25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 3238

Fraksi Demokrat Desak Bupati Dairi Selesaikan Pembagian Jasa Pelayanan Nakes RSU Sidikalang

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didesak supaya segera mencarikan solusi untuk penyelesaian pembagian jasa pelayanan para tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di rumah sakit umum (RSU) Sidikalang.

Desakan disampaikan fraksi Demokrat Kabupaten Dairi yakni Ketua fraksi, Mardaulat Girsang didampingi Rukiatno Nainggolan, Bona Tindaon, Cipta Karo-Karo serta Wanseptember Situmorang kepada wartawan di Kantor DPC Demokrat di jalan Sudirman Sidikalang, Kamis (5/7).

Bona Tindaon, Rukiatno Nainggolan dan lainya menegaskan, jasa pelayanan itu hak Nakes. Harusnya, Bupati Eddy segera menyikapi dan turun tangan, apabila manajemen RSUD Sidikalang tidak mampu segera membagikan jasa pelayanan.

“Tidak ada alasan jasa pelayanan tidak dibagikan kepada Nakes. Apabila regulasi yang baru tidak ada, regulasi yang lama digunakan. Pembagian jasa pelayanan itu, sudah pasti ditunggu para Nakes. Jasa pelayanan mulai dari akhir tahun 2020 hingga Juni 2021 belum dibayarkan,” ujar Bona.

Bona menyebut, jasa Nakes yang belum dibagikan itu adalah jasa jaminan persalinan (Jampersal), jasa umum serta jasa klaim badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS). Bahkan ada kabar, format pembagian jasa pelayanan yang digunakan tidak adil. Justru manajemen lebih besar menerima jasa pelayanan dari pada Nakes.

“Bagaimana Nakes bekerja maksimal, bila hak mereka ditahan manajemen,” ungkapnya.

Ditegaskannya, bupati sebagai pejabat pembina kepegawaian (PPK) harus mengambil sikap. Ada sekitar 427 Nakes bertugas di RSUD Sidikalang yang harus diayomi dengan membuat regulasi sebagai payung hukum. Apalagi, persoalan di RSUD Sidikalang sudah komplit. Bahkan ada kabar kurang harmonisnya antara manajemen dengan fungsional.

“Kita jadi tanda tanya dengan managemen RSU Sidikalang, apakah uang puluhan miliar jasa pelayana Nakes itu ada di kas BLU RSU Sidikalang atau bagaimana?,” tambah Bona.

Supaya permasalahan segera selesai, fraksi Demokrat mendesak Bupati Eddy KA Berutu meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) wilayah Sumatera Utara melakukan audit keuangan RSU Sidikalang.

Sebelumnya, Bupati Eddy KA Berutu mengatakan, sudah menginstruksikan Inspektorat turun memastikan jasa pelayanan tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang segera dibayarkan.

Eddy juga mengaku, sudah mengimbau Nakes di RSUD Sidikalang harus menghilangkan perbedaan- perbedaan terkait besaran penerimaan. Karena rumah sakit adalah milik bersama. Hal itu dilakukan demi perbaikan rumah sakit.

“Saya minta manajemen untuk bekerja efektif,” ungkap Eddy. (rud/ram)

Perumda Air Minum Lae Nciho Dairi Bakal Dapat Bantuan Pembangunan WTP Senilai Rp57M

TERANGKAN: Direktur Utama Perumda Air Minum Lae Nciho Dairi, Wahlin Munthe menerangkan rencana pembangunan WTP untuk peningkatan kualitas air minum.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda), Lae Nciho Kabupaten Dairi, bakal dapat bantuan untuk pembangunan water treatmen plan (WTP) atau instalasi pengolahan air senilai Rp57 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Wilayah Provinsi Sumatera Utara untuk tahun anggaran 2022 mendatang.

TERANGKAN: Direktur Utama Perumda Air Minum Lae Nciho Dairi, Wahlin Munthe menerangkan rencana pembangunan WTP untuk peningkatan kualitas air minum.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Direktur Utama Perumda Air Minum Lae Nciho, Wahlin Munthe mengatakan, bantuan tersebut nantinya untuk pembangunan kualitas pengolahan air minum pada sumber air yang berlokasi di Lae Mbulan serta Lae Nuaha.

