SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya meninjau langsung pelaksanaan uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Sergai, yang digelar di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Senin (20/9).
Tinjau: Bupati Sergai Darma Wijaya ketika meninjau pelaksanaan uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Sergai.
“Uji kompetensi ini merupakan salah satu langkah Pemkab Sergai dalam mewujudkan visi Maju Terus: Mandiri, Sejahtera dan Religius,” ucap Darma.
Darma Wijaya mengatakan, Uji Kompetensi kali ini diikuti oleh 24 orang JPT Pratama atau Pejabat Eselon II dan dalam prosesnya akan dilakukan beberapa tahap uji, seperti misalnya wawancara dan psikotes, di mana pihak assesor yang dipimpin oleh Khairtati P Nasution, menggali beberapa hal seperti integritas dan kerjasama, pengelolaan perubahan dan pelayanan publik.
Dirinya berharap, seluruh JPT peserta Uji Kompetensi bisa mengikuti seluruh proses kompetensi ini dengan sungguh-sungguh karena akan menentukan di kemudian hari
Sebelumnya, mewakili Bupati Sergai membuka kegiatan Uji Kompetensi ini, Sekretaris Daerah Faisal Hasrimy menyebut dalam masa sekitar 6 bulan masa kepemimpinan Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan, sudah banyak program pembangunan baik fisik maupun nonfisik untuk mewujudkan visi dan misi yang diusung keduanya.
“Seperti kita ketahui bersama, Bapak Bupati dan Wakil Bupati sudah mengemas program utamanya ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan kita kenal dengan SAPDA (Sapta Dambaan) yakni Sekolah Mandiri, Terampil, Asri dan Berkualitas (mantab), Masyarakat Sehat dan Religius, Pertanian Berkelanjutan, Infrastruktur Terintegras, Ekonomi Berdaya Saing, Wisata Maju Terus dan Birokrasi Dambaan,” tutur Faisal. (ian)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Mencari sebuah smartphone yang sempurna di harga Rp1 juta-an memang bukan perkara mudah. Soalnya, pasar ini merupakan salah satu pasar yang cukup ramai di Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini, sehingga membuat masyarakat kebingungan.
Tapi, buat kalian yang sedang mencari sebuah smartphone di kisaran harga tersebut, kalian sudah tak perlu pusing lagi. Soalnya, Xiaomi baru saja meramaikan pasar dengan kehadiran Redmi 10 beberapa waktu lalu.
Smartphone ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp1,999 juta. Tapi, dijamin dengan harga ini, kalian akan mendapatkan sebuah smartphone dengan kelas yang jauh lebih tinggi dari smartphone dikisaran harga tersebut. Dan berikut ini beberapa keunggulan Redmi 10 dari pesaingnya.
50MP Quad Camera
Biasanya, saat kita berbicara mengenai kamera, di smartphone kisaran Rp1 juta-an hadir dengan kamera yang biasa-biasa saja. Tapi, Xiaomi tidak ingin membuat Redmi 10 memiliki kamera yang biasa saja.
Soalnya, mereka untuk pertama kalinya menempatkan kamera utama 50MP beresolusi ultra-high di smartphone dengan kisaran harga tersebut. Pastinya, pengguna akan mendapatkan hasil kamera terbaik.
Tiga kamera belakang lainnya juga tak kalah canggih. Pengguna akan mendapatkan kamera ultra-wide 8MP, kamera makro 2MP, dan kamera depth sensor 2MP. Selain itu, terdapat juga berbagai fitur berbasis AI, filter bawaan, dan lainnya yang dapat menambah keseruan mengambil gambar dan video
Sementar aitu, untuk kamera depannya sudah menggunakan kamera 8MP. Jadi, bukan hanya untuk mengambil selfie saja, namun saat melakukan video call untuk belajar, bekerja, atau hal lainnya akan terlihat kece.
Performa terbaik, hadir dengan MediaTek Helio G88
Bukan hanya menjadi smartphone Rp1 juta-an saja yang hadir dengan kamera 50MP, Redmi 10 juga merupakan smartphone pertama di dunia yang menggunakan prosesor MediaTek Helio G88. Para gamer pasti gak asing dong dengan seri Helio G dari MediaTek.
Prosesor ini hadir dengan konfigurasi octa-core, yang menampilkan dua CPU Arm Cortex-A75 dan Arm Cortex-A55 dengan kecepatan operasi hingga 2GHz. GPU nya pun sudah cukup mumpuni untuk melbas berbagai konten serta cukup bertenaga untuk menjalankan layar dengan refresh rate tinggi.
Digabungkan dengan MIUI 12.5 berbasis Android 11, pengguna akan mendapatkan banyak fitur modern dan menawarkan pengalaman penggunaan terbaik. Hadir juga fitur Memory Extension, dimana dapat mengalokasikan penyimpanan internal untuk digunakan sebagai RAM tambahan.
Oh iya berbicara soal RAM, Redmi 10 hadir dengan dua pilihan lho. Untuk yang dihargai Rp1,999 juta adalah varia 4GB RAM dan 64GB ROM. Sedangkan varian 6GB RAM dan 128GB ROM dihargai di kisaran Rp2,399 juta.
