Home Blog Page 3293

Stok Vaksin Covid-19 Kosong, Ribuan Warga Dairi Batal Divaksin Dosis ke-2

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ribuan warga Kabupaten Dairi yang sudah jatuh tempo mengikuti vaksinasi untuk suntikan dosis kedua tertunda, akibat stok vaksin kosong di Dinas Kesehatan. Kekosongan stok vaksin telah terjadi sejak, Senin (19/7).

Sekretaris Kesehatan Dairi, Frisda Turnip didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Welly Zebua, membenarkan stok vaksin kosong. Keduanya mengaku, saat ini vaksin sedang diupayakan didatangkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, supaya yang sudah jatuh tempo untuk vaksin dosis kedua bisa dilaksanakan.

Frisda menjelaskan, untuk vaksinasi suntikan kedua, vaksin yang dibutuhkan sebanyak 232 vial. Untuk dinas kesehatan sebanyak 53 vial dan TNI/Polri sebanyak 179 vial.

“Ada sekitar 2.320 orang yang tertunda menerima vaksin kedua sejak tiga hari terakhir,” katanya, Kamis (22/7). Frisda maupun Wely menyebut, sudah ada alokasi yang diberikan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, tetapi belum ada diberikan berapa jumlah yang dialokasikan untuk Dairi.

“Kita selalu mengajukan vaksin dengan jumlah yang banyak, namun realisasi dari provinsi terbatas,” kata mereka.

Frisda mengatakan, begitu vaksin tiba, akan langsung dilakukan penyuntikan kepada masyarakat yang sudah jatuh tempo, untuk mengikuti suntikan dosis kedua.

Disebutkan, toleransi waktu dosis pertama yang sudah jatuh tempo, untuk mengikuti suntikan dosis kedua tidak boleh lewat 7 hari. Artinya, kalau sudah lewat tujuh hari, imun tubuh penerima vaksin pertama akan turun. Bila hal itu terjadi, harus kembali mengulang menerima suntikan dosis pertama. Sasaran vaksinasi di Dairi sebanyak 236.046 orang yakni terdiri dari tenaga kesehatan (Nakes) sebanyak 1.134 orang, pelayan publik sebanyak 16.118 orang, lanjut usia (Lansia) sebanyak 28.029 orang, masyarakat umum dan rentan sebanyak 153.039 orang serta remaja sebanyak 37.726 orang.(rud/ram)

DPW PAN Sumut Sembelih 8 Hewan Kurban

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut melaksanakan penyembelihan delapan hewan kurban di Sekretariat DPW, Jalan Sei Lepan Nomor 2 Medan, Kamis (22/7).

SAMBUTAN: Ketua DPW PAN Sumut, Ahmad Fauzan Daulay didampingi Bendahara M Faisal saat menyampaikan sambutan.

Ketua DPW PAN Sumut, Ahmad Fauzan Daulay didampingi Bendahara M Faisal dan Ketua Panitia Mora Harahap, Sekpan Affan Alquddus mengatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban sudah rutin dilaksanakan DPW setiap tahun.

“Kali ini kita menyembelih delapan hewan kurban, enam berasal dari internal pengurus DPW, sedangkan dua lagi sumbangan dari Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah,” sebut Fauzan.

Pada bagian lain, Fauzan mengemukakan, penyembelihan hewan kurban, selain untuk menghilangkan sifat kehewanan di dalam diri manusia, juga menjadi momentum berbagi terhadap sesama, apalagi di tengah pandemi saat ini, banyak umat hidupnya dalam situasi prihatin, sehingga sangat membutuhkan bantuan. “Momentum Hari Raya Idul Adha ini merupakan kesempatan bagi kita untuk memperlihatkan empati dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama umat,” kata Fauzan.

Anggota DPRD Sumut ini menyebutkan, selain di DPW, penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan di DPD PAN kabupaten/ kota se-Sumatera Utara, misalnya di DPD PAN Tapsel, Langkat, Binjai, Pematang Siantar, dan lainnya.

Fauzan menambahkan, sejalan dengan masih diterapkannya PPKM di Medan, maka untuk mencegah kerumunan, pihak panitia akan mendistribusikan daging-daging qurban tersebut kepada warga yang membutuhkan.

Sementara, ketua panitia Mora Harahap didampingi bendahara Erlina Koto mengatakan, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan DPW PAN Sumut tetap mengikuti ketentuan protokol kesehatan (prokes) yang digariskan pemerintah.

