32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3416

Poldasu Perpanjang Penyekatan hingga 31 Mei 2021, 20 Pengendara Terjaring Positif Covid-19

RAZIA: Petugas Kepolisian dan Dishub melakukan razia terhadap angkutan dari luar kota yang ingin masuk ke Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) dan jajarannya telah melakukan test antigen terhadap 2.343 pengguna jalan yang melintasi pos penyekatan sejak 18 hingga 24 Mei 2021. Hasilnya, 20 orang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Atas dasar itu, Poldasu memperpanjang Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) melalui penyekatan dan pemeriksaan terhadap pengguna jalan hingga 31 Mei 2021.

RAZIA: Petugas Kepolisian dan Dishub melakukan razia terhadap angkutan dari luar kota yang ingin masuk ke Kota Medan.

“Polda Sumut memperpanjang penyekatan di perbatasan provinsi dan kabupaten/kota di Sumut hingga 31 Mei 2021. Sebab, hasil dari KRYD lalu, ada 20 orang yang terjaring di pos penyekatan dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 usai menjalani tes swab antigen,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan, Rabu (26/5).

Selama perpanjangan penyekatan, Hadi meminta personel yang bertugas di Pos Penyekatan wajib melakukan pemeriksaan kepada masyarakat yang keluar masuk Sumut. Karenanya, Poldasu dan jajaran mengimbau, bagi seluruh pengguna jalan agar membawa surat jalan dan hasil swab test, baik yang menggunakan bus, kendaraan pribadi, maupun kendaraan umum lainnya, terkhusus yang keluar dan masuk ke Provinsi Sumut. “Di Pos Penyekatan juga akan diberlakukan pengecekan suhu tubuh dan pelaksanaan swab test secara random kepada para pengguna jalan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di pos pam penyekatan, tapi ada juga di daerah wisata guna meminimalisir penyebaran Covid-19. Untuk setiap daerah wisata, lanjut Hadi, contohnya kolam renang, pantai, tempat hiburan dan juga hunian hotel, diharapkan tetap menjalankan dan menaati protokol kesehatan (Prokes) karena akan dilakukan pemeriksaan secara berkala oleh Personel sejajaran Polda Sumut.

“Akan tetap dilakukan pengecekan penggunaan masker pada masyarakat dan pengecekan ke mal, rest area, coffee shop, warung dan usaha lainnya untuk tetap taat pada jam operasional sesuai dengan instruksi Gubernur dan Bupati/Walikota di Provinsi Sumut. Kami harapkan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi pProkes yang berlaku, selalu memakai masker menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir,” pungkasnya. (mag-1)

Cuaca di Kota Medan Berawan, Super Blood Moon Cuma Separo

SEPARO: Gerhana Bulan total atau Super Blood Moon yang teramati OIF UMSU dari Kampus Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan, terlihat hanya separo, Rabu (26/5) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerhana bulan total (GBT) atau super blood moon telah terjadi tadi malam, Rabu (26/5). Fenomena alam ini merupakan momen langka, karena juga bertepatan dengan Hari Raya Waisak 2565 BE. Seluruh wilayah Indonesia pun dapat menikmati fenomena tersebut dengan mata telanjang.

SEPARO: Gerhana Bulan total atau Super Blood Moon yang teramati OIF UMSU dari Kampus Pascasarjana UMSU, Jalan Denai Medan, terlihat hanya separo, Rabu (26/5) malam.

Sayangnya, pengamatan gerhana bulan total di Kota Medan, Sumatera Utara, terkendala cuaca yang berawan. Sehingga wujud super blood moon hanya terlihat separo. “Kondisi cuaca yang sedikit berawan mengakibatkan penampakan gerhana yang sesungguhnya merupakan momen spesial tidak maksimal, karena sebagian tertutup awan.

Baru pada fase akhir cuaca tampak cerah, sehingga momen gerhana masih bisa dinikmati, bahkan dengan secara langsung tanpa bantuan teleskop,” kata Kepala OIF UMSU, Dr Arwin Juli Rahmadi Butarbutar kepada wartawan di Kampus Pascasarjana UMSU, Jalan Denai, Medan, tadi malam.

Arwin menjelaskan, gerhana bulan total ini merupakan fenomena istimewa. Dengan ciri yang paling mencolok adalah warnanya, sehingga disebut dengan super blood moon. “Fenomena bulan darah ini disebabkan oleh kondisi keterlihatan di Bumi. Saat Bulan melewati bayangan bumi, semakin sedikit sinar matahari yang jatuh ke permukaannya, dan semakin gelap,” ucapnya.

Arwin menjelaskan, warna merah bulan sendiri disebabkan salah satunya adalah karena adanya atmosfer bumi. “Formasi awan besar di Bumi juga dapat menjelaskan perbedaan kecerahan. Efek awan muncul sebagai bercak gelap di seluruh permukaan Bulan yang terhalang,” kata Arwin.

AMATI: Petugas dari OIF UMSU sedang mengamati gerhana Bulan total atau Super Blood Moon dari Kampus Pascasarjana UMSU, Rabu (26/5) malam.

