28 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 3141

Akhirnya, Medan Keluar dari Level 4, PPKM Kembali Diperpanjang Hingga 4 Oktober 2021

PENYEKATAN: Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah kembali memperpanjang penerapan PPKM di luar Pulau Jawa dan Bali mulai hari ini, 21 September sampai 4 Oktober 2021. Berdasarkan evaluasi asesmen PPKM dalam 2 minggu terakhir, kata Airlangga Hartarto, kasus covid di luar Pulau Jawa-Bali semakin terkendali.

PENYEKATAN: Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .

Itu antara lain ditunjukkan dengan recoverate kasus di Sumatera 93,52 persen, fatality rate 3,49 persen, kasus aktif dari 9-19 September 2021, turun 80,52 persen. Tingkat infeksius Covid di Sumatera 0,99 persen. Sedangkan kesembuhan di luar Jawa-Bali 94,17 persen, atau di bawah nasional 95 persen, dan rata-rata kematian luar Jawa-Bali 3,07 persen, sementara nasional 3,35 persen.

Adapun asesmen PPKM Level 4 dari 48 kabupaten/kota, turun menjadi 10 kabupaten/kota. Kemudian asesmen level 3 dari 218 turun menjadi 112 kabupaten/kota dan level asesmen 2 dari 118 menjadi 249, dan level asesmen 1 menjadi 18. “Namun dari 23 kabupaten/kota yang menerapkan level 4 selama 2 minggu ada penurunan di 15 kabupaten/kota dari level 4 ke level 3, dan 7 kabupaten/kota dari level 3 ke level 1,” ujar Airlangga pada konferensi pers yang dipimpin Menko Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan itu.

Namun, karena pertimbangan anglomerasi, jumlah penduduk dan tingkat vaksinasi Covid-19 di bawah 50 persen, kata Airlangga, maka PPKM Level 4 diberlakukan untuk 10 kabupaten/kota. Dari 10 kabupaten/kota, tak disebutkan Kota Medan, Kota Sibolga, maupun Kabupaten Mandailing Natal di dalamnya. Sebelumnya pada periode 7-20 September, ketiga daerah itu berstatus level 4.

Dan tak satupun kabupaten/kota di Sumut masuk dalam PPKM Level 4 pada perpanjangan PPKM 21 September – 4 Oktober 2021 itu. Namun tak disebutkan Medan dan kabupaten/kota lainnya apakah di level 3, 2 ataupun level 1. Selengkapnya akan ditetapkan menteri dalam negeri dalam instruksi terbaru.

Selengkapnya, PPKM Level 4 di luar Jawa-Bali adalah Aceh (Aceh Tamiang dan Pidie), Bangka Belitung (Bangka), Sumatera Barat (Padang), Kalimantan Selatan (Banjar Baru dan Banjar Masin), Kalimantan Timur (Balikpapan dan Kutai Kartanegara), dan Kalimantan Utara (Tarakan dan Pulungan). Kemudian PPKM level 3 ada di 105 kabupaten/kota, PPKM Level 2 ada di 250 kabupaten/kota, dan PPKM Level 1 di 21 kabupaten/kota.

Sebelumnya, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, dan Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution, optimis status level PPKM Kota Medan turun dari level 4. Bahkan, Gubsu berharap semua daerah di Sumatera Utara mengalami penurunan level dalam skema kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari pemerintah pusat.

“Doakan saja kita masuk level 1 (daerah) semuanya. Mudah-mudahan (Medan juga bisa turun level). Kalian kan bisa rasakan,” kata Edy menjawab wartawan menyikapi evaluasi pemerintah pusat terkait penerapan level PPKM luar Jawa-Bali dalam dua pekan mendatang, Senin (20/9).

Menurutnya, penurunan level PPKM tersebut semisal Kota Medan, dapat dilihat dari salah satu indikator yakni bad occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur pada rumah sakit rujukan Covid-19. “BOR kita sudah turun menjadi 16 persen. Artinya rumah sakit sudah (banyak) yang kosong itu,” katanya.

Apapun hasil evaluasi soal penerapan PPKM nantinya, Gubsu meminta supaya masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk upaya menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok, melalui vaksinasi yang terus digenjot oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota.

Edy menyebut, persentase vaksin di Sumut baru 27 persen atau sekitar 2,2 juta untuk dosis pertama. Ia meminta seluruh pemda untuk menggenjot program vaksinasi kepada masyarakat, sebagaimana instruksi Presiden Jokowi saat berkunjung ke Sumut baru-baru ini. “Presiden bilang disuntik semua masyarakat selagi stok ada. Jangan tunggu-tunggu kiriman dulu,” pungkasnya.

