DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Seorang remaja di Deliserdang, Sumatera Utara, inisial RA ditangkap polisi karena diduga mencabuli kekasihnya.
Kasatreskrim Polresta Deliserdang Kompol M Firdaus mengatakan, perbuatan RA diketahui setelah ibu kandung korban N (72), mencari korban yang tak kunjung pulang.
Ibu korban yang mengetahui anaknya di rumah RA, kemudian datang untuk menjemput korban. Saat bertemu korban mengaku kepada ibunya bahwa telah dicabuli sebanyak satu kali. “Ibu korban kemudian melaporkan hal itu ke Polresta Deliserdang,” katanya kepada wartawan, Senin (30/8).
Petugas yang mendapat laporan melakukan penyelidikan dan menangkap RA di rumahnya pada 25 Agustus 2021. Dari hasil interogasi, RA mengaku telah melakukan pencabulan terhadap korban. “Motif pelaku melakukan pencabulan karena rasa nafsu terhadap korban,” pungkasnya. (sdc/azw)
LOKASI PERAMPOKAN: Polisi melakukan cek olah tempat kejadian perkara perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun Medan, kemarin.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) sedang menyelidiki pelaku pengunggah foto hoaks penangkapan pelaku perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Kota Medan. Hal itu berdasarkan unggahan di akun Facebook (FB) atas nama Deky Hardianto.
LOKASI PERAMPOKAN: Polisi melakukan cek olah tempat kejadian perkara perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun Medan, kemarin.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (30/8) mengatakan, pihaknya sedang melakukan penelusuran di balik akun tersebut. Pemosting foto penangkapa itu dinilai sudah mengedarkan informasi palsu yang bisa menyesatkan masyarakat.
“Kami sudah profiling akun yang memposting foto yang menyebutkan penangkapan tersangka perampokan toko emas Simpang Limun,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, bahwa pemosting bukanlah anggota Polri. Tak hanya itu, tindakan tersebut dinilai sudah mencemarkan institusi Polri yang sedang menyelidiki kasus perampokan sadis tersebut.
Sebelumnya, Deky Hardianto merupakan pemilik akun pengunggah foto hoaks yang viral di media sosial (Medsos), pada Minggu (29/8). Foto hoaks yang diunggah di FB tersebut menjelaskan terkait penangkapan satu dari empat pelaku perampokan bersenjata api (senpi) yang menggasak toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan, bebarapa hari yang lalu.
Dalam akunnya, dia menuliskan, ‘Alhamudillah, satu perampok toko emas di Simpang Limun berhasil ditangkap.’ Di laman FB nya juga menyertakan foto tersangka yang dijaga ketat oleh pihak Kepolisian usai tersangka ditangkap.
Ternyata setelah ditelusuri, info tersebut hoaks dan peristiwa di foto itu merupakan penangkapan petugas Kepolisian Resor (Polres) Tebo terhadap tersangka pencurian sepeda motor (Curanmor), di Desa Teluk
Sementara, anggota dewan mengkritis terjadinya perampokan emas di Simpang Limun Medan kemari.
Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto mengatakan bahwa Tagline Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan atau Presisi yang menjadi jargon baru Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sepertinya belum mampu dimaknai dengan baik oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko. Kasus perampokan toko emas yang terjadi di Pasar Simpang Limun, merupakan salah satu indikasi dari hal tersebut.
Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto mengatakan, kata ‘Prediktif’ dalam tagline tersebut seharusnya mampu memunculkan berbagai aksi dari pihak kepolisian untuk mencegah kejahatan.
“Prediktif artinya segala sesuatu bisa diprediksi sebelum kejadian, salah satunya tentu dengan pengawasan dan monitoring evaluasi berkala dan massif. Dengan begitu, bisa membuat orang yang berniat jahat jadi mengurungkan niatnya. Jadi, itu makna dari kemampuan Polri yang Presisi,” kata Hendro kepada wartawan, Senin (30/8).
Menurut politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, dia sangat berkeyakinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah memiliki riset yang mendalam sebelumnya dalam menetapkan tagline presisi tersebut, sebagai bagian dari kebijakannya selama memimpin Polri. Karena itu, tentunya Kapolri juga yakin bahwa jargon tersebut mampu dilaksanakan di seluruh Indonesia. “Kapolresta harus bisa menyesuaikan kinerjanya dengan makna dari Presisi Kapolri,” cetusnya.
