PENETAPAN: KPU Labuhanbatu menetapkan kemenangan Pasangan Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar (ERA) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu terpilih.fajar/sumut pos.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu menetapkan kemenangan Pasangan Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar (ERA) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu terpilih, di Rantauprapat Minggu (1/8/).
PENETAPAN: KPU Labuhanbatu menetapkan kemenangan Pasangan Erik Adtrada Ritonga-Ellya Rosa Siregar (ERA) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu terpilih.fajar/sumut pos.
Penetapan itu dilakukan melalui rapat Pleno KPU Labuhanbatu, bahagian dari tahapan pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor: 141/PHP.BUP-XIX/2021 sengketa Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020.
Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi mengatakan Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020 merupakan catatan tersendiri. Melihat, Kabupaten Labuhanbatu menjadi Pilkada yang paling rumit dari 23 Kabupaten Kota se-Indonesia.
“Ini merupakan catatan tersendiri bagi KPU di Pilkada Labuhanbatu, Kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas Dukungan dan Kritik terhadap kinerja KPU,” katanya.
KPU juga mengucapkan terima kasih kepada pelbagai pihak yang turut menyukseskan pelaksanaan Pilkada. Terkhusus kepada Kapolres Labuhanbatu, Dandim 0209/LB atas kondusifitas pelaksanaan Pilkada Labuhanbatu.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Kapolres, Dandim 0209/LB atas kondusifitas pelaksanaan Pilkada sampai selesainya PSU Jilid I dan II,” ucapnya.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu memutuskan dan menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 02 Erik Adtrada Ritonga – Ellya Rosa Siregar sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu dengan perolehan suara sebanyak 88.381 atau 37,24 Persen dari total suara sah, sejak tanggal ditetapkan pada 1 Agustus 2021.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Labuhanbatu atas dukungan menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkada.
“Alhamdulillah, semua pelaksanaan Pilkada Labuhanbatu berjalan kondusif, kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang turut mendukung kinerja TNI-Polri,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Pilkada Labuhanbatu Tahun 2020 Erik Adtrada Ritonga dan Ellya Rosa Siregar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergandeng tangan membolo (memperbaiki, red) Labuhanbatu dan menghilangkan segala gesekan yang pernah terjadi.
“Sebagai orang Labuhanbatu, dengan adanya pilkada tentu ada gesekan yang terjadi, saat ini Pilkada Labuhanbatu telah usai dan kami berharap tidak ada lagi gesekan. Sebab, ini saatnya kita bergandeng tangan bersama membolo Labuhanbatu,” ajaknya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, Dandim 0209/LB Letkol Inf Asrul Kurniawan yang mewakili, Sekdakab Labuhanbatu Muhammad Yusuf Siagian, Ketua DPRD Labuhanbatu, Ketua KPU Provinsi Sumut yang mewakili, Ketua KPU Labuhanbatu, Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Partai Pendukung, Partai Pengusung, tamu undangan dan insan pers. (fdh/azw)
DIAMANKAN: Salamat Sianipar diamankan petugas Covid-19 , beberapa waktu lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salamat Sianipar, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Toba yang viral di media sosial karena disebut dianiaya, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan. Salamat sempat menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tersebut.
DIAMANKAN: Salamat Sianipar diamankan petugas Covid-19 , beberapa waktu lalu.
Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak membenarkan pasien itu telah meninggal dunia. Selanjutnya, dilakukan pemulasaraan jenazah sesuai protokol kesehatan untuk dibawa ke rumah duka. “Pasien meninggal semalam (Minggu, 1/8) pukul 16.30 WIB,” ujar Rosa, Senin (2/8).
Rosa menyebutkan, pasien mulai dirawat sejak Kamis (29/7). Pasien dirujuk dari RS Porsea. “Gejala yang dialami seperti pasien Covid-19 pada umumnya,” sebut dia.
Dikatakan Rosa, pasien memiliki komorbid. Namun, tidak bisa disampaikan penyakit penyerta pasien karena alasan medis. “Diagnosa sekundernya ada, tapi kami enggak bisa infokan diagnosa,” tandas Rosa.
Diketahui, video Selamat Sianipar viral di media sosial dan menjadi perhatian banyak orang. Dalam video tersebut, terlihat banyak massa memegang kayu dan tali. Ada dugaan warga melakukan penganiayaan pasien Covid-19 tersebut. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba dan pihak kepolisian membantah dugaan penganiayaan yang dilakukan warga.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengaku sudah mendengar kabar kalau Selamat Sianipar telah meninggal dunia.
“Kita turut berduka atas meninggalnya Pak Selamat. Kita sudah menerima laporannya,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan, Senin (2/8) sore.
Kata dia, meski korban sudah meninggal dunia, namun pihak kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan kasus penganiayaan yang dialaminya. “Masih didalami semuanya, hasil pendalaman Polres Toba itu bagaimana, masih kita tunggu,” kata Hadi.
