Home Blog Page 3330

Sidang Kasus Suap Bupati Labura, Mantan Anggota DPR RI Divonis 4 Tahun Penjara

SIDANG: Dua terdakwa kasus penerima suap, menjalani sidang tuntutan secara virtual di PN Medan, Selasa (6/7).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi PPP Irgan Chairul Mahfiz divonis pidana selama 4 tahun penjara. Dia bersama Wakil Bendahara Umum (Wabendum) PPP, Puji Suhartono terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama yakni menerima suap dari mantan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Kharruddin Syah alias H Buyung.

SIDANG: Dua terdakwa kasus penerima suap, menjalani sidang tuntutan secara virtual di PN Medan, Selasa (6/7).agusman/sumut pos.

Majelis hakim diketuai Sulhanuddin dalam amar putusannya, kedua terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 12 huruf a UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang (UU) RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto (Jo) Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan terdakwa Irgan Chairul Mahfiz dan Puji Suhartono oleh karenanya masing-masing dengan pidana penjara selama 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan,” ujar hakim di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (6/7).

Menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya dalam memberantas tindak pidana korupsi. “Hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan belum pernah di hukum,” kata hakim.

Menyikapi putusan ini, kedua terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kompak menyatakan pikir-pikir. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK, yang semula menuntut kedua terdakwa masing-masing selama 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam berkas dakwaan disebutkan perkara keduanya bermula pada April 2017 lalu, saat Bupati Labura nonaktif Kharruddin Syah, meminta Agusman Sinaga dan Habibuddin Siregar mengurus perolehan DAK APBN-P TA 2017 dan pengajuan usulan Dana Alokasi Khusus Anggaran Pendapatan Belanja Negara (DAK APBN) Tahun Anggaran (TA) 2018 Bidang Kesehatan untuk pembangunan lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aekkanopan, Kabupaten Labura di Kementerian Keuangan.

Pada 19 Februari 2018, saat Agusman Sinaga dan Yaya Purnomo melakukan pertemuan dengan Puji Suhartono, menyampaikan bahwa Rencana Kerja Anggaran (RKA) DAK APBN TA 2018 Bidang Kesehatan untuk pembangunan lanjutan RSUD Aek Kanopan Kabupaten Labura, belum disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI. Sehingga apabila sampai bulan Februari 2018 tidak disetujui, maka DAK APBN TA 2018 tersebut tidak akan dapat dicairkan.

Kemudian, Puji Suhartono meminta bantuan Irgan selaku Anggota DPR-RI Komisi IX, yang merupakan Mitra Kerja Kementerian Kesehatan RI untuk membantu menyelesaikan permasalahan RKA DAK APBN TA 2018 Bidang Kesehatan untuk pembangunan lanjutan RSUD Aekkanopan Kabupaten Labura yang belum disetujui, lalu, terdakwa Irgan pun menyampaikan bersedia untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Selanjutnya, pada 15 Maret 2018, Kementerian Keuangan RI mengumumkan DAK APBN TA 2018 Bidang Kesehatan, untuk pembangunan lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aekkanopan Kabupaten Labura disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI dengan nilai sebesar Rp30 miliar.

Lalu, Chairul menghubungi Puji Suhartono meminta kekurangan uang sebesar Rp80 juta, atas bantuan pengurusan perolehan DAK APBN TA 2018 Bidang Kesehatan untuk pembangunan lanjutan RSUD Aekkanopan, yang telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Keuangan RI. Kemudian Yaya Purnomo menghubungi Agusman Sinaga meminta mengirim uang untuk bagian Puji Suhartono sebesar Rp100 juta.

JPU mengatakan, pada perkara ini, kedua terdakwa mengetahui atau patut menduga, bahwa penerimaan hadiah berupa uang yang seluruhnya sejumlah Rp 200 juta, dari Bupati Labura Kharruddin Syah dan Agusman Sinaga.

Uang tersebut, diberikan untuk membantu pengurusan perolehan Dana Alokasi Khusus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018 (DAK APBN TA 2018) Bidang Kesehatan untuk Pembangunan Lanjutan RSUD Aekkanopan Kabupaten Labura agar disetujui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (man/azw)

Usaha Dibatasi Pukul 17:00 WIB, Pemko Medan Diminta Tak Terapkan SE Gubsu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Kota Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk tidak mengikuti sepenuhnya Surat Edaran (SE) Gubernur Sumut No.188.54/26/INST/2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan MasyarakatBerbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution SH

Pasalnya dalam SE tersebut, khususnya pada poin kesepuluh bagian d No.2 dijelaskan, bahwa ‘jam operasional dibatasi sampai dengan Pukul 17.00 waktu setempat’. Jam operasional tersebut, dimaksudkan untuk lokasi usaha yang menyediakan fasilitas makan/minum ditempat.

“Kita meminta, agar nantinya Pemko Medan tidak menerapkan poin itu di dalam SE Wali Kota Medan soal perpanjangan PPKM berbasis Mikro yang baru saja diperpanjang Bapak Gubernur lewat surat edarannya yang ditandatangani tanggal 5 (Juli) kemarin,” ucap Anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution SH kepada Sumut Pos, Selasa (6/7) petang.