Sekretaris Dinas Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah mengungkapkan, berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan RI pada 18 September 2021, tidak ada lagi daerah di Sumut yang masuk kategori Level 4. Artinya, baik Kota Medan, Kota Sibolga, dan Kota Pematangsiantar yang sebelumnya berada di Level 4, kini telah turun ke Level 3.

Sebagaimana hasil asesmen terkait hal itu, hanya Kabupaten Deliserdang yang berada di Level 1. Selanjutnya daerah Level 2 terdiri dari; Toba, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Simalungun, Kota Padangsidimpuan, Samosir, Kota Gunung Sitoli, Pakpak Bharat, Karo, Nias Utara, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, Dairi, Nias Barat, Asahan, dan Nias.

Sedangkan daerah yang berada di Level 3 terdiri dari; Serdang Bedagai, Kota Tanjung Balai, Padang Lawas Utara, Kota Pematangsiantar, Padang Lawas, Kota Medan, Langkat, Kota Binjai, Labuhanbatu Utara, Batubara, dan Kota Tebingtinggi.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku optimisme Kota Medan akan keluar dari status PPKM Level 4. Pasalnya, Pemko Medan mengklaim jika tren kasus Covid-19 di Kota Medan terus menurun atau melandai. “InsyaAllah, mudah-mudahan bisa turun. Namun kami tetap menunggu Inmendagri yang juga akan diteruskan oleh Gubsu. Prinsipnya kami menunggu, mudah-mudahan turun (level),” ucap Bobby Nasution, Senin (20/9).

Dikatakan Bobby, Pemko Medan juga telah melakukan perbaikan pendataan kasus Covid-19 di Kota Medan. Berdasarkan hasil pendataan yang telah diperbaiki itu, Pemko Medan optimis, status PPKM Kota Medan memang akan turun dari Level 4 ke Level 3. “Pendataan telah diperbaiki. Kalau dilihat dari kategori-kategori lain, mudah-mudahan bisa turun ke Level 3, tapi kita tunggu saja dari Mendagri penetapannya,” ujarnya.

Terkait tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 pada sejumlah Rumah Sakit di Kota Medan, Bobby mengatakan, jumlahnya sudah turun jauh, yakni sudah di bawah 30 persen. Padahal sebelumnya, tingkat BOR di Kota Medan pernah mencapai 70 persen.

“ICU yang memang masih mendekati 30 persen, untuk rawat inap bahkan di bawah 25 persen. Sedangkan untuk kesembuhan, itu terus meningkat. Fatality rate kita terus menurun, sudah di bawah 2 persen. Tingkat kesembuhan sudah 98 persen lebih,” ungkapnya.

Tak cuma itu, Bobby juga menerangkan jika tingkat keterisian tempat isolasi terpusat di Kota Medan terus menurun. Hal ini, berbanding lurus dengan menurunnya angka konfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan. “Mudah-mudahan ini bisa kita jaga terus, kita stabilkan terus. Jangan euforia. Ini terus kita ingatkan kepada teman-teman di Pemko dan masyarakat. Jangan sudah turun, lantas tidak lagi menjaga prokes. Prokes harus tetap kita jaga,” terangnya.

Dijelaskan Bobby, Pemko Medan juga terus menggalakkan vaksinasi Covid-19, baik secara massal maupun di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Medan. “Vaksinasi juga terus kita galakkan, vaksinasi di puskesmas-puskesmas masih berjalan sampai saat ini. Jadi mari sama-sama kita pertahankan posisi tren kasus dan capaian vaksinasi di Medan,” tutupnya.

Sementara itu, ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, juga mengaku, Pemko Medan masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat mengenai status PPKM Kota Medan, apakah sudah bisa turun menjadi Level 3 atau masih memperpanjang PPKM Level 4.

Hal ini dipertegas Aulia, guna memperkuat pernyataan Wali Kota Medan Bobby Nasution, saat ditemui sejumlah wartawan di rumah dinas Gubernur Sumut, Senin (20/9) siang. “Informasi dari data yang diterima Pak Wali, kita ini sebenarnya sudah Level 3, Medan sudah Level 3. Penurunan derastis. Apakah diperpanjang PPKM ini, hari ini diputuskan Kementerian Dalam Negeri. Apakah besok kita masih Level 4 atau 3,” jawab Aulia, Senin (20/9).

Dijelaskan Aulia, kemarin, Pemko Medan telah memberikan data kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, bahwa status PPKM Kota Medan sudah bisa dinyatakan turun ke Level 3.

“Alhamdulillah, di Kota Medan sendiri penurunan (kasus Covid) nya cukup signifikan. Saat ini vaksinasi juga terus kita kejar, karena pak Wali mengejar target herd immunity dengan gencar melakukan vaksinasi di puskesmas-puskesmas,” tandasnya.

