29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 3148

Tim Pengabdian Masyarakat USU Latih Buat Kemasan Berbahan Non Plastik Kepada UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perkembangan teknologi dan informasi telah mendorong perubahan dalam cara setiap orang dalam memiliki kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik. Perubahan dalam menyajikan, menyimpan dan mengemas bahan makanan yang aman dan sehat telah menjadi salah satu perhatian calon konsumen terhadap suatu produk. Produk-produk makanan yang dahulu dikemas dalam kemasan plastic yang tidak diperuntukan untuk bahan makanan telah disadari beberapa kalagan seperti kalangan medis dan pendidikan memiliki resiko dan efek samping negative terhadap kesehatan untuk jangka panjang.

       Lingkungan hidup juga mengahadapi bahaya yang tidak kalah pentingnya sekarang ini. Akumulasi limbah plastic tidak hanya mengancam kehidupan di daratan yang disebabkan sangat susahnya terurai sampah berbahan plastic ini, tetapi juga mengacam kelestarian lingkungan mahluk hidup di dalam laut yang memungkinkan mikro plastik dapat terserap dalam rantai makanan biota laut sehingga berpotensi menumpuk pada konsumen puncak yang tidak lain adalah manusia sendiri di daratan, sehingga kelimpahan sampah palstik ini telah menjadi epidemik global.  Kerusakan lingkungan yang semakin parah ini mendorong banyak pihak di seluruh dunia untuk mengurangi sebesar-besarnya penggunaan kemasan berbahan plastik.

      Salah satu kelompok masyarakat yang bergantung pada kemasan plastik adalah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak dalam jasa penyedia makanan. Akademisi dan pelaku UKM punya peluang yang besar untuk bekerjasama dalam menghasilkan kegiatan ekonomi berbasis pelestarian lingkungan hidup dengan mengurangi penggunaan bahan plastik.  

 Queen burger and snack adalah salah satu UKM di Kota Medan yang bergerak dibidang penyediaan makanan. Pelaku UKM seperti penjual makanan sangat bergantung dengan ketersediaan bahan kemasan  yang murah mudah serta praktis dan tampilan kemasan yang menarik perhatian konsumen. Bahan kemasan plastik masih menjadi pilihan utama pelaku UKM dan tampilan kemasan yang apa adanya akibat keterbatasan keterampilan dalam mendesign. Kendala-kendala inilah yang masih dihadapi oleh Queen burger.

Dalam rangka program pengabdian ke masyarakat, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) yang terdiri dari Doni Aldo Samuel Siahaan, S.Si, M.Si dan Dr Kaniwa Berliana S.Si, M.Si memberi pelatihan pembuatan kemasan berbahan non plastic kepada UMKM  Queen burger milik Imelda Mahdalena Aritonang Amd selama tiga hari 7-10 Agustus 2021 lalu.

Doni Aldo Samuel Siahaan, S.Si, M.Si mengatakan,  tim pelaksana pada tahap awal melakukan pelatihan mitra yakni pemilik usaha dan pekerja yang ada di dalamnya tentang pembuatan kemasan berbahan non plastik, dengan model pertama yang berbahan baku kertas pembungkus nasi. Tim pelaksana menunjukan tahap-tahap pembuatan dengan teknik lipatan kertas yang mudah diikuti oleh peserta pelatihan.

Dr Kanwina Berliana S.Si, M.Si  menambahkan, tim pelaksanan pengabdian selalu mengingatkan pentingnya menjaga protocol kesehatans selama program ini dilaksanakan.  Peserta pelatihan pembuatan kemasan non plastic tampak dengan mudah mengusai langkah-langkah melipat kertas untuk menghasilkan 2 model kemasan makanan yang berbahan dasar kertas, ekonomis, dan aman untuk makanan bagi konsumen dan langsung bisa dihasilkan banyak kemasan yang siap untuk diproses gambar dan logonya.

Tim pengabdian di hari III melaksanakan program pelatihan dengan memberi dasar-dasar pengetahuan tentang desin kepada peserta latih. Materi yang disampaikan adalah seputar defenisi design, bentuk-bentuk dan jenis design, penggunaan design, dan menejemen design grafis. Seluruh peserta latih dengan antusias dan bersemangat mengikuti pembekalan design  ini, dari sesi pemaparan materi hingga sesi tanya jawab.

