Home Blog Page 3285

Gubsu Desak BLT DD Segera Disalurkan

RAKOR: Gubsu Edy Rahmayadi mengikuti rakor bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto terkait perkembangan daerah yang terdampak PPKM.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – GUBSU, Edy Rahmayadi meminta agar pemda se-Sumut dapat mendorong percepatan realiasasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) kepada masyarakat. Sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan kebijakan PPKM.

RAKOR: Gubsu Edy Rahmayadi mengikuti rakor bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto terkait perkembangan daerah yang terdampak PPKM.

Sebab hingga kini, baru dua daerah di Sumut yang menyalurkan bantuan tersebut hingga Juli 2021. Sementara daerah lain penyalurannya masih sampai Mei bahkan ada yang baru di Januari 2021.

“Kita berharap seluruh kabupaten/kota menyegerakan ini, karena masyarakat kita sangat membutuhkan bantuan dalam kondisi perekonomian sulit sekarang ini,” ujarnya usai mengikuti Rakor Virtual bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto dan kementerian terkait, serta sejumlah gubernur dalam hal penanganan pandemi Covid-19 dari Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Sabtu (24/7).

Ia turut menyampaikan tentang ketersediaan tempat tidur di rumah sakit (RS) terkait penanganan pasien Covid-19. Disebutkan, kamar isolasi sebanyak 4.133 dan tempat tidur ICU Covid-19 sebanyak 375 unit, dari 125 RS yang merawat pasien Corona. Termasuk tambahan, targetnya sebanyak 1.000 tempat tidur dari beberapa tempat yang direncanakan seperti RS Martha Friska II, Asrama Haji Medan, eks RS Lions Club dan Wisma Atlet Jalan Pancing Medan.

Sementara itu, terkait BLT DD, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Aspan Sofian menyampaikan, hingga kini Pemprovsu sudah dua kali menyurati pemerintah kabupaten/kota, meminta untuk mendorong percepatan penyaluran BLT DD, sebab dana dimaksud sejatinya sudah tersedia. Meskipun sebagian besar di provinsi lain, juga terjadi hal serupa. “Yang sudah mencapai bulan Juli (penyaluran BLT DD) baru Nias Selatan, dan Pakpak Bharat yang sampai Juni 2021. Sementara yang lainnya masih sampai Mei, bahkan ada yang Januari,” ujar Aspan.

Adapun kendala yang dihadapi, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, para kepala desa terlambat menyusun anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Karenanya Pemprovsu berharap pendamping desa dapat membantu percepatan pengesahan APBDes tersebut. “Demikian juga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) agar dapat mendorong realisasi anggaran yang sudah kita programkan untuk bantuan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, saat ini penularan Covid-19 masih terus meningkat, meskipun tingkat kesembuhan juga naik. Karenanya PPKM masih diterapkan mulai dari level I hingga level IV, tergantung kondisi di setiap wilayah. Sehingga seluruh kepala daerah diminta memberikan sosialisasi ke masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Airlangga juga menyebutkan bahwa Presiden RI Joko Widodo meminta gubernur serta kepala daerah untuk menyiapkan tambahan tempat tidur untuk perawatan pasien dan menyiapkan tempat isolasi mandiri. Sebagaimana saran dari Kementerian Kesehatan dalam pertemuan itu, bahwa kabuapten/kota dengan tingkat penggunaan tempat tidur (pasien Covid-19) atau BOR di atas 80%, perlu mengonversinya menjadi 40%.

“Jika kebutuhan tempat tidur RS belum terpenuhi, konversi RS menjadi khusus Covid-19 dan pembangunan RS lapangan/darurat Covid-19 dapat dilakukan. Para kepala daerah juga agar memastikan seluruh RS mengisi laporan harian (penggunaan) oksigen terlampir, dan koordinasi kebutuhan dengan Kemenkes,” sebut Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono.

Selanjutnya, Menteri Keuangan Sri Muliani menyampaikan data perkembangan kebijakan perlindungan sosial, terkhusus penyaluran BLT DD yang hingga kini persentasenya masih rendah. Sebanyak 161 daerah (37,10 persen dari 434 daerah), realisasinya di bawah 15 persen dari anggaran. Hanya 22 daerah (5,07 persen) yang penyalurannya sudah di atas 50 persen, berdasarakan data per 22 Juli 2021. (prn)

Diperpanjang lagi, PPKM Level 4 Mulai Longgar, Boleh Dine-in tapi 20 Menit

RAZIA: Petugas mengingatkan pengunjung tempat makan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan jam malam selama PPKM kepada pengunjung tempat makan di Medan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, mulai hari ini (26/7) hingga 2 Agustus 2021. Tetapi Pemerintah akan melonggarkan perekonomian masyarakat secara bertahap. Di tengah angka kematian Covid-19 yang masih tinggi hingga ribuan jiwa per harinya, Jokowi sudah mengizinkan masyarakat untuk boleh makan di tempat (dine-in), baik di restoran atau pedagang kaki lima selama 20 menit.

