31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 3408

Rapid Test Drive Thru Lapangan Merdeka, Segera Dibuka Kembali

KETERANGANWAWANCARA: Durut PT SSK dr Muhammad Fauzi Nasution saat diwawancarai ketika memberikan keterangan pers di kantornya, Sabtu (29/5). M IDRIS/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Layanan rapid test antigen drive thru di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka Medan segera dibuka kembali. Sebelumnya, layanan yang dikelola pihak swasta PT Sumatera Siberia Kompaniya (PT SSK) tersebut sempat ditutup lantaran digeledah Polrestabes Medan karena diduga menyalahi aturan, Selasa (25/5).

KETERANGANWAWANCARA: Durut PT SSK dr Muhammad Fauzi Nasution saat diwawancarai ketika memberikan keterangan pers di kantornya, Sabtu (29/5). M IDRIS/sumut pos.

Direktur Utama PT SSK dr Muhammad Fauzi Nasution mengatakan, hasil pertemuan dengan pihak Pemerintah Kota (Pemko) Medan dan juga pemeriksaan yang dilakukan Polrestabes Medan bahwa akan segera beroperasi kembali dalam beberapa hari ke depan. Namun, tentunya setelah melengkapi administrasi yang dibutuhkan.

“Kami bersama pihak Pemko Medan juga akan segera membuka beberapa gerai pemeriksaan drive thru di beberapa tempat lain, dan tentunya kami akan berkoordinasi dengan Polrestabes Medan dalam menentukan titik lokasi yang sesuai guna menghindari kemacetan,” kata Fauzi dalam temu pers di Medan, Sabtu (29/5).

Fauzi mengaku, pada awalnya membuka layanan tersebut tidak langsung beroperasi begitu saja. Melainkan, koordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Satgas Covid-19 Sumut dan sebagainya lalu selanjutnya menunggu. “Sejauh ini layanan rapid test antigen ini yang dikelola ada tiga tempat. Selain di Lapangan Merdeka Medan, terdapat di Ringroad City Walk (RCW) dan Bandara Internasional Kualanamu,” ujarnya.

Terkait penanganan limbah medis yang diselidiki Polrestabes Medan, Fauzi mengaku kemungkinan persoalan keterlambatan pengangkatan. Namun demikian, sudah koordinasi dengan pihak Polrestabes Medan dan pihak ketiga pengelola limbah medis tersebut agar tidak terulang lagi seperti sebelumnya.

“Namun kita tidak bisa langsung menyentuh limbah itu. Limbah tersebut tidak bisa dipegang atau dibawa maupun dibuang sembarangan, karena termasuk limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Limbah medis rapid test berbahaya, sehingga kita pisahkan mana yang bekas orang positif dan negatif. Kemudian, dimasukkan ke dalam plastik lalu nantinya diambil oleh pihak ketiga,” ungkapnya.

Disinggung penyelidikan polisi terkait dugaan pencurian arus listrik, Fauzi enggan menanggapi lebih lanjut karena menganggap permasalahan sudah selesai. “Terkait itu kita bekerja sama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan. Namun, memang ada prosedur yang masih menunggu. Misalnya, menunggu meteran datang dan sebagainya,” ucapnya.

Disebutkan Fauzi, pemeriksaan rapid test antigen di Lapangan Merdeka bisa mencapai 400 hingga 500 sampel dalam sehari. Bahkan, pada saat mendekati momen lebaran Idul Fitri mencapai 600 sampai 700 sampel. “Masyarakat yang melakukan pemeriksaan bukan hanya sebatas persyaratan menaiki pesawat. Namun, ada juga masyarakat yang ingin tahu apakah dirinya tertular Covid-19 atau tidak. Apabila hasil yang didapat positif Covid-19, kemudian diberikan penyuluhan agar melakukan isolasi mandiri apabila tanpa gejala,” jelas Fauzi.

Dia mengaku, pihaknya fokus terhadap pemeriksaan rapid test antigen drive thru karena yang teraman dari paparan virus Corona. Masyarakat tidak perlu ke rumah sakit atau klinik, sehingga bercampur dengan pasien-pasien lain. Di samping itu, pemeriksaan ini juga relatif cepat,” sebutnya sembari menambahkan, pihaknya mengapresiasi sebesar-besarnya kepada berbagai pihak sehingga layanan ini bisa beroperasi.

