JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ledakan PHK dinilai akan segera terjadi seiring dengan pemberlakuan PPKM Darurat. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai beberapa perusahaan sudah mulai berunding dengan serikat pekerja untuk melakukan PHK.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan selama sepekan terakhir, kabar itu makin banyak dilaporkan oleh para buruh. Apalagi opsi memperpanjang PPKM Darurat pun hangat dibicarakan.
Dia mengaku sudah menerima laporan soal perundingan efisiensi karyawan dari para buruh di industri komponen otomotif, peleburan besi, dan keramik.
“Seminggu Lalu kami dapat informasi, sudah minta serikat kerja untuk efisiensi kurangi karyawan, memang belum semua mendapatkan keputusan,” ungkap Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7).
Sementara itu, selama pandemi Covid-19 berjalan, menurut Said Iqbal berbagai sektor usaha memang sudah melakukan PHK kepada para pekerjanya. Mulai dari sektor ritel, transportasi, hingga perhotelan.
“Kita bisa bayangkan situasi ini terjadi, akan ada ledakan PHK di depan mata kalau PPKM diperpanjang lagi,” ujar Said Iqbal.
KSPI memprediksi ada ratusan ribu orang yang kehilangan pekerjaan bila PPKM Darurat dan kondisi krisis karena pandemi terus berlangsung. Menurutnya, pemulihan ekonomi harus dipercepat dengan menangani pandemi dengan baik.
“Akan terjadi ledakan PHK seberapa banyak ya sesuai dengan seberapa cepat pemulihan ekonomi dan lonjakan kasus ini. Kalau krisis terus, pandemi belum berakhir, KSPI prediksi ada ratusan ribu orang, apalagi kalau dilanjutkan PPKM Darurat ini,” pungkas Said Iqbal.
Sementara itu, Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menilai jika kebijakan tersebut diterapkan maka akan membuat mereka ketar-ketir dan kesulitan untuk bertahan.
“Perpanjangan PPKM Darurat yang disampaikan Menteri Keuangan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR pada tanggal 12 Juli 2021 membuat pengusaha semakin ketar ketir, penuh ketidakpastian,” kata dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/7).
Dia mengatakan, kondisi itu akan memperberat kondisi pengusaha terutama yang berfokus pada sektor non esensial dan kritikal yang selama ini ditutup selama PPKM Darurat. Ditambah, kata dia, beban pengusaha akan bertambah karena arus kas pengusaha yang harus tetap membayar biaya operasional dengan kondisi nol pemasukan.
“Nggak bisa dibayangkan para pengusaha akan pusing tujuh keliling memikirkan untuk bisa bertahan. Bagi pengusaha ini sudah masuk kategori darurat juga,karena cash flownya semakin sekarat sedangkan peluang mendapatkan omzet dan profit tidak pasti,” ujarnya.
Sarman mengatakan, wacana PPMM darurat yang diperpanjang akan semakin membuat pengusaha dilematis termasuk UMKM. Skenario terburuknya, kata dia, pengusaha akan menutup usahanya jika tak mampu mempertahankan daya di masing-masing sektor usaha.
“Ada yang mampu bertahan dengan cash flow yang sudah sangat menipis, ada kemungkinan melakukan rasionalisasi dengan PHK dan merumahkan karyawan bahkan paling ekstrim menutup usahanya,” imbuhnya.
Dia mengatakan, selama ini pemerintah sudah mengantisipasi pengusaha agar tidak ada PHK atau penutupan usaha melalui kebijakan stimulus, relaksasi, insentif, keringanan pajak yang meringankan beban pengusaha. Namun, menurutnya, jika COVID-19 berkepanjangan maka pengusaha hanya tinggal menunggu waktu seberapa lama akan bertahan.
“Jika Covid ini masih berkepanjangan dan tidak ada kepastian tentu pelan pelan dan pasti tinggal menunggu waktu akan lebih banyak pengusaha yang akan tumbang khususnya pelaku UMKM yang sangat rentan dengan kondisi ini. Perpanjangan PPKM darurat ini juga akan sangat berdampat terhadap perlambatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Pihaknya menilai, PPKM Darurat yang saat ini berjalan sudah efektif menekan aktivitas masyarakat dan pengusaha untuk bekerja dari rumah. Walaupun angka Covid-19 masih tinggi, dia berharap ke depan pelan-pelan akan turun ke titik paling rendah.
“Penegakan hukum dan sanksi tetap harus diberikan secara tegas kepada siapapun yang melanggar PPKM darurat tanpa terkecuali termasuk pelaku usaha. Juga kepada oknum yang sengaja menimbun obat untuk mencarikeuntungan sebanyak banyaknya, agar diberikan sanksi yang berat, bila perlu cabut izin usahanya supaya ada efek jera,” tegasnya. (dtc/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai perusahaan digital terdepan di Indonesia, Telkomsel berkomitmen untuk terus mengakselerasi negeri dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui kepemimpinan teknologi terdepan. Komitmen tersebut kini diaktualisasikan dengan menghadirkan Kuncie, sebuah platform yang fokus dalam membuka potensi setiap talenta di Indonesia melalui pembelajaran maupun pengembangan keterampilan di berbagai bidang yang diminati untuk dapat menggapai impian dan kesuksesan yang diinginkan. Platform Kuncie resmi diperkenalkan pada masyarakat luas pada hari ini (15/07).