Hendro berharap, kasus perampokan toko emas itu dapat diusut tuntas oleh Polrestabes Medan dengan terang benderang dan transparan. “Kita berharap kasus ini segera terungkap dan semua pelaku ditangkap,” tandasnya.
Diketahui, dua toko emas di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Medan, disatroni empat kawanan perampok bersenjata api, Kamis (26/8) siang sekira pukul 14.10 WIB. Akibat perampokan tersebut, diperkirakan kedua pengusaha toko emas mengalami kerugian sekitar Rp5 miliar. Di sisi lain, seorang juru parkir ditembak pelaku dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kuali, Kecamatan Tebo Ulu, Jambi, pada 2018 silam. (dwi/ris/azw)
MADINA, SUMUTPOS.CO – Masyarakat memiliki kebebasan dalam berekspresi di dunia maya, namun harus disadari ada namanya norma dan budaya dari cerminan bangsa Indonesia. Tidak hanya itu, masyarakat juga harus ingat bahwa ada Undang-Undang ITE. Jadi, pastikan walaupun terkesan bebas tapi sejatinya kita memiliki batasan dan harus tetap menjaga tutur kata yang baik di dunia maya.
NARASUMBER: Gubsu Edy Rahmayadi bersama narasumber Webinar Literasi Digital dengan tema Kebebasan Berekspresi di Dunia Maya di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, 5 Agustus 2021. (ist)
Hal itu terungkap dalam Webinar Literasi Digital dengan tema Kebebasan Berekspresi di Dunia Maya yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, 5 Agustus 2021. Webinar ini menghadirkan narasumber yakni, Mardiana Budikasih (Direktur Pemasaran Cybers Group), Dionysius Santausa (Web and Mobile Developer), Taufiq SPd MPd (Finalis Guru SD Berprestasi Tingkat Nasional 2018), dan Rahmad Aditya ST MKom (Dosen Fakultas Teknik Informatika UNIVA Labuhanbatu).
Mardiana Budikasih pada sesi Kecakapan Digital, mengambil tema Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital. Dia menjelaskan usaha digital adalah usaha jasa yang memanfaatkan kecanggihan teknologi ketika menciptakan sebuah produk ataupun memasarkannya. Produk usaha digital bisa berupa barang ataupun jasa. Sebagai contoh, jika masyarakat memiliki kemampuan dalam memberikan motivasi pengembangan diri, masyarakat bisa menjadi seorang motivator online yang sukses.
“Keahlian ini bisa menjadi inti usaha digital yang ditekuni. Ide usaha digital, antara lain membuat toko online, menekuni bidang usaha afiliasi, menjadi konten creator, mencoba untuk dropshiper, menjadi influencer di media social, dan manfaatkan mengajar online. Kelebihan pekerjaan dan usaha digital, meliputi pilihan yang beragam, jangkauan pasar yang luas, bertujuan jangka panjang, memberikan kenyamanan kepada pelanggan, serta potensi penghasilan tanpa batas,” ungkapnya.
Dionysius Santausa pada sesi kemananan digital, mengangkat tema Jangan Asal Setuju, Ketahui Dulu Ketentuan Privasi dan Keamanannya. Dia membahas tentang keamanan dan privasi di dunia digital. “Pentingnya kebijakan privasi, antara lain mengetahui siapa developer website, perlindungan terhadap spam, perlindungan terhadap data yang diunggah, kebijakan cookies, dan memberi pemahaman sejauh mana data terlindungi,” tegasnya.
Pada sesi budaya digital, Taufiq SPd MPd mengambil tema Literasi Digital Meningkatkan Wawasan Budaya. Taufiq menjelaskan untuk bisa meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat, hal pertama yang harus dilakukan adalah harus mulai mempertanyakan seberapa jauh masyarakat mengenal Indonesia. Indonesia yang memiliki ragam adat dan budaya, harus masyarakat kenal kembali jati diri bangsa tersebut.
“Cara terbaik untuk meningkatkan wawasan kebangsaan adalah masyarakat bisa memanfaatkan perkembangan dunia digital dengan cara menjadikan internet sumber belajar tentang sejarah dan Pancasila. Kemudian dengan ide kreatif yang ada masyarakat mampu memulai untuk berkreasi dengan budaya-budaya lokal, serta harus menanamkan nilai-nilai keperdulian sosial terkait perkembangan Indonesia,” paparnya.
