29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 3159

Naavagreen Plus Medan, Perawatan Kulit yang Aman, Berkualitas dan Terjangkau

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Klinik Kecantikan Naavagreen Plus yang kedua, akan hadir 15 September 2021 di Medan. Naavagreen Plus, merupakan klinik kecantikan pengembangan dari Naavagreen Indonesia yang sudah lebih dulu ada dengan 64 cabang di seluruh Indonesia Naavagreen Plus memberikan pengalaman baru bagi para customer yang menginginkan perawatan kulit yang aman dan berkualitas dengan harga sangat terjangkau.

Selain itu semua customer sebelum melakukan perawatan maupun pembelian produk harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang bertugas. Layanan konsultasi ini gratis. “Murah bukan berarti produknya tidak bagus, ya. Semua produk Naavagreen Plus sudah ternotifikasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), berbahan dasar natural yang diproduksi di pabrik yang sudah bersertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik), CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), dan sertifikasi halal MUI” kata dr. Luciana Kuswibawati, konsultan medis FS Group yang juga menaungi Naavagreen Plus. Naavagreen Plus mempunyai keunggulan beberapa layanan yang tidak dimiliki oleh Naavagreen Indonesia.

Perawatan yang lebih lengkap seperti Botox, Filler, Thread Lift, Mesotherapy Needle, Platet Rich Plasma (PRP), Laser Ndyag Glow Peel, Laser Cofragtional dan lain-lain. Selain itu juga memiliki produk exclusive yang hanya ada di Naavagreen Plus. Produk exclusive Naavagreen Plus yaitu Bakuchiol Glow White Serum dan VICI Glow Serum dengan harga antara Rp. 82.500 dan Rp 93.500.

Dua produk exclusive ini tentunya memiliki keunggulan yang tidak perlu diragukan lagi. Berbagai macam perawatan ini dimulai dari harga Rp50.000, sedangkan krim perawatan dibanderol mulai dari Rp30.000.

Harga tersebut sudah mendapatkan konsultasi gratis dengan dokter yang akan memberi saran dan penjelasan tentang kondisi kulit dan perawatan yang tepat. Perawatan tentunya dilakukan dengan menerapkan protokol lengkap yang mencegah penyebaran virus Covid-19. Alat Pelindung Diri (APD), sarung tangan latex, pelindung muka dan mata selalu dikenakan oleh terapis. Semua ruangan juga disterilisasi dengan sinar UV setiap hari.

“saya berharap dengan kehadiran Naavagreen Plus ini, masyarakat Medan paham, bahwa perawatan kulit itu tidak harus mahal. Dengan harga terjangkau bisa dapat produk yang aman dan berkualitas,” ujar Julfida Navra Christin S, yang akrab dipanggil Titin, selaku pengelola cabang Naavagreen Plus Medan. Selama masa opening Naavagreen plus memberikan berbagai promo dari mulai diskon 50% glowing treatment, 50% facial, sampai voucher Rp 100.000.

Semua promo ini akan berlaku selama 7 hari, dari tanggal 15-21 September 2021. Selain promo diskon dan bagi-bagi voucher, Naavagreen Plus juga akan bagi-bagi souvenir bagi semua pengunjung klinik. Tentunya dengan syarat dan
ketentuan yang berlaku.(rel)

Sumut Terima 106.100 Dosis Vaksin Covid-19

VAKSIN TIBA: Personel Brimob Polda Sumut dan Polsek Bandara Kualanamu mengawal kedatangan tiga jenis vaksin Covid-19 yang baru tiba di terminal kargo Bandara Kualanamu, Selasa (14/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menerima vaksin Covid-19 dari Pemerintah Pusat, Selasa (4/9) siang. Kali ini, vaksin yang diterima sebanyak 106.100 dosis atau 29 koli di Terminal Kargo Bandara Kualanamu Internasional.

VAKSIN TIBA: Personel Brimob Polda Sumut dan Polsek Bandara Kualanamu mengawal kedatangan tiga jenis vaksin Covid-19 yang baru tiba di terminal kargo Bandara Kualanamu, Selasa (14/9).

Saat tiba di Terminal Kargo KNIA, 29 koli vaksin Covid-19 tersebut mendapat pengawalan ketat dari personel Polsek Bandara Kualanamu, Antiteror Den Gegana Sat Brimob Polda Sumut serta Dalmas Sat Sabhara Resta Deliserdang, lalu dibawa ke gudang vaksin Dinas Kesehatan (Dinkes), di Jalan Prof M Yamin Medan.

