26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 3461

ATM di Aceh Sering Kosong Uang 

LAYAN: Pegawai BSI Cabang Banda Aceh saat melayani nasabah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh membuat bank konvensional hengkang. Praktis hanya ada bank syariah di sana, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI).

LAYAN: Pegawai BSI Cabang Banda Aceh saat melayani nasabah.

Namun ternyata proses pelaksanaan qanun tersebut tidak berjalan mulus. Muncul kendala dan keluhan bahwa ATM bank syariah kerap kosong dan transaksi sering gagal.

Pihak BSI pun mengakui kejadian tersebut. Bank hasil peleburan tiga unit bank syariah BUMN tersebut pun meminta maaf.

“Sehubungan dengan pemberitaan mengenai kesulitan nasabah melakukan transaksi perbankan di Aceh, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah,” kata Group Head Corporate Secretary, Rosalina Dewi dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Rosalina mengatakan, saat ini BSI masih membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan semua sistem, terutama di Aceh yang sudah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Terkait dengan layanan mesin ATM, BSI juga sedang berusaha untuk mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah.

BSI mengupayakan agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, persoalan di Aceh bisa teratasi dengan baik.

“Dalam memberikan kemudahan bagi nasabah, Bank Syariah Indonesia menyediakan layanan penyampaian keluhan nasabah melalui aplikasi BSI Mobile, Bank Syariah Indonesia Call di 14040, serta live chat Aisyah melalui www.bankbsi.co.id,” tulisnya.

Terkait dengan layanan mesin ATM, BSI juga sedang berusaha untuk mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah.

BSI mengupayakan agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, persoalan di Aceh bisa teratasi dengan baik.

“Dalam memberikan kemudahan bagi nasabah, Bank Syariah Indonesia menyediakan layanan penyampaian keluhan nasabah melalui aplikasi BSI Mobile, Bank Syariah Indonesia Call di 14040, serta live chat Aisyah melalui www.bankbsi.co.id,” tulisnya.

Sebelumnya diberitakan Anggota DPR Aceh Asrizal Asnawi menyoroti pelayanan bank syariah di Aceh yang kerap menimbulkan masalah. Dia menyebut ATM bank syariah kerap kosong dan transaksi sering gagal.

“Terkait banyaknya keluhan masyarakat pengguna jasa perbankan di Aceh, terutama dalam hal pelayanan ATM yang sering kosong dan gagal transfer, saya melihat pihak bank syariah tidak serius mendukung pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah yang sudah disepakati antara Pemerintah dan DPRA di Aceh,” kata Asrizal, Senin (3/5).

Politikus PAN ini menyebutkan, ATM bank syariah kerap kosong hingga berhari-hari dan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya. (dtc/ram)

7 BUMN Dibubarkan Tahun Ini

BUMN: PT Merpati Nusantara masih dipertimbangkan untuk dibubarkan oleh Kementerian BUMN.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ada 7 BUMN yang sudah tak lagi beroperasi alias sudah mati suri, namun masih berdiri dan menjadi pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA. Kementerian BUMN memastikan, 7 BUMN tersebut akan dibubarkan tahun ini.

BUMN: PT Merpati Nusantara masih dipertimbangkan untuk dibubarkan oleh Kementerian BUMN.

“Nah itu kan BUMN-BUMN yang di bawah PPA itu memang BUMN yang sudah dari 2008 sebenarnya mati suri. Jadi bukan BUMN yang beroperasi, sudah dari tahun 2008 itu mati beroperasi,” kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/5). Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo membeberkan, BUMN yang akan dibubarkan antara lain PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, PT Kertas Leces (Persero), dan PT Kertas Kraft Aceh (Persero) atau KKA.

Untuk memproses pembubaran tersebut, pihaknya masih perlu melakukan penilaian melalui PPA.

“Intinya kita akan asses lagi kondisi terakhirnya. Apakah ada aset yang bisa kita manfaatkan dulu, kemudian kondisi tenaga kerjanya, operasinya. Intinya kalau sudah tidak ada operasi, tidak ada tenaga kerja, dan tidak ada eksposur kewajiban, kita akan lanjut ke proses penutupan,” tutur pria yang akrab disapa Tiko tersebut.