Lebih lanjut, Arwin mengatakan, berbeda dengan momen gerhana sebelumnya, kali ini OIF UMSU menggelar pengamatan gerhana Bulan secara terbatas karena situasi pandemi Covid-19. “Pengamatan gerhana dimulai salat maghrib yang dilanjutkan salat gerhana dengan menerapkan protokol kesehatan,” tutur Arwin.

Untuk pengamatan gerhana, OIF UMSU menyediakan sejumlah teleskop yang dimanfaatkan masyarakat yang untuk kali ini jumlahnya dibatasi. Momen gerhana sendiri, kata Arwin, untuk di kawasan Kota Medan hanya bisa dilihat sekitar 50 persen. “Gerhana bulan mulai tampak setelah matahari terbenam dan berakhir sekitar pukul 19.52 WIB,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hartanto menjelaskan, pengamatan gerhana bulan total teramati hanya 6 menit pada akhir fase total (U3) di wilayah Kota Medan yakni pada pukul 19.16 WIB – 19.21 WIB. “Sementara pada akhir fase sebagian (U4) tidak teramati, karena kondisi tertutup awan tebal (19.52 WIB),” kata Hartanto didampingi Tim Hilal BBMKG Wilayah I Medan lainnya.

Koordinator Bidang Data dan Informasi, Eridawati menjelaskan, berdasarkan Laporan Observasi Gerhana Bulan Total (Super Blood Moon) yang dilakukan di lapangan volly kantor BBMKG Wilayah I Medan, Rabu (26/5) mulai pukul 16.30 WIB hingga 21.00 WIB, terlihat posisi lokasi Lintang 03°32’22″LU, Bujur : 98°38’13″BT, dan Tinggi : 25 meter di atas permukaan laut.

Sedangkan waktu pengamatan Bulan terbit pada 18.29.36 WIB. U3 : 19.16 (hanya teramati sekitar 6 menit). U4 : 19.52.48 WIB (tidak teramati). P4 : 20.51.14 WIB (tidak teramati). Sedangkan kondisi cuaca, dalam keadaan berawan. “Karena cuaca berawan, GBT hanya dapat diamati selama 6-7 menit di fase U3. Dan Streaming dapat dilakukan pada pukul 17.36 WIB,” pungkasnya.

Terjadi 195 Tahun Sekali

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), gerhana Bulan total yang beriringan dengan Hari Raya Waisak sudah beberapa kali terjadi dalam seabad terakhir, yakni pada 24 Mei 1990, 14 Mei 1938, 14 Mei 1957, 25 Mei 1975, dan 16 Mei 2003. Fenomena serupa akan kembali terjadi pada 26 Mei 2040, 7 Mei 2050, 6 Mei 2069, 17 Mei 2087, dan 29 Mei 2106.

Sedangkan fenomena super blood moon atau bulan super merah yang beriringan dengan Hari Raya Waisak pernah terjadi sebanyak empat kali pada abad ke-19, yakni pada 10 Mei 1808, 21 Mei 1826, 1 Juni 1844, dan 21 Mei 1845. Peneliti Pusat Sains Antariksa (Pusainsa) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Emmanuel Sungging mengatakan, fenomena alam yang terjadi bersamaan dengan Hari Raya Waisak ini terjadi dalam siklus 195 tahun sekali.

“Gerhana Bulan 26 Mei 2021 ini disebut sebagai siklus gerhana Bulan Saros seri 121, untuk dua siklus saros berturut-turut, fenomena bulan super merah yang bersamaan dengan Waisak, dapat berulang setiap 195 tahun. Jadi fenomena ini akan terjadi kembali 10 Mei 2199, 21 Mei 2217, dan 16 Mei 2394,” jelasnya kepada JawaPos.com (grup Sumut Pos), Rabu (26/5).

Namun, tidak perlu khawatir. Bagi masyarakat yang ketinggalan menyaksikan super blood moon secara langsung malam ini, di Bulan November mendatang akan ada lagi. Akan tetap, gerhana bulan biasa. “Ada fenomena gerhana bulan lain, di Bulan November,” ujarnya.

Untuk detilnya, pihaknya akan meluncurkan kalender astronomi sebelum fenomena tersebut datang. “Nanti detilnya biasa kami siapkan kalau sudah deket-deket sih,” ujarnya.

Peneliti Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN lainnya, Andi Pangerang juga mengungkapkan, gerhana Bulan kali ini juga cukup unik, karena beriringan dengan terjadinya Perige, yakni ketika bulan berada di jarak terdekat dengan Bumi. “Mengingat lebar sudutnya yang lebih besar 13,77 persen dibandingkan dengan ketika berada di titik terjauhnya (apoge) dan kecerlangannya 15,6 persen lebih terang dibandingkan dengan rata-rata atau 29,1 persen lebih terang dibandingkan dengan ketika apoge, gerhana Bulan kali ini disebut juga sebagai Bulan merah super,” ujarnya.

Durasi fase total gerhana Bulan juga terbilang cukup singkat, yakni 14 menit 30 detik. Puncak gerhana sendiri akan terjadi pada pukul 18.18.43 WIB / 19.43.18 WITA / 20.43.18 WIT dengan jarak 357.464 kilometer dari Bumi, sementara itu puncak Perige terjadi pada pukul 08.57.46 WIB / 09.57.46 WITA / 10.57.46 WIT dengan jarak 357.316 kilometer dari Bumi. Hampir semua negara akan bisa menyaksikan fenomena gerhana Bulan ini jika cuaca cerah, termasuk Indonesia. Dari arah Timur-Tenggara (hingga Tenggara untuk Indonesia bagian Timur), bisa menyaksikannya sekalipun tanpa bantuan alat optik.

