27 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 3172

BOR Medan Turun Jadi 65 Persen, Rumah Sakit Hanya Tangani Pasien Covid-19 Gejala Berat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tingkat keterisian Bed Occupancy Rate (BOR) atau tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Medan diklaim mengalami penurunan. Sebelumnya sempat 70 persen (Agustus 2021, red), kini sudah di bawah 60 persen.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku, saat ini ketersediaan BOR di rumah sakit rujukan Covid-19 sekitar 56 persen. “Terjadi penurunan kasus Covid-19 dalam sebulan terakhir di Kota Medan, karena pada akhir Juli 2021 angka BOR sempat mendekati 70 persen,” kata Bobby diwawancarai usai melihat ruang ICU Covid-19 di RSUD Pirngadi Medan, akhir pekan lalu.

Bobby juga mengatakan, pihak rumah sakit rujukan Covid-19 hanya menerima pasien dengan gejala berat, sehingga penanganannya akan lebih intensif. “Saya sudah pesankan kepada Plt Kadis Kesehatan Kota Medan agar menambahkan tempat tidur di ruang ICU RSUD Pirngadi Medan. Meski begitu, diharapkan tidak cepat terisi sehingga otomatis angka BOR di Kota Medan menurun,” ujarnya singkat.

Sementara itu, terkait perkembangan kasus harian Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Kemenkes yang disampaikan BNPB pada Minggu (5/9), tercatat jumlah kasus baru positif Covid-19 yang diperoleh yaitu 393 orang. Dengan penambahan ini, maka total kasus positif menjadi 99.215 orang.

Sedangkan untuk angka kesembuhan, Sumut memperoleh penambahan 532 orang, sehingga totalnya naik menjadi 77.635 orang. Selanjutnya, untuk angka kematian diperoleh penambahan 6 orang sehingga totalnya 2.444 orang. Karena itu, berdasarkan data-data tersebut maka, total kasus aktif Covid-19 di Sumut kini tinggal 19.136 orang.

3,8 Juta Pasien Sembuh

Secara nasional, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, jumlah pasien yang telah sembuh dari Covid-19 di Indonesia menjadi 3.837.640 setelah mengalami kenaikan sebanyak 10.191 pasien pada Minggu (5/9). Jawa Tengah menjadi daerah yang memiliki jumlah pasien sembuh terbanyak yakni 1.042 pasien, diikuti DI Jogjakarta dengan total pasien sembuh sebanyak 981 pasien.

Daerah selanjutnya yang memiliki jumlah pasien sembuh terbanyak adalah Jawa Timur sebanyak 879 pasien, Jawa Barat 804 pasien dan 649 pasien sembuh di Kalimantan Timur.

Disebutkan bahwa jumlah kasus aktif telah mengalami penurunan sebanyak 5.180 kasus, sehingga jumlah kasus aktif di Tanah Air kini tersisa 155.519 kasus. Walaupun kasus aktif di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, jumlah orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus Corona tipe SARS-CoV-2 masih bertambah sebanyak 5.403 jiwa. Sehingga total warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 4.129.020 jiwa.

Jumlah orang yang meninggal pun masih mengalami kenaikan sebanyak 392 jiwa, menjadikan total pasien yang meninggal mencapai 135.861 jiwa. Dengan Jawa Tengah menjadi daerah penyumbang kasus kematian terbanyak 89 jiwa.

Diikuti oleh Jawa Timur sebanyak 70 jiwa, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan 22 kasus, DI Yogyakarta dan Riau 21 jiwa serta Bali sebanyak 18 jiwa. Selain itu, 264.081 warga Indonesia masuk ke dalam kategori suspek. Hasil tersebut didapat setelah melakukan pengujian pada Minggu terhadap 171.885 spesimen dari 104.944 orang di ratusan jejaring laboratorium di seluruh Indonesia.

Malaysia Diminta Belajar ke Indonesia

Malaysia heran mengapa kasus Corona di Indonesia menurun drastis, lebih cepat dibandingkan tren kasus di negaranya. Hal ini disampaikan pemimpin Partai Aksi Demokratik (DAP) Lim Kit Siang.

Dikutip dari Malaymail, Lim mempertanyakan hal ini kepada Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin. Ia menegaskan, jika vaksinasi bukan satu-satunya cara menyelesaikan masalah Corona di Malaysia.

“Bisakah menteri kesehatan yang baru, Khairy Jamaluddin, menjelaskan mengapa selama 16 hari berturut-turut, Indonesia telah mengurangi kasus baru Covid-19 hariannya menjadi kurang dari Malaysia bahkan kurang dari setengah seperti kemarin 8.955 kasus menjadi 20.988 kasus Malaysia?” tanya Lim.

“Ini bukan mencari-cari kesalahan tetapi mencari cara untuk meningkatkan penanganan kita terhadap pandemi Covid-19 sehingga memenangkan perang melawannya,” tambah pemimpin DAP itu.

Catatan Lim, Malaysia saat ini menjadi salah satu negara dengan kinerja terburuk di dunia terkait respons Covid-19. Kasus baru per satu juga penduduk berada di 572,43 dibandingkan dengan Indonesia 37,40.

Sementara prevalensi di Filipina 126,95 dan 61,27 di Myanmar, menurut data Our World in Data per 1 September. Tak hanya itu, Malaysia juga menempati puncak kematian COVID-19 dengan 8,48 per satu juta orang. Vietnam setelahnya, berada di posisi kedua dengan 8,19 insiden kematian harian. Sementara Indonesia adalah 2,36, masih berdasarkan laporan yang sama. “Pada laju infeksi dan kematian saat ini, kami akan menembus angka 1,8 juta untuk total kumulatif kasus Covid-19 hari ini,” kata Lim.