Tak hanya BUMN-BUMN di atas, maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) juga sudah di ujung tanduk. Namun, Kementerian BUMN belum bisa memutuskan apakah Merpati akan dibubarkan atau tidak.

Pasalnya, pembubaran Merpati masih harus dikaji. Selain itu, Tiko mengatakan, masih ada persoalan kewajiban manajemen perusahaan yang belum diselesaikan. “Merpati masih perlu pengkajian, karena masih ada fasilitas-fasilitas pinjaman yang harus direstrukturisasi, dan masih ada krediturnya,” kata Tiko.

Ia mengatakan, jika Merpati dibubarkan, prosesnya pun membutuhkan waktu yang tak sebentar. “Jadi kalau Merpati mungkin butuh waktu karena perlu penyelesaian kewajiban dulu,” urainya. Apalagi, Merpati saat ini masih memiliki anak usaha yang bergerak di bisnis maintenance repair overhaul (MRO), yakni PT Merpati Maintenance Facility (MMF).

Apabila harus dibubarkan, menurut Tiko bisnis MRO itu kemungkinan harus dipindah. Namun, hal itu pun masih terus dikaji. “Nah itu belum, kalau itu nanti akhirnya kita putuskan mungkin MRO-nya pindah, itu lagi dikaji, belum final,” pungkasnya. (dtc/ram)

Penerbangan di Bandara Kualanamu: Maret, Penumpang Domestik dan Internasional Naik

DEPAN: Bandara Internasional Kualanamu tampak dari depan.

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas penumpang domestik, yang berangkat dari Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) pada bulan Maret 2021 mencapai 122.498 orang.

DEPAN: Bandara Internasional Kualanamu tampak dari depan.

Kordinator Fungsi Distribusi BPS Provinsi Sumut, Dinar Butar-butar, menjelaskan angka tersebut, naik 22,26 persen dibanding bulan Februari 2021 yang mencapai 100.191 orang.

“Secara kumulatif jumlah penumpang yang berangkat Januari – Maret 2021 mencapai 380.031 orang, turun 44,82 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar 688.769 orang,” ungkap Dinar, Rabu (5/5).

Di sisi lain, Dinar menjelaskan penumpang domestik yang datang di Sumut melalui Bandara Kualanamu pada bulan Maret 2021 mencapai 134.685 orang, atau naik 26,94 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 106.105 orang.

“Selama Januari-Maret 2021 penumpang domestik yang datang mengalami penurunan sebesar 49,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 721.884 orang menjadi 365.038 orang,” jelas Dinar.

Sementara itu, Penumpang angkutan udara tujuan luar negeri, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing di Bandara Kualanamu pada bulan Maret 2021 naik sebesar 50,21 persen dibanding bulan Februari 2021, yaitu dari 476 orang menjadi 715 orang.

“Secara kumulatif Jumlah penumpang tujuan luar negeri selama Januari-Maret 2021 mencapai 1570 orang, atau turun 99,15 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar 185.473 orang,” pungkasnya. (gus/ram)

FSPMI Buka Posko Pengaduan THR

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja/buruh perusahaan swasta sudah mendekati batas akhirnya, dalam Peraturan Menteri Tenagakerja (Permenaker) nomor 6 Tahun 2016 selambatnya dibayarkan perusahaan H- 7 sebelum hari raya keagamaan.

Berkaitan dengan hal tersebut Elemen buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (FSPMI Sumut) membuka Posko Pengaduan THR Idul Fitri 1442 Hijriyah bagi para pekerja/buruh.

“Bagi buruh yang tidak mendapatkan, mendapat tetapi kurang, terlambat waktu pembayaran, dan di PHK sebulan sebelum THR diterima, kami siap mengadvokasi bersama, agar para buruh mendapatkan haknya tersebut menjelang Idul Fitri” ujar Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo didampingi Sekretarisnya  Tony R Silalahi kepada para wartawan di Sekretariat DPW FSPMI Sumut Jalan Medan-Tanjung Morawa, Gg Dwi Warna, Kecamatan Tanjung Morawa,Deliserdang, Sumut, Rabu (5/5).