Kegiatan pengabdian ini bukan hanya membantu  secara fisik kepada pelaku usaha kecil menengah, tetapi juga membantu memberi pengetahuan  design, skill pengembangan  kreatifitas dan keterampilan digital yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan usaha di era milenial ini. Pemilik UMKM Queen burger  dan peserta laith sangat bersemangat mengikuti 3 hari program pengabdian kepada masyrakat ini, dari awal survey dan diskusi tahap-tahap kerja hingga akhir kegiatan yang ditandai dengan penyerahan bantuan alat –alat pembuatan kemasan makanan non plastik ini. (rel)

Kompeteisi Sains Nasional 2021 Tahap I, 57.845 Siswa SMP Ikut Seleksi Penyisihan

PESERTA: Para peserta yang mengikuti Kompeteisi Sains Nasional beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek menyelenggarakan babak penyisihan tahap I Kompeteisi Sains Nasional (KSN) jenjang SMP. Tahap ini diikuti 57.845 peserta dari 337 kabupaten/kota dan 3 negara Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), yakni Arab Saudi, Malaysia, dan Mesir.

PESERTA: Para peserta yang mengikuti Kompeteisi Sains Nasional beberapa waktu lalu.

Sebagai dampak pandemi Covid-19, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi mengimbau agar pelaksanaan seleksi KSN SMP Tahap 1 dilaksanakan di rumah masing-masing atau di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. “Mengingat sebagian daerah masih menerapkan kebijakan PPKM, kami berharap Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan orang tua untuk selalu mengawasi kesehatan peserta KSN SMP,” pesan Asep melalui rilis resmi, Selasa (14/9).

Pelaksanaan seleksi KSN SMP babak penyisihan tahap I akan dimulai dari tanggal 14-15 September 2021 secara daring melalui sistem aplikasi android yang sudah disiapkan Puspresnas. 

“Pada tanggal 14 September 2021 pada pukul 08.00 s.d. 09.30 WIB dilakukan seleksi bidang lomba Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan pukul 13.00 sampai dengan 14.30 WIB dilakukan seleksi bidang lomba Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sedangkan pada tanggal 15 September 2021 pukul 08.00 s.d. 10.00 WIB dilakukan seleksi bidang lomba Matematika,” jelas Asep lebih lanjut.

Selanjutnya, Kapuspresnas menjelaskan peserta yang mengikuti seleksi KSN SMP babak penyisihan tahap I adalah tiga peserta terbaik yang mewakili sekolah untuk masing-masing bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

“Dari 57.845 peserta yang mengikuti lomba untuk bidang Matematika sebanyak 19.168 orang, peserta yang mengikuti lomba bidang IPA sebanyak 19.509 orang, dan yang mengikuti lomba bidang IPS sebanyak 19.168 orang,” jelas Asep.

Puspresnas telah melakukan empat kali simulasi kepada peserta didik untuk melihat kondisi kendala peserta. Dengan begitu, panitia dapat mengevaluasi serta meminimalisir kendala peserta pada saat pelaksanaan seleksi berlangsung.

“Hasil yang diharapkan pada seleksi KSN SMP Babak Penyisihan tahap I tahun 2021 ini adalah terpilihnya lima peserta terbaik tingkat kabupaten/kota untuk setiap bidang lomba dan menetapkan peserta seleksi penyisihan tahap II untuk setiap bidang lomba,” pungkasnya.(kdc/azw)

Selama Pandemi Covid-19 di Kota Medan, Jumlah Pengangguran Meningkat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal itu pun sangat berdampak sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Medan yang dinilai mengalami perlambatan dalam asumsi perubahan APBD 2021 dari 5,81 persen menjadi 3,01 persen. Untuk inflasi juga mengalami penurunan, yakni dari 3,98 persen menjadi 2,02 persen.

“Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak terlepas dari banyaknya pusat-pusat perbelanjaan, hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan yang tutup. Akibatnya, jumlah pengangguran juga meningkat tajam, dan kita memaklumi ini,” ucap Ketua Fraksi PDIP Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Kamis (16/9).

