31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3210

Penanganan Limbah Medis COVID-19, Pemerintah Alokasikan Dana Rp 1,3 triliun

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi COVID-19 juga menimbulkan masalah menumpuknya limbah medis yang masuk kategori sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3) sehingga membutuhkan penanganan yang tepat.

Dialog yang diselenggarakan KPCPEN.(ist).

Terkait dengan hal ini, Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk memberikan perhatian kepada pengelolaan limbah medis COVID-19 secara sistematis. Pemerintah telah mengalokasikan dana Rp 1,3 triliun guna mengintensifkan pembuatan sarana pengolahan limbah medis (insinerator) yang jumlahnya meningkat selama pandemi COVID-19. Dana itu antara lain akan dimanfaatkan untuk membuat sarana-sarana insinerator (pengolahan limbah) dan sebagainya.

Berdasarkan data yang masuk, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, menyebut limbah medis COVID-19 hingga 27 Juli 2021 mencapai total 18.460 ton, yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit darurat, wisma tempat isolasi dan karantina mandiri, uji deteksi, maupun vaksinasi.

Limbah medis tersebut terdiri atas infus bekas, masker, vial vaksin, jarum suntik, face shield, perban, hazmat, APD, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR antigen, hingga alkohol pembersih swab.

Menanggapi soal penanganan limbah medis COVID-19, Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sinta Saptarina mengatakan limbah medis memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu infeksius alias dapat menular.

“Karena memiliki sifat menularkan penyakit, maka harus ditangani secara khusus. Misalnya harus secepatnya ditangani dalam 2 x 24 jam di suhu normal. Bila ditaruh di cool bos bisa lebih dari 2 x2 24 jam, “ujar Sinta dalam Dialog yang diselenggarakan KPCPEN, Kamis (19/8) kemarin.

Dengan kekhasan limbah medis COVID-19, Kementerian KLH telah melakukan sejumlah respons, di antaranya menerbitkan Surat Edaran Menteri LHK Nomor 03 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Limbah B3 dan Sampah dari Penanganan COVID-19 kepada Ketua BNPB, Gubernur dan Bupati/Walikota pada 12 Maret 2021.

Kementerian LHK juga melakukan sejumlah rekomendasi terkait hal-hal yang harus dilakukan terkait penanganan limbah medis di fasyankes, tempat vaksinasi, uji lab untuk COVID-19 hingga isolasi mandiri yang merambah sampai ke hotel, urai Sinta.

Sinta mengatakan, limbah medis COVID-19 tidak boleh dibuang langsung ke TPA bersama limbah lainnya. Karena sifatnya mudah menular, maka harus ditangani khusus. Dipisahkan sesuai jenis limbahnya, kemudian ditaruh kantong plastik, dilakukan desinfeksi dan diikat rapat sebelum dibawa ke tempat pemusnahan atau pengolahan limbah B3 yang memiliki izin, ujarnya.

Untuk memusnahkan limbah medis B3, saat ini pemerintah menjalin kerja sama dengan pabrik semen.”Sejauh ini ada 12 pabrik semen yang membantu memusnahkan limbah medis di wilayah setempat. Diharapkan akhir tahun 2021 akan terbangun 10 fasilitas pengolahan,” tutur Sinta.

Sekarang ini ada sekitar 20 perusahaan jasa pengolahan limbah medis dengan kapasitas 384 ton dalam 24 jam.”Jika beroperasi selama 24 jam maka kapasitasnya bisa dua kali lipatnya. Namun kendalanya, kebanyakan perusahaan pengolahan ini berada di wilayah Jawa. Jadi belum merata,”ujar Sinta.

Untuk mengatasi kendala ini, Sinta menambahkan, saat ini pemerintah tengah membangun fasilitas pengolahan limbah medis di luar Jawa dengan kapasitas 100-300 kg per jam Sekjen PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia), Lia Partakusuma mengatakan, penghasil limbah medis bukan hanya di rumah sakit, namun di seluruh fasyankes.

“Terkait dengan penanganan limbah medis di RS, terlebih dulu akan diidentifikasi mana saja yang harus dibuang. Akan dilakukan pemilahan, kemudian ditempakan di wadah khusus yang aman,”ujar Lia.

Setiap fasyankes harus memiliki tempat penampungan sementara limbah medis sebelum diangkut ke fasilitas pemusnahan limbah. Limbah medis infeksius diletakkan di kantong plastik kuning, misalnya untuk bekas selang infus atau darah pasien, ujar Lia.

Limbah medis berbentuk jarum harus diletakkan di box yang aman sehingga tidak menusuk atau melukai petugas pengangkut sampah. Orang yang mengangkut limbah harus memiliki perlindungan yang baik, misalnya memakai hazmat, masker dan penutup mata/google. Selanjutnya limbah ditimbang dan disimpan di lokasi khusus hingga tiba saatnya dimusnahkan.

Lia menambahkan, di masa pandemi COVID-19, apabila RS memiliki insinerator, maka limbah itu harus dimusnahkan di fasilitas ini dengan pembakaran minimal 800 derajat Celsius hingga hanya tersisa debu. Saat ini RS di Indonesia yang memiliki fasilitas insinerator sekitar 122 buah yang berizin.

Yang tidak punya fasilitas ini harus kerja sama dengan pihak ketiga untuk memusnahkan limbah medis, ujar LIa
Bicara tentang jasa pengolahan limbah medis COVID-19, CEO PT. Jasa Medivest, Olivia Allan Sumargo mengatakan perusahaan yang dikelolanya yang berlokasi di Dawuhan, Jawa Barat, memiliki dua alat insinerator dengan kapasitas masing-masing 12 ton per hari.