Pasalnya, hal itu akan semakin mempersulit para pelaku usaha, khususnya para pelaku usaha kuliner untuk menjalankan usahanya. Saat ini saja, kata Mulia, ketika para pelaku usaha dibatasi beroperasi hingga Pukul 20.00 WIB, banyak para pelaku usaha yang mengaku merugi.

“Kita sudah banyak sekali mendapatkan keluhan soal itu dari masyarakat, itu karena sangat sedikit yang makan malam di bawah jam 8 malam, rata-rata justru pengunjung makan/minum itu antara jam 7 sampai jam 10 malam. Apalagi yang mau mereka buat kalau jam 5 sore usaha sudah harus ditutup? Bukan lagi rugi, tapi pelaku usaha bisa gulung tikar kalau begitu,” ujarnya.

Tak cuma itu, kata Mulia, apabila jam operasional usaha kuliner tetap dipaksakan dibatasi hingga pukul 5 sore, maka nantinya hal itu dapat menimbulkan persoalan-persoalan baru.

“Belum lagi nanti akan timbul persoalan baru, misalnya outlet-outlet yang ada di Mall, saya yakin pasti akan banyak tutup. Lalu kemudian, akan banyak tenaga kerja di tempat tersebut yang akan kehilangan pekerjaannya. Saya rasa itu juga harus difikirkan oleh Bapak Gubernur,” katanya.

Seharusnya, terang Mulia, para pelaku usaha tetap harus diizinkan beroperasi hingga Pukul 20.00 atau 21.00 WIB. Hanya saja, Satgas Covid-19 Kota Medan maupun Provinsi harus betul-betul memperketat pengawasan pada setiap lokasi usaha yang ada di Kota Medan, mulai dari wajib mencuci tangan, wajib pakai masker, dan tidak boleh duduk berdekatan atau harus menjaga jarak hingga tidak terjadi kerumunan.

“Sebab ini bukan serta merta soal jam operasional. Sekalipun dibatasi hingga jam 5 sore, kalau tidak patuh dengan prokes, tetap saja virus ini akan terus menyebar. Sebaliknya bila prokes berjalan ketat, maka virus ini bisa kita kendalikan sekalipun lokasi usaha diperbolehkan beroperasi sampai jam 8 atau 9 malam,” terangnya.

Disisi lain, ada banyak pelaku usaha yang selama ini mematuhi prokes di lokasi usahanya, termasuk menutup usahanya tepat pada Pukul 20.00 WIB. Aturan ini, tentu akan sangat merugikan bagi mereka yang selama ini selalu mematuhi prokes dan mengikuti jam operasional hingga Pukul 20.00 WIB.

Seharusnya, lanjut Mulia, Satgas Covid-19 cukup melakukan pengetatan penerapan prokes di setiap lokasi usaha, termasuk di Kota Medan.

“Sedangkan bagi pelaku usaha yang melanggar, silakan ditindak tegas, segel usahanya agar terjadi efek jera. Untuk mereka yang mematuhi prokes, justru harusnya kita apresiasi, bukan malah kita persulit usahanya dengan memangkas jam operasionalnya hanya sampai jam 5 sore,” lanjutnya.

Terakhir, menurut politisi muda Partai Gerindra ini, pemangkasan jam operasional lokasi usaha makan/minum ditempat hingga Pukul 17.00 WIB tersebut sangat berbanding terbalik dengan target Pemko Medan yang ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk dapat mendukung target-target kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

“Kita mendukung penuh langkah Wali Kota Medan untuk meningkatkan PAD Kota Medan. Untuk itu, kita meminta agar penerapan jam operasional usaha yang dibatasi hingga jam 5 sore itu tidak diterapkan di Kota Medan, karena itu justru akan membuat PAD Kota Medan menjadi terpuruk,” pungkasnya. (map)