Willy juga menyampaikan, bahwa batas akhir perusahaan membayarkan THR kepada para pekerja/buruh nya sesuai Permenaker adalah pada Kamis, 6 Mei 2021. “Kita mengimbau kepada pengusaha agar membayarkan THR penuh tanpa dicicil dan tepat waktu, hal ini juga sesuai Surat Edaran (SE) Menaker yang sudah disosialisasikan kepada para pengusah dan kita semua,” harap Willy.

Willy menambahkan, posko tersebut dibuka mulai 4 Mei-4 Juni 2021 mendatang, yaknu selama satu bulan, bagi pengusaha yang telat bahkan melakukan pembayaran THR lewat dari waktu bahkan sehabis lebaran Idul Fitri, FSPMI akan menuntut ganti kerugian sesuai peraturanya adalah membayar denda 5 persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar.”Tidak hanya itu, bagi pengusaha yang sengaja membandel maka nantinya diakhir kami umumkan nama perusahaan yang tidak membayar THR buruhnya ke publik” tegasnya.

Disebutkannya, posko pengaduan akan bekerja sama dan berkoordinasi dengan posko pengaduan yang dibentuk oleh pemerintah dalam hal ini, Disnaker Sumut dan Disnaker di Kabupaten/Kota.

Ia menerangkan, bagi buruh yang mengalami permasalahan THR, dapat langsung datang ke Posko Pengaduan yang beralamat di Jalan Raya Medan-Tanjung Morawa, Gg Dwi Warna Nomor 1 Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumut. “Semoga kami akan berupaya membantu kawan kawan pekerja/buruh yang akan merayakan lebaran bersama keluarganya” pungkasnya. (mag-1/ila)

NB: Teks Foto: Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo Sekretariat DPW FSPMI Sumut Jalan Medan-Tanjung Morawa, Gg Dwi Warna, Kecamatan Tanjung Morawa,Deliserdang, Sumut, Rabu (5/5). Sumut Pos/ Dewi

Dituding Selipkan 1 Jabatan di Lelang Jabatan, Bobby Nasution Membantah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution membantah adanya perbedaan pengumuman lelang jabatan posisi Lurah pada proses lelang jabatan Eselon II dan jabatan Lurah di Pemko Medan tahun 2021.

Bobby menegaskan, sejak awal pihaknya memang membutuhkan 72 jabatan dan melelang 72 jabatan tersebut, yakni posisi jabatan eselon III dan lurah. Sekaligus ia juga menekankan, jika jumlah jabatan yang dibutuhkan dengan jumlah pemenang yang diumumkan adalah jumlah sama, yakni 72 jabatan.

“Kita membutuhkan 72 jabatan dan pemenangnya kita umumkan 72. Tidak ada perbedaan yang kita butuhkan dengan pemenang yang kita umumkan. Untuk apa kita lakukan seleksi kalau masih ada selip menyelipkan 1 atau 2 orang,” jelas Wali Kota.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap mengaku telah menambah 1 jabatan yang juga ikut di lelang. Namun, BKDPSDM telah menghapus website yang berisikan pengumuman pembukaan jabatan 71 eselon III dan jabatan lurah dengan penambahan 1 jabatan dengan alasan adanya revisi.”Sudah dihapus websitenya karena ada revisi, dari 71 yang dibutuhkan menjadi 72 orang,” jawab Muslim di gedung Balai Kota Medan, Rabu (5/5).

Dikatakan Muslim, tidak ada masalah dengan adanya perubahan jumlah jabatan yang dilelang, yakni dari sebelumnya 71 jabatan yang diumumkan di website dan telah dihapus, serta diumumkan 72 jabatan hasil lelang namun tidak lagi diumumkan di webiste.

