Home Blog Page 3313

Kota Medan Berlakukan PPKM Darurat, Polres Tebingtinggi Lakukan 3 Titik Penyekatan

IMBAU: Jajaran Polres Tebingtinggi bersama Dinas Kominfo Tebingtinggi melakukan imbuan agar masayarakat jangan berpergian ke Kota Medan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satgas Covid 19 dari Dinas Kominfo Tebingtinggi bersama dengan Polres Tebingtinggi menggelar kegiatan soisalisasi penanganan Covid-19 di Kota Tebingtinggi di beberapa titik di Kota Tebingtinggi, Rabu (14/7).

IMBAU: Jajaran Polres Tebingtinggi bersama Dinas Kominfo Tebingtinggi melakukan imbuan agar masayarakat jangan berpergian ke Kota Medan.

Dalam kegiatan ini, Satgas mengimbau kepada masyarakat Kota Tebingtinggi agar tidak melakukan perjalanan ke Kota Medan berhubung penerapan PPKM Darurat, dan mentaati kebijakan PPKM darurat yang sedang diterapkan di Kota Medan sampai dengan 20 Juli 2021.

“Terkait Penerapan PPKM Darurat di Kota Medan sejak 12-20 Juli 2021, maka Polres Tebingtinggi bersama dengan Pemerintah Kota Tebingtinggi melakukan Operasi Imbangan, dimana kegiatan ini berupa sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak berpergian ke Kota Medan.” jelas Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu Agus Irianto.

Untuk mengantisipasi aktivitas masyarakat, Polres Tebingtinggi akan mendirikan Pos Penyekatan di beberapa titik di wilayah Kota Tebing Tinggi. Kami juga akan mendirikan 3 Pos Penyekatan yang terletak di Terminal Bandar Kajum (Pintas Medan Tebingtinggi), Pabatu (Lintas Siantar) dan Paya Pasir (Lintas Kisaran).

“Dengan Pos Penyekatan ini masyarakat Kota Tebingtinggi dihimbau untuk tetap berada di Kota Tebingtinggi agar penyebaran Covid-19 dapat dihentikan. Kiranya masayrakat dapat mengikuti himabauan ini dengan sebaik-baiknya. Bagi masyarakat yang melitas juga akan dilakukan pemeriksaan, jika tidak ada kepentingan darurat akan diputar balikan,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Kota Tebingtinggi, Iswan Suhendi, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Satgas Covid-19 Kota Tebingtinggi.

“Melalui sosialisasi ini kami harapkan masyarakat dapat mentaati dan berpartisipasi mendukung kebijakan pemerintah dengan tidak melakukan perjalanan ke Kota Medan karena disana sedang pemberlakuan PPKM Darurat sampai 20 Juli 2021,” jelas Iswan.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi akan terus digaungkan agar seluruh warga dan masyarakat dapat menjalankan imbauan dan tetap mematuhi Protokol Kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dam menghindari mobiltas warga. (ian/han)

Persiapam Program Data Desa Presisi, Bupati Sergai Belajar ke Taput

KUNKER: Bupati Sergai, Darma Wijaya ketika melakukan kunjungan kerja ke Tapanuli Utara. sopian/SUMUT POS .

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya beserta rombongan melaksanakan studi tiru ke Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) terkait program Data Desa Presisi, Selasa (13/7).

KUNKER: Bupati Sergai, Darma Wijaya ketika melakukan kunjungan kerja ke Tapanuli Utara. sopian/SUMUT POS.

Bupati Sergai Darma Wijaya menyebut kedatangannya pada hari ini bertujuan untuk menyerap ilmu terkait penerapan Data Desa Presisi di Kabupaten Taput yang menghasilkan pencapain positif.

“Kami berkeinginan untuk menerapkan hal serupa di Kabupaten Sergai Tanah Bertuah Negeri Beradat di mana secara wilayah, Sergai terbagi ke dalam 17 Kecamatan dan 237 desa serta 6 kelurahan,” terang Darma.

Masih lanjut Darma, Kabupaten Sergai saat ini berupaya untuk memajukan pembangunan di berbagai sektor, salah satunya melalui berbagai inovasi baru yang mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi capaian Taput dengan inovasi Data Desa Presisi yang sudah diterapkan di Desa Sibandang Kecamatan Muara sebagai lokasi percontohan ini. Kami berharap hal serupa nantinya bisa diaplikasikan di Sergai sehingga bisa menjadi salah satu pendukung tercapainya visi Kabupaten Sergai,” ucap Darma.

