31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3214

Sumut Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp431 Miliar

LEPAS EKSPOR: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melepas ekspor 33 jenis komoditas pertanian Sumut senilai Rp431,67 miliar ke 37 negara tujuan di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Belawan, Medan, Sabtu (14/8). Sebanyak 13 kabupaten dan kota ikut melakukan ekspor komoditi pertanian tersebut. DISKOMINFO SUMUT for SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melepas ekspor 33 jenis komoditas pertanian senilai Rp431,67 miliar ke 37 negara tujuan. 

LEPAS EKSPOR: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melepas ekspor 33 jenis komoditas pertanian Sumut senilai Rp431,67 miliar ke 37 negara tujuan di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Belawan, Medan, Sabtu (14/8). Sebanyak 13 kabupaten dan kota ikut melakukan ekspor komoditi pertanian tersebut. DISKOMINFO SUMUT for SUMUT POS.

Adapun komoditas tersebut antara lain kopi biji, minyak sawit, pinang, bunga krisan, asam potong, hingga ubi jalar beku. Berbagai jenis komoditas pertanian yang diekspor tersebut diantaranya berasal dari 13 kabupaten/kota di Sumut. 

 Gubernur Edy akan mendorong seluruh kabupaten/kota untuk mengoptimalkan potensi wilayahnya sehingga bisa melakukan ekspor juga.

“Ini baru 13 kabupaten/kota yang ikut, nanti ke depan seluruh 33 kabupaten/kota harus kita dorong memaksimalkan potensi wilayahnya,” katanya usai melepas ekspor komoditas Sumut pada kegiatan ‘Merdeka Eskpor’ di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Belawan, Medan, Sabtu (14/8).

 Edy menyampaikan, ekspor Sumut terus meningkat di tengah pandemi Covid-19. Nilai ekspor Sumut dari Januari-Juni 2021 naik 43,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan mengoptimalkan seluruh potensi kabupaten/kota, ke depan ekspor tersebut bisa terus meningkat hingga 90 persen.

“Dengan meningkatnya ekspor, pertumbuhan ekonomi diharapkan akan meningkat pula, jika sudah begitu, pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Sumut segera selesai,” kata mantan Pangkostrad itu. 

 Ia juga optimis, peningkatan ekspor tersebut bisa dicapai dengan potensi wilayah Sumut yang begitu banyak. Sumut juga memiliki kontur wilayah yang beragam, sehingga memungkinkan peningkatkan produksi pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya.

“Dengan beragamnya dan banyaknya potensi Sumut ini, kita yakin kita bisa (tingkatkan ekspor),” ujarnya.

 Berdasarkan data dari Balai Karantina Pertanian Belawan, komoditas yang di ekspor pada kesempatan tersebut diantaranya kopi biji 1.668 ton, minyak sawit 14.198 ton, pinang 1.336 ton, bunga krisan 88.000 batang, asam potong 60 ton, durian beku 51,9 ton, kulit manis 64,5 ton dan cengkeh 8,5 ton, bungkil tongkol jagung 142 ton, dan daun cincau 51 ton.

 Kemudian gambir 8 ton, jahe 79 ton, kelapa parut 626 ton, lidi 367 ton, minyak kelapa 10 ton, nipah 10 ton, santan kelapa 79 ton, sayuran kubis 856 ton, teh 99 ton, tepung sagu 22 ton, tepung tapioka 20 ton, tepung ubi jalar 52 ton, ubi jalar beku 19 ton, dan silver prills 278 ton.

 Adapun 13 kab/kota yang mengekspor yakni; Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Karo, Simalungun, Tapanuli Selatan, Dairi, Asahan, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Labuhanbatu, Padang Lawas Utara, dan Kota Binjai.

 Program ‘Merdeka Ekspor’ dilakukan serentak pada 17 daerah di Indonesia. Pelepasan utama dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo langsung dari Istana Negara. Pada kesempatan itu, Jokowi meminta para kepala daerah untuk memaksimalkan potensi wilayahnya masing-masing.

“Saya juga minta sambungkan dengan supply chain (rantai pasokan) nasional dan global, sehingga petani mudah mengekspor dan bisa berkembang jadi sentra produksi pertanian yang berorientasi ekspor,” katanya. 

 Turut hadir Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman dan Bupati Karo  Cory Sebayang. (prn/ram) 

Sambut HUT ke-76 RI, SOLITD, Mitra Lanud, dan Total Charity Bagikan 750 Karung Beras

BANSOS: SOLITDbersama Mitra Lanud jalur HT, Total Charity memberikan bantuan sosial berupa 750 karung beras ukuran 5 kg kepada masyarakat Kota Medan.ade zulfi/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut HUT ke-76 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Keluarga Besar Solidaritas Indonesia Tionghoa Demokrasi (SOLITD) bersama Mitra Lanud jalur HT, dan Total Charity memberikan bantuan sosial berupa 750 karung beras ukuran 5 kg kepada masyarakat Kota Medan.

