menjangkau lebih dari 65 kelurahan di Kota Medan, yakni kelurahan Sei Kera, Pandau Hilir, Sidorejo, Sukaramai, Helvetia Timur, Sei Sikambing D, Cinta Damai, Indra Kasih dan kelurahan lainnya,” ujar Senior Manager Regional Biznet, Endra Leonardy, yang merupakan sebagai pemateri, di acara Biznet Media Gathering yang diselenggarakan di Biznet Branch Medan Sidodadi, Jalan HM Yamin Medan, Jumat (10/9).
Turut hadir sebagai Pemateri lainnya, Senior Manager Marketing Biznet Adrianto Sulistyo dan Corporate Communication Manager Biznet Renya Nuringtyas. Dalam kegiatan tersebut, selain secara luar jaringan (Luring/ langsung), juga dilaksanakan secara dalam jaringan (Daring/ virtual).
Dalam hal ini, katanya, pihaknya memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya dalam tiga kategori jaringan, yakni Biznet Metronet (Small Medium Enterprise), Biznet Hospitality (Perhotelan), dan Biznet Dedicated. “Biznet Hospitality adalah layanan internet dedicated, khusus untuk perhotelan dan Biznet Metronet, layanan internet untuk small medium enterprise, untuk warnet, coffee shop, dan UMKM.
Sedangkan Biznet Dedicated adalah layanan internet dedicated 1:1, dengan service level agreement 99,8 persen,” sebutnya. Dijelaskannya, Medan adalah salah satu kota yang menjadi fokus Biznet dalam melakukan perluasan jaringan di Pulau Sumatra. “Kami melihat perkembangan kegiatan digital masyarakat di kota ini bertambah pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan hal itu menjadi motivasi Biznet untuk terus memperluas jaringan kami di kota ini,” jelasnya.
Hal ini, lanjutnya, semakin penting semenjak pandemi, di mana banyak kegiatan dilakukan secara online dari rumah seperti bekerja dan belajar, yang tentunya membutuhkan koneksi Internet yang memadai. “Karena itulah kami hadir di lebih banyak area di Medan,” ucapnya.
Dikatakannya, saat ini, Biznet telah resmi membuka dua kantor cabang di Kota Medan, yakni Biznet Branch Medan Sidodadi yang berlokasi di Jalan Prof HM Yamin, dan Biznet Branch Medan Simpang Tanjung, yang berlokasi di Ruko Tomang Elok, Jalan Gatot Subroto Medan.
Kedua kantor cabang ini, sebut Endra, beroperasi pada pukul 08.30-17.30 WIB setiap harinya dengan tetap membuka layanan pelanggan secara online melalui live chat di Website biznetnetworks.com dan biznethome.net, serta melalui telp ke, Customer Care 1500988/ Biznet Home Care 1500933, atau melalui email ke, customer_care@biznetnetworks.com / home_care@biznetnetworks.com yang tersedia selama 24 jam setiap hari.
“Hingga saat ini proses perluasan jaringan terus berjalan untuk dapat menjangkau lebih banyak area di kota ini (Medan, red), dan dapat memberikan akses Internet WiFi terbaik dari Biznet untuk mendukung berbagai aktivitas digital warga Medan yang semakin berkembang di era digital ini,” ungkapnya.
Dia menambahkan, untuk warga Medan, Biznet menghadirkan banyak pilihan paket layanan yang dapat dijadikan pilihan warga Medan sesuai dengan kebutuhan. Untuk pengguna perumahan atau individual, pelanggan dapat memilih paket layanan Biznet Home Internet yang hadir dengan kapasitas mulai 50 Mbps dengan harga Rp350,000/bulan.
Sedangkan untuk pengguna bisnis atau UKM, Biznet menawarkan paket layanan Biznet Metronet yang tersedia mulai dari 50 Mbps dengan harga Rp1,150,000/bulan. “Dengan banyaknya pilihan paket layanan internet yang khusus dirancang untuk menjawab kebutuhan berbagai segmen pengguna, harapan kami semoga masyarakat Medan semakin memiliki pilihan layanan Internet yang pas untuk kebutuhan sehari-hari dengan harga bersaing,” bebernya.
Selain itu, papar Endra, dalam rangka merayakan hari jadi Biznet yang ke-21 yang jatuh pada 1 Oktober 2021, Biznet meluncurkan promo menarik khusus untuk warga Medan, yaitu promo Biznet 21st Anniversary ‘Beli 6 Bulan Gratis 6 Bulan’, yang berlaku sepanjang September- Oktober 2021.
