Home Blog Page 3312

Tingkatkan Kompetensi dan Keterampilan Praktis Talenta Kreatif Indonesia, Telkomsel Hadirkan Platform Kuncie

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai perusahaan digital terdepan di Indonesia, Telkomsel berkomitmen untuk terus mengakselerasi negeri dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui kepemimpinan teknologi terdepan. Komitmen tersebut kini diaktualisasikan dengan menghadirkan platform Kuncie, yang resmi diperkenalkan pada masyarakat luas pada hari ini, Kamis (15/7/2021).

Telkomsel meluncurkan Kuncie, sebuah platform yang dapat meningkatkan keterampilan talenta-talenta di Indonesia dengan belajar langsung dari para praktisi dan ahli di bidangnya. Platform Kuncie dapat diunduh secara gratis di Appstore maupun Playstore, dan informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.kuncie.com. (Istimewa)

Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio mengatakan, saat ini manusia hidup di zaman yang serba cepat. Selain berpacu hanya dengan waktu, juga dengan kemajuan teknologi digital sehingga dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan-perkembangan tersebut bila ingin survive dan tak ingin tertinggal.

Karenanya, mengasah keterampilan dan pengetahuan, maupun mempelajari hal-hal baru dari para expert di bidangnya merupakan salah satu cara agar dapat beradaptasi dengan segala perubahan yang ada saat ini. Melalui Kuncie, Telkomsel berupaya menjembatani transmisi kompetensi dan keterampilan praktis tersebut menjadi lebih efektif dan efisien secara digital bagi siapapun untuk meraih kesuksesan “Hadirnya platform Kuncie menjadi bentuk aktualiasasi komitmen Telkomsel dalam membuka peluang lebih luas dan segala kemungkinan bagi setiap individu melalui kemudahan akses informasi, pembelajaran, dan diskusi dengan pemanfaatan teknologi terdepan,” ungkap ,” ujar Wishnutama saat konferensi pers secara virtual.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam menuturkan, talenta-talenta di Indonesia sejatinya memiliki keinginan kuat untuk dapat terus berkembang dan memajukan kualitas hidup dengan terus mengasah diri. Namun saat ini sumber daya pendukung di Indonesia masih sangat minim. “Melalui platform Kuncie, Telkomsel sebagai leading digital telco company berupaya hadir untuk menguatkan ekosistem sumber daya pendukung tersebut demi mengakselerasi para talenta-talenta kreatif di Indonesia sehingga dapat memaksimalkan potensi di segala aspek kehidupan. Hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel yang akan terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat Indonesia melalui kepemimpinan teknologi terdepan, yang juga akan mendorong hadirnya lebih banyak smart digitalpreneur anak negeri,” ujar Hendri.

Dijelaskan Hendri, Kuncie merupakan sebuah platform terfokus dalam membuka potensi setiap talenta di Indonesia, melalui pembelajaran maupun pengembangan keterampilan di berbagai bidang yang diminati untuk dapat menggapai impian dan kesuksesan yang diinginkan. Melalui platform Kuncie, setiap talenta di Indonesia dapat mempelajari keterampilan baru maupun meningkatkan keterampilan yang sudah dimiliki dari para praktisi yang terbukti sukses di bidangnya.

Telkomsel sendiri telah menggandeng 65 praktisi dan pakar dari segala bidang untuk menjadi mentor di platform Kuncie sebagai upaya pemenuhan kebutuhan di berbagai bidang yang diminati masyarakat. Beberapa di antaranya berasal dari kalangan pengusaha seperti Gita Wirjawan; kalangan industri kreatif seperti produser film Joko Anwar; kalangan content creator seperti Raditya Dika, dan masih banyak lagi, baik para praktisi di skala mikro maupun makro.

Selain itu, untuk dapat mengakomodir berbagai kebutuhan talenta Indonesia untuk dapat berkembang, Kuncie telah dilengkapi dengan lebih dari 550 konten praktis dan masih akan terus ditambah oleh para mentor maupun pelaku UMKM sukses di Indonesia dan partner marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan GoJek. Hal lain yang membuat platform Kuncie ini memiliki keunggulan tersendiri, yaitu adanya sesi mentoring dari para expert yang disesuaikan dengan permintaan, serta dapat terhubungnya para pengguna secara personal dengan para mentor di seluruh platform untuk kebutuhan diskusi lebih intens.