“Instalasi yang ada sekarang sudah harus diganti karena sudah termakan usia yakni dibangun pada tahun 1985. Dan reservoar/instalasi pengolahan yang ada sekarang sudah pasang debit 70 liter/detik, padahal kemampuan hanya 30 liter/detik,” ujarnya.

Untuk instalasi pengolahan air yang baru nanti, diproyeksi dapat menghasilkan debit air 100 liter/detik. Dan kedua sumber air dimaksud untuk kebutuhan sambungan rumah (SR) atau pelanggan di Kecamatan Sidikalang, Berampu, Siempat Nempu Hulu dan Siempat Nempu serta Sitinjo.

“Untuk pengusulan bantuan tersebut ada persyaratan yang harus disiapkan pemerintah daerah Dairi antaralain desain enginering detail (DED), rencana untuk sistem penyediaan air minum (Rispam), peraturan daerah (Perda) penyertaan modal, surat ijin pengambilan air, dokumen UKL-UPL, tersedia pengelola kegiatan dan setelah selesai bersedia menerima asset,” ucap Wahlin.

Dan sebagai persyaratan utama yaitu Perda penyertaan modal. Saat ini, melalui Pemkab Dairi sudah mengajukan rancangan peraturan daerah (Ranperda) penyertaan modal kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda).

“Kita mengharapkan dewan bisa segera mengesahkan Perda tersebut sehingga usulan bisa segera diajukan ke Kementetian PUPR. Karena, dana itu sangat kita butuhkan untuk memperbaiki kualitas serta debit air minum kita. Jika hanya mengandalkan APBD Dairi, peningkatan kualitas sulit kita lakukan,” ujarnya.

Penyertaan modal yang diajukan sebesar Rp2 miliar itu, sebagai dana sharing atau pendamping bantuan tersebut karena merupakan persyaratan utama. Wahlin menambahkan, debit air saat ini berkurang disebabkan penyusutan air pada sumber dan pertambahan pelanggan.

Hingga saat ini kata Wahlin, jumlah sambungan pelanggan Perumda Air Minum Lae Nciho lebih kurang 20 ribu SR yang terdapat di 13 kecamatan yaitu Sidikalang, Sitinjo, Berampu, Parbuluan, Siempat Nempu Hulu, Lae Parira, Tigalingga, Gunung Sitember, Tanah Pinem, Sumbul, Pegagan Hilir tinggal kecamatan Silahisabungan dan Siempat Nempu Hillir belum tersambung. (rud/ram)

FIFGROUP FEST ke-11 Tahun Ini, Tebar Promo dan Hadiah untuk Warga Sumut

FIFGROUP FEST kini hadir di Sumatera Utara, ini menjadi ke sebelas kalinya pengadaan FIFGROUP FEST di tahun 2021. CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, mengatakan FIFGROUP FEST sebagai alternatif solusi pembiayaan pada saat pembukaan FIFGROUP FEST pada Senin (06/08/2021).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengawali bulan Agustus, kegiatan pameran virtual bulanan yang diadakan oleh PT Federal International Finance (FIFGROUP), yaitu FIFGROUP Festival (FIFGROUP FEST), kembali hadir khusus untuk warga Sumatera Utara. Selain bertabur promo menarik, melalui kegiatan tebar promo ini, warga Sumatera Utara juga disuguhkan dengan hadiah-hadiah spesial yang sangat menguntungkan.

Tidak hanya promo dan hadiah menarik, FIFGROUP FEST juga menawarkan berbagai kemudahan layanan transaksi mulai dari pembiayaan sepeda motor, produk kebutuhan rumah tangga, multiguna, hingga produk pembiayaan syariah.

Hanya dengan mengakses pameran virtual FIFGROUP FEST melalui link bit.ly/FFSUMUT13 warga Sumatera Utara dapat melakukan transaksi dengan kenyamanan dan keamanan yang diberikan. Hal tersebut tentunya menjadi prioritas FIFGROUP dalam menyediakan layanannya untuk warga Sumatera Utara.