“Kami akan memecahkan angka dua juta untuk total kumulatif kasus COVID-19 dan memecahkan angka 20 ribu untuk kematian akibat COVID-19 ketika kami merayakan Hari Malaysia ke-58 pada 16 September 2021,” tambahnya.

Malaysia dapat menyalip dua negara lagi, Irak dan Belanda, untuk menduduki peringkat ke-21 di antara negara-negara dengan total kumulatif kasus Covid-19 terbanyak, bergabung dengan 20 negara lain yang melaporkan lebih dari dua juta kasus Covid-19.

Sementara anggota parlemen Iskandar Puteri membandingkan keberhasilan Indonesia dalam mengurangi jumlah kasus hariannya, dengan mengatakan negara tetangga itu, meskipun populasinya lebih besar, telah berhasil mengurangi tingkat infeksi Corona jauh lebih cepat daripada Malaysia.

Antisipasi Pandemi jadi Endemi

Pemerintah mendorong masyarakat untuk menguatkan disiplin protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari serta mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan saat ini. Penguatan disiplin prokes dan vaksinasi ini sejalan dengan persiapan yang dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi skenario perkembangan pandemi Covid-19 dalam jangka panjang dan potensi perubahan status wabah ini menjadi endemi.

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menyebutkan, peluang Covid-19 untuk diklasifikasikan sebagai endemi di masa mendatang terbuka lebar, seperti halnya penyakit malaria atau demam berdarah. Covid-19 dapat diklasifikasikan sebagai endemi jika terus hadir secara konstan dalam populasi di wilayah geografis tertentu, dengan tingkat dan pola penularan yang sudah lebih terprediksi.

WHO sejak Maret 2020 telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi akibat tingkat penyebarannya yang eksponensial secara global dan tidak mengkategorikannya sebagai epidemi karena tidak terbatas pada satu wilayah geografis semata.

Selain WHO, sejumlah negara juga telah menyepakati potensi pandemi Covid-19 berubah menjadi endemi dan melakukan berbagai persiapan. Seperti halnya negara Malaysia yang telah mengajak seluruh warganya untuk bersiap dengan kemungkinan hidup bersama Covid-19 sebagai endemi.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, dalam keterangannya, Sabtu (4/9) mengatakan, instrumen yang cukup membedakan pandemi dan endemi adalah prediktabilitas. “Setelah menjadi endemi, penyebaran wabah lebih dapat diperkirakan, sehingga kita dapat menyusun langkah-langkah antisipasi. Jadi, meskipun kita akan hidup bersama Covid-19 dalam waktu lama, namun situasi akan lebih terkendali,” ujarnya.

Sedangkan Guru Besar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, menyatakan bahwa di mana pun di dunia, pandemi akan dapat berubah menjadi endemi. Mengenai waktunya, Hasbullah mengatakan bahwa hal itu akan ditetapkan oleh WHO. “Siapa pun bisa terkena penyakit endemi tersebut. Agar tidak tertular, sederhana. Pakai masker. Selain itu cuci tangan yang bersih, jaga jarak, dan selalu waspada menganggap orang di dekat kita berisiko membawa virus. Jadi disiplin diri adalah kuncinya,” tuturnya.

Johnny G Plate menambahkan, sebagai langkah antisipasi perubahan status Covid-19 menjadi endemi di Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia harus berpartisipasi aktif dalam menjaga kedisiplinan menggunakan masker dan menyegerakan vaksinasi. Protokol kesehatan lain seperti menjaga jarak dan rajin mencuci tangan juga tak kalah penting untuk selalu diterapkan.

“Menggunakan masker dan melakukan vaksinasi bukanlah dua hal terpisah. Keduanya harus berjalan beriringan sebagai upaya kita untuk mengalahkan Covid-19. Tidak hanya berfungsi memberi perlindungan dan pencegahan, menggunakan masker dan vaksinasi juga sangat penting untuk menghindari dampak fatal apabila terpapar Covid-19. Dengan kerja sama semua pihak untuk disiplin bermasker dan menyegerakan vaksinasi, pemerintah sangat optimis COVID-19 di Indonesia dapat berubah menjadi endemi,” jelas Johnny G Plate. (ris/jpg/dtc)

Gubsu Minta Bupati Karo Siapkan Masterplan, Tahun 2022, Sport Center Dibangun di Siosar

MENINJAU: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Bupati Karo Cory Sebayang meninjau lokasi rencana pembangunan sarana olahraga, pembangunan kawasan wisata dan perumahan warga di Puncak Siosar, Kabupaten Karo, Jumat (3/9).DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Puncak 2000 Siosar di Desa Kacinambun, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, mampu menyedot perhatian para wisatawan. Meski begitu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi ingin, kawasan Puncak Siosar lebih ditata rapi sehingga menjadi lebih memiliki daya tarik lagi.

MENINJAU: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Bupati Karo Cory Sebayang meninjau lokasi rencana pembangunan sarana olahraga, pembangunan kawasan wisata dan perumahan warga di Puncak Siosar, Kabupaten Karo, Jumat (3/9).DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.

Karenanya, di tahun anggaran 2022, Edy meminta Pemerintah Kabupaten Karo mengalokasikan dana guna menjadikan kawasan tersebut bersegmen pariwisata dan juga pertanian. “Semuanya harus bergerak bersama, mulai dari masterplan hingga izin pelepasan lahannya harus segera diselesaikan, jadi 2022 sudah bisa dilaksanakan pembangunan,” katanya saat mengunjungi perbukitan Puncak Siosar, Jumat (3/9), didampingi Bupati dan Wakil Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang dan Theopilus Ginting, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Ardan Noor dan Kepala Dinas Kehutanan Sumut, Herianto.