“Memang berubah jumlahnya dari sebelumnya 71 menjadi 72. Perubahan itu untuk jabatan lurah, dari yang tadinya 24 jabatan menjadi 25 jabatan,” katanya.

Alasannya, hal itu dilakukan untuk melelang jabatan Lurah Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan.”Karena belakangan kita dapat informasi Lurah Nelayan Indah meninggal dunia, makanya langsung kita tambah dan kita revisi” jawabnya.

Seperti diketahui, awalnya Pemko Medan telah mengumumkan lelang jabatan sebanyak 71 jabatan eselon III dan Lurah. Namun setelah pengumuman pemenang pada Selasa (4/5) lalu, justru ada sebanyak 72 orang yang dinyatakan lulus dalam seleksi tersebut. Akhirnya, sejumlah pihak menduga perbedaan jumlah yang menang dengan jumlah yang dibutuhkan, diduga karena adanya penambahan 1 jabatan yang lulus tanpa seleksi.

Namun setelah dicek kembali data di website yang sudah dihapus, ternyata Lurah Kampung Nelayan Indah tidak ada tercantum pada pengumuman di website. Jabatan itu justru ada di berkas yang belakangan dibuat BKD Pemko Medan. (map/ila)

Melalui Layanan Inovatif, GrabFood Hadirkan Pengalaman Ramadan Terindah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bulan Ramadan menjadi momentum sangat berharga bagi umat islam di dunia. Tidak lepas untuk berbagai dengan sesama untuk meningkatkan keimanan dan ibadah di bulan suci ini. Grab melalui layanan inovatif GrabFood memberikan pelayanan profesional dan baik bagi konsumennya.

Diskusi GrabFood pelayanan profesional dan baik bagi konsumennya di bulan Ramadan.(ist)

GrabFood ‎di bulan Ramadan, menjadi salah satu masa yang paling menantang bagi industri layanan pesan-antar makanan.Misalnya, para konsumen menggunakan GrabFood secara berbeda dibandingkan dengan bulan lainnya. 

Data GrabFood menunjukan bahwa pesanan para konsumen terkonsentrasi di waktu-waktu menjelang berbuka puasa di antara pukul 4 dan 5 sore. Di luar bulan Ramadan, jam sibuk terbagi secara merata di waktu makan siang dan makan malam. Oleh karena itu, hal ini tentu dapat membebani mitra pengantaran, merchant dan juga platform. 

“Sebagai layanan pesan-antar makanan terkemuka di Indonesia, GrabFood berupaya untuk memberikan layanan pesan-antar makanan yang istimewa dan pengalaman konsumen yang menyenangkan di setiap kesempatan,” sebut ‎Head of Marketing GrabFood, Grab Indonesia, Hadi Surya Koe dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/5).

Oleh karena itu, Hadi menjelaskan setiap tahun, tim teknologi dan operasional Grab kami bersiap-siap selama berbulan-bulan sebelum Ramadan untuk merencanakan aspek operasional di periode ini. Dengan fitur aplikasi yang disempurnakan, keterlibatan mitra pengemudi dan merchant sejak awal, dan dukungan 24/7 dari tim GrabFood.

“Kami berharap dapat memberikan layanan yang dapat diandalkan oleh konsumen kapan saja sepanjang hari, sekaligus membantu merchant memperoleh penjualan yang maksimal dan memberikan pengalaman konsumen yang bermutu,” jelas Hadi.

Inisiatif Ekstra untuk Pengalaman Konsumen yang Luar BiasaUntuk memastikan bahwa semua inisiatif berjalan dengan lancar, tim teknologi Grab juga siap siaga selama 24 jam setiap pekan, untuk mendukung setiap masalah yang mungkin terjadi. 

“Kami tahu betapa pentingnya makanan selama Ramadan, karenanya tim kami bekerja sangat keras untuk melayani dan mendukung para pengguna dan mitra kami,” ungkap Hadi.

Grab merupakan aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara, menyediakan layanan harian yang berarti bagi pelanggan. Saat ini, Grab telah diunduh di lebih dari 214 juta perangkat mobile, memberikan akses pada jutaan mitra pengemudi, mitra merchant dan agen. 

