24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3422

Investor Harapkan Dukungan Masyarakat untuk Pembangunan Dairi

DISKUSI: General Manager BRM, Ahmad Zulkarnaen bersama Manager External PT DPM, Holly Nurachman dan Senior CSR, Budianto Situmorang gelar diskusi dengan jurnalis terkait keberadaan tambang timah dan seng di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Dairi, Jumat (21/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Para investor maupun calon investor yang sedang dan akan masuk ke Kabupaten Dairi, sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat untuk pembangunan Dairi yang lebih baik. Harapan disampaikan salahsatu investor perwakilan perusahaan pertambangan timah hitam dan seng di bawah bendera PT Dairi Prima Mineral (PT DPM).

DISKUSI: General Manager BRM, Ahmad Zulkarnaen bersama Manager External PT DPM, Holly Nurachman dan Senior CSR, Budianto Situmorang gelar diskusi dengan jurnalis terkait keberadaan tambang timah dan seng di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Dairi, Jumat (21/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

PT DPM merupakan salahsatu unit perusahaan Bumi Resorsis Mineral (BRM) milik Bakrie Group, berlokasi di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi. Perusahaan ini ditargetkan berproduksi akhir tahun 2022 mendatang.

General Manager BRM, Ahmad Zulkarnaen didampingi Manager External PT DPM dan Senior CSR PT DPM, Budianto Situmorang saat menggelar diskusi dengan sejumlah wartawan, Jumat (21/5) mengatakan, kehadiran investor dalam pembangunan suatu daerah sangat penting.

Baik investasi di bidang industri pertambangan maupun investasi sektor lain. Karena kehadiran investor akan mendorong percepatan pembangunan.

“Sama halnya PT DPM, kehadiran perusahaan pasti membawa dampak positif bagi pembangunan daerah dan khususnya bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Manager External PT DPM, Holly Nurachman dan Senior CSR, Budianto Situmorang mengatakan, melalui dana corporate social responsibility (CSR), PT DPM meskipun belum berproduksi telah banyak memberikan bantuan kepada masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan dan pertanian dan sosial lainya sebagai wujud tanggungjawab perusahaan.

Ahmad Zulkarnaen menegaskan, saat ini perusahaan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan tambang. Melalui edukasi kita lakukan, masyarakat kita harapkan semakin paham sehingga tidak mudah terprovokasi dari sebagian kalangan yang menolak kehadiran PT DPM melakukan pengelolaan kekayaan alam dimiliki Dairi.

Perusahaan juga, akan terus merealisasikan CSR kepada masyarakat sekitar tambang. Diakui mereka, berbagai elemen masyarakat selama ini memang telah memberikan dukungan terhadap perusahaan. Pemangku Hak Ulayat (PHU) marga Cibro sekitar lingkar tambang seperti disampaikan Ketua PHU marga Cibro, Saidup Cibro sangat mendukung kehadiran PT DPM, mereka yakin hadirnya perusahaan tambang akan berdampak positif bagi perekonomian mereka.

Begitu juga berbagai organisasi masyarakat Desa Longkotan mengaku, sangat mendukung hadirnya PT DPM karena sudah memberdayakan mereka dan telah merasakan dampak positif kehadiran perusahaan serta membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Demikian para pelaku usaha di kota Parongil sangat mendukung, karena geliat ekonomi mulai meningkat dengan beroperasinya perusahaan pertambangan dimaksud. (rud/ram)

Bawa Ganja 39,5 Kg dari Sidimpuan ke Medan, Tiga Pria Asal Percut Seituan Ditangkap

DIAMANKAN: Ketiga tersangka diamankan di Mapolres Taput, Sabtu (22/5)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga pria asal Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang ditangkap polisi, setelah ketahuan membawa ganja, di Desa Sipahutar Silangkitang, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara (Taput), Sabtu (22/5) pukul 09.30 WIB. Ketiganya adalah Sri Hartono (25), PPP (18) dan FJ (19) warga Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. Mereka kedapatan membawa ganja kering dengan mengendarai mobil Honda Jazz, BK 1866 DB.

DIAMANKAN: Ketiga tersangka diamankan di Mapolres Taput, Sabtu (22/5)

Kapolres Taput AKBP Mohammad Saleh dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, ketiganya ditangkap personel Polsek Sipoholon saat melintasi petugas yang saat itu sedang menggelar Operasi Yustisi bersama Satgas Covid-19 Taput di Jalan Marhusa Panggabean, Kecamatan Siatas Barita Taput.