Platform Kuncie pertama kali hadir pada 7 Juni 2021. Sampai dengan 7 Juli 2021 tercatat lebih dari 120.000 pengguna telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, terdapat rerata 3.000 pengguna aktif per harinya atau sekitar 56 ribu pengguna aktif setiap bulannya. Para talenta kreatif Indonesia yang sudah terdaftar di Kuncie mengaku sangat puas pada berbagai konten yang didapat di Kuncie karena dianggap dapat memberikan solusi yang sangat sesuai dengan kondisi yang dialami, mudah diaplikasikan, dan sangat mendetail. Kuncie akan selalu memiliki konten yang menarik dan disesuaikan dengan kondisi terkini karena para mentor juga dituntut aktif. Platform Kuncie dapat diunduh secara gratis di Appstore dan Playstore.Informasi lebih lanjut mengenai Kuncie dapat diakses melalui www.kuncie.com.

“Siapapun dapat memanfaatkan Kuncie, baik dari kalangan mahasiswa, atau yang baru ingin memulai usaha dan berinvestasi, pelaku UMKM, content creator, juru masak, fashion stylist, beauty blogger, penulis, dan lainnya. Sebab Kuncie merupakan platform yang saat ini sangat dibutuhkan bagi siapa pun yang ingin maju dan berkembang. Semoga kehadiran platform Kuncie ini dapat memompa gairah masyarakat agar dapat terus mengoptimalkan potensi diri seiring dengan terbukanya banyak peluang yang lebih luas berkat hadirnya teknologi terdepan 5G Telkomsel. Kehadiran platform ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam mendorong kemajuan bangsa dengan mengakselerasi transformasi kemampuan talenta di Indonesia sesuai dengan kemajuan teknologi digital, sekaligus sebagai upaya memperkuat ekosistem digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Hendri.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Uno secara virtual menyampaikan, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat potensial untuk mengembangkan ekonomi digital. Sebagai upaya mengembangkan sektor ekonomi kreatif, Kemenparekraf membutuhkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari kementerian dan lembaga lain, pemerintah daerah, mitra asosiasi dan seluruh masyarakat, termasuk dari Telkomsel, guna membuka peluang dan mencetak entrepreneur-entrepreneur baru.

“Hadirnya Kuncie sebagai platform pembelajaran diharapkan dapat membantu anak bangsa Indonesia dalam meningkatkan keterampilan langsung, serta menjembatani transmisi kompetensi dan keterampilan yg lbh efektif dan efisien untuk meraih kesuksesan. Oleh karenanya, saya sangat mengapresiasi Telkomsel yang sudah hadir selama 26 tahun melayani negeri, karena turut bergerak maju dengan mengembangkan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air. Selamat atas peluncuran Kuncie, semoga Telkomsel dapat terus menginspirasi dan memberikan akses pengetahuan bagi kalangan mahasiswa, mereka yang baru memulai usaha dan berinvestasi, pelaku UMKM, content creator dan lapisan masyarakat lainnya,” kata Sandiaga. (ris)

Kominfo Menggelar Webinar Literasi Digital di Tapsel

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital menggunakan platform di 77 kabupaten/kota untuk area Sumatera II (Aceh hingga Lampung). Kegiatan ini diikuti 600 peserta dari kalangan PNS, TNI/Polri, orang tua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan lainnya.

Webinar Literasi Digital ini meliputi kegiatan Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam tema. Tujuannya untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana.

Untuk kegiatan kali ini digelar di Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (8/7). Hadir sebagai Keynote Speaker, Bupati Tapanuli Selatan, H Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, SPt. Dalam sambutannya, Bupati Tapsel mengatakan, tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra-putri daerah melalui digital platform.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber seperti Ketua MD KAHMI Padangsidimpuan M Khairuddin Nasution dan Co-Founder Literacy Institute of Sumatera Asep Safa’at Siregar. Hadir juga narasumber dari luar Sumut, seperti Asep M Lukman SPdi SH (Tenaga Ahli IT, Pemda Kabupaten Cianjur) dan I Made Wiryana SSi SKom MSc (Dosen Universitas Gunadarma).

Khairuddin Nasution pada sesi Budaya Digital membawakan tema Multikulturalisme di Ruang Digital. Menurutnya, Ruang Digital akan memberikan peluang gejala bahwa hari-hari ini dunia maya telah banyak dimanfaatkan oleh kelompok-kolompok intoleran untuk menciptakan ketegangan ideologis antar identitas kultural.

“Oleh karena itu, pengembangan multikulturalisme digital mendesak untuk dilakukan, terutama melalui agen-agen perubahan/pendidikan multikultural dalam jenjang pendidikan formal,” ujarnya.

Ditambahkan, dunia maya atau dunia virtual atau teknologi internet atau media online kerap dijadikan sebagai alat untuk menyosialisasikan dan mempropagandakan ketegangan (tension) antar identitas kultural yang dapat memicu konflik multikultural secara horizontal.

“Hal ini tentu merupakan ancaman serius yang harus diantisipasi mengingat Indonesia memiliki begitu banyak pengalaman buruk akibat konflik multikultural dalam bentuk konflik antar agama dan/atau konflik antar etnik, seperti Konflik Sambas, Konflik Sampit, dan Konflik Poso,” jelasnya.