Plt Kapolsek Bandara Kualanamu, Iptu Jonni H Damanik membenarkan masuknya 29 koli vaksin dari Jakarta ke KNIA.

“Benar, tadi ada masuk 29 koli vaksin dan sudah dibawa ke Medan dengan pengawalan ketat,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, vaksin yang diterima ada tiga jenis yaitu Coronavac, Sinovac dan Astra Zeneca. “Infonya tadi pagi vaksinnya tiba di bandara, kemudian dibawa ke gudang (Farmasi Dinkes Sumut),” kata Aris saat dihubungi.

Aris menyebutkan, dari jumlah vaksin yang diterima kali ini, untuk jenis Sinovac sebanyak 1 koli dengan isi 1.000 dosis. Sedangkan jenis Coronavac berjumlah 27 koli dengan isi 105.000 dosis dan Astra Zeneca 1 koli dengan isi 100 dosis. “Vaksin ini akan disimpan di gudang dan akan didistribusikan ke daerah-daerah sesuai dengan instruksi pemerintah,” sebutnya.

Disinggung berapa banyak stok vaksin corona di gudang yang tersedia saat ini, Aris mengaku tidak lupa. “Saya tidak ingat,” ucapnya.

Informasi diperoleh, vaksin yang diterima kali ini tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Kualanamu pada pukul 08.20 WIB dengan Pesawat Lion Air JT-210. Selanjutnya, vaksin dibawa ke gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut yang dikawal personel kepolisian. Vaksin tiba di gudang sekitar pukul 09.40 WIB dan telah diterima petugas gudang.

Sebelumnya, pada Selasa pekan lalu (7/9), Sumut menerima vaksin Covid-19 sebanyak 606.240 dosis atau 143 koli. Vaksin yang diterima terdiri dari dua jenis, yaitu Coronavac dan Sinovac.

1,8 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Sementara, Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 sebanyak 1.808.040 dosis vaksin produksi Sinovac dalam bentuk jadi melalui fasilitas COVAX. Saat ini, total vaksin yang datang ke Indonesia menjadi lebih dari 243 juta dosis, baik dalam bentuk bulk maupun vaksin jadi.

“Dengan kehadiran vaksin ini, sekaligus memastikan stok vaksin aman,” kata Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol. Imam Sugianto dalam keterangannya, Selasa (14/9).

Imam juga menuturkan, kehadiran vaksin tahap ke-61 ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah berupaya keras memenuhi kebutuhan stok vaksin Covid-19 untuk mendukung program Vaksinasi di Indonesia.

“Vaksinasi, memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan, serta penguatan 3 T merupakan langkah penting mempercepat pemulihan kesehatan, membangkitkan produktivitas, dan mengakhiri pandemi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah melakukan percepatan dan perluasan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk mempercepat pengendalian pandemi dan terbangunnya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Imam juga mengingatkan penurunan jumlah kasus positif Covid-19 belakangan ini jangan sampai membuat lengah. Semua pihak tetap memerlukan upaya bersama melawan pandemi, termasuk penerapan disiplin protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi.

“Kami berharap semua pihak mematuhi kebijakan PPKM yang dikeluarkan pemerintah karena kebijakan tersebut sebagai upaya melindungi kita semua dan menekan laju penularan Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin mengatakan, TNI bersama Polri telah mendapatkan amanat langsung dari Presiden Joko Widodo untuk mendukung program penanganan Covid-19, termasuk program vaksinasi nasional.

Menurut dia, tidak hanya dalam sisi pengamanan stok maupun distribusi vaksin, TNI juga membantu dalam pelaksanaannya. Memasuki September 2021, program Vaksinasi Nasional makin diperluas dan dipercepat dengan target 2.000.000 dosis per hari.

Selain vaksinasi, Mayjen TNI Syafruddin mengingatkan yang tidak boleh dilupakan adalah disiplin pada protokol kesehatan dengan menjalankan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan mematuhi aturan pembatasan mobilitas yang ditetapkan pemerintah.

“Semua bisa dilakukan jika segenap bangsa Indonesia bersatu, berusaha dan berjuang bersama-sama, bergotong royong menangani pandemi ini. Semoga kita semua sehat, dan selalu dalam lindungan Allah Swt,” ujarnya. (ris/dwi)

Perampok Toko Emas Simpang Limun Ditangkap, Melawan, Satu Ditembak Mati

LOKASI PERAMPOKAN: Polisi melakukan cek olah tempat kejadian perkara perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun Medan, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat pelaku perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan, dikabarkan ditangkap pihak kepolisian. Kabar beredar di kalangan jurnalis, salah satu di antaranya disebut-sebut tertembak mati karena melakukan perlawanan.

