28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 3411

Gerebek Rapid Test Antigen Drive Thru di Lapangan Merdeka, Polisi Sasar Limbah Medis

GELEDAH: Personel Polrestabes Medan menggeledah layanan test swab antigen drive thru di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka, Selasa (25/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polrestabes Medan terus mendalami pelanggaran hukum terhadap layanan rapid test drive thru di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka Medan. Selain perizinan dan dugaan pelanggaran protokol kesehatan, polisi mendalami juga mendalami pencurian arus listrik dan pembuangan limbah medis.

GELEDAH: Personel Polrestabes Medan menggeledah layanan test swab antigen drive thru di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka, Selasa (25/5).

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, aliran listrik ke pos layanan rapid test antigen yang dikelola PT Sumatera Siberia Kompaniya (PT SSK) ilegal. Sebab, mencuri arus listrik. “Iya (mencuri arus listrik), selama empat bulan,” kata Riko saat turun langsung ke lokasi pada Rabu (26/5) malam.

Petugas PLN sudah datang memeriksa aliran listrik layanan rapid test tersebut. Menurut petugas, aturannya setiap pelanggan PLN yang menggunakan aliran listrik harus memakai meteran. “Untuk lebih detailnya terkait itu silakan tanyakan ke PLN. Tapi, yang jelas kita masih dalami lebih lanjut kasusnya,” ujar dia.

Sementara, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan AKP Rafles mengatakan, pihaknya juga mendalami terkait pembuangan limbah medis. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dilakukan penggerebekan ke lokasi rapid test tersebut. “Awal mula penindakan itu dari kabarnya limbah-limbah medis yang tidak diambil. Jadi ada prosedur yang dilakukan kalau terkait limbah itu gak boleh dari 24 jam sudah harus diambil. Nah, ini sudah berhari-hari,” kata Rafles.

Rafles menyebutkan, terkait perizinan juga masih didalami. “Terkait yang beredar adalah sudah ada izin dari instansi terkait, yang bisa saya sampaikan sampai saat ini kami hanya menerima itu adalah surat tidak keberatan. Tidak lazim sebagaimana biasanya terkait usaha-usaha yang lain. Karena itu, kita sedang meminta keterangan dari pihak yang mengeluarkan surat tidak keberatan tersebut,” ungkapnya.

Rafles menyatakan, layanan rapid test itu keberadaannya cuma sebatas rekomendasi saja dari instansi terkait. “Hanya surat dari beberapa instansi terkait yang mengatakan tidak keberatan diadakannya layanan tersebut. Nah, kalau itu kan sifatnya rekomendasi, bukan izin,” cetus dia.

Karena itu, pihaknya juga melakukan penggerebekan lokasi rapid test di Jalan Bukit Barisan, Lapangan Merdeka Medan pada Rabu malam. “Penggerebekan itu pengembangan kasus, karena di sana (Jalan Pulau Pinang) ditemukan banyak cacat prosedural makanya kita periksa juga yang di situ,” ucapnya.

Dia menyebutkan, layanan rapid test antigen di depan Kantor Pos Medan tidak ada izin dari Dinas Pariwisata Kota Medan. “Kalau untuk rapid test antigen di depan Kantor Pos Medan kurang lebih sejenislah, surat tidak keberatan. Karena belum ada izin, ya jangan beroperasi dulu. Semuanya harus dibuktikan hitam di atas putih,” tandasnya.

Diketahui, petugas Unit Tindak Pidana Khusus Satreskrim Polrestabes Medan menggerebek layanan test swab antigen drive thru tersebut, Selasa (25/5) sore. Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan sejumlah orang dan barang seperti alat test swab dan rapid test antigen serta perangkat elektronik yang digunakan.

Kuasa Hukum PT SSK, Julheri Sinaga mengatakan, penghentian aktivitas layanan tersebut yang dilakukan polisi, banyak disesalkan berbagai pihak. Terlebih, hal tersebut dilakukan dalam rangka menyukseskan program Presiden Jokowi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Akan tetapi, di tengah wabah pandemi ini ternyata Polrestabes Medan justru menutup aktivitas perlindungan masyarakat.

“Sebetulnya apa yang dilakukan PT Sumatera Siberia Kompaniya justru membantu pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19. Karena itu, dalam hal ini harusnya Polrestabes Medan sebagai pengayom dan pelindung masyarakat menjadi garda terdepan dalam melindungi kesehatan masyarakat, bukan malah berlaku represif menutup lokasi itu,” ujar Julheri kepada wartawan, Selasa (25/5) malam.