“Apresiasi yang luar biasa kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman dan pihak terkait lainnya, sehingga layanan rapid test ini bisa beroperasi,” pungkasnya.

Diketahui, petugas Unit Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Satreskrim Polrestabes Medan menggeledah fasilitas layanan rapid test antigen Covid-19 drive thru berbayar tersebut. Polisi menuding layanan itu tidak mengantongi izin penyelenggaraan dan melanggar protokol kesehatan. Selain itu, polisi juga mendalami dugaan pelanggaran pembuangan limbah medis dan pencurian arus listrik. Dalam penggeledahan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sejumlah alat rapid test antigen dan limbahnya. Polisi juga membawa tiga orang dari pihak penyelenggara layanan.

Belakangan, Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebutkan tidak ada masalah di layanan tersebut. Namun ke depannya, kata Bobby, Pemko dan pihak-pihak terkait akan menegur jika ada sesuatu yang menyalahi aturan. “Harus kita benahi, tapi kita sudah sampaikan ini bagus untuk masyarakat, jadi akan kita buka kembali. Kita akan koordinasi dengan Polrestabes bagaimana titiknya yang tidak mengganggu aktivitas masyarakat, karena memang kalau lagi ramai mengular panjang dan membuat kemacetan. Nanti kita lihat lokasinya yang paling baik agar tidak mengganggu,” ujarnya. (ris/ila)

Dinilai Berhasil Berantas Narkoba, GAN Apresiasi Kinerja Kapolsekta Medan Kota

Rikki Ramadhan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerakkan Anti Narkoba (GAN) Indonesia memberikan apresiasi kepada Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan dan seluruh personel yang dinilai total dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukumnya. Apresiasi tersebut dikatakan Direktur GAN Indonesia H Kamaluddin Lubis SH kepada sejumlah wartawan di Medan, Minggu (30/5).

Rikki Ramadhan.

Menurutnya, penilaian tersebut berdasarkan penangkapan yang telah dilakukan Polsek Medan Kota.

“Dalam pekan ini saja jika kita ikuti pemberitaan di sejumlah media cetak dan online sudah ada beberapa pemilik narkoba jenis sabu-sabu yang sudah diamankan. Ini membuktikan Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan dan seluruh personel sudah total memberantas narkoba di wilayah hukumnya,” ujar Kamaluddin yang juga seorang advokat senior ini.

Dia berharap apa yang sudah dilakukan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Sehingga, wilayah hukum Polsekta Medan Kota benar benar terbebas dari narkoba. “Tentunya kami harapkan ke depannya tidak cuma pembeli saja yang ditangkap, tapi juga para bandar,” harapnya. “Kami (GAN) Indonesia optimis di bawah kepemimpinan Bapak Kapolsek Kompol Rikki Ramadhan, wilayah hukum Polsekta Medan Kota terbebaskan dari narkoba yang merupakan musuh kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Maimun, Hamzah mengatakan, pihaknya siap membantu Polsek Medan Kota dalam pemberantasan narkoba. “Asal komitmen, kami siap membantunya,” kata Hamzah.

Komitmen ini, lanjutnya, menjadi syarat wajib, karena selama ini citra Kepolisian sudah buruk terkait penangkapan pelaku narkoba, baik terhadap bandar maupun pemakai.

“Untungnya citra Poksek Medan Kota di bawah kepemimpinan Bapak Kompol Rikki Ramadhan masih baik. Citra ini harus terus bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi agar bisa menjadi contoh yang baik bagi polsek polsek yang lain,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Kodim 0201/BS Medan, Cegah Covid, Semprotkan Eco Enzyme

SEMPROTKAN: Personel Kodim 0201/BS Medan menyemprotkan eco enzyme.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mempercepat tuntasnya karantina wilayah dan mencegah persebaran virus Covid-19, Kodim 0201/BS Medan melakukan penyemprotan Eco Enzyme di Kecamatan Medan Selayang dan Kecamatan Medan Johor, Sabtu (29/5). Tim kegiatan penyemprotan terdiri dari personel Kodim0201/BS, Babinsa, petugas Kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan dan dipantau langsung oleh Danramil 08/MJ Kapten Arh Edy Hutabarat.

SEMPROTKAN: Personel Kodim 0201/BS Medan menyemprotkan eco enzyme.