‎”Melalui fitur aplikasi yang disempurnakan, keterlibatan mitra pengemudi dan merchant sejakawal, dan dukungan 24/7 dari tim GrabFood, kami berharap dapat menjadi layanan yang dapat dipercaya konsumen kapan saja,” pungkas Hadi.
 
Grab menawarkan beragam layanan on-demand di Asia Tenggara, termasuk solusi mobilitas, pengantaran makanan, paket serta barang belanjaan, mobile payment, dan layanan finansial di 428 kota di delapan negara.(gus)

Pantau Kegiatan WBP di Rutan Labuhandeli, Kadivpas Sidak Malam Hari

BERDIALOG: Kadivpas Kanwil-Kemenkumham Sumut, Agung Gede Krisna, berdialog dengan WBP Rutan Labuhandeli, saat melakukan sidak.fachril/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kanwil-Kemenkumham) Sumatera Utara, Agung Gede Krisna melakukan inpeksi mendadaka (Sidak) ke Rutan Klas I Labuhandeli, Selasa (4/5) malam. Kedatangan orang nomor satu di Divisi Pengawasan Kemenkumham Sumut secara mendadak pada malam hari, membuat sejumlah pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Labuhandeli terkejut.

BERDIALOG: Kadivpas Kanwil-Kemenkumham Sumut, Agung Gede Krisna, berdialog dengan WBP Rutan Labuhandeli, saat melakukan sidak.fachril/sumu tpos.

“Saya sengaja melakukan kunjungan ini tanpa melakukan pemberitahuan. Kunjungan ini untuk melakukan monitoring kegiatan ibadah warga binaan selama Ramadan,” pungkasnya.

Selama berada di Rutan Labuhandeli, Agung Gede mengontrol kegiatan tarawih yang dilakukan warga binaan. Dari amatannya, kegiatan ibadah yang dilaksankan warga binaan sudah sesuai dengan protokol kesehatan.

Selain itu, ia juga memastikan situasi di dalam rutan keadaan aman terkendali dari pelayanan petugas kepada warga binaan yang sesuai dengan tujuan untuk mewujudkan Zona Integritas WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani).

Agung Gede juga menyempatkan melakukan dialog langsung kepada warga binaan di dalam blok hunian dan mereka mengapresiasi pelayanan petugas kepada mereka. “Kunjungan ini saya lakukan secara acak tidak ada terjadwal di seluruh Lapas atau Rutan yang berada di satuan wilayah kerja Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara,” ungkapnya.

Kegiatan itu ia lakukan untuk memastikan secara langsung kegiatan di dalam Rutan atau Lapas, apakah ibadah yang sudah berjalan dengan baik selama bulan suci Ramadan. “Malam ini (kemarin,Red), saya berikan apresiasi kepada petugas dan warga binaan di Rutan Kelas I Labuhandeli karenan baik. Semoga bisa lolos dari tim penilaian nasional dalam pembangunan Zona Integritas melalui dukungan masyarakat, keluarga warga binaan dan rekan-rekan wartawan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Rutan Klas I Labuhandeli, Nimrot Sihotang mengatakakan, situasi kegiatan di Rutan berjalan dengan baik, seperti Salat Tarawih yang dilaksankan di setiap kamar secara bergantian. Tujuannya untuk menjaga situasi keamanan di Rutan pada malam hari.

“Kita sudah melihat Pak Kadivpas menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga binaan. Hasil dialog itu berjalan dengan baik, tidak kabar miring yang menyebutkan petugas kita melakukan pungutan, akhirnya terbantahkan,” ungkap Nimrot Sihotang.