Julheri menyatakan, terkait perizinan tidak ada masalah, semua dokumennya ada. “Ada surat izin dari Dinas Perhubungan Kota Medan. Ada juga surat pemberitahuan ke Kapolrestabes, surat pemberitahuan ke Kasatlantas, surat pemberitahuan ke Kasat Intel, surat pemberitahuan ke Kabag Ops. Jadi, marilah bekerja sama yang baik untuk menyukseskan program Presiden Jokowi untuk segera menuntaskan penyebaran Covid-19,” tegas dia. (ris/ila)

DPRD Medan Minta Polisi Tak Menduga-duga

Komisi I DPRD Medan meminta counterpartnya, yakni Polrestabes Medan untuk mengusut tuntas hasil penggerebekan yang mereka lakukan kepada layanan rapid test antigen drive thru di Lapangan Merdeka Medan, Selasa (25/5) sore. Tak cuma itu, hasil penggerebekan tersebut juga diminta agar diungkapkan secara transparan.

Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Habiburrahman Sinuraya mengatakan, hal itu pen-ting untuk dilakukan agar tidak menimbulkan opini di tengah-tengah masyarakat. Polisi harus dapat menjelaskan apa yang menjadi dasar penggerebekam tersebut, dan tidak hanya sekadar menduga-dugan

Sebab, sejak beroperasi pada Februari 2021 yang lalu, banyak masyarakat yang memanfaatkan keberadaan layanan test swab antigen drive thru untuk melakukan pengecekan kesehatan maupun kepentingan surat bagi pelaku perjalanan antar kota.

“Sebaiknya dijelaskan, kenapa dilakukan penggerebekan. Apa yang menjadi sebab makanya dilakukan penggrebekan, tujuannya apa, lalu usut sampai tuntas, jangan sekadar menduga-duga. Selanjutnya, sebaiknya hasilnya pengusutannya harus disampaikan kepada masyarakat, agar jelas dan transparan,” ucap Habib kepada Sumut Pos, Kamis (27/5).

Menurut Habib, sebelum polisi belum dapat membuktikan kejanggalan ataupun tindakan ilegal dari hasil penggerebekan tersebut, politisi Partai NasDem tersebut juga meminta agar penyelenggara layanan test swab antigen drive thru tetap dapat diberikan kesempatan untuk melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang datang.

Apalagi, keberadaan swab antigen drive thru di Lapangan Merdeka sangat membantu masyarakat dan dapat mencegah terjadinya penumpukan masyarakat di rumah sakit bagi masyarakat yang akan melakukan pemeriksaan Covid-19.”Sejujurnya saja, layanan drive thru itu sangat membantu masyarakat juga. Karena kalau semua masyarakat harus ke rumah sakit, ya bisa penuh rumah sakit itu semua,” ujarnya.

Apalagi, sepengetahuan dirinya, pelayanan test swab antigen drive thru di Lapangan Merdeka juga telah mengantongi izin dan turut dihadiri serta mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. “Soal adanya temuan ‘pencurian’ arus listrik, saya pikir itu masalah lain ya, tidak ada kaitannya dengan swab antigen itu sendiri. Dan yang pasti, jangan sampai kejadian ini justru menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat untuk melakukan swab antigen agar selalu aman dalam beraktifitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah meminta Dinas Kesehatan Kota Medan diminta untuk memperketat pemberian izin dan harus melakukan monitoring berkala di setiap penyelenggaraan Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Kota Medan. “Pemberian izin harus diperketat kepada penyelenggara Rapid Test Covid-19 Drive Thru dan selalu dimonitoring secara berkala oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Medan, agar tidak terjadi lagi seperti kasus yang terjadi di Bandara Kualanamu dan kasus tidak ada izinnya atau legalitas penyelenggara Rapid Test Covid-19 Drive Thru,” kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan tersebut.

Sebab bila ada ditemukan penyelenggara Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Kota Medan tidak berizin dan tidak ada legalitasnya, maka hal ini akan menjadi ancaman keselamatan bagi masyarakat Kota Medan, terutama ancaman akan terpapar virus Corona.”Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga harus memperketat pemberian izin secara teknis dan selalu melakukan monitoring berkala terkait limbah dari penyelenggara Rapid Test Covid-19 Drive Thru di Kota Medan,” tegasnya.