Sedangkan Rahmad Aditya ST MKom pada sesi etika digital mengangkat tema Bahaya Pornografi bagi Perkembangan Anak. Rahmad menjelaskan pornografi merupakan gambar, sketsa, foto, tulisan, percekapan, suara, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai media komunikasi atau pertunjukan dimuka umum yang memuat kecabulan atau alat kelamin yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat. dampak pornografi pada anak, antara lain kerusakan otak, penurunan kinerja, merendahkan martabat wanita, menangkap pesan salah, penyimpangan perilaku, serta terjerat bisnis pornografi.
“Proses kerusakan otak anak akibat pornografi, meliputi melihat pornografi pertama kali tanpa disengaja, kemudian langsung diolah oleh perasaan di otak dan mendorong otak untuk memproduksi dopamin, anak menjadi kecanduan poronografi, peningkatan level pornografi, serta anak melakukan apa yang sering dilihat. Peran masyarakat untuk menghindari pornografi dari anak, meliputi memberikan edukasi kepada anak, memberikan kedekatan emosional menjadi teman untuk anak agar anak ingin terbuka, serta mengingatkan anak akan bahaya pornografi terhadap perkembangan otak anak,” paparnya.
Webinar ini menghadirkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi keynote speaker dan Ubay Nidji (Vokalis dan Influencer dengan Followers 54,6 Ribu) sebagai key opinion leader.
Webinar ini digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Selain meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.
Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital.
Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah. Webinar Indonesia Makin Cakap Digital ini digelar di Wilayah Sumatera mencakup 77 kabupaten/kota, mulai dari Aceh hingga Lampung. (rel/dek)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Bank Rakyat Indonesia Kantor Wilayah (BRI Kanwil) Medan melalui program BR Peduli kembali memberikan bantuan ke Panti Asuhan yang ada di Sumatera Utara (Sumut).
Wakil Pemimpin Wilayah BRI Medan Barkah Mulyatno bersama Pinca BRI Lubukpakam Deli Sopian, Assisten CSR Kanwil BRI Medan Ajie, Pimpinan Panti Asuhan Hj Hulaimi Dumeiri dan Sekretaris M Khairi Kifrawi, di Panti Asuhan Putra Putri Yayasan Amal dan Sosial Al Jam’iyatul Washliyah, Jalan T Raja Muda Nomor 32, Lubuk Pakam, Deliserdang, Jumat (27/8/2021). Sumut Pos/ Dewi.
Hal ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di Sumut yang terdampak pandemi Covid-19.
Untuk bantuan kali ini, BRI Kanwil Medan menyalurkan bantuannya yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) ke Panti Asuhan Putra Putri Yayasan Amal dan Sosial Al Jam’iyatul Washliyah, Jalan T Raja Muda Nomor 32, Lubuk Pakam, Deliserdang, Jumat (27/8/2021).
Wakil Pemimpin Wilayah BRI Medan Barkah Mulyatno, didampingi Pinca BRI Lubukpakam Deli Sopian dan Assisten CSR Kanwil BRI Medan Ajie mengatakan, bantuan berupa renovasi sarana dan prasarana (Sarpras) di Panti Asuhan, berupa perbaikan kamar mandi (toilet), pengecatan, sembako, bingkisan, pakaian muslim dan sarung serta memberikan dana santunan per anak.
“Total bantuan sebesar Rp306.500.000, yang bersumber dari CSR,” ujar Barkah, usai meninjau sarana dan prasarana Panti Asuhan yang telah rampung di renovasi tersebut.
Dikatakannnya, bahwa BRI Kanwil Medan telah membantu renovasi sarpras di tiga Panti Asuhan yang berlokasi di Lubuk Pakam, Deliserdang tersebut.
Sementara, lanjut Barkah, Panti Asuhan Putra Putri Yayasan Amal dan Sosial Al Jam’iyatul Washliyah kita pilih karena merupakan Panti Asuhan tertua, yakni dibangun pada 15 Mei 1946, setahun setelah Republik Indonesia (RI) memperoleh kemerdekaannya. Selain itu juga merupakan tanah hibah dari Sultan Melayu.
“Apalagi di Panti Asuhan ini juga banyak anak-anak yang masih kecil-kecil yang sangat membutuhkan bantuan. Kita juga melihat kondisi toiletnya sudah tidak layak digunakan, sehingga BRI tergerak untuk membantu merenovasi bangunan toilet tersebut,” ungkapnya.