Asep Safa’ar Siregar mengangkat tema Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu. Dia menjelaskan secara singkat, banyak sekali orang mengikuti amarahnya (emosi), tidak berfikir sebelum bertindak dan terburu-buru memberi suatu penilaian. Setelah ada kekacauan atau dampak negatif baru menyesal.

“Karena apa yang kita lakukan akan kembali ke kita, jadi, kalau suatu saat anda terkena sanksi UU IT jangan menyalahkan orang lain atau penegak hukum. Maka berpikirlah sebelum posting sesuatu karena media sosial akan dilihat oleh banyak orang baik ragam agama, suku, adat istiadat, cara pandang, latar belakang pendidikan, tua-muda, di desa maupun di kota,” paparnya.

Pada sesi kecakapan digital, Asep M Lukman mengangkat tema Strategi Digital Marketing untuk Petani dan Nelayan di Tengah Pandemi Covid-19. Asep menjelaskan mata pencaharian masyarakat Tapanuli Selatan adalah petani dan berkebun. Hasil yang terkenal antara lain kopi, padi, coklat, karet dan sebagainya. Sementara untuk nelayan, Tapsel cukup potensial dimana terdapat garis pantai 35 km, dan memiliki laut yang potensial.

Para petani dan nelayan disebutkan harus memiliki kecapakan dalam perkembangan teknologi dalam mendukung usahanya.
Digital Marketing adalah hal yang mutlak untuk mendukung usaha dan menjual hasil pertanian dan nelayan melalui digital platform antara lain melalui media sosial (whatsapp, facebook, instagram, youtube), melalui market place (tokopedia, shopee dan sebagainya).

Sedangkan I Made Miryama memberikan pemaparan tentang Kenali dan Pahami Jejak Rekam di Era Digital. Disebutkan, jejak digital dapat dimulai dari ketika menyalakan smartphone, mengunjungi situs, dan sebagainya. “Jejak di kertas dapat dengan mudah dihancurkan, sementara jejak digital sulit dihapus,” jelas Made dalam membuka pemaparannya, dimana jejak dapat disalahgunakan untuk memprofile kriminal dalam memilih korbannya.

Jejak digital lanjut I Made, ada dua jenis yaitu yang pertama pasif, contoh history dari search, mencatat IP dan sebagainya. Kedua adalah aktif yakni sengaja diberikan oleh pengguna untuk informasi, ketika login, mengirim email dan lain sebagainya. “Untuk jejak akses di perangkatnya, terdapat di memori dan di cloud,” tambahnya.

Langkah perlindungan jejak menurut I Made dapat dilakukan di antaranya dengan menghapus akun lama, pisahkan antara pekerjaan dan pribadi, lindungi perangkat, alamat email dan password dan sebagainya. Terakhir I Made mengingatkan, pertimbangkan dahulu apa yang di katakan dan di share, darimana anda share, situs yang dikunjungi, email yang dibuka, serta link yang di klik.

Webinar diakhiri oleh Jessica Yo, seorang Infuencer & Youtuber dengan followers 39,8 ribu. Dia memberikan kesimpulan dari tema yang dibawakan oleh para nara sumber, diantaranya tetap harus bijak dalam berkomunkasi di dunia maya agar tidak terjadi perpecahan kultural. Kemudian meningkatkan kemampuan digital untuk para nelayan dan petani agar tidak tertinggal serta waspada dengan posting yang melanggar hukum karena akan terekam jejak digital. (rel/dek)

Jajal Ketangguhan Yamaha XSR 155, Biker Medan Ini Jelajahi Sumatera dan Jawa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketangguhan Yamaha XSR 155 sudah diuji oleh member XSR Brotherhood Indonesia (XBI) Chapter Medan, Eric Xie dengan melakukan solo touring dari Medan menuju ke Cirebon pada Februari 2021 silam. Tentunya ini menjadi pengalaman baru buat Eric bersama dengan motor yang sudah meraih penghargaan Otomotif Award untuk kategori Sport Retro ini.

Eric bercerita bahwa alasannya melakukan solo touring ini karena dirinya merasa lebih leluasa di dalam perjalanan. Awalnya Eric merencanakan empat hari perjalanan, namun karena alasan kondisi akhirnya perjalanan pun ditempuh dilalui selama lima hari.

Menjajal perjalanan sepanjang sekitar 1.600 kilometer dibantu dengan satu unit support Yamaha XMAX, Eric lebih memilih untuk melintas melalui jalur lintas timur Sumatera. Waktu perjalanan juga ditentukan yang hanya dilakukan pada saat terang hari hingga jam 8 malam. Cara ini dilakukan karena perjalanan malam yang dinilai terlalu bahaya serta memanfaatkan malam sebagai waktu untuk beristirahat.