Sebab limbah dari penyelenggaraan Rapid Test Covid-19 Drive Thru ini bukan limbah yang biasa, namun limbah yang tergolong limbah infeksius, yakni limbah yang bisa menjadi sumber penyebaran penyakit baik kepada petugas, pasien, pengunjung ataupun masyarakat di sekitar lingkungannya. “Limbah ini harus diperlakukan secara khusus, makanya penyelenggara Rapid Test Covid-19 Drive Thru ini tidak hanya harus mengantongi izin dari dinas Kesehatan dan pihak kepolisian saja. Tetapi, harus juga memiliki izin dari Dinas Lingkungan Hidup,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto mendesak Polrestabes Medan untuk transparan mengungkap ke publik soal hasil penggerebekan tersebut. “Harus ada penjelasan mengapa dilakukan penggrebekan? Apa yang menjadi sebab penggerebekan? Tujuannya apa? Mungkin, kalau bahasa saya lebih tepatnya polisi melakukan sidak atau mencari fakta-fakta di lapangan. Sah-sah saja. Tapi hasilnya harus disampaikan ke masyarakat,” kata Ketua Komisi A DPRD Sumut kepada wartawan, Kamis (27/5).

Dikatakannya hal itu penting agar tidak menimbulkan opini di masyarakat. Terlebih sejak beroperasi Februari 2021 lalu, banyak masyarakat yang memanfaatkan keberadaan rapid test drive thru untuk sekadar mengecek kesehatan maupun kepentingan surat bagi pelaku perjalanan jauh.(map/prn/ila)

Protes Jalan Rusak Pakai Keranda Mayat

BOPONG KERENDA: Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Remaja Peduli Labuhandeli menggelar protes jalan rusak di Jalan Veteran, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang, dengan membopong kerenda, Kamis (27/5).fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Remaja Peduli Labuhandeli menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Veteran, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, Kamis (27/5) pukul 11.00 WIB. Aksi protes menuntut perbaikan jalan rusak berlangsung secara spontan. Para pemuda memikul keranda mayat ditutupi karton putih menyampaikan aspirasi di badan jalan yang mengakseskan Medan – Belawan.

BOPONG KERENDA: Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Remaja Peduli Labuhandeli menggelar protes jalan rusak di Jalan Veteran, Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang, dengan membopong kerenda, Kamis (27/5).fachril/sumut pos.

Aksi berlangsung tertib. Mereka terus berorasi mencari perhatian pengguna jalan. Sejumlah karton berisikan tulisan protes mereka bentang di sepanjang jalan tersebut.

“Sudah lama jalan ini rusak, tapi sampai saat ini tidak jug diperbaiki Keranda mayat ini sebagai simbol matinya kepedulian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas kerusakan jalan ini,” teriak pengunjuk rasa.

Kordinator aksi, Usman mengatakan, aksi yang mereka lakukan sebagai wujud kepedulian kepada pengguna jalan, karena jalan tersebut sudah rusak parah. Namun, pemerintah belum juga memperbaiki.”Ini aksi spontan, kami sudah bosan dengan jalan Veteran ini penuh lubang. Bahkan tidak sedikit pengendara yang terjatuh akibat lubang yang sudah membesar,” ucapnya.

Dijelaskannya, jalan tersebut merupakan tanggung jawab provinsi, tetapi sampai saat ini belum ada juga diperbaiki atau dirawat. “Kami menggelar aksi ini, karena kami tidak mau ada keluarga, abang, kakak, saudara kami yang jadi korban akibat jalan rusak ini,” tegas Usman.

Ia berharap Pemerintah Sumatera Utara dapat peduli dengan kondisi jalan tersebut. Kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Ramahyadi segera menyahuti aspirasi mereka, agar jalan yang sudah rusak selama dua tahun ini segera diperbaiki. “Kalau aksi kami tidak didengar. Kami akan terus menggelar aksi sampai adanya perbaikan jalan kami ini,” tegas Usman.

Aksi unjuk rasa tersebut sempat membuat macet arus lalu lintas. Setelah berorasi hampir satu jam, para pengujuk rasa membubarkan diri. (fac/ila)

DPTD PKS Kota Medan Kunjungi DPD Partai Golkar Kota Medan

BERSAMA: Rombongan DPTD PKS Medan foto bersama Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan H.M Syaf Lubis S.E dan pengurus Golkar lainnya, foto bersama. markus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan melanjutkan agenda Silaturahim Kebangsaannya. Pada silaturahim kali ini, jajaran pimpinan DPTD PKS Kota Medan menyambangi kantor DPD II Partai Golkar Kota Medan di Jalan Jend Gatot Subroto No.173/175, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Selasa (25/5) sore. Sebelumnya, DPD II PKS Kota Medan telah melakukan silaturahim kebangsaannya ke DPC Partai Demokrat Kota Medan.