Rumah Kuliner Markas 7, Sediakan Makanan Halal, Sehat, dan Bersih

SAMBUT: Para karyawan Rumah Kuliner Markas 7 siap menyambut dan melayani para pelenggan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO-  Kafe ataupun tempat makan yang mengangkat konsep milenial, instagramble sudah menjadi hal yang biasa di kota-kota besar, seperti Medan. Tetapi, konsep yang menyajikan makanan yang menerapkan 3 H yaitu Halal, Healthy, dan hygiene masih jarang ditemukan.
Rumah Kuliner Markas 7 yang terletak di Jalan Sei Petani no 7 Medan hadir dengan menyajikan makanan yang halal, sehat, dan bersih untuk pelanggannya.
“Kita mengangkat konsep 3 H ini dengan harapan, masyarakat peduli dengan kesehatan mereka. Karena saat ini, kesehatan itu adalan investasi,” ujar Pemilik sekaligus pengelola Rumah Kuliner Markas 7, Muhammad Hafidz Iskandar Batubara.
Dijelaskannya, konsep 3 H ini bukan hanya dalam penyajian makanan, serta suasana ruangan. Tetapi cita rasa makanan juga sangat diperhatikan, seperti tidak menggunakan penyedap rasa, pengawet, dan kadar garam yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Nasi Ayam Cabai Hijau.
Hal ini dikarenakan para peracik makanan atau chef di rumah kuliner ini adalah mantan chef dari hotel bintang 5 di Kota Medan.
“Jadi, standar rasa makanan kita tetap kesehatan. Walau begitu, cita rasa makanan di kafe kita bisa dijamin, karena sebelum dipublis, kita terlebih dahulu melakukan survey. Dan kita pastikan setiap bahan makanan kita memiliki label halal, karena kita menerapkan rumah kuliner yang menegakkan halal,” tambahnya.
Hafidz yang juga menjabat sebagai Wakil ketua Bidang Investasi Kadin Medan melengkapi berbagai jenis makanan di kafe yang dikelolanya, mulai dari makanan internasional maupun nasional. 
“Markas 7 ini sasarannya semua kalangan, keluarga, milenial, dan komunitas. Nah, tidak semua menginginkan makanan yang hanya itu-itu sajakan? So, kita lengkapi yang pengunjung inginkan dengan standar 3 H tadi,” tambahnya.
Hafidz optimis, rumah kuliner ini akan diterima oleh masyarakat, karena situasi saat ini tepatnya masa pandemi ini membuat masyarakat mulai sadar tentang pentingnya kesehatan. Dan kesehatan itu selalu berkaitan dengan kebersihan, serta asupan makanan yang disantap.
Untuk makanan menu nasional, Markas 7 menyediakan Soto Betawi yaitu padanan antara susu dan santan dengan daging sapi yang lembut. Soto Betawi sangat cocok disantap karena rasanya yang segar karena ada berbagai rempahan dalam soto betawi ini.

Soto Betawi
Selain itu, Markas 7 juga menyajikan Nasi Ayam Cabai Hijau. Nah, jangan samakan Nasi Ayam Cabai Hijau ini seperti tempat makanan yang lain, karena di Rumah Kuliner Markas 7 Nasi Ayam Cabai Hijau akan memberikan sensasi berbeda saat menggingit ayam yang disajikan. Nasi ayam cabai hijau di Markas 7 tidak ada tulang, 100 persen daging semua.
Sedangkan untuk makanan internasional, Rumah Kuliner Markas 7 menyediakan makanan dari Thailand, Malaysia, dan Eropa.
“Silahkan berkunjung dan menikmati makanan yang kita sajikan. Untuk saat ini, kita buka dan tutup sesuai dengan anjuran dari pemerintah,” tutupnya. (ram)

Mie Sedaap Hadirkan Varian Singapore Spicy Laksa: Sedaapp!

Mita Ardiani selaku Senior Brand Manager Mie Sedaap, bersama Angga Yunanda, actor sekaligus Brand Ambassador Mie Sedaap Singapore Spicy, bersama-sama mempromosikan kebudayaan dan kuliner ikonik Singapura, yakni hidangan Laksa yang kini hadir sebagai varian baru Mie Sedaap.
 

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mie Sedaap sebagai salah satu produk mi instan ternama di Indonesia dari Wings Food, kembali menggebrak para penikmatnya dengan kejutan baru. Ingat dengan Mie Sedaap Selection Korean Spicy Chicken dan Korean Spicy Soup ‘kan? Produk mi instan dari Wings Food yang merupakan inovasi terbaik, berhasil merebut pasar mie instan dan menempati posisi #1 pada segmen Korean Noodles di Indonesia. 

Mie Sedaap yang adalah merek FMCG nomor 3 di Indonesia (berdasarkan studi Brand Footprint Indonesia 2021 oleh Kantar), kembali melakukan inovasi. Menurut CNN World’s 50 Best Food tahun 2017, Laksa adalah salah satu Makanan Terenak di Dunia. Kali ini, Mie Sedaap sebagai pelopor inovasi rasa menghadirkan produk terbaru dengan mengusung cita rasa Internasional yang terinspirasi dari makanan khas Singapura, yaitu Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa. Dengan adanya Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa, kini kamu bisa menikmati Makanan Terenak di Dunia yang praktis dan dijamin sedaap dari rumah saja! Menarik bukan ?

Hidangan Laksa dikenal terbuat dari perpaduan bumbu-bumbu yang kaya rasa sehingga menghasilkan aroma yang nikmat dan kuahnya yang gurih. Laksa ini adalah salah satu hidangan paling ikonik di Singapura, Mita Ardiani selaku Senior Brand Manager Mie Sedaap, menyebutkan bahwa varian rasa Singapore Spicy Laksa dipilih bukan hanya karena Laksa menjadi favorit wisatawan mancanegara, tetapi juga karena kebanyakan penduduk Asia menjadikan Laksa sebagai comfort food mereka.

Cita rasa Laksa itu sendiri dekat dengan lidah orang Indonesia sehingga tidak heran bila kita juga bisa temukan Laksa lokal hingga memiliki nama tersendiri termasuk di beberapa daerah di Indonesia seperti di Sumatera, Jawa dan Kalimantan Barat.

“Laksa dengan citarasanya yang kaya rempah, gurih dengan sentuhan pedasnya sangat cocok di lidah orang Asia, termasuk kita di Indonesia. Kini untuk menikmati kelezatan semangkuk Laksa, kita tidak perlu berpergian jauh, cukup memasak Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa secara praktis di rumah. Dengan tekstur mie yang lebih tebal, membuat kita lebih puas ketika menyantapnya. Apalagi ditambah kuah gurihnya yang mantap, aroma sedaapnya yang bikin ngiler dan pedasnya yang bisa diatur karena bumbu pedasnya hadir dalam 2 level pedas yaitu pedas nikmat dan pedas gila,” ujar Mita.