Hadir dalam acara ini, pengurus harian DPW M Faisal, Rudi Alfahri Rangkuti, Affan Alquddus, Amirullah Hidayat, Ade Taufiq, Ahmad Khairuddin, Adi Munasip, Dahron Hutagaol, Suartono, Agus Salim Ujung, Zainuddin, Luthfi Fauzi, Erlina Koto dan lainnya. (adz)

Orangtua Wajib Atur Konten Sesuai Usia Anak

PALUTA, SUMUTPOS.CO – Seminar web atau webinar yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Provinsi Sumatera Utara, 14 Juli 2021, mengangkat topik soal keamanan anak-anak dalam berselancar di dunia maya.

WEBINAR: Webinar yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika digelar secara virtual di Kabupaten Paluta, Rabu, 14 Juli kemarin. Adapun kegiatan itu, bertema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Sumatera II, Menjaga Keamanan Digital Anak-anak”. IST

Adi Guna Darmadi, selaku Relawan TIK Belitung Timur pada sesi Keamanan Digital, memaparkan tema “Menjaga Keamanan Digital Bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Dijelaskannya, terdapat tiga risiko utama keamanan anak-anak di dunia digital antara lain; identitas anak rawan menerima serangan cyber; ketagihan gawai dan konten online; dan menerima perundungan cyber.

“Cara melindungi identitas anak melalui berkomunikasi dengan terbuka dan saling percaya, orangtua mengajari untuk membuat kata sandi yang kuat, menekankan pada anak memakai platform yang memiliki reputasi baik soal keamanan pengguna, berhati-hati terhadap sumber belajar daring yang manawarkan akses gratis, kelola perangkat anak, serta manfaatkan fitur safesearch,” katanya.

Adapun cara lindungi anak dari kecanduan gawai dan game online, menurut dia, imbangi waktu menggunakan gawai dan interaksi di dunia nyata, pinjami anak gawai sesuai kebutuhan, pilihkan program atau aplikasi yang positif untuk anak, mendampingi dan meningkatkan interaksi, gunakan gawai dengan bijaksana, serta telusuri konten yang sering dikunjungi anak dan atur konten sesuai dengan usia anak.

“Sementara lindungi anak dari perundungan cyber melalui ajarkan anak untuk tetap berperilaku baik di dunia maya, ketahui siapa lawan bicara anak, serta dorong anak untuk melapor jika melihat atau mengalami masalah di dunia maya,” ujarnya.

Oleg Sanchabakhtiar, selaku Creative Concept dan Direktur Expert Planet Design Indonesia, dalam sesi Kecakapan Digital menyampaikan tips dan trik cara membuat konten yang menarik bagi generasi milenial. Antara lain, membuat konten yang orisinil, membuat headline yang menarik, isi yang memberikan informasi pengetahuan yang akurat, perspektif baru, menginspirasi, dengan kemasan yang sangat menghibur, durasi yang cukup, mempunyai jadwal tayang yang teratur, serta tau konten yang paling banyak diminati generasi milenial.

“Konten yang paling banyak diminati seperti hiburan, liburan, video viral, meme, inspirasi dan motivasi, gambar indah, kutipan, kisah menyentuh, tips dan trik, serta video tutorial,” katanya yang mengangkat materi bertema “Tips dan Trik Cara Membuat Konten yang Menarik Bagi Generasi Milenial”.

Menurut dia, tips dan trik konten yang dapat disebut menarik dan punya nilai positif berupa, berkualitas isi dan marketnya sesuai pasarnya, berkualitas mudah ditemukan, berkualitas mudah dibaca, berkualitas untuk bisa dibagikan, yang berkualitas akan mudah diingat, serta mengaplikasikan berkawan, berkarya, dan berbagi di tanah Indonesia.

Di Sesi Budaya Digital, Syawaluddin Hasibuan selaku Dosen FP Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, membahas tantangan pada dunia akademik adalah bagaimana guru dan murid bersinergi dalam tranformasi digital. Penggunaan sistem digital lebih efisien bila dibandingkan dengan sistem konvensional.

“Kegiatan seminar atau konferensi dapat dilakukan secara daring tanpa terkendala jarak, lokasi atau biaya. Era industrialisasi digital perlu diwaspadai, sebab terjadi disrupsi yang mengakibatkan pekerjaan hilang. Hal inilah yang harus diperediksi oleh semua pihak, termasuk pihak sekolah,” ujarnya yang mengangkat materi bertema “Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital”.

Kemampuan adaptif yang harus diperhitungkan itu, lanjut dia, berkaitan dengan era digital. Sekolah dan pendidik harus memberi pelatihan dan pembinaan pada peserta didik di sekolah dan di luar sekolah.

“Permasalahan pendidikan di era digital meliputi kurikulum belum berbasis IT dan global, proses belajar yang kurang mengasyikan serta pendidik yang kurang melek IT dan tidak inovatif, ketersediaan perangkat IT dan sarana belajar. Siswa harus dididik dalam hal kemampuan adaptasi, literasi digital, dan finansial, cerdas, inovatif dan kreatif, serta hard skill dan soft skill sesuai passion,” terangnya.

