28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 3236

Vaksinasi di GOR Pemprov Sumut Dinilai Langgar Prokes, Penyelenggara Harus Diproses Hukum

BERDESAKAN: Petugas berupaya mengadang warga yang berdesakan hendak menerobos masuk ke GOR Serbaguna Pancing, Selasa (3/8).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyelenggara vaksinasi massal yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Serbaguna Pemprov Sumut, yang menimbulkan kerumunan hingga kericuhan, harus diproses hukum, karena sudah melanggar protokol kesehatan (prokes).

BERDESAKAN: Petugas berupaya mengadang warga yang berdesakan hendak menerobos masuk ke GOR Serbaguna Pancing, Selasa (3/8).istimewa/sumu tpos.

Hal tersebut disampaikan Praktisi Hukum dan Pengamat Sosial Kota Medan, Eka Putra Zakran, menanggapi kericuhan yang terjadi saat kegiatan vaksinasi massal yang digelar Selasa (3/8) lalu itu.

Menurut Eka, kerumunan yang terjadi di GOR Serbaguna Pemprov Sumut lebih parah dan memalukan, dibanding dengan kerumunan-kerumunan kecil yang ditertibkan aparat dengan dalih kebijakan PPKM Darurat, yang menyasar para pelaku usaha dan menjatuhkan sanksi kepada pemilik usaha tersebut.

“Sejatinya, dalam setiap pelaksanaan vaksinasi massal, wajib diterapkan standar prokes secara ketat. Ini tidak main-main, kondisi kita saat ini berada pada PPKM Level 4, jadi dilarang berkerumun. Orang yang berkumpul-kumpul di warung saja diberi sanksi. Apalagi ini, ribuan orang berkerumun, kenapa dibiarkan?” tegas Eka, Jumat (6/8).

Karena itu, lanjut Eka, para penyelenggara vaksinasi massal tersebut, harus ditindak dan diberi sanksi hukum, karena membuat kekacauan dan kegaduhan. Di samping membuat kerumunan, juga terjadi desak-desakan sampai ada yang pingsan.

“Merujuk pada ketentuan pasal 4 UU No 6 Tahun 2018, tentang Kekarantinaan Kesehatan, jo pasal 14 huruf (a) KUHP, dan UU No 8 Tahun 1981, tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, maka telah terjadi pelanggaran prokes. Karena itu, pihak penyelenggara bisa dikenakan sanksi pidana,” jelasnya.

Dia pun menilai, Gebyar Vaksin Presisi yang digelar Polri ini, justru mempermalukan institusinya sendiri, karena bertolak belakang dengan semangat pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar tidak meluas.

“Kita semua tahu, satu aturan prokes adalah menjaga jarak. Dengan kata lain, orang harus menghindari kerumunan, atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, untuk mencegah penularan Covid-19. Intinya, kalau mau bicara penegakan hukum dan keadilan (law inforcement), aturan yang ada harus ditegakkan. Jangan tebang pilih terhadap siapapun. Sehingga hukum tegak sebagai panglima,” kata Eka.

Semestinya, menurut Eka, dalam peristiwa ini, aparat penegak hukum diharapkan lebih dulu mematuhi hukum dengan memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat, di saat situasi pandemi seperti ini.

“Polisi sebagai aparatur penegak hukum, harus lebih hati-hati dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintah ini. Jangan justru mereka yang menjadi persoalan baru, dengan cara membuat orang melanggar prokes,” ujar Eka lagi.

Eka pun mengatakan, ke depan, diharapkan kegiatan vaksinasi massal harusnya mengutamakan standar prokes yang ekstra ketat. Jangan membuat kerumunan yang justru berakhir ricuh. (man/saz)

Oknum Mayor Diduga Terlibat Penyimpangan Anggaran TNI, Kodam I/BB Janji akan Menindak Tegas

Erickson Silitonga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kodam I/Bukit Barisan (BB) berjanji, akan menindak tegas oknum perwira yang dilaporkan karena diduga melakukan penyimpangan anggaran. Adapun oknum perwira tersebut, berpangkat mayor di jajaran Kodam I/BB.