“Jadi totalnya sekarang bisa mengolah limbah 24 ton. Rencananya akan ditingkatkan menjadi 48 ton,”ujarnya.

Olivia mengatakan, petugas transporter yang mengangkut dan menangani limbah medis harus memakai alat keamanan lengkap, tidak ada kontak dengan limbah.

“Saat dibawa dari fasyankes ke tempat pengolahan limbah sama sekali tidak ada kontak tangan. Tidak boleh memegang apapun. Limbah langsung dimasukkan ke mesin. Semua sistem komputer. Limbah dimusnahkan, tidak ada daur ulang,” urainya.

Selama pandemi, ternyata sampah plastik masih menjadi masalah. Program Manager Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Adithiyasanti Sofia, mengungkap dilema sampah plastik di masa pandemi. Data LIPI menyebut konsumsi sampah plastik tiap mencapai 2-5 kali per orang terutama akibat belanja online. Sampah plastik ini menumpuk di rumah dan tempat pembuangan sampah terdekat, ujarnya.

Untuk mengurangi sampah plastik di masa pandemi, Dithy, panggilan untuk Adithiyasanti, mendorong masyarakat berlaku lebih bijak.”Gunakan barang yang bisa dipakai ulang dan dicuci, misalnya masker kain untuk mengurangi sampah masker sekali paka. Selama pandemi, bijaklah memakai dan membeli barang demi menjaga lingkungan,” ujanya.

Lia menambahkan, manusia dan kegiatannya menjadi penghasil limbah. Kita yang bisa menjaga berapa banyak limbah yang dihasilkan, bagaimana cara minimalkan limbah dari diri sendiri, misalnya memakai APD yang tepat, ujarnya.

Kemitraan yang tepat akan tingkatkan komunikasi dan edukasi mengenai limbah medis ke masyarakat. Dengan penanganan limbah medis yang tepat, maka bisa memutus rantai penularan COVID-19, tandas Sinta.(gus)

Zona Merah Covid-19 di Sumut Masih 8 Daerah, Binjai, Dairi, Karo, dan Tapteng Kini Zona Oranye

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) masih terdapat di delapan daerah. Namun dari delapan daerah itu, empat diantaranya merupakan daerah yang naik status dari zona oranye (risiko sedang) ke zona merah.

Keempat derah yang naik status dari zona oranye ke zona merah yakni Samosir, Tebingtinggi, Tapanuli Utara, dan Labuhanbatu. Sedangkan empat daerah lainnya yang masih bertahan di zona merah yakni Kota Medan, Deliserdang, Asahan, dan Pematangsiantar. Sementara Kota Binjai, Kabupaten Dairi, Karo, dan Tapanuli Tengah (Tapteng), telah keluar dari zona merah dan kini berada di zona oranye. Zonasi tersebut berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia, yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 15 Agustus 2021.

Untuk daerah zona oranye selanjutnya di Sumut yakni, Pakpak Bharat, Nias Barat, Tanjungbalai, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas, Gunungsitoli, Nias, Toba, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Simalungun, Humbahas, Labuhanbatu Utara, Padangsidimpuan dan Langkat. Terakhir, daerah zona kuning (risiko rendah) berjumlah 4 yaitu, Padanglawas Utara, Nias Utara, Tapanuli Selatan dan Nias Selatan.

Terpisah, berdasarkan update data harian Kemenkes yang diterima dari BNPB pada Kamis (19/8) menyebutkan, Sumut bertambah 1.129 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan penambahan ini, akumulasi kasus positif naik menjadi 85.396 dari 84.267 orang. Kemudian, penambahan kasus baru juga didapatkan dari angka kematian akibat terpapar Covid-19 sebanyak 34 orang. Karena itu, total sementara angka kematian meningkat menjadi 2.030 orang dari 1.996 orang.

Di sisi lain, penambahan juga didapatkan dari angka kesembuhan yaitu 1.786 orang. Untuk akumulasinya kini menjadi 56.423 orang dari 54.637 orang. Dengan demikian, dari data-data penambahan angka Covid-19 tersebut maka kini kasus aktif di Sumut menjadi 26.943 orang. Jumlah ini menurun 691 poin dibanding hari sebelumnya yang berjumlah 27.634 orang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, perkembangan Covid-19 Sumut tetap harus disadari bahwa masih berada pada masa pandemi. Dengan masih adanya ditemukan penderita positif yang baru setiap harinya, maka tetap dibutuhkan kewaspadaan dan konsistensi untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.

“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap konsisten melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Protokol kesehatan harus melekat dalam setiap aktivitas kita. Tidak boleh lengah menjalankan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujarnya. (ris)

Ringkas Dibawa hingga Bikin Konten Hands-free, Ini yang Bikin Kamu Jadi Keren dengan Samsung Galaxy Z Flip3 5G

JAKARTA, SUMUTPOS – Bagaimana form factor dari sebuah smartphone dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna dalam menggunakan perangkat tersebut? Sebagian mungkin akan mengatakan ukuran yang ringkas membuatnya nyaman digenggam dan disimpan di kantong. Pengguna lainnya mungkin berpendapat bahwa bentuknya yang inovatif memberikan kepuasan lebih tiap kali menggunakan perangkat tersebut.