“Pelanggan yang berlangganan Biznet Home dengan langsung membayar 6 bulan di muka akan mendapatkan gratis masa berlangganan selama 6 bulan. Jadi untuk berlangganan Biznet Home selama satu tahun, pelanggan hanya perlu membayar 6 bulan saja,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan mengikuti promo ini, pelanggan bisa mendapat diskon hingga 51 persen dan hanya perlu membayar biaya rata-rata berlangganan sebesar Rp216,000/ bulan saja, dengan bandwidth sebesar 50 Mbps.
“Biznet juga menghadirkan promo khusus dalam rangka perayaan Mooncake Festival khusus untuk warga Medan, yaitu promo ‘Beli 3 Bulan Gratis 3 Bulan’, yang berlaku pada 20-27 September 2021,” pungkasnya. (dwi/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berat rasanya bagi Silvia, remaja putri asal Medan, untuk melangkah, melanjutkan hidup tanpa kehadiran seorang ibu di sisinya. Silvia masih ingat betul bagaimana sang Ibu wafat karena musibah pada Juni 2021, lalu. Dimana sebelumnya sang Ibu selalu berjuang mengurus dan mencari nafkah utama untuk keluarga dengan menjadi mitra pengemudi GrabCar.
Silvia mendapatkan apresiasi berupa bantuan dana pendidikan dari Grab.(ist).
Meski berat, Silvia tak ingin larut dalam duka yang berkepanjangan. Dari mendiang ibunya, ia belajar banyak hal tentang hidup yang harus diperjuangkan, tentang mimpi yang ingin diwujudkan, mengejar cita-citanya, menempuh pendidikan di luar negeri dan menjadi dokter gigi.
Saat ini Silvia tengah menempuh pendidikan kelas satu di SMA Cinta Budaya Medan. Perjalanannya masih panjang, namun semangatnya tinggi. Meski masih menjalani pembelajaran jarak jauh, ia mampu mengikuti pelajaran dan menyelesaikan tugas dari guru.
Tidak hanya itu, Silvia juga mengikuti sederet kegiatan ekstrakurikuler untuk mengasah bakat dan kreativitasnya, mulai dari basket, bulu tangkis dan membatik. Ia juga mengambil pelajaran tambahan Bahasa Mandarin untuk memuluskan langkahnya meraih beasiswa di luar negeri.
Silvia memiliki minat yang sangat besar dalam menekuni jurusan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), Biologi dan Kimia merupakan mata pelajaran favoritnya. “Aku ingin sekali mewujudkan cita-cita menjadi dokter gigi. Meskipun ibu sudah tidak ada, aku ingin membuatnya bangga,” tutur Silvia, Senin (13/9).
Richard Aditya, Director of West Indonesia, Grab Indonesia, menyampaikan Doa segenap keluarga besar Grab Indonesia senantiasa mengiringi almarhumah serta keluarga yang ditinggalkan.
“Mendiang ibu Silvia merupakan salah satu mitra pengemudi perempuan terbaik GrabCar. Kegigihan mendiang dalam berjuang untuk keluarganya patut kita teladani,” sebut Aditya.
Sebagai penghormatan dan apresiasi atas kontribusi mendiang, dengan segala kerendahan hati. Aditya mengatakan bahwa Grab memberikan penghargaan berupa biaya pendidikan kepada Silvia, putri mendiang.
“Kami menyadari kehilangan orang yang kita cintai tak bisa terukur dengan angka. Namun, kami berharap penghargaan ini dapat membantu adik Silvia dalam menempuh pendidikan akademis,” sebut Aditya.
Silvia bersyukur atas penghargaan dari Grab Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih Grab Indonesia atas bantuan dana pendidikan bagi anak Indonesia yang memiliki banyak mimpi untuk berhasil dalam membanggakan orang tua seperti aku ini.
“Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan oleh ayah dan almarhumah ibuku seperti rajin menabung, pandai dalam memilih pergaulan dan berani mengungkapkan pendapat, inilah yang menjadi bekal buatku hingga dewasa. Semoga dengan adanya bantuan dana pendidikan ini dapat terus memotivasi aku untuk lebih giat lagi belajar dan mengejar mimpi mendapatkan beasiswa di luar negeri dan menjadi dokter,” ujar Silvia.(gus)