90Hz Adaptive Screen
Satu lagi nih fitur premium yang dibawa oleh Xiaomi ke smartphone Rp1 juta-an, yakni layar dengan refresh rate tinggi. Soalnya, mereka membawa dukungan layar dengan refresh rate 90Hz di Redmi 10.
Bukan hanya sampai disitu saja, namun mereka juga membawa fitur AdaptiveSync. Fitur ini penting karena AI yang ada di fitur ini dapat mengatur refresh rate layar sesuai dengan skenario penggunaan untuk menghemat daya baterai.
Pengguna juga akan mendapatkan layar dengan luas bentang sebesar 6,5 inci dengan tipe layar Dot Display. Resolusi yang dihadirkan pun sudah FHD+, sehingga pengguna akan lebih nyaman saat menyaksikan video.
5000mAh Battery
Buat kalian yang sering khawatir kehabisan baterai saat beraktifitas, tak perlu khawatir lagi menggunakan smartphone ini. Soalnya, di Redmi 10 ini hadir dengan baterai super besar, yang berkapasitas 5000mAh.
Bukan hanya baterainya yang lega, namun pengisian dayanya pun sangat cepat. Soalnya, kalian akan dimanjakan dengan dukungan pengisian daya 18W, dimana cukup cepat untuk mengisi baterai sebesar itu.
Dan karena kapasitas baterainya yang besar, Redmi 10 juga dapat dijadikan powerbank lho untuk perangkat lain. Soalnya, smartphone ini sudah mendukung fitur 9W reverse wired charging.
Dual Stereo Speaker
Yang paling terakhir nih cocok banget buat kalian yang suka party dan nonton drakor. Soalnya, Redmi 10 ini juga sudah dilengkapi dengan Dual Stereo Speaker yang tentunya memiliki kualitas suara yang baik.
Bukan hanya untuk refreshing saja, namun speaker ini juga sudah sangat mumpuni untuk menemani kalian melakukan proses belajar mengajar atau bekerja. Jadi, kalian tak lagi membutuhkan headset untuk mendapatkan suara yang jelas dan jernih.(rel)
PENYEKATAN: Personel Polantas berjaga di lokasi penyekatan di persimpangan Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso dalam rangka PPKM Level 4 di Kota Medan.Triadi Wibowo/Sumut Pos .
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Deliserdang menjadi kabupaten pertama di Sumatera Utara (Sumut) yang masuk kategori Level 1 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
KONFERENSI PERS: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, diwakili Sekdakab Deliserdang Darwin Zein, saat konferensi pers terkait Kabupaten Deliserdang telah mencapai PPKM Level 1 di Sumut di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (17/9).
“Alhamdulillah, Deliserdang menjadi satu-satunya kabupaten yang pertama masuk pada Level 1, sesuai asesmen yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI,” ungkap Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, diwakili Sekdakab Deliserdang Darwin Zein, saat konferensi pers di Aula Cendana Kantor Bupati Deliserdang, Jumat (17/9) lalu.
Lebih lanjut Darwin menjelaskan, merujuk pada data asesmen situasi Covid-19 dari Kemenkes RI per 14 September 2021, Kabupaten Deliserdang dinyatakan menjadi satu-satunya daerah di Sumut yang ditetapkan berada pada PPKM Level 1.
“Alhamdulillah. Terima kasih. Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Satgas Covid-19 Deliserdang, Satgas Kecamatan, Desa, dan Kelurahan, para tenaga kesehatan (nakes), TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat. Semoga kondisi ini, bisa dipertahankan. Tetap ikuti protokol kesehatan (prokes), dan sukseskan vaksinasi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, meridai dan melindungi masyarakat Deliserdang. Sekali lagi, terima kasih. Saya bersyukur dan bangga atas kinerja kalian semua,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Deliserdang, Citra Effendi Capah menyebutkan, masalah tentang zonasi yang dipergunakan, yakni asesmen dari Kemenkes RI per 14 September 2021, Kabupaten Deliserdang ditetapkan berada pada Level 1. Dan dari Satgas Covid-19 Pusat (Bersatu dalam Covid) menerbitkan, Kabupaten Deliserdang masuk ke zona oranye. Banyak faktor yang membuat Kabupaten Deliserdang berhasil ditetapkan pada Level 1, di antaranya Aplikasi CAD (Covid-19 Analisis Deliserdang), serta kegiatan-kegiatan penegakan prokes, dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.
Hasil asesmen dilihat dari sejumlah indikator, yakni tingkat kasus terkonfirmasi, tingkat pasien rawat rumah sakit, tingkat kematian, tingkat testing, tingkat tracing, hingga tingkat treatment.
Per 19 Agustus 2021, dari data grafik kasus konfirmasi Kabupaten Deliserdang berada di Level 3, yakni 50-150 kasus. Lalu menurun ke Level 2 pada 8 Sepetember 2021, dengan 20-50 kasus. Dan menurun lagi ke Level 1 pada 13 September 2021.
Sementara, untuk pasien rawat inap di rumah sakit, serta kasus kematian pada 19 September 2021, Kabupaten Deliserdang berada pada Level 2, dengan 1-2 kematian. Namun pada 13 September 2021, kasus kematian sudah di bawah 1.