.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko membenarkan para pelaku perampokan toko emas tersebut telah ditangkap, Namun begitu, dia enggan menjelaskan secara detail dan lebih jauh terkait pengungkapan kasus tersebut.

Riko mengaku, kasus ini nantinya akan dipaparkan langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak. “Besok (hari ini, red) dirilis Pak Kapolda,” katanya singkat diwawancarai di Mapolrestabes Medan, Selasa (14/9).

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan satu pelaku perampokan tersebut terpaksa dilakukan tindakan tegas. Kata Hadi, pelaku ditindak tegas lantaran melawan dan membahayakan petugas saat prarekonstruksi.

“Satu pelaku inisial H terpaksa dilumpuhkan dan meninggal dunia karena melakukan perlawanan dan membahayakan petugas, saat melakukan prarekon untuk menunjukkan arah pelarian dan titik kumpul terakhir pelaku-pelaku yang lainnya,” kata Hadi kepada wartawan.

Diketahui, empat perampok bersenjata api menyatroni toko emas di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (26/8) siang sekira pukul 14.10 WIB. Dari rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, perampok berjumlah empat orang yang membawa senjata api jenis laras panjang dan pistol langsung menodongkan ke petugas keamanan pasar. Dalam aksinya, pelaku menggasak sekira 5 kilogram perhiasaan emas. Total kerugian, diperkirakan Rp 5 miliar lebih. (ris/dwi)

Medan Siap Gelar PTM, 86 Persen Guru Sudah Divaksin Dosis II

SIMULASI: Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Kadis Pendidikan Medan Adlan saat meninjau simulasi PTM di SMPN 1 Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan mencatat, jumlah guru yang telah divaksin dosis kedua mencapai 86 persen. Sedangkan jumlah murid yang divaksin masih berkisar seribu orang. Dengan begitu, Disdik Medan siap menggelar pembelajaran tatap muka (PTM), apabila sudah diizinkan.

SIMULASI: Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Kadis Pendidikan Medan Adlan saat meninjau simulasi PTM di SMPN 1 Medan, beberapa waktu lalu.

“Total guru swasta dan negeri di Medan mencapai 20 ribu. 86% diantaranya sudah divaksin dosis kedua, kalau disuruh belajar tatap muka sebenarnya kita sudah siap,” ujar Kepala Disdik Medan, Adlan, di sela-sela kegiatan peninjauan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK) di SMK Negeri 9, Jalan Patriot Medan, Selasa (14/9).

Ia mengungkapkan, tidak semua guru di Kota Medan bisa divaksin. Menurut dia, 86% adalah jumlah maksimal guru yang dapat divaksin. “Selebihnya itu yang ada penyakit bawaan, tidak bisa divaksin,” bebernya. Apalagi, kata Adlan, pada Juli 2021 pihaknya sudah menggelar simulasi dibukanya pembelajaran tatap muka. Saat itu segala persiapan tentang protokol kesehatan sudah baik. “Memang waktu itu disiapkan kapasitas kelas hanya diisi 25 % dari jumlah yang ada, sesuai arahan Bapak Presiden. Tapi batal karena ada PPKM Darurat,” bilangnya.

Meski Adlan mengaku sudah siap untuk menggelar PTM, namun Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman menyebutkan, hingga akhir pekan kemarin Disdik Medan belum membuat formula dan melaporkan teknis pelaksanaan sistem PTM di Kota Medan sebagai persiapan bila Kota Medan telah diizinkan untuk menggelar PTM.

Padahal kata Aulia, sudah seharusnya, Disdik Kota Medan mempersiapkan formulasi dan teknis pelaksanaan PTM tersebut. Dengan begitu, ketika Medan telah diizinkan untuk menggelar PTM, Disdik Medan sudah bisa memastikan seluruh sarana dan prasarana penunjang digelarnya PTM memang siap, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. “Jadi kalau kita mulai PTM, formula yang harus dibuat harus betul-betul jeli. Terkait kondisi imun anak-anak ini kan fluktuatif. Jangan sampai, Pemko Medan disalahkan apabila ada anak-anak yang terserang Covid-19 karema sekolah,” ucap Aulia Rachman.