Darma mengungkapkan, jika sebelumnya pihaknya sudah lebih dulu melakukan kunjungan ke Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB Bogor. Di sana mereka mendengarkan penjelasan terkait berbagai keungulan yang bisa diperoleh lewat penerapan Data Desa Presisi ini. Kami merasa tertarik dan antusias ketika mengetahui, bahwasanya salah satu kabupaten di Sumut yaitu Taput, sudah lebih dulu menerapkan ini.

“Selain berbagi ilmu, kami harapkan kunjungan kami pada hari ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan perekat persaudaran di antara dua kabupaten ini,” jelasnya. (ian/han)

KPU Labuhanbatu Ikuti Vaksinasi Covid-19

VAKSIN: Ketua KPU Labuhanbatu, Wahyudi mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Sekretariat KPU setempat.fajar/sumut pos

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Jajaran Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu mengikuti vaksinisasi Covid-19 tahap I, di Aula KPU di kawasan jalan WR Supratman, Rantauprapat, Selasa (13/7).

VAKSIN: Ketua KPU Labuhanbatu, Wahyudi mendapat suntikan vaksin Covid-19 di Sekretariat KPU setempat.fajar/sumut pos

Kegiatan vaksinasi tersebut dengan mendatangkan vaksinator petugas tim medis dari Puskesmas Perlayuan, dan PAM Kepolisian Polres Kabupaten Lanuhanbatu.

Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu, Wahyudi, mengatakan padatnya jadwal pelaksanaan Pemilu lokal yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) membuat mereka baru mendapatkan jadwal pelaksanaan vaksinisasi tahap I.

“Ya, kita padat jadwal Pilkada. Maka sekarang baru dapat melaksanakan vaksinasi,” ujar Wahyudi, di Rantauprapat, Rabu (14/7).

Tujuan dilakukan vaksinasi tersebut, agar seluruh anggota KPU serta staf dan lainnya terhindar dari Covid-19.

Meski demikian, pihak Sekretariat KPU sejak awal memberlakukan prokes Covid-19 secara ketat. Yakni, dengan mewajibkan penggunaan masker. Dan menyediakan fasilitas cuci tangan di kantor KPU tersebut.

“Agar seluruh anggota di jajaran KPU Kabupaten Labuhanbatu tetap menjaga Protokol Kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan agar terhindar dari Covid–19 yang sampai saat iniaaih mengganas,” tandasnya. (fdh/han)

Plt Wali Kota Tanjungbalai Kunjungi Tebingtinggi, Waris Tohib: Berbagi Ilmu Dalam Peningkatan Ekonomi

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama Plt Wali Kota Binjai Waris Tholib di rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi menerima kunjungan kerja Plt Wali Kota Tanjungbalai Waris Tholib didampingi Plt Ketua Tim penggerak PKK Fatiah Haitami Waris bersama Plt Kadis Kominfo Drs Anwar Ruzi, Kepala BPBD Muhammad Ridwan Parinduri, Kadis Lingkungan Hidup Fitra Hadi serta perwakilan Kabag dan staf di jajaran Pemko Tanjungbalai, Rabu sore (13/7).

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan bersama Plt Wali Kota Binjai Waris Tholib di rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.sopian/sumut pos.

Kunjungan kerja tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiyathi, beserta jajaran OPD di Pemko Tebingtinggi di Rumah Dinas Wali Kota.

Pada kunjungan kerja tersebut, Plt Wali Kota Tanjungbalai Waris Tholib menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan adalah untuk berbagi pengalaman dalam hal peningkatan ekonomi sekaligus menjalin kerja sama antara Kota Tanjungbalai dan Kota Tebingtinggi.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tebingtinggi menjelaskan beberapa strategi yang dilakukan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Tebingtinggi, di antaranya pertanian dan perkotaan sistem urban farming, mengundang UINSU (Universitas Islam Sumatera Utara) membuka cabang di Kota Tebingtinggi dan membuka pelatihan tenun adat Melayu serta peresmian rumah adat Melayu.

“Strategi yang kami lakukan antara lain, pertanian dan perkotaan sistem urban farming, mengundang UIN (Universitas Islam Negeri) Sumatera Utara untuk membuka kampus 5 di Tebingtinggi, dan Insya Allah besok, kami akan memulai membuka pelatihan tenun adat melayu dan peresmian rumah adat Melayu. Bagian ini yang kami lakukan, mudah-mudahan bisa meningkatkan PAD Kota Tebingtinggi,” jelas Umar Zunaidi.

