Home Blog Page 3275

Bobobox Hadirkan Kemah Modern Berteknologi IoT di The Kaldera Toba

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dorong perkembangan destinasi wisata Danau Toba Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengandeng Bobobox, yang merupakan sarana akomodasi wisata dengan menghadirkan Bobocabin berupa kemah modern di kawasan The Kaldera, Kabupaten Toba, yang sudah dibuka untuk umum pada 5 Juli 2021.

Bobobox Hadirkan Kemah Modern Berteknologi IoT di The Kaldera Toba.(ist)

Kemah modern ini, didukung dengan teknologi IoT. Sedangkan, pembangunan Bobocabin di Danau Toba, yang merupakan salah satu UNESCO Global Geopark yang ada di Indonesia dan telah dimulai pada bulan Maret 2021, lalu.

Lokasi Bobocabin (Bobocabin Signature Toba) terbaru ini berada di kawasan The Kaldera, salah satu obyek wisata bertema nomadic tourism yang dikelola oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba. Wisatawan dapat mengakses lokasi tersebut melalui Bandar Udara Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara.

Bobocabin Signature Toba menawarkan pemandangan langsung Danau Toba dengan beragam aktivitas outdoor bertema adventure. Bobocabin Signature Toba dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas dan fitur, seperti smart glass window, mood lamps, dan Bluetooth Audio Speaker dapat dikendalikan langsung dari aplikasi di ponsel pengunjung. Bobocabin juga dilengkapi dengan fasilitas resepsionis 24 jam, koneksi WiFi, barbeque, dan api unggun.

Melalui akun Instagramnya @sandiuno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan:

“Pembangunan hotel [Bobocabin] tersebut merupakan salah satu Langkah percepatan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mengingat Danau Toba merupakan salah satu dari Destinasi Super Prioritas yang kami fokuskan selama ini. Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam pemulihan sektor Parekraf nasional. Serta sejalan dengan konsep 3G yang diinisiasi Kemenparekraf. Yakni Gercep (gerak cepat), program ini 3 bulan lalu kami canangkan dan kini hampir rampung. Kemudian Geber (gerak bersama), kami bekerjasama dengan Bobobox sebagai investor. Dan terakhir Gaspol (garap semua potensi lapangan kerja) dengang harapa akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” sebut Sandiaga.

CEO Bobobox Indra Gunawan menjelaskan bahwa di Indonesia selain Bali, hanya ada beberapa destinasi super prioritas yang memiliki captive market wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Danau Toba, misalnya, sudah dikenal oleh dunia dan diakui UNESCO sebagai salah satu Global Geopark.

“Sehingga, hal ini dapat menjadi daya tarik yang luar biasa baik bagi wisatawan dan investor. Namun, pengembangan destinasi harus pula disertai dengan pemenuhan atraksi, amenitas dan aksesibilitas (3A) yang baik agar dapat memberikan dampak yang nyata bagi perekonomian daerah,” ucap Indra dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7).

Bobocabin adalah produk akomodasi terbaru dari Bobobox dengan konsep elevated camping yang memungkinkan wisatawan menikmati keindahan alam yang dipadukan dengan kecanggihan teknologi Internet of Things (IoT).

“Kami bangga dipercaya oleh Kemenparekraf sebagai penyedia jasa hospitality dalam bentuk cabin yang menjanjikan pengalaman menginap luar ruang yang unik dengan latar belakang keindahan Danau Toba,” kata Indra.

Bobocabin Signature Toba ditawarkan dalam deluxe dengan harga mulai Rp 1,000,000/hari untuk weekdays dan Rp 1,100,000/hari untuk weekend.

Selain menikmati fasilitas di dalam kabin, tamu juga dapat menikmati beragam atraksi di sekitar area, seperti: breakfast & lunch menu, trekking, drone cinematography, boat trip, water sport, tourism spot travel package, bike trip package dan lain-lain. Fasilitas shuttle bus juga rencananya akan tersedia dari Bandara Silangit dengan biaya tambahan

Bobocabin dirancang dengan mengadopsi desain modular yang futuristik berkapasitas dua orang dewasa dan satu anak-anak dengan tetap memperhatikan kebutuhan untuk melakukan physical distancing. Dengan begitu, para pengunjung bisa tetap mendapatkan nuansa beristirahat dan berpetualang secara personal meskipun berada di lingkungan alam terbuka.