Narasumber pada sesi Etika Digital, M Sahor Bangun Ritonga, membahas hoax merupakan berita bohong atau tidak benar. Penyebab tersebarnya berita hoax ialah, dibuat dengan sengaja, tujuan awalnya hanya sekadar iseng atau lelucon, ingin menjadi orang pertama yang menyebarkan informasi, serta berlomba-lomba menikmati kesenangan dalam kebohongan.

“Ciri-ciri berita hoax antara lain, sumber berita yang kurang bisa dipercaya, foto dan video dalam berita tersebut direkayasa, mengandung unsur politik atau SARA, menggunakan kalimat provokatif, serta sering mendapat komentar negatif namun, di sisi lain juga ada yang percaya berita tersebut,” katanya yang mengangkat materi bertema “Sudah Tahukah Kamu Dampak Penyebaran Berita Hoax?”.

Dampak hoax secara sosial ialah, kata dia, membuat masyarakat menjadi curiga dan bahkan membenci kelompok tertentu. Dampak hoax secara ekonomi ialah mampu memengaruhi ekspetasi dan perilaku masyarakat yang pada akhirnya memengaruhi keputusan berekonomi, konsumsi, dan berinvestasi.

“Sementara dampak hoax secara politik ialah merusak persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Dampak hoax terhadap anak-anak ialah susah membedakan berita yang benar dan salah serta merusak psikologi anak,” tutur dia.

Webinar diakhiri Sri Ayu Wahyuni, influencer dengan followers 10 ribu, menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat para narasumber berupa cara melindungi identitas anak, melalui berkomunikasi dengan terbuka dan saling percaya dan orangtua mengajari untuk membuat kata sandi yang kuat. Tips dan trik cara membuat konten yang menarik bagi generasi milenial antara lain, membuat konten yang orisinil, membuat headline yang menarik, isi yang memberikan informasi pengetahuan yang akurat, perspektif baru, menginspirasi, dengan kemasan yang sangat menghibur. Sekolah dan pendidik harus memberi pelatihan dan pembinaan pada peserta didik di sekolah dan di luar sekolah. Serta, dampak hoax secara sosial ialah membuat masyarakat menjadi curiga dan bahkan membenci kelompok tertentu. Dampak hoax terhadap anak-anak ialah susah membedakan berita yang benar dan salah serta merusak psikologi anak.

Sebagai pembicara kehormatan atau keynote speaker, Bupati Paluta, Andar Amin Harahap memberikan sambutan tujuan literasi digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Joko Widodo turut memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kementerian Kominfo 2021.

Adapun kegiatan ini bertujuan, mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic, dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)

Djarot dan Kapoldasu Satu Visi dalam Tanggulangi Pandemi Covid

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPP yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Djarot Saiful Hidayat bersama Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak satu visi dalam melihat penanganan dan penanggulangan bencana nonalam pandemi Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam silaturrahim DPD PDI Perjuangan dengan Kapolda Sumut di Markas Poldasu, Kamis (22/7/2021).

Adapun kesamaan visi Djarot dan Panca diantaranya, Pertama; pandemi Covid-19 merupakan ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia, karena mengandung efek domino yang begitu luas terutama di sektor ekonomi, sosial, keamanan dan politik. Maka diperlukan kesadaran kolektif bagi semua pihak dan elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menghadapi benaca non alam ini.

Kedua; pasien Covid-19 bukan penyakit yang memalukan dan aib, oleh karena itu tidak boleh malu dan dikucilkan oleh anggota masyarakat yang lain. Kita harus membantu pasien Covid-19 yang sedang Isoman agar mereka kuat dan segera sembuh, tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Ketiga; masyarakat Sumut sangat antusias untuk melakukan vaksinasi, masalahnya adalah jumlah vaksin yang tersedia di Sumut sangat terbatas, karena itu kedua pimpinan di Sumut ini mendesak pemerintah pusat untuk sesegera mungkin mendistribusikan vaksi yang mencukupi di Sumut, tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Silaturrahim yang berlangsung hangat tersebut, Djarot mengajak semua pemangku kebijakan untuk merangkul semua pihak, terutama tokoh-tokoh masyarakat untuk terlibat aktif dalam penanganan covid ini. “Tokoh-Tokoh masyarakat harus berada dalam barisan terdepan untuk memberikan pelajaran dan keasadaran akan bahaya covid, apalagi muncul anggapan di masyarakat yang menjadikan pasien Covid sebagai aib masyarakat, untuk itu diperlukan usaha semua pihak, agar jangan sampai pasien Covid malah dikucilkan dan diberi stigma negatif,” papar Djarot.