Umar Zunaidi berharap agar kunjungan kerja tersebut dapat dilanjutkan dengan penandatanganan MOU (Memorandum Of Understanding) kerjasama.

“Kami inginkan pertemuan ini kita tindaklanjuti antara Kota Tanjung Balai dan Kota Tebingtinggi, dengan penandatangan MOU (Memorandum Of Understanding) kerjasama. Apalagi kita berada pada daerah pantai timur Sumatera. Kurang lebih bisa share, terhadap apa yang dilakukan, untuk kepentingan dua daerah,” tutup Umar.

Sementara itu, Plt Wali Kota Tanjungbalai Waris Tholib juga berharap agar Pemko Tebingtinggi dapat berbagi inovasi kepada Pemko Tanjungbalai.

“Selanjutnya Pemko Tebingtinggi InsyaAllah ke Kota Tanjung Balai, bisa memberikan inovasi kepada OPD di Tanjung Balai. Kami ingin banyak belajar kepada senior, kepada kota yang lebih awal mendapat kemajuan. Prospek kerja sama ini untuk mengoptimalkan dari apa yang masih terlambat, tertinggal untuk kesejahteraan hidup orang banyak,” pungkas Waris.

Turut dihadiri dari Pemko Tebingtinggi, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Kadis Perhubungan Kota Manahan Guntur Harahap, Kepala Pelaksana BPBD Drs Wahid Sitorus, Pj Satpol PP Kota YB. Hutapea, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bambang Sudaryono. (Ian)

Tim Gabungan Semprot Disinfektan dan Gelar Operasi Yustisi di Karo, Masyarakat Abai Prokes Bakal Ditindak

SEMPROT: Petugas gabungan saat melakukan penyemprotan disinfektan di Kota Kabanjahe, Kabupaten Karo, Selasa (13/7).SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karo, TNI-Polri terus meningkatkan kegiatan operasi yustisi dan penyemprotan disinfektan, serta mengedukasi warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

SEMPROT: Petugas gabungan saat melakukan penyemprotan disinfektan di Kota Kabanjahe, Kabupaten Karo, Selasa (13/7).SOLIDEO/SUMUT POS.

Dipimpin oleh Kasat Sabhara AKP Enda Tarigan, personel gabungan TNI/Polri dan Satpol PP Pemkab Karo, melaksanakan penyemprotan disinfektan dan Operasi Yustisi di seputaran Kota Kabanjahe, dengan sasaran warga yang tidak memakai masker, Selasa (13/7) lalu.

Dalam kesempatan itu, Enda mengatakan, personel tidak akan segan-segan memberikan sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi prokes, khususnya warga yang tidak memakai masker.

“Diharapkan masyarakat bisa menjaga diri, keluarga, dan lingkungannya, dengan tidak mengadakan acara yang mengundang kerumunan warga. Karena saat ini, sudah banyak yang terpapar Covid-19, termasuk di Karo ini. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat, agar tetap mematuhi prokes,” ungkap Enda di sela-sela penyemprotan disinfektan di Kota Kabanjahe.

“Saat ini tindakan yang paling efektif sebagai bentuk ikhtiar kita adalah disiplin menggunakan masker. Dengan sinergitas TNI/Polri dan instansi terkait lainnya, Operasi Yustisi dan penyemprotan disinfektan akan terus dilaksanakan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Karo ini,” imbuhnya.

Dalam Operasi Yustisi dan penyemprotan disinfektan kali ini, puluhan warga dikenai teguran lisan.

Di tempat berbeda, Polsek jajaran Polres Tanah Karo, juga melaksanakan penyemprotan disinfektan. Setelah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Pemkab Karo, setiap pemerintah desa, dan warga setempat, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karo, maka Polres Tanah Karo terus melaksanakan penyemprotan disinfektan. (deo/saz)

Daya Beli Hewan Kurban Menurun

PETERNAKAN: Kepala Dinas Ketapangtan Kota Binjai Agustawan Karnajaya (berkacamata), saat berada di peternakan Kelompok Tani Karya Bersama, Binjai Barat, Rabu (14/7).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Daya beli masyarakat membeli hewan kurban di Kota Binjai, diperkirakan menurun. Hal tersebut diduga, karena hingga saat ini pandemi Covid-19 masih melanda.