Penyemprotan Eco Enzyme dilakukan di dua lokasi, tepatnya di pumukiman Warga Kecamatan Medan Selayang Lingkungan X, Kelurahan Tanjungsari dan Kecamatan Medan Johor, Jalan Eka Rasmi, Gang Eka Mulya, Lingkungan VII, Kelurahan Gedung Johor.

Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan alat semprot seperti, mesin kompresor air dan galon penampung air yang dibawa menggunakan mobil Patroli Kodim dan mobil pikupdari kelurahan, bekerja sama antara Kodim 0201/BS dengan komunitas Eco Enzyme Sumut.

Kegiatan penyemprotan Eco Enzyme tersebut atas perintah Dandim 0201/BS Kolonel Inf. Agus Setiandar S.I.P yaitu agar kedua lingkungan yang sedang diberlakukan karantina wilayah karena menjadi zona merah tersebut cepat dapat dituntaskan dan mencegah terjadinya persebaran Covid-19 di wilayah tersebut dan sekitarnya .

“Penyemprotan Eco Enzyme dilakukan di kedua lingkungan yang sedang diberlakukan karantina wilayah karena menjadi zona merah tersebut cepat dapat dituntaskan dan mencegah terjadinya persebaran Covid-19 di wilayah tersebut dan sekitarnya” tegas Dandim 0201/BS. (tri/ila)

Polsek Patumbak Gelar Ops Yustisi dan KRYD

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak bersama petugas gabungan kembali melakukan Operasi (Ops) Yustisi dan kegiatan Kepolisian Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Bersekala Mikro Rayon-1, di Jalan Sisingamangaraja, Simpang Amplas Medan, Sabtu (29/5). Hal ini bertujuan mendukung penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) di wilayah hukum Polsek Patumbak.

Ilustrasi

Dalam giat tersebut, Polsek Patumbak bersama Dinas Pariwisata, Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, selain melakukan imbauan tentang penegakan disiplin Prokes, juga melakukan sanksi berupa push up kepada para pelaku yang tidak mematuhi aturan Pemerintah, sebagaimana Keputusan Satgas Covid -19.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza, yang juga merupakan peserta Didik Sespinmen Polri Dikreg ke-61 TA 2021, melalui Wakapolsek Patumbak, AKP Neneng Armayanti SH mengatakan, giat Operasi (Ops) Yustisi dan KRYD Bersekala Mikro Rayon-1 ini dilaksanakan bersama personel gabungan.

“Personel pelaksana terdiri dari, Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza dan saya sendiri sebagai Wakapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti, Kanit Reskrim Iptu Sondy Rahardjonto, Pesonel Patumbak sebanyak 5 orang, Koramil 08/MJ, Dinas Parawisata, Satpol PP serta Dishub Kota Medan,” ujar Neneng kepada sejumlah wartawan di Medan.

Menurut Neneng, kegiatan yang dilaksanakan bersama personel gabungan bertujuan untuk memutus perkembangan dan penyebaran Virus Corona (Covid-19), yang terus meningkat di tengah-tengah masyarakat, khusus di Kota Medan dan sekitarnya.

Dikatakannya, pada saat dilaksanakan kegiatan ini, masih banyak didapati masyarakat terutama para sopir angkutan kota, ojek online, abang becak tidak menggunakan masker pada saat bepergian, ketika melintas dan mangkal di Jalan Sisimangaraja, tepatnya di persimpangan Amplas Medan.

Menindaklanjuti hal tersebut, personel Polsek Patumbak bersama petugas gabungan langsung mendatangi para sopir angkutan kota, ojek online, abang becak yang pada saat dilaksanakan kegiatan didapati tidak menggunakan masker. “Dalam pelaksanaan kegiatan Oos Yustisi dan KRYD Bersekala Mikro Rayon-1, petugas juga memberikan sanksi bagi pengendara yang tidak menggunakan masker, serta membagi-bagikan masker secara gratis kepada masyarakat, dan pengendara yang melintas,” bebernya.

Pihaknya juga mengimbau agar para sopir angkot, ojek online dan abang becak agar selalu menggunakan masker pada saat melakukan aktivitasnya dalam mencari dan mengantar para penumpang yang hendak di antar ke tempat tujuan masing-masing.

Lebih lanjut AKP Neneng menyebutkan, pada kesempatan itu petugas juga mengingatkan kepada para pengendara agar selalu mematuhi peraturan berlalu lintas guna menjaga keselamatannya dan pengguna jalan lainnya serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Kita mengimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker pada saat bepergian kemana pun tujuannya,” harapnya.

