28 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 3451

Siswa Pesantren Darul Arafah Raya Juara 1 Millennium Pildacil 9

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Millennium ICT Center sukses menggelar ajang pemilihan Da’i Cilik (Pildacil) ke – 9 dan pemilihan Hafiz Qur’an yang digelar di Merica Food Court Lantai 5 Millennium ICT Center Medan dari tanggal 26 April hingga 5 Mei lalu. Setelah melewati penilaian dewan juri yang terdiri dari H Khairul Anwar, MA, M.Si, Ari Pramaji Barus S.Sos dan Rima Melati, panitia pengumumkan para pemenang lomba Pildacil dan Hariz Qur’an pada penutupan Millennium Pildacil 9 (5/5) kemarin.

Adalah Miftaah Dhiya’ Ulhaq terpilih sebagai juara 1 Millennium Pildacil 9. Peserta yang tinggal di Jalan Wakaf gang Rotan Medan Sunggal ini merupakan siswa dari Pesantren Darul Arafah Raya. Juara 2 diraih Siti Aisyah dan juara 3 diraih Nugraha Mandala Putra. Sementara juara harapan 1, 2 dan 3 masing – masing atas nama  Nuha Al Hunaifi, Muthia Az Zahra Lubis dan Annindya Azzahra. Untuk lomba Hafiz Quran, juara 1 diraih M. Zaky Aulady, juara 2 atas nama Liya Zafirahtussyaurah Lubis dan juara 3 diraih M. Hafiz Azizi.

Pimpinan Millennium ICT Center Drs  Herri Zulkarnain, SH, Msi menyampaikan selamat kepada para pemenang dan juga kepada orang tua yang sudah mendampingi dan membimbing anak anaknya hingga memperoleh juara. Herri berharap, anak – anak akan semakin termotivasi untuk terus belajar dan terus mengasah bakatnya. Kepada anak anak yang belum mendapat juara, Herri berharap jangan berkecil hati.

Dikatakan Herri, penilaian dilakukan secara profesional. Baik juri maupun Millennium ICT Center tidak punya kepentingan tertentu dalam memenangkan peserta. Penilaian semata mata berdasarkan kemampuan penampilan peserta. ‘’Sehingga kedepannya orangtua masih percaya untuk mendaftarkan anaknya pada lomba berikutnya,’’ ajak Herri.

DKetua panitia Millennium Pildacil 9 Mahyar menyampaikan, kegiatan Pildacil kali ini diikuti 160 an peserta. Mereka tidak hanya dari Kota Medan, tetapi ada juga yang datang dari luar Medan. Meskipun ditengah pandemi, minat anak-anak mengikuti lomba masih tinggi. (sih/ila)

itambahkan Herri, Pildacil ini merupakan kegiatan CSR Millennium ICT Center sebagai bentuk kepedulian dalam mengasah bakat anak agar bisa menjadi Da’i masa depan. ‘’Kita selalu rindu menggelar kegiatan keagamaan seperti ini. Karena ini adalah salah satu benteng bagi anak anak kita. Ini bagian dari upaya kita membina ahlak generasi muda agar tidak terpengaruh dampak negatif dari kemajuan teknologi, ’’sebutnya. Diharapkan, dari even ini, akan terpilih anak anak yang kedepannya bisa menjadi da’i cilik dan penghapal Qur’an perwakilan dari Sumatera Utara untuk berkompetisi di kejuaraan nasional.

Ketua panitia Millennium Pildacil 9 Mahyar menyampaikan, kegiatan Pildacil kali ini diikuti 160 an peserta. Mereka tidak hanya dari Kota Medan, tetapi ada juga yang datang dari luar Medan. Meskipun ditengah pandemi, minat anak-anak mengikuti lomba masih tinggi. Peserta juga banyak yang merupakan peserta baru yang belum pernah ikut sebelumnya. Untuk hadiah, panitia menyediakan hadiah total uang tunai Rp9 jutaan ditambah tropi dan sepeda. (sih/ila)

Di Awal, Tak Ada Tertera pada Pengumuman Lelang, Jabatan Kabid di BPBD Mendadak Muncul

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proses lelang jabatan eselon III dan Eselon IV (Lurah) yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Medan di tahun ini terus menjadi sorotan. Pasalnya, proses seleksi lelang jabatan kali ini menimbulkan banyak kejanggalan yang terjadi, mulai dari tahapan pengumuman jabatan dilelang, hingga hasil lelang yang tak sesuai dengan yang diumumkan.