Telkomsel meluncurkan Kuncie, sebuah platform yang dapat meningkatkan keterampilan talenta-talenta di Indonesia dengan belajar langsung dari para praktisi dan ahli di bidangnya. Platform Kuncie dapat diunduh secara gratis di Appstore maupun Playstore, dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.kuncie.com.
Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio mengatakan, “Saat ini kita hidup di zaman yang serba cepat. Kita berpacu bukan hanya dengan waktu, tapi juga dengan kemajuan teknologi digital. Sehingga kita dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan-perkembangan tersebut bila ingin survive dan tak ingin tertinggal. Mengasah keterampilan dan pengetahuan, maupun mempelajari hal-hal baru dari para expert di bidangnyamerupakan salah satu cara agar dapat beradaptasi dengan segala perubahan yang ada saat ini. Melalui Kuncie, Telkomsel berupaya menjembatani transmisi kompetensi dan keterampilan praktis tersebut menjadi lebih efektif dan efisien secara digital bagi siapa pun untuk meraih kesuksesan. Hadirnya platform Kuncie menjadi bentuk aktualiasasi komitmen Telkomsel dalam membuka peluang lebih luas dan segala kemungkinan bagi setiap individu melalui kemudahan akses informasi, pembelajaran, dan diskusi dengan pemanfaatan teknologi terdepan.
Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, “Talenta-talenta di Indonesia sejatinya memiliki keinginan kuat untuk dapat terus berkembang dan memajukan kualitas hidup dengan terus mengasah diri, namun saat ini sumber daya pendukung di Indonesia masih sangat minim. Karena itu, melalui platform Kuncie, Telkomsel sebagai leading digital telco company berupaya hadir untuk menguatkan ekosistem sumber daya pendukung tersebut demi mengakselerasi para talenta-talenta kreatif di Indonesia sehingga dapat memaksimalkan potensi di segala aspek kehidupan. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel yang akan terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui kepemimpinan teknologi terdepan, yang juga akan mendorong hadirnya lebih banyak smart digitalpreneur anak negeri.”
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno mengatakan, “Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat potensial untuk mengembangkan ekonomi digital. Sebagai upaya mengembangkan sector ekonomi kreatif, Kemenparekraf membutuhkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari kementerian dan Lembaga lain, pemerintah daerah, mitra asosiasi dan seluruh masyarakat, termasuk dari Telkomsel, guna membuka peluang dan mencetak entrepreneur-entrepreneur baru. Hadirnya Kuncie sebagai platform pembelajaran diharapkan dapat membantu anak bangsa Indonesia dalam meningkatkan keterampilan langsung, serta menjembatani transmisi kompetensi dan keterampilan yang lbh efektif dan efisien untuk meraih kesuksesan. Oleh karenanya saya sangat mengapresiasi Telkomsel yang sudah hadir selama 26 tahun melayani negeri, karena turut bergerak maju dengan mengembangkan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air. Selamat atas peluncuran Kuncie, semoga Telkomsel dapat terus menginspirasi dan memberikan akses pengetahuan bagi kalangan mahasiswa, mereka yang baru memulai usaha dan berinvestasi, pelaku UMKM, content creator dan lapisan masyarakat lainnya.”
Melalui platform Kuncie, setiap talenta di Indonesia dapat mempelajari keterampilan baru maupun meningkatkan keterampilan yang sudah dimiliki dari para praktisi yang terbukti sukses di bidangnya. Telkomsel sendiri telah menggandeng 65 praktisi dan pakar dari segala bidang untuk menjadi mentor di platform Kuncie sebagai upaya pemenuhan kebutuhan di berbagai bidang yang diminati masyarakat. Beberapa di antaranya berasal dari kalangan pengusaha seperti Gita Wirjawan; kalangan industri kreatif seperti produser film Joko Anwar; kalangan content creator seperti Raditya Dika, dan masih banyak lagi, baik para praktisi di skala mikro maupun makro.
Selain itu, untuk dapat mengakomodir berbagai kebutuhan talenta Indonesia untuk dapat berkembang, Kuncie telah dilengkapi dengan lebih dari 550 konten praktis dan masih akan terus ditambah oleh para mentor maupun pelaku UMKM sukses di Indonesia dan partner marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan GoJek. Hal lain yang membuat platform Kuncie ini memiliki keunggulan tersendiri, yaitu adanya sesi mentoring dari para expert yang disesuaikan dengan permintaan, serta dapat terhubungnya para pengguna secara personal dengan para mentor di seluruh platform untuk kebutuhan diskusi lebih intens.
Platform Kuncie pertama kali hadir pada 7 Juni 2021. Sampai dengan 7 Juli 2021 tercatat lebih dari 120.000 pengguna telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, terdapat rerata 3.000 pengguna aktif per harinya atau sekitar 56 ribu pengguna aktif setiap bulannya. Para talenta kreatif Indonesia yang sudah terdaftar di Kuncie mengaku sangat puas pada berbagai konten yang didapat di Kuncie karena dianggap dapat memberikan solusi yang sangat sesuai dengan kondisi yang dialami, mudah diaplikasikan, dan sangat mendetail. Kuncie akan selalu memiliki konten yang menarik dan disesuaikan dengan kondisi terkini karena para mentor juga dituntut aktif. Platform Kuncie dapat diunduh secara gratis di Appstore dan Playstore. Informasi lebih lanjut mengenai Kuncie dapat diakses melalui www.kuncie.com.