Nimrot Sihotang menegaskan, pihaknya memberikan pelayanan kepada warga binaan di dalam Rutan secara gratis tidak berbayar. Kepada masyarakat dan warga binaan, bila ada yang menyebutkan ada pungutan dan pembayaran di dalam Rutan tidak benar.”Kalau ada oknum di Rutan yang meminta pungutan atau melakukan kekerasan kepada warga binaan, silakan lapor langsung kepada saya. Kita komitmen membangun Zona Integritas

WBK dan WBBM, kami sangat berharap dukungan dari semua pihak,” katanya mengakhiri. (fac/ila)

Wali Kota Ingatkan Warga, Takbiran dan Salat Id di Masjid dengan Protokol Kesehatan

BERSAMA: Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasutio, foto bersama unsur Forkopimda serta sejumlah anak yatim, di Masjid Perjuangan 45, Jalan HM Yamin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM, mengingatkan agar umat Muslim Kota Medan agar takbiran dan Salat Id di masjid-masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

BERSAMA: Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasutio, foto bersama unsur Forkopimda serta sejumlah anak yatim, di Masjid Perjuangan 45, Jalan HM Yamin.

Hal ini disampaikannya saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Perjuangan 45, Jalan HM Yamin, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Medan Perjuangan, Selasa (4/5) sore.

Dalam perhelatan yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, ustad Dr HM Syukri Albani, MA, Ketua BKM Perjuangan 45, Dr H Muhammad Fauzi, tokoh masyarakat, jamaah dan sejumlah anak yatim piatu itu, Wali Kota mengatakan,  jumlah masjid di Medan ada 1.115. Ini artinya, ada 1.115 titik lokasi takbiran dan Salat Id di Medan.

Wali Kota juga  berharap, pengurus masjid mengajak jamaah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menunaikan ibadah. Penerapan protokol kesehatan ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah penularan Covid-19.

Kejadian di negara India, kata Wali Kota, dapat menjadi pelajaran. Penambahan kasus Covid-19 di negara tersebut bisa mencapai 300 ribu per hari. Salah satu penyebabnya adalah kegiatan keagamaan. 

Wali Kota mengatakan, dirinya tidak ingin ibadah umat muslim di bulan Ramadan dan silaturahim 1 Syawal dikatakan memicu peningkatan kasus Covid-19. Karena itu, Wali Kota menekankan agar protokol kesehatan tetap dijalankan dalam pelaksanaan ibadah.

Pada bagian lain, Wali Kota juga mengatakan, pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian umat, terutama mereka yang bekerja harian. Dalam hal ini, masjid juga dapat berperan untuk memulihkan perekonomian umat.

Seharusnya, kata Wali Kota, ekonomi syariah itu pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan melalui masjid, bukan dari perbankan. Peran masjid dalam menggerakkan perekonomian syariah ini bertujuan untuk mengayomi umat, termasuk mereka yang terdampak pandemi. 

Pada saat itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemko Medan telah mencanangkan Program Masjid Mandiri pekan lalu. Disebutkannya pula, ada 16 kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi masjid mandiri. Di antaranya adalah masjid tersebut memiliki koperasi dan legalitas, serfikat lahan maupun bangunan.

Safari Ramadan ini berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada rangkaian kegiatan berbuka puasa bersama dalam kegiatan ini. Dalam acara ini, Pemko Medan menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada BKM Perjuangan 45 dan santunan kepada anak yatim piatu. Selain itu, Pemko juga menyediakan paket buka puasa untuk dibawa jamaah pulang ke rumah masing-masing.

Safari Ramadan ini juga diisi tausyiah singkat dari ustad Dr HM Syukri Albani Nasution, MA. Dalam tausiyahnya, ustad Syukri mengatakan, pemerintahan yang tidak memandang masjid sebagai pusat peradaban tidak akan berjalan dengan baik.

Karena itu, Syukri yang merupakan pengurus MUI Medan ini sangat mendukung Program Masjid Mandiri yang baru saja dicanangkan oleh Wali Kota Medan. Syukri juga mengingatkan,bahwa setiap mukmin itu bersaudara. Karena itu, dia mengajak kaum muslim saling menyayangi dan saling memberi solusi. (map/ila)

DPRDSU Minta Pemda Batasi Jam Operasional Pasar

ilustrasi Pasar Modern

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, pengunjung di pasar tradisional, mal atau pusat perbelanjaan mulai terpantau padat dan sibuk. Pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara diminta membatasi jam operasional baik di pusat perbelanjaan tradisional ataupun modern, untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

ilustrasi Pasar Modern

“Selain razia, Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota bersama instansi terkait harus mengatur jam pembukaan dan penutupan, pada mal maupun pasar-pasar tradisional. Ini agar nantinya sistem itu bisa mengatur arus mobilisasi pengunjung sehingga tidak membeludak dan menjadi klaster baru jelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting kepada wartawan, Rabu (5/5). 