“Imbauan kepada masyarakat, jangan bereforia berlebihan, hingga abai dengan prokes, yang bisa mengakibatkan lonjakan kasus terjadi lagi. Tetap perketat prokes. Kita bersatu melawan Covid-19,” ajak Darwin. (rel/saz)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Siswa yang mengenyam bangku di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Binjai, sudah mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (20/9). Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Binjai H Ainul Aswad, pun berkesempatan meninjau pelaksanaan PTM di tengah pandemi.
Ilustrasi.
Pada kesempatan itu, Ainul meninjau proses PTM di MTsN Kota Binjai, Jalan Pekanbaru Nomor 2A, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan.
“Kami sudah menjalankan surat edaran dari Pak Wali,” ungkap Ainul, usai meninjau.
Menurutnya, pelajar kelas 2 dan 3 di MIN, MTsN, dan MAN, sudah diizinkan untuk PTM.
“Sudah boleh untuk PTM, berdasarkan hasil rapat dengan Pak Wali dan Forkopimda. Sudah ada izin,” jelas Ainul lagi.
Hanya saja, Ainul memberi kesempatan untuk MIN, MTsN dan MAN, agar lebih berbenah lagi menyiapkan prokes ketat kepada pelajar.
“Saya harap, satu atau 2 hari ini, madrasah melakukan persiapan,” imbaunya.
Ini dilakukan, untuk melihat kasus tren yang terkonfirmasi mengalami jumlah peningkatan atau tidak. Jika tidak, dia menyilakan untuk seluruh madrasah melakukan PTM kepada pelajar kelas 2 dan 3, dengan catatan dilaksanakan menggunakan prokes ketat.
“Hasil peninjauan, saya lihat tadi, setiap siswa yang mau masuk, ditermo gun, memakai masker, dan disiapkan handsanitizer,” tutur Ainul.
Kepada masyrakat atau pedagang yang berjualan di depan madrasah, Ainul menegaskan, untuk sementara dilarang berdagang. Ini dilakukan untuk menghindari kerumunan.
“Kami mengikuti arahan Pak Wali. Siswa yang masuk juga tidak seluruhnya, hanya 50 persen,” ujarnya.
Sementara itu, guru dan pelajar di seluruh madrasah Kota Binjai, sudah mendapat vaksinasi. Bahkan, program vaksinasi terus berlanjut yang menyasar guru maupun pelajar.
“Secara umum, sudah ada lebih 50 persen guru dan pelajar yang divaksin. Karena vaksinasi, jadi syarat untuk dapat menggelar PTM,” pungkas Ainul. (ted/saz)
PERSIAPAN: Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut, Kodrat Shah, bersama panitia dan pengurus lainnya, usai meninjau persiapan di Kampung Kolam, Percut Seituan, Deliserdang, Sabtu (18/9).
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumut, H Kodrat Shah mengunjungi Tugu Pahlawan Ampera di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (18/9) lalu. Kodrat Shah ingin meninjau langsung persiapan di lokasi yang akan menjadi lapangan upacara pada malam renungan suci dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 30 September 2021 mendatang.
PERSIAPAN: Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut, Kodrat Shah, bersama panitia dan pengurus lainnya, usai meninjau persiapan di Kampung Kolam, Percut Seituan, Deliserdang, Sabtu (18/9).
“Meski dalam situasi pandemi Covid 19, kami akan tetap melaksanakan upacara Malam Renungan Suci di Tugu Ampera Kampung Kolam ini, tentunya dengan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat. Upacara Kesaktian Pancasila ini, wajib dilaksanakan setiap tahunnya oleh PP, meskipun di masa pandemi,” ungkap Kodrat Shah di hadapan panitia pelaksana kegiatan, dan kader yang hadir dalam gotong royong pembersihan lokasi.
Kodrat juga menyampaikan, upacara kali ini akan digelar mirip dengan tahun lalu dengan konsep yang sama, menerapkan prokes ketat. Peserta upacara juga dibatasi dengan jarak dan akan dilakukan swab antigen sebelum memasuki Tugu Ampera.
“Nanti ketika acara berlangsung, kami harap kader tidak membludak di Tugu Ampera Kampung Kolam. Mohon dimaklumi, karena sedang masa pandemi,” harapnya.
Ketua Panitia Pelaksana NG Hikmet, didampingi Sekretaris Zainuddin Nasution, dan Bendahara Muslih Harahap, kepada wartawan mengatakan, persiapan sudah mencapai 80 persen.
Dia menyebutkan, Tugu Ampera ini menjadi lokasi yang penuh historis bagi perjuangan PP, dan renungan suci serta upacara Hari Kesaktian Pancasila, harus terus dilaksakan setiap tahunnya untuk mengingat kekejaman G30S PKI, dan sejarah kelamnya.
NG Hikmet juga mengatakan, menurut rencana akan hadir sebagai Inspektur Upacara Ketua Umum PP KPH Japto Soelistyo Soerjosoemarno.
“Mudah-mudahan, insya Allah, akan hadir bersama kita pada upacara tersebut, Ketua Umum PP, apabila tidak berhalangan. Mari kita doakan,” pungkasnya. (adz/saz)
JUARA bertahan Inter Milan akan bertandang ke Artemio Franchi, markas Fiorentina, pada pekan ke-5 Liga Italia atau Serie A 2021/22, Rabu (22/9) dini hari pukul 01:45 WIB. Banyak prediksi menjagokan Inter Milan pada laga ini.