Apalagi, kata Aulia, Disdik Medan juga harus memikirkan sistem PTM di tengah aturan usia minimal vaksinasi. Sebab usia vaksin minimal hanya diizinkan untuk anak berusia 12 tahun ke atas, sedangkan untuk anak usia 12 tahun ke bawah, belum diizinkan untuk divaksinasi Covid-19. “Disdik Medan ini kan ranahnya SMP ke bawah, termasuk SD, TK, PAUD. Hingga saat ini pemerintah baru mengizinkan vaksinasi untuk usia 12 tahun ke atas, berarti untuk anak SMP. Sedangkan yang di bawah 12 tahun, belum diizinkan untuk vaksin. Artinya, SD dan yang dibawahnya belum boleh vaksin. Disdik harus persiapkan teknisnya,” ujarnya.

Diketahui, hingga saat ini pemerintah pusat masih menetapkan Kota Medan berstatus PPKM Level 4, meski terjadi penurunan kasus baru, kasus kematian, hingga penurunan BOR. Artinya, saat ini PTM belum dapat dilaksanakan di Kota Medan. Karena, Kemendikburistek hanya mengizinkan daerah dengan PPKM level 1, 2 dan 3 yang bisa menerapkan PTM.

Namun begitu, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution optimis, setelah berakhir masa pemberlakuan PPKM level 4 pada 20 September mendatang, Kota Medan bakal turun status menjadi level 3. Menantu Presiden Jokowi itu menyebut, saat ini kasus aktif tersisa 1.500 orang. “(Data) sudah diperbaiki dan diinformasikan ke provinsi, kasus aktif ada 1.500, sebelumnya 7.077. ini sudah diperbaiki tinggal 1.500,” kata Bobby Nasution kepada wartawan, Selasa (14/9).

Penurunan kasus aktif ini, lanjut dia, dalam waktu dekat akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan untuk selanjutnya diteruskan ke Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. “Tinggal kita laporkan ke Kemenkes. Dari Kemenkes melapor ke Menko, seuai disampaikan Pak Menko setelah perbaiki data, kasus aktifnya menurun, ini mudah-mudahan turun level III dan II,” jelasnya.

Bobby yakin pertumbuhan ekonomi akan semakin baik ketika penyebaran virus Covid-19 juga dapat dikendalikan. “Kemarin sudah rapat dengan provinsi, kita perbaiki datanya, karena mungkin pengumuman kemarin, hari ini baru rapat dengan provinsi. Hari ini kita masukkan data. Itu sudah diperbaiki dan diinformasikan ke provinsi,” pungkasnya.

Berdasarkan laporan Satgas COVID-19 Medan pertanggal 14 September 2021 jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 46.015, sembuh 43.477, meninggal dunia 887. Dengan begitu kasus aktif tersisa 1.657.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan Robi Barus, memberikan apresiasi kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution yang dinilai telah mampu menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Pasalnya saat ini, Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Medan telah menurun hingga di bawah 30 persen. Begitu juga dengan angka kasus aktif yang turun dari 7 ribut kasus menjadi dibawah 2 ribu kasus.

“Saat ini BOR di Kota Medan di bawah 30 persen, kasus aktif turun dari 7 ribuan menjadi dibawah 2 ribuan. Saya fikir butuh kerja keras untuk bisa seperti ini, dan Wali Kota Medan telah menunjukkan hal itu,” ucap Robi kepada Sumut Pos, Selasa (14/9).

Anggota Komisi I DPRD Medan ini mengatakan, keseriusan Bobby dalam menangani Pandemi Covid-19 ini tampak dari berbagai kebijakan yang dilakukannya, yakni mulai dari penerapan isolasi lingkungan dan pengadaan 3 lokasi Isoter yakni Eks Hotel Soechi, Gedung P4TK, dan KM Bukit Raya.

“Isolasi Lingkungan dan Isoter itu kita nilai berdampak cukup besar bagi penurunan Covid-19 di Medan. Belum lagi langkah Bobby yang sempat berkantor di Kantor Kecamatan Medan Helvetia yang merupakan Kecamatan dengan angka penyebaran tertinggi. Itu juga sangat efektif,” ujarnya.

Lalu kata Robi, kebijakan Pemko Medan dalam memfokuskan proses vaksinasi Covid-19 di Puskesmas dan Pustu di Kota Medan, juga terbukti efektif. Selain membuat masyarakat lebih dekat untuk bisa di vaksin, vaksinasi di Puskesmas dan Pustu juga berdampak besar bagi pengurangan risiko terjadinya kerumunan.

“Walaupun saat itu sempat terjadi masalah dengan adanya protes dari sejumlah warga di Puskesmas saat vaksinasi, tapi Pak Wali kemarin langsung tanggap dan turun kesana sekaligus memberikan penjelasan kepada masyarakat. Kerja keras yang dilakukan Wali Kota Medan ini kita nilai positif. Dan Alhamdulillah dampaknya juga positif, yaitu terjadi angka penurunan Covid-19,” katanya.