Sebagai informasi, secara global, GBT kali ini dapat disaksikan di wilayah Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, Oseania, dan sebagian besar benua Amerika kecuali Kanada bagian Timur, Kepulauan Virgin sampai dengan Trinidad-Tobago, Brazil bagian timur, Guyana, Suriname dan Guyana Prancis.

Untuk Indonesia sendiri, GBT kali ini dapat disaksikan di seluruh Indonesia dari arah Timur-Tenggara (hingga Tenggara untuk Indonesia bagian Timur) tanpa menggunakan alat bantu optik apapun.

Matahari Melintas Tepat di Atas Kakbah

Berdasarkan data astronomi, pada Kamis (27/5) hari ini dan Jumat (28/5) besok, matahari akan melintas tepat di atas Kakbah. Momentum ini dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya.

Hal itu disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim. ’’Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” terangnya di Jakarta, Rabu (26/5).

Ia menjelaskan, peristiwa semacam ini dikenal dengan nama Istiwa A’zham atau Rashdul Qiblah. Artinya, waktu matahari di atas Ka’bah, bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjukkan arah kiblat. “Momentum ini, dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya, sesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah,” katanya.

Dijelaskan Agus, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat, yaitu pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan lot atau bandul. Kemudian, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata. “Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom,” tandasnya. (gus/mag-1/jpc/dtc)

Pakai Smartfren GOKIL MAX Terbaru, Nikmati Harga Paling Gokil dan Kuota Data Terbesar

Regional Head Smartfren North Sumatera, Jefry Batubara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Smartfren kini hadir di kotamu membawa paket GOKIL MAX dengan harga gokil sekaligus kuota paling besar. Paket baru ini dibekali dengan dukungan jaringan telekomunikasi Smartfren yang 100% 4G LTE dan kuota besar hingga 36 GB yang bisa digunakan internetan sepuasnya, siang atau di tengah malam. Mulai dari streaming drama korea sambil, belajar di tengah malam, bekerja jarak jauh, membuat konten video di media sosial, sampai berlatih game esports untuk  mencapai level yang dicita-citakan.

Jefry Batubara, Regional Head Smartfren North Sumatera mengatakan, “Smartfren GOKIL MAX memberikan pengalaman internet maksimal untuk generasi muda Indonesia. Dengan kecepatan penuh dan kuota besar yang bisa dipakai untuk segala aplikasi, siapapun bisa dengan mudah memakai koneksi internet untuk mendobrak batas demi berkarya serta mewujudkan cita-cita.”

Pelanggan bisa menikmati pengalaman berinternet yang maksimal dengan memakai kartu perdana Smartfren GOKIL MAX di 22 kota di Sumatera Utara.

Adapun pilihan kartu perdana tersebut adalah GOKIL MAX Deli untuk Deliserdang, Kota Medan, Kota Binjai, Langkat, Karo. GOKIL MAX Aslab untuk Batubara, Asahan, Labuhanbatu Utara, Kota Tanjung Balai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Kota Padangsidimpuan. GOKIL MAX Toba untuk Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Kota Sibolga, Kota Pematangsiantar; dan GOKIL MAX Tebing untuk Kota Tebingtinggi, dan Serdangbedagai.

Paket GOKIL MAX bisa diperoleh dalam bentuk voucher data, kartu perdana, maupun paket data yang tersedia di aplikasi MySmartfren. Adapun pilihan paket ini terdiri dari GOKIL MAX Rp30.000 dengan total kuota 39 GB (Kuota  Nasional 3 GB, Kuota Lokal 6 GB, Extra Kuota (01.00-05.00) 30 GB, dan masa berlaku 30 hari); GOKIL MAX Rp50.000 dengan total kuota 71 GB (Kuota Nasional 7 GB, Kuota Lokal 14 GB, Extra Kuota 50 GB (01.00-05.00) dan masa berlaku 30 hari); serta GOKIL MAX Rp70.000 dengan total kuota 106 GB (Kuota Nasional 12 GB, Kuota Lokal 24 GB, Extra Kuota 70 GB (01.00-05.00), dan masa berlaku 30 hari).

Kuota Lokal Smartfren berbeda dari yang lain karena area cakupannya sangat luas, meliputi banyak kota, kabupaten, bahkan provinsi, serta didukung jaringan yang 100% 4G. Kuota Lokal Smartfren membuat pengalaman internetan di dalam kota jadi semakin maksimal karena bisa digunakan untuk aplikasi apapun, selama 24 jam penuh, di kota asal kartu perdana Smartfren GOKIL MAX. Selain memberikan keleluasaan berinternet saat berada di dalam kota, Kuota Lokal ini sekaligus menjadi wujud dukungan Smartfren terhadap upaya pemerintah membatasi pergerakan masyarakat guna mencegah penyebaran COVID-19. Menggunakan Kuota Lokal ini, kegiatan digital seperti melakukan video call dengan sanak dan kerabat di kota lain, streaming film, jelajah media sosial dan lainnya bisa dilakukan dengan lancar di dalam kota.