BERSAMA: Rombongan DPTD PKS Medan foto bersama Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan H.M Syaf Lubis S.E dan pengurus Golkar lainnya, foto bersama. markus/sumut pos.

Rombongan DPTD PKS Medan yang dipimpin Sekretaris DPD PKS Kota Medan, Rudiawan Sitorus, M.Pem.I disambut langsung oleh ketua DPD Partai Golkar Medan H.M Syaf Lubis S.E

Saat itu, Rudiawan Sitorus yang akrab disapa URS (Ustadz Rudiawan Sitorus) menyampaikan harapannya agar kedepannya PKS dan Partai Golkar dapat bersama-sama berkolaborasi dalam membangun Kota Medan kearah yang lebih baik.

“Fokus silaturahim kita ini adalah silaturahim kebangsaan, dimana antara PKS dan Golkar ingin berkolaborasi membangun Kota Medan kedepannya kearah yang lebih baik,” ucapnya dalam penyampaian kata sambutan silaturahim kebangsaan tersebut.

Rudiawan juga mengajak DPD Partai Golkar Kota Medan sebagai partai Politik yang mampu memberikan solusi bagi warga Kota Medan ditengah kondisi saat ini. “Di tengah kondisi saat ini, kita ingin bersama-sama menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Medan,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPD Partai Golkar Kota Medan H.M Syaf Lubis S.E memberikan apresiasi atas kehadiran rombongan DPTD PKS Kota Medan dalam rangka silaturahim kebangsaan.”Kami sangat bangga atas kehadiran teman-teman seperjuangan dari PKS Kota Medan dalam agenda Silaturahim Kebangsaan yang dilaksanakan oleh PKS Kota Medan. Walaupun sudah banyak yang kami kenal, kami lihat pengurusnya ini wajah-wajah baru, semakin muda-muda saya lihat,” katanya.

Syaf Lubis menegaskan agar ke depannya PKS dan Partai Golkar bisa bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan warna perpolitikan, khususnya di Kota Medan.

Silaturahim Kebangsaan ke DPD Partai Golkar Kota Medan itu turut dihadiri Sekretaris DPD Partai Golkar Medan Sunardi Ali, Bendahara H. Kamaluddin, Wakil Ketua DPD Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Medan M Afri Rizki Lubis dan sejumlah pengurus DPD II Partai Golkar Kota Medan lainnya.

Di sisi PKS, selain dihadiri Rudiawan Sitorus, rombongan PKS Kota Medan juga turut dihadiri Sekretaris DED PKS Kota Medan Doli Indra Rangkuti, Ketua Bidang Kebijakan Publik sekaligus menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajuddin Sagala, dan sejumlah pengurus PKS Kota Medan lainnya. (map/ila)

Pemko Tebingtinggi Raih Predikat WTP

SERAHKAN: Kepala Perwakilan BPK Sumut Eydu Oktain Panjaitan menyerahkan LHP Pemko Tebingtinggi kepada Wali Kota, Umar Zunaidi Hasibuan.Sopian/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Kota Tebingtinggi Tahun Anggaran 2020, Selasa (25/5) di Kantor BPK Sumut Medan dengan predikat Wajar Tanpa Pengeculian (WTP).

SERAHKAN: Kepala Perwakilan BPK Sumut Eydu Oktain Panjaitan menyerahkan LHP Pemko Tebingtinggi kepada Wali Kota, Umar Zunaidi Hasibuan.Sopian/SUMUT POS.

Kepala BPK Perwakilan Sumut, Eydu Oktain Panjaitan, dalam sambutannya menyampaikan hasil pemeriksaan BPK dimana dalam hasil pemeriksaan tersebut BPK terdapat beberapa catatan yang menjadi perhatian serius untuk Pemko Tebingtinggi.

“Karena Pemko Tebingtinggi telah langsung merespon dan menindaklanjuti segala permasalahan tersebut, maka BPK memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemko Tebingtinggi Tahun 2020,” ucap Kepala BPK Sumut Eydu.

Menurutnya, atas keberhasilan ini, Kepala BPK Sumut memberikan apresiasi atas kerja keras Pemerintah, DPRD dan jajaran Pemko Tebingtinggi. Kepala BPK Sumut juga berharap agar kedepannya prestasi ini dapat lebih tingkatkan.

