26 C
Medan
Sunday, December 28, 2025
Home Blog Page 3167

595 Pelamar Tak Lulus Administrasi Seleksi CPNS Pemko Medan

Zain Noval Kepala BKD-PSDM Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan telah mengumumkan hasil seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) pada Senin (2/8) lalu. Berdasarkan pengumuman tersebut, dari 7.698 peserta yang melamar CPNS, 595 peserta dinyatakan tidak lulus seleksi Sedangkan dari 7.094 pelamar yang lulus, 2 diantaranya penyandang disabiltas.

Zain Noval, Kepala BKD-PSDM Kota Medan.

Sementara untuk formasi PPPK Non-guru, total pelamar sebanyak 288 orang, 199 di antaranya dinyatakan lulus seleksi administrasi. “Untuk PPPK Guru, pengumuman hasil seleksinya langsung dari Kemendikti,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kota Medan, Zain Noval kepada wartawan, Rabu (4/8).

Sebelumnya, berdasarkan data dari BKDPSDM Kota Medan, total pelamar untuk CPNS dan PPPK guru dan non-guru sebanyak 13.649 orang. Dari jumlah itu, 7.698 orang melamar CPNS untuk mengisi 198 formasi yang ada, termasuk dua penyandang disabilitas. Untuk PPPK non-guru, pelamar sebanyak 288 orang untuk 48 formasi yang dibuka. Sedangkan untuk PPPK guru, sebanyak 5.663 pelamar untuk mengisi 2.276 formasi.

Pasca pengumuman hasil seleksi administrasi ini, kata Noval, peserta yang dinyatakan tidak lulus memiliki waktu tiga hari untuk melakukan sanggahan. “Pelamar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dapat mengajukan sanggahan paling lambat 3 hari terhitung mulai dari Rabu (4/8) hingga Jumat (6/8),” ujarnya.

Diterangkan Noval, untuk pengumuman resmi seleksi administrasi CPNS dan PPPK Pemko Medan yang ditandatangani Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, dapat melihat di Website resmi yang telah disiapkan yakni di https://bkd.pemkomedan.go.id. Khusus pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) atau dinyatakan telah lulus seleksi administrasi, wajib mengikuti tahapan seleksi kompetensi dengan metode Computer Assisted Test (CAT) yang dimulai dengan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Terkait jadwal pelaksanaan SKD, Noval mengaku belum mendapatkan jadwal terbaru.

“Kapan akan digelar SKD, itu kita belum dapat jadwal terbaru, karena di perubahan jadwal itu belum ditentukan kapan waktu pelaksanaan SKD. Nanti jadwal pelaksanaan SKD akan diumumkan kemudian pada laman yang tersedia,” terangnya.

Noval pun mengimbau kepada para pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi agar tetap memantau portal https://sscasn.bkn.go.id untuk proses pencetakan kartu ujian. Pelamar yang nomor register dan namanya tidak tercantum dalam lampiran pengumuman, dinyatakan TMS atau tidak lulus seleksi administrasi. Selanjutnya, alasan TMS dapat dilihat melalui akun masing-masing pada laman https://sscasn.bkn.go.id.

Ditanya soal lokasi pelaksanaan ujian SKD, Noval mengaku jika Pemko Medan masih akan berkomunikasi dengan kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Medan. “Soal lokasi kita masih berkoordinasi dengan BKN. Lokasi ujiaannya kemungkinan di kantor BKN Medan, karena kantor BKN memang yang paling sering digunakan sebagai lokasi ujian berbasis CAT dan perangkatnya juga memadai,” pungkasnya. (map)

5 Daerah di Sumut Masih Zona Merah Covid-19

PERIKSA: Dua petugas medis memeriksa kondisi pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit. Hingga kini, masih ada 5 daerah di Sumut masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lima daerah di Sumut masih belum juga bisa keluar dari zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19. Kelima daerah tersebut yakni, Kota Medan, Binjai, Pematangsiantar, Kabupaten Deliserdang, dan Dairi. Dari kelima daerah itu, Kota Binjai dan Pematangsiantar naik status dari zona oranye (risiko sedang) ke zona merah.

PERIKSA: Dua petugas medis memeriksa kondisi pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit. Hingga kini, masih ada 5 daerah di Sumut masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Status zona merah lima daerah tersebut berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 1 Agustus 2021. Berdasarkan zonasi itu juga, tercatat 24 kabupaten/kota di Sumut masuk dalam zona oranye.

Jumlah ini naik satu daerah dibanding dengan hasil zonasi pada minggu sebelumnya yang berjumlah 23 daerahn

Adapun 24 daerah zona oranye itu, Pakpak Bharat, Samosir, Nias Barat, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batubara, Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, Toba, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Tapanuli Selatan, Karo, Simalungun, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Langkat, dan Asahan.

Untuk zona kuning (risiko rendah), jumlahnya kini 4 daerah, turun 1 daerah dibanding minggu lalu yang berjumlah 5 daerah. Antara lain, Padang Lawas, Nias, Padang Lawas Utara, dan Nias Selatan. Sedangkan zona hijau (tidak ada kasus) masih tetap bertahan nol daerah.