Mita juga menambahkan, melihat anak muda sebagai target utama Mie Sedaap suka akan suatu inovasi yang seru, trendy dan viral, maka Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa akan menjadi andalan baru para pecinta mi instan di Indonesia, khususnya anak muda. “Kami melihat penerimaan masyarakat yang sangat baik dan antusiasme yang tinggi pada setiap lini selection atau varian rasa internasional yang kami hadirkan. Untuk itu, kami terus berinovasi menghadirkan yang terbaik sesuai kebutuhan dan selera masyarakat Indonesia. Apalagi di tengah kondisi yang tidak menentu seperti saat ini, kami ingin membawa pengalaman kuliner makan makanan terenak di dunia ke rumah konsumen setia kami. Karena di Wings kami percaya bahwa all good things in life should be accessible for all. Kiranya, Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa ini dapat diterima dan Anda dapat menikmati sedaap dan gurihnya semangkuk Laksa,” jelas Mita.

Setali tiga uang dengan Mita, Angga Yunanda, actor sekaligus Brand Ambassador Mie Sedaap Singapore Spicy Laksa menceritakan pengalamannya makan Laksa dan sangat excited menemukan varian Selection Singapore Spicy Laksa dalam semangkuk mi instan. “Aku memang paling suka kulineran dan nyobain sesuatu yang baru. Saat travelling biasanya aku habiskan dengan wisata kuliner, bahkan aku nyobain aneka ragam Laksa dari Laksa Betawi sampai Laksa Singapura karena Laksa memang salah satu makanan terenak di dunia.

Waktu tahu Mie Sedaap punya inovasi baru dan keluarin varian Selection Singapore Spicy Laksa, aku seneng banget! Sebagai pecinta makanan gurih dan pedas, Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa punya rasa yang pas. Perpaduan kuah gurihnya nikmat dengan aroma yang sedaap, apalagi tingkat pedasnya bisa kita atur sendiri lho. Pas banget deh untuk dimakan kapan pun! Dan beneran pas nyobain, aku jadi keinget sama Laksa yang aku coba waktu itu di Singapura.” Ujar Angga.

Dalam rangkaian peluncuran varian baru ini, Mie Sedaap turut menggandeng Singapore Tourism Board (STB) untuk bersama-sama mempromosikan kebudayaan dan kuliner ikonik Singapura, yakni hidangan Laksa yang kini hadir sebagai varian baru Mie Sedaap. “Singapura adalah salah satu tujuan wisata internasional bagi masyarakat Indonesia. Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa bisa mengobati masyarakat Indonesia yang kangen pergi ke Singapura atau penasaran banget dengan kuliner Singapura.

Peluncuran Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa juga bertepatan dengan kampanye kami mengenai SingapoReimagine dari Singapore Tourism Board yang mendorong masyarakat Indonesia untuk menghidupkan kembali impian berjalan-jalan ke Singapura dengan perspektif baru,” ucap Mohamed Firhan Abdul Salam, Area Director Indonesia Singapore Tourism Board.

Dalam peluncuran virtual ini, hadir pula Sarah Sechan, presenter Indonesia yang telah tinggal di Singapura untuk membagikan pengalaman mereka terhadap varian baru Mie Sedaap ini serta pengalaman kuliner di Singapura.

“Sebelum pandemi, kita bisa dengan mudah mengunjungi Singapura untuk menikmati semangkuk laksa di restoran dan hawker centre yang ada di Singapura. Senang sekali Mie Sedaap yang selalu menyajikan comfort food buat kita semua orang Indonesia, bisa menghadirkan rasa Laksa yang otentik dalam satu kemasan praktis mi instan. Sementara kita berharap pandemi segera usai, kita bisa membayangkan dan berimajinasi jalan-jalan lagi ke Singapura sambil ditemani dengan semangkuk #LaksanyaSedaapLah dengan Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa!” tutup Sarah Sechan.

Jadi, tunggu apalagi? Rasakan #LaksanyaSedaaplah dalam varian baru Mie Sedaap Singapore Spicy Laksa. Anda bisa menikmati sensasi laksa premium hanya dengan Rp.2.600 dengan mendapatkannya di toko, supermarket, minimarket atau Wings Official Store di e-commerce kesayanganAnda. Mie Sedaap Singapore Spicy Laksa, Kuah Gurihnya Mantap, Laksanya Beneran Sedaap! (rel)

PDI Perjuangan dan PKS Sepakat Bangun Iklim Politik yang Lebih Baik di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDI Perjuangan dan PKS Sumut sepakat membangun iklim politik yang lebih baik di Sumatera Utara ke depan, dan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Tak cuma itu, kedua Parpol juga menjajaki sejumlah gagasan yang  nantinya dapat disepakati bersama untuk dijadikan progam perjuangan bersama dalam menjadikan Sumatera Utara yang lebih baik ke depannya.