Anggota DPR RI dari Dapil Sumut III ini juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polri yang ada di lapangan. “Kerjanya luar biasa, setiap hari harus berhadapan dengan Covid. Setiap hari harus mengatasi konflik yang mungkin terjadi akibat PPKM. Kita siap memback up bila diperlukan,” tegasnya. 

Djarot juga menyampaikan komitmen PDI Perjuangan untuk bersama-sama menghadapi ancaman besar untuk memutus mata rantai Covid-19. “Harus saling bahu-membahu, kami sebagai partai pemenang harus membantu pemerintah dan Polri bersama-sama menyelesaikan ancaman ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, Djarot mengatakan, PDI Perjuangan telah menugaskan kader yang duduk di DPRD terutama Ketua DPRD dan Ketua Fraksi untuk mengawal persoalan ini. Terutama soal anggaran untuk penanganan Covid, harus betul-betul tepat sasaran, dan harus dapat mencari alternatif untuk memperoleh dana segar baik melalui dana hibah atau lainnnya yang tidak melanggar hukum.

Terakhir, Djarot menyampaikan progam PDI Perjuangan Sumut yang secara gotong-royong memberi bantuan kepada pasien Covid-19 yang isoman. “Terkait persoalan pasien Covid yang dianggap aib oleh anggota masyarakat, kita berharap kepada masyarakat untuk tidak mengucilkan, kita harus bantu mereka, kirim makanan dengan cara tetap mematahui protokol kesehataan dan masyarakat jangan menutup diri kepada pasien Covid-19,” pungkasnya.

Sementara, Kapoldasu Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak  mengatakan, semua harus bergandengan tangan menghadapi situasi ini, korban sudah bergelimpangan. “Tangung jawab pemerintah dan lintas sektoral untuk terus membantu persoalan ini,” ujar Panca.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga berharap silaturahim ini dapat terus terjalin dengan baik. “Selaku Kapolda saya menyucapkan tetimakasih atas dukungan PDI Perjuangan yang selama ini telah berjalan dan mudah-mudahan terus berjalan karena Polisi tidak bisa bekerja sendiri, bangsa ini harus dijaga bersama-sama tidak ada yang hebat dan kuat, kecuali jika kita bersatu,” ujarnya. (adz)

Samsung Electronics Raih Top Brand di Asia Selama 10 Tahun

Samsung menempati peringkat yang tinggi dalam 15 kategori produk dalam Asia’s Top 1.000 Brands tahun ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Samsung Electronics Co., Ltd, dinobatkan sebagai merek nomor satu dalam riset ‘Asia’s Top 1000 Brands 2021’ dari Campaign Asia-Pacific dan Nielsen IQ.

Selama 10 tahun berturut-turut, Samsung telah dipilih oleh konsumen di kawasan ini sebagai merek terdepan pilihan mereka dalam penelitian tahunan yang dilakukan di 14 pasar di wilayah Asia-Pasifik.

Asia’s Top 1000 Brands adalah survei opini konsumen yang mengukur preferensi merek secara kuantitatif dalam 15 kategori produk/jasa. Merek-merek yang muncul dalam daftar tersebut adalah mereka yang berhasil mendapatkan positive mind share sebagai merek yang paling dipercaya dan dicintai konsumen.

Secara khusus, Samsung menempati peringkat yang tinggi dalam 15 kategori produk dalam Asia’s Top 1.000 Brands tahun ini, bertambah dari 12 kategori di tahun lalu, dan menjadi merek teratas dalam kategori TV, perangkat kebersihan, dan teknologi rumah

Metodologi Survei Asia’s Top 1000 Brands menggabungkan data dari survei online yang dikembangkan oleh Campaign Asia-Pacific dan Nielsen IQ, penyedia informasi serta wawasan global. Survei dilakukan pada 12 hingga 30 April 2021.

Riset ini menyelidiki sikap konsumen di 14 pasar: Australia, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Riset ini mengandalkan sejumlah 400 responden di setiap pasar. Di Jepang, India, dan Cina, masing-masing menggunakan peserta sejumlah 800, 1.200, dan 1.600 dan perbedaan pasar ini telah diterapkan pada bobot keseluruhan dari Asia’s Top 1000 Brands.

Untuk mewakili populasi pasar, survei menerapkan kuota pada sasaran usia, jenis kelamin, dan pendapatan rumah tangga bulanan.