Sementara itu, Ketua DPRD Tebingtinggi Basyaruddin Nasution menyampaikan bahawa apa yang menjadi catatan BPK kepada Pemko Tebingtinggi dan jajarannya adalah hal yang sangat berguna untuk perbaikan perbaikan kedepannya.

“Kami boleh saja meraih prestasi prestasi yang dilajukan, namun yang terpenting adalah memperbaiki dan membuat semuanya sesuai dengan ketentuan ketentuan yang telah ditetapkan oleh peraturan peraturan pemerintah,” ujar Basyaruddin.

Usai menerima LHP, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, dalam penyampaian laporan keuangan, kita harus melihat regulasi yang ada dengan tetap mengedepankan bahwa penatausahaan, mulai dari perencanaan, pengadaan, pemeliharaan maupun penataan aset, serta persediaan barang dan cadangan yang ada, harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

“Tidak ada yang boleh terlewat, tidak ada yang boleh terlampaui. Demikian juga dengan pengadaan pengadaan barang dan jasa, semuanya harus diukur kebenarannya, baik kualitas maupun kuantitasnya. Harus ada uji laboratorium yang dilakukan sehingga semuanya secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan tentang kualitasnya,” bilang Umar Zunaidi.

Menurut Umar, dengan keberhasilan ini, tercatat Pemerintah Kota Tebingtinggi telah 5 kali meraih penghargaan LHP dengan predikat WTP dan 3 penghargaan diterima secara berturut turut atas laporan keuangan hingga tahun 2020 dari BPK Perwakilan Sumut.

Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua DPRD Basyaruddin Nasution didampingi Sekdako Muhammad Dimiyathi, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala Inspektorat Kamlan Mursyid, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian dan para OPD terkait langsung menerima LHP Keuangan Pemko Tebingtinggi yang diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BPK Sumut Eydu Oktain Panjaitan. (ian)

Keterangan Foto:

DPRD Nisel Setujui Propemperda Tahun 2021

PARIPURNA: Ketua DPRD Nias Selatan, Elisati Halawa pada saat menandatangani berita acara Propemperda bersama dengan Wabup Nisel. Selasa, (25/5).

NISEL, SUMUTPOS.CO – Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Nias Selatan menggelar paripurna dalam rangka persetujuan bersama terhadap Program Pembentukan Peraturan Daerah (PROPEMPERDA) Tahun Anggaran 2021, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Nias Selatan, Jalan Saonigeho KM. 3 Teluk Dalam, Selasa(25/5).

PARIPURNA: Ketua DPRD Nias Selatan, Elisati Halawa pada saat menandatangani berita acara Propemperda bersama dengan Wabup Nisel. Selasa, (25/5).

Ketua Bapemperda, Samahato Buulolo dalam laporannya menyampaikan, menindaklanjuti surat Bupati Nias Selatan nomor: 188.34/6041/HK/2021 tanggal, 06 Mei, perihal penyampaian PROPEMPERDA Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2021, selanjutnya, pada hari Selasa, (6/5), pimpinan dan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) DPRD Nisel telah melaksanakan rapat kerja dengan Pemkab dalam rangka pembahasan dan penyusunan Program Pembentukan Peraturan Daerah (PROPEMPERDA) Kabupaten Nias Selatan Tahun Anggaran 2021.

Adapun hasil kesepakatan pada saat itu, yakni tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Nias Selatan Tahun 2021-2026 (Ranperda baru), Perubahan atas Peraturan Daerah nomor 2 Tahun 2016 tentang pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Nias Selatan (Ranperda perubahan).

Kemudian, tentang Badan Permusyawaratan Desa (Ranperda baru), Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa (Ranperda), Desa Wisata dan Desa Adat (Ranperda baru), Perubahan pembebasan Pembiayaan Pendidikan dan Kesehatan (Ranperda baru) dan Pengelolaan pokok-pokok Keuangan Daerah.

Wakil Bupati Nias Selatan, Firman Giawa, mengatakan penetapan PROPEMPERDA Tahun 2021 ini, untuk mewujudkan sistem Hukum yang mantap dan menciptakan kehidupan masyarakat yang adil dan demokratis.(mag-11)

Ikuti STQH XVII Tingkat Sumut, Bupati Lepas 34 Kafilah Asahan

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan melepas 34 Kafilah untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) XVII tahun 2021 tingkat Sumut di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Kamis (27/5).