Menyadari wabah Covid-19 semangkin meningkat masyarakat terlihat sangat merespon positif dan turut mendukung serta dapat menerima saran dan imbauan dari petugas yang melaksanakan kegiatan Operasi Yustisi dan KRYD Bersekala Mikro Rayon I tersebut. (mag-1/ila)

Pemko Medan Tingkatkan Pengawasan PPKM Mikro, Seser Pasar Tradisional dan Tempat Hiburan Malam

TEGUR PEDAGANG: Personel TNI menegur pedagang yang tidak mengenakan masker saat razia prptokol kesehatan di Pusat Pasar Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan, melalui Satgas Covid-19 terus melakukan pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Medan sesuai Instruksi Gubernur Sumut yang ditindaklanjuti surat edaran (SE) Wali Kota Medan.

TEGUR PEDAGANG: Personel TNI menegur pedagang yang tidak mengenakan masker saat razia prptokol kesehatan di Pusat Pasar Medan.

Guna mencegah penularan Covid-19, Pemko Medan bersama TNI dan Polri kembali melakukan patroli protokol kesehatan dan pengawasan PPKM berbasis mikro di pasar-pasar tradisional di Kota Medan, Sabtu (29/5). Bahkan, menyeser tempat hiburan malam maupun kafe.

Patroli ini setiap harinya dilakukan Pemko Medan baik siang maupun malam guna memberikan kesadaran bagi masyarakat Kota Medan, agar masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan 5M.

Sebelum melakukan patroli, seluruh petugas terlebih dahulu mengikuti apel bersama di Lapangan Merdeka Medan. Apel dipimpin langsung oleh Plt Inspektur Kota Medan, Laksamana Putra,SH,M.SP.

Dalam arahannya, Laksamana Putra, mengatakan jika pergerakan penanganan antisipasi penyebaran Covid-19 semakin hari semakin dinamis. “Model penanganan covid-19 kini telah diubah dengan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat yang lebih kecil, bahkan semalam Pemko Medan telah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat di lingkungan dengan memberlakukan isolasi di dua lingkungan yang berbeda, yaitu di lingkungan 7 Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor dan lingkungan 10, Tanjung sari, Kecamatan dan Selayang,” kata Laksamana Putra.

Kedua lingkungan itu, kata Laksamana Putra, terpaksa harus di isolasi mengingat tingginya jumlah masyarakat yang terpapar covid-19 dalam satu lingkungan. “Sesuai dengan peraturan PPKM mikro jumlah masyarakat yang terpapar diatas 6 rumah dalam satu lingkungan maka lingkungan tersebut dinyatakan zona merah penularan covid-19 sehingga harus dilakukan isolasi lingkungan,” jelasnya.

Dalam arahanya, Laksamana Putra juga mengingatkan kepada seluruh petugas agar senantiasa menjaga kesehatan diri dengan tetap rutin menerapkan protokol kesehatan.

“Diharapkan kepada seluruh personel yang bertugas untuk tetap menjaga kesehatan diri dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, jangan pernah abai karena kita adalah insan-insan yang bertugas mencegah penyebaran covid-19 di Kota Medan,” harapnya.

Setelah mengikuti apel, seluruh tim yang betugas kemudian dibagi menjadi beberapa rayon. Adapun prioritas sasaran yang dituju yaitu sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, diantaranya Pasar Sambu, Pasar Hindu, Pasar Ikan Lama, Pasar Meranti, Pasar Sukaramai, dan Pasar Setia Budi Tanjung Rejo.

Di sejumlah pasar tradisional tersebut, petugas melakukan patroli dan mengimbau kepada pedagang dan pembeli untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa menerapkan 5 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta interaksi. Selain itu, petugas juga tampak membagi-bagikan masker kepada para pedagang dan pembeli.

Tempat Hiburan Malam

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap, mengatakan, pihaknya terus berkeliling untuk mengatasi jalannya SE Wali Kota Medan yang mengatur agar setiap tempat hiburan malam di Kota Medan wajib ditutup sejak tanggal 18 hingga 31 Mei 2021.

Tak cuma itu, restoran, cafe, food court dan sejenisnya, serta pusat-pusat perbelanjaan hanya dibatasi jam operasionalnya hingga Pukul 21.00 WIB. “Kita terus lakukan pengawasan, personel kita terus berpatroli,” kata Rakhmat kepada Sumut Pos, Minggu (30/5).