RAZIA: Petugas mengingatkan pengunjung tempat makan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan jam malam selama PPKM kepada pengunjung tempat makan di Medan, beberapa waktu lalu.

KEPUTUSAN diperpanjangnya PPKM ini disampaikan Jokowi dalam konferensi virtual yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (25/7). “Terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap, dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati,” kata Presiden.

Jokowi menuturkan, pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti sembako, diperbolehkan untuk buka seperti pada biasanya. Tetapi harus mematuhi protokol kesehatan yang ketat. “Pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari, bisa buka dengan kapasitas maksimum 50 persen sampai dengan pukul tiga sore, di mana pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemerintah daerah,” ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini lantas menjelaskan, secara rinci terkait usaha kecil yang diperbolehkan untuk buka pada penerapan kebijakan PPKM level 4. “Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau atlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha-usaha kecil lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan jam sembilan malam,” imbuhnya.

Selain itu, warung makan juga diperbolehkan buka dengan waktu makan untuk setiap pengunjung selama 20 menit. “Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 WIB. Dan waktu maksimum makan untuk setiap pengunjung 20 menit,” lanjut Jokowi.

Terkait teknisnya akan dijelaskan oleh Menteri Koordinator dan menteri terkait. “Hal-hal teknis selanjutnya akan dijelaskan oleh Menko dan menteri terkait,” ujarnya.

Selain itu, PPKM level 4 ini akan diberlakukan merata di seluruh wilayah di Indonesia, tidak hanya di Jawa-Bali. “Pertimbangan aspek kesehatan harus dihitung cermat dan pada saat yang sama aspek sosial ekonomi masyarakat khususnya pemenuhan kebutuhan hidup harus diprioritaskan, dengan mempertimbangkan aspek kesehatan aspek ekonomi dan dinamika sosial. Saya memutuskan melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari 26 Juli sampai 2 Agustus,” ujar Jokowi.

Siapa yang Mengawasi

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman, pesimis dengan aturan boleh dine-in 20 menit. Di atas kertas, ia memuji Indonesia memang sudah paling baik dalam aturan. Namun pelaksanaan di lapangan, pengawasannya lemah.

“Menurut saya, hal seperti itu (dine in 20 menit) di lapangan, tak akan ada yang mengawasi. Di atas kertas kita selalu bagus. Itu di atas kertas. Saya khawatir yang bikin aturan ini (dine in 20 menit) dulu enggak pernah di lapangan. Pemerintah kan menyebut saya selalu dianggap epidemiolog hanya omong doang, tapi asal tahu ya, saya itu lama di lapangan. Saya pengalaman dari mulai Dinkes sampai global saya tangani selama 23 tahun. Ketika ada kasus global dalam konteks indonesia maka sulit yang begitu itu (dine in 20 menit),” tegasnya kepada JawaPos.com (Grup Sumut Pos), Minggu (25/7).

Maka semestinya, aturan yang paling masih bisa mengikat dan memungkinkan sekalipun pelonggaran dilakukan adalah tetap memberlakukan kerja dari rumah atau WFH 80-90 persen untuk ASN, pegawai swasta, dan BUMN. Jika harus mengawasi makan di tempat 20 menit, kata dia, maka siapa yang akan memantau? “Siapa yang memantau (dine in 20 menit)? Siapa yang memonitor? Kalau enggak ada monitoring, balik lagi dong seperti sebelumnya. Kita mah di Indonesia, lampu merah saja diterabas! Maka kalau bicara monitoring, bicara aparat, wah ribet enggak akan memadai,” tuturnya.

Lalu bagaimana dengan mal atau pusat perbelanjaan? Menurutnya tenant mal yang esensial sudah bisa saja dibuka bertahap. Misalnya restoran, supermarket, dan apotek. Namun ia menegaskan restoran tak boleh dine in atau makan di tempat, hanya take away dan delivery saja.

“Mal ada manajemennya, dan manajemen itu pintu masuk keluarnya jelas. Tapi mal itu diberi tahapan dulu, yang pelonggaran pertama sifatnya esensial. Restoran jangan dine in dulu, take away saja dulu. Dan pastikan customer datang dengan maskernya, dengan jumlah orang di dalam mal yang memenuhi standar.

Lalu ia mengusulkan agar para pedagang di pasar yang berjualan, semestinya sudah divaksin. Jika belum, dianjurkan untuk tidak berjualan dan digantikan dengan anak buah yang lebih muda dan sudah divaksin. “Di pasar misalnya jamnya dibatasi, dan seharusnya semua pedagang sudah divaksin. Kalau belum, ya tunggu dulu. Tugaskan anak buah yang sudah divaksin, enggak boleh risiko tinggi dengan komorbid,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, PPKM level 4 merupakan perpanjangan dari PPKM Darurat yang diberlakukan pada 3-20 Juli 2021 lalu. Kemudian pemerintah memperpanjang dengan sebutan PPKM level 4 pada 21-25 Juli 2021.