Chief Excutive Officer (CEO) FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, mengatakan : “Seluruh perusahaan termasuk FIFGROUP mengedepankan pelayanan secara digital saat ini. Tujuannya sudah pasti untuk meningkatkan akses pelanggan terhadap produk-produk yang kami tawarkan. Harapannya dengan adanya pelayanan digital seperti FIFGROUP FEST ini, daya beli masyarakat meningkat, sehingga mendukung kebangkitan perekonomian di Indonesia selama pandemi ini.”

Marketing New Motorcycle (NMC) Director FIFGROUP, Antony Sastro Jopoetro, mengatakan FIFGROUP FEST akan hadir di berbagai kota dengan beragam promo menarik yang ditawarkan dan tentunya akan ada promo-promo spesial yang akan hadir di setiap wilayah yang dikunjungi.

Marketing New Motorcycle (NMC) Director FIFGROUP, Antony Sastro Jopoetro, menambahkan tren penurunan kasus Covid-19 harus dioptimalkan untuk mendukung bangkitnya perekonomian di Indonesia, perseroan akan terus berusaha menyediakan fasilitas, promo, hingga hadiah yang menarik untuk menarik minat masyarakat, sehingga meningkatkan konsumsi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Seluruh brand service FIFGROUP, yaitu FIFASTRA, SPEKTRA, DANASTRA, AMITRA, AstraPay, Maucash, MOXA, hingga mitra bisnis FIFGROUP hadir meramaikan pameran virtual ini.

Brand pembiayaan sepeda motor FIFGROUP, FIFASTRA, menawarkan promo bombastis, yakni potongan angsuran hingga 8 kali pembayaran khusus untuk tipe AT High merk VT 150,  ADV, dan PCX. Selain itu, FIFASTRA juga menghadirkan potongan angsuran sampai dengan 3 kali untuk tipe lainnya selain tipe AT High. Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi seluruh warga Sumatera Utara yang ingin mewujudkan impiannya untuk memiliki sepeda motor Honda baru.

Melalui SPEKTRA, brand pembiayaan produk kebutuhan rumah tangga, warga Sumatera Utara dapat membeli produk elektronik, gagdet terbaru dengan fitur 5 Generation (5G), hingga perabotan rumah tangga hanya dengan pembayaran di awal sebesar Rp 99 ribu.

Seluruh brand service FIFGROUP menghadirkan berbagai macam promo dan hadiah spesial khusus untuk warga Sumatera Utara mulai dari pembiayaan sepeda motor Honda (FIFASTRA), pembiayaan produk rumah tanggan dan alat elektronik (SPEKTRA), pembiayaan multiguna (DANASTRA), dan pembiayaan syariah (AMITRA).

DANASTRA yang merupakan pembiayaan multiguna menawarkan warga Sumatera Utara berupa promo cashback sebesar Rp 300 ribu untuk pinjaman di atas Rp 7,5 juta khusus untuk 55 pelanggan terpilih. DANASTRA juga menawarkan asuransi jiwa selama 1 tahun hingga hadiah langsung berupa disc break lock.

Brand pembiayaan syariah FIFGROUP, AMITRA, menawarkan promo berupa potongan angsuran hingga Rp 6 juta untuk pembiayaan emas logam mulia. Momen ini tentunya sangat baik bagi warga Sumatera Utara yang ingin membeli emas untuk melakukan investasi melalui pembiayaan. AMITRA juga menawarkan pembiayaan haji atau umrah hanya dengan bayar biaya admin sebesar Rp 750 ribu.

Kepala Wilayah FIFGROUP Sumatera Utara, Elfri Vincent Laksana Siringoringo, menyampaikan promo spesial dan hadiah-hadiah menarik ini hanya bisa didapatkan di FIFGROUP FEST yang kini hadir untuk warga Sumatera Utara

“Berbagai macam produk bisa kita dapatkan di FIFGROUP FEST, bukan hanya produk tapi juga pemenuhan kebutuhan kita yang memerlukan modal untuk membuka bisnis juga bisa di FIFGROUP. Kita hanya tinggal bersantai sambil mengakses FIFGROUP FEST melalui laptop atau gadget yang kita miliki,” tambah Kepala Cabang FIFGROUP Medan, Robinhot Sipangkar. (rel)

Penyaluran Bansos PPKM Darurat Ditarget Selesai Pekan Ini, Bobby: Dilanjut dengan Pembagian Bantuan Donasi

PANTAU: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat memantau ketersediaan bantuan sosial.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan memastikan akan menyelesaikan pendistribusian 123 ribu lebih paket bantuan sosial (bansos) PPKM Darurat Kota Medan dalam pekan ini. Bantuan tersebut terdiri dari 51.801 paket tahap awal, dan 72 ribu lebih paket tambaham. Sehingga keseluruhannya berjumlah lebih dari 123 ribu paket.