Berdasarkan data Kemenkes RI yang disampaikan BNPB, tren angka kasus baru positif Covid-19 di Sumut terus naik. Tercatat, penambahan kasus baru positif sebanyak 1.656 orang sehingga akumulasinya naik menjadi 65.437 orang.

Untuk angka kesembuhan, Sumut bertambah 827 orang, sehingga akumulasinya naik menjadi 42.699 orang. Kemudian, untuk kasus baru kematian, Sumut kembali menambah 35 orang, sehingga total sementara menjadi 1.566 orang.

Sementara itu, akumulasi kasus Covid di Medan saat ini berjumlah 30.068 positif, 21.069 sembuh, 637 meninggal, dan 8.362 kasus aktif Covid-19. Sedangkan di Deliserdang 10.164 positif, 6.390 sembuh, 272 meninggal, dan 3.502 kasus aktif.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, perkembangan Covid-19 Sumut tetap harus disadari bahwa masih berada pada masa pandemi. Dengan masih adanya ditemukan penderita positif yang baru setiap harinya, maka tetap dibutuhkan kewaspadaan dan konsistensi untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap konsisten melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Protokol kesehatan harus melekat dalam setiap aktivitas kita. Tidak boleh lengah menjalankan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” imbaunya. (ris)

Yudisium 105 Dokter Secara Daring, FK UISU: Jelang Wisuda, 1 Lulusan Terbaik Meninggal Dunia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) kembali menyudisium dan mengambil sumpah terhadap 105 lulusan yang baru menyelesaikan pendidikannya, secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (Luring), di Aula FK UISU Jalan STM, Medan, Rabu (4/8).

Sidang Judisium: Dekan FK UISU dr Indra Janis MKT bersama Wakil Dekan 1 dr Dewi Pangestuti MBiomed, Wakil Dekan 2 dr Siska Anggreni Lubis SpKK MPd Ked FINSDV, Wakil Dekan 3 dr Alamsyah Lukito MKes, Ketua Senat FK UISU dr Tri Makmur SpS, Ketua Prodi Profesi dr Ismu Rizal SpF, dan Ketua Prodi dr Irma Yanti Rangkuti MSi MBiomed sedang melaksanakan sidang Judisium Sumpah Dokter, di Aula FK UISU Jalan STM, Medan, Rabu (4/8). Sumut Pos/ Dewi.

Hal ini dilakukan karena Indonesia masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan juga Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Medan.

Adapun, acara Judisium Sumpah Dokter FK UISU tersebut, dihadiri Dekan FK UISU dr Indra Janis MKT, Wakil Dekan 1 dr Dewi Pangestuti MBiomed, Wakil Dekan 2 dr Siska Anggreni Lubis SpKK MPd Ked FINSDV, Wakil Dekan 3 dr Alamsyah Lukito MKes, Ketua Senat FK UISU dr Tri Makmur SpS, Ketua Prodi Profesi dr Ismu Rizal SpF, Ketua Prodi dr Irma Yanti Rangkuti MSi MBiomed, Sekretaris Prodi Profesi FK UISU, dr Syarifah Harahap MKes serta tiga perwakilan wisudawan/ wisudawati, dr Merlina Margaretta Simanungkalit, dr Rif’ah dan dr San Hadi Agung. Perwakilan ini dihadiri karena berdomisili di Kota Medan dan juga perwakilan dalam pengambilan sumpah dokter berdasarkan agama masing-masing, yakni Islam dan Kristen.

Namun, dalam kegiatan yudisium itu, Sivitas akademika FK UISU tak lupa menyampaikan belasungkawanya, dikarenakan satu wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi Rivan Aldiano Utomo, meninggal dunia karena sakit menjelang acara pengambilan sumpah dokter tersebut. Sehingga, hanya 105 lulusan yang diambil sumpahnya. Padahal seharusnya sesuai ketentuannya 106 lulusan.

Demikian disampaikan Dekan FK UISU, dr Indra Janis MKT saat ditemui sejumlah wartawan di Aula FK UISU, usai menyudisium dan mengambil sumpah para wisudawan dan wisudawati FK UISU.

“Kita merasa sedih, ternyata yang meninggal dunia, yakni Almarhum Rivan ternyata wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi di FK UISU. Di FK UISU biasanya kita berikan penghargaan kepada IPK tertinggi dan CBT tertinggi. Tetapi, karena almarhum meninggal dunia, sehingga penghargaannya tidak dapat diberikan karena salah satu syarat menjadi dokter adalah menjalankan sumpah dokter. Tetapi beliau tetap merupakan alumni di FK UISU,” ungkap dr Indra dengan nada sedih.