Namun begitu, kata Robi, Pemko Medan kiranya mempunyai strategi dan cara untuk mengatasinya. Untuk itu, Robi meminta Pemko Medan untuk menjaga agar laju pertumbuhan ekonomi di Kota Medan dapat kembali normal. Khususnya, agar tingkat inflasi dan pengangguran tidak semakin meningkat.

Robi juga meminta Pemko Medan untuk mengatasi masalah kemiskinan yang meningkat di Kota Medan selama Pandemi Covid-19.”Apakah target penurunan angka kemiskinan di akhir 2021 akan tercapai? Ini harus ada terobosan dan langkah antisipasi. Apa yang akan dilakukan Pemko Medan pada P-APBD 2021 ini? P-APBD ini harus bisa memaksimalkan penanggulangan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kota Medan,” ujarnya.

Dijelaskan Robi, Pemerintah Kota Medan juga diminta untuk memanfaatkan secara maksimal Perubahan APBD (P-APBD) Kota Medan Tahun 2021. P-APBD Kota Medan diharapkan, dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya dalam mendapat pelayanan kesehatan ditengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Jadi selain untuk masalah kemiskinan dan pengangguran, Pemko Medan kita minta untuk memaksimalkan P-APBD yang nantinya akan disahkan, harus betul-betul dapat dirasakan masyarakat. Termasuk untuk mendukung pengendalian penyebaran maupun penanganan pasien Covid-19, Pemko Medan harus fokus melakukan program 3T (Test, Tracing, dan Treatment),” jelasnya

Diterangkan Robi, fokus anggaran pada kesehatan dan khususnya penanganan Covid-19 dalam P-APBD TA 2021, diharapkan bisa mengurangi kendala yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Robi juga meminta agar Pemko Medan terus mengoptimalkan peran dan pelayanan Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan, meningkatkan layanan ambulance bagi pasien Covid-19, dan kecepatan proses pengujian Swab PCR bagi suspect Covid-19, khususnya bagi warga yang tergolong tidak mampu.

“Fokusnya anggaran itu harus jelas, kalau untuk penanganan Covid, maka untuk apa? Jangan nantinya masih ad masyarakat yang tidak swab antigen atau PCR hanya karena gak ada biaya. Intinya 3T harus ditingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan angka pengangguran selama pandemi Covid-19. Peningkatan terbesar terjadi pada warga usia produktif alias anak muda.

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, peningkatan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terjadi pada penduduk berusia 20-24 tahun dan 25-29 tahun. “Pengangguran akibat pandemi yang jadi catatan adalah pengangguran pada usia muda lumayan tinggi,” kata Margo dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (30/8), lalu.

BPS melaporkan, pengangguran pada usia 20-24 tahun meningkat sebesar 3,36 persen dari 17,66 persen pada Februari 2020 menjadi 14,3 persen pada Februari 2021. Sementara pengangguran usia 25,29 tahun meningkat 2,26 persen poin dari 7,01 persen di Februari 2020 menjadi 9,27 persen di Februari 2021. Penduduk dengan usia lainnya relatif memiliki porsi lebih kecil. Tingkat pengangguran penduduk usia 30-34 tahun sebesar 4,94 persen, usia 35-39 tahun sebesar 3,74 persen, usia 40-44 tahun mencapai 3,55 persen, dan usia 44-49 mencapai 3,27 persen.

“Sementara kalau (dilihat dari) posisi pendidikan, pendidikan SMA dan lulusan perguruan tinggi (paling banyak menganggur). Kalau pengangguran dengan edukasi yang baik biasanya tuntutannya banyak, ini jadi persoalan sosial yang harus kita pikirkan,” tutur dia.

Bertambahnya tingkat pengangguran terbuka mempengaruhi tingkat kemiskinan. Penduduk miskin bertambah dari 9,78 persen menjadi 10,14 persen. Sementara penduduk miskin ekstrem meningkat dari 3,8 persen tahun 2020 menjadi 4 persen tahun 2021.

Berdasarkan standard global, tingkat kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai penduduk dengan pendapatan kurang dari 1,9 dollar AS per hari. “Catatan penting yang perlu diperhatikan adalah kemiskinan ekstrem yang meningkat,” pungkasnya. (map/bbs/ila)

Di Pasar Seksama dan Simpang Limun Polsek Patumbak Tertibkan Pedagang Pasar

IMBAU: Plt Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti imbau seorang pedagang agar tak berjualan di trotoar jalan. Neneng juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja di pasar Seksama dan Simpang Limun.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak gabungan menertibkan pedagang yang berjualan di trotoar jalan di Pasar Seksama dan Simpang Limun, Kelurahan Sitirejo 3, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (15/9). Kegiatan ini dipimpin Plt Kapolsek AKP Neneng Armayanti bersama tiga pilar.