Dari pengawasannya pada Sabtu (29/5) malam yang lalu, Rakhmat mengatakan tidak lagi menemukan adanya tenpat hiburan malam yang beroperasi. “Hiburan malam yang beroperasi nggak ada lagi kita temukan. Tapi kalau cafe atau restoran, itu masih ada yang beroperasi di atas jam 9 malam, maka saat itu juga kita tegur dan kita beri peringatan serta langsung dibubarkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, perkembangan Covid-19 di Kota Medan semakin masif. Dalam satu hari, yakni Sabtu (29/5) hingga pukul 22.30 WIB, tercatat ada sembilan kematian. Dengan bertambahnya angka kematian itu, maka jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Medan menjadi 563 orang.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, untuk kasus konfirmasi positif meningkat 34 kasus menjadi 16.314 kasus. Dari jumlah itu, 15.125 dinyatakan sembuh atau meningkat sebanyak 33 orang dari hari sebelumnya.

Namun, berdasarkan website resmi https://covid19.go.id/peta-risiko, saat ini Kota Medan masih berstatus zona oranye dengan tingkat risiko sedang.

Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes kepada wartawan, Minggu (30/5) mengatakan, meskipun angka kematian meningkat, namun posisi Kota Medan masih berada di status yang sama.

“Penambahannya tidak terlalu signifikan, masih datar kalau kita lihat jumlah kasus. Kalau kematian bisa disebabkan banyak faktor. Medan masih zona kuning, tak berubah, sama seperti yang kita lihat, tak berubah,” pungkasnya. (map/ila)

Pasca Pembangunan Tol Medan-Tebingtinggi, Jalan di Kecamatan Pagar Merbau Rusak Parah

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi badan jalan pasca pembangunan tol Medan-Tebingtinggi, rusak parah. Salah satunya, di Desa Tanah Abang, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang.

Ilustrasi

Seperti yang diamati Sumut Pos, Sabtu (29/5), kondisi badan jalan terlihat kupak kapik hampir sepanjang lima kilometer. Ironinya, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan.

“Melalui BBPJN II pun sebenarnya bisa didesak agar pelaksana jalan tol (ruas Medan-Tebingtinggi) memperbaiki jalan yang rusak pasca pembangunan tol. Tentunya jangan sampai pembangunan justru menghambat masyarakat, terutama pengendara yang akan melintas jalan tersebut,” kata Anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap menjawab Sumut Pos, Minggu (30/5).

Sebenarnya, kata dia, jalan dengan kondisi rusak pasca pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi, tidak hanya terlihat di Kecamatan Pagar Merbau.

“Seperti di Kecamatan Indrapura, juga demikian. Hanya saja di sana sudah dilakukan perbaikan. Di kecamatan atau desa lain saya pun melihat masih ada yang rusak. Hal ini tentu harus menjadi perhatian BBPJN II untuk segera diperbaiki. Masyarakat tentu menjadi susah akibat kerusakan badan jalan akibat pembangunan,” tegas politisi Partai Amanat Nasional asal Dapil Batu Bara, Asahan, dan Tanjung Balai tersebut.

Pihaknya akan segera mengomunikasikan hal ini kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Bambang Pardede.

“Apalagi yang kita ketahui kalau Pak Bambang merupakan bekas pejabat di BBPJN II. Tentu beliau punya akses yang mudah guna mengomunikasikan kerusakan jalan yang ada itu. Ini menjadi informasi yang bagus bagi kami untuk disampaikan ke mitra kerja Komisi D, yakni Dinas BMBK Sumut,” ucapnya.

Yahdi menambahkan, banyak skema dalam perbaikan jalan pasca pembangunan proyek prestisius seperti jalan tol tersebut.

“Bisa melalui anggaran darurat, anggaran pemeliharaan jalan nasional ataupun dialokasikan jika dari sektor itu belum mencukupi kebutuhan anggaran. Setidaknya untuk di tahun 2022 supaya pekerjaan bisa dilakukan. Namun yang jelas adalah, wewenang itu berada di BBPJN II sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR. Harapan kita di tahun ini jalan-jalan yang hancur pascapembangunan jalan tol di Sumut, dapat dilakukan perbaikan. Sekali lagi kami ingatkan, jangan pula sebuah pembangunan justru menghambat masyarakat,” pungkasnya.