Dikatakannya, yudisium dan pengambilan sumpah dokter ini, hanya dihadiri secara luring oleh para senator, sivitas akademika dan tiga orang perwakilan wisudawan dan wisudawati. “Sedangkan selebihnya dilakukan secara daring. Ini karena masih PPKM Level 4 di Kota Medan, sehingga harus dipatuhi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah alumnus FK UISU menjalankan sumpah dokter, mereka akan melakukan proses secara intensif dan akan disebar di daerah-daerah seluruh Indonesia. “Sesuai informasi mereka akan ditugaskan sebagai gugus tugas di daerah masing-masing dan di daerah-daerah di seluruh Indonesia untuk menangani Covid-19 yang sedang marak-maraknya,” katanya.

Disinggung proses belajar mengajar selama pandemi Covid-19, dr Indra menyebutkan, FK UISU lebih banyak melakukan sistim daring daripada luring. Tetapi ada proses yang tidak bisa dilakukan secara daring, yakni praktikum dan praktikum skill lab dalam pemeriksaan pasien. Namun hal ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Meski daring, para mahasiswa tetap diberikan banyak tugas agar tidak ketinggalan kegiatan akademik di masa pandemi ini. Kita berharap FK UISU menghasilkan dokter-dokter Islami, profesional dan terdepan untuk sama-sama meningkatan derajat kesehatan Indonesia. Tetap menimba ilmu yang lebih tinggi, membawa nama baik FK UISU dan bekerjalah sesuai kompetensi dokter umum,” pungkasnya.

Rektor UISU, Dr Yanhar Jamaluddin MHP mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan para lulusan FK UISU yang telah menyandang gelar dokter di hari ini (Rabu,red).

Dalam acara Yudisium dan pengambilan sumpah dokter tersebut, dia juga memberikan selamat kepada IPK tertinggi yang diperoleh Rivan dan CBT tertinggi, dr Titut Tri Wulandari. “Kami turut berbelasungkawa atas kepergian Rivan menjelang pengambilan sumpah dokternya. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT. Kami juga merasa bangga terhadap dr Titut atas prestasinya dengan mweaih penghargaan CBT tertinggi. Mudah-mudahan prestasi ini dapat ditingkatkan,” ujarnya secara daring.

Yanhar berpesan kepada para dokter yang telah disumpah agar dapat memaksimalkan fungsinya dan potensi-potensi yang ada. “Ini menjadi sebuah titik awal perjuangan dan karir serta dapat menjaga almamater FK UISU dimana pun berada dan bertugas sebagai dokter,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Senat FK UISU dr Tri Makmur SpS menambahkan, yudisium ini akan ditempatkan secara intensif sedikitnya 9 bulan di seluruh wilayah Indonesia dan mereka terdaftar. Tentunya agar mereka membawa nama baik FK UISU. 

“Kita berharap agar para dokter FK UISU yang baru diambil sumpahnya agar tetap menjaga kesehatan, karena kita tahu Covid-19 banyak menyerang para dokter, apalagi tren nya meningkat. Karena itu harus benar-benar menjaga kesehatan,” imbaunya.

Di akhir acara, Sekretaris Prodi Profesi FK UISU, dr Syarifah Harahap MKes mewakili penerima penghargaan dari Dekan FK UISU dr Indra Janis MKT, yakni dr Titut Tri Wulandari sebagai lulusan terbaik, dengan nilai ujian UKMPPD tertinggi 82. “Ini karena beliau sedang berada di luar kota, sehingga saya yang mewakili,” ucap dr Syarifah. (Mag-1)

Akselerasikan Transformasi Industri, Telkomsel Terapkan Teknologi NB-IoT untuk Solusi Smart Water Meter

istimewa IoT Smart Water Meter_1-3 : Telkomsel mengimplementasikan pemanfaatan teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT) ke dalam alat ukur penggunaan air sebagai solusi yang disebut Smart Water Meter, dimana solusi ini akan meningkatkan efisiensi dan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kepada pelanggan. Informasi lebih lanjut mengenai NB-IoT dapat diakses melalui www.telkomseliot.com.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor industri di Indonesia, Telkomsel melalui unit bisnis Telkomsel IoT menjalin kerjasama dengan PT Barindo Anggun Industri mengimplementasikan pemanfaatan teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT) ke dalam alat ukur penggunaan air sebagai solusi yang disebut Smart Water Meter.

IoT Smart Water Meter_1-3 : Telkomsel mengimplementasikan pemanfaatan teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT) ke dalam alat ukur penggunaan air sebagai solusi yang disebut Smart Water Meter, dimana solusi ini akan meningkatkan efisiensi dan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kepada pelanggan. Informasi lebih lanjut mengenai NB-IoT dapat diakses melalui www.telkomseliot.com.

VP Internet of Things Telkomsel Alfian Manullang mengatakan, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel melihat bahwa transformasi digital di sektor industri melonjak pesat di tengah pandemi.

“Banyak korporasi sektor industri yang terus berupaya menghadirkan solusi terbaru guna dapat terus memberikan produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ini menjadi bukti bahwa sektor industri harus berubah untuk lebih mengedepankan kepuasan pelanggan yang berubah seiring perkembangan zaman, serta secara operational mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan efesiensi dan efektifitas kerja serta keputusan bisnis berbasis data,” ujarnya.