Dari segi desain tata ruang, untuk menjaga privasi, namun juga tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan, kompleks kabin dirancang dengan memperhatikan jarak untuk kenyamanan dan keamanan tanpa mengurangi suasana kebersamaan komunal.

Di masa pandemi ini, Bobobox terus berkomitmen untuk menjaga kenyamanan, kesehatan dan keselamatan wisatawan. Kami menerapkan contactless experience dan juga secara rutin menjaga kebersihan area umum. Area kabin juga dilengkapi dengan CCTV yang beroperasi 24 jam.

Bobobox terus berupaya untuk mengembangkan bobocabin di spot terbaik di seluruh Indonesia dan membuka peluang investasi bagi pemodal untuk turut bermitra dengan Bobobox demi merealisasikan kebangkitan pariwisata Indonesia yang akan terus meningkat. Calon mitra dapat menghubungi partnership@bobobox.co.id untuk informasi lebih lanjut.

Bobocabin merupakan sarana akomodasi wisata dengan mengadopsi konsep elevated camping yang memungkinkan pengunjung untuk menikmati pengalaman berpetualang di lokasi-lokasi dengan pemandangan dan alam yang indah di Indonesia, serta memfasilitasi mereka untuk melakukan short escape dan recharge dari hiruk pikuk rutinitas mereka.(gus)

Redam Konflik Warga di Belawan, Bayek: Tingkatkan Ekonomi Warga Lokal

Mulia Asri Rambe.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tawuran yang kerap terjadi di Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) harus segera diredam. Mengingat, tawuran tersebut tidak hanya terjadi belakangan ini saja namun, telah terjadi sejak tahun 1980 an lalu.

Mulia Asri Rambe.

Ironisnya, tawuran yang kerap terjadi di Belawan itu hanya disebabkan oleh masalah yang tidak terlalu penting. Tapi parahnya, akibat tawuran itu menyebabkan banyak kerusakan dan pastinya merugikan masyarakat sekitar.

Hal itu diungkapkan oleh anggota DPRD Kota Medan dari Dapil II, Mulia Asri Rambe atau yang akrab disapa Bayek saat dihubungi wartawan, Minggu (25/7/2021) melalui telepon seluler. Dapil II Kota Medan meliputi Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Marelan.

“Saya tinggal di Medan Utara sejak 1970 dan saat saya SMP di tahun 1982, tawuran kerap terjadi di Belawan. Dulu itu, Anak Simpang Jalan Bunga dengan anak Gang 7 tawuran. Masalahnya, ya cuma karena hal yang tak penting. Anehnya, konflik antar warga itu masih terjadi hingga saat ini,” ungkap anggota DPRD Kota Medan dari Komisi I DPRD Kota Medan itu.

Tawuran yang kerap terjadi di Belawan itu, membuat anggota dewan yang fashionable itu miris. Bayek pun meminta kepada seluruh pihak untuk bersatu. 

Menurut Bayek tidak hanya aparat hukum yang bertanggungjawab meminimalisir tawuran tersebut. Namun, stakeholder lain seperti pemerintah daerah yang termasuk di dalamnya anggota dewan, BUMN, pengusaha lokal, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya juga ikut bertanggungjawab.

Hal ini sesuai dengan UUD Nomor 7 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Di dalam UUD 7 2012 tersebut mengatur tentang serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum, pada saat, maupun sesudah terjadi Konflik yang mencakup pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pasca konflik.

Dalam pasal 9 UUD 7 2012 itu juga menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban meredam potensi konflik dalam masyarakat. 

Tak hanya itu, Bayek juga mengatakan bahwa sesuai pasal 36 UUD 7 2012 itu menyebutkan pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban melakukan upaya pemulihan pascakonflik secara terencana, terpadu, berkelanjutan dan terukur.

“Artinya, tak usahlah kita mencari kambing hitamnya siapa. Alangkah baiknya, bila kita bersatu. Seluruh stakeholder harus bersatu mencari solusinya agar tawuran bisa diminimalisir,” jelas anggota dewan yang suka senyum itu. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut Bayek perekonomian warga lokal harus ditingkatkan. Mengingat, ekonomi yang rendah menyebabkan emosi warga gampang tersulut.

Begitu juga sebaliknya, bila perekonomian warga baik, maka tak kan ada lagi warga yang mau tawuran. Karena, masing-masing warga sudah disibukkan dengan urusan pekerjaannya.