BANSOS: SOLITDbersama Mitra Lanud jalur HT, Total Charity memberikan bantuan sosial berupa 750 karung beras ukuran 5 kg kepada masyarakat Kota Medan.ade zulfi/sumutpos.

Ketua Umum DPP SOLITD, Herri Zulkarnaen Hutajulu, selain menyambut HUT RI, bantuan ini juga untuk meringankan beban masyarakat di masa Pemberlakuan Pengetatan Ke-giatan Masyarakat (PPKM).“Beras-beras ini adalah hasil donasi dari Total Charity dan para donatur dari DPP dan DPD SOLITD,” kata Herri saat pelepasan secara simbolis dari kediamannya di Jalan Besitang, Sei Sikambing D, Sabtu (14/8).

Herri juga mempersilakan bagi siapa saja yang ingin menyisihkan rezekinya untuk berbagi. Bahkan, SOLITD selalu berkolaborasi dan terus melaksanakan bakti sosial yang serupa. “Bagi yang ingin menyisihkan rezekinya untuk berbagi, dapat ditransfer melalui BCA SOLITD dengan nomor rekening 8005260121,” tandasnya.

Mengenai titik lokasi, Ketua Total Charity, Ting Liang menjelaskan, pembagian ini mencakup beberapa titik seperti Medan Kota, Medan Helvetia, Medan Utara, Medan Barat dan Medan Timur. Pemberian bantuan dilakukan secara mobile, sehingga tidak terjadi kerumunan.

Ketua SOLITD Sumut, Riana berharap, dengan adanya pembagian beras ini , kiranya dapat membantu me-ringankan beban masyarakat di seluruh Sumatera Utara .

Ketua Harian Mitra Lanud, Ferry SE mewakili Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb J.H. Ginting, S.Sos mengatakan, semoga kegiatan ini dapat membantu masyarakat selama masa PPKM ini.

Pembagian bantuan HUT ke-76 RI ini, dihadiri Sekjend DPP SOLITD Ferdinan Ghodang SE SH MH, Penasehat DPP Wong Kim Po dan DR. Soeherman Gatot SH MBA, Bendahara DPP Angel bersama pengurus Sumut dan Medan dan lainnya. (adz/ila)

Dinas PPPA Imbau Seluruh Orangtua di Sumut Membangun Relasi dengan CINTA dan CERDAS

KETERANGAN: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara, Nurlela, saat memberikan keterangan pada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tantangan orang tua atau parenting di era milenial cukup kompleks. Ini disebabkan kehadiran teknologi yang kian canggih, di mana kini banyak merubah peradaban dunia.   

KETERANGAN: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara, Nurlela, saat memberikan keterangan pada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Karenanya, selaku leading sector soal anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumatera Utara, telah menyusun sejumlah program agar parenting dan anak mampu bersahabat di era milenial. 

 Adapun program dimaksud yakni; membangun relasi dengan CINTA, dan menjadi orangtua CERDAS. CINTA merupakan akronim dari Cermati peran ayah dan ibu; Ingat selalu hak anak; Niatkan untuk mengelola emosi; Temukan potensi stres pada anak; serta Anak dan orang tua bersahabat. 

Sedangkan CERDAS akronim dari; Cermati peran orangtua dengan baik; Emosi diri harus diatur; Rekomendasi dokter diimplementasikan; Dukung anak agar tidak stres; Anak menjadi sahabat bagi orangtua; serta Selalu ingatkan dan lakukan delapan peran orangtua dalam mendampingi anak. 

“Pesan bagi orangtua, baik ayah maupun ibu, harus berubah dalam mendidik anak-anaknya. Karena waktu mendidik anak sangatlah cepat, dimulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga kuliah ortu tetap harus menjadi pendidik mereka dalam rumahnya,” kata Kepala Dinas PPPA Sumut, Nurlela kepada Sumut Pos, Minggu (15/8). 

 Hal kedua, kata Nurlela, orangtua masa kini perlu berhati-hati jangan sampai tidak mengenal sifat dan karakter anak-anaknya. Serta jangan sampai orangtua kecewa apabila anak-anaknya sudah pergi ke dunianya, di era digital atau dunia maya karena mereka akan lupa segalanya. “Sedikit saja lengah dan lepas dari pendidikan orangtua di rumah, anak-anak kita akan asyik dengan dunianya. Jangan sampai kita orang tua merebut kesempatan tetap mendidik anak di rumah,” ujar wanita berkacamata ini.

 Selanjutnya yang tak kalah penting, orangtua tetaplah menjadi pendidik pertama di rumah dalam rangka menjadikan anak-anak kelak menjadi manusia-manusia yang berkarakter mulia, tidak mementingkan diri sendiri dan mau bekerja keras. ”Ibu adalah pendobrak dan benteng terakhir untuk anak-anak di dalam rumah.  Kalaupun ayahnya kurang perhatian terhadap anaknya di dalam rumah, selama ibu masih memegang nilai-nilai pendidikan maka anak-anak kita akan selamat,” terangnya. 