Erickson Silitonga.

Kepala Penerangan Kodam I/BB, Letkol Donald Erickson Silitonga mengatakan, pihaknya akan mematuhi perintah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa, Dalam waktu dekat, oknum mayor tersebut akan diproses oleh Kodam I/BB.

“Kalu bersalah pasti akan ditindak tegas sesuai ketentuan berlaku. Apalagi sudah ada atensi dari Bapak KSAD,” ungkap Donald, Jumat (6/8).

Lebih lanjut Donald mengatakan, nantinya kasus oknum mayor ini akan ditangani tim penyelidik yang dibentuk Kodam I/BB.

“Jika alat bukti tersebut cukup dan mengarah kepada keterlibatan, pasti segera ditindak tegas,” tuturnya lagi.

Ketika disinggung mengenai mutasi atau rotasi yang diperintahkan KSAD terhadap oknum mayor tersebut, dia menyebutkan, hal itu dilakukan setelah pemeriksaan selesai, berdasar bukti yang ada.

Sebelumnya, Asisten Intelijen KSAD Mayjen TNI Bambang Ismawan, melaporkan adanya temuan fakta penyimpangan anggaran, saat pelaksanaan Pendidikan Kejuruan Bintara Infanteri (Dikjurbaif), dan Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) Gelombang II TA 2020. Dalam laporan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) KSAD itu, ada nama perwira Kodam I/BB yang diduga terlibat melakukan penyimpangan anggaran. Perwira tersebut Mayor CKU GS, yang menjabat PA KU Rindam I/BB.

Dalam laporan Bambang, yang disaksikan langsung KSAD Jendral TNI Andika Perkasa, Mayor CKU GS diduga melakukan penyimpangan anggaran, dengan modus pembuatan Buku KU 11 atau buku gaji. Tiap siswa, yang jumlahnya 467 orang dipotong gajinya sebesar Rp40.000 untuk pembuatan buku tersebut. Adapun pemotongan gaji itu, atas perintah Mayor CKU GS. Bila dikalkulasikan, uang yang didapat dari pemotongan gaji ini, yakni Rp40.000 x 467 siswa, yakni Rp18.680.000. Uang tersebut, dikabarkan belum dikembalikan.

Kemudian, dalam laporan itu juga dijabarkan soal pemotongan gaji siswa Dikjur Taif TA 2020. Pada Mei 2020, jatah uang siswa Rp2 juta per orang dikali 397 siswa, sebesar Rp794.000.000. Total belanja tiap siswa Rp1.063.000, sehingga jumlahnya Rp422.000.000. Adapun uang yang dipertanyakan dan belum dikembalikan Rp372.000.000.

Kemudian pada Juni 2020, jatah uang siswa Rp1.500.000 dikali 397 siswa, berjumlah Rp595.500.000. Uang yang digunakan untuk belanja perlengkapan YWP (Yidha Wastu Pramuka) totalnya Rp382.024.000. Dan uang siswa yang belum dikembalikan Rp213.476.000.

Pada Juli 2020, setelah adanya temuan Tim Wasev KSAD TNI, jatah siswa diberikan sepenuhnya sebesar Rp2 juta per orang. Dari pemotongan di Mei dan Juni 2020, uang yang belum dikembalikan sebesar Rp585.476.000.

Dalam rapat evaluasi itu, KSAD TNI Jendral Andika Perkasa, berang dan meminta uang yang belum dikembalikan segera dipulangkan.

“Pokoknya semua uang wajib dikembalikan. Kalau sudah dikembalikan, kita harus punya bukti,” tutur Andika, sebagaimana ditayangkan chanel YouTube TNI AD, Jumat (6/8).

Andika mengatakan, uang yang diduga disalahgunakan itu, harus dikembalikan dengan cara ditransfer.

“Saya tidak mau cash. Jadi harus dicari nomor rekening, termasuk data di mana prajurit-prajurit ini bertugas,” tegasnya lagi.