Bukan hanya terjadi penambahan jumlah jabatan yang terkesan mendadak oleh panitia seleksi, tetapi pada proses lelang jabatan kali ini juga ditemukan jabatan yang awalnya tidak ada diumumkan untuk di seleksi pada pengumuman awal, namun belakangan jabatan tersebut justru muncul pada pengumuman hasil seleksi.

Setelah dicocokkan antara daftar jabatan yang diseleksi dengan jabatan yang diumumkan, ditemukan adanya jabatan salah satu Kepala Bidang (Kabid) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, yakni jabatan Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Padahal saat pengumuman tahap awal, jabatan tersebut tidak ada ditemukan dalam pengumuman. Namun berdasarkan pengumuman terakhir, jabatan tersebut tiba-tiba muncul dan dimenangkan oleh ASN bernama Ananda Sulung Parlaungan SSTP.

Sebaliknya, saat pengumuman awal, terdapat jabatan Kabid Pengelolaan Persampahan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan sebagai salah satu jabatan yang ikut diseleksi. Namun belakangan saat pengumuman hasil seleksi, jabatan tersebut justru tidak lagi muncul.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Badan Kepagawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap, mengakui adanya perubahan jabatan yang diseleksi. Namun dia mengatakan, jika perubahan itu terjadi sebelum tanggal 29 Maret 2021 sebagai tanggal penerimaan berkas pendaftaran. “Perubahannya ditanggal 26 Maret atau saat pengumuman, jadi belum ada berkas pelamar yang masuk (untuk jabatan Kabid Pengelolaan Persampahan),” jawab Muslim, Kamis (6/5).

Muslim mengatakan, seleksi terbuka untuk jabatan eselon III dan Lurah (Eselon IV) baru kali ini dilakukan oleh pihaknya. Sehingga dia melihat, wajar saja bila ada kekurangan dalam pelaksanaannya. Ia pun menilai, tidak seharusnya hal itu dipermasalahkan. “Kita harus lihat dari sisi positifnya, bukan hanya negatif. Konsepnya ini bagus, seleksi terbuka agar lebih transparan, sesuai keinginan dan visi misi Pak Wali,” katanya.

Sedangkan untuk tim penilai, kata Muslim, tidak berpatok terhadap jabatan yang dilamar. Sebab, ada juga peserta yang tidak lulus meskipun nilainya tertinggi pada jabatan tersebut. Sebab, tim penilai juga memiliki pertimbangan hasil kompetensi. Artinya bila dinilai berpotensi untuk mengisi jabatan lain karena dinilai berkompeten, maka tim penilai akan mengalihkannya.

“Contoh jabatan A, pemenangnya atau nilai tertingginya itu 67. Sementara di jabatan B, ada peserta yang peringkat ke dua, tapi nilainya lebih tinggi dari 67. Itu bisa dialihkan ke posisi (jabatan) A. Jadi tidak hanya berpatok kepada satu jabatan, itulah kewenangan tim penilai,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, ditemukan jabatan Lurah Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan dari pengumuman hasil seleksi. Padahal sebelumnya, jabatan itu tidak ada di pengumuman lelang jabatan yang akan diisi.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor mendesak Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk membatalkan hasil seleksi jabatan eselon III dan jabatan Lurah di lingkungan Pemko Medan karena dinilai tidak transparan serta diragukan uji kompetensinya. “Ini akal-akalan Pansel. Sebab dari mana orang tahu bahwa terjadi penambahan Lurah Kampung Nelayan Indah kalau tidak secara transparan diumumkan,” tanya Antonius.

Seharusnya, kata Antonius, BKD punya standar baku kompetensi untuk jabatan yang akan dilamar. Demikian pula menyangkut soal ujian tertulis yang disamaratakan untuk lurah dan eselon III yang dinilai membingungkan peserta.

Antonius juga mengaku heran, melihat adanya peserta yang gagal menjadi Camat justru menang sebagai kepala bagian (Kabag). Selain itu, ada yang melamar sebagai Sekretaris Camat tetapi justru lolos sebagai Kabid. (map/ila)

Bantuan Guru Honorer Nonsertifikasi Hari Ini Dicairkan

PPPK: Guru honorer di Kota Medan. Sebanyak 100 pegawai honorer di Kota Medan akan segera menerima SK sebagai PPPK, mayoritas guru.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan merencanakan pencairan dana bantuan guru honorer nonsertifikasi pada hari ini, Jumat (7/5). Rencananya hari ini, sebanyak 2.537 guru dari sekolah negeri, 5.744 guru dari sekolah swasta dan 946 operator sekolah tingkat TK, SD dan SMP, direncanakan akan mendapatkan bantuan untuk Triwulan I (TW1) Tahun 2021 dengan jumlah bantuan keseluruhan sebanyak Rp10.468.200.000.