 Kedua hal ini sebagai jawaban sekaligus tindak lanjut dari Webinar Dinas PPPA Sumut, yang dilaksanakan pada Jumat (13/8), dengan mengusung tema “Mendidik Anak dengan Hati di Era Milenial”.

Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis, sebelumnya menyampaikan, mendidik anak di era milenial dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini merupakan tantangan terbesar bagi para orangtua. Jika masa lalu masyarakat kesulitan akses informasi dan komunikasi, maka sekarang kebalikannya. Kekhawatiran muncul karena sebagian besar usia anak sudah akrab dengan gadget (ponsel) yang menyediakan berbagai hal dalam genggaman.

Menurut Nawal, penggunaan gadget menjadi seperti sebuah keharusan dalam kehidupan setiap orang. Fenomena kumpul bersama namun tidak saling bercengkrama, lumrah terjadi. Setidaknya dalam satu dekade terakhir, gadget sudah mulai banyak diminati dan digunakan berbagai kalangan.

“Era digital ini, semua sibuk dengan gadget (gawainya) masing-masing, berkumpul tetapi sendiri-sendiri. Ini tanda perubahan zaman, di mana informasi itu tidak secepat sekarang. Memang teknologi tak bisa kita jauhkan, dan itulah yang membuat kita khawatir. Apalagi bagi anak-anak, mereka sangat mudah beradaptasi,” ujarnya saat menjadi pembicara. 

Begitupun ia menilai teknologi informasi memiliki dampak positif maupun negatif. Tantangan terbesar adalah pengaruh kehidupan sosial anak, yang kemudian menjadi tugas sekaligus tantangan bagi para orang tua memanfaatkan kemudahan di era digitalisasi dewasa ini.

“Apalagi seperti sekarang ini di masa pandemi Covid-19, banyak anak-anak yang berinteraksi dengan gadget (gawai), padahal mereka itu belum memahami dampak dari digitalisasi informasi. Untuk itu perlu peran orang tua dalam mengawasi anaknya,” pungkasnya. (prn/ila) 

TEKS FOTO

KETERANGAN: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara, saat memberikan keterangan pada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini. IST

Tiga Inovasi Pertama di Perangkat Foldable yang Bikin Samsung Galaxy Z Fold3 Makin Serbaguna dalam Keseharian Kita

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Samsung Galaxy Z Fold3 5G telah resmi diperkenalkan, mengusung berbagai perkembangan teknologi terkini yang membuka babak baru inovasi perangkat foldable. Tidak hanya memberikan layar lipat dan form factor terbarukan yang semakin tangguh, Galaxy Z Fold3 juga menawarkan terobosan penting lainnya yang bahkan baru pertama kali hadir di sejarah perangkat foldable. 

Hal tersebut membuat Galaxy Z Fold3 mampu menghadirkan pengalaman multitasking menggunakan perangkat foldable di tingkat yang lebih tinggi bagi pengguna di setiap produktivitasnya. “Samsung merancang Galaxy Z Fold3 sebagai powerhouse bagi konsumen yang mengharapkan cara-cara baru dalam menjalani produktivitas dan menikmati hiburan. Hal tersebut diwujudkan melalui fitur-fitur pertama di perangkat foldable yang dihadirkan Galaxy Z Fold3, mulai dari under display camera, sertifikasi IPX8 untuk ketahanan air, hingga S Pen. Galaxy Z Fold3 benar-benar menjadi jawaban akan perangkat foldable yang lebih immersive, lebih tangguh, dan lebih serba guna yang selama ini telah dinanti-nanti oleh konsumen,” ujar Selvia Gofar, Head of Product Marketing IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia.

Layar Lebih Immersive untuk Pengalaman Menonton tanpa Interupsi
Galaxy Z Fold3 hadir dengan layar utama Infinity Flex Display berukuran 7,6 inci. Kata “infinity” yang digunakan di sini pun bukan isapan jempol semata. Pasalnya, Samsung benar-benar menghadirkan layar penuh tanpa interupsi notch maupun punch hole. Hal tersebut menjadi mungkin berkat teknologi under display camera dari Samsung yang pertama kali hadir di perangkat foldable.

Samsung telah merancang teknologi under display camera sedemikian rupa dengan mengurangi jumlah piksel yang berada tepat di atas kamera. Selain itu, jarak piksel yang berada di bagian atas kamera pun telah dioptimalkan untuk memungkinkan cahaya melewati celah kamera. Dengan begitu, pengguna tidak hanya bisa mendapatkan area tampilan yang lebih luas untuk menonton, bermain game, hingga melakukan panggilan video, namun juga bisa menggunakan facial recognition dengan lebih seamless.

Layar immersive dengan under display camera di Galaxy Z Fold3 pun semakin komplet dengan pemanfaatan teknologi layar Eco² terbaru yang membuat tingkat kecerahan layar meningkat 29% dibanding Galaxy Z Fold2, namun dengan konsumsi energi yang lebih rendah. Pengguna pun bisa menikmati layar yang lebih responsif dan scrolling yang lebih mulus dengan Super Smooth 120Hz. Adaptive refresh rate 120Hz pun bisa dinikmati di Cover Screen yang telah dikembangkan.