PETERNAKAN: Kepala Dinas Ketapangtan Kota Binjai Agustawan Karnajaya (berkacamata), saat berada di peternakan Kelompok Tani Karya Bersama, Binjai Barat, Rabu (14/7).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

Angka penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah pun, diprediksi menurun hingga 25 persen, dibanding tahun lalu.

“Tahun ini permintaan hewan kurban diprediksi turun. Estimasinya hingga sekitar 25 persen,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtan) Kota Binjai, Agustawan Karnajaya, Rabu (14/7).

Agustawan juga menjelaskan, pihaknya sudah melepas Tim Pemeriksa Antemortem dan Postmortem Hewan Kurban di Peternakan Kelompok Tani Karya Bersama, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Lingkungan I, Kelurahan Bandarsenembah, Binjai Barat, Selasa (13/7) lalu.

Dia mengatakan, penurunan angka penyembelihan hewan kurban diperoleh berdasarkan pendataan dari seluruh masjid dan panitia kurban di Kota Binjai, serta angka penjualan hingga distribusi hewan kurban di tingkat peternak.

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, sejauh ini penjualan hewan kurban di Kota Binjai, mulai dari sapi, lembu, kambing, hingga domba, masih di angka 1.200 ekor. Padahal pada momentum Idul Adha 1441 Hijriah lalu, jumlah penjualan hewan kurban mencapai lebih dari 1.500 ekor.

“Meski demikian, kami akan tetap melakukan pendataan melalui lurah, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), dan panitia pelaksana kurban. Termasuk mendata seluruh tempat penjualan hewan kurban yang ada di Binjai,” tutur Agustawan.

“Tim kami akan menyebar ke tiap kecamatan di Binjai, untuk mendata jumlah populasi. Serta memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban, hingga 23 Juli mendatang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Bersama, Aminuddin mengakui, permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha 1442 Hijriah, mengalami penurunan hingga 30 persen, dibandingkan tahun lalu. Dia mencontohkan, pihaknya mengirimkan lebih dari 200 ekor sapi dan lembu pada program Sumut Berqurban pada Idul Adha 1441 Hijriah lalu. Namun, dia menyebutkan, tahun ini hewan kurban yang dikirim hanya sebanyak 130 ekor.

“Pada 2020 lalu masih lumayan, walaupun saat itu mulai ada pandemi Covid-19. Sekarang ini malah turun drastis. Faktornya karena daya beli masyarakat yang turun,” pungkasnya. (ted/saz)

Kecamatan Meranti Jadi Langganan Banjir, Warga Keluhkan Penanganan Lambat Pemerintah

BANTU: Seorang warga sekitar membantu mendorong kendaraan pengendara yang melintasi banjir di kawasan Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Rabu (14/7). DARMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan hektare sawah di Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, rusak akibat terendam banjir. Banjir diketahui terjadi akibat luapan sungai, usai diguyur hujan deras. Dari pantauan wartawan, terlihat badan jalan sepanjang 300 meter juga mengalami abrasi akibat banjir di kawasan tersebut.

BANTU: Seorang warga sekitar membantu mendorong kendaraan pengendara yang melintasi banjir di kawasan Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, Rabu (14/7). DARMAWAN/SUMUT POS.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini, terkait potensi hujan deras di Kecamatan Meranti hingga hari ini, Kamis (15/7).

Menurut Hasan, warga yang melintasi daerah banjir itu, Rabu (14/7), mengatakan, banjir diduga mulai terjadi sejak 2 hari lalu, yang dipicu hujan deras mengguyur Desa Gajah, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan itu.

“Kalau setahun, pasti ada 2 kali banjir di kawasan ini. Biasanya musim banjir itu di akhir tahun, tapi ini memang tidak bisa diprediksi,” ungkap Hasan.

Karena banjir itu, dia mengaku, aktivitas warga sangat terganggu.

“Banyak warga yang memakai jalan ini sebagai akses. Dan pemerintah daerah, memang lambat menangani banjir kali ini,” katanya lagi, dengan nada kesal.

Sementara itu, menurut seorang petani setempat, sekarang ini sudah masuk musim tanam padi, sejak Juni 2021 lalu.

“Rata-rata umur padi yang ditanam ini baru sekitar satu bulan. Habis semua dihantam banjir,” akunya. Dia juga mengatakan, para petani setempat baru saja menyebar bibit, dan akibat banjir ini, mereka merugi puluhan juta Rupiah.