Dia menyebut, pihak RSUP H Adam Malik Medan telah menyatakan Selamat Sianipar meninggal dunia karena menderita positif Covid-19. “Dokter sudah menyatakan meninggal karena Covid-19 (berat) dan sudah ada bukti tertulisnya,” sebutnya.
Menurut dia, pihak rumah sakit sudah bekerja maksimal untuk merawat Selamat sejak masuk ke rumah sakit pemerintah tersebut. “Yang jelas, dokter sudah menangani semaksimal mungkin dari mulai dirujuk dari Toba ke RS Adam Malik,” pungkasnya. (ris/azw)
CETAK GOL:
Striker Timnas Brazil U23, Richarlison diharapkan kembali mencetak gol saat menghadapi Meksiko di Semifinal Olimpiade Tokyo.
TOKYO, SUMUTPOS.CO – Tampil sebagai juara bertahan, Timnas Brazil U23 butuh satu langkah lagi untuk tembus final dan Meksiko U23 menjadi tantangan berikutnya. Perjalanan Selecao di Olimpiade Tokyo ini terbilang cukup mulus.
CETAK GOL:
Striker Timnas Brazil U23, Richarlison diharapkan kembali mencetak gol saat menghadapi Meksiko di Semifinal Olimpiade Tokyo.
Sejak fase grup, tim yang ditukangi Andre Jardine itu belum tersentuh kekalahan Di Grup D, Dani Alves dan kolega tampil dominan dengan keluar sebagai juara. Mereka mengungguli Pantai Gading (runner-up), Jerman, serta Saudi Arabia. Brazil mengemas 7 poin, hasil 2 kali menang dan 1 kali imbang. Mencetak 7 gol dan kebobolan 3 kali.
Lolos dengan status juara grup, Brazil meladeni wakil Afrika untuk fase perempatfinal. Mesir, yang finis sebagai runner-up Grup C, dikalahkan dengan skor tipis 0-1. Satu-satunya gol dihasilkan oleh Matheus Cunha.
Peraih medali emas di Rio de Janeiro 2016 itu kini tinggal membutuhkan satu langkah lagi untuk tembus final. Jika lolos, Brazil berpeluang besar kembali mengulangi capaian 5 tahun silam.
Salah satu pemain Brazil, Antony, mengaku sangat puas dengan kemenangan atas Mesir di laga sebelumnya. Ia berharap dapat kembali melanjutkan kinerja apik bersama Selecao dalam partai selanjutnya. “Saya sangat senang dengan penampilan tersebut, karena bisa membantu mereka. Namun, yang paling membuat bahagia ialah bisa lolos fase selanjutnya,” ungkap winger bernomor punggung 11 itu, dikutip dari situs web CBF.
Sementara Meksiko sebagai calon lawan merupakan runner-up di Grup A. Tim yang ditukangi Jaime Lozano ini berada di bawah Jepang selaku juara grup. Dari 3 penampilan, El Tricolor mengemas 2 kemenangan dengan sekali kalah.
Satu-satunya hasil negatif dialami kala bersua tuan rumah Jepang dengan kekalahan 1-2. Pada fase perempatfinal lalu, Guillermo Ochoa dan kolega juga kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggasak Korea Selatan 6-3.
Striker Meksiko U23, Henry Martin, cukup yakin timnya bisa melangkah hingga final. Meladeni tim sekelas Brazil merupakan tantangan tersendiri untuk bisa keluar sebagai juara. “Ini adalah peluang yang cukup menarik. Brazil merupakan salah satu tim favorit yang bisa mencapai final, dan sangat menyenangkan bisa melawan mereka sebelum fase itu,” kata Henry Martin, dikutip dari laman resmi FIFA. “Jika Anda ingin menjadi juara, Anda harus menghadapi yang terbaik dan Brazil salah satu yang terbaik,” lanjutnya.
Pemenang semifinal Meksiko vs Brazil akan berhadapan dengan tuan rumah Jepang atau Spanyol di babak final. Duel perebutan medali emas itu akan digelar di International Stadium Yokohama pada 7 Agustus mendatang. Sehari sebelumnya, partai perebutan medali perunggu antara dua tim yang kalah di semifinal akan dimainkan di Saitama. (trt/bbs)
PENYEKATAN: Personel Polantas berjaga di lokasi penyekatan di persimpangan Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso dalam rangka PPKM Level 4 di Kota Medan.Triadi Wibowo/Sumut Pos .
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Pulau Jawa dan Bali. Perpanjangan PPKM Level 4 tersebut lantaran masih mewabahnya dan ditambah Covid-19 varian Delta di Tanah Air.
PENYEKATAN: Personel Polantas berjaga di lokasi penyekatan di persimpangan Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso dalam rangka PPKM Level 4 di Kota Medan.Triadi Wibowo/Sumut Pos .
“Pemerintah melanjutkan PPKM Level 4 dari tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivias dan mobilitas masyarakat sesuai dengan kondisi masing-masing daerah,” kata Jokowi dalam jumpa pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/7).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelasakan alasan pemerintah memutuskan perpanjangan pembatasan aktivitas masyarakat tersebut, lantaran PPKM Level 4 yang telah diberlakukan pemerintah sejak 26 Juli sampai 2 Agustus 2021 telah membawa perbaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya. Ia meyanikini PPKM dapat mengurangi angka penularan termasuk faktor-faktor lainnya. “Baik konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan dan presentase BOR,” katanya.