Hal ini terungkap dalam silaturahim pengurus baru DPW PKS Sumut ke kantor DPD PDI Perjuangan di Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (6/7/2021). Rombongan pengurus DPW PKS dipimpin langsung Ketua DPW H Usman Jakfar yang didampingi pengurus lainnya seperti Ust H Salman Al Farisi, H Haryanto, Misno Adisyahputra dan disambut dengan hangat oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Dr Sutarto MSi bersama pengurus lainnya, seperti Berlian Mocktar, Djumiran Abdi, Samulya Surya Indra, Aswan Jaya, Meryl Rouli Saragih, Syarifah Khairiyah Alatas, Meinarty Bangun , Rapidin SImbolon dan Ahmad Bima Nusa.

Dalam sambutannya, Sutarto menyampaikan selamat datang kepada pengurus DPW PKS dan mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. “Tentu ini menjadi peristiwa yang besar untuk pertama kalinya DPW PKS dan DPD PDI Perjuangan bertemu dalam semangat yang sama yaitu menjalin silaturahmi untuk membangun iklim politik yang lebih baik ke depannya dan bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” ujar Sutarto.

Selain itu, Sutarto juga menyampaikan permohonan maaf Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut yang tidak bisa hadir dalam kesempatan kali ini karena sedang berada di Jakarta. “Tapi beliau tadi menyampaikan permohonan maaf tidak bisa turut hadir, dan menyampaikan salam kepada sahabat-sahabat dari pengurus DPW PKS,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPW PKS, Usman Jakfar menyampaikan bahwa kedatangan mereka selain untuk melakukan silaturahim, juga mengenalkan pengurus baru serta mensosialisasikan logo baru PKS, “Tentu kita sangat berterima kasih kepada DPD PDI Perjuangan yang telah menyambut dengan hangat, dan pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menjalin komunikasi yang baik ke depannya,” ungkap Usman.

Selain itu, Usman juga menyampaikan gagasan-gagasan yang bisa disepakati bersama, diantaranya soal komitmen Kebangsaan, menangkal ideologi-ideologi anti Pancasila seperti komunisme, radikalisme dan terorisme, menawarkan untuk satu visi dalam menyambut dinamika politik tahun 2024 seperti Pilgubsu hingga komitmen mendukung penanggulangan Covid-19.

“Ada beberapa gagasan yang bisa nantinya disepakati bersama untuk dijadikan sebagai progam perjuangan bersama untuk menjadikan Sumatera Utara yang lebih baik ke depannya,” paparnya.

Silaturahim pengurus PDI Perjuangan dan PKS Sumut ini berlangsung cukup santai, sembari menyantap makanan rakyat seperti kacang rebus, ubi rebus, serta pisang rebus yang sengaja disuguhkan, dan acara diakhiri dengan saling bertukar cenderaata. (adz)

Manfaat Samsung Galaxy M62 yang Performanya Megang Banget!

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – #SobatMegangBanget ngerasa ngga sih kalau smartphone sekarang ini sudah jadi seperti teman kita kapan dan di mana saja? Selain untuk komunikasi, kini smartphone berperan sebagai asisten pribadi pendukung produktivitas kita dengan seabreg urusan yang menuntut untuk diselesaikan tanpa gangguan, mulai dari bekerja, sekolah, mencari hiburan, rehat sambil gaming, posting, atau aktivitas lainnya.

Setia menghadirkan inovasi yang bermakna dan sesuai dengan kebutuhan konsumennya, Samsung menjawab tantangan yang dihadapi oleh kita semua sehari-hari melalui Samsung Galaxy M62. Ditenagai chipset sekelas flagship Exynos 9825 dengan fabrikasi 7nm Extreme-Ultra Violet (EUV), Galaxy M62 menghasilkan performa lebih cepat dan konsumsi baterai yang lebih efisien. Selain itu, smartphone ini juga bermemori besar 8/256GB yang membuat ruang penyimpanan semakin lega saat dioperasikan. Dijamin, performanya megang banget!
“Dengan semakin beragamnya kebutuhan konsumen, memilih smartphone seringkali menjadi dilema tersendiri. Memahami hal tersebut, Samsung menghadirkan Galaxy M62 sebagai jawaban. Nggak usah bingung lagi, soalnya dengan Galaxy M62 ini, mau baterai super besar? Ada. Kamera berkualitas? Bisa. Layar resolusi tinggi? Siap. Dan semuanya dibalut dengan performa sekelas flagship dengan dapur pacu chipset Exynos 9825 dan memori yang megang banget 8GB/256GB. Dengan Galaxy M62 ini, kami ingin memastikan bahwa apa pun fitur andalan yang diinginkan, konsumen akan mendapatkan manfaat maksimal dengan performa smartphone terbaru dari Galaxy M Series untuk #SobatMegangBanget ini,” jelas Ilham Indrawan, Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.

Ini dia tiga manfaat memilih Samsung Galaxy M62 sebagai ‘pendamping’ #SobatMegangBanget beraktivitas sehari-hari:

  1. Tuntaskan Banyak Aktivitas dengan Prosesor Kelas Flagship

System-on-Chip (SoC) Exynos 9825 dengan proses fabrikasi 7nm berteknologi Extreme-Ultra Violet (EUV) ini adalah chipset yang juga disematkan pada Samsung Galaxy Note 10. Performa chipset ini memaksimalkan kinerja Galaxy M62 buat nemenin #SobatMegangBanget melakukan aktivitas seperti Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), main game, dan movie marathon, dengan kualitas performa yang lebih ngebut hingga 30 persen dan lebih hemat daya hingga 50 persen dibandingkan dengan Galaxy M51.