“Siapa pun dapat memanfaatkan Kuncie, baik dari kalangan mahasiswa, atau yang baru ingin memulai usaha dan berinvestasi, pelaku UMKM, content creator, juru masak, fashion stylist, beauty blogger, penulis, dan lainnya. Sebab Kuncie merupakan platform yang saat ini sangat dibutuhkan bagi siapa pun yang ingin maju dan berkembang. Semoga kehadiran platform Kuncie ini dapat memompa gairah masyarakat agar dapat terus mengoptimalkan potensi diri seiring dengan terbukanya banyak peluang yang lebih luas berkat hadirnya teknologi terdepan 5G Telkomsel. Kehadiran platform ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam mendorong kemajuan bangsa dengan mengakselerasi transformasi kemampuan talenta di Indonesia sesuai dengan kemajuan teknologi digital, sekaligus sebagai upaya memperkuat ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” ucap Hendri menutup.
APLIKASI: Pelanggan Suzuki saat menggunakan aplikasi Mysuzuki.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemanfaatan platform digital menjadi salah satu alternatif utama di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini dibuktikan oleh Suzuki Indonesia yang mencatatkan adanya peningkatan kinerja MySuzuki, aplikasi mobile pembelian suku cadang resmi Suzuki.
APLIKASI: Pelanggan Suzuki saat menggunakan aplikasi Mysuzuki.
Total penjualan suku cadang mobil, sepeda motor, dan mesin tempel melalui aplikasi MySuzuki meningkat 56% pada bulan Juni jika dibandingkan dengan bulan Mei 2021. Berangkat dari data tersebut, Suzuki Indonesia terus berupaya mengoptimalkan pelayanan untuk konsumen melalui MySuzuki terutama saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau PPKM Darurat yang berlaku sejak 3 Juli lalu hingga 20 Juli 2021 mendatang.
“Adanya pembatasan mobilitas masyarakat sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 tentu juga mempengaruhi mobilitas dan pola konsumsi masyarakat, dari konvensional ke daring. Hal ini terlihat dari peningkatan transaksi melalui aplikasi MySuzuki di bulan Juni. Untuk itu, kami akan terus mengoptimalkan layanan MySuzuki sebagai salah satu alternatif pembelian suku cadang resmi Suzuki. Melalui MySuzuki, pelanggan bisa mendapatkan suku cadang dengan cepat dan mudah dari rumah,” ujar Christiana Yuwantie, SparepartDept. Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Penjualan suku cadang yang naik hingga 56% tersebut berbanding lurus dengan peningkatan belanja online melalui MySuzuki. Tercatat terjadi peningkatan nilai transaksi hingga 85% pada bulan Juni jika dibandingkan bulan Mei. Terlebih lagi, Suzuki juga mencatatkan bahwa performa MySuzuki pada Juni lalu merupakan penjualan tertinggi MySuzuki selama tahun 2021. Peningkatan transaksi ini menunjukkan bahwa aplikasi MySuzuki menjadi pilihan konsumen dalam membeli suku cadang terutama di masa pandemi saat mobilitas masyarakat dibatasi.
Sebagai upaya mengoptimalkan layanan MySuzuki, Suzuki terus memperluas jangkauan penjualan online melalui kerja sama dengan 15 main dealer mobil, 18 main dealer sepeda motor, dan satu main dealer mesin tempelkapal yang turut melayani pembelian suku cadang melalui aplikasi MySuzuki. MySuzuki menawarkan pembelian Suzuki Genuine Parts (suku cadang asli), Suzuki Genuine Oil (ECSTAR), hingga chemical dengan harga yang sama untuk seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, aplikasi MySuzuki juga didesain untuk memudahkan konsumen saat bertransaksi, melakukan pembayaran dengan menyediakan beragam pilihan pembayaran, serta pengiriman. Untuk menggunakan aplikasi MySuzuki, konsumen dapat mengunduh dari Play Store untuk pengguna Android atau Apps Store untuk pengguna iPhone.
“Optimalisasi penjualan cuku cadang online melalui MySuzuki adalah tanggung jawab kami untuk membantu konsumen, terutama yang bergerak di sektor vital, seperti logistik, transportasi, atau medis. Banyak konsumen kami di sektor tersebut memiliki kebutuhan mendesak ,” tutupnya. (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilik Warung Kopi di Jalan Gatot Subroto Medan, Rakesh mengamuk kepada petugas gabungan pelaksana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan, Kamis (15/7).
Pasalnya, warga Jalan Waru, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah itu menolak warungnya ditutup paksa. Diduga, Rakesh menyiramkan air panas ke arah petugas.
Hal itu terlihat dari video yang viral di media sosial (Medsos). Video berdurasi 1:22 detik itu terlihat Rakesh adu mulut dengan petugas gabungan, sementara seorang wanita yang diduga istrinya dan seorang anak laki-laki berupaya melerai. Rakesh akhirnya menyiramkan segayung kecil air panas ke arah petugas.
Akibatnya, Rakesh pun harus dijatuhkan hukuman 2 hari kurungan dan denda sebesar Rp300.000 oleh majelis hakim yang dipimpin hakim tunggal, Ulina Marbun dan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suryanta Desy pada sidang yang digelar di kantor Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK ) Kota Medan.
Usai sidang dan dijatuhi hukuman, Rakesh langsung menemui awak media yang telah menunggunya.”Mereka datang dengan mobil tentara 1 truk dan mobil Satpol PP 1 truk. Bukannya membantu, malah memaksa untuk kita tutup,” ujar Rakesh kepada sejumlah wartawan di Medan.