Robi pun berharap, tren penurunan angka Covid-19 di Kota Medan bisa terus terjadi, sehingga kondisi pandemi Covid-19 di Medan menjadi semakin terkendali dan membaik. “Tentunya butuh kerjasama dari berbagai pihak juga. Kita semua, masyarakat harus tetap mengedepankan prokes, kuncinya disitu. Kalau kita semua bisa berkolaborasi, InsyaAllah pandemi ini bisa segera berakhir,” pungkasnya.

2.180 Pasien Sembuh

Terkait perkembangan Covid-19 di Sumut, angka kesembuhannya terus bertambah. Berdasarkan data Kemenkes RI tanggal 14 September 2021, jumlah warga Sumut yang kembali dinyatakan sembuh dari Covid-19 didapatkan sebanyak 2.180 orang.

Dengan penambahan ini, maka total akumulasi angka kesembuhan di Sumut naik dari 90.217 menjadi 92.397 orang. Melalui angka 2.180 tersebut, Sumut juga menjadi daerah tertinggi dalam menyumbangkan 11.246 kasus sembuh di Indonesia. Sedangkan untuk kasus baru konfirmasi positif, Sumut disebutkan memperoleh penambahan 308 orang menjadi 102.185 orang. Kemudian untuk kasus kematian, diperoleh penambahan 21 orang menjadi 2.636 orang.

Karena itu, berdasarkan data-data tersebut, maka jumlah kasus aktif Covid-19 di Sumut pun mengalami penurunan 1.896 poin. Sebab, pada hari sebelumnya terdapat sebanyak 9.048 orang, namun kini menyisakan 7.152 penderita Covid-19 di Sumut. (map/ris)

Musa Rajekshah Serahkan Mobil Ambulan Bantuan Yayasan H Anif Kepada Mesjid Jogokariyan Yogyakarta

YOGYAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Yayasan H Anif yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulan kepada Mesjid Jogokariyan di Yogyakarta, Senin (13/9) malam.

SERAHKAN: Ketua Yayasan H Anif yang juga Wagub Sumut Musa Rajekshah menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulan kepada Mesjid Jogokariyan di Yogyakarta, Senin (13/9) malam. (IST)

Bantuan ini diserahkannya langsung bersama Wong Solo Grup Puspo Wardoyo dan diterima Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ustaz Muhammad Jazir.

Dalam sambutannya, Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck menyampaikan, bahwasanya bantuan ambulan ini memang sebelumnya telah diwasiatkan oleh ayahandanya almarhum H Anif agar diserahkan ke Mesjid Jogokariyan bersama-sama dengan Puspo Wardoyo.

Karenanya, dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus Mesjid Jogokariyan karena telah mau menerima bantuan dari orang tuanya melalui Yayasan H Anif tersebut.

“Kami berterima kasih kepada bapak Jazir dan seluruh pengurus mesjid yang mau menerima bantuan dari orang tua kami melalui Yayasan H Anif, yang sebelumnya dua unit kendaraan pembersih mesjid dan sekarang mobil ambulan untuk membantu masyarakat secara gratis melalui mesjid,” ungkapnya.

Ijeck menjelaskan, apa yang dilakukannya ini bukan karena ria, tapi karena memang ingin memberikan bantuan kepada daerah-daerah yang membutuhkan. Oleh sebab itu, dia berharap hal serupa juga dapat dilakukan oleh umat Islam yang berkemampuan untuk membantu sudara seagama dan seluruh umat manusia di muka bumi.

“Hal ini agar kita bisa menunjukkan bahwasanya Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil Alamin. Semoga kehidupan kita ini bisa bermanfaat untuk seluruh umat dan seluruh manusia,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Musa Rajekshah juga meminta untuk didoakan agar ia dan seluruh anak-anak almarhum H Anif dapat meneruskan cita-cita ayahnya menyelesaikan pembangunan 99 mesjid. Di mana sejauh ini, sambungnya, sebanyak 22 mesjid telah selesai dibangun dan dua mesjid lainnya segera diresmikan.

Untuk itu, tambahnya, bila di Yogyakarta ini ada pihak yang mau mewakafkan tanahnya, Ijeck mengaku pihaknya siap untuk menginfakkan pembangunan mesjid di sini. Begitu pula hal serupa akan dilakukannnya di Solo, di mana Yayasan H Anif juga akan siap membantu sepenuhnya.