PANTAU: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat memantau ketersediaan bantuan sosial.

“Targetnya, Minggu (8/8) nanti, sudah selesai disalurkan semuanya, yang paket 123 ribu lebih itu,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis, Kamis (5/8).

Dari total 123 ribu lebih paket Bansos PPKM Darurat Pemko Medan, lanjut Endar, pihaknya mengaku telah merampungkan pendistribusian 84.177 paket, atau sekitar 68 persen lebih. Namun dia meyakini, jumlah itu mencapai lebih dari 70 persen, hingga Rabu (4/8) lalu.

“Per Rabu (4/8) lalu, total yang sudah didistribusikan sebanyak 84.177 paket. Itu sudah termasuk 51.801 paket tahap awal, per hari ini (kemarin, red). Tapi saya belum dapat datanya, karena sedang disalurkan. Tapi yang pasti per hari ini (kemarin), pendistribusian akan melampaui 70 persen,” imbuh Endar.

Terpisah, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan, setelah menyelesaikan pendistribusian 123 ribu lebih paket bansos, baik fase pertama maupun fase kedua dengan anggaran Rp33 miliar, Pemko Medan segera menyalurkan bantuan sosial yang diterima Pemko Medan dari para donatur.

“Saat ini Pemko Medan banyak sekali menerima donasi dari pelaku usaha, BUMN, dan lainnya. Jadi, kalau penyaluran distribusi bansos fase kedua sudah selesai, berikutnya bansos dari donasi akan disalurkan,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, saat ini Pemko Medan sedang mengatur teknis agar paket bansos yang disalurkan dari donasi dapat sesuai atau sama dengan paket bansos yang disalurkan dari APBD Kota Medan, yakni setiap paketnya terdiri dari 20 kilogram beras, 2 kilogram gula, dan 1 liter minyak goreng.

“Karena jumlah kilogramnya (bantuan) berbeda. Misalnya beras, yang dibagikan itu kan 20 kilogram per paket, sedangkan beras yang diterima dari donasi ada yang 10 kilogram, 15 kilogram, dan lainnya, jadi kalau tidak disamakan 20 kilogram, masyarakat akan protes, karena jumlah bantuannya tidak merata,” kata Bobby.

Lebih lanjut Bobby mengatakan, saat ini 123 ribu paket bansos dari Pemko Medan sedang dimaksimalkan penyalurannya. Paket bantuan tersebut disiapkan oleh Bulog, sedangkan Bulog memiliki keterbatasan dalam menyediakan paket bansos tersebut.

“Ada jumlah tonase yang bisa dikeluarkan Bulog per hari,” pungkasnya. (map/saz)

Pemko Diminta Tak Perpanjang PPKM Level 4, 5.000 Lebih Sopir Angkot Makin Sengsara

PENYEKATAN: Personel Polantas berjaga di lokasi penyekatan di persimpangan Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso dalam rangka PPKM Level 4 di Kota Medan.Triadi Wibowo/Sumut Pos .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 9 Agustus 2021 mendatang. Hal ini pun dirasa semakin memberatkan kehidupan sejumlah masyarakat. Keluhan itu datang dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan. Mereka mengaku, kondisi ekonomi 5.000 lebih sopir angkutan kota (angkot) akan semakin sulit.

PENYEKATAN: Personel Polantas berjaga di lokasi penyekatan di persimpangan Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso dalam rangka PPKM Level 4 di Kota Medan.Triadi Wibowo/Sumut Pos .

“Semakin diperpanjang (PPKM Level 4), makin panjang pula kesengsaraan kami. Intinya begitu. Di Medan saja sopir angkot (yang tergabung Organda) ada 5 ribu orang lebih. Mereka ini sebenarnya sudah tak mampu lagi dengan kondisi seperti saat ini,” ungkap Ketua Organda Kota Medan Mont Gomery Munthe, Kamis (5/8).