Level 4 artinya, setiap provinsi mencatatkan kasus Covid-19 lebih dari 150 atau 100 ribu penduduk per minggu. Kemudian, perawatan pasien di rumah sakit lebih dari 30 atau 100 ribu penduduk per minggu dan kasus kematian lebih dari 5 atau 100 ribu penduduk per minggu.

Kota Medan pun menjadi salah satu di antara 45 kabupaten/kota dari 21 Provinsi di Luar Pulau Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM Level IV tersebut. Khusus di Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang memperpanjang dan menerapkan PPKM Level IV.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut, Irman Oemar mengakui untuk Sumut, hanya Kota Medan yang masuk perpanjangan PPKM level 4, sesuai hasil rakor terakhir Gubsu Edy bersama para menteri terkait tersebut. “Masih sama (hanya Kota Medan). Untuk Sibolga juga (menerapkan PPKM Diperketat/level 3),” katanya.

Ia menambahkan, sebagai tindak lanjut atas Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terbaru nantinya, akan diatur oleh wali Kota Medan. “Teknisnya nanti ada di Pemko Medan. Provinsi juga akan tindaklanjuti berdasarkan instruksi gubernur atas Inmendagri tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan dan petunjuk terkait perpanjangan PPKM Level 4. Dia mengaku, belum mendapat perintah. “Terkait perpanjangan PPKM Level 4 hingga 8 Agustus mendatang, kita belum ada dapat perintah. Padahal, biasanya sudah masuk arahannya ke kita. Mungkin nanti ada petunjuk dari pusat dan masih digodok,” katanya dihubungi wartawan via seluler, Minggu (25/7).

Mardohar mengaku, saat ini kasus di Medan untuk angka kematian tidak banyak, paling 1 sampai 2 orang. Sedangkan angka kesembuhan terus bertambah walaupun angka konfirmasi positif juga demikian tetapi tidak melonjak. “Hingga saat ini belum ada perintah dari Pak Wali Kota. Nanti kalau sudah ada, pasti disampaikan,” akunya.

Disebutkan dia, saat ini memang masih ada penyekatan yang dilakukan di beberapa ruas jalan. Namun sudah ada juga beberapa penyekatan yang telah dibuka. “Karena belum ada ada arahan yang pasti, makanya masih mengikuti pola yang sebelumnya,” sebut Mardohar.

Ia mengimbau kepada masyarakat, penyekatan jalan jangan dianggap sebagai tindakan tidak baik. Sebab penyekatan dilakukan untuk kepentingan bersama demi mengurangi penularan Covid-19. “Kami juga telah edukasi ke jajaran Pemko Medan untuk menyampaikan pada masyarakat terkait PPKM ini lebih edukatif. Artinya, menyampaikan aturan ini lebih manusiawi pada masyarakat. Banyak yang enggak suka dengan PPKM ini karena kebutuhan kita terganggu semua. Tapi, ini memang untuk kita bersama,” pungkasnya.

Sementara, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setdako Medan, Muslim Harahap mengatakan, berdasarkan hasil rakor (rapat koordinasi) terkait penerapan PPKM Level IV di Luar Pulau Jawa dan Bali yang digelar secara virtual kemarin, Kota Medan memang masuk dalam 45 Kabupaten/Kota di Luar Pulau Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM Level IV. “Itu artinya, kita memang akan memperpanjang masa PPKM Level IV ini,” kata Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Minggu (25/7).

Namun hingga kemarin, kata Muslim, Pemko Medan masih belum mendapatkan petunjuk terkait perpanjangan PPKM Level IV tersebut, baik dari Mendagri maupun dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). “Tapi petunjuknya berupa surat edaran, itu kita belum ada terima, kemarin baru terima arahan secara lisan saja saat di rakor kalau kita Kota Medan termasuk yang memperpanjang PPKM Level IV ini. Sedangkan petunjuk teknis (juknis) nya kan ada di surat edaran, baik itu Inmendagri maupun Ingubsu,” ujarnya.

Untuk itu, kata Muslim, pihaknya masih menunggu kedua Instruksi tertulis tersebut, baik dari Inmenndagri maupun tindaklanjut SE Mendagri berupa SE Gubsu. Nantinya, bila Pemko Medan sudah menerima SE Gubsu terkait perpanjangan PPKM Level IV tersebut, baru lah Pemko Medan bisa menindaklanjutinya dengan SE Wali Kota Medan.

“Nanti di surat edaran itulah akan diterangkan semuanya, sama seperti surat edaran sebelumnya yang mengatur teknis pelaksanaannya. Nanti disitu bisa kita lihat juknis PPKM Level IV kali ini, apakah ada perubahan dibanding PPKM Level IV sebelumnya atau tidak dan seterusnya. Kita tunggu lah, mungkin besok (hari ini) kita terima dari Mendagri maupun dari Gubsu, karena dua hari ini (Sabtu-Minggu) kan hari libur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setdako Medan, Arrahman Pane juga mengatakan hal senada. Arrahman mengatakan, Pemko Medan belum menerima petunjuk terkait pelaksanaan PPKM Level IV tersebut, baik dari Mendagri maupun dari Pemprov Sumut atau Gubsu. “Kalau perpanjangnya ya pasti perpanjang (PPKM Level IV), sampai 8 Agustus (2021). Tapi untuk petunjuknya berupa surat edaran kita masih menunggu, dari Mendagri belum kita terima, apalagi dari Gubsu, sedangkan acuan kita nanti kan SE yang dari Gubsu,” kata Arrahman.