Barkah berharap, bantuan ini dapat bermanfaat bagi Panti Asuhan ini. Pihaknya juga memohon doa dari masyarakat, agar BRI dapat terus membantu masyarakat di Sumut melalui program BRI Peduli.
“BRI akan terus berperan aktif menyalurkan bantuan-bantuan bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19,” tandasnya.
Sementara itu, Pimpinan Panti Asuhan Putra Putri Yayasan Amal dan Sosial Al Jam’iyatul Washliyah, Hj Hulaimi Dumeiri didampingi Sekretaris M Khairi Kifrawi mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang telah diberikan BRI.
Bantuan itu, jelasnya, berupa renovasi 7 kamar mandi, yakni kamar mandi tamu, kamar mandi anak-anak, sumur, tangga mushola, aula, pengecatan, dan lainnya, hingga memberikan dana santunan serta bingkisan untuk anak-anak yang tinggal di Panti Asuhan itu.
“Kita berharap BRI tetap memberikan yang bermanfaat serta kepeduliannya bagi masyarakat,” harapnya.
Hulaimi mengungkapkan, di Panti Asuhan yang dipimpinnya tersebut, ada sebanyak 50 anak, dengan usia berkisar 6-19 tahun, yang masih membutuhkan kepedulian dari Pemerintah dan masyarakat yang mampu.
Semoga BRI semakin sukses dan lancar dengan program BRI Pedulinya agar dapat terus membantu Panti Asuhan ini,” pungkasnya. (dwi)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa melalui salah satu pilar CSR (Corporate Social Responsibility), yakni pada pilar Pintar Bersama Daihatsu yang diwujudkan melalui pelatihan secara virtual kepada guru SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) binaan se-Sumatera pada 26 Agustus 2021.
Pada pelatihan rutin yang digelar secara virtual ini, Daihatsu berikan sharing seputar teknologi terbaru, mulai dari pengenalan fungsi, teknis dan mekanisme kerja komponen, troubleshooting pada teknologi yang ada di mobil Daihatsu, hingga pengenalan fasilitas produksi Daihatsu yang berkomitmen dalam membuat kendaraan yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
Setelah bekali para Guru SMK se-Sumatera, Daihatsu siap sambangi para guru SMK area lainnya di Indonesia. Tahun 2021 ini, Daihatsu secara konsisten telah bekali teknologi otomotif terkini ke para Guru SMK di beberapa area secara berturut-turut.Seperti di Yogyakarta pada 28 Januari dan 24 Juni; Sumatera (18 Februari); DKI Jakarta & Banten (26 Maret); Jawa Barat (22 April); Jawa Tengah (6 Mei); dan Jawa Timur (23 Juli).
Secara singkat, materi pelatihan yang diberikan adalah seperti pengenalan fungsi hingga troubleshooting pada berbagai macam fitur komponen seperti:
Power Door Lock sebagai fitur keamanan standar namun berperan sangat penting yang berfungsi untuk membuka/mengunci pintu mobil secara otomatis.
Back sonar membantu Sahabat Daihatsu mengetahui jarak dengan objek belakang ketika bermanuver mundur.
Auto AC untuk mempermudah Sahabat Daihatsu tanpa perlu mengatur temperatur AC saat berkendara baik di kala cuaca terik maupun dingin secara otomatis.
Automatic Light Control akan aktif ketika switchdimmer diposisikan “Auto”, dan Sahabat Daihatsu tidak perlu repot mengubah posisi pada switch lampu ini.
Emergency Stop Signal (ESS) berfungsi menyalakan lampu hazard ketika terdapat pengereman mendadak untuk memberi tanda pada pengemudi di belakang agar lebih waspada.
Vehicle Stability Control (VSC) berperan penting dalam mencegah Over Steer dan Under Steer ketika berbelok sehingga lebih aman saat berkendara.
Around View berfungsi menampilkan gambar dari 360° sudut kendaraan, sisi depan, kanan, belakang dan kiri secara bersama untuk memberikan keamanan baik ketika parkir, melewati jalan sempit dan berpapasan dengan pengendara lain di jalan sempit.