Lantas, bagaimana jika ada sebuah smartphone yang tidak hanya memiliki form factor yang ringkas namun juga inovatif? Adalah Galaxy Z Flip3 5G, salah satu perangkat foldable terbaru dari Samsung Electronics yang mampu menawarkan fleksibilitas dan fungsionalitas terdepan dari sebuah smartphone bagi konsumen. Hal tersebut dimungkinkan dengan desain yang sleek, compact, dan pocketable serta fitur inovatif yang mampu memberikan pengguna cara-cara baru dalam beraktivitas.

“Galaxy Z Flip3 adalah buah dari rangkaian inovasi mendetail dari Samsung dalam menghadirkan perangkat foldable yang begitu compact dan portable dengan menjadikan user experience sebagai pusat dari perwujudan desainnya yang istimewa ini. Kami pun senang dapat menghadirkan sejumlah pengembangan penting pada smartphone dengan dimensi yang unik ini, menjadikannya perangkat yang mampu memberikan kenyamanan di tiap genggaman, tiap panggilan video, hingga tiap pembuatan konten, membuat pengguna menjadi lebih keren dengan caranya sendiri dalam mengekspresikan diri,” ujar Selvia Gofar, Head of Product Marketing IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia.

Lakukan lebih dengan dimensi yang semakin ringkas
Galaxy Z Flip3 hadir dengan dimensi 72,2 x 86,4 x 17,1mm dalam keadaan tertutup, dengan ketebalan engsel sudah terhitung. Lalu, dalam keadaan terbuka, Galaxy Z Flip3 memiliki dimensi 72,2 x 166,0 x 6,9mm, dengan bobot sekitar 183 gram. Ukuran tersebut membuatnya memiliki dimensi yang lebih ringkas ketimbang Galaxy Z Flip generasi sebelumnya, baik dalam keadaan terbuka maupun tertutup. Hal ini membuatnya semakin pas saat disimpan di kantong dan tentunya di tangan pengguna, memberikan kenyamanan di tiap selfie yang diambil hingga scroll di feed media sosial.

Menariknya, walaupun mengusung dimensi yang lebih ringkas, Galaxy Z Flip3 tetap mengakomodasi layar utama Infinity Flex Display berukuran 6,7 inci, yang bahkan kini telah mendapat pengembangan berkat hadirnya Dynamic AMOLED 2X dan 120Hz adaptive refresh rate. Bahkan, Galaxy Z Flip3 juga hadir dengan ukuran Cover Screen yang lebih besar, yakni 1,9 inci, untuk memudahkan pengguna mengecek notifikasi, melihat berbagai widget, hingga mengatur musik yang sedang dimainkan tanpa membuka perangkat.

Cara Baru Membuat Konten, Bebas tanpa Menggunakan Tangan
Siapa yang pernah merasakan pengalaman sibuknya mencari sandaran untuk smartphone saat ingin mengambil selfie atau wefie? Dengan Galaxy Z Flip3, pengguna tak lagi repot dengan keterbatasan tersebut karena form factor dari perangkat ini memungkinkannya untuk diletakkan secara stabil di berbagai kondisi pelipatan, misalnya pada sudut 90 derajat. Pengguna juga tidak perlu menggunakan tripod untuk menyanggah smartphone saat mengambil foto atau merekam video secara hands-free.

Pengalaman membuat konten secara hands-free pun menjadi semakin menyenangkan berkat fitur Flex Mode. Dengan fitur yang memungkinkan Galaxy Z Flip3 untuk memberikan dua tampilan berbeda sekaligus tersebut, pengguna bisa menghasilkan foto maupun video yang menakjubkan dengan melakukan berbagai pengaturan di bagian bawah layar sembari melihat preview hasil tangkapan di bagian atas layar. Selebihnya, pengguna tinggal pencet tombol shutter ataupun cukup melambaikan tangan dari kejauhan dan menunjukkan pose terbaik dengan tangan yang bebas tanpa harus menggenggam perangkat.

Tidak berhenti sampai di situ, pengguna juga bisa mengambil foto dan merekam video dengan cepat saat perangkat dalam keadaan tertutup, langsung dari Cover Screen. Hal tersebut menjadi mungkin berkat fitur Quick Shot yang telah dikembangkan dari generasi sebelumnya. Cukup dengan menekan tombol daya sebanyak dua kali, pengguna sudah bisa mengaktifkan Quick Shot dan melihat tampilan yang dihasilkan dari kamera ganda di Galaxy Z Flip3 di Cover Screen yang kini berukuran lebih besar. Pengguna pun bisa dengan mudah beralih dari mode foto dan video dengan melakukan swipe ke samping, serta mengatur penggunaan lensa wide atau ultra wide dengan swipe ke atas atau bawah.

Satu lagi yang bisa bikin kamu makin keren dengan menggunakan Galaxy Z Flip3, perangkat tersebut hadir dengan berbagai aksesori tambahan yang stylish, meliputi ring grips dan strap cases. Desain aksesori yang sama menariknya dengan Galaxy Z Flip3 tidak hanya membuatnya mampu memudahkan pengguna dalam menggenggam perangkat, namun juga menjadikan Galaxy Z Flip3 sebagai perangkat sejati dalam mengekspresikan diri dan menjadikan penggunanya seorang trendsetter.

Dapatkan Galaxy Z Flip3 beserta pengalaman foldable terbarukan dan segala inovasinya dengan harga Rp14.999.000 (8GB/128GB) dan Rp15.999.000 (8GB/256GB). Galaxy Z Flip3 tersedia dengan pilihan warna Cream, Green, Lavender, dan Phantom Black.