Mobil tersebut awalnya datang dari arah Sidimpuan menuju arah Balige. Saat diberhentikan petugas, pengemudi mobil langsung tancap gas tidak mau berhenti. “Kapolsek Sipoholon AKP Kondar Simanjutak SH yang merasa curiga langsung memerintahkan anggotanya untuk mengejar mobil tersebut di wilayah Sipoholon,” katanya.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi, sebagian petugas menunggu di Jalan Mayjen Samosir, Sipoholon. Begitu melihat mobil tersebut melintas, petugas kembali berusaha menghentikannya. “Namun pengemudi mobil tersebut tetap tidak mau berhenti dan tetap lari dengan kecepatan tinggi menuju arah ke Medan,” ucapnya. Petugas kembali mengejar mobil hingga tepat di Jalinsum Narahar, Kelurahan Situmeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon. Di sana, mobil akhirnya berhasil dihentikan dan petugas langsung menangkap Sri Hartono yang mengemudi serta 2 penumpangnya.

Ketika digeledah, dari dalam mobil ditemukan ganja kering yang sudah dikemas rapi dan dimasukkan ke dalam karung. “Setelah dilakukan interogasi di Unit Narkoba, ketiganya mengakui bahwa ganja tersebut dibawa dari Sidimpuan, Tapsel menuju Medan.

Mereka berangkat dari Medan untuk menjemput,Jum’at (21/5) siang,” jelas Baringbing.

Sesampainya di Tapsel dan menerima barang, ketiganya langsung pulang ke Medan. Kepada polisi, ketiganya juga mengakui, bahwa mereka sudah satu kali berhasil membawa ganja dari Tapsel menuju Medan. “Yang pertama seminggu sebelum lebaran,mereka berhasil dengan membawa 20 kg daun ganja kering. Dan ini yang kedua kali,” jelasnya.

Saat ini kita masih tahap pengembangan dari siapa ganja tersebut di beli dan kepada siapa di jual. Tersangka masih belum jujur saat kita periksa. Nanti pengembangan akan kita update. Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa sebuah karung plastik berisi 5 bal ganja kering dengan berat 30,5 kg, mobil Honda Jazz warna merah BK 1866 DB, 3 unit HP dan sebilah pisau. “Saat ini ketiga tersangka sudah diamankan di Mapolres Tapanuli Utara,” pungkasnya. (bbs/azw)

Banding Vonis Kepemilikan Sabu, Hukuman Oknum Polisi Berkurang

SIDANG: Nandi Sukaryadi, saat menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan beberapa waktu lalu. gusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi (PT) Medan mengurangi hukuman oknum polisi, Nandi Sukaryadi menjadi 1 tahun 6 bulan penjara. Dalam putusan banding tersebut, PT Medan mengubah putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 797/Pid.Sus/ 2020/PN Mdn.

SIDANG: Nandi Sukaryadi, saat menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan beberapa waktu lalu. gusman/sumut pos.

Terdakwa Nandi Sukaryadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nandi Sukaryadi oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap ditahan,” ujar Hakim Ketua Poktak Sitorus SH MH, sebagaimana dikutip dari website PT Medan, Minggu (23/5).

Sebelumnya, terdakwa warga Jalan Bajak V Kecamatan Medan Amplas ini, dihukum pidana selama 3 tahun penjara denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara. Oknum polisi ini, terbukti bersalah atas kepemilikan sabu dalam sidang virtual di ruang cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (1/7) lalu.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Rambo Sinurat, yang semula menuntut terdakwa selama 5 tahun penjara, denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara.

Sementara atas putusan ini, Jaksa Rambo yang ditemui wartawan mengatakan sikap mengajukan banding. “Banding, karna jauh dari tuntutan awal kita,” tegas jaksa Kejari Medan ini.

Mengutip surat dakwaan, perkara ini bermula pada tanggal 19 Desember 2019 sore, Terdakwa Nandi Sukaryadi pergi ke Jalan Jermal XV Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai Kota Medan dengan menggunakan sepeda motor dan sesampainya disana terdakwa membeli narkotika jenis sabu senilai Rp50 ribu dari seorang wanita yang tidak diketahui namanya (DPO).

Seusai transaksi, terdakwa langsung memasukan sabu tersebut kedalam kantong baju sebelah kirinya, dan meninggalkan perempuan tersebut. Kemudian, sesaat ia jalan menuju rumahnya, ia diberhentikan oleh beberapa orang saksi polisi berpakaian preman, namun ia lari menancapkan gas sepeda motornya.