“Di KIM (Kawasan Industri Medan) dan di Belawan itu kan ada ratusan perusahaan, seperti perusahaan milik BUMN maupun perusahaan swasta. Alangkah baiknya bila perusahaan- perusahaan menjalankan program CSRnya dengan tepat sasaran kepada masyarakat sekitar,” paparnya. 

Selain itu, Bayek menambahkan tak ada salahnya juga bila perusahaan- perusahaan itu memberdayakan masyarakat sekitar menjadi tenaga kerjanya. “Maunya, agak diuatamakan dahululah warga lokal itu, agar mereka bisa bekerja dan memiliki perekonomian setidaknya memadai untuk keluarganya,” papar politikus dari Fraksi Golkar itu.

Bila pereknomian warga lokal telah membaik, Bayek pun menyakini tawuran dan segala macam bentuk konflik antar warga akan berkurang. 

“Semoga, visi misi Pak Wali menjadikan Kota Medan yang berkah bisa terwujud, dengan semakin berkurangnya konflik antar warga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bayek menambahkan  konflik antar warga di Belawan seperti sudah menjadi trend, karena kerap terjadi. Parahnya lagi, tawuran antar warga itu sudah melibatkan anak-anak sekolah. 

Seperti diketahui, bahwa Polres Belawan pernah membentuk tim khusus untuk mencari akar masalah tersebut. Tim tersebut terdiri aparat Polres Belawan, anggota DPRD Kota Medan dari Dapil Medan Utara, Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Sosial.

Bayek pun berterima kasih kepada seluruh instansi terkait yang telah meluangkan waktu, mencari solusi masalah konflik di Belawan.

“Polres Belawan pun telah berupaya keras untuk menyelesaikan konflik warga itu. Salah satunya dengan membuat acara perdamaian antar dua kelompok itu dengan menyembelih sapi dan dimakan bersama-sama yang menghadirkan para Lurah, para Keplinf, tokoh agama, tokoh masyarakat. Polres Belawan juga telah membuat posko keamanan di lorong-lorong di kawasan konflik dan mengadakan pembinaan keagamaan terhadap anak-anak yang terlibat tawuran, hingga memproses mereka secara hukum,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, Polres Belawan telah menahan belasan warga yang terlibat tawuran di Belawan beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, polisi masih memeriksa secara intensif sejumlah warga tersebut. (ram/azw)

Julaiha, Pasien Penderita Saraf Pengidola Gubsu Edy Rahmayadi, Dokter Tentukan Dua Hari Apakah Dapat Ditangani

DITANGANI: Julaiha, wanita 19 tahun penderita saraf, pengagum Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sudah mulai ditangani pihak Rumah Sakit Haji Medan, Senin (26/7) pagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Julaiha (19), wanita penderita saraf, yang mengidolakan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi sudah mulai ditangani pihak Rumah Sakit Haji Medan, Senin (26/7) pagi. Julaiha dijemput pihak Rumah Sakit (RS) Haji Medan dari kediamannya di Dusun Kenari, Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

DITANGANI: Julaiha, wanita 19 tahun penderita saraf, pengagum Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sudah mulai ditangani pihak Rumah Sakit Haji Medan, Senin (26/7) pagi.

“Ya, (Julaiha, Red) udah kita lakukan pemeriksaan awal di RS Haji hari ini. Sekitar pukul 09.00 WIB kita jemput anak kita itu ke rumahnya, di Perbaungan,” kata Direktur RS Haji Medan, dr Rehulina Ginting melalui Wakil Direktur Administrasi dan Umum, Redisman menjawab Sumut Pos, kemarin.

Redisman menyebut sekitar pukul 10.00 WIB, Julaiha dilakukan pemeriksaan oleh dr Luhu Sp Saraf. Selain pemeriksaan fisik, dilakukan juga pemeriksaan radiologis dengan CT Scan dan EEG (pengukuran aktivitas listrik otak). “Pasien akan menjalani rawat inap, paling tidak untuk dua hari ke depan guna observasi lebih lanjut. Setelah itu, baru diambil kesimpulan apakah dapat ditangani di RS Haji atau dirujuk ke RS yang kompeten menanganinya,” terang dia.

Dalam dua hari ke depan pula, pihak RS Haji Medan akan berupaya mengurus BPJS Kesehatan Julaiha.