Dia mengatakan, adanya penyimpangan anggaran di tiap Rindam dan Dodiklatpur ini, disinyalir diketahui para pimpinan Kodam I/BB.

“Saya anggap tahu, komandannya. Makanya warning ini harus disampaikan,” jelas Andika lagi.

Adapun hukumannya, nanti akan diberikan secara administratif militer.

“Hukumannya ini bukan pidana, tapi disiplin. Hukuman disiplin militer yang minimal adalah teguran. Dan teguran itu ada konsekuensi administrasinya juga. Kalau mereka tidak mau mengembalikan, baru pidana. Supaya mereka tahu. Sebab kalau hanya dikembalikan saja, akan berulang kejadian ini,” pungkas Andikan. (tnc/saz)

Mahasiswa UMN Al Washliyah Apresiasi Gebyar Vaksinasi Presisi

DIVAKSIN: Mahasiswa saat diproses administrasi sebelum divaksin di Kampus Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Jumat (6/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para mahasiswa mengapresiasi Gebyar Vaksinasi Presisi tahap pertama yang digelar di Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Jalan Garu 2, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (6/8).

DIVAKSIN: Mahasiswa saat diproses administrasi sebelum divaksin di Kampus Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah, Jumat (6/8).

Hal itu diungkapkan seorang mahasiswa kampus tersebut, Tiza. Dia mengaku, merasa bersyukur dengan adanya kegiatan vaksinasi oleh Aliansi BEM se-Nusantara, yang bekerja sama dengan Polda Sumut itu.

“Iya (bersyukur). Karena di mana-mana vaksin dosis pertama sudah habis. Kemarin saya pernah nanya di Puskesmas, sudah habis. Yang ada cuma (vaksin) dosis kedua,” ungkap Tiza.

Tiza berharap, vaksinasi ini terus berlanjut, agar semua mahasiswa atau pun masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi.

“Semoga Gebyar Vaksinasi Presisi ini terus berlanjut,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan mahasiswa USU, Citra Sari.

“Iya, senang banget rasanya, karena sudah divaksin,” tuturnya, usai mengikuti Gebyar Vaksinasi Presisi.

Dia mengatakan, sudah mencari vaksin di berbagai tempat, namun banyak yang kosong dan kehabisan.

“Begitu ada teman yang bagikan info link vaksinasi, saya langsung buru-buru daftar. Dan tadi pagi (kemarin, red) saya lihat, nama saya sudah tercantum. Senang banget,” ujarnya.

Seperti diketahui, Aliansi BEM se-Nusantara bekerja sama dengan Polda Sumut, menggelar Gebyar Vaksinasi Presisi untuk pelajar dan mahasiswa di Kampus UMN Al Washliyah. Vaksinasi ini menargetkan 2.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan dan sekitarnya. (mag-1/saz)

Polisi Terus Dalami Kasus Kematian Bripka Joko Albar

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus tewasnya Bripka Joko Albar diduga akibat dihakimi massa, terus didalami pihak kepolisian. Personel Polres Pelabuhan Belawan tersebut, dituding merampas sepeda motor.

Hadi Wahyudi.

Kabid humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Polresta Deliserdang dibantu Polda Sumut, masih melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan alat bukti. Sejauh ini, pihak keluarga korban belum membuat laporan pengaduan.

“Pihak keluarga korban belum membuat laporan ke Polresta Deliserdang. Namun, penyidik terus mendalami kasus personel polisi yang meninggal dunia setelah dihajar warga tersebut,” ungkap Hadi saat berada di Kampus UMN Alwashliyah Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (6/8).

Lebih lanjut Hadi menyebutkan, meninggalnya korban setelah menjalani perawatan serius selama 2 pekan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

“Sejak kejadian itu, kondisi Bripka Joko tidak sadarkan diri, hingga akhirnya meninggal dunia,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, kasus dugaan perampasan sepeda motor yang dilakukan oknum personel tersebut, sebetulnya sudah berdamai.