“Insya Allah kita seluruh umat islam bisa membuat hal-hal yg baik, tidak hanya sebatas memakmurkan masjid tapi juga memakmurkan umat seluruhnya baik di sekitar mesjid dan seluruh nusantara ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Owner Wong Solo Grup Puspo Wardoyo menuturkan, dirinya memang telah menerima wasiat dari almarhum H Anif agar dapat menyerahkan secara langsung bantuan mobil ambulan kepada Mesjid Jogokariyan. Dia berharap dengan bantuan ini, dapat memberikan banyak manfaat bagi mesjid dan masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Saya salut beliau masih konsisten bahwa mesjid akan berguna bagi orang banyak. Rencana mobil ambulan ini untuk mempermudah jamaah, bila ada yang sakit. Pak H Anif memberikan amanah pada saya agar memberikannya ke mesjid ini,” ucapnya.

Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ustaz Muhammad Jazir menyebutkan, sebenarnya almarhum H Anif ingin menyerahkan sendiri bantuan mobil ambulan kepada Mesjid Jogokariyan ini. “Tapi ternyata, beliau terlebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Jazir mengucapkan terimakasih dan berharap agar mobil ketiga yang diberikan ini dapat benar-benar bermanfaat secara optimal bagi keperluan mesjid. Dia juga mendoakan agar seluruh amal almarhum H Anif dapat diterima dan semua khilafnya diampuni oleh Allah SWT.

“Waktu saya bertemu dengan Pak H Anif, beliau mengatakan jika dia akan memberikan lima unit mobil. Tapi saat itu saya bilang cukup dua saja. Namun karena Covid, saya pun menghubungi kembali dan alhamdulillah ditambah satu mobil ambulan yang hari ini diserahkan langsung oleh bapak Musa Rajekshah,” ujarnya. (rel/dek)

544 Peserta Ikuti Ujian SKD CPNS Asahan

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 544 peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan CPNS Daerah Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 2021, di Aula FKIP Universitas Asahan (UNA), Selasa (14/9).

Pelaksanaan ujian SKD ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs. John Hardi Nasution, M. Si didampingi oleh Panitia Seleksi Nasional dari Kantor Regional VI BKN Medan (Kepala Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepengawaian Kantor Regional VI BKN Medan), Kepala BKD Kabupaten Asahan dan Dekan FKIP Universitas Asahan (UNA).

Sebelum ujian dilaksanakan, para peserta mendapat arahan dari Panitia Seleksi Nasional dari Kantor Regional VI BKN Medan Renyasari, SH, M. Ap selaku Kepala Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepengawaian Kantor Regional VI BKN Medan, agar para peserta dapat menerima hasil yang diperoleh saat mengikuti ujian SKD.

Selain itu, para peserta diingatkan agar tidak percaya dengan oknum yang menjanjikan dapat meluluskan peserta dari ujian CPNS. “Mari kita sukseskan penyelenggaraan ujian CPNS Tahun 2021 ini,”pesannya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs. John Hardi Nasution, M. Si menyampaikan bimbingan dan arahan Bupati Asahan, para peserta patut bersyukur karena dari 602 orang yang mendaftar untuk mengikuti seleksi penerimaan CPNS Kabupaten Asahan, dan setelah dilakukan penyaringan melalui seleksi administrasi terdapat 544 orang yang diberi kesempatan untuk sampai ke tahapan SKD.

Kepala BKD Kabupaten Asahan, Nazaruddin, SH pada laporannya mengatakan, peserta SKD adalah pelamar yang telah dinyatakan lulus administrasi berdasarkan pengumuman Ketua Panitia Seleksi Pengadaan ASN Pemkab Asahan Nomor 800/2993 Tanggal 2 Agustus 2021 Tentang Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS pada Pengadaan Pegawai ASN Pemkab Asahan TA. 2021.

Beliau juga melaporkan, jumlah formasi yang diperebutkan peserta SKD sebanyak 17 formasi yang terdiri dari 10 Tenaga Kesehatan (Dokter) dan 7 Tenaga Administrasi. SKD dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 14-15 September 2021. (dat/han)

Sosialisasi Pendataan Keluarga di Kecamatan Kota Siantar, BKKBN Sumut Edukasi Masyarakat tentang Stunting

SOSIALISASI: Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, DR Saleh Partaonan Daulay M.Ag, M.Hum, MA, diabadikan bersama masyarakat di sela-sela sosialisasi.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai pelaksana percepatan penurunan angka stunting nasional, diteruskan oleh BKKBN Sumut dengan melakukan Sosialisasi Pendataan Keluarga di Desa Kota Siantar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

SOSIALISASI: Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, DR Saleh Partaonan Daulay M.Ag, M.Hum, MA, diabadikan bersama masyarakat di sela-sela sosialisasi.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR mengatakan, kegiatan sosialisasi pendataan keluarga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk di Sumatera Utara, hanya mencapai 68,93% dari target yang ditentunkan. dan Pakpak Bharat menjadi satu-satunya kabupaten yang selesai dilakukan pendataan hingga 100 persen.