Selain itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Batubara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batubara, melaporkan, ada 1.451 unit rumah di 13 desa dan 5 kecamatan, yang terendam banjir, dengan tinggi air mencapai 30-80 centimeter. (mag-9/saz)

Masa Pandemi Covid-19, DPRD Labuhanbatu Sering ke Luar Daerah

KUNJUNGAN: Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu melakukan kunjungan ke luar daerah di masa peningkatan Pandemi Covid-19 belakangan.fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu rutin melakukan kunjungan ke luar daerah dengan tujuan konsultasi, padahal saat ini Pandemi Covid-19 sedang meningkat di sejumlah daerah.

KUNJUNGAN: Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu melakukan kunjungan ke luar daerah di masa peningkatan Pandemi Covid-19 belakangan.fajar/sumut pos.

Seperti pada pada Juni 2021 lalu, sebanyak 45 anggota dewan di Labuhanbatu tersebut melakukan perjalanan dinas ke berbagai daerah di nusantara. Bahkan, terbaru, para anggota DPRD tersebut melakukan konsultasi ke Kantor DPRD dan Kantor Dinas Kominfo Kabupaten Kampar, Riau, pada Selasa (13/7).

Keberangkatan pada anggota dewan ini didampingi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Labuhanbatu beserta sejumlah staf Tim Panitia Khusus DPRD Kabupaten Labuhanbatu.

Dari berbagai informasi yang diterima, kunjungan tersebut terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Labuhanbatu tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

Ternyata, seringnya para anggota dewan ini keluar masuk ke Labuhanbatu membuat warga merasa kurang nyaman. Apalagi, saat ini kasus Covid-19 terus naik.

“Ironis. Kasus Covid-19 kian meninggi, kalangan dewan malah berpergian ke luar daerah. Bukan malah menahan diri dan memperkuat protokol kesehatan (Prokes) Covid-19,” ujar warga Rantauprapat, Budi, Rabu (14/7).

Menurutnya, tindakan kalangan dewan itu sekembalinya dari luar daerah bukan tidak mungkin diduga memicu munculnya klaster Covid-19 baru di Rantauprapat. Konon pula, kalangan dewan disinyalir tidak melakukan isolasi mandiri.

“Apakah anggota dewan ada melakukan isolasi. Apakah sekembalinya ke Labuhanbatu menjalani tes PCR Swab Covid-19,” tanyanya.

Senada, warga Rantauprapat lainnya B Hasibuan mengesalkan sikap dewan yang melakukan kunjungan ke luar daerah. Menurutnya, tindakan itu memicu pemborosan keuangan daerah.

“Bukan tidak mungkin tindakan mereka malah pemborosan keuangan,” jelasnya.

Padahal, kata dia, di masa Pandemi Covid-19 banyak anggaran dana dan keuangan direfocusing. Dialihkan untuk membantu penanganan Covid-19.

“Sebaiknya, anggaran itu dipergunakan sebagai bantuan sosial. Diberikan kepada para warga yang sangat terdampak perekonomiannya imbas dari pandemi Covid,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Labuhanbatu, Meika Riyanti Siregar ketika dikonfirmasi membenarkan kegiatan konsultasi para anggota DPRD setempat.

Namun, dirinya menolak konfirmasi melalui telepon. Alasannya sedang dalam kenderaan di perjalanan.

“Saya lagi di jalan. Konfirmasi langsung saja. Lagian sinyal kurang bagus,” jelasnya menutup hubungan ponsel pribadinya. (fdh/ram)

Kapolsekta Kota Pinang Pantau Gerai Vaksin

PANTAU: Kapolsekta Kota Pinang saat memantau gerai vaksin.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kapolsekta Kota Pinang, AKP Bambang Gunanti Hutabarat memantau langsung pelaksanaan kegiatan Gerai Vaksin Presisi Massal Bhakti Kesehatan Bhayangkara untuk Negeri, di Mapolsekta Kota Pinang JL Ahmad Yani Kota Pinang, Kecamatan Kota Pinang Labuhanbatu Selatan, Selasa (13/7).

PANTAU: Kapolsekta Kota Pinang saat memantau gerai vaksin.

Pada kesempatan tersebut, AKP Bambang Gunanati Hutabarat mengatakan, pelaksanaan ini mengambil tema Transformasi Menuju Polri yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju.