Solo touring ini dimanfaatkan oleh Eric untuk bertemu dengan rekan-rekan dari XBI dari berbagai kota yang dilewati. Ia pun merasa sangat terkesan dan bahagia karena bisa bertemu dengan keluarga baru.

Selama melakukan perjalanan, Yamaha XSR 155 yang ditunggangi oleh Eric tidak menemukan kendala sama sekali. Padahal Yamaha XSR 155 ini sempat menerjang banjir yang lumayan tinggi saat sedang melintas di Karawang, Jawa Barat. Namun Eric bisa melewati banjir tersebut tanpa menemukan masalah yang berarti.

“Kita melewati banjir yang lumayan tinggi ya. Batasannya sudah hamper menyentuh headlamp, sudah mengenai sedikit bagian tangka. Artinya knalpot pun sudah tertutup. Saya melewati banjir tersebut sepanjang sekitar enam meter, tapi motornya masih aman. Gak ada kendala sama sekali sampai hari ini,” tukas Eric.

Ketangguhan Yamaha XSR 155 membuat Eric kagum dan puas dengan motor ini. Sesuai dengan tagline Born To Be Free, Eric merasa leluasa untuk mengeksplor kemampuan dari Yamaha XSR 155 di jalanan yang penuh rintangan.

“Beban yang saya bawa ada 50 kilogram ditambah dengan berat badan saya 120 kilogram, motor ini masih terasa sangat tangguh di jalanan. Tidak ada kendala apapun di Yamaha XSR 155, bahkan ban tidak pernah bocor selama perjalanan. Jadi ya saya merasa cukup puaslah dengan peforma dan ketangguhan Yamaha XSR 155 ini,” jelas Eric.

Berikutnya, Eric berencana untuk melakukan perjalanan yang lebih jauh bersama dengan Yamaha XSR 155. Destinasi selanjutnya adalah menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 2022. Kebiasaan touring ini ingin dimanfaatkan Eric untuk mengeksplor keindahan alam di Indonesia. (rel/dek)

Dugaan Pungli Oknum Guru di SMAN 3 Medan, Gubsu Edy: Pecat!

WAWANCARA: Gubsu, Edy Rahmayadi saat diwawancari wartawan. Gubsu berjanji akan memecat oknum guru SMA Negeri 3 Medan yang diduga melakukan pungli.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyikapi dengan tegas kasus dugaan pungutan liar (pungli) penerimaan siswa baru di SMA Negeri 3 Medan yang dilakukan seorang oknum guru terhadap seorang orangtua calon murid.

WAWANCARA: Gubsu, Edy Rahmayadi saat diwawancari wartawan. Gubsu berjanji akan memecat oknum guru SMA Negeri 3 Medan yang diduga melakukan pungli.

Edy menyatakan akan memecat oknum tersebut apabila akhirnya terbukti melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. “Pecat,” kata mantan Pangkostrad menjawab wartawan usai Salat Zuhur, Rabu (14/7).

Ia menilai, seharusnya guru sebagai tenaga pendidik mampu memberikan contoh yang baik bagi seluruh peserta didiknya, bukan malah menunjukkan perilaku yang bertentangan dengan hukum.”Pecat, ya pecat. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” tegasnya lagi.

Sebelumnya beredar rekaman dugaan pungli yang dilakukan oknum seorang guru di SMA Negeri 3 Medan kepada salah seorang orangtua calon murid, yang berniat memasukkan anaknya di sekolah tersebut melalui jalur zonasi.

Dalam rekaman berdurasi 3 menit 18 detik itu, percakapan yang beredar orangtua calon murid ingin mempertegas biaya yang hendak ia berikan kepada oknum guru, agar anaknya bisa masuk ke SMA Negeri 3 Medan.

Terlebih jarak SMA Negeri 3 Medan yang berada di Jalan Budi Kemasyarakatan, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, dengan rumah calon murid tersebut hanya berjarak kurang dari 1 kilometer atau sejauh 966 meter. “Ini mama Cut yang bapak telepon tadi, kan bapaknya (bapak Cut) sudah saya tanya tadi mengenai biaya administrasinya. Yang bapak sebut tadi sekitar Rp10 juta tadi ya pak?” tanya orangtua calon murid tersebut.

Sang guru kembali mempertanyakan keberadaan orangtua murid itu. “Ibu di mana sekarang?” bilangnya.

Orangtua calon murid, dalam percakapan tersebut beberapa kali mempertegas berapa total yang hendak ia bayarkan ke oknum tersebut. Oknum guru juga sempat berniat untuk membatalkan pertemuan karena ia sudah mau pulang dari sekolah. Namun ia kembali menawarkan agar ibu calon murid tersebut untuk datang ke sekolah.”Gimana ya bu, saya sudah mau balik pula ini. Kalau nggak ke sekolah ajalah bu,” kata oknum guru tersebut.