Selama pelaksanaan sosialisasi, BKKBN Sumut bekerjasama dengan mitra kerja dari Komisi IX DPR RI, DR Saleh Partaonan Daulay M.Ag, M.Hum, MA, untuk memastikan kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan sesuai program yang direncanakan.

Sementara perwakilan BKKBN Pusat, DR. Indra Murty Surbakti, MA yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan mengatakan, target kelurga yang akan didata pada tahun 2021 sebanyak 3.671.967 yang tersevar di 33 Kabupaten/Kota, 455 Kecamatan dan 6,108 Desa/Kelurahan. (rel/han)

GOPTKI Sergai Gelar Monitoring, Peduli Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini

PEMBINAAN: Ketua Tim Penggera PKK Kabupaten Sergai, Rosmaida Saragih Darma Wijaya, memberikan pembinaan di TK Ade Hawari, Dusun VI, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.SOPIAN/SUMUT POS.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Di masa pandemi Covid-19, Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) tetap berkontribusi dalam peningkatan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

PEMBINAAN: Ketua Tim Penggera PKK Kabupaten Sergai, Rosmaida Saragih Darma Wijaya, memberikan pembinaan di TK Ade Hawari, Dusun VI, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.SOPIAN/SUMUT POS.

Salah satunya dengan melakukan monitoring Pembinaan PAUD dan pemberian makanan tambahan anak sehat Tahun 2021, di tiga kecamatan yang berada di Kabupaten Serdangbedagai, Senin (13/9).

Monitoring di 3 kecamatan ini dilaksanakan oleh tim yang terbagi ke dalam 3 bagian. Tim Pertama, dipimpin oleh Bunda PAUD Kabupaten Sergai yang juga Ketua Tim Penggera PKK Kabupaten Sergai, Rosmaida Saragih Darma Wijaya, memberikan pembinaan di TK Ade Hawari Dusun VI, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.

Selanjutnya, tim kedua dipimpin Ketua GOPTKI Sergai Aini Zetara Adlin Tambunan di TK Hasanah Desa Kotagaluh, Kecamatan Perbaungan. Dan tim ketiga dipimpin Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sergai, Uke Retno Faisal Hasrimy di TK Umum Bina Bangsa Dusun I, Desa Penggalangan, Kecamatan Tebing Syahbandar.

Rosmaida Saragih menyampaikan, sektor pendidikan di Sergai terkena dampak yang besar akibat pandemi Covid-19. Pembatasan kegiatan belajar-mengajar adalah hal yang tidak terhindarkan demi memastikan keselamatan dan kesehatan para peserta didik.

“Kegiatan monitoring dan pemberian makanan tambahan anak sehat ini adalah salah satu yang mendapat persetujuan untuk dilaksanakan tahun ini. Banyak sebenarnya kegiatan yang diajukan oleh GOPTKI, namun demi berjalannya prokes, untuk sementara kegiatan kegiatan itu kita tunda sampai kondisi yang lebih baik di depan,” katanya.

Terkait pelaksanaan program monitoring, Ketua Tim Penggerak PKK Rosmaida menyampaikan seluruh TK di Sergai mendapat pembinaan yang mumpuni dari pemerintah. Ini, sebutnya, demi mewujudkan TK yang maju terus mandiri, sejahtera dan religius.

Selain itu, Rosmaida Saragih berharap lewat kegiatan yang dilakukan para anak-anak usia dini mendapat stimulan berupa makanan yang sehat untuk memenuhi kecukupan gizi. (ian/han)

Terima Kunker Anggota DPRD Sumut, Umar Zunaidi Sampaikan Kerusakan Jalan dan PTM Terbatas

KUNKER: Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS Hanafi melakukan kunker di Tebingtinggi terkait PTM da PPKM.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima audiensi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Komisi D dari Fraksi PKS Hanafi di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

KUNKER: Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS Hanafi melakukan kunker di Tebingtinggi terkait PTM da PPKM.