  1. Multitasking Lebih Lancar dengan Memori 8/256GB
    Kapasitas RAM yang besar di smartphone untuk apa sih? Nah, kapasitas RAM yang besar bisa membuat ponsel kamu tetap anti nge-lag saat membuka banyak aplikasi dalam satu waktu. Dengan RAM 8GB/256GB yang tersedia di Galaxy M62, maka multitasking #SobatMegangBanget jadi semakin lancar.

Dilengkapi juga dengan dual SIM card untuk slot MicroSD yang dapat menampung memori eksternal hingga 1TB, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan dan sekolah bisa kamu simpan tanpa khawatir memorinya penuh. Dengan kapasitas memori yang lega, jangan ragu juga untuk menyimpan ribuan gambar dan video untuk konten inspiratifmu hasil tangkapan Quad Camera yang terdiri dari kamera utama 64MP (f/1.8), kamera ultra-wide 12MP (f/2.2), kamera depth sensor 5MP (f/2.4), dan kamera macro 5MP (f/2.4).

  1. Gaming Makin Ngebut dan Imersif
    Buat #SobatMegangBanget penggemar online gaming, smartphone dengan tampilan grafis yang canggih adalah pilihan. Komponen ponsel yang berperan menghadirkan inovasi teknologi tersebut adalah Graphics Processing Unit (GPU). Keunggulan GPU Mali™-G76 MP12 pada chipset Exynos 9825 ini yang akan membuat performa gaming-mu semakin ngebut, dengan kualitas tampilan visual yang semakin imersif. Apalagi Samsung Galaxy M62 ini juga didukung dengan layar super besar berukuran 6,7 inci FHD+ Super AMOLED Plus Infinity-O, gaming pasti makin lancar tanpa gangguan.

Kapasitas baterai super besar 7.000mAh dan fitur fast charging¬ 25 W ini menjadikan Galaxy M62 ponsel yang memadukan performa dan daya tahan, yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan #SobatMegangBanget seharian.

Samsung Galaxy M62 ditawarkan dengan pilihan warna Black, Blue dan Green dengan harga rekomendasi retail Rp5.999.000. Dapatkan promo cashback¬ Rp200.000 dengan pembelian di Samsung.com dan Tokopedia selama periode 9-31 Juli 2021. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Samsung Galaxy M62, silakan kunjungi   HYPERLINK “http://www.samsung.com/id” www.samsung.com/id.(rel)

MasterChes Indonesia Season 8: Pressure Test Berasa Top 3

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Terjadi ‘duel’ seru dan panjang pada babak 11 besar Masterchef Indonesia Season 8 yang tayang di RCTI pada Sabtu (3/7/2021) dan Minggu (4/7/2021). Babak pressure test yang merupakan babak akhir sebelum eliminasi, dilakukan tiga ronde.

Jesselyn, peserta asal Medan, harus bertarung sengit di babak Pressure Test ini dengan peserta lainnya, Thea, dan Nadia. Hal itu dikarenakan tim biru yang dipimpin Jesselyn kalah dalam tantangan beregu di lokasi syuting sinetron “Ikatan Cinta”.

Di pressure test kali ini dibagi menjadi tiga babak atau tiga kali memasak. Pada tantangan pertama La Ode lolos usai berhasil memarut kelapa dengan cepat dan banyak. Di babak selanjutnya, Bryan lolos dan disusul Thea.

Sehingga tersisa dua peserta yang harus melanjutkan pressure test yaitu Jesslyn dan Nadya Putri. Jesselyn dan Nadya Putri harus Kembali memasak untuk yang ketiga kalinya setelah mendapat tekanan dari juri serta peserta lainnya dan terancam tereliminasi atau keluar galeri. Mereka memasak dengan bahan baku sisa babak sebelumnya.

Dengan kondisi seperti itu, keduanya memasak sambil menangis, karena capek, Lelah dan juga semangat ingin terus berkompetesi. Jesselyn yang juga cucu dari pemilik Rumah Makan Miramar di Jalan Pemuda Medan ini akhirnya mampu melawati masa sulit itu. Wanita berusia 21 tahun ini akhirnya lolos dari elminasi.

Bersama Nadya, Jesselyn akhirnya berhasil menyelesaikan tantangan dan membuat hidangan. Meskipun tak sempurna, namun juri menilai perjuangan mereka luar biasa. “Saya masih ingin melihat kalian di galeri, jadi tidak ada yang keluar hari ini di galeri,” ujar Chef Juna.

Mendengar keputusan itu, Jesselyn yang tegang sambil memeluk Nadya merasa bahagia mampu melewati kompetisi itu dengan hasil yang memuaskan. Owner Cafe Mencari Kopi di Jalan Sunggal, Medan ini memberikan kebanggaan buat dirinya dan keluarganya di Medan. Dia pun berharap mampu masuk sampai ke ajang tiga besar MasterChef Indonesia Season 8.(adz)

Razia Penegakkan Prokes, Dishub Medan Bagikan Masker ke Pengendara

BAGI MASKER: Petugas Dishub Kota Medan, saat membagikan masker kepada pengendara jalan saat razia protokol kesehatan, Senin (5/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti Instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam peningkatan pengawasan Protokol Kesehatan (Prokes) di Kota Medan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan melakukan pengawasan prokes kepada para pengendara pada sejumlah titik di Kota Medan, Senin (5/7).