ASA (Advanced Safety Assist) berkendara jadi lebih aman dan nyaman yang terdapat pada Daihatsu Rocky, mencegah atau meminimalisir dampak kerusakan akibat tabrakan pada bagian depan yang sering disebabkan karena kurang fokusnya pengemudi, menginjak pedal yang salah, ataupun keluar dari jalur saat berkendara.
“Daihatsu ingin meningkatkan Link and Match antara vokasi dan dunia industri dengan motto Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia. Semoga para guru SMK dapat meneruskan sharing ini kepada para siswa di sekolahnya agar dapat mempersiapkan diri lebih baik dan siap terjun ke dunia industri”, ujar Aji Prima Barus Nurcahya, Service Training Section Head PT ADM. (rel/sih)
KEGIATAN: Mahasiswa FISIP UMSU foto bersama di saat melaksanakan PHP2D Kemendikbudristek.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadyah Sumatera Utara (UMSU) melalui Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) Kemendikbudristek Tahun 2021, terus berkontribusi mengatasi persoalan ekonomi dan sosial masyarakat di tengah Pandemi COVID-19.
KEGIATAN: Mahasiswa FISIP UMSU foto bersama di saat melaksanakan PHP2D Kemendikbudristek.
FISIP UMSU melaksanakan kegiatan PHP2D dilaksanakan di Desa Prupuk, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Sabtu (28/8). Kegiatan ini, tajuk Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Dalam Mengelola Aneka Kerajinan Berbasis Kearifan Lokal.
Program PHP2D ini diketuai oleh Kemas Zidan Arianzi dan tergabung dalam Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) FISIP UMSU.
Peluncuran kegiatan ini, dihadiri langsung oleh Wakil Dekan III FISIP UMSU Abrar Adhani SSos MIKom selaku Wakil Dekan III FISIP UMSU, dan Dosen Pendamping Fadhil Fahlevi MIKom dan Sigit Hardiyanto MIKom.
Rombongan FISIP disambut masyarakat dan Kepala Dusun 6 Desa Prupuk, Irham Hakimi dan Kepala Dusun 7 Harunsyah dan didampingi organisasi Masyarakat Pemuda Melayu Bersatu (PMOne).
Kemas Zidan menjelaskan, kelompok masyarakat akan menerima program dan bantuan peralatan adalah PMOne (Pemuda Melayu Bersatu). Alat yang diberikan antara lain mesin bubut, gerenda, bor, kompresor cat, kampak, dan parang.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 bulan, mulai dari pemberian alat produksi, kegiatan sosialisasi dan edukasi, pelatihan dan pengolahan, pembuatan produk, manajemen organisasi dan proses pemasaran berbasis digital,” ucap Kemas dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8).
Sementara itu, Wakil Dekan III FISIP UMSU, Abrar Adhani dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses buat mahasiswa FISIP UMSU yang telah diamanahkan oleh Kemendikbud pada program ini dan harapannya terus berkontribusi dan berkarya untuk negeri.
“Ini juga wujud upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat. Sudah saatnya juga mahasiswa FISIP UMSU bergerak dan berkontribusi baik pemikiran maupun perbuatan untuk menghadapi persoalan negeri,” jelas Abrar.
Masyarakat Prupuk menyambut positif kegiatan ini. Mereka juga menunjukkan respon rasa senang mendapat alat dan pengetahuan. Harapan mereka kegiatan ini terus dilakukan agar bisa menambah pendapatan masyarakat.
“Kegiatan yang diberikan mahasiswa FISIP UMSU akan memberikan semangat kepada masyarakat dalam rangka mengatasi persoalan ekonomi yang dirasa sulit pada masa pandemi ini,” ucap Kepala Dusun VII, Desa Prupuk, Harunsyah.(gus/azw)
SUMUTPOS.CO – Lima mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM melakukan penelitian pada daun selasih.
SELASIH: Daun selasih yang sudah diolah.
Adapun daun selasih atau dikenal sebagai daun basil ini memiliki potensi sebagai obat anti-hipertensi.
Dipilihnya daun selasih selain dikenal sebagai taburan pada makanan juga memiliki aroma khas dan memberikan cita rasa yang unik
Untuk itulah tim mahasiswa UGM ini melakukan penelitian karena selasih juga memiliki kandungan zat aktif yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat anti hipertensi. Penyakit hipertensi ini diperkirakan diderita oleh 3 persen penduduk Indonesia pada 2015. Beberapa obat hipertensi telah diedarkan seperti ACE inhibitor maupun obat vasodilator guna menurunkan tekanan darah. Namun obat-obat tersebut tidak mampu memberikan efek neuroprotektif yang dapat mengurangi kerusakan saraf pada sistem saraf pusat.