PPPK: Guru honorer di Kota Medan. Sebanyak 100 pegawai honorer di Kota Medan akan segera menerima SK sebagai PPPK, mayoritas guru.

Atas hal itu, Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan mengucapkan terima kasihnya kepada Pemko Medan yang akan mencairkan dana insentif pada hari ini kepada guru honor dan operator sekolah pada sekolah negeri dan sekolah swasta di Kota Medan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pemko Medan yang akan mencairkan dana bantuannya besok (hari ini). Mewakili teman-teman di FHI, saya juga sudah menyampaikan hal ini lewat telepon kepada Kadis Pendidikan Kota Medan, Pak Adlan saat menanyakan kepastian pencairan dana bantuan ini,” ucap Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis kepada Sumut Pos, Kamis (6/5).

Dikatakan Fahrul, semua guru honorer di Kota Medan memang tengah menanti-nantikan dana bantuan tersebut karena bantuan yang dimaksud sangat dibutuhkan saat ini, khususnya dalam situasi menjelang Idul Fitri 1442 H dan dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum kunjung berakhir.

Disebutkannya, FHI Kota Medan juga menyampaikan terima kasihnya yang terkhusus kepada Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman yang telah memperhatikan masih guru dan tenaga pendidikan honorer di Kota Medan. “Saya mewakili semua guru honorer dan tenaga kependidikan menghaturkan terimakasih kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan atas kebijakannya yang memperhatikan guru dan tenaga pendidikan honor. Lebih kurang 7000 guru dan tenaga pendidikan honor yang ada di Medan. Ini sungguh berharga bagi kami,” ujarnya didampingi pengurus FHI Medan.

Fahrul juga mengatakan, para guru dan tenaga pendidikan honor juga melihat keseriusan Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota dalam membenahi Kota Medan, khususnya di bidang pendidikan. “Karena itu, kami dari Forum Honorer Indonesia Kota Medan menyatakan siap mendukung program-program Pemko Medan dan siap berkolaborasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan untuk memajukan Kota Medan menuju Medan Berkah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II, Sudari ST meminta Pemko Medan untuk benar-benar mencairkan dana bantuan guru honorer nonsertifikasi TW1 Tahun 2021 di hari ini juga. Pasalnya, saat ini moment lebaran benar-benar sudah di depan mata, yakni kurang dari satu pekan.

“Mereka itu kan gak ada THR, kalaupun ada nilainya pasti sangat kecil, karena upah mereka saja pun hanya sekitar Rp400 ribu per bulan. Kalau lah bantuan ini bisa cair besok (hari ini), alangkah terbantunya mereka dalam menyambut Idul Fitri di masa pandemi yang belum berakhir ini. Kita minta dan kita benar-benar berharap, agar bantuan ini bisa cair besok,” kata Sudari kepada Sumut Pos, Kamis (6/5).

Dikatakan Sudari, dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, para guru sangat penting untuk diperhatikan kesejahteraannya. Sebab, kesejahteraan para guru ataupun tenaga pendidik di satu wilayah menjadi barometer maju atau tidaknya mutu pendidikan di wilayah tersebut.

“Apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, guru-guru honor itu makin terpuruk ekonominya. Kalau kita mau pendidikan di Kota Medan maju, maka kita harus bisa meningkatkan kesejahteraan para guru di Kota Medan. Dengan kolaborasi yang digalakkan Wali Kota Medan, kuta yakin Pemko Medan bisa mewujudkannya,” ujarnya.

Sudari meminta Dinas Pendidikan Kota Medan untuk mendukung program kerja serta kebijakan yang diterapkan Pemko Medan dalam mengembangkan dunia pendidikan di Kota Medan kedepannya. “Kita sangat berharap agar program-program kerja yang sudah baik dirancang Wali Kota Medan kedepannya dapat didukung oleh OPD-OPD nya. Kalau bicara peningkatan pendidikan di Kota Medan, maka tentu kita berharap dapat didukung penuh oleh Dinas Pendidikan Kota Medan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan mengaku sedang memproses penyaluran dana bantuan guru honor non sertifikasi, baik untuk guru sekolah negeri maupun swasta untuk Tri Wulan I (TW1) Tahun 2021. Rencananya, pencairan akan diupayakan untuk dapat langsung di transfer ke rekening masing-masing guru paling lambat hari ini, Jumat (7/5).