Pelanggan yang harus ke luar kota, dapat tetap tenang karena paket GOKIL MAX sudah dibekali dengan Kuota Nasional yang bisa dipakai menemani berbagai kegiatan aktivitas. Ditambah lagi saat perlu mencari inspirasi di malam hari, pelanggan juga memiliki Extra Kuota (01.00-05.00) yang sangat besar. Kuota GOKIL MAX menjadi paket yang paling lengkap dan terjangkau untuk memenuhi seluruh kebutuhan internet pelanggan.

Selain manfaat tersebut, pelanggan Smartfren juga mendapatkan banyak manfaat lainnya. Pelanggan bisa mendapatkan Bonus Kuota 5 GB dengan install aplikasi (khusus untuk install pertama kali). Dengan install aplikasi MySmartfren, pelanggan juga bisa ikut serta berburu harta karun dalam program Rejeki WOW Treasure Hunt. Langsung saja mulai berburu harta karun sebelum program ini berakhir pada 31 Mei 2021. Temukan total hadiah hingga miliaran rupiah mulai dari bonus pulsa, smartphone, laptop, motor, tabungan ratusan juta, hingga hadiah utama berupa mobil.

“Jadi tak usah menunggu, segera dapatkan kartu perdana GOKIL MAX di Outlet- Outlet terdekat di kotamu, pakai kuota besarnya untuk mendukung apapun impianmu, dan dapatkan kesempatan memiliki hadiah yang besar dari Rejeki WOW,” tutup Jefry Batubara. (rel/ram)

Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit Petani, Mantan Pejabat Bank BRI Karo Ditangkap

DITANGKAP: Yoan Putra (tengah), tersangka dugaan korupsi penyaluran kredit petani digiring ke kantor Kejatisu, Selasa (25/5).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan, mengamankan tersangka Yoan Putra, mantan pejabat Administrasi Kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kabanjahe. Tersangka ditangkap di Pasar Sunggal Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (24/5).

DITANGKAP: Yoan Putra (tengah), tersangka dugaan korupsi penyaluran kredit petani digiring ke kantor Kejatisu, Selasa (25/5).agusman/sumut pos.

Tersangka yang sebelumnya berstatus daftar pencarian orang (DPO) dan ditetapkan tersangka oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), telah melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan penyaluran kredit petani yang berpotensi mengalami kerugian negara.

“Bahwa tersangka tersangkut masalah korupsi penyaluran kredit komersil badan usaha di BRI Cabang Kabanjahe Tahun 2016 sampai dengan 2017 yang merugikan keuangan negara Rp10 miliar lebih,” ungkap Asisten Intelijen Kejatisu Dwi Setyo Budi Utomo.

Tersangka, jelasnya, ditangkap di sebuah pasar di Sunggal sekira pukul 11.00 WIB, setelah diintai sebelumnya. Pada saat diamankan, tersangka berprofesi sebagai pengusaha atau penjual daging kambing yang disalurkan di pasar-pasar di wilayah Medan.

“Tersangka selama ini merupakan orang yang sangat dicari, beralamat di Komplek Perumahan Sri Gunting, Sunggal Kanan Deliserdang ini setelah dipecat dari BRI Kabanjahe, sangat sulit terdeteksi. Istri tersangka yang bekerja sebagai guru SD di Sunggal Kanan juga sangat tertutup memberi informasi,” bebernya.

Ia melanjutkan, kedua orangtua tersangka juga sangat tertutup terhadap semua info terkait tersangka. “Tersangka Yoan Putra ini selama buron selalu berpindah-pindah dan mengontrak sebuah rumah di Jalan Sekip Klambir V Dusun 2 Kecamatan Tanjunggusta Kabupateb Deliserdang dan tidak jauh dari lokasi kontrakannya tersangka juga memiliki usaha pemeliharaan kambing yang akan dijual ke pasar,” jelasnya.

Pada saat diamankan, lanjutnya, tersangka tidak ada melakukan perlawanan. Setelah diamankan tersangka langsung dibawa ke kantor Kejatisu untuk proses hukum selanjutnya. (man/azw)

Polisi Tangkap Penanam Ganja di Belakang Rumah

TANAMAN GANJA: Tersangka penanam ganja saat dipaparkan Polsekta Medan Area, Selasa (26/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suheri, pemuda asal Jalan Lembaga Adat V, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, diamankan petugas Polsek Medan Area dari tempat tinggalnya, Selasa (25/5). Pemuda berusia 37 tahun ini diamankan lantaran kedapatan menanam pohon ganja di belakang rumahnya.

TANAMAN GANJA: Tersangka penanam ganja saat dipaparkan Polsekta Medan Area, Selasa (26/5).

Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Rianto mengatakan, penangkapan terhadap Suheri bermula dari informasi yang diterima pada Kamis (20/5) sekira pukul 14.30 WIB. Informasi yang layak dipercaya menyebutkan, adanya seorang pria menanam pohon ganja di belakang rumahnya di Hamparanperak. “Tim selanjutnya bergerak mengumpulkan keterangan dan saksi-saksi. Kemudian, datang ke lokasi dan meringkus tersangka,” ujarnya, Rabu (26/5).