IMBAU: Plt Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti imbau seorang pedagang agar tak berjualan di trotoar jalan. Neneng juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja di pasar Seksama dan Simpang Limun.

Neneng memberikan imbauan kepada para pelaku usaha agar tidak berjualan menggunakan badan jalan yang dapat mengganggu jalur para pejalan kaki dan pengendara roda dua serta pengendara roda empat demi kelancaran arus lalu lintas. Dalam pelaksanaannya, para pelaku usaha yang berjualan dapat menerima dan mengerti akan imbauan yang di sampaikan para petugas gabungan bersama tiga pilar.

Neneng juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja agar selalu memakai masker, rajin cuci tangan guna memutus penyebaran virus Covid-19.

“Kita meminta para pedagang dan masyarakat, jadilah Polisi bagi diri sendiri, apabila para pembeli menggunakan sepeda motor memasang kunci ganda kendaraan pada saat diparkirkan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau agar para ibu-ibu memastikan kompor gas di rumah kondisi mati, guna menghindari bahaya kebakaran. “Apabila terjadi gangguan Kamtibmas segera menghubungi Polsek Patumbak atau personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Sitirejo,” pintanya.

Selama pelaksanaan kegiatan sterilisasi di Pasar Seksama dan Pasar Simpang Limun Medan tersebut, berjalan dengan aman dan lancar. (dwi/ila)

Capai Target Hattrick di Pemilu 2024, Badan dan Sayap PDI Perjuangan Diminta Berkontribusi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan Sumut terus menggeber persiapan menjelang Pemilu 2024. Setelah melaksanakan rapat koordinasi dengan DPC se-Sumut, kini giliran badan dan sayap partai diundang ke Sekretariat DPD PDI Perjuangan untuk rapat koordinasi guna mematangkan persiapan pencapaian target hattrick menang Pemilu di 2024 sesuai instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon didampingi Sekretaris Sutarto dan dihadiri seluruh badan partai yaitu, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu), Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat), Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK), Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR), Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), dan Badan Kebudayaan Nasional (BKN). Sedangkan organ sayap yang hadir yakni Taruna Merah Putih (TMP), Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), dan Banteng Muda Indonesia (BMI).

Dalam arahannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon mengatakan, badan dan sayap merupakan satu kesatuan dari PDI Perjuangan yang tidak bisa dipisahkan. “Ibarat pesawat, badan dan sayap partai merupakan kedua sisi sayapnya yang harus berjalan seimbang agar pesawat itu mampu mengudara tinggi di angkasa,” ujar Rapidin.

Selanjutnya Rapidin mengingatkan agar badan dan sayap segera membuat progam yang dapat disinergikan dengan DPD. “Sinergitas gerak antara badan dan sayap partai untuk sama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan partai,” sebut Rapidin.

Terkait Pemilu 2024, Rapidin mengingatkan, sesuai instruksi Ketua Umum Megawati Sukarnoputri agar PDI Perjuangan membuat hattrick kemenangan pada Pemilu 2024. “Untuk semua badan dan sayap harus bekerja ekstra keras untuk mencapai target kemenangan tersebut. Maka dari itu seluruh badan dan sayap tidak boleh main-main lagi, harus benar-benar serius dalam membuat progam-progam kemenangan pada Pemilu 2024,” pungkasnya.(adz)

Imigrasi Deportasi WNA Lulusan Kedokteran USU

DEPORTASI: Petugas Imigrasi Kelas I TPI Polonia bersama PTS di Bandara KNIA saat hendak di deportasi ke negara asal.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia mendeportasi PTS, seorang warga Negara Malaysia yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). PTS dipulangkan ke negara asal melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA).