“Antara korban dan keluarga oknum telah sepakat membuat pernyataan perdamaian antara kedua belah pihak,” beber Hadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bripka Joko Albar babak belur dihajar massa di Dusun Lestari, Desa Pasar 5, Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, 22 Juli. Personel Polri tersebut dipukuli, karena dituding merampas motor Honda Vario BK 4342 MBD, yang dikendarai Winda Lestari (17), warga Jalan Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan. Setelah sempat menjalani perawatan intensif, Bripka Joko Albar akhirnya meninggal dunia pada Kamis (5/8) dini hari. (ris/saz)

Komitmen Cari Solusi Untuk Semua Isu Terkait Perusahaan, Toba Pulp Lestari Terbuka untuk Semua Pihak

MEDAN, SUMUTPOS.CO- PT Toba Pulp Lestari Tbk selaku perusahaan yang sahamnya terdaftar di Bursa Efek Indonesia sangat terbuka untuk menyelesaikan setiap persoalan yang muncul terkait perusahaan.

Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk, Jandres Silalahi mengatakan TPL menjalankan kegiatan operasional secara legal berdasarkan izin yang diperoleh dari pemerintah, yang meliputi izin operasional, izin investasi, dan izin kehutanan.

Bahkan TPL konsisten untuk selalu memperhatikan aspek lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat setempat, yang menjadi lokasi operasional perusahaan.

Serapan Tenaga Kerja

Dijelaskan Jandres Silalahi, hingga saat ini Toba Pulp Lestari telah menyerap tenaga kerja sebanyak total 8.956 orang.

Jumlah itu terdiri dari karyawan langsung sebanyak 1.230 orang tenaga kerja (77,8% merupakan Suku Batak).Adapun karyawan tidak langsung mencapai 7.726 orang. Mereka merupakan bagian dari 267 badan usaha lokal yang bermitra dengan TPL.

Komitmen terhadap lingkungan

Perusahaan memiliki perhatian yang besar terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu yang dilakukan adalah dengan melakukan audit menyeluruh terhadap dampak lingkungan atas operasional perusahaan.

Dalam kaitannya dengan tudingan pencemaran Danau Toba, TPL memastikan bahwa lokasi perusahaan berada di bawah elevasi Danau Toba. Sehingga tidak mungkin limbah perusahaan mengalir ke Danau Toba dan menyebabkan kerusakan lingkungan perairan danau.

“TPL selalu memastikan limbah produksi, baik cair maupun gas, ditangani secara ketat sehingga tidak berdampak pada lingkungan,” tegas Jandres Silalahi.

Toba Pulp Lestari juga mengambil pendekatan holistik untuk konservasi hutan alam dengan melakukan penilaian Stok Karbon Tinggi (HCS) dan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) pada setiap daerah baru yang ditargetkan untuk pengembangan.

Perusahaan tidak akan melakukan pengembangan terhadap daerah yang masuk kategori HCS dan HCV yang dalam hal ini adalah kawasan hutan lindung.

Komitmen TPL Terhadap Aspek Sosial-Ekonomi Masyarakat

TPL selalu bekerjasama dengan pemangku kepentingan setempat baik dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan wanita maupun aparat Pemerintah terkait, Toba Pulp Lestari telah berhasil menyelesaikan sejumlah isu sosial yang terkait dengan lahan dengan berpedoman pada Ketentuan Perundangan yang berlaku.

TPL mendorong penyelesaian klaim lahan melalui program Perhutanan Sosial melalui mekanisme kerja sama kemitraan.

TPL juga berhasil melakukan penyelesaian masalah melalui program kerjasama kemitraan terhadap 10 klaim lahan yang telah didaftarkan di KLHK, Toba Pulp Lestari bersama-sama dengan tokoh Pemerintah dan masyarakat setempat telah berhasil menyelesaikan 9 (sembilan) dari klaim tersebut melalui program kemitraan baik berupa Tanaman Kehidupan maupun Tumpang Sari (intercrop).

“Pendekatan kemitraan ini merupakan solusi terbaik karena terbukti memberi manfaat yang berkelanjutan dan pasti, khususnya buat masyarakat, pemerintah setempat maupun Negara,” jelasnya.