Untuk itu, Arrahman menegaskan, pihaknya masih menunggu petunjuk tersebut. “Jadi menunggu SE tersebut keluar, kita masih menjalankan intstruksi yang disebutkan dalam hasil rakor kemarin,” tandasnya. (jpc/ris/prn/map)

Raih Perak Olimpiade Tokyo, Eko Yuli Cetak Sejarah Besar

RAIH PERAK: Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan mencatat angkatan total 302 kg di Olimpiade Tokyo dan sukses maraih medali perak, Minggu (25/7).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mencatat sejarah besar. Dia menjadi manusia Indonesia pertama yang meraih empat medali dalam empat Olimpiade.

RAIH PERAK: Lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan mencatat angkatan total 302 kg di Olimpiade Tokyo dan sukses maraih medali perak, Minggu (25/7).

Pada Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (25/7), Eko meraih perak. Berlaga pada kelas 61 kg di Tokyo International Forum, Eko mencatat angkatan total 302 kg.

Dia kalah dari andalan Tiongkok Li Fabin yang mencatat 313 kg, Angkatan Li itu sekaligus merupakan rekor baru Olimpiade. Medali perunggu diraih atlet Kazakhstan Igor Son (294 kg).

Sebelumnya, Eko meraih perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 ( kelas 56 kg) dan London 2012 (62 kg). Lima tahun lalu di Rio 2016, Eko berhasil mendapatkan perak (62 kg).

Pada angkatan snatch, Eko memulainya dengan sangat baik. Peraih emas Asian Games 2018 tersebut mengangkat beban 137 kg dengan lancar. Sementara itu, Li Fabin gagal mengangkat 137 kg pada percobaan pertama.

Namun sayang, pada percobaan kedua, Eko gagal mengangkat beban seberat 141 kg. Di sisi lain, Li berhasil mengangkat 137 kg dan lalu berlanjut dengan keberhasilan angkatan 141 kg pada percobaan ketiga.

Sayang, Eko yang kembali mencoba mengangkat 141 kg di kesempatan ketiga, kembali gagal. Jadi untuk kategori snatch, Eko berada di belakang Li. Padahal, angkatan terbaik Eko dalam ajang besar adalah 143 kg. Hal itu dia catat saat menjadi juara dunia 2018 di Ashgabat, Turkmenistan.

Pada clean and jerk, Eko berhasil mengangkat 165 kg pada angkatan pertama. Tekniknya sangat baik. Dia mengangkat dengan nyaman. Tetapi Li tampil luar biasa dengan juga mencatat angkatan 166 kg.

Pada percobaan kedua, Li juga sukses mengangkat seberat 172 kg. Yang luar biasa, catatan itu adalah rekor baru Olimpiade.

Kesuksesan Li, membuat Eko mau tidak mau untuk mengangkat 177 kg, jauh di atas rekor dunia yakni 174 kg. Dan seperti yang sudah diprediksi, Eko gagal melakukan tugasnya. Pada angkatan ketiga, Eko juga gagal. Inilah yang membuatnya gagal meraih emas mengejar Li.

Dengan keberhasilan Eko ini, Indonesia meraih dua medali di Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya, Indonesia mendulang perunggu melalui lifter berusia 19 tahun Windy Cantika Aisah pada kelas 49 kg putri.

Saat ini, Eko sudah berusia 32 tahun. Memang akan berat bisa berlaga lagi di Paris 2024. Setelah masa Eko, generasi baru angkat besi Indonesia bisa menjadi tulang punggung di masa depan. Mereka antara lain, Muhammad Faathir (61 kg), Rizki Juniansyah (73 kg), dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg).

Medali Pertama

Sehari sebelumnya, Lifter putri Windy Cantika Aisah menyumbang medali pertama untuk kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Turun di kelas 49 kg, dia menyabet perunggu.

Pada pertandingan yang digelar di Tokyo International Forum, Sabtu (24/7), Windi mengumpulkan poin total angkatan 194. Saat angkatan snatch, Windy mencatatkan 84 kg, clean and jerk 110 kg.

Windy kalah dari lifter India Chanu Saikhom Mirabai yang mengumpulkan total angkatan 202. Lifter China, Hou Zhihui, menjadi peraih emas dengan total angkatan seberat 210.

Zhihui mencatatkan tiga rekor olimpiade di kelas 49 kg putri. Dia membukukan seberat 94 kg untuk angatan snatch dan 116 untuk angkatan clean and jerk.