“Kita tata dengan baik di sini, di antaranya memindahkan kuburan yang ada, di mana sebelumnya peruntukan tanah tersebut bukan untuk kuburan melainkan rumah warga,” imbuh Edy.

Kepada Bupati Karo, Edy minta untuk menyusun masterplan pembangunan di area 20 hektare lahan yang akan diperuntukan untuk sarana dan prasarana olahraga di antaranya wisma atlet, lapangan sepak bola dan lainnya, sehingga target pelaksanaan pembangunan di 2022 akan segera terlaksana.

Edy pun bilang, Pemkab Karo harus mengedepankan estetika dalam penataan antara pemukiman, pariwisata dan juga pertanian. Bupati diminta untuk mencontoh pembangunan kawasan terpadu yang dilakukan di Jerman. “Boleh nanti liat di sana, itu lahan pertanian yang rapi, untuk kebun apel saja ada berbagai macam. Untuk itu bangunan yang tidak memiliki IMB dan sebagainya harus dihentikan,” ucapnya.

Cory Sebayang mengucapkan terimakasih atas kunjungan Gubsu Edy ke Karo, yang begitu perhatian atas pembangunan Karo, tepatnya di Siosar yang akan dibangun kawasan terpadu seperti sarana olahraga, pemukiman, pertanian dan destinasi wisata. “Ini sangat positif untuk Kabupaten Karo, dan target 2022 perintah pak gubernur, Kabupaten Karo akan segera menyelesaikan masterplannya,” kata dia.

Diketahui, Siosar berada di ketinggian 1.491 meter di atas permukaan laut, sehingga disebut Negeri di Atas Awan versi Kabuopaten Karo. Di depannya, berdiri megah barisan pegunungan bukit barisan. Bukit-bukit kecil juga tampil menawan dengan menyuguhkan panorama hijau membentang sejauh mata memandang.

Belakangan, Siosar bisa diakses dari berbagai titik, setidaknya ada dua rute jalan utama yang dapat digunakan untuk sampai ke sana. Yakni melalui Kabanjahe via desa Kadinambun dan kedua via Merek yang nantinya melewati Pertibitembe. Apabila ingin ditempuh dari Kabanjahe, jaraknya hanya terpaut 20,3 Km (40 menit perjalanan). Sedangkan dari Medan sekitar 3 jam perjalanan.

Satu hal yang membuat orang selalu menjadikan Siosar sebagai tempat rekreasi yakni kondisi jalannya yang memang sangat optimal. Kecuali 200 meter ke Puncak 2000 yang sedikit berkelok-kelok dan menanjak. Meski tidak terlalu berbahaya, setidaknya pengunjung wajib berhati-hati tatkala melewati rute tersebuit. (prn/deo)

Selama Pandemi Covid-19, 330 Anak di Medan Jadi Yatim Piatu

Kepala Dinsos Medan, Endar Sutan Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 330 anak di Kota Medan dinyatakan kehilangan orangtuanya atau berstatus yatim/piatu akibat Pandemi Covid-19. Jumlah itu merupakan hasil verifikasi yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan.

Kepala Dinsos Medan, Endar Sutan Lubis.

“Berdasarkan hasil verifikasi Dinsos Medan per tanggal 3 September 2021, total yang masuk kategori anak yatim/piatu di Kota Medan karena orangtuanya meninggal akibat Covid-19 ada sebanyak 330 orang,” kata Kepala Dinsos Medan, Endar Sutan Lubis kepada Sumut Pos, Minggu (5/9).

Dijelaskan Endar, sebenarnya Dinas Sosial telah menerima jumlah data usulan dari pihak Kecamatan dengan jumlah yang jauh lebih banyak dari itu. Akan tetapi setelah dilakukan verifikasi ulang, jumlah yang dinyatakan masuk kategori hanya ada 330 orang.

“Jadi data usulan awal yang masuk itu totalnya 764 orang. Data itu diserahkan 21 kecamatan kepada kita. Pihak kecamatan dapat data dari kelurahan, dan kelurahan dapat datanya dari masing-masing kepala lingkungan. Tetapi setelah kita verifikasi yang 764 orang itu, yang masuk kategori hanya 330 orang,” ujarnya.

Dijelaskan Endar, ada banyak data yang tidak memenuhi syarat agar masuk dalam kategori yang dimaksudkan oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial. Salah satunya, yang dimaksud dengan anak penyandang status yatim/piatu adalah setiap orang di bawah 18 tahun yang orangtuanya meninggal dunia karena terpapar pandemi Covid-19.