Lima mahasiswa UGM itu yakni Zahrandika Putra (Kedokteran 2019), Cici Yulian (Kedokteran 2019), Martinus Yayan (Kedokteran 2020), Talitha Tara (Kimia 2018), dan Afif Akmal (Kimia 2018) melakukan penelitian selama 3 bulan untuk mengembangkan dan meneliti anti-hipertensi yang terdapat pada daun selasih. Menurut salah satu tim, Zahrandika, hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita di Indonesia. Penyakit ini jika tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan stroke, gagal ginjal, dan hipertensi ensefalopati. “Berdasarkan hal ini kami tergerak untuk meneliti kandungan dan menguji potensi dari daun selasih yang diesktrak dan digunakan sebagai obat anti hipertensi dan agen neuroprotektif,” terang Zahrandika seperti dikutip dari laman UGM, Minggu (29/8). Dijelaskan, kandungan zat aktif yang terdapat pada daun selasih, yaitu linalool bermanfaat sebagai agen neuroprotektif dan antihipertensi.
Tentu dengan menghambat pergerakan kalsium pada kanal kalsium, yang dapat menurunkan tekanan darah.
Selain linalool, eugenol juga terkandung dalam daun selasih yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah aorta sehingga dapat pula menurunkan tekanan darah pada pengidap hipertensi.
Talitha menambahkan, daun selasih yang diperoleh, kemudian diolah menjadi ekstrak kental melalui perendaman menggunakan pelarut etanol selama 3 hari.
“Selanjutnya, hasil rendaman diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kentalnya,” katanya.
Ekstrak daun selasih yang telah diperoleh diuji kandungannya menggunakan instrumen GC-MS dan diujikan pada model hewan tikus.
Terdapat 5 kelompok tikus, kelompok model tikus hipertensi 3, 4, dan 5 diberi perlakuan ekstrak daun selasih dengan dosis yang berbeda-beda.
Hasilnya terjadi penurunan tekanan darah yang signifikan dibandingkan kelompok model tikus yang tidak diberikan ekstrak.
Diharapkan, penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan digunakan sebagai alternatif obat hipertensi ensefalopati. (kdc/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) terus menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pendidik di tengah-tengah masyarakat, seperti pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Lubuk Cuik, Batubara, Sabtu (28/8/2021). USU memberikan pelatihan untuk menaikkan kesuburan tanah dan memberikan pelatihan kepada petani untuk membuat pupuk organik.
Pengabdiaan masyarakat yang didanai oleh dana Abdimas Talenta USU tahun 2021 dilaksanakan oleh Prof Ir T Sabrina M.AgrSc, Ph.D, Dr Mariani Sembiring SP MP dan Dr T Irmansyah SP MP. Kehadiran Tim USU ini langsung disambut oleh Ketua Koperasi Berkah Abdi Jaya, Hamdan dan Pengawas Koperasi Dr Ahmad Fauzi serta Ketua PokTan, Saimun dan Ketua Gapok Tan, Kamsir serta 27 anggota koperasi yang hadir dan turut dihadiri sejumlah mahasiswa USU.
Prof Sabrina menyampaikan, kehadiran Tim USU dalam pengadian masyarakat di Desa Lubuk Cuik untuk melatih kelompok tani membuat BioVermi, yang merupakan pupuk organic vermin kompos yang diperkaya dengan mikroba bermanfaat. “Hasil dari analisis tanah lahan cabai petani di Lubuk Cuik, bahwa selama ini tidak pernah dilakukan penilaian kesuburan tanah. Petani memberikan pupuk berdasarkan pengalaman bercocok tanam, alasan inilah kami dari USU hadir untuk memberikan pemaparan dan pemahaman tentang tata cara mempertahankan kesuburan tanah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Sabrina juga memaparkan tentang tata cara kesuburan tanah dan menjaga kehilangan hara dari dalam tanah. “Kami juga membantu Pupuk organik cair (POC) yang dihasilkan oleh petani dihantarkan oleh tim USU ke laboratorium terakreditasi untuk diiktirafkan/dikenali kandungan di dalamnya,” katanya.