Setelah berhasil diringkus, kata Rianto, dilakukan penggeledahan di rumahnya dan diamankan barang bukti 7 batang pohon ganja yang ditanam. “Batang pohon ganja yang disita memiliki ketinggian berbeda-beda, ada yang 170 cm (2 batang), 145 cm (3 batang) dan 1 meter (2 batang),” papar dia.

Rianto menyebutkan, tersangka bersama barang bukti lalu diboyong ke Mapolsek Medan Area untuk proses hukum. Saat ini, kasusnya masih dalami. “Tersangka sudah ditahan dan masih dimintai keterangannya oleh penyidik. Untuk kasusnya sedang dikembangkan lebih lanjut,” pungkasnya. (ris/azw)

Guru SD Tewas Ditikam 24 Liang

TEWAS: Korban, Martha Elisabeth Butarbutar ditemukan tewas di Dusun I Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi Kabupaten Toba, Sumatera Utara

TOBA, SUMUTPOS.CO – Martha Elisabeth Butarbutar, guru sekolah dasar (SD) tewas dibunuh di kediamannya dalam kondisi mengenaskan. Ditemukan, 24 luka tusuk di tubuh guru SD yang ditemukan tewas tersebut. Diduga polisi menemukan jejak kaki pelaku pembunuhan guru SD di lokasi kejadian.

TEWAS: Korban, Martha Elisabeth Butarbutar ditemukan tewas di Dusun I Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi Kabupaten Toba, Sumatera Utara

Pihak kepolisian mengaku masih mendalami dan memeriksa sejumlah saksi yang ada di sekitar rumah korban, di Dusun I Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi Kabupaten Toba, Sumatera Utara.

Menurut keterangan Regen Sitorus, warga yang ada di lokasi kejadian, jenazah Martha Elisabeth Butarbutar pertama kali ditemukan oleh kerabatnya.

Pada Senin (24/5) pagi kemarin, kerabat korban yang tinggal di kilang padi, persisnya beberapa meter dari rumah korban melihat pintu rumah yang ditinggali Martha Elisabeth Butarbutar dalam keadaan terbuka. Karena tak biasanya, kerabat korban kemudian menyuruh anaknya untuk pergi melihat kondisi Martha Elisabeth Butarbutar.

Sesampainya di rumah korban, anak kerabatnya itu temukan korban dalam kondisi telentang bersimbah darah di ruang tengah. Saat ditemukan, kedua kaki dan tangan korban dalam posisi terbuka lebar. Bahkan, pakaian korban tersingkap lebar, hingga menampakkan pakaian dalam yang digunakan Martha Elisabeth Butarbutar.

Karena melihat korban bersimbah darah, saksi kemudian berlari memanggil ayahnya. Saat itu juga kerabat korban datang dan mengabari warga.

Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi kejadian, petugas menemukan jejak kaki yang diduga milik pelaku. Jejak kaki itu ada di dalam rumah yang dihuni Martha Elisabeth Butarbutar. Selain di dalam rumah, ada juga jejak kaki di areal perswahan. Kebetulan, rumah yang dihuni Martha Elisabeth Butarbutar ini ada di antara persawahan. “Kami masih melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan saksi-saksi,” kata Nelson.

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan puluhan luka tikam di tubuh korban.

Ada 24 luka tikam yang cukup serius pada area vital. Menurut Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir, ke 24 luka tikam itu berada di areal kepala hingga tubuh.

Adapun rinciannya 5 luka tusuk di bagian perut, 2 di bagian payudara, 1 di bagian ketiak, 1 lengan kiri, 1 di persendian lengan bahu, 1 di bagian sayap punggung.

Kemudian, 2 luka tikam pada lengan kiri luar, 1 pada pergelangan tangan kiri, 1 punggung kiri, 1 punggung tengah, 1 punggung tengah bawah, 1 bagian leher belakang.

Lalu, 1 luka tikam pada bagian rahang kiri, 2 di bagian pipih cekat daun telinga, 1 di bagian atas telinga kiri, 1 di bagian kepala pada dahi kiri, dan 1 di bagian pergelangan tangan kanan. “Untuk dugaan rudapaksa dalam kejadian ini, kami masih menunggu hasil laboratorium rumah sakit di Siantar,” kata Bungaran.

Nanni boru Sitorus, Kepala Dusun I, Desa Lumban Lobu, Bonatulunasi mengatakan, Martha Elisabeth Butarbutar selama ini mengajar di SD Negeri 173599 Lumban Lobu. Martha Elisabeth Butarbutar dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tak banyak bicara. “Korban ini sebenarnya orangnya ramah. Cuma dia agak sedikit pendiam,” kata Nanni.

Dia mengatakan, dirinya pun kaget ketika mendapat kabar Martha Elisabeth Butarbutar tewas dibunuh. Sardin Sitorus, warga yang juga masih punya hubungan kekerabatan dengan Martha Elisabeth Butarbutar mengatakan, Guru SD di Toba Dibantai Hingga Tewas ini adalah anak seorang polisi.

Namun, orangtua Martha Elisabeth Butarbutar sudah pensiun dan sedang sakit-sakitan. Rumah orangtua Martha Elisabeth Butarbutar diketahui berada di Kota Medan. “Orangtuanya kalau enggak salah sudah pensiun dan sekarang sedang sakit,” kata Sardin.