Menurut Rakesh, dirinya dan keluarga tidak ada mendapatkan bantuan dari Pemerintah selama PPKM Darurat tersebut. Sementara, dia memiliki istri dan lima orang anak yang harus dinafkahinya.
“Gak ada bantuan dari Pemerintah, sikit pun gak ada dikasih apapun. Anak saya 5 orang, mau ambil raport, mau sekolah bayar. Mau apapun bayar. Disuruh tutup, apa yang aku dapat. Terancam anak istri saya, siapa yang kasih makan, Pemerintah yang kasih makan? Gak ada Pemerintah yang kasih makan. Suruh tutup tapi gak bertanggung jawab,” ujarnya kesal.
Masih dengan kemarahannya, Rakesh menantang petugas, karena dia merasa tidak menjual barang haram. “Saya tidak gentar sama siapa pun. Satu lawan satu. Kita buka kedai kopi, bukan jual ganja, bukan jual narkoba,” tegasnya. (mag-1/ila)
KOMUNIKASI: Kepala Pasar Sei Sikambing, M Ikbal berkomunikasi dengan pedagang dengan meminta para pedagang untuk tidak berdagang mulai hari ini, Jumat (16/7).markus/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Langkah penutupan pasar tradisional mulai hari ke empat penerapan PPKM Darurat di Kota Medan, khususnya kepada para pedagang Non Essensial, membuat para pedagang merasa keberatan hingga melayangkan sikap protes.
KOMUNIKASI: Kepala Pasar Sei Sikambing, M Ikbal berkomunikasi dengan pedagang dengan meminta para pedagang untuk tidak berdagang mulai hari ini, Jumat (16/7).markus/sumutpos.
Perintah penutupan usaha sementara itu pun mengejutkan para pedagang Pasar Sei Sikambing Kota Medan yang sudah siap-siap untuk membuka kiosnya, Kamis (15/7) pagi, Pasalnya, manajemen PD Pasar Kota Medan baru memberitahukan perihal penutupan tersebut kepada pedagang. Dengan alasan, adanya perintah dari Wali Kota Medan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Sei Sikambing Medan Pukul 07.00 WIB, Kepala Pasar Sei Sikambing, M Ikbal, menemui para pedagang yang sedang siap-siap memajang dagangannya dan meminta para pedagang agar segera menutup kiosnya sembari memberikan pengumuman.
Sontak pengumuman tersebut mengejutkan puluhan pedagang pakaian. Bahkan protes pedagang berdatangan sehingga Kepala Pasar mengambil kebijakan sendiri dan baru memulai pelarangan berjualan sejak hari ini Jumat (16/7) hingga 20 Juli atau habisnya masa PPKM darurat.
Salah seorang pedagang kelontong, M Amin, mengatakan, larangan berdagang ini dapat ‘mematikan’ perekonomiannya sebagai pedagang yang hanya memiliki penghasilan harian.”Kalau tidak jualan, berarti kami tidak dapat uang. Kalau tidak ada uang, bagaimana kami memenuhi biaya sehari-hari. Tutupnya lama pula, sedangkan biaya air dan listrik belum dibayar,” keluhnya.
Pedagang lainnya, Dicky Zulkarnain juga menyesalkan pelarangan jualan di sektor nonesensial. Karena tanpa ada PPKM darurat pun, ia mengaku jika para pedagang sudah kesulitan dalam mengais rezeki karena sepinya pembeli. “Sejak Covid, pajak ini sudah sepi pembeli karena masyarakat tidak punya uang. Ini sekarang ditutup, entah mau makan apa kami,” protesnya.
Ia pun berharap agar kebijakan ini harus dibarengi dengan solusi. Misalnya para pedagang diberi bantuan, sehingga selama tidak bekerja kehidupan mereka terjamin dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi sejauh ini, mereka mengaku selalu menerapkan protokol kesehatan.
Tak cuma di Pasar Sei Sikambing, sejumlah pedagang pasar tradisional di Pasar Petisah juga mengaku mengeluh atas kebijakan penutupan seluruh pasar tradisional di Kota Medan.
Di Pasar Petisah Medan, sekitar Pukul 14.30 WIB, sejumlah pegawai PD Pasar Kota Medan tampak berkeliling dari Lantai I hingga lantai II untuk memberikan imbauan agar mulai hari ini tidak ada pedagang yang boleh berjualan, kecuali pedagang sektor essensial, misalnya untuk kebutuhan pangan. “Besok kita imbau pedagang untuk tidak berjualan,” kata para pegawai PD Pasar saat itu, Kamis (15/7).
Dalam imbauan tersebut, para pedagang yang diperbolehkan berjualan hanya pedagang sayuran atau bahan baku makanan dan sejenisnya yang berada di los bawah Pasar Petisah. Sedangkan untuk yang lain, dipastikan tidak boleh berjualan. Bila ada pedagang yamg tetap nekat berjualan, maka akan dikenakan saksi denda.
Mendengar hal itu, seluruh pedagang berteriak dan berharap adanya solusi.”Kalau seminggu tutup, siapa yang ngasih makan kami, tolong kami,” ucap para pedagang saat itu.
Tidak sedikit pedagang juga menunjukkan rona kesedihan. Salah satunya Jupe, seorang pedagang di Lantai II Pasar Petisah.”Udah nggak tahu lagi gimana hidup ini, kalau seminggu ditutup gimana mau makan. Kami hanya jualan baju, kadang laku kadang enggak, ditambah lagi aturan ini,” keluh pedagang kain bekas ini.