Seperti diketahui, dalam APBD tahun 2021 Pemko Medan mengalokasikan dana sebesar Rp40 Miliar lebih untuk pembayaran bantuan guru honorer baik negeri maupun swasta, termasuk untuk bantuan operator dapodik. Rinciannya, guru honor sekolah negeri sekitar Rp23 miliar, dan guru honor swasta sekitar Rp 14,2 miliar. Sedangkan untuk bantuan operator dapodik, dianggarkan sekitar Rp3 Miliar. Jumlah tersebut adalah jumlah anggaran yang sama seperti yang sudah dianggarkan di APBD tahun 2020 lalu. (map/ila)

Komite PPI RSUP HAM Sosialisasikan Cuci Tangan ke Pengunjung RS

PERAGAKAN: Pengunjung RSUP HAM memperagakan cuci tangan yang benar menurut standar WHO pada Hari Kebersihan Tangan Sedunia 2021, Rabu (5/5). idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati World Hand Hygiene Day (Hari Kebersihan Tangan Sedunia) 2021, Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) menyosialisasikan kegiatan cuci tangan kepada para pengunjung rumah sakit, Rabu (5/5).

PERAGAKAN: Pengunjung RSUP HAM memperagakan cuci tangan yang benar menurut standar WHO pada Hari Kebersihan Tangan Sedunia 2021, Rabu (5/5). idris/sumut pos.

Ketua Komite PPI dr Ricke Loesnihari MKed (Clin-Path) SpPK (K) mengatakan, kegiatan ini diawali di area loket pendaftaran Instalasi Rawat Jalan (IRJ) yang setiap hari memang selalu ramai oleh pengunjung. “Cuci tangan mampu mencegah kita tertular penyakit. Cuci tangan ada enam langkah, bisa menggunakan air mengalir. Pada saat ini, di musim pandemi COVID-19, seharusnya mencuci tangan menggunakan air mengalir. Tetapi, jika sarana air mengalir tidak ada, dipersilahkan menggunakan cairan hand sanitizer,” jelas kata Ricke didampingi Kepala Sub IRJ Reguler dan One Day Care Bima Sari Skep Ners.

Dalam kesempatan tersebut, para petugas dari Komite PPI bersama Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran RS memperagakan enam langkah cuci tangan yang benar menurut standar WHO (Badan Kesehatan Dunia). Selanjutnya, petugas meminta sejumlah pengunjung IRJ untuk mempraktikkan kembali gerakan cuci tangan tersebut, dan memberikan suvenir berupa hand sanitizer bagi yang bisa melakukannya dengan benar.

Tidak hanya kepada para pengunjung yang datang berobat, sosialisasi cuci tangan ini pun juga disampaikan kepada para petugas di beberapa unit pelayanan medis di rumah sakit terakreditasi Joint Commission International ini. “Tujuan kegiatan ini mengingatkan kembali para petugas untuk selalu melakukan cuci tangan dalam setiap aktifitasnya. Sosialisasi ini di antaranya dilakukan di Instalasi Radiologi dan Sub Instalasi Patologi Klinik,” pungkasnya. (ris/ila)

Kanwil DJPb Ajak Pemda se-Sumut Tingkatkan Kualitas LKPD

FGD: Kepala Kanwil DJPb Provsu, Tiarta Sebayang (tengah) dalam kefgiatan FGD Pengelolaan Keuangan Daerah 2021, Rabu (5/5) di aula kantor instansi tersebut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan. FGD diikuti oleh kepala BPKAD se Sumut dan dilakukan secara hybrid.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) senantiasa mengajak pemerintah daerah se-Sumatera Utara meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). “Tahun lalu, dari 34 pemerintah daerah di Sumatera Utara, baru 21 pemda yang berhasil memeroleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Untuk itu, kita sama-sama berharap bahwa opini WTP atas LKPD Tahun 2020 dapat diraih oleh seluruh pemda di wilayah Sumut,” ujar Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumut, Tiarta Sebayang saat memberi sambutan dalam Fokus Grup Diskusi (FGD) Pengelolaan Keuangan Daerah 2021, Rabu (5/5).