Vaksinasi Capai 49 Persen

Sementara itu, saat ditanya terkait tingkat vaksinasi Covid-19 di Kota Medan, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman menjelaskan, Pemko Medan telah berhasil melakukan vaksinasi kepada 49 persen lebih dari total target 1,9 juta masyarakat Kota Medan yang dimasukkan dalam kategori penerima vaksin.

Rinciannya, sekitar 20 persen lebih baru menerima vaksin pertama, dan 29 persen lebih sebagai penerima vaksin lengkap (vaksin 1 dan 2). “Itu update beberapa waktu yang lalu ya, untuk update sekarang ini kita belum dapat lagi. Sore ini pasti dapat kita datanya,” kata Aulia.

Dikatakan Aulia, dengan capaian itu di bulan September ini, sebenarnya Kota Medan telah melampaui target vaksinasi yang diberikan Pemerintah Pusat. Akan tetapi, Pemko Medan tak mau berpuas diri dan ingin terus mengejar herd immunity Covid-19 di Kota Medan.

“Jadi cakupan program vaksinasi I dan II sudah di angka 49 persen, itu sebenarnya sudah melebihi dari target yang ingin dicapai (di September), cuma kan pak Wali ini ingin mengejar herd immunity di Kota Medan. Jadi dia terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk droping vaksin dan memang kita pengen, segeralah droping vaksin ini cepat datang ke Medan,” sebutnya.

Dilanjutkan Aulia, berdasarkan hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, stok vaksin yang tersedia di Kota Medan sebanyak 68.000 vial. Meskipun jumlah tersebut dianggap masih dalam tahap aman, namun Pemko Medan tetap memiliki sedikit kendala untuk melakukan vaksinasi secara cepat, yakni karena terbentur dengan keterbatasan jumlah tenaga kesehatan.

“Setiap harinya kan itu terus berjalan program vaksinasi di puskesmas dan kecamatan, jadi memang kita pertama terkendala dengan jumlah nakes yang terbatas, karena itu kita akan memperbanyak jumlah nakes dengan melibatkan nakes-nakes dari rumah sakit swasta untuk membantu proses vaksinasi ini. Selama ini kita memberdayakan nakes-nakes yang bekerja pada faskes-faskes dibawah Pemko Medan,” pungkasnya. (prn/dtc/map)

Polisi Tangkap Pelaku Perampokan

PAPARKAN: Pelaku curas di Medan Barat saat dipaparkan petugas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Budi Pengabdian, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat, diringkus petugas kepolisian. Pelaku merampok sepeda motor korbannya hingga terseret ke jalan dengan modus menjual handphone (HP) atau ponsel android.

PAPARKAN: Pelaku curas di Medan Barat saat dipaparkan petugas.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat Iptu Philip Antonio Purba mengatakan, pelaku tersebut berinisial FS alias BL (24) yang merupakan warga sekitar lokasi kejadian. Pelaku sudah ditetapkan tersangka dan ditahan ke dalam sel tahanan. Sedangkan korbannya adalah Muhammad Fahreza Abrar.

Philip menjelaskan, kejadian berawal saat korban tergiur membeli ponsel android yang ditawarkan tersangka, Sabtu (14/8) sekira pukul 21.00 WIB. Setelah COD (cash on delivery) di warnet depan RSU Imelda Jalan Bilal, ternyata HP yang dijanjikan tak dibawa tersangka. “Tersangka mengaku ponsel tersebut digadaikan kepada seseorang di Pasar Pulo Brayan. Korban kemudian diajak tersangka ke Pasar Pulo Brayan untuk menebus HP itu,” kata Philip, Senin (20/9).

Saat hendak menebus HP itu, tersangka menerima uang Rp100 ribu dari korban untuk menebusnya. Setelah satu jam tak muncul, korban mencari tersangka ke dalam pasar hingga akhirnya bertemu. Karena curiga, korban menyatakan membatalkan membeli ponsel tersebut.

“Uang Rp100 ribu yang sebelumnya telah diterima tersangka diminta kembali oleh korban. Namun, tersangka mengaku uang tersebut telah diberikan kepada penggadai HP-nya,” sambung Philip.

Tersangka kemudian mengajak korban ke rumah neneknya di Jalan Budi Keadilan. Alasannya, akan meminta uang Rp 100 ribu kepada sang nenek untuk mengganti uang korban.