Orangtua calon murid kepada oknum guru, berulang kali menanyakan nominal uang yang mesti ia serahkan dan siapa yang harus ia temui terkait hal tersebut. Di akhir percakapan, oknum guru tersebut kembali menyampaikan kepada orangtua calon murid agar datang ke sekolah. (prn/ila)

Polsek Patumbak Laksanakan PPKM Darurat, 40 Warga Tak Pakai Masker Ditindak

SAKSI PUSHUP: Dua pria disaksi hukuman pushup oleh Petugas Polsek Patumbak karena tidak mengenakan masker.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak bersama tiga pilar langsung turun ke lokasi memberikan sosialisasi ke masyarakat di wilayah hukumnya (Wilkum) selama tiga hari, yakni Senin-Rabu, 12-14 Juli 2021, dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

SAKSI PUSHUP: Dua pria disaksi hukuman pushup oleh Petugas Polsek Patumbak karena tidak mengenakan masker.

Plt Kapolsek Patumbak, AKP Neneng Armayanti menyebutkan, pihaknya menerapkan PPKM Darurat di tempat-tempat usaha, kafe, restauran, hingga penyekatan jalan. Penerapan PPKM Darurat ini berlangsung hingga 20 Juli 2021.

Neneng mengungkapkan, dalam sosialisasi itu, sebanyak 40 orang kedapatan tidak menggunakan masker dan langsung diberikan teguran serta tindakan pushup. “Sanksi ini sebagai efek jera bagi warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Tetapi kita juga membagi-bagikan masker gratis bagi masyarakat yang tidak menggunakannya di areal penyekatan,” tegas Neneng.

Adapun, pelaksana kegiatan, selain AKP Neneng, juga dihadiri Camat Medan Amplas, Danramil O8 / MJ beserta personel, Kanit Intel AKP Lumbanbatu, Kanit Binmas Iptu Panjaitan, Kanit Provost Ipda Alwan, Personel Polsek Patumbak, Personel Brimob, Personel Samapta, Sat Binmas Polrestabes Medan, Kepling se Kecamatan Medan Amplas dan Personel Satpol PP.

“Kita berikan imbauan di beberapa lokasi di Wilkum kita, yakni Kelurahan Harjosari 1 dan 2, Kelurahan Amplas, Kelurahan Sitirejo 1 dan 3, Kelurahan Timbang Deli, Kelurahan Bangun Mulia. Sedangkan untuk penyekatan jalan dilakukan di Jalan Sisingamangaraja pintu masuk Kota Medan, depan Perumahan Rivera,” ujar Neneng kepada sejumlah wartawan di Medan, Rabu (14/7).

Pihaknya bersama tiga pilar juga menerapkan jam operasional kafe dan restauran serta usaha makanan lainnya. Dalam pelaksanaan Ops Yustisi ini dibagi per Kelurahan dan dilakukan pengimbauan kepada para pemilik usaha makanan dan minuman, tentang batas waktu tutup usahanya, yakni pukul 20.00 WIB.

Selain itu, juga memberikan imbauan kepada pemilik usaha, agar menyediakan tempat mencuci tangan dan sabun di depan pintu masuk. “Ini dilaksanakan secara serentak di tujuh kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Amplas,” bebernya.

Dia juga mengingatkan kepada pemilik usaha, apabila ada pelanggan yang akan makan dan minum diwajibkan untuk membeli dengan cara dibungkus (take away) serta tidak makan di tempat, agar tidak terjadinya kerumunan guna menghindari penyebaran Covid-19. “Petugas juga mengimbau kepada para pengunjung agar selalu mematuhi Prokes dengan cara memperhatikan jarak antara pengunjung dan selalu menggunakan masker kemanapun bepergian,” imbaunya.

Neneng menegaskan, apabila imbauan dan teguran yang disampaikan tidak dilaksanakan oleh pemilik usaha, warung makan, warung kopi, warnet serta swalayan, maka akan dilakukan penyegelan bagi tempat usahanya, karena telah melanggar Prokes dan Program Pemerintah. (mag-1/ila)

Jurnalis yang Suka Disepelekan Itu, Kini Telah Tiada

Facebook Bambang Soed SEMASA HIDUP: Foto RR Bambang Soedjiartono atau lebih dikenal Bambang Soed, semasa hidup.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – “Mas lebih suka direndahkan dan disepelekan orang, daripada Mas menyepelekan dan merendahkan orang lain”.

Bambang Soed SEMASA HIDUP: Foto RR Bambang Soedjiartono atau lebih dikenal Bambang Soed, semasa hidup.