FGD: Kepala Kanwil DJPb Provsu, Tiarta Sebayang (tengah) dalam kefgiatan FGD Pengelolaan Keuangan Daerah 2021, Rabu (5/5) di aula kantor instansi tersebut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan. FGD diikuti oleh kepala BPKAD se Sumut dan dilakukan secara hybrid.

Kegiatan secara hybrid yakni daring dan luring di Aula Rapat VIP Lantai III Kanwil DJPb Sumut ini, menurut dia, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kegiatan ini diikuti seluruh kepala BPKD/BPKAD se Sumut. “Sejalan dengan isu yang relevan saat ini, FGD Pengelolaan Keuangan Daerah tahun 2021 mengusung tema ‘Membangun Akuntabilitas Keuangan Daerah Untuk Peningkatan Kualitas LKPD’,” kata Tiarta.

Opini WTP merupakan capaian terbaik yang diberikan oleh BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Opini WTP juga merupakan salah satu indikator dari praktek pengelolaan keuangan daerah yang sehat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan best practices. “Capaian opini terbaik itu tidak semata-mata ditentukan oleh penyajian laporan keuangan yang berkualitas, tetapi juga ditopang oleh efektivitas sistem pengendalian internal yang memadai, kecukupan pengungkapan serta kepatuhan terhadap perundang-undangan,” kata dia.

Tiarta menambahkan, bahwa kegiatan FGD menjadi sarana koordinasi dan sinergi antara Kanwil DJPb Sumut dengan seluruh pemda di Sumut dalam upaya meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat dicapai sebuah komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemda maupun pemerintah pusat sehingga dapat menjadi modal yang sangat berharga bagi sinergi pengelolaan keuangan daerah yang dilaksanakan secara transparan dan

akuntabel.

“Dengan demikian kualitas LKPD seluruh entitas pemda di Sumut dapat tetap terjaga, terus memeroleh dan mempertahankan opini WTP, dan berdampak nyata dalam

mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang sejahtera, maju, adil dan makmur, sebagaimana yang menjadi cita-cita Bangsa Indonesia.

FGD menghadirkan dua narasumber yaitu, Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Ditjen Perbendaharaan, R Wiwin Istanti dan Kepala Perwakilan BPK Sumut, Eydu Oktain Panjaitan. Adapun sesi diskusi panel FGD dimoderatori oleh Kepala Bidang

PAPK Kanwil DJPb Provinsi Sumut, Mercy Monika R Sitompul. (prn/ila)

Teks foto

FGD: Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumut, Tiarta Sebayang (tengah) memberi sambutan dalam FGD Pengelolaan Keuangan Daerah 2021, Rabu (5/5) di aula kantor instansi tersebut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan. FGD diikuti oleh kepala BPKAD se Sumut dan dilakukan secara hybrid. IST

Dirikan Pos Pam Lebaran 2021, Polsek Medan Kota Antisipasi Aksi Kriminalitas

POS PAM: Pos Pam yang didirikan Polsek Medan Kota untuk antisipasi aksi kriminalitas.dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mengantisipasi berbagai bentuk kerawanan serta memelihara keamanan dan ketertiban saat Ramadan dan menjelang lebaran 1 Syawal 1442 H di wilayah hukumnya, Polsek Medan Kota mendirikan Pos Pam Lebaran 2021, Kamis (6/5).

POS PAM: Pos Pam yang didirikan Polsek Medan Kota untuk antisipasi aksi kriminalitas. dewi/sumut pos.

Kapolsek Medan Kota, Kompol M Rikki Rahmadhan mengatakan, Operasi Ketupat 2021 yang berlangsung selama 12 hari, yakni mulai 5-17 Mei 2021.

“Kita meminta kepada para personel tetap selalu humanis dalam setiap pelaksanan penindakan,” ujar Rikki didampingi Wakapolsek, AKP AW Nasution, Kanit Sabhara, AKP Kosler Gultom ( Kapos Pam lebaran 2021), Kanit Lantas Iptu Pantas Manalu, Panit Reskrimnya Iptu Asrul Efendi Rambe, dan Kanit Intel Iptu Sirait.