DEPORTASI: Petugas Imigrasi Kelas I TPI Polonia bersama PTS di Bandara KNIA saat hendak di deportasi ke negara asal.istimewa/sumutpos.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia, Samuel Toba, menjelaskan pendeportasian dilakukan terhadap WNA Malaysia tersebut karena terbukti melanggar peraturan keimigrasian karena tinggal di Indonesia melebihi izin tinggal yang telah ditentukan.

”Pendeportasian dilakukan melalui KNIA dengan menggunakan pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 0124,” katanya, Kamis (16/9).

Samuel mengurai, pendeportasian yang dilakukan Imigrasi Polonia terhadap WNA yang menamatkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran USU itu dilakukan karena izin tinggal PTS telah berakhir sejak tahun 2017 lalu dan tidak pernah diperpanjang.

“Selama berada di Indonesia, dia sempat berkuliah di USU. Dan sejak 2017, izin tinggalnya sudah berakhir dan dia hanya tinggal di kos-nya saja. Dia kita amankan dari tempat tinggalnya di Jl. M.Idris Sei Putih Timur II, Medan Petisah,” kata Samuel.

Dari PTS, petugas juga mengamankan Emergency Passpor miliknya yang berakhir hingga 6 Juni 2022. “Kita mendeportasinya karena melanggar Pasal 78 ayat 3 jo Pasal 75 Ayat 1 Undang–Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” pungkas Samuel. (mbc/ila)

Pemko Medan Olah 30 Ton Sampah jadi Kompos

LIHAT: Wali Kota Medan Bobby Nasution melihat proses pengolahan sampah menjadi kompos. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan mengolah sebanyak 30 ton sampah per jam yang menghasilkan pupuk kompos sebagai penyubur tanaman. ”Uji labnya sudah keluar. Alhamdulillah, hasilnya bagus dan ini mau coba kita pakai di lahan-lahan kecamatan yang memiliki ladang. Medan, Rabu (15/9).

LIHAT: Wali Kota Medan Bobby Nasution melihat proses pengolahan sampah menjadi kompos. istimewa/sumutpos.

Hal ini diungkapkan sebagai realisasi salah satu program prioritas Pemkot Medan bidang kebersihan dengan mencanangkan pasar bersih dan pengelolaan sampah di Pasar Induk Lau Cih, Medan Tuntungan.

Bobby mencontohkan Pasar Induk Lau Cih yang menghasilkan sampah sekitar empat ton selama tiga hari, maka dibutuhkan pengolahan sampah secara komprehensif.

Dinas Kebersihan dan Pertaman Kota Medan, lanjut dia, telah memiliki sistem yang dapat menumpuk sampah hingga tujuh hari yang kemudian diolah menjadi pupuk kompos.

“Kemarin sudah kita bagikan kepada kabupaten/kota di Sumut sebagai percontohan. Tujuan utama dari pengolahan ini bukan profit, tetapi menghilangkan sampah di Kota Medan,” tegas Bobby.

Bobby menyebutkan bahwa Medan menghasilkan sekitar 2.000 ton sampah per hari, bahkan Medan pernah mendapat predikat sebagai Kota Terjorok 2019.”Ini terkait sistem pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) di Medan yang masih ‘open dumping’, karena itu Pemkot Medan tengah berusaha beralih ke sistem ‘sanitary landfill’,” terang Bobby. (ant/ila)

Dapat Penghargaan BUMD Award Lagi, Gubsu Jangan Terlena, Terus Genjot BUMD

PENGHARGAAN: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Arief S Trinugroho mewakili Gubsu Edy Rahmayadi, menerima penghargaan Top Pembina BUMD 2021 pada Ajang TOP BUMD Awards 2021. , yang digelar majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN) di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (10/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi disebut jangan terlena untuk senantiasa menggenjot kinerja jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemprovsu.

PENGHARGAAN: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Arief S Trinugroho mewakili Gubsu Edy Rahmayadi, menerima penghargaan Top Pembina BUMD 2021 pada Ajang TOP BUMD Awards 2021. , yang digelar majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN) di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (10/9).

“Kita apresiasi atas penganugerahan tersebut, namun bukan berarti puas di situ saja, melainkan mindset BUMD kita harus terus digenjot oleh Pak Edy supaya menghasilkan daripada hanya menghabiskan uang rakyat,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sumut, Hendro Susanto menjawab Sumut Pos, Kamis (16/9).