Hingga giornata 4 Liga Serie A Italia 2021/2022, Inter Milan bertengger di puncak klasemen. Posisi itu diraih tim besutan Simone Inzaghi, setelah sukses menggasak Bologna dengan skor telak 6-1, Sabtu (18/9). Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pelampiasan kekecewaan mereka usai ditekuk Real Madrid 0-1 di Liga Champions.
Gol dari striker Argentina Lautaro Martinez, bek tengah Slovakia Milan Skriniar, gelandang Nicolo Barella dan Matias Vecino dan dua gol di babak kedua dari pemain internasional Bosnia dan Herzegovina Edin Dzeko memastikan kemenangan bagi Inter Milan atas Bologna tersebut.
Posisi Inter sebagai pemimpin klasemen Serie A sebenarnya masih rawan disalip. Pasalnya, ada Napoli yang baru bertanding dengan Udinese pada Selasa (21/9) dini hari tadi. Jika Napoli gagal meraih poin penuh dalam laga tersebut, Nerazzurri yang juga juara bertahan Liga Italia akan aman.
Bahkan, Lautaro Martinez dan kawan-kawan dapat semakin memperlebar jarak jika mampu meraup poin penuh di kandang dijamu nanti. Apalagi, kepercayaan diri para pemainnya juga melonjak usai membantai Bologna.
Namun mereka tak boleh terlena, karena Fiorentina bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Laviola tengah dalam tren bagus. Setelah ditekuk AS Roma 1-3 pada pekan pertama, tim besutan Vincenzo Italiano mencatatkan tiga kemenangan beruntun dengan skor 2-1 atas Torino (kandang), Atalanta (tandang), dan Genoa (tandang).
Dusan Vlahovic menjadi top skor sementara Fiorentina di Serie A musim ini dengan torehan tiga golnya. Mantan pemain AC Milan, Giacomo Bonaventura sejauh ini juga berkontribusi positif dengan satu gol dan dua assist-nya.
Namun, lini belakang yang selalu kebobolan menjadi catatan serius anak asuh Vincenzo Italiano. Menghadapi Inter Milan, Fiorentina layak memperbaiki lini pertahanan. Apalagi, jika berkaca pada rekor head to head, Fiorentina tidak pernah menang menghadapi Inter Milan dalam 11 pertemuan terakhir. Dusan Vlahovic dan kolega mesti bekerja keras menghentikan rekor negatif tersebut.(bbs)
dewi s lubis/sumut pos
SIDANG VIRTUAL: Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M Syahrial terdakwa kasus korupsi menjalani sidang putusan secara virtual di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (20/9).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M Syahrial divonis pidana selama 2 tahun penjara. Dalam sidang virtual yang digelar di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (20/9) sore, Syahrial dinyatakan terbukti bersalah menyuap penyidik KPK sebesar Rp1,6 miliar.
dewi s lubis/sumut pos
SIDANG VIRTUAL: Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M Syahrial terdakwa kasus korupsi menjalani sidang putusan secara virtual di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (20/9).
Majelis hakim yang diketuai As’ad Rahim Lubis dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Syahrial telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana. “Mengadili, menjatuhkan terdakwa M Syahrial oleh karenanya dengan pidana penjara selama 2 tahun denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan,” ujarnya.
Selain itu, majelis hakim juga menolak justice collaborator yang diajukan terdakwa M Syahrial. Majelis hakim dalam pertimbangan menilai, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. “Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan menyesali perbuatannya,” kata As’ad.
Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada penasihat hukum terdakwa maupun tim jaksa KPK, untuk menyatakan terima atau banding. Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK, yang semula menuntut terdakwa selama 3 tahun penjara denda Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan.
Diketahui, perbuatan terdakwa berawal sekitar Oktober 2020, dimana Wali Kota Tanjungbalai yang juga merupakan kader Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut, berkunjung ke rumah dinas Muhammad Azis Syamsudin selaku Wakil Ketua DPR RI yang juga merupakan petinggi Partai Golkar.
Pada pertemuan itu, terdakwa dan Azis Syamsudin membicarakan mengenai Pemilihan Langsung Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diikuti oleh terdakwa di Kota Tanjungbalai, lalu Azis Syamsudin menyampaikan kepada terdakwa akan mengenalkan dengan seseorang yang dapat membantu memantau dalam proses keikutsertaan terdakwa dalam Pilkada tersebut.
Setelah terdakwa setuju, kemudian Azis Syamsudin mengenalkan Stepanus Robinson Pattuju yang merupakan seorang penyidik KPK kepada terdakwa. Dalam perkenalan itu, terdakwa menyampaikan kepada Stepanus Robinson Pattuju akan mengikuti Pilkada periode kedua Tahun 2021 sampai dengan Tahun 2026. Namun, ada informasi laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pekerjaan di Tanjungbalai dan informasi perkara jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang sedang ditangani oleh KPK.
Sehingga terdakwa meminta Stepanus Robinson Pattuju supaya membantu tidak menaikkan proses Penyelidikan perkara jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang melibatkan terdakwa ke tingkat Penyidikan agar proses Pilkada yang akan diikuti oleh terdakwa tidak bermasalah.