Ini adalah kata-kata yang sering diucapkan Mas Bambang Soed. Setiap kali kami ketemu dan berdiskusi. Seingat saya, sekira lima tahun lalu, perdana bertemu sosok beliau. Di acara Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan.

Kebetulan saya diundang oleh sahabat saya, Ketua AJI Medan, Liston Damanik. Saya masih wartawan pemula saat itu. Di sesi istirahat kegiatan diskusi itu, kami terlibat ngobrol dengan intens. Mas Bambang begitu hangat memulai percakapan. Mulai menanyakan di mana saya liputan sehari-hari, sampai apa saja liputan yang pernah saya buat selama menjadi jurnalis.

Tak hanya seputar kegiatan jurnalistik, kami juga saling menanyakan tentang kehidupan pribadi dan keluarga. Kebetulan saya masih lajang waktu itu, sehingga saya yang lebih ‘kepo’ bertanya soal keseharian beliau. Mas Bambang antusias. Ia mengajarkan saya banyak hal. Salah satunya soal bagaimana mengawal pendidikan untuk ketiga putrinya. Sebelum putri-putrinya tamat di bangku sekolah dasar, ia sudah memikirkan jenjang berikutnya agar bisa studi di sekolah atau bahkan universitas negeri. Faktanya, itu berhasil. Ketiga putrinya yang saya tau, akhirnya merasakan bangku kuliah di universitas negeri top di Sumut ini. Dua orang di antaranya, sedang memulai karir di dunia kerja.

Telisik punya telisik, pola ini ternyata sudah lama ia terapkan sejak aktif sebagai jurnalis di Majalah Tempo. Bagaimana menyesuaikan liputan melalui Term of Reference (TOR) dari redaksi di Jakarta, dengan jarak tempuh atau waktu untuk menguji data diperoleh sebelumnya di lapangan. Semasa aktif sebagai jurnalis, Mas Bambang bertanggungjawab untuk area Sumut dan Aceh. Berbagai rubrik juga ia tanggungjawabi kala itu.

“Dalam liputan investigasi, riset merupakan langkah awal yang penting kita lakukan sebagai jurnalis investigasi. Jika kita sudah lakukan riset, maka 80 persen tugas investigasi itu sudah selesai,” ungkap pemilik nama lengkap RR Bambang Soedjiartono tersebut.

Bagi Mas Bambang, mengatur ritme kerja sama pentingnya dengan mengawal jenjang pendidikan anak. Kesimpulan ini yang saya tarik, dari hasil diskusi kami waktu itu. “Karena sebagai orangtua, kita punya kewajiban untuk memastikan anak-anak kita memiliki kualitas pendidikan yang baik. Buat masa depan mereka juga,” tuturnya.

Sering berjalan waktu, kami juga pernah ketemu di salah satu kegiatan lain. Tentu dengan cerita yang lebih segar lagi. Namun tetap, Mas Bambang selalu hangat dalam memancing obrolan menjadi cair. Nasehat dan saran-sarannya, selalu bernas serta memberi pencerahan buat saya. Di tiap obrolan, ia kerap tekankan bahwa lebih suka menjadi orang yang disepelekan, tetapi tidak pernah ingin menyepelekan orang lain.

“Bagi Mas, ketika kita disepelekan dan direndahkan oleh orang lain, kita tidak pernah merasa terbebani. Tapi sebaliknya, jika kita selalu menyepelekan orang lain, itu beban buat diri kita sendiri. Tidur tak nyenyak, makan pun tak enak,” kata pendiri AJI Medan yang juga mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode pertama tersebut.

Kata-kata bernas itu tidak akan lagi saya dengar sampai kapanpun. Tapi akan selalu saya ingat selama hidup, dan menjadikannya sebagai ‘bahan bakar’ positif dalam menjalani kehidupan yang fana ini. Mas Bambang yang tinggal di Bajak III No.73 RAS, Kecamatan Medan Amplas kini sudah tidak merasakan sakitnya. Ia sudah tenang di sisi Sang Khalik, yang menciptakannya. Sebelum menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 20.45 WIB, Selasa kemarin. (prn)

Teks foto

SEMASA HIDUP: Foto RR Bambang Soedjiartono atau lebih dikenal Bambang Soed, semasa hidup. (Facebook Bambang Soed)

Kapoldasu Pimpin Sertijab 4 Kapolres

Sertijab: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat memimpin Upacara Sertijab, di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut, Selasa (13/7) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepada empat Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di Sumut, di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut, Selasa (13/7) sore. Adapun, empat Kapolres Jajaran Polda Sumut tersebut, yakni Kapolres Simalungun, Kapolres Asahan, Kapolres Tanjungbalai, dan Kapolresn Sibolga.

Sertijab: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat memimpin Upacara Sertijab, di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut, Selasa (13/7) sore.