Tak lagi khawatir dengan ketahanan terhadap paparan air
Untuk pertama kali, sertifikasi IPX8 hadir di smartphone foldable, dan hal tersebut bisa ditemukan di Galaxy Z Fold3. Dengan level ketahanan air yang sama baiknya dengan Galaxy S, Galaxy Z Fold3 akan memberikan rasa aman bagi pengguna akan kondisi smartphone saat tiba-tiba terkena hujan atau ketika harus basah kuyup saat memandikan hewan peliharaan kesayangan. Sertifikasi IPX8 sendiri diberikan melalui uji coba perendaman di air tawar dengan kedalaman sampai 1,5 meter selama hingga 30 menit.

Samsung pun benar-benar teliti untuk menghadirkan manfaat ini secara maksimal bagi pelanggan. Samsung menyadari bahwa perangkat foldable memiliki kompleksitas tersendiri, mulai dari banyaknya bagian yang bergerak hingga celah yang tak terhindari dalam mendukung perangkat agar dapat dilipat. Maka dari itu, Samsung menjaga celah antara bodi dan engsel agar dapat sekecil mungkin. Samsung juga memberikan lapisan karet khusus terhadap komponen elektronik supaya terlindungi dari air yang mungkin masuk. Engsel perangkat pun diberi lapisan anti karat untuk melindunginya dari potensi korosi. Sebuah inovasi yang Samsung hadirkan dengan mempersiapkan banyak hal dan membuat sesuatu yang dianggap tidak mungkin menjadi sesuatu yang bisa dirasakan orang banyak.

Makin Produktif dan kreatif dengan S Pen Pertama di Perangkat Foldable
Bermodalkan layar lapang yang immersive dan tak terinterupsi, Galaxy Z Fold3 dapat diibaratkan sebagai perangkat layaknya tablet yang lebih mobile yang bisa dibawa pengguna ke mana pun dengan nyaman. Namun, tak lengkap rasanya jika kemampuan layaknya tablet tidak didukung dengan kemampuan produktivitas yang lengkap yang sudah sangat dicintai oleh konsumen flagship Samsung yaitu S Pen. Memahami hal tersebut, untuk pertama kalinya di seri Galaxy Z, Samsung menghadirkan fungsi S Pen yang mampu membuat layar besar Z Fold3 lebih powerful.

Ada begitu banyak hal yang bisa digunakan pengguna dengan S Pen di Galaxy Z Fold3 di tengah produktivitasnya maupun ketika menuangkan kreativitas, lebih-lebih dalam mendukung kesukaannya menjalani multitasking. Menulis catatan sambil melakukan panggilan video hingga memeriksa to-do list saat membaca email menjadi semakin mudah. Ditambah dengan kehadiran fitur S Pen to text, pengguna bisa menyempurnakan tulisannya hanya dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana saat harus melakukan catatan dalam waktu yang sangat cepat.

S Pen untuk Z Fold3 hadir dalam dua varian, yaitu S Pen Fold Edition dan S Pen Pro, untuk memberikan pilihan lebih bagi pengguna dalam memenuhi kebutuhannya. Samsung memastikan bahwa ini adalah pengalaman S Pen terdepan sampai saat ini, membuat pengalaman menulis, menggambar, mengedit dokumen, maupun berkirim pesan menjadi lebih seamless dan intuitif. Hal tersebut menjadi mungkin karena, kedua versi dari S Pen tersebut telah dibekali dengan Pro tip yang lebih lembut dan force limit technology untuk melindungi layar dari tekanan berlebih serta latensi yang begitu rendah.

Dapatkan Galaxy Z Fold3 beserta pengalaman foldable terbarukan dan segala inovasinya dengan harga Rp24.999.000 (12GB/256GB) dan Rp26.999.000 (12GB/512GB). Galaxy Z Fold3 tersedia dengan pilihan warna Phantom Black, Phantom Green, dan Phantom Silver.

Lakukan pre-order di www.galaxylaunchpack.com atau Indosat Gallery dan XL Center sampai dengan 29 Agustus 2021 dan dapatkan penawaran khusus hingga Rp5.239.000 yang terdiri dari proteksi Samsung Care+ selama 1 tahun, e-voucher hingga Rp1.500.000 untuk pembelian aksesori di Samsung e-Store, dan cashback dari bank tertentu hingga Rp1.000.000. Selain itu, tersedia juga program buy-back 60% untuk pembelian smartphone foldable seri berikutnya di tahun depan dan program cicilan 0% sampai 24 bulan melalui mitra-mitra bank berikut: Mandiri, BRI, Panin Bank, Citibank, HSBC, BCA, Maybank, BNI, DBS, CIMB Niaga, OCBC, Standard Chartered, dan Bank Mega.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Samsung Galaxy Z Fold3 5G, silakan kunjungi www.samsung.com/id/
Untuk mengakses media assets dan in-depth stories, silakan kunjungi ruang pers virtual kami di www.samsungmobilepress.com. (rel)

Polsek Medan Helvetia Gelar Vaksin Merdeka di SMPN 18

Vaksinasi: Sejumlah warga Medan Helvetia yang divaksin di SMPN 18 Medan, Kemarin. dewi/sumu t pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI, Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Helvetia menggelar Vaksinasi Merdeka Covid-19 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (14/8).