NB-IoT merupakan teknologi telekomunikasi Low Power Wide Area Network (LPWAN) bagian dari roadmap teknologi 5G yang dirancang secara khusus agar komunikasi antar mesin semakin masif dengan cakupan jaringan konektivitas yang lebih luas hingga dua kali dari teknologi GSM. Teknologi NB-IoT juga mampu menghasilkan ketahanan baterai dari perangkat hingga 10 tahun dan dapat menghemat cost dengan biaya modul yang rendah.

Alfian lebih lanjut menambahkan, inovasi teknologi akses NB-IoT pada solusi Smart Water Meter merupakan bagian dari pengembangan platform IoT Smart Connectivity Telkomsel, yang mana sudah hadir lebih dahulu dengan dukungan jaringan 2G hingga teknologi jaringan terkini 4G/LTE. Smart Water Meter merupakan bagian dari teknologi Smart Grid yang berfungsi sebagai “last mile” atau akses pelanggan di mana semua perangkat dan alat terhubung secara online dengan pengelolaan server terpusat. Komponen Smart Water Meter terdiri dari sistem smart meter, sistem komunikasi terintegrasi, dan sistem aplikasi pada server.

Pemanfaatan teknologi NB-IoT pada alat meter air tersebut merupakan tahap modernisasi yang dilakukan oleh PT Barindo Anggun Industri untuk meningkatkan kualitas produk yang dapat mendorong efisiensi dan produktivitas bagi pengguna teknologi layanan tersebut, yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pembaruan ini juga menjadi sarana bagi PDAM dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan karena dapat mengontrol status,” pungkas Alfian. (rel/ram)

Daihatsu Berikan Tips Rawat Kendaraan saat PPKM

SIGRA: MobilDaihatsu Sigra yang cocok untuk keluarga muda dan kaummilenial. Di masa PPKM ini,Daihatsu memberikan tipsuntuk perawatan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan perpanjangan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) hingga 9 Agustus 2021. Selama masa PPKM, banyak dari kita melakukan pekerjaan dari rumah (WFH) yang membuat pola aktivitas juga berubah. Perubahan rutinitas harian ini membuat kendaraan, khususnya mobil yang biasa kita gunakan sehari-hari akan terparkir lama di garasi rumah.

SIGRA: MobilDaihatsu Sigra yang cocok untuk keluarga muda dan kaummilenial. Di masa PPKM ini,Daihatsu memberikan tipsuntuk perawatan.

Pada sisi lain, mobil membutuhkan perawatan agar tetap dalam kondisi optimal saat akan digunakan. Oleh karena itu, Daihatsu bagikan 5 tips agar mobil Sahabat tetap dalam kondisi prima selama tidak digunakan dengan melakukan hal – hal sebagai berikut:

  1. Memanaskan mesin mobil secara teratur, paling tidak 1x dalam seminggu kurang lebih 10-20 menit untuk menjaga daya yang tersimpan pada aki. Mobil yang tidak dipakai, mengalami penurunan daya setiap hari dari kapasitas totalnya. Di lain hal, saat memanaskan mobil di garasi rumah, pastikan juga agar asap knalpot mobil tidak mengarah langsung ke dalam rumah.
  2. Menjaga tekanan angin pada ban Sahabat dapat menambahkan tekanan angin sekitar 5 persen dari tekanan angin normalnya. Sahabat juga dianjurkan untuk menggerakan kendaraan maju–mundur bersamaan saat memanaskan mesin agar beban kendaraan pada permukaan bidang ban dapat bertumpu secara merata, sehingga kerusakan dikarenakan flat spot dapat dicegah.
  3. Pilih area parkir yang paling tepat, garasi rumah menjadi pilihan terbaik. Bagi Sahabat yang tidak memarkir di garasi, pastikan mobil tidak diparkir di area yang terkena matahari secara langsug atau dibawah pohon karena dapat membuat cat mobil pudar dan kusam. Pastikan juga lokasi parkir tersebut juga aman dan terpantau. Tambahkan kunci setir kendaraan bila diperlukan.
  4. Transmisi dan Rem Parkir juga tidak luput untuk diperhatikan. Demi keamanan, aktifkan Rem Parkir sekalipun parkir sekalipun kendaraan berhenti dalam bidang jalan yang rata. Khusus untuk mobil transmisi automatic, pastikan tuas transmisi pada posisi P (Parking) untuk mencegah mobil bergerak saat parkir.
  5. Jaga kebersihan mobil dengan mencuci sisi eskterior dan interior secara berkala. Pastikan tidak ada makanan sisa atau kotoran untuk menghindari adanya virus atau bakteri yang menempel.