Studi ini mencakup 15 kategori utama: alkohol; pakaian dan aksesoris; otomotif; minuman; elektronik konsumen; pengiriman; jasa keuangan; makanan; elektronik rumah tangga; perawatan rumah tangga dan pribadi; media dan telekomunikasi; restoran; retail; olahraga & hiburan; dan transportasi, travel dan rekreasi. Dalam kategori utama ini terdapat 80 subkategori. (rel)

Rayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H, CCEP Indonesia Serahkan 145 Ekor Hewan Kurban

KURBAN: Jajaran manajemen CCEP Indonesia saat menyerahkan hewan kurban.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) menyerahkan sejumlah hewan kurban kepada masyarakat di sekitar pabrik dan sales office CCEP Indonesia di seluruh Indonesia.

KURBAN: Jajaran manajemen CCEP Indonesia saat menyerahkan hewan kurban.

Tahun ini CCEP Indonesia menyerahkan sebanyak 145 hewan kurban yang terdiri dari 11 ekor sapi, 86 ekor kambing dan 48 ekor domba di berbagai daerah. Di area Northern Sumatra Operation (NSO), CCEP Indonesia menyerahkan 2 ekor sapi dan 11 ekor kambing yang tersebar di Kota Medan, Banda Aceh dan Batam sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan perusahaan bersama masyarakat.

“Kami sangat bersyukur bahwa di tahun ini, di tengah pandemi yang masih terjadi, kami tetap memiliki kesempatan untuk merayakan Hari Raya Idul Adha dengan berbagi kebahagiaan bersama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional kami. Semoga melalui dukungan ini, tali silaturahmi menjadi semakin kuat dan ke depannya dapat terus bersama menghadapi tantangan dan menjalankan banyak kegiatan positif di berbagai bidang,” Angga Harahap selaku Corporate Affairs Executive NSO, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.

Angga Harahap dan Deddi Nainggolan, Public Affairs, Commuunication & Sustainability Teams sebagai perwakilan dari CCEP Indonesia menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada Suhilan ‘Aan’ Ibrahim, Ketua BKM Masjid Jami’ Kel. Besar, Kec. Medan Labuhan. Turut diserahkan juga hewan kurban kepada Panitia Kurban Mushalla Al-Ikhlas dan Mushalla At-Taqwa di Medan. Sedangkan untuk area Banda Aceh diserahkan oleh Tawufiq Rahmad Simamora selaku Sales Manager kepada Panitia Kurban Masjid Al-Fitrah Asrama TNI AD Ketapang Dua Banda Aceh. Untuk area Batam diserahkan langsung oleh Verina Londok selaku Sales Manager kepada Panitia Qurban Masjid Assa-diyah Komplek Sekolah Annisak Legenda Malaka Batam Centre. Semua penyerahan simbolis hewan kurban di 3 area tersebut dilakukan serentak pada Hari Senin tanggal 19 Juli 2021.

“Kami sangat berterimakasih kepada CCEP Indonesia karena masih tetap peduli dan komitmen memberikan bantuan hewan kurban kepada kami meskipun di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang berdampak kepada semua aspek dan perusahaan saat ini. Kami do’akan semoga CCEP Indonesia tetap berjaya dan semakin sukses kedepannya, Aamiin, ” tutur Suhilan Ibrahim. (rel/ram)

Telkomsel Gelar DIGIHACKACTION, Perkuat Kapabilitas Talenta di Sektor Periklanan Digital


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel, melalui Telkomsel Digital Advertising (DigiAds), kembali menghadirkan inisiatif baru untuk mendorong pertumbuhan talenta digital di Indonesia dengan menggelar program bertajuk DIGIHACKACTION atau DIGItal HACKathon ACTION. Hadirnya program ini sekaligus menjadi cara Telkomsel untuk mewujudkan komitmen perusahaan dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi pengembangkan talenta digital anak negeri menghadirkan solusi periklanan digital yang efektif untuk semua lapisan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital yang tepat guna.

Telkomsel menghadirkan DIGIHACKACTION atau DIGItal HACKathon ACTION, yaitu program hackathon Telkomsel pertama yang berfokus pada solusi advertising dan marketing teknologi, di mana program ini berlangsung mulai 28 Juni – akhir Agustus 2021 dengan total hadiah senilai 100 juta rupiah. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.digihackaction.id.

SVP Digital Advertising & Banking Telkomsel Ronny Wilimas Sugiadha mengatakan, “Telkomsel sebagai leading digital company terus bergerak maju membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi para talenta digital untuk menciptakan solusi terdepan bagi sektor periklanan digital. Kami pun memaknai program DIGIHACKACTION ini sebagai jembatan untuk mendorong layanan Telkomsel DigiAds terus tumbuh menjadi penyedia solusi periklanan dan pemasaran digital yang lengkap, fleksibel, terintegrasi, dan inovatif melalui prinsip best customer-centric solution.”