Atas permintaan terdakwa tersebut, Stepanus Robinson Pattuju bersedia membantu dan saling bertukar nomor telepon. Kemudian, Stepanus Robinson Pattuju menelpon rekannya Maskur Husain seorang advokat.
Dia menyampaikan persoalan yang diadukan terdakwa kepada Maskur. Maskur yang seorang advokat itu menyanggupi untuk membantu pengurusan perkara tersebut asalkan ada dananya sebesar Rp1,5 miliar. Permintaan ini ini disetujui Stepanus Robinson Pattuju untuk disampaikan kepada terdakwa.
Singkat cerita, terdakwa kemudian menyanggupi permintaan ini dan mengirimkan uang itu secara bertahap melalui rekening Riefka Amalia. Total pengiriman melalui rekening itu mencapai Rp1.475.000.000.
Bahwa selain pemberian uang secara transfer yang dilakukan oleh terdakwa tersebut di atas, terdakwa pada tanggal 25 Desember 2020 berlanjut menyerahkan uang tunai kepada Stepanus sejumlah Rp210.000.000.
Kemudian pada awal Maret 2021, terdakwa juga menyerahkan sejumlah Rp10.000.000,00 di Bandara Kualanamu Medan. Sehingga jumlah seluruhnya Rp1.695.000.000. (man)
Luhut Binsar Pandjaitann
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) .
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – SAAT ini kasus Covid-19 di Tanah Air mulai terkendali. Meski begitu, pemerintah terus mewaspadai adanya lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga dari varian baru SARS-CoV-2 Mu atau B.1.621.
Luhut Binsar Pandjaitann
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) .
Pada 6 September lalu diberitakan oleh WHO, sebanyak 43 negara melaporkan kasus virus mutasi baru tersebut. Adapun negara yang melaporkan menemukan varian ini ialah Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.
“Presiden tetap mengingatkan kami (para menteri kabinet) dan kita semua agar super waspada, karena mungkin ada gelombang ketiga,” kata Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Senin (20/9).
Untuk mencegah lonjakan Covid-19 dari varian Mu, pemerintah membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia dan memperketat proses karantina bagi warga negara asing maupun Indonesia yang datang dari luar negeri. “Khusus untuk pintu masuk udara hanya dibuka di Jakarta dan Manado, untuk Laut hanya di Batam dan Tanjung Pinang dan untuk Jalur Darat hanya dapat dibuka di Aruk, Entikong, Nunukan dan Motaain,” jelas Luhut.
Proses karantina pun dijalankan dengan ketat tanpa terkecuali dengan waktu karantina 8 hari dan melakukan PCR sebanyak 3 kali. Selain itu, tambah Luhut, pemerintah juga meningkatkan kapasitas karantina dan testing, terutama di pintu masuk darat. “TNI dan Polri akan ditugaskan untuk melakukan peningkatan pengawasan di jalur-jalur tikus, baik di darat maupun laut,” urainya.
Luhut juga menyampaikan, berdasarkan salah satu studi di scientific report berjudul Multiwave Pandemic Dynamics Explained How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases, kunci menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling (ketika kasus sedang rendah). Dipaparkannya, dalam studi tersebut, jumlah kasus disarankan ditahan pada tingkat 10 kasus per juta penduduk per hari atau dalam kasus Indonesia di sekitar 2.700 atau 3.000-an kasus. “Saya yakin kita bisa mengendalikan kasus pada angka tersebut dan kuncinya adalah 3T, 3M, serta Penggunaan Peduli Lindungi,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan PPKM, Luhut mengklaim, meski jumlah kasus sudah turun signifikan, tetapi jumlah testing terus mengalami peningkatan sehingga positivity rate mampu diturunkan di hingga di Bawah Standar WHO sebesar 5 persen. Saat ini angka positivity rate Indonesia berada di bawah 2 persen. “Hal ini lagi- lagi mengindikasikan penanganan Pandemi yang sudah berjalan baik dan sesuai acuan,” ucapnya.
Selain itu, jumlah yang di-tracing dari hari ke hari juga terus meningkat. Luhut menyebut, saat ini proporsi kabupaten kota di Jawa Bali dengan tingkat tracing di bawah 5 hanya sebesar 36 persen dari total. ’’Ke depan, testing, tracing, dikombinasikan dengan isolasi terpusat menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi secara dini potensi penyebaran kasus Covid-19,” ungkap dia.
Secara umum, Luhut menyampaikan, capaian kasus harian Covid-19 sudah menunjukkan tren yang terus membaik. Kasus konfirmasi secara nasional hari ini berada di bawah 2000 kasus dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60 ribu. “Kasus baru hari ini ada1.932, kasus sembuh ada 6.799 orang, yang meninggal ada 166, dengan testing 165 ribu sekian. Jadi angka ini kerja keras semua tim yang membuahkan hasil yang menggembirakan,” tandasnya.
Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, ada beberapa hal yang harus tetap dijalankan, meski kasus Corona di Tanah Air sudah turun dan tetap mengacu pada strategi penanganan pandemi. “Ini yang perlu kita pahami untuk mencegah gelombang ketiga di pandemi ini. Atau sudah berubah menjadi endemi tetap guidance dari WHO harus kita jalankan,” kata Menkes.