Tak berapa lama di rumah nenek, tersangka malah kabur ke arah sepeda motor korban dan langsung berupaya menghidupkannya. Spontan, korban langsung menghalangi. “Korban berupaya menyelamatkan sepeda motornya yang dibawa kabur tersangka. Akibatnya, korban terseret hingga 10 meter lantaran memegangi penyangga besi sepeda motornya lalu terjatuh dan mengalami luka-luka. Sementara tersangka berhasil kabur,” terang Philip.

Ia menyebutkan, korban kemudian membuat laporan ke Polsek Medan Barat. Petugas lalu melakukan penyelidikan hingga menangkap tersangka dari warnet di Jalan Bilal, Kelurahan Pulo Darat II, Medan Timur, Minggu (19/9) sekira pukul 21.00 WIB. “Tersangka mengaku sepeda motor korban telah digadaikan Rp1 juta kepada penadah berinisial BOY, warga Jalan Bhayangkara, Medan Tembung. Saat ini BOY masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),” bebernya.

Philip menambahkan, dari tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 1 potong celana jeans yang dibeli dari hasil menggadaikan sepeda motor korban, BPKB sepeda motor Yamaha Byson, dan 1 STNK atas nama Endri ST. “Tersangka dikenakan Pasal 365 ayat (1) KUHPidana, dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun kurungan penjara,” tandasnya. (ris/azw)

Tersangka Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

PAPARKAN: Petugas sedang memaparkan dua pelaku Curanmor beserta barang bukti, di Mapolsek Patumbak, Senin (20/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi menangkap dua tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi di wilayah Kota Medan. Keduanya terpaksa ditembak polisi karena berupaya melawan petugas.

PAPARKAN: Petugas sedang memaparkan dua pelaku Curanmor beserta barang bukti, di Mapolsek Patumbak, Senin (20/9).

Adapun dua pelaku yang diamankan, yakni berinisial JT (30) dan MS (30). Keduanya warga Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Senin (20/9).

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, penangkapan kedua pelaku adanya Laporan Polisi No: LP/48/I/2021/SU/ Polrestabes/Sek Patumbak.

“Aksi pencurian yang menyasar kendaraan sepeda motor yang dilakukan oleh pelaku, juga meresahkan warga masyarakat Kota Medan,” ujarnya, Senin (20/9).

Neneng mengatakan, pihaknya yang melakukan penyelidikan kemudian mendapat informasi keberadaan pelaku. Tanpa menunggu waktu lama, polisi langsung turun mencari kedua pelaku Curanmor ke Jalan Selambo Raya.

“Polisi yang melakukan penyelidikan langsung terjun ke Jalan Selambo Raya. Sesampainya ke lokasi petugas langsung melakukan penyergapan,” kata Neneng.

Dia menjelaskan, pihaknya juga menghadiahi timah panas ke kaki kedua bandit jalanan ini. Usai dilumpuhkan, keduanya lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mengobati luka tembak. “Kedua pelaku sudah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (dwi/azw)

Motif Diduga Diperas Petugas Lapas, Ombudsman Investigasi Kekerasan Dialami Napi Tanjunggusta

VIRAL: Seorang napi Lapas Tanjunggusta Medan saat menunjukkan luka dugaan bekas penganiayaan yang viral di medsos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) melakukan investigasi terkait viralnya video diduga narapidana disiksa petugas Lapas Klas IA Tanjunggusta, Medan.

VIRAL: Seorang napi Lapas Tanjunggusta Medan saat menunjukkan luka dugaan bekas penganiayaan yang viral di medsos.

Kepala Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar melalui Kasi Penyelesaian Laporan, James Marihot Panggabean mengatakan, pihaknya akan melakukan dua hal terkait video itu. Pertama, menunggu dulu proses penegakan hukum di tingkat Kemenkumham. Selanjutnya, berinisiatif menyelidiki siapa pelaku yang menyiksa napi dimaksud. “Dalam waktu dekat kami juga akan mengundang pihak Kalapas untuk memintai keterangan serta Kabid Keamanan yang bertanggung jawab,” ujarnya, Senin (20/9).

James mengaku, direncanakan pekan ini para pejabat yang disebutkan akan diundang. Menurut dia, pihaknya ingin tahu seperti apa tata kelola Lapas selama ini. Kemudian, apakah benar pemerasan hingga Rp40 juta terhadap tahanan itu terjadi?

Dalam kesempatan yang sama, Kalapas Klas I Tanjunggusta Medan, Erwedi Supriyatno mengatakan, pihak Lapas telah memeriksa 10 orang terkait video viral adanya warga binaan yang disiksa. “Begitu mendapati video viral, kita langsung melakukan pendalaman. Sejauh ini kami nyatakan benar video itu berlokasi di Lapas I Medan,” kata Erwedi diwawancarai usai menghadiri undangan di kantor Ombudsman Sumut.