Lakukan pre-order di www.galaxylaunchpack.com atau Indosat Gallery dan XL Center sampai dengan 29 Agustus 2021 dan dapatkan penawaran khusus senilai Rp5.239.000 yang terdiri dari proteksi Samsung Care+ selama 1 tahun, e-voucher hingga Rp1.500.000 untuk pembelian aksesori di Samsung e-Store, dan cashback dari bank tertentu hingga Rp1.000.000. Selain itu, tersedia juga program buy-back 60% untuk pembelian smartphone foldable seri berikutnya di tahun depan dan program cicilan 0% sampai 24 bulan melalui mitra-mitra bank berikut: Mandiri, BRI, Panin Bank, Citibank, HSBC, BCA, Maybank, BNI, DBS, CIMB Niaga, OCBC, Standard Chartered, dan Bank Mega.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Samsung Galaxy Z Fold3 5G, silakan kunjungi www.samsung.com/id/
Untuk mengakses media assets dan in-depth stories, silakan kunjungi ruang pers virtual kami di www.samsungmobilepress.com.(rel)

Dipelopori JNE dan Assosiasi UMKM Sumut, Plaza UMKM dan Community Development Sumut Diresmikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Plaza UMKM dan Community Development Sumut yang beralamat di Jl. Veteran Pasar VII Gg Telo No 1 Kecamatan Medan Deli , diresmikan pada hari Selasa, (17/8) lalu yang dilaksanakan secara virtual via zoom. Acara berlangsung khidmat dengan diikuti acara apel akbar kemerdekaan Hari Ulang Tahun ke-76 RI tahun  yang dihadiri oleh seluruh karyawan JNE Medan baik kantor perwakilan, cabang maupun agen-agen JNE di Sumut. 

Plaza UMKM dan Community Development Sumut merupakan platform showcase digital yang menjadi sarana kegiatan kewirausahaan UMKM di Sumut untuk jual beli offline dan terintegrasi online. Dibuka dengan kata sambutan dari Mohamad Feriadi Soeprapto, selaku Presiden Direktur JNE. Dalam kesempatan ini hadir pula Gubernur Sumut  Edy Rahmayadi dan Edwina Yudianti selaku Head Regional JNE Sumatera Bagian Utara, Ujiana Sianturi selaku Ketua Asosiasi UMKM Sumut yang menjadi Partner Program,  Irfan Khoir selaku Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu ( LP3M ), dan Sobirin Harahap selaku DPD Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu ( KOPITU ) Kota Medan. 

Dalam sambutannya, Gubsu menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi setiap gagasan ekosistem UMKM dari mulai peningkatan kapasitas, manajemen, produksi, hingga pemasaran offline maupun digital yang dipelopori oleh Assosiasi UMKM Sumut, JNE Medan, dan seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pembentukan Plaza UMKM dan Community Development ini. Hal serupa disampaikan oleh Sobirin Harahap dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat Sumut untuk mengambil andil dalam pelaksanaan kegiatan di Plaza UMKM Sumut.  “Semoga dengan adanya Plaza UMKM dan Community Development dapat memberikan dampak besar bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya, begitu juga dengan masyarakat, dapat dengan mudah mendapatkan produk UMKM unggulan yang diinginkannya”, tuturnya.

Mohammad Feriadi selaku Presiden Direktur JNE dalam pidatonya menyampaikan bahwa Hari Kemerdekaan Republik Indonesia harus diisi oleh hal-hal yang bermanfaat dalam konteks JNE sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa. Apa yang dilakukan oleh JNE Medan, dengan keikutsertaan JNE Medan dalam membentuk Plaza UMKM dan Community Development ini harapannya dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas, terutama bagi pelaku UMKM. Hal senada juga disampaikan oleh Edwina Yudianti selaku Head Regional Sumatera Bagian Utara. “Di momen hari kemerdekaan ini, Ksatria dan Srikandi JNE harus bersatu untuk sama-sama memberi manfaat kepada masyarakat, sesuai dengan tagline Connecting Happiness JNE”, ujarnya.

Ujiana Sianturi selaku Ketua Assosiasi UMKM Sumut menyampaikan rasa apresiasi yang tinggi atas kemitraan yang terjalin.  ‘’Kemerdekaan RI menjadi tonggak kebangkitan UMKM ditengah Pandemi Covid 19. Terimakasih untuk JNE dan seluruh partisipan”, tutupnya.

Fikri Alhaq Fachryana selaku Kepala Cabang JNE Medan dalam sambutannya menyampaikan, peresmian Plaza UMKM dan Community Development ini diadakan tepat di momen hari Kemerdekaan Republik Indonesia. JNE tidak hanya ingin menciptakan rasa nasionalisme pada karyawan, namun JNE juga ingin menanamkan kepada seluruh karyawannya bahwa tagline “Connecting Happiness” itu nyata sebagai salah satu penggerak ekonomi bangsa terutama di masa pandemi seperti sekarang ini.  Pengelolaan pemasaran produk UMKM di Plaza UMKM nantinya selain disediakan display offline dan online akan dilengkapi dengan warehouse management system,  fasilitas fulfillment dan platform online marketing. Untuk community developmentnya akan disediakan fasilitas pendampingan dan pelatihan dengan materi yang dibutuhkan oleh UMKM untuk mengembangkan bisnisnya. (rel/sih)

Rayakan Bulan Kemerdekaan, SUZUKI Bagi-bagi Logam Mulia Hingga Sepeda Motor

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menghadirkan program Kemerdekaan MERIAH (Melimpah Rezeki dan Hadiah) Bareng Suzuki. Program MERIAH ini berlangsung sepanjang bulan Agustus 2021 di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai bentuk selebrasi, Suzuki memberikan beragam promo menarik seperti hadiah smartphone, laptop, logam mulia, hingga sepeda motor.