Hal itu disampaikan Menkes dalam konferensi pers yang digelar secara virtual melalui kanal Youtube @Sekretariat Presiden, Senin (20/9).
Dalam kesempatan itu, Menkes juga mengatakan, selain memperkuat protokol kesehatan, deteksi kasus meliputi testing, tracing, dan treatment tidak boleh diabaikan. Lebih lanjut Budi Gunadi Sadikin juga mengaungkapkan, program vaksinasi dan pelayanan rumah sakit juga harus ditingkatkan.
Sebelumnya disebutkan transmission rate atau tingkat penularannya pun di bawah rata-rata dunia. Dalam laporan itu tercatat, transmission rate per 14 september adalah 0,59 atau di dibawah rata-rata 1. Walau mulai terkendali, masih ada risiko kenaikan kasus karena adanya kenaikan mobilitas sehingga perlu tetap berhati-hati dan waspada. (bbs)
CEK SUHU TUBUH: Guru mengecek suhu tubuh siswa sebelum pembelajaran tatap muka (PTM). Sebulan pemberlakuan PTM, sejumlah daerah melaporkan terjadinya klaster baru di sekolah.istimewa/sumutpos.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas baru berjalan sekitar sebulan. Namun, sejumlah daerah sudah melaporkan terjadinya klaster baru di satuan pendidikan.
CEK SUHU TUBUH: Guru mengecek suhu tubuh siswa sebelum pembelajaran tatap muka (PTM). Sebulan pemberlakuan PTM, sejumlah daerah melaporkan terjadinya klaster baru di sekolah.istimewa/sumutpos.
Hal itu terungkap dari laporan mingguan WHO yang diterbitkan pertengahan minggu lalu. Disebutkan, ada beberapa klaster Covid-19 yang dilaporkan di awal September.
SMA 1 Padang Panjang, Sumatera Barat, misalnya. Sebanyak 54 siswa dikabarkan positif Covid-19 saat menjalani PTM terbatas.
Kemudian, klaster Institut Shanti Bhuana di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Per 12 September, kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melaporkan 139 mahasiswan
positif Covid-19 dari hasil tes PCR.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti mengatakan, PTM terbatas tetap dilanjutkan meski terjadi kasus.
Menurut dia, munculnya kasus Covid-19 di sekolah tak lantas menutup seluruh sekolah di Indonesia yang telah melaksanakan PTM terbatas. “Kalau ada kejadian satu, bukan berarti satu Indonesia ditutup,” tuturnya.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga angkat bicara soal penularan Covid-19 yang mulai bermunculan di sekolah. Wiku menegaskan, pemerintah mengizinkan pembukaan sekolah tatap muka dengan sejumlah syarat yang ketat.
Jika masih terjadi penularan, maka Wiku menilai syarat-syarat tersebut belum dijalankan dengan baik. “Apabila terjadi klaster atau kasus baru di dalam sekolah, itu tentunya terkait dengan proses pembukaan yang mungkin belum sempurna dalam melakukan simulasinya,” kata Wiku.
“Kalau itu semua dilakukan dengan baik seharusnya tidak terjadi klaster-klaster di sekolah atau mana pun juga,” ujar Wiku.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim baru-baru ini menegaskan, sekolah wajib membuka opsi belajar tatap muka jika vaksinasi Covid-19 terhadap guru telah rampung. Menurut Nadiem, opsi belajar tatap muka harus segera dilakukan supaya sekolah lekas beradaptasi dengan penerapan protokol kesehatan baru di masa pandemi Covid-19.
Selanjutnya, mengutip situs resmi Kemendikbudristek per Kamis (16/9) lalu, baru 42 persen atau 115.592 sekolah yang telah menggelar belajar tatap muka terbatas di masa pandemi. Masih ada sekitar 158 ribu sekolah mulai jenjang PAUD hingga menengah yang belum menggelar tatap muka. Sekolah tatap muka masih didominasi oleh TK yang angkanya mencapai 60,60 persen, lalu SD 56,69 persen, SMK 51,97 persen, SMA 51,75 persen, dan SMP 52,48 persen.(jpc/bbs)
PENYEKATAN:
Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah kembali memperpanjang penerapan PPKM di luar Pulau Jawa dan Bali mulai hari ini, 21 September sampai 4 Oktober 2021. Berdasarkan evaluasi asesmen PPKM dalam 2 minggu terakhir, kata Airlangga Hartarto, kasus covid di luar Pulau Jawa-Bali semakin terkendali.
PENYEKATAN:
Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .
Itu antara lain ditunjukkan dengan recoverate kasus di Sumatera 93,52 persen, fatality rate 3,49 persen, kasus aktif dari 9-19 September 2021, turun 80,52 persen. Tingkat infeksius Covid di Sumatera 0,99 persen. Sedangkan kesembuhan di luar Jawa-Bali 94,17 persen, atau di bawah nasional 95 persen, dan rata-rata kematian luar Jawa-Bali 3,07 persen, sementara nasional 3,35 persen.