Erwedi menyatakan, orang terkait yang ada dalam video tersebut juga akan diperiksa. Namun, sejauh ini belum bisa mengambil kesimpulan. “Kami belum bisa menyimpulkan,” ujarnya.

Disebutkan Erwedi, 10 orang yang diperiksa dimaksud terdiri dari 2 orang petugas dan selebihnya warga binaan. Sebab, yang ada dalam video itu dominan dari warga binaan. Sementara pegawai hanya orang yang membuka pintu dan yang berjaga saat itu.

Menurut dia, jika benar ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum dari warga binaan sendiri atau petugas akan diberikan tindakan tegas sesuai aturan.

“Korban adalah narapidana dari putusan Pengadilan Negeri Medan, dengan tindak pidana narkoba dan dihukum penjara selama 14 tahun. Sekarang ini korban sudah menjalani hukuman sekitar 7 tahun,” sambungnya.

Terkait dugaan adanya diminta uang kepada warga binaan, Erwedi membantahnya. “Di blok sel itu juga tempat isolasi dari warga binaan yang baru dipindahkan dari Lapas lain, termasuk warga binaan yang memiliki risiko tinggi. Misalnya ada 6 warga binaan terorisme, warga binaan yang melakukan pelanggaran di dalam sel dan itu campur. Nah, korban masuk ke sel itu karena sementara ada pelanggaran yang dilakukan. Tapi, masih didalami,” katanya lagi sembari menambahkan, mengenai kondisi korban saat ini masih baik dan hanya sudah dilakukan perawatan biasa untuk luka-luka kecil. (ris/azw)

Tersangka Pengedar Sabu 34,7 Kg Ditangkap

KONFERENSI PERS: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH saat menggelar konferensi pers pengungkapan peredaran sabu 34,7 Kg di Mapolres Asahan, Senin (20/9).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumut dan Polres Asahan menggagalkan peredaran sabu seberat 34,794 Kg di pinggir sungai di Dusun II Desa Seiapung Kecamatan Tanjungbalai-Asahan Kabupaten Asahan, Senin(20/9). Dalam pengungkapan kasus itu polisi menangkap seorang tersangka berinisial IR (47) warga Jalan Sumber Sari Seitulang Raso Kota Tanjungbalai.

KONFERENSI PERS: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH saat menggelar konferensi pers pengungkapan peredaran sabu 34,7 Kg di Mapolres Asahan, Senin (20/9).

Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH dalam paparannya kepada wartawan menjelaskan bahwa pada hari Rabu tanggal 8 September 2021 sekira pukul 10.00 Wib diamankan barang bukti seberat 34,794 Kg sabu yang terbungkus dalam plastik berwarna hijau bertuliskan Quanyingwang yang tersimpan di dalam goni. Seorang tersangkanya IR sempat kabur dalam penyergapan itu.

Kemudian Minggu (12/9) sekira pukul 22.30 Wib, Polres Asahan bersama Dit Narkoba Polda Sumut berhasil mengamankan IR di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di dekat lapangan golf Bunut Barat Kota Kisaran Barat Asahan.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti yang ditemukan dibawa ke Polres Asahan untuk proses penyidikan.

“Tim sedang mengejar 4 tersangka lainnya yang terlibat didalam peredaran sabu ini dan sampai saat ini sudah kami nyatakan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Kapolres.

“Tidak ada tempat bagi para pelaku narkoba di Asahan, kalau masih nekat, saya akan sikat para pelaku yang coba coba melakukan peredaran nasrkoba di Asahan,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Dandim 0208/Asahan, Danlanal Tba, Kabag Ops Polres Asahan, Kasat Narkoba, Kasat Intelkam, para kanit, Perwakilan Pengadilan Kisaran, Perwakilan Kajari. (dat/azw)

Berkas Mantan Bupati Labura Dilimpahkan ke Kejatisu

DIPERIKSA KPK: Mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Khairuddin Syah yang juga menjalani pemeriksaan ke KPK, beberapa waktu lalu.dewi/sumut pos.

LABURA, SUMUTPOS.CO – Penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut telah melimpahkan kasus korupsi mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Khairuddin Syah ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

DIPERIKSA KPK: Mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Khairuddin Syah yang juga menjalani pemeriksaan ke KPK, beberapa waktu lalu.dewi/sumut pos.

Khairuddin Syah ditetapkan tersangka atas kasus korupsi biaya pemungutan (BP) Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) sektor perkebunan yang diterima Pemkab Labuhanbatu Utara Tahun 2013, 2014, 2015.

“Pelimpahan terhadap mantan Bupati Labura ke Kejatisu sesuai proses hukum yang berkas perkaranya sudah sesuai tahap II dan dinyatakan lengkap,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Minggu (19/9) malam.