Vaksinasi: Sejumlah warga Medan Helvetia yang divaksin di SMPN 18 Medan, Kemarin. dewi/sumu t pos.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean mengatakan, pelaksanaan vaksinasi dosis pertama ini berjumlah 360 dosis dan vaksin yang disiapkan adalah vaksin sinovac. “Masyarakat sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, walaupun cuaca sempat gerimis, dan dosis vaksin ini sangat terbatas. Kita juga rencananya akan mengusulkan kepada pimpinan untuk menambah dosis, karena antusias warga masih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Binmas Iptu Suparmin sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan vaksin mengimbau kepada masyarakat yang sudah menjalani vaksin Covid-19 tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).”Tetap yang diutamakan Prokes berupa pakai masker, rajin cuci tangan, hindari kerumunan dan jaga jarak,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMP 18 Negeri Medan Helvetia, Dr Derma Wati Napitupulu MPd, sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan vaksin ini, yang mana dilaksanakan di sekolah yang dipimpinnya.

“Saya sangat senang dan bangga bisa membantu menyiapkan tempat demi kemanusian dan kesehatan umat. Ayo kita vaksin, sehat itu mahal,” ajaknya.

Dari pantauan, sejumlah warga masyarakat antre melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum di vaksin. Warga yang hadir tampak menggunakan masker dan tidak ada kerumunan di sekitar lokasi. Petugas vaksinasi juga melakukan pengecekan suhu badan serta tekanan darah dengan sistim antrean.(mag-1/ila)

Kodam I/BB, Lions Club dan MITSU Vaksin 3.000 Warga Kota Medan

TINJAU: International Director Lions Club/Ketua MITSU, Juswan Joe didampingi sejumlah pengurus,  meninjau proses pendaftaran Serbuan Vaksinasi di Gedung MITSU Kampus Hijau STBA-PIA Jalan KL Yos Sudarso. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya membantu program pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Indonesia yang menargetkan 1.000.000 vaksinasi per hari, Kodam I/BB bekerja sama dengan Lions Club dan Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (MITSU)  menggelar Serbuan Vaksinasi selama 3 hari , yakni Kamis,  Jumat dan Sabtu (12, 13, 14 Agustus 2021) di halaman Gedung MITSU Kampus Hijau Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia (STBA-PIA) Jalan KL Yos Sudarso Medan.

TINJAU: International Director Lions Club/Ketua MITSU, Juswan Joe didampingi sejumlah pengurus,  meninjau proses pendaftaran Serbuan Vaksinasi di Gedung MITSU Kampus Hijau STBA-PIA Jalan KL Yos Sudarso. istimewa/sumutpos.

Dalam serbuan vaksinasi yang dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai pukul 15.00 WIB dengan melibatkan personel jajaran Kodam I/BB, Tim Dokter,  Lions Club District 307 A2, jajaran Pengurus dan Anggota MITSU, puluhan relawan serta sejumlah Pengurus Yayasan dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Tionghoa lainnya tersebut berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 3000 warga masyarakat Kota Medan dan sekitarnya khusus jalur undangan. 

Ketua MITSU yang juga International Director Lions Club Juswan Joe di sela Sebuan Vaksinasi,  menjelaskan, serbuan vaksinasi yang diselenggarakan berkat kerjasama Kodam I/BB, Lions dan MITSU yang semata-mata ingin membantu percepatan program pemerintah yang menggagas 1000 vaksinasi perhari di tengah-tengah masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Selain membantu meringankan beban pemerintah,  kita juga merasa terpanggil untuk melakukan kegiatan kemanusiaan khususnya dalam menyahuti keinginan warga masyarakat Kota Medan yang ingin mendapatkan vaksin. Para peserta yang divaksin merupakan warga masyarakat yang sebelumnya telah mendaftarkan diri ke sejumlah Yayasan, Ormas Tionghoa dan lainnya sekitar 3 bulan yang lalu,” uajr Juswan, Sabtu (14/8)

Juswan berharap, melalui Serbuan Vaksin yang dilaksanakan kali ini bisa membantu warga masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin. Di samping itu juga sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi dalam membantu meringankan beban pemerintah yang terus mengupayakan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona di tengah-tengah masyarakat.  

Juswan menambahkan, keberhasilan pelaksanaan serbuan vaksinasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan mencuci tangan,  memakai masker dan menjaga jarak tersebut berlangsung tertib,  aman dan lancar dengan mendapat dukungan sejumlah yayasan dan Ormas Tionghoa di wilayah Sumatera Utara khususnya Kota Medan. 