Dalam hal ini, pedagang berharap ada solusi yang terbaik. “Kami ya mau saja menjalankan aturan pemerintah yang katanya PPKM Darurat ini, tapi apa solusi untuk kami,” ungkap pedagang lainnya, Taufik.
Hal yang sama juga dikatakan Fitri yang sehari-hari membuka warung nasi di pasar tersebut.”Saya hanya jualan nasi, kalau pedagang diminta tidak berjualan, siapa lagi yang mau beli, jelas saya tutup karena langganan saya hanya pedagang. Harusnya ada solusilah,” cetusnya.
Terakhir, winda yang merupakan pedagang tas bekas di Lantai II Pasar Petisah juga berharap adanya solusi sejak diberlakukannya PPKM Darurat.
“Harusnya ada solusi kalau kami pedagang diminta tidak berjualan. Ini yang kedua kali kami diminta tutup, sebelumnya saat pandemi Covid-19 awal, pernah juga ditutup. Dan sekarang saat PPKM Darurat juga diminta untuk tutup .Sementara solusi tidak ada, apakah bantuan atau apalah istilahnya. Di data lah kami pedagang supaya bisa dapat bantuan sebagai penyambung hidup,” pintanya.
Sementara itu, Plt Dirut PD Pasar Kota Medan, T Maya Mahdan, mengaku bahwa membatasi pedagang yang berjualan di pasar tradisional, yaitu dengan melarang pedagang sektor nonesensial berdagang merupakan perintah dari pemerintah terkait PPKM darurat.”Kami hanya menjalankan perintah,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku usaha kue tradisional di Medan sudah mengeluhkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan. Pasalnya, menyebabkan langganan dan omsetnya drastis menurun. Hal itu dikatakan Indah, pemilik Toko Kue Tradisional, di Jalan Candi Medan kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (15/7).
“Mau gimana lagi, modal gak balik, omset menurun, toko jadi sepi, terpaksa ditutup permanen,” ujarnya.
Menurut Indah, sebelum diterapkan PPKM sejak Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah (H), toko kuenya masih berjalan normal. Banyak koleganya yang datang ingin membeli kue-kuenya tersebut, dengan sistim makan di tempat. Apalagi, dia berkolaborasi dengan empat temannya yang lain, yang memiliki keahlian dalam membuat kue berbeda-beda dengan teman lainnya, sehingga kue-kue yang dijual beraneka macam dan rasa.
“Jadi, meski dalam pandemi Covid-19, tidak menjadi kendala, tetapi karena berulangkali diterapkan PPKM di Kota Medan sejak Lebaran kemarin, kemudian lanjut lagi saat ini menjelang Idul Adha 1442 H, membuat saya dan teman-teman saya tidak berani mengambil resiko,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Indah, pihaknya menjual kue-kue tradisional dengan sistim delivery. “Caranya ya begitulah, ada yang pesan baru kita buat dan kita antar. Memang tidak seperti waktu saya punya toko kemarin. Tapi ya lumayanlah untuk nambah-nambah kebutuhan keluarga, bantu-bantu keuangan suami juga. Daripada buka toko lagi, tapi terus-terusan mengalami seperti ini. Pemerintah bilang galakkan UKM, tapi malah yang dialami seperti ini. Dilema banget ya,” pungkasnya.
Sementara itu, Wwarga Jalan Amaliun Medan, Iskandar (55) juga mengeluhkan PPKM Darurat di Kota Medan. Sebab, dirinya jadi sulit menyervis sepeda motornya.
“Seluruh dealer dan servis sepeda motor di Kota Medan pada tutup. Sepeda motor saya sudah minta diservis ini. Kebetulan juga baru ini ada uangnya, karena kan servis kendaraan harganya gak murah, harus ditabung dulu uangnya. Tapi mau gimana, terpaksalah nunggu dealernya buka lagi. Mudah-mudahan uangnya masih ada, sepeda motor saya masih bisa dikendarai dengan normal, hingga nanti dealir servis nya buka lagi,” keluhnya.
Saat dikonfirmasi, Mekanik Yamaha Motor Service di Medan, Febri mengungkapkan, selama PPKM Darurat, Kantor Yamaha tutup hingga 20 Juli 2021, dan kembali beraktivitas seperti semula pada 21 Juli 2021. Hal itu juga terjadi pada Dealer dan Service Honda di Kota Medan. “Ini berlaku seluruh dealer Yamaha di Kota Medan. Itu pun jika PPKM Daruratnya tidak diperpanjang,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Medan M Afri Rizky Lubis, mengatakan salah satu sektor yang terdampak atas adanya kebijakan PPKM darurat ini adalah pedagang kecil. Pasalnya, Pemko Medan harus menutup usaha bagi sektor nonesensial dan juga mengurangi jam operasional. Untuk pelaku usaha kuliner, hanya melayani take away (pesan bawa pulang).
“Tentu saja yang ditutup usahanya akan tidak mendapatkan penghasilan, sementara penghasilannya hanya pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini juga harus dipertimbangkan oleh pemerintah. Jadi pandemi nya kita cegah penularannya, tetapi ekonomi masyarakat juga harus kita lindungi,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan ini juga menambahkan, rencana Pemko Medan yang akan memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat yang terdampak akibat kebijakan PPKM Darurat sangat dibutuhkan. Untuk itu, bansos harus dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak, khususnya kepada masyarakat kurang mampu.