Dijelaskannya, kasus korupsi yang dilakukan tersangka Khairuddin Syah saat menjabat sebagai Bupati Labura pada tahun 2013, 2014 dan 2015. Di mana Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara menerima BP PBB sektor perkebunan dengan rincian tahun 2013 sebesar Rp1.065.344.300, Tahun 2014 sebesar Rp748.867.201 dan tahun 2015 sebesar Rp661.888.750.

“Bahwa seluruh biaya pemungutan PBB sektor perkebunan yang diterima Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara pada tahun 2013, 2014, dan 2015, digunakan sebagai insentif dan dibagikan kepada bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, pegawai di lingkungan DPPKAD Kabupaten Labuhanbatu Utara,” jelasnya.

Hadi mengungkapkan, akibat tindak korupsi yang dilakukan Khairuddin Syah yang saat itu menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu Utara membuat kerugian keuangan negara sebesar Rp2.186.469.295.

“Atas perbuatannya tersangka disangkakan Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI, Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1e Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana,” pungkasnya. (dwi/azw)

Cetak Penguji Kompeten, PFI Selenggarakan Training Of Trainers (TOT)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Organisasi pers Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar pelatihan untuk penguji Training Of Trainers di Galeri Foto Jurnalitik Antara (GFJA) Jl. Antara No.59, Ps. Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Senin (20/9). Kegiatan ini digelar untuk melengkapi langkah PFI dalam proses menjadi lembaga uji kompetensi.

Pelatihan untuk penguji Training Of Trainers (TOT) di Galeri Foto Jurnalitik Antara (GFJA) Senin (20/9). Ist/Sumut Pos.

Hadir dalam pembukaan TOT ini anggota Dewan Pers Jamalul Insan, Direktur Antara Hempy N Prajudi, Ketua Umum PFI Reno Esnir, Sekjen PFI Hendra Eka, sejumlah narasumber, para penguji, dan 9 peserta TOT.

Dalam sambutannya, Jamalul menyampaikan apresiasi kepada PFI dalam penyelenggaraan TOT ini, ia menyambut baik dan berharap PFI dapat segera menjadi lembaga uji ke-31 yang terdaftar di Dewan Pers.

 “Ini merupakan ikhtiar dan langkah yang luar biasa dari PFI, sudah sangat lebih maju, saya berharap kawan-kawan pewarta foto nantinya lebih profesional setelah adanya Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia”, ujar Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, & Pengembangan Profesi Dewan Pers ini.

Ketua Umum PFI Reno Esnir mengucap puji syukur akhirnya kegiatan ini dapat terselenggara. Reno mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung agenda ini. “Terima kasih banyak untuk seluruh panitia, Lembaga Pendidikan Antara, para penguji, seluruh peserta, serta mitra yang sudah memberikan dukungannya, alhamdulillah acara yang menjadi salah satu tonggak sejarah PFI ini bisa terselenggara”, ujar Reno.

Training Of Trainers (TOT) ini digelar secara tatap muka langsung dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan mengikuti tes swab terlebih dahulu beberapa jam sebelum dimulainya acara. Ruangan GFJA juga telah disterilisasi semalam sebelumnya.

Agenda ini diikuti oleh 9 peserta yang semuanya telah memiliki sertifikat kompetensi wartawan utama yang dikeluarkan Dewan Pers. Ke-9 peserta tersebut adalah Abbas Abdurahman (Pekanbaru), Alex Suban (Jakarta), Becky Subechi (Surabaya), Dikhy Sasra (Jakarta), Embong Salampessy (Ambon), Fanny Oktavianus (Jakarta), Gino F Hadi (Jakarta), Ismar Patrizki (Jakarta), Oscar Motuloh (Jakarta), dan Prasetyo Utomo (Jakarta). Nantinya ke-9 peserta tersebut diharapkan dapat menjadi penguji Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia (UKPFI) yang akan segera diselenggarakan.

Menutup pembukaan TOT, Ketua Umum PFI menyerahkan draft final buku Standar Kompetensi Wartawan (SKW) kepada anggota Dewan Pers Jamalul Insan. Buku setebal 352 halaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi penyelenggaraan UKPFI kedepannya. “Semoga draft final ini dapat segera disahkan Dewan Pers dan dapat menjadi acuan para pewarta foto di seluruh Indonesia”, tutup Reno Esnir.