Bank Sumut, misalnya sebut dia yang asetnya sudah banyak sejatinya bisa memberi PAD signifikan bagi Pemprovsu serta membangkitkan pembangunan Sumut.

“Kami tetap memberikan catatan kepada Bank Sumut, salah satunya soal penghapusan Rp1 triliun lebih kreditur. Ini sebelum dihapuskan mesti dievaluasi dulu. Jangan-jangan fiktif juga itu, sebab Rp.1 T itu uang rakyat Sumut, masa begitu saja dibuang-buang. Jika ada indikasi yang terlibat, laporkan kepada aparat berwajib,” katanya.

PT Perkebunan, menurut Hendro, juga demikian. Kondisinya terus sakit-sakitan meski terus disuntik Penyertaan Modal Daerah (PMD) tiap tahun. “Termasuk di 2021 ini, tapi tetap gagal (hasilkan PAD). Karena itu tadi, mindsetnya menghabiskan bukan menghasilkan. Kami mendapat surat dari 33 eks karyawan mereka, yang sampai hari ini hak-haknya belum dibayarkan sebagai pensiunan. Padahal Rp80 miliar PMD yang kita (F-PKS) setujui untuk mereka itu, berganningnya lantaran ada poin untuk membayarkan hak-hak eks karyawannya,” katanya.

Karenanya, F-PKS minta agar direktur utama PT Perkebunan Sumut untuk mundur dari jabatannya. Kepada Gubsu Edy selaku pemegang saham, agar segera mengevaluasi kinerja dirut dan jajarannya. “Ini bentuk kegagalan juga sebenarnya. Tanggungjawab dong, gentleman dong. Kalau sudah gagal mundur saja, biar kita cari orang lain,” tegas Hendro.

Begitupun PT. Dhirga Surya dan PT. PPSU, menurutnya mesti dievaluasi kinerjanya. Kehadiran mereka mesti memberi manfaat bagi masyarakat Sumut. Jika merugi, saran dia, lebih baik ditutup saja.”Kalau gak sehat, mending tutup aja. Sayang uangnya untuk ke sana, lebih baik diberikan kepada masyarakat untuk penyertaan modal UMKM. Sektor riil lain juga bisa diberdayakan. Hubungkan UKM kita dengan Bank Sumut untuk itu. Nanti mereka yang menilai. Itulah bentuk hadirnya pemprov dan bank daerah memberi bantuan kepada masyarakat,” ujar ketua Komisi A DPRDSU tersebut.

“Sehingga PMD-nya bisa untuk program-program yang lebih pro rakyat, buat rakyat sejahtera. Sebab kalau (BUMD) ini tidak diawasi, habis nanti uang kita ke situ saja. Makan harus digenjot BUMD kita,” sambungnya.

Di samping itu, terkhusus kepada Kabiro Perekonomian Setdaprovsu yang baru, Naslindo Sirait, bisa memberikan taste atau rasa yang berbeda terhadap jajaran BUMD Sumut. “Apalagi dia seorang doktor yang dipilih (pasangan Eramas) sekarang ini, dan kita percaya bahwa beliau adalah sosok yang bisa perbaiki perkembangan BUMD kita,” pungkasnya. (prn/ila)

Ratusan Pelaku Wisata di Sei Bingai Langkat Menerima “Serbuan Vaksin TNI”

LANGKAT, SUMUTPOS.CO- Ratusan pelaku wisata mendapat “Serbuan Vaksin TNI” di Explore Sumatera, Sei Bingai Langkat, Jumat, 17 September 2021. Vaksinasi tahap pertama yang diselenggarakan Kodim 0203 Langkat berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Langkat, Explore Sumatera, Pewarta Foto Indonesia ( PFI) Medan, DEMA KAHMI, FKPPI Kecamatan Sei Bingai merupakan upaya memutus mata rantai penularan Covid 19.

Ratusan pelaku wisata mendapat “Serbuan Vaksin TNI” di Explore Sumatera, Sei Bingai Langkat, Jumat (17/9).

Dandim 0203 Langkat, Letkol Inf Wisnu Joko Saputro melalui Pasiop Kodim Langkat, Kapten Inf Zulkarnaen mengatakan,  kegiatan vaksinasi yang bertemakan “Serbuan Vaksin TNI” ini merupakan upaya dalam membantu pemerintah dalam capaian bahwa Indonesia harus sehat, minimal imun komunal seluruh rakyat Indonesia dapat mencapai 70 persen, sehingga pemerintah dapat membuka pertemuan tatap muka untuk pendidikan, lokasi wisata dan sektor lainya.