Kadis BMBK Sumut, Bambang Pardede pernah mengungkapkan bahwa domain perbaikan jalan pasca pembangunan jalan tol, ada di BBPJN. Pihaknya mengaku sudah membangun komunikasi ke instansi vertikal tersebut, agar perbaikan dapat dilakukan tahun ini.

“Selain fokus jalan mantap di Sumut, kami memang sudah mendorong dan meminta BBPJN untuk memperbaiki jalan yang rusak setelah pembangunan jalan tol di provinsi kita,” katanya kepada wartawan pada April lalu. (prn/han)

Yuk Bikin Film Sekelas Konfabulasi dengan Tiga Fitur Epic dari Galaxy S21 Ultra 5G

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Film pendek Konfabulasi karya kolaborasi Galaxy Movie Studio 2021 bersama dengan Angga Dwimas Sasongko telah mengudara sejak 5 Mei 2021. Film yang seluruh adegannya direkam dengan Samsung Galaxy S21 Ultra 5G sebagai smartphone andalan Samsung saat ini dapat disaksikan publik melalui https://www.youtube.com/watch?v=Ys_GHOpPt4w YouTube Samsung Indonesia official.

Konfabulasi yang diperankan Reza Rahadian sebagai Agen Bilal dan Dian Sastrowardoyo sebagai Agen Marla mampu mencatatkan hampir 3 juta views dalam kurun waktu tiga pekan. Tingginya antusiasme publik pada karya film pendek tersebut menunjukkan ketertarikan publik pada hasil karya epic nan berkualitas tinggi, baik itu dari segi alur cerita maupun teknologi smartphone sebagai perangkat yang mampu menunjang pengalaman audio visual memukau pada film.

“Kemampuan dari fitur-fitur Galaxy S21 Ultra 5G telah dibuktikan secara langsung dalam film Konfabulasi yang menyuguhkan sebuah karya menegangkan dengan visualisasi yang epic hasil dari kamera 108MP yang ditunjang dengan fitur-fitur mumpuni seperti Nona Binning yang yang membuat berbagai adegan bisa ditangkap dengan kualitas tinggi meskipun dalam keadaan low light. Kini, generasi muda sudah tidak perlu ragu dan takut dalam berkarya, karena fitur epic yang ada di Galaxy S21 Ultra 5G bisa membuat siapa saja mampu membuat video layaknya sebuah film,” kata Miranda Warokka, IT & Mobile Marketing Director, Samsung Electronics Indonesia.

Kemampuan Galaxy S21 Ultra 5G pun semakin teruji lewat Konfabulasi karena film tersebut menyuguhkan genre action heist yang penuh dengan adegan-adegan yang mampu memacu adrenalin penonton. Selain itu, visual dengan nuansa dark dan gloomy yang kental pada film tersebut juga dapat ditampilkan dengan baik oleh smartphone andalan Samsung tersebut. Lantas, fitur apa saja dari Galaxy S21 Ultra 5G yang dapat dimaksimalkan untuk membuat kreasi yang unik dan luar biasa layaknya film Konfabulasi? Berikut penjelasannya yang dapat menjadi inspirasi bagi kalian semua:

Ciptakan kesan dramatis dalam gelap dengan Nona Binning
Galaxy S21 Ultra 5G bisa menangkap adegan yang dilakukan di kondisi minim cahaya dengan jelas karena teknologi Nona Binning di dalamnya mampu mengurangi noise secara signifikan dalam keadaan low light dan mampu menghasilkan scene dalam keadaan gelap dengan efek low light yang cinematic sehingga movie-like video kamu menjadi semakin epic.

Anti Gagal Rekam Adegan Menegangkan
Director’s View merupakan fitur yang terinspirasi dari cara sutradara melihat adegan film yang sedang direkam. Teknologi ini memungkinkan kita untuk melihat secara jelas opsi angle terbaik pada layar Galaxy S21 Ultra 5G, sehingga pengerjaan film menjadi lebih maksimal dan efisien. Director’s View pun tidak hanya membuat sudut pengambilan gambar menjadi lebih variatif, namun juga akan memunculkan lebih banyak ide epic yang bikin film kamu lebih menarik lagi.