Ia mengaku prihatin dengan peningkatan signifikan jumlah pasien Covid-19 hingga rumah sakit menjadi kewalahan. Terlebih saat ini hampir seluruh rumah sakit rujukan di Kota Medan kehabisan tempat tidur, guna menampung pasien Covid-19. 

“Kita harus waspada dengan situasi itu. Bukan tidak mungkin kalau dilakukan tracing secara ketat, angka kenaikan itu signifikan lonjakannya,” kata politisi PDI Perjuangan itu. 

Banyaknya pintu masuk ke Sumut baik jalur darat maupun laut terkhusus jalur-jalur tikus, ditengarai berpotensi atas bertambahnya penyebaran wabah ke wilayah ini. 

Kondisi inilah, menurut Baskami, Satgas Covid-19 di masing-masing daerah harus membangun sistem pengamatan yang lebih kuat sehingga dapat mengatasi masuknya warga pendatang dari luar. ”Jika kemudian berhasil diamankan, tentunya langkah isolasi wajib dilakukan,” tegas dia. 

 Selain itu, lonjakan para pemudik menjelang penerapan pelarangan mudik 6 Mei 2021, juga sangat wajib diwaspadai. Harus ada sanksi yang mengacu kepada aturan yang sudah diresmikan pemerintah harus diterapkan. ”Mari kita tetap jaga protokol 5 M, jika bisa dihindari agar tidak pulang kampung, sayangi orangtua, jaga mereka. Manfaatkan momen silaturahim dengan penggunaan teknologi komunikasi. Mari perkuat berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar badai covid segera berlalu. Kepada Satgas Covid-19 di seluruh daerah, benar-benar melakukan tugasnya sehingga angka covid di Sumut bisa menurun,” pungkasnya. 

Amatan Sumut Pos, sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Kota Medan mulai dipadati oleh masyarakat yang ingin membeli aneka keperluan untuk Hari Raya Idul Fitri. Padatnya tempat-tempat yang menjadi pusat perekonomian masyarakat tersebut, kini menjadi sorotan lantaran pandemi Covid-19 belum juga berakhir di Indonesia, termasuk Sumut.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pun mengaku, tidak bisa melarang kegiatan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Hanya saja, ia tetap mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan dan tidak membuat kerumunan, tujuannya jangan sampai ada yang tertular virus Corona. 

“Kegiatan-kegiatan tersebut di pasar, tempat-tempat simpul-simpul perekonomian. Kita tidak juga bisa mengkancing seperti itu, mematikan geliat ekonomi. Tetapi saya instruksikan di sini prokes wajib,” katanya. 

Gubsu menekankan apabila protokol kesehatan diabaikan masyarakat, tindakan tegas terpaksa diambil. Dirinya telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Sumut untuk tidak segan membubarkan lokasi-lokasi yang dinilai melanggar protokol kesehatan.“Kalau tak jalan, kita bubarin. Tadi sudah saya instruksikan ambil tindakan. Kalau tak diindahkan, kita bubarkan,” katanya. 

Edy pun menyayangkan dengan sikap masyarakat yang seakan mengabaikan pandemi Covid-19. Padahal sosialisasi akan bahayanya virus Corona dan penerapan protokol kesehatan telah rutin dilakukan. Ia tidak ingin, hanya lantaran masyarakat ingin memenuhi kebutuhan Lebaran, seperti pakaian, makanan dan lainnya, mengakibatkan kasus Covid-19 di Sumut mengalami peningkatan.