“BPJS Kesehatan Julaiha sudah nonaktif karena ada tunggakan iuran,” katanya.

RS Haji Medan sebelumnya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk Julaiha. “Kami akan melayani dengan baik, dan tidak boleh ada jika masyarakat Sumut sakit dan berobat di RS Haji Medan, tidak dilayani dengan baik. Prinsipnya kami akan melayaninya dulu,” kata Redisman.

Seperti diketahui, Julaiha dirujuk ke RS Haji Medan setelah bertemu dengan idolanya, Gubsu Edy Rahmayadi di kediaman pribadinya Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (24/7) pagi.

Kehadiran Julaiha bersama keluarganya disambut hangat Gubsu Edy. Julaiha sudah mengidolakan mantan Pangkostrad dan Pangdam I Bukit Barisan itu, sejak zaman pencalonan gubernur pada 2018 lalu.

“Alhamdulillah, akhirnya Julaiha bertamu ke kediaman saya di Johor dan saya sambut bersama keluarga layaknya anak sendiri,” tulis Edy dalam postingan Instagramnya @edy_rahmayadi.

Gubsu mengaku setelah mengetahui keinginan anak ke-dua dari empat bersaudara tersebut untuk bertemu dirinya, ia langsung mencari info agar bisa mengundang Julaiha ke kediamannya.

Edy juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan RS Haji mengenai pengobatan Julaiha. Edy meminta agar Julaiha ditangani dengan baik sehingga kondisinya dapat normal layaknya anak seusia dia. “Secepatnya Julaiha akan diberikan perawatan yang layak,” katanya.

Diketahui, sakit saraf yang diderita anak dari pasangan Susianti dan Iyus Efendi tersebut, sejak dari usia enam tahun. Julaiha juga terpaksa putus sekolah akibat sakit yang diidapnya tersebut. (prn/azw)

RSI Vaksinasi 1.000 Orang di Sergai

VAKSINASI: Regal Springs Indonesia bekerjasama Kodam I/BB dan Pemkab Sergai melakukan kegiatan vaksinasi terhadap 1.000 orang di Serdangbedagai, Senin (26/7).SOPIAN/SUMUT POS.

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Regal Springs Indonesia melanjutkan Program Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial KAMI PEDULI dengan menjalin kemitraan dengan Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0204/Deliserdang dan Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai dalam program vaksinasi COVID-19 untuk 1.000 orang di Pantai Cermin, Serdangbedagai, Senin (26/7).

VAKSINASI: Regal Springs Indonesia bekerjasama Kodam I/BB dan Pemkab Sergai melakukan kegiatan vaksinasi terhadap 1.000 orang di Serdangbedagai, Senin (26/7).SOPIAN/SUMUT POS.

“Vaksinasi sangatlah penting untuk mengendalikan infeksi COVID-19 dan kami sangat senang dan bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan Kodam I/Bukit Barisan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0204/Deliserdang sebagai tim pelaksana Gugus Tugas COVID-19 dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk melaksanakan program vaksinasi untuk 1.000 orang yang tinggal di Kecamatan Pantai Cermin dan Perbaungan, Serdang Bedagai, dekat dengan fasilitas pengolahan tilapia kami,” kata Dian Octavia, Senior Manager Corporate & Community Affairs, Regal Springs Indonesia.

Dian mengatakan, tujuan program ini adalah untuk mendukung percepatan program vaksinasi pemerintah bagi masyarakat. “Perusahaan telah melaksanakan rencana penanganan risiko COVID-19 sejak Februari 2020. Prioritas utama kami adalah kesehatan dan keselamatan karyawan dan masyarakat setempat,” tambah Dian.

Dalam kesempatan itu, Direktur Sumber Daya Manusia, Agus Kafid mengatakan, bahwa kegiatan ini juga merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dari COVID-19. “Kalau masyarakat aman, maka kelangsungan operasi perusahaan juga menjadi lebih terjamin,” jelas Agus Kafid. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari Kodam I/Bukit Barisan, Kodim 0204/Deliserdang, Bupati Serdangbedagai, Dinas Kesehatan Serdangbedagai, Polres Serdangbedagai, Polsek Pantai Cermin, Camat Pantai Cermin, Puskesmas Pantai Cermin, para kepala desa dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini,”kata Agus.