Adapun asesmen PPKM Level 4 dari 48 kabupaten/kota, turun menjadi 10 kabupaten/kota. Kemudian asesmen level 3 dari 218 turun menjadi 112 kabupaten/kota dan level asesmen 2 dari 118 menjadi 249, dan level asesmen 1 menjadi 18. “Namun dari 23 kabupaten/kota yang menerapkan level 4 selama 2 minggu ada penurunan di 15 kabupaten/kota dari level 4 ke level 3, dan 7 kabupaten/kota dari level 3 ke level 1,” ujar Airlangga pada konferensi pers yang dipimpin Menko Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan itu.
Namun, karena pertimbangan anglomerasi, jumlah penduduk dan tingkat vaksinasi Covid-19 di bawah 50 persen, kata Airlangga, maka PPKM Level 4 diberlakukan untuk 10 kabupaten/kota. Dari 10 kabupaten/kota, tak disebutkan Kota Medan, Kota Sibolga, maupun Kabupaten Mandailing Natal di dalamnya. Sebelumnya pada periode 7-20 September, ketiga daerah itu berstatus level 4.
Dan tak satupun kabupaten/kota di Sumut masuk dalam PPKM Level 4 pada perpanjangan PPKM 21 September – 4 Oktober 2021 itu. Namun tak disebutkan Medan dan kabupaten/kota lainnya apakah di level 3, 2 ataupun level 1. Selengkapnya akan ditetapkan menteri dalam negeri dalam instruksi terbaru.
Selengkapnya, PPKM Level 4 di luar Jawa-Bali adalah Aceh (Aceh Tamiang dan Pidie), Bangka Belitung (Bangka), Sumatera Barat (Padang), Kalimantan Selatan (Banjar Baru dan Banjar Masin), Kalimantan Timur (Balikpapan dan Kutai Kartanegara), dan Kalimantan Utara (Tarakan dan Pulungan). Kemudian PPKM level 3 ada di 105 kabupaten/kota, PPKM Level 2 ada di 250 kabupaten/kota, dan PPKM Level 1 di 21 kabupaten/kota.
Sebelumnya, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dan Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution, optimis status level PPKM Kota Medan turun dari level 4. Bahkan, Gubsu berharap semua daerah di Sumatera Utara mengalami penurunan level dalam skema kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah pusat.
“Doakan saja kita masuk level 1 (daerah) semuanya. Mudah-mudahan (Medan juga bisa turun level). Kalian kan bisa rasakan,” kata Edy menjawab wartawan menyikapi evaluasi pemerintah pusat terkait penerapan level PPKM luar Jawa-Bali dalam dua pekan mendatang, Senin (20/9).
Menurutnya, penurunan level PPKM tersebut semisal Kota Medan, dapat dilihat dari salah satu indikator yakni bad occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur pada rumah sakit rujukan Covid-19. “BOR kita sudah turun menjadi 16 persen. Artinya rumah sakit sudah (banyak) yang kosong itu,” katanya.
Apapun hasil evaluasi soal penerapan PPKM nantinya, Gubsu meminta supaya masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk upaya menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok, melalui vaksinasi yang terus digenjot oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota.
Edy menyebut, persentase vaksin di Sumut baru 27 persen atau sekitar 2,2 juta untuk dosis pertama. Ia meminta seluruh pemda untuk menggenjot program vaksinasi kepada masyarakat, sebagaimana instruksi Presiden Jokowi saat berkunjung ke Sumut baru-baru ini. “Presiden bilang disuntik semua masyarakat selagi stok ada. Jangan tunggu-tunggu kiriman dulu,” pungkasnya.
Sekretaris Dinas Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah mengungkapkan, berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan RI pada 18 September 2021, tidak ada lagi daerah di Sumut yang masuk kategori Level 4. Artinya, baik Kota Medan, Kota Sibolga, dan Kota Pematangsiantar yang sebelumnya berada di Level 4, kini telah turun ke Level 3.
Sebagaimana hasil asesmen terkait hal itu, hanya Kabupaten Deliserdang yang berada di Level 1. Selanjutnya daerah Level 2 terdiri dari; Toba, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Simalungun, Kota Padangsidimpuan, Samosir, Kota Gunung Sitoli, Pakpak Bharat, Karo, Nias Utara, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, Dairi, Nias Barat, Asahan, dan Nias.
Sedangkan daerah yang berada di Level 3 terdiri dari; Serdang Bedagai, Kota Tanjung Balai, Padang Lawas Utara, Kota Pematangsiantar, Padang Lawas, Kota Medan, Langkat, Kota Binjai, Labuhanbatu Utara, Batubara, dan Kota Tebingtinggi.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku optimisme Kota Medan akan keluar dari status PPKM Level 4. Pasalnya, Pemko Medan mengklaim jika tren kasus Covid-19 di Kota Medan terus menurun atau melandai. “InsyaAllah, mudah-mudahan bisa turun. Namun kami tetap menunggu Inmendagri yang juga akan diteruskan oleh Gubsu. Prinsipnya kami menunggu, mudah-mudahan turun (level),” ucap Bobby Nasution, Senin (20/9).
Dikatakan Bobby, Pemko Medan juga telah melakukan perbaikan pendataan kasus Covid-19 di Kota Medan. Berdasarkan hasil pendataan yang telah diperbaiki itu, Pemko Medan optimis, status PPKM Kota Medan memang akan turun dari Level 4 ke Level 3. “Pendataan telah diperbaiki. Kalau dilihat dari kategori-kategori lain, mudah-mudahan bisa turun ke Level 3, tapi kita tunggu saja dari Mendagri penetapannya,” ujarnya.