Selain itu, TPL juga konsisten mengalokasikan dana untuk Community Development (CD)/Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar 1% dari pendapatan bersih.

Di mana dana tersebut dialokasikan untuk pendampingan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar perusahaan. Dana CD/CSR digunakan untuk pendidikan dan budaya, investasi sosial, dan kemitraan.

Dalam rangka kemitraan, upaya yang dilakukan perusahaan adalah melakukan kerja sama kemitraan bisnis dengan masyarakat lokal dan memberikan pelatihan ketrampilan kepada masyarakat dan juga memberikan modal usaha.

Penghargaan dari Pemerintah

Atas pencapaian tersebut, perusahaan berhasil meraih tiga Indonesia CSR Award (ICA) tahun 2020 yang diselenggarakan Corporate Forum For Community Development (CFCD) bekerja sama dengan BSN dan Kemenko PMK.

Tiga penghargaan tersebut adalah Platinum Award di bidang Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat program Penciptaan Lapangan Kerja dan Peningkatan Keterampilan, serta 2 lagi di bidang Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat program Kesehatan.

“Semua penghargaan tersebut hasil kerja keras seluruh pihak, karyawan, dan masyarakat sekitar,” tutup Jandres Silalahi. (ram)

Gubsu Dukung Pembibitan Pisang PT HSB

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta Pemkab Asahan untuk mendukung dan mensuport PT Hijau Surya Biotechindo (PT HSB), yang merupakan salah satu perusahaan pengembangbiakan bibit pisang barangan dan kepok di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi saat melihat secara langsung proses pembibitan benih pisang dan pengembangbiakan bibit pisang di Laboratorium dan Nursery Hijau Surya PT Hijau Surya Biotechindo, di Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Jumat (6/8).

Dikesempatan ini, Bupati Asahan H. Surya, BSc melaporkan bahwa Kabupaten Asahan sedang melaksanakan PPKM level 3 dengan update data sejak 1 Maret sampai dengan 5 Agustus 2021 sebaran covid-19 di Kabupaten Asahan, suspek 0 orang, terkonfirmasi 1.900 orang, dirawat 206 orang, sembuh 1.538 orang dan meninggal 156 orang.

“Dan untuk data vaksin Covid-19 Kabupaten Asahan telah menerima dosis tahap I sebanyak 43.912 orang atau sebanyak 39,5 persen,”papar Surya.

Disebutkan Bupati Asahan, untuk vaksinasi tahap dua telah menerima sebanyak 26.960 orang atau sekitar 24,2 persen, dengan total sasaran berjumlah 111.030 diberikan kepada tenaga kesehatan sebanyak 2.155 orang, lansia 64.773 orang, guru 13.760 orang, TNI 738 orang, Polri 712 orang dan masyarakat lainnya 28.892 orang

Selain dari total sasaran target nasional tambahan vaksin diberikan kepada masyarakat umum usia 18 sampai 49 tahun, dan masyarakat rentan usia 50 sampai 59 tahun untuk dosis I sebanyak 4.651 orang dan dosis II sebanyak 1.013 orang.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, lanjut Surya, Pemkab Asahan terus mengajak masyarakat agar selalu mematuhi Prokes. Dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan dan desa.

Sementara Direktur PT Hijau Surya Biotechindo Budi Chandra meminta dukungan dan arahan dari Pemerintah dalam pengembangbiakan bibit pisang ke depannya agar lebih baik lagi.

“Kami PT Hijau Surya Biotechindo juga memiliki niat untuk mengembangkan pembibitan ini di Sumatera Utara khususnya Kabupaten Asahan,”tukasnya, tutup beliau.

Pada kesempatan itu, Gubsu Edy Rahmayadi juga mengatakan bahwa Kabupaten Asahan merupakan salah satu kabupaten unggulan, dan dapat menjanjikan Kesejahteraan rakyat.

Keberhasilan Pemkab Asahan terletak kepada Kepala Desa/Lurah. Maka dari itu, diharapkan kepada Kepala Desa/Lurah dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya.

Beliau menambahkan, dalam membangun desa, Kepala Desa diharapkan menggunakan dana desa dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat desa dapat hidup dengan makmur.