“Semoga tips ini dapat membantu Sahabat dalam menjaga mobil selama masa perpanjangan PPKM, supaya tetap dalam kondisi prima pada saat akan digunakan,” ujar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (rel/ram)

Minat Donor Darah Minim, Stok Darah PMI Medan Menipis

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan kembali menipis. Minimnya minat masyarakat untuk melakukan donor darah disebut menjadi penyebabnya. Padahal, stok darah sempat stabil pada bulan Juli lalu.

ilustrasi
ilustrasi

Kasi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit UDD PMI Medan, dr Ira Fitriyanty Putri Lubis mengatakan, selama pelaksanaan vaksinasi digelar di Kota Medan, minat masyarakat untuk melakukan donor minim “Memang benar stok darah kita sangat kritis, ini karena faktor vaksinasi. Orang yang vaksin harus menunggu beberapa hari baru boleh mendonor. Misalnya, untuk yang vaksin pertama, dia baru boleh vaksin setelah 3 sampai 4 hari. Sedangkan orang yang baru vaksin kedua, maksimal seminggu lagi baru bisa donor,” ujar Ira kepada wartawan melalui sambung seluler, Rabu (4/8).

Namun demikian, kata Ira, vaksinasi bukan menjadi faktor yang utama. Melainkan, pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM). Sejak pandemi Covid-19, pendonor memang sudah sangat sepi. Ditambah lagi, adanya PPKM dan pelaksanaan vaksinasi. Hal itu membuat masyarakat sulit bergerak dan juga sulit menggelar kegiatan donor karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan. “Kita juga sekarang jarang membuat kegiatan donor darah, padahal stok kita banyak diperoleh dari kegiatan donor darah di luar. Seperti bekerja sama dengan instansi, hotel, BUMD, dan juga instansi swasta lainnya,” ungkap dia.

Ira menyebutkan, stok darah di UUD PMI Medan saat ini hanya berkisar 60 kantong. Sementara, permintaan rumah sakit setiap harinya tidak pernah turun. “Stok kita 60 kantong, semua golongan darah ada. Hanya saja, yang jarang ada itu golongan darah AB,” cetusnya.

Dia menambahkan, sejauh ini rumah sakit yang bekerja sama dengan PMI Medan ada 30 rumah sakit. Namun, untuk pendistribusian darah tetap dilakukan ke semua rumah sakit di Sumatera Utara yang membutuhkan. “Namun memang, sejak stok darah minim, distribusi darah ke rumah sakit sedikit terganggu,” pungkasnya.

Diketahui, pada awal bulan Juli, stok darah di UDD PMI Medan sudah mulai stabil. Stok darah tersebut, yaitu WB (darah lengkap) mencapai 48 kantong dengan rincian, golongan darah A 11 kantong, B 21 kantong, AB 6 kantong dan O 10 kantong. Sedangkan stok PRC (sel darah merah) sebanyak 527 kantong, yang terdiri dari golongan A 106 kantong, B 146 kantong, AB 36 kantong dan O 239 kantong. Sementara stok plasma konvalesen, golongan A Pos 2 kantong, golongan O 4 kantong dan golongan darah pos 3 kantong. (ris/ila)

Pembeli Sepi, Penjualan Anjlok, Pedagang Pasar Marelan Kibarkan Bendera Putih

ANGKAT BENDERA PUTIH: Pedagang Pasar Tridisional Marelan di Jalan Marelan Raya, Kecamatan Medan Marelan, mengangkat bendera putih sebagai tanda menyerah atas kondisi sepinya pembeli.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi ini semakin diperparah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di Kota Medan diperpanjang sejak 3 hingga 9 Agustus 2021. Para pedagang tersebut, mengklaim penjualan semakin anjlok. “Kami para pedagang mendukung PPKM tapi hari ini kami menyerah, jadi biarlah kami tetap berjualan walau kami harus mati pelan-pelan,” teriak para pedagang sambil mengibarkan bendera merah putih di Pasar Tradisional Marelan.

ANGKAT BENDERA PUTIH: Pedagang Pasar Tridisional Marelan di Jalan Marelan Raya, Kecamatan Medan Marelan, mengangkat bendera putih sebagai tanda menyerah atas kondisi sepinya pembeli.

Para pedagang ini, mengibarkan bendera putih karena transaksi jual beli kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Marelan, terus menurun setiap harinya. sehingga pedagang dinilai merugi.

“Kalau dibilang omset anjlok berapa persen sudah tak terkatakan, kadang dalam sehari gak ada buka dasar (gak ada yang membeli), sayuran sudah berhari-hari busuk tidak bisa dijual,” ungkap seorang pedagang, Irwansyah kepada wartawan, kemarin.

Irwansyah yang merupakan Pengurus Apsindo Pasar Medan Marelan ini, menjelaskan, kondisi pedagang di pasar ini, sangat memperhatikan terkena imbas pandemi Covid-19. Hal ini sangat terdampak dengan perekonomian pedagang sendiri.”Di sini (Pasar Marelan) ada 800 pedagang, semua terdampak PPKM, ada yang udah gulur tikar,” tutur Irwansyah.

Dengan kondisi ini, para pedagang yang sudah tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya menyerah terhadap situasi dengan melambaikan bendera putih, menyerah, berharap ada bantuan dari pemerintah.