Terkait tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 pada sejumlah Rumah Sakit di Kota Medan, Bobby mengatakan, jumlahnya sudah turun jauh, yakni sudah di bawah 30 persen. Padahal sebelumnya, tingkat BOR di Kota Medan pernah mencapai 70 persen.
“ICU yang memang masih mendekati 30 persen, untuk rawat inap bahkan di bawah 25 persen. Sedangkan untuk kesembuhan, itu terus meningkat. Fatality rate kita terus menurun, sudah di bawah 2 persen. Tingkat kesembuhan sudah 98 persen lebih,” ungkapnya.
Tak cuma itu, Bobby juga menerangkan jika tingkat keterisian tempat isolasi terpusat di Kota Medan terus menurun. Hal ini, berbanding lurus dengan menurunnya angka konfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan. “Mudah-mudahan ini bisa kita jaga terus, kita stabilkan terus. Jangan euforia. Ini terus kita ingatkan kepada teman-teman di Pemko dan masyarakat. Jangan sudah turun, lantas tidak lagi menjaga prokes. Prokes harus tetap kita jaga,” terangnya.
Dijelaskan Bobby, Pemko Medan juga terus menggalakkan vaksinasi Covid-19, baik secara massal maupun di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Medan. “Vaksinasi juga terus kita galakkan, vaksinasi di puskesmas-puskesmas masih berjalan sampai saat ini. Jadi mari sama-sama kita pertahankan posisi tren kasus dan capaian vaksinasi di Medan,” tutupnya.
Sementara itu, ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, juga mengaku, Pemko Medan masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat mengenai status PPKM Kota Medan, apakah sudah bisa turun menjadi Level 3 atau masih memperpanjang PPKM Level 4.
Hal ini dipertegas Aulia, guna memperkuat pernyataan Wali Kota Medan Bobby Nasution, saat ditemui sejumlah wartawan di rumah dinas Gubernur Sumut, Senin (20/9) siang. “Informasi dari data yang diterima Pak Wali, kita ini sebenarnya sudah Level 3, Medan sudah Level 3. Penurunan derastis. Apakah diperpanjang PPKM ini, hari ini diputuskan Kementerian Dalam Negeri. Apakah besok kita masih Level 4 atau 3,” jawab Aulia, Senin (20/9).
Dijelaskan Aulia, kemarin, Pemko Medan telah memberikan data kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, bahwa status PPKM Kota Medan sudah bisa dinyatakan turun ke Level 3.
“Alhamdulillah, di Kota Medan sendiri penurunan (kasus Covid) nya cukup signifikan. Saat ini vaksinasi juga terus kita kejar, karena pak Wali mengejar target herd immunity dengan gencar melakukan vaksinasi di puskesmas-puskesmas,” tandasnya.
Vaksinasi Capai 49 Persen
Sementara itu, saat ditanya terkait tingkat vaksinasi Covid-19 di Kota Medan, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman menjelaskan, Pemko Medan telah berhasil melakukan vaksinasi kepada 49 persen lebih dari total target 1,9 juta masyarakat Kota Medan yang dimasukkan dalam kategori penerima vaksin.
Rinciannya, sekitar 20 persen lebih baru menerima vaksin pertama, dan 29 persen lebih sebagai penerima vaksin lengkap (vaksin 1 dan 2). “Itu update beberapa waktu yang lalu ya, untuk update sekarang ini kita belum dapat lagi. Sore ini pasti dapat kita datanya,” kata Aulia.
Dikatakan Aulia, dengan capaian itu di bulan September ini, sebenarnya Kota Medan telah melampaui target vaksinasi yang diberikan Pemerintah Pusat. Akan tetapi, Pemko Medan tak mau berpuas diri dan ingin terus mengejar herd immunity Covid-19 di Kota Medan.
“Jadi cakupan program vaksinasi I dan II sudah di angka 49 persen, itu sebenarnya sudah melebihi dari target yang ingin dicapai (di September), cuma kan pak Wali ini ingin mengejar herd immunity di Kota Medan. Jadi dia terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk droping vaksin dan memang kita pengen, segeralah droping vaksin ini cepat datang ke Medan,” sebutnya.
Dilanjutkan Aulia, berdasarkan hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, stok vaksin yang tersedia di Kota Medan sebanyak 68.000 vial. Meskipun jumlah tersebut dianggap masih dalam tahap aman, namun Pemko Medan tetap memiliki sedikit kendala untuk melakukan vaksinasi secara cepat, yakni karena terbentur dengan keterbatasan jumlah tenaga kesehatan.
“Setiap harinya kan itu terus berjalan program vaksinasi di puskesmas dan kecamatan, jadi memang kita pertama terkendala dengan jumlah nakes yang terbatas, karena itu kita akan memperbanyak jumlah nakes dengan melibatkan nakes-nakes dari rumah sakit swasta untuk membantu proses vaksinasi ini. Selama ini kita memberdayakan nakes-nakes yang bekerja pada faskes-faskes dibawah Pemko Medan,” pungkasnya. (prn/dtc/map)