Menanggapi pandemi COVID-19, Regal Springs Indonesia telah menerapkan upaya-upaya khusus dalam program KAMI PEDULI Melawan COVID-19 untuk mendorong karyawan dan masyarakat untuk mengikuti panduan pemerintah untuk mengurangi infeksi dan mengatasi kekuatiran terkait vaksinasi.

Regal Springs Indonesia mengoperasikan usaha budidaya dan pengolahan tilapia bertanggungjawab dan bersertifikasi di Sumatera Utara dan mempekerjakan 2.300 karyawan. (rel/han)

Wabup Serahkan Dokumen Kependudukan Masyarakat Labura

DIABADIKAN: Wabup Labura, Samsul Tanjung diabadikan pada saat penyerahan dokumen kependudukan masyarakat. fajar/SUMUT POS.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Samsul Tanjung menyerahkan dokumen kependudukan masyarakat untuk 8 Kecamatan. Penyerahan dokumen itu diberikan secara simbolis kepada Camat Kualuh Hilir Adlin Matondang, di Aula Ahmad Dewi Syukur, Aek Kanopan, Senin (26/7).

DIABADIKAN: Wabup Labura, Samsul Tanjung diabadikan pada saat penyerahan dokumen kependudukan masyarakat. fajar/SUMUT POS.

Penyerahan dokumen bahagian dari rangkaian acara sosialisasi percepatan perekaman dan pencetakan KTP-EL, Akte Kelahiran, Akte Kematian, dan Kartu Identitas Anak (KIA) oleh dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Pada kesempatan itu, Wabup menyampaikan data kependudukan sangat penting, apa pun pekerjaannya, dan saat akan melamar pekerjaan harus memiliki dan melengkapi dokumen kependudukan.

“Ini merupakan tugas kita semua untuk saling mengingatkan, dan saya ingatkan kepada Kepala Desa untuk memerintahkan jajarannya menyampaikan hal ini kepada masyarakat,” ucap Wabup.

Menurutnya, banyak masyarakat yang enggan melengkapi dokumen kependudukan karena jauh dan buta dalam kepengurusannya. Di sini peran pemerintah desa, mulai dari kepala desa, hingga kepala dusun menyampaikan ke masyarakat. “Saya apresiasi kepada Disdukcapil yang sudah jemput bola dalam masalah ini, dan kedepan saya harap masyarakat Labura seluruhnya sudah melengkapi dokumen kependudukannya,” harap Wabup. (fdh/han)

Bupati Labura Bantu Pembangunan Masjid Gunting Saga

TANDATANGANI: Bupati Labuhanbatu Utara menandatangani prasasti Masjid Al-Islam Panjang Bidang II Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan.fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Al-Islam Panjang Bidang II, Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Jumat (23/7).

TANDATANGANI: Bupati Labuhanbatu Utara menandatangani prasasti Masjid Al-Islam Panjang Bidang II Kelurahan Gunting Saga Kecamatan Kualuh Selatan.fajar/sumut pos.

Turut mendampingi Ketua FKUB Kab Labura Amin Nurasyid Aruan, Camat Kualuh Selatan Suherman Siagian, Kepala OPD di Labuhanbatu Utara.

Bupati Hendriyanto mengatakan, kekompakan dan antusias masyarakat desa panjang bidang ini, dapat mempercepat proses pembangunan masjid. Pemkab Labura akan memberikan bantuan melalui bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

“Hari ini saya serahkan Rp10 juta, dan akan kami bantu ke depannya supaya mesjid ini cepat selesai agrar masyarakat bisa melaksanakan salat fardhu 5 waktu di masjid kita ini,” ujar Bupati.

Sebagai penutup acara Bupati diberikan kain sarung tanda secara simbolis atas maksud terimakasih dari masyarakat Panjang bidang dan Bupati mendatangani prasasti tanda peresmian Mesjid Al-Islam Panjang bidang. (fdh)

Kodim 0204 DS Vaksin 1.000 Orang di Tebingtinggi

TINJAU: Dandim 0204 DS, Letkol Kav Jackie Yudhantara didampingi Danramil 13 Tebingtinggi Kapten Inf Budiono meninjau pelaksanaan vaksin.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kodim 0204 Deliserdang (DS) melalui Koramil 13 Tebingtinggi menggelar lanjutan serbuan vaksin kedua kepada 1.000 warga Tebingtinggi, yang dilaksanakan di 9 Puskesmas se-Kota Tebingtinggi, Senin (26/7).