Karena dengan efek yang positif tersebut akhirnya pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM Level 4 di Pulau Jawa dan Bali tersebut. Harapannya angka penularan Covid-19 di tanah air bisa ditekan. “Oleh karena itu dengan mempertimbangkan beberapa indikator kasus pada minggu ini pemerintah memutuskan untuk melanjutkan PPKM Level 4 dari tanggal 3-9 agustus 2021,” katanya.
“Kemudian di beberapa kabupaten kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivias dan mobilitas masyarakat sesuai dengan kondisi masing-masing daerah,” tambahnya.
Jokowi menuturkan, walau sudah ada perbaikan angka penularan di tanah air, namun perkembangan kasus Covid-19 masih sangat dinamis dan fluktuatif. Sehingga dia meminta semua pihak untuk tetap mewaspadai virus korona yang telah mewabah ini. “Sekali lagi kita harus terus waspada dalam melakukan berbagai upaya dalam mengendalikan kasus Covid-19 ini,” ungkapnya.
Pria asal Surakarta, Jawa Tengah tersebut berujar, adanya pembatasan mobilitas dengan memperpanjang PPKM Level 4 tersebut sejalan dengan langkah pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak. “Pemerintah tetap mendorong penyaluran bantuan sosial bansos untuk masyarakat, PKH, bantuan sosial tunai dan BLT desa, bantuan untuk usaha mikro kecil, PKL dan warung, bantuan subsidi upah sudah mulai berjalan dan program Banpres produktif usaha mikro sudah mulai diluncurkan pada 30 juli yang lalu,” ungkapnya.
Medan Masih Fluktuatif
Sementara, hasil dari PPKM level 4, kasus penyebaran Covid-19 di Kota Medan Masih naik turun atau fluktuatif. Sehingga masih perlu ada penguatan-penguatan yang lebih spesifik terhadap lingkungan, masyarakat dan suatu tindakan yang lebih tegas.
“Perkuat prokes, di samping kita gencar melakukan berbagai kegiatan termasuklah vaksinasi,” kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan, Madohar Tambunan kepada wartawan, Senin (2/8).
Menurutnya, saat ini prokes harus terus diperkuat dan gencar melakukan kegiatan vaksinasi. Selain itu, kata dia, pihaknya kini fokus terhadap ketertiban orang isolasi mandiri (isoman) di rumah. Karena selama ini yang isoman di rumah banyak yang tidak patuh. Banyak ditemukan masih keluar rumah meski masih dalam isoman.
Mardohar yang juga Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Medan menyebutkan, kecamatan paling tinggi selama PPKM masih dipegang oleh kecamatan Medan Johor, Medan Sunggal, dan Medan Helvetia.
“Kasus tertinggi masih di lima kecamatan, tapi saya ingat tiga kecamatan itu saja. Kasusnya juga fluktuasi naik turun. Kita masih mengkaji ini agar jangan menjadi episentris. Artinya, ada penguatan atau inovasi yang lain yang lebih spesifik untuk menangani ini dan itu perlu kita kembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, sesuai kebijakan beberapa waktu lalu pelaksanaan PPKM level 4 di Kota Medan berakhir tanggal 2 Agustus kemarin. Namun, penyekatan di sejumlah jalan di Medan juga aturan makan di tempat 20 menit dan juga aturan-aturan lainnya masih tetap berjalan.
Menurut Mardohar Tambunan, pihaknya sampai kemarin masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat maupun provinsi. Jadi, sebelum ada petunjuk, penyekatan akan terus berjalan. “Penyekatan masih berlanjut. Selagi belum ada petunjuk akan tetap disekat terus tapi agak longgar. Hasilnya kita lihat bersama bahwa peningkatan masih ada artinya apakah diperpanjang atau ada aturan model lain atau apa yang harus kita terapkan lagi, kita masih belum ada petunjuk, kita ikuti saja jika sudah ada petunjuk,” tutupnya. (jpc/bbs)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) mengklaim, stok obat-obatan untuk pasien Covid-19 di Sumut masih mencukupi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, bagi daerah di kabupaten/kota yang ketersediaan stok obat-obatannya mulai minim, diharapkan agar segera melaporkan ke Dinas Kesehatan Sumut.
“Obat-obatan Covid-19 di gudang kita masih tersedia. Kalau memang ada yang kurang obat-obat Covid-19 di kabupaten/kota, itu tinggal ajukan permintaan ke Dinkes Sumut dan kemudian kita suplai,” ujar Aris, Senin (2/8).