“Karena mereka saat ini dibatasi pergerakannya dengan menutup usaha atau membatasi operasional kegiatannya, dan itu sangat berpengaruh terhadap penghasilan mereka. Padahal ya itu tadi, penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Untuk itu, Rizky mengharapkan agar kebijakan ini dapat mempertimbangkan hal-hal teknis secara detail, tidak hanya menegakkan peraturan dengan memberikan sanksi, tetapi juga memberikan jalan keluar ataupun solusi bagi mereka yang terdampak.
“Saya yakin dibawah kepemimpinan Wali Kota Medan Pak Bobby Nasution, dapat secara arif dan bijaksana mempertimbangkan berbagai dampak PPKM darurat ini bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Medan. Mari kita bersama bergotong-royong bahu membahu mengatasi pandemi Covid 19 ini. Memang butuh pengorbanan semua pihak dan kami kira Pemko Medan harus mendengarkan keluhan warga dan merespon dengan cepat, khususnya apapun yang menjadi persoalan sebagai dampak dari kebijakan PPKM Darurat ini,” pungkasnya. (map/mag-1/ila)
BANTUAN: YBM PLN UIKSBU menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp205 juta melalui Yayasan Syamam.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIKSBU) menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp205 juta. Bantuan tersebut diserahkan melalui Yayasan Syamam yang penyalurannya melalui terpusat di YBM PLN Pusat, Jakarta.
BANTUAN: YBM PLN UIKSBU menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina sebesar Rp205 juta melalui Yayasan Syamam.
“Kami keluarga besar Muslim PLN khususnya pegawai Muslim (Muzakki) PLN UIKSBU ikut berduka atas apa yang diderita oleh saudara-saudara di Palestina, kami di sini hanya bisa mendoakan yang terbaik dan memberikan bantuan ini untuk saudara-saudara di Palestina,” kata Ketua YBM PLN UIKSBU, Rakhmadsyah.
Rakhmadsyah berharap bantuan tersebut dapat meringankan derita saudara-saudara di Palestina. Ia menyampaikan bahwa penyerahan bantuan sebesar Rp 205 juta ini bersumber dari dana zakat/infaq/sadaqah pegawai Muslim (Muzakki) di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara yaitu kerjasama antara YBM PLN kantor Induk dan YBM PLN Unit UIKSBU.
Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan oleh Rakhmadsyah selaku Ketua YBM dan didampingi Pengurus YBM PLN UIKSBU. YBM PLN berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat dan sedikit meringankan beban rakyat Palestina.
“Terimakasih kepada seluruh muzakki yang dengan ikhlas dipotong sebesar 2,5% dari penghasilannya yang berupa zakat/infaq/sadaqah, mudah-mudahan di yaumil akhir nanti akan sebagai penambah amal ibadah bagi kita semua, Aamiin yaa rabbal ‘alamin,” ucap Rakhmadsyah. (ila)
PROKES: Ketua Pengadilan Negeri Medan, Andreas Purwantyo didampingi Humas I PN Medan, Tengku Oyong mengatakan bahwa pihaknya kembali menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) ketat di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Pengadilan Negeri Medan, Andreas Purwantyo didampingi Humas I PN Medan, Tengku Oyong mengatakan bahwa pihaknya kembali menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) ketat di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
PROKES: Ketua Pengadilan Negeri Medan, Andreas Purwantyo didampingi Humas I PN Medan, Tengku Oyong mengatakan bahwa pihaknya kembali menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) ketat di Pengadilan Negeri (PN) Medan.
Kebijakan ini merespons penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Medan sesuai dengan surat dari Wali Kota tentang PPKM Darurat.
“Kita telah menata beberapa ruangan di gedung PN Medan, supaya tidak terjadi kerumunan. Pelayanan tetap berjalan dengan mengedepankan protokol kesehatan,” ucapnya, Kamis (15/7).
Selain itu, Andreas Purwantyo menegaskan pihaknya telah menata Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) agar tidak terjadi kerumunan. Termasuk di ruang persidangan pun dibatasi, yakni hanya majelis hakim dan para pihak serta wartawan.”Bahkan semenjak PPKM Darurat, penuntut umum juga hadir secara online yang langsung dari Kantor Kejari Medan dan Kejati Sumatera Utara,” katanya.
Setelah dilakukan penataan di PTSP dan juga di areal persidangan, berikutnya menata kantin agar tidak terjadi kerumunan pengunjung “Dalam hal ini, kita meminta semua pihak menaati Protokol Kesehatan, sesuai dengan program pemerintah pusat maupun daerah dalam mencegah adanya cluster baru,” ucapnya.
Bahkan Ketua PN Medan, Andreas juga beberapa kali menegur para pengunjung yang hendak masuk ke areal pengadilan. Setiap pengunjung harus menerapkan Protokol Kesehatan dengan melalui pengecekan suhu badan, mencuci tangan dengan hand sanitizer serta memakai masker. (bbs/ila)
LEPAS SEGEL: Tim Satpol PP Kota Medan melepas segel Mal Centre Point, Rabu (14/7). Pelepasan segel itu karena pihak PT ACK selaku pengelola Mal Centre Point telah membayar sebagian tunggakan PBB-nya kepada Pemko Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Satpol PP Kota Medan telah melepas segel Mal Centre Point, Rabu (14/7). Alasannya, pihak PT ACK selaku pengelola Mal Centre Point telah membayar sebahagian tunggakan PBB-nya kepada Pemko Medan.