“Setelah kita verifikasi, ada yang usianya sudah 35 tahun dan sudah menikah pun masih ada yang diusulkan sebagai anak yatim/piatu. Memang benar orangtuanya meninggal karena Covid-19, tapi anak yang meninggal ini usianya sudah usia dewasa, ya jelaslah kita coret dari daftar anak yatim/piatu akibat pandemi Covid-19,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Endar, Dinas Sosial telah menyampaikan data hasil verifikasi tersebut ke Kementerian Sosial untuk ditindaklanjuti. Namun begitu, data tersebut adalah data sementara, yakni data per tanggal 3 September 2021. “Yang jelas jumlah itu akan terus bertambah dan kita akan sampaikan data terupdate ke Kemensos, kecuali bila memang ada instruksi batas waktu penyampaian data. Tapi sampai saat ini belum ada instruksi itu, jadi kalau ada penambahan anak Yatim/Piatu lagi karena Covid-19, ya akan kita sampaikan lagi ke Kemensos,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Endar, belum ada informasi yang didapatkan pihaknya tentang bantuan seperti apa yang akan diberikan kepada para anak yatim/piatu akibat pandemi Covid-19 di Kota Medan dari Kemensos, termasuk kapan bantuan itu akan diberikan. “Yang pasti kita diminta mendata, memverifikasi dan menyampaikan data itu ke pusat, dan itu sudah kita lakukan. Soal bagaimana kelanjutannya, kami sifatnya menunggu saja. Bila bantuannya berupa uang tunai, biasanya itu dikirimkan langsung ke rekening masing-masing. Kalau diluar itu, kita belum tahu bentuk bantuannya seperti apa, jadi kita tunggu saja,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengungkapkan, Pemprov Sumut juga telah mendata jumlah anak di Sumut yang kehilangan orangtuanya akibat terpapar Covid-19. Melalui pendataan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pemprov Sumut, tercatat ada 494 anak dan balita yang menjadi Yatim/Piatu akibat Covid-19 dan kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah. “Tidak boleh kita diamkan anak-anak kita ini, karena nyatanya tidak sedikit yang kehilangan orangtua. Saat ini kita utamakan (beri bantuan) anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19,” tegasnya, Jumat (3/9).

Dikatakan Edy, sebagai bantuan awal, anak Yatim/Piatu diberikan bantuan berupa alat-alat sekolah dan paket sembako. Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap anak-anak yang terdampak Covid-19. Kedepannya, Pemprovsu akan terus berupaya membantu dan meringankan beban anak-anak tersebut. “Start awalnya kita memberikan bantuan alat-alat sekolah dan paket sembako untuk anak-anak dari 0 bulan sampai 18 tahun,” ungkapnya. (map)

Alami Masalah, Batik Air Sempat Kembali ke Apron

TUNDA TERBANG: Batik Air nomor penerbangan ID-7010 rute Medan-Jakarta melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumut, mengalami penundaan keberangkatan karena ada indikator pada kokpit perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut., Minggu (5/9).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Operasional dan layanan Batik Air nomor penerbangan ID-7010 rute Medan-Jakarta melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta mengalami penundaan atau keterlambatan keberangkatan, Minggu (5/9). Hal ini sesuai informasi yang disampaikan Manager Of Branch Communication & Legal AP II, Candra Gumilar kepada sejumlah wartawan di Medan.

TUNDA TERBANG: Batik Air nomor penerbangan ID-7010 rute Medan-Jakarta melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumut, mengalami penundaan keberangkatan karena ada indikator pada kokpit perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut., Minggu (5/9).

“Kami informasikan, benar hari ini (Minggu, red), pukul 09.25 WIB, Pesawat ID-7010, tujuan HLP mengalami RTA (Return to Apron). RTA adalah pesawat yang sudah bergerak dari tempat parkirnya (block off / taxi out) tetapi kembali ke apron/tempat parkir pesawat,” ujarnya.

Dikatakannya, saat terjadinya pembatalan, sebanyak 121 penumpang kembali ke ruang tunggu untuk menunggu diberangkatkan kembali.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro menegaskan, pesawat tersebut telah dijalankan dan dioperasikan menurut standar operasional prosedur (SOP).

Dikatakannya, hal itu sudah sesuai standar operasional prosedur, pengecekan pesawat sebelum keberangkatan (pre flgiht check) tetap dijalankan secara menyeluruh oleh awak kokpit (pilot) dan teknisi. “Hasil pengecekan pada pesawat, bahwa dinyatakan laik terbang dan aman untuk dioperasikan (airworthiness for flight),” ujarnya.

Danang mengungkapkan, dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan ID-7010, pilot memutuskan untuk membatalkan atau menunda pergerakan menuju landasan pacu (runway). Ini dikarenakan ada indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen tertentu pada salah satu sistem fungsi rem (break fault) pada pesawat segera dan perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.

“Pesawat kembali ke landas parkir (return to apron/ RTA). Ketika posisi pesawat sudah sempurna, maka seluruh mendapatkan penjelasan operasional,” ungkapnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, pesawat wajib menjalani pemeriksaan kembali sehingga membutuhkan waktu pengerjaan (berkisar 40 menit). Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan kendala teknis dan pesawat dinyatakan laik terbang.

Menurutnya, Batik Air penerbangan ID-7010 mengudara dengan membawa enam awak pesawat serta 112 tamu. Lepas landas dari Bandar Udara Internasional Kualanamu pada 10.31 WIB. Pesawat telah mendarat normal di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma pada 12.32 WIB.

Atas peristiwa tersebut, Batik Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu yang terganggu perjalanannya atas ketidaknyamanan yang timbul dari penerbangan ID-7010.

“Sesuai perkembangan terkini, bahwa penerbangan ID-7010 dipersiapkan untuk penerbangan menggunakan pesawat yang sama (Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUZ). Upaya memberikan kenyamanan, Batik Air mengakomodir sesuai permintaan tamu penerbangan ID-7010, antara lain: perubahan jadwal keberangkatan (reschedule), pengembalian dana dari tiket (refund),” pungkasnya. (dwi)

Masih Ragu Pilih POCO X3 GT? Ini Dia Keunggulannya

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Para penggemar gadget di Indonesia baru saja dikejutkan dengan kehadiran smartphone baru dari POCO, yakni POCO X3GT. Smartphone ini digadang-gadang memiliki performa yang sangat tinggi plus hadir dengan jaringan 5G. Harganya pun sangat terjangkau, Rp4 juta-an saja.