Namun seorang saksi polisi dapat memberhentikannya dan langsung menggeledah terdakwa. Dan ditemukanlah satu bungkus plastik klip berwarna putih bening, yang diketahui dibeli terdakwa Nandi seharga Rp50 ribu. (man/azw)

Dua Penjambret Digagalkan Korban

TERSANGKA: Dua tersangka saat dipaparkan Polsek Delitua, Minggu (22/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pelaku jambret ponsel milik pegawai minimarket tersungkur ke aspal, setelah ditabrak korban saat dikejar menggunakan sepeda motor di kawasan Jalan Eka Rasmi, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor. Pelaku lalu diamankan massa dan kemudian diserahkan ke petugas Polsek Delitua yang datang ke lokasi kejadian.

TERSANGKA: Dua tersangka saat dipaparkan Polsek Delitua, Minggu (22/5).

Kedua pelaku tersebut masing-masing, Asrizal alias Rizal (40) warga Jalan Karya 13, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Medan Johor dan Agung (39) warga Jalan Brigjen Zein Hamid Gang Setapak Kelurahan Titikuning, Medan Johor. Sedangkan korbannya, Fadia Desi Fitri (21) warga Jalan Bilal Gang Landas Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.

Kapolsek Deli Tua AKP Zulkifli Harahap menjelaskan, kejadian bermula ketika korban melintas dengan mengendarai sepeda motor Scoopy BK 5858 AJB di Jalan Eka Rasmi sambil memegang ponsel di tangan kiri pada Rabu (19/5) malam sekira pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban hendak pulang ke rumahnya usai bekerja di minimarket.

Dalam perjalanan, ternyata korban diikuti oleh kedua pelaku yang berboncengan mengendarai sepeda motor Mio BK 4436 ACY. Melihat situasi sepi, pelaku memacu kendaraannya dan memepet korban. “Tersangka Rizal yang duduk diboncengan langsung merampas ponsel di tangan kiri korban. Kemudian, pelaku melarikan diri,” terang Zulkifli, Minggu (23/5).

Tak terima barang berharganya dirampas begitu saja, korban berteriak jambret dan mengejar pelaku. Upaya korban membuahkan hasil hingga memepet laju kendaraan pelaku dan kemudian menabrakkannya agar tidak melarikan diri.

“Korban dan kedua tersangka sama-sama terjatuh, tersungkur ke aspal. Korban mengalami luka di bagian kaki kiri, lutut kiri, lengan kanan, siku kanan, kepala bagian belakang dan depan serta perut sebelah kanan. Begitu juga dengan kedua tersangka mengalami luka-luka di tubuhnya,” kata Zulkifli.

Korban lalu kembali berteriak minta tolong. Penduduk setempat yang mendengar teriakkan korban, berdatangan menolongnya dan mengamankan pelaku. “Korban sempat dibawa warga ke klinik terdekat untuk mendapat perawatan. Sementara kedua tersangka diamankan personel yang datang ke lokasi setelah mendapat kabar dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan,” sambungnya.

Zulkifli menyebutkan, kedua tersangka kemudian diboyong ke Mapolsek Delitua untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Dari keduanya, disita barang bukti berupa 1 unit ponsel iPhone milik korban dan sepeda motor yang dikendarai tersangka. “Kedua tersangka sudah ditahan dan masih dalam proses hukum. Kasusnya terus didalam dan dikembangkan,” tandas dia. (ris/azw)

Aksi Pencuri Terekam CCTV di Medan Johor: Dua Kali Kemalingan, Pelaku Belum Ditangkap

TEREKAM CCTV: Pelaku pencurian di Medan Johor terekam CCTV di Jalan Eka Warni Gang Setia Kelurahan Gedung Johor.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dimas Andrakewa (35) dua kali mengalami kemalingan di rumah Jalan Eka Warni Gang Setia Nomor 88 Kelurahan Gedung Johor Medan Johor. Total kerugian dari dua kejadian ini hampir Rp100 juta.

TEREKAM CCTV: Pelaku pencurian di Medan Johor terekam CCTV di Jalan Eka Warni Gang Setia Kelurahan Gedung Johor.

“Rumah saya dibobol maling tapi Polsek Delitua, belum mengungkap kasus ini,” kata korban kepada wartawan, Minggu (23/5).

Dia menjelaskan, rumahnya dibobol pertama pada 20 November 2020 sekitar pukul 4.30 WIN dinihari. Pada persitiwa ini, korban dirugikan sekitar Rp40 juta.