Rengan raihan perunggu ini, Indonesia untuk sementara ada di urutan keempat klasemen medali Olimpiade Tokyo bersama dengan Swiss yang sama-sama meraih 1 perunggu hingga pukul 13.50 WIB. Sementara itu, China ada di urutan pertama dengan raihan dua emas. India dan Rusia sama-sama mengumpulkan satu perak ada di urutan kedua. (jpc/dts)

Terkait Dugaan Korupsi, Mantan Pimpinan Bank Sumut KCP Galang Ditahan

DIGIRING: Mantan pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Sumut Galang, LG digiring petugas di Kantor Kejatisu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menahan tersangka LG (61), mantan Pimpinan Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu (KCP) Galang, Kabupaten Deliserdang. Ia ditahan terkait kasus dugaan korupsi di bank BUMD milik Pemprov Sumut tersebut.

DIGIRING: Mantan pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Sumut Galang, LG digiring petugas di Kantor Kejatisu.

“Berdasarkan penghitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terhadap perkara ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp35.153.000.000,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian, Rabu (21/7) sore.

Dia menjelaskan, tersangka LG ditahan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, sehingga diterbitkan surat penahanan. “Ia ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan bernomor : Print-11/L.2/Fd.1/07/2021 tanggal 21 Juli 2021 atas nama tersangka LG, mantan Pimpinan Cabang Bank Sumut KCP Galang,” urainya.

Dikatakan Sumanggar, dalam kasus ini tersangka melanggar pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ia menambahkan, penahanan tersangka dilakukan selama 20 hari terhitung 21 Juli 2021 sampai dengan 9 Agustus 2021 dan tersangka dititipkan di Rumah Tahanan Polisi Kepolisian Daerah Sumatera Utara. (man)

Dugaan Pelecehan Seksual, Kepala MAN 1 Sergai Dinonaktifkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenag Sumut) memberhentikan sementara Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Serdangbedagai (Sergai), Fahri Nasution. Penonaktifan itu, terkait laporan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang pegawai honorer di sekolah tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Sumut, Erwin P Dasopang mengatakan, terkait laporan dugaan pelecehan seksual oleh Fahri, Inspektorat Jendral Kemenag telah melakukan pemeriksaan. “Kita nonaktifkan selama proses hukum selesai. Selama penonaktifan, kita menunjuk Wakil Kepala MAN 1 Sergai sebagai Pelaksana Harian (Plh),” ungkapnya kepada Sumut Pos, Minggu (25/7).

Erwin mengakui, pihaknya merasa terganggu dengan bergulirnya kasus ini. Karena itu, mereka berinisiatif mengambil kebijakan untuk memberhentikan sementara Fahri dari jabatannya.

Adapun yang ditunjuk sebagai Plh, yakni Wakil Kepala MAN 1 Sergai bidang kesiswaan, Atika Ahraini. Erwin menjelaskan, penonaktifan ini juga dilakukan demi memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menghadapi proses hukum yang tengah bergulir saat ini. “Bila nantinya tidak terbukti, maka yang bersangkutan akan dikembalikan haknya,” katanya.

Menurutnya, pasca merebaknya kabar kasus ini, ia mewakili Kakanwil Kemenag telah melihat langsung situasi di MAN 1 Sergai dan bertemu para guru di madrasah dengan harapan mendinginkan suasana. Mereka tak ingin kasus ini menimbulkan gejolak dan mengganggu proses belajar-mengajar di sana. “Kemudian kita meminta untuk tidak lagi terkontaminasi bela A atau B. Kita minta untuk kembali seperti semula,” pungkasnya.

Diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual oleh Fahri kepada Ye sebelumnya telah dilaporkan ke Polres Sergai. Namun, meski sudah dilaporkan sejak 17 September 2020, laporan korban yang diterima dalam LP Nomor STTLP/180/IX/2020/SU/RES SERGAI, ini masih mengambang.

Pelapor kemudian melaporkan Polres Sergai ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut pada 9 Juli lalu. Ombudsman kemudian melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait mulai dari Polres Sergai, Fahri, dan juga Kanwil Kemenag Sumut atas dugaan maladministrasi penundaan berlarut atas laporan pelapor. Fahri telah memberikan klarifikasinya ke Ombudsman pada Kamis (22/7) lalu. (man)

Gelapkan Mobil, Warga Petisah Diciduk Polisi

TERSANGKA: Tersangka penggelapan mobil diamankan Polsek Medan Baru.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Feri Tambunan (43) warga Jalan Kuali, Medan Petisah, diringkus personel Polsek Medan Baru dari kawasan Jalan Pabrik Kimia, Medan Petisah, baru-baru ini. Feri ditangkap polisi karena dilaporkan telah menggelapkan mobil Avanza warna hitam metalik BK 1034 OA milik Romauli Br Tambunan (50) warga Jalan Pabrik Kimia.

TERSANGKA: Tersangka penggelapan mobil diamankan Polsek Medan Baru.