Yayasan dan Ormas Tionghoa yang ikut mendukung serbuan vaksinasi tersebut yakni, Yayasan Lautan Mulia,  Tiochu, Perkumpulan Haka Sumut Indonesia,  KOMPAK,  Mapan Bumi,  Yayasan Rokan Jaya,  Sadputra Persada,  PSMTI,  Marga Du,  Perkumpulan Warga Hube Sumut,  Yayasan Kusuma Wushu Indonesia,  Yayasan Marga Lie Sumut,  Medan Tea Club,  Perkumpulan Yung Chun,  LPKSU,  Marga Zhuang Yen,  FOBI Sumut,  Laut Selatan,  Inhan,  Marga Koh dan Mentari Abadi. (ila)

Pemko Medan Belum Bayar Honor Jasa Pelayanan Masyarakat Sejak Januari 2021

Dodi Robert Simangunsong.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II DPRD Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan untuk segera membayarkan honor jasa pelayan masyarakat seperti honor petugas Maghrib Mengaji, pengurus tempat ibadah gereja, dan bilal mayit yang belum kunjung dibayarkan sejak Januari 2021.

Dodi Robert Simangunsong.istimewa/sumutpos.

Pasalnya, percepatan pencairan dana jasa pelayanan masyarakat bersifat sangat mendesak, apalagi saat ini banyak masyarakat yang sedang dalam kesulitan ekonomi karena terdampak Covid-19 serta aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 12 Juli 2021 dan dilanjutkan dengan PPKM Level IV yang masih akan berlangsung setidaknya hingga 23 Agustus 2021.

“Kita harapkan Pemko Medan melalui Dinas Sosial segera membayarkan bantuan honor pelayan masyarakat. Warga sangat membutuhkannya, apalagi dalam situasi ekonomi sulit pada masa penerapan PPKM Level IV saat ini,” tegas Anggota Komisi II DPRD Medan, Dodi Robert Simangunsong, Minggu (15/8).

Dikatakan Robet, pihaknya kerap mendapatkan keluhan warga yang menjadi petugas pelayan di masyarakat, salah satunya pengurus Gereja. Pasalnya hingga saat ini, para pengurus Gereja di Kota Medan belum kunjung mendapatkan honor jasa yang bersumber dari APBD Pemko Medan. “Dapat kita maklumi (keluhan mereka), karena sejak bulan Januari 2021 hingga saat ini bulan Agustus 2021 belum juga dibayar,” terang Dodi.

Diterangkan Dodi, alasan keterlambatan pembayaran honor itu sejak beberapa bulan yang lalu, yakni karena masalah validasi data yang memang masih dapat dimaklumi oleh pihakmya. Akan tetapi, Dodi berharap agar proses validasi data tersebut bisa diselesaikan secepatnya dan tidak sampai berlarut larut.

“Kita tetap dorong Dinas Sosial Kota Medan untuk melakukan percepatan, demi membantu dan menyahuti keluhan warga. Harapan kita prises validasi itu sudah selesai, jadi proses pencairan bisa secepatnya dilakukan,” terang Robet.

Politisi asal Partai Demokrat itu juga mengingatkan, agar dalam proses pencairan honor tersebut jangan sampai terjadi praktik-praktik pungli. Dodi berharap, Dinsos Medan dapat  mengawasi dengan bai proses pencairan honor kepada setiap penerima.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapan SK Walikota Medan untuk proses pencairan honor jasa pelayan masyarakat tersebut. “Kita harapkan minggu ketiga bulan (Agustus) ini sudah bisa dicairkan,” ujar Endar.

Menurut Endar, pencairan jasa pelayanan masyarakat yang merupakan bantuan hibah dari APBD Pemko Medan itu akan dibayar untuk 6 bulan sekaligus, yakni mulai Januari 2021 hingga Juni 2021.”Nanti honor yang dibayarkan itu langsung untuk enam bulan, dari Januari sampai Juni (2021). Total penerimanya itu ada sekitar 17.500 orang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, adapun warga petugas yang dapat dikategorikan sebagai penerima jasa pelayanan masyarakat, yakni Bilal Mayit, Penggali Kubur, Nazir Masjid, Imam Masjid, Ustad, Ustazah, Khatib Jumat, Guru Magrib Mengaji, Guru Sekolah Minggu, Penatua Gereja, Pengurus Gereja, Pengurus Vihara, Pengurus Klenteng, Pengurus Kuil, Pengurus Gereja Katolik, Guru Sekolah Budha, Guru Sekolah Hindu, Guru Sekolah Kong Hu Chu.