Irwansyah mengungkapkan, kondisi terpuruk dirasakan oleh pedagang ini, belum tersentuh bantuan diberikan oleh pemerintah. Sehingga mereka mengharapakan bantuan tersebut.”Pemerintah mohonlah perhatikan kami, bantuan UMKM itu, nengok anggaran udah ada tapi kenapa kami belum dapat kucuran,” pungkas Irwansyah.

Sebelumnya, hal yang sama juga sudah dilakukan sejumlah pedagang kuliner malam di kawasan Komplek MMTC, Jalan Pancing, Kota Medan, menggelar aksi mengibarkan bendera putih. Aksi tersebut sebagai simbol kesedihan dan menyerahnya para pelaku usaha, akibat dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).”Sejak masa new normal di tahun lalu, kami sudah mulai mencoba terus untuk bertahan. Tapi di hari ini, kami mengangkat bendera putih sebagai tanda bahwa kekuatan kami juga ada batasnya,” ungkap Robert, salah seorang pedangan kuliner malam.

Tak hanya memasang bendera putih di lapak dagang mereka, para pedagang juga menumpahkan keluh kesah mereka di sejumlah spanduk dan poster. Para pedagang mengeluh, sejak diterapkannya PPKM, pendapatan mereka anjlok karena tempat-tempat kuliner sepi pengunjung. Mereka pun mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.”Kami ini cari makan hari ini untuk makan hari ini. Bukannya mencari makan hari ini, untuk ditabung dan foya-foya. Kami disini memiliki kesamaan dalam berdagang, peraturan yang ada ini membuat kami tidak sanggup membayar uang sekolah, membayar listrik, dan tagihan-tagihan lain. Bahkan kami pun harus berutang ke sana-sini agar kehidupan kami bisa tetap berjalan,” ujarnya. (gus/bbs)

.

Teks foto : Pedagang Pasar Tradisional Marelan, Kota Medan.(ist)

Akomodir Tuntutan Warga, Lurah Sari Rejo Nonaktifkan Kepling WPS

KETERANGAN: Lurah Sari Rejo, Nurainun Usman memberikan keterangan terkait Kepling 2 yang dinonaktifkan.markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tuntutan masyarakat dalam aksi unjuk rasa ke Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia terkait tindakan ‘pilih kasih’ yang dilakukan Kepala Lingkungan 2 dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) PPKM Level IV dari Pemko Medan disebut sudah diakomodir oleh Lurah Sari Rejo dengan menonaktifkan Kepala Lingkungan 2 berinisial WPS.

KETERANGAN: Lurah Sari Rejo, Nurainun Usman memberikan keterangan terkait Kepling 2 yang dinonaktifkan.markus/sumutpos.

Lurah Sari Rejo, Nurainun Usman mengatakan, Kepala Lingkungan 2 berinisial WPS itu sudah dinonaktifkan dari tugasnya karena dituding tidak transparan dan tidak mengayomi warga secara keseluruhan.

Dikatakan Nurainun, adanya warga yang terdampak PPKM Darurat dan menyambangi kantornya adalah warga yang belum mendapat paket bansos berupa 20kg beras, 2kg gula pasir dan 1 liter minyak goreng. Padahal, sebagian masyarakat belum mendapatkannya karena kurangnya koordinasi.”Sebenarnya karena kurang koordinasi saja antara Kepling dan warga,” ucap Nurainun kepada wartawan, Rabu (4/8).

Dijelaskannya, oknum Kepling 2 WPS baru saja diangkat melalui SK pengangkatan pada bulan Mei 2021 yang lalu dikarenakan Kepling sebelumnya telah meninggal dunia. Namun oknum WPS ternyata tidak disukai sebagian warga. Pada saat pendataan warga pada 12 Juli, ada sejumlah warga yang tidak menyerahkan foto copy Kartu Keluarga (KK) yang diminta sebagai syarat pendataan kepada Kepling WPS, namun justru ke orang lain.

“Akhirnya ada warga yang tidak terdata. Itu pun sebagian warga yang sebelumnya pernah mendapat bansos, tetap kita masukkan datanya dan bantuannya masih ada di kantor Lurah,” ujar Nurainun.

Dijelaskan Nurainun, saat ini pihaknya sudah melakukan pendataan kembali kepada warga lingkungan 2.”Bagi warga yang unjukrasa dan ternyata berhak mendapat bantuan, sudah kita data kembali. Nantinya bila ada bantuan tahap betikutnya dan jumlahnya mencukupi, pasti akan dapat. Saat itu, di lingkungan 2 sendiri, ada 96 KK yang mendapat bansos,” jelasnya.

Terkait proses penonaktifan WPS yang merupakan oknum Kepling 2, Nurainun mengaku jika pihaknya memang sudah menonaktifkannya melalui Keputusan Camat Medan Polonia.