Dia mengimbau, dalam menjaga kondusifitas selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, agar selalu memberikan keamanan, kenyamanan kepada masyarakat dan Polri selalu ada untuk masyarakat. Pos pengamanan (Pam) ini dibangun untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan sosial menjelang Lebaran berupa aksi kriminalitas kepada masyarakat, pengamanan di lokasi keramaian pusat perbelanjaan. “Ini sebagai wujud kesiapan Polri dalam menghadapi kegiatan pengamanan jelang dan hari raya Idul Fitri 1442 H,” ungkapnya.

Pos Pam tersebut, lanjutnya, terletak di Jalan MT Haryono, tepatnya di depan pusat perbelanjaan Medan Mall, sebagai posko operasi yang meliputi pengamanan masyarakat baik yang berbelanja, ibadah, dan melakukan kegiatan sehari-hari. “Karena itu, penempatan personel akan difokuskan tidak hanya duduk di Pos Pam, tetapi personel juga akan mobile ke lokasi-lokasi yang keramaian dan rawan kriminal. Dalam hal ini pihak kita juga telah mengandeng kerja sama dengan Dishub Kota Medan, Dinas Kesehatan, TNI, Dinas Satpol PP Kota Medan, dan beberapa ormas kepemudaan,” bebernya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga tetap melakukan sambang dan patroli kewilayahan antara lain menyambangi obyek-obyek vital seperti, Perbankan, pasar swalayan, mesin-mesin ATM, serta pemukiman penduduk, melaksanakan dialogis dan memberikan pesan-pesan Kamtibmas kepada petugas pengamanan swakarsa /Security Bank, serta meminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan tugas di sekitar lingkungannya.

“Sehingga bila ada sesuatu yang mencurigakan segera dapat diketahui dan dilakukan tindakan, dan bila ada sesuatu yang membutuhkan penanganan Polri segera hubungi Polsek Medan Kota, atau segera kordinasi ke Pos Pam Lebaran kita,” pungkasnya. (mag-1)

Wali Kota Medan Bagikan 10.000 Paket Sembako kepada Petugas Kebersihan, Kepling dan Kader TP PKK

SEMBAKO: Wali Kota membagikan paket sembako kepada PHL Satpol PP. Foto kanan, Lurah PB Selayang II, M. Adham Nasution, ST memberikan paket sembako kepada petugas kebersihan di Kantor Kelurahan PB Selayang II.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM, membagikan 10.000 paket sembako kepada Petugas Harian Lepas (PHL), di antaranya Melati Bestari, sopir, kenek Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.

SEMBAKO: Wali Kota membagikan paket sembako kepada PHL Satpol PP.

Selain itu paket sembako juga dibagikan kepada P3SU Kecamatan dan Kelurahan, Buser Dinas PU dan Petugas Satpol PP Kota Medan, Dinas Perhubungan serta Kader TP PKK Kota Medan.

Penyerahan paket sembako dari Yayasan Buddha Tzu Chi Medan ini dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Medan bersama Wakil Wali Kota Medan, H Aulia Rachman SE dan Ketua TP PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Medan, Shaula Arindianti Aulia Rachman di Gelanggang Remaja Medan, Jalan Sutomo, Rabu (5/5).

Dalam sambutannya Wali Kota Medan mengatakan, paket sembako ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para petugas kita dalam menyambut hari raya idul Fitri. Bobby menambahkan paket sembako ini menjadi bukti nyata perhatian Pemko Medan terhadap para petugas yang telah mengabdi dan bekerja keras untuk kota Medan.

“Tugas dan tanggung seluruh petugas sangat luar biasa, dimana mereka memberikan bakti untuk Kota Medan salah satunya petugas kebersihan yang menjaga kebersihan kota Medan. bukan hanya karena perintah pimpinannya, tetapi karena tanggung jawab yang dipegangnya,” Kata Wali Kota Medan.

Bobby menambahkan, dengan ketulusan bekerja dengan penuh tanggung jawab, maka Pemberian paket sembako ini juga merupakan balasan dari Allah SWT untuk seluruh petugas yang telah mendedikasikan dirinya untuk Kota Medan. “Mudah- mudahan paket ini bermanfaat dan berkah bagi seluruh petugas kita. Selain itulah juga dapat menambah etos kerja dan menjalin silaturahmi serta menambah kedekatan kita sehingga dapat berdampak baik bagi kinerja kita. Terimakasih kepada seluruh petugas yang telah bekerja luar biasa selama ini,” ujar Wali Kota.