“Untuk peristiwa yang pertama, sudah saya laporkan juga ke Polsek Delitua. Namun sampai sekarang, belum ada kejelasan dan tindaklanjutnya juga,” ujar dia.

Sementara peristiwa kedua terjadi pada Senin (3/5) dinihari. Begitupun, kasus tersebut belum juga terungkap.

Akibat ulah kawanan maling, korban dirugikan sebanyak 60 batang bunga dengan kerugian sekitar Rp60 juta. “Jadi total kerugian kami sekitar Rp100 juta,” sambung dia.

“Kami sudah beberapa kali kooperatif menanyakan hal ini kepada Polsek Delitua. Jawabnya iya, iya nanti dibantu. Namun hingga kini, belum ada juga tindaklanjut dan kejelasannya,” urai korban.

Korban mengaku, sudah menyerahkan rekaman CCTV kepada Unit Reskrim Polsek Delitua. Bahkan, korban juga sudah menyerahkan rekaman CCTV pada kedua peristiwa tersebut.

Laporan korban terakhir tertuang dalam nomor LP/417/V/2021/SPKT/SEKTA DELTA pada selasa (4/5) lalu. Dia menyoal kinerja Unit Reskrim Polsek Delitua yang dinilai tak serius mengungkap kasus tersebut.

“Kami harap agar kasus ini segera terungkap. Soalnya sudah mau sebulan belum juga ada kejelasan. Biar tahu kami siapa yang masuk ke rumah, dua kali soalnya peristiwa seperti ini,” ujar korban seraya menunjukkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/417/V/2021/SPKT/SEKTA DELTA.

Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Martua Manik mengaku, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian tersebut. “Masih tetap kita lalukan penyelidikan bang, mohon doa dan dukungannya,” pungkasnya. (ted/azw)

Transaksi Kartu Debit BRI di ATM-BRI Gratis, BRI Ajak Nasabah Transaksi Nontunai Lewat BRImo

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas, masyarakat masih harus mengurangi mobilitas sesuai protocol kesehatan, dan mengurangi interaksi kontak fisik termasuk dalam bertransaksi.

Untuk itu, penggunaan uang cash untuk transaksi tunai sebaiknya dikurangi. BRI sebagai salah satu bank dengan jaringan terbesar di Tanah Air terus mengajak masyarakat dan nasabahnya untuk memanfaatkan transaksi keuangan nontunai di era kenormalan baru.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan bahwa nasabah BRI dapat bertransaksi dengan Kartu Debit BRI melalui 16.538 mesin ATM-BRI dan 5.700 mesin CRM-BRI yang tersebar di seluruh Indonesia tanpa ada penyesuaian biaya. “Khusus nasabah dengan Kartu Debit BRI, untuk transaksi cek saldo dan tarik tunai, bahkan transfer sesama BRI di ATM-BRI tidak dipungut biaya sedikitpun atau gratis”, tegas Aestika.

Banyak keuntungan yang diperoleh dengan menjadi nasabah BRI, salah satunya adalah bertransaksi lebih murah di jaringan ATM Link. Sebagai salah satu anggota Himbara, nasabah BRI juga dapat bertransaksi dengan Kartu Debit BRI di ATM bank himbara lain yang bertanda ATM Link yang berjumlah lebih dari 45 ribu ATM, tentunya dengan biaya yang masih lebih murah jika dibandingkan dengan biaya transaksi di jaringan selain ATM Link. Dimana biaya transaksi selain ATM Link pada umumnya sebesar Rp.4.000,- (Cek Saldo), Rp.7.500,- (Tarik Tunai), Rp.6.500,- (Transfer).

Meskipun transaksi (cek saldo dan tarik tunai) oleh nasabah dengan Kartu Debit BRI melalui ATM-BRI tidak dipungut biaya atau gratis, Aestika mengungkapkan bahwa menggunakan transaksi keuangan nontunai merupakan sebuah pilihan bijak di era new normal, karena lebih praktis, mudah dan mencegah penularan Covid-19 karena tanpa kontak fisik. “Selama pandemi transaksi nasabah BRI berubah dari konvensional menuju digital. Masyarakat sekarang ini cenderung serba digital. Transaksi nontunai menjadi pilihan bijak masa kini,” ujarnya.

Untuk transaksi yang lebih praktis, mudah dan juga lebih murah, BRI mendorong nasabah dan masyarakat bertransaksi secara cashless dan melakukan berbagai macam transaksi perbankan secara digital demi terwujudnya cashless society. BRI telah menghadirkan layanan keuangan digital secara lengkap melalui sejumlah kanal daring, mulai dari aplikasi BRIMo, Internet Banking BRI, hingga Mobile/SMS Banking BRI.