Plt Kapolsek Medan Baru AKP Parulian Lubis mengatakan, modus pelaku menggelapkannya dengan berpura-pura menyewa mobil korban untuk keperluan mengantar pesta. “Pelaku menyewa mobil korban mulai tanggal 6 Juli, dengan perjanjian perharinya Rp 250.000 dan akan dikembalikan pada 11 Juli. Pelaku kemudian membayar uang muka sebesar Rp 500.000,” jelasnya, Minggu (25/7).

Setelah waktu yang telah dijanjikan tiba, ternyata pelaku belum mengembalikan mobil tersebut. Korban lalu mendatangi rumah pelaku, tetapi pelaku beralasan mobil korban telah dipinjamkan kepada seorang perempuan berinisial De. Merasa telah ditipu dan tak sesuai kesepakatan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Baru. “Dari laporan korban, kemudian dilakukan penyelidikan oleh petugas. Tak butuh waktu lama, pelaku pun diringkus tanpa perlawanan,” sambung Parulian.

Kepada petugas, pelaku mengakui perbuatannya telah menggelapkan mobil korban dan meminjamkannya kembali kepada wanita berinisial De. Pelaku juga mengaku tidak mengetahui mobil korban dibawa kemana. “Pelaku Selanjutnya pelaku diboyong ke komando guna penyidikan selanjutnya. “Petugas masih mendalami kasusnya untuk mendapatkan mobil korban. Sedangkan pelaku sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (ris)

Pelaku Begal Beraksi Dekat Pos Penyekatan, Korban Ditodong Sajam, Motor Dilarikan

AKSI BEGAL: Aksi begal di Jalan Jamin Ginting terekam CCTV, Sabtu (24/7) .ISTIMEWA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyekatan sejumlah jalan raya terkait Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Medan, dimanfaatkan para pelaku perampokan jalanan (begal) untuk melancarkan aksinya. Bahkan, pelaku beraksi di dekat pos penyekatan.

AKSI BEGAL: Aksi begal di Jalan Jamin Ginting terekam CCTV, Sabtu (24/7) .ISTIMEWA.

Salah satunya, terjadi tak jauh dari pos penyekatan Jalan Jamin Ginting-Jalan Dr Mansur Medan, Sabtu (24/7) dini hari sekira pukul 01.15 WIB. Informasi diperoleh Minggu (25/7), aksi begal tersebut terekam CCTV dan videonya viral setelah tersebar di media sosial. Korbannya adalah seorang pria pengendara sepeda motor Vespa matic.

Peristiwa bermula ketika korban melintas dari arah persimpangan Jalan KH Wahid Hasyim dan masuk ke Jalan Jamin Ginting menuju kawasan Padangbulan. Namun, saat melaju di depan CV Arka Printing, tak jauh dari pos penyekatan, korban tersungkur ke aspal ditendang 4 pelaku begal saling berboncengan mengendarai 2 sepeda motor yang mengikuti dari belakang.

Korban yang terjatuh lalu berusaha bangkit. Akan tetapi, salah seorang dari keempat pelaku bergerak cepat dan menodongkan senjata tajam. Selanjutnya, seorang pelaku lagi langsung mengambil sepeda motor korban dan melarikan diri bersama pelaku lainnya. Melihat pelaku kabur, korban berupaya mengejar. Namun sayang usaha korban sia-sia lantaran pelaku sudah terlalu jauh. Korban akhirnya memutuskan melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Medan Baru.

Sementara, M Manullang, warga sekitar lokasi kejadian mengaku mendengar ada keributan dini hari itu. Saat itu, dia hendak tidur di dalam rukonya yang dijadikan tempat usaha percetakan. Karena mendengar suara ricuh, kemudian membuka pintu ruko untuk mencari tahu. “Aku dengar ada suara keributan, dan aku buka sedikit pintu ruko lalu kulihat seorang pria sedang berlari sambil berteriak minta tolong,” ujarnya.

Kemudian, kata M Manullang, dia bertanya kepada korban. Selanjutnya, korban menceritakan kejadian yang dialaminya. “Setelah mendengar cerita korban, kami kemudian mengecek rekaman CCTV. Usai dicek, ternyata aksi pelaku begal itu terekam lalu aku serahkan videonya kepada korban,” ucapnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Irwansyah Sitorus yang dikonfirmasi via seluler terkait aksi begal di wilayah hukumnya tak merespon. Begitu juga saat dikirim pesan whatsapp, tak kunjung dibalas. (ris)

Lompat dari Jembatan, Kepala Pecah Terbentur Beton

BUNUH DIRI: Jasad korban dugaan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Sungai Deli, Minggu (25/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Platina Raya, Kelurahan Titi Papan, Medan Deli, digegerkan dengan penemuan mayat seorang Pria Tionghoa, yang tewas dengan kondisi kepala pecah di bawah jembatan Sungai Deli, Kota Medan, Minggu (25/7).

BUNUH DIRI: Jasad korban dugaan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan Sungai Deli, Minggu (25/7).