“Kami menawarkan program pembelian dengan promo khusus untuk semua tipe mobil Suzuki dalam rangka memeriahkan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Promo yang kami tawarkan beragam, mulai dari hadiah langsung seperti iPhone, MacBook terbaru dan logam mulia, hingga satu unit sepeda motor Suzuki. Promo ini juga hadir untuk memberikan kemudahan dan keuntungankepada konsumen yangingin membeli mobil Suzuki,”terang Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Bagi para pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan operasional yang berkualitas, Suzuki memberikan promo menarik untuk setiap pembelian New Carry Pick Up yang dikenal sebagai Rajanya Pick Up. Konsumen akan mendapatkan hadiah langsung berupa satu unit sepeda motor Suzuki. Bukan hanya itu, promo pembelian New Carry Pick Up juga menawarkan uang muka dan angsuran yang rendah, bebas angsuran berkali-kali, dan gratis Suzuki Insurance selama satu tahun. Sesuai dengan tagline-nya I.L.M.U, yaitu Irit bensin dan perawatannya, Lama umur pakainya, Muat banyak, dan Untung di ujung, pembelian New Carry Pick Up dengan program MERIAH bulan ini semakin memberikan keuntungan bagi konsumen.

Program MERIAH juga menghadirkan promo menguntungkan lainnya untuk pembelian New Ignis, The New Breed of Urban SUV. Promo untuk New Ignis di bulan Agustus cukup banyak, mulai dari potongan angsuran sebanyak 3x, gratis asuransi banjir dan TJH 3 (Tanggung Jawab Hukum Pihak ke-3) selama satu tahun, hingga hadiah langsung berupa logam mulia.

Keuntungan berlanjut untuk pembelian New SX4 S-Cross, mobil yang menyajikan ketangguhan crossover yang dibalut dengan kesan premium. Setiap pembelian satu unit New SX4 S-Cross, konsumen bisa memperoleh kesempatan menarik seperti bunga 0%, potongan 3x angsuran, gratis asuransi banjir dan TJH 3 (Tanggung Jawab Hukum Pihak ke-3) selama satu tahun, extra cashback sebesar Rp4.000.000, dan hadiah langsung berupa logam mulia.

Namun, tidak hanya sampai situ saja. Suzuki juga menghadirkan promo menarik untuk pembelian XL7 dan All New Ertiga. Promo yang ditawarkan berupa potongan 3x angsuran, gratis asuransi banjir dan TJH 3 (Tanggung Jawab Hukum Pihak ke-3) selama satu tahun, extra cashback sebesar Rp3.000.000, serta hadiah langsung berupa Macbook atau iPhone terbaru. Semua promo ini dihadirkan Suzuki untuk merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia serta diharapkan dapat mendorong kinerja industri otomotif.

“Lewat program Kemerdekaan MERIAH Bareng Suzuki, kami ingin bersama-sama masyarakat merayakan kemerdekaan Indonesia serta memberikan keuntungan berlimpah kemeriahan untuk konsumen Suzuki. Kedepannya, kami akan terus berupaya menghadirkan promo menarik dan menawarkan pelayanan terbaik demi kepuasan pelanggan,” tutup Donny. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program promosi yang berlangsung pada bulan Agustus ini, konsumen dapat menghubungi diler Suzuki terdekat atau mengunjungi website www.suzuki.co.iddan media sosial resmi Suzuki. (rel/sih)

Manfaatkan Medsos Sebagai Media Bisnis Kreatif Saat Pandemi

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO—Masyarakat diajak manfaatkan media sosial (medsos) menjadi sarana berkomunikasi untuk pengenalan budaya dan wawasan yang efektif memangkas jarak dan waktu, dengan prinsip menjaga norma dan etika digital.

WEBINAR: Gubsu Edy Rahmayadi bersama narasumber Webinar Literasi Digital di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pada 30 Juli 2021. (IST)

“Manfaatkan juga medsos sebagai media bisnis kreatif di tengah pandemi Covid-19 ini. Manfaatkan medsos menjadi sarana dan media dalam berdakwah, belajar, dan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang positif, serta sebagai sarana untuk berkolaborasi menghasilkan karya positif,” kata Welmar Olfan Basten Barat, saat menjadi pemateri dalam Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pada 30 Juli 2021.

Ketua Program Studi Manajemen Pengelolaan Sumberdaya Perairan pada UKN HBPNP ini, berbicara di sesi Etika Digital dengan mengangkat tema “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”.

Pernyataan Welmar ini dipertegas Muhammad Ridwan Arif, Praktisi Digital Parenting dan RTIK Indonesia, pada sesi Kecakapan Digital bertajuk “Digital Skill and Online Learning”. Dijelaskannya digital skill merupakan kemampuan individu dalam memahami, mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak teknologi informasi dan komunikasi.

“Aplikasi pembelajaran daring meliputi zoom, google meet, Whatsapp, dan microsoft teams,” sebutnya.

Ia berikan tips pembelajaran online antara lain, siapkan ruangan khusus, buatlah kesepakatan bersama dan konsisten, buat perencanaan belajar, pilih media dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan, siapkan media pendukung dan alternatif media lainnya, bekali diri dengan wawasan cakap, etis, aman dan budaya bermedia digital, serta luangkan waktu untuk beraktivitas fisik dan berinteraksi sosial.