Di sini saya juga meminta kepada Kepala Desa dapat menggali potensi yang ada di desanya, sehingga dapat bermanfaat bagi Pemerintah dan masyarakat di desa tersebut. Dan kami selaku Pemerintah Provsu akan mendukung serta mengembangkan potensi desa.

Selain itu beliau juga meminta kepada Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Asahan dapat mendidik generasi penerus dengan baik, karena Sumatera Utara membutuhkan generasi yang dapat membangun Sumatera Utara lebih baik lagi.

“Jadikan generasi penerus di Sumut khususnya di kabupaten Asahan memiliki kreativitas dan kualitas yang dapat membawa bangga nama Sumatera Utara khususnya Kabupaten Asahan ke depannya. Kita tidak boleh menyerah dalam memajukan generasi bangsa terutama generasi Sumatera Utara,” harap beliau kepada Kepala Sekolah.

Mengakhiri bimbingan dan arahannya, Gubsu mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi Prokes Covid- 19, sehingga penyebaran di Sumatera Utara khususnya di kabupaten Asahan dapat dicegah.

Dikesempatan ini juga Gubsu menyerahkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) kepada SMA/SMK didampingi oleh Bupati Asahan, Wakil bupati Asahan dan Forkopimda Kabupaten Asahan. (mag-9/han)

Kajari Tebingtinggi Silaturahim dengan Walikota

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kejari Tebingtinggi Sundoro Aji dan Ketua DPRD, Basyaruddin Nasution.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi, Sundoro Adi didampingi Kasi Pidsus Khairur Rahman Nasution dan Kasi Intel Ranu Wijaya, bersilaturahim kepada Wali Kota Umar Zunadi Hasibuan.

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kejari Tebingtinggi Sundoro Aji dan Ketua DPRD, Basyaruddin Nasution.SOPIAN/SUMUT POS.

Sundoro Adi dan rombongan disambut Wali Kota Tebintinggi di rumah dinas, Jalan Sutomo, Kamis (5/8). Dalam sambutannya, Umar Zunaidi mengatakan bahwa sebelumnya telah terjadi kerja sama seperti Bakor Pakem (Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan), peningkatan PAD dan masalah penyuluhan-penyuluhan sosialisasi narkotika serta tim upaya pencegahan Covid-19 dan Satgas Covid-19 Kota Tebingtinggi.

Umar Zunaidi berharap kerja sama dapat terus berlanjut, untuk kemajuan dan perkembangan Kota Tebingtinggi yang lebih baik.

Sementara itu, Kajari Tebingtinggi Sundoro Adi mengucapkan terimakasih dan akan belajar karakter, sifat dan kebiasaan masyarakat Kota Tebingtinggi. “Terimakasih saya sudah diterima baik disini, saya juga minta maaf beberapa waktu lalu tak bisa hadir dalam kegiatan pisah sambut. Sekarang saya di Kota Tebingtinggi, saya juga nanti belajar karakter, sifat dan kebiasaan masyarakat di Kota Tebingtinggi,”imbuhnya.(ian/han)

Kunker di Kota Tanjung Balai, Gubsu Singgung Serapan Anggaran Masih 24,97 Persen

KUNKER: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberikan kata sambutan dalam kunjungan kerja di Aula Kantor Wali kota Tanjungbalai, Jalan Jenderal Sudirman KM 5,5, Tanjung Balai, Kamis (5/8). DISKOMINFO SUMUT .

TANJUNG BALAI, SUMUTPOS.CO – Serapan anggaran pemerintah daerah (Pemda) menjadi atensi serius Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Menurutnya serapan anggaran saat ini sangat penting, karena minimnya investasi dan masih lemahnya pergerakan ekonomi akibat diterpa pandemi Covid-19.

KUNKER: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi memberikan kata sambutan dalam kunjungan kerja di Aula Kantor Wali kota Tanjungbalai, Jalan Jenderal Sudirman KM 5,5, Tanjung Balai, Kamis (5/8). DISKOMINFO SUMUT .