TINJAU: Dandim 0204 DS, Letkol Kav Jackie Yudhantara didampingi Danramil 13 Tebingtinggi Kapten Inf Budiono meninjau pelaksanaan vaksin.SOPIAN/SUMUT POS.

Dandim 0204 Deliserdang, Letkol Kav Jackie Yudhantara, turut hadir dalam kegiatan vaksinasi kedua di Puskesmas Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Dandim 0204 DS melalui Kapten Inf Budiono, menjelaskan sebelum melaksanakan vaksinasi memberikan arahan agar mengikuti protokol kesehatan. “Pesan saya agar masyarakat yang baru divaksin tetap menerapkan prokes Covid-19 dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan mengurangi mobilitas,” papar Budiono.

Dijelaskan Budiono, vaksinasi dosis kedua bertujuan mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tebingtinggi. “Kita harapkan kepada masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin Covid-19 kedua mempunyai kekebalan dalam menghadapi pandemi penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan vaksin kedua ini mendapat pengawalan dari anggota Babinsa. Pelaksanaan vaksin berjalan aman tanpa ada gangguan. Babinsa Koramil 13 Tebingtinggi dengan sikap humanis mengarahkan masyarakat mengikuti vaksinasi. (ian/han)

10 Orang Warga Asahan Positif Covid

H. Rahmat Hidayat Siregar S. Sos. M.Si.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data surveilans dari seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Asahan, sebanyak 43 orang warga suspek, 10 orang terkonfirmasi positif, dan 3 orang meninggal dunia akibat Covid–19.

H. Rahmat Hidayat Siregar S. Sos. M.Si.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, H. Rahmat Hidayat Siregar S. Sos, Msi, Senin (26/7).

Dikatakan Rahmat Hidayat, sebelumnya pada tanggal 25 Juli 2021 Rekapitulasi Harian Covid–19 per Kecamatan di Asahan dengan jumlah 11 warga Asahan Suspek, 21 orang terkonfirmasi positif, 10 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

Dijelaska Rahmad Hidayat, sebagaimana data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan tersebut, warga yang terpapar Covid-19 untuk hari ini ada di 14 Kecamatan dari 25 Kecamatan di Kabupaten Asahan.

Untuk itu, lanjut Hidayat yang juga Kadis Kominfo Asahan terus menyampaikan imbauan dari Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, H. Surya Bsc kepada masyarakat Asahan, agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Kami tak bosan – bosannya terus mengimbau kepada warga Asahan untuk tetaplah mematuhi segala himbauan protokol kesehatan, agar angka penyebaran covid dapat ditekan dan hilang dari Asahan,”pungkasnya.(mag-9/han)

Apel Perdana Edimin Bersama Jajaran Pemkan Labusel, Tegaskan Penerimaan CPNS Tak Pakai Uang

PIMPIN: Bupati Labuhanbatu Selatan, Edimin saat meimpin apel pagi di jajaran ASN Labusel. fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Selatan Edimin, menegaskan penerimaan pegawai honor dan CPNS di lingkungan Pemkab Labusel tidak ada memakai uang atau orang dekat Bupati.

PIMPIN: Bupati Labuhanbatu Selatan, Edimin saat meimpin apel pagi di jajaran ASN Labusel. fajar/sumut pos.

“Setiap penerimaan pegawai honor di Labuhanbatu Selatan tidak ada memakai uang atau orang dekat Bupati,” ujar Bupati Edimin saat menjadi pimpinan upacara dan apel pagi untuk pertama kalinya, di kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, di Jalan Lintas Sumatera, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, Senin (26/7).

Apel tersebut dikuti seluruh OPD, Camat, PNS dan pegawai honor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Dalam arahan dan sambutannya, Bupati menekankan kepada seluruh OPD dan pegawai di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Selatan, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga dapat lebih terbantu dalam segala urusannya.

Bupati juga menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat ini akan ada penerimaan CPNS untuk berbagai instansi. “Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan akan ada penerimaan CPNS. Nanti dalam penerimaannya saya sampaikan tidak ada memakai jasa orang dekat Bupati apalagi meminta sejumlah uang untuk meluluskan CPNS,” jelas Bupati.