Tapi, di Indonesia saat ini terdapat cukup banyak smartphone yang memiliki kisaran harga yang cukup terjangkau. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas perbandingan spesifikasi beberapa smartphone 5G terjangkau lain dengan POCO X3 GT. Yuk simak!

POCO menghadirkan dua varian untuk POCO X3 GT di Indonesia. Satu memiliki harga Rp4.399.000 dan satu lagi hadir dengan harga Rp4.799.000. Namun, spesifikasi yang ditawarkan tidak main-main.

Kedua varian ini sama-sama menggunakan SoC terbaru dari MediaTek, yakni Dimencity 1100. Ini merupakan SoC yang biasanya hadir di smartphone flagship dan sudah mendukung jaringan 5G.

SoC ini beroperasi pada empat core utama Arm Cortex-A78 terbaru yang memiliki clock speed hingga 2,6GHz, serta empat core efisiensi Arm Cortex-A55. Dan ini merupakan SoC 6nm pertama yang ada di keluarga POCO.

Arsitektur CPU ini, dikombinasikan dengan upgraded nine-core GPU Arm Mali-G77 yang berjalan di 836 MHz. SoC ini pun dijamin tetap dingin karena sudah menggunakan pendinginan LiquidCool Technology 2.0.

POCO X3 GT menggunakan desain yang trendi dengan sentuhan gamer, namun tetap cocok digunakan oleh siapa pun. Ketebalannya 8,9 mm serta hadir dengan bobot 193 gram. Pilihan warnanya beragam dari Stargaze Black, Wave Blue, sampai Cloud White.

Kedua varian ini juga hadir dengan RAM sebesar 8GB yang dapat ditambahkan menggunakan teknologi expandable memory hingga 2GB. Jadi, secara total pengguna akan mendapatkan total 10GB RAM.

Yang membedakan kedua varian ini hanyalah di bagian kapasitas penyimpanan. Pengguna akan dapat memilih kapasitas antara 128GB dan 256GB. Keduanya pun hadir dengan teknologi penyimpanan UFS 3.1. Tak ketinggalan, ada juga dukungan NFC di smartphone ini.

Pengguna akan mendapatkan sebuah layar beresolusi 6,6 inci DotDisplay dengan resolusi layar FHD+. Layarnya sudah memiliki dukungan 120Hz refresh rate dan 240Hz touch sampling rate. Ada juga teknologi DynamicSwitch yang membuat POCO X3 GT dapat menyesuaikan refresh rate secara otomatis sesuai penggunaan.

POCO X3 GT hadir dengan konfigurasi kamera utama 64 MP, aperture f/1.8, 26mm, 1/1.97″, 0.7µm, PDAF. Lalu ada kamera ultrawide 8 MP, aperture f/2.2, 120˚, 1/4.0″, 1.12µm. Sedangkan kamera ketiga adalah kamera macro 2 MP, aperture f/2.4.

Sementara itu, untuk kamera depan, POCO X3 GT hadir dengan kamera 16 MP, aperture f/2.5, 1/3.06″, 1.0µm.

Baterainya pun terbesar di kelasnya, dengan ukurang baterai sebesar 5.000mAH. Pengguna juga akan mendapatkan dukungan pengisian daya super cepat, yakni Turbo Charging 67W. Dan untuk OS, smartphone ini sudah mendukung Android 11 melalui MIUI 12.5 for POCO.

vivo V21 5G
Smartphone 5G yang menjadi pesaing POCO X3GT adalah vivo V21 5G. vivo V21 5G hadir dengan SoC Dimensity 800U 5G. Seperti diketahui, SoC ini sudah memiliki dukungan jaringan 5G

vivo V21 5G hadir dengan RAM 8GB dengan dukungan expandable RAM 3GB, sehingga pengguna dapat memiliki total 11GB RAM. Dan untuk penyimpanan, di Indonesia, smartphone ini hanya memiliki pilihan penyimpanan 128GB UFS 2.2.
vivo V21 5G punya ketebalan 7,3 mm, bobot 176 gram, dan pilihan warna Dusk Blue serta Sunset Dazzle.

vivo V21 5G memiliki layar 6,44 inci AMOLED dengan resolusi layar FHD+ dan dukungan HDR10+. Refresh rate layarnya hanya 90Hz.

Sementara itu, vivo V21 5G memiliki konfigurasi tiga kamera belakan, yakni kamera utama 64 MP, aperture f/1.8, 26m, 1/1.72″, 0.8µm, PDAF, OIS. Kamera kedua merupakan kamera ultrawide 8 MP, aperture f/2.2, 120˚, 16mm, 1/4.0″, 1.12µm. Dan kamera ketiga macro 2 MP, aperture f/2.4

Untuk kamera depan, POCO X3 GT hadir dengan kamera 16 MP, aperture f/2.5, 1/3.06″, 1.0µm. Dan vivo V21 5G hadir dengan kamera depan 44 MP, aperture f/2.0, AF, OIS.

Bagaimana dengan baterainya? vivo V21 5G menggunakan baterai 4.000mAh dengan pengisian daya cepat 33W. Sistem operasinya Android 11 dengan OS Custom Funtouch 11.1.

Di Indonesia, vivo menawarkan V21 5G dengan harga Rp5.799.000 dengan RAM 8GB dan penyimpanan 128GB.

OPPO Reno6
Satu lagi smartphone 5G pesaing POCO X3 GT, yakni OPPO Reno6. Smartphone yang satu ini menggunakan salah satu SoC dengan teknologi 5G dari MediaTek, yakni Dimensity 900 5G.

OPPO Reno6 5G tampil dengan tepian datar dengan desain Reno Glow. Perangkat ini memiliki ketebalan 7,59 mm dan berat 192 gram dengan dua pilihan warna Aurora dan Stellar Black.