Gerakan Cepat Terekam dengan Mulus
Suka berpikir kalau merekam dengan smartphone hasilnya akan shaky? Dengan fitur Super Steady di Galaxy S21 Ultra 5G, kamu bisa menangkap gerakan cepat atau merekam sambil bergerak dengan hasil yang begitu stabil dan mulus, bahkan tanpa tripod sekalipun. Adegan menarik seperti tembak-tembakan, penculikan, atau pencurian yang penuh gerakan cepat dari pemeran serta pergerakan dinamis dari kamera bisa diciptakan dengan baik menggunakan fitur Super Steady. Hasilnya adalah adegan yang menegangkan yang akan membuat karya kamu makin epic!

Yuk, intip kemampuan Samsung Galaxy S21 Ultra 5G menangkap tiap adegan epic Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, dan Putri Ayudya dalam film pendek Konfabulasi, hasil kolaborasi Samsung Indonesia dan Angga Dwimas Sasongko pada  https://www.youtube.com/watch?v=Ys_GHOpPt4w Official Youtube Samsung Indonesia! (rel)

Reaktif Covid-19, Penumpang Bus Rapi Langsung Diisolasi

ISOLASI: Petugas Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi bersama Polri membawa seorang penumpang bus untuk isolasi mandiri.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pos Pam Pengamanan Penyekatan KRYD Bandar Kajum Polres Tebingtinggi, berhasil menjaring seorang penumpang bus Rapi terpapar Covid-19. Hal itu diketahui saat bus Rapi bermuatan penumpang diwajibkan untuk mengikuti rapid antigen, apabila tidak dapat menunjukkan surat bebas Covid.

ISOLASI: Petugas Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi bersama Polri membawa seorang penumpang bus untuk isolasi mandiri.

Tim Kasi Tatib Dit Lantas Polda Sumut, Kompol Murta Dha didampingi Pawas Pam Terminal kegiatan Pawas PAM Terminal Bandar Kajum AKP H Samosir melakukan pelayanan rapid test Antigen gratis, Minggu (30/5).

Kasi Tatib Dit Lantas Polda Sumut, Kompol Murta Dha menjelaskan bahwa penertiban di Pos Pam Penyekatan Bandar Kajum wilayah hukum Polres Tebingtinggi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Semua pengendara dan penumpang terutama yang hendak melakukan mudik menggunakan bus bus antar kota dan Provinsi, harus menjalani rapid test dahulu dan apabila bisa menunjukan surat bebas Covid-19, maka tidak dilakukan pemeriksaan antigen kepada penumpang,” bilangnya.

Sedangkan Pawas Pos Penyekatan KRYD Bandar Kajum Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, AKP H Samosir, mengatakan bahwa pelaksanaan rapid test Antigen ditemukan 1 orang penumpang dari Bus PT RAPI Nopol BK 7305 LD yang hasil tesnya menunjukkan positif sesudah dilakukan pemeriksaan rapid antigen oleh petugas kesehatan yang bertugas.

“Yang dinyatakan positif penumpang Bus PT Rapi adalah AT (42) warga Desa Bilang Paku Kecamatan Pasam, Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh,” paparnya.

Penumpang Bus Rapi yang Positif, ST dibawa petugas Kesehatan Kota Tebingtinggi untuk dilakukan isolasi mandiri bertempat di TC Jalan Dr Kumpulan Pane kota Tebingtinggi dan akan dilakukan perawatan hingga selama 14 hari. (ian/han)

Dambakan Perbaikan Jalan dan Air Bersih, Warga Desa Lau Lebah Berdonasi Rp100 Ribu per KK

JEMBATAN GANTUNG: Warga Dusun Payarengo Desa Lau Lebah, Kecamatan Gunung Sitember, Dairi, gotong-royong perbaiki jembatan gantung.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Warga Dusun Payarengo, Desa Lau Lebah, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, dambakan perhatian pemerintah pembangunan sarana transportasi jalan dan air minum. Masyarakat mengumpulkan uang Rp100 ribu per kepala keluarga (KK) perbaikan jembatan gantung (rambing).

JEMBATAN GANTUNG: Warga Dusun Payarengo Desa Lau Lebah, Kecamatan Gunung Sitember, Dairi, gotong-royong perbaiki jembatan gantung.

Rudianto Tinambunan (42), Minggu (29/5) lewat telepon mengatakan, warga bergotong-royong akhir pekan lalu memperbaiki jambatan gantung secara swadaya dengan mengumpulkan uang sebesar Rp 100 ribu per KK. Jambatan gantung akses menuju Desa Tanah Pinem Kecamatan Tanah Pinem, sudah berusia puluhan tahun. Merupakan akses terdekat ke luar dari Payarengo.