Training Of Trainers calon penguji Uji Kompetensi Pewarta Foto (UKPFI) ini didukung oleh Pertamina, BNI, XL Axiata, dan Garuda Food.(rel)

Telkomsel Berkolaborasi dengan Zoom Hadirkan Pengalaman Premium Interaksi Virtual yang Terjangkau

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel bersama Zoom Video Communications, Inc. (Zoom) hari ini mengumumkan kolaborasi guna menghadirkan pengalaman premium berinteraksi secara virtual bagi para pelanggan Telkomsel. Dalam kolaborasi ini, Telkomsel merilis paket bersama Zoom bagi semua pelanggan Telkomsel.

Telkomsel bersama Zoom Video Communications, Inc. (Zoom) secara resmi mengumumkan kolaborasi dalam menghadirkan pengalaman premium berinteraksi secara virtual melalui kehadiran paket bersama Zoom bagi semua pelanggan Telkomsel. Informasi lebih lanjut mengenai kolaborasi ini dapat diakses melalui www.telkomsel.com/zoom.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Nirwan Lesmana mengatakan, “Sebagai digital connectivity enabler, Telkomsel berkomitmen untuk menghadirkan solusi terdepan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Kami senang dapat bekerja sama dengan Zoom yang akan membuka peluang lebih luas bagi pelanggan kami sehingga dapat berkolaborasi secara efektif, meningkatkan produktivitas, dan mendukung aktivitas masyarakat dengan memanfaatkan teknologi digital terdepan khususnya di masa sulit pandemik COVID-19 seperti sekarang ini.”

Head of APAC Zoom, Ricky Kapur mengatakan,“Seiring kami melebarkan sayap kehadiran di Wilayah Asia Tengara, kami sangat gembira bisa berkolaborasi dengan Telkomsel dalam menghadirkan sebuah cara berkolaborasi dan berkomunikasi yang aman dan tanpa batas bagi para pengguna di Indonesia dari manapun pengguna berada. Para pelanggan Telkomsel dapat mengakses platform komunikasi video Zoom yang tangguh, handal dan kaya akan fitur guna meningkatkan kualitas perhubungan dan produktivitas pada saat mereka melakukan pekerjaan secara hybrid. Kolaborasi ini adalah perkembangan natural dalam mendukung perjalanan transformasi digital di Indonesia.”

“Upaya kolaboratif kami dengan Zoom merupakan wujud nyata dari strategi Telkomsel untuk senantiasa berkolaborasi dengan mitra bisnis, termasuk dengan platform terkemuka, untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Kemitraan ini akan memungkinkan pelanggan kami dari semua lapisan masyarakat untuk menikmati pengalaman premium interaksi virtual di jaringan terdepan Telkomsel dengan harga yang terjangkau,” tutup Nirwan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kolaborasi antara Telkomsel dan Zoom dapat diakses melalui www.telkomsel.com/zoom.

Asian Agri Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Tengah Pandemi

Proses pemeriksaan kesehatan gratis di PT SMA disaksikan oleh manager PMKS PT SMA Husnisyah.

PETATAL, SUMUTPOS.CO – PT Supra Matra Abadi (PT SMA) Kebun Tanah Datar kembali mengadakan kegiatan CSR, kali ini bertajuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Pencegahan Stunting bagi masyarakat di sekitar perusahaan. Program dimulai dengan pemberian 150 kotak susu untuk Ibu hamil demi melakukan pencegahan dini terjadinya stunting.

Penyerahan dilakukan pada hari Jumat 10 September 2021 di Puskesmas Pembantu Desa Perkebunan Tanah Datar yang bertepatan dilokasi tersebut sedang dilaksanakan posyandu. Program pemberian susu untuk ibu hamil ini merupakan hasil koordinasi dan kerjasama PT SMA dengan Puskemas Petatal.

Penyerahan bantuan susu untuk ibu hamil tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Perkebunan Tanah Datar, Syahri Suseno, Bidan Desa Salli Kiswari dan Ketua PKK, Rodiah Nasution. Dalam penyerahan tersebut pihak perusahaan diwakili oleh dokter perusahaan dr. Wira Juanda bersama KTU PT SMA Alpen Astiyasa.

Dalam sambutannya dr. Wira mengatakan, “Pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin sejak masa kehamilan sampai bayi berumur dua tahun, salah satunya dengan cara mengonsumsi vitamin yang cukup ditambah dengan minum susu yang bermanfaat untuk ibu dan janin di dalam kandungan. Semoga yang kami lakukan hari ini dapat membantu dalam mencegah terjadinya stunting terutama di sekitar operasional perusahaan”.

Kepala Desa Perkebunan Tanah Datar mengapresiasi kegiatan yang dilakukan perusahaan, “Semoga perhatian dari perusahaan terhadap masyarakat Perkebunan Tanah Datar dapat terus berlangsung dikemudian hari,” Ujar Syahri.