Lebih lanjut Gomery mengatakan, pemerintah memang menetapkan kebijakan PPKM Level 4 untuk niat yang baik, yakni memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tapi, ada dampak ataupun persoalan sosial yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut, sehingga pemerintah memiliki kewajiban dalam memberikan solusi dari setiap kebijakan yang diambil.

“Yang ada saat ini, mereka membuat kebijakan tapi tidak memberi solusi. PPKM ini sangat mematikan ekonomi para sopir, pemerintah tahu betul itu, tapi mereka pura-pura tidak tahu, sehingga tidak mersa berkewajiban dalam memberi solusi untuk para sopir,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan, jauh sebelum PPKM Level 4 diberlakukan, ekonomi para sopir angkot sudah terpuruk. Pasalnya sejak pandemi masuk ke Kota Medan, pemerintah menetapkan para siswa untuk belajar secara daring dari rumah. Alhasil para siswa tidak berangkat ke sekolah, sehingga tidak membutuhkan alat transportasi dalam kesehariannya. Sopir angkot pun kehilangan omzet yang sangat besar karena hal itu.

“Sekarang ditambah lagi dengan PPKM Level 4. Mall-mall, cafe, restoran, semua tidak bisa beroperasi, sedangkan para pekerja di tempat-tempat itu adalah para penumpang kami. Jadi pertanyaannya, siapa lagi penumpang kami sekarang? Anehnya, sampai saat ini tidak ada perhatian dari pemerintah untuk kami,” keluh Gomery.

Gomery menjelaskan, sejak PPKM Darurat pada 12 Juli lalu berlaku, dan diperpanjang dengan PPKM Level 4 yang akan terus berlaku sampai 9 Agustus, kondisi sopir angkot dan keluargnya cukup memprihatinkan. Jangankan untuk mencari uang setoran, untuk biaya hidup sehari-hari saja, saat ini para sopir angkot sudah tidak mampu.

“Di sisi lain, saat kondisi ekonomi kami semakin terpuruk, bus BTS (Buy The Service) justru tetap beroperasi secara gratis. Lagi-lagi kami pertanyakan, di mana keadilan untuk kami?” ujarnya lagi.

Untuk itu, sambungnya, Organda Kota Medan pun meminta beberapa hal kepada pemerintah dalam kondisi PPKM Level 4 saat ini. Pertama, mereka meminta agar pemerintah segera memberikan bantuan sosial kepada para sopir. Sebab, saat ini para sopir sudah tidak mampu lagi dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Kedua, Organda Kota Medan meminta kepada Pemko Medan segera menetapkan tarif untuk Bus Trans Metro Deli atau BTS di Kota Medan. Pasalnya, beroperasinya bus BTS secara gratis, sangat mempengaruhi penurunan jumlah penumpang angkot secara signifikan.

“Dan kami juga sangat berharap agar PPKM Level 4 ini tak lagi diperpanjang setelah 9 Agustus. Dengan demikian mall-mall, cafe, restoran, dapat kembali dibuka, sehingga para penumpang kami bisa kembali bekerja dan menggunakan jasa angkot sebagai transportasinya,” harap Gomery.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan H Rajuddin Sagala, mengaku sangat setuju, bahkan mendukung keinginan Organda Kota Medan agar PPKM Level 4 tak lagi diperpanjang setelah 9 Agustus mendatang. Pasalnya, saat ini Rajuddin menilai, sudah terlalu banyak warga Kota Medan yang terpuruk ekonominya, bahkan tak lagi mampu untuk sekadar memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

“Kami akui, sopir angkot menjadi satu di antara pihak yang sangat terdampak akibat pandemi ini. Mereka memang tak dilarang beroperasi, tapi para penumpang mereka yang tak lagi menggunakan jasa mereka. Kenapa? Karena pelajar tak lagi ke sekolah, dan mayoritas para pekerja sudah tidak lagi berangkat ke tempat kerjanya,” tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah harus mengevaluasi kembali kebijakan PPKM Level 4 ke depannya. Pasalnya, aturan-aturan di dalamnya sangat berdampak pada terpuruknya ekonomi masyarakat.