Wali Kota juga menjelaskan saat ini tugas kebersihan dibawah tanggung jawab Kecamatan. Hal ini dilakukan agar dapat merespon lebih cepat dan memperhatikan kebersihan di wilayahnya. Sehingga target Pemerintah Kota untuk Medan bersih dan bebas banjir dapat segera terwujud.

Selanjutnya, Wali Kota Medan mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Medan yang telah mendonasikan paket sembako untuk Pemko Medan. Semoga Program ini dapat bermanfaat bagi seluruh petugas di lingkungan Pemko Medan.

Paket sembako yang dibagikan berupa 5 kg beras, 2 kg Gula dan 2 liter minyak makan. Selain dibagikan di Gelanggang, Paket Sembako ini dibagikan di seluruh Kantor Kecamatan. Turut hadir dalam pembagian paket, Pimpinan OPD diantaranya Asisten Ekbang Khairul Syahnan, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni, Kasat Pol PP M Sofyan dan Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Medan. Selain itu seluruh Camat juga turut mengikuti secara virtual.

Kelurahan PB Selayang II Bagikan 90 Paket Sembako

Sementara itu, di lain tempat, Kelurahan Padangbulan (PB) Selayang II Kecamatan Medan Selayang membagikan 90 paket sembako pada petugas kebersihan, Kepala Lingkungan (Kepling), Anak Yatim dan Kader PKK Kelurahan PB Selayang II yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan PB Selayang II Jalan Bunga Mawar, Kamis

(6/5). Adapun 90 paket sembako yang dibagikan tersebut berupa gula dan minyak disambut antusias bagi para petugas kebersihan, Kepala Lingkungan (Kepling), Kader PKK dan Anak Yatim.

Lurah PB Selayang II Kecamatan Medan Selayang, Muhammad Adham Nasution, ST mengatakan, pembagian 90 Paket sembako berbagi kepada sesama umat Muslim di bulan Ramadan 1442 H. “Ini merupakan rasa wujud syukur kita kepada Allah SWT, dimana kita masih tetap bisa menjalankan ibadah puasa,” bilang Adam.

Dilanjutkannya, ke depannya pihak Kelurahan PB Selayang II Kecamatan Medan Selayang terus memberikan berbagai kasih kepada para anak yatim dan Kepling serta kader PKK Kelurahan. “Tentulah ini akan terus diprogramkan untuk berbagi sesama umat muslim,” ujarnya.

Petugas Kebersihan, Muliadi mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak Lurah PB Selayang II Kecamatan Medan Selayang yang telah membagi paket sembako kepada pihak petugas kebersihan.

Hal senada juga dikatakan Petugas Kebersihan lainnya, Suyanto mengaku gembira mendapatkan paket sembako tersebut.(rel)

Ambulans Gratis Telah Beroperasi

GRATIS: Program Ambulans Gratis Nias Barat sudah mulai beroperasi.

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu mewujudkan janji kampanyenya yaitu menyediakan Amblunas gratis kepada masyarakat yang membutuhkan dan siap melayani masyarakat 24 jam. Kini, program tersebut telah terlaksana sejak, Kamis (6/5).

GRATIS: Program Ambulans Gratis Nias Barat sudah mulai beroperasi.

Melalui rapat kordinasi yang dilaksanakan di alun-alun pendopo pada Senin (3/5) kemarin, Bupati memerintahakan Kadis Kesehatan Rahmati Daeli, agar menyiapkan Ambulans untuk masyarakat yang membutuhkan tanpa dipungut biaya atau gratis.

Program ini mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat. Ketua DPRD Nias Barat Drs. Evolut Zebua mengakui bahwa Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu adalah Bupati yang spetakuler dan luar biasa. Karena berani membuat program yang bertujuan untuk masyarakat. “Kita akan mendukung semua program yang baik untuk masyarakat,” ujarnya.

Program ambulans gratis ini juga diakui oleh warga masyarakat, RH.

“Kami salut dengan komitmen Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu dengan keberpihakannya dengan kepentingan masyarakat, baru satu minggu beliau dilantik dan sudah langsung bisa dinikmati masyarakat Ambulans gratis dan siap melayani 24 jam, beliau benar benar Bupati untuk masyarakat atau soguna ba zato,” tuturnya.

Program ambulans gratis ini sudah dibuktikan oleh pasien Ny S Butar-butar (20 tahun). Warga Desa Wango, Kecamatan Lolofitu Moi Kabupaten Nias Barat ini menggunakan ambulans gratis dan tidak ada biaya sepeserpun yang ditagihkan saat mengantarkan dirinya ke RSUD Thomsen Nias.