“Kodim 0203 Langkat berupaya menyentuh seluruh sektor, untuk hari ini kita bermain di sektor pariwisata. Kodim Langkat sudah melakukan ke sejumlah sektor lainnya, baik kesekolah- sekolah dan sentra ekonomi masyarakat. Secara bertahap kita akan memvaksinasi  keseluruhan pelaku wisata”, ungkap Zulkarnaen.

Sementara itu Founder Explore Sumatera, Joni Kurniawan menambahkan,  sebagai pelaku wisata kita meminta kepada Kodim 0203 Langkat dan Dinas Pariwisata Langkat agar melakukan vaksinasi kepada para pelaku wisata di Sei Bingai, karena kami melihat sebenarnya di kawasan ini yang rawan penyebaran Covid 19. Sei Bingai merupakan destinasi wisata yang sangat dekat dengan Kota Medan dan Binjai. Kita khawatir, ketika dilonggarkan tamu akan membludak . ” Kami sebagai pelaku wisata harus siap menghadapi kunjungan wisatawan.

Koordinasi Kodim 0203 Langkat dan Dinas Pariwisata Langkat memutuskan lokasi vaksinasi di Sei Bingai sangat membantu pelaku wisata dan masyarakat disini untuk tidak sulit lagi mencari vaksin. Sehingga ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan sudah bisa membuka lokasi wisata untuk dikunjungi, pelaku wisata di Sei Bingai sudah siap untuk menerima tamu dan kunjungan, karena para pelaku wisata dan masyarakat sudah divaksin”, ujarnya.

Joni menambahkan, vaksin tahap pertama tersebut, sebanyak 200 pelaku wisata sudah divaksin. Kita berharap untuk gelombang berikutnya bisa diselenggarakan lagi untuk pelaku wisata dan masyarakat yang belum bisa divaksin. “Kita berharap pelaku wisata dan masyarakat seluruhnya sudah divaksin agar tamu bisa nyaman dan tidak khawatir lagi jika lokasi wisata sudah bisa dibuka”, tuturnya.

Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, setelah divaksin para pelaku wisata dan masyarakat menerima bibit pohon untuk ditanam di halaman rumah dan lokasi wisata di kawasan Sei Bingai.(Rel)

Tingkatkan SDM Bidang Pertanian, Komisi B DPRD Provsu Bantu Pemkab Asahan

KUNKER: Komisi B DPRD Provsu saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Pemkab Asahan, Kamis (16/9).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Komisi B DPRD Provinsi Sumatera Utara (Provsu) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Asahan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Kamis (16/9).

KUNKER: Komisi B DPRD Provsu saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Pemkab Asahan, Kamis (16/9).

Sebelum menyampaikan pidatonya Komisi B DPRD Provsu beserta rombongan mendengarkan ekspos yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Ir. Oktoni Eryanto, MMA

Ketua Komisi B DPRD Provsu H. Dhody Thahir, SE, MBA mengatakan, pertanian di Kabupaten Asahan saat ini berkembang dan meminta untuk mempertahankan perkembangannya. “Apalagi selama masa pandemi covid-19 ini, pertanianlah yang berhasil bertahan,”ujar Dhody Thahir.

Untuk meningkatkan hasil pertanian, lanjut Ketua Komisi B DPRD Provsu, pihaknya akan memberikan bantuan dan diharapkan nantinya tidak disia-siakan.

Dinas Pertanian Asahan juga diminta untuk meningkatkan Sumber Saya Manusia (SDM) bidang pengetahuan para petani, dengan melakukan pembinaan dan sosialisasi.

Bupati Asahan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda),Drs. John Hardi Nasution, M. Si mengucapkan selamat datang kepada Komisi B DPRD Provsu beserta rombongan di Kabupaten Asahan.

“Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Komisi B DPRD Provsu kepada Kabupaten Asahan,” ucap Sekda.

Selanjutnya Sekda berharap, Komisi B DPRD Provsu membantu Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan, “Mewujudkan Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter. (dat/han)