Menurut Aris, untuk obat-obatan Covid-19, dinas kesehatan di kabupaten/kota secara rutin melaporkan kondisinya ke Pemprov Sumut. Dengan begitu, diketahui ketersediaan stok obat-obatan di setiap daerah. “Kalau kurang, koordinasi karena kebutuhan obat mereka yang tahu. Tapi yang jelas, sampai sekarang masih cukup. Kalau masih kurang, kita minta ke pemerintah pusat,” katanya.
Sementara itu, terkait vaksinasi, Aris menyatakan telah kembali berjalan normal. Sebab, telah mendapatkan pasokan dari Jakarta. “Saat ini mulai didistribuskan ke kabupaten/kota di Sumut,” tukasnya.
Diketahui, lonjakan kasus Covid-19 sejak sebulan terakhir turut berimbas kepada peningkatan kebutuhan obat. Hal ini diakui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. “Obat yang banyak ditanyakan adalah tidak cukup atau tidak ada, kosong,” ujar Budi secara virtual, Senin (2/8). Budi mengaku sudah berbicara dengan GP Farmasi. Berdasarkan laporan, kapasitas produksi di pabrik-pabrik sudah dinaikkan hingga empat kali lipat. Namun, tetap tidak mampu mengejar lonjakan permintaan.
Kata dia, kecepatan produksi obat dengan permintaan obat tersebut tidak sesuai. Apalagi jika dilakukan impor bahan baku obat, produksi, distribusi ke apotek dan tahapan lainnya dibutuhkan waktu cukup lama, yaitu 4-6 minggu.
Budi menyebutkan, pada pekan pertama Agustus 2021 sudah mulai banyak obat-obatan terapi Covid-19 yang masuk dan tersedia. Untuk itu, dia meminta lima organisasi kedokteran supaya mengkaji tata laksana Covid-19 yang sesuai dengan varian delta. “Intervensi medisnya harus cepat dan komposisi obat yang digunakan berubah,” sebutnya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kenaikan kebutuhan obat terapi Covid-19 terus mengalami kenaikan. Pertengahan hingga akhir Juni, permintaan obat Covid-19 mencapai 2-4 kali. Angkanya terus naik hingga pada 7 Juli sampai sekitar 15 Juli naik 8-12 kali. Adapun hingga akhir Juli sedikit menurun sebanyak 8 kali.
Untuk obat jenis Remdesivir terpantau mengalami kekurangan stok. Kebutuhan obat ini mencapai 2,06 juta sementara stok yang tersedia ada 504 ribu. Kemenkes memperkirakan selama bulan Agustus bakal ada stok sebanyak 1,6 juta. Sayangnya, meski diperkirakan ada penambahan stok, tetap saja obat jenis Remdesivir ini masih mengalami kekurangan mencapai 384 ribu.
Sementara itu, Kemenkes juga telah memperbarui pedoman tatalaksana pasien Covid-19 berdasarkan sejumlah rekomendasi organisasi profesi. Jika sebelumnya terdapat azitromisin dan oseltamivir dalam paket obat Covid-19 gejala ringan, kini keduanya dihapus, dan diganti Favipiravir.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, perubahan pedoman obat dilakukan usai kasus Covid-19 varian Delta terus mendominasi. Pedoman yang kemudian dikeluarkan sembari meningkatkan percepatan perawatan pasien Corona di sejumlah RS demi menekan angka kematian Covid-19.
“Kita sudah minta tolong lima organisasi profesi kedokteran untuk mengkaji protokol tatalaksana Covid-19. Mereka mengajukan tatalaksana yang baru, yang memang lebih sesuai dengan mutasi Delta,” ungkap Budi. “Di mana intervensinya di rumah sakit-rumah sakit akan lebih cepat, dan komposisi obat-obatan yang dibutuhkan juga agak diubah sedikit,” beber Menkes Budi.
Bagaimana dengan paket obat gratis yang dibagikan khusus isoman Covid-19? Apakah akan ikut berubah? “Kita sudah melakukan adjustment perbaikan dari jadwal produksi dan paket-paket obat yang ada untuk bisa mencocokkan dengan tatalaksana protokol Covid-19 yang baru,” tandas Menkes. (ris/dtc)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut mulai mengoperasikan Asrama Haji Medan, Jalan Abdul Haris Nasution menjadi pusat isolasi terpadu untuk pasien Covid-19. Sebanyak 240 kamar disiapkan sebagai ruang isolasi untuk pasien Covid-19 bergejala ringan.
Aris Yudhariansyah.
“Hari ini kita mulai membuka isolasi terpadu di Asrama Haji. Ada 240 kamar untuk pasien-pasien kriteria ringan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah kepada wartawan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Senin (8/2).
Aris juga mengatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut akan gencar melakukan razia protokol kesehatan (yustisi). Jika ada yang kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, akan langsung dilakukan test antigen di tempat.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif, akan langsung dikirim ke Asrama Haji Medan untuk menjalani isolasi terpadu. “Nggak ada cerita, langsung diangkut (kalau positif) ke Asrama Haji,” tegasnya.