I Gede Putu Krisna Juliharta, Wakil Kerja III STMIK Primakara dan Ketua RTIK Bali, di sesi Keamanan Digital, menimpali cara menjaga keamanan di berbagai aplikasi di medsos, antara lain gunakan password atau sandi yang kuat, gunakan secara berbeda di setiap akun platform digital yang dimiliki, dan perbarui secara berkala.

“Pahami dan pastikan pengaturan privasi di setiap akun platform digital yang dimiliki sesuai dengan tingkat keamanan yang dibutuhkan. Hati-hati mengunggah data pribadi di platform digital karena keamanan data pribadi tidak selalu terjamin. Serta hindari untuk membagikan data pribadi kita, seperti tempat tinggal lahir, nama ibu kandung, dan password berbagai akun platform digital,” katanya melalui materi bertajuk “Yuk Pahami Fitur Keamanan di Berbagai Aplikasi Media Sosial”.

Sementara di sesi Budaya Digital, Basar Lolo Siahaan, seorang akademisi memberikan materi bertajuk “Literasi Bagi Tenaga Pendidik di Era Digital”.

Ia membahas peran litersi digital dalam dunia pendidikan antara lain, mengedukasi warga sekolah, terutama siswa dalam memanfaatkan perangkat digital dan alat-alat komunikasi. Menemukan, mengevaluasi, menggunakan, mengelola, dan membuat informasi secara bijak dan kreatif.

“Dapat menggunakan media digital secara bijak, kreatif, dan bertanggungjawab, mengetahui aspek-aspek dan konsekuensi yang berlaku. Serta mempermudah dan meningkatkan literasi yang lebih interaktif antara peserta didik dan anak didik,” katanya.

Disebutnya, faktor yang memengaruhi perkembangan literasi digital mencakup usia, gender, tingkat pendidikan, domisili, pengaruh hoax, dan penggunaan internet yang intensif. Tantangan dunia digital antara lain perubahan karakter pada peserta didik, pola tingkah laku dan perilaku sosial, serta eksistensi budaya.

“Serta membawa manusia ke masa depan yang lebih baik. Kemajuan teknologi tidak akan menghilangkan peran guru, peran guru sangat dibutuhkan untuk suatu pembelajaran yang berhasil guna bagi anak didik,” pungkasnya.

Webinar diakhiri Fiorencia Grecella, seorang Beauty Influencer yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat masing-masing narasumber.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, program ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Bobby Masif Lakukan Tracing dan Testing


SUMUTPOS.CO – Pemko Medan akan melakukan tracing dan testing secara masif terhadap warga yang kontak erat dengan terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh kelurahan Kota Medan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


Tim yang akan diturunkan akan dibantu petugas Babinsa dan Babinkamtimbmas dari Polrestabes Medan, Kodim 0201/BS, serta Polres Pelabuhan Belawan. Sebagai komando utama di lapangan, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, langsung menunjuk lurah sebagai kepala wilayah. Karena itu, seluruh lurah harus benar-benar paham dengan teknik dan prosedur tracing.

Hal ini merupakan hasil Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Kota Medan, yang dipimpin langsung Bobby di Ruang Rapat I Balai Kota Medan, Selasa (17/8) lalu. Rapat ini juga diikuti Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP MR Dayan, Dandim 0201/BS Kol Inf Agus Setiandar, Kajari Medan T Rahmatsyah, Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Asisten Umum Renward Parapat, serta sejumlah pimpinan

OPD terkait.
Dalam kesempatan itu, Bobby menjelaskan, tindakan masif melakukan tracing dan testing ini, menindaklanjuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meredam lonjakan kasus Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali. Selain masif melakukan tracing dan testing, Jokowi juga berharap dilakukan pembatasan mobilitas, penyediaan isolasi terpusat (isoter), serta serbuan vaksinasi yang maksimal. Di samping itu, target tracing dan testing dari Kementrian Kesehatan yang semula hanya 4.900 per hari, kini naik menjadi 23.000 per hari.

“Untuk mewujudkan target tersebut, Pemko Medan tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama dari semua pihak, termasuk unsur Forkopimda. Melalui rapat ini, saya mengajak Forkopimda untuk mewujudkannya. Di samping itu, melalui rapat ini juga, diharapkan dapat menghasilkan program apa yang bisa diterapkan, sehingga penanganan Covid-19 di Medan ke depannya akan lebih baik lagi,” ungkap Bobby.
Dalam melakukan tracing dan testing, lanjut Bobby, 160 orang petugas dari 41 Puskemas dan 39 Puskemas Pembantu (Pustu), akan diturunkan sebagai tenaga analisis yang akan melakukan testing berupa swab antigen maupun PCR, sehingga hasilnya lebih maksimal. Sedangkan untuk melakukan tracing, akan melibatkan petugas dari kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, serta dibantu petugas tracer dari Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan, dan Kodim 0201/BS.

Dalam rapat itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengungkapkan, ada 308 tracer yang bisa diturunkan, Dandim 0201/BS siap membantu 151 tracer, dan Kapolres Pelabuhan Belawan bisa menurunkan 53 tracer.
“Untuk kelengkapan petugas tracer, seperti APD dan alat testing, akan disiapkan Pemko Medan. Sebab, kami mendapat kabar, tidak sedikit petugas tracer yang bertumbangan saat menjalankan tugas,” tutur Bobby lagi.