“Pertimbangan kita karena WPS dinilai tidak mampu memberikan suasana kondusif ditengah masyarakat. Surat penonaktifan sudah diterbitkan Camat Medan Polonia tertanggal 19 Juli 2021 No 800/369 perihal evaluasi kinerja Kepling II,” jelas Nurainun seraya menyebut telah menunjuk Sutiono selaku Trantib di Kelurahan Sari Rejo menjadi Pejabat Harian Kepling II.

Terkait adanya penutupan pintu utama Kantor Lurah Sari Rejo dengan jerjak besi, Nurainun menuturkan jika hal itu dilakukan bukan karena adanya aksi unjuk rasa. Akan tetapi, pintu jerjak besi memang sudah dipasang sebulan sebelumnya hingga saat ini dikarenakan beberapa orang di kantor itu, termasuk Nur Ainun sendiri pernah terpapar Covid 19. “Pintu samping aja kita buka, akses untuk mengurangi mobilisasi keluar masuk kantor. Pelayanan masyarakat tetap kita nomor satukan,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi Barus mendukung kebijakan pihak Kecamatan dan Kelurahan yang merespon aspirasi warga. Menurut Robi, Lurah memang harus cepat melakukan tindakan demi terciptanya suasana kondusifitas di tengah masyarakt.

“Ke depannya, untuk pengangkatan kepling, kita sarankan Lurah dan Camat mengikuti Perwal (Peraturan Walikota) dan Perda Kota Medan tentang Kepling, sehingga tidak terjadi keributan ataupun kegaduhan di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (map/ila)

PB SPAMI Sumut Bakal Dirikan Perwakilan di Kabupaten/Kota

BERSAMA: Pengurus PB SPAMI Sumut melakukan foto bersama usai memberikan keterangan. deking/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Besar Serikat Persaudaraan Anak Melayu Indonesia (PB SPAMI) Sumut siap hadir di daerah. Mereka berencana membentuknya pengurus daerah di setiap kabupaten/kota Sumatera Utara.

BERSAMA: Pengurus PB SPAMI Sumut melakukan foto bersama usai memberikan keterangan. deking/sumutpos.

Demikian hal ini disampaikan Ketua Umum PB SPAMI Sumut, TM Dicky Anggara didampingi Wakil ketua, T.M. Nuzlan,Sekum T. Muzaffar Shah dan Bendahara Umum Herita, di Medan, Rabu (4/8).

Dikatakan, tujuan dibentuknya SPAMI Sumut yang dirikan pada tahun 2018 silam oleh Tengku Zumrizal dan Taufiqurrahman ini, untuk menjalin tali persaudaraan di kalangan masyarakat Melayu. Kemudian memberikan perlindungan kepada para pekerja baik di Sumut.

Untuk itu, SPAMI Sumut saat ini sedang menyiapkan badan hukum agar dapat menyuarakan aspirasi para pekerja anak Melayu. Dengan demikian, terakomodir semua baik keluhan dan masalah upah khususnya yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta.

“Maka dari itu, kita selaku pengurus besar akan terus bekerja dalam hal memberikan masukan dan perlindungan bagi anak Melayu yang saat ii tersebar di Sumut,” kata Dicky Anggara.

Selain itu, SPAMI ingin mendidik putra-putri Melayu menjadi pemimpin. Sebab menurut TM Dicky Anggara bersama T Muzaffar Shah, anak- anak Melayu sebenarnya memiliki potensi besar untuk dijadikan pemimpin di manapun dia bekerja.

Seperti di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tirtanadi sendiri, menurut T Muza, harus di contoh. Sebab di perusahaan ini pembentukan karakter sebagai pemimpin terus dilakukan. Untuk itulah, para anak Melayu agar tak termarzinalkan, harus bisa tampil positif ke depan.

“Kan tak mungkin hal ini terus kita dibiarkan, melainkan harus kita sikapi positif dengan dibuat kegiatan penataran tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin dan sebagainya agar lebih baik ke depan,” ucapnya lagi.

Mereka juga siap mengakomodir semua masukan dan keluhan warga Medan Utara serta dimanapun itu selagi dalam ruang lingkup Sumatera Utara. “Mudah-mudahan tak ada halangan agar pembentukan pengurus daerah secepatnya rampung,” ujar Muza.

Mengenai program kerja, lanjut T Muza, dalam waktu dekat ini akan mendirikan sebuah perusahaan bidang jasa, perdagangan dan sebagainya bersifat online dengan tujuan untuk menampung semua Usaha Kecil Menengah (UKM) milik orang Melayu, sehingga dapat dipromosikan ke tengah masayarakat luas.