Menurut Aris, test antigen di tempat dilakukan sebagai upaya Satgas dan Pemprov Sumut memperbanyak jumlah pemeriksaan Covid-19. Tujuan lainnya, untuk upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumut. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar tetap berada di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak di luar. “Jikapun harus ke luar rumah, wajib menerapkan protokol kesehatan, yakni dengan memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak atau menghidari kerumunan,” ungkapnya.
Sedangkan, rencana wisma atlet milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut di Jalan Pancing Medan, juga akan difungsikan sama seperti di Asrama Haji. Tapi saat ini, masih dihuni oleh atlet asal Sumut yang akan bertarung di PON Papua. “Saat ini wisma atlet masih dipakai atlet PON,” katanya.
Terkait persentase keterisian bed occupancy rate (BOR) di Sumut, Aris menyatakan, kondisinya masih berada di angka 60 persen. “Kita Sumut masih 60 persen,” jelas Aris.
Butuh Kerja Ekstra
Penanganan Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi butuh kerja ekstra dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait. Sehingga penanganannya bisa dilakukan secara menyeluruh di berbagai bidang, mulai dari bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan hingga sosial.
“Kita tidak bisa memerangi virus ini jika tidak bersatu, kolaborasi adalah kunci untuk menangani ini,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi saat mengisi materi Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri ke-30 secara virtual di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (2/8).
Menurut Edy, selain unsur dari pemerintahan, masyarakat juga perlu dilibatkan dalam penanganan Covid-19. Gubernur sendiri telah melibatkan banyak tokoh masyarakat dan agama untuk menyosialisasikan segala hal mengenai Covid-19. Sehingga masyarakat dapat lebih waspada dan mematuhi protokol kesehatan.
Tidak hanya itu, ada beberapa hal yang sangat disoroti antara lain kesehatan, ekonomi dan sosial. “Bidang kesehatan sangat penting, sinergi sangat perlu dalam hal ini, pemerintah pusat, daerah, Forkopimda bergandengan tangan menangani ini,” ujarnya.
Menurut Edy, kondisi kesehatan sangat memengaruhi kondisi ekonomi wilayah. “Covid-19 ini akan berpengaruh pada ekonomi, sementara ekonomi perlu bebas bergerak, inilah makanya jika Covid-19 tertangani, ekonomi kita juga akan membaik,” kata Edy.
Meski begitu, Edy optimis Covid-19 bisa dikendalikan apabila seluruh masyarakat taat menjalankan protokol kesehatan. “Kita harus yakin melewatinya, kita harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, saya harap Covid-19 ini akan bisa kita kendalikan,” katanya. (gus/prn)
SUMUTPOS.CO – Indonesia sukses mempertahankan tradisi emas di Olimpiade. Pada Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia mendapatkan satu emas lewat ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Pada final di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Senin (2/8) siang, Greysia/Apriyani secara mengejutkan mengalahkan ganda Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan dalam dua game langsung 21-19, 21-15.
Medali emas ini penuh makna dan bersejarah. Bagi Indonesia, ini adalah emas pertama di Tokyo 2020. Bagi bulu tangkis Indonesia, ini adalah emas Olimpiade pertama dalam sejarah dari sektor ganda putri. Dengan keberhasilan Greysia/Apriyani, berarti lima sektor bulu tangkis nasional sudah berhasil menyumbangkan emas.
“Peraih medali emas Olimpiade, kedengarannya brilian,” kata Greys sambil tertawa dalam siaran pers PP PBSI.
“Saya kehabisan kata. Kami di sini dan kami mendapat medali emas dan ini rasanya, sesuatu yang tidak bisa diungkapan dengan kata-kata. Ini sangat berarti bagi kami. Saya berterima kasih kepada partner saya Apriyani bahwa dia mau berjuang bersama saya, mau berlari bersama dan saya sangat menghargainya,” lanjut Greys.
Senada dengan Greys, Apriyani juga masih tidak percaya dengan apa yang telah dia raih. “Saya tidak percaya ini yang telah saya raih. Saya benar-benar tidak menyangka akan sampai sejauh ini, karena yang saya pikirkan hanyalah bagaimana melewati semua tantangan yang saya hadapi. Bagaimana saya bisa membalikkan keadaan dan bangkit kembali?” ucap Apri.
“Dan saya benar-benar memaksakan diri untuk datang sejauh ini dan melakukan yang terbaik yang saya bisa. Saya benar-benar ingin berterima kasih kepada Tuhan dan Kak Ge (Greysia). Juga terima kasih berkat doa dari keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia kami bisa meraih medali emas. Saya sangat senang dan bahagia,” ucap Apri.
Bagi Greysia, raihan ini adalah jawaban dari mimpinya selama ini. Greysia yang ingin membuat sejarah di sektor ganda putri akhirnya mewujudkan mimpi tersebut di kali ketiga keikutsertaannya di Olimpiade.
“Dua puluh tahun yang lalu ketika saya berusia 13 tahun, saya tahu Indonesia belum membuat sejarah di ganda putri dan saya bersabar. Saya tahu, saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulu tangkis dan saya memiliki keyakinan bahwa saya ingin membuat sejarah di bidang ini,” ungkap Greys.