“Kami berharap PPKM Level 4 tidak lagi diperpanjang setelah ini. Harapan kami, mall-mall, restoran, cafe, dapat dibuka kembali secara bertahap. Dengan demikian, geliat ekonomi kembali ada, dan sopir angkot, satu pihak yang akan terbantu karenanya,” pungkas Rajuddin. (map/saz)

PT Musim Mas Berikan Bantuan, Medan Zoo Dapat Dana Hibah Rp300 Juta

TERIMA: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat menghampiri seekor gajah yang merupakan hewan koleksi Medan Zoo, Kamis (5/8). Medan Zoo mendapatkan dana hibah dari PT Musim Mas sebesar Rp300 juta.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Medan Zoo mendapat dana hibah dari PT Musim Mas sebesar Rp300 juta. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh General Manager PT Musim Mas, Gunawan Siregar, kepada Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, di lokasi Taman Hewan Jalan Bunga Rampe 4, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Ujung Labuhan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (5/8).

TERIMA: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat menghampiri seekor gajah yang merupakan hewan koleksi Medan Zoo, Kamis (5/8). Medan Zoo mendapatkan dana hibah dari PT Musim Mas sebesar Rp300 juta.istimewa/sumutpos.

Pada kesempatan itu, Bobby mengucapkan terima kasih, dan mengapresiasi tindakan yang dilakukan PT Musim Mas.

“Terima kasih kami ucapkan dari Pemko Medan, dan kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PT Musim Mas,” ungkap Bobby.

Bobby menyampaikan, Dana CSR yang diterima dari PT Musim Mas ini, akan digunakan untuk biaya pakan hewan-hewan.

“Dana itu untuk operasional yang tentunya membiayai pakan binatang yang ada di kebun binatang ini. Karena itu, kami mengapresiasi PT Musim Mas yang memberi bantuan pakan pada hewan-hewan yang ada di kebun binatang ini,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, taman hewan Kota Medan ini, merupakan satu tempat pariwisata yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Maka dari itu, sangat dibutuhkan uluran tangan dari banyak pihak, untuk membeli pakan hewan di Medan Zoo.

“Sama-sama diketahui, pandemi Covid-19 ini membawa efek samping bukan hanya di kesehatan, tapi juga dengan perekonomian masyarakat dan sektor pariwisata,” pungkas Bobby. (tnc/saz)

Inilah 11 Istilah dalam Wakaf Uang

Ilustrasi.

SUMUTPOS.CO – Berdasarkan Peraturan Menteri Agama nomor 4 tahun 2009 tentang administrasi pendaftaran wakaf uang, Anda dapat menemukan sejumlah istilah dalam transaksi wakaf uang yang digunakan. Di mana istilah-istilah tersebut digunakan untuk memudahkan calon wakif berikut pengelola wakaf dalam menyebutkan suatu hal/kegiatan.

Istilah-Istilah yang Ada Dalam Wakaf Uang

Berikut merupakan beberapa istilah yang akan sering Anda temui saat memutuskan untuk terlibat dalam praktik wakaf sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri Agama nomor 4 tahun 2009.

1. Wakaf Uang

Wakaf uang diartikan sebagai perbuatan hukum oleh wakif yang ditujukan untuk memisahkan dan/ atau menyerahkan sebagian harta miliknya untuk kemudian dimanfaatkan selamanya atau setidaknya dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya agar berbagai kebutuhan peribadatan berikut kesejahteraan umat sesuai hukum syariat.

2. Wakif

Wakif merupakan pihak yang berperan mewakafkan aset miliknya.

3. Ikrar Wakaf

Adalah pernyataan kesediaan oleh wakif yang diucapkan secara lisan, bisa juga dalam bentuk tulisan, kepada Nazhir guna mewakafkan harta miliknya.

4. Nazhir

Dari  Peraturan Menteri Agama nomor 4 tahun 2009 tentang administrasi pendaftaran wakaf uang, Nazhir adalah pihak yang bertugas menerima uang wakaf yang diserahkan oleh wakif untuk kemudian dikelola, juga dikembangkan, sesuai dengan kesepakatan keduanya.