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, pria Tionghoa yang diketahui bernama Kwek Hua Bin (73) , warga Taman Platina Blok CC, Nomor 3, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli tersebut, diduga sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, yakni melompat dari jembatan Sungai Deli.

Menurut keterangan saksi mata, sebelum tewas, korban terlihat berjalan seorang diri di atas jembatan. Belum diketahui alasan pastinya, korban langsung naik ke atas besi jembatan dan melompat ke dalam sungai. “Kepala korban langsung terbentur dinding beton yang ada di sungai, korban langsung tewas di tempat dengan kondisi kepala pecah,” ungkap warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Saat dikonfirmasi, Kanit Polsek Medan Labuhan Iptu Andi Rahmadsyah membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, petugas Polsek Medan Labuhan, yang mendapat informasi tersebut langsung turun ke lokasi dan melakukan evakuasi terhadap korban.

“Iya benar, tadi ada pria yang lompat ke sungai, kasusnya masih kita lidik. Sedangkan jasad korban sudah kita evakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan guna dilakukan visum,” ungkapnya. (mag-1)

Kebakaran Hebat Terjadi dI Gunungditoli, 9 Unit Toko Ludes Dilalap Sijago Merah

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hebat terjadi di Kota Gunungsitoli, tepatnya di Jalan Gomo dan Jalan Sirao Kelurahan Pasar Gunungsitoli mengakibatkan 9 Toko ludes dilalap sijago merah, pada Jumat (23/7) sore sekira pukul 17.00 Wib. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Petugas pemadam kebakaran sedang berusaha menjinakkan api yang sesang membumbung tinggi, dibantu TNI/Polri.

Pantauan Sumut Pos di lokasi api membumbung tinggi mencapai 20 meter, diserta suara letusan berasal dari toko yang terbakar, hingga mengakibat 4 toko di Jalan Gomo masing-masing toko sepatu, kedai kopi, tukang gigi dan penjual makanan rata dengan tanah. Sedangkan dua toko lainnya terbakar dibagian samping dan bagian atap.

Sementara di Jalan Sirao toko penjual handphone dan toko penjual material bangunan hanya rangka gedung yang masih tersisa. Beruntung sebagian isi toko masih bisa diselamatkan oleh pemiliknya dibantu warga sekitar bersama TNI/Polri.

Lokasi kebakaran yang berada dipusat Kota Gunungsitoli dan hanya berkisar 200 meter dari pinggir laut membuat api cepat membakar seluruh toko, disebabkan tiupan angin kencang. Api pun baru bisa dipadamkan setelah 1,5 jam kemudian oleh personil Satpol PP Kota Gunungsitoli dibantu personil Polres Nias dan personil Kodim 0213 Nias, menggunakan tiga unit truk pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemko Gunungsitoli, satu unit truk tangki air BPBD dan satu unit truk tangki milik PDAM Tirta Umbu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Pradja (Kasatpol PP) Kota Gunungsitoli Mario Zebua yang berada di lokasi kepada wartawan mengatakan tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. ” Tidak ada korban jiwa. Ada 9 toko yang terbakar kerugian kita taksir sementara bisa mencapai 5 miliar,” kata Mario.

Mario mengaku, pihaknya mendapat informasi sekira 15 setelah terjadi kebakaran dan langsung menurunkan puluhan personil satpol PP menggunakan 3 Damkar dibantu 1 mobil tangki milik BPBD dan satu unit mobil tangki milik PDAM Tirta Umbu.

“Kejadiannya sekira pukul 17.00 Wib. Kami mendapatkan info15 menit kemudian dan langsung kita terjunkan 3 Damkar yang kita punya, tiba di lokasi sekira pukul 17.30 Wib,” jelasnya.

“Penyebab dan sumber api belum bisa dipastikan, nanti kepolisian akan melakukan penyelidikan,” sambungnya.

Kasat Reskrim Polres Nias AKP Junisar Rudianto Silalahi dihubungi Sumut Pos melalui telfon selular, juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun menurutnya dugaan sementara berasal hubungan pendek arus listrik.

“Belum bisa saya jelaskan, saya masih dilokasi ini. Kita duga sementara berasal dari hubungan pendek arus listrik,” kata Kasat Reskrim singkat.

Aktifkan Internet Safety dan Etika Baik Dalam Bermedsos

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Dalam menggunakan media sosial, harus diaktifkan internet safety yang meliputi, privasi dan informasi pribadi terjaga keamanannya, meminimalisasi tindakan pembajakan akun, membuat seseorang lebih nyaman dalam mengakses informasi, serta menghindari tindakan cyber bullying.

Kemudian menjaga etika yang baik, jaga informasi pribadi, konten positif, dan balas komentar dengan cara baik serta tidak menyinggung orang lain. Hal itu dipaparkan Indira Wibowo (Public Speaker, Duta Wisata Indonesia 2017, dan Owner @mydearscraft) pada Webinar Literasi Digital Kabupaten Simalungun, Kamis (15/7).