Bahkan BRI telah mengembangkan aplikasi BRIMo menjadi SuperApps dan ke depannya sebagai supermarket finansial. BRIMo merupakan aplikasi yang mengintegrasikan beberapa aplikasi e-banking BRI yang dapat diakses melalui gawai (iPhone dan Android) beserta aplikasi tambahan lainnya.

Sebagai informasi, seperti halnya transaksi nasabah dengan Kartu Debit BRI di ATM-BRI, layanan cek saldo melalui BRImo, Internet Banking BRI dan Mobile Banking BRI juga tidak dikenakan biaya atau gratis. Bahkan untuk transfer sesama BRI melalui BRImo, Internet Banking BRI, maupun ATM-BRI juga tidak dipungut biaya alias gratis.

Ada sejumlah fitur unggulan pada aplikasi BRImo. Di antaranya adalah pembukaan rekening secara digital, tarik tunai tanpa kartu, info mutasi sampai dengan 12 bulan, info saldo dan poin, transfer, pembelian, hingga pembayaran. Fitur lain BRImo yang menunjang kenyamanan dan kepraktisan penggunanya yaitu bisa login menggunakan fingerprint.

“Kami berkomitmen terus mengedukasi dan senantiasa mengajak masyarakat untuk menggunakan transaksi nontunai melalui layanan keuangan digital agar semua transaksi dan urusan keuangan nasabah menjadi bisa lebih cepat dan mudah,” pungkas Aestika.

Edisi Spesial Pasca Lebaran, SPEKTRA FAIR Virtual Tebar Promo di Pematangsiantar dan Rantauprapat

CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, meresmikan event SPEKTRA FAIR virtual ke-5 yang dilaksanakan mulai tanggal 22 Mei hingga 30 Mei 2021 dengan konsep virtual.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Bulan suci Ramadhan telah berlalu, kini seluruh masyarakat Indonesia masih dalam suasana pasca Hari Raya Idul Fitri atau yang akrab disebut dengan Hari Lebaran. PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan retail terbesar di Indonesia melalui anak perusahaannya, yaitu PT Astra Multifinance, kembali menghadirkan salah satu event promo bulanan SPEKTRA FAIR yang dilaksanakan mulai hari ini, tanggal 22 Mei, hingga 30 Mei 2021. Event ini merupakan rangkaian dari HUT FIFGROUP yang juga telah dilaksanakan pada bulan ini tepatnya pada tanggal 1 Mei 2021.

Event ini akan dilaksanakan secara serentak khusus untuk Kota Pematang Siantar dan juga di 25 kota besar lainnya di Indonesia, seperti Malang, Probolinggo, Banyuwangi, Semarang, Sidoarjo, Manado, Palu, Jakarta, Bandung, Tanjung, Sampit, Pangkalan Bun, Mempawah, Sanggau, Singkawang, Mamuju, Ambon, Lampung, Palembang, Aceh, Batam, Lhoksemauwe, Rantau Prapat, Baturaja, dan Muara Enim.

Ini merupakan kali ke-5 event SPEKTRA FAIR Virtual diadakan pada tahun 2021 setelah sebelumnya juga dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia. Antusiasme warga dapat dilihat dari peningkatan jumlah permintaan kredit dan pengunjung yang mengakses SPEKTRA FAIR setiap bulannya mulai dari bulan Januari hingga April tahun 2021. Secara, permintaan kredit alat elektronik dan perabotan rumah tangga terjadi peningkatan rata-rata sebesar 300 unit setiap bulannya atau meningkat rata-rata sebesar 115,94% dan juga secara jumlah pengunjung terjadi peningkatan rata-rata sebesar 650 pengunjung setiap bulannya atau meningkat rata-rata sebesar 54,80% dalam setiap event SPEKTRA FAIR Virtual dilaksanakan pada tahun 2021. Hal ini menunjukan bahwa terjadinya peningkatan permintaan terhadap produk-produk elektronik maupun perabotan rumah tangga.

Selain itu, pada event SPEKTRA FAIR yang diadakan sejak bulan Januari hingga bulan Maret pada tahun 2021, menunjukan animo masyarakat untuk memiliki produk gadget sangatlah tinggi, hal ini ditunjukan pada jumlah booking in unit khusus produk gagdet menyumbang lebih dari 50% penjualan dari seluruh jenis produk yang ada. Dengan demikian, FIFGROUP senantiasa selalu mengadakan event SPEKTRA FAIR virtual ini demi memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Hanya dengan tetap di rumah sesuai dengan arahan Pemerintah, SPEKTRA FAIR Virtual dapat langsung diakses menggunakan laptop atau gadget pelanggan. Seluruh produk elektronik hingga perabotan rumah tangga dapat langsung dibeli dengan proses transaksi yang aman dan nyaman.

CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap permintaan alat elektronik dan perabotan rumah tangga semakin meningkat.  Kehadiran SPEKTRA FAIR Virtual diharapkan dapat membantu seluruh pelanggan untuk bisa mendapatkan produk impiannya. “Kehadiran SPEKTRA FAIR Virtual, khususnya di masa pasca lebaran saat ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhannya terhadap produk-produk elektronik serta perabotan rumah tangga. SPEKTRA FAIR Virtual juga diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat di era new normal saat ini, sehingga kehadiran event virtual ini juga dapat membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” tutur Margono.

Astra Multifinance President Director (SPEKTRA), Ardian Prasetya, menambahkan SPEKTRA FAIR Virtual yang diadakan secara virtual diharapkan bisa menjadi event yang selalu memberikan kenyamanan dan keamanan untuk warga sekitar yang ingin mewujudkan mimpi-mimpinya agar terhindar dari virus Covid-19 yang hingga saat ini masih mewabah. “Pembelian secara langsung dengan adanya sentuhan di tempat sangat berisiko untuk pelanggan kami, SPEKTRA FAIR Virtual hadir dengan konsep digital interaktif untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan kami,” kata Ardian.

Atas pembelian sebuah produk, SPEKTRA FAIR Virtual menawarkan potongan angsuran sampai dengan Rp 500 ribu berikut dengan cashback AstraPay hingga Rp 50 ribu. Setiap kota juga memiliki promo spesialnya masing-masing yang tentunya bisa menambah keuntungan pelanggan yang melakukan transaksi. Selain itu, pelanggan dapat mengikuti games dan kuis meriah dengan total hadiah yang dapat diraih hingga Rp 2 juta. Syarat & Ketentuan program dapat diakses melalui bit.ly/InfoSPEKTRAFAIRMay

SPEKTRA FAIR pada bulan Mei akan hadir di 27 kota besar di Indonesia dengan beragam promo dan hadiah menarik yang ditawarkan khusus untuk seluruh pelanggan FIFGROUP. Setiap kota akan memiliki promo spesialnya masing-masing. Beragam keuntungan bisa didapatkan hanya dengan melakukan transaksi di SPEKTRA FAIR Virtual.

Rangkaian acara SPEKTRA FAIR selama lebih dari seminggu ini, dapat diakses oleh pelanggan dengan mengunjungi laman website bit.ly/SPEKTRAFAIR_7 menggunakan smartphone dan laptopnya.

“Kami menghimbau untuk seluruh penduduk Tangerang jangan sampai melewatkan momen khusus ini, segera wujudkan impian anda dengan cara dapatkan produk yang anda inginkan beserta hadiah menarik dengan langsung kunjungi website SPEKTRA FAIR Virtual.” ujar Duke Da Silva Meliala selaku Kepala Wilayah Sumatera Utara 2.

MPF Marketing Head Sumatera Utara 2, Pesta Krishi Exaudi Hutapea, menambahkan SPEKTRA FAIR Virtual adalah bentuk persembahan kami pasca Hari Raya Idul Fitri ini untuk memberikan solusi pembiayaan produk elektronik dan perabotan rumah tangga berkualitas dengan sejumlah keuntungan yang dapat diraih. (Rel)

Anggota DPRD Sumut Dukung Bobby Bersihkan Medan dari Pungli

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sikap tegas Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menindak oknum lurah dsn kepling yang melakukan pungutan liar, mendapat apresiasi dari Anggota Komisi A DPRD Sumut, Meryl Rouli Saragih. Politisi PDI Perjuangan ini juga mendukung penuh pembentukan tim Saber Pungli oleh Bobby.

“Pemerintah harus tegas dalam hal memutus mata rantai pungli di Kota Medan,” kata Meryl dalam keterangannya kepada wartawan di Medan, Sabtu (22/5/2021). Menurut mantan Ketua Tim Sekretariat Pemenangan Medan Berkah tersebut, Pungli di Kota Medan selama ini tumbuh subur dan wali kota sebelum Bobby dinilainya gagal dalam menghilangkan “budaya” pungli di Kota Medan.