DIGIHACKACTION merupakan program hackathon Telkomsel DigiAds yang mengusung tema “The 1st Adtech and Martech Hackathon in Indonesia” yang diinisiasi berkat kolaborasi Telkomsel DigiAds bersama Telkomsel Innovation Center (TINC) dan DS (Daily Social). Program ini mengusung prinsip dan nilai ACTION perusahaan dalam menciptakan konsep ide serta ruang lingkup penggunaan dan pengaplikasian teknologi periklanan (Advertising Technology) dan teknologi pemasaran (Marketing Technology) terkini, sehingga dapat menjadi solusi yang dapat digunakan untuk kepentingan bisnis, khususnya UMKM.

SVP Corporate Strategy and Strategic Investment Telkomsel Andi Kristianto menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, kami membuka peluang dan kesempatan bagi seluruh talenta unggul terutama di bidang teknologi digital dari berbagai daerah di Indonesia untuk berkolaborasi dan menghasilkan solusi bisnis periklanan dan pemasaran digital yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya para UMKM. Para peserta dapat mendaftarkan ide, prototypeMinimum Viable Product (MVP) ataupun produk solusi yang sudah memiliki nilai komersial di program DIGIHACKACTION. Kedepannya solusi-solusi terbaik akan berkesempatan mengikuti program pengembangan bisnis atau proses inkubasi dan akselerasi melalui corporate accelerator Telkomsel, yaitu Telkomsel Innovation Center (TINC).

Melalui program DIGIHACKACTION, Telkomsel ingin menciptakan sebuah sarana bagi para pengembang teknologi berbakat (perangkat keras dan lunak) dan juga partisipan dari berbagai sektor untuk mengembangkan teknologi nyata yang bermanfaat bagi industri dan bisnis. Dengan demikian, DIGIHACKACTION diharapkan mampu menjawab dan menciptakan solusi kebutuhan digital advertising dan digital marketing yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar terkini.

Tak hanya itu, DIGIHACKACTION sekaligus membuka peluang Telkomsel dalam meningkatkan dan menguatkan Brand Value dan Brand Position Telkomsel DigiAds di sektor pasar industri teknologi digital di Indonesia, serta memberikan peluang ekspansi bisnis dengan pengembangan dan penciptaan inovasi canggih pada produk dan layanan Telkomsel DigiAds di masa depan.

Program DIGIHACKACTION diselenggarakan mulai 28 Juni hingga akhir Agustus 2021 secara daring dengan menghadirkan tiga tantangan, yakni Advertising and Marketing Direct SolutionAdvertising and Marketing Support Solutions, dan Digital Advertising Product and Service Enhancement and Improvement. Para peserta akan menadapatkan tantangan untuk membuat ide dan solusi dalam ruang lingkup inovasi maupun improvisasi yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan peningkatan nilai produk dan layanan sesuai keminatan pasar dan keminatan para targeted customer (persona) Telkomsel DigiAds

Telkomsel menargetkan sebanyak 250 ide dari peserta, baik individu maupun tim, yang nantinya akan dilakukan proses screening oleh para juri berpengalaman untuk tersaring menjadi 10 finalis terbaik. Dari 10 finalis tersebut, akan dipilih 3 pemenang program DIGIHACKACTION dengan total hadiah senilai 100 juta rupiah dan kesempatan untuk bekerja sama dengan Telkomsel DigiAds dalam tahapan proses inkubasi dan akselerasi selanjutnya. Informasi lengkap serta pendaftaran program DIGIHACKACTION dapat diakses melalui www.digihackaction.id.

“Penyelenggaraan program DIGIHACKACTION merupakan bagian dari pembaruan identitas perusahaan yang membawa semangat dan strategi untuk menghadirkan lebih banyak solusi digital di sektor periklanan dan pemasaran digital di Indonesia. Dengan demikian, Telkomsel DigiAds akan memiliki sebuah solusi terbaik berbasis customer and market centric yang dapat dikembangkan menjadi aset dan engine baru berikutnya. Ke depan, akan ada lebih banyak lagi inisiatif terkini Telkomsel yang mengakselerasikan transformasi digital untuk meningkatkan nilai dan kemampuan talenta digital hingga startup di Indonesia,” pungkas Ronny.

PLN UIKSBU Sembelih 6 Ekor Sapi

SEMBELIH: Panitia kurban PLN UIKSBU saat menyembelih sapi. Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga sekitar. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masa pandemi Covid-19, nyatanya tak mengurangi semangat umat Muslim di seluruh tanah air untuk tetap menjalankan syariah.  Seperti prosesi penyembelihan hewan qurban pada hari raya Idul Adha 1442 Hijriah/tahun 2021 yang jatuh pada hari ini, Selasa (20/7). 

SEMBELIH: Panitia kurban PLN UIKSBU saat menyembelih sapi. Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga sekitar. istimewa/sumutpos.