Sampai pada kuartal I 2021, serapan anggaran Kota Tanjung balai baru mencapai 24,97%, sedangkan di periode sama tahun lalu mencapai 32,97%. Gubernur Edy meminta agar Pemko Tanjungbalai mempercepat proses tender dan menjalankan program-programnya, terutama program pemulihan ekonomi.

“Ini sudah Bulan Agustus, tahun anggaran ini tinggal empat bulan lagi dan serapan anggaran masih 24,97%. Proyek fisik apakah selesai dalam waktu empat bulan? Perputaran uang itu sekarang bergantung APBD karena dari luar minim investasi dan perekonomian kita sedang sulit,” katanya saat memberi sambutan dalam kunjungan kerja di Aula Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Jalan Jenderal Sudirman Tanjung Balai, Kamis (5/8).

Edy juga minta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Tanjungbalai untuk bekerja lebih keras lagi.

Juga meminta camat dan lurah yang hadir meningkatkan kepedulian kepada masyarakat saat ini, karena tidak sedikit dari mereka yang kesulitan di masa pandemi Covid-19.

“Ayo bekerja lebih keras dari biasanya. Tingkatkan kepedulian kita, saat seperti ini masyarakat kita banyak yang sangat kesulitan. Coba berpikir apa yang bisa dilakukan untuk masyarakat kita,” ajak Edy yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis.

Plt Wali Kota Tanjungbalai, Waris Thalib mengatakan, pihaknya akan berupaya mengoptimalkan serapan anggaran daerah yang dipimpinnya.

“Memang tidak semudah tahun sebelumnya, karena saat pandemi seperti sekarang banyak program dan kegiatan yang tidak bisa dilakukan. Tetapi, kami akan mengejar serapan anggaran ini, mendorong OPD-OPD kita bekerja lebih keras lagi terutama proyek fisik,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Bambang Pardede mengatakan, proyek perbaikan jalan di Tanjungbalai akan dimulai tahun depan. Perbaikan jalan diharapkan mampu memberikan kenyamanan pada masyarakat, yang selama ini cukup banyak mengeluhkan masalah jalan.

“Kita sudah tender tahun ini, tahun depan perbaikan jalan akan mulai kita lakukan. Jadi, masyarakat Tanjungbalai mohon bersabar dan mendukung proyek perbaikan jalan tahun depan,” katanya usai acara. (prn/han)

1.000 Pelajar dan Mahasiswa Tebingtinggi Divaksin

Ilustrasi: Vaksin Covid-19.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.000 orang pelajar dan mahasiswa se-Kota Tebingtinggi mendapat vaksin tahap satu. Vaksinasi massal ini atas kerja sama Kodim 0204 Deliserdang melalui Koramil 13 dan Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, Jumat (6/8).

Ilustrasi: Vaksin Covid-19.

Dandim 0204 DS Letkol Kav Jackie Yudhantara melalui Komandan Koramil 13 Tebingtinggi, Kapten Inf Budiono, menyatakan serbuan vaksin 1.000 orang dikhususkan kepada pelajar dan mahasiswa berusia 18 ke atas.

“Hari ini kita laksanakan bersama TNI dan Dinkes dalam serbuan pemberian vaksin. Ada di sembilan puskesmas yang ada, serta di aula Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi,”jelas Kapten Budiono.

Kapten Budiono mengharapkan pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti program vaksin, untuk membentengi diri dari wabah pandemi Covid-19.

“Tetap memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menghindari mobilitas warg,”pesan Kapten Budiono.

Sedangkan Jubir Satgas Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Henny Sri Hartati menyatakan, pelaksanaan serbuan vaksin dilaksanakan kerja sama dengan pihak Kodim 0204 Deliserdang dengan Dinas Kesehatan.

“Mahasiswa dan pelajar sangat antusias mengikuti kegiatan vaksin dosis pertama,” jelas dr Henny. (ian/han)

Covid di Karo Tembus 1.567 Kasus

KARO, SUMUTPOS.CO – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karo kian tak terbendung. Hingga Kamis (5/8) sore, sudah 1.567 warga yang terkonfirmasi terpapar.