Guna mendukung kelancaran testing yang dilakukan untuk menindaklanjuti hasil tracing, Bobby mengakui, petugas analisis dari Dinas Kesehatan tidak cukup, ditambah lagi petugas dari Puskesmas dan Pustu itu, juga fokus dalam melakukan vaksinasi. Menyikapi itu, Bobby mengaku, akan menjalin kerja sama dengan klinik maupun laboratorium, yang selama ini melakukan pemeriksaan, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Untuk itu, dia menginstruksikan kepada perwakilan Dinas Kesehatan yang hadir dalam rapat tersebut, agar melakukan kerja sama tersebut.

Bobby selanjutnya berharap, agar tim yang diturunkan dapat melakukan tracing minimal 8 orang dalam satu kelurahan yang sempat melakukan kontak erat dengan warga terpapar Covid-19. Setelah itu, dilakukan testing untuk memastikan apakah kedelapan orang tersebut reaktif atau nonreaktif. Jika pun hasil nonreaktif, yang bersangkutan harus menjalani karantina selama 5 hari, karena masa inkubinasi Covid-19 adalah 5 hari.
“Apabila tidak ada gejala, barulah yang bersangkutan dapat melakukan aktivitas seperti biasa,” jelas Bobby.

Sebaliknya, jika hasil dinyatakan positif, maka warga yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri, baik di rumah maupun di 2 lokasi isoter yang dimiliki Pemko Medan saat ini, yakni eks Hotel Soechi Jalan Cirebon Medan, dan Gedung P4TK Jalan Setiabudi, Medan Helvetia. Di samping itu, Pemko Medan juga memiliki isoter terapung di Pelabuhan Belawan, dengan didatangkannya KM Bukit Raya.
“Alhamdulillah, KM Bukit Raya sudah tiba dan segera dioperasikan sebagai tempat isoter terapung,” pungkas Bobby. (map/saz)

LPPM USU Gelar Pengabdian Masyarakat di Dairi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Rumah Baca Alquran Ulil Albab. Lokasi PKM ini berada di Desa Pasi, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Tim Pengabdian USU yang terdiri dari Yuan Alfinsyah Sihombing MSc, Dr Susilawati MSi, M Zulham Efendi Sinaga MSi, dan Fatimatuzzahra Nasution SS MSi. Pemilihan lokasi ini dikarenakan ketersediaan buku bacaan yang beragam di rumah baca tersebut kurang memadai.

“Rumah baca ini didirikan, agar anak-anak dapat ilmu dan gemar membaca. Tapi, buku-bukunya masih sedikit,” tutur Muhlid, warga setempat, kepada Tim Pengabdian USU dalam keterangan tertulis, Kamis (19/8).

“Yang ngajar ngaji Alquran anak-anak juga sedikit, Pak. Guru ngajinya kadang ada urusan lain. Jadi mereka bisa baca buku di rumah baca ini, kalau sedang tidak mengaji,” lanjutnya kepada Tim Pengabdian USU.

Tahsin Quran menjadi rangkaian kegiatan dalam pengabdian ini. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan makhraj dan Sifat Al Huruf Hijaiyah, agar anak-anak mampu membaca Quran dengan baik dan benar.

Kegiatan tahsin akan dilakukan tim bersama remaja Masjid Desa Pasi melalui daring tiap pekannya untuk praktik membaca AlQur’an. Kegiatan ini akan berlangsung sekitar dua bulan.

“Proses tahsinul Quran akan kita program bersama remaja melalui daring. Ini kita lakukan mengingat masa pandemi Covid-19 belum usai. Sedangkan belajar membaca Quran dengan baik dan benar harus diprogramkan beberapa kali pertemuan. Harapannya, remaja-remaja masjidlah yang akan mengajarkan adik-adik mereka nantinya,” tutur Pak Yuan Alfinsyah Sihombing MSc, selaku ketua Tim pengabdian USU kepada redaksi.

Di akhir kegiatan, Tim PKM USU memberikan bantuan buku bacaan, di antaranya Seri Buku Muhammad Is My Hero, 4 seri buku anak Widya Wiyata Pratama dan Buku Tafsir Ilmu Seri Mengenal Ayat-ayat Sains. Semua buku yang diberikan berwarna dan memiliki gambar-gambar menarik.

“Kami sangat berterima kasih pada LPPM USU yang sudah membantu kami dalam menyediakan buku-buku yang sangat menarik. Semoga ini menjadi amal jariyah dan bermanfaat buat anak-anak di sini,” ucap Pak Muhlid selaku ketua rumah baca Desa Pasi tersebut saat tim minta izin meninggalkan lokasi. PKM menjadi satu kesatuan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Sehingga timbulnya peradaban masyarakat yang berilmu dan berakal cerdas (Ulil Albab) hingga ke pelosok negeri.(gus/azw)

Islam yang Menjadikan Pribadi Merdeka

SUMUTPOS.CO – Pimpinan Majelis Talim dan Zikir Baitul Muhibin Habib Abdurrahman Asad AlHabsyi Islam adalah agama yang menjadikan hambanya pribadi yang merdeka. Surah Al-Baqarah ayat 256 membahas mengenai kemerdekaan.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”

Artinya Islam ketika didakwahkan tidak berbasis paksaan, melainkan dengan akhlak karimah (akhlak mulia). Berakhlak mulia dalam jabatan agama Islam telah dilakukan Rasulullah SAW dan untuk itu kita sebagai umat patut mencontohnya.