Pemandangan itu pula yang terlihat di lingkungan kerja PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIKSBU).  Perayaaan Idul Adha di kantor milik BUMN itu tampak semarak dengan penyembelihan 6 ekor sapi, termasuk di antaranya 2 ekor sapi limosin.

Proses penyembelihan juga dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

GM PLN UIKSBU Ikram mengungkapkan, di tengah keterbatasan pihaknya tetap tak melupakan kewajiban untuk tetap melaksanakan qurban di hari raya Idul Adha ini. 

“Intinya, meski terbatas dengan keadaan akibat pandemi, kita tetap bisa berbagi kepada sesama di hari raya Idul Adha ini dan tentunya tetap dilaksanakan dengan tetap menerapkan prokes,” ucapnya. 

Sementara, SRM Komunikasi dan Umum, Dadang Hardiana yang mewakili manajemen menjelaskan, dalam Idul Adha kali ini, pihaknya menyembelih 6 ekor sapi, termasuk diantaranya 2 ekor sapi jenis limosin.  “Seluruh daging qurban hasil penyembelihan selanjutnya kita bagi ke masyarakat sekitar. Ada 400 kupon daging qurban yang kita sebar,” jelasnya. 

Untuk penerima, sambungnya, terfokus kepada masyarakat di Kelurahan Suka Maju dan Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.  “Selain itu, daging qurban juga kita salurkan kepada Pesantren Tahfidz Quran Abdurrahman bin Auf yang berada di sekitar kantor serta anak yatim piatu binaan Kelurahan Suka Maju,” pungkasnya. (ila)

Cara Aman Belanja Online, Pilih Situs Web Terpercaya

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO —Belanja online atau online shop, sudah menjadi gaya hidup di era digital dewasa ini. Namun, masyarakat mesti mempertimbangkan aspek keamanan sebelum membeli barang apapun dari toko online maupun situs web yang tersedia. Sehingga dampak kerugian atas barang yang akan dibeli, dapat diminimalisir alias tidak kena tipu.

Hal ini mengemuka dalam seminar web atau webinar yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika di Kota Padangsidimpuan, Rabu, 14 Juli kemarin. Adapun kegiatan itu, bertema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Sumatera II, Menjaga Keamanan Digital Anak-anak”.

Terdapat empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. Tujuannya, mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.

Bayu Purnama Ramadhan, selaku Graphic Designer dan Relawan TIK, pada sesi Keamanan Digital, memaparkan tema “Main Aman Saat Belanja Online”. Diterangkannya, cara aman saat belanja online antara lain, pilih toko online atau situs web yang terpercaya.

“Biasanya berupa toko telah terverifikasi dengan tanda centang atau mal, teliti dalam berbelanja seperti melihat deskripsi produk secara detil, gunakan metode pembayaran yang aman seperti COD dan pembayaran melalui minimarket atau internet banking, serta lacak paket dan hilangkan jejak data jika sudah menerima paket,” katanya.

Dalam sesi Kecakapan Digital, Melanie Subono selaku aktivis dan seniman, mengangkat tema “Pentingnya Memiliki Digital Skill di Masa Pandemi”. Melanie memberikan tips apa saja yang dapat dilakukan saat ini lewat digital seperti, seminar dan edukasi dari rumah, toko menjadi online, gerakan sosial atau berdonasi, liburan 3D atau virtual tour, dan mengetahui kadar oksigen.

“Cakap digital di era pandemi memudahkan masyarakat karena dapat dilakukan di mana saja dan kapanpun, dapat menghasilkan uang dari hobi digital, dan berguna tanpa membahayakan kesehatan. Dengan memanfaatkan internet secara sehat dan positif dapat membuat hidup lebih sehat dan menjalani aktivitas dengan senang,” katanya.

Muhammad Noor Hasan Siregar dalam sesi Budaya Digital memberikan materi bertema “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Noor menjabarkan skill atau kemampuan yang harus dimiliki di abad 21 ini antara lain informasi, media, dan kemampuan teknologi, berpikir kritis, komunikatif, kolaborasi, dan kreatifitas.

“Tidak menunggu untuk berbagi tetapi segera rekam dan bagikan. Literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik di era digital, dengan cara jangan menanti segalanya sempurna, tetapi bagikan apa adanya dengan cepat. Jangan hanya menggunakan satu media, tetapi manfaatkan sebanyak mungkin media. Jangan mensyaratkan banyak partisipan, tetapi lakukan walaupun hanya untuk satu orang. Jangan tergantung pada banyak pihak, tetapi lakukan sesuai literasi yang dimiliki. Serta, jangan ragu-ragu untuk mengevaluasi, tetapi pelajarilah apa yang dapat diperbaiki,” ungkap dosen Universitas Graha Nusantara tersebut.