Dalam pertemuan tersebut tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terkait jalan provinsi yang rusak akibat pembangunan jalan tol, serta pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di Kota Tebingtinggi yang saat ini sedang berlangsung.

“Dari pertemuan ini, Pemko Tebingtinggi menyampaikan kerusakan jalan di Kota Tebingtinggi khususnya jalan provinsi, ini disebabkan pembangunan jalan tol, yang mana disebutkan dalam perjanjian, apabila sudah selesai pembangunan jalan tol, akan di perbaiki. Kita berharap DPRD Provinsi Sumut menyampaikan aspirasi kami dan semoga ini bisa dituntaskan,”pesan Umar, Rabu (14/9) usai memimpin rapat.

Menurut Umar Zunaidi, dalam PTM itu juga menjadi persyaratan mengedepankan 5 aspek Siap, Siap sekolah, Siap guru, Siap murid, Siap kurikulum dan Siap orang tua. Ada ketegasan kalau nanti ada terkena Covid-19, baik guru maupun murid, maka sekolah tutup dulu.

Sebelumnya, disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Komisi D dari Fraksi PKS Hanafi bahwa kunjungan adalah audiensi terkait pemantauan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan PTM di Kabupaten Kota se Provinsi Sumatera Utara.

“Sebagaimana dan sejauh mana penerapannya di Kabupaten Kota. Saya berkunjung ke Kota Tebingtinggi, terkait prokes levelisasi kota ini,” ucap Hanafi.

Ditambahkan Hanafi, dengan PTM yang sudah dimulai di Kota Tebingtinggi, Beliau berharap pemerintah Kota Tebingtinggi tetap berupaya dalam menerapkan 5 aspek Siap dan sinkron dengan sekolah yang berada dibawah naungan Provinsi seperti SMA dan SMK.

“Ini jadi inspirasi bagi saya, yang akan saya coba untuk sinkronkan dengan kebijakan Provinsi, Provinsi juga harus melakukan hal terbaik, bersinergi dengan sekolah yang berada dibawah naungan Provinsi (SMA dan SMK), ada sinkron dan regulasi yang jelas,” pungkas Hanafi. (ian/han)

Bupati Asahan Tinjau Pelaksanaan PTM di Sekolah, Jika Orangtua Keberatan, Siswa Bisa Ikuti Daring

TINJAU: Bupati Asahan, Surya BSc didampingi Kepala Dinas Pendidikan melakukan peninjauan pelaksanaan PTM di SD 014646 Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya BSc melakukan peninjauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD 014646 Air Teluk Kiri Kecamatan Teluk dalam dan di SMP I Pulo Rakyat, Selasa (14/9).

TINJAU: Bupati Asahan, Surya BSc didampingi Kepala Dinas Pendidikan melakukan peninjauan pelaksanaan PTM di SD 014646 Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam.

Dalam kunjungannya, Bupati Asahan melakukan peninjauan jalannya proses belajar mengajar, melakukan pengecekan kelengkapan protokol kesehatan dan juga berinteraksi dengan sejumlah siswa yang hadir.

“Kunjungan ini untuk memastikan pelaksanaan PTM Terbatas berjalan dengan baik, dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan secara ketat,” kata Surya.

Bupati Surya juga menyampaikan peninjauan ini dimaksudkan untuk memastikan proses pembelajaran tatap muka berjalan baik, serta tidak memicu terjadinya kerumunan.

“Peninjauan ini untuk memastikan apakah pelaksanaan PTM berjalan dengan baik, termasuk dengan sarana dan prasarana utamanya kelengkapan Prokes yang memadai dan tidak terjadi kerumunan di antara para siswa,” ucap Bupati Asahan.

pada kesempatan itu, Surya berharap kepada orangtua siswa untuk memberikan izin agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Pun demikian, sifatnya tidak wajib karena harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

“Perlu saya tekankan kepada para orangtua siswa, tidak wajib memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, bila ada yang keberatan silahkan mengikuti pembelajaran secara daring (Virtual menggunakan Smartphone) ,” tegas Surya.

Terkait target, Surya meminta agar proses pembelajaran bisa berjalan terus seperti ini, karena berharap bahwa kondisi pandemi akan bisa dijaga dan bahkan turun ke depannya.

“Dan yang paling penting tantangannya adalah bahwa pembelajaran tidak hanya di 30 menit per jam pelajaran yang ada di sekolah, maka sesi-sesi ini harus dilakukan juga secara daring,” katanya.

Diakhir kunjungannya, Bupati Surya berpesan kepada tenaga pengajar dan para siswa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka agar penyebaran Covid-19 dapat dihindari. (dat/han)