“Tuhan telah memberi saya mimpi dan keyakinan di hati saya, bahwa saya memilih ini. Ketika orang berkata: ‘Anda tidak akan berhasil, Indonesia tidak memiliki sejarah di ganda putri.’ Tentu saja China dan Korea kuat di lapangan. Lalu kita semua tahu apa yang terjadi di London 2012, saya bangkit di Rio 2016 tapi belum juga berhasil mendapat medali,” ucapnya.
Di London 2012, bersama dua pasangan Korea Selatan dan satu pasangan Tiongkok, Greysia yang saat itu berpasangan dengan Meiliana Jauhari didiskualifikasi. Sebab, mereka bermain untuk kalah demi memanipulasi hasil undian di babak perempat final. “Tapi saya tetap sabar dan berkomitmen. Dibutuhkan komitmen untuk meraih mimpi dan emas. Dan di sinilah kami sekarang. Keluarga saya juga untuk tidak menyerah, jangan berhenti,” tutur Greys.
Di podium, Greysia /Apriyani dan pasangan Tiongkok Chen Qing Chen/Jia Yi Fan sama-sama menangis. Bedanya, yang satu menangis bahagia karena mendapat medali emas, satu lagi menangis kecewa karena cuma bisa mengalungkan medali perak. Usai mengalungkan medali satu sama lain, tangis keduanya pecah. Mereka berpelukan, saling menghibur dan menguatkan.
Dilansir dari laman BWF, Qing Chen/Yi Fan mengakui bahwa kekalahan mereka disebabkan oleh rasa gugup. “Ini adalah olimpiade perdana kami, dan kami bermain dengan gugup. Kami juga tidak bermain sebagus mereka (Greys/Apri, Red),” ujar Yi Fan.
Di laga final tersebut, Greys memang merupakan pemain yang paling senior. Yi Fan menilai, pengalaman Greys yang sudah jauh lebih matang ikut andil dalam menentukan hasil hari ini.
“Kami harus belajar dari Greysia dan Apriyani. Mereka lebih berpengalaman,” ujar Yi Fan. Olimpiade Paris 2024 jelas menjadi target besar berikutnya bagi Qing Chen/Yi Fan. Sampai saat itu tiba, keduanya bertekad berjuang lebih keras. “Tetaplah percaya kepada kami. Kami tentu ingin bermain di Olimpiade Paris 2024, tapi di satu sisi kami juga tidak tahu apa yang akan terjadi sebelum saat itu tiba,” katanya.
Kado HUT RI
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut gembira atas keberhasilan ganda putri badminton Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Jokowi mengucapkan terima kasihnya kepada dua atlet tersebut karena telah bersusah payah mengalahkan lawannya Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.
“Penantian emas itu berakhir sudah siang ini. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyabet medali emas Olimpiade Tokyo dalam pertandingan yang alot dan mendebarkan, siang ini,” ujar Jokowi lewat akun Istagram miliknya @jokowi, Senin (2/8).
Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah tersebut menambahkan, kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu ini menjadi kado bagi kemerdekaan Indonesia yang ke-76 pada 17 Agustus 2021 nanti.
“Kemenangan ini menjadi kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Selamat dan terima kasih, Greysia/Apriyani,” katanya.
Warisi Bakat Ibu
Amiruddin Pora, ayah dari pebulu tangkis ganda putri Apriyani Rahayu, sudah merasa optimistis bahwa anaknya akan memenangkan pertandingan final ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 melawan pasangan Tiongkok, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. “Sebelum main, saya yakin pasangan Greysia /Apriyani akan menang telak. Saya tidak merasa deg-degan ketika pasangan ini turun ke lapangan,” kata Amiruddin Pora ketika dihubungi dari Kendari, Senin (2/8), dikutip dari Antara.
Amiruddin mengatakan, ia menonton pertandingan putrinya itu bersama dengan warga setempat. Begitu Greys/Apri menang, teriakan kegembiraan dan sorak-sorai langsung meledak. “Kayak mau pecah ini rumah,” kata Amiruddin.
Apriyani merupakan anak bungsu dari empat orang bersaudara dan merupakan satu-satunya anak perempuan dari pasangan Amirrudin Pora dan Siti Jauhar (almarhumah) yang merupakan warga Kelurahan Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Apriyani yang kelahiran 29 April 1998 merupakan anak bungsu dan merupakan satu-satunya anak perempuan pasangan Amiruddin-Siti Jauhar.
Pertama kali Apriyani Rahayu bergabung dengan PB Pelita Bakri pada 3 September 2011 ketika mantan juara dunia bulu tangkis Icuk Sugiarto menjadi ketua PBSI DKI Jakarta, dan kemudian akhirnya hijrah ke PB Jaya Raya Jakarta hingga sekarang.
Ketika ditanya, apakah Apriyani sempat pulang ke rumah sebelum tampil pada Olimpiade Tokyo 2020 ini, Amiruddin mengatakan, seminggu sebelum tampil di Olimpiade anaknya sempat pulang untuk ziarah ke makam ibunya. Sang ayah pun berharap agar Apri bisa terus tampil dan memenangkan kejuaraan internasional lainnya setelah olimpiade ini.