Dia mengatakan, rumah yang ditempati Martha Elisabeth Butarbutar adalah milik keluarga korban. Namun begitu, Martha Elisabeth Butarbutar diketahui tengah membangun rumah. “Sejak dua bulan lalu lah pembangunan rumahnya dimulai,” kata Sardin.

Adapun rumah baru itu, masih berada di Dusun I, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi, Kabupaten Toba. Sardin pun berharap agar pembunuh Martha Elisabeth Butarbutar bisa ditangkap dan ditindak tegas karena terlalu sadis. (mag-7/bbs/azw)

Pendaftaran SKPP 2021 Dibuka, Bawaslu : Perbaiki Kualitas Pemilu dan Pilkada

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) 2021, telah dibuka oleh ‎Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pendaftaran dengan melakukan registrasi secara online.

Anggota Bawaslu Provinsi Sumut, ‎Suhadi Sukendar Situmorang.(ist).

‎”Untuk masa pendaftaran SKPP tersebut telah diumumkan melalui akun media sosial milik Bawaslu seluruh Indonesia sejak 24 hingga  28 Mei 2021,” ungkap Komisioner Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang dalam keterangan tertulis, Rabu 26 Mei 2021.

Suhadi menjelaskan bahwa ‎program Bawaslu ini bukan peluang untuk mendapat pekerjaan. Namun, merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian masyarakat dalam memperbaiki kualitas Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.

Pendaftaran SKPP Tahun 2021 dibuka di 304 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Suhadi mengatakan dengan tingkat pendidikan mulai dari dasar, menengah, hingga lanjut. 

“Pelaksanaan SKPP Tahun 2021 ini akan dilaksanakan secara luring (Luar Jaringan) dan tersebar di 100 titik kabupaten/kota se Indonesia dimulai pada Bulan Juni hingga Oktober 2021,” tutur Suhadi.‎

Suhadi menjelaskan, SKPP ini merupakan program pendidikan yang dicanangkan Bawaslu untuk menanamkan nilai-nilai pengawasan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kepemiluan. Kemudian, dapat berkontribusi dalam peningkatkan pengawasan pemilu di tengah masyarakat.

“Dengan harapan agar kedepannya masyarakat mengetahui dan paham serta dapat berpartisipasi dalam mengawasi setiap tahapan pemilu dan pemilihan,” kata Suhadi yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga (PHL) Bawaslu Provinsi Sumut.

Suhadi berharap dengan SKPP ini juga menghasilkan aktor-aktor pengawas dan kader-kader Penggerak Pengawas Partisipatif di semua lapisan masyarakat Indonesia, khususnya di Sumut. Bagi warga masyarakat yang berminat. Ia mengatakan sudah dapat mendaftar mulai 24 Mei hingga 28 Mei 2021 mendatang. 

“Untuk Syarat dan ketentuannya, antara lain usia minimal 20 tahun dan maksimal 30 tahun, pendidikan minimal SMA atau sederajat. Diutamakan yang punya pengalaman sebagai pengurus organisasi atau komunitas, tidak pernah jadi anggota partai politik dan belum pernah mengikuti SKPP di luar jaringan,” ungkapnya. 

Persyaratan lainnya, kata Suhadi ialah  belum pernah menjadi penyelenggara pemilu/pemilihan adhoc, tidak pernah menjadi tim kampanye atau tim sukses pasangan calon tertentu, tidak pernah terlibat kasus hukum dan bebas dari narkoba.

“Untuk itu, Bawaslu mengajak warga masyarakat yang memenuhi persyaratan agar segera mendaftarkan diri sebagai peserta SKPP sebelum batas pendaftaran berakhir lewat laman https://skpp.bawaslu.go.id/registrasi/. Bersama rakyat, awasi pemilu. Bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” pungkas Ketua KPU Samosir periode 2013-2018 ini. 

Sebagai informasi, Tahun 2020 lalu, jumlah pendaftar pada program SKPP di Sumut berjumlah 1.621 orang. Namun, setelah proses seleksi administrasi, 1.475 orang yang dinyatakan  memenuhi persyaratan untuk mengikuti SKPP tersebut.(gus)

Epson Luncurkan SC-F10030H Solusi Warna Cerah pada Tekstil

Printer Tekstil SC-F10030H Pewarna-Sublimasi Industri 76-inci Pertama dengan Dua Warna Tinta Terbaru

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Epson Kembali memperluas seri printer 76 inci-nya dengan menawarkan fleksibilitas lebih besar kepada pengguna dengan SC-F10030H, printer sublimasi pewarna baru yang hadir dengan dua pilihan warna tambahan: Fluorescent Yellow dan Fluorescent Pink atau Light Cyan dan Light Magenta, untuk memenuhi permintaan
pasar akan warna tinta terang dan warna yang berkilau.

Printer tekstil pewarna-sublimasi baru ini adalah yang pertama di genre printer tekstil format besar yang dilengkapi dengan enam printhead PrecisionCore Micro TFP baru dan pilihan untuk tinta Light Cyan dan Light Magenta (LcLm). Fitur-fitur baru ini dapat bekerja dengan baik untuk meningkatkan produktivitas dalam pencetakan berkelanjutan untuk tekstil berwarna cerah dan berkilau.