Dalam pemaparannya, Indira membahas digital safety atau internet safety, merupakan konsep penggunaan internet untuk melindungi diri sendiri serta orang lain dari kemungkinan bahaya atau resiko di dunia online. Ciri-ciri internet safety atau sehat meliputi, log out akun, memakai password, password yang rumit dan kuat, tidak membuka web yang tidak dikenal atau link phising, menghapus history, serta meminimalisasi penggunaan wifi. 

Tips dan trik menjaga keamanan privasi antara lain, gunakan password manager, salah satu cara untuk menjaga data pribadi dari pencurian data ialah menggunakan password yang berbeda-beda pada setiap akun. Selalu cek data secara berkala, menggunakan website haveibeenpwned.com. Aktifkan two-faktor authentication (2FA), tersedia di berbagai situs media sosial seperti, whatsapp, twitter, dan instagram. Serta, gunakan VPN, berfungsi sebagai pelindung data diri pengguna di internet.

Sedangkan Aktivid dan Seniman, Melanie Soebono memberikan tips apa saja yang dapat dilakukan saat ini lewat digital seperti, seminar dan edukasi dari rumah, toko menjadi online, gerakan sosial atau berdonasi, liburan 3D atau virtual tour, dan mengetahui kadar oksigen. Cakap digital di era pandemi memudahkan masyarakat karena dapat dilakukan dimana saja dan kapanpun, dapat menghasilkan uang dari hobi digital, dan berguna tanpa membahayakan kesehatan.

“Dengan memanfaatkan internet secara sehat dan positif dapat membuat hidup lebih sehat dan menjalani aktivitas dengan senang,” ujarnya.

Sementara Candra Malau SH (Direktur Eksekutif Sahabat Lingkungan dan Kepala divisi hukum & Advokasi Sahabat Lingkungan) menjabarkan jenis-jenis ekspresi di dunia digital antara lain, menyatakan pendapat, karya ilmiah, dan kreasi. Bentuk ekspresi di dunia digital meliputi, tulisan atau teks, gambar atau visual, suara atau audio, dan suara yang disertai dengan gambar (audio visual).

Saluran berekspresi di dunia digital melalui sejumlah sarana meliputi, media sosial, televisi, radio, dan surat elektronik atau email. Kebebasan berekspesi sebagai salah satu hak asasi manusia (HAM), dimuat dalam konvensi hukum global yaitu Deklarasi Universal HAM oleh Perserikat Bangsa-Bangsa. 

Narasumber terakhir Dudes Manalu MKom (Tenaga Ahli IT Bidang Network dan Security Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Mandailingnatal) menjelaskan bahaya pornografi pada anak yang orang tua harus ketahui antara lain, kecanduan, dipicu oleh pengeluaran hormone dopamine pada otak sehingga menimbulkan perasasan bahagia ketika menonton konten pornografi.

Menurunkan hingga merusak fungsi otak, pornografi dapat merusak otak anak tepatnya pada salah satu bagian otak depan yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). Serta, Keinginan mencoba dan meniru, anak-anak lebih rentan terhadap paparan gampar porno daripada orang dewasa karena neuron cermin di otaknya, merupakan sel-sel otak yang mampu membuat anak seperti merasakan atau mengalami apa yang ditonton.

Strategi pencegahan agar anak tidak terpapar konten pornografi dengan cara, terapkan peraturan dan disiplin di keluarga sedini mungkin, tidak hanya melarangnya orang tua juga harus menjelaskan pada anak mengenai bahaya pornografi. Beri pondasi agama yang kuat, setiap agama pasti melarang hal negatif layaknya tontonan yang tidak mendidik. Berikan edukasi seks sejak dini, orang tua perlu menjelaskan dasar edukasi seks seperti menjelaskan anggota tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Serta, batasi penggunaan internet untuk anak, biasakan untuk menggunakan gawai sebagai alat komunikasi dan bersosialisasi.

Terakhir Jos Oren (Youtuber dan Influencer dengan Followers 8.836) menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat para narasumber berupa, kedepannya semua profesi yang ada di dunia akan memerlukan digital skill. Salah satu cara untuk menjaga data pribadi dari pencurian data ialah menggunakan password yang berbeda-beda pada setiap akun, selalu cek data secara berkala, dan aktifkan 2FA.

Kebebasan yang sebebas-bebasnya bukanlah kebebasan, melainkan kekacauan. Oleh karena itu, tidak ada kebebasan tanpa batas, karena ada kebebasan dari aspek lain yang membatasinya. Serta, Strategi pencegahan agar anak tidak terpapar konten pornografi dengan cara, terapkan peraturan dan disiplin di keluarga sedini mungkin, serta biasakan anak untuk menggunakan gawai sebagai alat komunikasi dan bersosialisasi.

Webinar Literasi Digital ini digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/ kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung. Kegiatan ini diikuti 600 orang dari PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.

Ada empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi mengatakan, tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. (rel/dek)