Pengguna akan mendapatkan layar yang menggunakan panel AMOLED 6,4 inci. Untuk para gamer, smartphone ini juga mendukung layar dengan refresh rate 90 Hz serta touch sampling rate 180 Hz.

Sementara untuk RAM, Reno6 hadir dengan RAM sebesar 8 GB. Besaran kapasitas penyimpanan internalnya 128 GB dan hadir dengan teknologi penyimpanan UFS 2.1.

Baterainya sudah menggunakan baterai berkapasitas 4.300 mAh. Dan pengisian dayanya sudah menggunakan pengisian cepat SuperVOOC 2.0 65W.

OPPO Reno6 hadir dengan konfigurasi tiga kamera di bagian belakang. Satu kamera utama 64 MP dengan aperture f/1.7, 26mm, 1/2.0″, 0.7µm, PDAF. Kamera kedua adalah kamera ultrawide 8 MP dengan aperture f/2.2, 119˚, 1/4.0″, 1.12µm.

Kamera ketiganya merupakan kamera macro 2 MP, dengan aperture f/2.4. Sedangkan kamera depan hadir dengan kamera 32 MP dengan aperture f/2.4, 26mm , 1/2.8″, 0.8µm.

Sistem operasinya juga sudah menggunakan Android 11, yang dibalut ColorOS 11.3. Soal harga, Reno6 di Indonesia memiliki harga Rp7.999.000.(rel)

Inilah Cara Menghindari Pelecehan Seksual di Dunia Maya

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Pelecehan seksual kerap terjadi di dunia maya. Isu ini juga dibahas dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, 10 Agustus 2021.

WEBINAR: Gubsu Edy Rahmayadi bersama narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, 10 Agustus 2021. (IST)

Dalam Webinar dengan tema Bahaya Pornografi dan Pelecehan Seksual di Ruang Digital, hadir narasumber terbaik. Seperti Istar Yuliadi DR MSi Fias (Dokter dan Dosen). Pada sesi Kecakapan Digitak, dia mengambil tema Tolak Tegas Pelecehan Seksual di Era Digital. Istar menjelaskan cara-cara menghindari pelecehan seksual di dunia maya.

Menurut Istar, cara menghadapi pelecahan seksual di dunia maya, antara lain tidak membalas pesan orang yang tidak dikenal. Kemudian menolak dengan tegas jika terjadi ajakan dari orang terdekat, blokir akun orang tersebut, serta laporkan kepada pihak berwajib.

“Agar anak dapat menghindari pelecehan seksual, dapat dilakukan dengan cara beritahu anak pada area seksual yang tidak boleh disentuh oleh siapapun. Lalu melaporkan kepada orang tua jika ada orang lain yang menyentuhnya meskipun itu orang dekat, serta ajari anak bersikap tegas untuk menolak ajakan dari orang lain,” jelasnya.

Narasumber lainnya, Agung Pramudya Wijaya pada sesi Keamanan Digital mengambil tema Berani Lapor Kejahatan Siber. Dijelaskan, kejahatan Siber terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kejahatan siber terbanyak dengan laporan penipuan online, penyebaran konten, pornografi, aksi illegal, dan pencurian data. Platform terlapor kejahatan siber terdapat pada Whatsapp, Instagram, Facebook, telepon dan SMS, serta blog,” ungkapnya.

Dia pun mengajak masyarakat untuk melaporkan kejahatan Siber tesebut. “Laporkan melalui kantor polisi terdekat, SMS ke 1708, patrolisiber.id, lapor.go.id, dan cekrekening.id. Bentengi diri, keluarga, dan teman dengan laporkan kejahatan siber agar tetap aman ketika terhubung dengan dunia digital,” sebutnya.

Daulat Nathanael Banjarnahor SH MH (Dosen Program Studi Pkn FKIP UHKBPNP) pada sesi Budaya Digital menerangkan tema Mengenal Lebih Jauh Tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi. Daulat menjelaskan tentang Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) yang masih dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga saat ini.

Perlindungan Data Pribadi masih diatur Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik. UU ITE memang belum memuat aturan perlindungan data pribadi (PDP) secara khusus. Namun dalam ketentuan UU ITE terkait (PDP), ada dalam Pasal 26 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 dan penjelasannya.

Pada sesi Etika Digital, Wilfronstein Naibaho ST MT (Ketua Program Studi Teknik Mesin UHKBPNP) mengambil tema Berpikir Bijak Sebelum Mengunduh di Internet. Dia juga menjelaskan tips bijak dalam mengunduh di media sosial.

“Tips bijak dalam mengunduh di media digital, meliputi tidak membagikan informasi pribadi, hindari akun-akun negatif, serta tidak mengunduh sesuatu yang berasal dari situs yang tidak dipercaya. Penggunaan digital yang sangat mudah membuat seseorang terlarut dalam menggunakan internet yang membuat pengguna tidak menyadari akan adanya sisi bahaya dari jejak internet,” ungkapnya.

Webinar ini menghadirkan Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi sebagai Keynote Speaker dan Felicia (Influencer dengan Followers 35,9 Ribu) sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Indonesia Makin Cakap Digital ini dilaksanakan di 77 kabupaten/kota Wilayah Sumatera, mulai Aceh hingga Lampung. Tujuannya untuk meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.
Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital. (rel/dek)

PKS Medan Amplas Sukses Gelar Rakercab

MEDAN, SUMUTPOS.CO- DPC PKS Medan Amplas menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Rakercab di sekretariat mereka Jalan Selamat, Minggu (5/9). Hadir pada Rakercab itu Ketua DPD PKS Medan, H Kasman Marasakti Lubis Lc MA.