Narasumber pada sesi Etika Digital, disampaikan Roy Efendi Subarja, mengangkat tema “Peran dan Fungsi e-Market Dalam Mendukung Produk Lokal”. Diterangkannya, e-Market dapat digambarkan seperti pasar di mana interaksi ataupun transaksi antara penjual dan pembeli dilakukan menggunakan media bantu berbasis elektronik yang terhubung dalam suatu jaringan komputer.

“Pola pikir peran sebagai konsumen atau pembeli mencakup, mengutamakan produk lokal dalam kebutuhan, membantu promosi produk lokal lewat media sosial, memberikan masukan, menjadi fasilisator serta mengajak teman, keluarga, dan saudara untuk belanja produk lokal. Pola pikir peran sebagai produsen atau penjual meliputi, memahami segmentasi produk, komitmen kualitas produk, komitmen kepastian harga, kemampuan menjual dan promosi, serta pola pikir digital,” katanya.

Fungsi e-Market antara lain, sebut dia, mudah digunakan dan menjadi media promosi. Kehandalan dan inovasi dalam keamanan, privasi, manajemen database, dan pengembangan sistem. Kepatuhan dan pelayanan dalam memenuhi standar perizinan, Undang-undang, peraturan pemerintah, dan tanggap terhadap masukan serta kepercayaan sebagai sistem dan manajemen verifikasi mitra terpercaya antara toko dan kurir.

Webinar diakhiri oleh Ivo Herawati, selaku influencer dengan followers 11,1 ribu, menyimpulkan hasil webinar dari tema yang diangkat oleh para narasumber berupa cara aman saat belanja online antara lain, pilih toko online atau situs web yang terpercaya, teliti dalam berbelanja, dan gunakan metode pembayaran yang aman. Tips apa saja yang dapat dilakukan saat ini lewat digital seperti seminar dan edukasi dari rumah, toko menjadi online, gerakan sosial atau berdonasi, liburan 3D atau virtual tour, dan mengetahui kadar oksigen.

“Literasi digital bagi tenaga pendidik dan anak didik di era digital dengan cara, jangan menanti segalanya sempurna, tetapi bagikan apa adanya dengan cepat. Serta fungsi e-Market antara lain mudah digunakan dan menjadi media promosi. Kehandalan dan inovasi dalam keamanan, privasi, manajemen database, dan pengembangan sistem,” katanya.

Sementara sebagai pembicara kehormatan atau keynote speaker, Wali Kota Padangsidempuan, Irsan Efendi Nasution SH, memberikan sambutan tujuan literasi digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Presiden RI, Joko Widodo turut memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kementerian Kominfo tahun ini. (rel/dek)

Hindari Kerumunan, Polsek Medan Timur Berikan Daging Kurban ke Rumah Warga

Sambangi: Personel Polsek Medan Timur bersama tiga pilar sambangi rumah warga di Kecamatan Medan Timur, berikan daging kurban, Kemarin. Sumut Pos/ ist

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Demi mencegah kerumunan dan klaster baru penyebaran Covid-19 pasca Hari Raya Idul Adha 1442 H di Kota Medan, Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Timur beserta tiga pilar memberikan daging kurban ke rumah-rumah warga, di wilayah hukum (Wilkum) nya, Selasa (20/7) sore.

Sambangi: Personel Polsek Medan Timur bersama tiga pilar sambangi rumah warga di Kecamatan Medan Timur, berikan daging kurban, Kemarin. Sumut Pos/ ist .

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin mengatakan, pihaknya bersama Koramil 02/MT dan pihak kecamatan Medan Timur door to door (dari pintu ke pintu) menyambangi rumah-rumah warga memberikan daging kurba.

Dikatakannya, hal ini sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19, sehingga personel Polsek Medan Timur dilibatkan. “Kota Medan masih dalam status PPKM Darurat. Jangan karena masyarakat berkerumun mengantre pembagian daging kurban malah menimbulkan penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Timur bersama Babinsa Koramil 02/MT dan Kecamatan turut membantu mendistribusikan daging kurban tersebut. Selain mendistribusikan daging kurban, Arifin mengungkapkan personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (Prokes) ketat. Menurutnya, Imbauan itu disampaikan agar masyarakat tidak terpapar pandami Covid-19.

“Alhamdulillah, pelaksanaan pemotongan hewan kurban hingga pendistribusiannya ke rumah-rumah warga berjalan lancar. Masyarakat sudah mematuhi aturan dari Pemerintah untuk tidak mengantri mendapatkan daging kurban,” pungkasnya. (mag-1/ila)

NB: Teks Foto: Sambangi: Personel Polsek Medan Timur bersama tiga pilar sambangi rumah warga di Kecamatan Medan Timur, berikan daging kurban, Kemarin. Sumut Pos/ ist