Memang ada jalan Payarengo menuju Lau Lebah, tetapi jaraknya cukup jauh dan kondisinya memprihatinkan. “Tidak ada campur tangan pemerintah pembangunan jembatan gantung itu, masyarakat berswadaya untuk membangun, meski secara bertahap,” katanya.

Untuk pembangunan pondasi, katanya, warga pernah mengumpulkan uang sebesar Rp 300 per KK. Dan gotong-royong akhir pekan lalu perbaikan kawat dan lantainya. Bila tidak diperbaiki, anak- anak dari Payarengo tidak bisa bersekolah. Apa lagi jarak jembatan gantung dengan sungai Lau Renun sekitar 70 meter.

“Bila tidak diperbaiki sangat rawan bagi pengguna. Jembatan gantung sepanjang 30 meter itu sarana vital bagi warga, apa lagi akses itu digunakan anak siswa SMP bersekolah ke Tanah Pinem,” ungkapnya.

Sementara jarak Dusun Payarengo ke Lau Lebah cukup jauh. Dusun Payarengo berpenduduk sekitar 33 KK harus menempuh puluhan kilometer menuju Gunung Sitember, sebagai ibukota kecamatan. Bahkan mengeluarkan hasil pertanianpun, warga harus membayar ongkos barang Rp 30 per karung, naik kendaraan gardan dua.

Selain akses jalan, warga juga sangat sulit mendapatkan air minum yang bersih. Sejak ada permukiman di Payarengo, warga memanfaatkan sungai Lae Butar sebagai sumber air minum, yang jaraknya 30 meter dengan kondisi sangat curam dan kebersihan air tidak terjamin.

Air sungai kadang berwarna kuning, sehingga tidak layak dijadikan sebagai air minum. “Kadang kita beli air Rp 6 ribu per jeregen dan menampung air hujan, untuk digunakan sebagai air bersih,” tuturnya.

Akibat kondisi itu, situasi warga Payarengo sangat memprihatinkan. Miris rasanya melihat daera lain, yang sudah maju dan berkembang. “Bila melihat daerah lain, rasanya warga Payarengo belum merdeka seutuhnya,” katanya.

Ia sangat mensyukuri adanya dana desa, sehingga sebagian jalan menghubungkan Lau Lebah dengan Payarengo bisa diperbaiki meskipun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan mobil gardan dua.

Diharapkan pemerintah memberikan perhatian ke Dusun Payarengo, agar tidak tertinggal dengan daerah lain. “Saat ini yang kami butuhkan perbaikan akses jalan dan sarana air minum,” katanya.

Persoalan hasil pertanian, katanya, Dusun Payarengo sangat baik seperti jagung, coklat kemiri dan lainnya. “Kami berharap sarana tranportasi dan sarana air minum bisa segera didapatkan warga,” pungkasnya.(rud).

Warga Dairi Terpapar Covid 77 Orang

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Munthe. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Jumlah warga Kabupaten Dairi, terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat. Berdasarkan data diperoleh dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 hingga, Sabtu (29/5) jumlah warga terkonfirmasi sebanyak 77 orang, dan kontak erat 264 orang.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, Rahmatsyah Munthe. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Dairi, Rahmatsyah Munthe, Minggu (30/5) memaparkan, grafik penularan positif Covid terus bertambah setiap minggu.”Penularan akibat masih kurang disiplinnya masyarakat terhadap penetapan protokol kesehatan (Prokes),” ucap Rahmatsyah.

Rahmatsyah menjelaskan, penyebaran warga ke-77 orang terkonfirmasi Covid-19, terdapat di 11 kecamatan yakni, Kecamatan Sidikalang 27 orang, Kecamatan Sumbul 20 orang, Sitinjo 8 orang, Parbuluan 7 orang, Siempat Nempu Hilir 4 orang, Siempat Nempu Hulu 3 orang, Silima Pungga-Pungga 2 orang, Gunung Sitember 1 orang, Lae Parira 1 orang serta Tanah Pinem 1 orang.

Secara akumulasi, jumlah warga Dairi sembuh/selesai menjalani perawatan atau isolasi sebanyak 301 orang. Sementara akumulasi meninggal dunia sebanyak 31 orang. “Satgas Penanganan Covid-19 tetap mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, memakai masker, menjauhi kerumunan dan rajin mencuci tangan,”pinta Rahmatsyah. (rud/han)