Dalam sambutannya, Kasman mengatakan, semua DPC (pengurus tingkat kecamatan) pada minggu ini sudah merampungkan Rakercabnya masing-masing. Disebutnya, Rakercab ini adalah urat nadi organisasi partai. Karenanya, dalam Rakercab tersebut tidak perlu terlalu banyak program yang dibahas. “Cukup satu atau dua program saja, yang penting berjalan,” sebutnya.

Kasman juga mengingatkan agar seluruh kader PKS Kota Medan benar-benar berbuat untuk kebesaran partai. “Hidupi PKS, jangan hidup dari PKS,” tegasnya.

Sementara Suwarno, Ketua DPC PKS Medan Amplas berharap kepada semua pengurus untuk dapat menjalankan program-program yang sudah dibuat dengan maksimal dan selalu mengharapkan ridho Ilahi. Rakercab kali ini digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti mencuci tangan memakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak. (adz)

Armyn Simatupang dan Burhanuddin Sitepu Sepakat Saling Dukung di Musda Demokrat

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dua kandidat Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Armyn Simatupang dan Burhanuddin Sitepu menjalin silaturahim untuk mendukung terselenggaranya Musda yang kondusif dalam suasana kebersamaan. Keduanya juga sepakat mendorong adanya persaingan antar calon dengan semangat demokrasi dan menjauhkan intrik-intrik yang kontraproduktif.

“Saya dan Pak Armyn punya pemikiran yang sama, bahwa Musda harus berjalan demokratis, tidak ada ambisi berlebihan dan semata ingin mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Sumut,” tegas Burhanuddin Sitepu yang diamini Armyn Simatupang, Sabtu (4/8).

Bahka, keduanya sepakat untuk saling mendukung di Musda untuk menunjukkan bahwa di tengah persaingan selalu terbuka pintu komunikasi dan silaturahmi. “Saya dan DPC Demokrat Medan siap memberikan dukungan ke Pak Armyn menjadi Ketua DPD Demokrat Sumut. Begitu juga sebaliknya jika arus dukungan kepada saya terus menguat, saya mohon didukung Pak Armyn,” ucap Burhanuddin.

Armyn langsung mengamini pernyataan Burhanuddin dan menyatakan siap saling dukung untuk kejayaan Demokrat. “Saya tidak ada ambisi, tetapi dukungan dari rekan-rekan DPC kepada saya untuk menjadi ketua DPD Demokrat Sumut sangat kuat, ini amanah yang harus dihargai. Terima kasih atas dukungan Pak Burhanuddin dan DPC Medan,” tegasnya.

Ia juga yakin para pemilik suara yakni DPC se-Sumut akan memilih calon berdasarkan track record atau rekam jejak yang baik. Dengan dasar itu Armyn optimis Musda bakal melahirkan kepengurusan baru dengan ketua terpilih merupakan kader terbaik dari antara yang baik. Sesuai petunjuk pelaksanaan Musda, DPP menegaskan, Musda harus menjadi momentum memperkuat kebersamaan, soliditas kader dan partai. (adz)

Awas! Jejak Digital Bisa Jadi Boomerang

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Tips bermain media sosial dengan baik adalah posting konten informatif serta bermanfaat, utamakan fakta, hindari hoax, SARA, dan pornografi. Pada identitas, ciptakan personal branding atau citra diri yang baik dan tunjukan potensi diri.

SUKSES: Gubsu Edy Rahmayadi dan narasumber pada Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, yang berjalan sukses pada 9 Agustus 2021. (IST)

“Pada jejak digital, tinggalkan jejak digital yang positif berupa unggahan dan komentar yang baik,” ujar Joddy Caprinata (Founder dan COO of Bicara Project) pada sesi Kecakapan Digital dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, 9 Agustus 2021.

Selain Joddy Caprinata, webinar ini menghadirkan narasumber berkualitas seperti Kunto Adi Wibowo PhD (Lecturer Departement of Comunnication Fakulty of Communication), Asnawi Mangkualam SHi (Ketua Karang Taruna Kota Tebingtinggi), dan Dani Gunawan ST MT (Wakil Kepala Pusat Sistem Informasi Universitas Sumatera Utara). Juga ikut Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi sebagai Keynote Speaker dan Felicia (Influencer dengan Followers 35,9 Ribu) sebagai Key Opinion Leader.

Kunto Adi Wibowo pada sesi Keamanan Digital, mengambil tema Pentingnya Memahami Fitur Keamanan Digital untuk Melindungi Privasi dan Keamanan Data. Dia menjelaskan tentang pentingnya melindungi data pribadi dalam dunia digital.

“Buatlah password yang kuat minimal 12 karakter, buatlah password yang berbeda untuk akun yang berbeda, serta pengelolaan password, gunakan aplikasi pengelola password yang dipercaya,” sarannya.

Ditambahkan, jejak digital merupakan data yang ditinggalkan setiap kali menggunakan internet. Pengelolaan jejak digital, antara lain gunakan personal yang berbeda, perhatikan dan pikirkan apa yang diunggah di media sosial, periksa pengaturan di browser dan atur dengan privasi tinggi, serta periksa pengaturan GPS.

Sedangkan Asnawi Mangkualam dalam sesi Budaya Digital mengambil tema Wawasan Kebudayaan Dalam Proses Transformasi Digital. Asnawi mejelaskan, budaya digital merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital adalah mengubah pola pikir agar dapat beradptasi dengan perkembangan digital.