Dalam sambutannya, Bupati Asahan H. Surya, B.Sc berharap para peserta dapat mewujudkan harapan masyarakat Kabupaten asahan untuk menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Lebih lanjut Bupati juga menyampaikan pesan kepada Kafilah agar peserta selalu menjaga dan menerapkan protokol kesehatan. Kepada pelatih dan official, Bupati berpesan agar bersungguh sungguh menjaga dan melatih peserta dan menjadi yang terbaik.

Bupati Asahan juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh Kafilah Kabupaten Asahan yang akan berpartisifasi, dan diharapkan dapat mengharumkan nama Kabupaten Asahan di tingkat Sumatera Utara bahkan tingkat Nasional.

Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Setdakab Asahan, H. Ali Mughofar menyampaikan, bahwa Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XVII Tahun 2021 Provinsi Sumatera Utara akan berlangsung selama 7 hari sejak tanggal 27 Mei hingga 2 Juni 2021 di Kampus BPSDM, Medan. (mag-9)

Ali Mughofar juga menjelaskan, jumlah Kafilah Kabupaten Asahan pada pelaksanaan STQH XVII tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2021 sebanyak 34 orang yang terdiri dari pimpinan kafilah, pelatih, official, tenaga kesehatan dan peserta. (mag-9)

1.000 Lansia Disuntik Vaksin Covid Sinovac

VAKSIN: Seorang lansia disuntik vaksin Sinovac yang digelar di Gedung Asber Nasution, Tebingtinggi, Kamis (27/5).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.000 orang lansia (lanjut usia) mengikuti suntikan vaksin Covid Sinovac yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi di Gedung Asber Nasution, Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi. Pelaksanaan vaksin lansia tersebut diawasi oleh Satgas Covid-19, agar pelaksananaannya sesuai dengan protokol kesehatan, Kamis (27/5).

VAKSIN: Seorang lansia disuntik vaksin Sinovac yang digelar di Gedung Asber Nasution, Tebingtinggi, Kamis (27/5).

Tampak hadir Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso, OPD, Camat se Kota Tebingtinggi. Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi bagi Lansia merupakan program Pemerintah Pusat dan program lansia itu diutamakan karena para lansia rentan terserang virus corona dikarenakan faktor usia dan kondisi fisik.

“Kota Tebingtinggi membutuhkan sekitar 120.000 vaksin dari total jumlah penduduk Kota Tebingtinggi yang berjumlah sekitar 172.000 dan hingga saat ini target kita baru 9.400 vaksin oleh karena itu telah mengajukan surat kepada Pemerintah Pusat untuk meminta 50.000 vaksin lagi guna mencapai target 50 persen,” papar Umar Zunaidi.

Menurut Umar, vaksinasi hingga akhir Juni 2021 termasuk tenaga pengajar atay guru dan total dari 2.600 guru yang telah divaksin sebanyak 1.600 orang. “Dengan catatan jika Pemerintah pusat telah mengijinkan pembelajaran tatap muka kita telah siap dengan tenaga pengajar yang telah di vaksin,” jelasnya.

Umar Zunaidi menyatakan, hingga saat ini orang yang telah divaksin tidak ada ditemukan permasalahan yang menonjol atau kontradiksi akibat vaksin. Pemko Tebingtinggi mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak takut divaksin serta jangan percaya terhadap oknum oknum yang mengatakan vaksin itu bayar karena diberikan secara gratis.

Sedangkan Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso mengatakan, saat ini Pemko Tebingtinggi sedang melaksanakan vaksinasi massal bagi lansia dan diharapkan program tersebut sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, Kapolri dan Kapolda.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk tidak takut di vaksin dan saya katakan bahwa vaksin tersebut gratis dan tidak di pungut biaya apapun sehingga apabila ada oknum oknum tertentu yang mengutip biaya maka segera laporkan kepada kami,” jelasnya.

Menurut AKBP Agus Sugiyarso bahws Saat ini Polres Tebingtinggi bekerja sama dengan steakholder lainnya gencar melakukan operasi yustisi bagi masyarakat terutama bagi pengunjung cafe dan pemilik cafe yang tidak menerapkan prokes 5 M. “Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Tebingtinggi untuk selalu menerapkan prokes guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” paparnya. (ian/han)