“Epson terus berinovasi dalam ruang pewarnaan-sublimasi, dan SureColor F10030H baru dengan pilihan warna terang dan tinta fluoresen memungkinkan aplikasi warna yang berani, menciptakan keluaran yang menarik dan memberikan keserbagunaan yang lebih besar bagi pelanggan,” kata Lina Mariani – Commercial & Industrial Business Senior Manager Epson Indonesia.

Industri tekstil sangat dinamis dan membutuhkan kemampuan untuk memproduksi tekstil cetak yang unik dalam waktu produksi singkat dan cepat, hal ini akan menjadi keuntungan bisnis tekstil. Epson SC-F10030H dapat memberikan keuntungan dari efisiensi produksi dengan menghasilkan kualitas cetak yang spektakuler, sehingga dapat membantu bisnis tekstil berkembang dengan baik dan bergerak ke tahapan berikutnya.

Dengan opsi warna fluoresen baru, printer SC-F10030H memungkinkan bisnis pencetakan memperluas pilihan aplikasi cetak pada pakaian, papan merek, atau pada dekorasi rumah. Industri yang memiliki persyaratan kualitas gambar tinggi seperti periklanan atau desain interior dapat memanfaatkan SC-F10030H untuk menghasilkan cetakan yang menarik dan memberikan keserbagunaan yang lebih besar bagi pelanggan.

Selain printhead tambahan dan pilihan warna baru, SC-F10030H mempertahankan semua fitur SC-F10030 seperti Teknologi Epson ‘Precision Dot’, fitur ‘Auto Adjustment’ dan fungsi ‘Self-Repair’ untuk memastikan kualitas cetak terbaik dengan keandalan tinggi dan produktivitas yang ditingkatkan. Untuk meningkatkan pengalaman keseluruhan bagi pengguna SC-F10030, model ini dilengkapi juga dengan ‘Solusi Epson Cloud Solution PORT’ untuk pemantauan kerja jarak jauh yang memungkinkan diagnosa kegagalan secara akurat dan serta tanggapan yang cepat untuk kebutuhan yang diperlukan.

Printer tekstil industri pewarna-sublimasi SureColor FC-10030H akan tersedia pada bulan Juni 2021. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi toko diler resmi Epson di lokasi terdekat.(rel)

Bermodal Pinjaman BRI, Kini Punya 4 Cabang Usaha

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi bukan menjadi rintangan untuk terus memberi manfaat, memberi penghidupan dari usaha yang dirintis bagi ratusan pekerja. Niat besar untuk memberi pekerjaan bagi banyak orang telah membuahkan sukses bagi pengusaha perempuan asal Sulawesi Selatan, Siti Ara Masita.

Berbekal mimpi untuk mempekerjakan 500 orang pekerja, kisah Siti Ara Masita mengembangkan usahanya cukup menginspirasi. Dia membuktikan masih ada harapan kebangkitan ekonomi kendati pandemi Covid-19 masih terjadi hingga saat ini.

Perempuan yang akrab disapa Hj. Masita ini berlatar belakang pendidikan bidang pelayaran. Dia adalah satu dari ribuan wanita yang sukses mendirikan usaha pelayarannya sendiri dengan nama PT. Pelayaran Andalan Lancar Bahari.

Hj. Masita mengungkapkan dirinya memang memiliki keinginan besar untuk mengelola bisnis pelayaran. Meski tak banyak perempuan yang mau berkecimpung di industri ini, dia selalu percaya ada peluang untuk dapat tumbuh dan berkembang.

Ibu dari satu anak perempuan ini menuturkan perjalanannya merintis usaha pelayaran bukanlah hal yang mudah. Dia harus rela bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan pelayaran demi mencari pengalaman.

Seiring berjalannya waktu, Hj. Masita merasa beruntung karena pada tahun 2017 dia mampu mendirikan perusahaanya sendiri, Pelayaran Andalan Lancar Bahari. Dia pun tak mengelak, keberhasilannya tersebut berkat pembiayaan yang loyal dari BRI.

Perusahaan rintisannya ini mendapatkan pinjaman dari BRI KC Balikpapan A Yani di Kalimantan Timur. Hj. Masita telah menjadi nasabah BRI sejak 2018 ketika ia mulai meminjam modal usaha. Berkat bantuan modal tersebut, ia sangat terbantu. Dalam proses pengajuannya pun dimudahkan.

Dukungan pembiayaan yang diperolehnya berupa kredit modal kerja untuk membiayai biaya operasional dan piutang usaha serta kredit investasi untuk pembelian dua kapal. “Awalnya modal sendiri, akhirnya dari keagenan saya kumpulkan dan saya beli kapal. Setelah saya beli kapal akhirnya saya pinjam ke BRI, awal pinjaman saya itu Rp1 miliar,” imbuhnya.

Pinjaman tersebut dimanfaatkannya untuk menjalankan usaha jasa pelayaran di Balikpapan. Seiring usaha yang berkembang, Hj Masita membeli kapal LCT dengan nama Sinar Pagi dengan pembiayaan dari BRI.

Kegigihan dan keuletan dalam berbisnis membawa usaha Masita berkembang hingga mempunyai empat cabang yakni di Makassar, Samarinda, dan Sangkulirang, serta Balikpapan. Di Sangkulirang, Kalimantan Timur misalnya, kapal CLT yang dimilikinya disewa oleh perusahaan sawit untuk mengangkut hasil komoditas andalan ekspor tersebut.