Upacara dan apel tersebut diakhiri dengan ucapan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati yang baru dari semua OPD, PNS dan pegawai honorer yang ada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. (fdh)

Polres Langkat Bahas SIM Penyandang Disabilitas

UJIAN: Petugas kepolisian Banda Aceh sedang menguji seorang penyandang distabilitas untuk mendapat SIM. istimewa/SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Langkat, Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak sekolah pengemudi mobil, pendamping distabilitas, Unit PPA Polres Langkat, dan wartawan. RDP membahas penerbitas Surat Izin Mengemudi (SIM) D bagi penyandang distabilitas.

UJIAN: Petugas kepolisian Banda Aceh sedang menguji seorang penyandang distabilitas untuk mendapat SIM. istimewa/SUMUT POS.

Ini terkait adanya seorang penyandang distabilitas asal Dusun 2, Desa Namotongan, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, bernama Taufiq (41), yang sudah 10 tahun mahir mengemudi mobil dan truk, meski tidak memiliki kedua belah tangan sejak lahir.

“Saya pekan lalu ditolak saat memohon surat dari psikolog, karena melihat kondisi saya yang tidak punya tangan. Surat psikolog Tetapi surat keterangan sehat sudah ada dari dokter. Dan berharap saya bisa mendapatkan SIM D, mohon bantuannya bagi semua pihak, terutama Polantas, memang belum datang ke Satlantas,” kata Taufiq, Senin (26/7).

Bobby Saragih dan Taufik, dari Indonesia Sefaty Draiving Centre (ISDC) Medan, sekolah pengemudi terkemuka yang diakui pemerintah, dalam RDP itu menjelaskan, mereka baru sekali ini melihat kasus seperti ini, distabilitas tak punya kedua tangan bisa mengemudi mobil tanpa dimodifikasi.

“Siapapun dia, tanpa memandang bulu, kita harus pikirkan keselamatan saat mengemudi. Selama ini belum pernah kita temukan,” jelasnya.

Sedangkan Liisa Megasari, pendamping distabilitas Binjai- Langkat, mengatakan, diluar Langkat dan Binjai sudah ada penerbitan SIM D untuk penyandang distabilitas.

“Jangan langsung diponis labeling, oh tidak punya tangan, tapi lihat dahulu kemampuannya. Dan harus dilakukan pengujiannya. Di Provinsi diluar Sumut sudah mengeluarkan SIM D, seperti Jakarta. Perlu dihadirkan dokter dari distabilitas, dan rekomendasi organisasi distabilitas kepada Taufiq,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Langkat, Darwis Sinulingga berpendapat, Taufiq tidak bisa menggunakan kenderaan yang dimodifikasi. Tetapi tidak dimodifikasi dia cukup mahir, trukpun bisa dikemudikannya.

Bawa truk dari Pekan Baru ke Medan, sering dilakuiannya.

“Ini merupakan yang luar biasa, untuk itu, atas dasar moral dan kemanusiaan, kasus ini bisa dilakukan pendalaman untuk SIM bagi penyandang distabilitas, terutama untuk Taufiq,” katanya.

Kasat Lantas Polres Langkat, AKP Ali Umar S, didampingi Aiptu Edi S selaku Baur Sim Satlantas Polres Langkat mengatakan, saudara Taufiq beberapa hari yang lalu datang untuk bertanya persyaratan, tetapi beliau belum mendaftar/ bermohon penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) D.

Perpol no 5 thn 2001 yang mengatur pengeluaran SIM bagi penyandang distabilitas memang ada, tetapi mekanismenya masih dipelajari.

Ada perlakuan khusus untuk penyandang distabilitas, kemudian ISDC selaku sekolah mengemudi yang diakui pemerintah telah memberikan pendapatnya tentang keselamatan untuk penyandang distabilitas.

“Si Taufiq belum mendaftar, dan kalau nanti sudah mendaftar, nanti diajukan ke pimpinan dan Dirlantas. Makanya ini kita adakan RDP, hasilnya kemudian diajukanlagi, apa tanggapan pimpinan, kalau nanti perintah dikeluarkannya kita keluarkan,” katanya.

Namun, kata AKP Ali Umar, untuk mendapatkan SIM ada persyaratan, yakni KTP surat keterangan dokter dan psikolog. Kemudian syarat ini dilampirkan pemohon SIM, kemudian dilakukan pengujian, jika lulus baru masuk ke mikanisme SIM, yakni pembayaran PNBP, kalau ini semua selesai, SIM bisa diterbitkan. (int/han)