Di tempat yang sama, Saimun mengakui selama ini tidak pernah ada penilaian keseburan tanah, petani hanya memberikan pupuk berdasarkan pengalaman bercocok tanam saja. “Saya berharap, dengan kehadiran Tim USU dalam pendidikan ke masyarakat ini kami para petani di Lubuk Cuik ini bisa meningkatkan pengetahuan dalam mengolah kesuburan tanah yang ada ini,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Hamdan menyambut baik maksud dan tujuan pengabdian ini dan berharap koperasi dapat menghasilkan produk yang dapat meningkatkan penghasilan koperasi.
Koperasi PT Berkah Abadi Jaya didirikan pada awal tahun 2021 beranggotakan 24 orang yang sebahagian besar adalah petani cabai dengan visi menjadi koperasi kuat,unggul dan mampu mensejahterakan seluruh anggota dan masyarakat.
Seperti diketahui bahwa Desa Lubuk Cuik merupakan salah satu sentra cabai merah di daerah Sumatera Utara. Luas areal pertanaman cabai di daerah tersebut seluas 1.092 ha, total produksi cabai pada tahun 2020 sebanyak 11.150 ton. (adz)
SEPEDA: Pegawai Pertamina saat berkeliling dengan menggunakan sepedan di Kilang Balongan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen mendukung kebutuhan energi Kilang Pertamina Group, salah satunya dengan melaksanakan penyaluran gas bumi perdana (Gas In) ke Pertamina RU VI Balongan, ditandai dengan pembukaan penyaluran gas pada Metering Station Gas di RU VI Balongan pada Jumat (27/08/2021) lalu.
SEPEDA: Pegawai Pertamina saat berkeliling dengan menggunakan sepedan di Kilang Balongan.
PGN dan PT Kilang Pertamina Internasional telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas untuk Refinery Unit VI Balongan pada tanggal 30 Juli 2021, dengan volume penyaluran gas sebesar 10 BBTUD dan selanjutnya meningkat menjadi 27 BBTUD mulai November 2021. Adapun utk volume penyaluran pada tahun 2022-2023 sebesar 30 BBTUD.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Heru Setiawan menyatakan bahwa penyaluran gas ke Pertamina RU VI Balongan (Gas-In) menjadi wujud komitmen PGN selaku Subholding Gas dalam menghadirkan energi baik gas bumi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gas untuk sektor Kilang.
Selain itu, juga sebagai sinergi dalam lingkup Pertamina Group, khususnya melalui Sub Holding Refinery & Petrochemical.
“Subholding Gas tengah menjalankan program gasifikasi Kilang Pertamina, salah satunya di di RU VI Balongan. Hal ini merupakan bentuk milestone positif pasca transformasi Holding Migas,” jelas Heru.
Pemanfaatan gas bumi untuk RU Balongan juga memberikan nilai tambah untuk meningkatkan utilisasi gas bumi, efisiensi biaya operasi di Kilang Pertamina karena mengurangi pemakaian energi lain sebagai bahan bakar di kilang Balongan dan pemanfaatan energi berbasis gas yang lebih ramah lingkungan.
“Guna pemenuhan kebutuhan gas RU Balongan untuk peningkatan produksi hingga kapasitas maksimal kilang, PGN akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan gas bumi dalam jangka panjang sebagaimana direncanakan dalam RJPP PGN dan sejalan dengan program transisi energi yang sedang berjalan,” ujar Heru.
Beroperasi sejak tahun 1994 dan berlokasi di Indramayu (Jawa Barat) sekitar ± 200 km arah timur Jakarta, dengan wilayah operasi di Balongan, Mundu dan Salam Darma. Sebagai Kilang yang relatif baru dan telah menerapkan teknologi terkini, Pertamina RU VI Balongan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
RU VI Balongan mempunyai nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.
Dengan produk-produk unggulan seperti Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (Minyak Tanah), LPG, Propylene, RU VI Balongan mempunyai kontribusi yang besar, baik bagi PT Pertamina maupun bagi negara.
“Merupakan kontribusi strategis bagi PGN sebagai Subholding Gas dalam rangka menjaga ketahanan dan keamanan energi dalam negeri. Kami berharap, ketahanan energi dapat sustain sehingga akan menumbuhkan perekonomian nasional,” pungkas Heru. (rel/ram)
EKSPOR: Para pegawai Karantina Pertanian Belawan berfotobersama usai proses pelepasan ekspor jengkol dan petai sebanyak 4 ton ke Jepang.