Ada penambahan terkonfirmasi positif 24 kasus, sembuh bertambah 6 orang, meninggal 1 orang dan kasus aktif atau isolasi ada penambahan 17 orang.

Update terbaru Data Dinas Kesehatan Kabupaten Karo yang diperoleh, angka lonjakan kasus Covid-19 Kabupaten Karo terus melonjak tajam dari hari ke hari.

Detail Update Kasus Covid-19 Kabupaten Karo selama 24 hari ini sebagai berikut, Rabu 4 Agustus 2021, positif 1.567, sembuh 1.067, meninggal 147, isolasi 353

Selasa 3 Agustus 2021, positif 1.543, sembuh 1.061, meninggal 146, isolasi 336. Senin 2 Agustus 2021, positif 1.524, sembuh 1035, meninggal 145, isolasi 344, Minggu 1 Agustus 2021, positif 1.522, sembuh 1.030, meninggal 144, isolasi 348

Sabtu 31 Juli 2021, positif 1.498, sembuh 1.029, meninggal 143, isolasi 326, Jumat 30 Juli 2021, positif 1.485, sembuh 1022, meninggal 142, isolasi 321. Kamis 29 Juli 2021, positif 1.469, sembuh 1.013, meninggal 140, isolasi, 316, Rabu 28 Juli 2021, positif 1.434, sembuh 993, meninggal 137, isolasi 304.

Selanjutnya pada Selasa 27 Juli 2021, positif 1.381, sembuh 987, meninggal 135, isolasi 259. Senin 26 Juli 2021, positif 1.365, sembuh 985, meninggal 134, isolasi 24. Minggu 25 Juli 2021, positif 1.358, sembuh 974, meninggal 132, isolasi 252, Sabtu 24 Juli 2021, positif 1.333, sembuh 971, meninggal 129, isolasi 233.

Jumat 23 Juli 2021, positif 1.299, sembuh 963, meninggal 127, isolasi 209, Kamis 22 Juli 2021, positif 1.276, sembuh 958, meninggal 124, isolasi 194, Rabu 21 Juli 2021, positif 1.253, sembuh 954, meninggal 123, isolasi 176. Selasa 20 Juli 2021,positif 1.245, sembuh 954, meninggal 121, isolasi 170, Senin 19 Juli 2021, positif 1.212, sembuh 948, meninggal 121, isolasi 143. Minggu 18 Juli 2021, positif 1.206, sembuh 940, meninggal 116, isolasi 150. Sabtu 17 Juli 2021, positif 1.192, sembuh 929, meninggal 116, isolasi 147, Jumat 16 Juli 2021, positif 1161, sembuh 918, Meninggal 113, isolasi 130.

Kamis 15 Juli 2021, lositif 1.129, sembuh 913, meninggal 112, isolasi 104, Rabu 14 Juli 2021, positif 1.099, sembuh 900, meninggal 110, isolasi 89. Selasa 13 Juli 2021, positif 1.075, sembuh 900, meninggal 109, osolasi 66, Senin 12 Juli 2021, positif 1.063, sembuh 886, meninggal 107, isolasi 70.

Sementara itu, 5 kelurahan dan 3 Desa masuk Zona Merah

Dengan tingginya penyebaran pandemic corona, Kabupaten Karo masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Kelurahan yang masuk zona merah yaitu, Kelurahan Gung Leto, Gung Negeri, Kampung Dalam, Padang Mas, Lau Cimba, di Kota Kabanjahe.

Sedangkan tiga desa zona merah, yakni, Desa Ketaren Kecamatan Kabanjahe, Desa Sukajulu Kecamatan Barusjahe, Desa Tigapanah Kecamatan Tigapanah. Sebelumnya Pemkab Karo dan Satgas telah mengeluarkan Instruksi Bupati Karo Nomor: 360/1556/Bpbd/2021 Tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Karo.

Diharapkan mampu meningkatkan pengendalian penanganan Covid-19 di Kabupaten Karo maupun meningkatkan kedisiplinan dalam penerapan pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (deo/han)