BAGI MASKER: Petugas Dishub Kota Medan, saat membagikan masker kepada pengendara jalan saat razia protokol kesehatan, Senin (5/7).

Tak cuma melakukan pengawasan, Dinas Perhubungan Kota Medan juga melakukan aksi bagi-bagi masker kepada masyarakat pengendara yang kedapatan tidak memakai masker. Hal ini dilakukan, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan.

“Mengikuti arahan Pak Wali, hari ini Dishub Medan bersama rekan-rekan dari Satgas Covid-19 Medan dan TNI/Polri melakukan pengawasan pada tiga titik di Kota Medan. Tidak cuma pengawasan, tapi kita juga membagikan masker bagi pengendara yangn

tidak memakai masker,” ucap Kepala Dinas Perhubungan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Senin (5/7).

Dijelaskan Iswar, adapun ketiga titik yang dimaksud, yakni Jalan Gatot Subroto (depan Plaza Medan Fair), Jalan H.M Yamin, dan di Kecamatan Medan Belawan. “Jadi setiap ada pengendara yang melintas dan tidak menggunakan masker, langsung kita hentikan, kita beri teguran dan sosialisasi bahwa saat ini Pemko Medan sedang gencar meningkatkan prokes dengan menerapkan PPKM Mikro. Setelah itu, yang bersangkutan langsung kita pakaikan masker,” ujarnya.

Iswar menuturkan, Dinas Perhubungan akan berupaya agar kegiatan ini dapat terus berlangsung demi mendukung langkah Pemko Medan dalam memutus penyebaran pandemi. “Kita berupaya agar kegiatan ini terus berkesinambungan. Harapan kita, upaya ini dapat diikuti dengan peningkatan kesadaran masyarakat, tak terkecuali bagi para pengendara. Sebab, kendaraan ataupun alat transportasi juga berpotensi dalam menyebarkan virus ini,” ungkapnya.

Pantauan Sumut Pos, sebelum melakukan kegiatan tersebut, Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis terlebih dahulu melakukan apel kesiapan di Lapangan Merdeka Kota Medan.

Saat memimpin apel tersebut, Iswar menegaskan, bahwa penerapan protokol kesehatan merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar saat ini. Meskipun Kota Medan saat ini dalam zona orange, namun kewaspadaan dan kepatuhan prokes tetap harus ditingkatkan.

“Jangan pernah berhenti dalam menyosialisasikan dan melakukan pengawasan akan pentingnya prokes, inilah yang nantinya akan mempercepat berakhirnya pandemi. Ini adalah tugas kita semua,” tegas Iswar.

Dalam arahannya, Iswar juga meminta kepada setiap petugas agar bersikap humanis dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang melanggar aturan. “Sampaikan dengan baik dan humanis, masyarakat harus mengetahui pentingnya prokes agar kesadaran dan kedisiplinan dapat terus meningkat,” pungkasnya. (map/ila)

Langgar Prokes, Polsek Sunggal Gerebek Spa

RAZIA PROKES: Petugas Satpol PP Kota Medan yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Kota Medan, saat mendatangi salah satu kafe yang melanggar PPKM MIkrio, Minggu (4/7) malam.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal menggelar razia di salah satu tempat Spa yang diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19, di Jalan Gagak Hitam, Medan. Dalam razia itu, petugas mendapati seorang pria tanpa busana dengan ditemani wanita di salah satu kamar.

RAZIA PROKES: Petugas Satpol PP Kota Medan yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Kota Medan, saat mendatangi salah satu kafe yang melanggar PPKM MIkrio, Minggu (4/7) malam.istimewa/sumutpos.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak mengatakan, razia tersebut dilakukan berdasarkan Instruksi Gubernur Sumut Nomor: 188.54/25/INST/2021, Tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19.

Petugas Polsek Sunggal kemudian mendapat informasi dari masyarakat soal dugaan pelanggaran prokes pencegahan Corona. Setelah itu, polisi menggelar razia penertiban di tempat Spa tersebut.

“Di sana, petugas menemukan seorang pria yang diduga tamu di salah satu kamar. Pria tersebut terlihat sedang terlentang dalam keadaan tidak menggunakan pakaian dan ditemani seorang wanita yang diduga terapis,” ujar Budiman dalam keterangan Pers nya, Senin (5/7).

Dia menjelaskan, razia itu dilakukan pada Kamis (1/7). Pria yang ditemukan tidak berpakaian tersebut berinisial AJL, sementara wanita yang diduga terapis berinisial DK. Selain keduanya, petugas mengamankan seorang wanita yang merupakan resepsionis di tempat spa tersebut dan 15 terapis lainnya.