KARO, SUMUTPOS.CO – Diam-diam orang Jepang, ternyata doyan makan jengkol dan petai. Hal itu, diketahui dari ekspor perdana komoditas hortikultura ini, sebanyak 4 ton ke Negeri Sakura itu.
EKSPOR: Para pegawai Karantina Pertanian Belawan berfotobersama usai proses pelepasan ekspor jengkol dan petai sebanyak 4 ton ke Jepang.
Sebanyak 4 ton jengkol dan petai itu, berasal dari Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu, dikirim dengan tujuan ke Jepang melalui Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sabtu (28/8) kemarin.
Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto menjelaskan bahwa komoditas asal sub sektor hortikultura ini telah melalui proses serangkaian tindakan karantina dan telah dipastikan memenuhi persyaratan teknis negara tujuan oleh pejabat Karantina Pertanian Belawan.
“Tidak hanya digemari dipasar dalam negeri, jengkol dan petaipun asal Sumut siap memasuki pasar Jepang untuk memenuhi permintaan,” sebut Andi dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8).
Andi mengungkapkan pengiriman jengkol dan petai ke Jepang ini, dengan nilai ekspor mencapai Rp 339 Juta. Ia mengatakan pihaknya terus menggali komoditas potensi dan melakukan pendampingan teknis, agar dapat tembus persyaratan dan protokol ekspor negara tujuan.
“Alhamdulilah, secara kinerja ekspor pertanian asal Sumut, dari data sertifikasi kami pada Semester 1-2021, mengalami peningkatan nilai ekspor sebesar 43,3% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,” tutur Andi.
Tidak hanya itu, jumlah eksportir dan jumlah negara tujuan mengalami peningkatan, hal ini tentunya dapat menambah semangat pelaku agribisnis khusunya para petani, peternak dan pekebun di Sumut, tambahnya.
Dari IQFAST, data lalu lintas ekspor di Karantina Pertanian Belawan, pada saat yang bersamaan juga turut dilepas 22 ragam komoditas pertanian asal Sumut lainnya, yakni Pinang Biji, Kopi Biji, Palm Kernel Oil, Minyak Sawit, Santan Kelapa.
Kemudian, Sayuran Sawi, Nipah, Cabe Jamu, Manisan Kelapa, Damar Batu, Palm Kernel Sterain, Hydrogenate Palm Kernel Olein, Kelapa Parut, Andaliman, Kayu karet, Buah Durian, Kulit Buah Manggis, Sayuran Kubis, Bunga Krisan,Tepung Tapioka, Bungkil Jagung dan Kayu Olahan.
Sementara seluruh komoditas ekspor yang diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan akan menuju 18 negara tujuan ekspor yakni : Tiongkok, Iran, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Senegal, Malaysia, Taiwan, Uni Emirat Arab, Brazil, India, Chili, Korea Selatan, Jerman, Jepang dan Filipina.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang mengapresiasi munculnya ragam komoditas ekspor berupa jengkol dan petai asal Sumatera Utara.
Ia berharap, petani dan pelaku usaha di Berastagi, Kabupaten Karo dapat meningkatkan produktivigas dan bersinergi dengan pihaknya untuk dapat menembus negara tujuan lain.
“Dengan memberikan kemudahan bagi eksportir dalam perijinan supaya proses ekspornya cepat, dapat mendorong tumbuhnya komoditas eksportir dan negara tujuan baru. Dan tentunya dengan tetap menjaga kemanan dan kualitas komoditas yang diekspor sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” kata Bambang melalui telewicara secara online.
Kemudian, Bambang penyerahan sertifikat ekspor karantina atau Phytosanitari Certificate (PC) kepada PT. Surya Elok Sejahtera diwakili oleh Kepala Karantina Pertanian Belawan, Andi Yusmanto. Penyerahan tersebut didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Pelabuhan Belawan dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo.
Bambang menambahkan selaku otoritas karantina, melalui tindakan karantina memastikan seluruh produk pertanian yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan internasional tentang sanitari dan fitosanitari sehingga memiliki daya saing di pasar global.
“Ekspor perdana petai dan jengkol ini juga dapat menjadi bukti bahwa sinergisitas para pelaku pembangunan pertanian di Sumut terjalin dengan baik,” tandas Bambang. (gus/ram)