LEPAS SEGEL: Tim Satpol PP Kota Medan melepas segel Mal Centre Point, Rabu (14/7). Pelepasan segel itu karena pihak PT ACK selaku pengelola Mal Centre Point telah membayar sebagian tunggakan PBB-nya kepada Pemko Medan.
Pelepasan segel tersebut disaksikan langsung KasatPol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan dan Kepala BPPRD Kota Medan, Suherman. Pencabutan segel ini juga ditandai dengan penandatangan berita acara pembukaan segel dan penandatanganan surat pernyataan Direktur PT ACK.
KasatPol PP Muhammad Sofyan, menjelaskan Pemko Medan membuka segel Mall Centre Point karena Mall tersebut telah melakukan kewajibanya dengan membayarkan tunggakan pajak ke Pemko Medann
“Setelah dilakukan pembayaran tunggakan ke Pemko Medan, maka hari ini kami melepas segel Mall Centre Point tersebut,” kata Sofyan, Rabu (14/7).
Sementara itu, terkait dengan nominal pajak yang telah dibayarkan PT. ACK ke Pemko Medan, Kepala BPPRD Kota Medan Suherman menyebutkan bahwa PT. ACK telah berjanji akan melakukan pembayaran tunggakan PBB sebesar Rp56 miliar dengan cara dicicil sampai dengan akhir tahun. Khusus untuk bulan Juli ini, PT. ACK akan membayar sebesar Rp23 miliar.
“PT. ACK sudah membayarkan pajaknya dengan cara dicicil dan uang yang baru masuk ke kas kita sebesar Rp20 miliar, namun mereka sudah berjanji akan membayarkan Rp23 miliar untuk bulan ini,” kata Suherman.
Sedangkan untuk bulan berikutnya, yakni Agustus 2021, lanjut Suherman, PT. ACK harus membayar kembali sisa tunggakannya sebesar Rp7 miliar.”Apabila bulan depan tidak dibayarkan, maka seketika akan kita segel kembali,” ujar Suherman.
DPRD Kota Medan mengaku cukup menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang terkesan memberikan kelonggaran kepada PT ACK selaku pengelola Mal Centre Point. Sebab diketahui, Pemko Medan telah membuka segel yang dipasang di depan pintu utama Mal Centre Point pada Rabu (14/7) kemarin.
Padahal Mal Centre Point belum melunasi tunggakan PBB nya sebesar Rp56 miliar, melainkan hanya baru mencicil tunggakannya senilai Rp20 miliar sehingga masih menyisakan tunggakan dalam jumlah Rp36 miliar. Dengan ketentuan, sisa tunggakan tersebut dapat dicicil hingga akhir tahun 2021.
“Saya dengar memang kemarin sudah dibuka segel Mal Centre Point, padahal baru Rp20 miliar yang dibayar, cukup kita sayangkan memang. Padahal kami berharap segelnya jangan dibuka sampai yang Rp56 miliar itu dilunasi, bukan dicicil seperti ini,” ucap Anggota Komisi III DPRD Medan, Rudiawan Sitorus kepada Sumut Pos, Kamis (15/7).
Dikatakan Rudiawan, terkait kelonggaran yang diberikan Pemko Medan kepada Centre Point dengan mencicil tunggakannya hingga akhir tahun, seharusnya tidak perlu dilakukan. Pasalnya, Pemko Medan sudah terlalu lama memberikan kelonggaran kepada PT ACK selaku pengelola untuk menunggak PBBnya, yakni sejak tahun 2010.
“Lantas nanti kalau cicilannya tidak dibayar sesuai perjanjian, maka disegel lagi, begitu lah terus sampai cicilannya lunas Rp56 miliar. Terakhir kerja Pemko ya itu-itu saja, menyegel terus. Seharusnya cukup disegel satu kali saja, kalau lunas baru dibuka, dan seharusnya tak boleh dibuka sebelum lunas,” ujarnya.
Diakui Rudiawan, langkah penyegelan yang diambil Pemko Medan beberapa waktu lalu kepada Mal Centre Point memang sudah tepat. Sebab dengan demikian, baru lah PT ACK selaku pengelola Mal yang terletak di Jalan Jawa, Kota Medan tersebut bersedia membayar tunggakan pajaknya.
“Penyegelan itu memang tindakan tegas, itu kita akui, dan cuma Wali Kota Medan saat ini, Bobby Nasution yang berani melakukannya, padahal dari 2010 sampai 2021 ini kita sudah berapa kali berganti wali kota. Tapi seharusnya, kalau tegas jangan separuh-separuh, tegas sekalian, segel terus sebelum tunggakan PBBnya lunas,” tegasnya.
Sementara itu, Rudiawan juga menyoroti kinerja dari Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, Suherman. Pasalnya selaku Kepala BPPRD Kota Medan, Suherman dinilai tidak mampu berkoordinasi dan melakukan penagihan kepada PT ACK.
Padahal, menagih tunggakan PBB tersebut merupakan tanggungjawab Suherman selaku Kepala BPPRD Kota Medan dibantu Kabid PBB BPPRD Kota Medan, Ahmad Untung Lubis.
“Kami di Komisi III sudah berkali-kali mengingatkan BPPRD untuk segera menagih tunggakan PBB Mal Centre Point, tapi tidak ada realisasinya sampai pada waktunya Wali Kota Medan turun tangan langsung dan menyegelnya. Bayangkan saja kalau tidak disegel wali kota, kita yakin sampai saat ini Centre Point tidak akan bayar tunggakannya. Jadi pertanyaannya, dimana peran BPPRD,” ungkapnya.