“Pasca operasi Secsio Caesarea 3 bulan yang lalu, saya mengalami pendarahan. Untuk mengantarkan saya ke RS saya menelpon ambulans gratis dan tidak dikenakan biaya sedikitpun,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang membutuh ambulans gratis bisa menghubungi nomor HP dan siap melayani 24 jam serta tidak ada biaya apapun kepada masyarakat. Berikut nomor HP supir Ambulans untuk masyarakat hubungi, (mag-11/ram)

Rapat Penetapan Bupati Terpilih Labuhanbatu: 8 Anggota Fraksi Golkar Walkout

RAPAT: Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Rapat Paripurna Pengumuman Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu terpilih.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – DPRD Kabupaten Labuhanbatu melaksanakan rapat paripurna penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih pada Pilkada Serentak 2020, Rabu (5/5). Rapat paripurna penetapan bupati terpilih itu digelar setelah pemungutan suara ulang (PSU) dilaksanakan.

RAPAT: Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Rapat Paripurna Pengumuman Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu terpilih.

Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Juraidah Harahap mengumumkan, pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 02, Erik Adtrada Ritonga dan Ellya Rosa Siregar memperoleh 88.493 suara atau setara 37,29% dari total suara sah sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dalam Pilkada 2020.

Namun, rapat paripurna pengumuman penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih sempat mendapat interupsi dari Ketua Fraksi Partai Golkar, Haryanto. Ia menyampaikan agar DPRD menunda pengumuman penetapan dikarenakan masih dalam berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dikarenakan tidak mendapat jawaban yang memuaskan, Fraksi Golkar yang terdiri atas 8 orang walk out dari rapat paripuna.

Erik Adtrada selaku calon bupati terpilih mengimbau kepada masyarakat agar jangan ada lagi perpecahan.

“Mari kita bersatu dan membangun Kabupaten Labuhanbatu yang kita cintai ini bersama-sama, mari kita jaga kondusivitas daerah kita ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan prosedur yang sudah ditetapkan KPU. “Maka kita wajib melanjutkan proses ini dengan melaksanakan rapat paripurna,” tuturnya. (fdh/ram)

Operasional Bus Trans Binjai Belum Optimal

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Operasional Bus Trans Binjai dinilai masih belum optimal, sejak diresmikan oleh Menteri Perhubungan pada 2017. Pasalnya, masyarakat masih sedikit menggunakan bus yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Binjai tersebut.

Kadishub Binjai, Syahrial mengakui, Bus Trans Binjai yang merupakan alat transportasi penghubung lima kecamatan ini belum menunjukkan gairah di tengah masyarakat. Kursinya jarang sekali dipadati penumpang.

“Karena sudah ada koridor-koridornya itu. Sudah ada rute yang atur, mungkin itu penyebabnya,” kata Syahrial, Kamis (6/5).

“Makanya masyarakat banyak yang memilih naik becak. Bisa suka hati becak mau masuk darimana,” tambahnya. Operasional Bus Trans Binjai hingga perawatan dan gaji sopir dan kernet ditampung dalam APBD. Setiap tahunnya, Dishub menganggarkan Rp3 miliar untuk hal tersebut.

Karenanya hingga kini, Bus Trans Binjai dapat disebut operasionalnya belum maksimal. Padahal, penumpang yang ingin menumpangi Bus Trans Binjai tidak dipungut biaya alias gratis. “Bus kami jumlahnya ada 14 unit. Tapi sekarang yang beroperasi tiga bus setiap harinya. Ganti-gantian sekarang, enggak sekaligus 14 bus dioperasionalkan,” beber dia.

“Kalau 14 bus jalan sekaligus, berapa liter minyak yang habis. Nah sekarang kalau empat saja kan enggak banyak,” sambungnya.

Dia menambahkan, anggaran tersebut juga terkena rekofusing. Tidak lagi Rp3 miliar dianggarkan. Karenanya, Dishub Binjai melakukan pengurangan operasional bus yang bergerak.. “Jam operasional tetap. Dari pagi sampai sore,” ujarnya.

“Bukan mati suri Bus Trans Binjai ini. Tapi ini program pemerintah untuk antar masyarakat di tiap kecamatan. Karena kopit, jadi enggak efektif,” tukasnya. (ted)