Tercatat, masyarakat yang menerima honor jasa pelayanan tersebut tersebar pada 21 Kecamatan di Kota Medan dengan total 17.501 orang. Untuk itu, Pemko Medan telah mengalokasikan anggaran dari APBD Kota Medan Tahun 2021 di Dinas Sosial sekitar Rp57,2 Miliar. (map/ila)

Keluarkan Bau Busuk Hingga Resahkan Warga, Pemko Medan Segel PT API

pabrik PT API: Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman, saat turun langsung untuk menyegel pabrik PT API karena menimbulkan bau busuk.istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan penyegelan terhadap PT Anugerah Prima Indonesia (API) yang berada di Kawasan Industri Medan (KIM) I, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

pabrik PT API: Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman, saat turun langsung untuk menyegel pabrik PT API karena menimbulkan bau busuk.istimewa/sumut pos.

Dalam proses penyegelan itu, Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, turun langsung untuk menyegel pabrik PT API yang bergerak dalam bidang pengolahan bulu ayam menjadi bahan pakan ternak itu.

Pasalnya, pabrik tersebut selalu mengeluarkan aroma bau busuk yang menyengat setiap kali beroperasi sehingga sangat mengganggu dan meresahkan warga. “Sesuai dengan intruksi Pak Wali Kota, hari ini PT API kita segel. Berdasarkan hasil kajian, pabrik ini sudah menyalahi aturan dan harus ditutup karena warga sudah resah akibat bau menyengat yang ditimbulkan,” ucap Aulia Rachman, Jumat (13/8) sore.

Aulia menegaskan, pihak Pemko Medan melalui dinas terkaitn

juga sudah mencoba memperingatkan PT API agar mau memperhatikan dan mengkaji kembali dampak polusi udara dan bau busuk yang dihasilkan oleh pabrik tersebut setiap kali beroperasi. Namun sayang peringatan tersebut tidak diindahkan, PT API tetap beroperasi dan mengeluarkan bau busuk.

“Sudah berulang kita peringatkan, namun pihak manajemen pabrik tetap saja membandel tak ada respon. Kita tidak melarang orang untuk berusaha, tapi perhatikan lingkungan sekitar. Baunya luar biasa, pakai masker juga tembus ini,” kata Aulia.

Ditegaskan mantan Ketua Komisi II DPRD Medan yang merupakan putra asli Medan Utara itu, bahwa setiap perusahaan atau pabrik di Kota Medan harus memiliki penelitian kajian hasil dan analisis dari konsulta. Dari hasil analisis itu, setiap perusahaan atau pabrik wajib mengelola limbah secara baik sehingga tidak menimbulkan pulusi ataupun pencemaran lingkungan.”Jadi kalau perusahaan mau buka, harus ada penelitian kajian hasil dan analisis dari konsultan. Kalau melanggar aturan, izinnya kita cabut,” tegasnya.

Ketegasan Pemko Medan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Salah satu warga kelurahan Mabar, Rubiah mengaku sangat berterima kasih kepada Pemko Medan yang sudah mau mendengar keluhan masyarakat dan mau turun langsung ke lokasi pabrik PT API serta memberikan tindakan tegas kepada pabrik tersebut dengan melakukan penyegelan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemko Medan, dimana pak Wawa (Wakil Walikota) turun langsung bersama Dinas Lingkungan Hidup untuk menyegel pabrik Ini. Keluhan kami warga di sini akhirnya terjawab. Terus terang kami gak tahan, baunya menyengat kali, sampai sesak dada ini dibuatnya,” katanya.

Tak cuma dari warga, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST juga memberikan apresiasi kepada Pemko Medan yang telah memberikan sanksi tegas berupa penyegelan kepada pabrik yang sudah sangat merugikan masyarakat sekitar karena bau limbah bulu ayam yang luar biasa menyengat.

“Apa yang dilakukan Pemko Medan adalah langkah yang sangat tepat dan tegas, dan itu sudah lama ditunggu masyarakat. Ketegasan itu menunjukkan keseriusan Pemko Media dalam mendengar dan menindaklanjuti keluhan masyarakat. Atas instruksi Pak Wali Kota, maka Pak Aulia Rachman bersama Dinas Lingkungan Hidup langsung ke lokasi dan menyegel pabrik PT API, itu bagus sekali,” kata Sudari kepada Sumut Pos, Minggu (15/8).

Sudari menjelaskan, masyarakat yang keberatan atas beroperasinya PT API bahkan pernah melakukan aksi unjukrasa, baik ke Pemko Medan dan DPRD Medan. Bahkan saat di DPRD Medan, Komisi II pernah mengundang kedua belah pihak, yakni PT API dan masyarakat sekitar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II.

“Saat itu kita minta PT API untuk memperbaiki terlebih dahulu sistem pengolahan limbah mereka agar tidak lagi menimbulkan bau. Sebelum masalah bau itu terselesaikan, maka pabrik itu tidak boleh dulu beroperasi. Tapi rekomendasi dari kita di Komisi II mereka abaikan, mereka tetap membandel. Untuk itu, kita sangat mengapresiasi langkah yang diambil Pemko Medan,” jelasnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Medan ini pun turut memperingatkan PT API agar tidak beroperasi selama pabrik tersebut dalam penyegelan Pemko Medan, serta menjadikan penyegelan ini menjadi perhatian serius bagi PT API agar mau berbeda ke depannya. (map/ila)

Kapolres Asahan Vaksinasi 1.886 Orang Tahap I

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan bersama Forkopimda Asahan meninjau Gebyar Vaksinasi Merdeka Polda Sumut terhadap masyarakat Kabupaten Asahan yang di gelar di 2 lokasi berbeda; Gedung Serbaguna (GOR) Kisaran dan di Lapangan PT SIP Kecamatan Prapat Janji Kabupaten Asahan, Sabtu (14/8/2021).

Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengatakan bahwa serbuan Vaksinasi Merdeka ini diadakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh dan kelompok/herd immunity, menurunkan kesakitan, dan kematian terhadap Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.

“Pelaksanaan vaksinasi hari ini terlaksana berkat bantuan Bapak Kapolda Sumatera Utara dan kerja sama yang baik antara Pemkab Asahan, TNI dan Polres Asahan dalam upaya mencegah penularan Covid-19, membentuk kekebalan tubuh terhadap Covid-19,” tutur AKBP Putu.

Ia juga menjelaskan dalam area ini kita atur kursi agar jarak satu dengan yang lain sesuai dengan protokol kesehatan, dan juga kita siapkan tempat cuci tangan di depan yang mana, pada saat masyarakat masuk dan keluar agar dapat mencuci tangan terlebih dahulu.

“Kita sebagai Polri wajib mensosialisasikan dan mendukung program-program pemerintah dalam upaya mengendalikan Covid-19. Maka hari ini kita meninjau pelaksanaan vaksinasi masal di Gedung Serbaguna Kisaran dan di Lapangan PT SIP Kecamatan Prapat Janji Asahan serta petugas vaksinasi masal yang terdiri dari 6 tim, dengan sasaran antara lain mahasiswa, masyarakat dan lansia. Sedangkan total jumlah masyarakat yang di vaksin pada hari ini sebanyak 1886 dosis,” ujar Kapolres Asahan.

Vaksinasi masal sebelumnya juga pernah dilakukan di lapangan Tembak Mapolres Asahan (10/6) yang pada waktu itu ditinjau langsung Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs RZ Panca Putra secara langsung melihat pelaksanaan vaksinasi massal tahap 1 dan tahap II.

Sejalan dengan penyelenggara, Ketua Satgas Covid-19 Asahan Surya BSc melalui Rahmad Hidayat Siregar kepada awak media mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan agar tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Turut hadir dalam Kegiatan Tersebut yaitu Ketua DPRD Asahan, Dandim O208/Asahan, Danlanal Tanjungbalai, Danyon 126/ Kala Cakti, Kajari Asahan, Panitia Vaksinasi Merdeka serta Para Peserta Vaksin. (dat/azw)

Umar Kukuhkan Paskibra dan Korps Musik Tebingtinggi

SEMATKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika menyematkan pita pada pelantikan Paskibrakan dan Korps Musik Tebingtinggi.istimewa/sumutpos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengukuhkan 43 Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dan 60 Pasukan Korps Musik Kota Tebingtinggi masa bhakti 2021-2022 di Gelanggang Olahraga Asber Nasution Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Sabtu (14/8).

SEMATKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika menyematkan pita pada pelantikan Paskibrakan dan Korps Musik Tebingtinggi.istimewa/sumutpos.

Pada pengukuhan tersebut Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan membacakan langsung naskah pengukuhan yang selanjutnya menyematkan atribut secara simbolis kepada perwakilan Paskibra dan Korps Musik Kota Tebingtinggi.

Umar Zunaidi mengingatkan bahwa pengukuhan ini bukan sekedar acara seremonial tetapi merupakan suatu upaya melahirkan suatu kepercayaan diri untuk meyakinkan diri mampu melaksanakan tugas.

“Ini bukanlah sekedar acara seremonial belaka, tetapi merupakan upaya untuk melahirkan suatu kepercayaan diri untuk meyakinkan diri mampu melaksanakan tugas pada acara yang sangat bersejarah yakni pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang tinggal beberapa hari lagi kita laksanakan,” katanya.

Saat ini kata Umar, Pemerintah Kota Tebingtinggi terus berupaya dalam pembinaan generasi muda dan pelatihan Paskibra dan Korps Musik Kota Tebingtinggi. Nantinya, anggota Paskibra dan Korps Musik adalah putra-putri terbaik Kota Tebingtinggi yang telah dipilih, didik dan dilatih untuk melaksanakan tugas peringatan hari Kemerdekaan RI.

“Saya harapkan Paskibra dan Korps Musik dapat menjadi contoh dan semoga tugas-tugas akan datang dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya Umar.

Hadir dalam pengukuhan Kabag Sumda Polres AKP Dadang Badawi mewakili Kapolres, Danramil 13 Tebingtinggi Kapt Inf Budiono, Dansub Denpom 1/1-1 Tebing Tinggi Kapt CPM Hendra Yuwono Dan Forkompinda Kota Tebingtinggi. (ian/azw)