“Aspek penting dalam membangun budaya digital, antara lain masyarakat berpartisipasi memberikan kontribusi untuk tujuan bersama, merubah budaya lama menjadi budaya baru yang lebih bermanfaat, serta memanfaatkan hal-hal yang sudah ada sebelumnya untuk membentuk hal yang baru. Suka tidak suka, mau tidak mau memaksa masyarakat sebagai para pelaku usaha, pelajar, dan pemerintah untuk bertransformasi kepada digital saat ini,” jelasnya.

Sementara Dani Gunawan pada sesi Erika Digital menerangkan tema Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu. Dani mengingatkan tentang tips berjejaring sosial, dengan cara menghargai, pastikan unggah tidak menyinggung orang lain, tidak mengandung SARA, dan tidak menghina.

“Unggah hal-hal yang bersifat positif, kredibel dengan memastikan kebenaran informasi atau berita yg akan disampaikan, imbang dengan menyampaikan infromasi tanpa dilebihkan atau dilemahkan, serta rasional dengan info yang diberikan harus dapat diterima dan dicerna dengan sehat,” tegasnya.

Webinar Indonesia Makin Cakap Digital ini dilaksanakan di 77 kabupaten/kota Wilayah Sumatera, mulai Aceh hingga Lampung. Tujuannya untuk meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.
Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah. (rel/dek)

Hapelnas 2021, IndiHome Siantar, Gelar Acara Sharing dan Pemberian Bingkisan kepada Pelanggan

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Indonesia Digital Home, atau lebih populer dikenal dengan singkatannya, IndiHome, menggelar acara peringatan Hari Pelanggan Nasional (Hapelnas), Sabtu (4/9/2021) di Balai Merah Putih, Jl. Diponegoro, Kota Pematangsiantar.

Pelanggan foto bersama dengan Tim IndiHome Pematangsiantar pada acara Hapelnas 2021.

Dalam acara itu, IndiHome mengundang 6 pelanggan terpilih dari berbagai kategori. Yang pertama kategori HVC,  terpilih 2 pelanggan yaitu Devi Komala Sari dan Lylyan Situmorang. Kemudian kategori pelanggan sosial media (sosmed), terpilih Anca Damanik. Selanjutnya kategori pelanggan yang sering mendapatkan gangguan atas nama Deddy Haryandi. Dan terakhir adalah kategori Prime Cluster, terpilih 2 pelanggan atas nama Tiominar Manurung dan Pandapotan MT Siallagan.

Keenam pelanggan ini diundang IndiHome merayakan Hapelnas sebagai wujud apresiasi terhadap pelanggan. Dalam sesi diskusi yang berlangsung sederhana dan penuh kekeluargaan, pihak IndiHome mengucapkan terimakasih kepada seluruh para pelanggan, meskipun dalam momen itu hanya diwaliki 6 pelanggan terpilih.

Selain itu, beberapa senior leader yang hadir, turut memberikan sambutan apresiatif, dan pemaparan tentang komitmen IndiHome untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik di masa-masa mendatang.

Sementara dari 6 pelanggan terpilih, terungkap sejumlah masukan antara lain perlunya penanganan gangguan jaringan yang lebih baik, kemudahan sistem pelaporan atas gangguan, dan hal-hal lain terkait layanan IndiHome. Namun secara umum 6 pelanggan terpilih menyatakan cukup puas atas layanan IndiHome.

Kepada pelanggan, pihak IndiHome juga menjelaskan beberapa tips mengatasi gangguan, seperti pemeriksaan posisi modem, pemakaian router untuk ruangan terpisah, mengistirahatkan (mematikan) modem saat tak digunakan, dan tips lainnya.

Terkait pelaporan atas gangguan, pelanggan dihimbau mengunduh aplikasi IndiHome di Playstore. Dalam aplikasi tersebut, sudah tersedia form pelaporan yang sangat mudah dipahami dan siapapun bisa dengan mudah menyampaikan keluhan di aplikasi tersebut terkait layanan IndiHome.

Salah seorang pelanggan terpilih, Pandapotan MT Siallagan yang kebetulan seorang praktisi media dan saat ini menjabat Direktur dan General Manajer Sumut Pos (Grup Jawa Pos), mengucapkan terimasih atas kegiatan Hapelnas yang diadakan IndiHome.

“Selamat Hari Pelanggan Nasional buat kita semua. Substansi dari Hapelnas adalah apresiasi terhadap loyalitas pelanggan, dan di sisi lain ini momentum instropeksi buat setiap perusahaan untuk meningkatkan layanannya di masa-masa mendatang. Saya pikir, IndiHome sudah melakukan yang terbaik,” ujarnya.

Usai sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan kepada pelanggan terpilih, selanjutnya acara diakhiri denhan foto bersama antara pelanggan dan tim IndiHome, mulai dari jajaran leader, teknisi dan sejumlah staf.

Unsur leader yang hadir dalam acara tersebut antara lain Manager Assurance & Service Operation Witel Sumut (Ade Irham), Manager Customer Care Besli Simanjuntak, Manager Logistik & General Support Telkom Witel Sumut Sri Purnama Dewi Sihite dan Theresia Siburian selaku Officer Customer Relationship Management.

Sekedar informasi, IndiHome adalah salah satu produk layanan dari PT Telekomunikasi Indonesia berupa paket layanan komunikasi dan data seperti telepon rumah (voice), internet (Internet on Fiber atau High Speed Internet), dan layanan televisi interaktif (UseeTV Cable, IPTV). Karena penawaran inilah Telkom memberi label IndiHome sebagai tiga layanan dalam satu paket (3-in-1) karena selain internet, pelanggan juga mendapatkan tayangan TV berbayar dan saluran telepon. (pms/sp)