“Dengan gebrakan di awal pemerintahannya yang menindak tegas oknum yang diduga melakukan Pungli, menurut saya ini langkah maju dalam mewujudkan Kota Medan bebas Pungli,” ungkap Wakil Sekretaris Internal DPD Perjuangan Sumut tersebut.

Meryl juga menyampaikan harapan, semoga Tim Saber Pungli yang dibentuk Wali Kota Medan ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat yaitu memberantas pungli sampai ke tingkat pemerintahan terkecil yaitu tingkat lingkungan. “Karena pungli di Kota Medan sangat laten, hampir terjadi di semua lini dan sangat meresahkan masyarakat,” imbuh Anggota DPRD yang dikenal dekat dengan kaum Milenial tersebut.

Selanjutnya Meryl juga berharap kepada Aparatur Pemerintahan atau ASN agar mengikuti dan mendukung keinginan Wali Kota Medan untuk menjadikan Medan sebagai Kota bebas pungli. “Kalau keinginan baik wali kota tidak diikuti dan didukung oleh seluru perangkat daerah maka cita-cita Bobby akan tidak terlaksana dan sia-sia. Akan tetapi dengan dukungan seluruh unsur perangkat daerah maka membebaskan Medan dari Pungli pasti berhasil,” pungkasnya. (adz)

Kepergok Curi 2 Unit Hp, Warga Hamparan Perak Diamankan Polisi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Baru mengamankan seorang pria berinisial RZ (41), warga Komplek perumahan PT Ira, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, atas kasus pencurian dua unit Handphone (Hp) dari Pos Satpam Kantor Kesbangpol Sumut, Jalan Gatot Subroto Medan.

Pemaparan: Petugas Polsek Medan Baru sedang memaparkan pelaku pencuri dua buah Hp, di Mapolsek Medan Baru. Sumut Pos/ Dewi.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Aris Wibowo, SIK melalui Kanit Reskrimnya Iptu Irwansyah Sitorus membenarkan kejadian tersebut. Kepada sejumlah wartawan di Medan, Sabtu (22/5), dia memaparkan, pelaku tertangkap basah oleh pemilik Hp yang merupakan seorang satpam, setelah ketahuan mencoba mencuri dua unit Hp miliknya yang lagi dicas di pos satpam tempatnya bertugas,” ujar Irwansyah.

Dia menjelaskan kronologisnya, saat itu pada Rabu, 19 Mei 2021, sekira pukul 06.00 WIB di Pos Satpam Kantor Kesbangpol Sumut, Jalan Gatot Subroto Medan, pelaku nekad masuk ke lokasi kejadian dengan memanjat pagar kantor, dengan niat mencuri dua unit Hp merk Vivo V19 warna biru dan merk Vivo 1723 warna hitam milik satpam yang bertugas di Kantor Kesbangpol Sumut, Jalan Gatot Subroto Medan yang saat itu sedang tertidur pulas.

Sedangkan, lanjut Irwansyah, posisi Hp korban sedang dicarger di Pos Satpam tersebut. Belum sempat berhasil membawa lari hasil handphone curiannya tersebut, Satpam berinisial DS (25), yang merupakan warga Pasar X Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang tersebut terbangun dan memergoki pelaku.

Sadar aksinya ketahuan, tambahnya, pelaku tersebut mencoba melarikan diri. Ketika dikejar oleh korbannya, di saat bersamaan petugas yang sedang berpatroli melintas di seputaran tempat kejadian perkara (TKP) dan segera menangkap dan memboyong pelaku ke Mapolsek Medan Baru guna diperiksa lebih lanjut.

“Usai diperiksa penyidik, atas kesalahan pelaku kita akan persangkakan dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya. (Mag-1)

Bermodal Pinjaman BRI, Wanita Ini Sukses Membangun Bisnis Keripik di Nabire

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Siapa tak ingin hidup layak dan memiliki usaha yang berkembang sejak dini? Setidaknya keinginan tersebut dimiliki Wulaningsih, wanita asal Manokwari, Papua. Sejak belasan tahun lalu, Wulan ingin memiliki sendiri usaha pembuatan keripik keladi dan kerupuk. Keinginan ini muncul karena Wulan sejak muda sudah terbiasa membantu kakaknya menjual keripik di Nabire.

Usaha keripik juga bisa dibilang adalah bisnis turun temurun di keluarga Wulan. Karena dua alasan ini, maka pada 2009 lalu Wulan memberanikan diri membuka usaha penjualan keripik keladi miliknya. Dia memberanikan diri untuk memulai usaha karena tidak ingin menganggur pasca menikah.