Tak cuma soal Centre Point, Rudiawan juga mengingatkan BPPRD Kota Medan untuk fokus dalam menagih tunggakan pajak dari para pelaku usaha lainnya. Pasalnya saat ini bukan hanya Mal Centre Point yang menunggak pajak, tapi masih banyak usaha lainnya di Kota Medan yang menunggak pajak. Sehingga apabila ditagih secara maksimal, maka akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan secara signifikan. “Masih banyak PBB yang menunggak, nilainya cukup besar, walaupun mungkin tidak sebesar Centre Point, BPPRD bisa fokus kesitu. Lalu tak cuma PBB, ada juga sektor pajak hotel dan restoran, itu juga luar biasa potensi PAD yang bisa dihasilkan. Kalau maksimal dalam menagihnya, PAD kita pasti naik signifikan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution melakukan penyegelan gedung Mal Centre Point yang terletak di Jalan Jawa, Kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur, Jumat (9/7). Penyegelan ini dilakukan karena pihak Mall Centre Point memiliki tunggakan PBB yang belum dibayarkan kepada Pemko Medan selama 10 tahun dengan total nilai tunggakan sebesar Rp56 milar. (map/ila)
OPERASI JALAK PROKES: Personel Polsek Kualuh Hulu melaksanakan Operasi Jalak Prokes II untuk penegakan ProkesCovid-19 di pasar tradisional.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Upaya untuk menekan penyebaran Covid-19, Polsek Kualuh Hulu jajaran Polres Labuhanbatu bersama Satpol PP dan BPBD Labura melaksanakan operasi Jalak Prokes II.
OPERASI JALAK PROKES: Personel Polsek Kualuh Hulu melaksanakan Operasi Jalak Prokes II untuk penegakan ProkesCovid-19 di pasar tradisional.
Operasi Jalak Prokes II dengan menyasar sejumlah fasilitas publik, seperti di Pasar Tradisional Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura pada Rabu (14/7).
Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Sahrial Sirait, mengatakan bahwa Ops Jalak Prokes dilaksanakan dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara.
“Target sasaran Operasi ini adalah masyarakat dan para pelaku pedagang Pasar Tradisional,” katanya, Kamis (15/7).
Selama dalam pelaksanaan Ops Jalak Prokes II, masih ada ditemukan masyarakat dan pedagang Pasar Tradisional tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Dalam kegiatan Ops Jalak Prokes II ini, personel yang melaksanakan tugas terus mengimbau agar masyarakat dan pedagang pasar tradisional tetap mematuhi disiplin protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. (fdh/han)
MENCOBA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan saat mencoba alat tenun di rumah Adat Melayu.SOPIAN/SUMUT POS.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Rumah adat melayu dan kerajinan tenun songket adalah bagian budaya yang sedari dulu sudah ada di Kota Tebingtinggi. Hanya saja dikarenakan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang cukup cepat membuat budaya tersebut terlupakan oleh masyarakat Kota Tebingtinggi.
MENCOBA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan saat mencoba alat tenun di rumah Adat Melayu.SOPIAN/SUMUT POS.
Melalui kegiatan peresmian rumah adat Melayu dan pembukaan pelatihan tenun kain songket, Pemko Tebingtinggi menginginkan masyarakat Tebingtinggi agar tidak melupakan budaya yang pernah ada di Kota Tebingtinggi.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tebingtinggi Zunaidi Hasibuan pada persemian rumah adat Melayu, sekaligus pembukaan pelatihan menenun kain songket di Rumah Adat Melayu, Jalan Badak, Kelurahan Bandar Utama, Rabu (14/7).
“Kami teringat kalau yang kita kerjakan saat sekarang ini, meneruskan pekerjaan yang sudah ada, yang sempat hilang, yang harus kita bangkitkan untuk Kota Tebingtinggi. Sejalan ini kami nyatakan, kita ingin agar budaya tak kita tinggalkan,” jelas Umar Zunaidi.
Ditambahkan Umar, agar rumah adat Melayu dan kerajinan tenun songket dapat menjadi ikon baru Kota Tebingtinggi, dimana nantinya hal tersebut dapat menarik wisatawan.
“Kita tampilkan kebersihan, senyuman dan kekhasan kita, jadikan ini sebagai icon Kota Tebingtinggi dan salah satu tujuan kota wisata. Inovasi kreatifitas bisa tumbuh dan berlanjut. Terimakasih kepada warga sekitar, mudah-mudahan mendukung kegiatan budaya kita dan investasi lain akan terus tumbuh di Kota Tebingtinggi,” harap Umar.
Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Idham Khalid, selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan rangkaian hari jadi Kota Tebingtinggi ke 104 tahun, dimana hal tersebut menjelaskan kembali identitas Kota Tebingtinggi.
“Acara dalam rangka hari jadi Kota Tebingtinggi ke 104 yang berhubungan dengan kebudayaan, menjelaskan kembali identitas Kota Tebing Tinggi, bahwa Kerajaan Negeri Padang ada disini,” ujar Idham.
Habibi Mardika Putra selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Hasyimiah dan cucu pemilik rumah adat Melayu Ahli Waris, menyampaikan bahwa produk kain tenun yang dihasilkan memiliki corak dari Melayu Tebingtinggi, sehingga ada pembeda dengan songket lain. (ian)