Wanita berumur 45 tahun ini bangga karena dirinya kini telah memiliki 40 karyawan dengan 4 cabang. Karyawan perempuan bertugas di bidang administrasi dan keuangan, sedangkan karyawan laki-laki berada di lapangan siap memberi pelayanan terbaik pada costumer.

Dia pun bersyukur di tengah pandemi ini, masih dapat membayar gaji karyawan dan beban operasional, berkat pendapatan yang lumayan. “Saya dibantu dengan agensi. Untuk omzet, nominalnya itu relatif tergantung banyaknya kapal yang diagenkan, jujur saja meskipun lagi Covid-19, masih dapat Rp 1 miliar lebih per bulan,” ungkapnya.

Bahkan, Hj. Masita justru berharap dapat mendorong perusahaannya ini untuk membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi. Harapannya ke depan, di usia 50 tahun ia mampu menambah kapal lagi, mempekerjakan banyak orang, dan bisa membuka 9 cabang perusahaan pelayaran di daerah lain.

“Sukanya adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja bagi orang yang membutuhkan pekerjaan. Karena memang itu tujuannya, saya senang dan bersyukur bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkasnya.

Kehadiran Investor di Dairi Dorong Percepatan Pembangunan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa waktu lalu, warga berunjukrasa menolak pembangunan pertambangan seng milik PT Dairi Prima Mineral (DPM) di Kantor Bupati dan DPRD Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Pembangunan tersebut dinilai merusak lingkungan dan mengakibatkan degradasi hutan.

KETERANGAN: Humas PT BMR saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Namun faktanya tak seperti itu. Hal ini diungkapkan Achmad Zulkarnain, Humas PT Bumi Resources Minerals (BRM) dalam diskusi bersama jurnalis di Medan yang bertemakan Ekonomi dan Politik Pertambangan, Selasa (25//5/2021). Dia menyebutkan, degradasi lingkungan umumnya akan meningkat pada tahap awal pembangunan ekonomi. Namun setelah mencapai titik tertentu, pertumbuhan ekonomi lebih lanjut akan mampu memperbaiki kondisi lingkungan.

“Banyak hal yang salah diartikan, karena itu lah diskusi ini untuk meluruskan apa yang disampaikan oleh kelompok-kelompok yang menolak pertambangan. Kami sebut mereka anti tambang. Kehadiran investor dalam pembangunan suatu daerah sangat penting. Baik investasi di bidang industri pertambangan maupun investasi sektor lain. Karena kehadiran investor akan mendorong percepatan pembangunan,” ujar Achmad Zulkarnain pada wartawan.

PT DPM merupakan salahsatu unit perusahaan Bumi Resouchr Mineral milik Bakrie Group, berlokasi di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi. Perusahaan ini ditargetkan berproduksi akhir tahun 2022 mendatang.

“Saat ini sedang tahap konstruksi. Kita juga melakukan penghijauan di sekitar areal tambang. Namun belum dimulai, sudah berdemo ke Bupati dan DPRD menolak pembangunan pertambangan,”sebut pria yang akrab disapa Izul ini seraya meyakini yang menolak bukan warga sekitar, melainkan aktivis.

“Tak ada masyarakat menolak, tapi aktivis-aktivis. Kenapa saya percaya tak ada masyarakat menolak, hal itu karena sebelum memulai proyek ini sudah terlebih dulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan tambang. Termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pemerintah terkait. Dengan beroperasinya pertambangan ini, akan berdampak positif bagi perekonomian warga. Salah satunya terbuka lapangan kerja, dan tentunya akan merekrut tenaga kerja dari warga sekitar,” ungkap Achmad.

Selain itu, lanjutnya, dana corporate social responsibility (CSR) akan diberikan pihak perusahaan kepada masyarakat untuk kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, pertanian dan sosial lainnya. “Selayaknya masyarakat cerdas, hadirnya investor akan mendorong percepatan pembangunan. Apalagi APBD Kabupaten Dairi kecil, hanya Rp 1,2 triliun dan dibagi-bagi untuk gaji, pembangunan infrastruktur dan lainnya,” kata Achmad.

Dia menyebutkan, akibat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), sehingga kerap ‘ditunggangi’ oknum-oknum untuk menolak kehadiran investor. “Citra pertambangan sudah terlanjur dirusak dengan isu perusakan lingkungan hidup, pelanggaran hak azasi manusia dan lain sebagainya. Dibilang akan terjadi gempa di sekitar pertambangan akibat ledakan. Saya tegaskan, tak mungkin tambang mengakibatkan gempa. Indonesia ini memang rawan gempa. Dinamit (bahan peledak) yang digunakan pertambangan bukan seperti di film-film koboy. Daya ledaknya tidak tinggi, masih low,”ungkapnya.

Dipenghujung diskusi, Achmad berharap melalui edukasi dan sosialisasi yang mereka lakukan, masyarakat akan semakin paham pentingnya kehadiran investor untuk kemajuan daerah. Sehingga tidak mudah terprovokasi dari sebagian kalangan yang menolak kehadiran PT DPM untuk mengelola kekayaan alam di Kabupaten Dairi. (Ila)