Menurut Amiruddin, anaknya itu mewarisi bakat almarhumah ibunya yang telah meninggal pada 2015 lalu. “Karena Mama dia pemain bulu tangkis, tenis meja, dan voli. Jadi itu bakat dari almarhumah Mamanya,” kata Amiruddin.
Amiruddin bercerita, sejak kecil anaknya dididik dan ditanam jiwa berani dan terus bersemangat oleh almarhumah Ibunya, Siti Jauhar. Bahkan ia menyebut, jiwa yang tangguh dan keras yang ada pada anaknya merupakan keberhasilan didikan mendiang istrinya itu. “Kalau sosok dari Apriyani itu keras, keras dia, maunya harus menang. Dari kecil memang dididik. Pertama yang mendidik bukan saya, Mamanya, almarhumah,” ujar dia.
Amiruddin menuturkan, anaknya mulai senang bermain bulu tangkis sejak kecil sebelum masuk ke sekolah dasar. Bahkan saat itu ketika tak ada raket, Amiruddin kemudian merakit raket bekas dengan senar tali pancing demi mendukung bakat anaknya.
Tak sampai di situ, ia juga membuatkan lapangan khusus buat anaknya untuk bermain bulu tangkis bersama teman seusianya. Dukungan itu pun membuahkan hasil bagi anaknya, hingga akhirnya menjadi pebulu tangkis nasional. Dia pun mengaku bangga anaknya kembali menorehkan nama baik Bangsa di kancah internasional, karena telah berhasil menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
Meski demikian, ia berharap anaknya tidak cepat merasa puas dengan prestasi yang diraih saat ini karena masih banyak prestasi ke depannya yang harus di raih, serta serta memiliki sifat yang baik dan ramah kepada semua orang. “Dan kedua jangan sombong. Dua saja itu kuncinya, jangan cepat merasa puas dan jangan sombong,” tandas Amiruddin. (jpc/ant)
VONIS: Mantan Kabag Keuangan PDAM Tirtanadi, Zainal Sinulingga terdakwa korupsi menjalani sidang putusan secara virtual, Senin (2/8).gusman/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kabag Keuangan PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang, Zainal Sinulingga diganjar hukuman 10 tahun penjara. Dia terbukti bersalah melakukan kerupsi penggelembungan cek, dari tahun 2015 sampai dengan April 2018 senilai Rp10,8 miliar, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (2/8).
VONIS: Mantan Kabag Keuangan PDAM Tirtanadi, Zainal Sinulingga terdakwa korupsi menjalani sidang putusan secara virtual, Senin (2/8).gusman/sumut pos.
Majelis hakim diketuai As’ad Rahim Lubis dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 Jo Pasal 18 UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 KUHPidana.
“Menjatuhkan terdakwa Zainal Sinulingga oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 tahun denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujarnya.
Selain itu, hakim juga memberikan hukuman tambahan berupa pembayaran uang pengganti kerugian negara sebesar Rp10,8 miliar.
“Dengan ketentuan apabila tidak sanggup mengembalikan maka harta bendanya disita dan dilelang dan jika tidak punya harta yang cukup untuk mengganti kerugian tersebut maka diganti pidana penjara selam 5 tahun,” tegasnya.
Putusan ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Agusta Kanin, yang semula menuntut terdakwa dengan pidana yang sama (comform).
Selain itu dalam kasus yang sama, majelis hakim juga menghukum mantan Kacab PDAM Tirtanadi Cabang Deliserdang, Asran Siregar. Dia dihukum lebih ringan yakni, 2 tahun penjara denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan. Sebelumnya, terdakwa Asran Siregar dituntut JPU selama 3 tahun penjara.
“Perbuatan terdakwa Asran Siregar terbukti bersalah sebagaimana Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana,” kata As’ad.
Menutut majelis hakim, perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara, perbuatan terdakwa bertentangan dgn program pemerintah dalam pemberantansan tindak pidana korupsi, terdakwa pernah melarikan diri, terdakwa tidak menyesali perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan mempunyai keluarga.
Atas putusan itu, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya, maupun JPU untuk menyatakan sikap terima atau banding.
Diketahui, terdakwa Asran Siregar yang dipromosikan menjadi Kacab 25 Oktober 2013 lalu menerima usulan daftar pembayaran belanja internal dari staf di Bagian Umum.
Usulan tersebut kemudian didisposisikan terdakwa ke Kabag Keuangan untuk pembuatan voucher dan diteruskan kembali ke terdakwa berikut dengan cek penarikan sesuai dengan jumlah usulan tercantum dalam voucher. Seharusnya cek yang ditandatanganinya bersama Kabag Keuangan Mustafa Lubis kemudian dicairkan oleh Kabag Keuangan.