“Ya kita akan rampungkan semua persyaratan untuk menjadikan sebuah perusahaan agar dapat promosikan semua hasil dari home indutri milik orang Melayu nantinya,” pungkas Muza mengakhiri. (dek/ila)

Hari Kedua Aksi Peduli Yasora, 1.000 Nasi Bungkus Habis Dibagikan Dalam Waktu 40 Menit

AKSI PEDULI: Ketua Membidangi Sosial Yasora  Tok Tong Che memberikan nasi bungkus kepada salah seorang warga,  ketika menggelar aksi peduli membagikan nasi bungkus  gratis hari kedua di Jalan Asia Medan, Rabu (3/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki hari kedua aksi peduli Yayasan Sosial Angsapura (Yasora) Medan terhadap warga terdampak PPKM di sekitar Jalan Asia, Keluarga Besar Yasora dibantu Muspika di kawasan Medan Area serta mitra dan elemen masyarakat lainnya berhasil membagikan sebanyak 1000 nasi bungkus gratis, Rabu (3/8).

AKSI PEDULI: Ketua Membidangi Sosial Yasora  Tok Tong Che memberikan nasi bungkus kepada salah seorang warga,  ketika menggelar aksi peduli membagikan nasi bungkus  gratis hari kedua di Jalan Asia Medan, Rabu (3/8).

Aksi peduli Yasora dengan membagikan nasi bungkus gratis melibatkan Polsek Medan Area,  Koramil,  Kecamatan Medan Area serta unsur Kelurahan Sei Rengas II lainnya itu dimulai pukul 11.00 WIB.  “Dalam waktu 40 menit saja, nasi bungkus gratis yang kita bagikan di 6 posko yang tersebar di seputar Jalan Asia telah ludes dibagi-bagikan kepada warga sekitar dan warga pengguna jalan lainnya yang melintas di seputaran jalan tersebut,” ujar Ketua Umum Yasora Medan Drs Ronald Tok melalui Ketua Membidangi Sosial Tok Tong Che di salah satu posko di Jalan Asia. 

Menurut Tok Tong Che,  tinggi animo dan antusias warga dan pengguna jalan lainnya yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  yang diperpanjang hingga sepekan ke depan,  membuat jajaran pengurus harus mengevaluasi pembagian nasi bungkus gratis di hari pertama. Pada hari pertama pembagian nasi bungkus berhasil menyalurkan kurang lebih 500 bungkus. Dan selanjutnya,  akan dimonitoring dan dievaluasi bila lonjakan jumlah itu terus mengalami peningkatan. 

“Kita menyadari betul selama PPKM ini diberlakukan, banyak saudara-saudara kita yang kesulitan makan, apalagi yang pekerja harian. Jadi kita akan bagikan ribuan paket makanan untuk warga, dan pengguna jalan yang melintas di Jalan Asia. Pembagian makanan tersebut akan berlangsung selama 10 hari ke depan, dan diberlakukan skenario penerapan protokol kesehatan agar tidak terjadi kerumunan,” ujar Tok Tong Che. 

Ditambahkannya, pembagian nasi bungkus gratis dilakukan hingga 10 hari ke depan. “Kita bagikan di jam makan siang, dan sudah disediakan beberapa tenda makanan yang dilengkapi petugas untuk menyalurkan makanan sehat, bersih, juga halal pastinya. Kita kerja sama dengan Polsek, Koramil, dan pihak kelurahan agar prokes tetap diterapkan,” tutur Tok Tong Che.

Sementara,  dari siaran pers yang diterima kemarin,  Lurah Kelurahan Sei Rengas II, Fauzi Hasibuan, menyambut baik program amal yang dikerjakan Yasora dan tim di lapangan. Diharapkan nantinya banyak komunitas, pengusaha, dan yayasan lainnya yang tergerak keinginannya untuk berdonasi dan membantu warga yang kesusahan.

“Kami dari kelurahan sangat mengapresiasi kegiatan baik ini, selama 10 hari ke depan. Kita akan sama-sama pantau agar berjalan lancar kegiatan ini, dan semoga nantinya akan ada lagi pengusaha, komunitas, dan yayasan yang tergerak hatinya untuk gotong royong membantu warga yang kesulitan saat PPKM, seperti imbauan bapak presiden kita,” kata Fauzi.

Terpisah, Sariani (60) salah seorang warga yang melintas dan ikut merasakan paket nasi bungkus dari Yasora mengaku sangat bersyukur karena siang itu dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli makan siang. “Alhamdulillah, terbantu kali ini apalagi saya berusia lanjut, jadi tidak perlu keluarin uang buat beli makan siang lagi, terima kasih buat Keluarga Besar Yasora  yang menggelar kegiatan ini,” kata Sariani. 

Aksi peduli pembagian nasi bungkus gratis tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum dr Leo Merry,  Wakabid III Membidangi Organisasi dan Humas Djono Ngatiman, Kabid Balai Persemayaman Angsapura (BPA) Suhardi Rusman, Wakabid I BPA Asai,  Wakabid III BPA Kasan Tasman,  Kabid Tempat Persemayaman Angsapura (TPA) Darwin,  Anggota TPA Bun Han,  Ketua Membidangi Pemuda dan Olahraga Iskandar Budiman,  Kabid dan Wakabid Membidangi Pemuda dan Olahraga Yansen Wijaya dan Arifin, Anggota Membidangi Pemuda dan Olahraga Rudi serta pengurus lainnya. (ila)