5. AIW

Akta Ikrar Wakaf atau yang juga dikenal sebagai AIW adalah bukti pernyataan kehendak wakif dalam mewakafkan harta miliknya untuk selanjutnya dikelola pihak Nazhir sesuai peruntukan wakaf yang dituliskan dalam bentuk formulir akta.

6. PPAIW

Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf atau yang juga biasa diakronimkan dengan PPAIW adalah pejabat yang berwenang membuat AIW.

7. LKS-PWU

Diartikan pula sebagai Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang, LKS-PWU adalah badan hukum asal Indonesia yang bergerak di bidang keuangan syariah sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Agama.

8. SWU

Merupakan Sertifikat Wakaf Uang yang membuktikan adanya penyerahan wakaf oleh wakif kepada LKS-PWU. Biasanya, SWU diterbitkan langsung oleh pihak LKS-PWU dan akan diberikan kepada wakif serta Nazhir.

9. BWI

Badan Wakaf Indonesia adalah badan independen yang bertugas untuk mengembangkan praktik perwakafan di Indonesia.

10. Direktur Jenderal

Direktur Jenderal adalah pihak yang berwenang dalam pemberdayaan wakaf.

11. Menteri Agama

Menteri adalah pihak yang bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahaan, terutama di bidang keagamaan.

Ketentuan Ikrar Wakaf

Adapun beberapa ketentuan dalam pelaksanaan ikrar wakaf adalah:

  1. Ikrar dilakukan oleh wakif kepada Nazhir secara langsung dan disaksikan oleh pejabat LKS-PWU, bisa juga Notaris yang ditunjuk sebagai perwakilan PPAIW, dan 2 orang saksi atau lebih.
  2. Ikrar bisa dilakukan setelah Wakif menyerahkan wakafnya melalui LKS-PWU.
  3. Notaris atau pejabat LKS-PWU akan menerbitkan Akta Ikrar Wakaf yang memuat setidaknya data identitas wakif, data identitas nazhir, data identitas saksi, asal usul uang yang akan diwakafkan, jumlah nominal wakaf, serta peruntukan dan jangka waktu wakaf.
  4. Spesifikasi formulir Akta Ikrar Wakaf ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal.
  5. LKS-PWU harus menerbitkan SWI setelah pihak Nazhir menyerahkan Akta Ikrar Wakaf.
  6. SWU akan diserahkan kepada Wakif, sementara Nazhir hanya akan menerima tembusannya.

Pada dasarnya, peraturan MA nomor 4 ini diterbitkan dengan menimbang bahwa dalam pelaksanaan PP No 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU No 41 Tahun 2004 tentang wakaf, masih membutuhkan penetapan peraturan MA tentang Administrasi Pendaftaran Wakaf Uang.

Bisa disimpulkan, sekilas literasi zakat wakaf tentang  Peraturan Menteri Agama nomor 4 tahun 2009 tentang administrasi pendaftaran wakaf uang. Dengan meningkatkan literasi zakat wakaf, diharapkan Anda bisa lebih mudah memahami prosedur pelaksanaan wakaf. (rel)

PLN Tambah Pasokan PLTBg Pasir Mandoge Berkapasitas 2×1 MW

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) berpacu mendorong pengembangan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di Tanah Air.

Wujud komitmen PLN terealisasi melalui penambahan pasokan energi bersih di Sumatera Utara lewat hadirnya pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) Pasir Mandoge berkapasitas 2×1 megawatt (MW).

Menandai masuknya ke dalam sistem, penandatanganan berita acara Commercial Operation Date (COD) PLTBg Pasir Mandoge 2×1 MW pun dilakukan antara PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara dengan PT Karya Mandoge Energi pada Selasa, (3/8).

Penandatanganan ini merupakan tindaklanjut penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) yang dilakukan di Kantor PLN UIW Sumatera Utara pada April 2021 lalu.

PLTBg Pasir Mandoge memanfaatkan limbah cair (POME) dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV. PLN membeli listrik dari PT Karya Mandoge Energi dengan harga Rp 1.018 per kilowatthour (kWh).

Pembangkit ini dibangun dengan investasi Rp 42 miliar dan diperkirakan dapat memproduksi listrik 15 GWh per tahun.