Kemudian, kata Budiman, petugas juga mengamankan seorang wanita lainnya yang merupakan resepsionis Spa dan lima belas orang terapis. “Kita juga mengamankan uang tunai sebesar Rp265 ribu, 2 buah buku rekapan pengunjung, 1 bundel data penjualan harian, 1 bundel laporan omzet, 1 potong pakaian terapis,” jelasnya.

Dikatakannya, para pihak yang diamankan diserahkan ke Balai Sosial Parawansa, Berastagi, Karo. Di sana, mereka bakal mendapat pembinaan. “Benar, semua kita serahkan ke sana untuk dilakukan pembinaan,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Satgas dan Pemilik Usaha Cekcok

LANGGAR PPKM MIKRO: Petugas Satgas Covid-19 Medan saat mendatangi salah satu kafe yang melanggar PPKM Mikro, Minggu (4/7) malam. Petugas Satgas langsung membubarkan pengunjung kafe tersebut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan (Pemko) Medan kembali melakukan penertiban terhadap restoran dan cafe yang masih saja melanggar penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, Minggu (4/7) malam.

LANGGAR PPKM MIKRO: Petugas Satgas Covid-19 Medan saat mendatangi salah satu kafe yang melanggar PPKM Mikro, Minggu (4/7) malam. Petugas Satgas langsung membubarkan pengunjung kafe tersebut.

Adapun restoran dan cafe yang ditertibkan pada malam itu, yakni Noma All Day & Night di Jalan T.Amir Hamzah, Warkop Mie Aceh Rizki dan Sekip Foodcourt di Jalan Sekip, Pecak Masbro, dan Lontong Malam Insomnia di Jalan abadi.

Saat Satgas Covid-19 Kota Medan yang bergabung dengan tim dari TNI dan Polri sempat mengalami perdebatan dengan pemilik usaha di salah satu Cafe. Ketika itu, pemilik Cafe merasa tidak bersalah sehingga tidak menerima dilakukan BAP kepada lokasi usahanya.

“Jai di salah satu cafe, sempat terjadi perdebatan antara petugas dengan pemilik usaha. Bahkan pemilik usaha itu sempat tidak mau untuk menandatangani BAP dengan dalih sudah menutup tempat usahanya sebelum petugas datang. Padahal saat kita datang, kita melihat masih cage tersebut masib beroperasi,” tutur Sekretaris SatPol PP Kota Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap kepada Sumut Pos, Senin (5/7).

Namun, setelah diberikan pengertian oleh petugas dan bukti-bukti bahwasanya tempat usaha yang dimilikinya masih melanggar PPKM Mikro, barulah pemilik usaha tersebut bersikap kooperatif.

“Setelah kita tunjukkan bukti-buktinya, barulah pemilik usaha kooperatif. Setelah itu dia mau menandatangani BAP dan berjanji tidak akan melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Rakhmat mengungkapkan, sejumlah restoran dan cafe tersebut kedapatan masih melayani makan dan minum di tempat oleh petugas. Padahal ketika itu sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan sesuai dengan SE Wali Kota Medan No.440/5352 yang membatasi jam operasional makan dan minum ditempat sampai hingga Pukul 20.00 WIB. “Saat itu juga kita minta seluruh pengunjung untuk membubarkan diri, sedangkan kepada pemilik usaha kita diberikan teguran tegas dan pencatatan BAP,” ujarnya.

Pada malam itu, kata Rakhmat, pihaknya hanya melakukan pembubaran kepada pengunjung dan teguran-teguran kepada para pelaku usaha agar tidak lagi mengulangi kesalahannya dengan melanggar PPKM Mikro yang masih berlaku.

“Kita segel tidak ada, rata-rata yang kita tegur itu baru sekali melakukan pelanggaran. Tapi ke depannya, bila kedapatan masih melakukan pelanggaran, maka tentu akan kita ambil yang tindakan lebih tegas, kita akan segel,” tegasnya.

Patroli Prokes di Pasar

Personel Gabungan Yang terdiri dari TNI Polri, Satpol PP dan juga BPBD terus melaksanakan Patroli Protokol Kesehatan Bukit Barisan dan Imbauan Prokes, Senin (5/7). Adapun, untuk lokasi patroli Prokes kali ini, meliputi Pasar Petisah, Pasar Helvetia dan Pasar USU Medan.

Sebelum patroli, personel gabungan terlebih dahulu melaksanakan apel Konsolidasi pembagian tugas di Makodam 1/BB, dipimpin oleh Kaur Lat Kodim 0201/BS Kapten INF Rahimin.

Ipda Ilham Sanggoro selaku Danton Brimob dalam penugasan Ops PPKM mengatakan, imbauan Prokes terus digaungkan oleh personel gabungan dengan harapan masyarakat tetap disiplin dalam penerapan Prokes. “Kita sampaikan secara humanis dan preventif agar masyarakat yang nantinya apabila mendapatkan teguran dapat menerima apa yang disampaikan oleh petugas di lapangan,” ujar Ipda Ilham.

Dia berharap, melalui kegiatan rutin yang dilaksanakan ini mampu menekan dan mengurangi angka Penyebaran Covid-19 di Kota Medan dan tentunya disiplin dalam penerapan 5M saat beraktifitas di luar rumah. “Ini menjadi salah satu faktor utama dalam pencegahan Covid-19,” pungkasnya. (map/mag-1/ila)