Meski BRIsyariah Dimerger, Aset BRI Tetap Tumbuh Positif Di Kuartal I 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penggabungan atau merger BRIsyariah menjadi BSI berpengaruh besar terhadap aset tiga bank pelat merah mulai kuartal I 2021. Namun demikian, meskipun aset BRIsyariah sudah tidak dikonsolidasikan ke BRI pasca merger tiga bank syariah milik Himbara, BRI masih mampu mencatatkan pertumbuhan Aset selama tiga bulan pertama tahun ini.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa ditengah periode krusial yang penuh tantangan akibat pandemi, BRI terus fokus menjaga pencadangan dan konsisten menciptakan kinerja yang sustain. “Sampai Maret 2021 BRI mampu mencatatkan Laba Rp6,86 triliun. Aset pun masih tumbuh positif 3,38 persen yoy dengan total Aset BRI mencapai Rp1.411,05 triliun. Ini naik dibandingkan kuartal I tahun lalu di mana Aset BRI Rp1.358,98 triliun,” ujar Aestika.

Artinya meskipun Aset BRIsyariah sebesar Rp.57,9 triliun (per Desember 2020) sudah tidak dikonsolidasikan ke BRI pasca merger tiga bank syariah milik Himbara, namun BRI masih mampu mencetak pertumbuhan Aset positif selama kuartal 1 tahun ini.

Selain itu, BRI juga berhasil menjaga Aset tetap bertumbuh positif hingga Maret 2021 kendati Perseroan mengalihkan seluruh portofolio dan layanan perbankan diwilayah Aceh kepada BRIsyariah (yang saat ini telah bergabung menjadi BSI) karena penerapan qanun di wilayah tersebut. Dalam qanun tersebut, lembaga keuangan di Aceh harus dikonversikan menjadi syariah atau mengoperasionalkan unit syariahnya. Hal ini sejalan dengan komitmen BRI untuk tunduk dan menjalankan ketentuan Peraturan Daerah qanun No.11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Penciptaan Value untuk Pertumbuhan yang Sustain

Menurut Aestika, pada kondisi ekonomi yang menantang dan upaya mendukung pemulihan ekonomi nasional, persaingan bukan soal balapan dari sisi aset, pertumbuhan profit atau faktor-faktor keuangan lainnya, tetapi yang terpenting bagaimana BRI meng-create value kepada stakeholder. “Di tengah kondisi yang masih menantang akibat pandemi Covid-19 yang belum berakhir, BRI fokus menjaga konsistensi sustainability kinerja dan menciptakan economic value dan social value untuk seluruh pemangku kepentingan”, ujar Aestika.

“Kita bukan berkompetisi. Menjadi konservatif pada saat ini adalah pilihan bijak. Bankir harus berfikir jauh, berfikir sustainability. Bagi kami, meng-create value itu jauh lebih penting, memberikan manfaat untuk stakeholder, untuk masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Penerapan nilai sosial dan ekonomi secara bersamaan telah membuat kinerja BRI tumbuh sustain. Ini sudah dibuktikan BRI yang sukses menghadirkan layanan keuangan terbaik bagi nasabah kecil dan hingga pelosok daerah, serta di sisi lain terjaga profitabilitasnya.

Di saat bersamaan, penerapan nilai-nilai ini berdampak pada bergeraknya perekonomian masyarakat, sehingga berujung pada meningkatnya kesejahteraan, termasuk pelaku UMKM untuk jangka panjang. “Kami akan terus mengambil peran jadi garda terdepan dalam pemulihan ekonomi nasional dan menjadi mitra utama pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan dan stimulus untuk mendorong permintaan kredit. Pada situasi saat ini, BRI terus fokus untuk menyelamatkan UMKM, mendukung kebangkitan UMKM nasional agar bertumbuh dan berdaya saing,” ujar Aestika.

Pertumbuhan positif Aset BRI pada kuartal I 2021 juga telah mendorong perolehan laba Perseroan selama tiga bulan tahun ini. Selain ditopang penyaluran kredit sebesar Rp914,19 triliun, dengan pertumbuhan kredit segmen mikro sebesar 12,43 persen yoy atau sebesar Rp360 triliun. Dari sisi liabilities, BRI juga berhasil mencetak dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 1.049,32 triliun atau tumbuh 1,97 persen yoy. 

BRI secara kontinu akan menerapkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang baik guna meraih keberlanjutan kinerja. Keberlanjutan kinerja BRI tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang terkendali dilevel 3,16 persen pada akhir Maret 2021. Selain itu, BRI juga menyiapkan pencadangan (NPL Coverage) di kisaran 250,60 persen. Dari aspek rasio LDR dan CAR yang berada pada angka ideal. LDR BRI pada akhir Maret 2021 sebesar 87,12 persen sementara CAR sebesar 19,74 persen atau meningkat 18,56 persen yoy.