Namun cek yang telah ditandatangani terdakwa dan Mustafa Lubis serta saksi Lian Syahrul (juga selaku Kabag Keuangan periode berbeda) dicairkan oleh terdakwa Zainal Sinulingga, selaku Asisten I Bagian Keuangan ke Bank Sumut. Sebelum dicairkan, Zainal merubah nominal angka beserta jumlah uang dalam huruf yang tertera pada cek.
Cek yang akan dicairkan itu, kata JPU, sengaja diberikan ruang oleh terdakwa Zainal Sinulingga untuk perubahan nominal angka beserta jumlah uang dalam huruf yang tertera.
Berdasarkan rekapitulasi cek yang ditandatangani oleh terdakwa bersama saksi Mustafa Lubis serta Lian Syahrul terdapat beberapa cek yang jumlahnya tidak sesuai dengan usulan pembayaran dan voucher yang diajukan oleh Kabag Umum.
Terdakwa Zainal Sinulingga juga tertanggal 8 Januari 2019 ada membuat Surat Pernyataan bahwa dia mengakui telah melakukan pengambilan uang perusahaan secara tidak sah melalui penggelembungan cek mulai dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2018. Akibatnya keuangan negara dirugikan sebesar Rp667,3 juta. (man/azw)
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Seorang siswi SMA sekolah di Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, dicabuli oleh guru olahraganya. Perbuatan bejat itu dilakukan pelaku di tempat korban menimbah ilmu pendidikan. Kini, pelaku sudah diamankan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Deliserdang.
“Pelaku yang diamankan AS (23). korbanya, MA (17). Keduanya warga Kecamatan Lubukpakam,” ujar Kasatreskrim Polresta Deliserdang, Kompol Muhammad Firdaus SIK SH MH.
Firdaus menerangkan, terungkapnya kasus asusila ini dari keterangan korban kepada kakaknya.
“Jadi, korban mengaku telah dicabuli oleh guru olahraga di area sekolah. Mendengar pengakuan tersebut, kakaknya tidak terima yang kemudian bersama pihak keluarga mendatangi rumah pelaku,” terang mantan Kanit Ekonomi Polrestabes Medan ini.
Setibanya di kediaman pelaku, lanjut Firdaus kakak korban bersama keluarga menayakan kebenaran tentang perbuatan AS.
“Dia (AS) ditanyai soal perbuatan pencabulan mengakuinya. Mendengar pengakuan pelaku, pihak keluarga langsung membawa dan menyerahkan ke Polresta Deliserdang,” sambung Firdaus.
Saat ini, kata Firdaus pelaku tengah dalam pemeriksaan intensif di Unit PPA.
“Oknum guru sedang diperiksa guna mengetahui motif mencabuli korban,” pungkas lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2006 ini. (mdc/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar (PPD) Dinas Pendidikan (Disdik) Tebingtinggi, Efni Efrida divonis selama 7 tahun penjara. Dia terbukti bersalah melakukan korupsi dana pengadaan buku panduan pendidikan SD dan SMP di Disdik Tebingtinggi.
Dalam amar putusannya, Hakim Ketua Jarihat Simarmata menilai perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Undang Undang (UU) No 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto (jo) UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
“Menjatuhkan terdakwa Efni Efrida oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan,” ujarnya dalam sidang virtual di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (2/8).
Selain itu, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp392 juta lebih. Dengan ketentuan, apabila tidak sanggup mengembalikan dalam jangka waktu satu bulan, maka harta bendanya disita dan dilelang untuk negara.
“Jika tidak punya harta yang cukup untuk mengganti kerugian tersebut maka diganti pidana penjara selama 3 tahun,” ucapnya.
Selain Efni, majelis hakim juga menghukum Masdalena Pohan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) selama 4 tahun 6 bulan penjara denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.
Hukuman keduanya jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Khairur Rahman, yang semula menuntut terdakwa Efrni Efrida selama 8 tahun denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Sementara terdakwa Masdalena semula dituntut 5 tahun 6 bulan penjara, denda Rp200 juta, subsider 6 bulan kurungan.
Menurut majelis hakim, perbuatan kedua tersangka tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantansan tindak pidana korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan mempunyai keluarga.
Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun JPU, untuk menyatakan terima atau banding.
Diketahui, bahwa terdapat sejumlah kejanggalan dalam pengadaan buku panduan Pendidik senilai Rp2,4 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pemko Tebingtinggi Kota TA 2020.
Seperti di antaranya Penunjukan Langsung (PL) pekerjaan kepada 10 rekanan, Yakni CV Bina Mitra Sejagat, CV Dita Perdana Abadi, CV Makmur Bersama, CV Nandemo Aru, CV Tri Putra, CV Raja Mandiri, CV Samba, CV Sinergi, CV Tiga Putra Jaya serta CV Viktory.
Selain itu, diketahui pula terdakwa H Pardamean Siregar, selain sebagai Pengguna Anggaran (PA) juga merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan buku panduan panduan di Disdik Tebingtinggi.
Dari hasil penghitungan tim audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut, juga ada temuan kerugian keuangan negara mencapai Rp2,3 miliar. (man/azw)