“Daripada habis menikah nganggur mending saya punya usaha saja, siapa tahu nanti ke depannya baik. Alhamdulillah, ternyata berjalan baik,” imbuh dia.

Di awal merintis usaha, Wulan sempat kesulitan permodalan. Beruntung, saat itu dia mendapat bantuan pinjaman modal usaha dari BRI sebesar Rp5 juta. Modal tersebut lantas digunakan Wulan untuk sedikit demi sedikit mengembangkan usahanya.

Karena ketekunan dan kegigihannya, Wulan berhasil mengembangkan usaha keripik keladi itu. Bahkan, kini ia mampu memiliki tiga petak tanah di kampungnya.

Keberhasilannya juga terlihat dari plafon pembiayaan yang semakin besar. Saat ini, Wulan mengaku sudah bisa mendapat bantuan modal usaha hingga Rp200 juta dari BRI. Pinjaman sebesar itu digunakan Wulan untuk membeli bahan baku, peralatan usaha, dan mengembangkan bisnis keripiknya.

“Saya waktu memulai usaha itu mendapat bantuan modal dari BRI, awalnya dapat pinjaman Rp 5 juta terus saya pinjam lagi dan sekarang Alhamdulillah BRI sudah memberi kepercayaan kepada saya, BRI memberi pinjaman untuk modal hingga Rp200 juta,” ujarnya.

Pesatnya perkembangan bisnis Wulan terlihat dari luasnya distribusi produk buatannya. Saat ini, keripik keladi milik Wulan sudah dijual hingga kota-kota besar di luar Papua seperti Makassar, Surabaya, hingga Solo.

Setiap bungkus keripik keladi tersebut dijual dengan harga Rp14 ribu. Biasanya, Wulan mampu memproduksi hingga 80 pieces kerupuk per hari, atau disesuaikan tergantung pesanan.

“Harganya dari saya Rp14 ribu, kalau dari toko yang menjual kembali ada yang seharga Rp15 ribu ada juga reseller menjualnya Rp18 ribu. [Omzet bisnis ini] Perbulannya sekitar Rp15 juta,” ujarnya.

Selama berbisnis keripik keladi, Wulan mengaku tidak pernah menemukan kesulitan yang berarti. Dia hanya beberapa kali harus menghadapi kendala dalam mencari bahan baku keladi apabila mendapat pesanan cukup banyak.

“Pas kita keliling cari keladi tidak ada dan pesanan banyak saya pusing cari bahan baku utamanya. Kalau singkong kan banyak, sedangkan keladi itu susah adanya diambil di gunung. Saya biasanya beli langsung dari petani keladinya, langsung saya beli dan dibawa ke rumah untuk di produksi,” ujarnya.

Untuk membantunya menjaga kelancaran usaha, Wulan kini sudah mempekerjakan 5 pegawai yang masing-masing digaji Rp2,5 juta per bulan. Para pekerja bisnis Wulan adalah warga sekitar tempat tinggalnya.

Dia mengaku, selama ini bisa sukses mengembangkan dan mempertahankan usahanya—bahkan di tengah pandemi sekalipun—karena kerap mendapat pelatihan dan pendampingan dari BRI. Wulan yang telah menjadi nasabah BRI sejak 2010 ini mengaku, pelatihan dan pembinaan BRI banyak membantu dirinya untuk memperluas jangkauan usaha serta memberi solusi urusan pemasaran dan hal-hal lain terkait bisnisnya.

“Saya sangat terbantu dalam modal usaha saya, sehingga saya bisa belanja dan berkat bantuan modal usaha dari BRI tersebut saya sudah membeli tanah di 3 lokasi dan rencananya mau buka kos-kosan,” ungkapnya. “Omset saya jadi naik, bisa terbantu, saya di BRI bersyukur dan berterimakasih orang-orangnya baik kepada saya,” tambah Wulan.

Ke depannya, Wulan berharap pinjaman modal dan pendampingan dari BRI bisa bisa diberikan dengan jumlah yang lebih besar. Dia menargetkan bisa mendapat KUR dengan plafon Rp500 juta, agar mempermudah mewujudkan keinginan membuka bisnis kos-kosan di Nabire.

Terakhir, Wulan berpesan kepada para pelaku UMKM—khususnya perempuan—agar tidak pantang menyerah dalam berusaha. Menurutnya, perempuan juga bisa untuk sukses menjalani usaha “Pantang menyerah sebagai kunci kesuksesannya,” katanya(*)