Dalam amanatnya Irjen Panca menyampaikan, bahwa Sertijab tersebut sempat tertunda dikarenakan ada tugas penting yang harus dituntaskan. “Sebelumnya Saya bersama Gubernur Sumut dan Pangdam I/BB mengecek pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperketat di wilayah hukum Sibolga. Saya lihat ketaatan masyarakat disana untuk menggunakan masker cukup tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, pada kesempatan ini pihaknya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kapolres yang sudah Sertijab agar memberikan pengabdiannya dan loyalitas yang tinggi. “Oleh karena itu jaga kreativitas dan loyalitas rekan-rekan khususnya yang akan bertugas di luar Pulau Sumut,” pesannya.

Dia juga mengimbau kepada Kapolres yang baru saja Sertijab di jajaran Polda Sumut, harus sudah bisa menyesuaikan dan cepat menguasai dengan karakteristik serta kondisi geografis di tempat kerjanya nanti. “Rekan-rekan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Panca juga menyampaikan kepada para PJU Polda Sumut dan para Kapolres jajaran, terkait masalah Covid-19 yang masih mewarnai tugas Kepolisian. Oleh karena itu, dia meminta personel Kepolisian agar peduli dan jangan masa bodoh, pastikan kepada masyarakat dan sosialisasikan agar tetap di rumah saja guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Maka dari itu kita harus bergotong-royong dalam menangani kasus pandemi Covid-19 ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pejabat lama dan selamat bertugas kepada pejabat baru. Saya harap rekan-rekan mempedomani arahan saya,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Cegah Penyebaran Covid-19 dan Lindungi Karyawan, Perkebunan Nusantara Group Dukung PPKM Darurat dan Vaksinasi

VAKSINASI: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, saat berkunjung ke eks Bandara Polonia Medan untuk memantau vaksinasi massal yang digelar Kementerian BUMN, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang mulai diberlakukan pada tgl 3 Juli sampai 20 Juli 2021, sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021.

VAKSINASI: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, saat berkunjung ke eks Bandara Polonia Medan untuk memantau vaksinasi massal yang digelar Kementerian BUMN, baru-baru ini.

Penerapan PPKM Darurat di PTPN Group diawali dengan diterbitkannya Surat Edaran Direksi No : DLSD/PTPN.ANP/1975/2021 tanggal 2 Juli 2021. Selanjutnya anak perusahaan, khususnya di wilayah Sumatera Utara dalam hal ini PTPN II, III, dan IV mengimplementasikan Surat Edaran tersebut ke masing-masing kantor operasional di Medan sampai ke wilayah operasional di Kebun/Unit/PKS/Distrik.

Pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19 di PTPN Group sebagaimana Surat Edaran Direksi Holding mewajibkan Karyawan yang berada di wilayah dimana PPKM Darurat diberlakukan untuk bekerja 100% Work From Home. Kebijakan 100% WFH tersebut dikecualikan apabila terdapat pekerjaan yang dilakukan oleh Perusahaan dalam rangka mendukung kegiatan produksi/operasional Perusahaan, termasuk kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, pelaksanaan proyek strategi nasional, penanganan bencana dan penanganan Kesehatan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, konsisten, dan disiplin.

Penerapan PPKM Darurat di Kantor Operasional PTPN III Medan, memberlakukan 90% Work From Home (WFH) dan 75% WFH untuk Kantor Kebun, sementara untuk Kantor Pusat PTPN II Medan menerapkan 75% WFH dan Kantor Pusat PTPN IV Medan memberlakukan aturan 75% WFH. Hal ini tertera dalam surat edaran yang dikeluarkan masing-masing anak perusahaan ke seluruh kepala bagian, general manager, sampai ke manager kebun di setiap unit. “Kami sebagai perusahaan BUMN siap mematuhi dan melaksanakan ketentuan yang ditetapkan selama PPKM Darurat diberlakukan,” ujar Imelda Alini, Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara di Jakarta. “Komitmen kami dalam melaksanakan PPKM Darurat diterapkan di seluruh wilayah kerja PTPN Group dimana PPKM Darurat tersebut diberlakukan. Perusahaan akan memberikan sanksi jika terdapat karyawan yang melanggar aturan perusahaan tersebut,” imbuh Imelda. 

Selain berkomitmen melaksanakan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam melindungi karyawan dan mencegah penyebaran Covid-19 mengikuti Program Sentra Vaksinasi yang digelar oleh Kementerian BUMN. Program Sentra Vaksinasi bersama BUMN berlangsung mulai Maret hingga Juni 2021 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan kini di Sumatera Utara.

Holding Perkebunan mendukung hadirnya Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Wilayah Sumatera Utara melalui keikutsertaan karyawan PTPN Group yaitu PTPN II, III dan IV dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 pada 26 Juni 2021 yang lalu.