Rangkaian kegiatan CSR PT. Supra Matra Abadi – Tanah Datar berlanjut keesokan harinya dengan agenda Pemeriksaan Kesehatan untuk mayarakat di sekitar lingkungan perusahaan  tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dalam pembukaan acara Pemeriksaan Kesehatan Gratis tersebut, Managemen PT Supra Matra Abadi – Kebun Tanah Datar yang diwakili oleh Manager PMKS, Husnisyah menyampaikan, masa Pandemi Covid -19 sekarang ini penting bagi kita untuk menjaga kesehatan diri sendiri maupun keluarga kita.

“Dengan adanya kegiatan ini semoga masyarakat menyadari akan pentingnya kesehatan dan pola hidup yang sehat, melalui kegiatan ini masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya baik itu untuk mengecek kadar kolesterol, asam urat, gula darah, dan lain-lain ataupun untuk berkonsultasi dengan dokter,” ujar Husni.

Kepala Desa Perkebunan Tanah Datar yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan kegiatan ini memiliki nilai positif dimana perusahaan mengajak masyarakat sekitar untuk rutin memeriksakan kesehatan diri, dengan dilakukan pemeriksaan kita dapat mengetahui penyakit apa yang ada di dalam tubuh kita dan bagaimana mengantisipasinya.   

Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini juga bekerjasama dengan Puskesmas Petatal, di mana pihak Puskesmas Petatal mengirimkan 3 orang personil yang terdiri dari 1 orang dokter yaitu dr. Santi Erica dan 2 orang bidan yaitu Salli Kiswari dan Yusi Dahlina untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung dari pukul 09:00 – 15:00 dengan partisipasi masyarakat sebanyak 80 orang yang hadir untuk memeriksakan kesehatan diri mereka.

Asian Agri sebagai perusahaan perkebunan yang merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE), mengelola  group perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam dan beroperasi secara global, mengupayakan keberadaannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di mana perusahaan beroperasi. (Rel)

Dipuji Bank Dunia, Airlangga: Vaksinasi Hanya Satu Cara Tangani Pandemi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga menilai keberhasilan capaian vaksinasi yang menembus 100 juta dosis merupakan kerja sama banyak pihak. Capaian vaksinasi nasional yang sudah melewati 100 juta dosis sejak 31 Agustus kemarin mendapat pujian dari Bank Dunia.

Menurut Bank Dunia, pencapaian 100 juta vaksin menjadi tonggak penting bagi Indonesia yang menjadi salah satu negara yang paling terdampak Covid-19.

Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 270 juta menjadi salah satu dari tujuh negara yang telah mencapai vaksinasi 100 juta dosis. Airlangga mengatakan, Bank Dunia menyoroti kekuatan kemitraan Indonesia dalam kerja sama untuk mencapai target vaksinasi Covid-19.

Selain kerja sama, pencapaian vaksinasi juga disebut karena kesadaran masyarakat Indonesia yang tinggi. Capaian vaksinasi ini merupakan kombinasi total dosis pertama, kedua, serta booster yang sudah disuntikkan ke masyarakat.

Menurut Airlangga, data per 19 September, total capaian vaksinasi dosis pertama menembus 79,5 juta, dosis kedua sebanyak 45,1 juta dosis. Sementara, vaksinasi untuk dosis ketiga sebanyak 855.804 dosis yang secara khusus diberikan untuk tenaga kesehatan.

Program vaksinasi di Indonesia juga dikebut dengan perluasan target untuk usia 12-17 tahun. Perluasan target ini membuat Indonesia mampu menyuntikkan vaksin Covid-19 sebanyak 1,2 juta dosis per hari. Hasilnya, capaian vaksinasi meningkat 10 kali lipat sejak capaian pada pertengahan Mei lalu.

Namun, Airlangga yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menegaskan, vaksinasi hanya menjadi salah satu upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemerintah juga menekankan agar vaksinasi Covid-19 dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Dalam penanganan Covid-19, Indonesia juga menekankan disiplin protokol kesehatan (prokes) yang ketat, terutama dalam menggunakan masker,” tutur Airlangga menanggapi pujian Bank Dunia soal capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Senin (20/9/2021).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menambahkan, selain menekan kasus Covid-19, pemerintah Indonesia juga berupaya menjaga roda perekonomian tetap di jalur positif. Hal ini untuk memastikan masyarakat Indonesia bukan hanya aman dari terjangan pandemi, tetapi juga terjaga dari sisi kelangsungan perekonomian mereka.

Salah satunya mulai menerapkan pelonggaran di sejumlah sektor dengan persyaratan yang ketat.

“Juga menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk dalam kegiatan berisiko, seperti di fasilitas umum, mal, atau kegiatan ibadah,” tegas Airlangga.