Habib Abdurrahman menegaskan, merdeka bukan berarti bebas tanpa batas. Kemerdekaan sesungguhnya manakala seseorang terbebas dari noda yang merusak akidah, syari’ah dan akhlak.

“Orang yang bebas tanpa batas tanpa memperdulikan ketiganya menurut Islam bukanlah merdeka, justru mereka sudah terjajah oleh nafsu dan tipu daya syaitan,” katanya.

Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam pembukaan UUD 1945, bahwa kemerdekaan yang diraih oleh bangsa ini adalah Atas Rahmat Allah dan dorongan keinginan luhur (ikhlas) para pejuangnya. Maka marilah saudaraku kita isi kemerdekaan negeri kita tercinta ini yang ke-76 dengan nilai relegius yakni “Mensyukuri Rahmat Ilahi dan Ikhlas dalam beramal dan berkarya”.

InsyaaAllah negeri kita akan menuju Berkah,  Aman,  Damai dan Sentosa.

“Duhai Tuhanku,  Jadikanlah negeri ini Aman Sentosa”_ (QS. Ibrahim: 35)

Sementara itu Buya Hamka dalam menafsirkan Albaqarah ayat 256 yang artinya. “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”

Bahwa sesungguhnya ayat ini suatu tantangan kepada manusia, karena Islamadalah benar. Orang tidak akan dipaksa memeluknya, tetapiorang hanya diajak buat berfikir.

“Asal dia berfikir sihat, dia pastiakan sampai kepada Islam. Tetapi kalau ada paksaan, mestilah timbul perkosaan fikiran, dan mestilah timbultaqlid,” tulis Buya Hamka dalam tafsirnya Al-Azhar.

Buya Hamka menegaskan, manusia sebagai orang seorang akan datang dan akan pergi, akan lahir dan akan mati. Tetapi pikiran manusia akan berjalan terus. Penilaian manusia atas agama akan dilanjutkan dan kebebasan berpikir dalam memilih keyakinanadalah meniadi tujuan dari manusia yang telah maju.

“Ayat ini adalah dasar teguh dari Islam,” katanya.

Musuh-musuh Islam membuat berbagai fitnah yang dikatakan ilmioh sifatnya bahwa Islam dimajukan dengan pedang. Islam dituduh memaksa orang memeluk agamanya. “pengetahuan”seperti ini pun kadang-kadang dipaksakan supaya diterima orang, terutama di masa-masa negeri-negeri Islam dalam penjajahan. orang dipaksa menerima teori itu dan orang tidak diberi kesempatan membanding.

“Ayat inilah, (al-Baqarah 256) yaitu Islam menjelaskan bahwa dalam hal agama tidak boleh ada paksaan,” katanya. (rol/ram)

Melalui Jaringan Thailand-Aceh Timur, Gembong Narkoba Terbesar di Asia Tenggara Selundupkan Sabu


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Upaya penyelundupan sabu-sabu dengan total barang bukti sebanyak 324,3 kg dalam kemasan teh hijau digagalkan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).
 Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengungkapkan, penyelundupan tersebut dilakukan jaringan Thailand-Aceh Timur dan jaringan Aceh. “BNN RI berhasil menjalankan Raid Planning Execution (RPE) narkotika yang berada di dua tempat berbeda,” kata Petrus Reinhard Golose dalam konferensi pers di Gedung Utama BNN RI, Jakarta Timur, Kamis.
 Dia mengatakan, penangkapan yang dilakukan BNN terjadi pada 12 dan 13 Agustus 2021. Berdasarkan hasil penyelidikan dan penindakan, sebanyak 324,3 kg sabu-sabu tersebut diduga berasal dari Golden Triangle. Yakni, wilayah penghasil opium dan sabu-sabu terbesar di Asia Tenggara yang digerakkan sejumlah gembong narkotika bersama kelompok bersenjata di daerah pedalaman dan pegunungan di perbatasan Myanmar, Thailand, dan Laos. “Pada hari Kamis, 12 Agustus 2021, BNN RI berhasil menangkap satu orang tersangka Jaringan Thailand ke Aceh Timur yang berinisial Sy,” ucap Petrus Reinhard.
 Kronologis pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan intelijen yang dilakukan BNN kepada Sy. Sy diketahui berlayar dari perairan Thailand menuju Aceh Timur dengan menggunakan speedboat pada Kamis (12/8). Setibanya di Aceh Timur, Sy dibekuk petugas BNN di sebuah bengkel kapal yang berada di Desa Kampung Jalang Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh.“ Ditangkap dengan barang bukti seberat 218,8 kg,” tutur Petrus Reinhard.

 Selanjutnya, pada kasus kedua, BNN yang bekerja sama dengan Bea dan Cukai berhasil menangkap lima orang tersangka Jaringan Aceh pada tanggal 13 Agustus 2021, yang berinisial B alias Y, T alias CM, ES alias E, AN alias WY, dan Ay alias R. Melalui penangkapan ini, petugas mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 218,8 kg.  

  “Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) jo. Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” ucapnya.

 Petrus Reinhard menyatakan bahwa kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary) sehingga perang melawan narkotika, atau yang biasa diserukan dengan slogan war on drugs, menjadi perhatian khusus BNN dan didukung jajaran Kedeputian Brantas dan BNNP di seluruh Indonesia. “(Keberhasilan, red) ini merupakan bentuk kerja sama BNN sebagai leading sector dan didukung dengan semua kementerian dan lembaga terkait, terutama rekan Bea Cukai,” ucap Petrus Reinhard. (jpnn/ila)