“Sebelum dilakukan vaksinasi Covid-19 tahap I, pihak nakes terlebih dahulu melakukan pengecekan/skrining terhadap masyarakat yang akan divaksin tentang riwayat kesehatan peserta sebelum vaksinasi dilakukan, hal ini untuk menjamin si penerima vaksin benar benar siap untuk disuntik,” ungkapnya.

Kapolsekta Kotapinang didampingi Nakes dari Puskesmas Tanjung Medan dan Puskesmas Ulu Mahuam memberikan arahan dan penjelasan kepada masyarakat yang akan menerima vaksin, tentang kegunaan vaksin dan jenis vaksin yang akan digunakan.

“Pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Aula Pertemuan Polsekta Kotapinang, jugadiikuti sejumlah wartawan. Jadi total keseluruhan yang divaksinasi sebanyak 272 peserta,” tambah Kapolsek.

Dia juga menjelaskan untuk vaksin yang digunakan, yakni jenis COVID-19 Vaccine Inactivated SARS-Cov-2 Virus 3 mcg/dose, produk Biofarma. (fdh/ram)

Jalan Panji Porsea Hingga Lae Gerat Rusak Berat

RUSAK BERAT: Seorang petani melintas dari badan jalan link 244 Panji Porsea, SMK dan Lae Gerat, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi yang mengalami rusak berat. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Badan jalan dari Panji Porsea menghubungkan SMKN 1 Sitinjo hingga Lae Gerat, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi kondisinya rusak berat. Jalan Kabupaten sepanjang 5,3 kilometet (km) itu, sulit dilalui mobil maupun sepeda motor.

RUSAK BERAT: Seorang petani melintas dari badan jalan link 244 Panji Porsea, SMK dan Lae Gerat, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi yang mengalami rusak berat. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Amatan wartawan, Rabu (14/7) badan jalan sudah dipenuhi lubang besar. Sehingga, disaat hujan turun, badan jalan digenangi air mirip kubangan kerbau. Hal itu sangat menyulitkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan khususnya pemgendara sepeda motor.

Kepala SMKN 1 Sitinjo, Hasoloan Sitanggang kepada wartawan menyebutkan, kerusakan badan jalan telah lama berlangsung.

“Tetapi, kondisi kerusakan semakin parah pas dijadikan sebagai jalan alternatif pasca badan jalan nasional Sidikalang-Medan tepatnya di km 6,5 Desa Sitinjo, mengalami longsor awal tahun 2021 lalu,” ucapnya.

Hasoloan mengaku, sudah menyuarakan kerusakan itu ke pihak terkait supaya diperbaiki namun sampai sekarang belum terealisasi. Ia berharap, Pemkab Dairi bisa segera memperbaiki. Sebab lanjut Hasoloan, tidak sedikit siswanya berjalan kaki melintasi jalan rusak itu.

“Sehingga, jika kondisi berlumpur atau ada kubangan akan menyulitkan siswa berjalan kaki. Begitu juga, pengendara mobil maupun sepeda motor pasti memgalami kendala melintas darisana,” tambahnya.

Selain itu, ruas jalan tersebut menjangkau ribuan hektare lahan pertanian. Jika kondisi jalan rusak, pasti menyulitkan para petani mengangkut hasil panen.

Terpisah, Sekretaris Dinas PUTR Dairi, Frianto Naibaho dikonfirmasi, mengakui kondisi kerusakan jalan dimaksud. Frianto menyebut, saat dijadikan sebagai jalan alternatif dilakukan penyisipan disejumlah titik dianggap rusak parah.

“Tahun ini tidak ada ditampung dana perbaikan. Tetapi, ruas jalan Panji Porsea, SMK dan Lae Gerat link 244 sepanjang 5,3 km tersebut, sudah diusulkan pengaspalan hotmix untuk DAK tahun 2022 mendatang,” ujarnya.

Disinggung bagaimana kontribusi PT Wahana Graha Makmur, terkait perbaikan ataupun pemeliharaan jalan itu. Karena, jalan tersebut merupakan akses utama keluar masuk pengangkutan barang perusahaan perkebunan kopi serta hortikultura yang diduga kerap over tonase tersebut.

“Perusahaan sudah pernah mengusulkan pelebaran. Lalu, diminta kontribusi namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari perusahaan,” kata Frianto.

Seperti diketahui, jalan link 244 adalah kelas 3 C, maksimal muatan kenderaan hanya 8 ton, pungkasnya. (rud/ram)