“Kehadiran pembangkit ramah lingkungan ini bakal semakin memperkuat sistem kelistrikan Sumatera Utara,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, Pandapotan Manurung.

Pandapotan berharap, pengoperasian PLTBg Pasir Mandoge dapat mengurangi dampak lingkungan akibat emisi gas rumah kaca, meningkatkan rasio elektrifikasi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat yang ada di sekitar daerah tersebut.

“PLN terus mengembangkan energi bersih dan ramah lingkungan sesuai semangat dasar transformasi Green,” tuturnya.

Yudhistira Wiryawan, Direktur PT Karya Mandoge Energi turut mengapresiasi kerja sama ini. Ia menyebutkan, PLTBg Pasir Mandoge telah masuk dalam sistem kelistrikan melalui jaringan distribusi 20 kV yang dioperasikan oleh PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar sejak akhir bulan lalu.

“PLTBg Pasir Mandoge telah memperkuat sistem kelistrikan Sumatera Utara sejak 23 Juli lalu,” ujar Yudhistira. (ila)

Bantu Pengobatan Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu, DPRD Binjai Usulkan Anggaran Rp2 Miliar

Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna membantu masyarakat kurang mampu di tengah masa pandemi Covid-19, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Binjai mengusulkan kepada pemerintah kota untuk memberikan pengobatan gratis.

Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra .

Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra menjelaskan, pihaknya mengusulkan Rp2 miliar untuk fokus dalam pengobatan gratis kepada masyarakat.

“Dalam rapat dengan forkopimda dan Wali Kota Binjai, kami meminta dianggarkan Rp2 miliar untuk warga yang tak mampu. Tujuannya, agar dapat berobat gratis,” ujar dia, Kamis (5/8).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Binjai ini bilang, anggaran tersebut diperuntukkan untuk warga yang tidak mampu agar dapat pelayanan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai. “Karena ini di masa pandemi, warga yang tidak mampu dapat pelayanan gratis,” seru pria yang akrab disapa Haji Kires ini.

Karenanya, dia berharap, Pemko Binjai dapat menampung aspirasi atau usulan DPRD. Tujuannya agar masyarakat dapat pelayanan terbaik.

Menurut dia, Pemko Binjai belum dapat berbuat banyak lantaran pandemi. Sebab, hal tersebut berdampak ke seluruh sektor perekonomian.

Namun demikian, Pemko Binjai tetap memberi bantuan pada tahap demi tahap. “Dengan adanya usulan anggaran ini, semoga dapat memberi manfaat bagi warga yang tidak mampu dan terdampak wabah ini,” tukasnya. (ted/han)

Warga Medan Tewas di Tempat Hiburan Malam

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Seorang pengunjung wanita tewas mendadak saat menikmati dentuman musik di salah satu tempat hiburan malam, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Kamis (5/8) dinihari. Beredar kabar, korban diduga tewas karena kelebihan mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Informasi dirangkum, korban berinisial SMD (47) warga Medan Timur. Menurut Kasubbag Humas Polres Binjai, pihaknya masih menyelidiki dugaan korban tewas karena over dosis obat terlarang.

“Sejauh ini, kasus kematian korban masih dalam penyelidikan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Binjai,” ungkap dia ketika dikonfirmasi tadi malam.

Korban datang bersama temannya berinisial R (42) warga Percut Seituan, Deliserdang, Rabu (4/8) malam. Keduanya menikmati dentuman musik sembari makan dan minum yang telah dibeli.

Namun tiba-tiba, seseorang yang tidak dikenal muncul. OTK tersebut menawari obat berbentuk pil yang diduga ekstasi.

Sekira pukul 03.30 WIB, tiba-tiba korban jatuh pingsan. Spontan saja R berteriak meminta pertolongan kepada pelayan kafe. Mereka pun bergegas memberikan korban minuman susu kaleng, meskipun saat itu kondisi korban sudah tidak sadarkan diri.

Oleh lima pria yang diduga para pekerja kafe, R dan korban kemudian dibawa ke RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai, guna menjalani perawatan medis. “Sesaat setelah dilakukan pemeriksaan, korban meninggal dunia,” tukasnya. (ted/han)