“Beginilah rakyat kita. Nanti kalau sudah kita terkena wabah, tak sempat kita pakai baju baru itu,” ujarnya. (prn/ila) 

Empat Rumah Dilalap si Jago Merah

TERBAKAR: Warga menyaksikan dua unit rumah permanen yang terbakar di Kampung Sukur, Lingkungan 29, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (5/5).fachril/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat rumah di Kota Medan hangus dilalap si jago merah. Yakni, dua unit rumah permanen terbakar di Kampung Sukur, Lingkungan 29, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (5/5) pukul 10.00 WIB. Sedangkan dua rumah lainnya yang terbakar di Jalan Brigjend Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

TERBAKAR: Warga menyaksikan dua unit rumah permanen yang terbakar di Kampung Sukur, Lingkungan 29, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (5/5).fachril/sumut pos.

Pada peristiwa kebakaran di Belawan, kedua rumah yang terbakar adalah rumah milik Rinaldi (50) dan Norman (51). Kebakaran diduga berasal dari arus pendek. Tak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi diperoleh menyebutkan, api muncul dari lantai 2 rumah milik Norman. Amukan si jago merah membuat sejumlah tetangga terkejut. Sontak warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun api tidak bisa dipadamkan.

Tak berapa lama, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Api yang terus marak menyelimuti dua rumah dilakukan penyiraman, akhirnya api dapat dipadamkan sekitar setengah jam lebih. “Tadi kami lihat, ada api dari jendela di lantai 2 rumah Pak Norman. Kami langsung menjerit minta tolong dan berusaha memadamkan,” kata seorang pria di lokasi. Musibah kebakaran diduga dari arus pendek telah ditangani Polsek Belawan, sejumlah saksi dan barang bukti akibat kebakaran tersebut diamankan dari lokasi.

Kapolsek Belawan, Kompol DJ Naibaho mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP, menurut keterangan saksi api diduga berasal dari korsleting listrik dari lantai 2 rumah milik Norman. “Untuk dugaan arus pendek, tapi untuk lebih jelas kita tunggu hasil penyekidikan. Akibat kejadian itu, pemilik rumah mengalami kerugian ratusan juta rupiah,” pungkasnya.

Sementara itu, kebakaran juga Sebanyak dua unit rumah toko (ruko) di Jalan Brigjend Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor,  hangus terbakar, Rabu (5/5) dini hari. Ruko di depan Swalayan Maju Bersama yang sehari-harinya beraktivitas menjual mebel dan spring bed tersebut mengalami penyebaran kebakaran yang cukup cepat, akibat banyaknya bahan mebel dan spring bed yang mudah terbakar.

Kepala Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, Albon Sidauruk, menerangkan jika peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar Pukul 00.30 WIB. Usai mendapatkan laporan kebakaran, kata Albon, Dinas P2K Kota Medan pun langsung mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

“Lima menit setelah menerima laporan kami langsung bergerak. Tetapi karena objek yang terbakar itu toko perabotan yang banyak barang-barang yang mudah terbakar seperti kursi, tempat tidur dan sebagainya, itu yang buat petugas kita jadi agak sulit  memadamkannya,” ucap Albon, Rabu (5/5).

Dia mengatakan, selain dua ruko yang terbakar, ada satu ruko lainnya yang ikut terdampak. Namun yang paling parah adalah dua toko perabot berlantai tiga tersebut. “Tidak ada korban jiwa, untuk total kerugian masih dihitung,” ujarnya.

Saat peristiwa kebakaran terjadi, warga sekitar lokasi kebakaran dan pengendara yang melintas pun ramai menyaksikan petugas saat memadamkan api.

Seperti diketahui, saat kebakaran terjadi, pemilik ruko tengah beristirahat bersama keluarganya. Beruntung ketika api mulai berkobar, pemilik ruko langsung menyelamatkan diri bersama istri dan anaknya.

Info yang diperoleh, saat ini penghuni ruko tersebut tengah berada di rumah keluarganya yang lain. Saat menyelamatkan diri, penghuni toko sempat mengalami sesak nafas karena asap yang sudah memenuhi ruangan gedung ruko tersebut. (fac/map/ila)