Soal Temuan BPK, Fraksi PDIP Minta Gubsu Jelaskan ke Publik

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut menemukan 8 kegiatan penanganan pandemi COVID-19 yang tidak sesuai ketentuan. Atas temuan itu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut meminta Gubsu Edy Rahmayadi menjelaskan persoalan tersebut kepada publik.

“Dalam temuan tersebut ada delapan kegiatan yang menelan anggaran Rp70 miliar. Tentu itu bukan uang sedikit,” kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Mangapul Purba dalam keterangannya, kemarin (27/5/2021).

Secara tegas Mangapul juga  meminta Gubsu Edy bertanggung jawab atas hal itu. “Kita minta Pemprov menjelaskan kepada publik termasuk penyelenggara pemeriksa keuangan soal pertanggungjawaban yang selayaknya diberikan,” katanya.

Kemudian Mangapul, mendesak Gubsu agar menyelesaikan beberapa program dalam penanganan Covid-19 yang juga masuk temuan BPK tersebut, agar WTP yang diterima Pemprov Sumut tidak sia-sia. “Pemprov harus menyelesaikan progam yang belum diselesaikan, sehingga WTP yang diterima bukan sebatas penilaian pemeriksaan keuangan belaka,” ucapnya.

Mangapul mengingatkan, persoalan pandemi virus Corona ini merupakan tanggung jawab bersama. Namun, urusan penanganan dan pencegahan menjadi tanggung jawab Pemprov Sumut. “Pemerintah sendiri harus mempertanggungjawabkan anggaran yang untuk masyarakat,” jelasnya.

Seperti diketahui BPK menemukan delapan kegiatan penanganan pandemi virus Corona di Sumut yang tidak sesuai ketentuan. Temuan ini terkait belanja tidak terduga yang dilakukan Pemprov Sumut pada delapan kegiatan itu.

“Belanja tidak terduga atas delapan kegiatan penanganan pandemi Covid-19 tidak sesuai ketentuan,” kata Kepala Sub Bagian Humas dan TU BPK Perwakilan Sumut, Mulya Widyopati, melalui keterangan tertulis.

Mulya memaparkan, kegiatan tidak sesuai ketentuan itu antara lain kelebihan pembayaran atas beberapa pengadaan. Selain itu, ada belanja bantuan pembuatan bak becak bermotor yang belum selesai dikerjakan.

“Antara lain kelebihan pembayaran atas beberapa pengadaan, dan ketidakwajaran keuntungan, serta belanja bantuan alih usaha pembuatan bak becak bermotor belum selesai dikerjakan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya. (adz)

Gubsu Laksanakan Salat Gerhana Bulan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melaksanakan Salat Gerhana Bulan di kediaman pribadinya, Jalan Pantai Bunga, Desa Pamah, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Rabu (26/5) malam. Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustaz H Alfan Arbudi SPdi.

Dalam khutbahnya, Ustaz Alfan menyampaikan, saat terjadi gerhana matahari atau bulan, ada beberapa amalan yang disunahkan atau dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, antara lain memperbanyak doa kepada Allah SWT, memperbanyak takbir, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

“Karena saat terjadi gerhana (matahari/bulan) itu, merupakan waktu yang mustajabah di sisi Allah SWT untuk kita bermunajat kepada Allah SWT,” ujar Ustaz H Alfan Arbudi SPdi dalam khutbahnya.

Kemudian, kata Alfan, Nabi juga menganjurkan umatnya untuk melaksanakan Salat Gerhana dan memperbanyak munajat kepada Allah SWT. Serta memperbanyak sedekah, apalagi saat ini masih bulan Syawal yang dianjurkan memperbanyak amal ibadah, termasuk puasa sunnah enam hari.

Seluruh jemaah tampak khusuk dalam melaksanakan Salat Gerhana hingga selesai, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Diakhiri dengan doa bersama, agar pandemi Covid-19 segera berlalu, dan kondisi masyarakat Sumut segera pulih seperti semula.

Diketahui, gerhana bulan total tahun ini sangat spesial dan disebut sebagai Bulan Merah Super atau Super Blood Moon. Hal tersebut dikarenakan bulan tampak merah dan lebih besar dari biasanya. Merahnya bulan tersebut terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh lapisan atmosfer bumi.

Hadir di antaranya para kerabat dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut. Antara lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Irman Oemar, dan sejumlah pimpinan OPD lainnya.(prn)