Berdasarkan data per 13 Juli 2021, tercatat realisasi data jumlah karyawan PTPN Group di wilayah Sumatera Utara yang divaksin sebanyak 29.531 orang karyawan termasuk keluarga dan pensiunan, yang terdiri dari 6.918 orang karyawan PTPN II, 11.471 orang karyawan PTPN III dan 11.142 orang karyawan PTPN IV atau tercapai sebanyak 132,72%.

Dalam mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Program Sentra Vaksinasi yang diselenggarakan oleh Kementerian BUMN, PTPN Group akan memberikan vaksinasi kepada seluruh karyawan PTPN Group. Selain melalui Program Sentra Vaksinasi BUMN, PTPN Group juga akan memberikan vaksinasi kepada karyawan melalui beberapa Kerjasama diantaranya dengan Dinas Kesehatan, Kepolisian, TNI, GAPKI, dan lainnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan percepatan pemenuhan vaksin bagi seluruh karyawan. PTPN Group menyakini bahwa vaksinasi menjadi salah satu upaya manajemen untuk melindungi karyawan dengan memutuskan mata rantai penularan Covid-19 di lingkungan PTPN Group dengan tetap dibarengi penerapan protokol kesehatan secara disiplin melalui program 3T (testing, tracingand treatment) dan 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. (ila)

Sosialisasikan Prokes Covid-19, Binmas Polres Labuhanbatu FGD dengan Masyarakat

LABUHANBATU– Satuan Binmas Mapolres Labuhanbatu mengadakan Focus Group Discusion (FGD) bersama masyarakat Desa Bandar Tinggi, di Aula Kantor Kades Bandar Tinggi, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (14/7).

Kegiatan itu dalam rangka menyadarkan masyarakat, dan upaya memutus mata rantai penularan Pandemi Covid-19. Kasat Binmas Polres Labuhanbatu, AKP Abdul Rahman Manurung, mengatakan Focus Group Discusion ( FGD) guna menyosialisasikan cara memutus mata rantai Pandemi Covid- 19.

“Harus mengikuti Protokol Kesehatan yang dianjurkan Pemerintah,” kata Kasat Binmas di acara tersebut.

“Kami dari Binmas Polres Labuhanbatu, mengimbau masyarakat Desa Bandar Tinggi untuk senantiasa mengikuti Prokes. Menjaga 3 M, yakni mencuci tangan, Menjaga jarak, Menggunakan masker. Dengan mengikuti Prokes yang dianjurkan Pemerintah berarti kita sudah mencegah penularan Pandemi Covid-19,” terangnya.

Kasat Binmas menegaskan, sesuai dengan surat edaran Menteri Agama No 16 tahun 2021 terkait pelaksanaan Hari Raya Idul Adha telah diatur dalam pelaksanaan Solat di masjid. “Diperbolehkan asalkan tetap mengikuti Protokol Kesehatan,” jelasnya.

Selain itu tambah Kasat Binmas, untuk acara penyembelihan hewan qurban, untuk menghindari kerumunan agar daging qurban sampai pada penerima, harus panitia yang mengantar daging qurban ke rumah masing- masing penerima.

Kades Bandar Tinggi, Bangkit Rambe, mengimbau masyarakat yang hadir agar dapat menerima informasi apa yang disampaikan sehingga pandemi Covid-19 tidak sampai mewabah ke Desa Bandar Tinggi. (fdh/han)

Pokdarkamtibmas Labuhanbatu Dikukuhkan

SERAHKAN: Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Pokdar Bhayangkara Resor Labuhanbatu, Ilham Daulay. fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan mengukuhan kepengurusan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (POKDARKAMTIBMAS) Bhayangkara daerah Labuhanbatu massa tugas tahun 2021-2024, di Aula Yan Piter Mapolres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Selasa(13/7).

SERAHKAN: Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan menyerahkan bendera pataka kepada Ketua Pokdar Bhayangkara Resor Labuhanbatu, Ilham Daulay. fajar/sumut pos.

Dalam sambutannya, Kapolres Labuhanbatu menyampaikan, peran aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

“Dan diharapkan rekan-rekan yang baru dilantik dapat bersinergi dengan baik dengan Polres Labuhanbatu,” imbuhnya.

Pada prosesi pengukuhan, penyerahan pataka, Ketua Daerah Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Sumut memberikan kepada Kapolres Labuhanbatu, dan selanjutnya diserahkan kepada Ketua Pokdar Bhayangkara Resor Labuhanbatu.

Usai pengukuhan, Ketua Pokdar Resor Labuhanbatu, Ilham Daulay mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Labuhanbatu yang telah mengukuhkan Pordarkamtibmas Bhayangkara Labuhanbatu. (fdh/han)